Anda di halaman 1dari 14

1

RANCANGAN
ANGGARAN DASAR
ASOSIASI PEMERINTAH DESA (APD)
KABUPATEN BLITAR
MUKADDIMAH
BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT
Pasal 1
Nama
Organisasi ini bernama Asosiasi Pemerintah Desa disingkat APD yang merupakan perubahan
nama dari Forum Komunikasi Perangkat Desa yang disingkat FKPD.
Pasal 2
Waktu dan Tempat Kedudukan
1) Asosiasi Pemerintah Desa (APD) didirikan di Blitar pada tanggal 1 Maret 2015 sebagai
pergantian nana dari Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD) yang didirikan pada
tanggal 8 Juni 2000.
2) Asosiasi Pemerintah Desa (APD) Berkedudukan di Kabupaten Blitar
BAB II
AZAS
Pasal 3
Asosiasi Pemerintah Desa Kabupaten Blitar (APD Blitar) berasaskan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945.
BAB III
TUJUAN, USAHA DAN SIFAT
Pasal 4
Tujuan
Tujuan didirikan APD adalah :
1) Meningkatkan sumberdaya manusia, selaku pelayan masyarakat menuju pemerintahan
yang baik, berwibawa dan bertanggungjawab serta menumbuhkembangkan terwujudnya
masyarakat yang partisipatif.
2) Menampung Aspirasi anggota.

2
3) Membangun dan mengangkat harkat dan partabat Kepala Desa dan Perangkat Desa selaku
pelaksana pemerintah desa.
4) Membangun kesadaran kritis Kepala Desa dan Perangkat Desa dalam kah-hak politik,
ekonomi dan sosial terutama yang berhubungan dengan konsep Otonomi Desa termasuk
kesadaran kritis berbangsa dan bernegara.
5) Memberdayakan Sumberdaya Manusia dan Sumberdaya Alam di desa sebagai ujung
tombak pembangan dan pengembangan desa sebagai wilayak otonomi terkecil.
Pasal 5
Usaha
a) Membina Aparat Pemerintah Desa untuk mewujudkan Pemerintah Desa yang baik dan
benar.
b) Mengembangkan potensi ekonomi, sosial dan budaya di Desa.
c) Memajukan pengelolaan pemerintah desa berpedoman pada peraturan dan perundangundangan yang berlaku.
d) Memperkuat solidaritas aparatur pemerintah desa.
e) Berperan aktif dalam pengelolaan pemerintahan desa untuk menopang pembangunan
nasional.
f) Melakukan advokasi kepada pemerintah desa dan pelaku pemerintah desa.
g) Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan huruf (a) s.d. (f) dan sesuai dengan azas,
fungsi, dan peran organisasi serta berguna untuk mencapai tujuan organisasi.
Pasal 6
Sifat
Pasal 4
Asosiasi Pemerintah Desa Kabupaten Blitar merupakan organisasi yang bersifat terbuka,
independent dengan menjunjung tinggi kesetaraan nilai kemanusiaan dengan mengutamakan
kerjasama yang harmonis.
BAB IV
STATUS FUNGSI DAN PERAN
Pasal 7
Status
APD adalah organisasi Pemerintah Desa yang diwakili oleh Kepala Desa dan dibantu oleh
Perangkat Desa.
Pasal 8
Fungsi
APD berfungsi sebagai organisasi pemberdayaan.

3
Pasal 9
Pe ra n
APD berperan sebagai organisasi perjuangan.
BAB V
KEANGGOTAAN, MASA KEANGGOTAAN DAN SIFAT ANGGOTA
Pasal 10
Keanggotaan
a. Yang dapat menjadi anggota APD adalah Kepala Desa sebagai pemegang mandat
Pemerintah Desa yang berada di Kabupaten Blitar.
b. Dalam hal kepala desa berhalangan dapat diwakili oleh perangkat desa.
c. Anggota APD terdiri dari:
1. Anggota Tetap.
2. Anggota Kehormatan.
d. Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban.
e. Status keanggotaan, hak dan kewajiban anggota APD diatur lebih lanjut dalam ART APD.
Pasal 11
Masa Keanggotaan
Anggota APD berakhir keanggotaannya apabila :
a. Meninggal dunia
b. Telah habis masa jabatannya atau berhenti menjadi Kepala Desa.
Pasal 12
Sifat Anggota
Sifat Anggota APD bersifat stesel aktif bagi seluruh kepala desa di Kabupaten Blitar.
BAB VI
ATRIBUT DAN LAGU
Pasal 12
Atribut
a. Atribut Asosiasi Pemerintah Desa akan dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART)
APD Kabupaten Blitar.
b. Atribut sebagaimana disebut Pasal 12 huruf (a) dipergunakan pada bendera, jaket, badge,
lagu APD serta benda atau tempat-tempat dengan tujuan untuk menunjukkan identitas
APD Kabupaten Blitar.
Pasal 13

4
Lagu
Asosiasi Pemerintah Desa Kabupaten Blitar memiliki lagu identitas organisasi yaitu Mars
APD Blitar.

BAB VII
KEDAULATAN
Pasal 14
Kedaulatan berada di tangan anggota tetap yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga dan ketentuan penjabarannya.
BAB VIII
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 15
Kekuasaan
Kekuasaan dipegang oleh Musyawarah Daerah yang disingkkat MUSDA
Pasal 16
Kepemimpinan
a. Kepemimpinan organisasi dipegang oleh Pengurus APD
b. Untuk membantu tugas Pengurus APD, dibentuk Koordinator Kecamatan (Korcam)
dimasing masing kecamatan di Kabupaten Blitar.
Pasal 17
Pelindung, Pembina dan Dewan Penasehat
Dalam Struktur Pengurus APD dibentuk Pelindung, Pembina dan Dewan Penasehat APD.
Pasal 18
BadanBadan Khusus
Dalam rangka memudahkan realisasi usaha mencapai tujuan APD, dapat dibentuk lembaga
dan atau badan khusus sesuai kebutuhan.
BAB VIII
KEUANGAN DAN HARTA BENDA
Pasal 19

5
Keuangan dan Harta Benda
a. Keuangan dan harta benda APD dikelola dengan prinsip transparansi, bertanggungjawab,
efektif, efisien dan berkesinambungan.
b. Keuangan dan Harta benda APD diperoleh dari :
1. iuran dan sumbangan anggota;
2. sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat ; dan,
3. usaha-usaha lain yang halal dan tidak bertentangan dengan sifat Independensi
APD.
BAB IX
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN
Pasal 20
a. Perubahan Anggaran Dasar dan pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan oleh
Musda.
b. Ketetapan sebagaimana dimaksud pada ayait (1) dianggap sah apabila disetujui oleh
sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir yang dihadiri 50 % lebih 1 dari
Jumlah Desa di Kabupaten Blitar.
c. Harta benda APD sesudah dibubarkan dapat diserahkan kepada badan-badan atau lembaga
sosial yang seasas setujuan dengan APD di Kabupaten Blitar.
BAB X
PENJABARAN ANGGARAN DASAR, DAN PENGESAHAN
Pasal 21
Penjabaran Anggaran Dasar APD
Anggaran Dasar APD dijabarkan dalam Anggaran Rumha Tangga APD
Pasal 22
Aturan Tambahan
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumha Tangga dimuat
dalam Peraturan Peraturan/Ketentuan-ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan
Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga.
Pasal 23
Pengesahan

6
Pengesahan Anggaran Dasar APD ditetapkan pertama kali pada Rapat Khusus pembahasan
AD/ART APD dengan perpedoman pada Hasil Musyawarah Daerah I FKPD Kabupaten
Blitar.

RANCANGAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA
ASOSIASI PEMERINTAH DESA (APD)
KABUPATEN BLITAR

7
BAB I
KEANGGOTAAN
BAGIAN I
ANGGOTA
Pasal 1
Anggota APD adalah Pemerintah Desa di Kabupaten Blitar yang diwakili kepala desa yang
dibantu oleh Perangkat Desa.
Pasal 2
Anggota Kehormatan
1) Adalah orang yang berjasa kepada APD.
2) Mantan Kepala Desa yang mempunyai kepedulian terhadap APD.
3) Tokoh masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap APD dan disetujui oleh
Pengurus dalam rapat pengurus.

BAGIAN II
SYARAT-SYARAT KEANGGOTAAN
Pasal 4
BAGIAN III
MASA KEANGGOTAAN
Pasal 5
Masa Keanggotaan

BAGIAN IV
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 6
Hak Anggota
1) Anggota Muda mempunyai hak bicara dan hak partisipasi.
2) Anggota Biasa memiliki hak bicara, hak suara, hak partisipasi dan hak untuk dipilih.
3) Anggota Kehormatan memiliki hak mengajukan saran/usul dan pertanyaan kepada
pengurus secara lisan dan tulisan.
Pasal 7

8
Kewajiban Anggota
1) Setiap anggota berkewajiban menjaga nama baik APD.
2) Setiap anggota berkewajiban menjalankan Misi Organisasi.
3) Setiap anggota berkewajiban menjunjung tinggi etika, sopan santun dan moralitas dalam
berperilaku dan menjalankan aktifitas organisasi.
4) Setiap anggota berkewajiban tunduk dan patuh kepada AD dan ART serta berpartisipasi
dalam setiap kegiatan APD yang sesuai dengan AD dan ART.
5) Setiap anggota biasa berkewajiban membayar uang pangkal dan iuran anggota.
6) Setiap anggota berkewajiban menghormati simbol-simbol organisasi.

BAGIAN VI
RANGKAP ANGGOTA DAN RANGKAP JABATAN
Pasal 9
1) Dalam keadaan tertentu anggota APD dapat merangkap menjadi anggota organisasi lain
atas persetujuan Pengurus APD.
2) Pengurus APD tidak dibenarkan untuk merangkap jabatan pada organisasi lain setara
APD.
3) Anggota APD yang mempunyai kedudukan pada organisasi lain di luar APD, harus
menyesuaikan tindakannya dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan
ketentuan-ketentuan organisasi lainnya.
BAGIAN VII
SANKSI ANGGOTA
Pasal 10
Sanksi Anggota
1) Sanksi adalah bentuk hukuman sebagai bagian proses pembinaan yang diberikan
organisasi kepada anggota yang melalaikan tugas, melanggar ketentuan organisasi,
merugikan atau mencemarkan nama baik organisasi, dan/atau melakukan tindakan
kriminal dan tindakan melawan hukum lainnya.
2) Sanksi dapat berupa teguran, peringatan, skorsing, pemecatan atau bentuk lain yang
ditentukan oleh pengurus dan diatur dalam ketentuan tersendiri.
3) Anggota yang dikenakan sanksi dapat mengajukan pembelaan di forum yang ditunjuk
untuk itu.

9
BAB II
PERMUSYAWARATAN DAN RAPAT

BAGIAN I
MUSYAWARAH DAERAH
Pasal 11
Status
1) Musyawarah Daerah (Musda) adalah merupakan forum musyawaraha pengambilan
kekuasaan tertinggi didalam organisasi APD.
2) Musda merupakan musyawarah utusan desa-desa.
3) Musda memegang kekuasaaan tertinggi organisasi.
4) Musda diadakan 3 (tiga) tahun sekali.
5) Dalam keadaan luar biasa, Musda dapat diadakan menyimpang dari ketentuan pasal 11
ayat ( c ).
6) Dalam keadaan luar biasa Musda dapat diselenggarakan atas inisiatif satu Korcam dengan
persetujuan sekurang-kurangnya melebihi separuh dari jumlah Kecamatan.
Pasal 12
Kekuasaan/Wewenang
1) Meminta laporan pertanggungjawaban Pengurus APD.
2) Menetapkan AD, ART, Pedoman-Pedoman organisasi lainnya.
3) Memilih Pengurus APD dengan jalan memilih Ketua Umum yang sekaligus merangkap
sebagai ketua formateur dan Empat Orang Ketua yang sekaligus merangkap sebagai
Anggota formateur
4) Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Penasehat dan calon anggota dewwan peasehat
Pasal 13
Tata Tertib
a. Peserta Musda terdiri dari Pengurus APD, Utusan Pemerintah Desa ,
c. Peserta Utusan mempunyai hak suara dan hak bicara, sedangkan peninjau mempunyai hak
bicara.
e. Jumlah peserta peninjau ditetapkan oleh Pengurus APD.

10
f. Pimpinan Sidang Musda dipilih dari peserta (utusan/peninjau) oleh peserta utusan dan
berbentuk presidium.
g. Kongres baru dapat dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah peserta
utusan.
h. Apabila ayat (g) tidak terpenuhi maka Musda diundur selama 1 jam dan setelah itu
dinyatakan sah.
i. Setelah menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan dibahas oleh Musda maka
Pengurus APD dinyatakan Demisioner.
BAGIAN II
MUSYAWARAH KECAMATAN
Pasal 14
Status
a. Musyawarah Kecamatan (Muscam) merupakan musyawarah utusan Desa dalam satu
Kecamatan.
b. Muscam merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat Kecamatan.
Pasal 15
Kekuasaan dan Wewenang
a. Meminta Laporan kegiatan kepada Koordinator Kecamatan
b. Menetapkan Rencana Kegiatan tingkaty kecamatan
c. Memilih Koordinator Kecamatan dan pengurus lainnya bila diperlukan.
BAGIAN III
RAPAT KERJA DAERAH
Pasal 14
Status
a. Rapat Kerja Daerah merupakan .................................
b. ..............................
Pasal 15
Kekuasaan dan Wewenang
a.
b. Menetapkan Rencana Kegiatan dalam satu tahun
. BAGIAN IV
RAPAT KERJA BIDANG
Pasal 14

11
Status
a. Rapat Kerja Bidang merupakan .................................
b. ..............................
Pasal 15
Kekuasaan dan Wewenang
a.
b.
.
BAGIAN IV
PENGURUS APD
Pasal 20
Status
a. Pengurus APD adalah Badan/Instansi kepemimpinan tertinggi organisasi.
b. Masa jabatan APD adalah tiga tahun terhitung sejak Pengurus APD sebelumnya Demisioner.
Pasal 21
Personalia Pengurus APD

a. Formasi APD sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Umum dan
Bendahara.
b. Formasi Pengurus APD harus mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi kinerja
kepengurusan.
c. Yang dapat menjadi personalia pengurus APD
adalah: .................................................................
Pasal 22
Tugas dan Wewenang
a. Menggerakkan organisasi berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
b. Melaksanakan ketetapan-ketetapan Musda.
c. Menyampaikan ketetapan dan perubahan penting yang berhubungan dengan APD kepada
seluruh aparat dan anggota APD.
d. Melaksanakan Rapat Kerja Pengurus APD setiap tahun, selama periode berlangsung.
e. Melaksanakan Rapat Harian dan Presidium Pengurus APD minimal 2 Bulan sekali, selama
periode berlangsung.
f. Memfasilitasi sidang Dewan Pengawas

12
h. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban melalui Musda.
i. Mengesahkan Korcam.
j. Menerima laporan kegiatan Korcam.
k. Mengawasi proses pelaksanaan musyawarah Kecamatan.
n. Menyelesaikan permasalahan yang terjadi ditingkatan kecamatan
BAGIAN V
DEWAN PENASEHAT PENGURUS APD
Pasal 23
Status, Fungsi, Keanggotaan dan Masa Jabatan
a.

Dewan Penasehat Pengurus APD adalah Dewan Penasehat ditingkat Pengurus APD.

b. Dewan Penasehat Pengurus APD berfungsi melakukan pengawasan terhadap kinerja APD
dalam melaksanakan AD/ART dan aturan di bawahnya dan memberikan penilaian
konstitusional yang bersifat final dan mengikat atas perkara konstitusional di tingkat
Pengurus.
c.

Anggota Dewan Penasehat berjumlah 5 (Lima) orang yang dipilih oleh peserta Musda.

d. Anggota Dewan Penasehat adalah Adalah Kepala Desa, Mantan kepala Desa, tokoh
masyarakat yang diajukan oleh anggota.
e.

Masa Jabatan Anggota Dewan Penasehat adalah 3 (tahun) tahun dimulai sejak terbentuknya
di Musda dan berakhir pada Musda periode berikutnya.

f.

Apabila salah satu anggota Dewan Penasehat, mengundurkan diri, maka pengurus APD
melakukan pengusuan Anggota Dewan Penasehat atas hasil musyawarah.

Pasal 24
Tugas dan Wewenang Dewan Penasehat
a.

Menjaga tegaknya AD/ART APD.

b. Menyampaikan hasil pengawasannya dalam Sidang Dewan Penasehat kemudian disampaikan


dalam Pleno Pengurus APD dalam Musda.
c.

Mengawasi pelaksanaan AD/ART dan ketetapan-ketetapan Musda oleh Pengurus APD .

d. Memberikan masukan dan saran kepada Pengurus APD dalam melaksanakan AD/ART dan
ketetapan-ketetapan Musda baik diminta maupun tidak diminta.
e.

Menyampaikan hasil pengawasannya kepada Sidang Pleno Pengurus APD.

13
BAB IV
KEUANGAN DAN HARTA BENDA
Pasal 25
Pengelolaan Keuangan dan Harta Benda
a.

Prinsip halal maksudnya adalah setiap satuan dana yang diperoleh tidak berasal dan tidak
diperoleh dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilainilai Islam.

b. Prinsip transparansi maksudnya adalah adanya keterbukaan tentang sumber dan besar dana
yang diperoleh serta kemana dan berapa besar dana yang sudah dialokasikan.
c.

Prinsip bertanggungjawab maksudnya adalah setiap satuan dana yang diperoleh dapat
dipertanggungjawabkan sumber dan keluarannya secara tertulis dan bila perlu melalui bukti
nyata.

d. Prinsip efektif maksudnya adalah setiap satuan dana yang digunakan berguna dalam rangka
usaha organisasi mewujudkan tujuan APD.
e.

Prinsip efisien maksudnya adalah setiap satuan dana yang digunakan tidak melebihi
kebutuhannya.

f.

Prinsip berkesinambungan maksudnya adalah setiap upaya untuk memperoleh dan


menggunakan dana tidak merusak sumber pendanaan untuk jangka panjang dan tidak
membebani generasi yang akan datang.

BAB V
LAGU, LAMBANG DAN ATRIBUT ORGANISASI
Pasal 26
APD Blitar memiliki lagu identitas organisasi yaitu Mars APD Blitar.
Pasal 27
1) Lambang atau sombol organisasi Asosiasi Pemerintah Desa (APD) adalah Tangan
mengepal warna kuning keemasan dengan pita merah putih mengikat dipergelangan
berada di dalam segi lima dan dibawahnya di beri singkatan APD dengan huruf A
berwarna Hitam, huruf B berwarna Merah dan huruf D berwarna Hitam.
2) Lambang mengandung arti atau makna sebagai berikut :
a) Tangan mengepal warna kuning keemasan, merupakan simbol semangat kebulatan
tekat dan kebersamaan menuju kemuliaan Organisasi;
b) Pita Merah putih merupakan simbol semanat Nasionalisme Cinta Tanah Air Indonesia;

14
c) Segi Lima merupakan simbol menjunjung tinggi Pancasila;
d) Warna Hitam dan Merah pada singkatan APD mengandung makna ........................
Pasal 28
1) Atribut APD dipergunanakan pada bedera, jaket, badge, lagi APD serta benda atau tempat
tempat dengan tujuan untuk menunjukkan identitas APD Blitar.
2) Ketentuan mengenai bentuk dan ciri khusus atribut APD ditentuan oleh pengurus APD.
BAB VI
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 27
Perubahan Anggaran Rumah Tangga
a.

Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan pada Musda.

b. Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan melalui Musda yang pada waktu
perubahan tersebut akan dilakukan dan disahkan dihadiri oleh 2/3 peserta utusan Musda dan
disetujui oleh minimal 50%+1 jumlah peserta utusan yang hadir.

BAB VII
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 61
Struktur kepemimpinan APD berkewajiban melakukan sosialisasi Anggaran Dasar, Anggaran
Rumah Tangga kepada seluruh anggota APD.

BAB VIII
ATURAN PERALIHAN
Pasal 63
Pedoman-pedoman Pokok Organisasi dibahas pada forum tersendiri dan disyahkan di Pleno
APD.