Anda di halaman 1dari 25

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMAKAIAN KANDANG KHUSUS SEBAGAI APLIKASI


PETERNAKAN TERPADU ANTARA KELINCI, CACING TANAH
DAN IKAN LELE
Jenis Kegiatan :
Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian
Disusun Oleh :
Ketua

: Budi Santoso

H 0x07xxx

Anggota

: Yuan Harnawan P

H 0708160

Estri N
Sofa N

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


SURAKARTA
2009

HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan

: Pemakaian Kandang Khusus sebagai Aplikasi Peternakan


Terpadu antara Kelinci, Cacing Tanah dan Ikan Lele

2. Bidang Kegiatan

: (X) PKMP
( ) PKMK
( ) PKMT
( ) PKMM
3. Bidang Ilmu
: ( ) Kesehatan
(X) Pertanian
( ) MIPA
( ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi
( ) Humaniora
( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
: Budi Santoso
b. NIM
: H 0x07xxx
c. Fakultas/Program Studi
: Pertanian/ Agronomi
d. Perguruan Tinggi
: Universitas Sebelas Maret Surakarta
e. Alamat
: JL Unib Permai III No 6 Pematang
Gubernur Bengkulu 38125
f. No Telpon
: 0856 6490 9998
5. Anggota Pelaksana Kegiatan
: 2 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap
: Dian Rachmawanti A, STP.MP
b. NIP
: 132 317 850
7. Biaya Kegiatan
a. Dikti
: Rp 10.000.000,8. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 6 Bulan
Surakarta, September 2009
Menyetujui,
Pembantu Dekan III
Fakultas Pertanian

Ketua Pelaksana

Ir. Sugiharjo, MSi


NIP. 131 474 220

Budi Santoso
NIM.0x07xxx

Pembantu Rektor III


Universitas Sebelas Maret
Surakarta

Dosen Pembimbing

Drs. Dwi Tiyanto, S.U


NIP. 130 814 593

Dian Rachmawanti A, STP.MP


NIP. 132 317 850

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini diperlukan sebuah pemahaman dalam pengelolaan usaha
tani. Makin majunya pengetahuan serta berkembangnya teknologi mendasari
suatu keinginan untuk membudidayakan usaha tani secara berkelanjutan, demi
mempermudah

dan

menghemat

pengeluaran

serta

pemakaian

suatu

pemenuhan pemeliharaan yang sebenarnya bisa diminimalisir. Contohnya


dalam usaha peternakan ikan lele. Dapat ditelusuri bahwa untuk pakan atau
pemeliharaan lele dibutuhkan semisal cacing tanah yang mana kebiasaan
seorang peternak ialah membeli untuk mendapatkannya. Padahal, akan lebih
efisien jika cacing tanah yang jadi pakan ikan lele tersebut dibudidayakan
sendiri sekaligus menghemat biaya. Apalagi kita tahu bahwa cacing tanah
mudah berkembang biak bila mendapatkan tambahan berupa kotoran ternak
lain yang kita ambil contohnya kelinci. Disini dapat disimpulkan bahwa ada
kesinambungan antara beternak kelinci, beternak cacing tanah, dan beternak
ikan lele sebagai output utama yang diharapkan.
Untuk itu perlu dirancang suatu sistem peternakan terpadu, dengan
pembuatan kandang khusus sebagai aset dalam budidaya bermacam-macam
hewan tersebut. Bukan asal kandang, dan bukan asal hewan yang
dikandangkan atau dibudidayakan. Seperti yang dikemukakan di atas bahwa
beternak lele bisa diefisienkan dalam hal pemeliharaan pemberian pakan, yang
itu melibatkan cacing tanah dan kelinci.
Tiga wujud kegiatan utama mahasiswa adalah Kuliah, Kerja, dan
Mengembangkan Usaha. Mahasiswa melakukan introduksi usaha tani yang
sasarannya dapat meningkatkan pendapatan peternak. Kerangka percobaan
atau penelitian dengan pembuatan kandang khusus ini diharapkan memenuhi
Program Peternakan Terpadu, bila dilaksanakan dengan pendekatan yang tepat
dan disertai pengelolaan usaha yang lebih mandiri oleh mahasiswa, dapat
menjadi wahana bagi pengembangan efisiensi budidaya ternak untuk
diterpkan di kalangan mahasiswa atau masyarakat luas.

Pengembangan usaha tani terpadu dimaksudkan untuk segera


meningkatkan pendapatan petani (recovery program). Model usaha tani yang
dikembangkan oleh para mahasiswa adalah: (1) yang saling menunjang
dengan usaha ternak lele: (2) dukungan kondisi wilayah setempat; (3)
rnempertimbangkan skala usaha yang optimal: dan (4) tidak mengganggu
input factor bagi usaha utama (ternak lele).
B. Perumusan Masalah
Apakah pembuatan kandang khusus dalam usaha pengelolaan usaha
peternakan terpadu dapat meningkatan pcndapatan dan efisiensi usaha?
C. Tujuan Program
Mengetahui tingkat peningkatan pendapatan dan efisiensi usaha hasil
dari pengelolaan peternakan terpadu melalui pembuatan kandang khusus.
D. Luaran yang Diharapkan
Artikel atau naskah publikasi yang berisi tentang suatu pengetahuan
dan metode baru dengan memanfaatkan kandang khusus guna meningkatkan
pendapatan dan efisiensi hasil produksi ternak lele. Pembuatan sebuah pola
peternakan terpadu dalam skala kecil yang ramah lingkungan diharapkan
dapat mengurangi ketergantungan pembelian yang bisa diefisienkan atau
menggantikan penggunaan kebutuhan yang sebenarnya bisa dikelola sendiri.
E. Kegunaan Program
Melalui percobaan atau penelitian ini diharapkan dapat diperoleh suatu
metode pengelolaan usaha peternakan secara terpadu. Sehingga nantinya dapat
diterapkan oleh peternak guna efisiensi usaha.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Secara biologis, budidaya terpadu adalah kegiatan budidaya yang berusaha
mengubah unsur hara terbuang, yang semula disebut limbah (wastes). menjadi
hasil samping (by products). Sepanjang masih didapatkan unsur hara yang
terbuang, suatu kegiatan budidaya di bidang pertanian belum efisien. Artinya.
terbuka banyak kemungkinan memilih dan memadukan dua, tiga atau lebih
species (multispecies system) dalam satu lokasi atau kawasan pertanian, agar
diperoleh kombinasi yang optimum.
Introduksi peternakan cacing dapat mempercepat dan sekaligus memperbaiki hasil
pendauran kotoran kelinci. Cacing tanah (Lumbricus sp) merupakan komoditas
pertanian yang memiliki keunggulan, diantaranya: (1) Tidak memerlukan media
budidaya dan pakan yang mahal harganya, (2) tidak memerlukan lahan yang luas,
(3) Tidak memerlukan air yang banyak. (4) Dapat dibudidayakan tidak tergantung
musim, (5) Limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang bermuttu tinggi.
Media budidaya memegang peranan penting bagi cacing tanah, karena memiliki
fungsi ganda, yaitu selain berfungsi sebagai sarang juga sebagai pakan. Cacing
tanah juga menghasilkan kotoran (kascing) yang dapat digunakan sebagai sumber
K, Ca, Mg, dan mineral lainnya. Cacing tanah Esenia Foetida dapat
memanfaatkan kotoran ternak maupun isi rumen sebagai media tumbuhnya
(Farida, 1999)
Sebagian besar unsur hara limbah peternakan kelinci ini adalah sebagian feces dan
urin dapat dibuat kompos dan dengan ditambah bahan lain dapat menjadi media
tanam bagi cacing. Feces dan urin dapat diubah menjadi gulma bebek yang
disukai oleh unggas dan ikan. Dengan demikian terbuka kemungkinan untuk
memasukkan kelinci, cacing tanah, dan ikan lele ke dalam sistem peternakan
terpadu. Ketiga species ini akhimya dapat dipelihara dengan input makanan yang
murah, karena ikan lele dapat memanfaatkan gulma bebek dan cacing.

Manajemen Pakan. Pakan anakan lele berupa : pakan alami berupa plankton,
jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di
bawah 3 - 4 hari.
III. METODE PENDEKATAN
A. Rancangan Penelitian
1. Kegiatan simultan
Pemeliharaan secara sederhana dengan pembuatan rangka kandang
khusus dalam sepetak area lahan belakang rumah seluas 3x3m.
Pembuatan Kandang Khusus:
Kandang kelinci dibuat dari besi dan kawat, terdiri dari dua susun dengan
tinggi 1.75 m dan lebar 0.5 m, cukup untuk memelihara kelinci sebanyak 4
ekor. Kandang kelinci tersebut diletakkan di halaman belakang rumah,
untuk memudahkan pemeliharaan secara intensif. Kelinci dikandangkan
terus menerus dan diberi makan di dalam kandang. Bahan pakan utama
adalah ubi kayu, gulma air dan cacing tanah. Kandang tersebut langsung
berhubungan dengan kolam lele.
Pembuatan Kolam dan Produksi Ikan Lele:
Kolam ikan dibuat dua buah, dengan ukuran dan kapasitas tampung
berbeda. Kolam I: ukuran 4.5 x 3.25 m, untuk memelihara 500 ekor ikan.
Kolam II: ukuran 6.5 x 4.5 m, untuk memelihara 2000 ekor ikan. Kolam I
dibuat di sebelah kandang cacing, agar dapat memanfaatkannya sebagai
pakan tambahan alternatif. Kolam II dibuat di belakang rumah, untuk
memanfaatkan lahan yang tidak digunakan dan agar mudah penanganannya.
2. Pengujian pendahuluan

B. Variabel Pengamatan
Varibel yang diamati dalam percobaan ini diantaranya :
1.

Uji Pendahuluan

a. Mortalitas larva
2.

Uji Utama
a. Mortalitas larva

C. Analisis Data
Analisis data berdasarkan mortalitas ulat jantung kubis dilakukan
apabila mortalitas pada kontrol < 20%. Berdasarkan data mortalitas ulat
kubis daun dihitung besar LC50 dengan menggunakan analisis Probit. Data
dianalisis apabila mortalitas pada kontrol

< 20%. Data mortalitas C.

binotalis dikoreksi dengan rumus Abbot yaitu :


Po Pc
x100%
Pt = 100 Pc
dimana, Pt = persentase banyaknya serangga yang mati setelah dikoreksi
Po = persentase banyaknya serangga yang mati karena perlakuan
Pc = persentase banyaknya serangga yang mati pada kontrol.

IV. METODE PELAKSANAAN PROGRAM


A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Laboratorium Rumah Kaca dan
Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas
Sebelas Maret Surakarta pada bulan Mei-Agustus 2009.
B. Tahapan Pelaksanaan
Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan. Adapun jadwal tertera pada
tabel sebagai berikut:
No Kegiatan

Bulan 1

Bulan 2

Bulan 3

Bulan 4

Bulan 5

Bulan 6

Uji coba

2
3

produk
Konsultasi
Pembelian

4
5
6

Bahan
Pembelian alat
Produksi
Perkenalan

7
8

Produk
Evaluasi
Penjualan
produk
Monitoring
Pengumpulan
laporan

C. Pelaksanaan Penelitian
1. Pembiakan Masal C. binotalis .
Memasukkan larva C. binotalis yang dikumpulkan dari lapangan
ke dalam stoples dan diberi pakan daun caisin yang terbebas dari pestisida.
Ketika memasuki masa prapupa, C. binotalis dipindahkan ke dalam
kurungan tempat peneluran hingga muncul imago dan bertelur. Imago C.
binotalis yang terbentuk diberi cairan madu 10 %. Cairan madu itu
digunakan

sebagai

pakan

imago

C.

binotalis,

yaitu

dengan

mengoleskannya pada gulungan kapas dan meletakannya di atas kurungan.


Daun caisin yang ada dalam kurungan setiap hari dilihat dan
diganti. Daun yang ada telur C. binotalis diletakan pada stoples dan
dipelihara hingga terbentuk larva. Setelah telur menetas dan berumur
empat hari siap dipakai untuk pengujian.
2. Pembuatan ekstrak daun pepaya
Cara pembuatan ekstrak daun pepaya adalah :

1 kg daun pepaya segar dirajang

Hasil rajangan direndam dalam 10 liter air dan 2 sendok makan


minyak tanah dan ditambah 30 gr deterjen selama semalam

Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus

Semprotkan larutan hasil saringan ke per tanaman

D. Instrumen Penelitian
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan antara lain media tanam
berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1, benih caisin,
pot, polybag, insektisida Curacron 500 EC, pupuk kandang, pupuk NPK,
madu, dan daun pepaya. Sedangkan alat yang digunakan diantaranya polybag
berukuran 32 x 38 cm, timbangan, hand sprayer, kurungan kasa, stoples,
kapas, penggiling dan ember.
E.

Rancangan dan Realisasi Biaya


Biaya Pelaksanaan
JENIS

JUMLAH

HARGA

HARGA

SATUAN (Rp.) TOTAL (Rp.)


1. Peralatan Utama
a. Benih caisin

1 bungkus

10.000

10.000

b. Pupuk kompos

1 karung

20.000

20.000

c. Pupuk urea

10 kg

2000

20.000

d. Pupuk SP-36

5 kg

1500

7.500

e. Pupuk KCl

5 kg

1500

7.500

g. Daun pepaya

5 wadah

20.000

100.000

h. Madu

10 kg

900

9.000

i. Pakan biakan

1 botol

30.000

30.000

j. Insektisida Curacron

3 kg

5.000

15.000

k. Minyak tanah

1 botol

80.000

80.000

l. Deterjen

5 liter

4.000

20.000

1 kg

15.000

15.000
334.000

a. kurungan kasa

I buah

10.000

10.000

b. polibag

1 kg

20.000

20.000

c. kuas

6 buah

2.500

15.000

d. Kapas

3 plastik

3.000

9.000

e. gelas ukur

3 buah

50.000

150.000

f. labu Erlenmeyer

1 buah

90.000

90.000

g. saringan

5 buah

2.000

10.000

h. Hand sprayer

1 buah

35.000

35.000

i. Lup

2 buah

10.000

20.000

j. Kertas label

1 bungkus

2.000

2.000

k. kain triko

10 buah

1.000

10.000

f. Biakan larva C. binotalis

Jumlah Sub Total 1


2. Sarana Pendukung

l. pinset

10 buah

3.000

30.000

m.botol uji

5 buah

10.000

50.000

n. toples

2 buah

5.000

10.000

1 Bendel

5.000

5.000
466.000

10.000

100.000

20.000

300.000
400.000

o. plastik
Jumlah Sub Total 2
3. Transportasi

a. Pencarian alat dan bahan5 orangx2


(dalam kota)
b. Transportasi (luar kota)
Jumlah Sub Total 3
4. Lain-lain

5 orangx3

a. Sewa Lab Hama

200.000

b. Sewa Lab Kaca

250.000

c. Pembuatan

laporan

dan

perbanyakan

150.000

d. Dokumentasi
Jumlah Sub Total 4
Jumlah Total

200.000
800.000
2.000.000
V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya Terhadap Mortalitas C. binotalis


Ekstrak senyawa tumbuhan yang bersifat pestisida dapat diketahui bahwa
dapat mengakibatkan efek kematian pada serangga uji. Kematian atau mortalitas
serangga uji digunakan untuk mengetahui toksisitas (daya racun) suatu pestisida.
Hasil pengamatan efek dari aplikasi pestisida nabati ekstrak daun pepaya terhadap
C. binotalis menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi daun pepaya dengan
metode pencelupan berpengaruh terhadap C. binotalis.
Tabel 1. Efek ekstrak berbagai konsentrasi daun pepaya terhadap mortalitas C.
Binotalis.
Perlakuan Ulangan Jumlah Ulat yang mati pada hari ke1
2
3
4
5
6
P0
1
2
2

Rata2
7
2
-

2.25=3

P1

P2

P3

P4

P5

Sumber: Hasil Pengamatan


Ket : P0:Tanpa perlakuan ekstrak daun pepaya
P1:Perlakuan ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 1,25%
P2: Perlakuan ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 2,5%
P3: Perlakuan ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 5%
P4: Perlakuan ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 10%
P5: Perlakuan ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 20%

2.25=3

4,5=5

2,75=3

3,5=4

3,75=4

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa perlakuan yang memberikan hasil
terbaik adalah perlakuan ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 2,5%. Perlakuan
ini dapat memberikan rata-rata mortalitas C. Binotali .tertinggi. Hal ini berarti
perlakuan ekstrak daun pepaya dapat dikatakan cukup efektif karena pestisida
nabati dikatakan efektif bila dengan konsentrasi kurang dari 20% dapat
mematikan hampir 50%.
Larutan ekstrak daun pepaya yang terdapat pada daun sawi dengan metode
celup daun meresap ke dalam jaringan daun sawi dan masuk kedalam tubuh larva
C. binotalis sebagai racun perut, yaitu insektisida yang membunuhserangga
sasaran bila insektisida tersebut masuk kedalam organ pencernaan, diserap oleh
dinding larutan pencernaan. Selanjutnya insektisida tersebut akan dibawa oleh
cairan tubuh serangga ke organ-organ tubuh yang mematikan. Hal ini dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 2. Efek konsentrasi ekstrak daun pepeya terhadap mortalitas C. binotalis
pada uji utama.
Perlakuan
P0
P1
P2
P3
P4
P5

Konsentrasi (%)
0
1,25
2,5
5
10
20

Rata2 Mortalitas (%)


22,5
22,5
45
27,5
35
37,5

Sumber: Hasil Pengamatan


Mortalitas C. binotalis mulai terjadi sejak satu hari setelah perlakuan. Hal ini
terjadi pada semua taraf konsentrasi yang diujikan, kecuali kontrol. Sebagian
besar larva uji memasuki fase pra pupa. Dapat dilihat dari data diatas perlakuan
yang memberikan konsentrasi kematian tertinggi pada pertlakuan ekstrak daun
pepaya dengan konsentrasi 2,5%.
Menurut Prijono (1990) apabila tanggap serangga uji yang diamati adalah
mortalitas, maka ekstrak suatu bahan alam dikatakan efektif untuk dijadikan
pestisida nabati, apabila perlakuan dengan konsentrasi 50 g bahan tanaman per

liter air dapat mengakibatkan tingkat kematian 90%. Hal ini menunjukkan
apabila respon yang diamati dari pengaruh pemberian ekstrak kacang arbila hanya
terhadap mortalitas C. binotalis, maka dapat dikatakan bahwa ekstrak daun
pepaya cukup efektif.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari penjelasan tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
perlakuan terbaik pada pemberian ekstrak daun papaya dengan konsentrasi
2,5%. Penggunaan ektrak daun pepaya dalam mengendalikan C. binotalis
dapat dikatakan efektif karena dapat mematikan hampir 50%.
B. Saran
Adapun saran yang dapat kami sampaikan adalah:
1. Perlunya penelitian lebih lanjut terkait manfaat ekstrak daun pepaya
dalam mengendalikan C. binotalis.
2. perlunya kebijakan pemerintah terkait pemanfaaatan ekstrak daun pepaya
secara luas.
Perlunya sosialisasi hasil penelitian ini kepada masyarakat luas agar
dapat dimanfaatkan terutama oleh petani.

DAFTAR PUSTAKA
Haryanto, E., T. Suharti, dan E. Rahayu. 2001. Sawi dan Selada. Penebar
Swadaya. Jakarta. 117p.
Oka, IN. 1994. Penggunaan, Permasalahan, serta Prospek Pestisida Nabati dalam
Pengendalian Hama Terpadu. Dalam Sitepu, D., D. Wahid, S. Rusli, L.
Mustika, D. Wahyuno, dan M. Nurhayati (Eds). Prosiding Seminar Hasil

Penelitian dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Balitro. Bogor.


hal 222-229..
Pracaya. 2005. Kol alias Kubis. Penebar Swadaya. Jakarta. 70 hal Tarumingkeng,
R.C. 2001. Makalah Falsafah Sains. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Prijono, D. 1990. Analisis Data Uji Hayati hal. 63-81 dalam Bahan Pelatihan
pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian PHT
IPB. Bogor
Setiawati, W. 2000. Pengendalian Hama Kubis Plutella xylostella L. dan
Croccidolomia binotalis dengan Spinosad 25 SC serta Pengaruhnya
terhadap Parasitoid Diagegma semiclausum Helen. J. Hort. 10 (1) : 30-39
Sintia, M. 2006. Mengenal Pestisida Nabati Skala Rumah Tangga untuk
Mangendalikan Hama Tanaman. http://www.kebonkembang.com. diakses
pada tanggal 10 Februari 2009.
Sudjarwo. 2000. Penggunaan Pestisida oleh Petani Kubis di Wilayah Kabupaten
Banjarnegara. J. Agrin. 4(80) : 1-13.
Syahputra, E. 2001. Hutan Kalbar Sumber Pestisida Botani : dulu, kini dan kelak.
http://rundyct.250x.com/sem1_012/edi_syahputra.html. diakses tanggal 10
Februari 2009.
Tarumingkeng, R.C. 2001. Makalah Falsafah Sains. Penerbit IPB. Bogor.
Tri S, Y. 2008. Pestisida Nabati Mengamankan Produksi dan Lingkungan Hidup.
Lembar Informasi Pertanian. Tabloid Sinar Tani. Jakarta.
Watuguly dan T. Wilhelmus. 2007. Uji Toksisitas Bioinsektisida Ekstrak Biji
Mahkota Dewa (Phaleria papuana Warb.) Terhadap Mortalitas Nyamuk
Aedes aegypti Linn Di Laboratorium. http://www.adln.lib.unair.ac.id.
Diakses pada tanggal 10 Februari 2009.

DOKUMENTASI KEGIATAN

F. Personalia dan Jadwal Pelaksanaan


Personalia
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap

: Testi Kurnia Fitriani

b. NIM

: H 0606033

c. Fakultas/Program Studi

: Pertanian/ Teknologi Hasil Pertanian

d. Perguruan Tinggi

: Universitas Sebelas Maret Surakarta

e. Waktu untuk kegiatan PKM: 6 jam/minggu


2. Anggota Pelaksana 1
a. Nama Lengkap

: Siti Yuliana Fajarwati

b. NIM

: H 3505014

c. Fakultas/Program Studi

: Pertanian/ D3 Agrofarmaka

d. Perguruan Tinggi

: Universitas Sebelas Maret Surakarta

e. Waktu untuk kegiatan PKM: 6 jam/minggu


3. Anggota Pelaksana 2
a. Nama Lengkap

: Faqih Andy Maulana

b. NIM

: I 0105075

c. Fakultas/Program Studi

: Teknik/ Sipil

d. Perguruan Tinggi

: Universitas Sebelas Maret Surakarta

e. Waktu untuk kegiatan PKM: 6 jam/minggu


4. Anggota Pelaksana 3
a. Nama Lengkap

: Dewi Marufah

b. NIM

: H 0106006

c. Fakultas/Program Studi

: Pertanian/ Agronomi

d. Perguruan Tinggi

: Universitas Sebelas Maret Surakarta

e. Waktu untuk kegiatan PKM: 6 jam/minggu

Nama dan Biodata Dosen Pendamping


Nama Lengkap

: Dian Rachmawanti A, STP.MP

NIP

: 132 317 850

Pangkat/ Jabatan/ Gol

: Penata Muda/III A

Jenis Kelamin

: Pr

Bidang Keahlian

: Teknologi Pertanian

Nama Institusi

: Fakultas Pertanian Universitas Sebelas


Maret Surakarta

Alamat Kantor

: JL. Ir. Sutami 36 A Kentingan, Surakarta

Alamat Rumah

: JL. Melati 14/D 519, Fajar Indah, Surakarta

No. Telp.Genggam

: 0816 4582 686

G. Denah dan Lokasi Usaha


1. Nama UKM

: Es Krim Ceria

2. Alamat Lengkap

: Jl. KH. Masykur Gang Tejo 4 No. 73 Gendingan


Jebres

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA PELAKSANA


Nama Lengkap

: TESTI KURNIA FITRIANI

NIM

: H 0606033

Jenis Kelamin

: Pr

Tempat Tanggal Lahir : Bengkulu, 10 Januari 1988


Alamat Asal

: JL Unib Permai III No 6 Pematang Gubernur


Bengkulu 38125

Alamat Kost

: Jl. KH Masykur Gang Tejo 4 No.73 Gendingan, Jebres

No. Telpon

: 0856 6490 9998

Riwayat Organisasi

1. Bendahara Rohis SMAN 2 Bengkulu 2004-2005


2. Staff Pembinaan dan Kaderisasi HIMAGHITA 2007-2009
3. Staff Humas FUSI
4. Adminkeu DETEKSI KOPMA UNS
5. Manager Operasional PPWM KOPMA UNS
6. Staff Depkeu BEM FP UNS

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA PELAKSANA 1


Nama Lengkap

: SITI YULIANA FAJARWATI

NIM

: H 3505014

Jenis Kelamin

: Pr

Tempat Tanggal Lahir : Bogor, 29 Juli 1987


Alamat Asal

: Prokimad, Kembangsari, RT 38 RW X No.35,


Kec. Tengaran, Kab. Semarang 50775

Alamat Kost

: JL. Kartika No.10, Ngoresan Surakarta

No. Telpon

: 0856 4718 4525

Riwayat Organisasi

1. Anggota PMR SLTP I TENGARAN


2. Dewan adat Bantara SMAN I TENGARAN 2004-2005
3. Anggota Bidang Pelayanan Anggota HIMADIPTA FP UNS 05-06
4. Anggota redaksi KATERA KOPMA UNS 05-06
5. DEMA FP UNS 06-07
6. Assisten Public Relation KOPMA UNS 06-07
7. Anggota Pengawas KOPMA UNS 08-09

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA PELAKSANA 2


Nama Lengkap

: FAQIH ANDY MAULANA

NIM

: I 0105075

Jenis Kelamin

: LK

Tempat Tanggal Lahir : Surakarta, 2 Maret 1988


Alamat Asal

: Jl. Cakra No.12 Kauman, Surakarta

Alamat Kost

:-

No. Telpon

: 0856 4237 5005

Riwayat Organisasi

1. OSIS SMA I AL-ISLAM 2004-2005


2. Ikatan Keluarga Alumni SMA I AL-ISLAM
3. DEMA FT UNS 2008-2009
4. Remaja Masjid Al-Falah

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA PELAKSANA 3


Nama Lengkap

: DEWI MARUFAH

NIM

: H 0106006

Jenis Kelamin

: Pr

Tempat Tanggal Lahir : Jepara, 22 Maret 1988


Alamat Asal

: Purwogondo RT 06/01 Kalinyamatan, Jepara

Alamat Kost

: Gang Mendung IV No. 59 Jebres, Surakarta

No. Telpon

: 0856 4121 1993

Riwayat Organisasi

1. KPI SMA N I PELANGGAAN


2. KSI FP UNS periode 2008
3. Kopma UNS periode 2008
4. JN UKMI UNS periode 2008

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DOSEN PEMBIMBING


Nama

: Dian Rachmawanti A, STP.MP

NIP

: 132 317 850

Pangkat/Golongan

: Penata Muda/ III A

Nama Institusi

: Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret

Alamat Institusi

: JL. Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta

Alamat Rumah

: JL. Melati 14/ D 519, Fajar Indah, Surakarta

No. Telpon

: 0816 4582 686

Riwayat Pendidikan :
Macam Pendidikan
Teknologi Pertanian
Teknologi Pertanian

Tempat
Tahun
UGM
1997-2002
UGM
2003-2006

Titel
Bidang Ilmu
STP Teknologi Pangan
MP Ilmu&Teknologi
Pangan&Hasil
Pertanian

PENELITIAN
No
1

Tahun
2006

Judul Penelitian
Potensi Antioksidantif Ekstrak Kacang Panjang (Vigna
sinesis) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris) pada

2006

Tikus Diabetes Hiperkolesterolemik


Penilaian Warna Dan Tingkat Kesukaan Terhadap VCO

2006

dengan Berbagai Penambah Flavour


Kajian Keamanan Jamu Gendong di Surakarta dari

2007

Aspek Kimia dan Mikrobiologi


Kajian Kemunduran Mutu The Herbal Berpemanis
Stevia: Aktivitas Antioksidan dan sifat Sensoris

PENGABDIAN MASYARAKAT
No
1

Tahun
2006

Judul Penelitian
Penyuluhan Bahaya Formalin di Kelurahan
Danakusuman

2006

Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Di Kelurahan

2006

Danakusuman Kec. Serengan, Surakarta


Pelatihan Pembuatan VCO Di Desa Pijiharjo, Kec.

2006

Manyaran Wonogiri
Pelatihan Pembuatan Keripik Ceker dan Usus Di Desa

2007

Mbirit, Kec. Wedi Klaten


Pelatihan Pengolahan Buah-buahan Kerjasama THP

2007

UNS- LSM Gita Pertiwi-VSO di Solo


Pembentukan dan Pendampingan Unit Usaha Baru

5
6

Mix Nuts di Desa Pijiharjo, Kec. Manyaran,


7

2007

Wonogiri
Introduksi Alat Pengering dan model Pengemasan Teh
Celup herbal Berpemanis Alami Stevia Bagi UKM At-

2008

Tiin di Solo
Pelatihan Pengolahan Buah-buahan Bagi Kelompok
Usaha Tani Ibu di Kec Cawas Klaten Kerjasama UNSLSM Gita Pertiwi