Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Cooler

Cooler adalah suatu alat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya over heating
(panas berlebihan) dengan cara mendinginkan suatu fraksi panas dengan
menggunakan media cairan dingin sehingga akan terjadi perpindahan panas dari
fluida yang panas ke media pendingin tanpa adanya perubahan suhu. Alat
pendingin biasanya menggunakan media air, dalam prosesnya air pendingin tidak
mengalami kontak langsung dengan fraksi panas tersebut, karena fraksi panas
mengalir di dalam pipa sedangkan air pendingin berada di luar pipa.

Jenis-Jenis Cooler
Cooler terdiri dari beberapa jenis, dengan proses yang berbeda-beda, khusus pada
indstri migas jenis cooler yang biasa digunakan ialah Shell dan Tube Cooler dan Box
Cooler. Berikut penjelasanya:

1. Sheel dan Tube Cooler


Pada cooler jenis ini, proses pendinginan fraksi dilakukan dengan cara mengalirkan
fraksi panas melalui pipa, sedangkan air pendingin dialirkan melalui shell sehingga
akan mengalami kontak langsung dengan dengan permukaan pipa yang berisi fraksi
panas dan panas dari fraksi tersebut akan diserap oleh aliran air.
2. Box Cooler
Jenis cooler ini sangat efisien karena prosesnya yang cukup mudah, di dalam alat ini
terdapat coil ( sejenis pipa tetapi memiliki banyak lubang-lubang kecil) yang
digunakan untuk mengalirkan fluida panas, sedangkan air pendingin akan mengisi
box cooler dan menutupi coil tersebut, maka akan terjadi penyerapan panas oleh air
pendingin, sehingga fraksi yang keluar dari box cooler telah sesuai dengan panas
yang diinginkan.
Masalah Pada Air Pendingin
Permasalahan yang sering muncul biasanya disebabkan oleh sumber bahan baku
air pendingin tersebut, misalnya saja dari laut maupun dari waduk. Apabila
pengontrolan sumber air bahan baku tidak dilakukan dengan efektif makan akan
menimbulkan efek negatif pada proses seperti krusakan pada alat, meningkatnya
biaya perawatan alat dan dapat mengurangi transfer panas. Berikut beberapa
masalah yang disebabkan oleh air pendingin:
1. Korosi
Korosi merupakan proses elektrokimia dimana logam kembali ke bentuk
alaminya sebagai oksida. Kerusakan yang disebabkan oleh korosi pada sistem
pendingin ialah terjadinya penyumbatan pada pipa, adanya kontaminasi
terhadap fraksi yang diinginkan akibat dari kebocoran karena korosi dan
menurunnya proses perpindahan panas. Cara untuk mengatasi korosi ini bisa
dilakukan dengan penambahan bahan kimia ke dalam aliran seperti kromat,

silikat dan nitrat ferosianida yang dapat meleberkuan lapisan penyebab


korosi sehingga terbawa keluar oleh arus aliran.
2. Scale
Scale ialah munculnya lapisan padat berupa materin inorganik seperti
magnesium silicate, calsium carbonat dan silica yang terbentuk karena
adanya pengendapan. penyebab dari adanya pengendapan ini yaitu
terhambatnya proses pengaliran dalam pipa dan menghambat perpindahan
panas. Cara untuk mengatasi scale yaitu dengan menambah kuat arus aliran
dan dapat juga ditambahkan bahan kimia seperti calsium carbonat.
3. Fouling
Yaitu adanya akumulasi material solid atau pembentukan lapisan deposit
pada permukaan pipa seperti lapisan kristal dan lapisan sedimen yang
tentunya dapat menghambat proses perpindahan panas. Fouling ini dapat
dicegah maupun dikendalikan dengan menggunakan klorin, garam
arganometal dan ammonium kuartener
4. Biological Contamination
Masalah ini disebabkan oleh pertumbuhan mikroba yang tidak terkontrol
yang dapat menyebabkan pembentukan deposit padat. Mikroba dapat masuk
kedalam alat melalui makeup water atau bisa juga melalui udara. Cara
mengatasi masalah ini ialah dengan melakukan steriliasi untuk merendahkan
potensi melekatnya mikrooganisme seperti lumut serta membuuh
mikroorganisme tersebut menggunakan bahan kimia misalnya saja dengan
klor, peroksida dan senyawa amina yang dapat mengikis lumut tersebut.