Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penggunaan radioisotop untuk kemanusiaan telah terbukti sebagai salah satu
teknologi yang dapat memberi manfaat bagi seluruh bangsa di dunia, termasuk
Indonesia.
Bagi sebagian golongan masyarakat radioisotop sebagai produk dan reaktor
nuklir dianggap sebagai benda yang berbahaya yang kehadirannya harus dihindari.
Radioisotop sebagai unsur yang mempunyai sifat memancarkan radiasi memang
berpotensi berbahaya bagi manusia apabila penanganannya tidak mengikuti aturan
dan ketentuan tentang proteksi radiasi. Namun apabila radioisotop ini didayagunakan
dengan memperhatikan aturan dan ketentuan tentang proteksi radiasi maka
manfaatnya bagi manusia, bagi masyarakat dan bagi pembangunan negara adalah
sangat besar. Penggunaan radioisotop bergantung pada kebijakasanaan umat manusia,
karena radioisotop dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia
atau sebaliknya dapat digunakan untuk membuat kehancuran (Sutresna, 2007).
Pemanfaatan material radioaktif, khususnya radiasi radioaktif adalah
didasarkan pada kemampuan radiasi menimbulkan perubahan, antara lain dapat
mengionkan nuklida atau molekul, memutuskan ikatan antar atom sehingga
menghasilkan radikal-radikal bebas, membuat nuklida atau nukleon menjadi
radioaktif, dan membebaskan sejumlah energi panas. Untuk dapat dimanfaatkan
secara efektif dan efisien lebih dahulu melakukan identifikasi untuk mengetahui jenis
dan jumlah radiasi yang akan digunakan. Hal ini perlu dilakukan karena setiap jenis
radiasi memiliki sifat-sifat yang khas sehingga untuk menentukan keberadaannya baik
dalam jenis dan jumlah radiasinya juga perlu menggunakan cara dan teknik yang khas
pula untuk setiap jenis radiasi (Retug, 2005).
Radionuklida/ Radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif yang mampu
memancarkan Radiasi. Radioisotop dapat terjadi secara lamiah maupun sengaja dibuat
manusia untuk reaktor penelitian (herry, 1997).
Isotop berasal dari kata iso dan topos yang berarti sama tepat dengan sistem
periodik. Isotop ialah dua atom atau lebih yang bernomor atom sama, tetapi nomor
massanya berbeda. Jumlah elektron setiap isotop sama, oleh sebab itu isotop-isotop
memiliki sifat kimia sama. Pengunaan

radioisotop

sebagai perunut didasarkan

pada ikataan bahwa isotop radioaktif mempunyai sifat kimia yang sama dengan

isotop

stabil.

yang sama

Jadi suatu

isotop

radioaktif

melangsungkan reaksi

kimia,

seperti isotop stabilnya (Jalil, 2000). Beberapa isotop mempunyai

sifat radioaktif. Teknologi yang memanfaatkan radioaktif dikenal dengan istilah


teknologi nuklir, sedangkan isotop yang bersifat radioaktif disebut radioisotop, dan
zat yang bersifat radioaktif disebut zat radioaktif. Zat Radioaktif pertama ditemukan
adalah uranium. Pada tahun 1898, Marie Curie bersama-sama dengan suaminya Pierre
Curie menemukan dua unsur lain dari batuan uranium yang jauh lebih aktif
dari uranium. Kedua unsur itu mereka namakan masing-masing polonium
(berdasarkan nama Polonia, negara asal dari Marie Curie), dan radium (berasal
dari kata Latin radiare yang berarti bersinar).
Penggunaan radioisotop digunakan dalam berbagai bidang, misalnya pada
industri, teknik, pertanian, kedokteran, ilmu pengetahuan, hidrologi dan lain-lain.
Tujuan penggunaan radioisotop bagi kehidupan manusia adalah untuk kesejahteraan
manusia dan memudahkan keberlangsungan hidup manusia.
B. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksudkan dengan radioistop?
b. Apa saja sifat-sifat radioisotop?
c. Apa manfaat radioisotop bagi kehidupan?
d. Apa resiko yang dapat ditimbulkan dari radioisotop?
C. Tujuan Penulisan
a. Mengetahui pengertian radioisotop
b. Mengetahui sifat radioisotop
c. Mengetahui manfaat radioisotope
d. Mengetahui resiko yang dapat ditimbulkan dari penggunaan radioisotope
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah memberikan informasi
mengenai manfaat dan aplikasi dari radioisotop dalam berbagai bidang kehidupan
serta resiko yang dapat ditimbulkan oleh radiasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Radioisotop
Isotop berasal dari kata iso dan topos yang berarti sama tepat dengan sistem
periodik. Isotop ialah dua atom atau lebih yang bernomor atom sama, tetapi nomor
massanya berbeda. Jumlah elektron setiap isotop sama, oleh sebab itu isotop-isotop
memiliki sifat kimia sama. Beberapa isotop mempunyai sifat radioaktif. Teknologi

yang memanfaatkan radioaktif dikenal dengan istilah teknologi nuklir, zat yang
bersifat radioaktif disebut zat radioaktif, isotop yang bersifat radioaktif disebut isotop
radioaktif atau radioisotop, yaitu isotop yang memancarkan radiasi (Siregar,2004).
Reaksi nuklir merupakan reaksi yang melibatkan inti dari suatu atom. Reaksi
nuklir ada yang terjadi secara spontan ataupun buatan. Reaksi nuklir spontan terjadi
pada inti-inti atom yang tidak stabil. Adapun reaksi nuklir tidak spontan dapat terjadi
pada inti yang stabil maupun inti yang tidak stabil. Reaksi nuklir disertai perubahan
energi berupa radiasi dan kalor. Berbagai jenis reaksi nuklir disertai pembebasan kalor
yang sangat dasyat, lebih besar dari suatu reaksi kimia biasa (Arma, 2004). Unsur
yang secara alami bersifat radioaktif banyak terdapat di alam. Semua isotop yang
bernomor atom diatas 83 bersifat radioaktif. Unsur yang bernomor atom 83 atau
kurang mempunyai isotop yang stabil kecuali teknesium dan promesium.
Pada umumnya radioisotop digunakan untuk berbagai keperluan seperti dalam
bidang kedokteran dan industri. Radioisotop yang digunakan tersebut tidak terdapat di
alam, disebabkan waktu paruh dan beberapa faktor lainnya yang kurang memenuhi
persyaratan. Untuk beberapa tujuan radioisotop harus dikombinasikan dengan
senyawa tertentu melalui bebarapa cara reaksi kimia.
Produksi radioisotop dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara
menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim
disebut irradiasi neutron, sedang bahan yang disinari disebut target atau sasaran.
Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah
neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat mengakibatkan
ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi radioaktif. Reaktor penelitian
juga dilengkapi dengan fasilitas Xenon Loop yang terletak di dalam tabung berkas dan
merupakan tempat untuk melakukan irradiasi gas xenon-124 (124 Xe) sehingga
menjadi radioisotop 125 I yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan medis (Akhadi,
2004). Banyak isotop buatan yang dapat dimanfaatkan antara lain Na-24, P-32, Cr-51,
Tc-99, dan I-131.
B. Sifat-Sifat Radio Isotop
1) Radioisotop memancarkan radiasi manapun dia berada dan mudah dideteksi.
Radioisotop dalam jumlah sedikit sekali pun dapatdengan mudah diketahui
keberadaannya. Dengan teknologi pendeteksian radiasi saat ini, radioisotop dalam
kisaran pikogram (satu per satu trilyun gram) pun dapat dikenali dengan mudah.
Sebagai ilustrasi, jika radioisotop dalam bentuk carrier free (murni tidak

mengandung isotop lain) sebanyak 0,1 gram saja dibagi rata ke seluruh penduduk
bumi yang jumlahnya lebih dari 5 milyar, jumlah yang diterima oleh masingmasing orang dapat diukur secara tepat.
2) Laju peluruhan tiap satuan waktu (radioaktivitas) hanya merupakan fungsi jumlah
atom radioisotop yang ada, tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik
temperatur, tekanan, pH dan sebagainya. Penurunan radioaktivitas ditentukan oleh
waktu paro, waktu yang diperlukan agar intensitas radiasi menjadi setengahnya.
Waktu paro ini merupakan bilangan khas untuk tiap-tiap radioisotop. Misalnya
karbon-14 memiliki waktu paro 5.730 tahun, sehingga radioaktivitasnya
berkurang menjadi separonya setelah 5.730 tahun berlalu. Seluruh radioisotop
yang telah berhasil ditemukan telah diketahui pula waktu paronya. Waktu paro
radioisotop bervariasi dari kisaran milidetik sampai ribuan tahun. Waktu paro ini
merupakan faktor penting dalam pemilihan jenis radioisotop yang tepat untuk
keperluan tertentu.
3) Intensitas radiasi ini tidak bergantung pada bentuk kimia atau senyawa yang
disusunnya. Hal ini dikarenakan pada reaksi kimia atau ikatan kimia yang
berperan adalah elektron, utamanya elektron pada kulit atom terluar, sedangkan
peluruhan radioisotop merupakan hasil dari perubahan pada inti atom.
4) Radioisotop memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan isotop lain sehingga
sifat kimia yang dimiliki radioisotop sama dengan isotop-isotop lain dari unsur
yang sama. Radioisotop karbon-14, misalnya, memiliki karakteristik kimia yang
sama dengan karbon-12.
5) Radiasi yang dipancarkan, utamanya radiasi gamma, memiliki daya tembus yang
besar. Lempengan logam setebal beberapa sentimeter pun dapat ditembus oleh
radiasi gamma, utamanya gamma dengan energi tinggi. Sifat ini mempermudah
dalam pendeteksian.
C. Penggunaan Radioisotop
1) Berdasarkan nama unsur
No
Nama Unsur
.

Manfaat / Kegunaan

1.

Iodium (I-131)

- mencari ketidaknormalan pada tiroid / kelenjar tiroid.


- di bidang hidrologi dapat digunakan untuk mengetahui
kecepatan aliran sungai.

Iodium (I-123)

-disuntikkan pada pasien untuk mengetahui ada tidaknya


gangguan ginjal.

Karbon (C-14)

-mencari ketidaknormalan yang berhubungan dengan diabetes


dan anemia.

Kromium (Cr-51)

-keperluan scanning limpa.

Selenium (Se-75)

-keperluan scanning pankreas.

Teknetium (Tc-99)

-keperluan scanning tulang dan paru-paru


-scanning kerusakan jantung
-menyelidiki kebocoran saluran air bawah tanah.

Ti-201

-mendeteksi kerusakan jantung, digunakan bersama dengan Tc99.

Galium (Ga-67)

- keperluan scanning getah bening.

Xe-133

-mendeteksi kesehatan paru-paru.

10 Fe-59

-mempelajari pembentukan sel darah merah.

11 Natrium (Na-24)

-untuk deteksi penyempitan pembuluh darah/trombosis


-mendeteksi kebocoran saluran air bawah tanah dan menyelidiki
kecepatan aliran sungai
- di bidang kesehatan digunakan untuk mendeteksi gangguan
peredaran darah.

12 Radioisotop Silikon -perunut radioisotop pada proses pengerukan lumpur pelabuhan


atau terowongan.
13 Fosfor (P-32)

-di bidang pertanian ddapat digunakan untuk memperkirakan


jumlah pupuk yang diperlukan tanaman.
-di bidang kesehatan dapat digunakan mendeteksi penyakit mata,
tumor dan hati.

14 Karbon (C-14)

-mengukur umur fosil hewan, tumbuhan dan manusia (dengan


pengukuran pancaran sinar beta).

15 Uranium (U-238)

-menaksir umur batuan.

16 Uranium (U-235)

Reaksi berantai terkendali dalam PLTN.

17 Kobalt (Co-60)

-mengontrol pertumbuhan beberapa jenis kanker melalui sinar


gamma yang dihasilkan.

18 Isotop 8O15

-menganalisis proses fotosintesis pada tanaman.

19 Isotop O-18

-di bidang kimia dapat digunakan sebagai atom tracer / perunut


asal mula molekul air yang terbentuk.

20 K-40

K-40 digunakan bersama-sama dengan dan Ar-40 stabil untuk


mengukur umur batuan, dengan membandingkan konsentrasi K40 dan Ar-40 pada batuan.

2) Dalam Aspek kehidupan


Penggunaan radioisotop digunakan dalam berbagai bidang, misalnya pada
bidang Kedokteran, Industri, Pertanian, Hidrologi, Biologis, Pertambangan, dan
lain-lain. Tujuan penggunaan radioisotop bagi kehidupan manusia adalah untuk
kesejahteraan manusia dan memudahkan keberlangsungan hidup manusia.
Manfaat radioisotope dalam berbagai bidangkehidupan baik sebagai perunut
maupun sebagai sumber radiasi adalah sebagai berikut :
a) Pemanfatan Radiasi dalam Bidang Kedokteran
Perkembangan teknologi dalam ilmu kesehatan semakin tahun semakin
meningkat, termasuk dalam bidang radiologi, yang dalam praktek sehariharinya menggunakan radiasi sebagai komponen utama dalam pengerjaanya.
Radiasi dimanfaatkan dalam bidang kesehatan khususnya dalam diagnosis dan
terapi, sumber yang di pakai sebagi pemancara radiasi dalam diagnostik
adalah pesawat sinar-x. sedangkan dalam bidang kedokteran nuklir dan terapi
adalah radioisotop (isotope radioaktif).
Radioisotop dalam Bidang Diagnosis
Radioisotop digunakan dalam bidang diagnosis karena dapat
memancarkan radiasi yang berupasinar gamma, sinar gamma ini
kemudian akan ditangkap oleh detektor gamma (gamma camera), dan akan
di konvensi menjadi citra radiografi, berbagai jenis radio isotop banyak
digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit antara lain Teknesium-99,
Talium-201 (TI-201), Iodin-131 (I-131), Natrium-24 (Na-24), Xenon-133
(X3-133), Fosforus-32, dan besi-59 (Fe-59). Jadi radioisotop di suntikan
kedalam pembuluh darah dan kemudian akan di serap oleh jaringan
tertentu sesuai sensitifitasnya ( sensitive terhadap organ tertentu, seperti
halnya Teknisium-99 (Tc-99) akan di serap oleh jaringan tertentu yang
rusak seperti jatung. Paru-paru, dan hati. Sedangkan Ti-201 terutama akan
di serap oleh jaringan sehat pada organ jantung, paru-paru dan hati. Maka,
ke dua radioisotop itu digunakan bersama-sama untuk mendeteksi
kerusakan jantung. Adapula Iodin-123 (I-123) adalah radioisotop yang
akan di serap terutama oleh kelenjar tiroid, hati dan beberapa bagian
tertentu dari otak. Sehingga I-131 digunakan untuk mendeteksi kerusakan
pada kelenjar tiroid, hati, dan untuk mendeteksi tumor otak.

Semakin

berkembangnya

zaman

banyak

jenis

radioisotop

ditemukan yang biasa digunakan untuk mendiagnosa penyakit seperti


Natrium-24 (Na-24) untuk mendeteksi dan ganguan dalam peredaran darah
Xenon-133 (Xe-133) digunakan untuk mendeteksipenyakit paru-paru,
phosphor-32 (P-32) digunakan untuk mendeteksi penyakit mata, tumor,
dan lain-lain. Sr-85 untuk mendeteksi penyakit pada tulang. Se-75 untuk
mendeteksi penyakit pancreas. Colbalt-60 (Co-60) sumber radiasi gamma
untuk terapi tumor dan kanker. Femur-59 (Fe-59) dapat digunakan untuk
mempelajari dan mengukur laju pembentukan sel darah merah dalam
tubuh dan untuk menentukan apakah zat besi dalam makanan dapat
digunakan dengan baik oleh tubuh.
Radioisotop dalam Bidang Terapi
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi.
Sebenarnya, baik sel normal maupun sel kanker dapat di rusak oleh radiasi
tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih sensitive (lebih mudah rusak).
Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat di matikan dengan
mengarahkan radiasi secra tetapt pada sel-sel atau tumor dapat di matikan
dengan mengarahkan radiasi secara tepatpada sel-sel kanker tersebut.
Unsur lain dalam bidang kedokteran :
Bismuth-213 (46 menit) digunakan untuk terapi alfa ditargetkan (TAT),
terutama kanker, karena memiliki energy tinggi (8.4 MeV).
Colbalt-60 (5,27 tahun dahulu digunakan untuk radioterapi berkas
eksternal, sekarang lebih banyak digunakan untuk sterilisasi.
Iodine-125 (60detik): digunakan dalam brachytherapy

kanker

(prostatdanotak),juga diagnose untuk mengevaluasi tingkat filtrasi


ginjal dan untuk mendiagnosis deep vein thrombosis di kaki.
Radioisotop natrium-24 dapat digunakan untuk mengikuti peredaran
darah dalam tubuh manusia. Larutan NaCl yang tersusun atas Na-24
dan Cl yang stabil disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah dapat
diikuti dengan mendeteksi sinar yang dipancarkan, sehingga dapat
diketahui jika terjadi penyumbatan aliran darah.
Untuk mempelajari kelainan pada kelenjar tiroid digunakan radioisotop
131I.
Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk menentukan tempat tumor di
otak.

Radioisotop 59 Fe dapat digunakan untuk mengukur laju pembentukan


sel darah merah dalam tubuh dan untuk menentukan apakah zat besi
dalam makanan dapat digunakan dengan baik oleh tubuh.

Sejak lama diketahui bahwa radiasi dari radium dapat dipakai untuk
pengobatan kanker. Oleh karena radium-60 dapat mematikan sel kanker
dan sel yang sehat maka diperlukan teknik tertentu sehingga tempat di

sekeliling kanker mendapat radiasi seminimal mungkin.


Radiasi gamma dapat membunuh organisme hidup termasuk bakteri.
Oleh karena itu, radiasi gamma digunakan untuk sterilisasi alat-alat
kedokteran. Sterilisasi digunakan juga di industri makanan. Sterilisasi
dengan cara radiasi, menjadikan makanan dapat tahan empat atau lima

b)

kali lebih lama dari cara sterilisasi biasa.


Pemanfatan Radiasi dalam Bidang Hidrologi

Untuk Menguji kecepatan aliran sungai atau aliran lumpur


Radioisotop ini dapat digunakan untuk mengukur debit air. Biasanya,
radioisotope natrium-24 (Na-24) digunakan dalam bentuk gaream NaCl.
Dalam penggunaanya, garam ini dilarutkan ke dalam air atau lumpur yang
akan diteliti debitnya. Pada tempat atau jarak tertentu, intensitas radiasi
diperiksa, sehingga rentang waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak

tersebut dapat diketahui (Abdul Jalil Amri Arma, 2009).


Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa bawah tanah
Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah,
biasanya digunakan radioisotope Na-24 dalam bentuk garam NaCl atau
Na2CO3. Radioisotop Na-24 ini dapat memancarkan sinar gamma yang
bisa dideteksi dengan menggunakan alat pencacah radioaktif Geiger
Counter. Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa air, garam yang
mengandung radioisotope Na-24 dilarutkan kedalam air. Kemudian,
permukaan tanah di atas pipa air diperiksa dengan Geiger Counter.
Intensitas radiasi yang berlebihan menunjukkan adanya kebocoran.
Radioisotop juga dapat digunakan untuk menguji kebocoran sambungan

logam pada pembuatan rangka pesawat (Sutresna, 2007).


c) Pemanfaatan Radiasi dalam Bidang Biologis
Pengukuran Usia Bahan Organik
Dalam bidang biologi, radioisotop dapat digunakan untuk
mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis. Radioisotope ini, berupa

karbon-14 (C-14) atau oksigen-18 (O-18). Keduanya dapat digunakan


untuk mengetahui asal-usul atom oksigen (dari CO 2 atau dari H2O) yang
akan membentuk senyawa glukosa atau oksigen yang dihasilkan pada
proses fotosintesis (Sutresna, 2007 dan Abdul Jalil Amri Arma, 2009).
Radioisotop karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari
penembakan atom nitrogen dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi
kosmik. Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon
dioksida dalam udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh
karena itu karbon radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui
fotosintesis. Lama kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14
yang diterimadan yang meluruh dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan,
sehingga mencapai 15,3 dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam
beberapa ribu tahun. Apabila organisme hidup mati, pengambilan C-14
terhenti dan keaktifan ini berkurang. Oleh karena itu umur bahan yang
mengandung karbon dapat diperkirakan dari pengukuran keaktifan
jenisnya dan waktu paruh C-14. (12 T = 5.730 tahun).
Mempelajari proses penyerapan air serta sirkulasinya di dalam batang
tumbuhan.
Mempelajari pengaruh unsur-unsur hara selain unsur-unsur N, P, dan K
terhadap perkembangan tumbuhan.
Memacu mutasi gen tumbuhan dalam upaya mendapatkan bibit unggul.
Mempelajari kesetimbangan dinamis.
Mempelajari reaksi pergeseran.
d) Pemaanfaatan Radiasi dalam Bidang Pertanian
Aplikasi radioisotop di bidang pertanian tidak kalah menariknya.
Radioisotop dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar tanaman
setelah ditabur. Gerakan pupuk jenis fosfat, dari tanah sampai ke dalam
tumbuhan dapat ditelusuri dengan mencampurkan radioisotop fosfor-32 (P-32)
ke dalam senyawa fosfat di dalam pupuk. Dengan cara ini dapat diketahui pola
penyebaran pupuk dan efektifitas pemupukan.
Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul
Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hama kubis. Di
laboratorium dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup
banyak. Hama tersebut lalu diradiasi sehingga serangga jantan menjadi
mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah yang terserang hama.
Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan

mandul dilepas. Telur hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas.
Dengan demikian reproduksi hama tersebut terganggu dan akan
mengurangi populasi. (Abdul jalil Amri Arma, 2009).
Pemuliaan Tanaman
Pemuliaan tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan
dengan menggunakan radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi
radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari dosis terkecil yang tidak
membawa pengaruh hingga dosis rendah yang mematikan. Biji yang sudah
diradiasi itu bkemudian disemaikan dan dtanam berkelompok menurut
ukuran dosis radiasinya.
Radioisotop ini digunakan untuk memicu terjadinya mutasi pada tanaman.
Dari proses mutasi ini diharapkan dapat diperoleh tanaman dengan sifatsifat yang menguntungkan, misalnya tanaman padi yang lebih tahan hama
dan memiliki tunas lebih banyak. Selain itu, radioisotop juga dapat
digunakan untuk memperpanjang masa simpan produk-produk pertanian.
(Sutresna, 2007).
Penyimpanan Makanan
Kita mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan bawang jika
disimpan lama akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan
bahan-bahan seperti itu. Jadi sebelum bahan tersebuat di simpan diberi
radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas, dengan
demikian dapat disimpan lebih lama. (Abdul Jalil Amri Arma, 2009).
Pemupukan
Untuk melaksanakan pemupukan pada waktu yang tepat, dapat digunakan
nitrogen-15(N-15). Pupuk yang mengandung N-15 dipantau dengan alat
pencacah. Jika pencacah tidak mendeteksi lagi adanya radiasi, berarti
pupuk sudah sepenuhnya diserap oleh tanaman. Pada saat itulah
pemupukan yang diperlukan dan sesuai dengan usia tanaman (Sutresna,
2007).
e) Radiologi dalam Bidang Sains
Iodin-131 (I-131) untuk mempelajari

kesetimbangan

dinamis.
Oksigen-18 (O-18) untuk mempelajari reaksi esterifikasi.

Karbon-14 (C-14) untuk mempelajari mekanisme reaksi


fotosintesis.
f) Pemanfaatan Radiasi dalam Bidang Industri
Pada saat ini radioaktif mulai digunakan di bidang industri. Misalnya
industri pupuk, atau bahkan digunakan oleh perusahaan yang mencari sumbersumber baru minyak bumi yang ada diperut bumi.
Pemeriksaan tanpa merusak
Pada saat ini radioaktif mulai digunakan di bidang industri. Misalnya
dalam bidang industri pupuk, atau bahkan digunakan oleh perusahaan yang
mencari sumber-sumber baru minyak bumi yang ada diperut bumi. Radiasi
sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau
sambung las, yaitu merongsen bahan tersebut. Teknik ini berdasar sifat
bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi
yang diteruskan makin berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat
terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian yang berongga
didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam.
Mengontrol ketebalan Bahan
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng
logam dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas,
bahwa intensitas radiasi yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan
yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat penekan. Jika
lembaran mejadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima
deterktor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan
lebih kuat sehingga ketebalan dapat dipertahankan.
Pengawetan bahan
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti
kayu, barang-barang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat meningkatkan
mutu tekstil karena mengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih
baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis makanan juga dapat
diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama.
Radiasi sinar gamma dapat dilakukan pada pengawetan makanan melalui
dua cara :
a. Membasmi mikroorganisme, misalnya pada pengawetan rempahrempah, seperti merica, ketumbar, dan kemiri.

b. Menghambat pertunasan, misalnya untuk pengawetan tanaman


yang berkembang biak dengan pembentukan tunas, seperti kentang,
bawang merah, jahe dan kunyit.
Meningkatkan mutu tekstil. Contohnya mengubah struktur serat tekstil
Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin
bekerja.
Radioisotop juga sebenarnya dikenal sebagai pencari jejak, kebocoran
dan dinamika fluida didalam pipa pengiriman gas dan cairan dapat dideteksi
dengan menggunakan radioisotope. Zat yang sama atau memiliki sifat yang
sama dengan zat yang dikirim dicampur (diikutsertakan)dalam pengiriman
setelah daitandai dengan radioisotop. Radioisotope yang berda di luar jalur
menunjukan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisootop diluar jalur dapat
dicari sambil bergerak cepat, sehingga pipa gas bumi atau minyyak yang
sangat panjang bahkan mencapai ribuan kilometer dapat dideteksi dengan
waktu yang relative singkat. Selain itu radioisotop juga dapat digunakan untuk
memeriksa kebocoran tangki penyimpanan atau tangki reaksi.. ppada
pengujian ini biasanya digunakan radioisotope yang ssulit beraksi (inert) dari
gas mulia, misalnya Xe-133, Ar-41, agar tidak mempengaruhi zat atau proses
kimia yang terjadi di dalamnya.

g) Pemanfaatan Radiasi dalam Bidang Pertambangan


Radioisotop memberikan manfaat besar dalam bidang pertambangan.
Pada pertambangan minyak bumi, radioisotopmembantu mencari jejak air
dalam lapisan batuan. Pada pengeboran minyak biasanya diperlukan tekanan
yang tinggi untuk mencapai sumber dari minyak bumi tersebut. Penambahan
tekanan ini dapat dilaukan dengan cara membanjiri ceekungan miinyyak
dengan dengan air yag dikenal dengan flooding. Air dsuntikan kedalamnya
melalui pengeboran sumur baru. Untuk memastikan bahwa air yang dimaskin
ke dalm lapisan batuan benar-benar masuk ke cekungan minyak yang
dikehendaki, maka diperlukan peran radioisotop yang berupa koobal-57,
kobal-58, dan kobal-60 yang dalam bentuk ion komplek hexacyanocobaltate.
Ion ini akan bergerak bersama-sama dengan air suntikan sehingga arah
gerakan air tersebut dapat diketahui dengan mendeteksi keberadaan
radioisotope cobalt tersebut.

Tritium radioaktif dan cobalt-60 digunakan untuk merunut alur-alur


minyak bawah tanah dan kemudian menentukan strategi yang paling baik
untuk menyuntikkan air kedalam sumur-sumur. Hal ini akan memaksa keluar
minyak yang tersisa di dalam kantung-kantung yang sebelumnya belum
terangkat. Berjuta-juta barrel tambahan minyak mentah telah diperoleh dengan
cara ini.
h) Pemanfaatan Radiasi dalam Bidang Penelitian Kimia
Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai
reaksi kimia. Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat
diikuti reaksi antara asam karboksilat dan alkohol. Dari analisis
spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti
berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna). Hasil analisis ini menunjukkan
bahwa molekul air tidak mengandung oksigen-18. Adapun jika O-18
berada dalam alkohol maka reaksi yang terjadi seperti berikut. 6CO2 +
6H2O C6H12O6 + 6O2
Penggunaan Isotop dalam Bidang Kimia Analisis
Analisis dengan radioisotope atau disebut radiometric dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu, sebagai berikut :
1) Analisis Pengeceran Isotop
Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan sejumlah
larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat
tersebut dipisahkan dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan
yang dianalisis ditentukan dengan membandingkannya dengan larutan
standar.
2) Analisis Aktivitas Neutron (AAN)
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur
kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan
logam berat (Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan
neutron dalam reaktor sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi
yang dipancarkan adalah sinar gamma . Selanjutnya sampel dicacah
dengan spektrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari unsur
yang akan ditentukan.
Contoh analisis aktivitas neutron ini untuk menentukan logam berat
(Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan neutron dalam
reaktor sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang
dipancarkan adalah sinar-X. Selanjutnya sampel dicacah dengan

spectrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari unsur yang akan


ditentukan. Dalam bidang kimia, radioisotope dapat digunakan untuk
mempelajari mekanisme reaksi kimia, misalnya radioisotop oksigen-18
(O-18) digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi esterifikasi.
Radioisotop telah memberikan kontribusi pula dibidang penelitian
kimia, utamanya dalam menelusuri mekanisme reaksi. Radioisotopradioisotop dari unsure hydrogen, karbon nitrogen dan sebagainya telah
memainkan peran dalam menjelaskan berbagai mekanisme reaksi pada
reaksi-reaksi senyawa organik.
i) Pemanfaatan Radiasi dalam Bidang Bidang Peternakan
1) Mutasi gen dengan radiasi untuk pemuliaan tanaman.
2) Pemberantasan hama dengan meradiasi serangga jantan sehingga mandul.
3) Pengawetan bahan pangan dengan radiasi sinar-X atau gama untuk
membunuh telur atau larva.
4) Menunda pertunasan pada bawang, kentang, dan umbi-umbian untuk
memperpanjang masa penyimpanan.
5) Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak.
6) Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas
7)

pada pakan ternak.


32P dan 35S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam

usus besar.
8) 14C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah
menguap di dalam usus besar.
j) Pemanfaatan Radiasi dalam Pengukuran Usia Bahan Organik
Radioisotop karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari
penembakan atom nitrogen dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi
kosmik. Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon
dioksida dalam udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena
itu karbon radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama
kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14 yang diterima dan yang
meluruh dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan, sehingga mencapai 15,3
dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa ribu tahun. Apabila
organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan keaktifan ini berkurang.
Oleh karena itu umur bahan yang mengandung karbon dapat diperkirakan dari
pengukuran keaktifan jenisnya dan waktu paruh 14C. ( 12 T = 5.730 tahun).
D. Efek Negatif Penggunaan Radioisotop

1. Kerusakan karena efek somatic


Efek somatik akibatnya akan tampak dalam kurun waktu yang relatif dekat. Yang
termasuk di dalamnya antara lain kerusakan pada sistem saraf, sistem pencernaan,
sumsum tulang/sel-sel darah, organ reproduksi, kelenjar thyroid, mata, paru-paru,
dan ginjal.
2. Kerusakan karena efek tertunda
Efek tertunda, atau sering disebut dengan efek stokastik, memerlukan waktu yang
lama untuk dapat diketahui akibatnya. Karena tenggang waktu yang lama, maka
tidak mudah untuk menentukan apakah kelainan yang terjadi pada organ tubuh
tersebut merupakan akibat dari radiasi atau karena sebab lainnya. Beberapa bentuk
efek tertunda akibat radiasi antara lain neoplasma (perubahan bentuk atau
perubahan pertumbuhan sel karena radiasi), katarak yang dipengaruhi pula oleh
faktor usia dan dosis radiasi, kemandulan, baik kemandulan permanen maupun
kemandulan parsial, berkurangnya usia harapan hidup, dan hambatan pada
pertumbuhan (besarnya hambatan dipengaruhi oleh faktor umur janin dan dosis
radiasi yang diterima).
3. Kerusakan karena efek genetic
Efek genetik disebut juga dengan heredity effects. Efek radiasi, khususnya radiasi
nuklir, menyebabkan terjadinya mutasi gen. Hal ini sesuai teori yang mengatakan
bahwa kromosom dalam sel memang dapat berubah atau mengalami mutasi.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Suatu unsur dikatakan radioisotop atau isotop radioaktip ialah apabila unsur
tersebut dapat memancarkan radiasi.
2. Radiasi mempunyai dua sifat yaitu sifat merusak dan sifat yang dapat
dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang.
3. Penggunaan radioisotop digunakan dalam berbagai bidang, misalnya pada bidang
Kedokteran, Industri, Pertanian, Hidrologi, Biologis, Pertambangan, dan lain-lain,
tujuan

penggunaan

radioisotop

bagi

kehidupan

manusia

adalah

untuk

kesejahteraan manusia dan memudahkan keberlangsungan hidup manusia.


B. Saran
1. Masalah zat radioaktif dan radioisotop hendaknya tidak ditafsirkan sebagai satu
fenomena yang menakutkan.
2. Penggunaan radioaktif dan radioisotop hendaknya dibarengi pengetahuan dan
teknologi yang tinggi.
3. Diharapkan penggunaan zat radioaktif dan radioisotop ini untuk kemakmuran dan
kesejahteraan umat manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Retug dan Ngadiran Kartowasono. 2005. Radiokimia. Singaraja: Jurusan


Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, IKIP Negeri Singaraja.
Sutresna, N. 2007. Cerdas Belajar Kimia: Untuk Kelas XII SMA/MA Program
Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: PT. Grafindo Media Pratama.

Guru muda (dot) com. Penggunaan Radioisotop. http://gurumuda.com/bse/penggunaanradioisotop/.

Astatin (UPDATED!). Kegunaan Radioisotop.

http://imperfectionsts.wordpress.com/2010/10/17/kegunaan-radioisoitop/.
Joko. Radioisotop. http://joko1234.wordpress.com/2010/03/11/radioisotop/.
Retug dan Ngadiran Kartowasono. 2005. Radiokimia. Singaraja: Jurusan
Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, IKIP Negeri Singaraja.