Anda di halaman 1dari 110

Etika, & Medikolegal

Siswo P Santoso

Chicho

Hukum & Etika


Tujuan :
mengatur ketentraman
mengatur ketertiban
pergaulan masyarakat
Merupakan :
Norma-norma
Nilai-nilai
Pola tingkah laku kelompok masyarakat tertentu dalam
memberi pelayanan dan jasa pada masyarakat

12/07/15

chicho

Profesi ( pengakuan) Kesehatan


Dokter
Dokter gigi
Farmasi
Kesehatan masyarakat
Keperawatan
Kesehatan lingkungan
Dll

12/07/15

chicho

Ciri-ciri profesi
Mengikuti pendidikan sesuai standar nasional
Pekerjaannya berlandas etik profesi
Mengutamakan kemanusiaan dari keuntungan
Legal, melalui perizinan
Belajar sepanjang hayat
Terorganisasi

12/07/15

chicho

Pengertian Hukum
Hukum (S.M.Amri)adalah kumpulan peraturan yang terdiri dari
norma dan sanksi, yang bertujuan untuk mengadakan ketertiban
dalam pergaulan manusia, sehingga keamanan dan ketertiban
terpelihara.
Hukum (Y.C.T. Simorangkir, dan Woeryono Sastropranoto )
adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang
menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat
yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran
mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibatkan diambilnya
tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.

12/07/15

chicho

Hukum Kesehatan
Dimulai dari World Congress of Medical Law di Belgia, 1967
Dikembangkan melalui World Congress of The Association for
Medical Law (periodik)
Kelompok Studi Hukum Kedokteran FKUI, 1982
PERHUKI, Jakata tahun 1987
PERHUKI SUMUT, 1986, Medan

12/07/15

chicho

Hukum Kesehatan
melingkupi
H. Kedokteran
H. Kedokteran Gigi
H. Keperawatan
H. Farmasi klinik
H. Rumah Sakit
H. Kesehatan Masyarakat
H. Kesehatan Lingkungan
Dan sebagainya

12/07/15

chicho

Hukum Kedokteran
Merupakan bagian H. Kesehatan
Mengenai medical care / services
Hak dan kewajiban pasien, dokter, Rumah Sakit,
Masyarakat baik penerima maupun pemberi layanan
dalam aspek organisasi, sarana, pedoman standar
pelayanan medik, ilmu pengetahuan kesehatan.

12/07/15

chicho

Hukum
Peraturan perundang-undangan
Dibuat oleh pemerintah
Mengatur pergaulan hidup masyarakat
Hukum Perdata, mengatur antar subjek sederajat. KUH Perdata :
Burgelijk Wetboek (BW), 30 april 1887
Hukum Pidana adalah peraturan mengenai hukuman. Kedudukan
pemerintah labih tinggi. KUH Pidana, Wetboek van Strafrecht, 1
Januari 1918 :

12/07/15

chicho

Persamaan Etik dan Hukum Kedokteran


Alat untuk mengatur ketertiban masyarakat
Objeknya adalah tingkah laku manusia
Mengandung hak dan kewajiban anggota
Menggugah kesadaran untuk bersikap manusiawi
Sumber hasil pemikiran para pakar dan pengalaman
para senior

12/07/15

chicho

10

Beda Etika dan Hukum

Opsi
Berlaku
Dibuat
Tertulis
Sangsi
Solusi

12/07/15

ETIKA
Profesi
Anggota
tak lengkap
Tuntunan
Tak selalu perlu bukti

chicho

HUKUM
Umum
Pemerintah
Lengkap
Tuntutan
Perlu bukti fisik

11

Etika
Istilah dari bahasa yunani kuno ethos,= yang baik,
yang layak
bentuk tunggal punya banyak arti:
tempat tinggal yang biasa
padang rumput
kandang
kebiasaan
adat akhlak
watak
perasaan
sikap
cara berpikir
12/07/15

chicho

12

Etika
Dalam bentuk jamak (ta etha) ;
adat kebiasaan.

Arti adat kebiasaan menjadi latar belakang


terbentuknya istilah etika

12/07/15

chicho

13

Etika
Etika mempunyai tiga arti yaitu (KBBI - Depdikbud,1988)
1. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang
hak dan kewajiban moral (akhlak)
2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak
3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu
golongan atau masyarakat.

12/07/15

chicho

14

Etika
Aristoteles (384-322 sM) filsuf Yunani
memakainya untuk menunjukkan filsafat moral.

12/07/15

chicho

15

Etika moral
Etimologi
Kata Etika (yunani) = Moral (latin) adalah adat
kebiasaan
Moral dari bahasa latin mos (jamak mores) yang
berarti kebiasaan, adat.

12/07/15

chicho

16

Etiket & Etika


Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus
dilakukan manusia
misal; memberi dengan tangan kanan kepada atasan
atau orang lebih tua,

Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu


perbuatan;
Etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri.
misal;jangan mencuri

12/07/15

chicho

17

Etiket & etika


Etiket hanya berlaku dalam pergaulan
(misal; tidak ada saksi mata etiket tidak berlaku)

Etika tetap berlaku meskipun tanpa pergaulan.


(misal;mengembalikan barang pinjaman)

12/07/15

chicho

18

Etiket & etika


Etiket bersifat relatif
misal; makan dengan tangan.

Etika bersifat absolut


misal; jangan membunuh.

12/07/15

chicho

19

Etiket & etika


Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah
saja tetapi etika menyangkut manusia dari segi
dalam.

12/07/15

chicho

20

Nilai
Nilai berkaitan dengan subyek, harus ada subyek
yang menilai
Nilai tampil dalam suatu konteks praktis, dimana
subyek ingin membuat sesuatu, pendekatan teoritis
semata tidak akan ada nilai
Nilai menyangkut sifat-sifat yang ditambah oleh
subyek pada sifat-sifat yang dimiliki obyek, nilai
tidak dimiliki obyek pada dirinya.

12/07/15

chicho

21

Etik
De Graaf, 1972.
Etik: Kesadaran yg sistematis thd perilaku yg dapat
dipertanggungjawabkan.
Spoke, 1977
Etik: kesadaran yg sistematis thd masalah & atau yg
dirasakan baru.norma yg sudah ada
Ratna Suprapti Samil,editor Kode Etik Kedokteran
Indonesia.
Etik terbentuk dari 2 perkataan latin; mores of a
community dan ethos of the people (kesopanan suatu
masyarakat dan akhlak manusia)
12/07/15

chicho

22

Etik
Etik adalah cabang ilmu filsafat mempelajari moralitas
Etik deskriptif:sains yg mempelajari moral (mempelajari
empiris ttg moralitas atau menjelaskanpandangan
moral saat itu)

12/07/15

chicho

23

Etik
Terdiri:
Etik normatif: benar atau salah secara moral dalam
kaitan dgn tindakan manusia
Etik metaetik: analisis konsep moral

12/07/15

chicho

24

Teori etika
1. deontologi: baik buruk perbuatan harus dilihat dari
perbuatan itu sendiri (Immanuel Kant) didasari ajaran
agama, tradisi dan budaya
2. teleologi: baik buruk tindakan dari hasilnya atau
akibatnya (D Hume,J Bentham,JS Mills) didasari
penalaran dan pembenaran azas manfaat (utilitarian)

12/07/15

chicho

25

Etika
Prof Dr W Banning dlm Sociale Ethiek,1949
Etika adl Teori ttg kelakuan/perbuatan manusia, yaitu
ditimbang menurut baik dan buruknya

12/07/15

chicho

26

Etika & Moral


Etimologi (asal-usul kata): aarti yg sam dari dua bahasa
berbeda.
Moral dari kata latin moralis, mos, moris berarti
adat,istiadat, kebiasaan,cara, tingkah laku, kelakuan dan
mores berarti adat istiadat, kelakuan, tabiat, watak,
akhlak, cara hidup.
Etika (ethics:Inggris) dari kata Yunani ethikos, ethos,
berarti adat, kebiasaan, praktik (customs:inggris)
Keduanya berrkaitan sistem nilai, sikap, tingkah laku &
perbuatan manusia (hub hati nurani & penilaian)

12/07/15

chicho

27

Klasifikasi Etika
1. Etika Umum = etika filosofis, etika teoritis
Kajian atau refleksi tentang moral, yaitu sistem nilai atau
konsensus sosial ttg perilaku dan tindakan manusia yg
dianggap baik atau buruk, benar atau salah, pantas atau
tidak pantas

12/07/15

chicho

28

Klasifikasi Etika
2.Etika khusus = etika praktis, etika terapan
Penerapan teori2 dan asas2 etika umum pd bidang
khusus tertentu dari kegiatan manusia
2.1 Etika individual;etika menyangkut perorangan dan
hubungan antare individu ( spt hub dokter pasien)
2.2 Etika Individual; etika dlm ikatqan institusi, spt etika
RS, etika PT, dsb
2.3 Etika Sosial; tanggungjawab moral individu dan
institusi thd umat manusia (kontrak sosial)

12/07/15

chicho

29

Bukan Etika
Peter Singer;
Etika bukan seperangkat larangan khusus yg hanya
berhubungan dg perilaku seksual
Etika bukan sistem yg ideal, luhur dan baik dlm teori
namun tidak ada gunaya dlm praktik
Etika bukan sesuatu yg dpt dimengerti dlm konteks
agama
Etika bukan sesuatu yg relatif dan subyektif.

12/07/15

chicho

30

Bioetik & Etika Kedokteran


Bioetika (Biomedical ethics): cabang etik normatif, etik
yang berkaitan praktek kedokteran dan atau penelitian
bidang biomedis
Etika adalah disiplin ilmu yg mempelajari baik buruk
atau benar salahnya sikap dan atau perbuatan individu
atau institusi secara moralitas
Baik buruk dilihat dari sisi moral memakai pendekatan
teori etika. (teori Deontologi & Telelologi)
Etika Kedokteran adl kepedulian dan tanggungjawab
moral dokter thd hiudp dan kesehatan pasiennya

12/07/15

chicho

31

Pengertian Etika
Kamus Besar Bahasa Indonesia:
Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak
dan kewajiban moral.
Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak.
Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.

12/07/15

chicho

32

Pengertian Bioetika
Bioetika ialah suatu disiplin baru yang menggabungkan
pengetahuan biologi dengan pengetahuan mengenai
sistem nilai manusia, yang akan menjadi jembatan
antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan, membantu
menyelamatkan kemanusian, dan mempertahankan dan
memperbaiki dunia beradab. (Van Potter, 1970s)
Bioetika ialah kajian mengenai pengaruh moral dan
sosial dari teknik-teknik yang dihasilkan oleh kemajuan
ilmu-ilmu hayati. (Honderich Oxford, 1995)

12/07/15

chicho

33

Bioetika
Bioetika (bios=kehidupan ; ethos = nilai-nilai moral) atau
etika biomedis adalah studi interdisipliner tentang
problem-problem yang ditimbulkan oleh perkembangan
di bidang biologi dan ilmu kedokteran, baik pada skala
mikro maupun makro, masa kini dan masa mendatang.
(Bertens, 2001)

12/07/15

chicho

34
34

Bioetika
Bioetika bukanlah suatu disiplin. Bioetika telah menjadi
tempat bertemunya sejumlah disiplin, diskursus , dan
organisasi yang terlibat dan peduli pada persoalan etika,
hukum, dan sosial yang ditimbulkan oleh kemajuan
dalam kedokteran, ilmu pengetahuan, dan bioteknologi.
(Onara ONeill, 2002)

12/07/15

chicho

35

Bioetika
Bioetika mengacu pada kajian sistematis, plural dan
interdisiplin dan penyelesaian masalah etika yang timbul
dari ilmu-ilmu kedokteran, hayati, dan sosial,
sebagaimana yang diterapkan pada manusia
danhubungannya dengan biosfera, termasuk masalah
yang terkait dengan ketersediaan dan keterjangkauan
perkembangan keilmuan dan keteknologian dan
penerapannya. (Preliminary Draft Declaration on
Universal Norms on Bioethics, UNESCO, 2005)

12/07/15

chicho

36

Bioetika
Sahin Aksoy dalam BioMed Central Medical Ethics, 2002,
Etika sebagai bagian cabang dari filsafat terapan yang
mencari perangkat perilaku apa yang benar apa yang
salah, yang baik dan yang jelek di dalam suatu keadaan
tertentu;
Bioetika ialah semacam ilmu pengetahuan yang
menawarkan pemecahan masalah bagi konflik moral
yang timbul dalam tindakan dan praktek kedokteran dan
ilmu hayati.

12/07/15

chicho

37

Bioetika
Ciri:
1. Interdisiplinerilitas -melibatkan ilmu biomedis, hukum,
ilmu sosial, teologi, dll.
2. Internasionalisasi problem-problem etis yang
ditimbulkan dalam perkembangan ilmu-ilmu hayati
bersifat internasional
3. Plularisme -banyak golongan dan pandangan
diikutsertakan

12/07/15

chicho

38

Bioetika
Sejak tahun 1960-an :
Berkembangnya Revolusi bioteknologi dan biomedis
Pengendalian populasi : Kontrasepsi, sterilisasi
Perpanjangan hidup : respirator, pacu jantung,
hemodialisis, transplantasi, organ buatan, dsb.
Pengakhiran hidup: abortus, eutanasia
Rekayasa genetik, klonasi
Teknologi reproduksi buatan, bayi tabung, surrogate mother
Seleksi kelamin, tukar kelamin, face-off

12/07/15

chicho

39
39

Tiga Instrumen Internasional Terkait Bioetika


Universal Declaration on Human Genome and Human Rights,
UNESCO 29th General Conference (1997)
International Declaration on Human Genetic Data(ID-HGD),
UNESCO 32nd General Conference; deklarasi ini juga memuat
ketentuan-ketentuan mengenai human proteomic data(2003)
Universal Declaration on Bioethics and Human Rights,(UD-BHR)
UNESCO 33rd General Conference (2005

12/07/15

chicho

40

12/07/15

chicho

41

Etik Kedokteran
Etik tertua
Prinsip-prinsip moral
Azas-azas akhlak yang harus diterapkan dokter pada:
Pasien
teman sejawat
masyarakat pada umumnya

12/07/15

chicho

42

Landasan Etik Kedokteran


Sumpah Hippokrates (460 377 SM)
Deklarasi Geneva (!948)
International Code of Medical ethics(1949)
Lafal Sumpah Dokter Indonesia (1960)
Kode Etik Kedokteran Indonesia (1983)
Deklarasi World Medical Association

12/07/15

chicho

43

Kode Etik Kedokteran


Istilah kode (Code:inggris) asal kata latin codex yg
berarti buku, atau sesuatu yg tertulis, atau seperangkat
asas-asas atau aturan-aturan.
Kode Etik Kedokteran: seperangkat (tertulis) ttg aturanaturan etika yg memuat amar (apa yg dibolehkan) dan
larangan (apa yg hrs dihindari) sbg pedoman pragmatis
bagi dokter dlm menjalankan profesinya.

12/07/15

chicho

44

Deklarasi Ikatan Dokter Sedunia


Deklarasi Geneva (1948), Lafal Sumpah Dokter
D. Helsinki (1964), Riset Klinik
D. Sydney (1968), Saat Kematian
D. Oslo (1970), Pengguran kandungan atas Indikasi
Medik
D. Tokyo (1975), Penyiksaan

12/07/15

chicho

45

Empat prinsip moral


Beauchamp & Childress ,1944
1. prinsip otonomi: menghormati hak pasien, hak otonomi
pasien, terutama hak otonomi pasien.
2. prinsip beneficence: tindakan untuk kebaikan pasien
3. prinsipnon-maleficence: melarang tindakan
memperburuk keadaan pasien
4. prinsipjustice: mementingkan fairness dan keadilan
bersikap maupun distribusi sumber daya (distibution
justice)

12/07/15

chicho

46

pedoman lain (derivat prinsip)


o
o
o
o

Veracity: berbicara benar,jujur dan terbuka


Privacy: menghormati hak privasi pasien
Confidentiality: menjaga kerahasiaan pasien
Fidelity: kesetiaan dan memegang janji

12/07/15

chicho

47

Nilai nilai
Nilai-nilai etika profesi tercermin dalam sumpah dokter
dan kode etik kedokteran (kontrak moral dengan
Tuhan)
Hukum kedokteran yang baik haruslah hukum yang
etis

12/07/15

chicho

48

Etika Klinik
Keputusan etik (klinik) dalam 4 essensi pelayanan klinik
1. indikasi medik (Medical Indication): prosedur diagnostik
& terapi sesuai keadaan pasien & mengobatinya
(prinsip beneficence & non maleficence)
2. preferensi pasien (Patient Preferrences): nilai &
penilaian pasien ttg manfaat & beban yg akan
diterimanya (otonomi), pasien kompeten/tidak
memutuskan

12/07/15

chicho

49

Etika Klinik
3. kualiltas hidup (Quality of Life): aktualisasi tujuan
kedokteran (beneficence, non maleficence dan
otonomy)
4. contextual feature: aspek non medis mempengaruhi
keputusan (faktor keluarga, ekonomi, agama, budaya,
kerahasiaan, alokasi sumber daya, faktor hukum)

12/07/15

chicho

50

Etik dalam pelayanan kesehatan


Dalam praktek 3 model Gatekeeper dokter:
1. peran traditional: memikul beban moral
penyelenggaraan layanan kesehatan dan medis
(praktek secara kompeten & rasional ilmiah).
2. peran negative gatekeeper: sistem kesehatan
prabayar atau kapitasi, dokter diharapkan membatasi
akses pelayanan pasien ke layanan medis)
3. peran positive gatekeeper: dokter sangat tertutup dan
tidak dapat dipertanggungjawabkan secara moral
(penggunaan fasilitas teknologi tinggi untuk
kepentingan keuntungan/profit)

12/07/15

chicho

51

Etik pada awal & akhir kehidupan


Awal Kehidupan:
Sisi bioetik berhadapan dengan kemajuan teknologi
Seperti isu Aborsi, cloning, bayi tabung, deteksi
kecacatan pra-natal, penyakit herediter, dll dengan
penyalahgunaan teknologi
Akhir Kehidupan:
Isu bioetik penghentian terapi cairan& nutrisi
pasien.pera keluargadalam keputusan medis thd
pasien, permintaan terapi minimal oleh pasien
Pertimbangan tindakan sia-sia untuk tidak dilanjutkan
dan secara moral benar (misal kasus RJP)
12/07/15

chicho

52

Etika pada penelitian kedokteran


Deklarasi Helsinki atas dasar pertimbangan deklasrasi
Geneva
Sumpah dokter; kesehatan pasien saya akan menjadi
pertimbangan pertama saya
Etik kedokteran; dokter harus bertindak untuk
kepentingan pasien dlm menjalankan profesi
kedokterannya yg mungkin mengakibatkan
melemahnya keadaan fisik dan mental pasien

12/07/15

chicho

53

Etika pada penelitian kedokteran


Dasarnya:
penelitian medis harus ilmiah, tujuan bermanfaat,
penggunaan subjek sukarela & tahu segala sesuatu ttg
penelitian tersebut, menggunakan kehidupan dan
kesehatan subjek, mencegah atau mengantisipasi
resiko berbahaya, menghormati privasi dan martabat
subjek

12/07/15

chicho

54

Mikro alokasi pelayanan kedokteran


Dokter dihadapi dengan banyak pasien yg butuh
fasilitas atau layanan medis dg keterbatasan sumber
daya yg dimilikinya

12/07/15

chicho

55

Komite Etik Rumah Sakit


Berfungsi memberi analisis etik dan rekomendasi kpd
pimpinan RS dlm menghadapi masalah etik, baik etik
profesi lingkungan RS, ataupun etika bisnis dan etik
institusi lainnya.
Garis besar Fungsi:
Pendidikan
Rekomendasi kebijakan Rumah Sakit
Pembahasan kasus

12/07/15

chicho

56

Etika Rumah Sakit Indonesia


Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (KODERSI)
Kewajiban umum RS:
Bertanggunjawab atas semua kejadian di RS
sebagai corporate liability
Memberi layanan yg baik
Memberikan pertoongan emergency tanpa
mengharuskan pembayaran uang muka
Memelihara rekam medis dg baik
Memelihar peralat siap pakai
Merujuk ke RS lain bila tidak tersedia peralatan
atau tenaga di RS tsb
12/07/15

chicho

57

Etika Rumah Sakit Indonesia


Kewajiban thd masyarakat:
Berlaku jujur dan terbuka
Peka saran & kritik masyarakat
Berusaha menjangkau pasien diluar RS

12/07/15

chicho

58

Etika Rumah Sakit Indonesia


Kewajiban thd pasien:
RS mengindahkan hak-hak asasi pasien
Memberikan penjelasan penyakit dantindakan medik
kpd pasien
Meminta persetujuan pasien
Mengindahkan hak pribadi dan menjaga rahasia pasien

12/07/15

chicho

59

Etika Rumah Sakit Indonesia


Kewajiban thd tenaga staf
RS harus menyeleksi staf dokter
Menjaga koordinasi dan hubungan baik antar seluruh
staf
Mengawasi agar segala sesuatu sesuai dengan
standar profesi dan bersikap adil tanpa pilih kasih

12/07/15

chicho

60

Etika Rumah Sakit Indonesia


Kewajiban lain
RS wajib meningkatkan mutu pelayanan
Mengikuti perkembangan dunia perumahsakitan,
Memelihara hubungan baik antar RS
Menghindarkan persaingan tidak sehat
Menggalang kerjasama dg instansi lain di bidang
kesehatan
Berupaya membantu penelitian demi perkembangan
iptekdok
Melakukan pemasaran sesuai kodersi dan informatif.

12/07/15

chicho

61

Kaitan dengan Kode Etik Profesional


Kode etik RS berhubungan erat dg kode etik
profesional yg bekerja di RS, baik profesional
kesehatan, non kesehatan
Kode etik RS tidak boleh bertentangan dg kode etik
profesional

12/07/15

chicho

62

Kode Etik Kedokteran Indonesia


4 kewajiban, yaitu
1. kewajiban umum,
2. kewajiban terhadap pasien,
3. kewajiban terhadap teman sejawat, dan
4. kewajiban terhadap diri sendiri.
.

12/07/15

chicho

63

Kode Etik Kedokteran Indonesia


Bunyi pasal-pasalnya adalah sbb:
1. Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan
mengamalkan sumpah dokter.
2. Seorang dokter harus senantiasa berupaya
melaksanakan profesinya sesuai dengan standar yang
tertinggi
3. Dalam melaksanakan pekerjaan kedokterannya,
seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu
yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan
kemandirian profesi.
4. Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan
yang bersifat memuji diri..
12/07/15

chicho

64

Kode Etik Kedokteran Indonesia


5. Setiap perbuatan atau nasehat yang mungkin
melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya
diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien,
setelah memperoleh persetujuan pasien
6. Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam
mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan
teknik atau pengobatan baru yang belum diuji
kebenarannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan
keresahan masyarakat.

12/07/15

chicho

65

Kode Etik Kedokteran Indonesia


7. Setiap dokter hanya memberi surat keterangan dan
pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya.
a.

b.

b.

c.

12/07/15

Seorang dokter harus, dalam setiap praktik medisnya, memberikan


pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral
sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang (compassion) dan
penghormatan atas martabat manusia.
Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan
pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan
sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau
kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan, dalam
menangani pasien. melindungi hidup makhluk insani.
Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien, hak-hak
sejawatnya, dan hak tenaga kesehatan lainnya, dan harus menjaga
kepercayaan pasien.
Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban

chicho

66

Kode Etik Kedokteran Indonesia


8. Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus
memperhatikan kepentingan masyarakat dan
memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan
yang menyeluruh (promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif), baik fisik maupun psiko-sosial, serta
berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat
yang sebenar-benarnya
9. Setiap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat
di bidang kesehatan dan bidang lainnya serta
masyarakat, harus saling menghormati.

12/07/15

chicho

67

Kode Etik Kedokteran Indonesia


10. Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mem
pergunakan segala ilmu dan ketrampilannya untuk
kepentingan pasien. Dalam hal ia tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, maka
atas persetujuan pasien, ia wajib merujuk pasien
kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam
penyakit tersebut.
11. Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada
pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan
keluarga dan penasehatnya dalam beribadat dan atau
dalam masalah lainnya.

12/07/15

chicho

68

Kode Etik Kedokteran Indonesia


12. Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga
setelah pasien itu meninggal dunia.
13. Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat
sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia
yakin ada orang lain bersedia dan mampu
memberikannya.
14. Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya
sebagaimana ia ingin diperlakukan

12/07/15

chicho

69

Kode Etik Kedokteran Indonesia


15. Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari
teman sejawat, kecuali dengan persetujuan atau
berdasarkan prosedur yang etis.
16. Setiap dokter harus memelihara kesehatannya supaya
dapat bekerja dengan baik.
17. Setiap dokter harus senantiasa mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
kedokteran / kesehatan.

12/07/15

chicho

70

Kode Etik Kedokteran


Penjabaran tertulis dari sumpah dokter dan masih
bersifat umum, sehingga IDI menerbitkan Pedoman
Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia yg berisi
penjelasan dg contoh-contoh.

12/07/15

chicho

71

Sumpah Dokter Indonesia


Lafal Sumpah Dokter Indonesia PP No.26 Thn 1960
Merupakan pernyataan kesanggupan utk pelaksanaan
profesinya dg cara sebaik-baiknya, berdasarkan moral
dan etik yg menjadi kewajiban & tanggungjawab dokter
secara umum.

12/07/15

chicho

72

Rahasia Kedokteran
Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1966 yang
mengatur tentang wajib simpan rahasia kedokteran
mewajibkan seluruh tenaga kesehatan untuk
menyimpan segala sesuatu yang diketahuinya selama
melakukan pekerjaan dibidang kedokteran sebagai
rahasia.

12/07/15

chicho

73

Rahasia Kedokteran
UU Praktik Kedokteran memberikan peluang
pengungkapan informasi kesehatan terbatas, dlm pasal
48 ayat (2) :
untuk kepentingan kesehatan pasien
untuk memenuhi permintaan aparatur penegak hukum
dalam rangka penegakan hukum
permintaan pasien sendiri
berdasarkan ketentuan undang-undang.

12/07/15

chicho

74

Rahasia Kedokteran
Ketentuan pasal 50 KUHP yang menyatakan bahwa
seseorang tidak akan dipidana oleh karena melakukan
suatu perbuatan untuk menjalankan undang-undang
memperkuat peluang bagi tenaga kesehatan dalam
keadaan dan situasi tertentu dapat membuka "rahasia
kedokteran" tanpa diancam pidana

12/07/15

chicho

75

Rahasia Kedokteran
Hal ini mengakibatkan "bebasnya" para dokter dan
tenaga administrasi kesehatan dalam membuat visum
et repertum (kewajiban dalam KUHAP) dan dalam
menyampaikan pelaporan tentang statistik kesehatan,
penyakit wabah dan karantina (diatur dalam UU
terkait).
Alasan lain yang memperbolehkan membuka rahasia
kedokteran adalah adanya ijin atau persetujuan atau
kuasa dari pasien itu sendiri, perintahjabatan (pasal 51
KUHP), daya paksa (pasal 48 KUHP), dan dalam
rangka membela din (pasal 49 KUHP).

12/07/15

chicho

76

Rahasia Kedokteran
Selain itu etika kedokteran umumnya membenarkan
pembukaan rahasia kedokteran secara terbatas untuk
kepentingan konsultasi profesional, pendidikan dan
penelitian
Dalam kaitannya dengan keadaan yang memaksa
dikenal dua keadaan, yaitu pengaruh daya paksa yang
memadai (overmacht) dan keadaan yang memaksa
(noodtoestand).
Noodtoestand dapat diakibatkan oleh tiga keadaan,
yaitu adanya pertentangan antara dua kepentingan
hukum, pertentangan antara kepentingan hukum
dengan kewajiban hukum, dan pertentangan antara
dua kewajiban hukum.
12/07/15

chicho

77

Rekam Medis
Isu etik dalam infomasi kesehatan umumnya
berhubungan dengan dokumentasi, pemberian kode
(coding), pengungkapan informasi, manajemen mutu
kesehatan masyarakat dan managed care, informasi
kesehatan yang sensitif dan teknologi.
Secara etik dilarang melakukan pencatatan mundur
dan pengubahan catatan dalam rekam medis agar
disesuaikan dengan hasil layanan yang terjadi.

12/07/15

chicho

78

Rekam Medis
Pengungkapan Informasi ada 3 masalah etik, ;
Pelanggaran prinsip kebutuhan tahu (need-to-know
principle).
Penyalahgunaan surat persetujuan atau otorisai yang
tidak tertentu (blanket authorization)
Pelanggaran privasi yang terjadi sebagai akibat dari
prosedur pengungkapan sekunder (secondary
release).

12/07/15

chicho

79

Rekam Medis
Secara tradisional, standar pengungkapan informasi
adalah kebutuhan tahu.
Apabila suatu perusahaan asuransi menerima
permintaan bayar dari seorang pasien bagi tindakan
medik yang telah dijalaninya
Pasien kadangkala menandatangani otorisasi yang
tidak tertentu (blanket authorization) tanpa memahami
implikasinya.
Peminta informasi kemudian dapat mengunakannya
untuk bertahun-tahun, sehingga pasien tidak dapat
mengantisipasi penggunaan otorisasi tersebut di
kemudian hari.
12/07/15

chicho

80

Rekam Medis
Masalah pelepasan informasi kepada pihak lain
(secondary release) muncul semakin sering sejak era
komputerisasi informasi kesehatan.
Masalah etik dalam manajemen mutu dapat terjadi
sebagai akibat dad data kinerja yang tidak tepat, hasil
layanan yg negatif, kegagalan mengecek ijin praktik
dokter, rekam medis yang tidak lengkap, dan pola
layanan kesehatan yang tidak tepat.

12/07/15

chicho

81

Rekam Medis
Adalah benar bahwa semua informasi kesehatan harus
dilindungi, namun masalah etika terutama timbul bila
menyangkut informasi-informasi yang sensitif, seperti
genetik, obat-obatan dan alkohol (napza) , penyakit
menular (tbc, HIV, dll) dan informasi tentang adopsi
Aspek etiknya adalah kekhawatiran adanya
diskriminasi dalam pekerjaan dan asuransi berkaitan
dengan penyalahgunaan informasi tersebut (Fuller dan
Hudson 2001).

12/07/15

chicho

82

Rekam Medis
3 isu hukum utama yang berkaitan dengan rekam medis,
yaitu
1) Komplikasi, Pemeliharaan dan retensi Rekam Medis /
Rekam Kesehatan,
2) Penggunaan dan pengungkapan informasi kesehatan,
dan
3) Penggunaan catatan pasien dan informasi kesehatan
dalam proses peradilan.

12/07/15

chicho

83

Rekam Medis
Pengungkapan informasi kesehatan seseorang pasien
kepada pihak lain hanya dapat dilakukan apabila :
Dengan persetujuan atau otorisasi pasien, misalnya
informasi kesehatan untuk kepentingan asuransi
kesehatan, perusahaan, pemberi kerja dll.
Dalam hal ini harus diingat prinsip minimal, relevan dan
cukup, yaitu bahwa informasi kesehatan yang diberikan
harus minimal tetapi harus relevan dengan yang
dibutuhkan serta cukup dalam menjawab pertanyaan.
Untuk kepentingan pasien, misalnya pada waktu
konsultasi medis antar tenaga kesehatan /
medis,terutama dalam hal pasien berada dalam
keadaan darurat dan tidak bisa memberikan consent
12/07/15

chicho

84

Rekam Medis
Pasal 43 Undang-Undang No 8 tahun 1981 tentang
Acara Pidana mengisyaratkan bahwa rekam medis dapat
disita tanpa sepersetujuan sarana kesehatan atau yang
bertanggungjawab atas rekam medis tersebut.
UU acara pidana : visum et repertum, surat / dokumen,
keterangan ahli di persidangan, keterangan ahli di
depan penyidik / penuntut umum.

12/07/15

chicho

85

Rekam Medis
Dengan perintah undang-undang, misalnya :
UU wabah dan UU karantina
Sebagaimana disebutkan di atas, UU Praktik
Kedokteran memberikan peluang untuk
mengungkapkan informasi kesehatan untuk memenuhi
permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka
penegakan hukum.
Dalam hal ini untuk digarisbawahi kata-kata "dalam
rangka penegakan hukum", yang berarti bahwa
permintaan akan informasi kesehatan tersebut
haruslah diajukan dengan mengikuti aturan yuridisformal.
12/07/15

chicho

86

Komunikasi
Komunikasi hampir selalu jadi latar belakang tuntuan
Hukum;
1. Karena kurang komunikasi (lack of communication)
2. Komunikasi yg lambat atau terlambat (Lag of
communication)
3. Tidak ada komunikasi (communication gap) atau
Komunikasi yg macet total (incommunicado)

12/07/15

chicho

87

Komunikasi
Komunikasi dari Dokter ke Pasien/Keluarga:
1.pemberian informasi ttg tindakan medis yg akan
dilakukan serta untung-rugi dan risiko kalau tindakan
medis itu dilakukan maupun untung-rugi dan risiko
apabila tindakan itu tidak dilakukan dan juga informasi
alternatif lain serta untung-rugi dan risikonya sehngga
pasien dan keluarganya dapat memberi informed consent
atau informed refusal.
2. pemberian informasi ttg indikasi medis serta
alternatifnya dalam rangka penyuluhan kedokteran,
menunjukan kepedulian yg besar dari dokter kpd pasien
atau keluarganya.
Komunikasi harus dua arah
12/07/15

chicho

88

Informed Consent
Informed consent adalah suatu proses yang
menunjukkan komunikasi yang efektif antara dokter
dengan pasien, dan bertemunya pemikiran tentang apa
yang akan dan apa yang akan dilakukan terhadap
pasien
Informed consent dari aspek hukum bukanlah sebagai
perjanjian antara pihak, melainkan lebih ke arah
persetujuan sepihak atas saran yang ditawarkan pihak
lain

12/07/15

chicho

89

Informed Consent
3 elemen, yaitu
Threshold elements.
Elemen ini sebenamya tidak tepat dianggap sebagai
elemen, oleh karena sifatnya lebih ke arah syarat, yaitu
pemberi consent haruslah seseorang yang kompeten.
Kompeten disini diartikan sebagai kapasitas untuk
membuat keputusan (medis).

12/07/15

chicho

90

Informed Consent
Information elements
Elemen ini terdiri dari dua bagian, yaitu disclosure
(pengungkapan) dan understanding (pemahaman).
Pengertian "berdasarkan pemahaman yang adekuat"
membawa konsekuensi kepada tenaga medis untuk
memberikan informasi (disclosure) sedemikian rupa
agar pasien dapat mencapai pemahaman yang
adekuat.

12/07/15

chicho

91

Informed Consent
Consent Elements
Elemeninijuga terdiri dari dua bagian, yaitu
voluntariness (kesukarelaan, kebebasan) dan
authorization (persetujuan).
Kesukarelaan mengharuskan tidak adanya tipuan,
misrepresentasi ataupun paksaan. Pasien juga
hamsbebas dart "tekanan" yang dilakukan tenaga
medis yang bersikap seolah-olah akan "dibiarkan"
apabila tidak menyetujui tawarannya

12/07/15

chicho

92

Informed Consent
Consent dapat diberikan :
a) dinyatakan (expressed)
dinyatakan secara lisan
dinyatakan secara tertulis.
o Pernyataan tertulis diperlukan apabila dibutuhkan bukti
di kemudian hari, umumnya pada tindakan yang invasif
atau yang berisiko mempengaruhi kesehatan pasien
secara bermakna.
o Permenkes tentang Persetujuan Tindalcan Medis
menyatakan bahwa semua jenis tindakan operatif
harus memperoleh persetujuan tertulis.
12/07/15

chicho

93

Informed Consent
b) tidak dinyatakan (implied)
o Pasien tidak menyatakannya, baik secara lisan
maupun tertulis, namun melakukan tingkah laku
(gerakan) yang menunjukkan jawabannya.
o Misalnya adalah seseorang yang menggulung lengan
bajunya dan mengulurkan lengannya ketika akan
diambil darahnya.

12/07/15

chicho

94

Doktrin informed consent


tidak berlaku pada 5 keadaan,
1) keadaan darurat medis,
2) ancaman terhadap kesehatan masyarakat,
3) pelepasan hak memberikan
4) clinical privilege, dan
5) pasien yang tidak kompeten memberikan consent

12/07/15

chicho

95

Kelalaian Medik
Suatu perbuatan atau sikap tenaga medis dianggap lalai
bila memenuhi empat unsur di bawah ini yaitu :
o Duty atau kewajiban tenaga medis untuk melakukan
sesuatu tindakan medis atau untuk tidak melakukan
sesuatu tindakan tertentu terhadap pasien tertentu
pada situasi dan kondisi yang tertentu.
o Dereliction of the duty atau penyimpangan kewajiban
tersebut.
o Damage atau kerugian. Yang dimaksud dengan
kerugian adalah segala sesuatu yang dirasakan oleh
pasien sebagai kerugian akibat dari layanan kesehatan
/ kedokteran yang diberikan oleh pernberi layanan.
12/07/15

chicho

96

Kelalaian Medik
o Direct causal relationship atau hubungan sebab akibat
yang nyata. Dalam hal ini harus terdapat hubungan
sebab-akibat antara penyimpangan kewajiban dengan
kerugian yang setidaknya merupakan "proximate
cause".
Gugatan ganti rugi akibat suatu kelalaian medik harus
membuktikan adanya keempat unsur di atas, dan
apabila salah satu saja diantaranya tidak dapat
dibuktikan maka gugatan tersebut dinilai tidak cukup
bukti.

12/07/15

chicho

97

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi


Pasal 55 Undang-Undang No 23 tahun 1992 tentang
Kesehatan :
(1) setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan
atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan.
Pasal 1365 KUH Perdata :
setiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa
kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang
karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti
kerugian tersebut.

12/07/15

chicho

98

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi


Pasal 1366KUH Perdata :
setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk
kerugian yang disebabkan perbuatannya, tetapi juga
untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang
hati-hatiannya.
Pasal 1367KUH Perdata :
seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian
yang disebabkan perbuatannya sendiri, tetapi juga
untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orangorang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan
oleh barang-barang yang berada di bawah
pengawasannya.
12/07/15

chicho

99

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi


Pasal 1370 KUH Perdata :
Dalam halnya suatu kematian dengan sengaja atau
karena kurang hati-hatinya seorang, maka suami atau
isteri yang ditinggallcan, anak atau orang tua si korban
yang lazimnya mendapat nafkah dad pekerjaan si
korban mempunyai hak menuntut suatu ganti mgi,
yang hams dinilai menurut kedudulcan dan kekayaan
kedua belah pihak, serta menurut keadaan.

12/07/15

chicho

100

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi


1371 KUH Perdata :
Penyebab luka atau cacatnya sesuatu anggota badan
dengan sengaja atau karena kurang hatihati
memberikan hak kepada si korban untuk selain
penggantian biaya-biaya penyembuhan, menuntut
penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau
cacat tersebut. Juga penggantian kerugian ini dinilai
menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah
pihak dan menurut keadaan.
1372 KUH Perdata :
Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah
bertujuan mendapat penggantian kerugian serta
pemulihan kehormatan dan nama baik.
12/07/15

chicho

101

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi


Di bidang pidana juga ditemukan pasal-pasal yang
meyangkut kelalaian, yaitu :
pasal 359 KUHP :
Barangsiapa karena kesalahannya (kelalaiannya)
menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana
penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan
paling lama satu tahun.

12/07/15

chicho

102

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi

Pasal 361 KUHP : Jika kejahatan yang diterangkan


dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu
jabatan atau pencarian, maka pidana ditambah dengan
sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut haknya
untuk menjalankan pencarian dalam mana dilakukan
kejahatan, dan hakim dapat memerintahkan supaya
putusannya diumumkan.

12/07/15

chicho

103

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi


Pasal 360 KUHP :
(1) Barangsiapa karena kesalahannya (kelalaiannya)
menyebabkan orang lain mendapat lukaluka berat,
diancam dengan pidana paling lama lima tahun atau
pidana kurungan paling lama satu tahun.
(2) Barangsiapa karena kesalahannya (kelalaiannya)
menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa
sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan
pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu
tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama
sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama
enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu
lima ratus rupiah
12/07/15

chicho

104

Dasar Hukum Penuntutan Ganti Rugi


Pasal 7Undang-Undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen : Kewajiban pelaku usaha adalah :
f.memberi kompensasi,ganti rugi dan/atau penggantian atas
kerugian akibat penggunaan,
g.memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila
barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak
sesuai dengan perjanjian.
Ketentuan pada pasal UU ini tidak dapat dipakai sebagai ganti
rugi

12/07/15

chicho

105

Hukum Kedokteran
Hk Kedokteran (Prof H.J.J Leenan):
bagian dari hukum kesehatan , yg meliputi semua
ketentuan hukum yg langsung berhubungan dg
pelayanan kedokteran dan penerapan dari hk Perdata,
Hk Pidana, Hk Administratif, pedoman internasional, Hk
kebiasaan & Yurisprudensi berkaitan pelayanan
kedokteran.

12/07/15

chicho

106

Hukum Kedokteran
Arti sempit: semua produk hukum, semua peraturan
hukum nasional ygberlaku diseluruh Inddonesia.
Arti luas: semua peraturan hidup, peratutan
penataan,kaidah/norma yg isinya berwujud perintah &
larangan (spt; norma agama, norma kesusilaan,etik atau
hukum otonom, norma kesopanan atau etiket atau adat
istiadat atau hukum kebiasaan)

12/07/15

chicho

107

Hk Pidana & Perdata


Penerapan Hk Pidana dalam Hk Kedokteran
Berdasarkan KUHP: dokter dpt dihukum pidana krn
melakukan kejahatan/pelanggaran,
Penerapan Hk Perdata dalam Hk Kedokteran
Berdasarrkan KUH Perdata; dokter dapat dituntut secara
perdata, apabila melakukan wanprestasi atau ingkar janji
(ps.1239), menyebabkan kerugian (ps 1366),
bertanggungjawab atas orang2 yg menjadi
tanggungjawabnya (ps1367)

12/07/15

chicho

108

Hk Administratif
Dokter dapat hukuman administratif apabila menjalankan
profesinya, melakukan praktek kedokteran tanpa ijin yg
sah dan masih berlaku (PP No.36 thn 1964) melanggar
wajib menyimpan rahasia kedokteran yg tidak dpt
dikenakan Hk Pidana (PP No.10 thn 1966)

12/07/15

chicho

109

12/07/15

chicho

110