Anda di halaman 1dari 414

Pembahasan TO 5

1. C. Reaksi antibodi imunologi


Keywords : Anak dengan edema, hematuria,
proteinuria, riwayat ISPA (+) 2 minggu sebelumnya
Mengarah ke Glomerulonefritis akut pasca
Streptococcus (GNAPS)
GNAPS dimediasi oleh proses imunologi, terutama
sistem imun humoral. Teori yang ada adalah:
1. Kompleks imun yang terperangkap dalam glomerulus
2. Kompleks antigen-antibodi in situ akibat antibodi
bereaksi dengan komponen kuman Streptococcus yang
terdeposit didalam glomerulus.

GNAPS
GNAPS terjadi akibat deposisi kompleks imun (Rx
hipersensitifitas tipe 3) pada GBM dan atau
mesangium sehingga terjadi reaksi inflamasi
gangguan fungsi ginjal komplikasi: ensefalopati
hipertensif, gagal jantung, edema paru dan gagal
ginjal

Didahului oleh infeksi Streptococcus beta


hemoliticus group A nefritogenik (tipe 4, 12, 16,
25, dan 49) di saluran napas atas. Reaksi Ag-Ab
terjadi setelah infeksi saluran napas atas telah
usai.

SN (Sindrom nefrotik)
Keluhan utamanya adalah edema yang masif. Keluhan
hematuria biasanya hanya mikroskopik. Disertai
parameter lab lain : Hipoalbuminemia, proteinuria,
hiperkolesterolemia

GNA (Glomerulonefritis akut)


Merupakan sebutan lain untuk glomerulonefritis akut
pasca streptococcus. Jika ada pilihan GNAPS maka
jawaban yang sesuai adalah GNAPS.

GNK (Glomerulonefritis kronik)


Contohnya pada nefritis lupus

2. D. Hipospadia
Keywords : Kencing tidak normal, uretra ada di
ventral
Hipospadia: orifium uretra eksterna tidak
berada di ujung glans penis, tetapi di bagian
bawah (ventral), keluhan pasien: kencing
menetes

Fimosis: preputium tidak dapat diretraksi, sakit


dan nyeri saat berkemih, perlu mengedan dan
sebelum berkemih ada gelembung di penis
Parafimosis: preputium menjepit batang penis,
saat diretraksi tidak dapat dikembalikan lagi,
merupakan keadaan emergency dalam urologi
Epispadia: OUE pada bagian atas (dorsal) penis

3. D. Permeabilitas kapiler terganggu


Keywords : Anak demam tinggi mendadak,
keluhan gastrointestinal, lemas, Rumple leede
(+) Demam dengue / demam berdarah
dengue.
Yang menyebabkan pemeriksaan rumple leede
(+) adalah adanya gangguan pada
permeabilitas kapiler.

Rumpel Leede / Tourniquet test


Disebut juga sebagai Rumpel-Leede Capillary-Fragility Test.
Merupakan metode diagnostik untuk menilai
kecenderungan perdarahan, gangguan permeabilitas
kapiler dan trombositopenia.
Alat pengukur tekanan darah diaplikasikan pada lengan
pasien, tekanan diatur pada pertengahan sistolik dan
diastolik selama 5 menit. Hasil tes ini positif bila didapatkan
lebih dari 10-20 petekiae per inci persegi.
Bisa ditemukan false positive : Wanita premenstruasi,
postmenstruasi tanpa terapi hormonal, luka bakar akibat
matahari.

DERAJAT DEMAM DENGUE + DEMAM


BERDARAH DENGUE
Demam dengue (DD) demam akut 2-7 hari disertai gejala
1/lebih: nyeri kepala, retroorbita, mialgia, artralgia, ruam
kulit, manifestasi perdarahan(jarang), leukopenia, IgM/IgG
positif. Tidak ada kebocoran plasma (hemokonsentrasi,
efusi pleura, asites, hipoproteinemia)
DBD derajat 1 gejala DD + uji tourniquet (+)
DBD derajat 2 gejala DD + perdarahan spontan
DBD derajat 3 gejala DD + kegagalan sirkulasi (nadi
melemah)
DBD derajat 4 gejala DD + syok berat, nadi tidak terukur

4. A.Defek septum atrium


Keywords : Anak 10 tahun dengan gejala penyakit jantung bawaan,
asianotik, auskultasi: Split S2, bising sistolik ics4 parasternal kiri.
Fixed split S2 khas untuk ASD
Normalnya secara fisiologis split S2 terjadi pada saat inspirasi dan
menghilang saat ekspirasi karena saat inspirasi terjadi peningkatan
venous return overload di ventrikel kanan yang menunda
penutupan katup pulmonal.

Dengan adanya ASD, ventrikel kanan terus menerus dalam keadaan


overload karena left to right shunt menyebabkan suara S2 yang
terpisah jauh. Karena atrium kanan dan kiri saling berhubungan
melalui defek, inspirasi tidak membuat perubahan tekanan antara
kedua atrium tersebut sehingga bunyi split S2 selalu menetap pada
inspirasi dan ekspirasi.

PJB
Sianotik
Darah kaya O2 tercampur
dengan miskin O2

TOF
TGA

Asianotik

Darah kaya O2 bocor,


beban jantung
bertambah

VSD
ASD
PDA

ASD
Left to right shunt
RA, RV, dan PA enlargement pulmonary
vascular obstructive disease pulmonary
hypertension (PH) eisenmenger syndrome
Tidak bergejala s/d 20-30 th
PF: Fixed split S2, sistolik ejection murmur
(relative pulmonal stenosis [PS]), mid diastolic
murmur (relative tricuspid stenosis [TS])

VSD
Left to right shunt
LA, LV, dan PA enlargement pulmonary
vascular obstructive disease pulmonary
hypertension (PH) eisenmenger syndrome
PF: murmur pansistolik di sela iga ke 3 dan ke 4
tepi kiri sternum menjalar ke sepanjang tepi kiri

sternum.

PDA
Left to right shunt
LA, LV, ascending Ao and PA enlargement
pulmonary hypertension (PH) eisenmenger
syndrome
PF: continuous murmur

TOF
VSD, pulmonary stenosis, overriding aorta and
right ventricular hypertrophy
Cyanotic spell: biru jadi tambah biru karena
sistemik perifer resistance (nangis). Dapat
diperbaiki dengan cara resistensi perifer
(jongkok)
PF: single second heart sound (PS)
Foto thoraks: boot shape

5. B. Ketoasidosis diabetikum tipe 1


Keywords : Anak dengan penurnan kesadaran,
nafas kussmaul. GDS meningkat . Ketonuria
(+), asidosis.
Semua gejala mengarah ke ketoasidosis
diabetikum / diabetic ketoacidosis (DKA).
DKA paling sering terjadi pada DM tipe1
dimana terjadi defisiensi insulin absolut.

Anak dengan DKA rentan terhadap terjadinya


edema otak, menyebabkan keluhan nyeri
kepala, penurunan kesadaran hingga koma,
hilangnya refleks pupil, hingga kematian.
Edema otak terjadi pada 0,3 1,0 % pasien
dengan DKA.

American Diabetes Association categorizes DKA in


adults into one of three stages of severity:
Mild: blood pH mildly decreased to between 7.25
and 7.30 (normal 7.357.45); serum bicarbonate
decreased to 1518 mmol/l (normal above 20);
the patient is alert
Moderate: pH 7.007.25, bicarbonate 1015,
mild drowsiness may be present
Severe: pH below 7.00, bicarbonate below 10,
stupor or coma may occur

6. C. Torsio testis
Keywords : Anak dengan nyeri pada skrotum, setelah
aktivitas berat, eritema (+), demam(-), phrehn sign (-)
Torsio testis terjadi saat terjadi karena perputaran /
terpuntirnya pembuluh darah yang memperdarahi
testis, dapat menyebabkan nekrosis. Nyeri (+), bengkak
(+)
Paling sering terjadi pada laki-laki usia 10-25 tahun,
namun dapat terjadi pada semua usia.
Demam/tanda radang lain (-), riwayat terkena
bola/benda lain/trauma tumpul, nyeri (+), phren sign(-)

Prehns sign
Elevation of scrotum
Negative: no pain relief with lifting the
affected testicle testicular torsion
surgical emergency and must be relieved
within 6 hours
Positive: pain relief with lifting the affected
testicle epididymitis
Phren sign positif jika testis diangkat rasa nyeri
akan hilang atau berkurang

Epididimitis: inflamasi epididimis


Gejala:
Gradual onset of scrotal pain and swelling, often developing
over several days (as opposed to hours, as in testicular
torsion)
Unilateral
Dysuria, frequency, and/or urgency
Fever and chills (in only 25% of adult patients with acute
epididymitis but in up to 71% of children with the condition)
Usually no nausea or vomiting (as opposed to testicular
torsion)
Urethral discharge preceding the onset of acute epididymitis
(in some cases)
Prehns sign (+) khas epididimitis
Orchitis: infeksi pada testis phren sign (-)

Orchitisnyeri (karena ada inflamasi),


transiluminasi (-)
Hidrokelisinya cairan jadi transiluminasi (+)
Varikokeldilatasi pleksus pampiniformis dan
vena spermatikia. Sering disebut sebagai bag of
worms (teraba seperti cacing) seringkali
infertil.
Elephantiasis pembengkakan dan penebalan
jaringan lunak dan kulit.

7. C. Tuli sensorineural
Keywords : Anak belum dapat berbicara. Ibu
riwayat campak saat hamil.
Congenital rubella dapat terjadi pada fetus
dimana ibu terinfeksi dengan rubella pada
trimester pertama kehamilan (risiko hingga 51%)
Trias klasiknya adalah
Tuli sensorineural (58% pasien)
Kelainan penglihatan; retinopati, katarak, dan
microphtalmia (43%)
Penyakit jantung kongenital ; stenosis pulmonal dan
PDA (50%).

Congenital Rubella

8. B.Haemophylus influenzae
Keywords : Anak dengan nyeri menelan, demam
tinggi. Sesak, suara nafas muffled/teredam,
berliur,
Radiologi gambaran Thumb sign
Gambaran thumb sign didapatkan pada foto soft
tissue leher proyeksi lateral, merupakan
manifestasi dari epiglotis yang membesar dan
edematous Sugestif terhadap diagnosis
epiglotitis infeksi akut.

Epiglotitis
Gejala : nyeri menelan, suara teredam/berubah, sulit
berbicara, berliur, demam, takikardia, dan kesulitan
bernafas
Anak biasanya datang dalam sniffing position yaitu
badan condong ke depan, kepala dan hidung
menghadap keatas seperti menghendus.
Kuman penyebab tersering adalah H.influenzae tipe
B, diikuti oleh S.Pneumoniae, Varicella zoster, herpes
simpex virus type 1, dan S.aureus.
Etiologi non infeksi mencakup trauma termal
(makan/minum terlalu panas), trauma inhalasi (bahan
korosif),ataupun mekanik (benda tajam/tumpul).

Epiglotitis
Category 1: Severe respiratory distress with imminent or actual
respiratory arrest. People typically report a brief history with a
rapid illness that quickly becomes dangerous.
Category 2: Moderate-to-severe clinical symptoms and signs of
considerable risk for potential airway blockage. Symptoms
include sore throat, inability to swallow, difficulty in lying flat,
muffled "hot potato" voice (speaking as if they have a
mouthful of hot potato), stridor, and the use of accessory
respiratory muscles with breathing.
Category 3: Mild-to-moderate illness without signs of potential
airway blockage. These people often have a history of illness
that has been occurring for days with complaints of sore throat
and pain upon swallowing.

9. D. TB milier
Keywords : Anak 4 tahun dengan demam tinggi dan batuk,
PF : Ronki (-), Ro/toraks : Gambaran snow storm
appearance.
Gambaran snowstorm pada foto toraks menunjukkan
adanya multipel nodul kecil yang tersebar di parenkim
paru, menunjukkan letak kelainan ada di interstisial paru,
bukan di alveolar.

Gambaran ini dapat ditemukan pada kasus TB milier atau


HMD stage lanjut Usia pasien 4 tahun lebih dalam PF
tidak didapatkan ronki lebih sesuai untuk diagnosis TB
milier.

TB Milier

10. B. Resisten steroid


Keywords : Anak dengan edema, proteinuria,
hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia
Gejala sindrom nefrotik. Telah berobat namun
setelah 4 minggu masih proteinuria.
Termasuk kriteria resisten steroid

Klasifikasi sindrom nefrotik


Batasan term sindrom nefrotik
Remisi: proteinuria negatif atau trace (<4
mg/m2/LPB/jam) 3 hari berturut-turut dalam 1
minggu
Relaps: proteinuria 2+ (>40 mg/m2/LPB/jam) 3
hari berturut-turut dalam 1 minggu
Relaps jarang: relaps kurang dari 2x dalam 6 bulan
pertama setelah respons awal atau kurang dari 4x per
tahun pengamatan
Relaps sering: relaps 2x dalam 6 bulan pertama
setelah respons awal atau 4x dalam periode 1tahun

Dependen steroid: relaps 2x berurutan pada saat


dosis steroid diturunkan (alternating) atau dalam
14 hari setelah pengobatan dihentikan
Resisten steroid: tidak terjadi remisi pada
pengobatan prednison dosis penuh (full dose) 2
mg/kgbb/hari selama 4 minggu
Sensitif steroid: remisi terjadi pada pemberian
prednison dosis penuh selama 4 minggu

Sindroma Nefrotik Definisi,


Patogenesis
Definisi
Proteinuria masif (>40 mg/m2/jam atau
dipstik 2+),
Hipoalbuminemia (<2,5 g/dL),
Edema, dan
Hiperkolesterolemia >200 mg/dl

Patogenesis
Terjadi akibat kegagalan/gangguan
filtrasi di glomerulus yang kemudian
menyebabkan terjadinya albumin
leakage
Membran filtrasi glomerulus: endotel
kapiler (pores/fenestration) , GBM
(negative discharge), foot proces
podocyte (filtration slit)

Oval fat bodies patognomonik pada


urinalisis pasien sindrom nefrotik
Edema terjadi karena albumin
berkurang sehingga tekanan onkotik
menurun

11. E.Absence seizure


Keywords : Anak tampak sering melamun,
tidak sadar selama 10-20 detik kemudian
sadar kembali. Khas untuk absence seizure,
kemungkinan tipe umum.

Epilepsi Klasifikasi (ILAE)


Kejang parsial
Parsial sederhana
Parsial kompleks
Parsial generalisata sekunder

Kejang umum

Absance/lena/petit mal
Tonik klonik/grand mal
Tonik
Klonik
Myoklonik
Atonik
Spasme infantil

Unclassified

Tipe-Tipe Kejang

Kejang umum : berasal dari seluruh


hemisfer korteks serebri
Absens/lena (petit mal) : Bengong
Kejang parsial (fokal) : berasal dari
mendadak, tanpa aura, tanpa
bagian tertentu dalam korteks serebri
kebingungan pasca-serangan, bisa
disertai automatisme maupun tidak.
Sederhana : Tidak ada penurunan
kesadaran. Gejala bisa sensoris,
Mioklonik : kedutan motorik tidak
teratur
motoris, otonom, atau psikis.
Klonik : kedutan motorik teratur
Kompleks : Ada penurunan
kesadaran (amnesia). Gejalanya
Tonik : ekstensi atau fleksi mendadak
biasanya berupa bengong
pada kepala, badan, atau ekstremitas
mendadak yang diikuti dengan
Tonik-klonik umum primer (grand
automatisme dan kebingungan
mal) : berawal sebagai ekstensi tonik
pasca-serangan.
ekstremitas atas dan bawah beberapa
detik, kemudian menjadi gerakan
Kejang tonik-klonik umum
klonik ritmik, kebingungan pascasekunder : kejang parsial yang
serangan
berlanjut menjadi kejang tonik
Atonik : Tonus tubuh hilang
klonik umum
mendadak (pasien tiba-tiba jatuh)

Absence (petit mal) bengong, kemudian biasa


lagi.
o Umum <18 tahun, serangan mendadak,
sering berkedip, berakhir cepat
o Atipikal sampai dewasa, serangan mulai
dan berakhir perlahan
Tonik klonik (grand mal) kehilangan
kesadaran, kejang seluruh badan, keluar liur
Mioklonus kedutan (kontraksi-relaksasi) otot
sesaat yang terjadi mendadak
Tonik peningkatan tonus otot-otot ekstensor
secara mendadak

Tatalaksana Profilaksis Kejang


Kejang umum
Tonik-klonik: asam valproat (DOC), carbamazepine
Absans: asam valproat (DOC)

Kejang parsial: carbamazepine (lini ke-1),


fenitoin (lini ke-1), asam valproat
Fenitoin banyak efek samping (mis. hiperplasia
gingival) dan interaksi obatnya, sehingga lebih
sering dipilih asam valproat atau
carbamazepine

12. B.Hipoalbuminemia
Keywords : Anak dengan edema anasarka,
jarang kencing, urine keruh Gejala fisik dari
sindroma nefrotik.
Trias laboratorium dari sindroma nefrotik :
Hipoalbuminemia, proteinuria, edema.
Seringkali disertai dengan hiperkolesterolemia

Sindroma Nefrotik Definisi,


Patogenesis
Definisi
Sindrom klinis dengan gejala
proteinuria masif (>40 mg/m2/jam),
hipoalbuminemia (<2,5 g/dL),
edema dan hiperkolesterolemia

Patogenesis
Terjadi akibat
kegagalan/gangguan filtrasi di
membran filtrasi glomerulus
yang kemudian menyebabkan
gejala klinis tersebut
Membran filtrasi glomerulus:
endotel kapiler
(pores/fenestration) , GBM
(negative discharge), foot
proces podocyte (filtration slit)

Sindrom Nefrotik
Definisi
Proteinuria
Hipoalbuminemia
Edema
Hiperkolesterolemia

Penunjang
Urinalisis: oval fat bodies
Tata laksana
Anak: diuretik, suplemen
protein (termasuk albumin),
batasi Na, prednison untuk
sindrom nefrotik primer
Dewasa: diuretik, suplemen
protein, batasi Na, atasi
hiperlipidemia, ACE-I/ARB
untuk sindrom nefrotik
sekunder

Sindrom Nefritik
Definisi
Hematuria
Edema
Hipertensi
Penurunan fungsi ginjal
Yang sering dibahas adalah
reaksi kompleks imun
pasca-infeksi streptokokus
(GNAPS)

Gejala dan tanda


Hematuria (dengan silinder
eritrosit), proteinuria <3,5
g/hari, hipertensi, uremia,
azotemia, dan oliguria.
Riwayat infeksi kulit atau
faring
Penunjang Titer ASTO
Tata laksana atasi penyakit
yang mendasari

13. E. TSH menurun, FT4 menigkat


Keywords : Anak dengan benjolandi leher, gejala
tirotoksikosis (+)
Hipertiroid relatif jarang didapatkan pada anak, jika
terjadi mayoritas adalah Graves disease.
Etiologi lain : Adenoma toksik, toxic nodular goiter,
McCune-Albright syndrome , subacute thyroiditis,
hashitoxicosis, bacterial thyroiditis, exogenous
thyroid hormone, hCG-secreting tumors

14. A.usus halus


Keywords : Anak dengan lemas, mual,
muntah, ditemukan cacing ancylostoma
duodenale
Spesies cacing tambang / hookworm yaitu
Ancylostoma duodenale dan Necator
americanus memiliki siklus hidup yang sama,
mencapai tahap dewasa di usus halus.

15. D.Asma bronkhial


Keywords : Anak dengan gejala rhinitis alergi
Riwayat yang harus digali adalah adanya
manifestasi atopi yang lain seperti asma,
dermatitis atopi, konjungtivitis alergi.

Tanda Alergi
Allergic shiners
Dark circles under the
eyes are due to swelling
and discoloration from
congestion

Allergic salute
The way that many
children use the palm of
their hand to rub and
raise the tip of their
nose to relieve nasal
itching and congestion

Allergic crease
A line across the bridge
of the nose usually the
result of allergic salute

Dennie morgan lines


Crease-like wrinkles that
form under the lower
eyelid folds (double skin
folds)

Mouth breathing
Akibat kongesti nasal
disertai dengan
development of a high,
arched palate, an
elevated upper lip, and
an overbite

Allergic (adenoidal) face


(long face syndrome)
Akibat pembesaran
adenoid
menyebabkan tired and
droopy appearance

16. C. Pseudoephedrine
Keywords : Pasen anak dengan ISPA, kongesti
nasal (+). Yang dapat diberikan?
Pasien anak dengan ISPA pada umumnya tidak
membutuhkan obat-obatan spesifik karena
etiologinya kebanyakan adalah infeksi viral.
Jika terjadi kongesti nasal dapat dilakukan
bilas hidung dengan dekongestan.

17. D.Defisiensi Vit K


Keywords : Anak dengan perdahan yang sulit
berhenti dari lokasi bekas imunisasi. Pemeriksaan
darah tepi dbn, PT dan APTT meningkat.
Hemofilia A/B : Hanya APTT yang memanjang
DIC : Gangguan koagulasi berat, manifestasi
perdarahan berat
ITP : Hanya trombosit yang turun, PT-APTT
biasanya normal

Def. Vit K
Tanda secara klinis adalah manifestasi perdarahan, seperti
epistaksis, hematoma, GI bleeding, menorhagia, hematuria,
perdarahan gusi, dan lebam pada area injeksi
Jika terjadi pada neonatus manifestasi dapat lebih berat,
bisa terjadi perdarahan intrakranial dan gastrointestinal
berat
Hasil lab: Biasanya terjadi peningkatan PT dengan nilai
aPTT normal. Namun pada kasus yang berat dapat terjadi
peningkatan PT dan APTT.
Pemeriksaan yang sensitif terhadap defisiensi vit K adalah
meningkatnya kadar des-gamma-carboxy prothrombin
(DCP) / dikenal juga sebagain protein-induced by vitamin K
absence/antagonist-II (PIVKA-II)

18. C.PTU
Keywords : Anak dengan struma, gejala dan
pemeriksaan laboratorium hipertiroid. Terapi
yang sesuai?
Terapi terpilih adalah secara farmakologi
Methimazole / carbimazole : 0,4-0,7 mg/kgBB/hari
Drug of choice
PTU : 5-7 mg/kgBB/hari dibagi 3x dosis/hari ; sudah
jarang digunakan, karena dapat meningkatkan risiko
liver failure

Alternatif terapi lain adalah :


Pembedahan : Angka residif tinggi, harus disertai
dengan modalitas terapi lain
Terapi supresi/ablasi thyroid menggunakan
radiofarmaka iodine Pilihan terapi utama
pada dewasa

19. D.GERD
Keyword : Anak dengan rasa terbakar dan
nyeri pada ulu hati. Meningkat setelah makan.
Heartburn (+)
Heartburn pada anak-anak menunjukkan
adanya GERD, biasanya nyeri meningkat
setelah makan

GERD in children
Heartburn is the most common symptom of GERD in kids
and teens. It can last up to 2 hours and tends to be worse
after meals. In infants and young children, GERD can lead to
problems during and after feeding, including:
frequent regurgitation or vomiting, especially after meals
choking or wheezing, if the contents of the reflux get into the
windpipe/trachea and lungs
wet burps or wet hiccups
spitting up that continues beyond the first year of life (when it
typically stops for most babies)
irritability or inconsolable crying after eating
refusal to eat, at all or in limited amounts
failure to gain weight

GERD terapi
Tujuan terapi pada GERD adalah untuk meneka produksi
asam lambung, dan menurunkan waktu pengosongan
lambung dengan cara :
Nonpharmacotherapy : Small frequent feeding, posisi tegak
setelah makan, posisi tengkurap untuk bayi>6bulan
Untuk usia lebih besar dapat dilakukan hal seperti : Menghindari
makanan mengandung tomat, jeruk, jus buah, peppermint,
coklat, dan minuman berkafein, makanan rendah lemak, makan
tepat waktu, dan penurunan berat badan
Pharmacotherapy
Antacids (eg, aluminum hydroxide, magnesium hydroxide)
Histamine H2 antagonists (eg, nizatidine, cimetidine, ranitidine,
famotidine)
Proton pump inhibitors (eg, lansoprazole, omeprazole, esomeprazole,
dexlansoprazole, rabeprazole sodium, pantoprazole)

20. E. Rehidrasi intravena


Keywords : Remaja dengan ketonuria, GDS tinggi,
riwayat gejala DM (+) Diabetic ketoacidosis
Terapi inisial yang tepat adalah rehidrasi dengan
cairan kristaloid (Ringer laktat / NaCl)
Tatalaksana utama DKA : Fluid replacement. Baru
disertai dengan terapi lain seperti Bicarbonate,
terapi elektrolit, dan terapi suportif untuk
mengatasi komplikasi lain seperti edema serebri.

Clinical Practice Guidelines of Australasian Paediatric Endocrine Group, March 2005.

21. A. Difteri
Keywords : Anak dengan gejala ISPA, hipertrofi
tonsil +membran keabu-abuan.
Pembengkakan di leher (Bull neck +)
Gejala mengarah ke difteri

Sumber : Pocketbook WHO

22. B.Lakukan tes mantoux dulu


Keywords : Anak 1 bulan akan diimunisasi. Riwayat
kontak TB (+), yang harus dilakukan?
Usia Pemberian Imunisasi BCG adalah dibawah usia 2
bulan. Jika baru diberikan setelah usia 2 bulan,
disarankan tes Mantoux (tuberkulin) dahulu. Vaksinasi
dilakukan bila hasil tesnya negatif.
Pada bayi ini, terdapat kontak TB sejak lahir. Maka
perlu dilakukan tes Mantoux terlebih dahulu untuk
penentuan skoring TB. Jika skor TB 6, maka anak
diterapi OAT
Bila Skor TB<6 maka bayi hanya diberi profilaksis INH.
Imunisasi BCG diberikan setelah selesai pengobatan
OAT maupun setelah profilaksis INH.

TB Anak Klasifikasi (ATS/CDC)


Class

Contact

Infection

Disease

Management

1st proph.

II

2nd proph.

III

OAT thera.

Kontak dinilai dengan adanya kontak


dengan pasien TB di sekitar
lingkungan
Infeksi dinilai dengan uji Mantoux
Disease dinilai dengan TB scoring
menurut WHO

TB Anak
Pencegahan/Kemoprofilaksis
Kemoprofilaksis primer
Diberikan untuk
mencegah infeksi
Diberikan pada anak
dengan kontak TB (+)
tetapi uji tuberkulin (-)
Obat: INH 5-10
mg/kgBB/hari selama 6
bulan

Kemoprofilaksis
sekunder
Diberikan untuk
mencegah sakit TB
Diberikan pada kontak
TB (+), uji mantoux (+),
tetapi klinis (-), Ro (-)
Obat: INH 5-10
mg/kgBB/hari selama 69 bulan

23. B.IgE
Keywords : Anak dengan disengat lebah.
Gejala alergi (+). Mediator yang berperan?
Hipersensitivitas yang langsung terjadi
(immediate tipe) dimediasi oleh reaksi
hipersensitivitas tipe 1.

24. C.Kripta melebar


Keywords : Anak dengan gejala tonsilitis.
Kripta yang melebar spesifik terhadap
diagnosis tonsilitis kronis.

Tonsilitis Akut

Tonsilitis Kronik

Etiologi

EBV atau streptococcus hemolitikus

Streptococcus hemolitikus, dengan risk


factor: perokok berat, higien mulut,
makanan tertentu, pengaruh cuaca,
kelelahan fisik, pengoabtan tonsilitis akut
yang anadekuat

Gejala

nyeri tenggorokan, odinofagia, demam,


lesu, nyeri sendi, otalgia

Mengganjal ditenggorokan, rasa kering,


napas berbau

PF

Tonsil bengkak, hiperemis, detritus


(leukosit PMN): folikel/lakuna, membran
semu, KGB Submandibula teraba, nyeri
tekan (+)

Tonsil membesar, permukaan tidak rata,


kriptus melebar, kripti yang terisi detritus

Terapi

Viral: istirahat, minum cukup, analgetik or Menjaga higien mulut, tonsilektomi jika:
antivirus jika berat.
infeksi berulang, gejala sumbatan, curiga
neoplasma
Bakteri: penisilin, eritromisin, antipiretik
dan obat kumur.

25. C. Atresia bilier


Keywords : Anak usia 3 bulan dengan ikterik
sejak usia 1 bulan. Gejala obstruksi (+)
Ikterik persisten diatas usia anak 1 bulan
dengan gejala obstruktif kemungkinan ke arah
atresia bilier.

Ikterus Neonatorum Klasifikasi,


Etiologi
Ikterus Fisiologis
Terjadi pada bayi aterm (5-6
mg/dl)
Onset ikterus setelah 24 jam
pertama
Puncak ikterus pada hari ke 3-5
Ikterus membaik dalam 1
minggu

Ikterus Patologis

Dapat terjadi pada semua bayi


Onset ikterus <24 jam
Puncak ikterus lebih lambat
Ikterus membaik dalam 2
minggu

Etiologi
Produksi (hemolisis):
hematoma, ABO/Rh
inkompatibilitas, G6PD def,
sferositosis, polisitemia
sekresi bil: prematur,
hipotiroid, bayi ibu DM, def
enzim konjugasi
sirkulasi enterohepatik:
asupan enteral
(breastfeeding jaundice),
stenosis pilorus, atresia usus,
MH
Gangguan obstruktif:
kolestasis, atresia bilier, kista
koledokus
Mekanisme campuran: sepsis

Ikterus Neonatorum Warning Sign!


Ikterus yang timbul pada saat lahir atau sejak
hari pertama kehidupan
Kenaikan bilirubin berlangsung cepat
(>5mg/dL)
Kadar bilirubin serum >12 mg/dL
Ikterus menetap pada usia 2 minggu atau
lebih
Peningkatan bilirubin direk >2mg/dL

Ikterus Neonatorum DDx/


Ikterik pada 24 jam pertama
Dapat disebabkan erythroblastosis
fetalis, perdarahan tersembunyi,
sepsis, atau infeksi intrauterine,
termasuk sifilis, rubella,
sitomegalo, rubella, dan
toxoplasmosis kongenital

Ikterik yang muncul pada hari ke2 atau ke-3


Umumnya fisiologis, Crigler-Najjar
syndrome dan breast feeding
ikterik, sepsis bakteri atau infeksi
saluran kemih, maupun infeksi
lainnya seperti sifilis,
toksoplasmosis, sitomegalovirus,
atau enterovirus.

Ikterik yang muncul sesudah satu


minggu
breast milk ikterik, septicemia,
atresia congenital, hepatitis,
galaktosemi, hipotiroidisme,
anemia hemolitik kongenital
(spherocytosis), anemia hemolitik
akibat obat.

Ikterik yang persisten selama satu


bulan
kondisi hyperalimentationassociated cholestasis, hepatitis,
cytomegalic inclusion disease,
syphilis, toxoplasmosis, familial
nonhemolytic icterus, atresia bilier,
atau galaktosemia. Ikterik fisiologis
dapat berlangsung beberapa
minggu pada kondisi hipotiroid
atau stenosis pilori

Atresia bilier
Kelainan kongenital
dimana duktus biliaris
komunis tidak terbentuk
atau terobstruksi total.
Angka kejadian di USA
1/10.000 1/15.000 kasus
Gejala obstruksi biasa
didapatkan di usia 1 6
minggu.

Atresia bilier
Three main types
of extrahepatic
biliary atresia:
Type I: atresia
restricted to the
common bile
duct.
Type II: atresia of
the common
hepatic duct.
Type III: atresia of
the right and left
hepatic duct.

Ikterus Neonatorum - Tatalaksana


Tatalaksana

Usia

Fototerapi
(Bil tot)

Transfusi
Tukar
(Bil indir)

<24 jam

10-12 mg/dl

20 mg/dl

Fototerapi
NCB-SMK: bil tot 12
mg/dl
NKB sehat: bil tot > 10
mg/dl

Transfusi tukar
Bil indirek 20 mg/dl
Digunakan bil indirek
karena ditakutkan
kernikterus

24-48 jam

12-15 mg/dl 20-25 mg/dl

48-72 jam

15-18 mg/dl 25-30 mg/dl

>72 jam

18-20 mg/dl 25-30 mg/dl

26. A. Pemberian 1 dosis HAV imunoglobulin


intramuskular
Keywords:
demam sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai mata kuning, nyeri
perut kanan atas dan muntah-muntah. Nafsu makan hilang, nyeri otot
dan sendi serta demam ringan. 10 hari kemudian diikuti
menguningnya kulit dan air kencing berwarna coklat gelap.
PF: tampak lemas, tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi nadi 92
x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 37,8oC. Pada pemeriksaan
hepar teraba pembesaran hepar dan nyeri hipokondrium kanan.
Lab: peningkatan SGPT.
Bagaimana profilaksis yang sebaiknya dilakukan untuk anggota keluarga
yang tinggal serumah dengan pasien?
Pemberian 1 dosis HAV imunoglobulin intramuskular (emedicine)

Untuk orang sehat berusia antara 1-40 tahun,


vaksinasi Hepatitis A sesungguhnya lebih
dipilih untuk profilaksis, meskipun
immunoglobulin juga bisa digunakan
Kalau begitu mengapa pilihannya bukan B?
Karena vaksinasi hepatitis A itu 2 kali, dengan
interval 6-12 bulan. Pilihan B adalah seri untuk
vaksinasi hepatitis B.

27. E. pemasangan WSD


Keywords:
Sesak yang memberat Batuk berdahak yang berwarna
kecoklatan. Riwayat demam tinggi (+). Riwayat DM
tidak terkontrol (+).
TTV: TD 120/70mmHg, RR 28x/menit, S: 38oC , N
100x/menit. PF: hemitoraks kanan tertinggal, redup
hemitoraks kanan, trakea deviasi kiri.
Foto thoraks : opasitas homogen seluruh paru kanan.
Pungsi pleura didapatkan cairan dengan kesan pus.

Apakah tindakan yang tepat pada pasien ini?


Pemasangan WSD

Sumber: Right LW. Pleural


Effusion. N Engl J Med. Vol.
346, No. 25

28. A. Asma Intermiten


Keywords:
Sesak nafas sejak 1 hari yang lalu, mengi (+). Sesak
sejak dirasakan hilang timbul sejak 6 bln yang lalu.
PF lain normal. BTA (-/-/-).

Diagnosis?
asma intermiten

Sumber: Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma di Indonesia

29. D. pneumothoraks spontan primer


Keywords:
Sesak secara tiba-tiba. Pasien batuk selama 4 hari
dengan dahak yang sulit keluar dan tidak didapatkan
demam.
TTV: TD 110/80mmHg, N 100x/menit, RR 28x/menit
dan S: 37oC. PF: deviasi trakea ke kiri, dada kanan
tertinggal, suara nafas yang menurun dan hipersonor
pada dada kanan.

Apakah diagnosis yang tepat pada pasien


tersebut?
Pneumothoraks spontan sekunder

PNEUMOTHORAX
Sumber: Pedoman Pelayanan Medis PAPDI

Akumulasi udara di rongga pleura disertai kolaps


paru. Pneumotoraks spontan: terjadi tanpa
trauma atau penyebab jelas
Pneumotoraks spontan primer : Pada orang
sehat.
Faktor risiko : merokok. Penyebab : umumnya ruptur
bleb subpleural atau bullae

Pneumotoraks spontan sekunder : pada


penderita PPOK, TB paru, asma, cystic fibrosis,
pneumonia pneumocystis carinii, dll.

30. D. Bronkiektasis
Laki-laki 78 tahun mengeluh batuk lama &
sesak. Pemeriksaan radiologi didapatkan
honeycomb appearance.
Diagnosis yang tepat?
Bronkiektasis

X-RAY
Tramlines or honeycombing represents dilated, thickened
bronchial walls
Volume loss due to destruction of lung tissue
Multiple small nodular densities from plugged alveoli
Signet ring appearance on CT
normally, the vessel is larger than the corresponding bronchus.
In bronchiectasis, the bronchus is larger than the corresponding vessel

Lack of bronchial tapering


Non uniform bronchial dilation
Bronchial wall thickening

http://www.learningradiology.com/notes/chestnotes/bronchiectasis.htm

31. D
Keywords:
Perempuan 55 tahun, nyeri dada yang dirasakan
memberat setelah naik tangga.
Keluhan dialami sejak 1 tahun terakhir. Nyeri dada
dirasakan berkurang dengan istirahat. Pasien saat
ini control teratur di PKM dengan captopril.

Apakah terapi yang paling tepat?


ISDN (untuk mengurangi nyeri)

32. C. Amiodarone
Keywords:
berdebar-debar yang baru
dirasakan sejak 3 jam
terakhir.
PF: TD 160/90, N 60x/I, P
24x/I dan pasien dalam
keadaan sadar.
Pada saat dilakukan
pemeriksaan EKG didapatkan
(lihat gambar).

Berikut ini obat yang


mungkin dapat diberikan
pada pasien adalah...
Amiodarone

Sumber: ACLS AHA 2010

33. A. Furosemid
Keywords:
Laki-laki 62 tahun, sesak nafas yang dirasakan semakin
memberat dengan aktivitas sejak 1 minggu yang lalu.
Pasien sering terbangun tengah malam karena sesak.
TTV: TD 150/100 mmHg, N 100x/mnt, P 24 x/mnt. PF:
rhonki pada kedua basal paru.
Dari pemeriksaan radiologi thoraks didapatkan
pembesaran jantung.

Terapi yang paling tepat diberikan?


Furosemid obat pokok utama pada edema
paru akut (ACLS Indonesia 2013)

34. B. Captopril+HCT
Keywords:
Perempuan 55 tahun, keluhan tegang pada leher sejak
3 hari terakhir.
TTV: TD 160/100. Saat ini pasien mengkonsumsi
metformin untuk DM.

Apakah terapi yang sesuai?


Captopril+HCT
Drug of Choice untuk Hipertensi dengan DM:
diuretik, ACE-I, ARB, CCB, dan Beta Blocker

Sumber: JNC 7

35. C. Terapi AB spektrum luas


Keywords:
Pasien perempuan 28 tahun, datang dengan
keluhan batuk lebih dari 1 bulan. Disertai dahak
berwarna putih. Berat badan turun. Kadangkadang demam. BTA SPS 3x (-,-,-).

Kalau BTA semuanya negatif, berikan antibiotik


non-OAT (jangan fluorokuinolon) selama 2
minggu. Kalau ada perbaikan, berarti bukan
TB. Kalau tidak ada perbaikan, berarti TB.

http://www.klikpdpi.com/konsensus/tb/tb-old.html

36. C. HbeAg
Keywords:
Seorang laki-laki usia 35 tahun, hasil pemeriksaan
HBs Ag(+). Kakek meninggal karena sirosis. Kakak
meninggal karena kanker hati.

Pemeriksaan apa untuk memastikan replikasi


virus?
HbeAg

Infeksi hepatitis B kronik

Sumber: Harisson 17th

37. C. Penyakit Graves


Keywords:
Perempuan, 35 tahun, keluhan berdebar-debar
sejak 2 bulan yang lalu. Disertai benjolan pada
leher dan penurunan berat badan sejak 3 bulan
yang lalu.
TD 110/70, N 110x/m.
Pemeriksaan Lab. TSHs <0,0005 U/L, T4 6,2 mU/L.

Apa diagnosis yang tepat pada pasien diatas?


Penyakit Graves

Suspek Graves disease. Klinis : Berat badan ,


nafsu makan , berdebar-debar, tremor,
cemas, diare, berkeringat, iritabel. Pada graves
terdapat exophtalmus.
Lab : TSH , FT4 , FT3
Tatalaksana : PTU, Methimazole. Pada ibu
hamil trimester I harus dengan PTU. Selain itu
juga diberikan b-bloker (propranolol).

38. A. Kombinasi metformin dan


sulfonylurea
Keywords:
Penurunan berat badan dan sering buang air kecil
terutama malam hari dan sering merasa haus. Keluhan ini
dirasakan sejak beberapa bulan lalu.
TTV: TD 110/70 mmHg, Nadi 80 x/menit.
Pemeriksaan Lab : gula darah 310 mg/dl, HBA1C 8,5 %.

Penanganan yang tepat menurut PERKENI 2011


adalah?
Karena HbA1c antara 7-8%, dibutuhkan kombinasi dua
obat DM
Sulfonilurea lebih dipilih untuk menyertai metformin
dibanding acarbose

39. B. Golongan gemfibrozil


Keywords:
BB berlebih. Riwayat DM tapi tidak terkontrol.
Pemeriksaan Lab: kolesterol 230, LDL 98, HDL 25,
Trigliserida 458.

Apa terapi yg tepat?


Karena TG > 400, maka prioritas kita adalah
menurunkan TG untuk mencegah pankreatitis
akut. Gunakan golongan fibrat.

Dislipidemia
Kelainan metabolisme lipid, ditandai oleh kelainan (peningkatan
atau penurunan) fraksi lipid dalam plasma.
Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol
total, kenaikan kadar trigliserid serta penurunan kadar kolesterol
HDL.
Dalam proses terjadinya aterosklerosis ketiganya mempunyai peran
penting dan berkaitan, sehingga dikenal sebagai triad lipid.
Klasifikasi :
Hiperkolesterolemia
Hipertrigliseridemia
Campuran

Sumber: Pedoman Pelayanan Medis Ilmu Penyakit Dalam - PAPDI

Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

40. B. Korteks zona retikularis


Keywords:
Pria 31 tahun, keluhan tidak punya anak setelah menikah 5
tahun.
Didiagnosis infertilitas oleh dokter.
Hasil pemeriksaan penunjang di dapatkan hasil terdapat
gangguan morfologi dan jumlah spermatozoa yang dihasilkan
oleh testis.

Dimana gangguan pada kasus di atas :


A. Medulla adrenal
B. Korteks zona retikularis
C. Korteks zona fasikulata
D. Korteks zona granulisata
E. Testis

Sumber: Campbell-Walsh Urology 10th Edition

Three cell layers can be identified in the


adrenal cortex.
The outermost layer is the zona glomerulosa,
which produces aldosterone in response to
stimulation by the renin-angiotensin system.
Centripetally located are the zona fasciculata
and zona reticularis, which produce
glucocorticoids and sex steroids, respectively.

Sumber: EAU Guidelines on Male Infertility 2014

oligozoospermia: spermatozoa < 15


million/mL;
asthenozoospermia: < 32% motile
spermatozoa;
teratozoospermia: < 4% normal forms.

41. B. Defisiensi iodine


Keywords:
Pria 25 tahun, keluhan benjolan pada leher bagian
depan sejak 1 bulan yang lalu. Tidak disertai nyeri.
Banyak penduduk dekat tempat tinggal di pegunungan
memiliki kelainan yang sama.
TD 140/90 mmHg, nadi 90x/menit, suhu 37,5 oC.
PF: status lokalis ditemukan struma, nyeri tekan (-)
dan bergerak saat menelan.

Apakah etiologi dari keadaan tersebut?


Defisiensi iodine

Etiology and Pathophysiology


(Toronto Notes 2011)

primary hypothyroidism (90%)


inadequate thyroid hormone production secondary to intrinsic thyroid defect
iatrogenic: post-ablative (131I or surgical thyroidectomy)
autoimmune: Hashimoto's thyroiditis, chronic thyroiditis, idiopathic, burnt out
Graves'
hypothyroid phase of subacute thyroiditis
drugs: goitrogens (iodine), PTU, MMI, lithium
infiltrative disease {progressive systemic sclerosis, amyloid)
iodine deficiency
congenital (1:4000 births)
neoplasia

secondary hypothyroidism: pituitary hypothyroidism


insufficiency of pituitary TSH

tertiary hypothyroidism: hypothalamic hypothyroidism


decreased TRH from hypothalamus (rare)

peripheral tissue resistance to thyroid hormone (Refetoff syndrome)

42. C. Ulkus peptikum


Keywords:
Nyeri ulu hati sejak 8 bulan yang lalu disertai mual dan
muntah.
Pekerja dan sering merasa pusing karena stress sering
minum obat analgetik untuk mengatasinya.
Dari hasil pemeriksaan penunjang di dapatkan defek
bergaung pada antrum pylorus dan hasil pewarnaan
H. pilori (+).

Apakah diagnosanya :
Ulkus peptikum

Sumber: emedicine
defek bergaung pada antrum pylorus dan hasil
pewarnaan H. pilori (+) menunjukkan adanya
gastritis kronis.
gastritis eosinofilik ditandai dengan
banyaknya eosinofil pada pemeriksaan
histopatologi
Sedangkan gastritis autoimun cenderung
terjadi pada fundus.

43. C. Entamoeba
Keywords:
Nyeri perut kanan atas dan demam. Pasien juga
mengalami mual, muntah dan diare berdarah.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan hepatomegali
dan splenomegali. Dari pemeriksaan ditemukan
trofozoit.

Mikroorganisme penyebab yang mungkin


adalah?
Entamoeba

Sumber: Toronto Notes 2011


Amoebic abscesses
most common in liver (hematologic spread);
presents with RUQ pain, weight loss, fever,
Hepatomegaly Investigations
serology, fecal/serum antigen testing, stool
exam (for cysts and trophozoites), colon
biopsy

44. D. Pirazinamid
Keywords:
Nyeri pada sendi kakinya. Pemeriksaan lab
didapatkan kadar asam urat 9 mg/dl. Pasien
mengkonsumsi OAT sejak 3 bulan lalu.

Apakah OAT yang mungkin menyebabkan


keluhan tersebut?
Pirazinamid

Sumber: konsensus PDPI 2002

45. B. Gagal Ginjal Kronik


Keywords:
Mual muntah sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan
disertai lemas, kulit terasa kering dan gatal, serta
sesak nafas. BAK pasien juga berkurang.
PF: TD 140/90 mmHg, N 92x/menit, RR 26x/menit, S
37,5C.
Terlihat bekas garukan di kulit, konjunctiva anemis,
perkusi redup di kedua lapangan paru.
Lab: Hb 7.9 Ur 105, Cr 8.4.

Diagnosis pada pasien ini?


Gagal Ginjal Kronik

Sumber: Pedoman Pelayanan Medis PAPDI

Anamnesis
Lemas, mual, muntah, sesak napas, pucat
BAK berkurang
Pemeriksaan Fisik
Anemis, kulit kering, edem tungkai/palpebra
Tanda bendungan paru
Laboratorium
Gangguan fungsi ginjal

46. B. Karsinoma buli


Keywrods:
Pasien laki-laki 49 tahun, datang dengan keluhan
kencing berdarah, hilang timbul, tidak dirasakan
nyeri.

Apakah kemungkinan diagnosisnya?


Karsinoma buli

Sumber: Toronto Notes 2011

47. B. Artesunat IV
Keywords:
Kejang berulang diawali demam tinggi disertai
menggigil, PF didapatkan TD 110/80 , RR
20x/menit, suhu 40,5 oC. Kaku kuduk tidak ada,
didapatkan hasil pemeriksaan malaria falsifarum.

Terapinya :
Artesunat IV

Manifestasi Malaria Berat


Sumber: Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia 2008

Tatalaksana Malaria Berat


Pilihan utama:
Artesunat IM/IV
Artemeter IM

Alternatif: Kina (Parenteral)


Apabila pasien sudah dapat minum obat
peroral:
Artesunat + Amodiakuin + Primakuin

48. A. Anemia sel sabit


Keywords:
Muntah dan BAB warna merah kehitaman.
PF: splenomegali dan limfadenopati.
Lab: Hb 6,8 gr/dl, leukosit 6800, trombosit
105.000.

Apakah diagnosa pasien tersebut?


Keyword: riwayat malaria yang sembuh sendiri
anemia sel sabit
Bentuk sel sabit protektif terhadap malaria

Gejala:
Nyeri tulang
Anemia.
Nyeri dada dan sesak
Stroke
Hambatan aliran darah
di limpa dan liver
Infeksi

49. A. limfadenitis tuberkulosa


Keywords:
Benjolan di leher kanan sejak 2 bulan yang lalu.
Pasien juga mengeluhkan batuk lama yang tidak
kunjung sembuh, nafsu makan berkurang, BB
turun drastis, sering berkeringat di malam hari.
Pemeriksaan fisik: Colli dextra: tanda radang (+).
Biopsi: sel Datia Langhans (+), kaseosa (+).

Diagnosis?.
Limfadenitis tuberkulosa

Sumber: Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease

Limfadenitis TB merupakan TB ekstraparu


yang sering terjadi
Central caseation surrounded by epithelioid
and multinucleated giant cells adalah
gambaran histopatologi pada infeksi TB

50. C. OAT diberikan setelah


pengobatan TB selesai
Keywords:
Batuk lama, penurunan berat badan, pada bagian
leher terdapat benjolan dengan dasar ulkus.
Pasien penderita HIV. CD4=400.
Pemeriksaan histopatologi didapatkan sel
langerhans.

Maka terapi pemberian OAT yang benar


adalah.
OAT diberikan setelah pengobatan TB selesai

CD4
<200: terapi ARV 2 minggu setelah mulai obat
TB
200-350: terapi ARV setelah TB fase intensif
selesai
>350: terapi ARV setelah selesai pengobatan
TB

Jangan lupa diberikan tambahan cotrimoxazole profilaksis PCP


Pasien TB hamil dengan CD4 < 350/mm3 harus segera memulai pengobatan
ARV

51. C. Pembuatan VeR


Rianto, 30 tahun, datang diantar polisi dengan
keluhan luka bacok pada kedua tangan akibat
perampokan. (kasus pidana)
Dokter kemudian melakukan pemeriksaan dan
mencatat hasil pemeriksaan pada rekam medis
pasien. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter
menganjurkan pasien dirawat inap untuk
diobservasi. Setelah 7 hari perawatan, pasien
dibolehkan pulang dan kontrol di poliklinik

Pilihan lainnya
A. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan
pasien fungsi rekam medis bagi pasien,
dasar pembuatan resume
B. Dasar pembayaran biaya pemeriksaan
kesehatan pasien fungsi rekam medis bagi
RS
D. Persetujuan tindakan medis bisa terdapat
dalam Redkam medis
E. Data statistik kesehatan

52. C. Melakukan informed consent


pada pasien disaksikan oleh pengasuh
Tn. Partoni, 75 tahun, dibawa oleh pengasuh ke
praktek dokter dengan keluhan buang air tidak
puas. Anak-anak pasien tidak tinggal bersamanya.
Pada saat pemeriksaan didapatkan pembesaran
prostat yang permukaannya tidak rata dan teraba
keras. Dokter kemudian ingin melakukan
pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan
radiologi dan pemeriksaan darah untuk antigen
prostat. Bagaimana dokter seharusnya melakukan
informed consent?

Permenkes nomor 585/Menkes/Per/IX/1989


tentang Persetujuan Tindakan Medis
Bab III ( Informasi)
a) Pasal 4 ayat (1) : Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada
pasien, baik diminta maupun tidak diminta.
b) Pasal 4 ayat (2) : Dokter harus memberikan informasi selengkap
lengkapnya kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat
merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien menolak diberikan
informasi.
c) Pasal 4 ayat (3) : Dalam hal sebagaimana dimaksud ayat (2), dokter dengan
persetujuan pasien dapat memberikan informasi tersebut kepada keluarga
terdekat dengan didampingi oleh seorang perawat / paramedik lainnya sebagai
saksi.
d) Pasal 5 ayat (4) : Informasi yang diberikan mencakup keuntungan dan
kerugian dari tindakan medis yang akan dilakukan, baik diagnostic maupun
terapeutik.
e) Pasal 5 ayat (5) : Dalam hal-hal sebagaimana dimaksud ayat (3), dokter
dengan persetujuan pasien dapat memberikan informasi tersebut kepada
keluarga terdekat pasien.

Permenkes nomor
585/Menkes/Per/IX/1989 tentang
Persetujuan Tindakan Medis
Bab IV ( Yang berhak memberikan persetujuan)
a) Pasal 8 ayat (1) : Persetujuan diberikan oleh pasien dewasa yang
berada dalam keadaan sadar dan sehat mental.
b) Pasal 8 ayat (2) : Pasien dewasa sebagaimana dimaksud ayat (1)
adalah yang telah berumur 21 (duapuluh satu) tahun atau telah menikah.
c) Pasal 9 ayat (1) : Bagi pasien dewasa yang berada dibawah
pengampuan (curatele), persetujuan diberikan oleh wali / curator.
d) Pasal 9 ayat (2) : Bagi pasien dewasa yang menderita gangguan
mental, persetujuan diberikan oleh orangtua / wali / curator.
e) Pasal 10 : Bagi pasien dibawah umur 21 (duapuluh satu) tahun dan
tidak mempunyai orangtua / wali dan / atau orangtua / wali berhalangan,
persetujuan diberikan oleh keluarga terdekat atau induk semang
(guardian).

Dengan demikian, informasi harus diberikan


kepada pasien (karena pasien dewasa)
Tetapi karena pasien dibawah pengasuhan
persetujuan diberikan oleh wali/curator
Sehingga informasi diberikan pada pasien
dengan disaksikan pengasuh..karena
pengasuh akan turut berperan dalam
memberikan persetujuan

53. C.Menjelaskan mengenai kemungkinan baik dan


buruk yang akan terjadi bila kandungan dipertahankan
dan menyerahkan keputusan pada pasien

Lionina, 34 tahun, G2P1A0 datang bersama


keluarganya untuk cek kehamilan. Pasien
sedang mengkonsumsi obat untuk Angina
Pectoris karena ia memang memiliki riwayat
serangan jantung dan darah tinggi. Keluarga,
terutama ibu pasien, meminta untuk
menggugurkan kandungan karena khawatir
pada pasien. Tindakan dokter yang sebaiknya
dilakukan adalah

Dalam kasus seperti ini,

pasien perlu
mendapatkan informasi
selengkap-lengkapnya
dan seutuhnya sebelum
ia membuat keputusan
(informed consent)
Yang berhak mengambil
keputusan (autonomi)
adalah pasien karena ia
telah berumur > 21
tahun dan telah
menikah

Permenkes nomor
585/Menkes/Per/IX/1989 tentang
Persetujuan Tindakan Medis
Bab IV ( Yang berhak memberikan persetujuan)
a) Pasal 8 ayat (1) : Persetujuan diberikan
oleh pasien dewasa yang berada dalam
keadaan sadar dan sehat mental.
b) Pasal 8 ayat (2) : Pasien dewasa
sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah yang
telah berumur 21 (duapuluh satu) tahun
atau telah menikah.
c) Pasal 9 ayat (1) : Bagi pasien dewasa
yang berada dibawah pengampuan (curatele),
persetujuan diberikan oleh wali / curator.
d) Pasal 9 ayat (2) : Bagi pasien dewasa
yang menderita gangguan mental,
persetujuan diberikan oleh orangtua / wali /
curator.
e) Pasal 10 : Bagi pasien dibawah umur 21
(duapuluh satu) tahun dan tidak mempunyai
orangtua / wali dan / atau orangtua / wali
berhalangan, persetujuan diberikan oleh
keluarga terdekat atau induk semang
(guardian).

54. B. Ya, karena dalam kasus ini azas


nonmaleficence diutamakan dari autonomi

Doni, 30 tahun, dibawa ke UGD rumah sakit


setelah kecelakaan lalu lintas oleh pengantar dan
petugas PMI. Pasien membutuhkan operasi
sesegera mungkin karena adanya perdarahan
otak background kondisi emergency
Dokter langsung melakukan operasi tanpa
informed consent

Prinsip autonomy:
Menghargai hak pasien untuk
menentukan nasib sendiri

Berterus terang
menghargai privasi pasien
Menjaga rahasia
Melaksanakan informed consent

Prima facie: kaidah bioetik dasar yang satu lebih diutamakan , meskipun ada
kaidah lain yang terpaksa dilanggar. Dalam kasus ini non maleficence
diutamakan meskipun autonomi dilanggar (tidak informed consenr)

55. D. Kontak mata, sambil


menepuk bahu pasien

Dr. Inferno menghampiri


keluarga pasien yang
meninggal dan berkata
Saya mengerti apa yang
anda rasakan. Sikap
dokter yang baik saat
mengucapkan hal
tersebut adalah?

Dos
Mempertahankan kontak mata
Menunjukkan sikap empati (menepuk
bahu)
Berbicara dengan tempo yang tidak terlalu
cepat
Posisi duduk condong ke arah pasien
(menunjukkan kepedulian akan isi
pembicaraan yang akan disampaikan)
Memberi jeda waktu setelah
menyampaikan berita buruk

Donts:
Melipat tangan didada (mengesankan
dokter menjaga jarak, bersikap tertutup,
atau malah terkesan bosan dengan
pembicaraan yang dilakukan), kontak
mata dijaga
Tangan masuk saku (menunjukkan sikap
tidak bersahabat, merasa berkuasa, dan
terancam oleh lawan bicara)
Menghindari kontak mata
(memperlihatkan rasa kurang percaya diri,
gugup serta tidak siap)

56. C. Menjaga kerahasiaan informasi


medis pasien dan tidak memberikan
informasi kepada wartawan
Warga desa lahap mengalami keracunan
massal setelah menghadiri acara pernikahan.
Warga mengalami diare hebat dan muntah
kemudian dibawa ke RS Sehat Selalu.
Wartawan datang karena ingin meliput. Apa
yang sebaiknya dokter lakukan?

57. D. Anak laki-laki disodomi oleh


pengasuh di panti asuhan.
Yang termasuk KDRT?
UU No. 23 tahun 2004

UU no. 23 tahun 2004


Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap
seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan
atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran
rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan,
atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup
rumah tangga.
Lingkup rumah tangga dalam Undang-Undang KDRT
a. suami, isteri, dan anak;
b. orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang
sebagaimana dimaksud pada huruf a karena hubungan darah,
perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap
dalam rumah tangga; dan/atau
c. orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.
(2) Orang yang bekerja sebagaimana dimaksud pada huruf c dipandang sebagai anggota keluarga
dalam jangka waktu selama berada dalam rumah tangga yang bersangkutan

58. C. Berdiskusi dengan pasien dan menjelaskan mengenai


pentingnya untuk memberitahukan keadaan tersebut kepada
suaminya dan manawarkan untuk membantu menjelaskan apabila
pasien bersedia

Tintin, 44 tahun, telah dinyatakan positif HIV dari


hasil pemeriksaan ELISA dan rapid test 3 kali. Pasien
memiliki 3 anak dan suami. Dokter telah
menjelaskan hasil pemeriksaan dan diagnosis pada
pasien da meminta pasien agar menjelaskan ke
suaminya tentang hasil pemeriksaan. Pasien
menolak untuk menjelaskan ke suaminya. Tindakan
yang tepat dilakukan oleh dokter adalah ...

Dalam kasus ini dokter berkewajiban menjaga


rahasia pasien
Disisi lain, dokter tetap harus memperhatikan
normal sosial
Dengan demikian solusi yang dapat diambil
adalah memberi penjelasan mengenai
pentingnya pasien memberitahukan
pasangannya

59. A. Tes metode visual


Nona X, 33 tahun,
ditemukan tewas di
kamar hotel dengan
kondisi tanpa busana.
Olah TKP yg dilakukan
penyidik menemukan
adanya bercak kering
yang dicurigai air mani
di atas bed cover.
Pemeriksaan awal
yang dapat dilakukan?

Tes metode visual bercak mani


berbatas tegas dan berwarna lebih
gelap dari sekitarnya. Bercak yang
lama berwarna kekuningan
tes dengan sinar UV dibawah sinar
UV, bercak semen akan menunjukkan
fluoresensi putih (terutama pada
bahan katun; kurang jelas pada
sutra/nilon) setelah itu baru
diperiksa imunohistokimia di lab
analisis sperma mikroskopik, bahan
dari forniks posterior
analisis kekentalan bercak
menggunakan elektroforesis, dasar:
kecepatan gerak protein yang berbeda

60. B. Refleksi perasaan


laki2, 50 tahun didiagnosis
Contoh
menderita Ca paru. Dokter
Mengemukakan pernyataan refleksi dengan awalan kata
yang sesuai dengan petunjuk dari klien, apakah
melihat pasien menunduk dan
meremas-remas tangannya. Lalu disampaikan secara visual, auditori atau kinestetik.
dokter mengatakan ibu terlihat Contoh respon refleksi:
Berdasarkan penyampaian visual:
khawatir
Sepertinya Anda kecewa saat ini
Hal ini termasuk?
Contoh respon refleksi yang auditori:
kedengarannya Anda kecewa saat ini
Contoh respon Refleksi Kinestik:
saya dapat memahami kekecewaan Anda saat ini

Refleksi perasaan
upaya untuk menangkap perasaan, pikiran dan pengalaman klien kemudian
merefleksikan kepada klien kembali (Willis, 2009:184).
ketrampilan mikro yang paling bermanfaat ketika dipraktikan dengan benar dan pada
saat yang tepat selama proses konseling. Refleksi perasaan adalah merefleksikan
kepada klien ekspresi ekspresi emosional yang terjadi dalam diri klien. (Geldard &
Geldard (2011: 81) )

A. Refleksi isi mengulang ISI pembicaraan


(apa yang disampaikan pasien) untuk
memastikan pemahaman pasien
C. Refleksi pengalaman
D. Interupsi memotong pembicaraan pasien
E. informed consent permohonan izin
melakukan tindakan setelah menjelaskan kepada
pasien mengenai tindakan, efek samping, tujuan.

61. C. Anisometropia
Toni, 17 tahun dengan keluhan nyeri kepala
setelah membaca. Matanya sering berair dan
terasa sakit. Pada pemeriksaan didapatkan
VOD +2 D dan VOS -2 D
Perbedaan kelainan refraksi mata kanan-kiri
amat jauh anisometropia
Antimetropia istilah untuk satu mata
myopia dan mata lainnya hipermetropia

Pilihan lain

A. Hemianopia kehilangan penglihatan (buta) setengah


lapang pandang
B. Isometropia kondisi mata dimana kedua mata
memiliki kekuatan refraksi yang sama: co. Bila satu mata
miopia, mata yang lainnya juga miopia atau kondisi
dimana kedua mata mengalami hipermetropia
D. Anisokonia ukuran gambar yang dihasilkan di retina
berbeda, disebabkan oleh anisometropia
E. Anopia/anopsia buta kedua sisi lapang pandang

62. E. Pemeriksaan tekanan intraokuler


Keywords
Wowi, 30 tahun, datang ke
IGD dengan nyeri pada mata
kanan setelah terkena
lemparan batu 1 jam yang
lalu, disertai mual dan
muntah, pada pemeriksaan
ditemukan hifema total pada
bilik mata depan. Apakah
pemeriksaan selanjutnya yang
harus dilakukan ?

Keluhan mengarah ke
diagnosis glaukoma
akut maka
pemeriksaan awal yang
selanjutnya perlu
dilakukan adalah
pemeriksaan untuk
mengetahui tekanan
bola mata

63. C. Xeroftalmia
Keyword: penglihatan kabur, kulit pasien
kering dan bersisik. Pemeriksaan mata
didapatkan tidak ada kelainan.
Xeroftalmia: rabun senja akibat kekurangan
vitamin A, terutama pada
anak Balita dan sering ditemukan pada
penderita gizi buruk dan gizi kurang

Pilihan lainnya
Xerosis: kondisi kering, menebal, berkeriput, dan
keruh karena banyak bercak pigmen. Bisa pada:
konjungtiva
Kornea

Retinitis Pigmentosa: penyakit turunan, berupa


degenerasi progresif pada retina. Biasanya
keluhan berupa gangguan penglihatan yang berat
dan menurun dalam keluarga

64. E. Keratitis fungal


64. Bono, 47 tahun, datang dengan keluhan mata merah
sejak seminggu yang lalu. Padangan buram, mengeluarkan
kotoran mata, susah membuka mata.
Riw. tergores padi ketika bekerja di sawah (trauma dengan
tanaman)
Pada pemeriksaan oftalmologis ditemukan visus OD 6/60,
palpebra edem dan spasme, sekret putih keabu-abuan,
injeksi konjungtiva, injeksi silier, terdapat infiltrat
parasentral kornea berwarna putih, bulat, diameter 1mm
kedalaman 1/3 anterior stroma dengan feathery edge dan
permukaan kering dan kasar, serta terdapat lesi satelit.
Pada bilik mata depan, terdapat flare.
Diagnosis: keratitis fungal

Manifestasi klinis keratitis fungal


Anamnesis: riwayat trauma
Gejala: terasa seperti ada benda asing, penglihatan terganggu, mata merah,
epifora, fotofobia

PF:
injeksi konjungtiva
Defek epitel kornea
Reaksi bilik mata depa (bisa ada flare)
Hipopion
White ring pada kornea, lesi satelit
Infiltrat ireguler dengan tepi seperti berbulu
(feathery edged infiltrate)
Infiltrat

65. E. Antimikotik topikal


Terapi yang paling tepat diberikan pada kasus
keratitis fungal adalah
antimikotik topikal ( natamyicin, nistatin,
amfoterisin B)
Antimikotik oral (yang penyerapannya baik di
BMD) fluconazole, ketokonazole untuk
infeksi stromal yang dalam

Sumber: emedicine keratitis fungal

66. D. Degeneratif lensa


Liani, 60 tahun, dengan mata kanan kabur sejak
3 tahun lalu (visus turun perlahan)
Awalnya ia merasa melihat seperti berkabut, saat
ini mata kanannya tidak bisa melihat sama
sekali. Pada pemeriksaan didapatkan pupil mata
kanan bewarna putih dan visus 1/300. Riwayat
DM (-) trauma (-).
Diagnosis: katarak senilis matur OD
Mekanisme kerusakan pada kasus ini
kemungkinan adalah ...

Kekeruhan
Cairan lensa
Iris
Bilik mata
depan
Sudut bilik
mata
Shadow test

Insipien

Imatur

Matur

Hipermatur

Ringan

Sebagian

Seluruh

Masif

Normal

Bertambah

Normal

Berkurang

Normal

Terdorong

Normal

Tremulans

Normal

Dangkal

Normal

Dalam

Normal

Sempit

Normal

Terbuka

(-)

(+)

(-)

Pseudopositif

Penyulit
Glaukoma

Uveitis,
glaukoma

Jenis katarak (berdasarkan proses)


Katarak insipien
Kekeruhan terjadi di perifer korteks dan biasanya belum menimbulkan gangguan
tajam penglihatan.

Katarak imatur
Kekeruhan terjadi di posterior nukleus lensa dan belum mengenai seluruh lapisan
lensa (masih ada bagian yang jernih). Mulai menimbulkan gangguan penglihatan.

Katarak matur
Kekeruhan sudah mengenai seluruh lensa dan terjadi penurunan penglihatan
yang sangat tajam

Katarak hipermatur
Bila katarak matur dibiarkan akan terjadi pencairan korteks dan nukleus
tenggelam ke bawah (katarak Morgagni) sehingga merembes keluar dari kapsul
lensa dan bisa menyebabkan peradangan pada struktur mata yang lain atau lensa
akan menjadi keriput karena terus kehilangan cairan (shrunken katarak)

Pilihan lainnya
A. infeksi kronis pada konjungtiva
B. sumbatan arteri di retina visus turun
mendadak
C. Peningkatan tekanan intra okular
glaukoma
E. peningkatan tekanan osmolaritas lensa
katarak diabetik akibat glukosa yang tinggi,
transien

67. B. Robekan pada retina


Totok, 35 tahun, dengan keluhan penglihatan kirinya kabur
mendadak. Sebelumnya ia seperti melihat bayangan hitam
seperti tertutup tirai dan kilatan-kilatan cahaya. Ia memakai
kaca mata OD -7 D OS -6,5 D. Patofisiologi?
Diagnosis: ablasio retina

Pilihan lain
A. Sumbatan arteri sentralis retina
C. Penyakit herediter pada retinaretinitis
pigmentosa
D. Sumbatan vena sentralis retina
E. Peradangan pada saraf optik neuritis
optik

68. A. Miopia tinggi


Penyebab yang mungkin mendasari terjadinya
ablasio retina pada pasien?

FR lain: usia tua, tumor, retinopati diabetik

69. D. Perdarahan vitreous


Roro, 50 tahun, mata kanan mendadak tidak bisa
melihat sejak 3 hari yang lalu (visus turun mendadak)
Nyeri (-). Awalnya pasien memang sudah merasakan
pandangannya kabur tetapi masih bisa melihat dalam
jarak beberapa meter. Pasien memiliki riwayat DM
sejak 11 tahun yang lalu tetapi tidak rutin minum
obat. GDS 345 mg/dl (kemungkinan retinopati DM,
DM lama, tidak terkontrol), Pemeriksaan VOD hanya
bisa melihat cahaya, VOS 5/60. Tekanan bola mata
normal (menyingkirkan kemungkinan glaukoma akut)
Diagnosis?

70. A. Chlamydia trachomatis


Ranti, 39 tahun, dengan keluhan mata kanan
merah dan berair
Pada pemeriksaan fisis didapatkan VOD 2/6,
injeksi silier (+), injeksi konjungtiva (+). Terdapat
jaringan parut pada konjungtiva, folikel (+).
Palpebra inferior dekstra terlipat kedalam, bulu
mata mengenai konjungtiva. Hal ini telah
dialaminya sejak 2 tahun lalu, ia sering
mengalami mata merah hilang timbul
Diagnosis: trachoma
Etiologi ?

Inflamasi kronik, berulang scar pada


konjungtiva entropion (kelopak mata
terlipat kedalam) trikiasis trauma
berulang kornea kebutaan
Follicle:

71. D. Mast-cell stabilizer topikal


Timtam, 6 tahun dibawa oleh Terapi
ibunya ke praktek dokter umum
Agen mukolitik (co.
dengan keluhan mata sering
Asetilsistein)
berkedip-kedip disertai rasa
gatalo. Keluhan ini sering
Vasokonstriktor dan
berulang. Pada pemeriksaan
atihistamin topikal (efek
didapatkan visus mata kanan
sementara)
dan kiri 6/6. Pada pemeriksaan
Mast cell stabilizer
didapatkan gambaran cobble
Kortikosteroid topikal (bila
stone appreance pada palpebra
superior
gejala masih >>, ES jangka
panjang >>)
Diagnosis: konjungtivitis vernal
bedah
Terapi?
Sumber : emedicine

72. B. Pinguecula
Tn. Odi, 68 tahun, dengan keluhan adanya
bercak kuning pada bagian putih matanya.
Penglihatannya tidak terganggu. Sehari-hari ia
bekerja sebagai petani
Diagnosis yang tepat?

Pinguecula

Episkleritis

Inflamasi episklera (jaringan yang terletak di antara sklera dan


konjungtiva)
Gejala dapat uni maupun bilateral: nodul pada episklera yang
berwarna merah/pink, kadang disertai nyeri lokal
Beda dg konjungtivitis: pada episkleritis tidak ada sekret

Berkaitan dengan penyakit inflamasi sistemik atau penyakit


rematik
Tx: anti inflamasi oral/topikal

pterigium

Terdapat adhesi antara jaringan parut


di konjungtiva dengan kornea

Dacryoadenitis Vs. Dacryosistitis

Inflamasi pada kel. lakrimal

Inflamasi dan/atau infeksi


saccus nasolakrimal

73. B. Retinoblastoma
Dino, 3 tahun, matanya juling dan sering merah
Dino juga terlihat sulit melihat
PF: didapatkan leukoria (cat eye reflex). Riwayat
penyakit yang sama dalam keluarga disangkal.
Diagnosis ?

Retinoblastoma
Tumor ganas pada masa kanak-kanak yang berasal dari sel
retina yang imatur
Tumor ganas mata tersering, insidensi 1 dari 20000 kelahiran
(pada nakak), 30% nya bialteral
Patogenesis: mutas somatik pada 95% kasus, 5% diturunkan
denga pola autosomal domnan, perubahan pada kromosom
13q
Gejala: muncul sebelum usia 3 tahun pada 90 kasus
Leukoria (60% ); strabismus (20%), mata merah (10%) anak
dengan strabismus harus menjalani pemeriksaan funduskopi
untuk mengeksklus retinoblastoma
Terapi: radiasi (bila ukuran kecil) cryoterapi, jika besar enukleasi

Retinitis pigmentosa

74. A. S-4.00 S+2.5 C-1.00x90


Donna, 55 tahun, dengan keluhan sulit membaca
tulisan (presbiopi)
Saat ini ia sudah memiliki kacamata dengan
ukuran S-4,00 C-1.00x90 untuk penglihatan jauh
Usia : 55 tahun: +2,5 D
Rumus kacamata untuk presbiopi: dimulai pada usia
40 tahun: +1, setiap 5 tahun tambah 0,5 D, maksimal
+3

75. E. Retinopati diabetik derajat 5


Keywords:
Parlino, 35 tahun,
menderita DM sejak 10
tahun yang lalu. Kadar
glukosa normal.
Pemeriksaan visus: visus
terganggu
ada neovaskularisasi, dot
hemorage (+), hard
exudate (+), makula
edema (+),perdarahan
viterus (+)

Diagnosis Retinopati
diabetik

Klasifikasi yang lain

76. C. Impetigo bockhart


Keywords :
Keluhan terdapat bintil-bintil berisi nanah pada
tungkai bawah yang terasa nyeri.
Pemeriksaan fisik didapatkan pustul erimatosa
multiple dan di tengahnya terdapat rambut.

Diagnosis : Impetigo bockhart = Folikulitis

77. B . Ektima
Keywords :
Keluhan luka borok di tungkai bawah.
Pemeriksaan fisik didapatkan lesi papulopustulo
eritematosa yang tertutup krusta yang melekat
erat dan suit dilepaskan

Diagnosis : Ektima

78. B. Mycobacterium leprae


Keywords :
Keluhan bercak-bercak berwarna putih di seluruh
badannya sejak 1,5 tahun ini.
Keluhan nyeri dan gatal di sangkal.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi makula
hipopigmentasi dengan anestesia.

Diagnosis : MH
Etiologi : Mycobacterium leprae

79. E. H. ducreyi
Keywords :
Keluhan luka-luka koreng pada kemaluannya yang
timbul 3 hari yang lalu.
Koreng terasa nyeri dan mudah berdarah.
Pemeriksaan fisik didapatkan ulkus multiple, eritema,
tepi tidak rata, dasar ulkus berupa jaringan granulasi
yang mudah berdarah, indurasi (-)

Diagnosis : Ulkus Molle


Etiologi : H. ducreyi

80. A. Loratadine
Keywords :
Keluhan gatal-gatal pada seluruh tubuh, awalnya dimulai
dari punggung tangan kemudian menyebar ke seluruh
tubuh setelah mengkonsumsi seafood
besok pasien akan menghadapi ujian.
Pemeriksaan: kulit eritema dan edema setempat berbatas
tegas dengan bagian tengah tampak pucat. Dibeberapa
tempat lesi membentuk plakat eritema seperti pulaupulau.

Obat yang tepat pada pasien ini adalah Loratadine


antihistamin generasi 2 dengan efek samping mengantuk
minimal

81. C. Eritema Nodosum Lepromatosa


Keywords :
Keluhan bercak-bercak merah diseluruh badan sejak 2
minggu yang lalu.
Mengeluh demam 1 minggu terakhir ini.
Pasien sedang mengkonsumsi MDT selama 2 bulan.
PF : nodus eritematous multiple, pembengkakan
N.auricularis magnus, N.Peroneus komunis dan N. ulnaris.
Index morfologis 5% dan ditemukan granuloma di
sepanjang saraf

Diagnosis : Eritema Nodosum Lepromatosa

82. C. Ice cube test


Keywords :
Keluhan gatal-gatal diseluruh tubuh sejak 1 hari yang
lalu.
Riwayat gatal-gatal seperti ini pernha dialami
sebelumnya terutama pada saat cuaca dingin.
PF : pada ekstremitas terdapat eritema berbatas
tegas, menimbul dengan bagian tengahnya pucat.

Diagnosis : urtikaria
Pemeriksaan penunjang : urtikaria

83. D. Candida albicans


Keywords :
Keluhan gatal pada lipat payudara sejak 10 hari yang
lalu.
Keluhan terutama dirasakan saat berkeringat.
PF : papul yang erimatosa.
Pemeriksaan KOH : ditemukan sel ragi.
Media saborroud didapatkan koloni berwarna coklat
mengkilat basah

Diagnosis: Kandidosis kutis


Etiologi : Candida albicans

84. E. Staphylococcal scalded skin


syndrome
Keyowords :
Keluhan kulit mengelupas di hampir seluruh tubuh
sejak 2 hari yang lalu.
Demam (suhu 39 celsius) dan batuk
Status dermatologis: bula kendur, skuama dan erosi
serta kulit tampat mengelupas di hampir seluruh
tubuh, nikolsky sign(+)
Pasien belum diberikan obat apapun

Diagnosis : Staphylococcal scalded skin syndrome

85. D. Hidraadenitis
Keywords :
Keluhan benjolan yang nyeri pada lipat ketiak
sejak 4 hari yang lalu.
Demam dan lesu.
Memiliki kebiasaan mencabuti/menggunting bulu
ketiak.
Status dermatologis: nodus eritematosa.

Diagnosis : Hidraadenitis

86. C. Dermatitis kontak alergi


Keywords :
Keluhan kemerahan bersisik pada kedua telinga
awalnya sebesar ujur jarum pentul meluas ke
seluruh daun telinga
Sudah pernah dialami sebelumnya setiap
memakai anting-anting imitasi

Diagnosis : Dermatitis kontak alergi

DKI vs. DKA


DK Alergik

DK Iritan

Penyebab

Bahan-bahan sehari-hari

Bahan-bahan iritan

Patofisiologi

Reaksi hipersensitivitas tipe IV

Iritasi langsung

Onset

Setelah paparan kedua; akut

Setelah terpapar kronik

Siapa yang terkena

Penderita alergi

Semua orang

Tampilan klinis
Batas

Nyeri dan gatal; umumnya


eritema, vesikel, dan bula
Tegas

Gatal; umumnya likenifikasi


dan fisura
Tidak tegas

Uji tempel (patch test)

Reaksi crescendo

Reaksi decrescendo

87. D. Veruka vulgaris


Keywords :
Keluhan terdapat benjolan di daerah tungkai
bawah sejak 3 bulan yang lalu
Jika benjolan dipecahkan maka akan timbul
benjolan yang sama di sebelahnya fenomena
koebner
Pemeriksaan : benjolan multipel berbentuk bulat,
permukaan kasar, berwarna abu-abu, berukuran
lentikular.

Diagnosis : Veruka vulgaris

88. C. Lar. Ag NO3 25%


Pengobatan Veruka
Bahan kaustik :
Larutan Ag NO3 25%
Asam triklorosetat 50%
Fenol likuifaktum

Bedah beku
CO2
N2
N2O

Bedah skalpel
Bedah listrik
Bedah laser

89. A. HPV
Keywords :
Benjolan pada kelaminnya.
Pemeriksaan lokal : massa berbentuk jengger
ayam pada ujung penis

Diagnosis : Kondiloma akuminatum


Etiologi : HPV (Human Papiloma Virus)

90. C. Preparat ter


Keywords :
Terdapat penebalandan terdapat skuama berlapislapis pada siku dan lutut.
Ayah pasien juga memiliki keluhan yang serupa.
Pemeriksaan: plak eritematosa disertai dengan
skuama berlapi-lapis transparan seperti mika.

Diagnosis : Psoriasis
Terapi : Preparat ter

Pengobatan Psoriasis
Pengobatan Sistemik :
Kortikosteroid
Obat sitostatik (metotreksat)
jika tidak terkontrol
dengan kortikosteroid
Levodopa efek samping >>
DDS (diaminodifenilsulfon)
psoriasis pustulosa tipe
barber
Etretinat dan asitretin efek
samping >>
Siklosporin hasil
pengobatan untuk psoriasis
baik tetapi jika obat
dihentikan dapat terjadi
kekambuhan

Pengobatan Topikal

Preparat ter
Kortikosteroid topikal
Ditranol
Pengobatan dengan sina UV
Calcipotriol
Tazaroten
Emolien

91. B. Polip nasi


Keywords :
Keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan
terakhir disertai dengan keluar cairan jernih tidak
berbau.
Pemeriksaan rhinoskopi anterior: massa putih
bertangkai di meatus media

Diagnosis : Polip nasi

92. C. Tonsilitis akut lakunaris


Keywords :
Keluhan sulit menelan sejak 3 hari yang lalu.
Sebelumnya pasien terdapat demam, batuk, pilek,
nafas berbau dan mengorok saat tidur.
PF : tonsil membesar T3-T3, hiperemis dengan
detritus yang bergabung menjadi satu
membentuk alur-alur

Diagnosis : Tonsilitis akut lakunaris

Tonsilitis lacunar

Tonsilitis folikular

93. D. Irigasi telinga dan berikan tetes


telinga lar. asam asetat 2%
Keywords :
Keluhan telinga terasa penuh dan sangat gatal sejak 2
minggu yang lalu.
PF : kulit sekitar telinga hiperemis dengan sisik putih,
liang telinga tertutup serumen.
Pada pemeriksaan serumen: blastospora dan hifa
semu.

Diagnosis : otomikosis
Terapi : Irigasi telinga dan berikan tetes telinga
lar. asam asetat 2%

94. E. Membran timpani intak, bulging,


hiperemis, dan refleks cahaya
menurun
Keywords :
Keluhan nyeri telinga kiri, demam dan batuk pilek.
Penurunan pendengaran dan telinga terasa penuh,
namun tidak ada keluar cairan dari telinga.
PF : nyeri tarik (-), nyeri tekan tragus (-)

Diagnosis : OMA oklusi/hiperemis/supuratif


Kemungkinan hasil otoskopi : Membran timpani
intak, bulging, hiperemis, dan refleks cahaya
menurun

95. D. Alergic crease


Keywords :
Keluhan sering bersin di pagi hari, bersin disertai
keluar cairan hidung.
Pasien juga sering menggosok hidungnya karena
terasa gatal.
PF : garis melintang pada dorso nasal

Diagnosis : Rhinitis alergika


Garis melintang pada dorso nasal Alergic crease

96.
C. Otoacoustic emissions &
D. Brainstem Evoke Response Audiometri
Keywords :
Usia 3 tahun belum dapat bicara, tidak menjawab
jika dipanggil.
PF : Telinga didapatkan liang telinga lapang,
membran timpani intak, refleks cahaya (+) normal.

Pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan


pada pasien ini adalah OAE dan BERA

KONSEP LAMA
TES BERA SAJA
Namun fungsi koklea tidak
diketahui fungsinya
Sebelum pemberian ABD, fungsi
koklea harus diketahui fungsinya
terlebih dahulu SEBAB koklea
Normal+ABD = Koklea rusak

KONSEP BARU

OAE + BERA
Diketahui Fungsi masing masing
OAE : Koklea ( sensori )
BERA : saraf VIII + batang otak/
brainstem ( neural )

OAE

BERA

Kesimpulan

Normal

Tuli saraf Sensorineural

Neuropati Auditorik

218

97. B. Miringotomi
Keywords :
Keluhan telinga kiri nyeri sejak 4 hari yang lalu.
Disertai penurunan pendengaran dan batuk pilek
seminggu sebelumnya.
PF : membran timpani bulging, refleks cahaya redup.

Diagnosis : OMA stadium supuratif


Alasan merujuk adalah untuk dilakukan tindakan
Miringotomi untuk evakuasi pus

98. B. Test rinne telinga kanan positif


Keywords :
Keluhan pusing berputar disertai dengan mual muntah.
Kedua telinga terasa berdenging dan penurunan
pendengaran
PF : kedua liang telinga lapang, membran timpani intak,
refleks cahaya (+) normal, tidak ada tanda peradangan

Diagnosis : Menieres disease


Penurunan pendengaran pada Menieres disease
tipe sensorineural hasil pemeriksaan garpu tala
yang paling mungkin : tes rinne telinga kanan positif

99. C. Streptomisin
Keywords :
Keluhan pendengaran kedua telinga yang
menurun.
Memiliki riwayat pengobatan TBC sejak 2 bulan
yang lalu.

Obat TB yang bersifat ototoksik : Streptomisin

100. A. Audiometri nada murni


Keywords :
Keluhan keluar cairan dari kedua telinga sejak kurang
lebih 1,5 tahun yang lalu.
Sejak 1 minggu terakhir semakin sulit berkomunikasi
dengan pasien, pasien tidak menoleh jika dipanggil.

Diagnosis : OMSK dengan tuli konduktif


Untuk mengetahui ambang dengar, dilakukan
pemeriksaan : Audiometri nada murni

NOMOR:101

KEYWORD
KISTA INTI 4, ORAL-FEKAL
NYERI PERUT, DEMAM

BIOPSI HEPAR DITEMUKAN


TROFOZOIT ABSES AMOBA
PERJALANAN EXTRAINTESTINAL
STADIUM TROFOZOIT

NOMOR:102

KEYWORD

HIPNOZOIT
DEMAM MENGIGIL INKUBASI > 7 HARI

RIWAYAT MALARIA 1 TAHUN LALU RELAPS!


PENYEBAB RELAPS DORMAN HIPNOZOIT DI HATI

MALARIA

NOMOR:103

KEYWORD

MEFLOKUIN
HATI-HATI KLOROKUIN BISA EKSASERBASI PSORIASIS

MEFLOKUIN KONTRAIDIKASI PADA SEIZURE DISORDER DAN KONDISI


PSIKIATRIK

NOMOR:104

TRICHURIASIS
KEYWORD

PERUT MEMBUNCIT DENGAN TINJA SESEKALI BERDARAH


TERDAPAT BENJOLAN KELUAR DARI ANUS KHAS TRICHURIASIS !!
TELUR CACING LONJONG DENGAN 2 KUTUB

TRICHURIS TRICHURIA

NOMOR:105

DIARE, NYERI PERUT DAN ANEMIA


TERINFEKSI JIKA MENELAN EMBRYONATED EGG
DIAGNOSIS: UNEMBRYONATED EGG DI FECES (TELUR
BERBENTUK TEMPAYAN)
TATALAKSANA:
ALBENDAZOLE 400 MG 3 HARI
MEBENDAZOLE 2X100 MG 3 HARI

NOMOR:106

PEB

KEYWORD

RIWAYAT HIPERTENSI SEBELUMNYA (-). SAAT INI 185/120 MMHG


PROTEINURIA 2+

DIAGNOSIS

TEKANAN DARAH

TANDA LAIN

HIPERTENSI GESTASIONAL

TD 140/90 mmHg dalam 2


pengukuran berjarak 1 jam

Proteinuria (-)
Kehamilan > 20 minggu

PREEKLAMPSIA RINGAN

Idem

Proteinuria 1+

PREEKLAMPSIA BERAT

TD diastolik > 110 mmHg

Proteinuria 2+
Oliguria
Hiperrefleksia
Gangguan penglihatan

EKLAMPSIA

Hipertensi

Kejang

HIPERTENSI KRONIK

Hipertensi

Kehamilan < 20 minggu

SUPERIMPOSED
PREEKLAMPSIA

Hipertensi kronik

Proteinuria dan tanda lain


preeklampsia

HIPERTENSI DALAM
KEHAMILAN

HIPERTENSI KRONIK

NOMOR:107

B
RUPTUR UTERI

KEYWORD

USIA 40, MULTIPARA


RIWAYAT PARTUS LAMA, INDUKSI/AKSELERASI PERSALINAN
BAYI BESAR
RISIKO RUPTUR UTERI

RUPTUR UTERI
KOMPLIT: robekan pada rahim di mana telah terjadi hubungan
langsung antara rongga amnion dan peritoneum (peritoneum
viseral dan kantong amnion ruptur keduanya)janin berada di
rongga peritoneum/abdomen
INKOMPLIT: kedua rongga tersebut masih dibatasi peritoneum
viseral

PENYEBAB
Kelemahan pada dinding uterus, mis. riw. SC dan myomektomi,
grande multipara, makrosomia, gemeli
Intervensi saat persalinan: induksi, mendorong fundus terlalu
kuat, ekstraksi forceps

NOMOR:108

MEMATANGKAN PARU BAYI

KEYWORD

PERSALINAN PRETERM < 37 MINGGU RENTAN PARU BAYI BELUM MATANG


HMD

http://www.aafp.org/afp/1998/0515/p2457.html

NOMOR:109

MENCEGAH TERJADI KONVULSI

KEYWORD

HAMIL 36 MINGGU DENGAN HIPERTENSI, EDEMA, PROTEINURIA +2 PEB


PADA PREEKLAMSIA BERAT (PEB) MGSO4 UNTUK MENCEGAH KEJANG
(KONVULSI)

MGSO4 BUKAN SEBAGAI ANTIHIPERTENSI


PER BELUM DIREKOMENDASIKAN
PEB SEBAGAI PROFILAKSIS
EKLAMPSIA SEBAGAI TERAPI KEJANG

Target:
Tanpa komorbid 130-155/80-105 mmHg
+ komorbid 130-139/80-89 mmHg

ACE inhibitor, ARB, atenolol, prazosin tidak boleh


dipakai

NOMOR:110

CAIRAN KRISTALOID

KEYWORD

PASIEN 18 TAHUN TERLAMBAT HAID DENGAN PERDARAHAN DARI KEMALUAN


ASUMSI PERDARAHAN BANYAK KARENA KONDISI PASIEN SYOK
PALING MUNGKIN KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU (KET)
BILA PASIEN SYOK RESUSITASI CAIRAN DAN PERSIAPKAN OPERASI SEGERA

GEJALA DAN TANDA

Gejala kehamilan seperti mual dan payudara membesar


Perdarahan vagina abnormal
Nyeri/cramp di area pelvis
Nyeri goyang portio
Kavus Douglasi menonjol
RUPTUR SYOK EMERGENSI

TATALAKSANA
Jika masih awal dapat diberikan metotreksat
Surgery

NOMOR:111

KEYWORD
FVC NORMAL

PERUBAHAN FISIOLOGI FUNGSI


PARU SAAT HAMIL (LIAT GAMBAR)
YANG JELAS MENINGKAT:
TIDAL VOLUM (TV)
MINUTE VENTILATION = TV X
FREKUENSI NAFAS

NOMOR:112

MOLA HIDATIDOSA

KEYWORD

HAMIL 16 MINGGU DENGAN TFU UMBILIKUS? (+ 24 MINGGU) CURIGA MOLA


ATAU GEMELI.
KELUHAN PERDARAHAN + TANPA DJJ BAYI + USG HAMIL ANGGUR MOLA
HIDATIDOSA
GEJALA KEHAMILAN MOLA:
VAGINAL BLEEDING
HYPEREMESIS
HYPERTIROIDISM

JENIS MOLA

NOMOR:113

KEYWORD

A
INFORMASIKAN KE PASIEN BAHWA KEADAAN NORMAL, TIDAK PERLU
TINDAKAN
PASIEN HAMIL DENGAN
IGG TOXOPLASMA (+), IGM (-) PASIEN MEMILIKI KEKEBALAN
TERHADAP INFEKSI TOXOPLASMA TIDAK ADA PENULARAN KE JANIN
(AMAN)
IGM (+), IGG (-) PERLU DILAKUKAN PEMERIKSAAN ULANG SETELAH 3
MINGGU
IGM (+) DAN IGG (+) PERLU PEMERIKSAAN AVIDITAS IGG
AVIDITAS RENDAH INFEKSI AKUT !!
IGG (-) DAN IGM (-) PASIEN BELUM PERNAH TERINFEKSI DAN TIDAK
MEMILIKI KEKEBALAN TUBUH

KAPAN TOXOPLASMA BUMIL DIOBATI ??

IGM TINGGI INFEKSI AKUT


TATALAKSANA:
< 15 MINGGU KEHAMILAN SPIRAMISIN
TRIMESTER 2-3 SULFADIAZIN DAN PIRIMETAMIN

http://www.cdc.gov/parasites/toxoplasmosis/gen_info/pregnant.html

NOMOR:114

INVERSIO UTERI

KEYWORD

PERDARAHAN PERVAGINAM SYOK +NYERI HEBAT PASCA PARTUS


DISERTAI ADANYA BENJOLAN KELUAR DARI VAGINA (PERMUKAAN KASAR
ENDOMETRIUM) INVERSIO
PENYEBAB: BERKAITAN DENGAN ATONIA UTERI DAN DILATASI SERVIKS

GEJALA & TANDA

Syok karena kesakitan yang mengalami inverse yang diperkirakan terjadi akibat peregangan
saraf peritoneum dan ovarium yang tertarik ketika fundus
Fundus uteri sama sekali tidak teraba atau teraba lekukan pada fundus
Perdarahan yang bisa terjadi bisa tidak, bergantung pada derajat perlekatan plasenta ke dinding
uterus
Di vulva tampak endometrium terbalik dengan atau tanpa plasenta yang masih melekat
Bila baru terjadi prognosis cukup baik akan tetapi bila kejadiannya cukup lama, maka jepitan
serviks yang mengecil akan membuat uterus mengalami iskemia, mekrosis dan infeksi.

NOMOR:115

BAKTERIAL VAGINOSIS

KEYWORD

KEPUTIHAN + BAU AMIS DISERTAI PH > 4,5


DITEMUKAN SEL EPITEL DITUTUPI BANYAK BAKTERI CLUE CELL
BAKTERIAL VAGINOSIS

SNIFF TEST (1 TETES KOH 10%) BAU AMIN (+)


AGEN PENYEBAB: GARDNEREKKA VAGINALIS
TATALAKSANA: METRONIDAZOLE 2X500
SELAMA 7 HARI ATAU KLINDAMISIN 2X300 MG
SELAMA 7 HARI

NOMOR:116
KEYWORD

METRONIDAZOLE 2X500 MG SELAMA 7 HARI

ATAU KLINDAMISIN

NOMOR:117

MUKUS ENCER, SUHU TUBUH NAIK

KEYWORD

MASA SUBUR KADAR ESTROGEN MAKSIMAL


SUHU TUBUH NAIK SAAT OVULASI

As the follicle grows and ripens more estrogen is produced, and the cervical mucus
changes to a cloudy, thinner, and a slightly stretchy type mucus. Fertility is high at this
time. Right before ovulation, the follicle is at its largest and produces the most
estrogen, cervical mucus at this time is very clear, stretchy, watery, and slippery (like
egg white). The cervix is also very soft, and the opening widens. Cervical mucus
pours out from the cervical opening. The woman is at the peak of her fertility at this
time
http://nfp.marquette.edu/monitor_cervical_mucus.php

NOMOR:118

HAMBATAN PERTEMUAN OVUM DAN SPERMA

KEYWORD

INFERTILITAS WANITA:
Masalah ovulasi PCOS, hiperprolaktinemia
Masalah serviks/uterus kelainan anatomi uterus
Blokade tuba falopi karena infeksi dan inflamasi (PID)
Endometriosis
Early menopause
Hiper/hipotiroid
INFERTILITAS PRIA:
Abnormalitas sperma (jumlah, bentuk, maupun motilitas)
Masalah delivery sperma ejakulasi retrogad, ejakulasi dini
Intoksikasi radiasi, rokok, alkohol, steroid

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infertility/basics/causes/con-20034770

NOMOR:119

MEMBERIKAN SULFAS FERROUS DAN VITAMIN C

KEYWORD

PASIEN HAMIL, PUCAT ANEMIA 7 DARI 10 WANITA INDONESIA ANEMIA


DEFISIENSI BESI, TERUTAMA SAAT HAMIL
95% ANEMIA PADA IBU HAMIL ANEMIA DEFISIENSI BESI
DITEMUKAN SEL PENSIL CUKUP KHAS ANEMIA DEFISIENSI BESI
ETIOLOGI:
INTAKE INADEKUAT
KEHAMILAN SEBELUMNYA
MENSTRUAL LOSS

ACID/VITAMIN C MEMBANTU PENYERAPAN BESI

NOMOR:120

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

KEYWORD

TIDAK ADA RIWAYAT HIPERTENSI SEBELUMNYA


SAAT HAMIL TERDAPAT HIPERTENSI
DIAGNOSIS FINAL SAAT POSTPARTUM TEKANAN DARAH NORMAL < 12
MINGGU POST PARTUM
TATALAKSANA:

NOMOR:121

ASAM FOLAT 400 MCG SEHARI SEKALI

KEYWORD

MELAHIRKAN ANAK TANPA TEMPURUNG KEPALA (ANENSEFALI)


MERUPAKAN BAGIAN DARI NEURAL TUBE DEFECT
NEURAL TUBE DEFECT KARENA DEFISIENSI ASAM FOLAT

Anencephaly happens if the upper part of the neural tube


does not close all the way. This often results in a baby being
born without the front part of the brain (forebrain) and the
thinking and coordinating part of the brain (cerebrum). The
remaining parts of the brain are often not covered by bone
or skin.Almost all babies born with anencephaly will die
shortly after birth.
LOW INTAKE OF FOLIC ACID BEFORE GETTING PREGNANT
AND IN EARLY PREGNANCY INCREASES THE RISK OF
HAVING A PREGNANCY AFFECTED BY NEURAL TUBE
DEFECTS, INCLUDING ANENCEPHALY.

http://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/anencephaly.html

NOMOR:122

METILDOPA

KEYWORD

PASIEN INI MENGALAMI HIPERTENSI KRONIK (PADA PASIEN HAMIL)


TATALAKSANA SAMA SEPERTI HIPERTENSI PADA KEHAMILAN
LIHAT BAGAN SLIDE SELANJUTNYA

Methyldopa is a drug of first choice for control of mild to moderate hypertension in


pregnancy and is the most widely prescribed antihypertensive for this indication in
several countries, including the US and the UK. The wide use of this drug in
pregnancy reflects the fact that it has the best documented maternal and fetal
safety record, including favourable long term (4.5 to 7.5 year) paediatric follow-up
data. During long term use in pregnancy, methyldopa does not alter maternal
cardiac output or blood flow to the uterus or kidneys, and for all these reasons is
generally considered the agent of choice for chronic blood pressure control in
pregnancy.

http://www.medscape.com/viewarticle/406535_6

ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HAMIL

http://www.medscape.com/viewarticle/406535_6

NOMOR:123

MENORAGIA

KEYWORD

MENSTRUASI LEBIH DARI 7 HARI (KELUHAN PASIEN 7 HARI MASIH MENSTRUASI)


DENGAN JUMLAH BANYAK 8-9 PEMBALUT/HARI) NORMAL 3-6
TAMPON/HARI

Menorrhagia must be distinguished clinically from other common gynecologic


diagnoses.
Metrorrhagia (flow at irregular intervals)
Menometrorrhagia (frequent, excessive flow)
Polymenorrhea (bleeding at intervals < 21 d)
Dysfunctional uterine bleeding (abnormal uterine bleeding without any obvious
structural or systemic abnormality)

Lentz GM. Abnormal Uterine Bleeding. In: Katz VL, Lentz GM, Lobo RA, Gershenson DM. Comprehensive Gynecology. 5th. Philadelphia, PA: Mosby; 2007:915-932.

NOMOR:124

HORMONAL

KEYWORD

PASIEN HAMIL PERDARAHAN GUSI


HORMONAL (PREGNANCY GINGIVITIS)
TATALAKSANA: TERAPI INFEKSI GIGI/GUSI KARENA DAPAT MEMICU
KONTRAKSI PRETERM LABOUR

Pregnancy causes hormonal changes that increase your risk for developing oral
health problems like gingivitis (inflammation of the gums) and periodontitis (gum
disease). As a result of varying hormone levels, 40% of women will develop
gingivitis sometime during their pregnancy -- a condition called pregnancy
gingivitis.
The increased level of progesterone in pregnancy may make it easier for certain
gingivitis-causing bacteria to grow, as well as make gum tissue more sensitive to
plaque and exaggerate the body's response to the toxins (poisons) that result from
plaque. In fact, if you already have significant gum disease, being pregnant may
make it worse

http://www.webmd.com/oral-health/pregnancy-gingivitis-tumors

NOMOR:125

ATONI UTERI

KEYWORD

UTERUS TIDAK KONTRAKSI (LEMBEK)


WALAUPUN PENYEBAB KUNTRAKSI INADEKUAT SUDAH DISINGKIRKAN YAITU SISA
JARINGAN PLASENTA
TATALAKSANA:
MASSASE FUNDUS UTERI (MAKSIMAL 15 DETIK)
BERSIHKAN BEKUAN DARAH DAN SISA PLASENTA BILA ADA
PASTIKAN KANDUNG KEMIH KOSONG
LAKUKAIN BIMANUAL INTERNAL 5 MENIT+ BIMANUAL EKSTERNAL
BERIKAN ERGOMETRIN 0.2 MG IM JANGAN PADA PASIEN DENGAN
HIPERTENSI. ALTERNATIF MISOPROSTOL 600-1000 MCG
PASANG INFUS (RL 500CC + 20 UNIT OKSITOSIN) HABISKAN SECEPAT MUNGKIN
RUJUK

126. C. Ca Buli
Keywords: Laki-laki, 65 tahun, kencing
berdarah yang dirasakan sejak 1 tahun yang
lalu, keluhan hilang timbul, tidak ada nyeri
saat buang air kecil ataupun kecing menetes.
Diagnosa yang mungkin adalah

Simptomatologi penyakit saluran urogenital (1)


Ca Buli
Painless hematuria adalah
gejala khas yang terjadi
pada 85 90% pasien

Prostatis
Gejala konstitusional
(demam menggigil,
malaise)
Perabaan prostat saat
rectal touche nyeri
Gejala retensi urin karena
prostat membengkak
Konety BR, Carroll PR. Urothelial carcinoma: cancers of the bladder, ureter, & renal pelvis. in: Tanagho EA, McAninch JW, editors. Smiths general urology. 17th ed.
New York: McGrawHill Medical; 2008. p. 308-27.
Nguyen HT. Bacterial infections of the genitourinary tract. in: Tanagho EA, McAninch JW, editors. Smiths general urology. 17th ed. New York: McGrawHill Medical;
2008. p. 193-218.

Simptomatologi penyakit saluran urogenital (2)


BPH

Ca prostat

Voiding symptoms (obstructive


symptoms)
Straining (pasien perlu
mengedan agar bisa
mengeluarkan urin)
Intermittency (saat berkemih
pancaran urin lemah dan
cenderung hilang-timbul)

Iritative symptoms (storage


symptoms)
Frequency (frekuensi berkemih
meningkat karena pengosongan
buli tidak sempurna)
Nocturia (sering terbangun dari
tidur pada malam hari untuk
berkemih)
Urgency (sulit menahan BAK
karena hypersensitive bladder)

Biasanya asimptomatik pada


fase awal
Gejala biasanya terjadi karena
penyebaran kanker
Penyebaran ke uretra atau
bladder neck gejala obstruktif
dan iritatif
Penyebaran ke tulang belakang
nyeri pinggang

Pielonephritis
Demam tinggi
Nyeri pinggang

Presti JC, Kane CJ, Sinohara K, Carroll PR. Neoplasms of the prostate gland. in: Tanagho EA, McAninch JW, editors. Smiths general urology. 17th ed. New York:
McGrawHill Medical; 2008. p. 348-74.
Nguyen HT. Bacterial infections of the genitourinary tract. in: Tanagho EA, McAninch JW, editors. Smiths general urology. 17th ed. New York: McGrawHill Medical;
2008. p. 193-218.

127. C. appendisitis dengan perforasi


Keywords: Laki-laki, 34 tahun, nyeri perut
kanan bawah yang awalnya dirasakan di
sekitar umbilicus, perut tegang, bising usus
menurun, pada foto toraks tegak didapatkan
gambaran udara bebas di bawah diafrgma
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...

Apendisitis akut

Penyebab obstruksi lumen appendiks


oleh inflamasi mukosa appendiks,
hiperplasia kelenjar limfoid, fecolith atau
gabungan faktor-faktor tersebut

Sumbatan lumen apendiks tekanan


intraluminal meningkat edema
tekanan terhadap pembuluh darah di
dinding appendiks iskemia nekrosis
perforasi dinding appendiks &
translokasi kuman

Gejala khas migrating pain nyeri


awalnya di ulu hati kemudian beranjak ke
sekitar umbilikus lalu ke perut kanan
bawah

OConnell PR. The vermiform appendix. in: Williams NS, Bulstrode CJK, OConnell PR, editors. Bailey & Loves short practice of surgery. 25th ed. London: Hodder Arnold; 2008. p. 1204-28.

Appendisitis dengan perforasi


Perforasi appendiks
udara dalam lumen
appendiks keluar
pneumoperitoneum
Pada foto rontgen dada
tegak didapatkan udara
bebas di bawah diafragma

Perforasi appendiks
translokasi kuman ke
peritoneum peritonitis
Pada appendisitis dengan
perforasi terjadi peritonitis

OConnell PR. The vermiform appendix. in: Williams NS, Bulstrode CJK, OConnell PR, editors. Bailey & Loves short practice of surgery. 25th ed. London: Hodder Arnold; 2008. p. 1204-28.

Pilihan lain
Peritonitis
Peradangan peritoneum oleh sebab apapun, pada soal ini kurang tepat
karena ada pilihan yang lebih spesifik yaitu appendisitis dengan
perforasi

pecah ulkus peptik


Biasanya disertai riwayat konsumsi NSAID

Kolesistitis
Nyeri perut kanan atas, fat, female, forty, fertile

Pankreatitis
Muntah berwarna hijau, nyeri menjalar ke tip scapula, peningkatan
amilase dan lipase

128. B. mastitis
Keywords: wanita, 42 tahun, payudara
membesar, baru melahirkan seminggu yang
lalu namun tidak menyusui bayinya, demam,
pemeriksaan fisik payudara didapatkan:
eritem (+), tenderness (+), retraksi nipple (-)
Diagnosis?

Mastitis
Organisme penyebab utama
Staphylococcus aureus
Patofisiologi
Stasis air susu kontaminasi
oleh Staphylococcus aureus
terjadi clotting susu bakteri
berkembang biak infeksi

Gejala khas inflamasi akut:


tumor (bengkak), rubor
(merah), dolor (nyeri)
Komplikasi abses

Sainsbury R. The breast. in: Williams NS, Bulstrode CJK, OConnell PR, editors. Bailey & Loves short practice of surgery. 25th ed. London: Hodder Arnold; 2008. p. 827-48.

Pilihan lain...
Ca mamae
Tanda dan gejala: benjolan pada payudara dengan batas tidak tegas dan
terfiksir, Peau dorange (kulit payudara seperti kulit jeruk), retraksi puting, skin
dimpling, nipple discharge, pembesaran kelenjar getah bening regional
(biasanya axilla)

Pagets disease
Puting meradang dan tampak seperti dermatitis namun tidak menyembuh
dengan terapi dermatitis, biasanya merupakan tanda keganasan payudara

Fibroadenoma mamae
Tumor jinak payudara pada wanita usia muda, biasanya berupa benjolan
berbatas tegas dan tidak terfiksir

Phyllodes tumor
Tumor jinak payudara yang berasal dari sel stroma periduktal, ukurannya
sangat besar dan biasanya unilateral

129. A. sindroma kompartemen


Keywords: Laki-laki, 42 tahun, mengalami
kecelakaan dengan fraktur pada lengan atas,
dilakukan imobilisasi dengan circular cast dari
bahu hingga olecranon, pasien mengeluhkan
tangannya kesemutan dan nyeri, jari tangan
terlihat pucat, CRT > 2 detik, nadi sulit diraba
Keadaan klinis yang terjadi adalah...

Sindroma kompartemen
Peningkatan tekanan dalam kompartemen
ekstremitas penekanan pembuluh darah
iskemia
5p
Pain, Parestesia, Pulseless, Pallor, Paralisis

Pada pasien dengan trauma muskuloskeletal


biasanya disebabkan oleh crush injury atau
bandage yang terlalu kencang

Patofisiologi
Peningkatan tekanan kompartemen
Pembuluh darah terjepit
Aliran darah berkurang

Iskemia Jaringan

Pilihan Lain...

Selulitis
Kulit kemerahan namun tidak ada tanda gangguan perdarahan maupun sensibilitas

Trombosis vena dalam


Kulit memerah, nyeri hebat dan bengkak, namun biasanya terjadi setelah
imobilisasi lama (misalnya setelah duduk lama dalam penerbangan yang panjang)

Rhabdomyolisis
Pada crush injury, kerusakan dan pecahnya sel otot mengakibatkan penglepasan
myoglobin sehingga terjadi myoglobinuria yang membuat urin berwarna gelap

ruptur arteri brachialis


Pembuluh darah putus, dapat mengakibatkan iskemia namun biasanya pada
trauma tajam, bukan trauma tumpul

130. C. foto skull


Keywords: Laki-laki, 54 tahun, kepala
menghantam pembatas jalan dalam sebuah
kecelakaan tunggal 2 jam yang lalu, pasien
tenang dan tidak didapati muntah, amnesia,
ataupun kejang. GCS E4M6V5 namun pasien
masih mengeluhkan nyeri kepala di sisi yang
terbentur
Pemeriksaan penunjang yang tepat ...

Cedera Kepala
Cedera Kepala Ringan (CKR)
GCS 13-15

Cedera Kepala Sedang (CKS)


GCS 9-12

Cedera Kepala Berat (CKB)


GCS 8

Kapan melakukan CT Scan pada cedera kepala ringan?


Faktor risiko tinggi perlu
tindakan bedah saraf

Faktor risiko sedang perlu


tindakan bedah saraf

Nilai GCS < 15 pada 2 jam


setelah cedera
Dicurigai ada fraktur depresi
atau terbuka
Ada tanda fraktur basis
cranii
Muntah > 2x
Usia > 65 tahun

Amnesia sebelum cedera


Mekanisme cedera yang
berbahaya (mis. Jatuh dari
ketinggian > 3 meter)

Stiell IG, Wells, Vandenheen K, et al. The canadian CT head rule for patients with minor head injury. Lancet 2001;357:1294.

Pada soal ini...


Pasien cedera kepala ringan
Tidak mengalami muntah, amnesia ataupun
kejang
CT tidak diperlukan

ATLS membenarkan pemeriksaan foto polos


untuk mengeksklusi fraktur tulang kepala

American College of Surgeons Committee on Trauma. Advanced trauma life support for doctors. 8th ed. Chicago: American College of Surgeons Committee on Trauma; 2008.

131. D. Hipospadia
Keywords: anak usia 1 bulan, kencingnya tidak
normal, penis melengkung dan uretra tampak
pada bagian ventral
Diagnosisnya adalah:

Beberapa kelainan penis dan uretra


Hipospadia
OUE di ventral

Epispadia
OUE di dorsal

Fimosis
Preputium tidak bisa ditarik ke
belakang

Parafimosis
Preputium tidak bisa dikembalikan
glans penis terjepit

Balanitis
Radang glans penis
McAninch JW. Disorders of the penis & male urethra. in: Tanagho EA, McAninch JW, editors. Smiths general urology. 17th ed. New York: McGrawHill Medical; 2008.
p. 625-37.

132. B. Kompres Dingin


Keywords: Laki-laki, 18 tahun, jatuh dari
sepeda motor, pada pergelangan kaki kiri
terdapat memar, edem, deformitas (-),
krepitasi (-), nyeri tekan (+)
Dx/ ankle sprain
Terapi awal yang dapat diberikan untuk
mengurangi nyeri adalah...

Sprain ankle
Sprain dan strain biasanya terjadi dalam tekanan fisik
otot dipaksa melakukan gerakan yang mereka belum
siap atau melebihi lingkup gerak otot yang normal,
seperti melingkar atau memutar pergelangan kaki.
Cedera terjadi biasanya saat otot tendon atau ligamen
dalam peregangan yang berlebihan, menyebabkan
kerusakan pada otot, tendon, atau serat ligamen.

Sumber:
NHS
Mayoclinic.org

Sprain Cedera yang terjadi karena regangan


berlebihan atau terjadi robekan pada ligamen
(penghubung antar tulang)
Strain Cedera yang terjadi karena regangan
berlebihan atau terjadi robekan pada otot
maupun tendon (penghubung tulang dan
otot)

Sumber: trauma.org

Treatment: RICE + R

Rest
Ice
Compression
Elevation
Referal &
Rehabilitation
Sumber:
NHS
Mayoclinic.org

133. B. Ekstravasasi kontras


Keywords: Tn Sanjay, 29 tahun, terinjak kuda di
bagian perut dan pinggangnya, nyeri perut, keluar
darah dari kemaluan, distensi abdomen dan nyeri
tekan, pembengkakan pada perineum, skrotum,
paha, dan dinding anterior abdomen, Pada foto
polos pelvis didapati fraktur simpisis pubis
Dx/ ruptur uretra
Pada pemeriksaan uretrografi retrograd,
diharapkan akan muncul gambaran...

TRAUMA URETRA
Secara anatomi terdiri dari:
Trauma uretra anterior
Trauma uretra posterior

ETIOLOGI :
Trauma
Iatrogenik
Klinis : Perdarahan dari OUE

Pencitraan: URETROGRAFI
TIDAK BOLEH DIPASANG KATETER

RUPTUR URETRA
POSTERIOR
Ruptur uretra
pars prostatomembranasea
Biasanya
disebabkan
fraktur pelvis

Prostatic
Prostatic
Membranous
Membranous
Bulbous
Bulbous

Pendulous
Pendulous

DIAGNOSIS
GAMBARAN KHAS :
1. Perdarahan dari OUE
2. Retensi urin
3. RT : Floating prostate
URETROGRAFI :
Ekstravasasi kontras
Tampak fraktur pelvis

Uretrografi

Ruptur uretra dengan ekstravasasi kontras

134. E. Hematopneumotoraks
Keywords: laki-laki, 29 tahun, luka tusuk pada dada sebelah
kiri yang masih mengeluarkan darah disertai sesak nafas
sejak 3 jam yang lalu, tekanan darah 100/70, denyut nadi
60x/menit, frekuensi nafas 30 x/menit, suhu 37oC,
konjungtiva pucat, tampak luka terbuka yang masih
mengeluarkan darah pada dada kiri, hemitoraks kiri
tertinggal saat inspirasi, fremitus vokalis hemitoraks kiri
menghilang, perkusi hipersonor pada lapang atas dada kiri.
Pada foto thoraks didapatkan gambaran air fluid level pada
hemitoraks kiri.
Diagnosis?
Hematopneumothorax

Hematopneumotoraks
Terkumpulnya darah disertai
udara di dalam ruang potensial
antara pleura viseral dan
pleura parietal

Pada foto polos dada tegak


bisa didapatkan air fluid level
Tatalaksana pemasangan
WSD dilanjutkan suctioning
untuk mengeluarkan bekuan
darah yang terjadi akibat
terpaparnya darah dengan
udara

Wuryantoro, Nugroho A, Saunar R. Patofisiologi kelainan toraks yang membutuhkan WSD. dalam: Manual pemasangan WSD. Jakarta: Badan Penerbit Universitas Indonesia; 2011. h. 15-25.

135. B. Imobilisasi
Keywords: Wanita, 27 tahun, nyeri pada lutut
kiri dan panggul yang tidak dapat digerakkan,
tabrakan dengan mobil yang berlawanan arah,
lutut kiri tampak hematom, deformitas,
krepitasi (+), luka (-)
Tindakan yang harus dilakukan sebelum
merujuk adalah...

Trauma Muskuloskeletal Menurut ATLS


Urutan primary survey tetap ABCDE
Kenali gangguan dan segera lakukan
tindakan/resusitasi

adjunct to primary survey pada trauma


muskuloskeletal
Imobilisasi
pemeriksaan radiologi
American College of Surgeons Committee on Trauma. Advanced trauma life support for doctors. 8th ed. Chicago: American College of Surgeons Committee on Trauma; 2008.

Pada kasus ini...


Imobilisasi dapat dikerjakan dalam setting
puskesmas atau tempat kejadian
reduksi, traksi dikerjakan dalam hospital setting oleh
tenaga yang terlatih
Fasiotomi dikerjakan bila ada tanda sindroma
kompartemen
Sistostomi dikerjakan bila terdapat kontraindikasi
pemasangan kateter

136. D. USG
Keywords: wanita, 23 tahun, benjolan di dada
kanan lateral ukuran 1.5 cm yang membesar
perlahan sejak 2 tahun yang lalu, benjolan
mobile, padat dan tidak nyeri.
Dx/ susp. Fibroadenoma mamae
Pemeriksaan awal yang dilakukan adalah

berbagai pemeriksaan pada benjolan payudara..


Biopsi insisi diambil sebagian jaringan lalu di kirim ke patologi
anatomi untuk diagnosis definitif
Biopsi eksisi seluruh tumor diangkat lalu dikirim ke patologi
anatomi untuk diagnosis definitif
Mamografi pemeriksaan screening Ca mamae untuk wanita
berusia > 40 tahun
USG pilihan utama untuk diagnosis benjolan payudara pada
wanita < 35 tahun
CT SCAN digunakan lebih untuk menilai penyebaran Ca Mamae
ke organ disekitarnya

Gambaran fibroadenoma pada USG

137. B. Ruptur Tendon Achilles


Keywords: Laki-laki, 25 tahun, nyeri di
pergelangan kaki kanan, dirasakan setelah kaki
pasien terperosok ke selokan, pergelangan
kaki kanan bengkak dan memar, terpincangpincang dan tidak bisa menjinjit
Penyebab kasus diatas

Ruptur tendon Achiles


Biasa terjadi pada dewasa
muda
Diakibatkan trauma
eksternal atau gerakan
push-off yang tiba-tiba
Thompsons test
meremas betis pasien akan
menimbulkan refleks
plantar fleksi, bila plantar
fleksi (-) curigai ruptur
tendon Achilles

Pilihan...
strain m.gastrocnemius, ankle sprain nyeri
namun masih bisa menjinjit (plantar fleksi)
ruptur tendon Achilles tidak bisa plantar
fleksi
fraktur Tibia, fraktur Fibula jarang
mengakibatkan tidak bisa menjinjit kecuali bila
fraktur terjadi di bagian distal

138. E. dislokasi hip joint posterior


Keywords: Anak 12 tahun, kecelakaan lalu
lintas, lutut kanan pasien terbentur
dashboard, paha kanan dalam keadaan fleksi,
aduksi, dan internal rotasi, pasien
mengeluhkan tidak dapat melakukan dorso
fleksi maupun plantar fleksi
Diagnosis?

Pola dan arah dislokasi sendi panggul


Direction of the hip

Disorder

Flexion, adduction, internal


rotation
Partial flexion, less adduction,
internal rotation
Abduction + extension

Pure posterior dislocation


Posterior fracture dislocation
Anterior dislocation

Tornetta P. Hip dislocations and fractures of the femoral head. in: Bucholz RW,
Heckman JD, Court-Brown CM, editors. Rockwood & Green's Fractures in Adults. 6th
ed. New York: Lippincott Williams & Wilkins. 2006. p. 1715-52.

Dislokasi hip ke posterior:


gambaran radiologis & tatalaksana

139. A. n.ischiadicus
Saraf perifer yang mungkin terkena cedera
pada pasien dengan kondisi di soal no 138?
Saraf yang terletak di bagian posterior hip
adalah nervus ischiadicus / sciatic nerve

140. E. Fraktur galleazi dextra


Keywords: wanita, 44 tahun, terjatuh dari
motor, tangan kanan tidak bisa digerakkan,
luka (-), rontgen antebrachii fraktur distal
radius ekstra artikuler dengan dislokasi radioulnar
Diagnosis?

Monteggia & Galeazzi


Monteggia fraktur
ulna proksimal
Galeazzi fraktur
distal radius dengan
dislokasi radio-ulnar
joint

141. D.m. Peroneus Brevis


Keywords: laki-laki, 29 tahun, tidak dapat
menggerakkan tungkai bawahnya setelah
mengalami kecelakaan motor, fraktur
maleolus lateralis dan kerusakan otot sebelah
dorsal dari fraktur tersebut
Otot apakah yang mengalami kerusakan?

142. C. Cairan kristaloid


Keywords: laki-laki, 48 tahun, mengalami
pengeroyokan, pelipis kiri terdapat luka,
perdarahan aktif, TD 80 per palpasi, frekuensi
nadi 130x/menit GCS 9, roentgen fraktur
maksilofasial, mandibula dan femur
Tatalaksana awal pada pasien ini adalah ?

Primary Survey ATLS

Airway & Protection of Spinal Cord


Breathing and Ventilation
Circulation
Disability

Exposure and Environment Control


American College of Surgeons Committee on Trauma. Advanced trauma life support for doctors. 8th ed. Chicago: American College of Surgeons Committee on Trauma; 2008.

Apa masalah pasien pada soal ini?


Nadi cepat, tekanan darah turun, kesadaran
turun
Karena itu, pada pasien ini terdapat masalah
sirkulasi yaitu perdarahan
Berapa banyak perdarahannya?

Kelas perdarahan?

American College of Surgeons Committee on Trauma. Advanced trauma life support for doctors. 8th ed. Chicago: American College of Surgeons Committee on Trauma; 2008.

Penanganan awal
Penanganan awal pada perdarahan yang
mengakibatkan gangguan hemodinamik adalah
dengan memberikan 2 Liter cairan kristaloid yang
dihangatkan melalui 2 jalur infus kaliber besar
Evaluasi respon:
Rapid responder (20%)
Transient responder (30%)
Non-responder (>30%)
evaluasi urine output
American College of Surgeons Committee on Trauma. Advanced trauma life support for doctors. 8th ed. Chicago: American College of Surgeons Committee on Trauma; 2008.

143. C.Hemoroid interna derajat 3


Keywords: laki-laki, 49 tahun, benjolan yang
keluar dari anus, benjolan dapat dimasukkan
dengan jarinya
Diagnosis yang paling tepat

Derajat Hemorrhoid

Lunniss PJ. The anus and anal canal. in: Williams NS, Bulstrode CJK, OConnell PR, editors. Bailey & Loves short practice of surgery. 25th ed.
London: Hodder Arnold; 2008. p. 1240-70.

Algoritma tatalaksana hemoroid

Lowry SF, Eisenstat TE. Perianal complaints. In: Lowry SF, Ciocca RG, Rettie CS. Learning surgery: the clerkship manual. New York: Springer; 2005. p. 468-78.

144. B.Gambaran lusen avaskuler pada hemitoraks kanan

Keywords: Wanita, 39 tahun, sesak nafas, 2


jam yang lalu pasien mengalami kecelakaan
lalu lintas, jejas pada toraks kanan,
krepitasi(+), derik udara (+)
Gambaran radiologi yang mungkin ditemukan
adalah?

Emfisema subkutan
Pengumpulan udara di bawah kulit
Diakibatkan kebocoran udara dari saluran nafas
Biasanya menyertai cedera trakeobronkial dan
pneumothorax
Temuan klinis teraba derik udara pada
hemitoraks yang sakit

Pneumothorax
Pneumothorax adalah
pengumpulan udara di
ruang potensial antara
pleura viseral dengan
pleura parietal
Gambaran radiologi
gambaran lusen
avaskuler di hemitoraks
yang sakit
Wuryantoro, Nugroho A, Saunar R. Patofisiologi kelainan toraks yang membutuhkan WSD. dalam: Manual pemasangan
WSD. Jakarta: Badan Penerbit Universitas Indonesia; 2011. h. 15-25.

145. C. Perdarahan intra abdomen


Keywords: laki-laki, 42 tahun, terbentur pada
bagian abdomen dalam sebuah kecelakaan
lalu lintas, pasien datang dengan syok lalu
meninggal
Penyebab syok yang paling mungkin pada
kasus ini adalah...

Boffard KD. Chest and abdomen. in: Williams NS, Bulstrode CJK, OConnell PR, editors. Bailey & Loves short practice of surgery. 25th ed. London:
Hodder Arnold; 2008. p. 338-52.

Pilihan lain...
Perforasi appendiks, Perforasi ulkus peptikum
menyebabkan peritonitis namun biasanya
tidak terkait trauma
Trauma uretra mengakibatkan perdarahan
dari OUE namun jarang mengakibatkan syok
Kolesistitis akut biasanya tidak terkait
trauma

146. A.Beta 2 agonis short acting nebulizer


Keywords: laki-laki, 42 tahun, sesak nafas
sejak, sudah sering sesak seperti ini sejak kecil
dan selalu memakai obat semprot dari dokter,
namun saat ini tidak mempan

Golongan obat yang manakah yang paling


sering menyebabkan kondisi seperti di atas?

Apa yang terjadi pada pasien?


Tolerance Penurunan efektivitas obat
secara bertahap akibat pemberian obat secara
berulang
Di antara obat-obatan yang digunakan pada
asthma, yang sering menyebabkan fenomena
tolerance adalah salbutamol (di Amerika
disebut albuterol), sejenis short acting
agonist
Katzung BG. Basic and clinical pharmacology. 10th edition. New York: McGrawHill; 2006.

147. A. Isoniazid
Keywords: wanita, 34 tahun, tangan terasa
kesemutan, sedang mengkonsumsi OAT sejak
3 bulan, pasien tidak ada mengkonsumsi obat
lain selain OAT
Apakah OAT yang paling mungkin
menyebabkan keluhan tersebut?

148. B.Nitrogliserin
Keywords: laki-laki, 59 tahun, nyeri dada sejak
1 jam, meminum obat yang biasa diminum
tetapi tidak mempan, pasien sudah kebal
terhadap obat tersebut
Obat apa yang dimaksud?

Obat antiangina
Nitrat
Penyekat Beta
Calcium Channel Blocker

Apa yang terjadi pada pasien?


Tolerance Penurunan efektivitas obat
secara bertahap akibat pemberian obat secara
berulang
Di antara obat-obatan yang digunakan pada
angina, yang sering menyebabkan fenomena
tolerance adalah golongan nitrat (ISDN,
nitrogliserin)
Katzung BG. Basic and clinical pharmacology. 10th edition. New York: McGrawHill; 2006.

149. D.Haloperidol
Keywords: Laki-laki, 29 tahun, mengeluhkan
mulut dan bibir terasa kering, sedang
menjalani pengobatan skizofrenia
Apakah jenis obat yang menyebabkan efek
samping diatas?

Efek samping obat antipsikotik


Type
Autonomic nervous
system

Manifestations

Mechanism

Loss of accommodation, dry mouth, difficulty urinating,


constipation

Muscarinic cholinoceptor blockade

Orthostatic hypotension, impotence, failure to ejaculate

Alpha adrenoceptor blockade

Parkinson's syndrome, akathisia, dystonias

Dopamine receptor blockade

Tardive dyskinesia

Supersensitivity of dopamine receptors

Toxic-confusional state

Muscarinic blockade

Endocrine system

Amenorrhea-galactorrhea, infertility, impotence

Dopamine receptor blockade resulting in


hyperprolactinemia

Other

Weight gain

Possibly combined H1 and 5-HT2 blockade

Central nervous system

Katzung BG. Basic and clinical pharmacology. 10th edition. New York: McGrawHill; 2006.

Pilihan lain...
Fluoxetin, Amitriptilin obat antidepressan
Carbamazepin obat antikejang
Risperidon antipsikotik yang efek samping
ekstrapiramidal-nya minimal

150. A.Rifamfisin
Keywords: Seorang pasien TB menderita
diabetes mellitus, obat glibenklamid 1 x 5mg,
gula darah sewaktu 289 mg/dL
Obat TB apakah yang paling mempengaruhi
efektivitas glibenklamid?

Interaksi penting rifampicin


Drug

Mechanism

Clinically documented interactions


Corticosteroids: [P] Increased corticosteroid
hepatic metabolism; reduced corticosteroid
effect.
Mexiletine: [NE] Increased mexiletine
metabolism; reduced mexiletine effect.

Rifampin

Sulfonylurea hypoglycemics: [P] Increased


hepatic metabolism of tolbutamide and probably
Induction of hepatic microsomal other sulfonylureas metabolized by the liver
(including chlorpropamide).
drug-metabolizing enzymes.
Theophylline: [P] Increased theophylline
metabolism; reduced theophylline effect.
See also Anticoagulants, oral; Azole antifungals;
Beta-adrenoceptor blockers; Calcium channel
blockers; Cyclosporine; Digitalis glycosides;
Estrogens.

Katzung BG. Basic and clinical pharmacology. 10th edition. New York: McGrawHill; 2006.

151 D. fenobarbital
Keywords:
- Neonatus kejang selama 5 menit, kelojotan
seluruh tubuh, setelah kejang pasien
menangis. Tanda Vital dalam batas normal.
Terapi utama : fenobarbital.

KEJANG AKUT NEONATUS


Pilihan pertama: fenobarbital
Dosis: 15-20 mg/kgBB IV, kecepatan max. 2
mg/kgBB/menit. Bila tidak ada perbaikan, tiap 15-30
menit boleh diberi bolus 5-10 mg/kgBB hingga dosis
kumulatif maksimal 40 mg/kgBB
Rumatan: 3-5 mg/kgBB/hari, bagi dalam 2 dosis

Second line drug : clonazepam


Fenitoin bisa jadi obat tambahan tapi ada efek
depresi miokard dan metabolisme sulit diprediksi
Sumber : Neonatal seizure. Arch Dis Child Fetal Neonatal
1998;79:80

152 C. Carbamazepin
Keywords:
- Nyeri hilang timbul di sekitar pipi kanan
seperti disayat. Serangan terjadi saat
menguap, berbicara dan saat menyikat gigi.
Hasil pemeriksaan neurologis lainnya dalam
batas normal. Riwayat sakit gigi (-).
Diagnosis : Neuralgia trigeminal
Tatalaksana : Carbamazepin.

Neuralgia trigeminal
Neuralgia trigeminal nyeri di wajah yang berat seperti ditusuk,
mengikuti distibusi sensoris nervus kranialis V, rekuren dan kronik

Gejala dan tanda: nyeri wajah unilateral, biasanya sisi wajah


kanan, seperti tertusuk,mengikuti distribusi nervus trigeminus
biasanya menjalar ke area maksila atau mandibula
Pemicu:
Mengunyah, berbicara, tersenyum
Minum minuman dingin/panas
Sikat gigi, bercukur
Terpajan udara dingin

Tatalaksana: Carbamazepine
Sumber: emedicine trigeminal neuralgia

153 C. Prednison
Keywords:
- Sudut mulut mencong ke kanan, kelopak mata
kanan sulit ditutup dan alis mata kanan sulit
diangkat sejak 2 hari yang lalu. Tidak tampak
kelemahan keempat ekstremitas.
Diagnosis : Bells Palsy
Terapi : Kortikosteroid.

Bells Palsy
Gejala:
Dahi tidak bisa
digerakkan
Lagoftalmus (tidak bisa
menutup mata)
Tidak bisa
menggembungkan pipi
Tidak bisa senyum atau
bersiul
Mulut mencong ke sisi
sehat
Buku Neurologi Klinik Snell

154 C. Kejang Demam


Bayi 3 bulan kejang dan panas tinggi. Kejang
dialami sekitar 30 menit. Ada riwayat batuk
pilek 1 minggu sebelumnya. Demam tinggi
dialami sejak 1 hari yang lalu. Kaku kuduk (-).
Pemeriksaan laboratorium dan pungsi lumbal
dalam batas normal.
Diagnosis : kejang demam

Kejang Demam Definisi, Patofisiologi


Kejang demam adalah kejang
yang terjadi akibat demam
suhu aksila >38,5C (suhu
rektal 38C) tanpa adanya
infeksi SSP atau gangguan
elektrolit akut, terjadi akibat
proses ekstrakranial, terjadi
pada anak di atas usia 1 bulan
dan tidak ada riwayat kejang
tanpa demam sebelumnya.
Kejang demam dibagi 2, yaitu:
Simpleks: kejang seluruh tubuh,
<15 menit, 1x /24 jam
Kompleks: kejang parsial, >15
menit, berulang dalam 24 jam

Patofisiologi
Keadaan hipoglikemia dan
hipoksia akan menyebabkan
gangguan pompa Na+/K+ ATP
dependent channel ion di
membran sel neuron
Pada keadaan demam, setiap
peningkatan suhu 1C terjadi
peningkatan metabolisme basal
sekitar 10-15% dan kebutuhan
O2 20% di otak terjadi
keadaan hipoglikemia dan
hipoksia relatif gangguan
kanal ion NA+/K+ ATP
dependent kejang

155 A. E2M4V2
Keywords :
- Mata terbuka dengan rangsang nyeri, gerakan
tangan menghindar dari sumber nyeri, verbal
merintih. GCS?
Dengan rangsang nyeri :
- Mata terbuka = 2
- Tangan menghindar = 4
- Verbal merintih = 2

Glasgow Coma Scale (GCS)

156 C. Polineuropati
Keywords:
- Nyeri & kesemutan pada kedua tungkai dan
lengan sejak 3 tahun terakhir.
- Pada pemeriksaan neurologis didapatkan
hipoestesia kaos kaki dan sarung tangan.
Riwayat menderita DM Tipe 2 selama 10
tahun tidak terkontrol.
Diagnosis : Polineuropati

157 D. Stroke nonhemoragik tipe


emboli
Keywords:
- Lumpuh badan sebelah kiri tiba-tiba sejak 5 hari
yang lalu. Pada pemeriksaan fisis ditemukan
tekanan darah 180/90 mmHg. Pemeriksaan
neurologis: reflex fisiologis meningkat dan reflex
patologis positif pada kaki kiri.
- Riwayat menderita DM, gangguan irama jantung,
dislipidemia dan hipertensi kronik diakui oleh
pasien.
Diagnosis : stroke iskemik tipe emboli

Stroke iskemik Vs Hemoragik

Pasien sadar, datang dengan


defisit neurologis (bicara pelo,
hemiparesis)
TD biasanya tidak terlalu tinggi

Ada tanda peningkatan TIK


Penurunan kesadaran
Muntah proyektil
Nyeri kepala
TD amat tinggi

Stroke iskemik Vs Stroke hemoragik


Etiologi: trombus/emboli

Klinis:

Anamnesis: defisit neurologis


akut (seringnya hemiparesis)
PF: kesadaran umumnya tidak
menurun
tanda lesi UMN (hiperrefleks,
ada refleks patologis)
Penunjang (CT Scan): area
hipodens serebrum

Tatalaksana:
Trombolitik (r-TPA) 3-4,5 jam
setelah onset
Aspirin

Etiologi: perdarahan intraserebral


Klinis:
Anamnesis: defisit neurologis
akut +penurunan
kesadaran+nyeri
kepala+muntah proyektil
PF: tanda lesi UMN, hipertensi
Penunjang (CT Scan): area
hiperdens di serebrum
Tatalaksana:
Bedah, Medikamentosa
Antihipertensi
Agen diuretik osmotik (misal
manitol)

Varian Stroke Iskemik


Stroke trombotik defisit neurologisnya memberat perlahanlahan, sedangkan stroke embolik defisit neurologisnya
mendadak dalam waktu singkat mencapai maksimal.
Infark Lakunar sumbatan pembuluh darah kecil, defisit
neurologisnya biasanya tidak ada, kalau ada membaik
perlahan-lahan (karena ada sistem kolateral sirkulus Wilisi).
Defisit neurologis pada infark lakunar:
1. Hemiparesis (bila terjadi di kapsula interna posterior)
2. Ataksia (bila terjadi di ganglia basalis)
3. Disartria (bila terjadi di pons).

158 C. Penyakit Pick


Keywords:
- Sering lupa meletakkan barang dan mulai
sering marah marah sejak 1 tahun terakhir.
Pada pemeriksaan fisik dan neurologi
didapatkan MMSE dalam batas normal. CT
Scan kepala didapatkan atrofi pada lobus
frontotemporal.
Diagnosis: Demensia Pick.

Jenis-jenis Demensia
Demensia vaskular terkait riwayat HT, DM, stroke.
Ditemukan gambaran infark multipel pada CT Scan.
Alzheimer atrofi korteks otak menyeluruh. Temuan
histologis : plak senilis & neurofibrilary tangle.
Demensia Pick atrofi frontotemporal, temuan
histologis: jisim Pick (agregasi protein tau intraseluler).
Creutzfeldt Jacobs demensia + mioklonus, riwayat
kontak dengan ternak (sapi), temuan histologis : prion.
Demensia dengan jizim Lewy terkait parkinson, bisa
disertai halusinasi.

159 D. Fenitoin IV
Keywords:
- Bayi 7 bulan kejang kelojotan mata mendelik
ke atas sekitar 5 menit sadar sendiri. Di rumah
sakit pasien kembali kejang dan tidak
membaik setelah diberikan diazepam iv 2x.
Diagnosis : status epileptikus.

Algoritme Penanganan Kejang Akut dan


Status Epileptikus

Sumber : Pedoman Tatalaksana Epilepsi

160 C. Perdarahan Subarakhnoid


Keywords:
- Pasien ditemukan tergeletak di kamar mandi
dengan bekas muntahan di sekitarnya. Pada
pemeriksaan ditemukan TD 220/110, pupil
anisokor, kaku kuduk (+), ekstremitas sebelah
kanan terkesan kurang aktif. Refleks Babinsky
+/-.
Diagnosis : stroke hemoragik e.c. perdarahan
subarakhnoid

PERDARAHAN SUBARAKHNOID

Karakteristik perdarahan subarakhnoid


(SAH):
- Sakit kepala paling berat seumur hidup
- Tanda-tanda peningkatan TIK : muntah
menyemprot, pupil anisokor, penurunan
kesadaran
- Kaku kuduk (+)

161 B. Classic Migraine


Keywords:
- Nyeri kepala sebelah disertai mual dan
muntah setelah melihat kilatan cahaya.
Pemeriksaan neurologis tidak ditemukan
kelainan.
Diagnosis : classic migraine

Migraine
Migrain = nyeri kepala
paroksismal, unilateral,
berdenyut, berakhir
dalam 4-72 jam, disertai
mual-muntah dan/atau
fotofobia, dapat
didahului dengan aura.
Aura = gejala neurologik
fokal yang
mendahului/menyertai
serangan migren. Bisa
berupa visual, sensorik,
motorik.
Sumber : Konsensus nasional
penanganan nyeri kepala di Indonesia

Migren tanpa aura =


common migraine
Migren dengan aura =
classic migraine
Terapi :
Non spesifik : analgetik,
OAINS, anti emetic
Spesifik : derivate
ergotamin (sudah jarang
dipakai), sumatriptan

Profilaksis :
Beta bloker, asam valproat,
amitriptilin, CCB

Tension headache

Migraine headache

Cluster headache

Kualitas

Ditekan/diikat

Berdenyut

Menusuk

Intensitas

Ringan atau sedang

Sedang atau berat

Berat sekali

Lokasi

Bilateral

Unilateral

Unilateral

Memberat dengan aktivitas

Tidak

Ya

Tidak

Mual

Ada/tidak

Ada

Tidak ada

Muntah

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Fotofobia

Ada/tidak

Ada

Tidak ada

Fonofobia

Ada/tidak

Ada

Tidak ada

Aura

Tidak ada

Ada (classic)/tidak (common)

Tidak ada

Gejala penyerta

Lakrimasi, injeksi konjungtiva,


rinorea, dan perspirasi wajah
yang ipsilateral

Tatalaksana nyeri kepala primer


Tension headache
Akut: NSAID (ibuprofen adalah DOC), aspirin, dan parasetamol
Preventif: antidepresan trisiklik (amitriptilin atau nortriptilin)
Migraine headache
hindari pencetus
terapi abortif:
non spesifik: acetaminofen, NSAID
spesifik: triptan, ergotamine, DHE
Bila tidak respon opioid dan analgetik yang mengandung
butalbital
Cluster headache
Akut: triptan atau ergot dengan metoclopramide
Preventif: Calcium channel blockers

162 D. epilepsi atonik


Keywords:
- Tiba-tiba jatuh sendiri, namun tidak berapa
lama kemudian bangun kembali. Sering
berulang juga bila di rumah. Pasien tidak ingat
apa yang terjadi sebelum jatuh.
- Diagnosis : epilepsi atonik.

Tipe-Tipe Kejang

Kejang umum : berasal dari seluruh


hemisfer korteks serebri
Absens/lena (petit mal) : Bengong
Kejang parsial (fokal) : berasal dari
mendadak, tanpa aura, tanpa
bagian tertentu dalam korteks serebri
kebingungan pasca-serangan, bisa
disertai automatisme maupun tidak.
Sederhana : penurunan kesadaran
(-). Gejala bisa sensoris, motoris, Mioklonik : kedutan motorik tidak
teratur
otonom, atau psikis.
Klonik : kedutan motorik teratur
Kompleks : Ada penurunan
kesadaran (amnesia). Gejalanya
Tonik : ekstensi atau fleksi mendadak
biasanya berupa bengong
pada kepala, badan, atau ekstremitas
mendadak yang diikuti dengan
Tonik-klonik umum primer (grand
automatisme dan kebingungan
mal) : berawal sebagai ekstensi tonik
pasca-serangan.
ekstremitas atas dan bawah beberapa
detik, kemudian menjadi gerakan
Kejang tonik-klonik umum
klonik ritmik, kebingungan pascasekunder : kejang parsial yang
serangan
berlanjut menjadi kejang tonik
Atonik : Tonus tubuh hilang
klonik umum
mendadak (pasien tiba-tiba jatuh)

Tatalaksana Kejang
Kejang umum
Tonik-klonik: asam valproat (DOC), carbamazepine
Absans: asam valproat (DOC)

Kejang parsial: carbamazepine (lini ke-1),


fenitoin (lini ke-1), asam valproat
Fenitoin banyak efek samping (mis. hiperplasia
gingival) dan interaksi obatnya, sehingga lebih
sering dipilih asam valproat atau
carbamazepine

163 D. autoimun
Keywords :
- Kedua kaki dan tangan sulit digerakkan sejak 4 hari
yang lalu. Awalnya kaki pasien menjadi lemah yang
lama kelamaan menjadi sulit berdiri. Kemudian diikuti
kelemahan pada lengan pasien.
- Kekuatan motorik ekstremitas atas 4/4, ekstremitas
bawah 2/2. Pada pemeriksaan cairan serebrospinal
didapatkan kadar protein meningkat, jumlah sel
normal, kadar glukosa normal.
Diagnosis : Guillen Barre Syndrome (GBS).
Etiologi : Autoimun

Guillain Barre Syndrome


Demielinisasi dan inflamasi pada saraf perifer dari
radiks ventral (poliradikulopati) gejala
dominan gangguan motorik.
Karakteristik : paralisis asenden, dimulai dari
ekstremitas bawah kemudian ke ekstremitas atas.
Bisa berujung pada paresis pernafasan.
Terkait riwayat infeksi C. jejuni timbul reaksi
autoimun akibat kemiripan antigen (mimikri).
Khas : peningkatan protein pada CSF tetapi
jumlah sel tetap (disosiasi albuminositologik)
Tatalaksana : plasmaferesis atau IVIG.

164 C. Miastenia Gravis


Keywords:
- Pandangan dobel sejak 1 minggu terakhir.
Keluhan ini muncul hilang timbul dan
memberat terutama pada siang hari. Keluarga
pasien juga merasa kadang-kadang kelopak
mata pasien menutup sendiri. Tes wartenberg
(+) pasien menatap suatu objek, lama
kelamaan mengalami ptosis.
Diagnosis : Miastenia gravis.

Miastenia gravis
penyakit autoimun jumlah reseptor asetilkolin
pascasinaptik pada taut neuromuskular otot rangka
berkurang
Asetilkolin sendiri, yang berasal dari saraf presinaptik,
jumlahnya secara alami akan berkurang dengan pemakaian
dan kembali normal dengan istirahat. Pada orang sehat,
penurunan ini tidak bergejala karena jumlah reseptor
normal.
Karena itu, pasien miastenia gravis diobati dengan
inhibitor asetilkolinesterase (co. piridostigmin) dengan
tujuan memperbanyak kadar asetilkolin di sinaps, sehingga
mengkompensasi penurunan jumlah reseptor

Taut Neuromuskular Normal dan


Miastenia Gravis

165 B. Cervical Root Syndrome


Keywords:
- Nyeri menjalar dari leher sampai siku kanan
sejak 3 hari lalu. Keluhan lebih terasa saat
pasien kelelahan. Pasien sehari-hari bekerja
mengangkat barang di pasar. Tes spurling (+).
Diagnosis : Cervical Root Syndrome.

Tes spurling

Dikatakan positif bila penekanan kepala pada masing-masing tahap


menimbulkan nyeri yang menjalar hingga ke siku.

Pilihan Jawaban Lain


Rotator Cuff syndrome: paling sering cedera pada otot
rotator cuff m. Supraspinatus tidak bisa abduksi
lengan. Tes apley scratch (+).
Herniated Nukleus pulposus: nyeri punggung menjalar
ke kaki, riwayat angkat2 berat. Tes Laseque (+).
Cauda Equina Syndrome: gangguan persarafan medula
spinalis yang melibatkan persarafan otonom (BAK,
BAB).
Ankylosing spondilitis : autoimun, peradangan sendi
sacroileum terbatasnya ROM, bamboo spine sign
(+), HLA B27 (+).

166 C. Triheksifenidil
Keywords:
- Sering berbicara sendiri, gelisah, tidak mau
makan. Keluarga mengatakan pasien sudah
minum obat yang diberikan dokter. Setelah
minum obat, pasien mengeluhkan badan terasa
kaku, terutama di bagian leher.
Diagnosis : Distonia akut (efek samping
ekstrapiramidal)
Terapi : Triheksifenidil

Efek Samping ekstrapiramidal


Anti psikotik tipikal (haloperidol) antagonis
dopamin gangguan ekstrapiramidal, meliputi:

Akathisia: perasaan gelisah yang


menyebabkan pasien tidak bisa diam (restless
leg syndrome).
Distonia: kontraksi spastis otot (bisa terjadi di
mata, leher, punggung, dan lain-lain)
Diskinesia tardif: gangguan gerakan involunter
(mioklonus, tik, korea, dll.)

167 B. Skizofrenia hebefrenik


Keywords:
- Sering tertawa dan senyum sendiri sejak 1,5
tahun. Pasien tidak mau mandi dan cenderung
berpakaian sekedarnya.
Diagnosis : skizofrenia hebefrenik

Skizofrenia
Diagnosis
Minimal 2 dari gejala : waham, halusinasi, bicara tidak teratur,
perilaku tidak teratur atau katatonik, gejala negatif (afek datar,
kehilangan gairah)
Atau satu gejala ini: waham bizarre, halusinasi auditorik
dimana suara mengkomentari perilaku pasien terus, atau
halusinasi auditorik dimana dua atau lebih suara berbicara
satu sama lain
Gejala lebih dari satu bulan
Fungsi sosial atau pekerjaan terganggu
Tatalaksana
Antipsikotik gen. 1: chlorpromazine, haloperidol
Antipsikotik gen. 2: aripiprazole, clozapine, olanzapine,
risperidone

Klasifikasi Skizofrenia
Paranoid: waham dan halusinasi
Hebefrenik: perilaku dan bicara tidak teratur
Katatonik: mengambil posisi tubuh yang aneh,
reaksi terhadap lingkungan berkurang (stupor),
mutisme, menolak untuk bergerak (negativisme)
Tak terinci: tidak memenuhi paranoid, hebefrenik,
ataupun katatonik
Residual: ada riwayat diagnosis skizofrenia di
masa lalu, tapi sekarang hanya tinggal gejala
negatifnya saja.
Simpleks: hanya berupa gejala negatif (penarikan
diri dari lingkungan), tidak ada riwayat skizofrenia
di masa lalu

168 B. Episode mania gangguan


bipolar tanpa gejala psikotik
Keywords :
- Sejak 2 minggu setelah diputuskan pacarnya,
pasien mengalami peningkatan aktivitas tanpa
istirahat, jarang tidur, bila bertemu orang suka
bercerita tentang dirinya secara berlebihan dan
segera melompat ke topik lainnya. 2 tahun lalu
hubungan dengan pacar ditentang oleh orang
tua.
Diagnosis: Episode mania tanpa gejala psikotik.

Bipolar tipe 1 : episode


mania +/- episode depresi
mayor
Bipolar tipe 2: episode
hipomania + episode
depresi mayor.
Mania timbul gangguan
aktivitas sehari-hari
Hipomania tidak timbul
hendaya.
Pada pasien tidak dijumpai
halusinasi maupun waham,
sehingga gejala psikotik (-).

169 A. Insomnia
Keywords:
- Sering mengantuk. Kalau malam pasien sulit
tidur, dan bila terbangun susah untuk tidur
kembali. Sepanjang hari pasien merasa
kelelahan.
Diagnosis : insomnia

Jenis Insomnia
Early insomnia: sulit untuk memulai tidur
Middle insomnia: berulang kali terbangun dari
tidur
Late insomnia: mudah terbangun, setelah
bangun sulit untuk tidur lagi

Gangguan Tidur
PARASOMNIA
Sleep terror: pasien terbangun mendadak dari tidur
sambil berteriak ketakutan, tapi dia tidak mengingat ada
mimpi
Somnambulisme: berjalan atau beraktivitas sambil tidur
BEDAKAN Narkolepsi dan hipersomnia:
Narkolepsi: Serangan kantuk mendadak yang bisa terjadi
berkali-kali dalam sehari. Namun, di luar serangan,
pasien tidak merasa mengantuk. Bisa disertai katapleksi,
paralisis tidur, dan halusinasi hipnagogik
Hipersomnia: sering merasa mengantuk meskipun
kuantitas dan kualitas tidur di malam hari optimal.

170 C. Depresi post partum


Keywords:
- Sering merasa sedih, menyendiri, dan merasa
tidak berguna setelah melahirkan anak
pertama. Keluhan ini sudah berlangsung
hampir 1 bulan. Pasien kehilangan minat
untuk merawat bayinya. Pasien lebih banyak
mengunci diri di kamar dan tidak menjawab
ketika dipanggil.
Diagnosis: depresi post partum.

WAJIB DIBEDAKAN
Sindrom baby blues: gejala-gejala cemas maupun
depresi pasca melahirkan yang bersifat ringan,
biasanya hilang dalam 2 minggu.
Depresi post partum: menetap > 1 bulan, bentuk
lebih berat dari sindrom baby blues (kehilangan
minat terhadap diri sendiri dan bayinya).
Psikosis post partum: gejala cemas maupun
depresi pasca melahirkan + gejala psikotik
(halusinasi & waham).

171 A. Sindrom ekstrapiramidal


Keywords:
- Sering mendelikan matanya ke atas dan sering
mengeluarkan air liur. Pasien menderita
gangguan jiwa sejak 1 tahun dan sudah
mengkonsumsi obat-obatan dari dokter
psikiatri sejak 1 bulan yang lalu.
Diagnosis : sindrom ekstrapiramidal.

Obat yang diberikan oleh dokter psikiatri


kemungkinan besar adalah antipsikotik tipikal
(haloperidol, klorpromazin).
Antipsikotik tipikal menurunkan ambang
rangsang kejang. Di samping itu, menghambat
reseptor dopamin timbul gejala
ekstrapiramidal: distonia akut. Juga menghambat
reseptor muskarinik : gejala mulut kering.

Pilihan Jawaban Lain


Sindrom neuroleptik maligna efek samping
antipsikotik yang jarang. Kegawatan psikiatri.
Gejala: rigiditas, hiperpireksia, dan mioglobinuria.
Terapi : Dantrolen, bromokriptin, dan diazepam.
Penyakit Huntington: degenerasi nukleus
kaudatus (ganglia basal) gejala: korea,
demensia.
Penyakit parkinson: degenerasi substansi nigra
ganglia basal gejala: resting tremor, rigiditas,
akinesia, postural instability.

172 D. masokisme
Keywords:
- Pasien sering memasukkan kawat timah
melalui lubang kencingnya karena enimbulkan
rasa nikmat. Kadang-kadang ia mengikat
penisnya dengan tali atau menusukkan
penisnya dengan kawat sampai berdarah.
Diagnosis : masokisme.

Pilihan jawaban lain


Ekshibisionisme kepuasan seksual dengan
mempertontonkan alat kelamin tanpa ada
keinginan untuk memperkosa.
Pedofilia preferensi seksual pada anak-anak.
Masokisme kepuasan seksual dengan
berperan sebagai korban yang disiksa.
Fetihisme kepuasan seksual dengan
mengandalkan suatu objek sebagai simbol
(partner seksual yang memakainya)

173 D. skizofrenia paranoid


Keywords:
- Sering bicara kacau, mengamuk dan merusak
toko tetangganya. Pasien merasa semua ini
adalah konspirasi antar pedagang yang tidak
sehat, pasien merasa diguna-guna tetangganya.
Pasien merasa ada yang ingin membunuhnya
karena ada bisikan-bisikan yang selalu
mengancamnya sehingga pasien tidak mau keluar
rumah dan tidak mau ke tempat umum, rumah
dan tokonya pun digembok dan dirantai.
Diagnosis : skizofrenia paranoid.

174 C. metoklopramid
Keywords:
- Pasien mengeluh kedua tangannya bergerak
sendiri sejak pasien menderita muntaber dan
diberi obat muntah oleh dokter.
Kemungkinan obat penyebabnya :
metoklopramid.

Kedua tangan pasien bergerak sendiri


(kemungkinan suatu gejala ekstrapiramidal :
korea) disebabkan oleh obat anti muntah yang
menghambat reseptor dopamin.
Dopamin menghambat reseptor dopamin di
perifer terutama di sfingter esofagus bawah (LES),
sementara metoklopramid menghambat reseptor
dopamin baik secara sentral maupun perifer. Efek
samping ekstrapiramidal sering timbul akibat
penggunaan metoklopramid.

175 D. gangguan konversi


Keywords:
- Tidak bisa melihat secara tiba-tiba. Hal ini
terjadi sejak melihat pertengkaran kedua
orangtuanya. Pada pemeriksaan didapatkan
hasil normal.
Diagnosis : gangguan konversi.

NOMOR: 176
KEYWORD

SINDROM KOMPARTEMEN

RIWAYAT KECELAKAAN FRAKTUR KOMINUTIF TIBIA-FIBULA (TERTUTUP)


PF: NYERI, EDEMA, PARASTESIS
TATALAKSANA: FASCIOTOMI

SINDROMA KOMPARTEMEN: suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan intertisial di


dalam ruangan yang terbatas, yaitu di dalam kompartemen osteofasial yang tertutup. Ruangan
tersebut berisi otot, saraf dan pembuluh darah. Ketika tekanan intrakompartemen meningkat,
perfusi darah ke jaringan akan berkurang dan otot di dalam kompartemen akan menjadi iskemik.
TANDA KLINIS: NYERI, PARESTESIA, PARESIS, DISERTAI DENYUT NADI YANG HILANG.
Sindroma kompartemen dapat diklasifikasikan menjadi akut dan kronik, tergantung dari
penyebab peningkatan tekanan kompartemen dan lamanya gejala.
Penyebab sindroma kompartemen akut adalah fraktur, trauma jaringan lunak, kerusakan
arteri, dan luka bakar.
Sindroma kompartemen kronik dapat disebabkan oleh aktivitas yang berulang misalnya lari

Azar Frederick. Compartment syndrome in Campbell`s operative orthopaedics. Ed 10th. Vol 3. Mosby. USA. 2003. p : 2449-57

NOMOR: 177
KEYWORD

IgE

MERAH+EDEMA+SESAK NAFAS AKUT PASCA TERSENGAT LEBAH


REAKSI ANAFILASIS

Anaphylaxis and anaphylactoid reactions are life-threatening events. A significant


portion of the U.S. population is at risk for these rare but deadly events which
cause approximately 1,500 deaths annually. Anaphylaxis is mediated by
immunoglobulin E (IgE), while anaphylactoid reactions are not. Both lead to the
release of mast cell and basophil immune mediators. Because of their clinical
similarities, the term anaphylaxis will be used to refer to both conditions.

http://www.aafp.org/afp/2003/1001/p1325.html

NOMOR: 178
KEYWORD

DEFIBRILASI 360 JOULE MONOFASIK

PASIEN TIDAK SADAR, DIPERIKSA TANPA NADI


IRAMA EKG VENTRIKEL TAKIKARDIA (VT)
TATALAKSANA VT TANPA NADI DEFIBRILASI !!
ALGORITME PULSELESS ARREST DI SLIDE SELANJUTNYA

ALGORITM PULSELESS
ARREST

NOMOR: 179
KEYWORD

SYOK KARDIOGENIK

PASIEN PENURUNAN KESADARAN, SEBELUMNYA NYERI DADA KHAS ANGINA


(KIRI, MENJALAR, SEPERTI DITEKAN BENDA BERAT)
PF SYOK
TATALAKSANA SYOK DENGAN MASALAH PRIMER DI POMPA LIHAT
TEKANAN DARAH DAN TANDA SYOK ADA/TIDAK
TD < 70 + SYOK NOREPINEPRIN 0.5-30 mikro/menit IV
TD 70-100 + SYOK DOPAMIN 2-20 mikro/kg/menit IV
TD 70-100 TANPA SYOK DOBUTAMIN 2-20 mikro/kg/menit IV
TD > 100 NTG 10-20 mcg/menit atau ISDN IV

Buku Panduan ACLS PERKI

NOMOR: 180
KEYWORD

MEMINDAHKAN JAMBAN SESUAI KETENTUAN

MASALAH UTAMA GATAL ATASI BUKAN HANYA MENGOBATI, HARUS ATASI


MASALAH SAMPAI PENCEGAHAN
TINDAKAN PENCEGAHAN = MEMINDAHKAN JAMBAN YANG PERTAMA
DILAKUKAN.

Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :


Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan
(maks 500 mg/l)
Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)

Departemen Kesehatan Repubik Indonesia.. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.

NOMOR: 181

AUTONOMY

KEYWORD

PASIEN RETARDASI MENTAL DIBAWA KELUARGA


INFORMED CONCENT DILAKUKAN OLEH KELUARGA KOMPETEN
INGAT KOMPONEN INFORMED CONCENT AUTONOMY

BENEFICENCE

NON MALEFICENCE

AUTONOMY

JUSTICE

Saat kondisi pasien wajar Dokter melakukan pelayanan terbaik untuk pasien
Dokter sudah menilai benefit >>> dibanding risk

Konteks gawat darurat safe life !!


TIDAK MERUGIKAN DARI SUDUT PANDANG PASIEN
Prinsip do no harm

Konteks pasien berpendidikan, pencari nafkah, dewasa


Menjaga rahasia pasien (privacy)
Menghargai hak menentukan nasib sendiri
Melaksanakan informed consent

Konteks membahas hak orang lain selain pasien, ada unsur


hak sosial (masyarakat atau komunitas)
Semua pasien memiliki hak yang sama tanpa memperhatikan
status sosial

NOMOR: 182
KEYWORD

E
MAJIKAN MELAKUKAN TINDAKAN ASUSILA TERHADAP PEMBANTU
RUMAH TANGGA

Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap


seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau
penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga
termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan
kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga
RUANG LINGKUP KELUARGA:
1. SUAMI, ISTERI, DAN ANAK
2. ORANG YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN KELUARGA DENGAN ORANG SEBAGAIMANA
DIMAKSUD PADA POIN 1 KARENA HUBUNGAN DARAH, PERKAWINAN, PERSUSUAN,
PENGASUHAN, DAN PERWALIAN, YANG MENETAP DALAM RUMAH TANGGA; DAN/
3. ORANG YNAG BEKERJA MEMBANTU RUMAH TANGGA DAN MENETAP DALAM
RUMAH TANGGA TERSEBUT

http://kepri.kemenag.go.id/file/file/UndangUndang/phwa1391498816.pdf

NOMOR: 183
KEYWORD

RESUME PASIEN

HANYA RESUME MEDIS YANG DIKELUARKAN RUMAH SAKIT

Kalau pasien berhak meminta informasi tersebut, lalu siapa pemilik rekam medis?
Mengenai hal ini, Permenkes 2008 tak berbeda dengan Permenkes 1989. Berkas
rekam medis adalah milik sarana pelayanan kesehatan, sedangkan Yang Menjadi
Milik Pasien Hanya isi Rekam Medis. Isi rekam medis dimaksud pun hanya dalam
bentuk ringkasan. Ringkasan tadi, sesuai pasal 12 ayat (4) Permenkes 2008, bisa
diberikan, dicatat, atau dibuatkan salinannya oleh pasien atau orang yang diberi
kuasa olehnya.
Dalam beberapa aspek hubungan nasabah dan pelaku asuransi telah sejajar. Pelaku
asuransi diwajibkan memberi penjelasan dengan sejelas-jelasnya tentang manfaat
asuransi yang diatur di dalam polis, perkecualian-perkecualian untuk menerima
manfaat asuransi sebagaimana yang diatur dalam polis. Sebaliknya nasabah wajib
memberikan keterangan yang sebenar-benarnya tentang kondisi kesehatan atau
riwayat penyakit yang pernah diderita. Dalam beberapa kasus pada saat klaim,
pelaku asuransi akan meminta informasi tentang klaim yang diajukan dalam bentuk
resume medik. Akses atas isi rekam medik memberikan peluang kepada nasabah
(pasien) maupun ahli warisnya untuk mendapatkan hak-haknya atas asuransi yang
dimiliki.

NOMOR: 184
KEYWORD

SESUNGGUHNYA PASIEN TELAH MENINGGAL ALAT VENTILATOR DICABUT


ATAS PERSETUJUAN KELUARGA

MATI BATANG OTAK = MATI BIOLOGIS IRREVERSIBEL


Tetap meminta persetujuan keluarga menghargai OTONOMI keluarga pasien

KRITERIA MBO:
Skor Glasgow Coma Scale = 3
Pupil yang tidak bereaksi (reflek pupil -)
Hilangnya reflek-reflek batang otak (reflek okulosefalik, kornea, Doll's eyes, dan batuk)
Tidak ada usaha nafas spontan
PEMERIKSAAN LANJUTAN
EEG: Tidak ada aktivitas
Pemeriksaan aliran darah otak (CBF): Tidak ada aliran darah otak (misalnya dengan
pemeriksaan isotop, pemeriksaan Doppler, pemeriksaan CBF xenon)
http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%20519%20ttg%20Anestesiologi%20dan%20Terapi%20Intensif%20di%20RS.pdf

NOMOR: 185
KEYWORD

MENGGIATKAN PENYULUHAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER


PAYUDARA DAN SADARI

PRIMARY
PREVENTION

SECONDARY
PREVENTION

PROGNOSIS BAIK JIKA TERDETEKSI DINI MAKA PERLU PROMOSI KESEHATAN


TENTANG DETEKSI DINI

Pencegahan SEBELUM timbul penyakit


Mengurangi insiden dan prevalen
INTERVENSI: PROMOSI KESEHATAN & SPECIFIC PROTECTION

Penyakit SUDAH TERJADI


NAMUN pasien belum tahu adanya penyakit

INTERVENSI: EARLY DIAGNOSIS & PROMPT TREATMENT

Penyakit (+) dengan gejala


TUJUAN:
Menurunkan progresivitas penyakit
Mencegah komplikasi
Meningkatkan kualitas hidup

INTERVENSI: DISABILITY LIMITATION + REHABILITATION

TERTIARY
PREVENTION

NOMOR: 186

BENEFICIENCE

KEYWORD

DOKTER CURIGA TERDAPAT BATU SALURAN KEMIH


DOKTER MEMINTA PEMERIKSAAN PENUNJANG UTNUK MEMASTIKAN
DIAGNOSIS BENEFIT BUAT PASIEN

BENEFICENCE

NON MALEFICENCE

AUTONOMY

JUSTICE

Saat kondisi pasien wajar Dokter melakukan pelayanan terbaik untuk pasien
DOKTER SUDAH MENILAI BENEFIT >>> DIBANDING RISK

Konteks gawat darurat safe life !!


TIDAK MERUGIKAN DARI SUDUT PANDANG PASIEN
Prinsip do no harm

Konteks pasien berpendidikan, pencari nafkah, dewasa


Menjaga rahasia pasien (privacy)
Menghargai hak menentukan nasib sendiri
Melaksanakan informed consent

Konteks membahas hak orang lain selain pasien, ada unsur


hak sosial (masyarakat atau komunitas)
Semua pasien memiliki hak yang sama tanpa memperhatikan
status sosial

NOMOR: 187
KEYWORD

CASE FINDING AKTIF

PETUGAS INGIN MELIHAT LANGSUNG PENYEBAB PASIEN YANG BEROBAT


MAUPUN TIDAK BEROBAT

SURVEILANS PASIF

Laporan rutin kasus penyakit yang datang ke provider kesehatan


Tidak ada usaha khusus untuk menemukan unsuspected disease

SURVEILANS AKTIF

Door to door surveys untuk menemukan suatu kasus dalam komunitas


AKTIF MENEMUKAN KASUS TERUTAMA YANG TIDAK DATANG BEROBAT

SURVEILANS SENTINEL

Mengambil data TIDAK dari semua pekerja medis, tapi ditetapkan random
ataupun bertujuan
Investigasi intensif kepada suatu kasus

NOMOR:188
KEYWORD

OUTCOME

DOKTER MELAKUKAN PHBS BERHASIL/TIDAK?


DOKTER MEMERIKSA SEBERAPA BANYAK YANG TIDAK MEROKOK
DAMPAK ADALAH OUTCOME

W. K. Kellogg Foundation (2001). W. K. Kellogg Foundation Logic Model Development Guide.

NOMOR:189
KEYWORD

PROFILAKSIS DENGAN ANTIVIRUS

TAKUT TERTULAR TEMANNYA ASUMSI ADA RIWAYAT KONTAK


EDUKASI PROFILAKSIS ANTIVIRUS

NOMOR:190

CRUDE DEATH RATE


KEYWORD

JUMLAH KEMATIAN (OLEH SEBAB APAPUN) PER 1000 JUMLAH PENDUDUK


DALAM 1 TAHUN

ANGKA KEMATIAN KASAR/


CRUDE DEATH RATE

JUMLAH KEMATIAN PER 1000 PENDUDUK DALAM 1 TAHUN

NOMOR:191

KASUS KONTROL
KEYWORD

DOKTER MENELITI KEPATUHAN PENGOBATAN TB YANG DIKAITKAN DENGAN


JARAK RUMAH KE PUSKESMAS
DILIHAT YANG DROP-OUT DAN YANG TUNTAS RETROSPEKTIF
DENGAN DROP-OUT KASUS
2 KELOMPOK: Kelompok kasus
TUNTAS KONTROL
(sakit) dan kelompok kontrol (sehat)
Retrospektif, sewaktu
DAPAT melihat KAUSALITAS
Umum digunakan pada KASUS
LANGKA
Menghitung ODDS RATIO (OR)

NOMOR:192

POTONG LINTANG
KEYWORD

DATA PASIEN DENGAN ASI > 2 TAHUN DAN KURANG


DILIHAT BERAPA YANG TERKENA INFLUENZA PADA MASING-MASING
KELOMPOK
SATU TIME FRAME POTONG LINTANG

Deskriptif, sewaktu
HUBUNGAN ASOSIASI TIDAK
KAUSALITAS
CEPAT DAN MURAH
Menghitung RELATIF RISK (RR)

NOMOR:193

KEYWORD

B
REGRESI LOGISTIK
INGIN MENGETAHUI FAKTOR MANAKAH YANG PALING BERPERAN
REGRESI
TENTUKAN VARIABEL BEBAS DAN TERGANTUNG
V. bebas = OBESITAS, MEROKOK, AKTIFITAS FISIK nominal
V. tergantung (HASIL) = HIPERTENSI NOMINAL REGRESI LOGISTIK

VARIABEL
BEBAS

NUMERIK/
KATEGORIK

NOMINAL
REGRESI

Regresi logistik

NOMOR:194

RELATIVE RISK
KEYWORD

PENELITI MENGIKUTI SEJAK IBU HAMIL SAMPAI MELAHIRKAN


PROSPEKTIF KOHORT YANG DIHITUNG RELATIVE RISK

2 jenis kohort:
Prospective cohort
Retrospective/historical
cohort
Subjek diikuti untuk periode tertentu
SANGAT BAIK
menilai
KAUSALITAS
Relatif LAMA dan MAHAL
Menghitung RELATIF RISK (RR)

2 KELOMPOK: Kelompok kasus


(sakit) dan kelompok kontrol (sehat)
Retrospektif, sewaktu
DAPAT melihat KAUSALITAS
Umum digunakan pada KASUS
LANGKA
Menghitung ODDS RATIO (OR)

Deskriptif, sewaktu
HUBUNGAN ASOSIASI TIDAK
KAUSALITAS
CEPAT DAN MURAH
Menghitung RELATIF RISK (RR)

NOMOR:195

KEYWORD

C
REGRESI LOGISTIK
TENTUKAN VARIABEL BEBAS DAN TERGANTUNG
V. bebas = ASUPAN NUTRISI, ANEMIA IBU, STATUS EKONOMI nominal
V. tergantung (HASIL) = BBLR NOMINAL REGRESI LOGISTIK

VARIABEL
BEBAS

NUMERIK/
KATEGORIK

NOMINAL
REGRESI

Regresi logistik

NOMOR:196

KEYWORD

D
NILAI DUGA NEGATIF (NPV) = S/(R+S)
POSISI TABEL HARUS BENAR !!!
CA SERVIKS (+)

CA SERVIKS (-)

A
SKRINING (+)

SKRINING (-)

P (A)

R (C)

SENSITIVITY

Q (B)

S (D)

SPECIFICITY

A+C

B+D

PPV =

NPV =

A+B

D
C+D

NOMOR:197

KEYWORD

KESALAHAN TIPE I = POSITIF PALSU YANG MERUPAKAN POSITIF PALSU Q


(HASIL UJI (+), TAPI SEBENARNYA PENYAKIT (-)
KESALAHAN TIPE II = NEGATIF PALSU
CA SERVIKS (+)

CA SERVIKS (-)

A
UJI SKRINING (+)

UJI SKRINING (-)

P (A)

R (C)

SENSITIVITY

Q (B)

S (D)

SPECIFICITY

A+C

B+D

PPV =

NPV =

A+B

D
C+D

NOMOR:198

KEYWORD

D
REGRESI
KORELASI SUDAH DIDAPATKAN 0.44, SEKARANG INGIN MELIHAT
SEBERAPA BESAR PENGARUHNYA PREDIKSI = REGRESI
TENTUKAN VARIABEL BEBAS DAN TERGANTUNG
V. bebas = MAKANAN BERLEMAK NOMINAL
V. tergantung (HASIL) = KADAR KOLESTEROL (NUMERIK) REGRESI
LINIER (1 VARIABEL)

VARIABEL
BEBAS
NUMERIK

REGRESI

Regresi linier (1 variabel)


NUMERIK

http://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/09/24/populasi-dan-sampel-4/

NOMOR:199

UJI CHI KUADRAT


KEYWORD

V. BEBAS BERAT BADAN IBU KATEGORIK 2 KELOMPOK


V. TERGANTUNG (HASIL): BERAT BADAN BAYI (NORMAL DAN BBLR KATEGORIK

NOMINAL
2 KELOMPOK

VARIABEL
BEBAS
KATEGORIK

X2

NOMOR:200

KEYWORD

D
P/(P+Q)
INGAT TABEL UJI DIAGNOSTIK TIDAK BOLEH TERBALIK!!

KATARAK
(+)

KATARAK
(-)
A

PPV =
TES (+)

P (A)

Q (B)

TES (-)

R (C)

S (D)

NPV =

A+B
D

C+D

SENSITIVITY

SPECIFICITY

A+C

B+D