Anda di halaman 1dari 3

17

Regulasi transkripsi dari biosintesis dan sinyalisasi etilen merupakan kunci


dari produksi lateks hingga Kering Alur Sadap pada karet
Satu dekade penelitian tentang regulasi transkripsi dari biosintesis dan sinyalisasi etilen pada
tanaman karet telah mengungkap banyak informasi terkait produksi lateks hingga Kering Alur
Sadap. Kerjasama penelitian internasional dimana PPBBI terlibat aktif telah menghasilkan
teori, skema dan teknologi baru. Ke depan, segala informasi ini seyogyanya dapat
diintegrasikan dalam usaha peningkatan produksi karet di Indonesia dan dunia.

Ilustrasi gambar penyadapan karet (a), perlakuan stimulasi dengan ethephon (b), serta aliran
lateks yang dihasilkan (c).
Telah diketahui sejak lama bahwa etilen, hormon tanaman berbentuk gas, memiliki peran
pleiotropik dalam pertumbuhan serta proses pertahanan tanaman terhadap cekaman [1]. Salah
satu peran paling utama dari fitohormon tersebut adalah pengaturan produksi karet alam pada
tanaman karet (Hevea brasiliensis). Ethephon, senyawa berbentuk pasta yang sering disebut
sebagai pelepas etilen, diaplikasikan pada panel sadap tanaman karet untuk meningkatkan
hasil karet alam dengan merangsang aliran dan regenerasi lateks diantara dua waktu
penyadapan [2]. Ethephon diketahui merangsang induksi banyak famili gen terkait dengan
metabolisme seluler pada jaringan latisifer penghasil lateks. Sebagaimana diketahui, cekaman
yang disebabkan teknik penyadapan ditambah lingkungan (biotik dan abiotik) dapat
menyebabkan gangguan fisiologis yang disebut Kering Alur Sadap (KAS) [3]. KAS tersebut
dipicu oleh stres oksidatif pada sel lateks dan berhubungan dengan produksi etilen endogen.
Dalam rangka memahami mekanisme kunci dari produksi lateks dan juga KAS, penelitipeneliti internasional telah mempelajari secara intensif regulasi transkripsi dari biosintesis dan
sinyalisasi etilen selama kurun waktu 10 tahun terakhir [4-8].
Kendati tergolong dalam riset dasar, hasil-hasil penelitian tersebut mengungkap sebagian
mekanisme molekuler yang mendasari metabolisme lateks. Sinyal etilen ditangkap oleh sel
tanaman melalui rangkaian respon [9]. Famili dari ratusan gen bernama Hevea brasiliensis
Ethylene Response Factors (HbERFs) merupakan aktor terakhir yang teridentifikasi pada
sinyal transduksi etilen [5]. Famili gen tersebut diketahui mengatur gen-gen respon etilen yang
berada di daerah downstream seperti salah satunya transport sukrosa [10]. Sebagaimana
diketahui, sukrosa merupakan sumber karbon utama untuk biosintesis partikel karet alam (cis1,4-polyisopren) melalui jalur terpenoid [11]. Oleh sebab itu, pemuatan sukrosa secara efisien
dalam sel penghasil karet alam (latisifer) merupakan proses yang sangat penting. Tidak hanya
itu, dalam penelitian terbaru tahun 2015, kolaborasi tim peneliti dari tiga negara (Indonesia,
Prancis, dan Cina) membuktikan bahwa proses penyadapan tanaman karet menginduksi
www.iribb.org | Mei 2015 | 3(1), 17-19

Riza Arief Putranto - Peneliti PPBBI

18

mekanisme kompleks dari regulasi transkripsi HbERFs yang terdiri dari pengaruh cekaman
antropogenik (perlakuan penyadapan dan stimulasi dengan ethephon) serta cekaman
lingkungan (biotik dan abiotik) [8]. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
proses aliran lateks yang sehat memerlukan kinerja yang baik antara regulasi gen, sistem
antioksidan dan sinyalisasi oksida nitrat.
Salah satu fitur unik dari tanaman karet adalah toleransi terhadap cekaman antropogenik saat
penyadapan dan stimulasi dengan ethephon yang berulang [8]. Toleransi tersebut yang
diterjemahkan oleh sel dalam bentuk homeostasis membuat sel lateks dapat terus
menghasilkan karet alam, meskipun penyadapan dilakukan sekurang-kurangnya setiap dua
hari. Ketika keseimbangan tersebut terganggu, maka timbulah permasalahan KAS pada
perkebunan karet. Hal tersebut dapat terjadi karena sistem antioksidan tidak lagi mampu
menahan radikal-radikal bebas yang terus menumpuk di dalam sel akibat dari cekaman [3].
Radikal bebas kemudian menyebabkan peroksidasi dari dinding sel lutoid yang akhirnya
melepaskan protein koagulan seperti Hevein dan Chitinase [12]. Partikel karet didalam sel
latisifer menjadi pekat dan tidak dapat mengalir keluar dari panel sadap. Pada tahap lanjut,
kulit batang karet dapat mengalami nekrosis dan pembusukan hingga akhirnya pohon karet
tidak dapat berproduksi kembali.
Proses molekuler dan seluler dari KAS pada karet masih menjadi perdebatan di kalangan
peneliti serta masih berada pada ranah penelitian. Penelitian-penelitian terbaru mengutamakan
pemahaman fisiologis dan regulasi transkripsi untuk menemukan gen-gen kunci potensial
dalam proses sianogenesis (kematian sel) yang terkait langsung dengan KAS. Ratusan gen
yang dikelompokkan dalam 10 grup fungsional menunjukkan bahwa mekanisme respon
terhadap KAS melibatkan sistem pertahanan tanaman, metabolisme protein serta biosintesis
karet [13]. Kompleksitas dari respon molekuler ternyata tidak berhenti pada level transkripsi.
RNA mikro diketahui berperan besar dalam mengatur ekspresi dari gen-gen diatas.
Mekanisme post-transkripsi melalui RNA mikro membantu sel mengatur aktivasi dan
inaktivasi gen secara cepat dalam mempertahankan diri pada kasus KAS. Pengaturan sistem
hormonal, seperti etilen merupakan salah satu aspek yang dikendalikan oleh RNA mikro pada
tanaman karet [14].
Setelah satu dekade, penelitian untuk menguak pengetahuan tentang mekanisme regulasi dari
sistem produksi lateks telah mendulang banyak informasi. Namun demikian, informasi
berharga tersebut masih perlu untuk dilengkapi dan disempurnakan dengan penelitianpenelitian selanjutnya. Kerjasama penelitian internasional dan nasional dimana PPBBI terlibat
secara aktif dengan institusi partner seperti CIRAD (Prancis), BIG/CATAS (Cina) dan RRIT
(Thailand); masih terus ditingkatkan untuk bersama-sama bekerja memperbaiki produksi karet
dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Dalam kurun waktu beberapa tahun ke
depan, semua tools berlabel high-tech ini seyogyanya dapat dimanfaatkan dengan baik dalam
aplikasi riil di perkebunan karet untuk meningkatkan produksi lateks.
Referensi
1. Chen YF, Etheridge N, Schaller GE (2005) Ethylene signal transduction. Ann Bot 95: 901915.
2. Zhu J, Zhang Z (2009) Ethylene stimulation of latex production in Hevea brasiliensis. Plant
Signaling & Behavior 4: 1072-1074.
www.iribb.org | Mei 2015 | 3(1), 17-19

Riza Arief Putranto - Peneliti PPBBI

19

3. Jacob JL, Prvt JC, Lacrotte R (1994) Tapping panel dryness in Hevea brasiliensis. Plant
Rech Dev 2: 15-21.
4. Kuswanhadi, Leclercq J, Rio M, Tregear J, Ducamp-Collin MN, et al. (2010) Isolation of
Three Members of The Multigene Family Encoding ACC Oxidases in Hevea
brasiliensis and Inverstigation of Their Responses to Ethylene Stimulation and
Wounding. Journal of Rubber Research 13: 185-205.
5. Duan C, Argout X, Gbelin V, Summo M, Dufayard J-F, et al. (2013) Identification of the
Hevea brasiliensis AP2/ERF superfamily by RNA sequencing. BMC Genomics 14: 30.
6. Piyatrakul P, Yang M, Putranto R-A, Pirrello J, Dessailly F, et al. (2014) Sequence and
Expression Analyses of Ethylene Response Factors Highly Expressed in Latex Cells
from Hevea brasiliensis. PLoS ONE 9: e99367.
7. Pirrello J, Leclercq J, Dessailly F, Rio M, Piyatrakul P, et al. (2014) Transcriptional and
post-transcriptional regulation of the jasmonate signalling pathway in response to
abiotic and harvesting stress in Hevea brasiliensis. BMC Plant Biology 14: 1-17.
8. Putranto R-A, Duan C, Kuswanhadi, Chaidamsari T, Rio M, et al. (2015) Ethylene
Response Factors Are Controlled by Multiple Harvesting Stresses in Hevea
brasiliensis. PLoS ONE 10: e0123618.
9. Etheridge N, Chen Y-F, Schaller GE (2005) Dissecting the ethylene pathway of
Arabidopsis. Briefings in Functional Genomics & Proteomics 3: 372-381.
10. Tang C, Huang D, Yang J, Liu S, Sakr S, et al. (2010) The sucrose transporter HbSUT3
plays an active role in sucrose loading to laticifer and rubber productivity in exploited
trees of Hevea brasiliensis (para rubber tree). Plant Cell Environ 33: 1708-1720.
11. Tup J (1989) Sucrose supply and utilization for latex production. In: d'Auzac J, Jacob JL,
Chrestin H, editors. Physiology of Rubber Tree Latex. Boca Raton, Florida: CRC Press
Inc. pp. 179-218.
12. Gidrol X, Chrestin H, Tan HL, Kush A (1994) Hevein, a lectin-like protein from Hevea
brasiliensis (rubber tree) is involved in the coagulation of latex. Journal of Biological
Chemistry 269: 9278-9283.
13. Li D, Deng Z, Chen C, Xia Z, Wu M, et al. (2010) Identification and characterization of
genes associated with tapping panel dryness from Hevea brasiliensis latex using
suppression subtractive hybridization. BMC Plant Biol 10: 140.
14. Gbelin V, Leclercq J, Kuswanhadi, Argout X, Chaidamsari T, et al. (2013) The small
RNA profile in latex from Hevea brasiliensis trees is affected by tapping panel
dryness. Tree Physiology 33: 1084-1098.

www.iribb.org | Mei 2015 | 3(1), 17-19

Riza Arief Putranto - Peneliti PPBBI