Anda di halaman 1dari 42

PENGANTAR

Uji Praklinik dilakukan pada hewan percobaan


mengevaluasi khasiat dan keamanan suatu obat
Uji praklinik meliputi :
1. Uji Farmakologi: mengevaluasi efek obat yang
dikehendaki
2. Uji Toksikologi: mengevaluasi efek toksik obat
3. Uji Farmakodinamika ; mempelajari mekanisme aksi obat
4. Uji Farmakokinetika : mempelajari nasib obat dalam
tubuh
Khasiat meliputi potensi dan efikasi; Parameternya : ED50
dan Emaks
Keamanan : evaluasi toksisitas atau efek samping :
parameter LD50
Uji Praklinik Farmakologi : in vitro dan in vivo experiments
Beda in vivo dengan in vitro??

MODEL EKSPERIMEN
FARMAKOLOGI
1. In Vivo : dengan hewan utuh
2. In Vitro : Di luar tubuh hewan, dengan
organ yang terisolasi atau sel
terisolasi
3. In Silico : Kehidupan atau gambaran
disimulasikan dalam gambaran di
komputer, mengasilkan rangkaian
efek/kejadian
4. In Situ : Dengan hewan utuh yang
kemudian diamati pengamatannya
pada organ tertentu.. Mis: Efek anti
diare dilihat dari peristaltik usus

HAL HAL YANG DISIAPKAN


DALAM STUDI PRAKLINIK
1. Pemilihan hewan percobaan
Model hewan didasarkan pada patogenesis penyakit
pada manusia : Disease-animal models
2. Pemilihan teknik percobaan
Cari referensi yang dapat dipercaya
Teknik percobaan yang dapat menguji efek obat
dengan hasil yang akurat, kemungkinan bias minimal
3. Skill dan Pengalaman Kerja
4. Penguasaan Teori terkait dengan percobaan yang
dilakukan
5. Statistik

UJI FARMAKOLOGI

ANALGETIK
CARA menekan KEPEKAAN RECEPTOR NYERI ada 2
reseptor :
PUSAT (analgetik narkotik) : Mekanik, termik,
PERIFER (analgetik non narkotik): listrik, kimiawi

Metode pengujian analgetik yang sering digunakan


adalah metode tail flick, metode hot plate, metode
Randall-Selitto, dan metode geliat (writhing test)

METODE HOTPLATE
metode hot plate: metode untuk menguji aktivitas analgetik sentral
menggunakan penginduksi thermal pada suhu 55-56C. Mencit
akan menjilat kaki belakang atau melompat sebagai respons nyeri
menguji efek analgetik dari analgetik opioid (narkotik)

METODE GELIAT
mengevaluasi senyawa kimia atau obat-obat yang
dicurigai memiliki aktivitas perifer
penginduksi nyeri asam asetat. Induksi nyeri asam
asetat secara intraperitoneal pada hewan uji

METODE RNGSNG
KIMIA FORMALIN
Menguji aktivitas aanalgetik perifer dan sentral
Induksi fromalin 2,5% pada kaki belakang
Pengamatan respon paw lick (menjilat kaki belakang
shg didapatkan licking time (akumulasi waktu yg
dibutuhkan selama menjilati kaki yang diamati pada
menit ke 0-5 (early phase= pelepasan subtansi P)
dan 15-30 (late phase= pelepasan histamin,
prostaglandin, bradikinin)

ANTIINFLAMASI
METODE UJI IN VIVO
1. Metode uji inflamasi akut dan sub akut
- UV-eritrema pada marmut
- Udema telinga mencit diinduksi oksasolon
- Udema (telinga) tikus dan mencit diinduksi croton oil
- Udema kaki belakang tikus dan encit
2. Uji inflamasi imunologis
- Adjuvant arthritis pada tikus
- Passive/Active cutaneous anaphylaxis

METODE UDEMA KAKI


TIKUS
Prinsip: pembentukan udema atau radang pada kaki
tikus
Agen penginduksi udema :
Ovalbumin 1 % sebanyak 0,1 mL
Formalin 1 % sebanyak 0,1 mL
Dextran 1-3% sebanyak 0,1 mL
Serotonin 0,02% sebanyak 0,05 mL
Bradikinin 0,005% sebanyak 0,1 mL
Agen penginduksi udema standard: Carragenan

ADJUVANT
INDUCED
ARTHRITIS (AIA)
Injeksi CFA (Bhsp65)
yg ditangkap oleh
nodus limpa,
diproses oleh APC
ke sel T
Infiltrasi sel
mononuklear
pada jaringan
sinovial

Cross reactive
pada epitop
Mycobacteriu
m & epitop
host

ADJUVANT INDUCED
ARTHRITIS

HASIL (1)

Hasil (2) : Pengamatan Histopatologi Sendi Tibiotarsal :

Gambar 4.3. Gambaran inflamasi dan destruksi kartilago dari jaringan sendi tibiotarsal dengan pengecatan HE: (1)
histopatologi sendi tibiotarsal dengan perbesaran 40x, (2) histopatologi sendi tibiotarsal dengan perbesaran 100x. (A)
kelompok normal, (B) kelompok kontrol negatif (CFA), (C) kelompok kontrol positif (natrium diklofenak), (D) kelompok
ekstrak etanol daun J. curcas dosis 150 mg/kg BB, (E) kelompok ekstrak etanol daun J. curcas dosis 300 mg/kg BB, (F)
kelompok ekstrak etanol daun J. curcas dosis 600 mg/kg BB. Tanda panah hitam menunjukkan jaringan sendi yang
mengalami inflamasi, (a) tibia, (b) arikular kartilago, (c) talus, (d) proliferasi membran sinovial yang mengisi ruang sendi,
(e) destruksi kartilago.

METODE ANTIINFLAMASI :
INVITRO
UJI PENGHAMBATAN SIKLOOKSIGENASE (COX)
Prosedur
1.Sebanyak 0,5 mL plasma kaya platelet + 5 L senyawa uji (bahan uji,
kontrol positif, atau kontrol negatif), diinkubasi selama 5 menit pada suhu
37C.
2.Pembuatan plasma kaya platelet : Darah fresh disentrifugasi pada suhu
4C,1500 rpm selama 10-15 menit plasma dipisahkan.
3.Larutan 1 ditambahkan 100 L natrium arakidonat 0,1%, diinkubasi
selama 30 menit pada suhu 37C.
4.Reaksi dihentikan dengan penambahan 1,5 mL pereaksi asam
tiobarbiturat (TBA) dingin, lalu dipanaskan pada suhu 80C selama 15 menit
5.Setelah pendinginan, campuran di atas disentrifugasi pada 4C, 3000 rpm
selama 15 menit.
6.Supernatan dibaca dg spektrofluorometer ( eksitasi 534, emisi 554
nm) kompleks MDA-TBA (merah muda)

METODE ANAFILAKSIS KUTANEUS AKTIF


1. Hari I ; sensitisasi pertama dengan injeksi 0,1 % ovalbumin dalam
10 % Al(OH)3 secara subkutan dengan volume pemberiaan 5,0
ml/kg BB
2. Hari 7: sensitisasi kedua dengan injeksi 0,1 % ovalbumin dalam 10
% Al(OH)3 secara subkutan dengan volume pemberiaan 5,0 ml/kg
BB
3. Hari 14: Tikus yang telah dicukur pungungnya diinjeksi 1,5 %
Evans blue secara intravena (1,75 ml/kg BB)
4. Hari 14: setelah 30 menit, perlakuan sediaan uji: kontrol negatif
CMC-Na 0,5 % 2,5 ml/kg BB ; kontrol positif, di beri Na Kromolin
2,0 mg/kg BB, 5,0 ml/kg BB subkutan; pemberian sediaan uji
5. Hari 14: setelah 15 menit: suspensi 5,25 % ovalbumin diinjeksikan
dalam 10 % Al(OH)3 secara subkutan (5 ml/kg BB)
6. Hari 14: Diameter area pigmentasi diukur tiap jam selama 8 jam
dengan 4 kali pengukuran

HASIL 1: PENGAMATAN HISTOPATOLOGI

A
Gambar Irisan melintang kulit tikus kelompok perlakuan normal dengan perbesaran 400x. (A) sel mast.

Gambar Irisan melintang kulit tikus kelompok perlakuan kontrol negatif dengan perbesaran 400x. (A) sel mast.

HASIL 2

Luas area pigm entas i (c m 2)

12
10
8
6
4
2
0
0

-2
waktu (jam)
k-

k+

L100

L75 : T25

L50 : T50

L25 : T75

T100

Luas area pigmentasi versus waktu dengan atau tanpa perlakuan kontrol positif (natrium kromolin dosis 2,0 mg/kg BB), dan kombinasi
ekstrak etanolik daun legundi dan rimpang temulawak (n = 5)

ANTIDIABETIK

INDUKSI HEWAN UJI SUPAYA DM


Pankreas dirusak dng cara :
1. Pankreatektomi
2. Kimia : parenteral inj. Streptozotozin,
Aloksan, Diaksosida, Adrenalin, Glukagon, EDTA
UJI TOLERANSI GLUKOSA
Perbedaan kadar glukosa darah pre & post
Pemberian glukosa 2g/kg BB
Kelinci/tikus puasa 20-24 jam, ambil darah.
Beri sediaan obat uji
ambil darah pd waktu waktu tertentu (0-120 menit)

INDUKSI ALOKSAN/Diabetes imbasan aloksan


Hewan uji suntik iv aloxan mono hidrat 70mg/kg BB
Kenaikan kadar glukosa diamati tiap hari slm 7 hari
Kadar glukosa > 135 mg/ml DM

Mencit DM puasakan 16 jam, ambil darah v. orbital


Cekok obat anti DM 2 jam ambil darah pre tes.
Cekok obat tiap hari selama 7 hari
Ambil cuplikan darah ukur kadar glukosa darah
Amati cuplikan darah pada hari ke 14 dan 21.
Setiap ambil cuplikan hewan puasakan dulu 16 jam.

Diabetes imbasan aloksan


Alloxan menyebabkan hiperglikemia dan
glukosuria pada tikus, kelinci, anjing dan
spesies lain, kecuali marmot
Kelinci (2-3,5 kg) diberi alloxan.H2O (5
g/100 mL) selama 10 menit secara infus IV.
Keberhasilan : 70% hewan hiperglikemia
dan uricosuria. Sisanya mati atau
hiperglikemia temporer. Pankreas tidak
memproduksi insulin.
DM tipe 1 : DM tergantung insulin

INDUKSI STREPTOZOTOSIN
DM tipe 2:
Tikus Wistar jantan (150-220 g) disuntik IV 60 mg/kg
streptozotosin.
Hiperglikemia stabil terjadi dlm 24-48 jam, kenaikan
kadar glukosa darah sampai 800 mg%
DM tipe 1:
Streptozotosin dosis rendah berulang

EXPERIMENTAL DM AND DISLIPIDEMIA IN MALE


HAMSTERS (N = 18)
Parameters

Week after
injection

Control

Streptozotocin
(40 mg/kg, ip)

Body weight
(g)

6
14

123.2 4.5
142.3 10.8

102.1 8.7
111.4 5.9

Glucose
(mg/dL)

6
14

174.6 42.1
151.4 27.4

479.6 62.2
399.7 54.9

Cholesterol
(mg/dL)

6
14

194.9 27.0
188.7 36.2

693.6 219.0
624.0 152.2

HDL-C
(mg/dL)

6
14

48.3 3.3
44.2 5.3

36.3 3.0
29.0 3.3

Triglyceride
(mg/dL)

6
14

302.8 49.5
328.9 56.2

2301.2 1180.3*
1996.7 616.3

Starting age of animals = 10 weeks; Values are Mean SD; Type-1 DM


All significantly different (p<0.001), except * (p<0.01)

EXPERIMENTAL DIABETES MELLITUS


TYPE 1 AND 2
Species

Guinea
pig

Rats
Mouse,
rat, dog

Treatment

Hyperglycemia

STZ 150 mg/kg, ic

By 2 days, or at 7 days
Type-1

STZ 300-350 mg/kg,ip

Within 2-5 days, Type-1

Fasted for 24 hrs


Inject with insulin (20 iu/kg), 1 hour
later, inject with STZ 200 mg/kg, ic

Type-1

Male neonat SD (aged 2 days) +


STZ 90 mg/kg, ip

Type-2, occurred at age


6-8 weeks

Female SD + STZ 40 mg/kg, iv

Type-1, 1 week

STZ 50-65 mg/kg, iv

Type-1, within 48 hrs

STZ = streptozotocin

MODEL DM TIPE 2
RESISTENSI INSULIN
Induksi pakan tinggi lemak : pakan (80%), lemak babi
(15%), kuning telor (5%) + frukstosa 1,8 g/kg BB
Induksi sampai terjadi peningkatan glukosa darah
akibat resistensi insulin
Penetapan glukosa darah prepandrial dan post
pandrial

ANTIFERTILITAS
KONTRASEPSI : Cegah konsepsi telur & sperma

Evaluasi :
efek kadar
hormon

1.Pematangan telur / sperma


2.Ovulasi
3. Perpaduan ovum- sperma
4.Proses implantasi
5.Pembentukan sperma

Wanita : i
1. Uji efek anti implantasi juml kelahiran
2. Uji aktivitas estrogenik 3 hrbobot uterus
Pria : Uji efek Spermatogenesis (sediaan diberikan
7 hari, pengamatan histopatologi sel sperma, motilitas dll)

PRIA : Uji efek Spermatogenesis


- Hewan jantan DIKEBIRI potong vas deferens
- Pelihara 7 hari.
- Cekok bahan uji 22 hari, timbang BB / hari
- Hari ke 23, darah diambil, bunuh,
-Testis, epididimis, vesika seminanis diambil,
bersihkan , ditimbang beratnya
TANPA DIKEBIRI. Diperlakukan = yg dikebiri
TESTOSTERON PROPIONAT
Sama dg yg dikebiri diberi bahan uji oral & i.p
inj. testosteron propionat
Kontrol pos. disuntik testosteron propionat i.p
+ akuades

ANTIHIPERLIPIDEMIA
INDUKSI eksogen & endogen
INDUKSI EKSOGEN
Antihiperlipidemia

-Tikus/kelinci diberi diet kolesterol tinggi


dan air minum mengandung Propil Tio
Urasil (PTU) , serta bahan uji selama
2 minggu.
- Puasakan 18 jam ambil darah,
- Kadar kolesterol darah diukur

INDUKSI endogen

-Selama 10 hari diberi lar. PTU + diet


standard
-Puasakan 18 jam.
-Ambil darah ukur kadar kolesterol
- Cekok bahan uji selama 10 hari.
- Hari ke 11 lakukan s.d.a.
-Ukur kadar kolesterol

INDUKSI endogen

Induksi pakan tinggi lemak yaitu dengan kuning telur


setiap pagi secara per oral (p.o) sebanyak 4 ml/200 gram BB
dan campuran 16,7 gram pakan standar BR II dengan
83,9 gram lemak sapi.
Peningkatan kadar trigliserida, kolesterol, LDL, HDL
dilakukan selama 7 hari dari hari ke-0 dan diteruskan
sampai hari ke-21.

INDUKSI HIPERTENSI :
-Diet NaCl 6 minggu
-Hipertensi renalis dg menjepit/ikat arteri
renalis
-Pengukuran tek darah arteri in situ.
-Hewan dianestesi, kanul dimasukkan arteri,
dihubungkan manometer pencatat tek. darah.
-Tanpa invasi diukur tekanan sistoliknya dg alat
transduser

EXPERIMENTAL HYPERTENSION
IN RATS
Systolic blood pressure of
rats (n = 6) fed 0.023 %
(w/w) L-N-nitroarginine supplemented diet for 5
weeks
C = control
T = treatment

Kawakami et al.

Week

Wistar
C

SD
C

0
1
2

140 140 135

135

155 180 142

170

150 200 145

178

155 216 142

180

151 220 143

190

143 238 142

182

HIPERTENSI PADA TIKUS


Asupan karbohidrat (sukrosa atau glukosa)
yang tinggi menyebabkan hipertensi
spontan pada tikus
Metode : Tikus Wistar (210-250 g) diberi
air minum fruktosa 10 %. Efek maksimum 6
minggu.

Tikus puasakan 18 jam


- Beri oral lar NaCl fisiologis 50ml/BB lalu bhn uji,
- Ukur vol urin yg ditampung tiap jam slm 6 jam

Efek penekanan nafsu makan bahan uji dg


adanya penurunan jumlah asupan makanan
Penurunan berat badan
Penurunan lamanya waktu mengawali makan
dan lamanya makan
- Amati jumlah makanan BB sebelum perlakuan
-Hewan puasakan 18 jam.
- Bahan uji dicekok
- - 1 jam kemudian diberi makan
- jam kemudian beri 2 gram pelet
- Amati lamanya mengawali makan lama makan

Induksi dg CCl 4 5,6 ml/kg BB pd Mencit, tikus


Ukur aktivitas SGPT dan SGOT
Induksi dg Parasetamol dosis toksik (selama
14 hari) 0,5 1g / kg BB
Ukur aktivitas SGPT dan SGOT hari ke 15
Preparat histopatologis hati

HYPERURICEMIC PADA TIKUS


Tikus Wistar jantan (250 g) diberi makanan : 5%
fruktosa + 3% asam urat + 2% kalium oxonat.
Minuman mengandung 0,5% K-oxonat
Efek nampak pada hari ke-3
K-oxonat = inhibitor uricase

HYPERURICEMIC PADA
TIKUS (2)
Enzim uricase memetabolisme asam urat
menjadi allantoin
Tikus SD jantan (230-280 g) disuntik IP 250
mg/kg suspensi allantoxanamid dalam 5 mL/kg
minyak sesami
Efek diamati dalam 24 jam (pada jam ke 0, 1, 2,
3, 4)

Allantoxanamid : inhibitor enzim uricase

TERIMA
KASIH