P. 1
SIM Sinopsis

SIM Sinopsis

|Views: 923|Likes:
Dipublikasikan oleh Moh. Mujib

More info:

Published by: Moh. Mujib on Feb 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM IN ACADEMIC INFORMATION DEVELOPMENT AT STATE OF ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL KANIGORO KECAMATAN KRAS KABUPATEN

KEDIRI
BY MOH. MUJIB ZUNARI

ABSTRACT

Moh. Mujib Zunari, “The Management Information System in Academic Development at State of Islamic Junior High School Kanigoro”. Magister Program. Islamic Education Program. Islamic Education Management Concentrate. The State of Islamic College Tulungagung. Advisor : 1) Prof. Dr. H. Achmad Patoni, M.Ag. 2) Dr. As’aril Muhajir, M.Ag. Key Word : Management, Information, System. Research in this thesis of background overshadow by a ascription that aplication of Management Information System in academic development by choice most precise in the effort replying epoch challenge. The Management Information System is part of Management basically aimed to achieve several goals as: 1) Most simple and affective method to provide which support discretion during management activity such as management planning, organizing, controlling and supervising. 2) Generally supporting the activity on the educational field. Thus, to apply the Management Information System effective and suitable for improving the educational system should be there is a balance between financial availability and human resources and having capability and technical skill to use the information equipments,

1

for instance, computer and financing the requirement of computer devices which were developed everyday. This research is focused on Aplication of Management Information System at State of Islamic Junior High School Kanigoro. The problems of the study are : 1) How about the concept of Management Information System that be followed by State of Islamic Junior High School Kanigoro in Academic Information Development? 2) How the problems to aplication of Management Information System at State of Islamic Junior High School Kanigoro? 3) How the solutions of the problems to aplication of Management Information System at State of Islamic Junior High

School Kanigoro? Based on those problems the goal of this research are : 1) To description how is the concept of Management Information System that be followed by State of Islamic Junior High School Kanigoro in academic information development. 2) To description how is the problems of Aplication of Management Information System at State of Islamic Junior High School Kanigoro. 3) To describe how is to the solutions of the problems of Aplication of Management Information System at State of Islamic Junior High School Kanigoro. The researching about the Aplication of Management Information System is done at State of Islamic Junior High School Kanigoro by using phenomenological qualitative approaching, collecting data was used by using interview, observation technique, and documentation. To avoid the mistake, then used checking of validity data by joining the technique, hardly observation, triangulations, discussion with colleague, analyze of negative case, the enough of references, checking the group, and auditing confirmation technique. The result of research showed that the concept of MIS that is followed by State of Islamic Junior High School Kanigoro is relative of MIS meaning. Relative by it self. For State of Islamic Junior High School Kanigoro the meaning of relative MIS is used for academic development in graduating. In academic development, State of Islamic Junior High School Kanigoro must be focused on MIS model

2

graduates, based on MIS standard, and MIS manual that formed by university top leader. then the Qualification above are used as academic development. While, Aplication of Management Information System at State of Islamic Junior High School Kanigoro above are: a) Top Management (Headmaster) State of Islamic Junior High School Kanigoro with all of staff management make visi and misi State of Islamic Junior High School Kanigoro. b) based on the visi and misi State of Islamic Junior High School Kanigoro, The Islamic Junior High School Kanigoro make the MIS standard. c) State of Islamic Junior High School Kanigoro focus the organization and role of work the organization, and work mechanism of management information system. d) State of Islamic Junior High School Kanigoro make management information system by implementation the management information system kaizen. e) State of Islamic Junior High School Kanigoro, make the evaluation and a revision management information system standard by benchmarking step. Well, the problems of Management Information System at State of Islamic Junior High School Kanigoro, above are: a) a little of sense and commitment the element of State of Islamic Junior High School Kanigoro in increasing of

Management Information System. b) The little of Human Resource at State of Islamic Junior High School Kanigoro. c) The limited fund which available to following a application of Management Information System at State of Islamic Junior High School Kanigoro. From the research of Application Management Information System at State of Islamic High School Kanigoro, so this thesis of this researching is subtantional leading that is giving attention in personal relationship with situation and using collaborative strategic could be an instrument to leader to increase the management information system. In order to solve a given problem in the application of Management Information System in Government Secondary School of Kanigoro, there are several ways to do: 1) Performing an operation the management, 2) to build the capability of

3

Human resources, 3) Customizing the mutual information by using technological equipments, and then applying the Management Information System.

A. Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah Management information system (MIS) merupakan jaringan informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan dalam rangka mempermudah dan

memperlancar tugas-tugas perencanaan, tugas-tugas pengaturan pelaksanaan dan tugas-tugas pengendalian. Tetapi dalam kesempatan ini terutama management information system tersebut ditunjuk untuk mempermudah pimpinan dalam pengambilan keputusan.1 Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi oleh sebuah anggapan bahwa kegiatan penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pengembangan Akademik di Lembaga Pendidikan Islam dianggap pilihan paling tepat dalam upaya menjawab tantangan zaman. Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah bagian dari manajemen, yang pada prinsipnya bertujuan untuk: 1) cara yang sangat praktis dan produktif untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan) dalam lembaga pendidikan;
2

dan 2) menunjang kegiatan dunia pendidikan pada

umumnya. Sehingga untuk menerapkan sistem informasi manajemen yang terpadu dan memiliki kapabilitas dalam mendukung keberhasilan dunia pendidikan yang signifikan, diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan dana sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dalam mengoperasikan teknologi informasi seperti komputer

Herbert G. Hicks & C. Ray Gullett, Management, Fourt Edition, International Edition for Studest (Auckland: MacGraw Hill Kogakusha LTd, 1981), 572 2 Ibnu Syamsi, Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), 100-101

1

4

dan ketersediaan dana untuk mengadakan perangkat komputer yang sudah semakin canggih. 3 Menurut George R. Terry sebagaimana dikutip oleh Yayat M. Herujito, fungsi pimpinan itu pada hakikatnya adalah : (1) merencanakan, (2) mengatur pelaksanaan, dan (3) mengendalikan.4 Dari ketiga fungsi pokok ini kemudian dapat dijabarkan lebih lanjut, khususnya yang menyangkut fungsi mengatur pelaksanaan. Mengatur pelaksanaan di sini ada kaitannya dengan fungsi perencanaan. Setelah rencana ditetapkan dengan baik, maka rencana harus dapat dilaksanakan. Pelaksana rencana adalah para bawahan anggota organisasi yang bersangkutan, tetapi yang mengatur pelaksanaan agar dapat berjalan dengan baik itu adalah pimpinan. Jadi pimpinan mengatur pelaksanaan kegiatan. Adapun macamnya pengaturan pelaksanaan tersebut beraneka ragam, misalnya berupa kegiatan pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengkoordinasian (coordinating), pengambilan

keputusan (decision making), dan lain sebagainya. Sedangkan mengenai fungsi pengendalian (controlling) pada hakikatnya dimaksudkan untuk mengendalikan agar pelaksanaan kegiatan senantiasa sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.5 Penelitian ini terfokus pada penerapan Sistem Informasi Manajemen di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro, dengan rumusan masalah : 1) Bagaimana konsep SIM yang dianut oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro dalam Pengembangan Akademik? 2) Bagaimana hambatan-hambatan yang ditemui dari proses penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro? 3) Bagaimana efektifitas pemecahan masalah dalam mengatasi hambatan-

Eti Rochaety, Pontjorini Rahayuningsih, Prima Gusti Yanti, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1998), 13 4 Yayat M. Herujito, Dasar-Dasar Manajemen (Bogor: Grasindo Persada, 2001), 3 5 Zulkifli Amsyah, Manajemen Sistem Informasi (Bogor, Grasindo Persada, 2002), 6

3

5

hambatan proses penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro? Mendasari rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskripsikan konsep Sistem Informasi Manajemen

(SIM) yang dianut oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro dalam pengembangan akademik. 2) Untuk mendeskripsikan hambatanhambatan yang ditemui dari proses penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro. 3) Untuk mendeskripsikan efektifitas pemecahan masalah dalam mengatasi hambatanhambatan proses penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro. Peneliti memilih MTsN Kanigoro sebagai lokasi penelitian didasari dengan berbagai macam pertimbangan, antara lain: (1) MTsN Kanigoro merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam yang ada di Kediri yang sudah mulai mengkaji dan menerapkan secara optimal terkait pengembangan akademik melalui penerapan sistem informasi manajemen (SIM); (2) MTsN Kanigoro merupakan madrasah unggulan bila dibandingkan dengan

madrasah-madrasah yang ada di kabupaten Kediri; (3) MTsN Kanigoro sistem informasinya sudah berbasis komputer yang salah satu prestasi dari Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro adalah pada bulan Maret 2009 ini bekerjasama dengan telkomsel untuk menerapkan SMS School dalam sistem informasi akademiknya. Program SMS School di MTsN Kanigoro merupakan satusatunya madrasah di propinsi Jawa Timur yang menerapkan SMS School dalam mengambil suatu keputusan; (4) MTsN Kanigoro sedang

mempersiapkan diri untuk menjadi Sekolah Berstandart Internasional (SBI) yang sistem pembelajarannya berbasis komputer; (5) Lokasi penelitian MTsN Kanigoro adalah satu-satunya lokasi yang paling terdekat dengan peneliti. 2. Kajian Pustaka

6

B. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian tentang Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro dengan pendekatan kualitatif fenomenologik. Penelitian ini, dalam perspektif keilmuan merupakan penelitian pendidikan. Tujuan dilakukannya penelitian pendidikan adalah "untuk menemukan prinsip-prinsip umum atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan dan mengendalikan kejadiankejadian dalam lingkungan pendidikan."6 Jika dilihat dari lokasi sumber datanya, penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), yaitu peneliti terjun ke lapangan mempelajari suatu proses atau penemuan yang terjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan dari proses-proses tersebut,7 dan berusaha meneliti atau melakukan studi terhadap realitas kehidupan sosial masyarakat secara langsung,8 dan terbaru tentang masalah yang berkenaan, sekaligus sebagai cross checking terhadap bahanbahan yang telah ada.9 Sedangkan apabila ditinjau dari sifat-sifat datanya, maka penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif (kualitatif research) atau naturalistik. Disebut kualitatif, karena sifat data yang dikumpulkannya bercorak kualitatif, bukan kuantitatif yang menggunakan alat-alat pengukur yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik,

Donald Ary, et. Al., Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Arief Furchan (terj.) (Surabaya: Usaha Nasional, 1982), 45 7 Nana Sudjana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan (Bandung: Sinar Baru, 1989), 199 8 Masykuri Bakri (Ed.), Metodologi Penelitian Kualitatif; Tinjauan Teoritis dan Praktis (Malang: Lembaga Penelitian UM bekerja sama dengan Visipress, 2002), 58 9 Suratno Arsyad Lincoln, Metodologi Penelitian Untuk Ekonomi dan Bisnis (Yogyakarta: UPP AMPYKPN,1995), 55

6

7

dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.10. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap, mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif.11 2. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif bahwa peneliti itu sendiri sebagai instrumen utama, sedangkan intrumen non insani bersifat sebagai data pelengkap. Kehadiran peneliti merupakan tolak ukur keberhasilan atau pemahaman terhadap beberapa kasus. Peneliti bertindak sebagai instrunen utama dalam pengumpulan data. 12 Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal itu dilakukan karena jika memanfaatkan alat yang bukan manusia maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan. Selain itu hanya manusialah yang mampu memahami kaitan kenyataan-kenyataan di lapangan.13 Lebih jauh disebutkan bahwa

kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit karena peneliti dalam hal ini sekaligus menjadi perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data dan pada akhirnya, peneliti menjadi pelapor hasil penelitiannya.14 Oleh karena itu kehadiran peneliti di lapangan sangat diperlukan, hal ini sejalan dengan karakteristik penelitian kualitatif yang mempunyai latar yang bersifat natural sebagai sumber data langsung, sedangkan peneliti merupakan instrumen utama.

10 11

Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2002), 177 Saifudin Azwar, Metode Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelajara, 2004), 6 12 S. Nasution, Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif (Bandung: Tarsito, 1988), 9 13 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, 65 14 Ibid.,

8

Karena peneliti sebagai instrumen kunci maka ia berusaha sebaik mungkin menunjukkan sikap yang seolah-olah tidak tahu apa yang terjadi, rendah hati namun percaya diri, selektif dan sungguh-sungguh dalam menjaring data sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan, agar informasi yang terkumpul benar-benar relefan dan terjamin keabsahannya. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian di mulai dari tanggal 12 Mei sampai dengan 12 Juni 2009. 3. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memilih Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri sebagai lokasi penelitian. 4. Sumber Data Penelitian Data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer/utama dan sumber data sekunder/pendukung. sumber data primer atau sumber data utama dalam penelitian ini adalah sumber data yang diperoleh dan dikumpulkan langsung dari informan yang terdiri dari kata-kata dan tindakan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro, Para Wakil Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Para Guru, Staf dan pegawai serta para siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro. Adapun data sekunder atau data pendukung untuk penelitian ini diambil dari buku penunjang dan data hasil observasi yang berkaitan dengan fokus penelitian. Sumber data sekunder atau data tambahan dalam penelitian ini adalah dokumen atau bahan tertulis serta bahan kepustakaan, yakni bukubuku, artikel, jurnal ilmiah, dokumen-dokumen (Buku Pedoman Sistem Informasi Manajemen dan sebagainya) dan koran yang relevan dengan penelitian ini. Sumber data pendukung lainnya adalah dokumentasi foto, misalnya foto-foto kegiatan yang dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro, segala aktifitas maupun sarana prasarana yang ada, dan seluruh aktifitas yang dapat menunjang dalam memberikan gambaran pada

9

aspek-aspek tertentu. Semua data tersebut diharapkan mampu memberikan deskripsi tentang penerapan sistem informasi manajemen di MTsN Kanigoro. 5. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada teknik pengumpulan data ini, peneliti mengadakan observasi tentang : a. Kegiatan guru dalam mengimput data nilai harian, nilai blok, nilai semester. b. Kegiatan wali kelas dalam mengimput rapot elektronik c. Kegiatan guru dalam mengimput data analisis hasil ulangan harian. d. Kegiatan tenaga administrasi kurikulum dalam menginput daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). e. Kegiatan tenaga adminstrasi kurikulum dalam memproses hasil nilai tryout kelas 9. f. Kegiatan tenaga administrasi kurikulum dalam memprose input data dalam penelusuran siswa unggulan tingkat SD/MI wilayah kawedana Ngadiluwih dan sekitarnya melalui nilai rapot kelas 4, kelas 5 dan kelas 6. g. Kegiatan tenaga administrasi kesiswaan dalam memproses input data pelanggaran siswa seminggu sekali. h. Kegitan tenaga administrasi kesiswaan dalam memproses input data tentang pelanggan yang menjadi member/anggota SMS School sebagai salam satu kegiatan sistem informasi manajemen. Pada teknik pengumpulan data ini, peneliti mengadakan interview tentang : a. Tanggapan Kepala Madrasah terhadap sistem informasi manajemen, SMS School, raport elektronik. b. Tanggapan Kepala Tata Usaha terhadap sistem informasi manajemen, SMS School, raport elektronik.

10

c. Tanggapan guru terhadap pelayanan akademik d. Tanggapan guru terhadap jabatan fungsional akademik e. Tanggapan guru terhadap pelayanan gaji sebagai pendidikan. f. Tanggapan siswa terhadap pelayanan informasi nilai akademik siswa. Pada teknik pengumpulan data ini, peneliti menggunakan dokumentasi tentang : a. Dokumen sejarah berdirinya madrasah b. Foto kegiatan kerjasama Madrasah dengan Telkomsel dalam SMS School. c. Foto kegiatan kepala Madrasah dalam mengoptimalkan sistem informasi manajemen. d. Foto kegiatan tenaga kependidikan dalam sistem informasi manajemen e. Foto kegiatan wali kelas dalam input data raport elektronik f. Foto kegiatan tim IT Madrasah dalam mengelola sistem informasi manajemen. 6. Teknik Analisis Data Secara praktis, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik, yaitu uraian naratif mengenai suatu proses tingkah laku subyek sesuai dengan masalah yang diteliti.15 Analisis data ini dilakukan melalui beberapa tahapan, pertama pemrosesan satuan (unityzing) dengan penandaan jenis informan (Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha), penandaan jenis lokasi (kantor, ruang kelas), dan penandaan teknik pengumpulan data (wawancara, pengamatan atau

dokumentasi). Kedua, kategorisasi yaitu menyusun kategori dan memasukkan data ke dalam kategori yang telah dibuat. Ketiga, menyuguhkan dan mendiskripsikan serta menganalisis data (analizing) yang muncul dari kategori-kategori tersebut, sehingga terwujud suatu model atau teori-teori yang meliputi aspek yang dibahas dalam penelitian ini. Analisis data yang

15

Nana Sudjana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian, 202

11

digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara terus menerus selama pengumpulan data berlangsung sampai pada akhir penelitian atau penarikan kesimpulan. 7. Pengecekan Keabsahan Data Untuk menghindari kesalahan, maka diadakan pemeriksaan keabsahan data dengan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, kecukupan referensi, pengecekan anggota, uraian rinci dan auditing. 8. Tahapan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menempuh tiga tahapan, yaitu : a) Tahap Perencanaan, b) Tahap Pelaksanaan, c) Tahap Penyusunan Laporan.

C. Hasil Penelitian, Pembahasan dan Implikasi yang dapat diakomodasi 1. Konsep Sistem Informasi Manajemen yang dianut oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro Kras Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang dianut oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro adalah Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam arti relatif.

Relatif menurut yang dikehendaki masing-masing unit. Bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) makna Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam arti relatif inilah yang digunakan dalam pengembangan akademik yang dihasilkannya. Dalam rangka pengembangan akademik, MTsN Kanigoro harus menentukan model Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang dikehendaki seperti apa, sesuai dengan kebijakan Sistem Informasi Manajemen (SIM), standar Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan manual Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang telah disahkan oleh pimpinan lembaga dan selanjutnya ketiga dokumen ini digunakan sebagai acuan dan pedoman dalam pengembangan akademik. Sedangkan Proses Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di MTsN Kanigoro adalah sebagai

12

berikut: a) Top Manajemen (Kepala) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro bersama-sama seluruh jajaran manajemen bawahannya menyusun visi dan misi MTsN Kanigoro. b) Berdasarkan visi dan misi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro tersebut, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro menentukan Kebijakan, Standar, Pedoman dan Manual SIMnya. c) Pembuatan dokumen-dokumen tentang Manual SIM, Sasaran SIM tiap unit, Manual Prosedur tiap unit, dan Instruksi Kerja tiap unit dibuat dan disahkan untuk diimplementasikan. d) MTsN Kanigoro melaksanakan SIM menggunakan pijakan terhadap dokumen-dokumen yang telah ditetapkan dengan menerapkan sistem informasi manajemen. e) MTsN Kanigoro mengevaluasi pelaksanaan SIM melalui pemenuhan status ideal

(benchmarking) secara berkelanjutan. f) MTsN Kanigoro menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dari hasil temuan evaluasi penerapan SIM. 2. Hambatan-hambatan yang ditemui dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro Kras Kediri. Adapun hambatan yang ditemui dari penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di MTsN Kanigoro, yaitu: a) Masih minimnya kesadaran dan komitmen para staf (pimpinan, guru, dan karyawan) MTsN Kanigoro dalam upaya penerapan SIM. b) Minimnya pengetahuan para staf MTsN Kanigoro terkait Sistem Informasi Manajemen (SIM). c) Terbatasnya dana yang terkait dengan penerapan SIM di MTsN Kanigoro. 3. Efektifitas pemecahan masalah dalam mengatasi hambatan-hambatan penerapan Sistem Informasi Manajemen di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro Kras Kediri. Dalam menghadapi hambatan dari penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro, efektifitas pemecahan masalah yang dilakukan oleh MTsN Kanigoro antara

13

lain: a) Mengoperasionalisasikan Manajemen, b. Menumbuhkembangkan Etos SDM, c) Membangun budaya IT dan gerakan penerapan SIM. Disamping itu, agar MTsN Kanigo bisa membangun sebuah penerapan Sistem Informasi Manajemen seperti yang dmaksud di atas, maka ada sejumlah nilai budaya yang harus dimiliki oleh setiap personil MTsN Kanigoro yaitu sebagai berikut: a) “Were All in Together”, yaitu kebersamaan antara lembaga, stake holders dan customer. b) “No Subordinates or Superior Allowwed”, yaitu suatu suasana kerja yang tidak bersifat atasan bawahan, akan tetapi pimpinan dan anggota saling bekerjasama, bantu membantu, saling mebutuhkan untuk tujuan bersama. c) “Open, Honest Communication is Vital”, yaitu keterbukaan dan kejujuran dalam berkomunikasi merupakan hal vital antara Pimpinan Lembaga, Stakeholders dan Customers. d) “Every One Can Acces All Kind of Information are Needed”. Setiap orang harus bisa mengakses semua bentuk informasi yang mereka butuhkan. e) “Focus on Procceses”. Proses adalah gambaran bagaimana sesuatu kegiatan itu dikerjakan dari awal sampai selesai. D. Penutup Dari hasil penelitian tentang Sistem Informasi Manajemen di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro, maka pendidikan dan tenaga kependidikan perlu segera : 1. Mengupayakan komitmen budaya dan gerakan penerapan Sistem Informasi Manajemen di seluruh sendi kehidupan lembaga. Hal ini dilakukan untuk mempercepat terciptanya pengembangan Akademik secara keseluruhan. 2. Mewujudkan penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) secara praktis. Hal ini dilakukan agar proses penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) tidak sekedar formalitas lembaga saja. 3. Dalam pelaksanaan program pelatihan, workshop, seminar, diklat atau kegiatan pendidikan lainnya, hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lainnya, misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana sistem informasi

14

akademik diterapkan dengan cara-cara baru yang diperoleh dalam kegiatan pendidikan seperti workshop, seminar, lokakarya, dan diklat. 4. Diharapkan bisa melaksanakan Wira Usaha madrasah melalui koperasi madrasah seperti mendirikan warnet, membuat blog untuk konsumsi warga madrasah atau membuat buku online untuk pembelajaran siswa yang nantinya bisa dipasarkan produk toko buku online tersebut. Sehingga nantinya madrasah mempunyai pemasukan tambahan. 5. Mengambil peluang secara mandiri dengan adanya penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Peluang ini dapat diwujudkan dalam rangka penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pengembangan akademik, guru serta para staf madrasah di sarankan untuk mengikuti pembinaan-pembinaan pelatihan, workshop dan seminar baik diadakan di madrasah maupun di luar madrasah, selalu mengembangkan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan perkembangan zaman, dan berusaha untuk selalu membangkitkan motivasi, terutama motivasi yang berasal dari tenaga kependidikan sendiri, yang nantinya berpengaruh terhadap keinginan untuk selalu mengembangkan diri 6. Lebih meningkatkan komitmen dalam upaya penerapan dan pengevaluasian penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Dengan demikian Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. 7. Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada umumnya dan pengembangan Sistem Informasi Akademik (SIA) pada khususnya, untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar diperoleh penemuanpenemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan. 8. Sistem informasi manajemen pendidikan saat ini baru sebatas wacana, diharapkan Departemen Agama pada waktu yang tidak terlalu lama Sistem informasi manajemen pendidikan ini tidak sebatas wacana tetapi sudah

15

mengarah ke aplikasi yang betul-betul menunjang kegiatan dunia pendidikan pada umumnya. E. Daftar Pustaka Amsyah, Zulkifli, Manajemen Sistem Informasi (Bogor, Grasindo Persada, 2002).

Anwar, Moch. Idochi, Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan, Teori, Konsep dan Isu (Bandung: Alfabeta, 2004)

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2003).

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta, 2003).

Ary, Donald, et. Al., Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Arief Furchan (terj.) (Surabaya: Usaha Nasional, 1982).

Azis S.R., Abdul, Memahami Fenomena Sosial melalui Studi Kasus; kumpulan Materi Pelatihan Metode Penelitian Kualitatif (Surabaya: BMPTS Wilayah VII, 2000).

Azwar, Saifudin, Metode Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelajara, 2004)

Bafadal, Ibrahim, Teknik Analisa Data Penelitian Kualitatif (dalam Metodelogi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Teoritis dan Praktis) (Malang: Unisma, tt).

Bakri, Masykuri, (Ed.), Metodologi Penelitian Kualitatif; Tinjauan Teoritis dan Praktis, (Malang: Lembaga Penelitian UM bekerja sama dengan Visipress, 2002).

16

Bogdan dan Biklen, Qualitative Research For Education : An Introduction to Theory and Method (Boston: Allyn and Bacon, Inc, 2003).

Bungin, Burhan, Metodologi Penelitian Sosial: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif (Surabaya: Airlangga University Press, 2001).

Badri Munir Sukoco, Manajemen Administrasi Perkantoran Modern (Bogor: PT. Grasindo Persada, 2000)

Badudu dan Zein, Kamus Besar Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2001)

Burhanudin, Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan (Jakarta:Bumi Aksara, 2004)

Burn, J.M, leadership (New York: Happer, 1987)

Davis, Gordon B., Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen: Struktur dan Pengembangannya (Jilid I & II) (Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 2001)

Davis, Ralph C., The Fundamental of Top Management (New York: Harper & Bross, 1991)

Depag RI, Pedoman Pengembangan Profesi Kepengawasan dan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (Jakarta : Depag RI, 2004)

Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1998).

17

Fattah,

Nanang,

Landasan

Manajemen

Pendidikan

(Bandung:

Remaja

Rosdakarya, 2000)

Gibson, James, L. John M. Ivncevich, James H. Donnelly Jr., Organisasi dan Manajemen (Jakarta: Erlangga, 1992)

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research 1 Penulisan Peper, Skripsi, Teshis, dan Disertasi (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1996).

Herujito, Yayat M., Dasar-Dasar Manajemen, (Bogor: Grasindo Persada, 2001).

Hicks, Herbert G. & C. Ray Gullett, Management, Fourt Edition, International Edition for Studest (Auckland: MacGraw Hill Kogakusha LTd, 1991).

Hoffer, Jeffrey A et all., Modern Database Managemen (New Jersey : Pearson Education, 2002).

Huberman, A. Maicel, and B Miles Mathew, Anlisa data kualitatif, buku sumber tentang metode-metode baru, penerjemah; tjetjep rohendi rohidi (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992).

Huberman, A. Maicel, and B Miles Mathew, Qualitatif data Analisis, Edisi Bahasa Indonesia (Jakarta: UII Press, 1992).

Indrajit, Richardus Eko, Pengantar Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (Jakarta: Alex Media Komputindo, 2000)

Isaac, S. Dan W.B. Michael, Handbook in Research and Evaluation (San Diego: Edits Publishers, 1991).

18

Isjoni, Manajemen Kepemimpinan dalam Pendidikan (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2007)

Jogiyanto, H.M., Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis ( Yogyakarta: BPFE, 1997)

Kadir, Abdul, & Terra Ch. Triwahyuni, Pengenalan Teknologi Informasi (Yogyakarta : Andi Offset, 2003).

Komariyah, Aan, Visionary Ledership Menuju Sekolah yang Efektif (Jakarta: Bumi Aksara, 2005)

Kristanto, Andi, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya (Yogyakarta: Gava Media, 2003)

Kumorotomo, Wahyudi, dan Subando Agus Margono, Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi-organisasi Publik (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2001)

Lincoln, Suratno Arsyad, Metodologi Penelitian Untuk Ekonomi dan Bisnis (Yogyakarta: UPP AMPYKPN,1995).

Lucas, Henry C. Jr., Analisis, Desain dan Implementasi Sistem Informasi (Jakarta: Erlangga, 1987)

Mantja, W., Etnografi: Desain Penelitian Kualitatif dan Manajemen Pendidikan (Malang: Wineka Media, 2005)

19

Margono, S., Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, Cet V, 2005).

Marolly, JA., Surat Menyurat Koperasi dan Kepemimpinan (Surabaya: Usaha Nasional, 1981) McLeod, Raymond, Sistem Informasi Manajemen (New Jersey: Prentice-Hall, Inc., 1995)

Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006).

Moeljodihardjo, Soetedjo, Management Information System (Yogyakarta: Andi Offset, 1996)

Moekijat, Pengantar Sistem Informasi Manajemen (Bandung : Remaja Rosdakarya, 1993).

Mulyasa, E, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK (Bandung:Remaja Rosdakarya,2005)

Murdrick, Robert G., Joel E. Ross, James R. Claggett, Sistem Informasi untuk Manajemen Modern (Jakarta: Erlangga, 1984)

Muhadjir, Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2002)

Nasution, Metodologi Research Penelitian Ilmiah (Jakarta: Budi Aksara, 2002).

20

Nurdin, Syafruddin, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum (Jakarta : Ciputat Pers, 2002)

Onong, Uchyana Effendy, Sistem Informasi Manajemen Cetakan Keempat, (Bandung : CV Mandar Maju, 1996).

Rakhmat, Jalaludin, Rekayasa Sosial : Reformasi atau Revolusi (Bandung : Rosdakarya, 1999).

Rakhmat, Jalaluddin, Metode Penelitian Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1997)

Rochaety, Eti, Pontjorini Rahayuningsih, Prima Gusti Yanti, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1998).

Rohani, Ahmad dan Abu Ahmadi, Pedoman Penyelenggaraan Administrasi Pendidikan di Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 1991)

Rivai, Vethzal, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi (Jakarta:Raja Grafindo Persada, 2004)

Riyanto, Yatim, Metodologi Penelitian Pendidikan ( Surabaya: Penerbit SIC, 2002).

Sagala, Saiful, Administrasi Pendidikan Kontemporer (Bandung: Alfabelat, 2005)

Salim, Peter Salim dan Yenni, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (Jakarta: Modern Enflish Press, 2002)

21

Shrode, W.A. dan Voich, D., Organization and Management Basic System Concept (Kuala Lumpur Malaysia: Irwin Book, 1983)

Siagian, Sondang P., Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan (Jakarta: PT. Gunung Agung, 1994)

Siagian, Sondang P., Filsafat Administrasi (Jakarta: Gunung Agung, 1995)

Sinaga, Anggiat M., Sri Hadiati, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2001)

Sudjana, Nana, dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan (Bandung: Sinar Baru, 1999).

Suryobroto, B., Manajemen Pendidikan di Sekolah (Yogyakarta: Rineka Cipta, 2004)

Sutabri, Tata, Sistem Informasi Manajemen ( Yogyakarta: Andi Offset, 2005).

Sutopo, H.B., pengumpulan dan pengolahan Data dalam Penelitian Kualitatif dalam (Metodelogi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Teoritis dan Praktis) (Malang:Lembaga Penelitian Universitas Islam Malang, tt)

Suwarni Tri, YC., Sistem Informasi Manajemen (Yogyakarta : Universitas Atmajaya, 1996).

Syamsi, Ibnu, Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2007).

22

Terry, George R., Principles of Management (Homewood Illionis: Ricard D. Irwin Inc., 1977)

Thoha, Miftah, Kepemimpinan dalam Manajemen (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999)

Umar, Husain, Business An Introduction (Jakarta: Business Research Center, 2001)

UUD Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Bandung: Citra Umbara, 2006).

Wiraatmadja, Rochiati, Metode Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007).

Wood, G., Fundamentals of Psychological Research (Boston: Little, Brown, and Company, 1977).

Yin, R.K., Studi Kasus: Desain dan Metode , Edisi Bahasa Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo, 2002).

Yusuf, Pawit M., Pedoman Praktis Mencari Informasi (Bandung : Rosdakarya, 1995).

F.

23

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->