Anda di halaman 1dari 13

ELEMEN MESIN

II
BANTALAN ( BEARING)

Bantalan (bearing) adalah bagian mesin yang dipasang pada poros agar operasi poros
menjadi lancar , dan berfungsi untuk menurunkan gesekan poros.
Macam bantalan
A. BANTALAN LUNCUR (JOURNAL BEARING)
Bantalan luncur biasa disebut bushing merupakan bentuk tabung yang berfungsi sebagai
bantalan.
Macam bantalan luncur dibedakan menjadi bantalan Radial dan bantalan Axial.
*Bantalan Radial :
Adalah bantalan yang khusus menahan gaya yang tegak lurus sumbu poros.(beban
radial).
Hal hal yang penting dalam perencanaan bantalan radial
Mampu menahan gaya radial yang tinggi.
Biasanya dipakai untuk bantalan pada poros engkol, bantalan ini harus terdiri dari dua
belahan yang merupakan bagian dari bentuk tabung silinder.
Kemampuan menyerap panas dan melepas /membuang panas tinggi.
Mudah dalam pembuatan dengan kehalusan tinggi.dll.
Bantalan luncur mempunyai sifat khusus antara lain:
1. Mempunyai kekuatan cukup
2. Dapat menyesuaikan diri pada lenturan poros yang kecil
3. Mempunyai sifat anti las (tidak dapat menempel)pada poros
4. Tahan karat
5. Tahan aus
6. Murah harganya
7. Tidak terpengaruh suhu karena timbulnya panas.
Bahan untuk bantalan luncur antara lain:
1. Babbit metal
Tekanan maksimal pada proyeksi luasan bantalan yaitu 70 140 kg/cm2.Apabila
diaplikasikan pada auto mobil, biasanya babbit dipakai sebagai lapisan tipis setebal
0.05 0.15 mm dan dilapiskan pada baja. Komposisi babbit metal antara lain:
a. Bahan dasar timah : 90% tin,4,5% Cu, 5% antimon,0.5 % lead
b. Bahan dasar lead :84% lead, 6% tin, 9.5% antimon, 0.5 % Cu
2. Bronze
Yaitu campuran antara Cu, tin, Zn, biasa dipakai dalam permesinan yang dilapiskan
pada bahan lain. Untuk bantalan yang menerima tekanan tinggi ( P< 100 kg/cm2)
dan kecepatan tinggi biasanya 88% Cu, 10% tin, 2% Zn, untuk bantalan dengan
tekanan sangat tinggi (100 P 140 kg/cm2 ) biasanya 80% Cu, 10 % tin, 9%
lead.
3. Cast iron

Biasanya dipakai untuk menumpu poros baja (journal baja). Tekanan bantalan
sampai 35 kg/cm2 dan kecepatan 40 m/menit
4. Non metalik bearing
Misalnya: rubber (karet),kayu,plastic
Perhitungan kekuatan / perencanaan
Bantalan luncur sering juga disebut sebagai journal bearing. Dalam perencanaan
bantalan luncur kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. : koefisien gesek antara elemen yang bersinggungan
2. z : viskositas absolut bahan pelumas (centipoise)
3. n : kecepatan journal (rpm).
4. p : Tekanan bantalan pada luasan proyeksi (kg/cm2)
= gaya radial
d x l
5. d : diameter journal (cm)
6. l: panjang journal (cm)
7. c : jarak clearance antara diameter poros dan diameter dalam bantalan (cm)
Dari rumus empiris kita dapatkan :
=

33

zn

1010

+k

=(33/1010) (zn/p) (d/c) + k....coba untuk soal nanti,kanan = 0,009...kiri = 0,007


k = faktor koreksi
= 0,002 untuk (l/d) = 0,75 2,8 diperlukan tabel dari buku Sularso.
Dipertimbangkan untuk menjaga agar tidak terjadi kontak antara bantalan dan poros maka
bantalan tidak dioperasikan pada k = (zn/p)
Dimana k disebut bearing modulus. Sebab dalam kondisi ini pengurangan sedikit saja
kecepatan atau perubahan tekanan ( penambahan ) akan menyebabkan journal akan
mengadakan kontak dengan poros. Hal ini akan menimbulkan gesekan yang tinggi dan panas.
Untuk mengatasi hal ini maka bantalan direncanakan : 3k = (zn/p)
Apabila bantalan diutamakan untuk beban berubah yang tinggi ( large fluktuaction load ) dan
impact berat maka : 15k = (zn/p)
Boundry lubrication : daerah operasi yang menyebabkan timbulnya batas pelumasan
( putus-putus )
Partial lubrication : pelumasan sebagian / pelumasan tidak sempurna.
Film lubrication : daerah yang menyebabkan timbulnya lapisan pelumas yang merata di
seluruh permukaan (perlumasan sempurna).
Catatan :
1. Tekanan pada lapisan minyak yang terputus-putus menyebabkan mulai terjadinya
kontak antara logam / antara poros dan bantalan. Hal ini disebut tekanan kritis /
tekanan operasi minimal. Dalam hal ini besarnya tekanan (p) di dapat dari rumus
empiris :
p = (zn/ 475.106) (d/c)2 (l/ d+l)

2. Untuk maksud maksud perencanaan dianjurkan rumus :


(zn/p)(d/c)2 = 1,43.109
Harga ini disebut angka somefeld.
3. Clearance di dalam perencanaan industri mesin adalah c = 0,025 mm tiap cm dari
diameter journal.
Ketebalan minimal dari lapisan minyak = (c/4) mm
Sedangkan harga (c/d) dapat dilihat dari tabel.
Diameter dalam bantalan luncur = d + 2c
Panas yang dibangkitkan dalam journal bearing.(Hg) = heat generated
Panas yang timbul pada bantalan luncur pada pelumas sempurna disebabkan oleh gesekan
antara minyak pelumas dan bagian yang berputar.
Hg = F v (kg.m/menit) = daya yang hilang menjadi panas...........= watt;
1 Hp =75 kgm/det., 1 Hp=736 w.
= ( F v/J)
kkal/menit
= ( F v/ 427)
kkal/menit
Dimana :
Hg = Heat generated / panas yang dibangkitkan
F = Beban pada bantalan (kg)
= p ( 1 x d ) ....el kali d
v = Kecepatan keliling journal = (. d. n/ 1000) ..(m/menit)
d = Diameter journal dalam mm
n = kecepatan journal dalam Rpm
J = angka konversi dari kg.m menjadi kkal
1 kg.m= (1/ 427) kkal
Setelah keseimbangan panas tecapai, panas akan dirambatkan atau dipindahkan pada
permukaan luar dari bantalan pada kecepatan yang sama seperti pada pembangkitan yang
sama dalam lapisan pelumas.
Jumlah panas yang dipindahkan tergantung pada suhu sekitar, ukuran, dan masa permukaan
yang memancarkan panas dan jumlah udara yang bersirkulasi disekitar bantalan.
Hd=C.A. (Tb-Ta) kkal/min
Dimana:
Hd = Heat dissipated (panas yang dipindahkan) kkal/min
C = Koefisien perambatan panas dari bahan kkal/min atau cm2/c(kenaikan tiap derajad
celcius pada luasan 1 cm2)
A = Proyeksi luasan bantalan cm
Tb = Suhu permukaan bantalan c
Ta = Suhu udara di sekitar bantalan
Harga C didapatkan dari percobaan O lasche yang tergantung pada tipe bearing, jenis
ventilasi, dan selisih suhu.
Untuk Logam : C = 0.0002 0.0006 (tanpa ventilasi)
C = 0.0007 0.002 (dengan ventilasi)

Dari percobaan, juga didapatkan bahwa suhu bantalan kira-kira terletak di tengah-tengah,
antara suhu udara luar (ta) dan suhu minyak pelumas (to). Sehingga didapatkan
Tb-Ta = 0.5 (to - ta)
Untuk perencanaan yang baik diusahakan suhu lapisan pelumas tidak lebih dari 60C yaitu
26.5C <to< 60C. Suhu boleh sampai 82C khusus untuk harga maksimal, seperti pada
instalasi turbin uap.
Kiri p = 17,78 > batasan p=14, maka l/d = 1 tdk memenuhi sayarat, sehingga l/d = 1,5
(direncanakan). p= 11,85.............ok zn/p = 1594,94 <28000k kanan p = 8,89 okmemenuhi
syarat maka zn/p = 21x900/8,89 = 2125,98 < 2800(tabel).20Mei14 2 C.
Contoh soal:
Rencanakan journal bearing untuk centrifugal pump dari data berikut:
Beban pada journal
= 4000 kg......(F)
Diameter dalam journal
= 15 cm.........( d)
Kecepatan
= 900 Rpm....(n)
Suhu udara disekitar
=15,5c..........(ta)
Pemakaian pelumas
Suhu minyak pelumas

= SAE 10.
= 50c.

Suhu operasi yang diizinkan

= 500c.

Penyelesaian : jangan dicatat.


a.Dari tabel untuk centrifugal pump disebutkan bahwa:
(l/d) = 1 s/d 2......untuk l/d =
Untuk d = 15 cm untuk l /d = 1maka l = 30 cm .
b.tekanan bantalan p = F/lxd = 4000/(.. x15) = kg/cm2. dari tabel p=7s/d14 berarti
perencanaan memenuhi syarat.
Kiri: untuk l/d = 1 n.ok p = 17,7
Kanan : untuk l/d = 1,5 ok p = 11,8 ok dipakai acuan.
Untuk l/d = 1,75 maka p = 10,16 ok.
c. untuk suhu operasi 500C , SAE 10 memiliki kekentalan Z = 21 (lihat tabel)
untuk p = , zn/p = 21x900/ ... = .1394....
, dari tabel zn/p = 2800 ok/tdk
d. dari tabel c/d = 0,001.
=(33/1010) (zn/p) (d/c) + k
=(33/1010) (1601,7)(1000) + 0,002 =
e. Hg =( F v/ 427)
kkal/menit =
= (0,0073x4000x(3,14x15x900/100) = kg m/min ,...
/427) =...... kkal/menit
..67,88
Daya yang hilang menjadi panas adalah.
= .......... kg m/min= ............ kgm/det = ........ Hp = .......... Watt.
f. Hd = C.A. (Tb-Ta)
A= l x d

kkal/min C = 0,002, Tb-Ta = 0,5(50-15,5)=

..

dengan ventilasi C= 0,0007 s/d 0,002


= (0,0007 s/d 0,002).15x22,5x0,5x(50-15,5) = (4,07 s/d 11,65) kkal/menit.
*Bantalan axial
Adalah bantalan yang khusus menahan gaya yang sejajar sumbu poros.(beban axial).
Bantalan axial pada bantalan luncur disebut juga dengan bantalan tekan.
Bantalan tekan dipakai untuk menjaga atau menyangga poros yang diutamakan untuk beban
yang bekerja sepanjang atau sejajar sumbu poros(gaya aksial).
Bantalan ini umumnya dipakai didalam perencanaan poros turbin (jenis kaplan) dan
poros baling-baling.
Bantalan ini ada dua macam, yaitu:
- Bantalan putar/ bantalan telapak (foot step or pivot bearing)
- Bantalan kerah (collar bearing)
a. Bantalan putar
Bantalan putar yang paling sederhana, cocok untuk menumpu poros dengan kecepatan rendah
dan beban ringan. Apabila poros tidak terbuat dari baja, maka ujung poros harus diberi
lapisan baja. Keliling poros dilindungi oleh semacam tabung yang dibuat menjadi satu
dengan bantalan putar seperti pada gambar.?? Gambar a menunjukan bahwa bagian bantalan
ada yang masuk pada ujungn poros yang berlubang,sedangkan gambar b poros menekan pada
bantalan yang terdiri dari lapisan piringan (a pile of disc)

GAMBAR
Yang kedua ini yang praktis dipakai dengan lapisan yang beraneka ragam (berselang-seling)
antara baja dan bronze, tetapi sulit dalam pemberian pelumasan karena adanya gaya
sentrifugal menyebabkan pelumas terlempar keluar dari pusat lingkaran putar.
Perhitungan kekuatan/ perencanaan
Lihat perencanaan coupling plat untuk luas bidang geser adalah R, maka kita dapatkan:
Rumus umum untuk poros pejal:
p = Fax/. R (tekanan bantalan)
Mt = 2/3..Fax.R
( momen torsi)
1. Untuk jenis poros dengan ujung berlubang (counter bearing of the shaft)
rumus :p = Fax/.(R-r)
Mt=(2/3..Fax). {(R3-r3)/(R-r)}
2. Tekanan bantalan izin untuk bantalan putar, adalah:
*Untuk kecepatan yang sudah ada gesekan (1560 m/min)
p x v < 420
* Kecepatan karena gesekan > 60 m/min tekanan bantalan p<7 kg/cm
*Intermitted service (service yang terus-menerus)tekanan bisa sampai 105 kg/cm2
* Kecepatan sangat rendah p=140 kg/cm

3. Koefisien gesek = 0.015


4. Daya yang hilang karena gesekan.
* Rumus menurut Khurmi diuraikan menjadi
Mt=(30000.P)/( .n)..N.mm .Faizin dan Sugiyono halaman
Mt= 2/3..Fax.R,
P = daya yang hilang (Watt.)
Fax= gaya aksial
(N)
R = radius bidang gesek (mm)
* Rumus menurut Sularso.
P = (2..n.Mt)/4500.Hp, Mt=4500 P/(2..n )
Dimana:
Mt: momen torsi karena gaya gesek
= 2/3 Fax R ..................kg.m
n = putaran......................Rpm
4500: faktor konverensi dari kg.m/min menjadi Hp
Contoh soal:
1. A foot step bearing support a shaft of 15 cm diameter, running at 100 Rpm. The shaft
is bored with a shallow hole of 5 cm at the end.
If the bearing pressure is limited to 8 kg/cm2
Find: a). Load to be support. b) Horse power lost in friction.
Sebuah bantalan putar (foot step bearing) menyangga poros berdiameter 15 cm.
Bergerak pada 100 Rpm. Ujung poros dilubangi dengan diameter lubang 5 cm.tekanan
bantalan 8 kg/cm.
Tentukan : a. Beban maksimal yang mampu disangga bantalan
b. Daya yang hilang karena gesekan
Penyelesaian: jangan dicatat.
p = Fax/.(R-r) exs:8 kg/cm2 = Fax / 3,14.0,25.(152-52) cm2 ,
Fax = 1256 kg.
Mt=(2/3..Fax). {(R3-r3)/(R-r)} =
P = (2..n.Mt)/4500.Hp
=
p = Fax/.(R-r) 80 N/100mm2 = Fax / 3,14.0,25.(152-52) x100 mm2,
Fax = 12560 N
Mt=(2/3..Fax). {(R3-r3)/(R-r)} =
Mt=(30000.P)/( .n)..N.mm,P =
Watt.
???????????????????????????????????????????????????????????????????
2. The load on journal bearing is 15 000 kg due toTurbine Shaft of 30 cm diameter
running 1800 Rpm. Determine the following :
a. Lenght of the bearing if the allowable bearing pressure is 16 kg/cm2
b. Amount of heat to be removed by the lubricant per minute if the bearing
temperature is 600 C,and viscosity of the oil at 600 C is 20 centipoises and the
bearing clearance ic 0,025 cm. ( Kh 940)

3. A full journal bearing of 5 cm diameter and 10 cm long has a bearing pressure of 14


kg/cm2. The speed of the journal is 900 Rpm and the ratio of the journal diameter to
the diametral clearance is 1000. The bearing is lubricated with oil whose absolute
viscosity at the operating temperature of 750C may be taken as 11 centipoises . The
room temperature is 350C. Find:
a. The amount of artificial cooling required, and
b. The mass of lubricating oil required, if the difference between the outlet and inlet
temperature of the oil is 100C. Take specific heat of the oil as 0,45. (Kh 941)
4. A 15 cm diameter shaft supporting a load of 1000 kg has a speed 1500Rpm. The shaft
runs in a bearing whose length is 1,5 times the shaft diameter. If the diametral
clearance of the bearing is 0,015 cm and the absolute viscosity of thje oil at the
operating temperature is 11 centipoises, find the horsepower wasted in friction. (Kh
943).
5. A jornal bearing 6 cm in diameter and 9 cm long, runs at 450 Rpm. The oil used for
hydrudynamic lubrication has absolute viscosity of 60 centipoises. If the diametral
clearance is 0,01 cm, find the safe load on the bearing. (Kh 944)
b. Bantalan kerah
Dalam bantalan kerah, poros selalu menembus kebantalan.Poros disini bisa horisontal bisa
vertikal dengan kerah tunggal ataupun kerah ganda. Contoh sederhana dari kerah ganda
seperti pada gambar berikut ini.

GAMBAR
Kerah pada poros bisa merupakan bagian langsung dari poros atau bagian dari cincin yang
dipasang atau dipadatkan pada poros. Diameter luar dari kerah biasanya 1.4 s/d 1.8 kali
diameter dalam dari kerah.
diameter luar kerah = 1.4 s/d 1.8 diameter dalam kerah
diameter dalam kerah = 1.4 s/d 1.8 diameter poros
Tebal kerah diambil = 1/6 x diameter poros
Jarak tiap kerah = 1/3 x diameter poros
Di dalam perencanaan tekanan pada kerah selalu dianggap seragam atau merata dibagi
pada semua bantalan.
Perhitungan perkuatan / perencanaan
Seperti halnya pada bantalan putar, maka perencanaan disini berbeda pada luasan yang
mendukung gaya axial.
Kalau dianggap semua luasan bantalan mendukung beban secara merata, maka jumlah luasan
untuk z buah kerah adalah =z .. (R- r)
Sehingga : p = Fax/A
= (Fax) / z . (R- r)
Momen torsi karena gesekan: Mt=(2/3..Fax). {(R3-r3)/(R-r)}
Daya yang hilang karena gesekan : P = (2..n.Mt)/4500.Hp

Contoh soal:
Tekanan pada poros propeller kapal laut sebesar 20000 kg, ditahan oleh bantalan kerah yang
dibuat bersatu dengan diameter 30 cm putaran poros 75 Rpm. dianggap konstan 0.05
Dianggap tekanan bantalan adalah seragam dan sebesar 3 kg/ cm.Tentukan :
a. Jumlah kerah yang direncanakan
b. Daya yang hilang karena gesekan
c. Panas yang dibangkitkan pada bantalan (kkal/min)
Penyelesaian :
Diameter luar kerah = (1.4 +1.8) d= 42 54 cm
Kita tentukan : D = 50 cm
R = 25 cm
Cara pelumasan untuk bantalan luncur
Didalam pelaksanaan pelumasan yang perlu diperhatikan adalah kontruksi bantalan.
Ada beberapa cara pelumasan antara lain:
1. Pelumasan tangan
Artinya pelumasan dilakukan oleh tangan biasa pada saat-saat tertentu, jadi tidak terus
menerus. Biasanya dilaksanakan pada beban ringan, kecepatan rendah dan waktu tidak
terus menerus.
2. Pelumasan tetes
Cara ini dilaksanakan pada beban ringan sampai sedang, yaitub dengan meneteskan
minyak pelumas kebantalan secar teratur dari alat penampung.
3. Pelumasan percik
Cara ini dilaksanakan pada pelumasan bantalan motor torak kecepatan tinggi.Pelumas
disemprotkan / dipercikkan dengan alat semacam spayer.
4. Pelumasan pompa
Sirkulasi minyak pelumas dilaksanakan oleh pompa sehingga panas yang timbul
diangkut oleh pelumas ini secara teratur.
5.Pelumasan gravitasi
Dari sebuah alat penampung (reservoir)minyak pelumas dialirkan ke bantalan sehingga
minyak pelumas mengalir dengan sendirinya karena gaya beratnya.
6.Pelumasan celup
Poros dan bantalan beroperasi dalam minyak pelumas sehingga pelumasan yang terjadi
adalah pelumasan sempurna.
7. Pelumasan gemuk/grease
Pelumasan sekali saja sampai gemuk keliatan habis,baru ditambah lagi dengan
menghentikan operasi.
8. Pelumasan kabut
Seperti pada motor dua tak, pelumas dan bahan bakar dikabutkan bersama-sama.

B. BANTALAN GELINDING (ROLLER CONTACT BEARING)


Bantalan dengan bagian-bagian tertentu selalu berputar dan menggelinding pada
rumah bantalan.
Keuntungan pemakaian bantalan gelinding:
1. Low starting and low running friction except at very high speed
2. Ability to withstand momentary sock loads

3.
4.
5.
6.

Accuary of shaft alignment


Low cost of maintenance, as no lubrication is required while in service
Small overall dimension
Cleanisess

Kerugian :
1. Suara bising pada putaran tinggi
2. Kemampuan menahan beban kejut rendah
3. Perancangan rumah bearing sulit (banyak komponen)
Macam bantalan gelinding
1. Bantalan bola (ball bearing)
2. Bantalan putar (roller bearing)
Fungsi Bantalan gelinding
Harus mampu menahan beban radial, axial, dan kombinasi radial axial.
Perhitungan Perancangan
Beban pada bearing dapat dihitung dari gaya reaksi pada tiap bearing.
- Kalau beban sejenis, pilih beban terbesar.
- Bila beban berbeda karena kombinasi, dll.Dipakai semua (satusatu)dalam perencanaan.
Beban equivalent pada bearing (Po)
Po = Xo.Fr + Yo.Fa (rumus umum).
Jika Fr dan Fa tidak ada maka nilainya adalah 0
Xo dan Yo : harga table 4.9 (Soelarso hal. 135) tergantung jenis bearing yang dipakai.
Fr : Gaya radial
Fa : Gaya Axial.
Beda beban statis dan beban dinamis.
Statis : misal sebuah bearing dipakai untuk menumpu poros yang dioperasikan di
dalam suatu ruangan dan tidak dipindah,
Dinamis : Bearing pada mobil (karena dapat berpindah-pindah)
Dari pengambilan data pada table bearing (SKF),Po dipakai untuk menentukan harga
Co(beban statis) dan c (beban dinamis)

Soal:
Pilihkan sebuah single row deep groove ball bearing untuk menahan beban radial 400 kg
dan load (beban aksial)500 kg yang beroperasi pada kecepatan 1600 Rpm agar mampu
mencapai umur rata-rata 5 th pada 10 jam/hari, anggap uniform dan steadly load.
*Radial bearing dan axial bearing.
Sesuai dengan namanya bantalan ini hanya mampu menahan beban radial.
Jenisnya:
1. Single row deep groove ball bearing
2. Filling notch bearing

3. angular contact bearing


4. Double row bearing
5. self aligning bearing
Ukuran standar dari bantalan ditentukan oleh nomor seri bearing dan diameter poros atau
diameter bola.
*Thrust ball bearing ( bantalan yang mampu menahan beban axial &radial)
Dipakai untuk mengatasi beban axial dengan kecepatan di bawah 200 Rpm, pada kecepatan
tinggi gaya sentrifugal akan menyebabkan bola bantalan dipaksa keluar dari jalur. Untuk itu
pada kecepatan tinggi sebaiknya dipakai angular contact ball bearing. Pada bantalan tekan
bisa dipakai single direction flat face/ satu permukaan datar yang mencakar lubang atau
double friction flat face

Tabel untuk bantalan dalam jam kerja.


a. alat-alat demonstrasi, pintu
gelinding
b. air craft engine
Mesin yang dipakai dengan periode pendek
dan sering dimatikan (alat-alat di work
shop, crane)
Lift,conveyor,perlengkapan mesin untuk
power stasion
Mesin bekerja 8 jam/hari dan untuk
kebutuhan tidak penuh, electric motor,
pemakaian umum pada unit gear
Mesin bekerja 8 jam/hari dan kebutuhan
penuh,mesin industri, crane untuk
balok(bantuk padat),flens,poros dengan dua
arah putaran
Mesin bekerja 24
jam/hari,pompa,kompresor,pesawat angkat
di kapal,bagian-bagian tambang
Mesin yang dikehendaki bekerja dengan
kemampuan tinggi(24 jam/hari),pompapompa pertambangan, pekerjaan air,mesin
pengocok bubur bahan kertas

...500
1000...2000
4000...8000
4000...8000
12000...20000
20000...30000

40000...60000
100000...200000

Perhitungam kekuatana perencanaan


Dalam merencanakan bantalan bola maupun bantalan luncur,kita tidak merencanakan
pembuatan bantalannya.Tapi hanya mengadakan perhitungan untuk memilih bantalan yang
cocok dipakai dalam perencanaan sesuai dengan standart yang ada.
Dengan mengetahui diameter poros sutau permesinan kita dapat memilih bantalan yang
diinginkan, yang sesuai dengan beban yang harus diatasi serta jenis operasinya.
Sebagai contoh kita ambil nomor bantalan 6305
Artinya: Kita pilih bantalan seri 63, diameter poros=25 mm (didapat dari 05x5)
Beban P yang harus di atasi oleh bantalan merupakan beban kombinasi antara beban axial
yang bekerja pada tiap bantalan.

Peq =(x.v.Fr+ y. Fa)ks ........ks karena pengaruh shock


Dimana:
Peq=beban equivalent
x =factor beban radial . y =factor beban axial ...v=1 untuk inner ring yang berputar,...v=1,2
untuk outer ring yang berputar.
Fr = gaya radial.
Fa=gaya axial
ks=service factor uniform and steady load = 1
Beban kejut ringan=1.5
Beban kejut menengah=2
Beban kejut berat=2.5
Contoh Soal:2
A ball bearing is to carry a radial load of 250 kg and a thrust load of 150 kg. The service
impose light shock and the bearing is to operate 40 hours/week for three years.The speed of
the shaft is 1000 Rpm. Determine the size of the medium series ball bearing to be used.
Penyelesaian:
Data
Fr = 250; Fa = 150; v=1; ks =1,5
Peq =(x.v.Fr+ y. Fa)ks .
Sebuah bantalan bola menahan beban radial 250 kg dan beban aksial 150 kg. ks = 1,5 dan
pemakaian 40 jam/minggu untuk 3 tahun = 3 th x 52 mg/th x 40 jam/mg. n=1000rpm Hitung
seri bearing.
PENYELESAIAN:
Karena seri bearing belum ada maka Fa/Co ditentukan harga terbesar...= 0,56..& e=
0,44 (lihat tabel)
Dirancang inner ring yang berputar maka v = 1.
Fa/(v.Fr) = 150/(1.250) = 0,6 ini > e=0,44 maka dipilih baris tunggal sehingga x=0,56 dan
y=1,0
Peq =(x.v.Fr+ y. Fa)ks ........ks=1,5
= 2B....435..kg = 4350 N...2 C
Lh = (C/Peq)k .106(rev = putaran) KHURMI HAL
Untuk ball bearing k=3
Untuk roller bearing k=10/3
Lh umur bearing dalam putaran. =3 th x 52 mg/th x 40 jam/mg = 6240 jam=374400 min
untuk n= 1000Rpm maka Lh= 374 400 000 put.
C = 3135,22 kg = 31352,2 N dari tabel C = 33200 N : Co = 19000N
hal 222 d=35mm seri 61807
Seri bearing adalah 6308-2RS1
Untuk d > 25 mm tidak ada bearing yang mampu menahan beban 31352 N maka d
dinaikkan .......
Dari tabel x=0,56, y = 1,55 ; Peq = 558,75 kg = 5587,5 N, C = 4027,13 kg = 40271,3 N maka
seri bearing 6308-2RS1 d= 40 mm

Menentukan harga x dan y:


1. Siapkan table.
2. hitung Fa/v Fr= bandingkan dengan e= 0,44 (lihat table)
3. Tentukan baris tunggal atau baris ganda
4. Tentukan harga x dan y sesuai table.
Harga ks sesuai kondisi kerja terhadap beban, missal beban kejut ringan (light shock load)
maka ks = 1,5. akhirnya Peq dapat dihitung.
Lh = (C/Peq)k .106(rev = putaran)
Lh = 3 th x 52 mg/th x 40 jam/mg x 60 menit/jam x 1000 Rpm = 374 400 000 (rev)
C = beban statis dapat dihitung, lihat table SKF maka Co dapat dilihat dalam table
Ulangi penyelesaian di atas sampai selesai dengan data Co yang baru, sampai menemukan
harga C yang baru dan seri bearing yang ada. Silakan meneruskan penyelesaian kasus di
atas sampai selesai.
Co19000N , maka Fa/Co = 1500 N / 19000 N = 0, 08 ,dlm table 0,08 maka e =0,28
X=0,56 ; y = 1,55
Soal 3 a: kerjakan di buku catatan/kertas kosong ??
A ball bearing is to carry a radial load of 250 kg and a thrust load of 150 kg. The service
impose light shock and the bearing is to operate 40 hours/week for three years.The speed of
the shaft is 1000 Rpm. Determine the size of the medium series ball bearing to be used.
Tambahan data :
Dari tugas terdahulu C = 3135,3kg = 31353 N ( 33200N table) Co =21600 N
Maka Fa/C0 = dan seterusnya.
Soal 3 b: Kuis atau tugas di rumah?????
A ball bearing is to carry a radial load of 250 kg , a thrust load of 150 kg and to transmit 40
Hp.power. The service impose light shock and the bearing is to operate 40 hours/week for
three years.The speed of the shaft is 1000 Rpm. Determine the size of the medium series ball
bearing to be used. Tambahan data : Bahan poros St.40 v = 4 ; Co = .
SELAMAT BEKERJA
1.) Mt = 30000.P/(n) N mm
Diameter pros d3> 16 Mt/(. ijin) d = ? mm
\Untuk
ijin = 50 s/d 80 n/mm2 diameter poros = 26,16 s/d 30,06 mm.
d = 26,16 mmm = 30 mm makam C=4490; 7280; 11200; 13300; 19500; 28100; 43600
seri 6406
untuk d 30,06 d = 35 mm; C =4750; 9560; 12400; 15900; 25500; 33200; 55300
Karena seri bearing belum ada maka Fa/Co ditentukan harga terbesar...= 0,56..& e= 0,44
(lihat tabel)
Dirancang inner ring yang berputar maka v = 1.
Peq =(x.v.Fr+ y. Fa)ks ........ks=1,5
Peq = 4350 N(hitungan)
Dari perhitungan C = 31352,2 N ari table C = 33200 N, Co =19000N
Unjtuk C0 = 19000N dst maka. C= 40271,35 N dari table C=55300N
Co = 31000 seri bearing = 6407
2) Untuk Fa/co = 0,56 dst

Dari 1 dan 2 ketemu seri bearing.


Design value for journal bearings: ini masih salah ketik.
Machinery Bearing
Maxium
Operating values
bearing
Absolute
pressure
viscosity
(p)kg/cm ( z)
centipoises
Automobile Main Crank pin 56-120
7-8
210
and air
Wrist pin
105-245
140
craft
106-350
112
engines
Main Crank pin 56-120
20-65
280
Wrist pin
105-245
140
160-350
70
Main Crank pin 50-85
20-65
350
Wirst pin
98-126
180
126-154
140
Main Crank pin 35-56
30
280
Wrist pin
70-105
40
210
84-126
30
140
Main crank pin 35
60
280
Wrist pin
42
80
84
405
60
70
Main Crank pin 28
15
350
Wrist pin
405
30
84
126
25
70
Main Crank pin 17,5
30-80
420
Wrist pin
42
280
126
140
Driving axle
17,5
100
420
Crank pin Wrist 42
40
70
pin
70
30
70
Axle
38,5
100
700
140
280
Main
35
2-6
1400
7-20
Rotor
7-14
25
2800
Light,fixed,Selft 1,75
aligning Heavy 10,5
10,5
Main
21
Main Crank pin 280
560
Main
210

0,8-1,8
0,7-1,4
1,5-2,2

0,001

0,001

0,6-2
0,6-1,5
1,5-2
0,6-2
0,6-1,5
1,5-2
0,7-1,5
0,7-1,2
1,2-1,7
1-2
0,9-1,3
1,2-1,5
1,5-3
0,9-1,5
1,3-1,7
1-2,2
0,9-1,7
1,5-2,0
1,6-1,8
0,7-1,1
0,8-1,3
1,8-2

0,001

1-2

0,001

1-2

0,001

40
100

700
210
210
14
-

0,001
0,001

2-3
2,5-4
2-3
1-4
1-2

50

140

0,0015

1-1,5

25-60

0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001