Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN

TUGAS ANALISA PROSES TEKNIK KIMIA


PROSES PRODUKSI STYRENE DENGAN METODE
DEHIDROGENASI ETHYLBENZENE

Disusun oleh :
Yohana Fransiska Ferawati (2312132003)
Dosen Mata Kuliah :
Hendriyana, S.T., M.T.

UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
2015

KARAKTERISTIK BAHAN
1. Ethylbenzene
Ethylbenzene adalah senyawa organik dengan rumus kimia C6H5CH2CH3. Cairan
tidak berwarna yang mempunyai bau seperti gasolin dengan aroma manis, mudah
menguap dan sangat mudah terbakar. Ethylbenzene termasuk senyawa hidrokarbon
aromatik monosiklik karena hanya terdiri dari atom karbon dan hydrogen. Senyawa
hidrokarbon aromatik ini sangat penting di dunia petrochemical sebagai bahan
intermediet pada pembuatan styrene, monomer dari polystyrene, bahan pembuat
plastik secara umum.
Sifat fisik ethylbenzene :
Titik didih
: 1360C
Titik leleh
: -950C
Berat jenis
: 0,8665 g/mL
Molar mass
: 106,17 gmol1
Kelarutan dalam air : 0,015 g/100 mL (20 C)
Vapour pressure
: 9,998mmHg
Indeks bias
: 1,495
Viskositas
: 0,669 cP (200C)
Flash point
: 22,220C
Di tahun 2012, lebih dari 99% ethylbenzene yang diproduksi digunakan untuk
pembuatan styrene. Ethylbenzene juga digunakan untuk pembuatan bahan kimia
lain, bahan bakar dan sebagai pelarut tinta, karet, adhesive, varnish dan cat.
2. Styrene
Styrene merupakan senyawa organik yang mempunyai rumus kimia C 6H5CH=CH2
dikenal juga dengan nama ethenylbenzene, vinylbenzene dan phenylethene. Turunan
dari benzene ini berupa cairan tak berwarna yang mudah menguap dan mempunyai
bau manis. Styrene terkandung dalam sejumlah kecil tanaman dan makanan seperti
kayumanis, biji kopi dan kacang, selain itu juga terkandung dalam batubara dan tar.
Styrene adalah monomer dari polystyrene dan beberapa kopolimer lain.
Sifat fisik styrene :
Molar mass
: 104,15 g/mol
Kenampakan
: cairan minyak tak berwarna
Berat jenis
: 0,909 g/cm3
Titik leleh
: -300C
Titik didih
: 1450C

Kelarutan dalam air : <1%


Indek bias
: 1,5469
Viskositas
: 0,762 cP (20C)
Styrene adalah komponen utama yang digunakan untuk membuat produk rumah,
sekolah, tempat kerja dan mainan

dengan sifat kuat, fleksibel dan ringan.

Produknya beragam dari penyimpan makanan sampai bahan pengaman utnuk


computer, elektronik, aplikasi medis, komponen automobile, truk kereta, kapal, dan
alat transportasi lainnya, produk pengolahan air dan konstruksi, insulasi gedung,
kendaraan lapis baja dan militer, fuel cells, tangki penyimpanan gasoline, peralatan
pengaman olahraga seperti helm sepeda, dan barang-barang penting lainnya.
Styrene diproduksi dengan cara dehidrogenasi ethylbenzene. Ethylbenzene
diperoleh dengan cara mereaksikan ethylene dan benzene.
sebagai berikut :
C6H5C2H5
ethylbenzene

r1
r2

C6H5C2H5
ethylbenzene
C6H5C2H5
+
Ethylbenzene

r3

H2 r4
hydrogen

C6H5C2H3 +
styrene

H2
hydrogen

(1)

C6H6
benzene

C2H4
ethylene

(2)

C6H5CH3
toluene

CH4
methane

(3)

dengan persamaan laju reaksi sebagai berikut :


21708
r 1=4.24 x 106 exp
PEB
RT

r 2=0.755 exp

P
( 7804
RT )

r 3=7.21 x 108 exp


r 4 =1723 exp

sty

Reaksinya adalah

(4)

Phyd

(5)

P
( 49675
RT )

P
( 26857
RT )

EB

EB

Phyd

(6)
(7)

Dimana nilai tekanan dalam kPa , suhu dalam Kelvin, R = 1,987 cal/mol.K dan
r1 dalam mol/m3 reaktor s.

PROSES PRODUKSI
Styrene dapat diproduksi melalui metode dehidrogenasi ethylbenzene. Ethylbenzene
diperoleh dengan cara mereaksikan ethylene dan benzene. Reaksinya adalah sebagai
berikut :
C6H5C2H5
ethylbenzene
C6H5C2H5
ethylbenzene
C6H5C2H5
+
Ethylbenzene

r1

r2
r3

H2 r4
hydrogen

C6H5C2H3 +
styrene

H2
hydrogen

(1)

C6H6
benzene

C2H4
ethylene

(2)

C6H5CH3
toluene

CH4
methane

(3)

Proses produksi styrene disajikan dalam Gambar 1. Ethylbenzene dicampur dengan


aliran recycle ethylbenzene, dipompa untuk menaikan tekanan, kemudian dipanaskan
secara dua tahap dengan menggunakan pemanas. Pemanas pertama memanaskan hingga
titik didih tercapai, sedangkan pemanas kedua memanaskan hingga tercapai suhu 2250C.
Aliran ini kemudian dicampur dengan aliran steam hingga tercapai suhu yang cukup
untuk terjadinya reaksi pembentukan styrene.
Reaksi styrene dapat berlangsung pada suhu 400-6000C, tekanan 200 kPa. Penggunaan
steam bertujuan untuk mendorong reaksi pertama berjalan ke kiri, sehingga konversi
styrene besar. Reaksi kedua dan ketiga adalah reaksi samping dan tidak diinginkan, oleh
karena itu nilai konversi diusahakan sekecil mungkin. Output reaktor mengalami
penurunan suhu yang signifikan sehingga dibutuhkan pemanas lagi sebelum aliran
dimasukan ke reaktor selanjutnya.
Alasan reaktor dipasang seri adalah untuk memperbesar konversi pembentukan styrene.
Apabila diinginkan produksi styrene dalam kapasitas besar, reaktor juga dapat dipasang
parallel. Produk keluaran reaktor memiliki komposisi ethylbenzene sisa reaksi, styrene,
hydrogen, toluene, benzene, methane dan air. Keluaran ini masih memiliki suhu tinggi
oleh karena itu perlu didinginkan dengan menggunakan cooler. Setelah suhu turun,
campuran dipisahkan dengan menggunakan Separator 3 fasa. Hasil atas berupa gas
hydrogen, hasil bawah adalah air, sedangkan hasil tengah adalah campuran senyawa
organic seperti styrene, ethylbrnzene, toluene dan benzene.

Campuran hasil tengah ini kemudian dipisahkan lebih lanjut dengan menggunakan
kolom distilasi 2 tahap. Tahap pertama memisahkan toluene-benzene dengan
ethylbenzene-styrene. Tahap distilasi kedua menghasilkan ethylbenzene sebagai hasil
atas/distiliat dan styrene sebagai bottom/hasil bawah. Suhu reboiler di set tidak boleh
lebih dari 1250C. hal ini dikarenakan pada suhu lebih besar dari 125 0C styrene akan
mengalami polimerisasi.

LAMPIRAN

Gambar 2. Simulasi Hysis untuk Proses Pembuatan Styrene dengan Metode


Dehidrogensi Ethylbenzene

Gambar 3. Condition and Composition Material Stream 1.

Gambar 4. Connection Design untuk Mixer MIX-101.

Gambar 5. Condition and Composition Worksheet untuk Mixer MIX-101.

Gambar 6. Condition and Composition Material Stream 2.

Gambar 7. Connection dan Parameter Design untuk Pompa P-100.

Gambar 8. Condition and Composition Material Stream 3.

Gambar 9. Connection Design and Condition Worksheet untuk Heater E-100.

Gambar 10. Condition and Composition Material Stream 4.

Gambar 11. Connection Design and Condition Worksheet untuk Heater E-101.

Gambar 12. Condition and Composition Material Stream 5.

Gambar 13. Condition and Composition Material Stream 6.

Gambar 14. Connection Design untuk Mixer MIX-100.

Gambar 15. Condition and Composition Worksheet untuk Mixer MIX-100.

Gambar 16. Condition and Composition Material Stream 7.

Gambar 17. Connection and Parameter Design untuk Reaktor PFR-100.

Gambar 18. Result of Reaction and Sizing untuk Reaktor PFR-100.

Gambar 19. Condition and Composition Worksheet untuk Reaktor PFR-100.

Gambar 20. Condition and Composition Material Stream 8.

Gambar 21. Connection Design and Condition Worksheet untuk Heater E-101.

Gambar 22. Condition and Composition Material Stream 9.

Gambar 23. Connection and Parameter Design untuk Reaktor PFR-101.

Gambar 24. Result of Reaction and Sizing untuk Reaktor PFR-101.

Gambar 25. Condition and Composition Worksheet untuk Reaktor PFR-102.

Gambar 26. Condition and Composition Material Stream 10.

Gambar 27. Connection Design and Condition Worksheet untuk Heater E-103.

Gambar 28. Condition and Composition Material Stream 11.

Gambar 29. Connection and Parameter Design untuk Reaktor PFR-103.

Gambar 30. Result of Reaction and Sizing untuk Reaktor PFR-103.

Gambar 31. Condition and Composition Worksheet untuk Reaktor PFR-103.

Gambar 32. Condition and Composition Material Stream 12.

Gambar 33. Connection Design and Condition Worksheet untuk Cooler E-104.

Gambar 34. Condition and Composition Material Stream 13.

Gambar 35. Connection Design and Condition Worksheet untuk Cooler E-105.

Gambar 36. Condition and Composition Material Stream 14.

Gambar 37. Connection Design and Condition Worksheet untuk Cooler E-106.

Gambar 38. Condition and Composition Material Stream 15.

Gambar 39. Connection Design untuk Separator 3 Fasa V-100

Gambar 40. Condition and Composition Worksheet untuk Separator 3 Fasa V-100.

Gambar 41. Condition and Composition Material Stream 16.

Gambar 42. Connection Design and Composition Worksheet untuk Kompresor K-100

Gambar 43. Condition and Composition Material Stream 17.

Gambar 44. Condition and Composition Material Stream 18.

Gambar 45. Condition and Composition Material Stream 19.

Gambar 46. Connection Design and Composition Worksheet untuk Pompa P-101.

Gambar 47. Condition and Composition Material Stream 20.

Gambar 48. Connection Design and Condition Worksheet untuk Valve VLV-100.

Gambar 49. Condition and Composition Material Stream 21.

Gambar 50. Connection Design and Performance untuk Column Distillation T-101.

Gambar 51. Condition and Composition Worksheet untuk Column Distillation T-101.

Gambar 52. Condition and Composition Material Stream 22.

Gambar 53. Condition and Composition Material Stream 23.

Gambar 54. Connection Design and Condition Worksheet untuk Valve VLV-101.

Gambar 55. Condition and Composition Material Stream 24.

Gambar 56. Connection Design and Performance untuk Column Distillation T-102.

Gambar 57. Condition and Composition Worksheet untuk Column Distillation T-102.

Gambar 58. Condition and Composition Material Stream 25.

Gambar 59. Condition and Composition Material Stream 26.

Gambar 60. Connection and Condition Worksheet untuk Recycle RCY-1.

Gambar 61. Condition and Composition Material Stream 27.

Tabel 2. Preliminary Equipment Summary Table for Acetone Process


Nama Alat (Kode Alat)
Feed Pump
(P-100)

Spesifikasi
Bahan : Carbon Steel
Efisiensi Adiabatik : 75%
Tekanan masuk : 20 kPa
Tekanan Keluar : 220 kPa
Delta P : 200 kPa
Rasio Tekanan :11
Power : 6452 kJ/h

Feed Heater
(E-100)

Capacity : 24,195 m3/h


Delta P : 10 kPa
Delta T : 134,70C
T masuk : 30,160C
T keluar : 164,90C

Feed Heater
(E-101)

Q : 1,20412x107 kj/h
Delta P : 10,00 kPa
Delta T :60,100C
T masuk :164,90C
T keluar :2250C

Styrene Reaktor
(PFR-100)

Q : 2,320x106 kj/h
Delta P : 0 kPa
Total Volume : 10 m3
Panjang : 12,73 m
Diameter : 1 m
Jumlah Tube : 1
Ketebalan dinding : 0,005 m
Void Fraction : 1
Number of segment : 20
Min Step Fraction : 1x10-6 m

InterHeater
(E-102)

Min Step Length : 1,273x10-5 m


Delta P : 10,00 kPa
Delta T : 124,80C
T masuk : 275,20C
T keluar : 4000C

Styrene Reaktor
(PFR-101)

Q : 8,674x106 kj/h
Delta P : 0 kPa
Total Volume : 10 m3
Panjang : 12,73 m
Diameter : 1 m
Jumlah Tube : 1
Ketebalan dinding : 0,005 m
Void Fraction : 1
Number of segment : 20
Min Step Fraction : 1x10-6 m

InterHeater
(E-103)

Min Step Length : 1,273x10-5 m


Delta P : 10,00 kPa
Delta T : 250,040C
T masuk :76,970C
T keluar : 4100C

Styrene Reaktor
(PFR-102)

Q : 5,526x106 kj/h
Delta P : 0 kPa
Total Volume : 10 m3
Panjang : 12,73 m
Diameter : 1 m
Jumlah Tube : 1
Ketebalan dinding : 0,005 m
Void Fraction : 1
Number of segment : 20
Min Step Fraction : 1x10-6 m

Product Cooler
(E-104)

Min Step Length : 1,273x10-5 m


Delta P : 10,00 kPa
Delta T : -113,00C
T masuk : 3830C
T keluar : 2700C

Product Cooler
(E-105)

Q : 7,812x106 kj/h
Delta P : 65,00 kPa
Delta T : -900C
T masuk : 2700C

T keluar : 1800C
Product Cooler
(E-106)

Q : 5,618x106 kj/h
Delta P : 15,00 kPa
Delta T : -1150C
T masuk : 1050C
T keluar : 900C

3 Phase Separator

Q : 3,610x107 kj/h
Liq. Volume Percent : 50%

(V-100)

Liq. Percent Level : 50%

Compressor

Vessel Pressure : 90 kPa


Carbon steel

(K-100)

Mode : Centrifugal
Efisiensi adiabatic 75%
Delta P : 150 kPa

Product valve

Pressure ratio : 2,667


Delta P : 30 kPa

(VLV-100)
Wastewater Pump

Valve Opening : 50
Bahan : Carbon Steel

(P-101)

Efisiensi Adiabatik : 75%


Tekanan masuk : 90 kPa
Tekanan Keluar : 200 kPa
Delta P : 110 kPa
Rasio Tekanan :2,22
Power : 1447 kJ/h

Benzene-Toluene Column
(T-100)

Capacity : 9,8631 m3/h


Reboiler
Diameter : 1,193 m
Height : 1,789 m
Volume : 2 m3
Liq. Vol. Percent : 50%
Level calculator : horizontal cylinder
Tekanan : 60 kPa
Condenser

Diameter : 1,193 m
Height : 1,789 m
Volume : 2 m3
Liq. Vol. Percent : 50%
Level calculator : horizontal cylinder
Product valve
(VLV-101)

Tekanan : 60 kPa
Delta P : 0 kPa

Ethylbenzene-Styrene Column

Valve Opening : 50
Reboiler

(T-102)

Diameter : 1,193 m
Height : 1,789 m
Volume : 2 m3
Liq. Vol. Percent : 50%
Level calculator : horizontal cylinder
Tekanan : 60 kPa
Condenser
Diameter : 1,193 m
Height : 1,789 m
Volume : 2 m3
Liq. Vol. Percent : 50%
Level calculator : horizontal cylinder
Tekanan : 60 kPa