Anda di halaman 1dari 28

Mata Kuliah

Statistik Terapan
Dosen

Gunawan Yusuf, S.Tp,M.Kes

ANALISIS BIVARIAT

Uji Hipotesis komparatif variabel


Numerik
Jenis hipotesis asosiatif
Komparatif

Masalah skala
pengukuran

Numerik

Tdk berpasangan

Berpasangan

2 Klp

2 Klp

> 2 Klp

> 2 Klp

Uji t tdk
One way Uji t
Repeated
berpasangan Anova
berpasang anova
an
Mann Whitney

Kruskal
Willis

Wilcoxon fredmen

Untuk variabel numerik, penggunaan


tabel uji hipotesis akan lebih mudah
dipahami bila dikombinasikan dengan
diaram alur sbb :

Uji Hipotesis Komparatif Skala Numerik

Hipotesis komparatif
Variabel Numerik

Sebaran data normal ?

ya

Berpasangan Tdk berpasangan

2 klp
sama
Uji parametrik
Yang sesuai

berbeda

tidak
Uji non parametrik

>2 klp
sama

berbeda

Tanda panah melengkung pertama (1)


menunjukkan upaya yang dilakukan untuk
menormalkan distribusi data dari tidak
normal menjadi normal.
Tanda panah melengkung yang kedua (2)
manunjukkan upaya yang dilakukan supaya
data yang mempunyai varians berbeda
dupayakan untuk mempunyai varians yan g
sama.
Upaya ini dinamakan upaya transpormasi
data.

Transformasi dilakukan dengan


menggunakan fungsi log, akar, kuadrat, dll.
Bila proses transformasi data berhasil maka
akan berujung pada uji parametrik.
Apabila tidak berhasil maka proses akan
berujung pada uji nonparametrik.
Bagaimana proses transformasi ini
dilakukan dengan program SPSS

Uji hipotesis Komparatif


variabel ordinal

Alur menuju pemilihan uji hipotesis


komparatif variabel ordinal
Masalah skala
pengukuran

Jenis hipotesis Asosiasinya


Komparatif

Kategorik
(Ordinal)

Tdk berpasangan

Berpasangan

2 kelompok

> 2 kelopok

2 kelompok

Kruskal
willis

Wicoxon

Mann
Whitney

> 2 kelompok
Fridman

3. Uji hipotesis komparatif


kategorik tidak
berpasangan dalam bentuk
tabel B x K

Alur menuju pilihan uji hipotesis veriabel


kategorik tidak berpasangan
Masalah skala
pengukuran

Jenis hipotesis asosiatif


komparatif
Tidak berpasangan

Kategorik (nominal /
ordinal

Chi-square
Fisher
Kolmogorof-Smirnov
(Tabel B x K)

Uji hipotesis alur menuju pilihan uji


hipotesis veriabel kategorik tidak
berpasangan akan lebih mudah di
pahami bila di kombinasikan dengan
diagram uji hipotesis B x K sebagai
berikut :

Hipotesis Kategorik tidak berpasangan


dalam bentuk tabel B x K
Tabel B x K

Tabel 2 x 2

Tabel 2 x K

Tabel selain
2x2&2xK

Syarat chi square terpenuhi Uji chi square

Uji fisher

Uji kolmogorov
Smirnov

Penggabungan
sel

Dari diagram diatas kita dapat menarik


beberapa catatan penting sebagai berikut :
1.
Semua hipotesis untuk kategorik tidak
berpasangan menggunakan uji ChiSquare, bila memenuhi syarat uji Chisquare.
2.
Syarat uji Chi-Square adalah sel yang
mempunyai nilai Expected kurang dari 5,
maksimal 20 % dari jumlah sel

3. Jika syarat uji Chi-square tidak terpenuhi, maka


dipakai uji alternatifnya
Alternatif uji chi-Square untuk tabel 2 x 2
adalah uji fisher.
Alternatif uji Chi-Square untuk tabel 2 x K
adalah uji kolmogorov-smirnov
Alternatif uji Chi-Square untuk tabel selain 2 x
2 dan 2 x K adalah penggabungan sel. Setelah
dilakukan penggabungan akan terbentuk suatu
tabel B x K yang baru. Uji hipotesis yang dipilih
sesuai dengan tabel B x K yang baru tersebut.

Syarat uji chi square => sel yang


mempunyai nilai Expected < 5
maksimal 20 % dari jumlah sel.
Expected adalah nilai yang diperoleh
apabila hipotesis nol diterima

4. Uji Hipotesis komparatif variabel


kategorik berpasangan (prinsip P x K )

Uji Hipotesis alur menuju pemilihan uji


hipotesis variabel kategorik berpasangan.
Masalah Skala pengukuran Jenis hipotesis asosiatif
Komparatif
Berpasangan
Kategorik (Nominal /
Ordinal)

McNemar, Cochran
Marginal Homogeneity
Wilcoxon, friedman
( Tabel P x K)

Diagram uji Hipotesis skala kategorikal


berpasangan
Uji Hipotesis
Kategorikal berpasangan
(prinsip P x K)
Jml
pengula
ngan

>2

Jml kategori

2
kategori
2x2
Mc nemar

2
kategori
2 x (>2)
Margenel
Homogeneity
Wilcoxon

2
kategori

>2
kategori

(>2) x 2
Cochran

(>2) x (>2)
Friedman

Dari diagram diatas dapat diambil


kesimpukan sebagai berikut :
1. Jika jumlah pengulangan 2 dan jumlah
kategori 2 maka uji yang digunakan
adalah uji Mc Nemar.
2. Jika jumlah pengulangan 2 dan jumlah
kategori >2 maka uji yang digunakan
adalah Uji Marginal Homogeneity atau
wilcoxon.

3. Jika jumlah pengulangan >2 dan jumlah


kategori 2 maka uji yang digunakan ada;ah
uji Cochran
4. Jika jumlah penglangan >2 dan jumlah
kategori >2 maka uji yang digunakan
adalah uji Fredman

5. Hipotesis Korelatif

Kita dapat memilih uji hipotesis korelatif dengan


berpedoman pada tabel sebagai berikut
Variabel 1

Variabel 2

Uji korelasi yang di pilih

Nominal
Nominal
Ordinal
Oridinal
Numerik

Nominal
Ordinal
Ordinal
Numerik
Numerik

Koefisien kontigensi,lamda
Koefisien kontigensi,lamda
Speareman, Gamma, somer d
Spearman
Pearson

Leterangan :
Korelasi untuk variabel numerik, memakai uji
pearson dengan uji spearman sebagai alternatifnya

Alur pemilihan uji hipotesis korelatif untuk


variabel numerik
Hipotesis komparatif
variabel numerik
Sebaran normal ?
ya

Uji parametrik
Pearson

Tidak

Uji nonparametrik
Spearman

Bila data tidak normal dilakukan usaha untuk


menormalkan distribusi data dari tidak normal
menjadi normal (proses tansformasi data)

Tahukah anda dengan


berpedoman pada tabel uji
Hipotesis anda sudah bisa
menentukan sebagian besar uji
Hipotesis yang sesuai dengan
set data yang anda miliki ?

Tabel Hipotesis Bivariat


Masalah
skala
pengukura
n

Numerik

Jenis Hipotesis (Asosiasinya)


Komparatif
Tidak Berpasangan

2 KLP

> 2 KLP

Korelasi
Berpasangan

2 KLP

> 2 KLP

Uji t tdk
One way
berpasangan Anova

Uji t
Repeated
berpasangan Anova

Kategorik
(ordinal)

Mann
Whitney

Wilcoxon

Kategorik
(Nominal/
Ordinal)

Chi-Square fesher
Kolmogorov-Smirnov
(tabel B xK)

Kruskal
Wallis

fredman

McNemar, Cochram
Marginal Homogenity,
Wilcoxon, fredman

Pearson *

Spearman
Somersd
Gamma
Koefisien
kontingensi
Lamda