Anda di halaman 1dari 6

TIPE BUDAYA POLITIK YANG

BERKEMBANG DI
INDONESIA
MENURUT CLIFFORD GEERTZ

Dalam kehidupan negara Indonesia, budaya


politik kewarganegaraan belum berkembang
menjadi budaya politik dominan. Terbukti
rezim yang berkembang selama ini masih
otoriter. Hal ini disebabkan budaya politik
suatu negara tidak terlepas dari pengaruh
nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat.

Clifford Geertz, antropolog dari Amerika,


mengadakan penelitian mengenai budaya
politik yang berkembang di Indonesia,
(khususnya Jawa), yaitu:
1. Budaya Politik Abangan
2. Budaya Politik Santri
3. Budaya Politik Priyayi

Budaya Politik Abangan


Budaya politik yang menekankan pada aspek
animisme atau kepercayaan kepada roh halus.
Budaya ini dapat ditemui pada masyarakat
PETANI era 60-an dengan tradisi selamatan.

Budaya Politik Santri

Budaya politik yang menekankkan pada aspek


agama (islam). Masyarakat tipe ini sudah
menjalankan ibadah dan ritual agama islam.
Selain itu politik budaya santri berpusat di
tempat perdagangan atau pasar.

Budaya Politik Priyayi


Budaya politik yang menekankan pada
keluhuran tradisi.
Kelompok ini merupakan kebalikan dari budaya
politik abangan, karena pada umumnya
meraka adalah dari kalangan birokrat
(pegawai pemerintah) yang intinya berpusat
di kota.