Anda di halaman 1dari 35

GIZI

Status Gizi:
refleksi
kecukupan gizi >>> parameter
ANAMNESIS:
1. penilaian
riwayat nutrisi
antenatal
tumbuh
kembang
2.
3.
4.
5.

Keadaan wkt lahir (bb,pb)


Penyakit dalam keluarga
Penyakit post natal
Data imunisasi

Pemeriksaan fisis:

Bentuk badan: ?proportional


Mental: ? komposmentis, apatis, cengeng
Rambut :? warna,tekstur,mudah dicabut
Wajah: ? sehat, old man face, moon face
Mata: ? biasa, sayu
Bulu mata: ? biasa, lentik dan jarang, def Vit A
Mulut: ? stomatitis
Abdomen: ? buncit, asites,hepatosplenomegali
Otot: ? edema, atropi
Kulit: ? perdarahan, hiperkeratosis, dermtosis,
crazy pavement dermatosis

Antropometri:

Berat badan
Panjang/tinggi badan
Lingkar kepala
Lingkar lengan atas
Lipatan kulit

Laboratorium:
= Kadar hemoglobin
= Protein serum (albumin, globulin)
= Hormonal
Radiologik:
= Bone age

MAL (=salah) NUTRISI (=gizi):


bisa : GIZI LEBIH atau
GIZI KURANG

Di Indonesia:
Umumnya kombinasi kurang enerji
dan protein >> KKP (Kurang Kalori
Protein)

Gizi Lebih:
Obesitas:
penimbunan lemak berlebihan pd jaringan
subkutan/lainnya (# overweight)

Epidemiologi:

Negara maju > berkembang


Bayi, 5-6 th, remaja (perempuan!!!)
Salah-satu/kedua ORTU obesitas

Etiologi:
Masukan enerji berlebihan:

1. Gangguan psikologik
2. Kelainan hipotalamus, hipofisis, lesi otak
3. Hiperinsulinisme
4. Kebiasaan makan salah: susu botol >> hiburan
5. Predisposisi genetik

Penggunaan enerji yang kurang:

1. Merendahnya nilai basal metabolisme: sakit,


berbaring-lama
1. Endokrinopati: hipotiroid, Cushing Syndrome
2. Berkurangnya aktifitas jasmani

Patogenesis:

Kelebihan enerji disimpan sbg


jaringan lemak dibawah kulit dan
jaringan tubuh lainnya
Meningkatnya jumlah dan ukuran
adiposit

Resiko Obesitas:

Peningkatan angka kejadian peny.


infeksi (tbc!)
Predisposisi: diabetes dan
kardiovaskular
Life expectancy lebih pendek

Manifestasi klinik:

Tubuh pendek, krn masa pubertas lbh


awal
Hidung, mulut: relatif kecil
Double chin
Payudara besar
Abdomen membuncit (stria!)
Genitalia kecil
Ggg psikologik: tidak PD >> tidak
berolahraga >> obesitas bertambah

Diagnosis:

Ukuran antropometrik

Gejala klinis

(bb,tb,lingkaran
lengan atas, tebal lipatan kulit dan subkutan pada
lengan atas kanan belakang tengah)

Pengobatan:

Faktor penyebab: organik/psikologik


Motivasi pd ortu dan anak sendiri
Diet
Olah raga
Dukungan keluarga

Gizi Kurang
(=Malnutrisi Energi Protein=MEP, Kurang
Kalori Protein=KKP)
Spektrum keadaan gizi yang sgt luas:
sekedar kekurangan gizi ringan (undernutrition)

sindrom klinis yang berat

Faktor penyebab:

Pemberian makan inadekuat /


malabsorbsi
Tingkat ekonomi rendah
Tingkat pendidikan rendah
(pengetahuan ttg makanan,
kebiasaan, takhyul, lingkungan
buruk)
Kebutuhan nutrien meningkat
(sakit, olahraga berlebihan)

The Wellcome Trust Working Party


Keadaan gizi

Berat
badan

Oedema

W/H

Gizi Normal

> 80%

(-)

normal

Underweight

60-80%

(-)

menurun

Kwashiorkor

60-80%

(+)

menurun

Mmic-Kkor

< 60%

(+)

menurun

Marasmus

< 60%

(-)

menurun

Nutritional Dwarfism

< 60%

(-)

normal

Busung lapar

Kwashi (=anak pertama) orkor (=anak kedua)


faktor-faktor:
1.
2.
3.
4.
5.

Sosioekonomi
Ignorance
Takhyul / tabu / kepercayaan
Peny. Infeksi
Kondisi lokal/musim (paceklik)

Manifestasi klinik:

Wujud umum : pucat,


atrofis: ext superior + glutea
oedema: ext inf, muka >>> moon face.
(dd: nephrotic synd, efek kortikosteroid)
Retardation of growth
Perubahan mental: cengeng, menolak, apatis,
tak berekspresi, berbaring pasif.
Perubahan motorik: gg.an fungsi statis: sukar
duduk, berbalik-badan, berjalan.
Oedema: mulai dari kaki menjalar ke atas,
disertai ascites, hydrothorax, anasarca
(penyebab:hypoalbuminaemia, gg.permeablitas
kapiler, gg.hormonal)

Rambut: mudah rontok, kering halus,


jarang; hypochromotrichia, dys~, bulu
mata: panjang dan lentik.
Kulit: crazy-pavement dermatosis
Mukosa: bibir kering, tipis, pecah;
cheilosis angularis, papil lidah atrofis
Tulang: dekalsifikasi, osteoporosis
Gigi: mudah karies
Hepar: hepatomegali, fatty infiltration
Darah: anemia, gg.an imunologik
Jantung: myodegenratic cordis
Pencernaan: infeksi, lactose intolerance,
malabsorpsi lemak

Penyakit penyerta:
Infeksi (pencernaan, pernapasan/ KP, THT)
Gastroenteritis: bakteri, virus, jamur, parasit
Defisiensi vit. A
Noma / stomatitis gangraenosa

Pengobatan:
Dietetik, bila perlu per NGT/ infus.
Suplementasi vitamin dan mineral
Mengatasi infeksi / infestasi
Penyuluhan gizi dan kesehatan

Komplikasi / penyebab kematian:

Gastroenteritis dehidrasi
Gg.an keseimbangan elektrolit
Infeksi dan sepsis
Kegagalan jantung
Hypoglycaemia
Hypothermia

Marasmus
Etiologi: defisiensi KH dalam wkt lama (protein bisa
relatif/absolut normal)
Gejala:
BB sangat kurang
Degenerasi seluler lemak subkutan
Atropi otot (wasting)
Old mans face
Laboratorium:
Serum protein: sdkt turun / normal
Anemia ringan
Kadar enzymL: normal

Pengobatan:

Sama spt pengobatan Kwashiorkor


Relatif lebih mudah ok. kelainan
fungsional, metabolik, patologik:
ringan shg. toleransi pd makanan
baik.
Kebutuhan kalori ditingkatkan pelanpelan.

DD Kwashiorkor dan
Marasmus:
Kelainan
Etiologi

Marasmus
Def. kalori

Kwashiorkor
Def. protein

Umur
Edema

0 2 thn
(-)

1- 3 thn
(+)

Brt badan
Mental

BB rendah
Apatis

tersamar edema
Irritable / apatis

Nafsu makan
Diare

Biasanya: baik
Tidak sering

Biasanya: jelek
Sering

Kln kulit

Jarang / ringan

Sering/ bervariasi

Kelainan

DD Kwashiorkor dan
Marasmus:
Marasmus

Kwashiorkor

Kln. rambut

Jarang

Sering

Wajah

Old mans face

Moon face

Hepatomegali Jarang
Albumin
normal
Anemia
Jarang / ringan
Biopsi hati
Enzim-enzim

Normal / fibrosis
Normal

Sering
rendah
Sering / berat
Fatty infiltration
Berkurang

Penyakit-penyakit gizi di Indonesia:

PEM
Anemia gizi (terutama def. besi)
Defisiensi vit. A
Gondok endemik

Defisiensi Vitamin A
Metabolisme:
Intake: pro vitamin A /vit A
Absorbsi
Konversi: provitmin A >>> vit. A
Storage
Mobilisasi / transportasi
Transportasi
Ekskresi

Fungsi Vitamin A:
1.
2.

3.

Membentuk pigmen retina


Sintesa prtotein jaringan >>>
pertumbuhan
Pembentukan, maturasi dan
pemeliharaan integritas epitel pada
kulit, mata, tr. digestivus/urinarius/
reproduktif.

Etiologi:
1.
2.

Primer: intake vitA / provit A kurang


Sekunder:
gg. absorpsi: peny. Usus/pankreas
menahun
gg. konversi carotin-vit A: def. protein,
hypotiroid, DM storage, transportasi:
gg. storage : PEM berat, peny. hati
gg. transportasi: PEM berat, peny. Hati

Gejala klinik:
1.

2.

Retardasi mental dan fisik, apatis

(diawali:
cessation of growth lalu retardation of growth)

Kelainan pada mata:


hemeralopi (=buta senja), nyctalopi (=night

blindness). DD: fatique, anxietas, retinitis pigmentosa,


congenital night blindness

xerosis conjuntivae (kekeringan pada conjunctiva


krn. gld. Lacrimlalis kering) >>> Bitots spot
(btk.an segitiga putih di conjunctiva)

Xerosis cornea > Xerophtamia (seluruh


mata)

>>> photophobia

Keratomalacia (=perlunakan kornea)


Ulcus cornea dan prolapsus iridis

3. Keratinisasi mukosa >


mukosa mulut/resp.kering

4. Keratinisasi epitel kulit


5. Ubun-ubun menonjol:

kausa: tek.intracranial meningkat : kausa?

6. Anemia, rentan pey. Infeksi

Diagnosis:
1.
2.
3.

Gejala klinik
Kadar vit A dalam serum
Kln.an fundus oculi > xerophthalmia
fundus

4.
5.
6.
7.

Pemeriksaan PA epitel mata


Test absorbsi vit. A
Test adaptasi gelap
Terapi exjuvantibus

Aspek-aspek pengobatan:

Tingkat defisiensi
Tipe preparat vit A (larut dalam lemak
atau water miscible) dan cara pemberian
Peny. Peserta pd pencernaan (muntah,
diare, cacing, malabsorbsi)

Umur, berat badan dan keadaan gizi


(selalu diberi pada PEM berat)