Anda di halaman 1dari 34

BRONKOPNEUMONIA,

CEREBRAL PALSY DAN


GIZI BURUK
PADA ANAK
AZRINA ARIF HARAHAP
1307101030166
Pembimbing
Dr. dr. Bakhtiar, Sp.A, M.Kes

PENDAHULUAN

Pneumonia merupakan penyakit peradangan


akut pada paru yang disebabkan oleh infeksi
mikroorganisme
dan
sebagian
kecil
disebabkan oleh penyebab non-infeksi yang
akan menimbulkan konsolidasi jaringan paru
dan gangguan pertukaran gas setempat
30% pada anak-anak < 5 tahun
13% dari seluruh penyakit infeksi pada anak <
2 tahun
7,1% anak dengan pneumonia di antara 2035
pasien rawat inap di RSUDZA

Cerebral palsy merupakan suatu gangguan


atau kelainan yang terjadi pada suatu kurun
waktu dalam perkembangan anak, di dalam
susunan saraf pusat, bersifat kronik dan tidak
progresif akibat kelainan atau cacat pada
jaringan
otak
yang
belum
selesai
pertumbuhannya.

Gizi buruk merupakan status kondisi


seseorang yang kekurangan nutrisi, atau
nutrisinya di bawah standar rata-rata .

Kejadian gizi buruk pada balita masih


tinggi. Indonesia masuk dalam posisi
nomor 3 di dunia.

IDENTITAS PASIEN
Nama : Satria Rahman
CM : 0-98-58-92
Umur : 8 tahun 10 bulan
Tanggal lahir : 13 Juni 2006
Jenis kelamin : laki-laki
Suku : Aceh
Agama : Islam
Alamat : Leung Bata, Kota Banda
Aceh
Tanggal masuk : 03 Maret 2015
Tanggal keluar : 08 Maret 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Sesak nafas
Keluhan Tambahan
Batuk, demam, muntah dan nafsu makan
menurun.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dibawa oleh orang tuanya ke IGD
RSUDZA dengan keluhan sesak nafas. Sesak nafas
dirasakan sejak 3 hari sebelum masuk rumah
sakit. Sesak nafas hilang timbul. Sesak nafas
memberat saat batuk , dan ringan jika tidur
dengan
kepala lebih ditinggikan . Ibu pasien juga
mengeluhkan pasien batuk sejak 1 minggu yang
lalu.
Batuk semakin hari semakin memberat.
Batuk dirasakan berdahak dan seperti sulit untuk
dikeluarkan.

Ibu pasien juga mengeluhkan pasien demam


sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit.
Demam timbul mendadak dan bersifat naik
turun, demam turun dengan obat penurun
panas. Pasien tidak menggigil dan berkeringat
pada malam hari. Menurut pengakuan ibu
pasien, pasien mengalami muntah sejak 3 hari
sebelum masuk rumah sakit sehingga nafsu
makan pasien menurun. Buang air kecil (BAK)
dan buang air besar (BAB) tidak ada keluhan.
Pasien juga telah didiagnosa dengan Cerebral
Palsy sebelumnya.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien pernah mengalami keluhan yang sama
sebelumnya
Riwayat Penyakit Keluarga
Kakak pasien mengalami keluhan yang sama dengan pasien
(Cerebral Palsy + Bronkopneumonia)
Riwayat Pemakaian Obat
Pasien telah diberikan obat paracetamol syrup dan obat
batuk.
Riwayat Kehamilan Ibu Pasien
Ibu pasien tidak pernah ANC sewaktu hamil, riwayat
trauma tidak ada, riwayat mengkonsumsi obat-obatan
selama hamil disangkal.

Riwayat Persalinan Ibu Pasien


Pasien merupakan anak ketiga, laki-laki lahir
secara pervaginam di bidan. Berat badan lahir
3500 gram, dengan usia kehamilan cukup bulan.
Riwayat persalinan lama (-)
Riwayat demam saat persalinan (+)
Riwayat air ketuban keruh (+)
Riwayat Imunisasi
Imunisasi tidak lengkap

Riwayat Pemberian Makan


0 6 bulan
: ASI
6 bulan 11 bulan : ASI + MP-ASI
11 bulan- sekarang : makanan keluarga

VITAL SIGN
Keadaan Umum
Kesadaran
Heart rate
Respiratory rate
Temperatur

: Sakit ringan-sedang
: Compos Mentis
: 96 kali / menit
: 32 kali/ menit
: 37,8C

DATA ANTROPOMETRI
Berat badan lahir
: 3,5 kg
Berat badan sekarang : 10 kg
Tinggi badan
: 107 cm

STATUS GIZI
BB/U
: <P5
TB/U
: <P5
BB/TB
: <P5
Kesan Status Gizi : Gizi Buruk
Kebutuhan Cairan
:1000 cc/hari
Kebutuhan Kalori : 512 kkal/hari 640 kkal/hari
Kebutuhan Protein : 6,4 gr/hari 9,6 gr/hari

Pemeriksaan fisik
Normochephali
Wajah edema (-)
Normotia, serumen
(-/-),
NCH (+),
sekret (-)

Bibir lembab (+),


sianosis (-),
pemb.KGB (-)

Soepel, shifting
dullness (-),
peristaltik (+)
Edema
skrotum (-/-)

edema palpebrae
(-/-), konjungtiva
pucat (-/-), dolls eye
movement (+)

Simetris, ves (+/


+),
rh (+/+), wh
(-/-), retraksi (+)
BJ I> BJ II
Reg
Bising (-)
Ikterik (-/-), Edema
(-/-),
sianosis (-/-)
akral hangat, CRT <2,

EKSTREMITAS
Penilaian

Superior
Kanan
Kiri

Inferior
Kanan
Kiri

Sianosis

Negatif

Negatif

Negatif

Negatif

Edema

Negatif

Negatif

Negatif

Negatif

Gerakan

Lemah

Lemah

Lemah

Lemah

Kekuatan

Tonus otot

Hipotonus

Hipotonus

Hipotonus

Hipotonus

Atrofi

Negatif

Negatif

Negatif

Negatif

Pucat

Negatif

Negatif

Negatif

Negatif

STATUS NEUROLOGIS
GCS
Mata

: E4M 6V 5
: bulat , pupil isokor, RCL
(+/+), RCTL (+/+)
TRM
: kaku kuduk (-)
Ekstremitas : spastik (+)
Reflek fisiologis : normorefleks
Reflek patologis : Babinski (+)
Sensorik
: Dalam batas normal
otonom
: Dalam batas normal

LABORATORIUM
Pemeriksaan
Laboratorium
Darah Rutin
Hb
Ht
Leukosit
Eritrosit
Trombosit
Hitung Jenis
Eosinofil
Basofil
Netrofil segmen
Limfosit
Monosit
Elektrolit
Natrium
Kalium
Klorida
Diabetes
Gula Darah Sewaktu

Hasil

Nilai Normal

12,1 gr/dl
38 %
13.700/mm3
4,8 106 /L
302.000/ mm3

17.r/dl
45-55 %
4.500-10.500/mm3
4,7-6,1 jt/ L
150.000-450.000/mm3

1%
0%
80 %
16 %
4%

0-6 %
0-2 %
50-70 %
20-40 %
2-8 %

145 mmol/L
4,5 mmol/L
110 mmol/L

135-145 mmol/L
3,5-4,5 mmol/L
90-110 mmol/L

96 gr/dl

<200 gr/dl

FOTO THORAKS

Cor
Pulmo

: Besar dan bentuk normal


: Tampak Patchy infiltrate di parahiler kanan dan kiri
Sinus phrenicocostalis kanan dan kiri tajam
Kesimpulan : Bronchopneumonia

DIAGNOSA BANDING
1. Bronkopneumonia + Cerebral Palsy + Gizi buruk
2. Bronkiolitis + Cerebral Palsy + Gizi buruk
3. Asma + Cerebral Palsy + Gizi Buruk
Diagnosa kerja
Bronkopneumonia + Cerebral Palsy + Gizi buruk

PENATALAKSANAAN
02 2 L/I dengan nasal kanul
IVFD 2:1 20 gtt/i makro
Inj. Ceftriaxone 500 mg/12 jam
Paracetamol syr 3x1 cth
Nebule ventolin respul + NaCl 0,9 % 0,5 cc /6 jam

BRONKOPNEUMONIA

Peradangan pada parenkim paru, dimana proses


peradangannya ini menyebar membentuk bercak-bercak
infiltrat yang berlokasi di alveoli paru dan dapat pula
melibatkan bronkiolus.

Penegakan diagnosis :
-Infeksi traktus respiratoris bagian atas, demam mendadak.
-Nafas cepat dan dangkal disertai pernafasan cuping hidung
-Sianosis sekitar hidung dan mulut
-Batuk (Kering menjadi produktif)
-Pada pemeriksaan fisik : NCH, takipneu, dispneu, retraksi
intercostal, subcostal, suara merintih (grunting), serta
didapatkan ronki kering (crakles).
-Pemeriksaan penunjang : laboratorium dan foto thorax

Anamnesis dan Pemeriksaan


fisik

.L .nafas, nafas cuping


Sesak
hidung & penggunaan otot
bantu nafas.

Analisa Kasus
Sesak nafas terjadi akibat adanya
gangguan komponen volume dari
ventilasi akibat adanya kerusakan
pada parenkim paru. Hal ini
mengakibatkan tubuh melakukan
kompensasi dengan meningkatkan
volume
tidal
dan
frekuensi
pernafasan yang secara klinis
terlihat takipne dan dispnea serta
nafas cuping hidung dengan tanda
inspiratory effort.

Penggunaan otot bantu nafas


menandakan adanya obstruksi
saluran nafas.

Anamnesis dan Pemeriksaan


fisik
Demam, Batuk

Analisa Kasus
Bronkopneumonia biasanya didahului
oleh infeksi traktus respiratoris bagian
atas selama beberapa hari yaitu
demam naik mendadak (39-40C).
Batuk merupakan refleks pertahanan
yang timbul akibat iritasi percabangan
trakeobronkial untuk membersihkan
saluran nafas bagian bawah. Batuk
mula-mula kering menjadi produktif.
Rangsangan yang menimbulkan batuk
adalah rangsangan mekanik, kimia, dan
peradangan. Setiap proses peradangan
saluran nafas dengan atau tanpa
eksudat dapat menimbulkan batuk.

Anamnesis dan Pemeriksaan


fisik
Nafsu makan menurun

Analisa Kasus
Penyakit infeksi dapat menyebabkan
anoreksia pada anak. Anoreksia dan
sesak nafas dapat menyebabkan
masalah makan pada anak. Pada anak
yang
tidak
cukupnya
konsumsi
makanan akan menyebabkan turunnya
berat badan, pertumbuhan terhambat,
dan menurunnya
imunitas, yang
akhirnya dapat dampak pada gizi
buruk. Pada anak dengan gizi buruk
akan menyebabkan anak mudah
terserang bronkopneumonia karena
faktor daya tahan tubuh yang lemah.

Penatalaksanaan
Ceftriaxone

Analisa
Ceftriaxone
merupakan
antibiotik
golongan sefalosporin berspektrum luas
yang efektif pada kuman aerob.
Antibiotik ini sesuai digunakan untuk
terapi pneumonia karena spektrum
kerjanya yang luas. Pada umumnya
antibiotik pada pneumonia diberikan
dalam 5-10 hari namun dapat sampai
14 hari. Pedoman lain pemberian
antibiotik sampai 2-3 hari bebas
demam.

Penatalaksanaan
nebule ventoline respul +
NaCl 0,9% 0,5 cc

Analisa
Ambroxol diberikan untuk mengurangi
batuk, serta nebule Ventolin respul +
NaCl 0,9% 0,5 cc. pemberian nebule ini
dilakukan untuk melebarkan jalan
nafas dengan cara mengeluarkan
secret agar pasien mudah bernafas dan
mengurangi sesak pasien

CEREBRAL PALSY
Cerebral Palsy merupakan beberapa kondisi
yang erat kaitannya dengan defisit sistem saraf
pusat yang bersifat tidak progresif dan didapat
pada awal kehidupan.
Cerebral Palsy bersifat permanen tetapi tidak
mengubah kerusakan neurodevelopmental
yang disebabkan kecacatan atau kerusakan
yang bersifat tidak progresif dalam satu atau
beberapa lokasi di otak yang immature. Secara
umum, kondisi ini tidak akan memburuk pada
usia selanjutnya

Anamnesis dan Pemeriksaan


Fisik
Spastik

Analisa
Pada pasien spastik yang dialami adlah
spastik
quadriplegia.
Spastis
quadriplegia tidak hanya menyerang
ekstremitas
atas,
tetapi
juga
ekstremitas bawah dan juga terjadi
keterbatasan (paucity) pada tungkai

Anamnesis dan Pemeriksaan


Fisik
Kemampuan pasien
beraktivitas

Analisa
Tidak
ada
kemampuan
untuk
menggerakkan tangan atau kaki,
kebutuhan hidup yang vital (makan dan
minum) tergantung pada orang lain.
Tidak dapat berkomunikasi, tidak
dapat ambulasi, kontak kejiwaan dan
rasa keindahan tidak ada

GIZI BURUK
Gizi buruk merupakan status kondisi
seseorang yang kekurangan nutrisi, atau
nutrisinya di bawah standar rata-rata.
Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses
terjadinya kekurangan gizi menahun. Status
gizi buruk terbagi menjadi tiga, yaitu gizi
buruk
karena
kekurangan
protein
(kwashiorkor),
karena
kekurangan
karbohidrat atau kalori (marasmus), dan
kekurangan kedua-duanya

Kasus Gizi Buruk


Nafsu makan menurun,
Tampak sangat kurus, tidak
adanya jaringan lemak
dibawah kulit, IMT/U < -3 SD

Analisa Kasus
Gizi buruk pada kasus ini dapat
ditegakkan dengan ditemukan
beberpa kriteria :
- Anak tampak sangat kurus
-Tidak mepunyai jaringan lemak
bawah kulit
-Tulang iga terlihat jelas, dengan
atau tanpa udema
-IMT/U <-3SD.

TATALAKSANA

TERIMA KASIH