Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENELUSURAN KASUS

Tension Type Headache


pada Pasien Hipertensi Stage I

Laporan Penelusuran Kasus ini diajukan dalam rangka pembelajaran


modul Aspek Sosial dalam Pelayanan Kesehatan Keluarga,
sekaligus sebagai bagian dari persyaratan menyelesaikan koasistensi
Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat (K3M) di Fakultas Kedokteran UGM

Diajukan Kepada YTH :


1. dr. Intan Widiarti (Pembimbing Klinis Lapangan)
2. Drs. Qomaruddinn, M.Kes (Dosen Pembimbing Fakultas)

Disusun Oleh :
Sauma Nurlina Amalia (06/192470/KU/11704)
Fitria Candrasekar (06/197669/KU/12058)
Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran UGM-Yogyakarta
Agustus-September 2011

LAPORAN PENELUSURAN KASUS

Tension Type Headache


pada Pasien Hipertensi Stage I
Laporan Penelusuran Kasus ini diajukan dalam rangka pembelajaran
modul Aspek Sosial dalam Pelayanan Kesehatan Keluarga,
sekaligus sebagai bagian dari persyaratan menyelesaikan koasistensi
Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat (K3M) di Fakultas Kedokteran UGM

Disusun oleh:
Sauma Nurlina Amalia (03/192470/KU/11704)
Fitria Candrasekar (06/19/KU/12058)

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal: 19 September 2011

Dosen Pembimbing Fakultas

Dosen Pembimbing Lapangan

Drs. Qomaruddinn, M.Kes

dr. Intan Widiarti

NIP.

NIP.

BAGIAN I
RESUME PERMASALAHAN KLINIS
A) DATA KELUARGA
1. Identitas Pasien
Nama KK
:
Jenis kelamin
:
Umur
:
Agama
:
Alamat
:
Pekerjaan
:
Pendidikan
Status
:
Suku/Bangsa
:
Jumlah anggota keluarga:
2. Susunan Keluarga
No.
Nama
Umur
Se
x
1
Tn. M
52 th
L
2.
Ny. S
48 th
P
3.
H
25 th
L
4.
D
21 th
P

Ny. S
wanita
48 tahun
Islam
Jl. Veteran No. 66, Kelurahan Tambakreja, Cilacap
ibu rumah tangga
: SD
Menikah
Jawa/Indonesia
4 orang
Hub dg KK

Pendidikan

Pekerjaan

Keterangan

Istri
Anak
Anak

SMP
SD
SMK
SMK

Buruh
IRT
Swasta
Swasta

Sehat
Sehat
Sehat
Sehat

3. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Ny. S adalah keluarga inti yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
4. Genogram

Keterangan :

laki-laki
Perempuan
Laki-laki dengan hipertensi
Perempuan dengan hipertensi

5. Suku Bangsa dan Agama


Keluarga Ny. S. adalah suku jawa asli dan masih memegang adat jawa yang
masih kuat. Bpk S, istri, dan anak menganut agama Islam.
6. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Ny. S adalah seorang ibu rumah tangga, dengan suami bekerja sebagai buruh,
dengan penghasilan rata-rata perbulan antara Rp1.000,000-1.500.000.
7. Aktivitas Rekreasi
Ny. S dan keluarga tidak pernah berekreasi. Keluarga memanfaatkan waktu
luang berkunjung ke tetangga
B) ANAMNESIS KESEHATAN KELUARGA
1. Riwayat Penyakit Sekarang
Ny. S sering pusing terutama akhir-akhir ini, kepala seperti ditekan. Nyeri tidak
terpusat di satu titik, melainkan menyebar di seluruh daerah kepala. Nyeri kepala
dirasa tidak berdenyut. Selain nyeri kepala, pasien juga mengeluhkan tegang pada
daerah leher bagian belakanNYg. Ny. S pernah memeriksakan kesehatannya di
puskesmas setempat dan dikatakan menderita tensi tinggi dan mendapat
pengobatan. Tetapi, Ny. S tidak kontrol rutin. Ny. S mengatakan bahwa sampai saat
ini beliau belum pernah sakit keras dan belum pernah dirawat di rumah sakit. Jika
mengalami sakit kepala yang berat Ny. S hanya minum obat warung. Keluhan
palpitasi, nyeri dada, sesak nafas dan bengkak pada ekstremitas bawah tidak
ditemukan pada Ny.S. Kualitas, kuantitas dan frekuensi buang air kecil (BAK 5-6
kali/hari) dan air besar (BAB 1-2kali/hari) dalam batas normal. Pola makan dan
minum klien tidak berubah.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat hipertensi (+) sejak tahun yang lalu, tidak kontrol rutin.
Riwayat merokok (-). Riwayat penyakit ginjal (-). Riwayat trauma (-). Riwayat
stroke (-). Riwayat konsumsi obat jangka masa lama (-). Riwayat penyakit jantung
(-). Riwayat berbadan gemuk (-) sejak muda.
3. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat hipertensi (+) pada ayah dan kakak pasien. Keadaan umum

4. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik
Kondisi umum
Tanda
-

Hasil pemeriksaan
Baik,compos mentis

Vital :
Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu

150/90mmHg
80 kali/menit
20 kali/menit
36,5 C

Data Antropometrik
- Berat badan
- Tinggi badan
- IMT

60 kg
150cm
26,67

Kepala

Konjunctiva anemis( -) , Sklera ikterik (-)

Leher

Lnn tidak teraba ,


JVP tidak meningkat

Thorax :

Simetris, ketinggalan gerak(-)retraksi(-)


- konfigurasi dbn,S1-S2
murni,bising(-)
- Simetris ,sonor ,vesikuler
normal,bising(-)

Cor

Pulmo

Abdomen :

I= dinding dada sejajar


dinding perut; ascites (-);
tumor (-)
A= peristaltic (+) Normal
P= tympani
P= supel; nyeri tekan (-)
-

Ekstremitas

tidak teraba
tidak teraba

pulsasi arteri perifer Normal , edema(-), akral


hangat, kulit ekstremitas kering

D) PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan pada klien & pasangan karena peralatan
untuk dilakukannya pemeriksaan laboratorium tidak tersedia di PUSKESMAS Cilacap
Selatan 1. Secara teoritasnya pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada penderita
stroke pada hipertensi adalah:
1. tes darah rutin
7. kretinin serum
2. glukosa darah puasa
8. kalium serum
3. kolesterol serum total
9. hemoglobin dan hematokrit
4. kolesterol LDL, HDL
10. urinalisis (dipstick dan sediment
5. trigliseride serum
urine)
6. asam urat serum
11. elektrokardiogram
12. CT Scan
E) DIAGNOSIS
DIAGNOSA UTAMA

Tension Headache pada pasien Hipertensi Stage I


DIAGNOSA BANDING
Cluster headache
F) TERAPI DAN MANAJEMEN
Paracetamol 500mg
Kafein 40 mg
1x1
HCT 12,5 mg
1x1

3x1

G) KONSELING DAN EDUKASI


1.
Edukasi pasien meliputi memberikan pemahaman mengenai penyakit
hipertensi, intervensi farmakologis dan non-farmakologis, serta komplikasinya.
2.
Pasien dianjurkan untuk mengubah gaya hidup dalam rangka untuk
mengkontrol hipertensi sehingga tidak timbul berbagai komplikasi seperti
penyakit jantung hipertensif, gagal ginjal, retinopati hipertensif
3.
Modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan pasien yaitu :
Pengaturan diet, yaitu diet rendah garam, mengurangi asupan gula,
mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol serta menambah konsumsi
buah dan sayuran. Kalau pasien bersedia dianjurkan untuk konsultasi gizi.
Latihan fisik
Obat harus digunakan secara teratur karena hipertensi harus dikendalikan
untuk mencegah komplikasi. Kontrol secara rutin untuk monitor tekanan darah
serta untuk mengetahui efek terap

BAB II
DASAR DAN TUJUAN PENELUSURAN KASUS
Dasar Penelusuran Kasus
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi
batas normal (TD sistolik >140 mmHg dan TD diastolik > 90 mmHg). Penyebabnya
95% tidak diketahui (disebut juga hipertensi essensial).
Sampai saat ini hipertensi masih menjadi masalah karena beberapa hal, antara
lain meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi yang
belum mendapat pengobatan maupun yang sudah diobati tetapi tekanan darahnya
belum mencapai target, serta adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat
meningkatkan morbiditas dan mortalitas.
Pasien yang kemudian didiagnosis hipertensi biasa datang dengan gejala yang
beragam, karena memang tidak ada gejala yang khas yang menandai hipertensi.
Hipertensi yang ringan dan sedang kadang-kadang justru tidak memberikan gejala
apa-apa. Gejala yang sering adalah pusing yang berdenyut dan sangat mengganggu
terutama di pagi hari dan semakin berkurang di siang hari. Beberapa pasien juga
menemui dokter karena mual dan muntah tanpa sebab jelas dan berkunang-kunang.
Selain itu, rasa berat dan pegal didaerah leher belakang juga merupakan keluhan
yang sering membuat pasien datang ke dokter. Tanda-tanda khas pada hipertensi
ditunjukkan dengan pengukuran tekanan darah, perbesaran ventrikel kiri pada foto
toraks, sistolik ejection murmur pada auskultasi dan kadang-kadang dijumpai irama
Gallop.
Kondisi seperti ini yang dibiarkan terlalu lama dapat berbahaya karena
menyebabkan gangguan fungsi organ lain seperti pembesaran jantung yang berakhir
dengan gagal jantung, kerusakan glomerulus ginjal, sampai retinopati. Hipertensi juga
mempertinggi resiko terjadinya trombus akibat stress pada dinding pembuluh darah
yang meningkat. Hal demikian meningkatkan frekuensi terjadinya infark jantung dan
stroke. Oleh karena itu, terapi farmakologi maupun nonfarmakologi pada keadaan
hipertensi perlu dilakukan untuk meminimalisasi komplikasi yang timbul. Terapi
nonfarmakologi dapat dilakukan dengan modifikasi gaya hidup.
Tension type headache (TTH) merupakan nyeri kepala primer, yang dideskripsikan
dengan nyeri kepala episodic yang berlangsung selama beberapa menit sampai
beberapa hari. Nyeri dialami oleh kedua sisi kepala, gambarannya seperti menekan
atau mengikat, dengan intensitas yang rendah hingga sedang. Sering disertai juga
dengan rasa tegang di bagian belakang leher atau kepala. Nyeri tidak bertambah
dengan aktivitas fisik rutin, dan tidak didapatkan mual muntah namun dapat disertai
fotofobia atau fonofobia.
TTH ini menjadi nyeri kepala yang paling sering diderita oleh orang dewasa,
dan kerap dikatakan sebagai nyeri kepala oleh karena stres. Memang tidak terdapat
penyebab tunggal ataupun factor keturunan dari TTH. Namun, pada beberapa pasien,
nyeri tersebut diakibatkan oleh tekanan pada otot bagian belakang leher dan kepala.
Tekanan pada otot tersebut dapat diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain:
- Istirahat yang kurang berkualitas
- Posisi atau postur yang tidak baik
- Stress mental atau emosional, termasuk depresi
- Kecemasan
- Kelelahan
- Rasa lapar
- Kerja otot berlebih
Biasanya, TTH ini dipicu oleh karena stress internal ataupun eksternal. Sumber
stress tersering antara lain adalah kondisi keluarga, hubungan sosial, teman,
pekerjaan, dan sekolah. Contoh-contoh stressor antara lain:
- Permasalahan dalam kehidupan rumah tangga
- Melahirkan anak
- Tidak memiliki teman dekat
- Kembali sekolah, mempersiapkan ujian
- Pergi berlibur
- Memulai pekerjaan baru

Kehilangan pekerjaan
Menjadi overweight
Dikejar pekerjaan
Kompetisi dalam olah raga ataupun aktivitas lainnya
Karakter perfeksionis
Kurang tidur
- Aktivitas diluar kemampuan fisik
Kriteria diagnosis dari TTH ini antara lain terdapat paling tidak 10 episode
serangan dengan rata-rata <1 hari per bulan, nyeri kepala berlangsung dari 30 menit
hingga 7 hari, gejala khas nyeri kepala (paling tidak terdapat dua diantara: lokasi
bilateral, menekan/mengikat namun tidak berdenyut, intensitasnya ringan hingga
sedang, dan tidak diperberat oleh aktivitas rutin seperti berjalan atau naik tangga),
tidak didapatkan mual/muntah dan salah satu dari keluhan fotofobia dan fonofobia,
serta tidak berkaitan dengan kelainan yang lain.
-

Tujuan Penelusuran Kasus


Tujuan penelusuran kasus ini ialah mengidentifikasi faktor resiko yang ada,
sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat bagi pasien.

BAGIAN III
ASPEK YANG DITELUSURI DAN METODOLOGI
A. Aspek Yang Ditelusuri
Aspek yang ditelusuri pada klien adalah riwayat penyakit pada klien, riwayat
penyakit dahulu dan sekarang, riwayat penyakit pada keluarga, riwayat merokok dan
habitualisasi/perilaku, cara memasak makanan sehari-hari, gaya hidup, pekerjaan,
faktor pendidikan dan sosial ekonomi keluarga, serta pengetahuan klien tentang
penyakit yang diderita klien.
B. Metodologi
Proses penelusuran ini menggunakan wawancara dan observasi kepada klien
dan pasangannya.

BAGIAN IV
HASIL PENELUSURAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelusuran
No.
Variabel
1.
Pengetahuan pasien
mengenai hipertensi
2.
3.

Faktor resiko
Faktor sosioekonomi

4.

Kebiasaan pasien

5.

Riwayat penyakit
dahulu
Riwayat penyakit
keluarga
Kepatuhan berobah t

6.
7.
8.

Efek pengobatan
yang diberikan

Hasil Penelusuran
Kurang, pasien masih kurang memahami pengobatan
yang harus dijalani dan komplikasi yang mungkin
dtimbulkan oleh hipertensi.
Pasien merupakan wanita berusia 48 tahun
Pasien adalah istri dari seorang buruh memiliki dua
orang anak, satu orang anak laki-laki berusia 25 tahun
dan perempuan berusia 20 tahun
Aktivitas :
Pasien biasanya memulai aktivitasnya pagi hari dengan
berbelanja ke pasar, kemudian mulai melakukan
aktivitasnya sehari-hari dirumah seperti memasak,
mencuci, dan membersihkan rumah.
Pola makan dan minum :
Pasien belum memiliki kesadaran untuk mengubah pola
makannya menjadi lebih sehat seperti mengurangi
penggunaan garam dalam masakan,
Pola istirahat dan manajemen emosi :
Pasien mengaku sering sulit tidur karena pasien selalu
merasa khawatir dan memikirkan kedua anaknya yang
berada di luar kota.
Kebiasaan lain-lain :
Hipertensi (+)
Ayah pasien menderita hipertensi
Pasien jarang kontrol tekanan darah, hanya kontrol bila
merasa pusing atau kurang enak badan
Setelah berobat ke puskesmas pegal-pegal di badan dan
pusing pasien sudah mereda.

3. Pembahasan
Dari hasil penelusuran kasus, ditemukan bahwa klien mempunyai beberapa
faktor resiko yang dapat mengakibatkan hipertensi, yaitu usia lanjut, jenis kelamin,
riwayat hipertensin 5 tahun, riwayat keluarga hipertensi, dan seringnya
mengkonsumsi makanan yang asin. Dari wawancara yang dilakukan, klien dan
pasangan tidak mengetahui stroke dan akibat penyakit ini, sehingga pencegahan awal
tidak dilakukan.

BAGIAN V
TINDAK LANJUT
Setelah diadakannya kunjungan rumah, pasien sudah mengerti bahwa
penyakitnya merupakan penyakit seumur hidup dan memerlukan terapi yang rutin
serta terus-menerus. Pasien diedukasi untuk memperbaiki pola hidup, latihan aktivitas
dan pola makan minumnya. Pada kunjungan kedua tekanan darah pasien berkurang
sampai 130/80 mmHg, dan pasien juga sudah merasa keluhannya sebelumnya
berkurang.
Pada kunjungan kedua pasien mengaku telah melakukan apa yang disarankan,
dan ia merasa keluhannya mulai berkurang. Namun pada pasien tetap diingatkan
untuk selalu kontrol rutin setiap obatnya habis, dan meminta datang ke puskesmas
untuk selalu kontrol tekanan darah pasien .
Adapun saran-saran yang telah diberikan kepada pasien, antara lain :
Edukasi tentang hipertensi
Pasien diberitahu bahwa penyakit hipertensi merupakan penyakit kronis dengan
komplikasi yang membahayakan, namun dapat dikontrol dengan pengobatan
teratur. Pasien dinasihati untuk mulai menjalani gaya hidup sehat dengan
menghentikan merokok, istirahat teratur, olahraga teratur, mengurangi konsumsi
garam dan makanan berlemak jenuh dan kolesterol tinggi serta menambah
konsumsi buah-buahan dan sayuran.
Edukasi tentang TTH
Pasien diberi pengertian mengenai TTH dan penanganannya, bahwa penyakitnya
bukan masalahserius, sehingga yang perlu dilakukan oleh pasien adalah
menghindari faktor pencetus, manajemen stress dan relaksasi, serta hindari
penggunaan harian obat-obatan pengurang rasa sakit

Modifikasi pola makan

Modifikasi gaya
hidup
Pola makan teratur
berdasarkan DASH2
Pengurangan
garam,
Aktivitas fisik

asupan

Anjuran
Konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan produk susu
rendah lemak dengan kadar lemak jenuh dan lemak total yan
grendah
Asupan garam tidak melebihi 100 meq/l (2,4 gr sodium atau
6 gr sodium klorida).
Disarankan untuk berolahraga teratur 3x/minggu 30menit
setiap kali
Analisis Data

Hari/
Tanggal
Jumat, 26
Agustus
2011

Data
Data Subjektif
Pasien berceritabahwa ia selama
ini mengkhawatirkan anak
pertamanya yang berada di luar
jawa, dan anak keduanya saat ini
meminta untuk dibolehkan
mencari pekerjaan di luar kota
Data Objektif
1.
Pada saat pengkajian, Ny. S
dalam keadaan baik, hanya
dikatakan nyeri kepala masih
sering menyerang bisa sampai
3hari dalam seminggu

Masalah

Etiologi

Nyeri kepala kronis


dan sering
serangan yang
mengganggu
aktivitas seharihari

Adanya faktor
pencetus TTH
kronis berupa
stres psikis
yang belum
tertangani

2.
Senin, 22
Agustus
2011

Nyeri kepala seperti


menekan, tanpa berdenyut
Data Subyektif
1.
Ny S menanyakan, Apakah
keadaan saya ini akan terus
berulang, atau kambuhkambuhan bu?
2.
Ny S menyatakan bahwa
sepengtahuannya, ia hanya
perlu meminum obat darah
tinggi saat terjadi nyeri kepala
saja
Data Objektif :
1.

2.

Ny S menanyakan tentang
bagaimana terjadinya nyeri
kepala seperti yang terjadi
pada dirinya, apakah ada
kaitannya dengan darah tinggi
yang telah dideritanya selama
1 tahun
Ny S menanyakan tentang
penanganan yang harus
dilakukan saat nyeri kepala,
dan bagaimana cara
menghindari terjadinya
serangan tersebut

Kurang
pengetahuan
keluarga Tn S
tentang darah
tinggi dan TTH

Kurang
paparan
informasi

DAFTAR PUSTAKA
Blanda,
M.
2011.
Tension
headache
Treatment
and
Management.
www.emedicine.medscape.com. Diakses tanggal 14 September 2011.

di

Chobanian AV, et al. The Seventh Report of the Joint National Committee on
Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure.
National Institute of Health. USA. 2004.
Eugene B, Anthony SF, Dennis LK. Hypertensive Vascular Disease. In: Harrisons
Principles of Internal Medicine. 15th Edition. McGraw Hill. New York. 2001.
Mansjoer A, Suprohaita, Wardhani WI, Setiowulan W. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1
dan 2. Edisi Ketiga. Media Aesculapius. Jakarta. 2000.
Rani, A.A., Panduan Pelayanan Medik. Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Jakarta.2006
Sjahrir, H. 2005. Konsesus Nasional II Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala.
Kelompok Studi Nyeri Kepala PERDOSSI:Jakarta
Sudoyo, Aru W.,Bambang Setiohadi, Idrus Alwi, dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam. FKUI : Jakarta.