Anda di halaman 1dari 62

Case Dengue

Fever

IDENTITAS

Identitas pasien
Nama: An. M. D
Tanggal lahir : 01 Juni 2004
Umur : 10 tahun 11 bulan 18 hari
Jenis kelamin : Laki-laki
Suku bangsa : Betawi
Agama : Islam
Pendidikan : SD kelas 4
Alamat : Jl. Warakas 4 gang 10 no 41 RT 0014/05.
Kelurahan : Warakas, Kecamatan : Tanjung
Priok, Jakarta Utara
Berat Badan : 45 kg
Tanggal masuk RS : 18 Juni 2015, jam 18.42 WIB

Identitas Orangtua
Nama Ayah : Tn. S
Umur : 49 tahun
Pendidikan terakhir : STM

Pekerjaan

: Wiraswasta

Alamat : Jl. Warakas 4


gang 10 no 41 RT
0014/05. Kelurahan :
Warakas, Kecamatan :
Tanjung Priok, Jakarta
Utara

Nama Ibu : Ny. J


Umur : 45 tahun
Pendidikan terakhir : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah
Tangga
Alamat : Jl. Warakas 4
gang 10 no 41 RT
0014/05. Kelurahan :
Warakas, Kecamatan :
Tanjung Priok, Jakarta
Utara

ANAMNESIS

Diambil dari: Autoanamnesis dan alloanamnesis


Tanggal anamnesis: 19 Mei 2015, jam 13.00 WIB
KELUHAN UTAMA:
Demam sejak hari sabtu pagi (4 hari SMRS)
KELUHAN TAMBAHAN:
Sakit kepala, mual, BAB mencret, pegal-pegal
seluruh tubuh


RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :
Pasien demam sejak 4 hari SMRS. Demam mendadak
tinggi dan naik turun sepanjang hari. Demam juga
tidak disertai dengan kejang.
Selain demam, pasien juga mengeluh mual, sakit
perut terutama di ulu hati, sakit kepala seperti
berdenyut di seluruh kepala, BAB mencret 3x, tidak
ada lendir, tidak ada darah dan seluruh badan terasa
pegal-pegal.
Keluhan muntah, batuk, pilek,sesak nafas dan
pendarahan spontan pun disangkal.


RIWAYAT PENYAKIT DAHULU :
Pasien
pernah
dirawat
di
rumah
sakit
sebelumnya dengan diagnosis DBD. Riwayat
asma, alergi makanan, obat disangkal. Riwayat
pendarahan yang sulit berhenti juga disangkal.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA :
Tidak ada anggota keluarga yang
keluhan yang sama.

memiliki


RIWAYAT SOSIAL PERSONAL :
Ayah pasien seorang wiraswasta dan ibu pasien
seorang ibu rumah tangga sehingga terkesan
keadaan sosial cukup dan hubungan orangtua
dengan anaknya terlihat sangat dekat.


RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN :
Kehamilan
Perawatan antenatal : teratur di bidan
Penyakit kehamilan : tidak ada
Kelahiran
Tempat kelahiran : Tempat praktik bidan
Penolong persalinan : Bidan
Cara persalinan : Spontan
Masa gestasi : 9 bulan


Keadaan bayi
Langsung menangis : positif
Berat badan lahir : 3500 gram
Panjang badan lahir : 50 cm
Lingkar kepala : tidak diketahui
Pucat/biru/kuning : tidak ada
Kelainan bawaan : tidak ada
Nilai APGAR
: tidak tahu
Kesan: Neonatus cukup bulan, sesuai masa
kehamilan


RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN :
Duduk : usia 7 bulan
Berdiri : usia 9 bulan
Berjalan : usia 12 bulan
Selanjutnya ibu pasien tidak mengingat kembali
namun ibu pasien mengatakan perkembangan
anaknya sesuai dengan anak seusianya.
Kesimpulan : Tumbuh kembang anak baik
sesuai dengan usianya


RIWAYAT IMUNISASI
Menurut ibu pasien, pasien telah
mendapatkan imunisasi lengkap sampai usia 9
bulan
Kesan: Imunisasi dasar lengkap


RIWAYAT NUTRISI :
Pasien mendapatkan ASI sejak lahir sampai
dengan usia 2 tahun. Usia 9 bulan, pasien
mendapat susu formula. Usia 1 sampai 1,5
tahun, pasien mulai makan bubur susu. Usia 1,5
sampai

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Umum
Keadaan umum :Tampak
sakit sedang
Kesadaran : Compos
mentis
TD : 100/60 mmHg
HR : 98 x/menit, regular,
teraba kuat angkat
RR : 30 x/menit
Suhu : 38,90C

Antropometri
Berat Badan: 45 kg
Tinggi Badan: 128 cm
Perhitungan status gizi:
BB/U= 45/36 =125%
(overweight)
TB/U=128/140 =90%
(tinggi baik)
BB/TB=45/26 = 173%
(obesitas)

PEMERIKSAAN
SISTEMATIS

Kepala
Kepala : normocephal
Rambut dan kulit kepala: rambut hitam,
distribusi merata, tidak mudah dicabut
Mata:
kedudukan
bola
mata
simetris,
konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
bulat isokor diameter 3 mm, refleks cahaya (+/
+),
edema
palpebra
(-/-),
perdarahan
konjungtiva (-/-), cekung ()
Telinga: bentuk normal


Hidung :bentuk normal, septum deviasi (-),
tanda epistaksis (-/-), sekret (-/-), nafas cuping
hidung (-)
Mulut : mukosa bibir kering, sianosis (-), gusi
berdarah (-), lidah kotor (-)
Tenggorokan : faring tidak hiperemis, non
eksudat, tonsil kanan dan kiri (T1-T1 tenang),
uvula di tengah dan tidak hiperemis


Leher : Trakea lurus di tengah, kelenjar getah bening dan
tiroid tidak teraba membesar dan tidak ada nyeri tekan
Thoraks
1. Paru
Inspeksi: bentuk dada normal, simetris dalam keadaan
statis dan dinamis, pernafasan abdominotorakal, retraksi
sela iga (-)
Palpasi: vokal fremitus kanan dan kiri sama kuat
Perkusi: sonor di kedua lapang paru
Auskultasi: suara napas vesikuler, wheezing (-/-), ronkhi
(-/-)


2. Jantung
Inspeksi: ictus cordis tidak terlihat
Palpasi: ictus cordis teraba pada intercostal 4 linea
midclavicular sinistra
Perkusi: Batas atas jantung di ICS II, linea
parasternal kiri.
Batas kiri jantung di ICS IV, linea midclavicula kiri.
Batas kanan jantung di ICS IV, linea sternal kanan.
Auskultasi: bunyi jantung I-II murni reguler, murmur
(-), gallop ()


3. Abdomen
Inspeksi: datar, gambaran pembuluh darah (-),
sikatrik (-)
Palpasi: supel, nyeri tekan epigastrium (+),
hepar dan lien tidak membesar, massa (-),
turgor baik
Perkusi: timpani
Auskultasi: bising usus (+) normal


Ekstremitas
Atas: akral hangat, CRT <3 detik, deformitas
(-), edema (-/-), sianosis (-)
Bawah: akral hangat, CRT <3 detik, deformitas
(-), edema (-/-), sianosis (-)
Tulang belakang: Tidak terdapat lordosis,
kifosis,maupun
skoliosis
Kulit: warna kulit sawo matang, petekie (-),
hematom (-), purpura (-), ikterik (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Rumple Leed Test (19


Juni 2015) : negatif
Laboratorium (19 Juni
2015, 12.03 WIB)
Darah Rutin
Hemoglobin 13,6 g/dl
Hematokrit 40,9 %
Leukosit 2.570 /mm3
Trombosit 83.000 /mm3

Kimia Klinik
SGOT (AST) : 85 U/L
SGPT (ALT) : 60 U/L

RINGKASAN

Seorang laki-laki, berusia 10 tahun 11 bulan 18 hari,


datang ke RSUD Koja dengan kehuhan demam tinggi
mendadak sejak 4 hari SMRS. Demam naik turun,
sepanjang hari. Mual (+), sakit perut terutama di ulu
hati (+), sakit kepala (+), pendarahan spontan (-),
alergi makanan dan obat (-).
Pemeriksaan fisik pada abdomen ditemukan nyeri
tekan epigastrium (+).
Pemeriksaan penunjang menunjukan leukopenia
2.570/mm3,
trombositopeni
83.000/mm3
dan
peningkatan SGOT (AST) 85 U/L, SGPT (ALT) 60 U/L.

DIAGNOSIS

Diagnosis Kerja:
Demam Dengue
Diagnosis Banding
Demam Berdarah Dengue
Demam cikungunya
Idiopatic Trombositopeni Purpura (ITP)
Demam Tifoid


Anjuran Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah rutin tiap 24 jam
Cek serologi Dengue
Non medikamentosa
Tirah baring
Monitor tanda klinis setiap hari: tanda syok, tanda
perdarahan.
Monitor laboratorium: kadar hematokrit dan
trombosit setiap hari.
Banyak minum sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari


Medikamentosa
IVFD Asering 120 ml/jam
Rantin 2x50 mg (I.V)
PCT 3x1 tab
Sanvit B 2x1 cth
Prognosis
Ad vitam : Ad bonam
Ad fungsionam : Ad bonam
Ad sanationam
: Ad bonam

Rabu, 20 Juni 2015


S: Demam (-) F.5, BAB cair dengan
ampas 2x, lendir (+), darah (-), sakit
kepala (+), batuk (-), pilek (-), sulit
makan dan minum.
O:
KU: tampak sakit sedang
Kesadaran: compos mentis
Nadi: 90x/mnt TD 110/60 mmHg
RR: 30 x/mnt S: 36,70C

Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Hidung: nafas cuping hidung (-),
epiktaksis (-)
Mulut : mukosa lembab, sianosis (-),
gusi berdarah (-), lidah kotor (-)
Leher
: kelenjar getah bening dan
tiroid membesar (-) dan nyeri tekan (-)
Pulmo : suara napas vesikuler, ronkhi
(-/-) dan wheezing (-/-)
Cor : BJ 1-II murni reguler, murmur (-),
gallop (-)

Abdomen: supel, bising usus (+)


normal, nyeri tekan epigastrik (+),
hepar dan lien tidak membesar
Ekstremitas: akral hangat, CRT <3
Kulit: ptekie (-), purpura (-),
hematom (-)
A:

Demam Dengue hari ke-5

P:
IVFD Asering 120 ml/jam
Rantin 2x50 mg (I.V)
PCT 3x1 tab
Sanvit B 2x1 cth

Jumat, 22 Juni
2015

S:
Demam (-) F.7, nyeri perut
epigastrium (-), mual (-), muntah (-),
lemas (-), nyeri kepala (-), badan
pegal (-), perdarahan spontan (-), BAB
belum sejak kemarin siang, BAK
normal, makan dan minum cukup
O:
KU: aktif
Kesadaran: compos mentis
Nadi: 120x/mnt TD 100/60 mmHg
RR: 36 x/mnt S: 37,20C
Hidung: epiktaksis (-)
Mulut: bibir dan gusi berdarah (-)
Ekstremitas: akral hangat, CRT <3
Kulit: ptekie (-), purpura (-), hematom
(-)
A:
Demam Dengue hari ke-7
P:
IVFD Asering 80 ml/jam
Rantin 2x50 mg (I.V)
PCT 3x1 tab
Sanvit B 2x1 cth

Sabtu, 23 Juni 2015


S: Demam (-) F.8, sakit kepala (-),
nyeri perut epigastrium (-), BAB
normal, mual (-), muntah (-), makan
dan minum cukup
O:
KU: tampak sakit ringan
Kesadaran: compos mentis
Nadi: 110x/mnt TD 110/60 mmHg
RR: 32 x/mnt S: 360C
Hidung: epiktaksis (-)
Mulut: bibir dan gusi berdarah (-)
Ekstremitas: akral hangat, CRT <3
Kulit: ptekie (-), purpura (-), hematom
(-)
A: Demam Dengue hari ke-8
P:
IVFD Asering 80 ml/jam
Rantin 2x50 mg (I.V)
PCT 3x1 tab
Sanvit B 2x1 cth

Laboratorium :
Darah Rutin :
Hb : 13,5 g/dl
Ht : 40,5 %
Leukosit
:
5.010/mm3
Trombosit : 67.000
/mm3


ANALISA KASUS

DEFINISI

Penyakit akibat infeksi virus dengue


yang ditularkan melalui gigitan nyamuk
Aedes Aegypty & Aedes Albopictus
betina dengan manifestasi klinis:
Demam
Nyeri otot /sendi
Lekopenia
Ruam

ETIOLOGI

Enveloped
ssRNA virus

Virus dengue, yang termasuk dalam genus


Flavivirus, keluarga Flaviviridae. Terdapat 4
serotipe virus tipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3,
dan DEN-4
Indonesia
DEN-3
merupakan
serotype
terbanyak.

Epidemiologi
Dengue adalah penyakit virus yang menyebar sangat cepat di dunia.
Dalam 50 tahun terakhir, insiden 30x lipat.
Diperkirakan 50 juta infeksi dengue terjadi setiap tahun dan sekitar 2,5 miliar orang hidup di negara-negara
endemik DBD

Dengue telah ada di Indonesia sejak abad ke -18


Pada masa itu infeksi virus dengue di Asia Tenggara hanya merupakan penyakit ringan
Tetapi sejak tahun 1952 dengue menimbulkan penyakit dgn manifestasi klinis berat
Pada tahun 1968 penyakit DBD dilaporkan di Surabaya dan Jakarta dengan jumlah
kematian yang sangat tinggi

Berdasarkan situasi di atas, terjadi tren yang terus meningkat


dari tahun 1968 sampai tahun 2009. Hal ini dapat disebabkan
oleh faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus
termasuk lemahnya upaya program pengendalian DBD

PATOFISIOLOGI

1997

2009

2011

Dengue fever

Dengue without
warning sign

Dengue fever

DHF grade I

Dengue with warning


sign

DHF grade I

DHF grade II

Severe dengue (severe DHF grade II


plasma leakage,
severe organ
involvement)

DHF grade III

DHF grade III

DHF grade IV

DHF grade IV
* Expanded dengue
syndrome
Adult management

Adult management

Klasifikasi WHO
Infeksi virus
dengue

asimtomatik

Undifferentiate
d fever
(sindrome
infeksi virus)

Tanpa
pendarahan

Simtomatik

Expanded
dengue
syndrome

Demam
dengue

Disertai
perdarahan

DBD dengan
Syok

Demam
berdarah
dengue disertai
perembesan
plasma

DBD tanpa
syok

World Health Organization. Comprehensive guidelines for prevention and control of dengue
and dengue haemorrhagic fever. Revised and expanded edition. India : WHO, 2011

PER
JAL
ANA
N
PEN
YAKI
T

Derajat
DBD

MANIFESTASI KLINIS

Diagnosis
DBD

Pemeriksaan
Penunjang

1. Laboratorium
Leukosit
: dapat normal atau menurun
Trombosit
: trombositopenia hari 3-8
Hematokrit
: >20% dari nilai awal mulai hari ke 3

Hemoglobin : naik >14%


Limfosit plasma biru : meningkat >= 4%
2 . Imunoserologi

IgG IgM

60-90 hari

mulai hari ke 3-5. minggu 3. hilang setelah

Pemeriksaan Penunjang...
NS1 (Non struktural-1 dengue)
Muncul sehari setelah demam, tidak terditeksi setelah hari ke 5-6
Sensitif pada inveksi DENV-1 dan DENV-3 tapi kurang pada DENV-2 (oleh adanya respon IgG dan viremia yg
rendah)

PENGKAJIAN

Pada kasus ini berdasarkan kriteria WHO


(ditemukan demam tinggi mendadak dengan 2
gejala penyerta yaitu nyeri kepala, nyeri otot
dan tulang serta leukopeni, tanpa tanda
kebocoran plasma) maka pasien didiagnosis
dengan Demam Dengue.

Penatalaksanaan

Volume Replacement Therapy

Crystalloids

Colloids

Lactated Ringers
Normal Saline

Albumin
PPL

Gelatin
solutions

Dextran
solutions

HES
solutions

Prinsip umum terapi cairan pada DBD

Kristaloid isotonik harus digunakan selama


masa kritis.
Cairan koloid digunakan pada pasien dengan
perembesan plasma hebat, dan tidak ada
respon pada minimal volume cairan kristaloid
yang diberikan.
Volume cairan rumatan + dehidrasi 5% harus
diberikan untuk menjaga volume dan cairan
intravaskular yang adekuat.

Volume
replacement flow
chart for patients
O2 dgn face mask / nasal
terapi cept kristaloid 10mg/kg/hari dalam 1
with DSS
jam
TTV tidak stabil
urine output menurun
tanda-tanda syok

Tidak membaik

Membaik
kristaloid 10mg/kg/hari
turun jadi
7,5,3,1.5ml/kg/hari

Membaik terus

Cek ABCD dan koreksi

Ht meningkat

Ht menurun
Transfusi darah 10ml/kg/hari
whole blood 10ml/kg/hari
packed red cell 5 ml/kg

Koloid iv (dextran
40)

Hentikan terapi iv 24-48 jam

Sumber:World Health Organization-South East Asia Regional Office.


Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and
Dengue Hemorrhagic Fever. India: WHO; 2011dengan modifikasi

membaik

kristaloid 10mg/kg/hari turun


jadi 7,5,3,1.5ml/kg/hari dan
hentikan terapi iv 24-48 jam

Prinsip umum

Transfusi suspensi trombosit pada trombositopenia


untuk profilaksis tidak dianjurkan
Pemeriksaan laboratorium baik pada kasus syok
maupun non syok saat tidak ada perbaikan klinis
walaupun penggantian volume sudah cukup, maka
perhatikan ABCS yang terdiri dari:

A Acidosis: gas darah,


B Bleeding: hematokrit,
C Calsium: elektrolit, Ca++ dan
S Sugar: gula darah (dekstrostik)

Penatalaksaan

Tidak ada terapi yang spesifik untuk DBD.


Prinsip terapi utama terapi suportif.
Pemeliharaan cairan sirkulasi merupakan hal terpenting
Menurut WHO 2009 dibagi 3 kategori:

rawat jalan (kelompok A),


membutuhkan penanganan di rumah sakit/rawat inap
(kelompok B),
membutuhkan penanganan emergensi atau urgensi (kelompok
C).

GRUP A

Kriteria:
Dapat mentoleransi cairan oral secara adekuat
Dapat BAK minimal 6 jam sekali
Tidak ada tanda peringatan
Hal yang dimonitor:
Hematokrit, trombosit, pola suhu badan, jumlah cairan
masuk dan keluar, jumlah urin, tanda peringatan, tanda
kebocoran plasma dan perdarahan

GRUP B

Pasien membutuhkan perawatan di RS


Pasien dengan tanda peringatan, pasien
dalam keadaan khusus: kehamilan, bayi, usia
tua, obesitas, diabetes millitus, dan gagal
ginjal serta kondisi sosial tertentu
Terapi cairan
5-7ml/jam/KgBB 1-2 jam
3-5 ml/jam/KgBB 2-4 jam
2-3 ml/jam/KgBB

GRUP C

Memerlukan perawatan emergensi saat


memasuki fase kritis dan menunjukan tandatanda infeksi dengue berat
Kebocoran plasma berat yang menyebabkann syok
dan atau akumulasi cairan dengan distres nafas
Perdarahan hebat
Gangguan organ (kerusakan hepar, ginjal,
karfiomiopati,ensefalopati atau ensefalitis)

Indikasi
Pulang
Pasien DBD

Bebas demam minimal 24 jam tanpa menggunakan


antipiretik
Nafsu makan telah kembali
Perbaikan klinis, tidak ada demam, tidak ada distres
pernafasan, dan nadi teratur
Diuresis baik
Minimum 2-3 hari setelah sembuh dari syok
Tidak ada kegawatan napas karena efusi pleura, tidak ada
asites
Trombosit >50.000 /mm3.

Different Diagnosis

Demam Berdarah Dengue


Demam Cikungunya
Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP)
Demam Tifoid

PROGNOSIS

Tergantung tingkat keparahan dan


komplikasi yang muncul
Kematian sering terjadi jika terdapat
perdarahan yang berat, syok yang tidak
teratasi, efusi pleura, asites yang berat
dan kejang.

PEN
CEG
AHA
N

Drag picture to placeho


holder or
e
lder or
c
la
p
o
t
e
r
u
t
click icon to add
Drag pic
dd
click icon to a

Terima kasih