Anda di halaman 1dari 3

Housekeeping pada proyek konstruksi

Oleh para kontraktor, system housekeeping merupakan bagian dari manajemen


K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Semua yang berhubungan dengan K3
memang terlihat sepele dan banyak yang mengabaikannya, namun apabila
diabaikan, akibat yang ditimbulkannya bisa sangat fatal.
Housekeeping pada proyek konstruksi
Konsep housekeeping diartikan orang Jepang dengan singkatan 5 S yaitu :
1.

(seiri=ringkas)

2.

(seiton =rapi)

3.

(season=resik)

4.

(sciketon=rawat)

5.

(shitsuke=rajin)

Ada beberapa checklist yang biasanya dipakai untuk mengontrol housekeeping


di suatu proyek,yang dibagi menjadi beberapa kategori, Kontrol housekeeping
sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor di level manajemen yang
biasanya diwakili oleh satu manajer K3/SHE (Safety, Health, and Environment).
Diantara checklist yang ada yaitu:
Untuk area kerja:
1.

Adanya akses yang aman untuk semua pekerja.

2.

Lantai kerja yang aman dari cairan yang membuat lantai licin dan apabila

lokasi merupakn lokasi basah, seberapa seringkah tempat itu dibersihkan.


3.

Jalan akses yang bersih dari sisa-sisa material yang mengganggu

4.

Semua sisa bongkaran dibersihkan dari lokasi proyek dan sekitarnya serta

ditempatkan pada tempat yang disediakan.


Material dan Penyimpanan
1.

Barang yang tidak digunakan harus selalu disimpan pada tempatnya.

2.

Gudang material harus selalu bersih dari material sisa.

3.

Material ringan yang mungkin bias tertiup angin disimpan pada tempat

tertutup/aman.
4.

Sisa-sisa yang bisa menghasilkan debu harus disingkirkan dari lokasi.

Sampah
1.

Tempat sampah harus ada di seluruh lokasi proyek dan dibersihkan secara

berkala.
2.

Ada sarana untuk membuang sampah dari lantai atas ke bawah.

3.

Ada tempat untuk menampung sisa-sisa material cair.

4.

Semua sampah yang dihasilkan proyek harus diproses sesuai dengan

peraturan yang berlaku.


5.

Ada tempat khusus untuk sampah yang mudah terbakar.

6.

Ada jadwal rutin pembersihan sampah-sampah yang tersebut di item 5.

7.

Sampah yang mudah terbakar harus ditempatkan tersendiri di lokasi yang

aman.
Selain adanya chechklist, untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan
pentingnya housekeeping, secara rutin harus diadakan toolbox meeting untuk
mensosialisasikan item-item housekeeping kepada para pekerja. Para mandor
juga dilibatkan dalam penerapan housekeeping dengan menunjuk mereka
sebagai safety inspector. Dengan menerapkan system ini, diharapkan lokasi
proyek menjadi lebih nyaman dan tentunya lebih aman bagi semua yang ada di
dalamnya.
Referensi:
Housekeeping pada proyek konstruksi
federated.ca, sgdins.com, wikipedia.org, groups.yahoo.com,
news.inconstruction.org/August2009/090805/ToolboxTalk_0805.pdf,
ccohs.ca/oshanswers/hsprograms/cklstcon.html