Anda di halaman 1dari 15

NEURODERMATITIS

SIRKUMSKRIPTA

Pembimbing :
dr. Frida Adelina Ginting, Sp.KK
Oleh :
Ageng Setiardi (09310179)
Irfan Yanuar Hilmi (09310233)
Gilang Purnama Alam (09310111)

DEFINISI
Nama lain :
Liken Simpleks
Kronikus

Adalah penyakit
peradangan kulit kronis,
gatal, berbatas tegas
ditandai dengan kulit tebal
dan garis kulit tampak lebih
menonjol (likenifikasi)
menyerupai kulit batang
kayu , akibat garukan atau
gosokan yang berulangulang dalam jangka waktu
yang lama karena berbagai
rangsangan pruritogenik.

EPIDEMIOLOGI
Biasanya pada orang dewasa.
Puncaknya umur 30-50 tahun.
Jarang ditemukan pada anak-

anak.
Lebih banyak pada wanita
Morfologi:akut,subakut,kronis

ETIOLOGI
Penyebab pasti belum diketahui
Faktor - faktor yang menyebabkan :

gigitan serangga,luka akibat


trauma,post herpetik,acne keloidalis
nuchae, xerosis, kecemasan.
Diinduksi gosokan dan garukan
yang berulang-ulang
Dilaporkan berhubungan dengan
dermatitis atopik.

PATOGENESIS
Pruritus dengan lesi

Pruritus tanpa lesi

Digaruk tanpa alasan yang je


Trauma mekanik
Aktivasi
Imunoreaktif
CGRP (Calsitonin
Gene-Related
Peptida) dan SP
(Substance
Aktivasi histamin dan
Peptida

sel mast
Rasa gatal bertambah

Likenifikasi
Neuroderm
atitis
Sirkumskrip
ta

MANIFESTASI KLINIS
Gatal, tetapi tidak terus menerus,timbul

pada waktu tidak sibuk.


Lesi bisa tunggal, pada awalnya berupa
plak eritomatosa, sedikit edematosa
Lambat laun edema dan eritema hilang
bgn tengah berskuama dan menebal
likenifikasi dan ekskoriasi sekitarnya
hiperpigmentasi, batas dengan kulit
normal tidak jelas

Daerah Predileksi

leher, tungkai bawah, pergelangan kaki dan


tangan, di atas kelopak mata, lubang telinga,
punggung, belakang telinga, skrotum, vulva, area
anal, daerah pubis, lipat siku dan fleksor lutut.

STADIUM AWAL

eritem dan edema atau kelompok


papul
karena garukan berulang, bagian
tengah menebal, kering dan
berskuama serta pinggirnya
hiperpigmentasi. Ukuran lesi
lentikular sampai plakat, bentuk
lesi
juga
dapat atau
berupa
plak
solid
umum
lonjong
tidak
beraturan
dengan likenifikasi, seringkali disertai
papul kecil di tepi lesi, dan
berskuama tipis.
Kulit yang mengalami likenifikasi
teraba menebal, dengan garis-garis
kulit yang tegas dan meninggi, serta
dapat pula disertai eskoriasis
Warna lesi biasanya merah tua,
kemudian menjadi coklat atau
hiperpigmentasi hitam. Distribusi lesi

DIAGNOSIS

ANAMNESA
PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN PENUNJANG

DIAGNOSIS BANDING
Liken planus
Dermatitis atopik
Dermatitis kontak
Psoriasis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan yang paling bermakna pada

dermatitis
sirkumskripta
pemeriksaan dermatopathology.
Pemeriksaan

adalah

ini dapat memberikan


gambaran yang bervariasi mengenai
derajat
hiperkeratosis
dengan
paraorthokeratosis dan orthokeratosis,
serta psoriasiform epidermal hiperplasia.
Biopsi
o Mungkin
dapat
bermanfaat
dalam
menemukan gangguan pruritus primer
yang
telah menyebabkan timbulnya
likenifikasi sekunder yang terjadi, seperti
psoriasis.

PENATALAKSANAAN
Antipruritus (antihistamin)
Kortikosteroid topikal
Suntikan kortikosteroid intralesi
Kortikosteroid topikal dikombinasi

preparat ter yang mempunyai efek


antiinflamasi
Konsultasi Psikiatrik

PROGNOSIS
Bergantung pada penyebab

pruritus (penyakit yang


mendasari)
Status psikologik penderita