Anda di halaman 1dari 2

Prevalensi Stroke Menurut Provinsi di Indonesia (Riskesdas 2007 dan

2013)
Provinsi
Aceh
Sumatra Utara
Sumatra Barat
Riau
Jambi
Sumatra
Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka
Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
NTB
NTT
Kalimantan
Barat
Kalimantan
Tengah
Kalimantan
Selatan
Kalimantan
Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi
Tengah
Sulawesi
Selatan
Sulawesi
Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

Tahun
D
10,4
5
6,9
3,8
4,5
6,3

2007
D/G
16,6
6,8
10,6
5
6,1
7,3

Tahun
D
6,6
6
7,4
4,2
3,6
5,2

2013
D/G
10,5
10,3
12,2
5,2
5,3
7,8

5,5
5,4
6,4

6,5
6,4
8,1

7
3,7
9,7

9,4
5,4
14,6

10,1
9,4
7,5
5,7
7,1
5,9
5,9
4,4
7,2
4,5
4,6

14,9
12,5
9,3
7,6
8,4
7,7
7,2
6,8
12,5
7,1
5,5

7,6
9,7
6,6
7,7
10,3
9,1
5,1
5,3
4,5
4,2
5,8

8,5
14,6
12
12,3
16,9
16,0
9,6
8,9
9,6
12,1
8,2

5,3

6,8

6,2

12,1

7,9

9,8

9,2

14,5

7,7

10,0

8,5
4,8

10,4
10

10,8
7,4

14,9
16,6

7,4

7,1

17,9

3,9

7,6

4,8

8,8

8,2
2,9
3,8
5,6
5,7
2,4

14,9
5,3
4,6
6,7
9,5
3,8

8,3
5,9
4,2
4,6
4,2
2.3

12,3
15,5
8,7
10,7
5,8
9,4

Indonesia

8,3

12,1

Catatan :
D = Diagnosa oleh Tenaga Kesehatan
D/G = Didiagnosis oleh tenaga kesehatan atau dengan
gejala

Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan


sebesar 7,0 per mil dan yang berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan
atau gejala sebesar 12,1 per mil. Jadi, sebanyak 57,9 persen penyakit stroke
telah terdiagnosis oleh nakes. Prevalensi penyakit jantung koroner, gagal
jantung, dan stroke terlihat meningkat seiring peningkatan umur responden.
Prevalensi stroke sama banyak pada laki-laki dan perempuan.