Anda di halaman 1dari 11

Pidato : Peranan Pelajar Terhadap Prestasi Bangsa

Dewan juri yang saya hormati


Para Panitia yang saya Hormati, dan
Para peserta lomba pidato sekalian yang berbahagia dan yang saya hormati
Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillah rabbil'alamin wal'aqibatulilmuttaqin wala'udwaana Illa-aladdholimin
wa'ala washahbihi Ajma dia. Menjaga ba'du
Pertama dan yang paling utama, terlebih dahulu marilah kita panjatkan p ujibeserta
syukur ke hadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kita semua
dapat berkumpul di tempat yang sederhana ini guna melaksanakan suatu perlombaan
pidato . Shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda alam Rasulullah
SAW, beserta para keluarganya, para sahabatnya, para tabi'in tabi'atnya, termasuk kita sekalian
selaku umatnya mudah-mudahan mendapat rahmat dari Allah SWT amin ya Rabbal 'alamin.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Kita adalah pelajar, maka kita harus tahu akan status dan peran kita. Status kita adalah
pelajar maka peran kita adalah belajar dengan sebaik-baiknya. Dalam sebuah hadits dijelaskan
bahwa hakikat pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. Ketika pemuda hari ini sudah
kehilangan kesadaran akan status dan perannya, maka apakah pemuda yang seperti itu yang
akan memimpin negeri seribu cerita tentang kekayaan alamnya ini. Sedangkan dalam sejarah
kehidupan kebangsaan Indonesia, peranan pemuda sebagai kaum intelektual muda tidak bisa
dipisahkan. Mereka selalu menjadi penggagas, pelopor dan penggerak dalam setiap upaya
perubahan semenjak kita belum merdeka. Para pemudalah yang menorehkan kemerdekaan di
bumi yang bergelar jamrud khatulistiwa ini. Tetapi, keadaan para pemuda di zaman
kemerdekaan sekarang ini sungguh bertolak belakang dengan keadaan para pemuda di zaman
sebelum kemerdekaan dahulu. Pemuda sekarang lebih memikirkan kepentingan pribadi dan
mengesampingkan bahkan sampai mengacuhkan serta tidak mempedulikan kepentingan
orang lain apalagi kepentingan negaranya.
Sepuluh pemuda dapat merubah dunia ini. Hal ini pernah diungkapkan oleh sang proklamator
sekaligus presiden pertama Indonesia, Bung Karno. Berikan aku 1000 orang tua, niscaya
akan kucabut gunung Semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan
kuguncangkan dunia (Bung Karno). berikan aku satu pena, maka insya Allah akan
kubuat Rasulullah tersenyum bahagia (Kun Geia)
Bung Karno jelas ingin menunjukkan bahwa kekuatan pemuda sangat besar. Dengan sepuluh
orang pemuda, Ia yakin dapat mengguncangkan dunia. Ini berarti keberadaan pemuda
Indonesia merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki bangsa ini. Tanpa pemuda, maka
kehidupan sebuah bangsa dapat dikatakan tidak memiliki masa depan. Siapa yang akan
menggantikan para pemimpin-pemimpin jika bukan para pemuda? Siapa yang akan
mengharumkan nama bangsa jika bukan pemuda?. Jika dianalogikan, sebuah negara tanpa
pelajar itu bagaikan malam tanpa bintang, bunga tanpa kumbang, bangunan tanpa tiang,
bagaikan sarang , sungguh kasihan. Itulah pemuda. Pemuda bahkan Pelajar yang dalam
kehidupannya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah
meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar. Jika hari ini kegiatan
Pelajar berorientasi pada hedonisme (hura-hura dan kesenangan) maka berarti telah berada di
persimpangan jalan. Jika Pelajar hari ini lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan
agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau ambil tahu tentang perubahan di negeri ini, jika hari
ini Pelajar lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi Hiburan dengan alasan
kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat dan mengalihkan
kreatifitasnya pada hal-hal yang lebih ilmiah dan menyentuh ke rakyat, maka Pelajar

semacam ini adalah potret generasi yang hilang, yaitu generasi yang terlena dan lupa akan
tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan pelajar.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Olehnya, kita harus menanyakan kepada diri kita semua, pernahkah kita berkaca pada kondisi
bangsa dan kehidupan sosial di sekitar kita dimana semakin banyak manusia yang cacat secara
fisik atau mental? lalu, berapa jumlah remaja / pemuda yang mengunjungi cafe atau tempattempat hiburan lainnya dengan jumlah remaja / pemuda yang mengunjungi museum atau
tempat-tempat bersejarah yang ada di sekitar kita? mungkin dari situ kita semua dapat
mengetahui seberapa besar jumlah remaja / pemuda yang sadar dan peduli dengan percepatan
yang terjadi di negara kita.
pemuda sekarang lebih peduli akan keteraturan modernisasi yang berkembang saat ini.
mencoba mengikuti arus dengan "telanjang" dan berdalih mengejar pengakuan akan tingkat
intelektual yang sebenarnya memiliki esensi yang samar. terpaku akan proklamasi
kemerdekaan tahun 1945 lalu terbuai akan doktrin bahwa negara kita telah merdeka. namun
pada kenyataannya, negara kita masih belum merdeka. tapi lucunya lagi, dengan tanpa kita
sadari bahwa yang terjadi adalah hampir sebagian besar dari kita adalah sebagai
"penjajah"nya. sikap kita yang sering menutup mata, telinga, dan mulut kita akan hal-hal yang
terjadi di sekitar kita. dan menurut saya itu bukan budaya hidup kita. budaya luhur warisan
para pejuang kemerdekaan negara kita yang hematnya harus kita lestarikan dalam setiap sisi
kehidupan. budaya yang berazas 'satu bangsa, bangsa indonesia...satu tanah air, tumpah darah
Indonesia'. budaya yang seharusnya tetap kokoh menancap itu sekarang telah hilang.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Dalam menanggapi peranan Pelajar sekaligus pemuda dalam menganggulangi kondisi RI,
sebenarnya banyak sekali peran yang dapat dilakukan. Pelajar selalu menjadi bagian dari
perjalanan sebuah bangsa, baik sebagai pelopor, penggerak bahkan sebagai pengambil
keputusan. Pelajar mempunyai pemikiran yang kritis terhadap masalah yang ada disekitar,
mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat, dan bisa juga memperjuangkan aspirasi
masyarakat. Secara umum peran pelajar antara lain, sebagai penyampai kebenaran, sebagai
agen perubahan, dan yang paling utama sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan sifat keintelektual dan idealismenya, pelajar lahir dan tumbuh menjadi entitas (model)
yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan kebangsaan dan
kemasyarakatan. Ciri dan gaya pelajar terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam
menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada. Olehnya, pelajar dituntut supaya bisa
mengikuti perkembangan zaman, mempunyai sikap kritis terhadap lingkungan, mempunyai
rasa nasionalisme yang tinggi, dan masih banyak lainnya. Kita sebagai pelajar jangan hanya
sekedar menjadi pelajar, tetapi kita harus bisa mengembangkan potensi diri kita,
mengembangkan jiwa sosial, dan juga kemampuan softskill dan hardskill. Dan yang paling
utama yaitu kita sebagai pelajar harus bisa membawa negara ini kedalam perubahan yang
lebih baik.
Generasi muda adalah the leader of tomorrow. Makanya di tangan kaum mudalah nasib sebuah
bangsa dipertaruhkan. Jika kaum mudanya memiliki semangat dan kemampuan untuk
membangun bangsa dan negaranya, maka sesungguhnya semuanya itu akan kembali
kepadanya. Hasil pembangunan dalam aspek apapun sebenarnya adalah untuk kepentingan
dirinya dan masyarakatnya. Demikianlah hadirin sekalian peran pelajar sekaligus pemuda bagi
bangsa dan negaranya.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Atas perhatiannya saya
ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Kita pasti sering mendengar istilah semangat 45! Atau semangat soempah pemoeda atau
semangat sumpah palapa dari patih gajah mada. "Sira Gadjah Mada paptih amangkubumi tan
ayun amukti palapa, sira Gadjah Mada: Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa,
lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring
Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa.
Sang mahapatih Gajad Mada mengorbankan jiwa raganya untuk menyatukan nusantara
(Indonesia lama), dengan sumpahnya yang terkenal bahwa beliau tidak akan makan buah
palapa (symbol kenikmatan) sebelum mampu menyatukan seluruh wilayah nusantara dalam
kekuasaan kerajaan Majapahit tempat beliau mengabdikan diri. Apa yang terjadi
selanjutnya? Kehidupan pribadinya dipenuhi dengan pengabdian, pengorbanan, perjuangan,
jerih payah sampai pada akhirya semua perjuangan itu berbuah kejayaan kejayaan
majapahit.
Waktu sekolah SD dan SMP pelajaran sejarah mengenalkan banyak sekali kisah-kisah
perjuangan yang terjadi pada negeri ini, baik pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan yang ada
di bumi nusantara dan juga kisah perjuangan bangsa ini berusaha terbebas dari 350 tahun
penjajahan bangsa lain.
Pertanyaannya, dapatkan kita merasakan semangat perjuangan, penderitaan, jerih
payah tersebut?
Pernahkan kita membayangkan dan mencoba merasakan penderitaan negeri ini selama 350
tahun dalam cengkraman penjajah, hidup dalam penindasan, hidup dalam ketakutan, hidup
dalam keputusasaan? Bayangkan sejak kakek kita lahir, kemudian kakek menikah dan lahir
orang tua kita dan kemudian kita lahir sampai kita mati tidak pernah tahu dan menghirup
udara kebebasan.
Sayangnya belajar sejarah saat di bangku sekolah hanya menyisakan hafalan, yang kadang
hanya menjadi momok dan tak tahu kenapa kita mesti belajar sejarah tersebut. Namun, setelah
dewasa baru akhirnya kita paham bahwa belajar sejarah akan mendidik kita untuk memiliki
semangat juang, pantang menyerah, gigih, membela kebenaran, bekerja keras, tidak
memanjakan diri dan menghargai hak orang lain. Masalahnya seberapa besar kita belajar
dan seberapa besar kita mampu mengaplikasikannya.
Kini setalah 68 tahun Indonesia merdeka, setelah bangsa ini melewati 350 perjuangan
melawan penjajah, apa yang kita lakukan saat ini, tentu tidak harus mengokang senjata,
menghunus bambu rucing, menyusun strategi gerilya! Untuk menghormati jasa nenek
moyang, leluhur dan para pahlawan, kita sudah seharusnya melakukan hal-hal baik (positive).
Masih sangat melekat dalam ingatan saya sebuah kata bijak, dan pelajaran yang sangat penting
yang diberikan pada waktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar, mata pelajaran PMP
(Pendidikan Moral Pancasila). Satu pertanyaan yang singkat dan sederhana, bagaimana cara
kita mengisi kemerdekaan ini? BELAJAR YANG RAJIN BEKERJA YANG KERAS..

Dirgahayu Republik Indonesia, mari kita isi kemerdekaan ini dengan kerja keras dan pantang
menyerah. Apapun profesi kita, cintailah profesi tersebut dengan sepenuh hati. Jika kita cinta
penuh pada profesi yang sedang ditekuni, maka profesi tersebut juga akan mencintai kita
dengan memberi imbalan finansial yang maksimal. Jangan setengah-setengah dalam menjalani
profesi. Tidak ada kesuksesan dalam hidup, yang tidak ditempuh dengan kerja keras. Tidak
ada orang yang berhasil dalam hidup, jika hanya berpangku tangan. Semua kesuksesan pasti
diawali dengan kerja keras dan kerja cerdas
Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih
sulit karena melawan bangsamu sendiri. Bung Karno

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam mengisi kemerdekaan ini:


1. BELAJAR
Saya punya keyakinan, ilmu adalah kunci yang akan bisa gunakan untuk membuka
gembok persoalan, semakin banyak ilmu semakin banyak jenis kunci yang kita miliki
sehingga akan semakin banyak gembok persoalan yang akan dipecahkan. Bayangkan kalau
kita ilmunya itu-itu saja, waah bisa-bisa kita selalu mentok oleh persoalan-persoalan yang
dating silih berganti.
Mengisi kemerdekaan dengan BELAJAR, adalah hal yang paling utama. Tidak semata
pendidikan formal tapi banyak sekali media-media pembelajaran yang bisa gunakan untuk
mendapatkan ilmu dan mendapatkan pengalaman sebagai KUNCI kehidupan. Sekarang ini
kita sudah boleh berbangga, karena took buku selalu ramai dikunjungi dan panjangnya antrian
di kasir, khususnya di kota besar. Intinya semakin banyak Ilmu, semakin banyak peran yang
bisa kita berikan untuk bangsa ini. Jangan tanyakan apa yang sudah diberikan Negara
untukmu, tapi tanyakan apa yang sudah kau berikan untuk negaramu
2.

BERKARIR
Bagi anda yang sudah dewasa dan baliq khususnya laki-laki berkewajiban untuk mencari
nafkah. Bekerja dan berkarir ternyata tidak semata mencari nafkah, lebih dari itu berkarir
adalah berkontribusi dan dedikasi.
Dalam dunia profesional pekerjaan, tentu Anda memiliki Job deskription, punya KPI, punya
Target yang terukur dengan jelas. KPI, Target, Job Desk adalah PERAN YANG HARUS
ANDA JALANI dalam perusahaan tempat kita bekerja. Atas peran tersebut Anda dibayar.
Semakin besar peran, biasanya semakin besar gajinya, semakin banyak kesempatan berkarir
dan semakin banyak kesejahteraan. Peran dari masing-masing karyawan akan menjadi peran
akumulatif bagi orang lain.

3.

TERJUN KE DUNIA SOSIAL


Mengabdikan diri untuk kepentingan sosial adalah pilihan bijak untuk mengisi kemerdekaan.
Banyak sekali dunia sosial yang bisa dipilih untuk saling berbagi antar sesama umat manusia
terlebih kita ini saudara sebangsa. Melakukan aktivitas bukan semata untuk mengejar materi,

tapi untuk kepentingan sesama. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang berarti
tidak bisa hidup tanpa ada manusia lain disekitarnya.
4.

MENGGELUTI OLAHRAGA
Mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan prestasi olahraga. Banyak atlet bulu tangkis
yang mampu mengibarkan bendera merah putih di kancah dunia. Terakhir adalah prestasi
ganda campuran Liliyana Natsir-Tontowi Ahmad dan juga ganda putra Mohammad AhsanHendra Setiawan pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013, Indonesia mampu merebut
predikat juara dunia.
Olahraga saat ini tidak hanya sekedar untuk menyehatkan tubuh saja. Olahraga juga
dimanfaatkan untuk ajang berkomunitas antar sesama pecintanya. Bagaimana semangat
berolahraga pada kaum muda saat ini? Rasanya sudah mulai berkurang, jauh lebih rendah
dibandingkan saat kita masih kecil dulu. Nongkrong di mall, di caf dengan teman-teman
serasa lebih menyenangkan dari pada harus bermandikan keringat saat berolahraga. Padahal
selain menjadikan tubuh sehat, olahraga juga dapat menjauhkan diri dari kegiatan-kegitan
yang dapat merusak kesehatan seperti narkoba dan bisa mengarumkan nama bangsa.
Berolahraga tidak harus mahal sampai mengeluarkan uang yang banyak, jogging adalah
olahraga yang paling murah dan sangat menyehatkan. Mens sana in corpore sano Didalam
tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

5.

BERPOLITIK
Mungkin terjun untuk berpolitik bukanlah sebuah pilihan, namun paling tidak anak muda itu
harus menyimak kondisi politik di negerinya sendiri. Walau tidak mengerti soal politik itu
sendiri, dengan hanya menyimak perkembangan politik yang terjadi paling tidak dapat
menggugah rasa prihatin akan kondisi negeri ini. Syukur-syukur mau terjung langsung dengan
niat yang tulus dan punya idialisme, kelak bisa memperbaikan kondisi buruknya politikus saat
ini (meskipun tidak semua, tapi mayoritas).

6.

BERWIRA USAHA
Semakin sulitnya lapangan pekerjaan dan semakin tinggi kompetisi diperlukan people dengan
kapasitas yang mumpuni untuk bisa bersaing dalam dunia karir. Di satu sisi saat ini semakin
gencar pemerintah menggalakkan wirausaha mandiri, bukan mencari pekerjaan tapi mampu
menciptakan pekerjaan. Banyak pelajaran yang bisa diambil dalam berwirausaha.
Berwirausaha akan mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik, mengatur
segala sesuatunya dengan terstruktur, berani ambil resiko, belajar mandiri, dan lain-lain. Selain
itu dengan berwirausaha atau membangun sebuah usaha, secara tidak langsung kita telah
membantu dalam mengurangi pengangguran yang terus bertambah setiap tahunnya.

7.

NGE-BLOG
Anda yang hobi menulis, bercerita, ngobrol, rasanya kegiatan nge-Blog cukup efektif bisa
menjadi pilihan. Apa yang Anda tuturkan akan turut berperan dalam membuka cakrawala,
berbagi informasi dengan orang banyak, sekaligus secara tidak langsung dengan nge-Blog kita
telah menjadi bagian dari unsur media. Banyak hal yang bisa kita share kepada orang lain, apa

yang kita ketahui dan kuasai itu sudah bisa menjadi topik dalam blog kita. Harapannya tulisan
kita berguna bagi pembaca. Tanpa berharap imbalan, hanya berniat berbagi ilmu sekaligus
narsis hal ini bisa dikategorikan dalam mengisi kemerdekaan. Ibarat seorang guru, blogger
berarti termasuk pahlawan tanpa tanda jasa.
Untuk mengisi kemerdekaan PERAN APA YANG ANDA AMBIL?
Keberadaan seorang manusia akan nampak karena peran yang dia lakukan bagi lingkugan
sekitar. Dan pada dasaranya, Tuhan menciptakan mahluk hidup karena mereka diadakan untuk
memilliki peran bagi yang lain. Lihatlah, seekor cacing diciptakan oleh Tuhan, selain sebagai
makluk hidup dia memiliki hak untuk hidup, namun dalam alam semesta dia memiliki peran
sebagai hewan yang akan menggemburkan tanah sehingga subur untuk ditanami.
Sekarang coba Anda perhatikan, apakah ada satu hal-pun yang bisa kita dapatkan dan kita
nikmati tanpa peran orang lain? nggak ada. Kita nggak bisa nangkap ikan sendiri kan untuk
makan siang kita? kita nggak mungkin juga menanam padi sendiri untuk mendapatkan nasi
yang bisa kita nikmati. hampir semua yang menempel di tubuh kita, yang kita kenakan atau
yang kita makan, atau yang kita gunakan untuk beraktivitas seperti kendaraan, gadget, dan
perkakas lainnya, ada dan kita nikmati karena ada orang lain yang berperan. Yaa... setiap orang
ataupun makluk Tuhan semua ada peran masing-masing.
Selain peran-peran tersebut di atas, dalam hal-hal kecil, misalnya kegiatan event, tengoklah
apakan Anda berperan di sana. Dalam kegiatan meeting? apakah Anda Berperan di sana?
dalam kemacetan di Jalan, apakah Anda berperan di sana?
Intinya, dalam setiap kesempatan, dimanapun kita berada... silahkan selalu dilihat, Apakah
saya berperan?
Peran ini, selain akan membuat ilmu kita bertambah dan pengalaman, juga akan menanam
benih hutang budi atau tabungan energi positif. Pengalaman jelas akan membuat hidup kita
akan mudah, sedangkan tabungan energi positif akan membuat hidup kita dipenuhi
keberuntungan dan selamat dari kesialan

Assalamualaikum Wr. Wb dan selamat pagi untuk kita semua.


Yang saya hormati Ibu Diah selaku guru Bahasa Indonesia dan seluruh teman-teman XI IPA 2
yang saya sayangi dan saya banggakan.
Pada pagi hari yang cerah ini, marilah kita mengucapkan syukur terhadap Tuhan Yang Maha
Esa, karena atas Rahmat dan Hidahnya kita masih diberi kesehatan sampai detik ini sehingga
kita semua dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat walafiat. Tak lupa shalawat
serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW. Dimana
beliaulah yang telah membawa cahaya kehidupan dari zaman jahilliyah hingga zaman yang
terang benderang seperti sekarang ini.
Ibu guru dan teman-teman yang saya sayangi,
Pada pagi ini, pidato saya memiliki tema kemerdekaan. Dimana pada tanggal 17 Agustus
kemarin, kita semua telah memperingati dan merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia,
hari dimana bangsa Indonesia dinyatakan merdeka setelah para pahlawan berjuang hingga titik
darah penghabisan. Untuk menghargai jasa pahlawan Indonesia, kita sebagai generasi penerus
bangsa harus mempertahankan kemerdekaan ini dan dapat mengisinya dengan nilai-nilai
positif untuk bangsa kita.
Teman-teman yang saya banggakan,
Saya dan kalian semua adalah teman-teman seperjuangan. Kita sama-sama berjuang untuk
mengisi kemerdekaan. Lalu, bagaimana cara kita mengisi kemerdekaan tersebut? Sebagai
generasi muda penerus bangsa, kita sebagai pelajar tentu harus rajin belajar, kita harus
memiliki cita-cita yang tinggi untuk bangsa serta, menjadi pemuda yang inovatif, kreatif, dan
aktif. Sebenarnya masih banyak yang dapat kita lakuakan untuk mengisi kemerdekaan, tetapi
sebagai seorang pelajar tentu kewajiban kita adalah belajar, dengan belajar kita dapat
membuka dunia. Dimana aka ada banyak sekali ilmu yang harus kita miliki agar apa yang kita
cita-citakan terwujud. Dan apabila cita-cita kelak sudah terwujud, tugas kita adalah
mensejahterakan bangsa Indonesia, bangsa yang telah menjadi saksi hidup dan perjalanan kita
meraih cita-cita. Kita harus bisa mengamalkan ilmu yang kita peroleh untuk mewujudkan
bangsa Indonesia yang lebih adil, aman dan sejahtera. Selain belajar, kita juga bisa mengisi
kemerdekaan dengan bergabung dalam suatu organisasi di sekitar kita, seperti organisasi
OSIS, Kepramuka dan Agama atau mungkin organisasi di masyarakat sebagai contohnya,
Karang Taruna.
Teman-teman yang saya sayangi,
Kita harus tahu, bahwa organisasi adalah sebuah wadah dimana kita akan mengemban
berbagai amanat dan yang jelas tujuannya untuk kepentingan bersama. Dalam organisasi kita
pun juga bisa belajar berbagai macam ketrampilan yang mungkin sebelumnya kita belum

pernah mengetahuinya, seperti bagaimana cara menjadi ketua, wakil, dan bendahara yang baik
dan benar, serta ketrampilan yang berada dalam beberapa seksi, seperti, pubdekdok, humas
dan sebagainya.
Teman-teman yang saya sayangi
Mengisi kemerdekaan itu bisa kita lakukan dengan cara apapun, asalkan hal itu mempunyai
nilai-nilai postif bagi diri kita sendiri dan yang paling penting untuk bangsa Indonesia.
Amrilah kita merubah kebiasaan kita yang mungkin selama ini hanya berpangku tangan dan
bermalas-malasan, mari kita berusaha dan berjuang untuk bangsa Indonesia. Jadilah pemuda
yang berguna untuk bangsa, jangan pernah tanyakan apa diberikan Negara untukmu tetapi,
tanyakan apa yang sudah kau berikan kepada bangsamu?. Jadi jangan pernah menyerah,
meskipun kadang kita harus jatuh atau gagal, namun kita haus semangat dan bangkit kembali.
Ibu guru dan teman-teman saya tercinta,
Demikianlah pidato tentang kemerdekaan yang bisa saya sampaikan pada pagi hari ini,
semoga bisa membawa manfaat bagi kita semua, apabila ada salah dan kalimat yang kurang
berkenan di hati Ibu dan teman-teman, saya mohon maaf lahir dan batin, karena manusia
memang tempatnya salah dan kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Terima
kasih atas perhatian Ibu Guru dan teman-teman. Semangat dan merdeka !!!
Selamat pagi dan wassalamualaikum wr.wb.

C.
Memaknai
peristiwa
sejarah
sebagai
sumber
edukasi
dan
inspirasi
Experience is the best teacher. Jadi terminologi "belajar dari sejarah" bukahlah hal yang sepele,
justru sebaliknya lewat sejarah itulah identitas seorang warga negara diperkokoh. Mengambil makna
edukasi dan inspirasi dari peristiwa-peristiwa sejarah besar (great historical events) di atas tidak
sebatas diperingati dalam upacara seremonial sambil mengenang jasa para pemuda Indonesia. Lebih
jauh para pemuda atau generasi muda saat ini haruslah mengambil makna mendalam dan
menemukan inspirasi dan edukasi atas peristiwa bersejarah itu. Sejarah akan terus berulang untuk
masa dan pelaku sejarah yang berbeda. Pemuda atau generasi muda saat ini mempunyai potensi
besar mengulang sejarah yang lebih besar dan monumental. Perjuangan merintis kemerdekaan,
Proklamasi kemerdekaan, satunya Indonesia sebagai sebuah nation atau bangsa, bukanlah sekedar
ikrar, tetapi harus jauh merayapi setiap nurani generasi muda dan rakyat Indonesia untuk kemudian
melahirkan gerakan yang nyata bagi perwujudan untuk mencapai tujuan negara yaitu melindungi
segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa. Masa untuk mencapai tujuan negara telah beberapa tahapan
dilalui, mulai dari masa orde lama, orde baru bahkan sekarang bangsa Indonesia memasuki era
reformasi.
Sejak bergulirnya reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan Bulan Mei tahun 1998 yang
ditandai dengan adanya pergantian rezim orde baru dengan orde reformasi, belum banyak terjadi
perubahan-perubahan mendasar dan menyeluruh di segala aspek dan sendi kehidupan berbangsa dan
bernegara. Orde reformasi yang menggantikan orde baru dan diharapkan dapat membawa perubahan
besar atau lompatan besar menuju Indonesia Baru untuk menggantikan Indonesia Lama (Orde Baru)
yang dipandang sebagai masa yang penuh dengan kekurangan (deficiencies) dan berbagai macam
penyakit sosial (social ills), tampaknya masih jauh dari harapan. Masa-masa sulit diawal reformasi
yang dijalankan tampaknya belum mampu untuk mewujudkan Indonesia Baru yang diharapkan. Masamasa awal reformasi justru penuh dengan situasi yang penuh dengan ketidakpastian, tidak
dihormatinya hukum dan keadilan (law and order). Harapan dan tuntutan masyarakat terutama
kalangan pemuda dan mahasiswa yang dikenal dengan agenda reformasi hingga saat ini hampir
dikatakan tidak berjalan atau dapat dikatakan berjalan di tempat. Perubahan yang terjadi tampak
dirasakan hanya pada bidang demokrasi, yang dalam prakteknya malah cenderung kepada demokrasi
keterlaluan dan berlebihan (too much democracy). Pada level bangsa (nation) kita jauh dari
ketentraman (in order), malah cenderung tidak aman (dis order). Penyakit masyarakat (social ills)
dan ketidakpastian hukum cenderung meningkat kemudian harga diri bangsa dimata dunia saat ini
malah semakin terpuruk dan ada kecenderungan, bangsa ini hampir kehilangan kebanggaan dan
identitas (jatidiri) sebagai bangsa Indonesia (having no pride as Indonesian). Bangsa seolah-olah
saling menyalahkan dan membuka aib sendiri, bagaikan membuka kotak pandora (pandora box).
Kemudian tak dapat dinafikan, bahwa kemiskinan dan pengangguran meningkat, investasi dan
pertumbuhan ekonomi menurun ditengah dominasi asing, kekerasan dan kesemrawutan berbagai
kota, berbagai bencana melanda, ditingkahi lakon elit politik yang jauh dari harapan rakyat.
Permasalahan-permasalahan bangsa semakin rumit dan semakin tidak beradab, amuk masa, tawuran,
kerusuhan sosial dan konflik horizontal di daerah menjadi pemandangan yang mencengangkan.
Berbagai konflik kepentingan antara pusat dan daerahpun ikut meramaikan kondisi bangsa dan
cenderung ke arah disintegrasi bangsa. Kemudian lebih menyedihkan lagi bangsa semakin diperparah
dengan berbagai bencana dan musibah di berbagai pelosok penjuru nusantara serta ancaman akan
kehilangan generasi (lost generation) akibat penyalahgunaan narkoba. Seharusnya disaat kita sedang
memulai pembangunan Indonesia baru yang ditandai dengan perubahan-perubahan yang drastis,
cepat dan berjangka panjang di bidang politik diperlukan semangat kecintaan kepada bangsa,
kebersamaan dan persaudaraan yang dapat menumbuhkan harapan-harapan pencerahan bagi bangsa
untuk membangun Indonesia baru atau Indonesia yang lebih baik, maka dimanakah para pemuda
atau generasi muda mengambil peran dalam situasi bangsa seperti ini.
D.
Peran
serta
generasi
muda
dalam
pembangunan
Disaat kondisi bangsa seperti saat ini peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak
dan pengawal jalannya reformasi dan pembangunan sangat diharapkan. Dengan organisasi dan

jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk
mengawal jalannya reformasi dan pembangunan. Permasalahan yang dihadapi saat ini justru banyak
generasi muda atau pemuda yang mengalami disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan
politik praktis. Seharusnya melalui generasi muda atau pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi
berbagai kondisi dan permasalahan yang yang ada. Pemuda atau generasi muda yang mendominasi
populasi penduduk Indonesia saat ini mesti mengambil peran sentral dalam berbagai bidang untuk
kemajuan antara lain:
1.
Saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan.
Pemuda harus meletakkan cita-cita dan masa depan bangsa pada cita cita perjuangannya.
Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus menjadi
asset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan. Saatnya pemuda memimpin
perubahan. Pemuda atau generasi muda yang tergabung dalam berbagai Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan. Mereka
memahami dengan baik kondisi daerahnya dari berbagai sudut pandang. Kemudian proses
kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta interaksi kuat dengan berbagai lapisan
sosial termasuk dengan elit penguasa akan menjadi pengalaman (experience) dan ilmu
berharga untuk mengusung perubahan.
2.
Pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama (common interest) untuk suatu
kemajuan dan perubahan. Tidak ada yang bisa menghalangi perubahan yang diusung oleh
kekuatan generasi muda atau pemuda, sepanjang moral dan semangat juang tidak luntur.
Namun bersatunya pemuda dalam satu perjuangan bukanlah persoalan mudah. Dibutuhkan
syarat minimal agar pemuda dapat berkumpul dalam satu kepentingan. Pertama, syarat
dasar moral perjuangan harus terpenuhi, yakni terbebas dari kepentingan pribadi dan
perilaku moral kepentingan suatu kelompok. Kedua, kesamaan agenda perjuangan secara
umum Ketiga, terlepasnya unsur-unsur primordialisme dalam perjuangan bersama, sesuatu
yang sensitive dalam kebersamaan.
3.
Mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme dikalangan generasi muda
atau pemuda akan mengangkat moral perjuangan pemuda atau generasi muda. Nasionalisme
adalah kunci integritas suatu negara atau bangsa. Visi reformasi seperti pemberantasan KKN,
amandeman konstitusi, otonomi daerah, budaya demokrasi yang wajar dan egaliter
seharusnya juga dapat memacu dan memicu semangat pemuda atau generasi muda untuk
memulai setting agenda perubahan.
4.
Menguatkan semangat nasionalisme tanpa harus meninggalkan jatidiri daerah.
Semangat kebangsaan diperlukan sebagai identitas dan kebanggaan, sementara jatidiri
daerah akan menguatkan komitmen untuk membangun dan mengembangkan daerah.
Keduanya diperlukan agar anak bangsa tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarahnya.
5.
Perlunya kesepahaman bagi pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan
agenda-agenda Pembangunan. Energi pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong
terwujudnya perubahan. Sesuai karakter pemuda yang memiliki kekuatan (fisik), kecerdasan
(fikir), dan ketinggian moral, serta kecepatan belajar atas berbagai peristiwa yang dapat
mendukung akselerasi perubahan.
6.
Pemuda menjadi aktor untuk terwujudnya demokrasi politik dan ekonomi yang
sebenarnya. Tidak dapat dihindari bahwa politik dan ekonomi masih menjadi bidang eksklusif
bagi sebagian orang termasuk generasi muda. Pemuda harus menyadari , bahwa sumber daya
(resource) negeri ini sebagai aset yang harus dipertahankan, tidak terjebak dalam konspirasi
ekonomi kapitalis.
7.
Secara khusus peranan pemuda di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung seharusnya
lebih berorientasi kepada upaya membangun kualitas sumber daya manusia dan upaya
menjaga kualitas sumber daya alam Bangka Belitung agar tetap dapat mempunyai daya
dukung bagi pembangunan Bangka Belitung dasawarsa kedepan dan untuk persiapan bagi
generasi mendatang. Sebagai suatu propinsi yang baru menginjak usia delapan tahun banyak
hal yang harus diperbuat, diperjuangkan dan ditingkatkan agar propinsi ini dapat sejajar
serta dapat mengejar ketertinggalan dengan propinsi lainnya di Indonesia. Issue aktual
tentang kerusakan lingkungan di Bangka Belitung hendaknya menjadi perhatian serius dan
utama mengingat eksploitasi terhadap biji timah yang sudah dimulai sejak masa Kesultanan

Palembang Darussalam pada tahun 1710, kemudian dilanjutkan oleh bangsa asing kulit putih
yaitu bangsa Inggris tahun 1812 dan bangsa Belanda sejak tahun 1814 hingga kemerdekaan,
kemudian dilanjutkan eksploitasinya oleh perusahaan Timah milik negara dan sekarang
malah dieksploitasi secara bebas dan besar-besaran oleh rakyat tanpa memperhatikan
aturan-aturan dan kelestarian lingkungan, akan berakibat pada kerusakan dan kehancuran.
Dalam posisi inilah harusnya pemuda atau genersi muda dapat berperan menghentikan
kerusakan dan mengajukan alternatif solusi yang cerdas bagi penyelesaiannya dan terutama
sekali solusi terbaik bagi penghidupan rakyat pasca timah. Saat ini suara, pemikiran dan
tindakan nyata dari generasi muda atau pemuda, mahasiswa, akademisi atau dari golongan
elite terpelajar nyaris tak terdengar, sebetulnya banyak kebijakan-kebijakan yang dilakukan
oleh pemerintah daerah yang perlu dikritisi secara arif.
8. Pemuda atau generasi muda harus dapat memainkan perannya sebagai kelompok penekan atau
pressure group agar kebijakan-kebijakan strategis daerah memang harus betul-betul mengakar bagi
kepentingan dan kemashlatan umat.

Anda mungkin juga menyukai