Anda di halaman 1dari 6

ANALISA PENGARUH VIBRASI TERHADAP TEGANGAN PADA JALUR

PIPA PENGHUBUNG ANTARA DISCHARGE POMPA MENUJU


PRODUCTION LINE DI WELLTESTING BARGE ELNUSA SAMUDRA 4
I.

PENDAHULUAN

Damarindra Auyun A.P [1], Ir Eko Julianto M.Sc, MRINA [2], Dr. Muh Anis M, ST. MT.[2]
Program Studi Teknik Perpipaan, Jurusan Teknik Permesinan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Jl. Teknik Kimia Kampus ITS Sukolilo Surabaya
e-mail: damarauyun93@gmail.com

[1] Mahasiswa Teknik Perpipaan 2011, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya


[2] Dosen Jurusan Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Abstrak Pada jalur perpipaan yang terhubung dengan pompa ataupun kompresor, kemungkinan pipa
untuk mengalami getaran yaitu cukup besar. Perpipaan yang terhubung dengan mesin rotasi ,
sebaiknya dipastikan apakah pipa dapat menahan getaran yang terjadi. Ada beberapa hal pada pipa yang
perlu diperhatikan jika pipa mengalami getaran, khususnya tegangan dinamik dan simpangan yang
dialami oleh pipa.
Analisa getaran dilakukan untuk memastikan bahwa pipa yang berpeluang mengalami
getaran dapat beroperasi dengan aman. Untuk memastikan hal tersebut, maka diperlukan analisa
untuk mengetahui apakah pipa tersebut mampu menahan getaran yang dialami oleh pipa tersebut.
Yang dilakukan dalam analisa getaran pada pipa yaitu memastikan bahwa tegangan dinamik yang
dialami oleh pipa dan simpangan yang terjadi pada pipa masuk dalam kategori yang diijinkan
berdasarkan perhitungan dan juga standard.
Perhitungan tegangan dinamik menunjukkan bahwa pipa mampu menahan tegangan dinamik
yang dialami , karena tegangan dinamik yang dialami oleh pipa tidak melebihi batasan tegangan dinamik
yang diijinkan. Hasil analisa simpangan yang terjadi pada pipa menunjukkan bahwa kondisi pipa
masih dalam kategori aman, karena simpangan yang terjadi pada pipa juga tidak melebihi batasan
simpangan yang diijinkan.
Kata kunci : Getaran, tegangan dinamik, simpangan.

PT Elnusa Tbk merupakan sebuah


perusahaan yang bergerak di bidang
pelayanan sumur minyak serta pengeboran
yang berada di Indonesia. Beberapa klien
dari perusahaan ini, antara lain yaitu
Pertamina, Chevron, dan Total. PT Elnusa
Tbk merupakan satu-satunya perusahaan
nasional yang memiliki kompetensi dalam
pelayanan minyak dan gas, seismic,
pengeboran dan ladang minyak. Bentuk
pelayanan yang diberikan oleh PT Elnusa
yaitu welltesting barge, snubbing, slickline,
coil tubing dan workover.
Welltesting barge merupakan suatu
proses yang digunakan untuk menguji
kualitas dan kapasitas sumur minyak.
Pressure di dalam sumur pada saat ini

berkisar 3000 sampai 3600 psi, namun


sebelum masuk ke dalam sistem yang ada
di atas barge tekanan dicekik di dalam
choke manifold terlebih dahulu hingga
tekanan mencapai 150 psi di dalam
separator. Welltesting barge ini dilengkapi
berbagai macam safety device yang berupa
safety valve bekerja pada 1250 psi, 1300
psi, 1350 psi, 1400 psi, dan yang terakhir
1450 psi yang akan mengakibatkan
shutdown sumur secara otomatis. Di dalam
welltesting barge terdapat beberapa macam
peralatan yang menghasilkan tekanan
tinggi, dimana salah satunya adalah pompa
reciprocating. Pada salah satu welltesting
barge yaitu Elsa 4 terdapat dua pompa
reciprocating P-30A dan P-30B serta
terdapat juga astmospheric test tank TK-02.

Pompa P-30A ini digunakan untuk


menghisap fluida air dan minyak dari
astmospheric test tank TK-02 dan
mengalirkannya menuju wellhead.
Pompa yang dihubungkan dengan jalur
perpipaan dapat mengakibatkan timbulnya
getaran pada pipa tersebut. Getaran pada
sistem perpipaan dapat terjadi karena
adanya
berbagai
sumber
yang
menghasilkan getaran, seperti induksi
aliran turbulensi, aliran dua fasa, pulsasi,
fluida transien dan rotasi mesin. Beban
dinamik pada suatu sistem perpipaan
seringkali diabaikan karena dianggap tidak
menimbulkan masalah secara langsung,
namun apabila getaran pada pipa tersebut
terjadi secara terus-menerus dan tidak dapat
diantisipasi,
pada
akhirnya
dapat
mengakibatkan terhentinya sistem dan
secara keseluruhan dapat mengganggu
jalannya proses produksi.
Pada tugas akhir ini akan dilakukan
penelitian tentang pengaruh getaran pompa
terhadap tegangan yang diizinkan pada
jalur pipa discharge pompa transfer P-30A
menuju menuju ke production line dengan
metoda harmonik. Jalur pipa discharge
pompa tersebut dijadikan bahan penelitian
dikarenakan mengalami getaran melebihi
ambang yang direkomendasikan oleh
ASME B31.3, edisi 2010 sehingga
dikhawatirkan pipa juga mengalami getaran
akibat aliran fluida keluaran dari pompa.
Analisis getaran ini dilakukan untuk
mengetahui besarnya tegangan dan
pergeseran pada pipa yang terjadi akibat
adanya getaran pada discharge pompa, dan
apabila diperlukan akan dilakukan disain
ulang pada struktur pendukung pipa (pipe
support) untuk mengurangi getaran yang
terjadi pada pipa.
II. METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian diawali dengan menngumpulkan datadata yang akan dijadikan sebagai bahan analisa.
Data tersebut meliputi: (1) Piping diagram sewage
system Kapal Patroli 38 m di PT. PAL Indonesia, (2)
Piping arrangement sewage system Kapal Patroli 38
m di PT. PAL Indonesia, (3) Material pipa
(Aluminium pipe) yang mengalami kebocoran, (4)
Data spesifikasi material pipa (aluminium pipe dan
plastic pipe), (4) Jurnal yang berkaitan dengan
analisa teganganya dan (5) Standard yang
berhubungan dengan pemilihan material pipa
sewage system. Kapal yang digunakan sebagai
bahan kajian adalah Kapal Patroli 38 m produk dari
PT. PAL Indonesia. Flow Chart penelitian
dilaksanakan seperti di bawah ini:

Gambar 2 Flow Chart Penelitian

dengan ion-ion logam seperti Fe+ yang akan


terbentuk akibat reaksi oksidasi dan akhirnya
membentuk karat/korosi sehingga pipa plastik dapat
digunakan sebagai pengganti pipa Al karena tidak
memiliki kandungan Fe+. Dari perbandingan pipa
HDPE dan pipa PP-R yang merupakan jenis pipa
plastic, material pipa HDPE direkomendasikan
sebagai pengganti pipa aluminium dibandingkan
pipa PP-R karena walaupun pipa PP-R memliki
ketahanan temperature yang lebih rendah
dibandingkan pipa PP-R namun pipa HDPE
memiliki ketahanan yang istimewa terhadap
berbagai kandungan kimia seperti pembahasan pada
subbab 4.1 bahwa plastic pipe tidak mengandung
ion-ion logam yang akan bereaksi dengan
kandungan kimia yang terdapat pada fluida ataupun
lingkungan sekitar sehingga pipa HDPE memiliki
ketahanan terhadap kandungan kimia. Selain itu pipa
HDPE bersifat non-corrosive serta memiliki umur
pakai (life time) yang lebih lama hingga 100 tahun
dibandingkan pipa PP-R.
Analisa Tegangan (Stress) pada pipa
Hasil perhitungan manual memiiki perbedaan hasil
perhitungan dengan software Caesar II 7.00 yang
digambarkan melalui grafik persentase deviasi yang
ditunjukkan pada grafik di bawah ini:

Gambar 3 Flow Chart Penelitian (Continued)


Data properties fluida dan material ditunjukkan pada
tabel berikut ini:
Tabel 1 Fluid Properties
Gambar 4 Grafik Deviasi Hasil Perhitugan Antara
Manual dan Software
Tabel 2 Material Properties

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisa Pemilihan Material


Material pipa pengganti harus merupakan material
yang tahan terhadap pitting corrosion dan bersifat
ringan karena berada dalam Kapal Patroli yang juga
termasuk Kapal Cepat. Korosi terjadi karena ion
agresif Cl- (Klorida) dalam air laut/fluida
menyebabkan kenaikan laju korosi karena bereaksi

Berdasarkan grafik tersebut dapat terlihat perbedaan


antara kedua hasil perhitungan manual dan software.
Deviasi terbesar antara kedua hasil perhitungan
tersebut pada perhitungan bending stress sebesar
44.415%. Sedangkan pada axial stress terjadi
deviasi yang sangat kecil antara kedua metode
perhitungan tersebut. Pada grafik tersebut juga
memperlihatkan hasil perhitungan manual bending
stress yang jauh dari hasil perhitungan software. Hal
ini disebabkan karena pada perhitugan manual
bending stress mengasumsikan beban terdistribusi
merata sepanjang pipa dan potongan segment yang
berbeda sehingga panjang pipa yang diperhitungkan
berbeda pada setiap segment, padahal panjang pipa
mempengaruhi besarnya tegangan pada pipa.

daripada nilai expansion stress yang dihitung


dengan Guided Cantilever Method yang berarti
memenuhi syarat ASME B31.3 untuk beban
expansi yang dialami.

Analisa Loads
1) Sustained Loads

Stress

320
300
280
260
(Psi) 240
Manual
220
200

Segment
Gambar 5 Grafik Perbandingan Hasil
Perhitungan Manual Dengan Allowable Stress
Grafik di atas menunjukkan nilai sustained load
berdasarkan perhitungan manual dimana
tegangan total yang diakibatkan sustained load
jauh lebih rendah dibandingkan allowable
stress material yaitu 4890.3 Psi. Namun,
perbedaan besar terjadi pada hasil perhitungan
secara manual dan software. Hal ini disebabkan
karena perbedaan nilai moment, dimana
perhitungan manual mengacu pada teori
mekanika teknik dan ASME B31.1 sedangkan
perhitungan pada software Caesar II 7.00
menggunakan perhitungan dengan metode finite
element. Meskipun demikian nilai tegangan
akibat sustained load baik hasil perhitungan
manual yang mengacu pada handbook Piping
and Pipe Support System, 1987 [10] dengan
analisa dan pemodelan pada software Caesar II
7.00 masih memenuhi kriteria tegangan ijin
yang ditentukan oleh ASME B31.1 dan berada
dalam kondisi aman.

Flange Stress
Tegangan yang terjadi pada flange yang berada
di kedua sisi valve sesuai software yaitu sebesar
45.73 Psi. Tegangan ini masih memenuhi
persyaratan karena lebih kecil dari allowable
stress yaitu sebesar 5870 Psi. Flange Stress
tergantung pada axial force dan bending
moment. Semakin besar kedua parameter
tersebut maka flange stress akan semakin besar.
Koneksi flange mengalami momen lentur
eksternal. Kontak distribusi tegangan, faktor
beban untuk momen lentur eksternal (hubungan
antara kenaikan atau penurunan dari gaya aksial
baut dan momen lentur eksternal) [8].
Freebody Diagram Analysis
Berdasarkan
perhitungan
manual
yang
mengunakan persamaan pada handbook
Spielvogel, 1953didapatkan hasil momen
bending terbesar terjadi pada freebody diagram
potongan ke-8 yang terjadi di titik a sebesar
-2243.08 in.lb ke arah Y (Vertikal). Momen
bending terbesar disebabkan pengaruh ekspansi
pada kedua pipa yang tersambung dan
menghasilkan momen besar pada setiap
belokan.
Analisa Displacement

2) Expansion Loads

Gambar 7 Grafik Perbandingan Hasil Perhitungan


Manual dan Allowable Displacement
Berdasarkan grafik di atas terdapat beberapa pipa
yang melebihi allowable displacement Sehingga
diperlukan modifikasi dengan penambahan support.
Line yang perlu dilakukan modifikasi support yaitu
line ke-2 dan ke-3, sedangkan untuk line pertama
tidak memerlukan modifikasi peletakan support
karena tidak terdapat titik kritis yang menyebabkan
nilai displacement pada semua node tidak melebihi
allowable displacement.
Gambar 6 Grafik Perbandingan Hasil
Perhitungan Manual dan Allowable Stress
Besarnya nilai expansion stress harus lebih kecil
daripada nilai (SA) dimana nilai SA sebesar
6048.663 Psi. Nilai tersebut masih lebih besar

Modifikasi Desain Support Eksisting


Pada modifikasi ini dilakukan penambahan support
+Y pada pipa yang memiliki panjang support ke
support melebihi maksimum span requirement pipa
HDPE karena untuk menahan pipa agar tidak terjadi

lendutan ke arah vertikal. Pengaruh penambahan


support yang menyesuaikan maximum span
requirement dari manufaktur yaitu memperkecil
nilai displacement karena panjang pipa antar
support semakin kecil namun dengan berat pipa
yang sama. Sehingga displacement yang terjadi
lebih kecil daripada allowable displacement.
Modifikasi selanjutnya yaitu menambahkan support
+Y pada kedua sisi support karena berat valve yang
arahnya secara gravitasi sehingga dibutuhkan
penyangga +Y agar tidak terjadi lendutan ke arah -Y
sehingga nilai displacement yang terjadi lebih kecil
daripada allowable displacement dan memenuhi
standar. Nilai displacement menurun karena beban
terpusat telah di support. Berat equipment
mempengaruhi besarnya displacement karena
semakin berat suatu equipment maka semakin besar
nilai displacement.
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan analisa pemilihan material, material
yang akan diaplikasikan yaitu pipa HDPE walaupun
hanya dapat diinstalasi pada beberapa sistem namun
pipa HDPE dapat diinstall pada sewage system
karena berdasarkan beberapa standar yang telah
dijelaskan mengijinkan pipa HDPE diaplikasikan
pada sewage system Kapal Patroli 38 m yang berada
di machinery space. Penyambungan pipa HDPE
menggunakan metode heat fusion, namun metode ini
hanya dapat dilakukan pada instalasi pipa yang
memiliki area cukup luas atau area bebas halangan.
Kelebihan HDPE yaitu memiliki ketahanan terhadap
berbagai kandungan kimia dan tidak mengandung
ion-ion logam yang akan bereaksi dengan
kandungan kimia yang terdapat pada fluida ataupun
lingkungan sekitar karena korosi terjadi apabila
terdapat anoda, katoda, elektrolit dan konduktor [9].
Berdasarkan perhitungan tegangan dan beban
didapatkan hasil bahwa semua parameter memenuhi
standar yang mana tidak melebihi allowable
stress.Namun, dilakukan modifikasi support karena
ditinjau dari displacement melebihi yang diijinkan
pada beberapa node. Modifikasi support dengan
penambahan support +Y pada pipa yang memiliki
panjang support ke support melebihi maksimum
span requirement pipa HDPE agar tidak mengalami
lendutan yang besar. Dan penambahkan support +Y
pada kedua sisi valve sehingga berat terpusat pada
valve dapat ditahan oleh support dan tidak terjadi
lendutan kea rah -Y . Panjang pipa antar support
yang diperkecil dan penambahan pada kedua sisi
valve mempengaruhi nilai displacement karena
panjang pipa antar support dan berat equipment
mempengaruhi pergeseran pipa. Semakin panjang
pipa antar support dan semakin berat beban yang
harus ditahan oleh pipa maka akan terjadi
pergeseran yang besar. Namun, dengan penambahan
support ini dapat dijadikan desain yang
recommended untuk diaplikasikan pada Kapal
Patroli 38 m karena dalam kondisi aman.

REFERENSI
[1] Jones, D. A..(1992).Principles And Prevenion Of
Corrosion.Macmillan Publishing Company.New
York
[2] Wang, Xue-hui.(2013).Characterization of
pitting corrosion of 7A60 Aluminium Alloy by
EN
and
EIS
Techniques.Tianjin
University.China
[3] Arabal, R.(2012).Pitting Corrosion of Rheochast
Aluminium Alloy in 3.5 wt. % NaCl
Solution.Universidad Complutense.Madrid
[4] Blanc, C.(1996).Susceptibility to Pitting
Corrosion of 6056 Aluminium Alloy.Toulouse
Cedex.France
[5] Zaid, B.(2007).Effect of pH and Cloride
Concentration on Pitting Corrosion of AA6061
Aluminium Alloy.Centre de Recherche Nucleaire
de Draria.Algeria
[6] Zupanc, U.(2009).Effect of Pitting Corrosion on
Fatigue Perfomance of Shot-peened Aluminium
Alloy
7075-T651.University
of
Ljubljana.Slovenia
[7] Zhang, Z.(2007).Dimensional Analysis Applied
to Pitting Corrosion Measurements.The Chinese
Academy of Science.China
[8] Mourya, R.K.(2014).Effect of Creep on The
Failure Probability of Bolted Flange
Joint.Institute of Technology Madras.India
[9] Khan, Faisal.(2013).Analysis of Pitting
Corrosion on Steel Under Insulation in Marine
Environments.Australian
Maritime
College.Australia
[10] Smith, R. Paul and Van Laan, Thomas.
(1987).Piping and Pipe Support System-Piping
Handbook. McGraw Hill Companies Inc.,
U.S.A
[11] Putra, Vemby Z.E.(2011). Analisis Stress dan
Kompatibilitas Pipa PE Sebagai Pengganti
Pipa FRP (Studi Kasus Pipeline P. 2503 PT.
Petrokimia
Gresik).Laporan
Tugas
Akhir.Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
(PPNS). Surabaya
[12] IMO (1993).A.18/Res. 753, Guidelines For The
Application Of Plastic Pipes On Ships.
International
Maritime
Organisation.
Washington, D.C.
[13] ASME.(2008).ASME B31.3-2008(Revision of
ASME B31.3-2006).Process Piping, ASME
Code for Pressure Piping, B31.The American
Society of Mechanical Engineer.U.S.A.
[14] COADE, 1998. Pipe Stress EngineeringSeminar Notes.COADE Inc.Houston Texas
[15] Det Norske Veritas (DNV).(2011).Piping
System
Part
4
Chapter
6.DNV
Publisher.Norway
[16] Lloyds Register (LR).(2009).Ship Inspection
and
Assessment.International
Maritime
Organization.London
[17] Charter Plastic.2009. Plastic Pipe Handbook
Second Edition Chapter 02.Plastic Pipe
Institute.USA

[18]Rohmah,

Siti
Makkatur.(2014).Analisa
Tegangan Sistem Perpipaan Air Fin Cooler
Pada Project Petrochemical Complex PT. Trans
Petrochemical Indotama Tuban.Institut
Teknologi Speuluh Nopember.Surabaya
[19] Aisyah.(2007).Pengaruh Intrusi Air Laut
Terhadap Ketahanan Korosi Wadah Gelas

Limbah Dalam Penyimpanan Lestari.Pusat


Teknologi Limbah Radioaktif.Batan
[20] Azwar, Azrul.(1995).Pengantar Ilmu
Kesehatan Lingkungan.Mutiara Sumber
Widya.Jakarta
[21] Ichwani, M. Rizky.(2014).Pengaruh Kekasaran
Permukaan Terhadap Laju Korosi Baja Api 5L
Dalam
Larutan
Asam,
Basa,
dan
Garam.Universitas Brawijaya.Malang