Anda di halaman 1dari 14

1

A. JUDUL PROGRAM
Kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump) : Inovasi Irigasi Untuk
Pelestarian Ekosistem Taman Kota Dengan Tenaga Angin Yang Mudah
Operasionalnya

B. LATAR BELAKANG MASALAH


Taman perkotaan yang merupakan lahan terbuka hijau, dapat berperan
dalam pembantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi
potensi banjir. Pepohonan melalui perakarannya yang dalam mampu
meresapkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah (water
saving) semakin meningkat dan jumlah aliran limpasan air juga berkurang yang
akan mengurangi terjadinya banjir. Diperkirakan untuk setiap hektar ruang
terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun.
Taman kota berfungsi penyerap dari berbagai polusi yang diakibatkan oleh
aktivistas penduduk, seperti meredam kebisingan maupun yang paling
signifikan adalah menyerap kelebihan CO2, untuk kemudian dikembalikan
menjadi oksigen (O2). Selain menghasilkan oksigen, pohon juga berperan besar
dalam menetralisir udara.
Fungsi lain dari taman kota adalah fungsi estetika dan sosial, dimana
taman kota dapat mempercantik estetika sebuah kota dan dapat sebagai tempat
berbagai aktivitas sosial seperti rekreasi, diskusi dan lain-lain
Kondisi taman kota yang menjadi mitra sangat memprihatinkan karena
tidak terawat. Taman kota terlihat sangat gersang dan kurang indah. Tidak ada
kawasan hijau lagi di sebagain besar kota yang ada di Indonesia. Seharusnya
taman kota di rawat sehingga berfungsi ideal yaitu taman yang memiliki fungsi
ekologis, estetika dan sosial.
Dari permasalahan di atas, diperlukan suatu inovasi untuk menciptakan
suatu alat yang cocok digunakan sebagai pelestari ekosistem yang ada di
tamana kota. Salah satunya menggunakan kombinasi kincir angin dan irigasi
tetes. Kincir angin adalah sebuah mesin yang digerakkan oleh tenaga angin
untuk memompa air, dalam hal ini air akan di distribusikan ke tanaman yang

ada pada taman kota. Kincir angin akan lebih efisien karena dapat
memanfaatkan tenaga angin yang ada pada lingkungan (taman) sehingga lebih
hemat biaya operasional dan tanpa emisi gas yang dapat merusak lingkungan.
Adapun irigasi pancar (drip irrigation) digunakan sebagai media penyuplai air
ke tanaman. Menurut Prastowo (2002), kelebihan irigasi pancar ini dapat
meningkatkan nilai guna air, meningkatkan pertumbuhan tanaman, efisiensi
dan efektifitas pemberian air serta menghemat tenaga kerja.
Adapun sumber air yang digunkan adalah air tanah, yaitu air yang terdapat
dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Digunkan air
tanah karena air tanah bisa di dapat dengan mudah di taman-taman kota.

C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka timbul permasalahan
sebagai berikut:
1. Bagaimana membentuk suatu sistem irigasi yang menggunakan kincir SDIP
(Savonius Drip Irrigation Pump)?
2. Apakah kombinasi kincir angin savonius dan irigasi tetes (drip irrigation)
mampu bekerja efektif pada tanaman yang ada pada taman kota?
3. Bagaimana cara mengkombinasikan kincir angin savonius dan irigasi tetes
(drip irrigation) agar mudah operasionalnya?

D. TUJUAN PROGRAM
1. Mengetahui sistem irigasi menggunakan kincir SDIP (Savonius Drip
Irrigation Pump).
2. Mengetahui bahwa kombinasi kincir angin savonius dan irigasi tetes (drip
irrigation) mampu bekerja efektif pada tanaman yang ada pada taman kota.
3. Mengetahui cara mengkombinasikan kincir angin savonius dan irigasi tetes
(Drip Irrigation) agar mudah operasionalnya.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Luaran yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya suatu inovasi
irigasi yang menggunakan kombinasi kincir angin dan irigasi tetes (drip
irrigation) yang mudah operasionalnya. Alat irigasi ini diharapkan dapat
dijadikan solusi mengenai permasalahan taman kota yang rusak dan sangat
memprihatinkan disaat ini. Di samping itu, alat irigasi ini juga dapat dijadikan
sebagai salah satu alat yang secara tidak langsung dapat meningkatkan estetika,
meningkatkan kegiatan sosial, dan mengurangi polusi udara yang ada pada
kota.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Berdasarkan luaran yang diharapkan dalam program ini, maka dapat
diperoleh manfaat dan kegunaannya, antara lain:
1. Bagi Mitra
a. Mengurangi kinerja dinas pertamanan kota.
b. Meningkatkan efektifitas kerja dinas pertamanan kota.
c. Menambah estetika pada kota.
2. Bagi Masyarakat
a. Mengurangi polusi udara yang dirasakan masyarakat.
b. Dapat mengatasi sumur kering pada masyarakat.
c. Meningkatkan kehidupan sosial pada masyarakat.

3. Bagi Mahasiswa
a. Melatih kemampuan mahasiswa di bidang teknik pengairan sehingga
mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan di bidang tersebut.

G. TINJAUAN PUSTAKA
1. Konsep Dasar Angin
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan
juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari
tempat

bertekanan

udara

tinggi

ke

bertekanan

udara

rendah

(sumber:id.wikipedia.org).
Kecepatan angin dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya letak tempat
dimana kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari
garis khatulistiwa. Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang
bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju
udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata
lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat,
gaya gesekan ini semakin kecil. Arah angin ditunjukan oleh arah dari mana
angin berasal. Misalnya, angin utara bertiup dari utara ke selatan. Di bandara,
Windsocks digunakan untuk menunjukkan arah angin, tetapi juga dapat
digunakan untuk memperkirakan kecepatan angin dengan sudut gantungnya.
Kecepatan angin biasanya diukur dengan anemometer.
2. Kincir Angin Savonius
Kincir angin adalah sebuah mesin yang digerakkan oleh tenaga angin
untuk menumbuk biji bijian. Kincir angin juga digunakan untuk memompa air
untuk mengairi sawah.
Kincir angin savonius yang hanya terdiri atas dua sudu saja yang
digunakan sebagai penggerak pompa air.
a. Kincir angin savonius sebagai penggerak pompa air

Unit Sudu Kincir


Angin Savoinus

Unit Poros Dan Pompa Penghisap


Unit Puli Dan
Poros Transmisi

Gambar 1. Unit Kincir Angin Savonius Penggerak Pompa Air


b. Perubahan tenaga angin menjadi tenaga poros kincir
Angin yang bertiup menerpa sudu kincir angin sehingga menggerakkan
kincir. Sudu kincir angin yang dihubungkan pada sebuah poros, memutar
poros tersebut. Poros juga dipasang puli transmisi diujungnya akhirnya
memutar puli tersebut (puli A). Maka puli yang digerakkan oleh poros
tersebut merupakan sumber energy gerak (mekanik).
c. Perubahan tenaga mekanik menjadi kenaikan air dalam pipa
Putaran puli A akan diteruskan ke puli B dengan perantara sabuk V(vbelt). Pada puli B terdapat poros batang penghubung (batang torak)
piston, konstuksi untuk posisi batang torak pada puli B berbentuk engkol,
sehingga begitu puli B berputar maka akan membentuk gerakan maju
mundurnya batang tersebut untuk menggerakkan piston yang difungsikan
sebagai pompa. Batang penghubung bergerak menarik dan mendorong
piston maju mundur dalam silinder. Pada saat piston mundur maka air
akan dihisap sehingga katub masuk terbuka, katub buang akan tertutup
maka air akan naik melalui katub masuk. Pada saat piston bergerak maju
maka air akan di tekan, sehingga katup masuk tertutup dan katub buang
terbuka kemudian air akan di tekan oleh torak keluar melalui katub
buang, maka airpun akan keluar melalui kran.

3. Irigasi Tetes (drip irrigation)


Pemberian air pada irigasi tetes dilakukan dengan menggunakan alat
aplikasi (applicator, emission device) yang dapat memberikan air dengan debit
yang rendah dan frekuensi yang tinggi (hampir terus-menerus) disekitar
perakaran tanaman.Tekanan air yang masuk ke alat aplikasi sekitar 1.0 bar dan
dikeluarkan dengan tekanan mendekati nol untuk mendapatkan tetesan yang
terus menerus dan debit yang rendah. Sehingga irigasi tetes diklasifikasikan
sebagai irigasi bertekanan rendah. Pada irigasi tetes, tingkat kelembaban tanah
pada tingkat yang optimum dapat dipertahankan. Sistem irigasi tetes sering
didesain untuk dioperasikan secara harian (minimal 12 jam per hari).
Irigasi tetes mempunyai kelebihan dibandingkan dengan metoda irigasi
lainnya, yaitu:
a. Meningkatkan nilai guna air.
Secara umum, air yang digunakan pada irigasi tetes lebih sedikit
dibandingkan dengan metode lainnya. Penghematan air dapat terjadi
karena pemberian air yang bersifat lokal dan jumlah yang sedikit
sehingga akan menekan evaporasi, aliran permukaan dan perkolasi.
b. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemberian
c. Pemberian pupuk atau bahan kimia pada metode ini dicampur dengan
air irigasi, sehingga pupuk atau bahan kimia yang digunakan menjadi
lebih sedikit, frekuensi pemberian lebih tinggi dan distribusinya hanya
di sekitar daerah perakaran.
d. Menghemat tenaga kerja
Sistem irigasi tetes dapat dengan mudah dioperasikan secara otomatis,
sehingga tenaga kerja yang diperlukan menjadi lebih sedikit.
Penghematan tenaga kerja pada pekerjaan pemupukan, pemberantasan
hama dan penyiangan juga dapat dikurangi.
Irigasi tetes ini akan memakai jenis viaflo, yaitu air akan merembes
disepanjang pipa lateral.

Gambar 2. Irigasi Tetes Jenis Viaflo


Komponen irigasi tetes terdiri dari pipa utama, pipa pembagi, dan pipa
lateral. Pipa utama umumnya terbuat dari pipa polyvinylchlorida (PVC),
galvanized steel atau besi cor dan berdiameter antara 7.525 cm. Pipa utama
dapat dipasang di bawah permukaan tanah. Pipa pembagi dilengkapi dengan
filter kedua yang lebih halus (80-100 m), katup selenoid, regulator tekanan,
pengukur tekanan dan katup pembuang. Pipa sub-utama terbuat dari pipa PVC
atau pipa HDPE (high density polyethylene) dan berdiameter antara 50 75
mm. Sedangkan pipa lateral merupakan pipa tempat dipasangnya alat aplikasi,
umumnya dari pipa polyethylene (PE) dan dilengkapi dengan katup pembuang.
Alat aplikasi yang baik harus mempunyai karakteristik yaitu: debit yang
rendah, Toleransi yang tinggi terhadap tekanan operasi, tidak dipengaruhi oleh
perubahan suhu, umur pemakainan sangat lama.

Gambar 3. Tata Letak Sistem Irigasi Tetes


H. METODE PELAKSANAAN
1.

Kerangka Program
Tahap Persiapan

Studi Literatur

Tahap Perancangan Kebutuhan


Air Pada Tanaman
Tahap Pengujian kincir SDIP
(Savonius Drip Irrigation
Pump)

Tahap Perencanaan Kincir Angin


Savonius dan Irigasi Tetes (Drip
Irrigation)

Tahap Perakitan
kincir SDIP (Savonius Drip
Irrigation Pump)

Tahap Analisis Uji kincir SDIP


(Savonius Drip Irrigation Pump)
Gambar 4. Diagram Alir Program
2. Ilustrasi Kerangka Program
A. Tahap Persiapan
1. Studi Literatur
Tahap ini merupakan serangkaian kegiatan penelusuran literatur atau
sumber-sumber yang relevan dan terpercaya dalam pengumpulan materi.
Tahap ini akan membahas teori-teori mengenai cara kerja kincir angina
savonius dan irigasi tetes (drip irrigation). Hal ini dilakukan sebagai
landasan untuk menentukan solusi dari permasalahan yang dikaji.
B. Tahap Perancangan Perancangan Kebutuhan Air Pada Tanaman
Tahap ini merupakan perencanaan kebutuhan air pada taman kota. Serta
perencanaan pola operasi irigasi yang ada pada satu lingkup taman kota. Hal ini
bertujuan agar operasi kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump) dapat
bekerja secara optimal.

C. Tahap Perencanaan Kincir Angin Savonius Dan Irigasi Tetes (Drip


Irrigation)

Pada tahap ini dilakukan Perencanaan Kincir Angin Savonius untuk


memperoleh dimensi yang optimal dan bisa berjalan di irigasi tetes (drip
irrigation) secara 24 jam penuh. Sehingga tidak perlu operasional setiap
hari.
D. Tahap Perakitan Kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump)
Pada tahap ini akan dilakukan perakitan Kincir SDIP (Savonius
Drip Irrigation Pump) perakitan akan di sesuaikan dengan taman kota
yang akan dipasangi sistem ini.

E. Tahap Pengujian Kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump)


Pada tahap ini akan dilakukan serangkaian pengujian terhadap
kinerja kincir savonius agar air dapat berjalan lancar pada irigasi tetes (drip
irrigation). Pengujian dilakukan dengan melihat debit air yang muncul pada
outlet irigasi tetes.
F. Tahap Analisis Kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump)
Pada tahap ini dilakukan analisis dan evaluasi terhadap hasil dari
pengujian kinerja kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump). Analisis ini
bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kekurangan pada kincir
SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump) sehingga dapat dilakukan evaluasi
dan perbaikan terhadap kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation Pump).

I. JADWAL KEGIATAN
NO

KEGIATAN

Tahap Persiapan

Tahap Perancangan
Kebutuhan Air Pada
Tanaman

BULAN BULAN BULAN BULAN


I
II
III
IV
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

10

Tahap Perencanaan
Kincir Angin Savonius
dan Irigasi Tetes (Drip
Irrigation)

Tahap Perakitan kincir


SDIP (Savonius Drip
Irrigation Pump)

Tahap Pengujian kincir


SDIP (Savonius Drip
Irrigation Pump)

J. ANGGARAN BIAYA
No Jenis Pengeluaran

Terbilang

Bahan Utama

Konstrusi rangka kincir

Rp

500.000,-

Kincir angin

Rp.

800.000,-

Pompa

Rp.

2.000.000,-

Pipa irigasi tetes (drip irrigation)

Rp.

3.000.000,-

Sub Total

Rp. 6.300.000,-

Bahan penunjang

Biaya perakitan kincir SDIP (Savonius Drip Irrigation


pump)

Rp.

600.000,-

Biaya sewa bengkel 2 minggu @50.000/hari

Rp.

700.000,-

Sub Total

Rp. 1.300.000,-

Bahan pengujian

Alat ukur debit

Rp.

100.000,-

Pengerjaan dan perbaikan system

Rp.

450.000,-

Sub Total

Rp.

550.000,-

Transportasi (selama 4 bulan)

Rp.

400.000,-

Pengumpulan Data dan Referensi


Print dan Fotokopi referensi

Rp.

200.000,-

Browsing internet

Rp.

50.000,-

Sub Total

Rp.

250.000,-

11

Penyusunan Laporan
Penggandaan Proposal dan Laporan

Rp.

150.000,-

Kertas A4 2 rim + Tinta print

Rp.

175.000,-

Sub Total

Rp.

325.000,-

Total Anggaran

Rp. 9.125.000,-

K. DAFTAR PUSTAKA
Djojodiharjo, H. 1993. Aspek Teknologi Ekonomi dari Pemakaian Energi Angin di
Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.
Jensen, M.E.(ed.), 1980. Design and Operation of Farm Irrigation System.
Michigan: ASAE.
Prastowo, 2002. Prosedur Rancangan Irigasi Tetes. Bogor: Institut Pertanian
Bogor.
L. LAMPIRAN
I.

Biodata Ketua dan Anggota Kelompok


1. Biodata Ketua Kelompok
a. Nama Lengkap

: Burhannudin Apriliansyah

b. NIM

: 105060400111016

c. Jurusan

: Teknik Pengairan

d. Universitas/Institut/Politeknik

: Universitas Brawijaya

e. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: Desa Gayam, Gurah, Kab.


Kediri/085736554745

f. Alamat email

: burhan.apriliansyah
@gmail.com

2. Biodata Anggota Kelompok


a. Nama Lengkap

: Moh. Syamsul Anwar

b. NIM

: 105060400111056

c. Jurusan

: Teknik Pengairan

d. Universitas/Institut/Politeknik

: Universitas Brawijaya

12

e. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: Jl Apokat Pare, Kab.


Kediri/085736434757

f. Alamat email

: kapankitakemana999
@yahoo.com

a. Nama Lengkap

: Dico Nasrulloh

b. NIM

: 105060400111025

c. Jurusan

: Teknik Pengairan

d. Universitas/Institut/Politeknik

: Universitas Brawijaya

e. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: Jalan Budo Manis, Madiun


/085645867090

f. Alamat email

: dico_kop@yahoo.co.id

a. Nama Lengkap

: Nur Ilmiatul

b. NIM

: 115060401111027

c. Jurusan

: Teknik Pengairan

d. Universitas/Institut/Politeknik

: Universitas Brawijaya

e. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: Jl. KH. Abdul Karim XIV/43


Gresik/085791390917

f. Alamat email

: nurma1993@gmail.com

II. Nama dan Biodata Dosen Pembimbing


1. Nama Lengkap dan Gelar

: Dr. Eng. Donny Harisuseno,ST.MT

2. NIDN

: 0027027503

3. Alamat Rumah dan No. Tel/HP

: Jl. Sumpil III No. 22 Malang


65125/085755640021

III. Desain SDIP (Savonius Drip Irrigataion Pump) dan Tata Letak

13

Gambar 5. Rancangan SDIP Dan Tata Letak


Keterangan :
1. Kincir Savonius

: Mengubah energi angin menjadi


energi mekanik.

2. Pompa air
: Sebagai pengabil air dari tanah.
3. Saluran Irigasi Tetes (drip irrigation) : Penyalur air ketanaman.
4. Emitter
: Alat penetes ke tanaman.

Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama


Program Kreativitas Mahasiswa
Yang bertandatangan di bawah ini.
Nama

: Subagio

Pekerjaan

: Pengrajin Taman

Alamat

: Malang

14

Dengan ini menyataan Bersedia untuk Bekerjasama dengan Pelaksanaan


Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Dalam Kincir SDIP (Savonius
Drip Irrigation Pump) : Inovasi Irigasi Untuk Pelestarian Ekosistem Taman
Kota Dengan Tenaga Angin Yang Mudah Operasionalnya
Nama Ketua Tim Pengusul

: Burhannudin Apriliansyah

Perguruan Tinggi

: Universitas Brawijaya

Fakultas / Jurusan

: Teknik / Teknik Pengairan

Dengan ini menyatakan bersedia untuk menggunakan hasil IPTEK yang


dikembangkan oleh tim pengusul dalam kegiatan Program Kreativitas
Mahasiswa.
Bersama ini pula kami nyatakan dengan sebenarnya bahwa antara pihak Pengrajin
Taman dan Pelaksana Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa belum pernah
menjalin ikatan kerjasama.
Demikian

Surat

Pernyataan

ini

dibuat

dengan

penuh

kesadaran

dan

tanggungjawab tanpa ada unsur pemaksaan di dalam pembutannya untuk dapat


digunakan sebagaimana mestinya.
Malang, 10 Oktober 2012

.........................................