Anda di halaman 1dari 2

Demam adalah kenaikan suhu tubuh yang ditengahi oleh kenaikan titik-ambang regulasi

panas hipotalamus. Pusat regulasi panas hipotalamus mengendalikan suhu tubuh dengan
menyeimbangkan sinyal dari reseptor-reseptor neuronal perifer dingin dan panas. Faktor
pengatur lainnya adalah suhu darah yang bersirkulasi dalam hipotalamus. Integrasi sinyal-sinyal
ini mempertahankan agar suhu di dalam tubuh normal pada titik-ambang 37C (98,6F) dan
sedikit berkisar antara 1-1,5C. Suhu tubuh mengikuti irama sirkadian: suhu pada dini hari
rendah, dan suhu tertinggi terjadi pada pukul 16.00-18.00.
Demam terjadi bila berbagai proses infeksi dan noninfeksi berinteraksi dengan
mekanisme pertahanan hospes. Pada kebanyakan anak demam disebabkan oleh agen
mikrobiologi yang dapat dikenali dan demam menghilang sesudah masa yang pendek.
Infeksi, toksin, dan
pengimbas lain sitokinsitokin pirogenik
endogen

Demam

Konservasi Panas
Monosit, Makrofag
Sel Endotel
Limfosit B

Antipiretik

Produksi Panas

Pusat

Sel Mesangium

Titik-ambang naik ke tingkat


demam

Keratinosit
Sel Epitel

Prostaglandin E2

Sel Glia

Antipiretik
Sistemik
Sitokin Pirogenik

Pusat Termoregulator
Hipotalamus

Endogen: IL-1, TNF, IL-

Sirkulasi
Gambar 1. Patogenesis demam. Berbagai macam agen infeksius, imunologis, atau agen yang berkaitan dengan
toksin (pirogen eksogen) mengimbas produksi pirogen endogen oleh sel-sel radang hospes. Pirogen endogen ini
adalah sitokin, misalnya interleukin (IL-1, IL-1, IL-6), factor nekrosis tumor (TNF, TNF-), dan interferon-
(INF). Pirogen endogen menyebabkan demam dalam waktu 10-15 menit, sedangkan respons demam terhadap
pirogen eksogen (misalnya, endotoksin) timbul lambat memerlukan sintesis dan pelepasan sitokin pirogenik. Sitokin
endogen yang sifatnya pirogenik secara langsung menstimulasi hipotalamus untuk memproduksi prostaglandin E,
yang kemudian mengatur kembali titik ambang pengaturan suhu. Selanjutnya transmisi neuronal ke perifer
menyebabkan kenservasi dan pembentukan panas dengan demikian suhu di bagian dalam tubuh meningkat.

POLA DEMAM. Apabila irama sirkadian ini disertai dengan takikardia, kedinginan
(rigor) dan berkeringat, maka harus dicurigai bahwa hal itu adalah demam yang sebenarnya.
Remiten

Setiap hari, suhu yang naik kembali ke garis dasar tetapi di atas normal

Intermiten
Hektik

Demam kembali normal setiap hari (umum pada pagi hari)


Dengan variasi suhu >1,4C (malam hari suhu naik tinggi, pagi hari suhu turun
tetapi masih di atas normal)

Menetap

Fluktuasi kenaikan suhu <0,3C

Tabel 1. Pola Demam

Pengobatan. Terapi antipiretik bermanfaat pada penderita berisiko tinggi yang menderita
penyakit kardiopulmonal kronis, gangguan metabolic, atau penyakit neurologis dan pada mereka
yang berisiko mengalami kejang demam.
Asetaminofen, aspirin, dan agen anti-radang nonsteroid (misalnya, ibuprofen) merupakan
penghambat siklo-oksigenase hipothalamik, sehingga menghambat sintesis PGE2. Aspirin telah
dihubungkan dengan sindrom Reye pada anak dan remaja, maka penggunaannya tidak
dianjurkan untuk pengobatan demam. Asetaminofen (10-15 mg/kgBB) setiap 4 jam, tidak
disertai dengan pengaruh merugikan yang banyak, namun bila penggunaannya lama dapat
menimbulkan jejal ginjal, dan dosis yang sangat berlebihan dapat menimbulkan gagal hati.
Ibuprofen (suspense 100 mg/5 mL, diberikan dalam dosis 5-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam), namun
dapat menyebabkan dyspepsia, perdarahan gastrointestinal, aliran darah ginjal berkurang, dan
yang jarang yaitu, meningitis aseptic, toksisitak hati, atau anemia aplastik. Spons basah yang
hangat (bukan dengan alkohol) adalah cara lain yang dianjurkan untuk mengurangi suhu tubuh
yang tinggi karena infeksi atau hipertermia akibat penyebab eksterna (misalnya sengatan panas).

DAFTAR PUSTAKA
Nelson. 2000. Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC.