Anda di halaman 1dari 11

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

BAB IV : DAMPAK LINGKUNGAN


YANG MUNGKIN TERJADI
Prakiraan

dampak

terhadap

kegiatan

SPBU

Kabupaten

Pakpak

Bharat

dilakukan atas dasar interaksi rencana kegiatan dengan komponen lingkungan


yang diperkirakan akan terkena dampak. Aktifitas kegiatan dibagi dalam 3
komponen tahapan kegiatan utama yaitu: Tahap Pra Konstruksi, Tahap
Konstruksi dan Tahap Pasca Konstruksi/Operasional.
Selanjutnya

prediksi dampak dikelompokkan dalam aspek komponen

lingkungan yang diduga akan terkena dampak. Berikut dampak lingkungan


yang diduga akan terjadi.
4.1. TAHAP KEGIATAN PRA-KONSTRUKSI
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap pra-konstruksi, antara lain :
penyediaan lahan, survey awal, serta studi perencanaan. Dari kegiatan
tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan, tetapi berdampak
terhadap kegiatan/aktifitas sosial diantaranya untuk persepsi masyarakat
terhadap rencana kegiatan pembangunan SPBU Kabupaten Pakpak Bharat.
Dampak yang ditimbulkan berupa persepsi masyarakat tersebut tidak
berlangsung lama, dan hanya bersifat singkat serta dapat berbalik.
Untuk kegiatan penyediaan lahan SPBU tidak mengalami masalah karena
lahan yang akan digunakan untuk rencana kegiatan SPBU Kabapaten Pakpak
Bharat telah direkomendasikan oleh Bupati Kabupaten Pakpak Bharat sesui
dengan ijin ijin dan rekomendasi yang diterbitkan.
4.2.

TAHAP KEGIATAN KONSTRUKSI

4.2.1.Kualitas Udara Ambient

Jenis Dampak
Dampak yang muncul berupa penurunan kualitas udara karena
peningkatan kadar gas pencemar, seperti gas Sulfur Dioxida (SO2),
Carbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioxida (NO2), Ozon (O3), Hidro
Carbon (HC), Dust (TSP), Lead (Pb) dan debu.

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 1-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak penurunan kualitas udara
adalah kegiatan pembuatan jalan masuk, mobilisasi alat berat dan
bahan material, pekerjaan pematangan lahan, serta kegiatan
konstruksi bangunan. Kegiatan-kegiatan tersebut akan menimbulkan
dampak berupa pencemaran udara karena potensial meningkatkan
kadar parameter udara berupa gas Sulfur Dioxida (SO2), Carbon
Monoksida (CO), Nitrogen Dioxida (NO2), Ozon (O3), Hidro Carbon
(HC), Dust (TSP), Lead (Pb) dan debu.

Besaran Dampak
Besaran untuk kadar gas maupun debu terukur adalah g/Nm3
sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Baku Mutu
Kualitas Udara Ambien.
Sifat Dampak
Dampak peningkatan kadar gas dan debu hanya berlangsung
sementara (selama masa konstruksi berlangsung), bersifat tidak
komulatif, dan hanya sedikit sebarannya ke lingkungan sekitar
sehingga dikategorikan dampak negatif tidak penting.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur terhadap kadar debu dan gas adalah mengacu pada baku
mutu lingkungan yang berlaku yaitu Peraturan Pemerintah No. 41
tahun 1999 tentang Baku Mutu Kualitas Udara Ambien.
4.2.2.Intensitas Kebisingan
Jenis Dampak
Dampak yang muncul berupa peningkatan intensitas kebisingan
melebihi ambang baku mutu yang ditetapkan.
Sumber Dampak
Kegiatan

yang

berpotensi

menimbulkan

dampak

peningkatan

intensitas kebisingan adalah kegiatan pembuatan jalan masuk,


mobilisasi alat berat dan bahan material, pekerjaan pematangan
lahan, dan kegiatan konstruksi bangunan.

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 2-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

Besaran Dampak
Besaran untuk intensitas kebisingan adalah desibel db (A).
Sifat Dampak
Dampak peningkatan intensitas kebisingan hanya berlangsung
sementara (selama masa konstruksi berlangsung), bersifat tidak
komulatif, dan hanya sedikit sebarannya ke lingkungan sekitar
sehingga dikategorikan dampak negatif tidak penting.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap kebisingan adalah
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996
tentang Baku Tingkat Kebisingan.
4.2.3.Gangguan Lalu Lintas
Jenis Dampak
Dampak yang muncul berupa kemacetan akibat aktifitas konstruksi
SPBU Kabupaten Pakpak Bharat.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari rencana kegiatan pembangunan SPBU,
kegiatan pekerjaan tanah (saat hari hujan) dan kegiatan konstruksi
bangunan.
Besaran Dampak
Besaran yang terukur adalah tingkat gangguan lalu lintas, yang
dilihat dari presentase kemacetan lalu lintas dan jumlah kecelakaan
yang diakibatkan oleh kegiatan pada tahap konstruksi.
Sifat Dampak
Dampak terganggunya lalu lintas merupakan dampak negatif yang
merugikan yang terjadi sepanjang kegiatan pada tahap konstruksi.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah jumlah kecelakaan lalu lintas dan
kemacetan

lalu

lintas

yang

terjadi

disekitar

lokasi

kegiatan

Pembangunan SPBU pada tahap konstruksi.


4.2.4.Kesempatan Bekerja dan Berusaha
Jenis Dampak

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 3-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

Pengadaan tenaga kerja akan menimbulkan 2 (dua) jenis dampak,


yakni dampak positif dan negatif. Dampak positif berupa terbukanya
lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat dan dampak
negatifnya berupa

potensi timbulnya rasa tidak puas masyarakat

bagi mereka yang tidak diikutsertakan dalam kegiatan


Sumber Dampak
Penerimaan dan mobilisasi tenaga kerja yang dibutuhkan pada
waktu kegiatan konstruksi pembangunan SPBU Kabupaten Pakpak
Bharat.
Besaran Dampak
Ukuran dampak penerimaan tenaga kerja ini adalah banyaknya
tenaga kerja lokal yang digunakan pada kegiatan konstruksi.
Sifat Dampak
Dengan terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat,
berdampak positif penting. Meskipun dampak ini berlangsung
singkat namun akan berdampak pula terhadap lingkungan lain,
yakni peningkatan pendapatan. Sedangkan timbulnya rasa tidak
puas masyarakat adalah bagi mereka yang tidak diikutsertakan
dalam kegiatan akan memberikan dampak negatif, namun karena
dampak hanya berlangsung singkat dan segera akan hilang apabila
pembangunan SPBU telah beroperasi, sehingga dampaknya bersifat
negatif tidak penting. Selain itu juga muncul dampak turunan berupa
terbukanya kesempatan berusaha masyarakat sekitar lokasi di
sektor informal yang sifatnya melayani karyawan proyek (jasa
transportasi, warung dan kebutuhan lain)
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja konstruksi
yang berasal dari daerah setempat.
4.2.5.Kecelakaan Bekerja
Jenis Dampak
Jenis dampak yang timbul adalah kecelakaan kerja.
Sumber Dampak
Pembangunan

fisik

bangunan

merupakan

pekerjaan

yang

memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja akibat dari kelalaian

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 4-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

personil atau kurangnya penggunaan alat pelindung diri pada


pekerja.
Besaran Dampak
Besaran dampak dilihat dari jumlah kecelakaan yang terjadi.
Sifat Dampak
Dampak bersifat negatif tidak penting, karena kecelakaan

yang

mungkin terjadi masih bisa dihindari apabila mengikuti standart K3


yang diterapkan oleh perusahaan dan kontraktor pelaksana.
Tolok Ukur Dampak
Tolok

ukur

dampak

kecelakaan

kerja

adalah

peraturan

ketenagakerjaan yaitu Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang


Keselamatan Kerja.
4.2.6.Persepsi Masyarakat
Jenis Dampak
Jenis dampak yang timbul adalah timbulnya persepsi negatif
masyarakat

terhadap

kegiatan

konstruksi

pembangunan

SPBU

berupa keresahan dan terganggunya kenyamanan dan aktivitas


masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan konstruksi pembangunan
SPBU Kabupaten Pakpak Bharat yang dimungkinkan meningkatkan
kadar kekeruhan air laut dan parameter lain sehingga akan
memberikan dampak turunan terhadap kehidupan yang akan
memberikan pengaruh terhadap masyarakat.
Besaran Dampak
Besaran

dampak

dilihat

dari

ada

tidaknya

masyarakat

penting,

karena

yang

terganggu akibat kegiatan konstruksi.


Sifat Dampak
Dampak

bersifat

negatif

tidak

kegiatan

pembangunan sifatnya temporer (sementara).


Tolok Ukur Dampak

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 5-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

Tolok ukur dampak timbulnya persepsi negatif masyarakat terhadap


rencana kegiatan pembangunan SPBU Kabupaten Pakpak Bharat.
4.3.

TAHAP KEGIATAN OPERASIONAL

4.3.1.Kualitas Udara Ambient


Jenis Dampak
Jenis dampak yang muncul berupa penurunan kualitas udara karena
peningkatan kadar gas pencemar pencemar dan debu di udara.
Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak penurunan kualitas udara
adalah kegiatan operasional SPBU, bahan penolong dan karyawan.
Kegiatan-kegiatan tersebut akan menimbulkan dampak berupa
pencemaran udara karena potensial meningkatkan kadar parameter
udara berupa gas Sulfur Dioxida (SO2), Carbon Monoksida (CO),
Nitrogen Dioxida (NO2), Ozon (O3), Hidro Carbon (HC), Dust (TSP),
Lead (Pb) dan debu
Besaran Dampak
Besaran untuk kadar gas maupun debu terukur adalah g/Nm3
sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Baku Mutu
Kualitas Udara Ambien
Sifat Dampak
Sifat dampak bila terjadi peningkatan kadar gas & debu selama
kegiatan berlangsung, tidak bersifat komulatif, dan sebarannya ke
lingkungan sekitar walaupun cukup besar namun sifatnya temporer
(sewaktu ada kegiatan saja) dan dampak dapat dikelola, sehingga
dampaknya dikategorikan sebagai dampak negatif tidak penting.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur terhadap kadar debu dan gas adalah mengacu pada baku
mutu lingkungan yang berlaku yaitu Peraturan Pemerintah No. 41
tahun 1999 tentang Baku Mutu Kualitas Udara Ambien.
4.3.2.Intensitas Kebisingan
Jenis Dampak

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 6-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

Dampak yang muncul berupa peningkatan intensitas kebisingan


sehingga melebihi ambang baku mutu yang ditetapkan.
Sumber Dampak
Kegiatan
intensitas

yang

berpotensi

kebisingan

menimbulkan

adalah

kegiatan

dampak

operasional

peningkatan
SPBU

dan

pengangkutan bahan baku, bahan penolong dan karyawan.


Besaran Dampak
Besaran untuk intensitas kebisingan adalah desibel db (A).
Sifat Dampak
Dampak peningkatan intensitas kebisingan dapat berlangsung lama
(selama SPBU beroperasi), namun tidak bersifat komulatif, dan
sebarannya ke lingkungan sekitar walaupun cukup besar namun
hanya bersifat temporer (ketika ada kegiatan) dan dapat dikelola
sehingga dampaknya dapat dikategorikan sebagai dampak negatif
tidak penting.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap kebisingan adalah
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996
tentang Baku Tingkat Kebisingan.
4.3.3.Limbah Padat Domestik
Jenis Dampak
Jenis dampak terjadi penurunan tingkat kebersihan dan estetika
lingkungan karena peningkatan limbah padat domestik, yaitu
sampah sisa makanan dan minuman karyawan dan konsumen yang
datang.
Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada kegiatan ini adalah
kegiatan operasional SPBU Kabupaten Pakpak Bharat.
Besaran Dampak
Besaran yang terukur adalah jumlah limbah yang dihasilkan, untuk
limbah padat besarannya adalah m3/hari untuk parameter terukur.
Sifat Dampak
Dampak penurunan kualitas lingkungan karena peningkatan limbah
padat domestik selama tahap kontruksi berlangsung. Sebarannya ke

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 7-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

lingkungan sekitar cukup besar, tetapi sifatnya temporer yakni pada


waktu ada kegiatan, sehingga dikategorikan dampak negatif tidak
penting. Namun begitu, dampak ini akan dikelola dengan baik oleh
pemrakarsa

(SPBU

Kabupaten

Pakpak

Bharat)

sehingga

tidak

berpotensi menjadi dampak negatif penting.


Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap jumlah limbah padat dilihat dari jumlah
limbah yang dihasilkan.
4.3.4.Limbah Cair Domestik
Jenis Dampak
Limbah cair berasal dari kegiatan kamar mandi, karyawan SPBU
Kabupaten Pakpak Bharat.
Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada kegiatan ini adalah
kegiatan operasional SPBU.
Besaran Dampak
Besaran dampak yang terukur adalah jumlah limbah yang dihasilkan
adalah miligram per liter (mg/lt) untuk parameter terukur, namun
pada saat ini besaran dampak limbah cair belum dapat dilihat
karena kegiatan SPBU Kabupaten Pakpak Bharat belum melakukan
kegiatan saat ini.
Sifat Dampak
Dampak penurunan kualitas lingkungan karena peningkatan limbah
cair domestik selama tahap operasional berlangsung. Sebarannya ke
lingkungan sekitar cukup besar, tetapi sifatnya temporer yakni pada
waktu ada kegiatan, sehingga dikategorikan dampak negatif tidak
penting. Namun begitu, dampak ini akan dikelola dengan baik oleh
pemrakarsa

(SPBU

Kabupaten

Pakpak

Bharat)

sehingga

tidak

berpotensi menjadi dampak negatif penting.


Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap limbah cair domestik adalah Keputusan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang
Baku Mutu Limbah Cair Domestik.

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 8-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

4.3.5.Limbah Padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)


Jenis Dampak
Dampak yang muncul berupa sisa-sisa bahan penolong yang
berbentuk padat seperti copper slug, kaleng sisa cat, kawat las dan
juga kain majun yang telah terkontaminasi dengan bahan berbahaya
dan beracun (B3).
Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada kegiatan ini adalah
kegiatan operasional SPBU Kabupaten Pakpak Bharat.
Besaran Dampak
Besaran yang terukur adalah jumlah limbah padat yang dihasilkan,
dengan besarannya adalah m3/hari.
Sifat Dampak
Dampak penurunan kualitas lingkungan karena peningkatan limbah
padat limbah B3 selama tahap operasional berlangsung. Sebarannya
ke lingkungan sekitar cukup besar, tetapi sifatnya temporer yakni
pada waktu ada kegiatan, sehingga dikategorikan dampak negatif
tidak penting. Namun begitu, kedua dampak ini akan dikelola
dengan baik oleh pemrakarsa (SPBU Kabupaten Pakpak Bharat)
sehingga tidak berpotensi menjadi dampak negatif
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap limbah B3 padat yang dihasilkan.
4.3.6.Limbah Cair Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Jenis Dampak
Dampak yang muncul berupa sisa bahan penolong seperti sisa oli
bekas maupun alat-alat berat yang beroperasi dan genset.
Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada kegiatan ini adalah
kegiatan operasional SPBU Kabupaten Pakpak Bharat.
Besaran Dampak
Besaran yang terukur adalah jumlah limbah cair yang dihasilkan,
untuk kadar limbah cair adalah miligram per liter (mg/lt) untuk
parameter terukur, namun pada saat ini besaran dampak limbah cair

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 9-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

belum dapat dilihat karena kegiatan SPBU belum melakukan


kegiatan saat ini.
Sifat Dampak
Dampak penurunan kualitas lingkungan karena peningkatan limbah
cair dan padat limbah B3 selama tahap operasional berlangsung.
Sebarannya ke lingkungan sekitar cukup besar, tetapi sifatnya
temporer yakni pada waktu ada kegiatan, sehingga dikategorikan
dampak negatif tidak penting.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap limbah B3 cair yang dihasilkan
mengacu kepada Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 1 Tahun 1995
tentang Tata Cara Penyimpanan dan Pengumpulan limbah B3.
4.3.7.Gangguan Lalu Lintas
Jenis Dampak
Dampak yang muncul yaitu peningkatan aktifitas lalu lintas di Jalan
sekitar lokasi kegiatan sehingga terjadi peningkatan kemacetan.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari operasional kegiatan SPBU yaitu
aktifitas lalu lalang kendaraan yang mengangkut bahan baku dan
bahan penolong serta kendaraan konsumen yang datang ke SPBU.
Besaran Dampak
Besaran yang terukur adalah tingkat gangguan lalu lintas, yang
dilihat dari presentase kemacetan lalu lintas dan jumlah kecelakaan
yang terjadi.
Sifat Dampak
Dampak terganggunya lalu lintas merupakan dampak negatif yang
merugikan yang terjadi sepanjang kegiatan pada tahap konstruksi.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah jumlah kecelakaan lalu lintas dan
kemacetan lalu lintas yang terjadi disekitar lokasi kegiatan SPBU.
4.3.8.Kesempatan Bekerja
Jenis Dampak

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 10-

UKL-UPL SPBU Kabupaten Pakpak Bharat

Pengadaan tenaga kerja akan menimbulkan dampak positif berupa


terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat
Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada kegiatan ini adalah
proses penerimaan tenaga kerja operasional.
Besaran Dampak
Ukuran dampak penerimaan tenaga kerja ini adalah banyaknya
tenaga kerja lokal yang digunakan pada tahap kegiatan operasional.
Sifat Dampak
Dengan terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat,
berdampak positif penting. Hal ini akan berdampak pula terhadap
lingkungan lain, yakni peningkatan pendapatan.
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja yang
berasal dari daerah setempat.
4.3.8.Gangguan Kesehatan Masyarakat
Jenis Dampak
Munculnya berbagai penyakit yang diderita masyarakat sebelum
dan sesudah operasional SPBU.
Sumber Dampak
Sumber dampak adalah kegiatan operasional SPBU, khususnya bila
buangan limbah cair akibat aktifitas kegiatan yang belum memenuhi
ambang baku mutu.
Besaran Dampak
Besaran dampak dilihat dari besarnya gangguan yang terjadi pada
masyarakat setempat.
Sifat Dampak
Kegiatan SPBU telah diantisipasi dengan rencana pengelolaan
limbah sehingga dapat meminimalisir dampak yang terjadi.
Tolok Ukur Dampak
Jumlah banyaknya yang mengalami gangguan kesehatan selama
operasional SPBU.

Bab IV Dampak Lingkungan Yang Mungkin Terjadi |IV- 11-