Anda di halaman 1dari 259

www.diduniadownload.blogspot.

com
www.ac-zzz.tk

Menyingkap Karen
Richard Baer
www.ac-zzz.tk

Richard Baer,2007
Diterjemahkan dari Switching Time: A Doctor's Harrowing Story of Treating a
Woman with 17 Personalities karya Richard Baer, terbitan Crown
Publishers, New York, 2007
Hak terjemahan Indonesia pada Serambi Dilarang mereproduksi atau
memperbanyak seluruh maupun sebagian dari buku ini dalam bentuk atau cara
apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani Penyunting: Anton Kurnia Proofreader:
Daniel Solihin Pewajah Isi: Siti
PT SERAMBI ILMU SEMESTA Anggota IKAPI Jin. Kemang Timur
Raya, Jakarta 12730 www .serambi .co .id; www .cerita-utama .serambi .co
.id; inf o@serambi .co .id
Cetakan I: September 2008
ISBN: 978-979-024-023-0
Daftar Isi
Prolog "11
BERTAHAN HIDUP
1 Awal yang Salah "19
2 Roller Coaster " 33
3 Kehilangan Waktu " 51
4 Memilih Kematian " 59
5 Penahanan Ayah " 79
6 Ibu dan Ayah "101
7 Komitmen yang Semakin Mendalam " 1
8 Kengerian-kengerian Masa Kecil "123
KEPRIBADIAN KEPRIBADIAN LAIN
9. Surat dari Claire "155
10. Perkenalan-Perkenalan "183
11. Hadiah Natal " 205
12. Saluran-saluran yang Berlainan "219
13. Pohon Silsilah " 249
14. Saat Bercerita "271
15. Foto- foto Mesum " 293
INTEGRASI
16. Solusi Holdon "313
17. Menyatukan Claire 331
18. Sandy dan Miles "347
19. Ann dan Sidney ~ 369
20. Thea dan Karen Boo ~ 391

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
21. Karl ~ 40.Z
22. Efee dan Karer/ 1 ~ 417
23. Katherine ~ 43i
24. Juiiann dan Karen 3 ~ 445
25. /Care/7 2 dan Jensen ~ 463
26. Wo/don ~ 5t?3 Ep//og ~ 539
Catatan Karen ~ 549
Catatan Penulis ~ 55i

Prolog

PERAWAT ITU berkali-kali memanggilku Karen sehingga aku berpikir bahwa itu

pasti namaku. Aku tahu aku berada di rumah sakit, tapi tidak tahu alasannya. Perban
membalut perutku, dan dadaku terasa sakit saat aku bernapas. Aku berbaring di
ranjang selama beberapa waktu diam, ketakutan, dan merasa kesepian di dalam
sebuah dunia yang tak bisa kujelaskan. Aku takut akan kehilangan akal sehatku.
Aku dipindahkan ke sebuah ruangan lain. Kupikir aku tentu baru saja melahirkan
karena adanya perban di perutku dan aku melihat para ibu beserta bayi-bayi mereka
di lantai yang sama. Seorang perawat muncul dan memeriksa luka di balik perbanku.
Luka itu sepanjang lima belas senti, terletak tepat di atas tulang kemaluanku, dan
jahitannya tampak seperti seringai marah.
Seorang pria muncul, jangkung dan kurus, berbau bir, berambut cepak, dan
memamerkan senyuman konyol. Ia memberitahuku bahwa aku baru saj melahirkan
seorang bayi perempuan. Aku membalas senyumannya. Dia tentu ayahnya, pikirku,
meskipun aku sama sekali
tidak mengenalnya.
"Karen, kita mendapatkan Sara yang cantik," katanya. "Kapankah kau akan pulang?"
Aku tidak tahu di mana rumahku, atau siapa saja yang mungkin ada di sana.
"Kau harus menanyakannya kepada dokter," kataku, tersenyum lemah. "Namanya
Sara?"
"Ya, Sara, tentu saja!" katanya. "Apa kau berubah pikiran?"
"Oh, tidak, Sara nama yang indah," ujarku. Aku sangat kebingungan dan ketakutan,
tapi kupikir aku sebaiknya merahasiakan segenap kegafauanku ini. Bagaimana
mungkin aku menanyakan kepada pria ini, Siapakah kamu? Mereka akan
menganggapku gila, pikirku. Aku berharap aku tidak gila. Aku yakin mereka akan
mengurungku di suatu tempat jika mereka tahu bahwa aku tidak bisa mengingat apa
pun.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Bayangan-bayangan peristiwa yang terjadi sebelum persalinan mulai mendatangiku
aku didorong di sepanjang koridor berdinding hijau menuju lift, memandang pipa-pipa
air yang terpasang di langit-langit, melirik wajah-wajah yang berbicara dan menunduk
di atasku. Aku ingat ketika para perawat mengikatku pertama kakiku, lalu tanganku.
Aku tiba-tiba teringat ... Aku tak bisa bergerak! Kumohon, jangan sakiti aku! Aku
meronta-ronta untuk melepaskan diri. Aku tidak bisa melihat dokter yang bekerja di
balik tirai. Dia menunduk di atas perutku, lalu aku merasakan pisau bedahnya, dan api
seolah-olah membelah perutku.
Aku menendang-nendang dan berusaha menjerit, namun suaraku tidak muncul.
Mulutku terasa kecut dan pahit, dan tenggorokanku penuh berisi muntahan. Aku
berusaha bernapas. Dokter itu melihat kakiku bergerak dan meneriakkan sesuatu
kepada perawat. Sebuah masker dipasang di mukaku. Kemudian, aku menghilang.
Selama beberapa hari pertama sejak kelahiran Sara, aku tahu aku telah memiliki
seorang anak laki-laki berumur dua tahun di rumah, James, yang rambutnya pirang
bergelombang dan memiliki sepasang mata paling biru yang pernah kulihat. Aku
melihat anak itu dalam foto yang ditunjukkan oleh ibuku. Kurasa wanita itu adalah
ibuku.
Dia bercerita soal pengalamannya saat melahirkanku. "Kau anak pertama; kau yang
tersulit. Proses kelahiranmu seolah olah berlangsung selamanya. Dahulu belum ada
obat-obatan manjur seperti yang kaupakai sekarang ini. Aku masih ingat robekan yang
kausebabkan dan banyaknya jahitan yang kudapat."
Dia tidak membiarkanku bicara. Aku hanya mendengarkan. Setelah beberapa
waktu, aku mulai merasa jengkel terhadap wanita berpakaian mencolok bermotif kulit
binatang dan selalu mengarahkan setiap percakapan pada dirinya ini. Suaminya,
Martin, ayahku, seorang pria bertubuh besar yang berpenampilan suram dan
mengancam, mendekatiku sejenak dan menanyakan keadaanku, tapi tidak
menantikan jawabanku. Setelah menonton televisi selama beberapa menit, dia
keluar.
Anehnya, aku menerima fakta-fakta yang baru kuketahui tentang diriku dan
keluargaku ini tanpa kewaspadaan ataupun keterkejutan. Meskipun semua itu
membingungkan, secara samar-samar aku merasa pernah berada dalam situasi serupa
sebelumnya. Rasanya, aku sudah terbiasa berpura-pura dan mengumpulkan banyak
informasi tentang apa pun yang
luput dari ingatanku, dan entah bagaimana, aku tahu bahwa aku akan lebih baik
jika tetap diam.
Kadang-kadang, saat keluargaku membesuk, aku berpura pura tidur supaya dapat
mencuri dengar percakapan mereka dan secara diam-diam mengakrabkan diri dengan
suamiku, saudara-saudaraku, keluarga mereka, dan teman-teman kami. Aku
mendengar ibuku memanggil suamiku Josh, dan suamiku memanggil ibuku Katrina.
Josh bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan pengangkutan. Dia bertugas
memastikan truk-truk diisi dengan muatan yang tepat dan berangkat tepat waktu. Dia
kadang-kadang mengunjungiku saat istirahat makan siang, tapi hal ini cukup sulit
dilakukan karena dia harus bekerja sekaligus merawat anak laki-laki kami.
Masa perawatanku di rumah sakit diperpanjang karena setiap kali aku menarik
napas panjang, aku merasakan rasa sakit yang menusuk di bagian kanan dadaku.
Akhirnya, dokter spesialis penyakit dalam yang merawatku mengatakan kepadaku

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
bahwa aku mengidap "radang paru-paru basah" akibat menghirup muntahanku sendiri
selama pembedahan Caesar. Aku harus diinfus dan tinggal di rumah sakit selama tiga
minggu lagi.
Suhu badanku naik dan turun, tapi tidak pernah kembali normal sepenuhnya.
Kemudian, seorang ahli bedah turun tangan. Akhirnya aku dioperasi dan sebagian
paru-paru kananku diangkat karena dokter mengatakan bahwa "abses" telah terbentuk
di sana. Ada saat-saat yang tak bisa kuingat selama aku berada di rumah sakit; seolaholah, aku terus-menerus mengalami koma dan sadar kembali.
Setibanya di rumah, meskipun bagian kanan dadaku
masih terasa sakit, aku berusaha memahami sosok seperti apa yang seharusnya ku
tampilkan. Orang-orang menelepon dan berkunjung untuk menengok bayiku. Aku
hanya membicarakan hal-hal umum hingga dapat melihat jenis hubunganku dengan
orang lain. Aku mencermati setiap album foto yang kutemukan; seolah- olah ada
orang lain yang meninggalkan album-album itu untukku. Aku mengamati setiap
ha/amannya dan mendapatkan begitu banyak detail dituliskan di bawah foto-foto
yang terpasang di sana. Perlahan-lahan, aku menjadi orang yang ada di dalam fotofoto itu.
Suamiku menjadi semakin galak: dia memarahiku karena aku tinggal di rumah sakit
selama enam minggu dan tak bisa bantu-bantu di rumah. Dia mengumpatku setiap kali
rasa sakit atau keletihan membatasi kemampuanku bekerja di rumah. Aku tak ingin
berhubungan seks dengan Josh; aku bahkan tidak mengenalnya. Aku menjadikan rasa
nyeri di bagian kanan dadaku sebagai alasan. Yang terburuk dari semuanya adalah,
putraku, yang awalnya sepenuhnya asing bagiku, mengetahui bahwa aku bukanlah
ibunya, dan aku butuh berbulan-bulan untuk mendapatkan kepercayaan dan
penerimaan darinya.
Namun, kehidupan terus berjalan. Aku menyesuaikan diri dengan rutinitas di
rumah kami, perlahan-lahan terbiasa dengan berbagai tuntutan dari Josh dan ibuku,
kembali menjalani jadwal ketat dalam menjadi sukarelawan, menolong teman-teman,
serta merawat anak-anak. Tetapi, setelah lebih dari tiga tahun berjalan, aku merasa
putus asa. Aku telah menemui sejumlah dokter untuk menyembuhkan rasa nyeri
menusuk yang tak kunjung reda akibat operasi paru-paru di dadaku,
namun tidak seorang pun dari mereka dapat menemukan penyebabnya.
Di samping rasa sakitku, jauh di iubuk hatiku yang terdafam, aku tahu bahwa
diriku sedang menjaiani sebuah kebohongan. Aku terbiasa dengan keluargaku, tapi
masih ada saatsaat ketika aku tidak bisa mengingat apa yang kulakukan. Aku tidak
ingat saat aku memakai baju, atau aku menemukan sebuah buku di meja samping
ranjangku, padahal aku tidak ingat pernah membacanya.
Kupikir, tentunya ada yang sangat salah dengan diriku. Aku takut diriku telah
kehilangan akal sehat dan akan dikurung entah di mana. Siapakah yang bisa kuajak
berbicara? Berbagai hal telah berjalan di luar kendaliku. Akhirnya, aku menelepon
rumah sakit, dan mereka merujukku ke Dr. Rosa Gonzales, seorang psikiater. Saat aku
menelepon kantornya, resepsionis yang menerima teleponku mengatakan bahwa Dr.
Gonzales sibuk, tapi dia memberiku janji temu dengan mitra Dr. Gonzales, Dr.
Richard Baer.[]
BAGIAN SATU
BERTAHAN HIDUP

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
1
Ka Itu 11 Januari 1989. Aku berjalan menyusuri koridor sempit, melewati kantor
dua orang ahli terapi lain, menuju ruang tunggu untuk menemui Karen. Dia duduk di
sudut ruangan dengan kepala tertunduk, memainkan tali tasnya. Umurnya dua puluh
sembilan tahun, tapi dia tampak lebih tua. Dia mengalami kelebihan berat badan,
berwajah bulat, berambut cokelat acak-acakan dengan ujung keriting, mengenakan
kacamata berbingkai emas, dan sebuah bekas luka kasar berbentuk setengah lingkaran
tampak di tengah keningnya. Pakaiannya rapi, tapi celana panjang katun hitam dan
atasan cokelatnya tidak menarik. Dia sama sekali tak mengenakan riasan wajah
ataupun perhiasan, kecuali sebentuk cincin kawin. Dia memandangku saat aku
mendekatinya. Matanya seolah-olah mengatakan, Hai, maafkan aku, aku sudah
menyerah.
"Silakan langsung masuk saja," ujarku, dan dia berjalan melewatiku, lamban, malumalu, penuh rasa bersalah, dan tak berdaya. Terdapat kesan keletihan fsik dan
emosional pada dirinya, semacam keengganan yang sepertinya telah mendarah
daging.
Aku seorang psikiater muda; usia tiga puluh tujuh
Awal yang Salah
tahun terhitung muda dalam bidang ini. Tinggi badanku sedikit di atas seratus
delapan puluh senti dengan rambut cokelat tua bersemburat kelabu. Aku pernah
menangani seorang pasien gay yang mengatakan bahwa aku tampak muda dan
tampan. Aku telah berpraktik selama tujuh tahun dan membuka praktik paruh waktu
di sebuah lingkungan kelas pekerja di pinggiran Chicago. Sebagian besar pasien yang
kutemui di sana adalah ibu rumah tangga yang mengidap depresi atau kecemasan,
beberapa orang paruh baya penderita manikdepresi, dan beberapa pasien berumur
yang menderita involutional melancholia, yakni penyakit depresif yang umum diderita
oleh lansia.
Aku juga merawat beberapa orang penderita skizofrenia yang tetap mampu
menjalani kehidupan dengan normal dan beberapa orang yang sangat taat beragama.
Ini tempat yang bagus untuk praktik karena luasnya ragam penyakit psikis yang bisa
kuamatidan biaya perawatan hampir semua pasienku ditanggung oleh asuransi
kesehatan. Aku juga memiliki kantor di pusat kotaChicago, tempatku merawat para
pasien yang membutuhkan penanganan psikoanalisis dan beberapa pasien lainnya.
Kantor di pinggiran kota ini, yang pada hari-hari tertentu kugunakan bersama Dr.
Gonzales, terletak di dalam sebuah bangunan batu bata cokelat, berlantai tiga,
dibangun pada tahun 1970-an, serta terletak di antara mal, toko-toko mobil, dan
restoran-restoran cepat saji. Kantorku berkesan longgar. Hanya ada sebuah meja kayu
ek besar dengan dua kursi dan sebuah meja sudut kecil dengan hiasan buket bunga
sutra palsu, hadiah dari istriku. Sebuah jendela yang memenuhi seluruh dinding di
salah satu sisi ruangan memperlihatkan lalu lintas di 95 Street. Ruangan itu bercat
putih tulang, karpet beserta perabot di dalamnya bernuansa cokelat. Kecuali jendela,
hanya ada beberapa hal lain yang bisa mengalihkan perhatian.
Karen duduk di depan meja dan menghela napas.
"Apa yang membawamu menemui saya?" tanyaku. Aku selalu menggunakan kalimat
pembuka standar ini karena kekuatannya untuk memancing seseorang menceritakan
masalah mereka tanpa harus bersikap defensif. Hampir semua alternatif kalimat

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
lainnya-Apakah yang kamu inginkan? Apakah yang salah dengan dirimu? Saya paham
bahwa kamu depresi ... tidak layak digunakan.
Karen bergerak-gerak canggung, berusaha mencari posisi yang nyaman. Tubuhnya
terlalu besar untuk kursi yang didudukinya meskipun posturnya, yang padat dan
sedikit condong ke samping, membuatnya tampak lebih kecil.
"Saya merasa ... depresi ... selama tiga setengah tahun terakhir," katanya.
Sebelum berbicara, dia menarik napas dengan cepat, yang menimbulkan kesan raguragu, ucapannya sarat usaha dan keengganan. Dia terdiam.
"Sebelumnya, apakah kamu tidak pernah depresi?" tanyaku.
Dia
mengangkat
bahu,
tapi
menggelengkan
kepala.
"Ada masalah dengan depresi saat masa pertumbuhan?"
Sekali lagi, dia menggeleng.
"Tidak, saya tidak punya masalah hingga melahirkan anak kedua saya, putri saya,
dengan operasi Caesar." Dengan singkat, dia menceritakan perawatannya di rumah
sakit. "Saya masih merasa sakit." Karen menghela napas lagi, menghimpun
kekuatan.
"Para dokter akhirnya mengangkat sebagian paru-paru saya melalui pembedahan di
punggung saya." Dia menggerakkan tangan di sepanjang payudara kanan hingga ke
punggungnya. "Saya sakit cukup lama dan tidak bisa langsung mengurus bayi saya."
Mata Karen berkaca-kaca. "Saya tidak bisa menyusui, dan anak laki-laki saya yang
berumur dua setengah tahun menolak saya saat akhirnya saya pulang."
Dia menceritakan kepadaku bahwa dia mengonsumsi obat antidepresi dan penahan
rasa sakit meskipun obat penahan rasa sakit justru membuatnya semakin depresi. Aku
tahu bahwa depresi umum diderita oleh pasien yang menderita rasa sakit kronis.
Keseluruhan hidupnya tentu ikut menderita.
"Bagaimana keadaan di rumahmu sekarang?" tanyaku. Dia kembali mengangkat
bahu, memberikan kesan menyesal dan tak berdaya. Dia berbicara seolah-olah setiap
kata yang diucapkannya harus didorong supaya mau keluar, seolah-olah sebuah
kekuatan di dalam dirinya mencegahnya untuk mengatakan masalahnya kepadaku.
Kata-katanya muncul dengan sangat lambat sehingga aku nyaris kehilangan
konsentrasi saat menantinya.
"Pernikahan saya retak sejak kelahiran bayi saya. Saya dan suami saya tidak akur."
Sekarang, Karen terdiam dan tampak malu. "Berat badan saya naik lima puluh kilo
sejak melahirkan. Orang-orang menyuruh-nyuruh saya; saya tidak bisa menolak
mereka." Dia terdiam dan memandangku untuk meminta tanggapan, tapi aku belum
mengetahui
cukup
banyak
untuk
berkomentar sehingga aku menantinya melanjutkan
ceritanya. Karen kembali mengubah posisi duduknya dan meneruskan bercerita.
"Saya menangis terus-menerus dan saya harus berhenti bekerja karena rasa sakit
yang tidak kunjung reda. Saat saya berada di rumah, rasa sakit itu lebih parah, tapi
saat saya berada di luar, rasanya lebih baik." Dia memalingkan wajah lalu kembali
menatapku. "Saya merasa bersalah karena sakit dan saya merasa berutang kepada
keluarga saya karena mereka telah menolong saya."
"Kamu berutang kepada mereka?" "Karena mereka harus menolong saya ... " Dia
kembali memalingkan wajah untuk menghindari tatapanku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Dia meneruskan ceritanya dengan mengatakan bahwa dia terbangun pada tengah
malam dan tidak bisa kembali tidur, dan dia tidak lagi peduli. Dia tidak punya energi,
dia sering menangis, dia tidak mampu berkonsentrasi, dan dia berhenti meminum
obatnya.
Saat mendengar ceritanya, aku melihat seorang wanita yang tidak mampu
menolong dirinya sendiri. Dia menampilkan dirinya sebagai korban, nyaris berpegang
teguh pada peran itu, dan aku merasa sedikit tidak sabar. Aku tahu bahwa dia
menderita depresi, dengan gejala-gejala yang dapat ditolong oleh pengobatan, tapi
aku juga menduga dia memiliki sifat tertentu yang berkontribusi dalam memicu
depresinya, dan yang akan menjadikan perawatan terhadap penyakitnya lebih sulit.
Setelah mendengarkan ceritanya, aku memberinya pertanyaan standar dari daftar
pertanyaan status mentalku. Jelas terlihat bahwa dia mengidap depresi serius, tapi
dia menyangkal memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri. Aku memutuskan untuk
merawat gejala-gejala depresinya dengan obat dan membiarkan
saja sifat khususnya. Aku memintanya kembali datang seminggu kemudian. Dia
menerima resepku dengan patuh dan meninggalkan kantorku. Semangatku sedikit
terangkat saat aku melihatnya pergi.
AKU TIDAK memikirkan Karen lagi hingga dia kembali ke kantorku seminggu
kemudian. Katanya, dia merasa lebih baik, dapat tidur lebih nyenyak, meskipun dia
masih merasa sedih.
"Kepala saya terasa pusing karena pil itu," katanya, menjumput sehelai benang
yang menempel di celananya. "Saya tidak yakin apakah saya menyukainya."
"Saya rasa obat itu bisa menolongmu," ujarku. "Saya merekomendasikan kepadamu
untuk terus meminumnya."
"Baiklah," ujarnya lirih.
"Apa lagi yang kamu rasakan?"
"Saya masih merasa sakit, dimulai dari leher, lalu turun ke punggung dan sekitar
dada saya, di sini." Dia menunjuk dadanya. Karen mengulangi keluhan yang telah
disampaikannya pada pertemuan pertama kami. Saya tidak bisa menolak permintaan
orang /ain. Saya merasa bersalah karena ibu saya me nolong ketika saya sakit, dan
sekarang saya berutang kepadanya. Saya berusaha memuaskan semua orang.
Pernikahan saya belum pulih sejak saya sakit ....
Untuk semua itu, aku hanya dapat menawarkan bantuan yang terbatas. Dia tidak
pernah sedikit pun menyinggung tentang apa yang telah dilakukannya untuk
memecahkan masalahmasalahnyadia hanya menderita. Aku mendengarkannya
dengan kejengkelan yang tumbuh di dalam diriku. Penting bagi seorang ahli terapi
untuk menyadari reaksinya terhadap seorang pasien dan
berusaha mempelajari sesuatu dari sana. Apakah kejengkelan seperti ini juga
dirasakan oleh orang-orang dalam kehidupan Karen?
Aku memikirkannya. Aku menyarankan kepada Karen bahwa dia bisa mengubah
kehidupannya jika dia mau, dan bahwa dia tidak perlu merasa tidak berdaya seperti
sekarang. Aku memberikan beberapa contoh dengan menggunakan situasi-situasi yang
disebutkannya, dan aku memberitahunya cara untuk membuat pilihan yang lebih
meyakinkan sebagai alternatif dari pola lemah yang diikutinya. Dia menyebutkan
alasan mengapa hal itu tidak mungkin dilakukannya, dan aku menyadari bahwa diriku

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sedang berbicara dengan batu. Aku melipatgandakan dosis obatnya dan memintanya
datang kembali dua minggu kemudian.
SAAT KAREN kembali, tangannya gemetar. Pakaiannya sama seperti sebelumnya;
dia memakai baju yang ber beda, tapi kesan rapi dan membosankan yang
ditampilkannya tetap sama. Kerut merut menghiasi bagian tengah keningnya. Dia
bergerak-gerak di kursinya dan memandangku; tatapannya sangat sendu.
"Saya tidak bisa tidur ... pada malam hari," katanya dengan lirih, samar-samar,
memulai rentetan keluhan yang sudah kuakrabi sejak dua pertemuan terakhir kami.
"Apakah kamu berpikir untuk menyakiti dirimu sendiri?" tanyaku. Siapa pun yang
sedepresi dan setidak berdaya ini tentunya memikirkan hal itu. Karen mulai menangis.
"Kadang-kadang saya berpikir untuk bunuh diri," katanya, tapi dia cepat-cepat
menambahkan, "saya rasa saya tidak akan pernah melakukannya."
Saat mendengarnya membicarakan hal-hal yang membebaninya, tetapi dia tidak
berupaya untuk menyingkirkannya, aku merasakan kejengkelanku bertambah. Dia
berbicara dengan nada monoton yang membosankan dan mengabaikan selaanku, serta
saat aku memberikan saran, dia mengangguk-angguk patuh tapi langsung melanjutkan
ceritanya, seolah-olah aku tidak mengatakan apa-apa. Aku merasa seolah-olah,
dengan kepasifannya, dia menginjak-injakku. Di dalam benakku, aku berusaha
memisahkan gejala-gejala episode depresi mayornya dari sifatnya yang pasif dan
rendah diri.
Aku ingin memfokuskan perawatan pada depresinya, yang semestinya dapat
disembuhkan dalam waktu singkat. Aku tidak ingin berurusan dengan sifatnya; itu
pekerjaan yang membutuhkan waktu sangat lama. Menurutku, pengobatan
membantunya, tapi hasilnya tidak begitu terlihat. Aku menambah dosis obatnya
menjadi tiga kali lipat dan memintanya kembali satu bulan kemudian.
Karen adalah pasien terakhirku hari itu, dan aku sudah ingin pulang. Aku memiliki
seorang istri, seorang anak laki-laki berumur empat tahun, dan seorang bayi
perempuan berumur delapan bulan yang menantiku di rumah. Setelah sehari penuh
mendengarkan berbagai masalah orang lain, aku tahu bahwa semangatku akan
terangkat begitu aku bertemu dengan keluargaku.
EMPAT MINGGU kemudian, aku memasuki ruang tunggu dan mencari Karen, tapi
dia tidak ada di sana. Aku kembali ke kantorku dan membaca catatan yang kubuat
untuknya dalam kunjungan-kunjungannya sebelumnya. Secara rutin, saat seorang
pasien datang untuk memenuhi janji temu, aku membaca catatan yang
kubuat dari sesi terakhir kami untuk mengingatkan diriku tentang keadaan pikiran
dan emosi mereka. Pasien selalu melanjutkan cerita dari saat mereka
meninggalkannya, mungkin tidak selalu berurutan, tetapi selalu mengikuti jejak
keadaan emosi mereka. Meskipun topiknya mungkin berubah, jejak emosi mereka
akan tetap sama atau, diharapkan, menunjukkan beberapa kemajuan.
Awalnya, saat duduk dan menantikan kedatangan Karen, aku mulai memikirkan
kemungkinan yang menyebabkan dia terlambat. Apakah aku telah menyentuh topik
atau sifat yang sensitif sehingga dia mungkin menjadi enggan menggali keadaan
dirinya sendiri? Apakah dia takut akan menjadi dekat denganku, dan dengan datang
terlambat, dia mencoba menggagalkan terapi dengan mengurangi waktu yang akan
kami habiskan bersama? Setelah sepuluh menit berlalu, aku keluar dan mencarinya
lagi; dia masih tidak ada.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Seiring waktu, aku mulai memahami bahwa dia tidak terlambatdia memang
sengaja melewatkan sesi ini. Karen adalah pasien yang sulit ditolong, sehingga aku
kembali melihat catatanku untuk mencari petunjuk mengapa dia tidak kembali. Saat
aku membaca kembali apa yang dikatakannya kepadaku, dan saat aku mengingat
perasaanku terhadap dirinya, mudah bagiku untuk melihat beberapa hal yang
membuatku gagal memahami dirinya dan berempati kepadanya.
Kadang-kadang, aku tenggelam dalam detail-detail kehidupan seseorang dan reaksi
pribadiku kepada mereka, dan karena itulah aku tidak bisa melihat masalah secara
luas. Sekarang aku paham bahwa dia berusaha menyenangkanku dengan meminum
obat yang dirasanya tidak manjur baginya dan bahwa aku merasa jengkel
karena dia tidak kunjung membaik. Aku juga berpikir bahwa caranya bersikap
salah. Jelas sudah, kejengkelanku membuatku tak serius mendengarkan ceritanya dan
hasilnya dia memutuskan bahwa aku tak mampu menolongnya.
Saat memikirkan tentang kegagalanku, aku teringat bahwa pasien depresi memiliki
kecenderungan untuk membuat cemas psikiater mereka. Di balik setiap ledakan
kejengkelan terdapat kecemasan. Tetapi, kecemasan terhadap apa? Bahwa depresi itu
akan menular. Dan, memang begitu. Jika kau duduk dengan seorang penderita
depresi, kau akan merasa ditelan mentahmentah: bahwa mereka mengisap kehidupan
dari dirimu, dan hal ini juga akan membuatmu depresi.
Itulah masalahku dengan Karen dan penyebabku merasa kesulitan duduk
dengannya. Selama bertahun-tahun, aku telah bekerja dengan begitu banyak pasien
penderita depresi, tapi tidak seorang pun bisa memengaruhiku seperti Karen.
SEKITAR SEBULAN kemudian, sekretarisku memberitahuku bahwa dia menerima
tiga buah cek dari Karen, untuk setiap sesi yang diikutinya. Semua cek itu tidak bisa
dicairkan. Dia menelepon Karen untuk memintanya membayar dengan uang tunai.
Karen akhirnya membayar. Jika dia memang berusaha memelihara kemarahan
psikiaternya, dia tahu betul cara melakukannya.
Tiga bulan lagi berlalu, dan pada suatu hari musim semi yang hangat pada akhir
Mei, aku melihat nama Karen dalam daftar pasienku siang itu. Saat dia masuk,
penampilannya tidak berubah, mengenakan celana
panjang hitam dan atasan hijau pudar berlengan pendek, sedikit gemetar, serta
masih sedepresi dahulu. Aku menanyakan alasann dia berhenti datang. Dia bilang dia
takut kembali karena ceknya tidak bisa dicairkan. Dia tak mau memasukkan tagihanku
ke asuransi suaminya karena dia takut semua orang di tempat kerja suaminya akan
tahu dia menemui psikiater.
Kurasa penjelasannya hanyalah rasionalisasi dari kebingungan emosional yang
ditujukannya terhadapkubahwa dia kembali untuk memberiku kesempatan kedua.
Aku berharap dapat menggunakan kesempatan itu dengan bijaksana. Aku
meyakinkannya dan menjelaskan aturan kerahasiaan yang harus dipegang oleh
perusahaan, menekankan bahwa orang-orang di tempat kerja suaminya tak akan
mengetahui dia secara rutin menemuiku.
Dia tetap menolak memanfaatkan asuransi, tapi dia khawatir tak mampu
membayar tagihanku sehingga aku menyarankan agar kami bertemu sekali saja dalam
sebulan. Dia tampak lega dan menyetujui usulku. Masalahnya, aku khawatir waktu
setengah jam dalam sebulan tidak akan cukup untuk memastikan penyakitnya dan
melakukan terapi.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
SAAT KAREN datang lagi, pada 19 Juni, aku mengingatkan diriku untuk
memfokuskan diri dan berusaha berempati dengan keputusasaan dan
ketakberdayaannya, serta betul-betul memahaminya, tak peduli betapa sikapnya
menjengkelkanku. Aku bertekad akan berbuat lebih baik kepadanya.
"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, Dr. Baer. Saya merasa gemetar dan
lesu." Dia menggigit bibir
bawahnya yang gemetar. "Saya bahkan sudah tak ingin hidup." Aku melontarkan
pertanyaan yang bertujuan memancingnya mengungkapkan beberapa hal spesifk.
Setelah beberapa menit menimbang-nimbang, sepertinya dia berhasil menenangkan
diri.
"Saya punya lebih banyak masalah dengan suami saya daripada yang saya ceritakan
kepada Anda." "Hm." Aku menunggu.
"Dia sering memukul saya. Jika saya tidak menyenangkannya dan menuruti
perintahnya, dia mengatakan bahwa saya tidak berguna baginya." Dia terdiam dan
menungguku mengucapkan sesuatu, tapi aku diam saja.
"Dia membangunkan saya tengah malam dengan menonjok saya dan menyuruh saya
pergi ke McDonalds, atau jika tim basket kesayangannya kalah dalam pertandingan di
televisi, dia akan memukuli dan menyalahkan sayadan dia bersungguhsungguh!"
Karen memandangku untuk melihat apakah aku memahaminya.
"Tim kesayangannya kalah gara-gara kamu," ujarku. Dia mengangguk.
"Sudah berapa lama hal itu berlangsung?"
"Sejak kelahiran putri saya, Sara, saya rasa. Dia minum beberapa botol bir dan
kelihatan senang, lalu minum beberapa botol lagi dan diam saja, setelah itu
kelakuannya menjadi kejam." Dia rasa? Mengapa dia tidak yakin? Aku bertanya-tanya.
TAK LAMA setelah pertemuan berikutnya, Karen menelepon dan membatalkan janji
temu. Dua minggu kemudian, aku menerima surat berikut.
11/12/89
Yang terhormat Dr. Baer,
Sekarang pukul 1.30, dan saya tidak bisa tidur. Saya tidak tahu hingga berapa lama
lagi saya bisa bertahan seperti ini. Saya betul-betul ingin mati. Saya membenci diri
dan kehi dupan saya. Saya tidak bisa berhenti menangis. Saya hanya menantikan saat
yang tepat untuk mati. Saya tidak tahu ba gaimana atau kapan, tapi saya rasa saat itu
akan segera datang. Saya telah mati rasa. Saya ingin tidur selamanya. Saya mohon,
tolonglah saya sebelum semuanya terlambat. Pasien Anda, KarenOverhill
N.B. Apakah Anda betul-betul peduli pada apa yang menimpa saya? Saya tidak.
Kekhawatiran utamaku saat membaca surat itu adalah risiko Karen akan
melakukan bunuh diri. Aku cukup menyadari bahaya yang mengancam dirinya. Dia
sepertinya sangat putus asa dan bertekad untuk mati daripada yang ditunjukkannya
kepadaku. Aku langsung meneleponnya. "Karen?"
"Ya." Suaranya terdengar pelan dan jauh di telepon. "Ini Dr. Baer. Saya sudah
menerima suratmu." "Oh."
Kami berbicara selama beberapa menit, dan selama itu, aku paham Karen betulbetul berniat mengakhiri hidupnya, mungkin dengan menenggak pil yang kuberikan
kepadanya dengan dosis berlebihan. Pada saat itu, aku menyadari bahwa hanya ada
satu pilihan realistis yang tersedia.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Hal terpenting saat ini adalah memastikan bahwa kamu aman," ujarku penuh
empati. "Dan, tempat terbaik bagimu adalah rumah sakit." Aku mengatakannya
dengan
penuh keyakinan karena membujuk seseorang supaya menyetujui perawatan di
rumah sakit jiwa bisa jadi sangat sulit. Karen terdiam beberapa jenak.
"Baiklah, jika Anda pikir itu yang terbaik."[]
2
Roller Coaster
KAREN MASUK rumah sakit pada 19 November dan menjalani rawat inap selama
sebulan. Saat aku mengunjunginya, dia menyerahkan kepadaku catatan berisi
sebagian kenangannya. Dia sepertinya malu saat memberikan catatan itu kepadaku.
Saat mulai membaca, aku diperkenalkan pada sebuah kehidupan penuh kekejaman,
teror, kehancuran, dan pertahanan.
Tulisan tangan, kesalahan-kesalahan ejaan, dan tanda-tanda penekanan
menandakan bahwa kata-katanya ditulis dengan tergesa-gesa, seolah-olah ada yang
menekannya.
Tentang Ayah
Ayah saya menjijikkan, kekanak-kanakan, pemalas, jorok, pemakai narkoba,
kleptomaniak, bodoh, lamban, tidak punya kepribadian, tidak bisa diandalkan,
mesum. Yang ada dalam pikirannya hanyalah seks. Dia selalu menggoda teman-teman
perempuan saya. Dia sering memberi sepuluh sen kepada teman-teman saya dan
menyuruh mereka meneleponnya sepuluh tahun kemudian untuk mendapatkan
pelajaran tentang cinta. Saya membencinya. Dia tak henti-hentinya menyiksa saya
secara fsik dan mental. Dia membuat saya merasa buruk, tidak diinginkan, tidak
percaya diri, dan tidak berguna. Dia selalu memanggil saya
sandal, pelacur, perempuan jalang, dan lain-lain. Dia tidak pernah mengatakan
kepada saya bahwa dia mencintai saya, tidak pernah memeluk saya, dan saya tidak
ingin dia melakukannya. Dia
mengeluhkan
segalanya.
Menggantungkan diri kepada kakek saya untuk segalanya. Menyalahkan saya untuk
semua masa/ah keuangannya. Pria itu sakit dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Dia
selalu mengatakan kepada saya bahwa "saya berutang kehidupan kepadanya". Dia
tidak pernah memedulikan siapa pun, kecuali dirinya sendiri, dan dia memperlakukan
ibu saya bagaikan pelayan dan mesin seks. Ibu saya masih memakaikan kaus kaki
untuknya setiap pagi.
Ayah saya sering menyuruh kami membuka baju dan ber baring di ranjang. Dia
mengikat tangan kami ke kepala ran jang dengan kabel listrik, lalu memecuti kami
dengan ikat pinggangnya. Semakin nyaring kami menangis, semakin keras dia
memukuli kami. Saya harus belajar mengendalikan perasa an dan menahan tangis.
Saya harus bertahan. La/u, dia akan memasuki kamar depan, menyalakan proyektor,
dan menon ton f/m porno. Ayah dan Ibu terus-menerus bertengkar ten tang f/m-f/m
ini. Ayah mengatakan bahwa dia akan mengaja ri Ibu cara bercinta yang benar.
Mereka berdua membuat saya jijik. Bagaimana
mungkin mereka melakukan itu, sementara kami mendengarkan di kamar sebelah?
Sepanjang hidup saya, dari umur lima hingga sekitar enam belas tahun,
saya selalu merasa sakit dan ter/uka. Saya berharap orangtua saya mati. Saya
berdoa kepada Tuhan, memohon pertolongan dari-Nya, tapi tidak ada yang

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
dikabulkan. Saya tidak bisa memercayai siapa pun. Saya ingin mati saja. Saya ingin
kabur, tapi saya takut mereka akan membunuh saya jika menemukan saya.
Sebagai tambahan dari halaman ini, Karen memberiku satu halaman lagi berisi
tulisan tangan yang jauh berbeda dengan tulisan sambung di halaman
sebelumnya. Surat itu ditujukan kepadaku dan berisi pertanyaan-pertanyaan
sebagai berikut
Bisakah aku memercayainya?
Apakah yang sebaiknya kukatakan kepadanya?
Akankah dia mengabaikanku?
Akankah dia mengkhianatiku?
Apakah aku akan sembuh?
Akankah rasa sakitku pergi?
Bagaimana jika aku kehilangan kendali dan menjerit-jerit? Bagaimana dia akan
menolongku melewati semua ini? Aku takut kepada Dr. Baer.
PADA SUATU malam yang membosankan saat Karen dirawat di rumah sakit, aku
baru saja menemui pasien terakhirku hari itu di kantorku di pinggir kota ketika tibatiba, entah mengapa, aku merasa panik. Aku menyaksikan lalu lintas merayap di 95
Street dari jendela kantorku, sama seperti yang kulakukan selama tujuh tahun
terakhir, dan aku berpikir, jika aku tidak keluar dari sini, aku akan memandang lalu
lintas yang sama hingga dua puluh tahun lagi.
Aku memutuskan pada saat itu juga untuk memindahkan tempat praktikku ke
pusat kotaChicago. Aku selalu merasa lebih nyaman berada di tengah-tengah
psikoanalis di pusat kota, tapi saat memulai praktik daerah pinggir kota jauh lebih
praktis. Di pusat kota, para psikiater, psikolog, dan para pekerja sosial klinis bisa
ditemukan di mana-mana, dan meskipun aku terdidik dengan baik, pengalamanku
yang masih kurang menyebabkanku sulit menonjol.
Di daerah pinggir kota, terutama di wilayah selatan, seseorang dengan keahlian
sepertiku masih jarang ditemukan, dan mendapatkan pasien menjadi jauh lebih
mudah. Lagi pula, lebih banyak pasien di daerah pinggir
kota memiliki asuransi kesehatan yang bagus, atau setidaknya lebih bagus daripada
asuransi kesehatan sebagian besar pekerja kerah putih di pusat kota.
Sekarang, setelah merasa siap menaklukkan kota besar, aku mengunjungi
beberapa kolegaku di rumah sakit universitas di pusat kota untuk melihat jika ada
posisi paruh waktu yang tersedia. Akhirnya aku bekerja bersama salah seorang
temanku yang menjadi kepala bagian rawat inap saat aku menjadi pegawai tetap.
Kuharap posisi ini akan membuka jalan bagiku untuk merujuk para pasien ke tempat
praktikku sehingga aku dapat menjalankan praktikku tanpa rujukan dari Dr. Gonzales.
Kantorku di pusat kota jauh berbeda daripada kantorku di wilayah selatan. Sebuah
sofa panjang berlapis beledu hijau mendominasi salah satu sisi ruangan dan sebuah
kursi Eames diletakkan di ujungnya. Di kursi itu, aku bisa duduk tanpa dilihat oleh
pasien yang sedang menceritakan masalah-masalahnya. Di atas sofa terdapat empat
lukisan Cina bergambar burung dan kupu-kupu. Di hadapan kursiku terdapat sebuah
kursi berlengan berpola bunga-bunga hijau dan putih. Di belakang kursi itu terdapat
sebuah meja bergaya Ratu Anne, dan di dekatnya, di atas sebuah bufet, dengan
melihat melampaui kepala pasien yang sedang kuajak berbicara, tampaklah jam
elektrik Jefferson Golden Hour milikku. Jarum-jarum jam ini seolah-olah melayang di

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
udara. Analisku juga memilikinya, dan aku pernah melihat benda yang sama di
sebagian besar kantor analis yang pernah kumasuki. Aku tidak tahu di mana tradisi
kecil ini dimulai, tapi aku merasa berkewajiban mengikutinya. Permadani Oriental
yang terhampar di lantai seolah-olah menggemakan warna-warni di dalam ruangan
itu. Sebuah
rak buku dengan pintu kaca patri mendominasi dinding di dekat sofa, dan di
dinding seberangnya, di dekat kursiku, terdapat sebuah jendela setinggi lantai hingga
langit-langit yang memperlihatkan pemandangan taman di pinggir danau dari lantai
keempat puluh.
Sebagian pasienku yang pindah dari kantor pinggir kota ke kantor pusat kotaku
merasa terintimidasi oleh perubahan lingkungan. Tetapi, di tempat inilah aku merasa
lebih nyaman. Tanpa keberatan, Karen menyetujui untuk mengikutiku ke lokasiku
yang baru.
KETIKA ITU sehari setelah Natal 1989. Karen telah menemuiku selama hampir
setahun. Dia bilang sejak kami membicarakan masa lalunya, beberapa kenangan mulai
mengganggunya.
"Suatu ketika, Ayah marah kepada saya," ujarnya dengan penuh rasa bersalah, "dan
dia melemparkan sebuah garpu daging ke arah saya hingga menancap di kaki saya.
Saya tidak ingat apa yang terjadi setelah itu. Saya tidak ingat saat garpu itu dicabut."
"Hm." Aku menunggu.
"Saya sering berpikir untuk melakukan bunuh diri sejak kecil." Dia melanjutkan,
"Saya tidak pernah mencoba melakukannya, tapi saya selalu memikirkannya."
"Apakah kamu pernah menyakiti dirimu sendiri tanpa berniat melakukan bunuh
diri, hanya untuk menyakiti diri?"
Karen memalingkan wajah, dan aku bisa melihat lehernya bersemu merah. Dia
terdiam. Oh, aku mengoreknya terlalu dalam. Seharusnya aku tidak memotong
ceritanya dengan pertanyaan itu. Aku berusaha memperbaiki keadaan dengan
mengubah topik pembicaraan. "Apakah obat menolongmu?" tanyaku. Dia
mengangkat bahu, tapi matanya mengatakan tidak.
Aku memberinya obat antidepresan baru dan kami mendiskusikan khasiat obat itu.
Aku menyarankan supaya setelah liburanku, kami mulai bertemu setiap minggu agar
dia dapat lebih tertolong. Dia tersenyum dan mengatakan dia akan mengklaim tagihan
dariku ke asuransi suaminya untuk menutupi biaya sesi-sesi tambahan kami. Ketika
beranjak keluar, dia berhenti di ambang pintu dan berbalik untuk mengatakan, "Saya
tidak tahu apakah ini penting, tapi saya pingsan tiga kali di altar saat menikah."
KETIKA ITU Januari 1990, dan aku belum menemui Karen sejak liburan Natal. Kami
memulai tahun kedua kami, dan mendapati bahwa diriku sangat mengkhawatirkannya,
terutama saat aku berada jauh darinya.
"Beberapa minggu ini berjalan buruk bagi saya," katanya, memandang ke sekeliling
kantor baruku sebelum menjatuhkan diri ke kursinya bagaikan seorang petinju
kelelahan setelah bertarung hingga ronde kesepuluh.
"Ceritakanlah kepadaku."
"Saya rasa saya tidak bisa melanjutkan lagi," katanya, memejamkan mata. "Saya
tidak bisa melakukan apa-apa. Saya terus-menerus berpikir untuk melakukan bunuh
diri." Dilihat dari wajahnya, dia seolah-olah ingin bercerita lebih banyak, tapi dia
justru semakin menenggelamkan diri ke kursi.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah kau memikirkan bagaimana kau akan mengakhiri hidupmu?" Saat itu,
rutinitasku dengan Karen bukan lagi menanyakan apakah dia berniat melakukan bunuh
diri, melainkan mencoba mengetahui hingga sejauh mana dia akan melakukannya.
"Ada pil saya di rumahobat itu mungkin cukup untuk mengakhiri nyawa saya, tapi
saya tidak mau meminumnya," katanya. Terasa ironis bagi seorang psikiater jika
seorang pasien meninggal karena overdosis pil yang diresepkan olehnya. Rasanya
seolah-olah kau memberi peluru bagi pistol pasienmu. Ini sebuah pengkhianatan
sangat pribadi oleh si pasien. Aku bereaksi terhadap cerita Karen mengenai pil
tersebut dengan memberinya antidepresan baru, Prozac, dan sesuatu yang dapat
membantunya tidur lebih nyenyak. Prozac tidak akan membunuhnya jika dia
meminumnya secara berlebihan.
"Apakah kamu melakukan hal lain untuk mempersiapkan dirimu melakukan bunuh
diri?" tanyaku.
"Yah, saya menjauhkan diri dari keluarga saya. Mereka sudah tidak benar-benar
memerlukan saya lagi." Dia meringkuk di kursinya.
"Bagaimana kami bisa mengamankanmu?" tanyaku.
"Saya tidak mau kembali ke rumah sakit," dia cepat-cepat menjawab. Dia
memandangku dan mengatupkan rahangnya.
Aku sangat khawatir dia akan mencoba bunuh diri, tapi aku tidak ingin
memaksanya masuk rumah sakit. Aku tidak yakin perawatan inap dalam jangka waktu
singkat akan memberikan hasil yang bagus, kecuali hanya untuk menjaganya supaya
tetap aman untuk sementara, dan dia akan keluar dari rumah sakit dalam kondisi yang
sama dengan kondisinya saat ini. Yang terjadi mungkin tidak akan sejauh itu, tapi aku
ingin menjaganya supaya tetap aman di luar rumah sakit.
"Sekarang Rabu," kataku. "Kita sebaiknya bertemu lagi Jumat ini. Kamu harus
membuang obat penenangmu yang
lama ke toilet, dan teleponlah aku jika kamu merasa lebih buruk atau berpikir
bahwa kamu mungkin akan menyakiti dirimu sendiri." Aku menatap langsung ke
arahnya, mencari-cari jika ada sesuatu yang disembunyikannya. "Kamu setuju?"
"Oke," ujarnya lirih sebelum memalingkan wajah.
"Janji?" tantangku.
Dia kembali menatapku, lalu memandang kedua tangannya. "Janji."
Sayangnya, aku sering kali harus pulang malam karena aku memiliki dua atau tiga
orang pasien yang sama berisikonya seperti Karen. Menangani pasien yang memiliki
dorongan untuk bunuh dirimemutuskan siapa yang harus dirawat di rumah sakit dan
siapa yang harus ditelepon atau diberi sesi tambahanadalah hal tersulit yang harus
dilakukan oleh seorang psikiater. Setiap psikiater memiliki pasien yang meninggal
karena bunuh diri. Ini tidak selalu bisa dicegah; aku telah memiliki tiga pasien yang
mengakhiri nyawa mereka sendiri, dan setiap kematian menghancurkan hatiku. Jauh
di lubuk hatiku yang terdalam, aku berharap kemampuanku untuk menjaga supaya
semua pasienku tetap aman tak terpatahkan, tapi kadang-kadang kenyataan hidup
turut campur, dan aku kehilangan seseorang di bawah situasi yang tak bisa
kukendalikan.
Karena aku seorang psikiater yang praktik sendirian, para pasienku dapat
meneleponku 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, kecuali aku sedang berlibur. Itu pun
aku meminta salah seorang kolegaku untuk mewakiliku selama aku pergi. Saat telepon

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
atau penyerantaku berbunyi, aku memikirkan apakah sesuatu telah terjadi dan pada
siapa. Aku lega saat seorang pasien menelepon hanya untuk
meminta dukungan dan berbicara karena setidaknya aku tahu bahwa mereka masih
hidup. Selama bulan-bulan awal 1990, aku sering menerima telepon dari Karen,
kadang-kadang dua atau tiga kali dalam seminggu, mencari dukungan supaya dia tidak
mengakhiri nyawanya sendiri. Aku khawatir dia hanya selangkah lagi menuju hal
tersebut.
KETIKA ITU Februari 1990, dan Karen memberitahuku penyebab bekas luka di
keningnya. Terdapat aneurisme atau angioma (tumor jinak yang terbentuk dari
penyumbatan pembuluh darah) yang diangkat dari keningnya saat dia berumur
sembilan belas bulan. Dia bilang saat dia masih kecil, bekas luka itu tampak
mencolok, sehingga anak-anak lain mengejeknya, memanggilnya Frankenstein.
Ayahnya tidak mampu mengurus masalah medisnya ini dan menyalahkannya atas biaya
rumah sakit yang mahal. Dia sering membentak Karen, Jika bukan karena kamu dan
biaya rumah sakitmu itu, kita tentu akan kaya! Karen adalah kambing hitam yang
tepat bagi kegagalan pria itu, pikirku.
Saat Karen dirawat di rumah sakit untuk dioperasi, ayahnya mencuri beberapa tali
penahan yang kemudian digunakan untuk mengikat Karen di ranjangnya di rumah. Jika
Karen menangis, ayahnya akan mengikat dan memukulinya supaya dia punya alasan
untuk menangis! Karen mengatakan bahwa kadang-kadang dia bisu; artinya dia tidak
mau berbicara. Saat berumur sepuluh tahun, dia meyakinkan semua orang bahwa dia
tuli. Dia dirawat di rumah sakit selama seminggu gara-gara hal ini; katanya dia hanya
"berhenti mendengarkan".
Dia tumbuh dengan berharap orangtuanya akan mati. Ayahnya juga berharap dia
mati, katanya. Sekali waktu, saat dia sakit parah akibat pneumonia, ayahnya tidak
mau membawanya ke unit gawat darurat. Akhirnya, ibu dan pamannyalah yang
membawanya. Kata Karen, dia sudah tidak mampu bernapas lagi saat mereka tiba di
rumah sakit. Seandainya mereka menunggu lebih lama, katanya, mungkin dia akan
mati.
Semakin banyak Karen bercerita, aku semakin terpana mengetahui penderitaannya
tetapi aku meragukan apakah semua itu sungguh-sungguh terjadi. Sebagai tambahan
bagi deraan fsik yang dirasakannya, pola kekerasan emosional yang sadis juga terlihat
menonjol. Sulit untuk mengetahui seakurat apa kenangan akan masa kanak-kanak ini,
tapi dia menceritakan semua itu dengan penuh keyakinan, kejelasan, dan ketulusan
yang nyata. Katanya, sesi-sesi kami membuatnya kelelahan.
SELAMA BEBERAPA sesi berikutnya, aku merasa seolah-olah hanya mengikuti
permainan. Karen menjelaskan rentetan gejala fsik dan kenangan buruk yang
membingungkan, tapi pada saat yang sama dia tampak lebih bersemangat dan
depresinya berkurang.
"Suatu ketika, waktu saya masih kecil, saya membuat baju untuk boneka saya,"
katanya tanpa emosi. "Saya bertanya pada ayah saya apakah saya boleh menggunakan
dasi merah usangnya sebagai rok. Dia bilang boleh, tapi mula-mula, saya harus
memakai dasi itu sendiri dengan benar. Setelah selesai mengikatnya, saya menoleh ke
arahnya, dan dia menyambar dasi itu, menariknya hingga saya tercekik. Dia tertawa
terbahak-bahak, mengatakan bahwa saya seharusnya

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
tidak memercayai siapa pun." Karen menceritakan hal ini dengan nada dramatis,
tapi juga dengan sedih, seolah-olah kenangan itu berat baginya dan menjadi bagian
dari beban yang harus ditanggungnya. Akhirnya, dia menambahkan, "Dalam semua
hubungan saya dengan pria, entah bagaimana, saya selalu disakiti."
Mendengar pernyataan ini, tanda bahaya seolah-olah berdering di dalam kepalaku.
Seorang ahli terapi seharusnya selalu mendengarkan perkataan pasien dengan
memaknainya dalam hubungan si pasien dengan dirinya. Dengan berbuat seperti ini,
sepertinya si ahli terapi memang tampak egoistis, tapi memang betul bahwa, dalam
kenyataannya, semua yang dikatakan pasien memiliki makna laten dalam hubungan
dokter-pasien.
Baru-baru ini, Karen membuat kemajuan nyata pertamanya dengan
mengungkapkan beberapa hal buruk tentang masa lalunya. Tetapi, pada saat yang
sama, dia menyampaikan, dengan menyebutkan semua hubungannya dengan pria,
bahwa aku juga sama dengan semua pria lain yang pernah mengasahnya. Di satu sisi,
dia menemukan sebuah tempat bersamaku untuk mulai membicarakan kesengsaraan
hidupnya, tetapi di sisi lain, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, dia yakin aku akan
menjadi seperti semua pria lain yang pernah dekat dengannya, yakni akan
menyiksanya.
Ini sebuah titik kritis dalam terapi, saat hubungan kami bisa semakin mendalam
atau justru hancur berantakan. Aku hendak mendapatkan kesempatan untuk
mengatakan sesuatu yang penting kepada Karen, untuk pertama kalinya: untuk
menolongnya supaya dapat sungguh-sungguh memahami ketidakpercayaan
mendalamnya kepada orang lain, bahkan kepada orang yang mungkin dapat
dipercaya.
Aku telah mengatakan banyak hal kepada Karen, tetapi tidak satu pun yang
menunjukkan pemahaman; semuanya bersifat penjajakan, dukungan, ataupun
motivasi. Alasan kami tiba hingga sejauh ini adalah karena aku belajar untuk
mendengar dengan lebih baik. Itu, dan Karen memiliki kebutuhan mendalam untuk
didengar.
"Karen, saya sudah memikirkan tentang perkataanmu, dan saya rasa kamu takut
jika kamu dekat dengan saya maka saya akan menyakitimu, seperti semua pria lain
yang kamu kenal. Kamu ingin mendekatkan diri pada saya, tapi kamu takut." Karen
memandangku dan mengangguk perlahan; matanya basah dan wajahnya merah
padam. Dia mendengarkanku, tapi kata-kataku harus dicernanya selama beberapa
waktu sebelum dia meyakini bahwa mungkin aku berbeda. Jika tindakanku tepat, dia
akan merasa dipahami, lebih aman, dan mampu berpindah ke tingkatan berikutnya.
Hari itu juga, dia menulis surat untukku:
Yang terhormat Dr. Baer,
Sete/ah meninggalkan kantor Anda hari ini, saya memikirkan apa yang kita
bicarakan, dan saya harus memberi tahu Anda bahwa saya sangat lega karena telah
mengikuti terapi. Ada begitu banyak hal yang harus saya ceritakan kepada Anda, tapi
saat datang ke kantor Anda, saya selalu kebingungan. Saya senang karena Anda
bersabar menghadapi saya, dan saya berharap Anda tidak menganggap saya menyianyiakan waktu Anda. Apakah yang akan terjadi jika saya bisa sungguh-sungguh
berbicara dengan Anda? kankah saya bisa menanganinya?

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Bagaimana jika saya tak bisa? Saya merasa seolah-olah berada di atas sebuah roller
coaster yang tak kunjung berhenti.Say a tahu bahwa Anda dapat menolong saya
menolong diri saya. Karen
Sepertinya dia tahu betul apa yang menantinya. Dia berada di atas roller coaster,
meluncur ke dalam kegelapan tanpa batas. Aku juga ada di atas roller coaster-nya,
menyadari bahwa aku baru menyentuh permukaannya, sementara rahasia-rahasia
terdalamnya masih belum tergali. Saat memikirkan hal ini, aku merasakan ketakutan
tertentu. Selama satu minggu, mood Karen bisa saja bagus, dan pada minggu
selanjutnya, mood-nya mungkin menurun drastis. Dia ingin membahas masalahmasalahnya, tapi bisakah kami berdua menanganinya? Roller coaster beranjak ke atas,
lalu meluncur ke bawah.
Sering kali, seorang ahli terapi melakukan psikoterapi hanya untuk menantikan apa
saja yang akan terungkap. Dalam roller coaster yang satu ini, aku merasa seolah-olah
pandanganku tertutup, sehingga aku tak mampu melihat apa yang mengadang di
depanku. Aku mendapati bahwa semua pasien memiliki indra bawah sadar yang
akurat, yang menentukan cara terbaik untuk mengungkapkan kisah mereka, jika aku
membiarkan mereka. Mereka bercerita selapis demi selapis. Salah satu nasihat terbaik
yang kudapatkan saat aku menjalani training psikiaterku adalah bahwa pekerjaanku
sebagai seorang ahli terapi hanyalah memahami pasienku. Jangan memberi tahu
mereka harus melakukan apa, jangan membuat mereka berubah, jangan
menceritakan diriku kepada mereka. Pekerjaanku adalah memahami mereka. Setelah
diriku paham, aku dapat membagi pemahamanku dengan mereka. Ini adalah cara
pandang yang akan membantu seorang ahli terapi menjaga kelangsungan
hubungannya dengan pasien dan menjauhkannya dari banyak masalah.
Aku ingin lebih memahami perasaan-perasaan bawah sadar Karen, rahasia-rahasia
yang belum berani diungkapkannya, sehingga aku mengatakan kepadanya bahwa
mungkin akan membantu jika dia menuliskan sebagian mimpi-mimpinya. Jika
diinterpretasikan dengan cermat, mimpi-mimpi dapat mengarahkan ke kondisi terbaru
konfik bawah sadar si pasien dan sumber gejala penyakitnya. Karen setuju untuk
mengerjakan tugas itu, dan pada kunjungan selanjutnya, dia membawa selembar
kertas bertuliskan kata-kata ini:
Saya meluncur jatuh dari sebuah gedung tinggi. Saya tidak bisa berhenti. Saya
tidak bisa mengendalikan diri. Saya jatuh semakin dekat ke anah Saya bisa melihat
mobil-mobil dan orang-orang di bawah. Saya tida mau mati dengan cara seperti ini.
Siapa yang mendorong saya dari jendela? Apakah saya melompat sendiri? Sepertinya
saya tidak bisa mengingat bagaimana saya bisa jatuh. Saya asa saya berada di pusat
kota dan jatuh dari sebuah gedung perkantoran. Saya berusaha mengendalikan diri,
tapi tidak bisa. Tepat sebelum menyentuh tanah, saya terbangun dengan tubuh
gemetar. Jantung saya berdegup sangat kencang. Tubuh saya berkeringat. Saya panik.
Saya harus berpegangan ke ranjang karena merasa masih jatuh.
Dalam terapi, mimpi dianggap memiliki tiga komponen: elemen masa lalu, masa
kini (yang juga disebut ampas hari), dan hubungan terapi. Yang terpenting adalah
hubungan dengan ahli terapi. Di situlah terdapat kesempatan terbesar untuk
terjadinya perubahan. Dua elemen lainnya berfungsi sebagai penerang elemen ketiga.
Inilah yang kufokuskan bersama Karen.
"Menurut saya, mimpi ini merepresentasikan ke-

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
panikanmu akibat meningkatnya frekuensi sesi terapi dan perasaan semakin dekat
dengan saya," ujarku. "Kamu terjatuh dari sebuah gedung perkantoran, seperti gedung
ini, dan kamu merasa kehilangan kendali saat kamu membuka diri lebih banyak
kepada saya." Ini adalah metafora lain dari roller coaster. Mimpi berikutnya membawa
kami selangkah lebih jauh:
Saya berada di sebuah ruang operasi dan hendak dibedah. Para dokter mengikat
saya di meja. Saya tidak tahu operasi apa yang akan saya jalani. Para dokter memakai
masker. Saya tidak bisa melihat wajah mereka. Mereka tertawa. Dokter bedah mulai
menorehkan pisaunya ke perut saya, dan saya merasa sakit bagaikan tersengat besi
panas. Mereka semua tetap tertawa. Tawa mereka membuat saya malu. Lalu, dokter
bedah itu menatap kaki saya dan berkata, "Dia tidak butuh ini," dan memotongnya
begitu saja. Dia membuang kaki saya ke belakangnya. Lalu, dia memotong hati saya
dan berkata, "Kau tak punya hati, tak punya perasaan." Dia tetap tertawa. Saya
sekarat; semua orang menginginkan setiap potonga tubuh saya. Saya berusaha
bangun, tapi saya terikat. Tidak ada yang menolong saya. Saya bangun dalam keadaan
panik.
Telingaku selalu menajam saat seorang pasien menceritakan mimpi dengan tokoh
dokter di dalamnya. Dokter selalu merepresentasikan, meskipun hanya sebagian,
diriku. Ini adalah salah satu cara untuk mengetahui perasaan sesungguhnya seorang
pasien terhadap ahli terapinya.
"Saya pikir mimpi ini lebih merepresentasikan ketakutanmu kepada saya," ujarku.
"Kamu khawatir jika kamu tenggelam dalam terapi dan membiarkan saya
'mengoperasi' kamu, kamu akan menderita dan merasa tidak berdaya." Operasi Caesar
yang pernah dijalaninya
mirip dengan mimpi ini, serta hanya rasa sakit dan depresi yang mengikutinya.
Pada sesi berikutnya, Karen memberikan catatan beberapa kenangannya
kepadaku. Dia mengatakan bahwa dia tidak yakin mengapa dirinya mengingat
kenangan itu sekarang. Sebelum memulai terapi, aku membaca sebagian di antaranya.
Saya berbaring di atas meja di sebuah ruangan gelap. Saya takut kegelapan.
Tangan-tangan menjamah sekujur tubuh saya. Saya menangis. Kumohon, jangan
sentuh aku! Tangan-tangan itu tidak mau berhenti. Saya mendengar gelak tawa, suara
pria. Kumohon, tinggalkan aku! Ayah saya memaksa saya duduk dan menonton f/m
porno. Tampak adegan seorang wanita sedang melakukan seks oral kepada seorang
pria. Dia ingin saya mempelajari car yang benar untuk memuaskan pria. Katanya, dia
sedang mengajari saya.
Saya ada di beranda rumah kakek saya. Saya sedang bermain dengan bonekaboneka Barbie saya. Saat itu saya berumur delapan tahun atau lebih kecil lagi. Kakek
memanggil saya dari kamar mandi. Dia menyentuh saya. Saya tidak merespons. Dia
mengancam akan membuang boneka-boneka Barbie saya. Saya tidak bisa benar-benar
mendengarnya. Saya tidak benar-benar berada di sana Saya tidak merasakan apa-apa.
Dia meraba saya dan mulai
Aku memerhatikan kekosongan di ujung catatan terakhir Karen. Aku tidak tahu
apakah yang direpresentasikan oleh hal itu, tapi aku memutuskan untuk membiarkan
bagian itu tetap kosong untuk saat ini. Pertanyaan pertama yang terpikir olehku
adalah, Apakah semua itu benar-benar terjadi? Aku berhati-hati supaya tidak

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
menanyakan ataupun menyinggung tentang keraguanku bahwa semua itu betul-betul
menimpanya,
tapi ceritacerita itu disampaikan secara mendetail dan konsisten, sehingga aku
menganggap semuanya benar dan meyakinkan.
Sebagai bagian praktis dari terapi, bagaimanapun, tidak terlalu penting apakah
semua ini sungguh-sungguh terjadiseberapa banyak kenyataan dalam kenangan
tersebut. Semua itu adalah gambaran pikiran Karen, dan semuanya, beserta perasaan
yang terasosiasi dengannya, adalah nyata baginya. Kenangan masa kanak-kanak bisa
saja memudar, tercampur, tertukar, dan berubah dengan berbagai cara yang berbeda.
Meskipun aku tidak memiliki alasan untuk meragukan Karen, dan aku tahu bahwa
anak-anak sepanjang waktu mengalami pelecehan seksual, rasanya luar biasa dapat
duduk bersama seseorang yang mampu bertahan dari semua itu. Tetapi, aku tidak
harus memutuskan secara tepat apa yang terjadi; aku hanya perlu memahami pikiran
dan perasaan Karen. Itu cukup untuk saat ini.[J
3
Kehilangan Waktu
UNTUK PERTAMA kalinya, pada Juli 1990, Karen membicarakan secara mendetail
tentang periode-periode waktu yang tak bisa diingatnya. Dia menceritakan perjalanan
ke Las Vegas pada liburan Tahun Baru setahun silam. Dia mendapati dirinya berada di
bagian kasino yang berbeda dan tidak mengetahui bagaimana dia bisa tiba di sana.
Kadang-kadang uangnya bertambah, kadang-kadang berkurang. Saat suami dan
teman-temannya akhirnya menemukan dirinya, dia memiliki 2.500 dolar di
dompetnya. Karena memulai dengan 25 dolar, dia harus berbohong tentang di mana
dirinya berada, dan mengapa dia tidak berbaring di kamar akibat sakit kepala yang
dikeluhkannya.
Sebelumnya, dia mengatakan kepadaku bahwa dia pelupa, atau bahwa berbagai
hal terjadi tanpa dirinya bisa mengingatnya, dan dalam catatanku, dia pernah
mengatakan bahwa ada periode-periode waktu yang tidak bisa diingatnya. Tetapi,
ketika itu aku merasa dia belum siap membahasnya. Inilah pertama kalinya dia
menceritakan kepadaku tentang waktu yang hilangperiode-periode tertentu saat
dirinya "tidak ada". Selama beberapa minggu berikutnya, Karen mulai
bercerita lebih banyak kepadaku tentang episode-episode ini:
"Pada suatu hari, saya meninggalkan rumah untuk berbelanja di supermarket, tapi
kemudian saya 'terbangun' di mal. Saya tidak ingat saat memutuskan untuk tidak jadi
berbelanja kebutuhan rumah tangga." Karen tampak bingung dan penuh rasa bersalah
akibat kegilaan ceritanya. "Saya malah berada di Carson's, membeli topi untuk anak
laki-laki saya, tapi saya tidak ingat saat membayar atau bagaimana saya bisa sampai
di sana. Hal seperti ini pernah terjadi berkali-kali sebelumnya." Dia terdiam sejenak.
"Pada waktu yang lain, setelah mengikuti pertemuan kelompok bantuan depresi di
rumah sakit, saya keluar untuk makan malam, tapi saya tidak ingat saat makan. Hal
selanjutnya yang saya ingat adalah terbangun pada pagi hari dengan kepala pusing."
Jelas sudah, Karen mengalami episode disosiatif, yaitu periode waktu saat
kesadarannya terbelah. Sebagian dari dirinya mengalami kenyataan, tapi sebagian
yang lain terputus dari kenyataan. Aku sudah cukup lama mencurigai hal ini, tapi apa
tepatnya episode yang dialaminya, aku tidak tahu. Dia telah memberitahuku bahwa
dia takut mempersempit pembahasan pada satu masalah sehingga aku memutuskan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
untuk membiarkannya menceritakan episode-episode ini pada waktu yang dipilihnya
sendiri. Aku berhati-hati dalam mendorongnya memaparkan cerita-cerita iniaku
tidak yakin apakah aku tahu dia mengarang semua itu hanya untuk menyenangkanku.
Pada sesi berikutnya, dia menceritakan pertengkarannya dengan suaminya. Dia
meninggalkan putrinya untuk menginap di rumah ibunya dan itu membuat suaminya
marah. Dia memukuli wajah suaminya, tapi dia tidak merasa dirinyalah yang
melakukannya. Suaminya balas memukulnya, dan akhirnya dia harus dibawa ke rumah
sakit, tapi dia tidak ingat saat berada di rumah sakit. Tubuh suaminya memar-memar.
Katanya, periode waktunya yang hilang semakin parah.
Dia mendapatkan telepon dari seorang pria yang mengatakan terakhir kali
menemuinya pada Jumat malam. Dia tidak ingat pernah menemui pria itu. Dia pergi
menonton flm, tapi dia tidak bisa mengingat sebagian cerita flm itu. Katanya, dia
tidak sepenuhnya bisa mengingat berbagai kejadian saat dia berumur enam hingga
sepuluh tahun. Sekali waktu, seorang biarawati di sekolah Katolik mengatakan bahwa
dia kesurupan dan menyiramkan air suci ke kepalanya.
Karen mengungkapkan episode disasosiatif yang sepertinya sering terjadi nyaris
sepanjang hidupnya. Dia menanyakan kepadaku mengapa dia kehilangan waktu. Aku
mengatakan bahwa ini mungkin caranya untuk menanggung rasa sakit. Aku memiliki
kecurigaan sendiri, tapi tidak benar-benar memiliki jawaban yang lebih baik untuknya
saat itu.
Pada Agustus 1990, Karen mulai kehilangan waktu secara teratur atau setidaknya
dia lebih banyak membicarakan hal ini kepadaku sekarang. Pada suatu Kamis malam,
dia menemukan sebilah pisau di bawah bantalnya. Dia tidak tahu bagaimana benda itu
bisa sampai di sana. Dia kehilangan tiga hingga empat jam pada Jumat malam. Dia
menulis catatan berikut untukku:
Sekarang pukul 2.00 dan saya tidak tahu di mana saya atau bagaimana saya sampai
ke sini. Saya tidak tahu di kota mana saya berada. Tidak ada rumah di
sini; tempat ini sunyi senyap. Saya tidak tahu harus melakukan apa. Haruskah saya
mencari pertolongan atau terus mengemudi hingga melihat sesuatu yang saya kenal?
Saya tidak bisa menelepon suami saya. Dia tidak akan paham. Saya sendirian dan
ketakutan. Saya berada di sebuah pompa bensin, dan ada seorang wanita di dalam.
Saya bertanya kepadanya. Wanita itu sangat menolong saya. Dia memberi tahu saya
bahwa saya berada di Tin/ey Park. Saya tahu di mana saya berada. Kami akan pulang
dalam keadaan aman.
Penggunaan kata "kami" yang menarik, pikirku. Dia sendirian, tapi mengatakan
"Kami akan pulang." Dia mengatakan dirinya mendadak "tiba" di suatu tempat, dan
menyadari bahwa dirinya tersesat. Kejadian itu dimulai saat dia berbelanja untuk
membeli kebutuhan rumah tangga. Dia meninggalkan rumah pada pukul 20.30 dan
"terbangun" pada pukul 2.00. Dia tidak membawa belanjaan, dan 15 dolar telah
lenyap dari dompetnya. Dia bersyukur saat mendapati dirinya ternyata berada tidak
jauh dari rumah.
Karen memberikan cukup banyak riwayat kepadaku sehingga aku mengetahui
bahwa dia menderita dissociative identity disorder (DID), atau "gangguan
keterbelahan identitas". Aku memikirkan apakah dia sesungguhnya menderita multiple
personality disorder (MPD), atau "gangguan kepribadian majemuk", nama penyakit

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
yang kupikir lebih tepat bagi seseorang yang memiliki kepribadian tersembunyi
dengan kehendak tersendiri.
Sebagian besar psikiater tidak pernah berhadapan langsung dengan kasus MPD, dan
kupikir kasus kepribadian berganda memang cukup jarang ditemukan,
meskipun banyak kasus telah "diungkap" oleh para ahli terapi penuh semangat yang
ingin mengatakan bahwa mereka telah merawat pasien penderita penyakit tersebut.
Jika Karen penderita MPD, masalah pertama kami adalah bagian dari dirinya yang
datang menemuiku tidak menyadarinya.
Mengetahui bahwa dia menderita DID lebih mudah, tapi mengetahui cara
pendekatan yang tepat bagi Karen belum jelas bagiku. Aku belum siap
mengonfrontasinya dengan hal ini; aku takut menghadapi reaksinya. Posisinya sudah
berada di ujung tanduk. Aku tidak ingin memberinya alasan besar lain untuk mati dan
mendorongnya ke jurang yang lebih dalam. Aku akan membicarakan tentang
kemungkinan ini dengannya saat dia telah lebih membuka diri dalam terapi. Untuk
saat ini, aku akan berkonsentrasi dalam memperkuat ikatan kami dan mengurus
masalahnya.
KAREN, YANG sering mengatakan kepadaku tentang dorongan menghukum diri
sendiri akibat kelakuannya yang "buruk", menekankan bahwa kali terakhir dia
menyakiti dirinya sendiri adalah sekitar tiga bulan silam. Dia tidak dapat hidup
dengan mengetahui fakta bahwa ayahnya telah melecehkan dan menyakitinya. Dia
tidak mau dilecehkan lagi. Katanya, dia berpikir untuk mengiris kemaluannya. Aku
menatapnya saat dia mengatakan hal ini, dan dia tampak sangat tenang. Begitulah
sikap seseorang yang serius terhadap hal semacam ini. Pembicaraan tentang
pengirisan organ tubuhnya ini semakin menyeramkan. Aku harus berusaha
menyingkirkan pikirannya dari sana.
"Dengan membicarakan dan membagi tentang penyiksaan yang kamu alami
kepadaku, kamu melepaskan rasa sakit yang telah kamu akrabi, dan kamu merasakan
dorongan untuk menggantikannya," ujarku. Aku berusaha memberitahu bahwa
menyakiti diri sendiri bisa jadi tampak masuk akal baginya. Dua hari kemudian, 30
Oktober 1990, aku menerima surat ini:
Yang terhormat Dr. Baer,
Saya harus memberi tahu Anda bahwa saya bohong tentang kapan terakhir kali
saya menyakiti diri sendiri. Saya me ngatakan kepada Anda bahwa kejadiannya tiga
bulan yang lalu, tapi sesungguhnya peristiwa itu terjadi kurang dari se minggu yang
lalu. Saya tidak bermaksud berbohong. Saya ti dak bisa memberi tahu Anda seluruh
kebenarannya ketika itu. Saya sangat ketakutan karena menyangka ada sesuatu yang
sangat salah dengan diri saya. Saya membutuhkan pertolongan Anda. Saya tidak
mengerti mengapa saya ingin melakukan ini. Saya menyakiti diri
saya sendiri seperti ini semasa S MA, tapi saya berhenti melakukannya saat berusia
sembilan belas tahun. Saya mulai melakukannya lagi Oktober lalu, dan
tindakan ini terus meningkat selama masa kita membicarakan pelecehan seksual.
Saya tidak tahu bagaimana saya bisa menghentikannya.
Dorongan untuk menyakiti dirinya sendiri kembali sekitar setahun yang lalu,
katanya. Untuk menyakiti dirinya sendiri, dia memasukkan gantungan baju kawat ke
dalam vaginanya. Dalam pikirannya, dia menyakiti dirinya di bagian itu supaya dirinya

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
tidak aktif lagi secara seksual. Lukanya harus selalu segar. Dia menuliskan beberapa
detail tentang hal ini untukku.
Pada sesi berikutnya, Karen datang tepat waktu seperti yang selalu dilakukannya,
tapi saat aku membuka pintu untuknya, dia lebih menjaga jarak denganku daripada
biasanya. Terdapat kerutan-kerutan di dahi dan sudut-sudut matanya. Dia tidak mau
memandangku saat
duduk di hadapanku.
"Saya sudah membaca tulisanmu," ujarku, dan ekspresi kesakitan di wajahnya
tampak semakin jelas.
"Apa Anda masih mau menemui saya," tanyanya, "atau apa saya terlalu menjijikkan
untuk berbicara dengan Anda?" Dia tidak berani memandangku.
"Saya senang karena kamu akhirnya mampu mengungkapkan rahasia ini kepada
saya, dan saya sangat tertarik untuk menolongmu memahami mengapa dirimu
memiliki perasaanperasaan ini."
"Saya tidak ingin memberi tahu Anda tentang hal ini; saya sudah terlalu dekat
dengan Anda, tapi saya sudah mengatakan begitu banyak hal kepada Anda sehingga
sekarang saya takut Anda akan marah dan mengabaikan saya." Aku senang melihatnya
menghargai ikatan di antara kami.
"Sepertinya kamu tidak bisa hidup baik bersama ataupun tanpa saya," ujarku,
mendukung interpretasinya. Dia setuju dan mengatakan bahwa masalahnya menjadi
semakin berat, terutama sejak pikirannya untuk menyakiti diri sendiri semakin parah,
dan dia merasa takut untuk menceritakan hal ini kepadaku.
Kadang-kadang, aku tidak bisa mengatakan apa pun untuk meredakan kepedihan
yang diungkapkannya kepadaku. Aku berusaha mengatakan sesuatu yang menunjukkan
bahwa aku memahaminya, dan terlebih lagi, bahwa aku merasakan sebagian
perasaannya. Aku tidak bisa dengan tepat mengatakan bahwa aku tahu perasaannya.
Bagaimana mungkin aku bisa membayangkan apa yang telah dilaluinya? Tetapi,
melalui Karen, aku belajar menjadi seorang pendengar yang lebih baik.
TIDAK LAMA setelah Natal 1990, aku pergi berlibur. Sulit bagiku untuk tidak merasa
bersalah karenanya. Bukan hanya untuk Karen, melainkan juga untuk para pasien lain
yang berada dalam tingkatan krisis ataupun derajat kebutuhan yang berbeda, serta
akan menderita dan mengalami kemunduran selama aku pergi. Tetapi, Karen
sepertinya paling menderita. Aku ingin berbicara lebih banyak dengannya tentang
pengalamannya mengalami kehilangan waktu, tapi setiap kali kami mendekati topik
itu, beberapa krisis atau kejadian berisiko bunuh diri baru mengalihkan kami.
Aku menyarankan dia untuk menulis pikiran-pikiran dan mimpi-mimpinya saat aku
pergi, sehingga kami bisa membahasnya bersama-sama saat aku kembali, untuk
menolong dalam menjembatani jarak yang akan terbentuk di antara kami. Aku
memikirkan apa yang akan kuhadapi saat aku kembali nanti.[]
4
Sabtu-29/12/90
Hari ini, saya berusaha meyakinkan diri bahwa saya membenci Anda. Saya sangat
sedih; saya merasa Anda telah meng abaikan saya. Saya tahu bahwa Anda sedang
berlibur, tapi saya masih merasa payah. Saya rasa, orang yang sesungguhnya saya
benci karena begitu membutuhkan Anda ada/ah diri saya sendiri. Saya memutuskan
untuk berhenti minum obat. Saya tidak butuh obat. Saya tidak butuh apa pun.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Jumat-4/1/91
Ada sesuatu yang teramat sangat sa/ah. Kehilangan waktu sekitar dua jam.
Sepanjang waktu itu, saya menyerang suami saya. Katanya, saya menendanginya,
memukulinya, dan men cakarinya dengan parah. Saya bisa melihat luka-lukanya, tapi
saya tidak ingat pernah menyakiti dia. Saya juga melukai diri saya lagi. Saya tidak
mengerti mengapa saya melakukannya.
Kamis-10/1/91
Saya
bisa
mengingat
lebih
banyak
hal,
dan
saya
merasa
muak. Saya tidak bisa menuliskannya sekarang. Saya
tidak tahu apakah saya akan bisa membicarakannya.
Saya ingin melupakannya, tapi tidak bisa. Saya tidak bisa mengabaikan kata-kata
maupun rasa sakitnya.
Memilih Kematian
Saat kembali dari liburan, aku menemukan sebuah amplop dengan tulisan tangan
Karen menanti di kotak suratku. Aku membaca beberapa catatannya sebelum
menemuinya. Dia berjalan lamban dan tampak tidak sehat. Bahunya menurun dan
kepalanya menunduk.
"Suami saya sepertinya menikmati menyiksa saya," akhirnya dia berkata, "tapi saya
tidak akan bisa menghidupi diri saya sendiri kalau saya meninggalkannya."
"Saya tahu, tapi apalagi yang bisa kamu lakukan sekarang? Bagaimana kamu akan
melindungi dirimu dengan lebih baik darinya?" tanyaku.
Karen mengangkat bahu dan menggeleng. "Dia menyudutkan saya," katanya, nada
putus asa terdengar dalam suaranya. "Saya berkhayal membunuh dia, sama seperti
saya berkhayal membunuh ayah saya." Aku memandangnya untuk mencari tanda-tanda
apakah dia berniat sungguh-sungguh melakukannya, tapi hanya keputusasaan yang
terlihat di matanya, dan tubuhnya tidak menunjukkan kemauan.
"Apakah yang kamu lakukan untuk menghilangkan khayalan-khayalan ini?" tanyaku.
"Saat pikiran saya sangat buruk, saya menyakiti diri saya sendiri."
"Bagaimana hal itu dapat membantumu?" "Itu menyingkirkan khayalan dari benak
saya." "Saat kamu menyakiti dirimu sendirimungkinkah kamu melindungi suami dan
ayahmu dari kemarahanmu dengan membelokkan emosi itu ke dirimu sendiri
mengarahkannya ke tujuan lain?"
Karen memandangku dan tidak menjawab, tapi aku dapat melihat bahwa
perkataanku merisaukannya.
"Dan, mungkinkah itu menjelaskan mengapa dorongan
untuk menyakiti dirimu sendiri meningkat selama saya pergi berlibur?" aku
menambahkan. Karen menatapku, tidak mengerti. Aku melewatkan beberapa langkah,
berharap Karen akan melihat hubungan antara kemarahannya kepadaku yang telah
mengabaikannya selama liburan dan tindakan menyakiti dirinya sendiri yang semakin
meningkat. Dia harus mengetahui bahwa aku tahu dia secara diam-diam marah
kepadaku karena mengabaikannya selama liburan, tapi kemarahannya itu tidak akan
menghancurkan hubungan kami.
Malamnya, Karen mendapat mimpi yang menggambarkan masa depan.
Dalam mimpi, saya mengunjungi Anda, dan Anda sedang berada di dapur,
mengaduk sesuatu di dalam panci putih besar. Saya duduk di sebuah bangku, dan tiba-

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
tiba ada banyak orang muncul dari dalam tubuh saya. Sebagian di antaranya ada/ah
anak-anak, dan sebagian lagi orang dewasa. Sepertinya, mereka semua
ingin menemui Anda. Mereka semua transparan. Salah seorang anak memandang
ke dalam panci, yang lain bersem bunyi di belakang saya. Salah satu orang dewasa
sepertinya sangat kasar, sementara yang lain tampak ketakutan. Anda ti dak bisa
melihat mereka, tapi saya merasakan keberadaan mereka semua di sekeliling saya.
Saat kita berbicara, mereka mulai menghilang, satu per satu. Lalu, tiba-tiba
semuanya sepertinya berjalan lebih cepat, dan kita masih berbicara, tapi sepertinya
itu terjadi bertahun-tahun kemudian. Hanya saja, Anda masih mengaduk sesuatu di
panci putih yang sama. Semua orang itu
telah pergi.
Sesekali, pada tahap awal terapi, pasien mungkin mendapatkan rangkuman mimpi
semacam itu, saat mereka merangkum, dengan cara yang bisa dibilang nyaris seperti
cenayang, jalan yang akan mereka ikuti selama bertahun-tahun terapi. Kupikir ini
hanyalah mimpi semacam itu. Peranku di dalam mimpi itu tetap sama. Akulah
kokinya, tapi yang kulakukan hanyalah mengaduk isi panci. Apa yang terjadi pada
Karenlah yang membuatku heran. Orang-orang bayangan ini, dewasa dan anak-anak,
bermunculan dari dalam tubuhnya, dan sementara aku masih berbicara sambil terus
mengaduk isi panci, mereka berangsur-angsur lenyap. Mimpi ini adalah bukti lebih
lanjut bahwa Karen menderita MPD, dengan kepribadian dewasa dan anak-anak yang
saling terpisah, dan bahwa jalan yang kami lalui bersama bertujuan untuk
menghilangkan mereka.
Tentu saja, Karen kesulitan menjaga hubungan denganku cukup lama hingga hal
itu terjadi. Dengan kata lain, panasnya udara di dapur membuatnya panik dan ingin
berlari keluar. Jika seseorang pernah mengalami kekerasan seperti Karen, tindakan
tersulit baginya adalah memercayai orang lain tidak akan mengasahnya juga. Karen
menulis sesuatu untukku di jurnalnya:
Saya tahu apa yang mengganggu saya. Hanya saja, saya tidak tahu cara
menanganinya. Rasanya seolah-olah saya menjeru muskan diri ke dalam kekacauan
ini, dan saya harus mengelu arkan diri. Saat Anda berlibur, saya menyadari bahwa hu
bungan yang saya bangun dengan Anda terlalu berbahaya bagi saya. Saya tahu bahwa
pada akhirnya saya akan tersakiti. Saya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Saya
menjadi ter gantung kepada Anda. Saya tidak tahan saat Anda pergi. Saya merasa
sendirian. Saya tidak ingat pernah merasa seperti ini sebelumnya. Anda menjadi orang
terpenting dalam kehidupan saya, dan ini membuat saya ketakutan.
PADA SESI berikutnya, Karen berjalan memasuki kantorku dan langsung duduk
tanpa menyapaku terlebih dahulu, tidak seperti biasanya. Dia berjalan perlahan tapi
pasti. Dia duduk di kursinya, wajahnya tampak suram.
"Saya rasa, bunuh diri adalah satu-satunya solusi untuk saya," katanya, tanpa
emosi. "Saya sudah menunggu lama, tapi sekaranglah saat yang tepat." Lalu, dia
menatap langsung ke mataku. "Saya merasa nyaman dengan hal ini."
"Mengapa sekarang saat yang tepat?" tanyaku. Aku tahu bahwa setiap kali dia
merasa lebih dekat denganku, dia bereaksi dengan menjadi lebih ingin melakukan
bunuh diri. Aku bersyukur karena sesi kami baru saja dimulai, sehingga kami bisa
membicarakan hal ini sebelum pasienku yang berikutnya datang.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Karen telah menceritakan kepadaku tentang ibunya yang selalu mengkritik dan
mempermalukannya sepanjang hidupnya. "Ibu saya akan pergi ke Hongaria, tempat
asalnya."
"Apakah itu menjadikan sekarang saat yang tepat?" tanyaku.
"Tidak, itu tidak membuat saya keberatan." Hm, pikirku, kalau begitu mengapa
soal itu kamu gunakan untuk menjawab pertanyaanku? Tidak masuk akal jika
kepergian ibunya membuatnya bereaksi seperti itu. Ini tentunya menyimbolkan
sesuatu yang lain.
"Anda membuat saya merasa bersalah karena berpikir untuk melakukan bunuh
diri," ujarnya, menunduk. Setelah terdiam sejenak, dia melanjutkan, "Andalah satusatunya orang yang berusaha menolong saya."
"Apakah kamu memikirkan apa yang mungkin kurasakan tentang bunuh dirimu?" tanyaku.
Dia tiba-tiba menatapku. "Yah, ya, saya menulis surat tentang ini untuk Anda, tapi
saya tidak mengirimnya." Dia merogoh tasnya, mencondongkan tubuh ke depan, dan,
sambil memandang ke arah lain, menyerahkan surat itu kepadaku. Aku mengambilnya,
meletakkannya, dan melanjutkan mendengarkannya.
"Saya selalu tahu bahwa bunuh diri sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan ... dan
sekarang adalah saat yang tepat." Sejenak, dia seolah-olah menjauh. "Saya hanya
tidak ingin hidup."
Aku membiarkan perkataannya menggantung di udara, memikirkan tentang lubang
dalam tempatnya menjerumuskan diri.
"Kamu melalui semacam transisi dalam terapi bersama saya ini," akhirnya aku
menanggapi. "Setelah bertahun-tahun berusaha mengabaikan dampak dari kekerasan
yang menimpamu, sekarang kamu bisa melihatnya, di sini, bersama saya, dan ini
membuatmu kewalahan." Aku mencari tanda bahwa jawabanku selaras dengan
pertanyaan "Mengapa sekarang?" Dia sedikit menggerakkan tubuhnya, tapi tidak
menunjukkan tanda-tanda perubahan pikiran. Upayaku luput, dan aku harus berusaha
lagi di lain waktu.
"Saya khawatir ini mungkin terjadi," lanjutku. "Ini memang saat yang berat bagi
siapa pun yang pernah tersakiti seperti kamu. Dan berat bagi siapa pun, yang pernah
disakiti seperti kamu, untuk memercayai seseorang bisa menolong mereka." Dia
menangis sedikit lebih keras, sebuah pertanda yang bagus.
"Ibumu pergi, kamu merasa sendirian, dan hanya saya yang bisa memberikan
pertolongan. Kamu berpikir, bisakah
kamu memercayai saya?"
Karen mulai menangis dengan membenamkan wajah ke telapak tangan.
Tangisannya juga terdengar melegakan. "Perasaanmu kepadaku telah berubah;
perasaanmu menjadi lebih kuat, tapi juga lebih berbahaya. Haruskah kamu
membiarkan dirimu memercayaiku, atau haruskah kamu mati?" Tangisan Karen
mereda, dan dia terisak-isak, dadanya kembang kempis. Aku terdiam, menantinya
menenangkan diri.
"Saya tidak ingin kamu bunuh diri," ujarku, mencondongkan tubuh ke arahnya.
"Bagaimana kita bisa menghindarinya?" Aku menatapnya, menantikan jawaban. Aku
membutuhkan mitra dalam hal ini. Dia berhasil mengangkat bahu.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Satu hal yang bisa kita lakukan adalah merawatmu di rumah sakit," ujarku. "Itu
akan memastikan keamananmu." Aku tahu bahwa secara profesional, ini sudah
semestinya diajukan kepadanya, tapi ini pilihan yang lemah. Klaim asuransinya telah
dihabiskan untuk beberapa hari perawatan di unit psikiatri dan jika dia dimasukkan ke
unit gawat darurat, berdasarkan peraturan yang berlaku, dia akan langsung dirujuk ke
rumah sakit jiwa milik negara.
Mereka akan langsung mengeluarkannya begitu dia berbohong dengan mengatakan
bahwa dirinya tidak memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri, dan dia
tidak akan membaik, dan aku akan kehilangan kontak dengannya. Aku pernah bekerja
di institusi seperti itu, dan aku tahu apa yang biasa terjadi di sana. Aku ingin
menemukan sebuah alternatif lain.
"Saya tidak ingin masuk rumah sakit," ujar Karen dengan tegas. "Itu hanya akan
membuat masalahnya semakin buruk."
"Tidak akan ada yang lebih buruk daripada kehilangan dirimu," ujarku dengan
penuh ketegasan dan keyakinan. Dia memerhatikanku sekarang. Kami duduk diam
selama beberapa saat, sementara pernyataanku bahwa aku memberikan perhatian
kepadanya mengendap.
"Mungkin jika kita memahami lebih banyak tentang alasanmu memiliki perasaan
yang kuat ini sekarang," ujarku, "kita bisa melakukan sesuatu untuk menolongmu."
Sekarang adalah saat bagiku untuk menutup mulut. Saat sebuah pertanyaan penting
telah terlontar untuk seorang pasien, apa pun yang keluar berikutnya adalah
jawabannya. Hal yang sulit tetapi penting yang harus kulakukan adalah mengalahkan
Karen dalam menoleransi keheningan mencekam yang menyusul dan menanti jawaban
darinya.
Aku menyaksikan Karen berpikir, mengira-ngira ke mana pikirannya menuju.
Wajahnya hanya menunjukkan kesedihan. Setelah sekitar satu setengah menit, dia
bergerak di kursinya dan mengatakan, "Saya selalu tahu bahwa Ibu tidak mencintai
saya, tapi saya tidak pernah betul-betul menyadarinya." Dia terdiam. "Saya pikir, jika
saya memberinya cukup banyak, dia akan menyayangi saya, tapi ternyata saya tidak
bisa." Kurasa dia juga bermaksud mengatakan bahwa dia takut bahwa seperti ibunya,
aku juga tidak mencintainya, jadi mengapa aku mau tetap menemani dan
menolongnya. Jika ibunya saja tidak mencintainya, bagaimana mungkin dia berharap
aku akan peduli padanya?
"Dan, mengapa sekarang?" tanyaku.
"Saya hanya merasa sekarang adalah saat yang tepat," katanya sambil mendesah
putus asa.
"Menurut saya, kedekatan kita membuatmu takut, dan
kamu mencari cara untuk melarikan diri." Aku memandangnya. Pernyataanku
mengandung tantangan sekaligus godaan. Dia memalingkan wajah. Lagi-lagi, ini
adalah saat bagiku untuk menutup mulut. Apakah dia akan mengikutiku atau mundur;
dia harus memutuskan. Dia terdiam dan bergerak-gerak canggung di kursinya.
"Saya tidak tahu ... saya takut berharap." Karen tampak kebingungan, tapi dia
duduk lebih tegak di kursinya. Mungkin dia akan mengikutiku.
"Saya punya sebuah rencana," ujarku. Aku harus melambungkan harapannya
dengan mengikatnya lebih erat denganku. "Sekarang saya mengerti betapa berat
bagimu untuk menyadari bahwa ibumu tidak mencintaimu, dan oleh karena itu, kamu

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
tidak yakin apakah saya bisa dipercaya akan terus mendampingimu, lebih baik
daripada yang bisa dilakukan oleh ibumu, melewati semua yang harus kamu jalani
dalam terapi. Pada waktu yang sama, dengan berbagai kekerasan yang dilakukan oleh
ayahmu kepadamu, kamu takut bahwa jika kamu lebih dekat dengan saya, saya akan
melakukan hal yang sama." Aku menantikan Karen menyerap dosis besar pemahaman
ini.
"Tetapi, penting bagi kita untuk memastikan bahwa tidak ada bahaya yang
mengancammu," aku melanjutkan. "Sekarang Rabu. Saya akan meneleponmu malam
ini, dan besok malam, dan saya akan menemuimu Jumat nanti, pukul 13.00. Maukah
kamu berjanji untuk menjaga supaya dirimu tetap aman hingga saya meneleponmu
nanti malam?" Aku menahan tatapanku ke arahnya, menanti janjinya.
"Oke," katanya.
"Dan, maukah kamu menjaga dirimu tetap aman hingga saya meneleponmu besok
malam?" Sekali lagi, aku
menunggu.
"Saya akan berusaha," katanya, dengan keyakinan berkurang. Aku terus
memandangnya, dan setelah beberapa saat, dia mengangguk.
"Itu cukup untuk saat ini," ujarku. "Jika aku tidak bisa menghubungimu atau kamu
tidak muncul di sini Jumat nanti, aku akan menelepon polisi dan meminta mereka
mencarimu." Aku ingin dia mengetahui bahwa aku bersungguh-sungguh dan tidak
segan melakukan apa pun untuk memastikan keamanannya.
"Oke." Karen berhasil menyunggingkan senyuman terima kasih, dan aku diam-diam
bersyukur saat dia meninggalkan kantorku. Menanamkan kepercayaan sangat berat
bagi Karen. Kami telah bertemu selama dua setengah tahun, dan baru kali ini dia bisa
sepenuhnya memercayaiku. Kuharap dia membaik. Setidaknya, dia keluar dalam
keadaan lebih baik daripada ketika masuk.
Berikut ini adalah surat yang diberikan oleh Karen kepadaku pada awal sesi
berikutnya:
Yang terhormat Dr. Baer,
Saya sangat berterima kasih atas semua pertolongan yang Anda berikan kepada
saya. Saya sangat bersyukur karena men dapatkan Anda sebagai dokter saya. Jika
bukan karena Anda, saya merasa tidak akan sanggup hidup hingga selama ini. Saya
hanya ingin Anda tahu bahwa apa pun yang terjadi pada saya, itu diakibatkan oleh
kesalahan saya sendiri. Saya sudah tidak tahan lagi, dan saya merencanakan sebuah
pelarian. Ini tidak berhubungan dengan depresi. Saya hanya tidak ingin tetap hidup.
Satu-satunya cara untuk melarikan diri dari keada an ini ada/ah dengan mengakhiri
kehidupan saya. Saya men coba menjelaskan pikiran saya dengan cara terbaik yang
saya ketahui. Saya memilih untuk mati. Itu lebih baik daripada
hidup. Saya akan terbebas dari mimpi buruk yang senantiasa meng hantui saya.
Saya tidak akan pernah harus menghadapi ayah atau kakek saya lagi. Saya tidak akan
pernah harus berurusan dengan ibu saya lagi. Saya akan mendapatkan kebahagiaan
dan kedamaian. Saya tidak merasa bersalah karena hal ini. Saya tidak akan pernah
merasa kotor atau nista lagi. Saya ti dak akan pernah menyakiti diri sendiri lagi. Saya
tidak akan pernah harus berurusan dengan perasaan saya terhadap Anda. Perasaan
hampa di dalam diri saya tidak akan lagi menjadi beban yang harus saya tanggung.
Saya merasa bahwa sekarang ada/ah saat yang tepat.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Setiap kepingan telah jatuh di tempatnya. Saya memesan kamar di sebuah motel
di dekat rumah saya. Saya memutus kan untuk mencoba pil yang saya bawa. Jika itu
tidak berha si/, saya memiliki sebuah pistol. Saya betul-betul merasa sendi rian. Saya
ingin membagi perasaan ini dengan Anda, tapi saya tahu bahwa Anda akan membujuk
supaya saya mengurungkan niat, dan saya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.
Tolong pahamilah bahwa saya tidak tahan lagi. Saya sangat sedih. Saya senang karena
dipertemukan dengan Anda dan saya ber harap Anda tidak membenci saya karena hal
ini.
Saya berharap Anda mendapatkan masa depan yang cemerlang. Anda ada/ah
seorang dokter yang luar biasa, dan Anda hanya berhak mendapatkan yang terbaik.
Semoga Anda dan keluarga Anda selalu bahagia. Dengan hormat,
Karen Overhill
Aku menelepon Karen sore itu juga pada pukul 17.20, tapi dia tidak
mengangkatnya. Aku tahu betapa dia merasa putus asa, tapi aku berharap ikatannya
denganku akan mencegahnya melakukan bunuh diri. Ini adalah salah
satu masa terberat bagi seorang psikiater, saat menghadapi seseorang yang
serusak Karen dan yang dapat dilakukan hanyalah menunggu dan melihat apakah
mereka mau hidup atau tidak. Jika Karen memilih untuk tetap hidup, artinya dia
memilih kehidupan sebagian karena aku. Dan, jika dia memilih untuk mati, artinya dia
tetap memilih mati meskipun aku telah berusaha menolongnya.
Aku menelepon lagi dan dia menjawab, aku berbicara panjang lebar di telepon
dengannya pada malam itu dan malam berikutnya. Dia kembali menemuiku dua hari
kemudian. Dia terlihat lebih baik, meskipun tanda-tanda itu hanya terlihat samarsamarlangkahnya lebih ringan, gerakannya lebih tangkas, posturnya lebih tegap,
lebih sering melakukan kontak mata.
Seperti biasanya, pakaiannya kurang lebih sama, dan hanya ada sangat sedikit
perubahan dalam caranya berdandan. Dia mengatakan bahwa dia merasa sedikit lebih
baik setiap hari. Meskipun dia berpikir bahwa tidak akan bedanya jika dia tidak ada
lagi di dunia ini, sekarang dia meragukan niatnya melakukan bunuh diri; sebagian dari
dirinya menginginkan perubahan dalam pikiran dan kehidupannya. Semalam, untuk
pertama kalinya, pikiran untuk melakukan bunuh diri membuatnya ketakutan. Entah
bagaimana, dia tidak menyadari bahwa jika dia bunuh diri, semuanya akan benarbenar hilang: anak-anaknya, suaminya, dan aku.
"Saya memikirkan apakah sebagian dari keinginan saya untuk mati disebabkan
karena saya tidak ingin berdekatan dengan suami saya lagi," katanya, bertanya kepada
dirinya sendiri. "Lucu sekali, saya tidak ingat pernah melakukan hubungan seks
dengannya." Aku memberinya
tatapan penuh tanya. "Saya tahu bahwa saya pernah melakukannya," lanjutnya,
"tapi tentu saya telah memblokir ingatan itu."
Memblokir ingatan itu?
Dia duduk selama beberapa waktu, diam dan sepertinya tenggelam dalam
pikirannya. "Entah bagaimana, jauh di dalam diri saya," katanya, "saya tahu bahwa
saya tidak ingin hidup. Saya membelikan peluru untuk pistol suami saya," dia
mengakui.
Aku benar-benar tertarik pada "memblokir ingatan", tapi pertama-tama, aku harus
menggiringnya kembali, membentenginya dari godaan peluru dan kematian.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah kamu merasa bahwa kamu dapat benar-benar memiliki sebuah hubungan
yang berlandaskan kepercayaan dengan saya?" tanyaku. "Sehingga kamu bisa betulbetul memercayai saya untuk mendengarkan dan memahami apa pun yang kamu
katakan?" Awalnya, dia tampak bingung, tapi kemudian dia sepertinya berhasil
mencerna perkataanku. Dia tidak menjawab, tapi aku berharap telah menekankan
kembali kemungkinan itu untuknya.
Saat berjalan ke pintu, dia menoleh dan mengatakan, "Dahulu, saya berharap Anda
menyerah dalam merawat saya." Aku menyaksikan bahunya yang lebar dan turun
menghilang saat dia menutup pintu.
Aku memikirkan rencana yang telah dibuatnya untuk melakukan bunuh diri. Aku
tahu bahwa dia dapat dengan mudah melakukannya lagi, sehingga kami harus
menyingkirkan pikiran itu sejauh mungkin. Pada sesi berikutnya, aku menanyakan
peluru-peluru itu kepadanya. Dia mengakui bahwa benda itu memberinya kenyamanan
karena saat benda itu ada di dekatnya, dia
tahu bahwa dia bisa mengakhiri nyawanya sendiri.
"Mengapa kamu menganggap pikiran semacam itu memberimu kenyamanan?"
tanyaku. Dia terdiam sejenak, terkejut mendengar pertanyaanku, karena dia tidak
pernah menganggap aneh perasaan seperti itu.
"Saya sudah merencanakan untuk melakukan bunuh diri sepanjang hidup saya,"
katanya. "Saat berumur sembilan atau sepuluh tahun, saya berencana berbaring di rel
dan menunggu kereta api datang." Dia membicarakan hal ini dengan suara tenang dan
tatapan kosong yang membuat bulu kudukku berdiri. "Sepertinya, itulah satu-satunya
solusi bagi kehidupan saya."
KEMARIN, KAREN mendapatkan telepon dari bibinya yang mengatakan bahwa
kakeknya sakit dan dirawat di rumah sakit. Sang bibi meminta Karen membesuk
kakeknya, tapi Karen takut menjumpainya. Pikiran itu memicu munculnya sebuah
kenangan dari masa ketika dia berumur delapan atau sembilan tahun, dan mereka
sekeluarga sedang bertamasya ke pantai.
Karen duduk di bangku belakang mobil Buick kakeknya, di antara kedua adik lakilakinya. Kedua anak itu mengulurkan tangan di atas Karen untuk saling mencolek;
mereka berumur enam dan delapan tabun, sedangkan Karen sembilan tabun. Saat
permainan kedua anak laki-laki tersebut semakin mema nas, mereka menarik-narik
dan mendorong-dorong Karen. "Jangan begitu!" keluh Karen.
"Karen! Diamlah!" Ibunya menoleh ke belakang dari antara kakek Karen, yang
sedang mengemudi, dan ayahnya. "Kalau ada masa/ah lagi, kalian tidak boleh turun
dari mobil. Ketiga anak di bangku belakang itu seketika terdiam, semen tara kakek
mereka memarkir mobil di pantai North Avenue.
Karen mengikuti ibunya berjalan ke pantai; matahari ber sinar cerah, terik, dan
pantai telah dijejali manusia. Ibunya menggelar selimut, kakeknya membuka sebuah
kursi lipat kecil dan sekaleng bir. Ayahnya mengikuti kedua adiknya memasu ki air;
mereka berlarian, dan ayah mereka mulai berjalan per lahan-lahan menembus lautan
manusia, memandangi seke/om pok gadis yang sedang berjemur. Karen berkeliaran
mendekati garis pantai dan menceburkan diri hingga ke lutut, tapi saat itu air begitu
dingin, dan dia segera kembali ke pinggir. Saat berada di setengah

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
jalan menuju ibunya, dia berjongkok dan mulai membangun sebuah istana pasir
kecil. Dia beberapa kali kembali ke air dengan membawa ember untuk me/embapkan
pasir supaya bisa saling menempel.
Ketika waktu pulang tiba, kakeknya menghampiri dan menggandeng tangan Karen.
Dengan sedih, Karen meninggal kan kota pasir mungil yang telah dibangunnya dan
mengikuti pria itu menghampiri ibunya dan mobil mereka. Karen duduk di tengah
bangku belakang, dan kedua adiknya mengikutinya masuk. Setibanya mereka tiba di
rumah, Karen ke/uar dari mobil, kaki dan pakaian renangnya penuh pasir. Saat
melihat pasir di tubuh Karen dan di bangku belakang mobilnya, wajah kakeknya
seketika merah padam.
"Karen! Kau ini berantakan seka/i! Mobilnya penuh
pasir!" Karen terpaku. Dia memandang ibunya, yang langsung membuang muka dan
menggiring
kedua
adiknya
memasuki
rumah.
Karen
mengikuti
kedua
adiknya. "Berhenti!" bentak kakeknya. "Aku tidak mau
kau membawa-bawa pasir ke da lam rumah." Pria itu menyambar tangannya dan
menyeretnya ke ha/aman belakang. Karen terseret, berusaha menjaga keseimbangan
supaya tidak terjatuh; kakeknya mengumpat-umpat dan
menarik
lengannya,
membawanya
ke
sebuah
pondok
kecil
di
ha/aman
belakang; mereka menyebut tempat itu shandy. Pria
itu membuka pintu pondok dan mendorong Karen ke dalam kegelapan.
"Diamlah di sini." Karen berdiri di dalam shandy, kebingungan, memandang keluar
melalui pintu yang terbuka. Kakeknya pergi ke teras belakang dan mengambil selang,
membuka keran, dan kembali menghampiri Karen, bibirnya bergerak-gerak,
meluncurkan rentetan umpatan. Dia menyerahkan selang itu kepada Karen dan
menjauh.
"Ini, bersihkan dirimu.'" Karen mengambil selang itu dengan tangan gemetar dan
cepat-cepat menyemprotkan air ke kakinya. "Jangan asal-asalan!" Kakeknya
menyambar selang itu dan menyumbatkan ibu jari ke ujungnya, mengencangkan
semburan air. "Berbaliklah!" Pria itu menyemprot punggung dan kaki Karen, serta
menyaksikan gadis kecil itu gemetar kedinginan. "Berbaring/ah. Aku harus
membersihkan semua pasir itu."
Karen berbaring di lantai semen ke/abu di dalam shandy, gemetar kedinginan,
sementara kakeknya menjulang meme gang selang di atasnya. Pria itu
menyemprotkan air ke paha dan perut Karen. Karen menjerit karena air itu begitu
dingin, tapi kakeknya, dengan tatapan yang membuatnya ketakutan, menyuruhnya
diam. Kakeknya meletakkan selang di lantai, dan dengan kedua tangannya,
membentangkan kedua kaki Karen. Pria itu mengarahkan ujung selang ke
se/angkangan Karen dan menyemprotkan air ke sana.
"Jangan bergerak!" bentaknya. Dia mengulurkan jari dan menyibakkan baju renang
Karen. "Aku harus membersihkan semua pasir itu," ulangnya. Karen memejamkan
matanya eraterat. Pria itu menempelkan ujung logam selang ke vulvanya, lalu
menyemprotkan air dingin ke sana. Karen merasakan se ngatan nyeri dan tekanan
panas-dingin
di
dalam
dirinya.
Jeritan
terkumpul di tenggorokannya, tapi tidak sedikit pun
suara dapat ke/uar dari mulutnya. Kakeknya menyingkirkan selang, menutup
kembali pakaian renang

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Karen, dan berdiri. "Sudah," katanya, "semuanya sudah bersih. Ayo kita beli
es krim."
Karen berusaha berdiri dan berjalan ke mobil.
Kakeknya menggandeng tangannya dan berjalan di sampingnya. Mereka pergi ke
Tastee-Freez di persimpangan 51 dan Damen, dan dalam perjalanan pulang, Karen
duduk di bangku depan, men jilati es krim vani/anya.
Saat mobil berhenti di depan lampu merah, sang kakek memandang Karen. "Jangan
sampai es krimmu menetes-netes," katanya sambi/ menco/ek pinggang gadis itu.
Karen me megangi contong es krimnya; kakeknya menco/ek pinggangnya lagi, kali ini
dengan kedua tangannya. "Jangan jatuhkan es krimmu." Karen menggeliat-geliat, dan
contong beserta es krim nya jatuh ke pangkuannya.
"Lihat apa yang kau/akukan sekarang." Karen merasakan es krim yang dingin
mencair di kakinya, dan dia memandang kakeknya, menanti pria itu memukulnya.
Dengan tangan kanannya, kakeknya mengoleskan lelehan es krim ke kaki dan perut
Karen, juga ke sela-sela pahanya. Karen merasa lega se ka/igus mual. Setibanya
mereka di rumah, sang kakek meng gandeng tangan Karen dan membawanya ke
belakang rumah.
"Badanmu harus
dibersihkan lagi." Pria itu mengambil selang.
Setelah menyelesaikan ceritanya, Karen menelengkan kepala dan mulai terisakisak. Aku menunggu beberapa saat.
"Ada apa?" tanyaku.
"Anda tentu menganggap saya menjijikkan," katanya. "Apa maksudmu?"
"Saya merasa sangat kotor," katanya.
"Saya paham bahwa itulah yang pasti kamu rasakan," ujarku. Karen tetap terisakisak. Aku tidak benar-benar mengerti; bagaimana mungkin aku mengerti? Sering kali,
hal
terbaik
yang
bisa
dilakukan,
saat
kau
tidak
mengetahui apa yang harus kaukatakan, adalah
sebisa-bisanya menunjukkan empati.
"Waktu kita sudah habis. Kita akan melanjutkannya pada sesi berikutnya."
KAREN MEMASUKI kantor, basah kuyup, mengepit tasnya seperti seorang pemain
bertahan di lapangan rugby. Ketika itu akhir Juni 1991, dan jendela yang
memperlihatkan pemandangan taman basah terguyur hujan. Dia cepatcepat
mengangguk ke arahku sambil menghampiri kursinya.
"Selama dua minggu terakhir, saya membawa-bawa peluru ke mana-mana,"
katanya, mencengkeram tas di pangkuannya. "Sering saya berpikir untuk
memberikannya kepada Anda, tapi saya tidak melakukannya. Saya tidak yakin apakah
saya akan melakukannya hari ini."
"Kedengarannya, sebagian dari dirimu ingin memberikannya kepadaku, karena
kamu membawanya ke sini dan menceritakannya kepada saya," ujarku. Aku harus
berhati-hati untuk tidak bertanya secara langsung meminta peluru-peluru itu. Dia
harus memberikannya kepadaku dengan kemauannya sendiri.
Karen duduk dalam kebimbangan, tatapannya tertuju ke mana-mana, dan aku
menunggu. Akhirnya, dia menunduk, merogoh tasnya, dan mengeluarkan kotak plastik
berisi sekitar dua ratus butir peluru berkaliber .22. Dia memandang benda itu
beberapa saat, lalu mengulurkannya kepadaku. Aku mengambil wadah tersebut dan
meletakkannya di meja di dekatku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Adakah benda lain yang hendak kamu berikan kepada saya?" tanyaku. Dia
mendongakkan kepala dan membelalakkan matanya. Kemudian, dia menunduk selama
beberapa saat, merogoh tasnya, terdiam, dan
mengeluarkan sebuah pisau lipat kecil yang tajam. Dia memegang benda itu
sejenak, seolah-olah mempertimbangkan tindakannya, lalu mengulurkan tangan dan
memberikannya kepadaku. Rasanya seolah-olah dia baru saja menyerahkan
kehidupannya ke tanganku.
"Ada lagi yang lain?" tanyaku. Dia menggeleng cepat-cepat tanpa memandangku.
"Penting bagimu untuk tidak membawabawa benda yang bisa menyakitimu," kataku.
"Tapi, semua benda bisa menyakiti saya," katanya.
"Apa maksudmu?" Sekarang, akulah yang terkejut.
"Semuanya bisa menyakiti saya," katanya sekali lagi, seolah-olah aku tidak
mendengar ucapannya sebelumnya.
"Saya tidak mengerti," ujarkujelas terlihat bahwa dia sedang memikirkan
sesuatu. Karen menunduk dan berbicara dengan lirih.
"Ayah saya sering menyakiti saya dengan bermacam-macam benda," katanya. "Dia
suka menusukkan benda-benda ke dalam vagina saya, seperti sendok dan pisau ...
obeng ... gantungan baju. Bermacam-macam benda."
"Begitu, ya." Karen tidak mengatakan apa-apa lagi. Aku tidak mendorongnya untuk
bercerita secara mendetail. Dia baru saja mulai menceritakan kepadaku tentang
pengalaman mengerikan yang dilaluinya. Aku harus berusaha menjadi pendengar
terbaik dan tidak menyela apa pun yang dikatakannya. Aku harus memastikan dia
merasa diterima dan meyakinkan dirinya bahwa apa yang diceritakannya tidak akan
menghancurkan hubungan kami.[]
5
Penahanan Avah
KAREN MERASA semakin dekat denganku dan ini membuatnya ketakutan. Semakin
dia memercayaiku, semakin banyak perasaan terpendamnya yang terungkap
kadangkadang bahkan lebih cepat daripada yang dapat kami tangani. Serentetan
tulisannya untukku, yang dibuat di antara sesi pertemuan kami, menunjukkan betapa
dia kewalahan menghadapi kenangan-kenangannya yang bermunculan kembali.
24 Juli 1991
Saya merasa sedih. Saya memikirkan teman saya, Jane, dan teman baru saya,
Tammy. Saya merasa cemburu kepada mereka berdua, bukan hanya karena mereka
memiliki hubung an yang baik dengan dokter mereka, melainkan juga
karena dokter mereka
mau memeluk mereka. Saya tidak mengerti mengapa hal ini membuat saya kesal,
karena saya tidak per nah ingin disentuh oleh siapa pun. Saya selalu
berkhayal Anda memeluk saya.
1 Agustus 1991
Semalam, saya bermimpi tenggelam di kolam renang. Tangan seorang pria
mendorong kepala saya ke air. Pria itu menggunakan tangan kirinya, dengan
cincin emas tersemat di jarinya. Saya pernah
berkali-kali bermimpi seperti ini, tapi ini lab pertama kalinya saya melibat cincin
itu.
3 Agustus 1991

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Semalam, saya terus-menerus teringat akan masa kecil saya. Saya ingat saat saya
menyembunyikan celana dalam saya yang bernoda darah setelah kakek saya menyiksa
saya. Nenek sayalah yang menemukannya. Saya belum berusia delapan ta hun ketika
itu. Celana itu ada di dalam kotak kain perca dan Nenek menanyakan mengapa saya
menaruhnya di sana. Dia mengira saya malu karena mulai mendapatkan menstruasi.
Hanya saja, kejadian ini berlangsung tiga tahun sebelum saya mendapatkan
menstruasi. Kami membuang celana dalam itu dan tidak pernah membicarakannya
lagi.
Saat Karen datang pada S Agustus, kami membicarakan tulisan-tulisan yang
diberikannya kepadaku sejak 24 Juli hingga 3 Agustus. Ada begitu banyak tulisan,
sehingga sulit untuk mengetahui dari mana kami harus memulai. Tetapi, karena
hubungan kami adalah lem yang merekatkan terapi ini, aku akan memulainya dari
sana.
"Apakah karena saya tidak memelukmu, kamu merasa saya tidak memedulikanmu?"
Dia mengangguk dan mengatakan bahwa memang itulah yang dirasakannya. Aku
mengatakan kepadanya bahwa aku dapat memahami bagaimana dia bisa merasa
seperti itu, dan bahwa kebanyakan orang yang berada dalam situasinya akan
merasakan hal yang sama. Aku mungkin tampak menyombongkan diri dengan
menyampaikan pernyataan ini, namun aku berusaha menyampaikan, dengan
mengatakannya, bahwa meskipun aku tahu dia merasa aku tidak ingin
memeluknya, mungkin terdapat
kemungkinan bahwa aku ingin memeluknya, tapi aku tidak
bisa melakukannya karena beberapa alasan. Secara logika, aku tidak bisa
menjelaskan kepadanya bahwa memeluk bukanlah gagasan yang baik, bahwa tindakan
itu tidak bersifat terapeutik, melanggar batas, dan sebagainya; dia hanya akan
beranggapan aku mencari-cari alasan.
Kadang-kadang, aku bertanya kepada diriku sendiri, Bahaya apakah yang mungkin
timbul dengan memberi Karen, yang berada dalam keadaan sangat tertekan, sebuah
pelukansedikit kenyamanan manusiawi biasa? Sayangnya, meskipun Karen telah
menyatakan bahwa dirinya mendambakan pelukan layaknya seorang bocah, aku tidak
yakin apakah memang itulah yang akan dirasakannya. Ada kemungkinan dia akan
menganggap pelukan sebagai bagian dari sentuhan melecehkan. Aku memutuskan
bahwa pelukan adalah sebuah tindakan berisiko tinggi.
"Saya penasaran dengan cerita nenekmu yang menemukan noda darah di celana
dalammu," aku mendorongnya. "Saya terkejut saat mengetahui nenekmu tidak
menyelidiki lebih jauh tentang hal ini. Sepertinya dia telah melakukan kecerobohan
besar." Aku mengatakan hal ini kepadanya karena ingin membedakan diriku dari
orang-orang dari masa lalu Karen, yang bersekongkol dalam menutup-nutupi
kekerasan yang dialaminya.
Kami juga membicarakan mimpi yang menampilkan tangan seorang pria
mendorong kepalanya ke dalam air. Meskipun aku mencurigai tangan yang
mengenakan cincin kawin itu sebagai tanganku, aku penasaran ingin mengetahui
apakah Karen memikirkan hal yang sama.
"Tangan siapakah menurutmu yang mendorong kepalamu ke air?" tanyaku. Dia
menatap tangan kiriku dan
bergerak-gerak canggung di kursinya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya tidak tahu," katanya, memalingkan wajah. "Bagaimanakah rasanya tenggelam
di dalam air?" "Tercekik. Putus asa."
SEMUA AHLI psikoterapi membutuhkan temperamen wanita masokhis dan pria
arogan sekaligus. Di satu sisi, seorang ahli terapi harus duduk secara pasif dan selalu
menunjukkan sikap toleran dan empatik. Di sisi lain, dia harus memancing pasien
memasuki proses terapeutik dan mengukuhkan diri menjadi pusat emosi kehidupan
pasien. Sepanjang perjalanan karierku, aku dapat menjalankan faktor pertama
dengan baik, namun lemah dalam menjalankan faktor kedua. Aku bisa duduk seharian
bersama pasien, setiap hari, memerhatikan setiap perubahan dalam api emosi mereka
yang menyala-nyala. Yah, baiklah, aku tidak sebaik itu, tapi aku betul-betul tertarik
mengetahui bagaimana cara kerja manusia secara mental, dan aku bekerja keras
dalam hal ini.
Pada 1991, aku telah berpraktik selama sepuluh tahun, dan aku mendapati
keahlianku berbalik; aku tidak sabar lagi duduk seharian bersama pasien. Meskipun
setiap pasien menyampaikan cerita yang berbeda, mereka menggunakan cara yang
sama dalam menyampaikan cerita. Meskipun begitu, tidak semuanya semenarik Karen.
Seperti yang kurasakan saat memandang lalu lintas di 95 Street pada hari itu, aku
takut akan terperangkap di kursiku, mendengarkan cerita-cerita para pasienku, hingga
akhirnya aku tak mampu berdiri lagi.
SAAT
DATANG
pada
4
November
1991,
Karen
mengatakan bahwa kakeknya telah meninggal. Dia
menghadiri pemakamannya, namun tidak bisa mengingatnya; dia kehilangan waktu
selama enam jam. Dia mengatakan bahwa perasaannya terhadap kakeknya campur
aduk, karena pria itu kadangkadang bersikap baik kepadanya. Selepas upacara
pemakaman tersebut, Karen merasakan dorongan untuk menyakiti dirinya sendiri
meningkat. Dia mengatasinya dengan cara yang buruk, dan sekarang dia semakin
membenci dirinya sendiri.
Setelah mendengarkannya menjelaskan tindakannya menoreh-noreh kulitnya
sendiri, aku bertanya, "Apakah menurutmu perasaan ini ada sebagai tanggapanmu
atas kematian kakekmu?"
"Saya tidak yakin," katanya. "Mungkin saja begitu." Sepertinya dia tidak antusias
mendengar pertanyaanku.
"Bisakah kamu memikirkan kemungkinan lainnya?" Karen memandang ke luar
jendela; aku tidak yakin apakah dia mendengarkanku.
"Dr. Baer, saya ingin meminta maaf karena telah meminta Anda memeluk saya."
Dia tidak memandangku saat berbicara; dia seolah-olah sedang berbicara kepada
dirinya sendiri. "Saya tidak berhak meminta hal itu kepada Anda. Saya merasakan
kebutuhan untuk dipeluk. Saya memikirkan Anda yang tidak ingin memeluk saya.
Sepertinya, hanya hal itulah yang ada di dalam pikiran saya. Saya merasa salah karena
menginginkan sentuhan, tapi saya merasa seperti anak-anak yang membutuhkan
pelukansentuhan aman yang tidak berbahayahanya sentuhan kasih sayang
nonseksual. Andalah satu-satunya orang yang saya kenal yang dapat memberikan
keamanan. Inilah pertama kalinya dalam kehidupan saya saat saya sungguh-sungguh
menginginkan sentuhan. Saya tidak pernah memiliki maksud buruk. Mungkin saya
hanya butuh diyakinkan bahwa Anda akan ada untuk saya."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Aku terkejut mendengarnya. Bukan karena dia menginginkan pelukan dan meminta
maaf karena menginginkannya dariku; pernyataan itu sendiri menyentuh dan sangat
mengibakan. Aku justru terkejut ketika dia meminta maaf kepadaku. Biasanya, saat
sebuah asosiasi menyusul sebuah pertanyaandia meminta maaf karena menginginkan
pelukan setelah sebelumnya membicarakan tentang alasannya menyakiti diri sendiri
terdapat sebuah hubungan emosional yang tersembunyi. Apakah perasaan ingin
menyakiti diri sendiri ini bukan reaksi atas kematian kakeknya, melainkan reaksi atas
keenggananku memeluknya? Ataukah karena keduanya? Bagaimanakah kedunya saling
berhubungan? Karen tampak merana dan kikuk. Mungkin aku belum sungguh-sungguh
mengapresiasi dilemanya. Dia menginginkan sentuhan dariku, tapi dia membenci
dirinya sendiri karena menginginkan sentuhan itu. Jika dia menyakiti dirinya sendiri
karena menginginkanku menyentuhnya, apakah yang akan dilakukannya pada dirinya
sendiri jika aku betul-betul menyentuhnya?
KETIKA ITU akhir Januari 1992, hari telah sore, dan lampu-lampu jalanan membuat
salju yang turun di taman berkilauan. Aku menantikan Karen. Aku tidak menemuinya
selama dua minggu masa liburanku. Aku cemas memikirkan krisis apa lagi yang akan
dibawanya hari ini.
"Adik ipar saya melaporkan ayah saya ke polisi karena dia melecehkan keponakan
saya, Nina, dan juga putri saya, Sara," kata Karen, menghambur memasuki pintu,
mantelnya mengibasngibas. Dia tampak cemas, meskipun kupikir akan sangat
memuaskan jika ayahnya akhirnya dihukum akibat perilaku tidak senonohnya.
"Apa yang membuatmu khawatir?" tanyaku.
"Dia mendapatkan panggilan dari pengadilan, dan ibu saya terus-menerus
menelepon saya. Dia bertanya terus apakah ayah saya pernah melecehkan saya."
Karen tampak ketakutan. "Kalau saya mengatakan yang sebenarnya kepadanya, saya
merasa seseorang akan memotong leher saya."
"Memotong lehermu?"
"Itulah yang selalu dikatakan ayah saya. Katanya, jika saya memberi tahu orang
lain, dia akan memotong leher saya. Dia menekankan pisau ke leher saya dan 'srettt!
1, seolah-olah dia sungguh-sungguh melakukannya." Matanya membelalak.
"Kamu pikir dia akan benar-benar melakukannya?"
"Tentu saja."
PADA AKHIR Februari, Karen mengatakan bahwa polisi menjadwalkan penahanan
ayahnya keesokan harinya.
"Kata suami saya, jika ada sesuatu yang menimpa Sara, itu adalah salah saya," kata
Karen. "Saya tidak pernah meninggalkannya sendirian bersama ayah saya, karena saya
tahu apa yang bisa dilakukannya." Karen tampak merana dan tidak berdaya. "Tapi,
saya mungkin pernah dua kali meninggalkan Sara bersama kedua orangtua saya.
Mungkin kejadiannya waktu itu." Karen tenggelam dalam perasaannya.
Aku duduk dan menunggunya melanjutkan ceritanya. Sering kali, aku memikirkan
mengapa dia tidak melarikan
diri sejauhjauhnya dari orangtuanya bertahun-tahun yang lalu. Dia tidak pernah
memiliki jawaban untuk pertanyaan inidia hanya mengangkat bahu. Karen mulai
menangis, air mata terkumpul di sudut matanya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Suami saya benar," isaknya. "Ini kesalahan saya. Saya seharusnya tidak pernah
meninggalkan Sara di sana, sekali pun." Karen tenggelam dalam keputusasaan. Aku
tidak tahu apakah aku bisa menggapainya untuk membebaskannya.
"Kamu sudah memastikan tidak meninggalkannya sendirian bersama ayahmu,"
ujarku, berusaha mengangkat semangatnya. "Kamu yakin jika ibumu ada di sana,
ayahmu tidak akan menyakiti Sara?"
"Ya," kata Karen, masih tampak risau.
"Apa kata Sara?" tanyaku. Karen sedikit mendongakkan kepala.
"Katanya, ayah saya tidak pernah melakukan apa-apa."
"Kamu percaya padanya?" tanyaku. "Itulah yang akan saya katakan saat saya
seumur dia." Karen tersenyum kecut.
"Tapi, semua yang menimpamu tidak menimpa Sara, bukan?"
"Tidak," katanya.
"Apa kamu berpikir Sara akan berkata jujur kepadamu?"
Karen tampak ragu-ragu, dan kupikir dia mulai berusaha keluar dari kubangan yang
menjebaknya. "Entahlah," katanya, bergerak-gerak canggung.
"Saya menanyakan apakah ayah saya mengancam dia, dan dia mengatakan tidak,
dia tidak kelihatan ketakutan."
"Sepertinya dia tidak merasakan yang kamu rasakan saat ayahmu mengancam akan
memotong lehermu jika kamu bercerita pada orang lain," kataku.
"Tidak."
"Jadi, ada kemungkinan Sara tidak diapa-apakan oleh ayahmu seperti kamu dan
Nina." Karen mengangguk, masih risau, namun telah merasa lebih baik. Dia masih
sangat depresi, namun tidak lagi mendambakan kematian. Itu cukup untuk saat ini,
karena sesi kami telah berakhir.
PADA AWAL Maret 1992, setelah ayah Karen ditangkap dan dipenjara, ibu dan bibi
Karen mulai menekan Karen untuk bersaksi bahwa ayahnya tidak pernah melecehkan
Sara. Karen tidak memiliki bukti nyata sehingga dia enggan bersaksi. Karen
menyampaikan kepadaku secara mendetail tentang percakapannya dengan Katrina,
ibunya:
"Ayahmu tidak akan melakukan hal semacam itu!" jerit Katrina. "Dia tidak akan
menyakiti gadis kecil mana pun!"
"Oh, ya, tentu saja," ujar Karen dengan lirih. "Kau ini bicara apa?" seru Katrina.
Nadanya lebih terdengar menuduh daripada terkejut. "Pasti kau berpikir dia me
/ecehkanmu, tidur denganmu!" Karen menunduk tanpa me nanggapi. "Semua itu
hanya ada dalam khayalanmu!" Katrina memiliki cara untuk memaksakan pendapatnya
dan membuat lawan bicaranya tidak berkutik. "Mungkin kau melecehkan dirimu
sendiri! Pasti kau sendiri yang memintanya! Semua itu hanya ada dalam khayalanmu!"
Katrina bersikeras. Karen merasa muak. Pada saat seperti ini/ah dia mulai meragukan
penahanan ayah77apa yang pernah terjadi padanya. Tetapi, kemudian Karen
mengingat kabel yang digunakan oleh ayahnya untuk meng ikat perge/angan tangan
dan kakinya ke ranjang,
dan semua nya kembali menjadi nyata.
Polisi meminta supaya Sara diperiksa untuk mencari tandatanda adanya pelecehan
seksual. Karen memberikan izin, namun tidak ditemukan apa-apa. Meskipun begitu,
tanda-tanda trauma seksual ditemukan di tubuh Nina. Katrina dan bibi Karen

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mengatakan bahwa mereka tidak percaya ayah Karen melecehkan siapa pun, dan
mereka meminta Karen membayar uang jaminan supaya ayahnya dapat keluar dari
penjara. Katrina, khususnya, tidak sabar menantikan pembebasan suaminya, karena
selama suaminya dipenjara, dia tidak mendapatkan gaji. Katrina berkali-kali
memohon, mengancam, dan menjelek-jelekkan Karen dalam upayanya menyuruh
putrinya itu membayar uang jaminan 1.000 dolar.
Saat berada di dalam penjara, Karen mendapatkan telepon dari ayahnya, dengan
pembayaran darinya, selama beberapa kali setiap malam. Karen menolak
membayarnya. Karena ayahnya terus-menerus menelepon, dia menderita sakit kepala
parah yang membuatnya muntah. Salah seorang polisi, Detektif Flaherty, meminta
Karen melaporkan kepadanya jika ayahnya terus mengganggunya. Karen enggan
melakukan hal ini, karena dia takut ayahnya akan membalas dendam, dan ibunya akan
semakin memarahinya.
Pada awal April 1992, bibi Karen membayar uang jaminan untuk mengeluarkan
ayah Karen dari penjara. Ayah Karen berada di penjara selama enam minggu. Segera
setelah keluar dari penjara, dia menelepon Karen sepanjang malam, berusaha
membujuknya supaya mau menjadi saksi bagi pihaknya. Akhirnya, Karen menelepon
Detektif
Flaherty,
yang
melarang
ayahnya
menghubunginya lagi jika tidak ingin dikembalikan ke penjara.
"IBU SAYA menginginkan saya bersaksi dalam persidangan ayah saya," kata Karen,
suaranya melirih, "dan suami saya menyalahkan saya untuk segalanya." Dia menghela
napas berat dan menjatuhkan diri ke kursi. Dia memandangku dengan tatapan tak
berdaya. "Saya tidak ingin berurusan dengan kehidupan lagi."
Ibu, ayah, suami, bunuh diri: cepataku harus memikirkan yang mana yang harus
ditangani terlebih dahulu.
"Ibumu menginginkanmu bersaksi?" tanyaku. "Ya, dia ingin saya mengatakan bahwa
ayah tidak pernah melecehkan saya."
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanyaku. "Saya ingin mati! Saya bermimpi tentang
tangan-tangan besar yang mencekik saya; saya tak bisa bernapas. Saya bangun dengan
terengah-engah, dan saat kembali tidur, saya mendapatkan mimpi yang sama berkalikali." Karen menarik napas dengan susah payah sambil memegangi lehernya, seolaholah dia berada di dalam mimpinya.
"Tangan-tangan yang besar itu seperti tangan orang dewasa yang dilihat oleh anakanak," ujarku.
"Saya sudah pernah mengatakan kepada Anda bahwa ayah saya mengatakan, jika
saya memberi tahu orang lain bahwa dia menyakiti saya, dia akan membunuh saya.
Dia tidak bercanda. Sekali waktu, dia pernah mencekik saya hingga saya tak bisa
bernapas. Sebelum saya pingsan, dia berhenti, tapi dia mengatakan bahwa dia bisa
saja tetap meneruskannya jika dia mau."
"Apakah pengacara dari kedua belah pihak sudah memintamu untuk bersaksi?"
tanyaku. Dia menggeleng. "Kalau begitu, kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang
keharusan bersaksi sekarang. Kita asumsikan saja bahwa kamu tidak perlu menjadi
saksi kecuali pengadilan memanggilmu. Menurutku kamu tidak perlu memberikan
kesaksian. Jika ibumu memintamu lagi, bilang saja kepadanya bahwa jika kamu
berada di bilik saksi, kamu tidak akan berbohong. Biarkan saja dia menyadari apa
artinya. Oke?" Karen mengangguk, memandangku lekat-lekat. Ini tidak bisa dikatakan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sebagai terapi, tapi Karen membutuhkan pengarahan. Aku menggunakan jeda yang
terbentuk untuk melanjutkan penjelasanku.
"Kita pernah membicarakan gagasan kamu untuk meninggalkan suamimu karena
caranya memperlakukanmu. Bagaimana pendapatmu tentang hal itu sekarang?" Aku
berusaha mengangkat topik yang sepertinya berperan memicu keinginannya
mengakhiri kehidupan. Jika aku bisa memberikan dukungan dan pengolahan kenyataan
yang lebih baik, dia mungkin tidak akan semengenaskan ini. Aku harus lebih
menyadarkannya akan situasi di rumahnya.
"Saya tidak siap berurusan dengan masalah pernikahan saya," katanya, kembali
menghela napas. Aku menyaksikannya duduk di sana, bergeming, terkulai, dan aku
berusaha menahan penularan depresinya. Aku ingin menolongnya untuk terus maju,
tetapi mendorong seorang penderita depresi adalah pekerjaan yang sulit dilakukan.
"Anak laki-laki saya juga tidak menghormati saya," lanjutnya. "Dia mengikuti contoh
ayahnya. Saya tidak berani memukulnya, karena jika saya melakukannya, saya takut
tidak
akan
bisa
berhenti,
seperti
ayah
saya.
Suami saya mencela semua usaha saya untuk
menegakkan kedisiplinan; jika saya menghukum anak laki-laki saya, dia
memperbolehkannya pergi, supaya dia kelihatan seperti pihak yang baik." Dia terdiam
beberapa saat, lalu mengatakan, "Lebih baik saya mati daripada harus bercerai dan
berusaha hidup sendirian."
Oke, ini tidak akan mudah, pikirku. Aku bertanya-tanya apakah dia bisa memulai
dari sini dan setidaknya melangkah maju dengan tertatih-tatih.
"Seandainya kamu boleh memilih satu hal," ujarku, "apakah yang akan kamu ubah
untuk menolong situasimu ini?" Baiklah, mungkin itu pertanyaan bodoh, tapi aku harus
memulai dari suatu tempat untuk membuatnya memikirkan tentang membuat
perubahan, alih-alih menyalahkan dirinya sendiri dan merasa tidak berdaya.
"Josh minum-minum," katanya. "Dia mulai minum setiba di rumah dan tidak
berhenti sampai dia tertidur."
"Ceritakan lagi pada saya, seperti apa dia jika dia minum?"
"Setelah menghabiskan beberapa kaleng bir, dia akan menjadi pendiam, lalu
setelah beberapa kaleng lagi, dia berbahaya." Dia menghindari tatapanku. "Ketika
itulah dia memukuli saya. Setelah kemarahannya terlampiaskan, dia tertidur." Ini
sulit, pikirku. Kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk meredakan kebiasaan minumminum Josh. Hanya dia sendiri yang bisa mengubah sikapnya. Mungkin,
bagaimanapun, kami bisa melakukan sesuatu untuk melindungi Karen dari kemarahan
Josh.
"Saat dia mulai minum-minum dan menjadi pendiam, apa yang kamu lakukan?"
tanyaku.
"Saya berusaha menyuruh anak-anak supaya tetap tenang dan menjauh darinya,"
katanya, "dan menunggu."
"Seperti dengan ayahmu," ujarku. Dia memandangku,
dan aku dapat melihat bahwa dia sedang mengolah di dalam benaknya
perbandingan antara kekasaran ayah dan suaminya, dan dia dapat melihat
persamaannya.
"Saat kamu menjadi anak-anak yang teraniaya," ujarku, "kamu tidak punya pilihan
selain tinggal di rumah dan bersikap sebaik-baiknya. Meskipun sekarang ini kamu

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
berada di dalam situasi penganiayaan yang sama, kamu adalah orang dewasa, dan
pilihanmu lebih luas. Jika kamu merasa tak bisa bercerai, kamu bisa meninggalkan
rumah pada saat yang kamu anggap paling rawan. Saat suamimu mulai minum-minum,
persiapkan dirimu dan anak-anakmu untuk keluar, dan saat dia mulai menjadi
pendiam, pergilah barang satu jam atau lebih. Kalian bisa membeli es krim atau
menonton flm. Kembalilah saat suamimu telah tidur, dan hindarilah dia saat dia
menjadi kasar." Karen mendengarkanku dan mengangguk-angguk.
"Apa lagi yang akan kamu ubah dari suamimu, kalau kamu bisa?" tanyaku.
"Dia memarahi saya karena saya menemui Anda," katanya. Aku mengangguk,
menyuruhnya melanjutkan. "Kami bertengkar soal ini Sabtu kemarin, dan dia memukul
saya, di sini." Dia menunjuk bagian bawah perutnya. "Saya merasa nyeri di bagian itu
sejak saat itu."
"Apakah kamu pergi ke dokter?" tanyaku. Aku menatapnya dan berusaha
membayangkan organ dalam apa yang membuatnya merasa kesakitan.
"Tidak," jawab Karen dengan suara lirih.
"Mengapa?" tanyaku, sedikit cemas.
Mata Karen mulai basah, dan dia kesulitan berbicara. "Saya berharap akan mati,"
katanya, memalingkan wajah dariku dengan malu. Aku menantinya melanjutkan
ceritanya.
"Saya tidak tahu harus melakukan apa," katanya. "Dia terus-menerus membentakbentak saya. Katanya, hanya masalah waktu sebelum saya melecehkan anak-anak saya
sendiri karena saya tidak berbeda dari ayah saya. Dia berkali-kali menyuruh saya
bunuh diri. Katanya, saya sebaiknya berhenti menemui Anda karena terapi ini hanya
menghabiskan waktu dan uang saja. Dia mengambil cek asuransi yang seharusnya saya
pakai untuk membayar Anda, mencairkannya, dan menyimpan uangnya untuk membeli
bir dan rokok."
"Ada tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat perlindungan bagi wanita-wanita
yang teraniaya-" Karen mengangkat tangan untuk memintaku diam.
"Saya tahu," katanya.
"Saya sudah mencari informasinya." "Kalau begitu, mengapa kamu tidak bertindak?"
Lagi-lagi, Karen tampak malu. "Menurut saya, itu tidak ada gunanya; saya rasa,
saya tidak akan hidup selama itu. Sebagian dari diri saya berpikir bahwa saya lemah
karena tidak kunjung melakukan bunuh diri. Seandainya saya lebih kuat, tentu saya
sudah melakukannya."
"Pertama-tama," aku mengatakannya secara langsung supaya dia menyadari bahwa
ini sebuah instruksi, "kau harus memeriksakan perutmu. Kau harus langsung pergi ke
unit gawat darurat setelah ini. Mungkin kau hanya memar, tapi pukulan suamimu bisa
menyebabkan perdarahan dalam."
"Bagaimana saya tahu bahwa bukan saya sendiri pelakunya?" tanyanya. Aku sedikit
bingung, dan dia melihatnya. "Kadang-kadang, saya juga menyakiti diri saya sendiri."
Semua ini terlalu banyak untuk diluruskan
dalam sekali waktu.
"Apa pun penyebabnya," ujarku, dengan kekesalan yang terdengar jelas dalam
suaraku, "kau harus menemui dokter dan memastikan bahwa semua organ dalammu
baik-baik saja." Karen mengangkat bahu dan bersiap-siap pergi dengan murung. "Dan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
teleponlah aku besok," ujarku sebelum dia pergi. Dia tidak mengatakan apa-apa saat
menutup pintu di belakangnya.
PADA SUATU malam di bulan Oktober 1992, pukul 22.30, aku menerima telepon
dari Karen. Suaranya hanya berupa bisikan yang terdengar sayup-sayup.
"Saya ingin menyakiti diri saya sendiri."
"Apa yang terjadi?"
"Suami saya memukuli saya," katanya, terisak-isak di telepon. Aku menantinya
melanjutkan. "... dengan tongkat bisbol .... Saya tidak mau hidup lagi."
"Di bagian mana kamu merasa sakit?"
"Kaki, punggung, entahlah."
Kami membicarakan semua tindakan yang mungkin diambil olehnya: menelepon
polisi, pergi ke rumah perlindungan wanita, kabur bersama anak-anaknya ke rumah
seorang temannya, dan lain-lain. Dia tidak mau melakukan semua itu. Suaminya telah
tertidur sekarang dan tidak akan bangun lagi malam ini, katanya kepadaku. Aku
menyuruhnya meminum obat penenang yang kuresepkan untuknya, supaya dia
tertidur, dan aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan menelepon Detektif
Flaherty. Meskipun enggan, dia setuju dan memberikan nomor si detektif kepadaku.
Saat
aku
menelepon,
Detektif
Flaherty
tidak
ada
di
tempat, tapi aku berkesempatan berbicara dengan
seorang wanita, Sersan Jameson, yang memahami kekhawatiranku setelah aku
menceritakan kepadanya tentang pemukulan yang dilakukan oleh suami Karen;
katanya, dia akan menyampaikan pesanku kepada Flaherty dan menyuruhnya
meneleponku besok pagi. Aku menelepon Karen dan menceritakan kepadanya tentang
percakapanku dengan polisi. Dia sepertinya lega karena tindakanku, dan dia berjanji
tidak menyakiti dirinya sendiri. Kami memastikan janji temu kami berikutnya. Aku
menelepon Jameson, menyampaikan garis besar percakapan terakhirku dengan Karen,
termasuk bahwa Karen telah berjanji untuk tidak menyakiti dirinya sendiri (meskipun
aku harus membujuknya), memastikan bahwa Flaherty akan meneleponku keesokan
paginya, dan bahwa jika dia menghubungiku malam itu, dia sebaiknya menelepon ke
rumah.
Saat aku menutup telepon jam menunjukkan pukul 23.00, tapi sepertinya aku
telah berbicara di telepon selama berjamjam. Semua ini membuatku tertekan, tapi
anehnya tidak pernah terpikir olehku untuk menyingkirkan Karen. Rasanya seolaholah
aku melihat seorang bocah yang jatuh ke sungai dan tak bisa berenang. Bagaimana
mungkin aku tidak terjun untuk menyelamatkannya? Aku sudah berenang di sungai ini
untuk waktu yang lama, berjuang mendapatkannya, namun dia selalu luput dari
peganganku. Aku merasa seolah-olah aku sendiri ikut tenggelam, tapi sepertinya aku
selalu berhasil muncul kembali ke permukaan dan mengulurkan tanganku. Aku
memikirkan apakah kami akan bisa sampai ke pinggir sungai ini.
KETIKA ITU akhir November 1992. Karen
menceritakan kepadaku bahwa ayahnya meneleponnya terus-menerus.
Pengadilannya akan dilangsungkan minggu ini. Dia ingin Karen menolongnya. Karen
menutup telepon, namun ayahnya tak henti-henti menghubunginya. Pikiran untuk
menyakiti diri sendiri kembali menderanya.
Katanya, dahulu dia menggunakan pisau lipat, yang kemudian diberikannya
kepadaku, sebagai tempatnya berpegang, sesuatu yang membuatnya merasa nyaman,

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
namun sekarang dia menginginkan sesuatu yang lain, sesuatu dariku. Dia juga
menggapaikan tangan kepadaku di sungai berarus deras ini. Aku mengatakan
kepadanya bahwa aku akan mencari sesuatu untuk diberikan kepadanya pada
pertemuan kami selanjutnya. Dia meninggalkanku dalam keadaan lebih bahagia
daripada yang pernah kulihat sebelumnya, dan berbalik untuk memberiku senyuman
sebelum menutup pintu. Aku harus memikirkan apa yang bisa kuberikan untuknya.
Pada pertemuan kami berikutnya, Karen masuk dengan ceria, tersenyum sedikit
malu-malu kepadaku, menenteng sebuah kotak sepatu. Dia duduk dan meletakkan
kotak sepatu itu di pangkuannya. Dia menatapku seolah-olah menantikan izinku, dan
aku mengangguk, memandang kotak tersebut. Dari dalamnya, Karen mengeluarkan
sehelai saputangan neneknya, sebuah peniti dari sahabatnya semasa SMA, sejumput
rambut adiknya, secarik kain dari salah satu setelan milik suaminya, dan beberapa
pernak-pernik dari pria-pria yang pernah berkencan dengannya.
Benda-benda ini menunjukkan fenomena yang sama, yang juga ditunjukkan oleh
anak-anak ketika mereka membawabawa selimut atau boneka binatang kesayangan
yang tidak bisa mereka tinggalkan dan menjadi sumber
kenyamanan bagi mereka. Bagi anak-anak itu, objek tersebut, entah selimut entah
boneka, mewakili keberadaan ibu mereka. Benda-benda tersebut memungkinkan
anak-anak berusia dini itu untuk mengatasi kesedihan saat berpisah dengan ibu
mereka dengan menikmati kenyamanan yang diterima dari kehadiran sang ibu melalui
selimut mereka. Selimut disebut objek transisional, objek yang membantu transisi
anak-anak dari ketergantungan terhadap kehadiran ibu menjadi ketidaktergantungan
terhadap ibu, dan meskipun tidak dialami oleh semua anak-anak, hal ini adalah bagian
normal dari masa tumbuh kembang anak-anak.
Karen menggunakan benda-benda serupa sejak lama untuk tetap menjaga
hubungan dengan orang-orang saat mereka tidak ada untuknya. Karena hal ini adalah
sesuatu yang diandalkan dan diakrabinya, aku berusaha menggunakannya untuk
menjadikannya lebih terhubung denganku, alih-alih dengan gambaran-gambaran
internal akan rasa sakit dan penyiksaan.
"Saya sudah mengatakan bahwa saya akan memberimu sesuatu yang akan
membantumu memikirkan saya," ujarku, menggapai ke samping kursiku, yang tidak
bisa dilihat olehnya. "Ini sesuatu yang mungkin akan berhasil." Aku menunjukkan
sebuah pajangan keramik berbentuk beruang setinggi sekitar lima belas senti. Aku
menemukannya di toko cindera mata di bawah. Beruang itu duduk, bertubuh gemuk,
tersenyum, mengenakan rompi kasual dan dasi kupu-kupu, tampak sangat puas dan
bahagia. Mata Karen berbinar-binar saat aku menyerahkan benda itu kepadanya, dan
dia memegangnya dengan kedua tangannya, seolah-olah beruang itu sangat berharga.
Mungkin, baginya benda itu
memang sangat berharga. Dia memandangku dengan penuh rasa terima kasih dan
malu-malu. Tatapannya mengatakan bahwa dia tahu sikapnya kekanak-kanakan, tapi
dia bersyukur karena aku memahami betapa dia membutuhkannya.
Karen tetap menolak permohonan ayah dan ibunya untuk bersaksi bagi pihak
ayahnya dalam persidangan. Pada Januari 1993, ayah Karen disidang atas tuduhan
melakukan sembilan belas kali pelecehan seksual terhadap kemenakan Karen, Nina.
Karen tidak sekali pun menghadiri persidangan ayahnya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Selama beberapa sesi berikutnya, Karen menceritakan beberapa peristiwa selepas
persidangan ayahnya. Tak lama setelah divonis, ayahnya menderita penyakit yang
disebut sebagai serangan jantung oleh ibunya. Sesungguhnya ayahnya hanya panik,
namun dia dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.
"Karena salahmulah ayahmu masuk rumah sakit!" Katrina menyalahkan Karen.
"Seandainya kau mau bersaksi untuk ayahmu, dia tidak akan sakit!" Karen mencurigai
motivasi ibunya yang mendesaknya untuk terlibat dalam persidangan ayahnya
sesungguhnya tidak sekadar untuk menolong suaminya. Menurut Karen, ibunya ingin
menjauhkan diri dari suaminya setelah diketahui bahwa pria itu bersalah, dan dia
ingin Karen mendukungnya dalam berpura-pura bahwa dia tidak pernah mendapatkan
pelecehan, dan seandainya itu memang terjadi, ibunya tidak tahu-menahu.
Saat ayah Karen berada di rumah sakit dan didiagnosis menderita penyakit
jantung, dokter-dokter yang merawatnya juga menemukan keanehan lain. Kata Karen,
semua orang terkejut saat para dokter menemukan
kanker usus yang telah menyebar ke hati ayahnya. Awalnya, katanya, ibu dan
ayahnya berusaha menyangkal keseriusan diagnosis ini. Tetapi, ketika penyakit
ayahnya semakin parah, ibunya meminta Karen membantu merawat ayahnya. Karen
menolak untuk berurusan dengan ayahnya; dia tidak mau pergi ke pengadilan selama
persidangan ayahnya dan tidak pernah menjenguknya di penjara, namun ibunya
bersikeras menyeret Karen ke dalam cengkeraman ayahnya lagi.
Pada suatu Minggu pagi, saat ayahnya masih dirawat di rumah sakit (hukumannya
untuk tuduhan pelecehan anak-anak ditunda hingga perawatan penyakit kankernya
selesai), ibu Karen menelepon dan meminta Karen mengantarnya ke rumah sakit
untuk mengambil mobil ayahnya. Tetapi, ketika mereka tiba di rumah sakit, ayahnya
duduk di bangku luar sambil membawa kopor. Karen mual saat melihat ayahnya dan
secara otomatis menghentikan mobilnya untuk membiarkan ayahnya masuk. Ibunya
bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi dan keluar untuk menolong ayahnya
memasukkan koper. Setelah masuk kembali ke mobil, ibunya berbicara tentang
perjalanan ke Hongaria yang akan dilakukannya.
"Selama aku pergi, kau harus menengok ayahmu setiap hari," dia memberi tahu
Karen. Karen tidak menjawab. "Apa kau mendengarku?" tanya ibunya, lebih keras.
"Aku tidak bisa," kata Karen, lirih.
"Dasar anak tidak tahu diri!" tukas ayahnya dari bangku belakang.
"Kau berutang budi kepada ayahmu atas jasa-jasanya kepadamu," kata ibunya.
"Berapa kali kami membawamu ke rumah sakit saat kau sakit, saat ada tumor di
wajahmu? Kami bisa saja membiarkanmu mati.
Tapi kami merawatmu. Kami bisa saja membeli rumah dan mobil baru kalau tidak
harus membayar biaya rumah sakitmu ... kalau kami tidak harus membayar iuran
sekolah Katolikmu. Sekaranglah saatnya kau membalas kebaikan kami. Kau berutang
kepada kami; kau harus membayar apa yang sudah kami lakukan untukmu
Karen mengatakan dia tidak ingat lagi sisa percakapan dalam perjalanan mobil itu.
Dengan dukunganku, dia tidak pernah ikut serta dalam perawatan ayahnya.[]
6
Ibu dan Avah
w'

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
IBU KAREN, Katrina, lahir di Hongaria, merupakan bagian dari delapan bersaudara,
dan keluarganya hidup di ambang garis kemiskinan di dekat barak prajurit Amerika
selama Perang Dunia II. Para prajurit sering memberikan makanan dan cokelat untuk
Katrina dan saudari-saudarinya. Katrina ingin melihat Amerika dan selalu mengatakan
bahwa dia akan menikah dengan seorang prajurit Amerika.
Sebagai putri seorang tukang roti, Katrina telah pintar memasak sejak muda. Dia
rajin mengikuti misa di gereja Katolik dan tidak pernah berpacaran hingga bertemu
dengan ayah Karen. Saat bertemu dengan Martin, dia mengira sedang melihat Elvis
Presley, dengan mata biru dan bibir berlekuknya. Katrina tumbuh tanpa memiliki
pengetahuan tentang lelaki, dan dampaknya, dia menjadi tawanan bagi kenaifannya
sendiri.
Saat Karen berusia delapan tahun, ibunya, untuk melarikan diri dari kebrutalan
ayahnya, mulai bekerja dengan sif malam di sebuah pabrik setempat, menugaskan
Karen memanaskan makanan untuk kedua adik laki-lakinya, membantu mereka
mengerjakan PR, dan menyiapkan mereka tidur. Setelah kedua adiknya tidur,
dan saat ibunya masih bekerja, tibalah waktu Martin mendatangi Karen. Katrina
mengabaikan tanda-tanda penganiayaan Karen yang semestinya akan terlihat oleh
kebanyakan ibu. Karen merasa bahwa untuk menyelamatkan diri, ibunya telah
mengorbankan dirinya sehingga ayahnya melampiaskan kekasaran kepada dirinya. Di
dalam khayalan ibunya, kata Karen, anak-anak tidak pernah dianiaya dan hidup
bahagia. Ibunya menyangkal semua yang terjadi pada mereka.
Ayah Karen, Martin, lahir pada 1933, dan merupakan anak pertama dari dua
bersaudara. Adiknya, bibi Karen, Deborah, lahir dua tahun kemudian. Ayah Martin,
Martin Sr., kerap menjelek-jelekkan putranya selama masa kecilnya, dan Martin tidak
pernah cukup baik di mata ayahnya. Sebaliknya, adiknya, Deborah, tidak pernah
dianggap berbuat salah dan selalu dihujani dengan perhatian dan hadiah. Ibunya,
Judith, berusaha memberikan perhatian kepada putranya jika suaminya pergi, namun
dia wanita lemah dan buta huruf yang didominasi suaminya dan hanya kadang-kadang
berhasil menunjukkan kasih sayang kepada Martin.
Sebagai seorang anak laki-laki, Martin menjengkelkan, berisik, keras kepala, dan
selalu ingin menang sendiri. Saat duduk di bangku SMA, sifat tersebut berubah
menjadi pintar berbicara dan mampu berbohong tanpa menunjukkan rasa bersalah
ataupun perubahan air muka. Dia berhasil memikat beberapa orang gadis untuk
berkencan dengannya, namun saat mereka menolak ajakannya untuk berhubungan
seks, dia akan marah, memperlakukan gadis yang bersangkutan dengan kasar, dan
mencampakkannya. Karen mendengar dari bibinya bahwa Martin sering membuat
gadis yang dikencaninya
memar dengan mencengkeram lengan mereka saat mereka berusaha pergi, dan
bahwa dia kemudian berusaha berbaikan dengan mereka dengan meminta maaf,
mengucapkan janji-janji palsu, dan memohon diberi kesempatan lagi. Dia akan
bersikap penuh kasih sayang dan murung hingga dia kembali frustrasi, dan siklus pun
berulang kembali.
Selama Perang Korea berlangsung, Martin ditugaskan ke Hongaria, tempatnya pada
suatu hari melihat Katrina menyusuri jalan bersama saudara-saudara perempuannya.
Katrina berumur enam belas tahun. Meskipun Katrina tidak bisa berbahasa Inggris dan
Martin tidak bisa berbahasa Hongaria, dia berhasil memikatnya dan mendapatkan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
persetujuan dari keluarganya. Dia meminta izin kepada ayah Katrina untuk
mempersunting putrinya dan menikahinya begitu dia bebas tugas. Setibanya di
Chicago, tujuh belas tahun, tidak bisa berbahasa Inggris, dan masih perawan, Katrina
tinggal bersama Martin Sr. dan Judith hingga dia dan Martin bisa menikah. Martin Sr.
tertarik kepada Katrina dan berkali-kali mencoba memerkosanya. Ayah dan anak lakilakinya itu bertengkar hebat tentang hal ini. Martin Sr. mengatakan jika dia tidak
mendapatkan keinginannya, dia akan mengusir mereka berdua ke jalanan. Karen tidak
tahu apakah kakeknya berhasil atau tidak.
Katrina memberi tahu Karen bahwa pada suatu hari, saat dia disuruh memberi
tahu Martin bahwa waktu makan malam telah tiba, Martin mendorongnya ke ranjang
dan memerkosanya. Katrina menangis dan memohon untuk dikembalikan ke Hongaria,
namun Martin menolaknya. Dia memohon ampun dan memberikan hadiah-hadiah
untuknya; siklus pun dimulai. Kata Katrina, Martin Sr.
mengajarkan kepada putranya cara mengendalikan dan mendominasi istrinya, dan
Martin melakukan apa pun yang diajarkan oleh ayahnya, termasuk memerkosa dan
memukuli Katrina.
Setelah mereka menikah, Martin terus-menerus memerkosanya. Katrina hamil tak
lama kemudian dan Karen pun lahir. Neneknya menceritakan bagaimana Martin
berkali-kali memerkosa Katrina semasa dia hamil, dan dia bahkan memerkosa Katrina
tak lama setelah dia pulang dari rumah sakit untuk melahirkan Karen. Adik laki-laki
Karen, yang bernama sama dengan ayahnya, lahir sepuluh bulan kemudian.
Semasa kanak-kanak mereka, Karen dan adik-adiknya berkali-kali mendengar ayah
mereka memerkosa ibu mereka. Martin selalu main mata dengan semua wanita dan
berselingkuh dengan banyak orang. Dia dipecat dari salah satu pekerjaannya akibat
kasus pelecehan seksual. Baginya, semua wanita hanyalah objek seks.
KAREN MEMBAWAKANKU sebuah kaset rekaman berisi percakapan antara ibu dan
ayahnya, yang dibuat oleh ibunya ketika ayahnya sedang menantikan keputusan
sidang. Aku sangat tertarik mendengarkannya. Ibu Karen menyembunyikan alat
perekam untuk merekam percakapannya dengan suaminya. Dia melakukannya, aku
dan Karen memperkirakan, untuk berusaha membebaskan diri dari rasa bersalah
akibat pelecehan yang dilakukan oleh Martin terhadap Nina dan, dengan kata lain,
juga terhadap Karen. Karen mendengarkan sebagian rekaman itu, namun dia merasa
jijik. Katanya, dia telah mendengar pembicaraan semacam ini sepanjang hidupnya,
dan dia tidak mau mendengarnya lagi.
Pada akhir hari itu, sebelum pulang, aku menyalakan tape. Rekaman itu dimulai
dengan percakapan berikut:
AYAH: Berbaringlah di sini.
IBU: Tidak. Aku tidak mau berbaring di situ.
AYAH: Berbaringlah di sini beberapa menit saja, oke? Aku tidak memintamu tidur
denganku atau apa. Memangnya permintaanku ini salah?
IBU: Diamlah! Jangan merayuku. Kau merayuku sepanjang hidupku.
AYAH: Mungkin kau lelah. Tapi kau selalu begitu. Kau merasa berdosa kalau harus
mengisap burungku ....
IBU: Ah, diamlah!
AYAH: Atau menciumi burungku.
IBU: Tidak, aku tidak selalu begitu! Kau memang kotor....

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
AYAH: Tidak ada yang salah dengan itu!
IBU: Caramu mengatakan itu! Kau memang kasar!
AYAH: Hei, jangan bicara begitu dengan suamimuaku akan mati, dan aku akan
dipenjara!
IBU: Kalau kau memang akan mati, ini memang sudah
saatnya! Aku sendiri sudah menanti-nantikannya!
AYAH: Kau seharusnya bilang, "Suamiku sedang sekarat, jadi aku tak akan
melepaskan burungnya." Dan kau seharusnya semakin mencintai burungku karena aku
sedang sekarat. Memangnya kau tidak bisa menunjukkan sedikit saja cintamu?
IBU: Aku akan pergi sekarang!
AYAH: Baiklah, tapi kau tidak akan pergi sekarang juga. Berbaringlah di sampingku
dan kita bisa mengobrol. Aku tak mau bicara dengan punggungmu. Bersikaplah seperti
manusia. Kalau aku menyuruhmu melayaniku, mengisapku, menciumi burungku,
yah ... tidak ada yang salah dengan itu. Tak apaapa. Ayo, ciumi burungku beberapa
menit saja ... kau bahkan tidak mau melakukannya sedetik saja? Kenapa? Burungku
kan tidak buruk rupa. Kenapa kau tidak mau menciumnya?
IBU: Cuma itu saja yang bisa kauomongkan? AYAH: Oke, yah, tapi, Trina .... IBU:
Siapa yang bisa tahan!
AYAH: [dengan lembut] Kau tidak bersikap manis padaku.
IBU: [berseru] Kau tidak bersikap manis padaku!
AYAH: Trina, ssttt, apa kau bersikap manis padaku? IBU: Kau bahkan
melecehkanku.
AYAH: Tidak, tidak, tidak, tidak, kau penipu! Dasar bajingan penipu!
IBU: Aku bajingan penipu?
AYAH: Bajingan penipu kotor. Kau tidak bersikap manis padaku. Kau tidak
menghormatiku. Karena aku tak punya uang. Aku tak punya uang.
IBU: [berseru] Karena aku tidak tahan bersamamu lagi! Mulutmu ....
AYAH: Ah, tak mungkin begitu.
IBU: Yang ada dalam pikiranmu ....
AYAH: Trina ....
IBU: .... cuma seks!
ndiri yang memintanya! Semua itu hanya ada dalam khayalanmu!" Katrina
bersikeras. Karen merasa muak. Pada saat seperti ini/ah dia mulai meragukan
penahanan ayah77apa yang pernah terjadi padanya. Tetapi, kemudian Karen
mengingat kabel yang digunakan oleh ayahnya untuk meng ikat perge/angan tangan
dan kakinya ke ranjang,
dan semua nya kembali menjadi nyata.
Polisi meminta supaya Sara diperiksa untuk mencari tandatanda adanya pelecehan
seksual. Karen memberikan izin, namun tidak ditemukan apa-apa. Meskipun begitu,
tanda-tanda trauma seksual ditemukan di tubuh Nina. Katrina dan bibi Karen
mengatakan bahwa mereka tidak percaya ayah Karen melecehkan siapa pun, dan
mereka meminta Karen membayar uang jaminan supaya ayahnya dapat keluar dari
penjara. Katrina, khususnya, tidak sabar menantikan pembebasan suaminya, karena
selama suaminya dipenjara, dia tidak mendapatkan gaji. Katrina berkali-kali

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
memohon, mengancam, dan menjelek-jelekkan Karen dalam upayanya menyuruh
putrinya itu membayar uang jaminan 1.000 dolar.
Saat berada di dalam penjara, Karen mendapatkan telepon dari ayahnya, dengan
pembayaran darinya, selama beberapa kali setiap malam. Karen menolak
membayarnya. Karena ayahnya terus-menerus menelepon, dia menderita sakit kepala
parah yang membuatnya muntah. Salah seorang polisi, Detektif Flaherty, meminta
Karen melaporkan kepadanya jika ayahnya terus mengganggunya. Karen enggan
melakukan hal ini, karena dia takut ayahnya akan membalas dendam, dan ibunya akan
semakin memarahinya.
Pada awal April 1992, bibi Karen membayar uang jaminan untuk mengeluarkan
ayah Karen dari penjara. Ayah Karen berada di penjara selama enam minggu. Segera
setelah keluar dari penjara, dia menelepon Karen sepanjang malam, berusaha
membujuknya supaya mau menjadi saksi bagi pihaknya. Akhirnya, Karen menelepon
Detektif
Flaherty,
yang
melarang
ayahnya
menghubunginya lagi jika tidak ingin dikembalikan ke penjara.
"IBU SAYA menginginkan saya bersaksi dalam persidangan ayah saya," kata Karen,
suaranya melirih, "dan suami saya menyalahkan saya untuk segalanya." Dia menghela
napas berat dan menjatuhkan diri ke kursi. Dia memandangku dengan tatapan tak
berdaya. "Saya tidak ingin berurusan dengan kehidupan lagi."
Ibu, ayah, suami, bunuh diri: cepataku harus memikirkan yang mana yang harus
ditangani terlebih dahulu.
"Ibumu menginginkanmu bersaksi?" tanyaku. "Ya, dia ingin saya mengatakan bahwa
ayah tidak pernah melecehkan saya."
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanyaku. "Saya ingin mati! Saya bermimpi tentang
tangan-tangan besar yang mencekik saya; saya tak bisa bernapas. Saya bangun dengan
terengah-engah, dan saat kembali tidur, saya mendapatkan mimpi yang sama berkalikali." Karen menarik napas dengan susah payah sambil memegangi lehernya, seolaholah dia berada di dalam mimpinya.
"Tangan-tangan yang besar itu seperti tangan orang dewasa yang dilihat oleh anakanak," ujarku.
"Saya sudah pernah mengatakan kepada Anda bahwa ayah saya mengatakan, jika
saya memberi tahu orang lain bahwa dia menyakiti saya, dia akan membunuh saya.
Dia tidak bercanda. Sekali waktu, dia pernah mencekik saya hingga saya tak bisa
bernapas. Sebelum saya pingsan, dia berhenti, tapi dia mengatakan bahwa dia bisa
saja tetap meneruskannya jika dia mau."
"Apakah pengacara dari kedua belah pihak sudah memintamu untuk bersaksi?"
tanyaku. Dia menggeleng. "Kalau begitu, kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang
keharusan bersaksi sekarang. Kita asumsikan saja bahwa kamu tidak perlu menjadi
saksi kecuali pengadilan memanggilmu. Menurutku kamu tidak perlu memberikan
kesaksian. Jika ibumu memintamu lagi, bilang saja kepadanya bahwa jika kamu
berada di bilik saksi, kamu tidak akan berbohong. Biarkan saja dia menyadari apa
artinya. Oke?" Karen mengangguk, memandangku lekat-lekat. Ini tidak bisa dikatakan
sebagai terapi, tapi Karen membutuhkan pengarahan. Aku menggunakan jeda yang
terbentuk untuk melanjutkan penjelasanku.
"Kita pernah membicarakan gagasan kamu untuk meninggalkan suamimu karena
caranya memperlakukanmu. Bagaimana pendapatmu tentang hal itu sekarang?" Aku

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
berusaha mengangkat topik yang sepertinya berperan memicu keinginannya
mengakhiri kehidupan. Jika aku bisa memberikan dukungan dan pengolahan kenyataan
yang lebih baik, dia mungkin tidak akan semengenaskan ini. Aku harus lebih
menyadarkannya akan situasi di rumahnya.
"Saya tidak siap berurusan dengan masalah pernikahan saya," katanya, kembali
menghela napas. Aku menyaksikannya duduk di sana, bergeming, terkulai, dan aku
berusaha menahan penularan depresinya. Aku ingin menolongnya untuk terus maju,
tetapi mendorong seorang penderita depresi adalah pekerjaan yang sulit dilakukan.
"Anak laki-laki saya juga tidak menghormati saya," lanjutnya. "Dia mengikuti contoh
ayahnya. Saya tidak berani memukulnya, karena jika saya melakukannya, saya takut
tidak
akan
bisa
berhenti,
seperti
ayah
saya.
Suami saya mencela semua usaha saya untuk
menegakkan kedisiplinan; jika saya menghukum anak laki-laki saya, dia
memperbolehkannya pergi, supaya dia kelihatan seperti pihak yang baik." Dia terdiam
beberapa saat, lalu mengatakan, "Lebih baik saya mati daripada harus bercerai dan
berusaha hidup sendirian."
Oke, ini tidak akan mudah, pikirku. Aku bertanya-tanya apakah dia bisa memulai
dari sini dan setidaknya melangkah maju dengan tertatih-tatih.
"Seandainya kamu boleh memilih satu hal," ujarku, "apakah yang akan kamu ubah
untuk menolong situasimu ini?" Baiklah, mungkin itu pertanyaan bodoh, tapi aku harus
memulai dari suatu tempat untuk membuatnya memikirkan tentang membuat
perubahan, alih-alih menyalahkan dirinya sendiri dan merasa tidak berdaya.
"Josh minum-minum," katanya. "Dia mulai minum setiba di rumah dan tidak
berhenti sampai dia tertidur."
"Ceritakan lagi pada saya, seperti apa dia jika dia minum?"
"Setelah menghabiskan beberapa kaleng bir, dia akan menjadi pendiam, lalu
setelah beberapa kaleng lagi, dia berbahaya." Dia menghindari tatapanku. "Ketika
itulah dia memukuli saya. Setelah kemarahannya terlampiaskan, dia tertidur." Ini
sulit, pikirku. Kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk meredakan kebiasaan minumminum Josh. Hanya dia sendiri yang bisa mengubah sikapnya. Mungkin,
bagaimanapun, kami bisa melakukan sesuatu untuk melindungi Karen dari kemarahan
Josh.
"Saat dia mulai minum-minum dan menjadi pendiam, apa yang kamu lakukan?"
tanyaku.
"Saya berusaha menyuruh anak-anak supaya tetap tenang dan menjauh darinya,"
katanya, "dan menunggu."
"Seperti dengan ayahmu," ujarku. Dia memandangku,
dan aku dapat melihat bahwa dia sedang mengolah di dalam benaknya
perbandingan antara kekasaran ayah dan suaminya, dan dia dapat melihat
persamaannya.
"Saat kamu menjadi anak-anak yang teraniaya," ujarku, "kamu tidak punya pilihan
selain tinggal di rumah dan bersikap sebaik-baiknya. Meskipun sekarang ini kamu
berada di dalam situasi penganiayaan yang sama, kamu adalah orang dewasa, dan
pilihanmu lebih luas. Jika kamu merasa tak bisa bercerai, kamu bisa meninggalkan
rumah pada saat yang kamu anggap paling rawan. Saat suamimu mulai minum-minum,
persiapkan dirimu dan anak-anakmu untuk keluar, dan saat dia mulai menjadi

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
pendiam, pergilah barang satu jam atau lebih. Kalian bisa membeli es krim atau
menonton flm. Kembalilah saat suamimu telah tidur, dan hindarilah dia saat dia
menjadi kasar." Karen mendengarkanku dan mengangguk-angguk.
"Apa lagi yang akan kamu ubah dari suamimu, kalau kamu bisa?" tanyaku.
"Dia memarahi saya karena saya menemui Anda," katanya. Aku mengangguk,
menyuruhnya melanjutkan. "Kami bertengkar soal ini Sabtu kemarin, dan dia memukul
saya, di sini." Dia menunjuk bagian bawah perutnya. "Saya merasa nyeri di bagian itu
sejak saat itu."
"Apakah kamu pergi ke dokter?" tanyaku. Aku menatapnya dan berusaha
membayangkan organ dalam apa yang membuatnya merasa kesakitan.
"Tidak," jawab Karen dengan suara lirih.
"Mengapa?" tanyaku, sedikit cemas.
Mata Karen mulai basah, dan dia kesulitan berbicara. "Saya berharap akan mati,"
katanya, memalingkan wajah dariku dengan malu. Aku menantinya melanjutkan
ceritanya.
"Saya tidak tahu harus melakukan apa," katanya. "Dia terus-menerus membentakbentak saya. Katanya, hanya masalah waktu sebelum saya melecehkan anak-anak saya
sendiri karena saya tidak berbeda dari ayah saya. Dia berkali-kali menyuruh saya
bunuh diri. Katanya, saya sebaiknya berhenti menemui Anda karena terapi ini hanya
menghabiskan waktu dan uang saja. Dia mengambil cek asuransi yang seharusnya saya
pakai untuk membayar Anda, mencairkannya, dan menyimpan uangnya untuk membeli
bir dan rokok."
"Ada tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat perlindungan bagi wanita-wanita
yang teraniaya-" Karen mengangkat tangan untuk memintaku diam.
"Saya tahu," katanya.
"Saya sudah mencari informasinya." "Kalau begitu, mengapa kamu tidak bertindak?"
Lagi-lagi, Karen tampak malu. "Menurut saya, itu tidak ada gunanya; saya rasa,
saya tidak akan hidup selama itu. Sebagian dari diri saya berpikir bahwa saya lemah
karena tidak kunjung melakukan bunuh diri. Seandainya saya lebih kuat, tentu saya
sudah melakukannya."
"Pertama-tama," aku mengatakannya secara langsung supaya dia menyadari bahwa
ini sebuah instruksi, "kau harus memeriksakan perutmu. Kau harus langsung pergi ke
unit gawat darurat setelah ini. Mungkin kau hanya memar, tapi pukulan suamimu bisa
menyebabkan perdarahan dalam."
"Bagaimana saya tahu bahwa bukan saya sendiri pelakunya?" tanyanya. Aku sedikit
bingung, dan dia melihatnya. "Kadang-kadang, saya juga menyakiti diri saya sendiri."
Semua ini terlalu banyak untuk diluruskan
dalam sekali waktu.
"Apa pun penyebabnya," ujarku, dengan kekesalan yang terdengar jelas dalam
suaraku, "kau harus menemui dokter dan memastikan bahwa semua organ dalammu
baik-baik saja." Karen mengangkat bahu dan bersiap-siap pergi dengan murung. "Dan
teleponlah aku besok," ujarku sebelum dia pergi. Dia tidak mengatakan apa-apa saat
menutup pintu di belakangnya.
PADA SUATU malam di bulan Oktober 1992, pukul 22.30, aku menerima telepon
dari Karen. Suaranya hanya berupa bisikan yang terdengar sayup-sayup.
"Saya ingin menyakiti diri saya sendiri."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apa yang terjadi?"
"Suami saya memukuli saya," katanya, terisak-isak di telepon. Aku menantinya
melanjutkan. "... dengan tongkat bisbol .... Saya tidak mau hidup lagi."
"Di bagian mana kamu merasa sakit?"
"Kaki, punggung, entahlah."
Kami membicarakan semua tindakan yang mungkin diambil olehnya: menelepon
polisi, pergi ke rumah perlindungan wanita, kabur bersama anak-anaknya ke rumah
seorang temannya, dan lain-lain. Dia tidak mau melakukan semua itu. Suaminya telah
tertidur sekarang dan tidak akan bangun lagi malam ini, katanya kepadaku. Aku
menyuruhnya meminum obat penenang yang kuresepkan untuknya, supaya dia
tertidur, dan aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan menelepon Detektif
Flaherty. Meskipun enggan, dia setuju dan memberikan nomor si detektif kepadaku.
Saat
aku
menelepon,
Detektif
Flaherty
tidak
ada
di
tempat, tapi aku berkesempatan berbicara dengan
seorang wanita, Sersan Jameson, yang memahami kekhawatiranku setelah aku
menceritakan kepadanya tentang pemukulan yang dilakukan oleh suami Karen;
katanya, dia akan menyampaikan pesanku kepada Flaherty dan menyuruhnya
meneleponku besok pagi. Aku menelepon Karen dan menceritakan kepadanya tentang
percakapanku dengan polisi. Dia sepertinya lega karena tindakanku, dan dia berjanji
tidak menyakiti dirinya sendiri. Kami memastikan janji temu kami berikutnya. Aku
menelepon Jameson, menyampaikan garis besar percakapan terakhirku dengan Karen,
termasuk bahwa Karen telah berjanji untuk tidak menyakiti dirinya sendiri (meskipun
aku harus membujuknya), memastikan bahwa Flaherty akan meneleponku keesokan
paginya, dan bahwa jika dia menghubungiku malam itu, dia sebaiknya menelepon ke
rumah.
Saat aku menutup telepon jam menunjukkan pukul 23.00, tapi sepertinya aku
telah berbicara di telepon selama berjamjam. Semua ini membuatku tertekan, tapi
anehnya tidak pernah terpikir olehku untuk menyingkirkan Karen. Rasanya seolaholah
aku melihat seorang bocah yang jatuh ke sungai dan tak bisa berenang. Bagaimana
mungkin aku tidak terjun untuk menyelamatkannya? Aku sudah berenang di sungai ini
untuk waktu yang lama, berjuang mendapatkannya, namun dia selalu luput dari
peganganku. Aku merasa seolah-olah aku sendiri ikut tenggelam, tapi sepertinya aku
selalu berhasil muncul kembali ke permukaan dan mengulurkan tanganku. Aku
memikirkan apakah kami akan bisa sampai ke pinggir sungai ini.
KETIKA ITU akhir November 1992. Karen
menceritakan kepadaku bahwa ayahnya meneleponnya terus-menerus.
Pengadilannya akan dilangsungkan minggu ini. Dia ingin Karen menolongnya. Karen
menutup telepon, namun ayahnya tak henti-henti menghubunginya. Pikiran untuk
menyakiti diri sendiri kembali menderanya.
Katanya, dahulu dia menggunakan pisau lipat, yang kemudian diberikannya
kepadaku, sebagai tempatnya berpegang, sesuatu yang membuatnya merasa nyaman,
namun sekarang dia menginginkan sesuatu yang lain, sesuatu dariku. Dia juga
menggapaikan tangan kepadaku di sungai berarus deras ini. Aku mengatakan
kepadanya bahwa aku akan mencari sesuatu untuk diberikan kepadanya pada
pertemuan kami selanjutnya. Dia meninggalkanku dalam keadaan lebih bahagia

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
daripada yang pernah kulihat sebelumnya, dan berbalik untuk memberiku senyuman
sebelum menutup pintu. Aku harus memikirkan apa yang bisa kuberikan untuknya.
Pada pertemuan kami berikutnya, Karen masuk dengan ceria, tersenyum sedikit
malu-malu kepadaku, menenteng sebuah kotak sepatu. Dia duduk dan meletakkan
kotak sepatu itu di pangkuannya. Dia menatapku seolah-olah menantikan izinku, dan
aku mengangguk, memandang kotak tersebut. Dari dalamnya, Karen mengeluarkan
sehelai saputangan neneknya, sebuah peniti dari sahabatnya semasa SMA, sejumput
rambut adiknya, secarik kain dari salah satu setelan milik suaminya, dan beberapa
pernak-pernik dari pria-pria yang pernah berkencan dengannya.
Benda-benda ini menunjukkan fenomena yang sama, yang juga ditunjukkan oleh
anak-anak ketika mereka membawabawa selimut atau boneka binatang kesayangan
yang tidak bisa mereka tinggalkan dan menjadi sumber
kenyamanan bagi mereka. Bagi anak-anak itu, objek tersebut, entah selimut entah
boneka, mewakili keberadaan ibu mereka. Benda-benda tersebut memungkinkan
anak-anak berusia dini itu untuk mengatasi kesedihan saat berpisah dengan ibu
mereka dengan menikmati kenyamanan yang diterima dari kehadiran sang ibu melalui
selimut mereka. Selimut disebut objek transisional, objek yang membantu transisi
anak-anak dari ketergantungan terhadap kehadiran ibu menjadi ketidaktergantungan
terhadap ibu, dan meskipun tidak dialami oleh semua anak-anak, hal ini adalah bagian
normal dari masa tumbuh kembang anak-anak.
Karen menggunakan benda-benda serupa sejak lama untuk tetap menjaga
hubungan dengan orang-orang saat mereka tidak ada untuknya. Karena hal ini adalah
sesuatu yang diandalkan dan diakrabinya, aku berusaha menggunakannya untuk
menjadikannya lebih terhubung denganku, alih-alih dengan gambaran-gambaran
internal akan rasa sakit dan penyiksaan.
"Saya sudah mengatakan bahwa saya akan memberimu sesuatu yang akan
membantumu memikirkan saya," ujarku, menggapai ke samping kursiku, yang tidak
bisa dilihat olehnya. "Ini sesuatu yang mungkin akan berhasil." Aku menunjukkan
sebuah pajangan keramik berbentuk beruang setinggi sekitar lima belas senti. Aku
menemukannya di toko cindera mata di bawah. Beruang itu duduk, bertubuh gemuk,
tersenyum, mengenakan rompi kasual dan dasi kupu-kupu, tampak sangat puas dan
bahagia. Mata Karen berbinar-binar saat aku menyerahkan benda itu kepadanya, dan
dia memegangnya dengan kedua tangannya, seolah-olah beruang itu sangat berharga.
Mungkin, baginya benda itu
memang sangat berharga. Dia memandangku dengan penuh rasa terima kasih dan
malu-malu. Tatapannya mengatakan bahwa dia tahu sikapnya kekanak-kanakan, tapi
dia bersyukur karena aku memahami betapa dia membutuhkannya.
Karen tetap menolak permohonan ayah dan ibunya untuk bersaksi bagi pihak
ayahnya dalam persidangan. Pada Januari 1993, ayah Karen disidang atas tuduhan
melakukan sembilan belas kali pelecehan seksual terhadap kemenakan Karen, Nina.
Karen tidak sekali pun menghadiri persidangan ayahnya.
Selama beberapa sesi berikutnya, Karen menceritakan beberapa peristiwa selepas
persidangan ayahnya. Tak lama setelah divonis, ayahnya menderita penyakit yang
disebut sebagai serangan jantung oleh ibunya. Sesungguhnya ayahnya hanya panik,
namun dia dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Karena salahmulah ayahmu masuk rumah sakit!" Katrina menyalahkan Karen.
"Seandainya kau mau bersaksi untuk ayahmu, dia tidak akan sakit!" Karen mencurigai
motivasi ibunya yang mendesaknya untuk terlibat dalam persidangan ayahnya
sesungguhnya tidak sekadar untuk menolong suaminya. Menurut Karen, ibunya ingin
menjauhkan diri dari suaminya setelah diketahui bahwa pria itu bersalah, dan dia
ingin Karen mendukungnya dalam berpura-pura bahwa dia tidak pernah mendapatkan
pelecehan, dan seandainya itu memang terjadi, ibunya tidak tahu-menahu.
Saat ayah Karen berada di rumah sakit dan didiagnosis menderita penyakit
jantung, dokter-dokter yang merawatnya juga menemukan keanehan lain. Kata Karen,
semua orang terkejut saat para dokter menemukan
kanker usus yang telah menyebar ke hati ayahnya. Awalnya, katanya, ibu dan
ayahnya berusaha menyangkal keseriusan diagnosis ini. Tetapi, ketika penyakit
ayahnya semakin parah, ibunya meminta Karen membantu merawat ayahnya. Karen
menolak untuk berurusan dengan ayahnya; dia tidak mau pergi ke pengadilan selama
persidangan ayahnya dan tidak pernah menjenguknya di penjara, namun ibunya
bersikeras menyeret Karen ke dalam cengkeraman ayahnya lagi.
Pada suatu Minggu pagi, saat ayahnya masih dirawat di rumah sakit (hukumannya
untuk tuduhan pelecehan anak-anak ditunda hingga perawatan penyakit kankernya
selesai), ibu Karen menelepon dan meminta Karen mengantarnya ke rumah sakit
untuk mengambil mobil ayahnya. Tetapi, ketika mereka tiba di rumah sakit, ayahnya
duduk di bangku luar sambil membawa kopor. Karen mual saat melihat ayahnya dan
secara otomatis menghentikan mobilnya untuk membiarkan ayahnya masuk. Ibunya
bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi dan keluar untuk menolong ayahnya
memasukkan koper. Setelah masuk kembali ke mobil, ibunya berbicara tentang
perjalanan ke Hongaria yang akan dilakukannya.
"Selama aku pergi, kau harus menengok ayahmu setiap hari," dia memberi tahu
Karen. Karen tidak menjawab. "Apa kau mendengarku?" tanya ibunya, lebih keras.
"Aku tidak bisa," kata Karen, lirih.
"Dasar anak tidak tahu diri!" tukas ayahnya dari bangku belakang.
"Kau berutang budi kepada ayahmu atas jasa-jasanya kepadamu," kata ibunya.
"Berapa kali kami membawamu ke rumah sakit saat kau sakit, saat ada tumor di
wajahmu? Kami bisa saja membiarkanmu mati.
Tapi kami merawatmu. Kami bisa saja membeli rumah dan mobil baru kalau tidak
harus membayar biaya rumah sakitmu ... kalau kami tidak harus membayar iuran
sekolah Katolikmu. Sekaranglah saatnya kau membalas kebaikan kami. Kau berutang
kepada kami; kau harus membayar apa yang sudah kami lakukan untukmu
Karen mengatakan dia tidak ingat lagi sisa percakapan dalam perjalanan mobil itu.
Dengan dukunganku, dia tidak pernah ikut serta dalam perawatan ayahnya.[]
6
Ibu dan Avah
w'
IBU KAREN, Katrina, lahir di Hongaria, merupakan bagian dari delapan bersaudara,
dan keluarganya hidup di ambang garis kemiskinan di dekat barak prajurit Amerika
selama Perang Dunia II. Para prajurit sering memberikan makanan dan cokelat untuk
Katrina dan saudari-saudarinya. Katrina ingin melihat Amerika dan selalu mengatakan
bahwa dia akan menikah dengan seorang prajurit Amerika.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Sebagai putri seorang tukang roti, Katrina telah pintar memasak sejak muda. Dia
rajin mengikuti misa di gereja Katolik dan tidak pernah berpacaran hingga bertemu
dengan ayah Karen. Saat bertemu dengan Martin, dia mengira sedang melihat Elvis
Presley, dengan mata biru dan bibir berlekuknya. Katrina tumbuh tanpa memiliki
pengetahuan tentang lelaki, dan dampaknya, dia menjadi tawanan bagi kenaifannya
sendiri.
Saat Karen berusia delapan tahun, ibunya, untuk melarikan diri dari kebrutalan
ayahnya, mulai bekerja dengan sif malam di sebuah pabrik setempat, menugaskan
Karen memanaskan makanan untuk kedua adik laki-lakinya, membantu mereka
mengerjakan PR, dan menyiapkan mereka tidur. Setelah kedua adiknya tidur,
dan saat ibunya masih bekerja, tibalah waktu Martin mendatangi Karen. Katrina
mengabaikan tanda-tanda penganiayaan Karen yang semestinya akan terlihat oleh
kebanyakan ibu. Karen merasa bahwa untuk menyelamatkan diri, ibunya telah
mengorbankan dirinya sehingga ayahnya melampiaskan kekasaran kepada dirinya. Di
dalam khayalan ibunya, kata Karen, anak-anak tidak pernah dianiaya dan hidup
bahagia. Ibunya menyangkal semua yang terjadi pada mereka.
Ayah Karen, Martin, lahir pada 1933, dan merupakan anak pertama dari dua
bersaudara. Adiknya, bibi Karen, Deborah, lahir dua tahun kemudian. Ayah Martin,
Martin Sr., kerap menjelek-jelekkan putranya selama masa kecilnya, dan Martin tidak
pernah cukup baik di mata ayahnya. Sebaliknya, adiknya, Deborah, tidak pernah
dianggap berbuat salah dan selalu dihujani dengan perhatian dan hadiah. Ibunya,
Judith, berusaha memberikan perhatian kepada putranya jika suaminya pergi, namun
dia wanita lemah dan buta huruf yang didominasi suaminya dan hanya kadang-kadang
berhasil menunjukkan kasih sayang kepada Martin.
Sebagai seorang anak laki-laki, Martin menjengkelkan, berisik, keras kepala, dan
selalu ingin menang sendiri. Saat duduk di bangku SMA, sifat tersebut berubah
menjadi pintar berbicara dan mampu berbohong tanpa menunjukkan rasa bersalah
ataupun perubahan air muka. Dia berhasil memikat beberapa orang gadis untuk
berkencan dengannya, namun saat mereka menolak ajakannya untuk berhubungan
seks, dia akan marah, memperlakukan gadis yang bersangkutan dengan kasar, dan
mencampakkannya. Karen mendengar dari bibinya bahwa Martin sering membuat
gadis yang dikencaninya
memar dengan mencengkeram lengan mereka saat mereka berusaha pergi, dan
bahwa dia kemudian berusaha berbaikan dengan mereka dengan meminta maaf,
mengucapkan janji-janji palsu, dan memohon diberi kesempatan lagi. Dia akan
bersikap penuh kasih sayang dan murung hingga dia kembali frustrasi, dan siklus pun
berulang kembali.
Selama Perang Korea berlangsung, Martin ditugaskan ke Hongaria, tempatnya pada
suatu hari melihat Katrina menyusuri jalan bersama saudara-saudara perempuannya.
Katrina berumur enam belas tahun. Meskipun Katrina tidak bisa berbahasa Inggris dan
Martin tidak bisa berbahasa Hongaria, dia berhasil memikatnya dan mendapatkan
persetujuan dari keluarganya. Dia meminta izin kepada ayah Katrina untuk
mempersunting putrinya dan menikahinya begitu dia bebas tugas. Setibanya di
Chicago, tujuh belas tahun, tidak bisa berbahasa Inggris, dan masih perawan, Katrina
tinggal bersama Martin Sr. dan Judith hingga dia dan Martin bisa menikah. Martin Sr.
tertarik kepada Katrina dan berkali-kali mencoba memerkosanya. Ayah dan anak laki-

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
lakinya itu bertengkar hebat tentang hal ini. Martin Sr. mengatakan jika dia tidak
mendapatkan keinginannya, dia akan mengusir mereka berdua ke jalanan. Karen tidak
tahu apakah kakeknya berhasil atau tidak.
Katrina memberi tahu Karen bahwa pada suatu hari, saat dia disuruh memberi
tahu Martin bahwa waktu makan malam telah tiba, Martin mendorongnya ke ranjang
dan memerkosanya. Katrina menangis dan memohon untuk dikembalikan ke Hongaria,
namun Martin menolaknya. Dia memohon ampun dan memberikan hadiah-hadiah
untuknya; siklus pun dimulai. Kata Katrina, Martin Sr.
mengajarkan kepada putranya cara mengendalikan dan mendominasi istrinya, dan
Martin melakukan apa pun yang diajarkan oleh ayahnya, termasuk memerkosa dan
memukuli Katrina.
Setelah mereka menikah, Martin terus-menerus memerkosanya. Katrina hamil tak
lama kemudian dan Karen pun lahir. Neneknya menceritakan bagaimana Martin
berkali-kali memerkosa Katrina semasa dia hamil, dan dia bahkan memerkosa Katrina
tak lama setelah dia pulang dari rumah sakit untuk melahirkan Karen. Adik laki-laki
Karen, yang bernama sama dengan ayahnya, lahir sepuluh bulan kemudian.
Semasa kanak-kanak mereka, Karen dan adik-adiknya berkali-kali mendengar ayah
mereka memerkosa ibu mereka. Martin selalu main mata dengan semua wanita dan
berselingkuh dengan banyak orang. Dia dipecat dari salah satu pekerjaannya akibat
kasus pelecehan seksual. Baginya, semua wanita hanyalah objek seks.
KAREN MEMBAWAKANKU sebuah kaset rekaman berisi percakapan antara ibu dan
ayahnya, yang dibuat oleh ibunya ketika ayahnya sedang menantikan keputusan
sidang. Aku sangat tertarik mendengarkannya. Ibu Karen menyembunyikan alat
perekam untuk merekam percakapannya dengan suaminya. Dia melakukannya, aku
dan Karen memperkirakan, untuk berusaha membebaskan diri dari rasa bersalah
akibat pelecehan yang dilakukan oleh Martin terhadap Nina dan, dengan kata lain,
juga terhadap Karen. Karen mendengarkan sebagian rekaman itu, namun dia merasa
jijik. Katanya, dia telah mendengar pembicaraan semacam ini sepanjang hidupnya,
dan dia tidak mau mendengarnya lagi.
Pada akhir hari itu, sebelum pulang, aku menyalakan tape. Rekaman itu dimulai
dengan percakapan berikut:
AYAH: Berbaringlah di sini.
IBU: Tidak. Aku tidak mau berbaring di situ.
AYAH: Berbaringlah di sini beberapa menit saja, oke? Aku tidak memintamu tidur
denganku atau apa. Memangnya permintaanku ini salah?
IBU: Diamlah! Jangan merayuku. Kau merayuku sepanjang hidupku.
AYAH: Mungkin kau lelah. Tapi kau selalu begitu. Kau merasa berdosa kalau harus
mengisap burungku ....
IBU: Ah, diamlah!
AYAH: Atau menciumi burungku.
IBU: Tidak, aku tidak selalu begitu! Kau memang kotor....
AYAH: Tidak ada yang salah dengan itu!
IBU: Caramu mengatakan itu! Kau memang kasar!
AYAH: Hei, jangan bicara begitu dengan suamimuaku akan mati, dan aku akan
dipenjara!
IBU: Kalau kau memang akan mati, ini memang sudah

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
saatnya! Aku sendiri sudah menanti-nantikannya!
AYAH: Kau seharusnya bilang, "Suamiku sedang sekarat, jadi aku tak akan
melepaskan burungnya." Dan kau seharusnya semakin mencintai burungku karena aku
sedang sekarat. Memangnya kau tidak bisa menunjukkan sedikit saja cintamu?
IBU: Aku akan pergi sekarang!
AYAH: Baiklah, tapi kau tidak akan pergi sekarang juga. Berbaringlah di sampingku
dan kita bisa mengobrol. Aku tak mau bicara dengan punggungmu. Bersikaplah seperti
manusia. Kalau aku menyuruhmu melayaniku, mengisapku, menciumi burungku,
yah ... tidak ada yang salah dengan itu. Tak apaapa. Ayo, ciumi burungku beberapa
menit saja ... kau bahkan tidak mau melakukannya sedetik saja? Kenapa? Burungku
kan tidak buruk rupa. Kenapa kau tidak mau menciumnya?
IBU: Cuma itu saja yang bisa kauomongkan? AYAH: Oke, yah, tapi, Trina .... IBU:
Siapa yang bisa tahan!
AYAH: [dengan lembut] Kau tidak bersikap manis padaku.
IBU: [berseru] Kau tidak bersikap manis padaku!
AYAH: Trina, ssttt, apa kau bersikap manis padaku? IBU: Kau bahkan
melecehkanku.
AYAH: Tidak, tidak, tidak, tidak, kau penipu! Dasar bajingan penipu!
IBU: Aku bajingan penipu?
AYAH: Bajingan penipu kotor. Kau tidak bersikap manis padaku. Kau tidak
menghormatiku. Karena aku tak punya uang. Aku tak punya uang.
IBU: [berseru] Karena aku tidak tahan bersamamu lagi! Mulutmu ....
AYAH: Ah, tak mungkin begitu.
IBU: Yang ada dalam pikiranmu ....
AYAH: Trina ....
IBU: .... cuma seks!
AYAH: Sana, pergi saja! Sana, jadilah perempuan jalang tak tahu diri! Tapi, Trina,
kau akan menderita. Kau akan menderita karena kau menyakitiku. Kau bagian dariku
dan aku bagian darimu. Sana, pergi bersenang-senang. Kau bahkan tak mau lagi
menyentuhku. Aku tak berharap kau mau tidur denganku.
IBU: Ah, dasar anjing mesum!
AYAH: Tak ada yang kotor, tidak ada yang salah dengan itu! Aku berbicara dengan
istriku sendiri; bukan dengan orang asing. Aku berbicara dengan istriku, memintanya
mendekatiku, menemaniku.
Aku mendengarkan dengan setengah terpana saat Martin melanjutkan rayuannya
kepada Katrina untuk melakukan apa yang dianggapnya sebagai kewajiban seorang
istri, dan menyebutnya wanita jalang tak tahu diri saat dia menolak. Sikap Martin
berubah-ubah antara memerintah dan merayu, sedang-_4richard Baerkan Katrina
tegas dan galak. Semakin keras Katrina menolak, semakin gigih Martin memaksanya.
AYAH: [menggumam dengan lembut lagi] Bercinta bukan perbuatan mesum, itu tak
apa-apa. Bercinta itu tidak apa-apa. Biarkan aku menyentuh selangkanganmu ... kau
frigid, Trina, kau frigid. Ayolah, jadilah istri yang baik dan biarkanlah aku menyentuh
selangkanganmu, menciumi tubuhmu ... kenapa kau membuatnya seolah-olah sangat
buruk, kotor, dan mesum ... ayolah, bukalah bajumu. Ambil posisi yang nyaman. Kau
tidak akan merasa nyaman kalau masih memakai baju seperti itu .... Jangan merasa
murahan karena aku memintamu menyentuhku. Jangan merasa murahan karena aku

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
memintamu bercinta denganku. Jangan merasa murahan; lakukanlah ini dari hatimu.
Aku
tidak
terangsang
karena
menonton
flm
atau
melihat
gadisgadis telanjang. Aku terangsang saat
melihatmu. Saat aku menyentuhmu .... Kurasa aku tak meminta terlalu banyak.
IBU: Aku tidak ingin berhubungan seks denganmu. Hanya itu yang ada dalam
pikiranmu!
Aku duduk terpana mendengarkan si ayah yang terus-menerus memaksakan
keinginan seksualnya, dan kemarahan purapura si ibu. Katrina sendiri yang merekam
percakapan itu. Dia ingin menunjukkan obsesi seksual suaminya dan kedudukannya
sebagai seorang korban setelah Martin terbukti bersalah. Inilah jenis percakapan yang
kerap didengar oleh Karen dan menjadi objek dari seluruh kehidupannya.[]
/
Komit moil yang Semakin Mendalam
PADA AKHIR Februari, Karen mengunjungi kantorku dalam keadaan lebih lesu
daripada biasanya. Saat aku menantinya bercerita, dia bergerak-gerak kikuk di
kursinya, dan akhirnya berkata, "Saya punya beberapa pertanyaan ... ada beberapa
hal yang harus saya ketahui."
"Apakah itu?" tanyaku. Karen merogoh tasnya dan mengeluarkan selembar kertas.
"Saya menuliskannya," katanya sambil menyerahkan kertas itu kepadaku. Aku
menatapnya dan membaca keras-keras pertanyaan-pertanyaan yang tertulis di sana.
1 Kapankah Anda berulang tahun?
2 Seperti apakah orang tua Anda?
3 Apakah Anda punya saudara ?
4 Apakah kewarganegaraan Anda?
5 Apakah Anda pernah dianiaya ?
6 Apakah Anda pernah diterapi?
7 Apakah Anda pernah merasa ingin bunuh diri?
8 Apakah Anda punya masa/ah kesehatan?
9 Mengapa Anda memilih menjadi psikiater?
10. Benarkah bahwa Anda belajar untuk tidak memiliki perasaan terhadap pasien
Anda ?
11. Bagaimanakah rasanya dicintai?
12. Apakah Anda mendukung eutanasia?
Pertanyaan-pertanyaan itu sangat menarik. Aku dapat memahami mengapa Karen
ingin mengetahui hal itu; semua pasien memiliki rasa penasaran terhadap kehidupan
pribadi ahli terapi mereka. Seperti Karen, orangtuaku adalah produk pascaperang
1950-an. Mereka menikah pada akhir '40-an, dan kakak perempuanku lahir pada 1950.
Aku lahir pada 1952, dan adik laki-lakiku pada 1957. Setelah perusahaan pemasangan
atap milik ayahku bangkrut, dia bekerja sebagai agen penjualan di sebuah perusahaan
lemari dapur dan sering bepergian. Dia mulai menghabiskan semakin banyak waktu di
luar rumah, dan tidak sendirian; orangtuaku bercerai saat aku berumur delapan
tahun.
Tiga tahun berikutnya adalah masa yang berat bagi ibuku; tekanan dalam
membesarkan tiga orang anak (dengan tunjangan anak mingguan sebesar 50 dolar dari
ayahku yang selalu datang terlambat dan kemudian bahkan tidak bisa dicairkan)
sangat membuatnya kewalahan. Saat aku kelas lima dan enam, ibuku bekerja sebagai

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sekretaris di sebuah pabrik kecil pada siang hari dan sebagai pelayan bagian mantel di
sebuah toko swalayan besar pada malam hari. Berkali-kali aliran listrik di rumah kami
diputus, dan aku ingat betapa aku sering mengaisngais uang receh di dasar dompet
dan saku mantelnya supaya dapat membeli roti untuk bekal sekolah. Selama tiga
tahun setelah perceraian, ibuku menderita darah tinggi, maag, Graves penyakit
hipertiroidsemuanya akibat stres.
Sebagai bocah laki-laki periang, aku mengikuti ujian
dan ditempatkan di program siang hari untuk anak-anak berbakat. Terdapat
sekitar dua belas anak dari semua SD di wilayahku, dan program itu menjadi hiburan
siang hari setelah sepagian mengikuti pelajaran sekolah yang membosankan.
Kurikulum khusus yang diberikan kepada kami sebagian besar berupa pembelajaran
mandiri dengan topik yang membuat kami tertarik; kami mempresentasikan laporan
hasil belajar kami di depan kelas. Ibuku sangat bangga kepadaku, terutama karena
tidak ada bagian lain dari kehidupannya yang sukses, dan aku teramat sangat setia
kepadanya.
Ibuku menikah kembali pada musim panas sebelum aku memulai kelas tujuh, dan
meskipun aku maupun saudara-saudaraku tidak menjalin hubungan dekat dengan
suami baru ibuku, kami pindah, dan kehidupan kami berangsur-angsur kembali
normal. Krisis fnansial kami teratasi, namun dalam waktu tiga atau empat tahun,
pernikahan kedua ibuku mulai hancur. Aku tetap menjadi siswa berprestasi dan ibuku
tetap bangga kepadaku. Selama menyelesaikan masa SMP, SMA, dan sekolah
kedokteran, aku tumbuh menjadi pria tanpa sosok seorang ayah yang bisa dijadikan
suri teladan.
Adikku, yang kutinggalkan sendirian saat aku mulai kuliah, berjuang menyelesaikan
SMA. Dia bisa dibilang tidak mengenal ayah kami. Dan, meskipun satu atau dua kali
dalam setahun kami mengunjungi ayah kami, yang tinggal di Pennsylvania, adikku
selalu mendambakan hubungan ayah dan anak yang stabil. Aku berusaha memberikan
hal itu kepadanya namun tidak berhasil. Dia tinggal bersama ayah kami pada awal
tahun keduanya di SMA. Dia merasa bahagia di sana, namun pada suatu malam, enam
bulan setelah dia pindah, dengan berbekal
SIM baru di tangan, dia menabrak tiang listrik dan meninggal di tempat kejadian.
Ibuku tidak pernah pulih; sejak awal dia tidak ingin adikku tinggal bersama ayahku,
dan selama beberapa tahun kemudian, ibuku yang manis, penuh kasih sayang, dan
rapuh terpuruk dalam alkoholisme. Sepasukan perawat pun tak mampu
menyelamatkannya.
Namun, tentu saja aku tidak menceritakan semua itu kepada Karen. Aku telah
terbiasa menangkal pertanyaan-pertanyaan serupa yang muncul selama terapi.
Penting untuk memahami bahwa pertanyaan-pertanyaan Karen menunjukkan bahwa
dia mengalihkan perhatiannya kepadaku dan menanamkan kepercayaannya pada
perawatan. Tetapi, pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga mengindikasikan si
pasien berusaha mengarahkan hubungannya dengan ahli terapinya menuju sebuah
ikatan yang memberikan kesenangan, seperti dalam pertemanan. Secara langsung
menyenangkan seorang pasien, seperti dalam sebuah hubungan yang sesungguhnya,
hampir selalu menyabotase keefektifan hubungan terapeutik. Jika aku
menyenangkannya, dia akan berhenti bercerita dan menggali perasaannya, dan justru
akan memusatkan usahanya untuk menarik perhatianku. Triknya adalah menjawab

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
pertanyaan-pertanyaan itu dengan cara yang memenuhi alasan si pasien
memberikan pertanyaan tanpa memberikan terlalu banyak informasi pribadi.
"Saya senang karena kamu memberikan pertanyaan-pertanyaan ini, Karen," aku
memulai. "Tapi, sebelum saya menjawab sebagian pertanyaanmu, saya ingin sedikit
membicarakan alasanmu memberi saya pertanyaan itu. Apakah kamu sudah cukup
lama memikirkannya?"
"Ya, beberapa di antaranya," kata Karen. Aku tahu dia malu karena berani
memberikan pertanyaan secara langsung kepadaku. Dia memandangku, namun aku
balas memandangnya dan menunggu.
"Saya selalu bertanya-tanya tentang hal-hal itu," lanjut Karen. "Saya ingin tahu
tentang kehidupan Anda di luar kantor ini. Seperti apakah keluarga Anda, mengapa
Anda memilih pekerjaan ini
Suaranya menghilang.
"Jika pertanyaan-pertanyaan ini sudah mengganggumu sejak lama, mengapa kamu
menganggap penting untuk menanyakannya sekarang?" Waktunya untuk diam dan
menunggu lagi. Sekali lagi, untuk pertanyaan semacam ini, apa pun yang keluar dari
mulut Karen, meskipun sepertinya tidak berhubungan, adalah jawabannya. Hal
penting yang harus kulakukan adalah menutup mulut. Jika pasien yang bersangkutan
tetap diam, hal terburuk yang mungkin kulakukan adalah menyelamatkannya dengan
memberikan saran atau pertanyaan lain. Alasan mengapa pertanyaan ini sangat
penting adalah karena kupikir jawaban yang sesungguhnya adalah: Karena saya mulai
merasa sangat serius dan terlibat dalam perawatan ini, dan saya ingin memastikan
bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk menemani saya dalam perjalanan yang
menakutkan ini. Aku penasaran ingin melihat bagaimana Karen akan mencari
jawabannya.
"Saya hanya memikirkan," katanya, dengan bimbang, "bagaimana jika perawatan
ini berlangsung sangat lama?" Dia menatapku untuk mencari penjelasan.
"Maksudmu, apakah aku akan tetap menemanimu?" tanyaku.
"Ya, apakah Anda akan tetap ada ... bahkan jika
Suaranya kembali menghilang. "Jika ...?"
"Yah, saya tidak tahu, jika ..." Dia berjuang mencari kata-kata yang tepat, namun
aku tidak bisa menyela untuk menolongnya. "Jika Anda tidak menyukai apa yang saya
katakan," katanya pada akhirnya.
"Apakah kamu takut akan mengatakan sesuatu yang menyakiti saya atau membuat
saya meninggalkanmu?"
"Ya," katanya lirih. Di dalam kata "ya" itu tersembunyi kemungkinan bahwa dia
memiliki rahasia kelam yang hendak diungkapkannya. Mendengar pengakuan itu, aku
merasa bahwa aku dapat memberikan pertolongan untuknya.
"Kamu bisa menceritakan apa pun yang kamu mau di sini. Kita berada di sini untuk
berbicara. Di sini, kita tidak bertindak tetapi berbicara. Berbicara adalah perbuatan
yang aman. Tidak ada perkataanmu kepada saya yang akan menyebabkan bahaya.
Tindakan dapat menyebabkan bahaya. Kamu bisa membicarakan kepada saya tentang
keinginanmu untuk mati; itu tidak apa-apa. Tapi, melakukan tindakan untuk
memenuhi keinginananmu itu sama sekali tidak benar." Karen memahami ucapanku
dan mengangguk perlahan-lahan.
"Daftar pertanyaanmu sangat menarik," ujarku, mencermati daftar tersebut. "Ada
beberapa pertanyaan biasa, seperti tentang ulang tahun saya, saudara saya, tapi yang

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
satu ini, apakah saya pernah dianiaya? Saya bertanya-tanya, mungkinkah kamu
penasaran ingin mengetahui apakah saya memiliki pengalaman yang akan membantu
saya dalam mendengar dan memahami apa yang mulai kamu ceritakan kepada saya."
Pertanyaan ini berhubungan dengan, pikirku, ketakutan Karen akan
mengatakan sesuatu yang bisa membuatku meninggalkannya.
"Saya sungguh tertarik," lanjutku, "untuk mendengar semua yang perlu kamu
ceritakan kepada saya tentang bagaimana kamu disakiti." Karen memandangku, sekali
lagi mengangguk perlahan. Aku mencermati daftar pertanyaannya. "Apakah saya
pernah diterapi? Ya, saya menjalani psikoanalisis selama sekitar sembilan tahun
dengan seorang pria luar biasa yang mengajarkan banyak hal kepada saya. Beliau
adalah dosen di jurusan psikoanalisis tempat saya mengajar." Karen membelalakkan
mata. Aku memberikan informasi ini kepadanya untuk dua alasan. Pertama, supaya
dia tahu bahwa kuliahku mengharuskanku mengikuti terapi, dan kedua, supaya dia
tahu bahwa aku merasa nyaman dengan perawatan intensif jangka panjang, yang
mungkin dirasa olehnya akan diperlukannya.
"Mari kita lihat," ujarku, "apakah saya punya masalah kesehatan? Tidak. Setahu
saya tidak." Itu adalah pertanyaan lain yang berkaitan dengan "apakah aku akan tetap
menemaninya," dengan kata lain, apakah aku masih akan hidup cukup lama. Aku
kembali mencermati daftar darinya.
"Mengapa saya memilih menjadi psikiater? Karena ini ilmu paling menarik yang
saya pelajari saat saya menjadi dokter. Tidak ada yang lebih menarik daripada
memahami emosi orang lain dan menolong mereka." Itu benar, sesungguhnya, dan aku
mengatakannya kepada Karen untuk memberitahunya mengapa aku bisa terlibat
sepenuhnya dalam perawatannya.
"Benarkah bahwa saya belajar untuk tidak memiliki perasaan terhadap pasien
saya," ujarku. Aku menatap
Karen; aku tahu bahwa pertanyaan ini sangat penting baginya. Mengetahui bahwa
aku tertarik untuk memahami dirinya tidak cukup baginya; dia ingin tahu apakah aku
bisa peduli padanya. Bagaimanakah aku harus menjawabnya?
"Tidak, tidak benar bahwa saya belajar untuk tidak memiliki perasaan terhadap
pasien saya," ujarku. "Tentunya mustahil kita tidak memiliki perasaan." Karen tampak
sedikit lega. "Tapi, saya belajar untuk mencoba memahami perasaan itu supaya tidak
terlalu mengganggu usaha saya dalam melakukan yang terbaik untuk pasien saya."
Aku melihat sisa daftar itu dan mengatakan, "Pertanyaanpertanyaan yang lain ini
juga penting, tapi saya rasa hal terpenting yang harus kita pahami adalah daftar ini
menunjukkan bahwa kamu semakin mencurahkan diri dan terlibat dalam pekerjaan
kita ini, dan semakin kamu membuka dirimu di sini, semakin besar kebutuhanmu
untuk mengetahui apakah saya akan ada untukmu, bersedia menolongmu."
Karen memalingkan wajah dan menggigit bibir bawahnya. "Saya punya satu
pertanyaan lagi," katanya.
"Ya?"
Dia terdiam dengan gaya dramatis. "Apa yang salah dengan diri saya?" Dia
memandangku sejenak, lalu bersandar di kursinya. Dia telah memikirkan hal ini secara
cukup mendalam, kurasa. Sekarang, dia akan duduk dan menunggu.
Aku menimbang-nimbang cara yang tepat untuk menjawabnya. Aku tidak mau
membuatnya ketakutan.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Jelas bagi saya bahwa masalahmu disebabkan oleh depresi," aku memulai, "dan
bahwa depresi ini dipicu oleh
rasa sakit yang muncul setelah kamu melahirkan Sara, namun penyebab utamanya
adalah hubungan-hubungan menyakitkan yang kamu jalani, dan terus kamu jalani
sepanjang hidupmu." Ini adalah bagian yang mudah. Diagnosis depresi adalah topik
yang telah kami bicarakan secara terbuka selama ini.
"Kamu juga menderita penyakit yang disebut gangguan kepribadian," lanjutku,
"yaitu kerusakan di seluruh struktur kepribadianmu, seperti kehilangan waktu selama
periode stres yang diakibatkan oleh rasa sakit dalam hubungan usia dinimu dengan ibu
dan ayahmu, dan, yang juga berperan, kakekmu."
Penjelasanku masih kabur, aku tahu, tapi aku mengatakannya seolah-olah aku tahu
betul apa yang sedang kubicarakan. Aku tidak mengatakan jenis kerusakannya. Aku
sendiri tidak tahu secara pasti jenis kerusakannya. Tetapi, sepertinya dia menerima
penjelasanku.
Mengapa aku tidak langsung mengatakan kepadanya bahwa dia menderita sindrom
kekacauan identitas? Karena aku pengecut. Aku tidak tahu bagaimana dia akan
bereaksi, dan aku takut dia akan bereaksi dengan cara yang buruk: bahwa hal ini akan
menjadi pukulan telak yang akhirnya memicunya untuk melakukan bunuh diri. Aku
yakin dia akan bisa melihatnya secara lebih jelas saat dia telah siap.
Sesi berikutnya luar biasa karena fakta bahwa untuk pertama kalinya dalam waktu
lebih dari tiga tahun, Karen menata rambutnya karena akan bertemu denganku. Ini
sepertinya hal sepele, namun peristiwa ini sungguh mengesankan. Dia sedikit lebih
ceria, dan mengatakan kepadaku bahwa dia mengambil pekerjaan malam sebagai
kasir di sebuah toko obat di dekat rumahnya. Katanya, dia berharap bisa
melepaskan diri dari ketergantungan fnansial terhadap suaminya. Dia juga melaporkan
mimpi pada malam sebelumnya.
"Saya bermimpi berada di sebuah rumah sakit," katanya, "dan saya sedang koma.
Kaki saya baru saja diamputasi, dan saya sekarat. Saya tergantung pada mesin
penunjang kehidupan. Dokter mengatakan bahwa saya tidak akan sadar lagi; saya
akan mati. Lalu, Anda datang menjenguk dan meminta kepada semua orang untuk
keluar dari kamar. Anda mulai berbicara kepada saya, membeberkan alasan-alasan
saya untuk tetap hidup. Saya mendengar Anda, tapi saya tak bisa bicara, tak bisa
bergerak. Saya tahu bahwa saya tidak benar-benar koma; saya hanya tidak bisa
berbuat apa-apa. Saya tidak ingin hidup. Kemudian, Anda menggenggam tangan saya
dan menyuruh saya mencoba meremas tangan Anda jika saya mendengar Anda. Saya
pun melakukannya."
"Kamu meremas tangan saya?" tanyaku.
"Ya, saya melakukannya," jawabnya.
Karen bersandar di kursinya, larut dalam pikirannya sendiri.
"Menurutmu, peristiwa apa yang berhubungan dengan mimpi itu?" tanyaku.
"Saat berumur sebelas tahun," dia mulai bercerita, "saya menderita radang paruparu, dan dokter mengatakan bahwa saya tidak akan mampu bertahan, tapi saya
selalu berpikir akan bisa bertahan. Saya mengalami koma selama dua atau tiga
minggu." Suaranya melirih. Aku tidak yakin apakah Karen memang mengalami koma
selama dua atau tiga minggu saat dia berumur

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sebelas tahun; mungkin itu adalah suatu episode disosiatif, namun itu
tidak menjadi masalah sekarang. Inilah yang ada di dalam ingatannya. "Apa lagi?"
tanyaku.
Karen berpikir sejenak, lalu melanjutkan, "Kaki saya sakit baru-baru ini, di tempat
kaki saya diamputasi dalam mimpi itu. Saya tidak tahu penyebabnya; saya rasa tidak
ada yang salah dengan kaki saya."
"Kamu koma, tapi kamu masih tetap menyadari bahwa ada orang-orang lain di
kamarmu?" tanyaku.
"Ya," katanya, "saya tidak sadar, tapi saya bisa mendengar apa yang sedang
terjadi."
"Kedengarannya komamu sedikit mirip dengan kehilangan waktu," ujarku.
"Yah," katanya, "saya bisa mendengar, tapi saya tidak betul-betul ada di sana."
"Jadi, setelah saya menyuruh pergi semua orang yang menganggapmu sekarat dan
tidak berdaya, saya membujukmu untuk tetap hidup, dan meskipun sedang berada
dalam keadaan 'koma1, kamu mendengar saya dan meremas tangan saya."
"Betul." "
Aku ingin mengakhiri sesi ini pada gagasan dia meremas tanganku, yang merupakan
gambaran paling kuat untuk menunjukkan bahwa dia terhubung denganku dalam hal
menginginkan dirinya tetap hidup. Bahan penyusun terapi bersama Karen sangat rapuh
pada titik ini. Oleh karena itu, aku ingin terus berusaha melipatgandakan benangbenang emosi positif di antara kami dan menenunnya menjadi sesuatu yang lebih kuat
untuk menghindarkannya dari kerusakan yang ditimbulkan oleh orang-orang dalam
kehidupan Karen, atau dari kekuatan
merusak yang berasal dari dalam diri Karen sendiri.[]
8
Kengerian-kengerian Masa Kecil
11 SAYA RASA saya tidak bisa melakukan ini, Dr. Baer," kata Karen sambil
bersandar di kursinya, terkulai lesu dan diam membeku.
"Ceritakanlah kepada saya," ujarku. Karen selalu putus asa. Ini adalah respons
standar dariku. Karen merana. Aku menanti.
"... saya memang payah," katanya pada akhirnya. Aku diam saja untuk melihat
apakah dia akan melanjutkan ucapannya. "Apa yang membuatmu mengatakan itu?"
kemudian aku bertanya. Sepanjang sesi kami, aku terus berusaha mengulik setiap
pernyataan, keyakinan, atau ingatan yang berkontribusi pada mantra "aku ingin mati"
ini, supaya kami dapat melampaui penghalang ini dan memulai pekerjaan lainnya.
Karen menggeleng, namun melanjutkan.
"Ada begitu banyak alasannya." Dia terdiam. "Saya sangat malu."
"Karena apa?" desakku.
"Saya seharusnya dihukum."
"Karena apa?" aku mendesak lagi.
Karen, tampak jauh lebih risau, mengatakan, "karena mencuri." Aku
terkejut; Karen sangat takut terhadap
tindakan tercela sehingga dia selalu bersikap jujur.
"Mencuri?" tanyaku. Karen mengangguk. Anggukannya cukup untuk menjawab
pertanyaanku, sehingga aku diam dan menanti.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Ayah saya menyuruh kami mencuri." Aku memberinya anggukan kecil, untuk
menunjukkan bahwa aku siap mendengarkan apa pun yang hendak dikatakannya, tapi
aku tidak akan berpartisipasi secara aktif. Panggung ini sepenuhnya miliknya.
"Ayah saya selalu mencuri bermacam-macam benda, pernak-pernik, yang bisa
dimasukkan ke saku." Dia terdiam. "Dia selalu mengatakan bahwa dia mendapat
'diskon lima jari'." Dia kembali terdiam. Aku dapat melihat kejijikan yang mengumpul
di tenggorokannya, dan dia menelannya kembali. "Beberapa di antaranya mencakup
permen, penyegar napas, atau makanan," lanjutnya. "Katanya, 'polisi tak bisa
menahan kita jika kita tertangkap dengan benda yang harganya di bawah sepuluh
dolar.'" Alisnya terangkat dan membentuk seruas garis di atas matanya. "Dia juga
mencuri celana dalam wanita dan bra." Dia menatapku, tapi aku tidak memberikan
respons; aku membiarkannya berjuang melawan perasaannya.
Dia melanjutkan, "Beberapa tahun yang lalu, saya ingat keluar bersama keluarga
saya untuk makan pizza. Anak lakilaki saya berumur sekitar sepuluh bulan. Ayah saya
menawarkan diri untuk menggendongnya dan menyerahkan tas popok yang
sebelumnya dia pegang kepada saya. Saat kami masuk ke mobil, saya mengatakan
bahwa saya ingin mengeluarkan beberapa barang dari dalam tas, dan ayah saya
tertawa. Di dalam tas popok itu ayah saya menyimpan barang-barang
curiannya: sebuah tempat anggur, dua buah gelas anggur, dan empat buah
perangkat makan perak. Katanya, dia membayar benda-benda itu dengan uang tip.
Ayah saya selalu mencuri sesuatu saat kami makan di luar. Wadah garam dan merica,
gelas, perangkat makan perakkami punya selaci penuh barang-barang semacam itu
di rumah. Seolah-olah dia tidak bisa pergi ke restoran tanpa mengutil sesuatu. Dia
memanfaatkan kamisaya dan adik-adik sayadengan menyelipkan sesuatu ke saku
kami atau menyuruh kami mengambil sesuatu. Saya tidak mau melakukannya, tapi
saya takut dia akan menyakiti saya jika saya menolak, jadi saya pun mau." Karen
terdiam, merasa malu setelah mengungkapkan bahwa pengutilan adalah hal biasa
dalam kehidupan keluarganya.
"Apakah kamu merasa seperti penjahat, sama seperti ayahmu?" aku menggunakan
kata yang berkesan kuat karena itulah yang sepertinya dirasakan oleh Karen. Dia
mengangguk. Bibirnya mengerut, dan air mata meluncur dari sudut matanya.
"Dengan dipaksa berpartisipasi dalam pencurian yang dilakukan oleh ayahmu, kamu
sepertinya merasa bahwa kamu juga seorang pencuri." Karen kembali mengangguk.
"Tapi, jika kamu tidak mematuhinya, dia akan menyakitimu," aku melontarkan
sebuah pertanyaan retoris. Karen mengangguk sekali lagi, sedikit lebih bertenaga, dan
lebih banyak lagi air mata membasahi pipinya. "Apa yang bisa kamu lakukan?" Karen
harus memproses situasi ini dari sudut pandang seorang dewasa. Dia mengangkat
bahu, menangis lebih keras. Aku membiarkannya larut dalam keadaan ini selama
beberapa menit. Aku dapat melihat dia berusaha membebaskan diri dari beban
kenangan-kenangannya.
"Kamu kesulitan melihat dirimu sebagai sosok yang berbeda dari ayahmu, dan
itulah alasan mengapa kamu ingin mati." Karen tidak mengangguk, tapi dia menangis
lebih keras.
KETIKA ITU Maret 1993, dan Karen mengatakan kepadaku bahwa ibunya
meneleponnya untuk meminta uang. Dia memberikan sedikit uang seminggu
sebelumnya, berharap ibunya akan berhenti menelepon, namun dipicu oleh

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kelemahan Karen, ibunya justru makin sering menelepon. Setelah membuka pesanpesannya, Karen menyerahkan ponselnya kepadaku supaya aku bisa ikut
mendengarkan. Setiap pesan lebih kasar daripada sebelumnya.
Karen, teleponlah ibumu. Aku harus bicara denganmu. [Bip]
Telepon aku! Aku butuh sesuatu. Setelah semua yang kulakukan untukmu, kau
berutang padaku! Telepon aku! Jangan kasar begitu, dasar jalang! [Bip]
Ini ibumu! Telepon aku! Memangnya kenapa! Setidaknya kau bisa meneleponku.
Kau berutang padaku seluruh uang yang kuhabiskan untukmu sepanjang hidupmu!
Telepon aku, atau kau kuanggap mati! [Bip]
Dasar pemalas gembrot! Jangan pernah minta sesen pun padaku. Kalau kau tak
bisa menolongku, lebih baik cium saja pantatku! [Bip]
Aku akan menelepon Dr.Baer-mu yang hebat itu dan mengatakan padanya bahwa
kau tahi kucing. Andai saja kau mati saat dilahirkan! Dasar sialan! [Bip]
Aku memandang Karen; dia balas memandangku dengan ekspresi malu yang telah
sering kulihat. Dasar
sialan, kupikir Tuhanku.
"Saya sudah memberi uang untuknya sepanjang waktu, berharap dia akan
menyukai saya," kata Karen, "tapi dia justru meminta lebih banyak lagi. Dia selalu
mengatakan akan mengembalikannya, tapi dia tak pernah melakukannya. Semua
orang meminta uang kepada saya, semua keluarga dan teman saya. Saya tidak punya
uang, tapi saya tak bisa menolak."
"Apakah kamu pernah menolak ibumu?" tanyaku.
"Ya, dan karena itulah dia marah."
"Seandainya kamu memberikan uang yang dimintanya," lanjutku, "apakah dia akan
berhenti meminta?" Waktunya untuk memproses kenyataan lagi.
"Tidak," Karen langsung menjawab, "dia hanya akan diam selama beberapa hari."
"Seandainya kamu memberikan uang yang dimintanya," aku menekannya, "apakah
dia akan menyukaimu?" Karen terdiam saat mendengar pertanyaan ini.
"Mungkin katanya, namun dia tahu bahwa ini tidak benar. Pengakuan memang
menyakitkan. "Tidak," katanya. Aku menanti sejenak.
"Jika kamu sudah memberinya uang, dan dia tidak lebih menyukaimu,
bagaimanakah perasaanmu?" tanyaku.
"Saya ingin menyakiti diri saya sendiri," jawabnya,
lirih.
"Jadi, apakah yang seharusnya kamu lakukan?" Dia menatapku dengan bimbang.
"Tidak ada yang bisa saya lakukan."
"Itulah yang selalu ada dalam pikiranmu," ujarku. "Kamu bisa bilang tidak."
"Dia tidak akan menyerah," Karen pasrah.
"Pada akhirnya, dia akan menyerah."
"Tidak akan."
"Kamu sudah dewasa sekarang," ujarku. Karen belum teryakinkan; hal ini sudah
berlangsung sangat lama. Kami harus membiarkannya untuk saat ini; seorang pasien
bisa saja dihadapkan pada kenyataan, namun sulit untuk meyakinkannya. Karen harus
mencerna hal ini.
KAREIS) TELAH banyak tertinggal dalam pembayaran tagihanku. Aku mengetahui
dampak yang akan timbul pada Karen jika aku menyebut-nyebut hal ini. Aku dan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
ibunya, sama-sama meminta uang kepadanya. Aku berada dalam posisi yang sulit. Jika
aku memintanya untuk membayar tagihan, sebelum jumlahnya menumpuk, aku akan
terlihat seolah-olah meminta uang terus-menerus kepadanya, sama seperti ibunya.
Jika aku diam saja, dan tagihannya semakin melambung, pada suatu titik aku harus
mengungkapkannya, dan kemudian aku akan meminta lebih banyak daripada yang bisa
diberikannya, sama seperti ibunya. Terdapat cava-cara yang baik, teknis, dan
psikoterapeutik untuk menangani situasi seperti ini; hanya saja, aku tidak pernah
menguasainya. Jadi, di suatu titik di antara menagih dan membiarkannya terlalu
lama, beberapa sesi setelah Karen mengeluh tentang ibunya, akhirnya aku
mengangkat topik ini.
"Saya lihat kamu sudah lama tidak membayar tagihanmu," ujarku sambil
menyerahkan tagihan untuk tiga bulan terakhir kepadanya. Wajah Karen memucat,
dan dia mulai menangis.
"Saya memberikan uangnya kepada ibu saya. Saya selalu membayari teman-teman
saya," katanya. "Ibu saya selalu mengatakan bahwa saya berutang kepadanya;
sekarang saya juga berutang kepada Anda."
"Menarik sekali melihat apa yang ada di balik keterlambatanmu membayar,"
ujarku, berusaha menahan suaraku supaya tidak menunjukkan kejengkelanku akibat
dia memberikan uangku untuk orang lain. "Ini membuatmu merasa bahwa saya tidak
berbeda dari ibumu." Karen berpikir sejenak. Aku melanjutkan, "Ini juga membuat
saya merasa seperti dirimuibumu meminta uangmu, dan ibumu meminta uang saya;
kita berdua tidak menyukainya, tapi kita berdua merasa tidak berdaya untuk
mencegahnya." Karen memandangku dan nyaris tersenyum. Alih-alih menganggapku
sama dengan ibunya, dia sepertinya justru merasa lebih baik karena aku dan dia
sekarang berada di atas perahu yang sama. Tapi, dia kembali bersedih.
"Bagi Anda, ini sekadar pekerjaan," katanya, "hanya itulah artinya." Artinya, tentu
saja, aku tidak memedulikan dirinya, hanya uangnya.
"Ini bukan sekadar pekerjaan," ujarku. "Ini pekerjaan yang sangat istimewa." Aku
tidak tahu apakah dia memercayaiku. Dia memikirkan ucapanku beberapa saat, tapi
sepertinya belum merasa tenang. Kami terus berusaha memecahkan masalah
keuangan ini.
PENTING BAGI Karen untuk mulai melindungi dirinya sendiri dari orang-orang yang
pernah mengasahnya, bahkan jika dia tidak akan secara fsik meninggalkan mereka.
Meskipun kadang-kadang dia merasa bagaikan seorang petarung gagal tanpa adanya
wasit yang bertugas menghentikan pertandingan, dia mulai menemukan cara-cara
kecil untuk mempertahankan diri. Dengan ibunya, dia mulai menyaring telepon yang
masuk, dan saat ibunya meninggalkan pesan yang terdengar kasar, Karen akan
menghapusnya sejak awal, sebelum dia mendengar keseluruhannya. Karen mulai
membuat alasan, seperti mengatakan bahwa dia harus berada di sekolah anaknya saat
ibunya minta diantarkan ke suatu tempat. Dengan suaminya, Karen merencanakan
kegiatan bersama anak-anaknya di luar rumah di antara waktu suaminya pulang kerja
dan mulai minum-minum serta saat dia telah tertidur.
Manuver-manuver ini adalah upaya baru yang tidak selalu berhasil. Sering kali, dia
masih menggunakan kerangka berpikir anak-anak saat berhadapan dengan orang-orang
yang pernah mengasahnya: menerima atau mati. Jika penganiayaan yang dialaminya
tidak bisa ditoleransi lagi, dan dia tak mampu menerimanya lagi, dia ingin melakukan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
bunuh diri. Dalam menghadapi orangtua atau suaminya yang gemar menyiksa, dia
sangat jarang bersikap dewasayang mencakup meyakinkan diri sendiri, menetapkan
batasan, atau mengabaikan. Pilihan tersebut tidak nyata bagi Karen; dia menganggap
tindakan-tindakan dewasa itu berada di luar kemampuannya. Tugasku adalah
berusaha menjadikannya nyata. Meskipun masih diterpa oleh 112richard Baerberbagai
kemalangan, Karen semakin kuat. Seiring dengan kepercayaannya kepadaku yang
semakin besar, dia semakin banyak mengungkapkan rahasianya.
KETIKA ITU September 1993. Karen memasuki kantorku, jelas terlihat terguncang.
Udara awal musim gugur menerpanya.
"Saya
tidak
tahu
apa
yang
menimpa
saya
semalam,"
kata
Karen. Aku
bisa
melihat
dia
enggan
membicarakannya.
"Apakah yang bisa kamu ceritakan tentang hal itu kepada saya?" tanyaku.
"Saya pergi ke dokter kemarin; setidaknya itulah yang ada dalam pikiran saya. Saya
tidak ingat saat saya diperiksa, tapi saya menemukan obatnyaobat vagina. Saya
berusaha mengikuti instruksi yang ada pada bungkusnya, dan tangan saya mulai
gemetar; saya merasa panik dan mual. Saya memasukkan obat itu ke dalam tubuh
saya, dan saya muntah saat selesai melakukannya. Saya tidak tahu mengapa reaksi
seperti itu terjadi pada saya."
"Apakah yang ada di dalam pikiranmu ketika itu?" tanyaku.
"Saya merasa seperti sedang disakiti dalam pesta orangtua saya .... Saya ingin
memberi tahu Anda, tapi saya tak bisa membicarakannya." Dia terdiam dan tenggelam
dalam pikirannya sendiri.
"Apakah menurutmu kamu bisa bicara ke alat perekam?" Aku ingin mencari cara
supaya Karen dapat mengatakan apa yang perlu dikatakannya kepadaku; hanya saja,
kami tidak punya cukup waktu untuk menantinya melakukan hal itu di kantor.
"Saya rasa bisa."
MINGGU SELANJUTNYA, Karen membawakan sebuah mikrokaset untukku. Aku
membawanya pulang, dan setelah makan malam, aku naik ke lantai atas rumahku
untuk mendengarkannya. Di sana, secara terpatah-patah, terungkaplah cerita berikut.
Ayah Karen, Martin, seorang kepala di sebuah toko kecil yang menjual perangkat
mesin, menghampiri mesin cetak
yang dioperasikan oleh Harry. "Memangnya siapa yang menyuruhmu mengerjakan
ini?" Martin berseru meningkahi deru mesin. "Kami tidak butuh pekerjaan itu sampai
minggu depan! Bangsat, Harry, kau membuatku menyesal karena telah
mempekerjakanmu!"
"Maafkan aku, Martin. Stan menyuruhku mengerjakannya. Dia menyuruhku
mengoperasikan mesin ini," kata Harry. Martin mengetahui hal ini; ini telah dibacakan
dalam rapat pagi itu.
"Bangsat, seharusnya kau lebih tahu. Tapi, karena kau yang memulai, kurasa kau
juga yang harus membereskannya."
"Maafkan aku, Martin. Tolonglah, aku butuh pekerjaan ini. Aku tidak akan
mengulanginya lagi."
"Yah, Harry, kau tahu tidak ada orang lain yang mau mempekerjakanmu, dasar
keparat bodoh! Jika bukan karena aku, kau akan jadi gelandangan. Sekarang, kau
punya pekerjaan bagus. Kau berutang kepadaku. Kau berutang besar kepadaku."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Harry menunduk. "Maafkan aku, Martin. Tolonglah, jangan marahi aku."
"Ah, sudahlah, kau tidak seburuk itu. Bagaimana kalau kau datang ke rumahku
malam ini? Kita akan berpesta. Kita selalu bersenang-senang."
"Oke ... ya ampun, terima kasih, Martin. Jadi, kau tidak marah?"
"Tidak, datanglah pukul delapan; jangan lupa membawa
bir."
Harry tiba pukul delapan, lalu dia mendengar gelak tawa dan pekikan seorang
wanita saat berjalan memasuki ruang tamu. Lampu dipadamkan, lalu terdengar suara
desir dan derak proyektor. Di layar, seorang wanita sedang dimasuki dari belakang
saat dia memberikan seks oral kepada pria lain yang menghadap ke arahnya. Harry
melihat Martin duduk menonton flm ini. Terdapat dua pasangan lain di sana. Seorang
wanita duduk dengan payudara terbuka, dan dua orang pria memainkannya.
"Harry, sini! Duduklah di sini." Martin memegang kaleng bir dengan satu tangannya,
dan menunjuk kursi di sebelahnya dengan tangannya yang kosong. Mata Harry
membelalak memandang adegan flm di depannya. Dia duduk di samping Martin,
namun matanya berkeliaran mengamati seluruh ruangan. Dia memandang si wanita
yang memamerkan payudaranya.
"Kau mau?" Martin bertanya. Harry menatap Martin dengan terkejut dan ragu. "Aku
punya sesuatu yang istimewa untukmu, Harry, tapi kau harus membayar." Martin tahu
bahwa karena ketika itu hari Jumat, Harry tentu telah mencairkan gajinya sepulang
kerja.
Harry membuka sekaleng bir dan menonton flm, tapi tatapannya terus-menerus
kembali ke wanita yang sedang dimainkan oleh dua orang pria di sisi lain ruangan.
Terdapat seorang wanita lain yang duduk di samping salah seorang pria itu, tampak
bosan dan marah. Pria di sampingnya, yang sekarang memasukkan tangannya ke
celana dalam wanita yang berpayudara telanjang, meraba kaki wanita yang tampak
marah itu.
"Jangan sentuh aku!" desis wanita itu. Pria di sampingnya tetap membelai
pahanya. Wanita itu cemberut, namun dia membiarkan si pria menyentuhnya. Dia
meneguk bir di tangannya. Martin menyaksikan Harry memandang penuh nafsu pada
kedua pasangan di sisi lain ruangan itu.
"Beri aku lima puluh dolar, Harry, dan aku akan memberikan seorang wanita
untukmu," Martin berbisik di telinga Harry.
"Oh, entahlah
"Jangan sok banci, Harry. Kau tak suka wanita? Kau banci?"
"Oke, Martin." Sambil memandang wanita yang sedang dimainkan oleh dua pria,
Harry merogoh dompetnya. Dia berpikir tak ada salahnya jika dia turut menggarap
wanita itu.
"Ikuti aku," Martin berjalan ke koridor. Harry mengikutinya, menoleh ke arah
wanita itu, yang sekarang sedang meraba penis salah satu pria yang asyik dengannya
dari balik celana. Martin membawa Harry ke kamarnya.
"Tunggulah di sini," kata Martin. Harry duduk di ranjang dan menunggu wanita di
ruang tamu dipisahkan dari kedua pria yang sedang menggarapnya.
Karen sedang tidur di tempat tidur tingkat bersama ke-

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
dua adiknya. Ketika itu dia berumur sebelas tahun. Martin membuka pintu
akordeon vinil di kamar sempit tempat ketiga anaknya tidur itu, lalu menyentuh bahu
Karen. Karen terbangun kaget.
"Bangun!" Martin menarik lengan Karen dan menyeretnya ke kamarnya. Harry
mendongak, kaget melihat gadis kecil itu. Dia menatap Martin, dan dari ekspresi
wajah pria itu, Harry menyadari bahwa dia baru saja membayar untuk berhubungan
seks dengan anak perempuan Martin.
"Buka bajumu," Martin memerintah Karen yang tampak ketakutan. Karen cepatcepat mencopot piyamanya.
"Jangan, Martin, sepertinya tidak Harry mulai memprotes.
"Kau sudah membayar," kata Martin. "Aku tidak mau mempekerjakan seorang
banci."
Harry, yang takut kepada Martin, memandang Karen. "Sentuh dia; dia
menyukainya," kata Martin. Harry gemetar dan kebingungan, namun akhirnya dia
menggapai dan meraba paha Karen ....
Aku mendengarkan hingga dua menit kemudian, lalu mematikan tape dan duduk
bersandar, merasakan jantungku berdegup kencang. Aku mual. Cerita ini disampaikan
dalam bentuk potongan-potongan, kolase berbagai bayangan, buah pikiran, dan
sensasi yang teringat. Sungguh sulit membayangkan peristiwa ini sungguh-sungguh
terjadi dalam kehidupan nyata. Kerusakan apakah yang tentunya terjadi pada diri
Karen karena memiliki orang-orang semacam itu sebagai orangtua, sebagai suri
teladan? Bagaimanakah dia harus menilai dirinya sendiri, yang terpaksa berpartisipasi
dalam kehidupan kotor orangtuanya? Tidak heran kalau dia ingin mati. Sungguh luar
biasa dia dapat bertahan melalui semua itu.
Istriku
mengantar
anak-anak
tidur.
Aku
ingin
membantunya, menjalani kehidupanku yang normal,
memandang senyuman di wajah anak-anakku saat mereka menjerit-jerit dan saling
mencipratkan air di bak mandi, serta memisahkan diriku dari cerita-cerita mengerikan
ini. Aku sebaiknya menyingkirkan tape dan mendengarkan kelanjutan kisah Karen di
lain hari. Tetapi, sebagian dari diriku tergerak untuk melanjutkannya. Bagian itu
menang.
Ketika itu musim panas, dan Karen, dua belas tahun, mengenakan celana pendek
dan kaus, berjalan dari ruang tamu menuju dapur untuk kemudian bermain di luar.
Ibu dan ayahnya sedang duduk di meja dapur, bertengkar.
"Aku tidak dihormati di tempat ini. Aku tidak dihormati layaknya seorang suami di
mata istrinya!" Martin memelototi Katrina, lalu menatap Karen yang sedang memasuki
dapur.
Katrina bersikeras, "Aku hanya bilang, kita sebaiknya mencari apartemen baru-"
"Kau mau ke mana?" Martin membentak Karen, mengulurkan tangan dan
menyambar payudara kiri Karen, lalu menariknya ke dekatnya. Katrina membuang
muka. Karen mengernyitkan wajah kesakitan, namun tidak bersuara.
"Kamu mau ke mana? Apa kamu tuli?" Martin memeganginya.
"Ke rumah Donna," kata Karen, dan ayahnya pun melepaskannya. Karen
memegangi dadanya, namun ayahnya menepiskan tangannya.
"Lihat dadamu itu!" kata Martin, tatapannya terpaku ke payudara Karen. "Sebesar
apa dadamu? Sebesar ini?" Martin mengacungkan kedua tangannya dan membentuk

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mangkuk kecil dengannya. "Coba kita lihat." Dia meraupkan kedua tangan besarnya di
dada kecil Karen, lalu meremasnya dengan keras. "Apa yang sebesar ini bisa masuk ke
mulut? Apa pun yang tidak cukup di mulut tidak ada gunanya." Dia menertawakan
sendiri gurauannya.
Karen berjalan perlahan menyusuri gang di antara rumahnya dan rumah
tetangganya, masih memegangi payudara yang baru saja diremas oleh ayahnya. Dia
berjalan setengah blok menuju halaman belakang Rumah Duka
Pankratz & Sons, tempat tinggal temannya, Donna. Donna berusia sembilan tahun,
tiga tahun lebih muda daripada Karen. Garasi rumahnya terbuka, dan Donna sedang
bermain boneka di dalam. Garasi itu berukuran luas, cukup untuk menampung tiga
buah kendaraan, namun hanya ada sebuah mobil jenazah di sana. Karen menghampiri
Donna, yang sedang duduk di tangga menuju ruangan tempat pembalsaman dilakukan.
Donna memegang dua boneka, berukuran besar dan kecil.
"Hai," sapa Karen sebelum duduk di samping Donna.
"Hai," balas Donna sambil memainkan bonekanya. Donna menempatkan boneka
kecilnya dalam gendongan boneka yang lebih besar. "Betty sedang sedih," kata Donna,
menunjuk boneka yang lebih kecil. Karen duduk memandang Donna yang sedang
membelai rambut boneka kecilnya dengan tangan boneka besarnya.
"Mari kita berpura-pura mereka sedang minum teh dan makan kue," kata Karen.
Donna memandang ke sekelilingnya. "Sepertinya perlengkapan minum tehku
ada di dalam."
Tepat ketika itu, sebuah mobil jenazah besar bercat kelabu memasuki garasi.
Karen dan Donna menyaksikan tiga orang pria keluar dari mobil: ayah Donna, Pak
Pankratz, yang berteman dengan ayah Karen, dan dua orang pria lain yang
membantunya menjemput jenazah. Ketiga pria itu menghampiri dan membuka bagian
belakang mobil, lalu mengeluarkan brankar tempat mayat. Ayah Donna memandang
kedua pria lainnya, menyeringai dan mengedipkan mata, lalu membuka kantong
mayat. Kantong itu terbuka dan menampilkan mayat seorang pria tua dengan penis
berdiri tegak. Karen terkesiap dan Donna menjerit. Ketiga pria itu tertawa terbahakbahak, dan ayah Donna menghampiri mereka, berdiri di antara kedua gadis kecil itu
dan pintu garasi yang masih terbuka.
"Ayo, Anak-anak, kalian ingin melihat burung yang kaku, permen loli beku? Ingin
melepas baju dan merasakan enaknya menduduki burung yang sedingin es?" Ayah
Donna menggiring kedua gadis kecil itu, lalu mendorong mereka ke bagian belakang
mobil jenazah. Kedua pria yang lain terkekeh, dan ayah Donna terus mendorong
kedua gadis itu
ke arah mayat Pak Stankowski. Mau tidak mau, Karen dan Donna tergiring oleh
ayah Donna hingga keluar dari garasi. Setelah berada di luar, Donna berhenti, duduk,
dan mulai menangis. Karen duduk di sampingnya dan membelai rambutnya. Mereka
berdiam di sana selama beberapa menit.
Karen mendengar pintu mobil jenazah dibanting, dan salah seorang pria
menghampiri mereka sambil membawa sebuah kotak sepatu. Donna tidak mendongak,
tetapi Karen memandang dengan waspada ke arah pria itu. Pria itu mendekat dan
berjongkok di dekat mereka, lalu menunjukkan isi kotak sepatu kepada kedua gadis
itu. Meringkuk di sudut kotak tersebut adalah seekor burung merpati putih yang
sedang bernapas dengan berat. Pria itu memungut binatang tersebut dan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
menyodorkannya ke arah Donna, yang menggapai dan memeluknya. Burung merpati
itu tampak sedikit lebih tenang, namun tidak berusaha bergerak.
"Kami menemukannya di pinggir lapangan parkir rumah sakit," kata pria itu. "Ia
tidak bergerak, jadi mungkin ia sakit." Dia kembali mengambil burung itu dari Donna
dan mengulurkannya ke arah Karen, yang mengelus-elusnya, merasakan bulunya yang
lembut dan napasnya yang cepat tapi ringan.
"Mungkin kita bisa merawatnya," kata Karen, memandang wajah pria yang
memegang burung itu. Karen dapat melihat campuran rasa geli dan jahil di wajah pria
itu. Kemudian, pria itu berdiri dan memandang ayah Donna dan kedua pria lainnya,
yang sekarang duduk di bagian depan mobil jenazah, terkekeh-kekeh, menyaksikan
adegan dengan seekor burung tersebut.
"Tentu saja kita bisa merawatnya," kata pria itu, tersenyum dan berjalan kembali
ke garasi. "Lihat ini, mungkin ia bisa terbang!" Pria itu melemparkan burung itu ke
udara, di antara dirinya dan Karen. Karen menggapaikan kedua tangannya.
"Jangan!" Karen menjerit dan melompat ke arah burung itu, namun binatang
malang tersebut jatuh menghantam lantai semen sebelum Karen dapat
menjangkaunya.
"Maafkan aku, maafkan aku," Karen terisak-isak. "Maafkan aku karena tidak
menangkapmu."
Saat mendengarkan kejadian ini, aku terpaku oleh nada tersiksa dalam suara Karen
ketika dia tidak mampu menyelamatkan burung merpati itu, seolah-olah dia
seharusnya bisa melakukannya. Sulit juga bagiku untuk memercayai bahwa para pria
dewasa tersebut dapat bertindak begitu kekanak-kanakan dan sadis dengan menyiksa
seekor burung untuk mengganggu dua orang gadis cilik. Aku tidak tahu mengapa itu
membuatku terkejut. Aku tahu ada orang-orang yang memang seperti itu, namun
seluruh kejadian itu menggambarkan tingkatan tinggi dalam sadisme kekanak-kanakan
sehingga aku masih terkejut dibuatnya. Aku kembali menyalakan tape.
Telepon berdering pada pukul 1.30. Martin masih terjaga, menanti panggilan
tersebut. Dia berbicara singkat, menganggukkan persetujuan, dan menutup telepon.
Katrina telah tertidur. Martin memasuki kamar Karen, tempatnya tidur bersama kedua
adiknya, dan mendudukkannya.
"Pakai sepatumu, kita akan keluar," bisik Martin sambil menolong Karen memakai
mantelnya. Karen belum sepenuhnya terjaga, namun dia tidak melawan perintah
ayahnya. Dia pernah dibangunkan seperti ini beberapa kali sebelumnya. Dia berjalan,
bagaikan robot, melewati dapur, dalam balutan sepatu, piyama, dan mantel musim
dingin, tersuruk-suruk didorong oleh ayahnya.
Dia merasakan tiupan angin dingin di pipinya saat berjalan dengan pikiran kosong
menuruni tangga belakang rumahnya. Mereka menyusuri gang dan memasuki pintu
garasi rumah duka Pankratz yang terbuka. Karen mendengar pintu luar tertutup saat
dia mencapai pintu bagian dalam. Dia tersandung-sandung menuruni dua anak tangga
memasuki rumah. Dia berusaha tidak membuka matanya saat tiba di dalam. Mereka
berbelok dan mulai menuruni tangga lagi. Semakin mereka turun, aroma formalin
semakin kuat tercium, sementara suara-suara semakin nyaring terdengar.
Cahaya temaram dari beberapa batang lilin menerangi ruangan, dan lima atau
enam orang pria telah berada di

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sana. Botol-botol bir kosong berserakan di atas meja baja; di antara botol-botol
plastik terdapat pisau baja dan selang. Di tengah ruangan, terdapat dua buah meja
baja, yang biasa digunakan untuk membersihkan, mengeringkan, membalsem, dan
mendandani mayat. Martin menggandeng Karen ke meja yang terdekat dan membuka
mantelnya.
"Buka celanamu, Karen," kata Martin, "kami akan membuatmu merasa enak."
Martin melontarkan senyuman dingin dan aneh kepada Karen, lalu melemparkan
mantelnya ke sudut ruangan. Karen cepat-cepat menurunkan dan melepas celana
piamanya. Dia telanjang dari pinggang ke bawah. Beberapa pria di ruangan itu
mendekat dan memandang Karen yang berdiri di samping meja. Dia memandang
sekilas kepada pria-pria itu, dan melihat tidak seorang pun dari mereka menunjukkan
kebaikan, Karen langsung membuang muka. Pikiran Karen sepertinya berada jauh dari
para pria itu yang selalu menghadiri pertemuan semacam ini sebelumnya.
"Naiklah ke meja, Karen," kata ayahnya. Karen memanjat dan duduk di tengah
meja pembalsaman. Martin menoleh ke arahnya dan membuka kancing atasan
piyamanya, melepasnya melewati bahu, lalu melemparkannya ke sudut ruangan, di
dekat mantelnya.
"Apakah kau ingin dicintai oleh kami?" tanya Martin seraya meraba dada dan bahu
Karen. Karen duduk bergeming, tanpa berkata-kata, tapi matanya membelalak
ketakutan. "Hati dan jiwamu hitam," ayahnya melanjutkan. "Kau barang rusak. Semua
orang tahu kau jahat."
Martin menjauhi meja, dan para pria lain menghampiri Karen lalu mulai meraba
tubuhnya. Karen merasa kebingungan antara sentuhan menyenangkan dan penuh kasih
sayang dari para pria itu, dan ketakutannya akan sentuhan. Martin kembali dengan
membawa enam jarum pentul putih. Karen tidak melihatnya; matanya terpejam,
tenggelam dalam ketakutan dan sensasi sentuhan yang tidak tertahankan.
Sementara para pria itu merabai tubuh Karen, Martin dengan cepat menusukkan
salah satu jarum ke perut Karen, lalu menariknya kembali. Karen memekik,
menegang, lalu kembali diam, berusaha menyingkirkan ketakutan dan
kesakitannya. Untuk kedua dan ketiga kalinya, Martin
menusuk perut Karen. Karen berusaha tetap diam, namun setiap tusukan
membuatnya meronta.
"Supaya bisa dicintai, kau harus disakiti," kata Martin. "Kau harus merasa sakit
untuk bisa merasakan cinta. Kau tidak bisa mengenal cinta kalau kau tidak tahu
tentang rasa sakit." Karen, yang terbaring tegang, terus memejamkan mata. "Mungkin
kita harus membawa kedua adikmu ke sini supaya mereka bisa menolongmu
mengetahui tentang cinta dengan melihat kesakitan mereka?" Karen membuka
matanya lebarlebar. Dia teringat ketika terakhir kalinya kedia adiknya dihajar oleh
ayahnya. Kata ayahnya, mereka dipukul akibat kesalahan Karen, untuk menebus dosadosa Karen. Itu sangat buruk. Karen berjanji kepada dirinya sendiri untuk tak akan
membiarkan kedua adiknya disakiti karena kesalahannya. Dia akan bersikap sempurna
supaya dapat melindungi mereka. Dia akan menjadi tameng mereka.
"Kau harus berterima kasih kepada kami yang telah mencintaimu," kata Martin,
kembali menusukkan jarum ke perutnya.
Karen membicarakan kejadian ini dalam kaset rekamannya dengan ragu-ragu,
letih, dan terputus-putus. Sepertinya, kenang an itu membuatnya jijikaku

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mendengar keputusasaan dalam suaranyatapi dia tetap melanjutkan ceritanya. Aku
terheranheran saat memikirkan bahwa peristiwa ini terjadi di lingkungan bagian barat
kotaku. Siapakah orang-orang ini? Sepertinya tidak mungkin jika Karen mengkhayalkan
hal ini dalam benak kanak-kanaknya. Kejadian-kejadian tersebut terlalu sadis dan
manipulatif untuk dikarang olehnya.
Rekaman itu belum selesai, masih ada lima belas menit lagi. Anak-anakku tentunya
telah tertidur sekarang, dengan bayangan orangtua yang mencintai mereka serta
ranjang aman dan hangat yang melingkupi mimpi mereka. Aku sangat bersyukur
karena anak-anakku tidak mengetahui kepedihan semacam ini. Benakku penuh
dengan bayangan, reaksi, penyangkalan, kengerian, dan kecemasan. Aku risau
memikirkan usahaku untuk menolong wanita yang telah sangat menderita ini.
Penganiayaan semacam ini dinamakan "pembunuhan jiwa" untuk menggambarkan
betapa tindakan tersebut mematikan keinginan untuk hidup. Apakah Karen tidak
mungkin tertolong lagi? Aku memakai kembali headphone-ku dan menekan tombol
Play.
Karen memandang jam dinding. Ibunya telah berangkat kerja sekitar satu jam yang
lalu, dan ayahnya akan pulang dalam beberapa menit. Dia memeriksa ruang tamu dan
dapur untuk memastikan semuanya rapi dan berada di tempatnya. Dia memasuki
kamarnya untuk melakukan pemeriksaan terakhir dan memastikan kedua adiknya
tidak mengacak-acak kamar yang telah dirapikannya setengah jam sebelumnya. Kedua
adiknya sedang bermain tentara plastik hijau di lantai. Karen memunguti mainanmainan mereka yang berserakan dan duduk di meja dapur untuk mengerjakan PR-nya.
Saat duduk, dia mendengar pintu depan terbuka, dan langkah berat ayahnya pun
terdengar di koridor.
"Rupanya kau di situ!" katanya, menatap tajam ke arah Karen, yang duduk di meja
menghadapi buku pelajarannya. "Rumah ini berantakan sekali! Memangnya apa saja
yang kaukerjakan? Aku tidak tahu buat apa aku memeliharamu. Kau cuma
menghabiskan uang kami saja." Karen membungkuk serendah-rendahnya di meja.
Martin menghampiri kulkas dan membuka pintunya. Dia mengeluarkan sekotak susu.
"Susu ini sudah basi!" serunya sambil melemparkan kotak itu ke bak cuci piring. Dia
mengeluarkan sekaleng bir dan sepotong pizza sisa. Kemudian, dia mencari piring
untuk menempatkan pizzanya. Dia mengeluarkan sebuah piring, lalu sebuah lagi.
"Piring ini masih kotor!" serunya sambil berpaling ke arah Karen. "Sini kamu, cuci
piring-piring
ini.
Aku
tidak
mau
melihat setitik pun noda di situ!" Karen cepat-cepat
menghampiri bak cuci piring, dan Martin membuka kran air panas. Karen mencuci
piring pertama sementara ayahnya berdiri di sampingnya, mengamati, dan air yang
semakin panas memancar dari kran. Martin menyambar pergelangan tangan Karen.
"Kau butuh air panas untuk membersihkan piring-piring ini!"
Karen mengernyitkan wajah sambil cepat-cepat mencuci piring dan berusaha tidak
menjatuhkannya, menahan diri dari air yang semakin panas. "Aku harus mengajarkan
semuanya kepadamu." Karen berusaha menahan air mata dan sikapnya, tahu betul
bahwa jika dia mengeluh, nasibnya akan menjadi lebih buruk. Martin menutup kran
setelah Karen mencuci piring kedua. Punggung tangan Karen merah padam. Martin
menunduk memandang Karen, yang menyembunyikan tangannya di balik punggung.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Kenapa kau memakai sabuk cokelat itu? Bukankah aku sudah bilang bahwa cokelat
adalah warna negro? Memangnya kau pencinta negro? Apa kau mau tidur dengan
negro?" Martin mendekatkan wajahnya ke wajah Karen, yang berdiri di hadapannya,
tidak mampu bergerak maupun berkata-kata. "Kau nakal dan harus dihukum. Masuklah
ke kamarmu dan tidur. Aku ingin kau tidur sekarang juga!"
Pada pukul 2.00, pada malam yang sama, setelah ibunya pulang kerja dan tertidur,
ayah dan kakek Karen memasuki kamar Karen dan mendudukkannya. Ayahnya
membawa mantelnya.
"Ayo, Karen, kita akan membeli es krim," kata ayahnya sembari memakaikan
mantelnya. Karen duduk, gugup, tidak ingin bangun, namun membiarkan ayahnya
memakaikan mantel di atas piyamanya. Kedua pria itu menggandeng Karen menuruni
tangga belakang dan memasuki mobil kakeknya. Mereka melakukan perjalanan selama
sepuluh menit menuju pabrik bahan kimia tempat kakeknya bekerja sebagai mandor
pada siang hari. Tidak seorang pun bekerja di sana pada waktu selarut itu. Karen
memejamkan mata nyaris sepanjang perjalanan. Dia telah melewati rute itu beberapa
kali sebelumnya.
Mereka memarkir mobil di dekat gerbang belakang pabrik, di dekat beberapa
mobil lainnya. Kakek Karen menggunakan kuncinya untuk membuka pintu gerbang.
Cahaya di tempat itu remang-remang, namun mereka masih dapat melihat jalan
menuju lift barang. Mereka berjalan menyusuri lantai kayu tua. Mereka melewati
tangki-tangki besar, sebagian di antaranya terbuka dan sebagian yang lain tertutup,
dengan cairan ungu berbau tajam yang membasahi lantai. Mereka tiba di depan pintu
logam besar menuju lift, yang terbuka secara horizontal dari bagian tengah,
disambung oleh kanvas hitam tebal yang menjulur bagaikan lidah.
Kakek Karen menekan tombol Call, dan Karen mendengar derak mesin saat lift itu
bergerak naik dari lantai bawah tanah. Kakeknya menarik lapisan kanvas dan
membuka pintu lift. Pintu itu berderak nyaring saat terbuka. Di balik pintu terdapat
pintu kasa baja yang terbuka dari bagian bawah. Martin membungkuk, meraih
penutup kanvasnya, lalu menariknya. Mereka bertiga memasuki lift yang luas dan
gelap. Martin memegangi lengan Karen, sementara kakeknya menutup pintu lift,
memperdengarkan dentang yang bergema di seluruh pabrik.
Saat lift bergerak turun, Martin melepas mantel Karen dan menyerahkannya
kepada kakeknya. Karen berdiri tegang. Martin membuka kancing atasan piama Karen
dan melepasnya melewati bahunya. Kemudian, Martin menurunkan celana Karen dan
melepasnya melewati satu per satu kakinya. Saat mereka mencapai ruang bawah
tanah, ayah Karen membuka pintu, dan kakeknya menekan tombol Emergency Stop,
mencegah orang lain menarik lift tersebut ke atas.
Kedua pria itu berjalan mengapit Karen memasuki ruang bawah tanah yang luas.
Ruangan itu diterangi oleh belasan batang lilin. Sepuluh orang telah berada di sana.
Tiga atau empat di antaranya wanita, dan dua di antaranya telanjang. Gelak tawa dan
suara-suara nyaring terdengar di sana, dan seorang wanita memekik saat seorang pria
menyambarnya. Ketika Karen digandeng ke tengah ruangan, semua orang terdiam dan
mengalihkan tatapan ke arahnya. Wajah-wajah mereka tampak samar-samar dan
bergoyang-goyang dimainkan pendar cahaya lilin, namun Karen mengenali sebagian
besar di antaranya. Kakek Karen melempar mantelnya ke lantai. Karen berdiri
telanjang di

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
antara kakek dan ayahnya, menghadapi sekelompok orang itu, yang sebagian
tersembunyi, sebagian tampak jelas diterangi cahaya lilin.
"Inilah dia, si gadis jalang keparat," seru kakeknya. "Sekaranglah saatnya
menghukum dia, membersihkan kenistaan jiwanya! Dia harus diberi pelajaran. Dia
harus dihukum. Sekaranglah saatnya!" Si kakek menggandeng Karen ke tengah ruangan
dan mundur, meninggalkan Karen sendirian di bawah tatapan semua orang.
"Sabda Tuhan menyatukan kita!" Si kakek melanjutkan, "Dunia telah kacau balau.
Para manusia kelaparan, bertindak bodoh, dan tunduk oleh wabah penyakit kelamin
gara-gara anak-anak jahat seperti ini. Untuk merasakan kepedihan mereka yang
kelaparan, kalian harus lapar. Untuk merasakan kepedihan mereka yang tak berdosa,
kalian harus menderita. Bawa kemari pisaunya!"
Seorang pria maju membawa sebilah pisau dapur kecil. "Ulurkan tanganmu!" si
kakek memerintah Karen. Dengan mata setengah terpejam, Karen mengulurkan kedua
tangannya. Si pria meletakkan pisau di tangan Karen dan menangkupkan jari-jarinya.
Dia menggenggam tangan Karen yang memegang bilah pisau yang tajam. Lalu,
perlahan-lahan, dia menekankan tangannya di atas tangan Karen. Karen
mengernyitkan wajah kesakitan dan mulai menangis, lalu tiba-tiba terdiam saat
darahnya menetes ke gagang pisau.
"Bunda Maria melakukan kepada bayi Yesus hal yang sama seperti yang kami
lakukan kepadamu," kakeknya melanjutkan. "Beliau harus melakukannya sebelum para
pria bijaksana datang dan mengatakan kepadanya bahwa putranya akan dihukum
dalam kehidupan selanjutnya. Dia meninggal akibat dosa-dosamu." Si kakek
mengangguk ke arah si pria, yang melonggarkan pegangannya pada Karen dan
melepaskan pisau dari tangannya. Karen menurunkan kedua tangannya, darah
menetes dari jemarinya.
Kakek Karen melanjutkan, "Kami sepakat bahwa kau harus dihukum, dan kau harus
selamanya menghukum dirimu sendiri selama kau berada di atas bumi ini. Ini adalah
perintah Tuhan. Jika kau memberitahukan perintah Tuhan kepada orang luar, kau
harus membunuh dirimu sendiri,
setelah membunuh orang yang kauberi tahu. Kau harus melakukan ini, atau
kejahatan akan selamanya menyertaimu. Jika berani mengkhianati kami, kau akan
dilemparkan ke neraka dunia maupun akhirat."
Si kakek memandang Martin, lalu mengalihkan pandangan ke meja panjang di
dekat dinding. Martin menghampiri meja itu, yang berbentuk persegi panjang besar
dengan kaki bersilang, dan menyeretnya ke tengah ruangan. Karen dibawa ke meja,
dan dua orang pria mengangkat lengannya dan mendudukkannya di atas meja. Dia
duduk di sana, telanjang, dengan mata terpejam. Melalui matanya yang terpejam, dia
dapat melihat cahaya yang terang dan mendengar desiran kamera flm 8 mm.
"Semuanya dilakukan atas nama Tuhan," kata kakeknya, nada suaranya terdengar
monoton. "Kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan karena Tuhan memerintah
kita." Karen dibaringkan di atas meja. Tubuhnya bermandikan cahaya dari lampu
kamera. Ayahnya dan beberapa orang lainnya bergerak menghampirinya. Karen
bergeming, tetap memejamkan matanya. "Kejahatan tidak ada di dunia ini, hanya
kekhilafan seperti ini ..." kakeknya melanjutkan. Karen merasa lumpuh dari leher
hingga perutnya, seolah-olah tubuhnya hampa. Dadanya menegang; satu sosok ...

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
berukuran besar menyeruak mendekatinya. Lalu, dia merasakan kesadarannya
melayang.
"Selamat pagi, Karen," ibunya menyapa saat Karen memasuki dapur, telah siap
pergi ke sekolah. Karen meraba kepalanya sambil duduk di meja makan. "Apa kau tak
bisa bilang selamat pagi?" ibunya bertanya, menajamkan nada bicaranya. Karen
duduk, meraba pelipisnya. "Ada apa?" tanya ibunya.
"Aku pusing," kata Karen, tampak murung dan kesakitan.
"Lagi?" tanya ibunya. "Apa kau mendapatkan mimpi buruk lagi? Kau selalu bermimpi
mengerikan. Jangan pernah bercerita pada siapa pun soal pikiran-pikiran burukmu
itu!" Ibunya berpaling dan menghadap ke kompor. Karen memakan serealnya. Ibunya
melihat luka di tangannya.
"Apa lagi yang kauperbuat pada dirimu sendiri sekarang?" ibunya bertanya dengan galak. Tanpa berkata-kata, Karen bangkit dari
kursinya. Dia menyambar buku-bukunya dan berangkat ke sekolah. Tangannya sakit,
kepalanya sakit, dan bagian dalam tubuhnya terasa perih saat dia berjalan sejauh
enam blok menuju sekolah. Dia tidak membicarakan hal ini dengan siapa pun.
Bagian rekaman ini membuatku semakin menyadari kedalaman kerusakan yang
terjadi pada diri Karen. Karen mendeskripsikan berbagai peristiwa tersebut dalam
potongan-potongan
kecil,
seolah-olah
dia
mengingat
kenangannya
dari
serpihanserpihan acak, dan dia menceritakannya dengan keletihan yang jelas
terdengar. Aku mengasumsikan bahwa perasaan yang terbentuk dari peristiwaperistiwa tersebut telah runtuh akibat dia menceritakan kenangannya, namun situasi
yang diungkapkannya begitu ekstrem, parah, dan merusak sehingga aku tidak
mengetahui apa yang kupercayai.
Dia menceritakan sekelompok kecil orang, termasuk beberapa wanita, yang
konsisten dan sepertinya terencana dengan baik, yang secara teratur memberikan
penganiayaan sadis dan penyiksaan psikis kepada anak-anak untuk kesenangan pribadi
mereka. Dan, apakah tujuan dari seluruh omong kosong berkedok agama itu? Aku tak
henti-hentinya memikirkannya.
Pertanyaan mengenai seberapa banyak "kebenaran" yang terkandung dalam cerita
itu selalu muncul saat aku mendengarkan kisah mengerikan Karen. Tetapi, dia selalu
bercerita dengan cara meyakinkan: dengan kepedihan, keputusasaan, dan
kesengsaraan. Alih-alih merasa lega setelah bercerita, dia justru selalu merasa
menanggung risiko, bahwa setiap cerita akan terlalu berat bagiku dan dapat
mengakibatkanku mengakhiri perawatan untuknya.
Aku tahu bahwa anak-anak mengalami penganiayaan sepanjang waktu, tetapi aku
selalu dibuat heran saat menyaksikan seseorang dapat bertahan menjalani masa kecil
seperti itu. Mungkinkah dia berusaha membohongi atau memanipulasi diriku untuk
mendapatkan sesuatu dariku? Aku tak henti-hentinya memikirkannya. Setelah bekerja
bersamanya selama empat tahun, ini terasa tidak masuk akal; setidaknya aku tak bisa
membayangkan tujuan apa yang mungkin dicapainya dengan melakukan penipuan
seperti ini.
Kurasa ini mungkin semacam ujian, untuk melihat apakah aku akan tetap mau
menemaninya setelah mendengar apa yang dianggapnya sebagai informasi
menjatuhkankerusakan yang diduganya akan kuanggap sebagai sesuatu yang terlalu
parah untuk disembuhkan. Tetapi, sekalipun begitu, mengapa sekarang, setelah

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
empat tahun menjalani terapi, dia membutuhkan demonstrasi kepercayaan yang
drastis, terutama menggunakan cara penipuan, sebuah sifat yang sungguh
bertentangan dengan karakternya dan sebuah taktik yang dapat menghancurkan
kepercayaan yang telah kami bentuk?
Sekitar waktu itu, pada November 1993, Karen memberikan kepadaku gambar
karikatur yang menunjukkan seorang psikiater sedang menarik tuas yang meluncurkan
pasiennya dari sofa hingga melewati pintu. Tulisan di gambar itu berbunyi, Pasien
selanjutnya silakan masuk; kamu terlalu gila!
"Tentang apakah ini?" tanyaku, memegang gambar itu. Karen bergerak-gerak kikuk,
dan aku melihat penyesalan di wajahnya. Dia cukup berani untuk memberikan gambar
itu kepadaku, namun siapa pun akan
mengira, pada saat ini, bahwa aku akan menanyakan kepadanya tentang hal ini.
"Saya takut bahwa pada suatu titik, Anda akan merasa muak dan mengatakan
'Lupakan saja'," kata Karen. "Sebagian dari diri saya berpikir bahwa Anda tidak akan
melakukannya, tapi sebagian yang lain betul-betul mengkhawatirkannya.
Ingataningatan ini membuat saya ketakutan, dan menceritakannya semakin membuat
saya ketakutan. Keluarga saya mengatakan bahwa teman-teman terdekat saya
sekalipun akan mengkhianati dan mempermalukan saya."
Karen terisak-isak dan berusaha menenangkan diri. "Andalah satu-satunya orang
yang bisa saya percayai. Saya sangat kebingungan; saya tidak tahu apa yang bisa saya
lakukan. Jika ada sesuatu yang akan terjadi, dan Anda ... tidak bisa merawat saya
lagi, saya mengerti. Saya akan sangat mengerti. Tapi, saya tidak tahu apa yang akan
saya lakukan jika Anda tidak ada. Saya takut kehilangan Anda." Sungguh sebuah ujian,
dan juga sebuah kesempatan bagi Karen, kupikir, untuk merasa dapat memercayai
seseorang untuk pertama kalinya. Tidak heran jika dia merasa ketakutan.
Setelah kejadian itu, terdapat kemungkinan hubungan kami menjadi rapuh. Aku
telah menjalani wawancara untuk menduduki suatu jabatan di jurusan psikiatri di tiga
rumah sakit pendidikan di kota dan sekitarnya. Dengan mengambil salah satu jabatan
tersebut, aku masih bisa menjumpai Karen, tapi aku tidak tahu di bagian kota
manakah aku akan ditempatkan, dan aku mengkhawatirkan perubahan besar yang
akan
mengguncangnya.
Aku
belum
mengetahui
hasil
wawancaraku, dan aku akan menunggu hingga aku
memiliki rencana yang pasti sebelum mengatakan sesuatu kepadanya.
Dengan seluruh riwayat waktu yang hilang dan penganiayaan pada masa kecilnya,
aku bekerja berdasarkan hipotesis bahwa Karen menderita sindrom kepribadian
majemuk (meskipun bagian yang menemuiku tidak mengetahuinya). Aku memikirkan
apakah anak-anak yang terkadang disebutkannya juga menjalani siksaan sesungguhnya
adalah bagian lain dari dirinya yang diingatnya sebagai anak lain, masing-masing
dengan pengalaman pribadi mereka sendiri. Atau, mungkinkah kenangankenangan ini
merupakan sejenis khayalan sadistis/masokhistis kanak-kanak yang dianggapnya
sebagai kejadian nyatakhayalan yang memiliki kekuatan halusinasi?
Meskipun aku mengerti kemungkinan dia mengarang ceritacerita ini, (walaupun
alasannya berbohong berada di luar jangkauan pemahamanku), aku merasa ragu
dengan caranya yang meyakinkan dalam menceritakan kejadian-kejadian tersebut.
Dia berusaha menggambarkan sebisa-bisanya, meskipun merasa sangat tidak nyaman,
semua kejadian tersebut berdasarkan ingatannya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Aku memberi tahu Karen bahwa aku telah mendengarkan kaset rekamannya dan
memahami keseriusan kejadian yang menimpanya. Aku tidak memintanya
menjelaskan aspek-aspek tertentu, karena aku tidak ingin dia menganggapku hanya
tertarik pada bentuk penganiayaan tertentu dan mengabaikan bentuk yang lain,
sehingga dia akan enggan menceritakan detaildetail mengenai beberapa hal tertentu
kepadaku. Hal terakhir yang ingin kulakukan dengan materi semacam ini adalah
mengarahkannya ke tujuan tertentu. Aku selalu berharap
dialah yang akan mengarahkanku.
Sayangnya, setelah memberikan rekaman itu kepadaku, Karen terus-menerus
dilanda keinginan untuk melakukan bunuh diri. Kami menghabiskan seluruh waktu
kami dalam pembicaraan telepon harian serta sesi terapi mingguan untuk menekan
dan menahan kecenderungan bunuh dirinya.
Pada suatu titik, sebuah pikiran terlintas di benakku: Jika apa yang diceritakan
oleh Karen dalam rekaman itu sungguhsungguh terjadi, maka dia tidak hanya ingin
membunuh dirinya sendiri, tetapi juga diriku, sebagai penerima informasi yang
seharusnya selamanya disimpannya sendiri.
"Apakah kamu pernah berpikir bahwa kamu harus membunuh saya?" aku bertanya
kepada Karen dalam salah satu sesi kami. Dia tampak kaget, seolah-olah baru saja
tertangkap basah.
"Saya diperingatkan untuk membunuh siapa pun yang saya beri tahu tentang hal
ini. Saya ingat mereka berusaha mengajarkan itu kepada saya," katanya, gemetar
ketakutan. "Karena itulah, saya takut bahkan hanya untuk berusaha
membicarakannya." Dia terdiam, kemudian melanjutkan, "Saya tidak pernah benarbenar bermaksud begitu. Maksud saya, saya tidak pernah benar-benar bermaksud
membunuh siapa pun. Saya selalu berpikir bahwa jika saya tiba di titik itu, saya akan
langsung membunuh diri saya sendiri, karena pada akhirnya saya akan mati."
"Sekarang kamu sudah dewasa," aku mengingatkannya, "dan meskipun perasaan ini
tampak segar di benakmu, semuanya muncul dari berbagai peristiwa yang
telah terjadi bertahuntahun yang lalu. Mereka
mengatakan kepadamu bahwa kamu harus membunuh saya dan dirimu sendiri
hanya karena mereka tidak ingin ditemukan, sehingga mereka dapat terus menyimpan
rahasia kelam mereka. Tetapi, aman bagimu untuk menceritakan tentang mereka
kepada saya, dan kita akan menyimpan rahasia itu bersama-sama."
Karen mencondongkan tubuh ke arahku, menunduk dan membenamkan wajah ke
kedua telapak tangannya, lalu menangis terisak-isak, merasa lega karena telah
mengungkapkan rahasia yang tak bisa disebutkannya.[]
BA G IAN II
KCPRIBADIAN-EPRIBADIAN LAIN
9
Surat dari Claire
KETIKA ITU awal Oktober 1993, awan mendung tebal menggelayuti kota,
menyamarkan pemandangan lalu lintas Lake Shore Drive dan beberapa kapal yang
masih berlayar di Monroe Harbor. Karen tampak lesu ketika memasuki kantorku. Dia
menggeser kursi dan tidak memandang secara langsung ke arahku. Aku tahu bahwa
sesuatu telah terjadi padanya, namun dia membutuhkan waktu selama beberapa
menit sebelum bisa berbicara. Pada saat seperti ini, aku harus menunggu lama untuk

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mendengarkan ceritanya. Menolongnya pada titik ini hanya akan mengalihkannya dari
apa yang sedang diperjuangkannya. Sepertinya dia hendak mengatakan sesuatu
kepadaku. Dia mulai berbicara, lalu terdiam dan menatap ke luar jendela. Akhirnya,
dia bersuara:
"Saya terus-menerus mendapatkan ... pergantian ini ... saya menyebutnya
peralihan." Dia tenggelam dalam pikirannya, masih memandang ke luar jendela.
Sejenak kemudian, dia melanjutkan. "Terdapat saat-saat, jangka waktunya berbedabeda, dari hitungan menit hingga bulan, yang tidak saya ingat." Dia kembali terdiam.
"Misalnya
...
saya
sama
sekali
tidak
ingat
pernah
melakukan hubungan seks dengan suami saya." Dia
terdiam, wajahnya merah padam dan keruh. "Saya tahu bahwa saya pasti pernah
melakukannya, karena kami punya dua anak, tapi saya tidak tahu bagaimana hal itu
terjadi." Akhirnya, Karen menatapku. "Sesungguhnya, saya sama sekali tidak punya
perasaan seksual."
"Apakah yang terjadi saat kamu beralih waktu?" Aku senang karena dia mengangkat
topik ini, tapi aku tidak boleh mencecarnya dan harus membiarkannya
mengungkapkan hal ini dengan caranya sendiri.
"Yah, saya kehilangan waktu. Saya ingat merasa lemah selama sesaat, lalu saya
tidak ingat lagi apa yang terjadi sesudahnya. Saat ingatan saya kembali, saya merasa
letih dan penat, lalu perasaan itu lenyap, dan saya pun kembali baik-baik saja. Kirakira begitu."
Karen "melantur" atau "berada dalam kondisi pikiran menyimpang", kupikir. Ini
adalah istilah lain untuk memasuki kondisi trance, yang sama dengan trance akibat
hipnotis, saat dia tidak dapat mengingat apa yang terjadi padanya. Pertanyaannya
adalah apakah yang dilakukannya saat dia tidak bisa mengingat? Aku heran karena dia
tidak pernah membicarakan pengalaman ini sebelumnya, karena hal ini tentunya
menyusahkan dan membuatnya kebingungan. Tetapi, kupikir dia harus terlebih dahulu
mencapai tingkat tertentu dalam memercayaiku. Karen sendiri sepertinya tidak tahu
banyak tentang peralihan itu, sama seperti dia tidak tahu bahwa kepribadiannya
terbelah. Meskipun begitu, dia mampu menceritakan kepadaku lebih banyak daripada
yang diketahuinya dengan cara yang unik.
Pada November, Karen secara tidak langsung mulai mengungkapkan rahasia
kehidupan di dalam tubuhnya. Dalam sebuah surat yang bertanggal 7 November 1993,
dia melaporkan salah satu mimpinya
Saya sedang berbicara kepada Anda di telepon, dan kita memutuskan untuk
mendatangkan ibu saya dalam salah satu sesi kita. Saat kami memasuki lift, saya
mulai mendengar orangorang lain berbicara. Orang-orang ini datang ke kantor Anda
bersama saya. Anda membuka pintu dan mempersilakan saya dan ibu saya masuk.
Saya tidak mengerti mengapa Anda membiarkan semua orang lain itu masuk dan tidak
berbicara kepada mereka. Lalu, Anda mulai berbicara dengan ibu saya. Saya tidak
ingat sepatah kata pun yang Anda ucapkan karena saya terlalu sibuk memerhatikan
orang-orang lain yang ada di kantor Anda. Seorang anak laki-laki berdiri di dekat Anda
dan menjulurkan lidah ke arah ibu saya. Seorang anak perem puan duduk dan tertidur
di pangkuan Anda. Dua orang rema ja bertengkar tentang siapa yang akan Anda ajak
berbicara terlebih dahulu. Seorang bayi merangkak di sekeliling meja Anda. Seorang
perempuan mengumpat-umpat ibu saya. Seorang perempuan lain duduk di meja Anda,

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
menertawakan semua perkataan ibu saya, dan seorang perempuan lain membersih kan
dan menata kantor Anda. Sesi itu tampak kacau balau. Saat mendengarkan semua
orang itu berbicara, saya merasa telah mengena/ mereka. Saya heran karena Anda
begitu tenang dan tidak merasa terganggu oleh keributan di sekeliling Anda. Saya
tidak ingat akhir mimpi ini, tapi saat terbangun, saya merasa damai dan nyaman.
"Apa yang terjadi padamu saat kamu memikirkan mimpi itu?" tanyaku.
Karen mengangkat bahu dan mengatakan bahwa dia tidak tahu, tapi dia
menganggap orang-orang itu lucu, dan mereka terasa akrab baginya.
"Menurut saya, orang-orang di dalam ruangan itu
merupakan perwujudan sisi-sisi berbeda dari dirimu, dan berbagai perasaanmu
terhadap saya dan ibumu." Aku menduga bahwa ketika Karen kehilangan waktu, atau
beralih, kepribadiannya yang lain mengambil alih tubuhnya. Aku merasa ragu untuk
memberi tahu Karen apa yang ada dalam pikiranku, yaitu bahwa orangorang di dalam
mimpinya merupakan perwujudan dari kepribadian-kepribadiannya yang lain, dan
bahwa aku meyakini diagnosis dirinya menderita gangguan kepribadian majemuk.
Tetapi, aku merasa kami telah semakin mendekat, karena Karen telah
mengungkapkan berbagai bayangan dan asosiasi ke dalam sesi kami. Dia mendorong
kami maju.
Keesokan harinya, aku menerima sepucuk surat. Surat itu bercap pos 5 November
1993, dua hari sebelum Karen mendapatkan mimpinya. Aku menerimanya pada
tanggal 7 November. Alamat Karen tertulis pada amplopnya, dan surat itu ditulis
menggunakan pensil di atas selembar kertas yang dirobek dari buku catatan.
Dokter Bear [soloh tulis] yang boik.
Namaku Claire. Aku 7 tahun. Aku hidup di dalam Karen. Aku dengar kamu terus.
Aku ingin bicara denganmu, tapi tidak tahu caranya. Aku suka bermain dengan James
dan Sara. Aku juga bisa menyanyi. Aku tidak mau mati. Maukah kamu mengikatkan
tali sepatuku?
Claire
Aku
tidak
langsung
menyebutkan
dan
membahas
kejadian ini dengan Karen. Aku menunggu selama
beberapa hari sambil memikirkan bagaimana tepatnya aku akan melakukan
pendekatan kepada Karen mengenai hal ini. Aku khawatir: Akankah ini dianggap
terlalu berlebihan olehnya? Setiap hari, keinginannya untuk melakukan bunuh diri
semakin memuncak. Akankah ini membuatnya semakin berada di ujung tanduk
menjadi beban yang tak kuasa ditanggungnya? Berapa kepribadiankah yang ada di
dalam diri Karen selain Claire? Aku punya banyak pertanyaan, namun aku harus
menunggu. Aku harus berkonsentrasi kepada Karen: reaksinya, pertanyaannya,
tindakannya, dan keamanannya.
Aku telah selama beberapa waktu mengumpulkan berbagai bahan yang berkaitan
dengan sindrom kepribadian majemuk: artikel, monograf, diktat, dan abstrak
pertemuan. Aku menampung semuanya di salah satu rak bukuku. Salah satu buku yang
paling banyak dikutip adalah Diagnosis and Treatment of Multiple Personality
Disorder, karya Frank W. Putnam, M. D. (Guilfrod Press: New York, 1989). Di dalam
buku itu, dia menjelaskan tentang pelecehan seksual pada masa kanak-kanak sebagai
penyebab umum MPD, terutama pelecehan yang disertai oleh sadisme ekstrem,

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
penyalahgunaan benda-benda, pengikatan, pembakaran, penorehan, dan partisipasi
dalam "pemujaan kepada setan". Semua itu sesuai dengan Karen.
Risiko bunuh diri dan melukai diri sendiri juga dijelaskan sebagai hal yang wajar
bagi penderita MPD, begitu pula sakit kepala, pingsan, dan gejala-gejala histerikal
seperti kelumpuhan, tuli, dan, dalam kasus Karen, rasa sakit di tempat kakinya diikat
dan dicambuki. Terdapat konsensus umum di kalangan penulis kasus-kasus dan gejalagejala MPD. Putnam juga melaporkan bahwa para
pasien MPD tidak akan siap mengungkapkan gejala-gejala mereka karena mereka
takut dianggap "gila", tapi kemudian salah satu kepribadian akan mengaku, atas
kemauannya sendiri, melalui surat untuk ahli terapinya. Dia juga menyebutkan bahwa
penting bagi seorang ahli terapi untuk tidak menempatkan diri sebagai pemegang
rahasia dari salah satu kepribadian atas permintaan kepribadian lainnya. Surat Claire
adalah rahasia semacam itu.
Saat sesi berikutnya tiba, aku siap menunjukkan surat itu kepada Karen. Aku
memutuskan untuk memperlihatkan surat itu pada awal sesi, supaya kami memiliki
banyak waktu untuk membahasnya.
"Saya telah memikirkan ceritamu kemarin, tentang suarasuara yang kamu dengar
di dalam kepalamu," aku memulai, "terutama pada malam hari sebelum kamu tidur.
Saya juga sudah memikirkan mimpi yang kamu ceritakan kepada saya, tentang orangorang lain yang menemanimu ke kantor saya. Saya memikirkan apakah ada lagi yang
terjadi dalam dirimu yang tidak kita sadari." Aku berusaha melakukan pendekatan
dengan hati-hati, tapi Karen mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi. Dia
tampak gelisah dan cemas, namun aku terus melanjutkan.
"Saya menerima sebuah surat yang akan saya tunjukkan kepadamu." Karen tampak
tegang dan waspada. "Menurut saya, kita harus membicarakan hal ini," ujarku, dengan
lembut menyerahkan amplop berisi surat dari Claire kepadanya. Karen membaca surat
itu, lalu melihat alamat pengirimnya. Wajahnya seketika pucat pasi, dan ekspresi
mual segera terlihat. Dia tampak seolah-olah akan pingsan.
"Surat ini mungkin merupakan petunjuk bagi kita untuk mengetahui apa yang menjadi masalah bagimu selama ini." Aku berusaha
menyampaikan gagasan bahwa aku akan membantunya memahami surat ini. "Sudah
cukup lama saya berpikir bahwa kamu mengidap penyakit yang disebut gangguan
kepribadian majemuk," ujarku. Sekarang, setelah aku mengatakannya, dia harus
mendengarkan penjelasan yang gamblang dan tegas.
"Mengingat kamu sering kehilangan waktu, dan melihat ekspresi wajahmu yang
menunjukkan bahwa kamu tidak ingat pernah menulis surat itu, saya rasa ini adalah
satu-satunya penjelasan." Oke, sekarang waktunya bagiku untuk diam dan
membiarkan Karen bereaksi.
Karen gemetar; dia menatap pintu dan sepertinya siap menghambur ke luar.
Wajahnya pucat pasi. Aku melihatnya melewati berbagai keadaan emosi, dari
kebingungan hingga ketakutan hingga pasrah. Perlahan-lahan, dia menenangkan diri,
lalu perasaan panik dan jijiknya digantikan oleh kesedihan dan penerimaan.
"Saya tidak siap mendengar hal ini," akhirnya dia berkata dengan lirih.
"Saya tidak tahu cara yang tepat untuk mem-persiapkanmu," ujarku. "Saya rasa,
surat itu adalah pertanda yang nyata bahwa sebagian dari dirimu menginginkan
supaya hal ini terbongkar."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya mengerti," kata Karen. Aku kembali diam dan menunggu.
"Saya sering menganggap suara-suara itu sebagai teman khayalan." Karen terdiam
dan berkata lebih pelan, "Kadangkadang, saya merasa tidak terlalu penting bagi diri
saya sendiri."
Aku tidak yakin apa maksudnya. "Apakah kamu pernah mendengar tentang
penyakit
ini? Kamu pernah menonton flm Sybil?" .
"Tidak. Saya pernah mendengar tentang flm itu, tapi saya selalu menghindari flmflm semacam itu; saya tidak tahu mengapa begitu."
Karen tampak seolah-olah terkoyak dan tertelanjangi. Dia memalingkan muka
sehingga aku tak bisa melihat wajahnya. Dia berlama-lama memandang ke luar
jendela, lalu kembali menatapku, tampak tertekan dan putus asa.
"Bisakah Anda menolong saya," akhirnya Karen bertanya, "ataukah saya sudah tidak
tertolong lagi?"
"Saya sangat tertarik untuk berusaha menolongmu," aku mengatakannya sejelas
dan setegas mungkin. Karen memejamkan mata dan menghela napas panjang. "Kita
semua memiliki sisi-sisi berbeda dalam kepribadian kita. Tapi, bagimu, sosoksosok
yang berbeda dari dirimu berdiri secara terpisah, dan mereka tidak sepenuhnya samasama menyadari keberadaan sosok yang lain." Karen mencerna penjelasanku selama
beberapa saat, lalu kembali menatapku.
"Saya selalu memikirkan mengapa saya tidak bisa terlalu merasakan."
"Kita mungkin akan berhadapan dengan sesuatu yang bisa menjelaskan hal
semacam itu; ini adalah sesuatu yang dapat kita gali bersama," ujarku. Aku ingin
menggunakan sebanyak banyaknya kata "kita" dan "bersama" untuk menekankan
kepada Karen bahwa dia memilikiku sebagai mitra dan sumber pertolongan yang dapat
diandalkan.
"Saya lega karena kita membicarakan hal ini sekarang," kata Karen, lirih. Waktu
kami telah habis, namun aku masih mencemaskan dampak percakapan kami pada
dirinya.
"Apakah kamu bisa pulang sendiri?" "Saya rasa bisa."
Aku menyuruhnya meneleponku ma- lam itu. Aku khawatirlebih daripada
biasanyadia akan menyakiti dirinya sendiri. Dia meninggalkanku dalam keadaan
terguncang dan kebingungan. Aku telah melakukan tugasku dengan sebaik yang
kumampu, kupikir.
SETELAH RAHASIA yang terungkap dalam surat Claire, Karen sepertinya lebih
menyadari keberadaan sosok-sosok lain di dalam dirinya, terutama saat menjelang
malam dan malam hari. Katanya, dia kadang-kadang merasakan sosok-sosok yang
berbeda dari dirinya berfungsi dengan cara yang berbeda. Dia dapat merasakan
pikirannya beralih, dan kadang-kadang dia bahkan dapat diam dan melihat dirinya
melakukan sesuatu. Katanya, dia tidak ketakutan, kecuali pada bagian dari dirinya
yang menginginkannya menyakiti diri sendiri. Malam sebelumnya, dia mendengar,
atau merasakan, suara seorang pria menyuruhnya untuk tidak berbicara denganku,
atau dia akan sakit. Saat pikirannya galau, yang jarang terjadi, dia mendengar suara
yang sama memberitahunya cara menyalurkan kemarahan. Pada malam hari, dia
mendengar suara-suara berbeda membicarakan kejadian-kejadian hari itu,

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kejadian-kejadian yang bahkan tidak bisa diingatnya; sepertinya itu adalah cara
bagi mereka semua untuk saling memberikan informasi.
"Saya merasa, saat saya hendak tidur," dia berusaha menjelaskan, "sosok-sosok lain
dalam diri saya mulai berfungsi. Bahkan hal-hal rutin yang saya lakukan hari itu,
seperti memasak makan malam, membersihkan rumah,
atau mengantar anak-anak, kedengaran janggal, karena semua itu dilakukan oleh
sosok lain dari diri saya. Saya tahu bahwa saya telah mengerjakannya ribuan kali, tapi
saya merasa tidak pernah melakukannya sama sekali."
Karen berbicara dengan cepat, mencondongkan tubuh ke depan di kursinya,
bersemangat; sepertinya dia lega karena dapat membagi hal ini denganku.
"Apa lagi yang terjadi padamu?"
"Saya bisa membaca, menonton TV, dan mendengar musik pada saat yang sama,
dengan sosok-sosok yang berbeda dari diri saya melakukan pekerjaan yang berbedabeda." Dia terdiam, dan wajahnya tampak murung. "Kadang-kadang, saya merasa
penganiayaan yang saya ceritakan kepada Anda tidak betul-betul menimpa saya. Saya
bisa menceritakannya kepada Anda, tapi perasaan yang berkaitan dengannya bukan
milik saya." Karen memandang ke luar jendela dan tenggelam dalam pikirannya.
"Bagaimanakah perasaanmu akhir-akhir ini?"
Dia berpaling ke arahku dan mengatakan, "Kaki saya sakit sekali akhir-akhir ini,
tapi saya rasa sebenarnya tidak ada yang salah dengan kaki saya." Dia terdiam dan
menelengkan kepala seolah-olah sedang mendengarkan. "Tangisan bayi di dalam
kepala saya sudah mereda."
"Suara bayi? Ada berapa suarakah yang kamu dengar?"
"Sepertinya enam."
"Mengapa kamu tidak memberitahukan hal ini kepada saya sebelumnya?" tanyaku,
berusaha menyembunyikan kegusaranku.
"Saya
takut
Anda
akan
menyerah
karena
menganggap saya terlalu gila." Dia tersenyum malu dan
mengangkat
bahu
untuk meminta maaf.
Enam suara. Siapa saja? Aku bertanya-tanya. Aku belajar tentang pasien MPD sejak
tahap awal kuliahku. Mereka jarang ditemukan, dan Karen adalah pasien MPD pertama
yang kudapatkan. Kebanyakan psikiater tidak pernah mendapatkan seorang pun pasien
MPD. Aku menyadari betapa aku bersemangat karena mendapatkan pasien seperti ini,
tapi aku harus mengendalikan perasaanku dan berfokus dalam melanjutkan
perawatannya dengan cara yang tepat, atau aku akan mengacaukan keseluruhan
proses ini. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang berbeda pada tahap ini. Hanya
karena dia memiliki kepribadian majemuk bukan berarti aku harus meninggalkan
teknik psikoterapi standar. Apakah yang dikatakan oleh suarasuara itu? Keenamenamnya! Hanya enam?
PADA SUATU hari, Karen menanyakan kepadaku apa yang akan terjadi jika dia
kehilangan waktu selama sesi kami, supaya aku dapat melihat dan berbicara dengan
sisi-sisi dirinya yang lain. Dia ragu-ragu tentang hal ini, namun prospek tersebut
menggodaku, meskipun aku tidak tahu bagaimana aku akan melakukannya.
Sejujurnya, aku sedikit ketakutan terhadap kemungkinan itu, karena aku tidak tahu
pasti apa yang akan kutemui. Aku telah membaca tentang MPD dan mengambil kursus
hipnosis, tapi aku belum pernah menerapkan teknik hipnotis untuk menangani kasus

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
seperti ini. Karen lemah lembut, sopan, cermat, dan pemalu. Kurasa bagian lain dari
dirinya tidak pendiam dan penurut seperti dia.
Sejauh
ini,
selama
melakukan
perawatan
terhadap
dirinya, aku mengikuti teknik standar yang disebut
psikoterapi berdasarkan psikoanalisis. Ini adalah teknik yang menempatkanku di
posisi penerima apa pun yang diucapkan Karen, namun tidak secara langsung
mengarahkan asosiasinya ke tujuan tertentu. Dengan cara itu, semua yang
dikatakannya berasal dari dalam dirinya, dan aku semakin dekat dengan proses pikiran
bawah sadar yang menjadi inti penyakitnya. Jika dibiarkan, secara tidak disadari,
pasien selalu mencari sendiri jalan terbaik untuk proses penyembuhan mereka. Aku
merasa karena itulah kami berhasil sejauh ini. Berbicara dengan "sosok" lain yang ada
di dalam diri Karen, di bawah hipnosis, akan membawaku ke sebuah wilayah yang
sepenuhnya baru.
Pada sesi selanjutnya, Karen memberiku daftar sosok-sosok yang dikenalinya
dalam dirinya. Dia tidak yakin bagaimana dia mengetahui hal ini, tapi inilah yang
ditulisnya. Deskripsi ini ditulis dengan rapi di atas selembar kertas kuning bergaris
sangat teratur:
Claire7 TahunPerempuan
Suka bermain. Kesulitan mengikat tali sepatu. Suka susu cokelat. Butuh bimbingan.
Takut pada kegelapan. Kadang-ka dang bisa ditenangkan oleh Holdon.
Holdon34 TahunLaki-laki
Sang pelindung. Sang penenang. Membantu menekan keberadaan si Pemarah.
Pengambil keputusan. Kuat. Jangkung. Maskulin. Kidal. Bertugas mengemudi. Kadangkadang berma in bowling.
Katherine34 TahunPerempuan
Berpenampilan pebisnis, menangani seluruh urusan transaksi. Suka membaca.
Menggemari musik klasik. Opera. Memainkan klarinet. Membuat dan memastikan janji
temu untuk Karen 3.
Karen Boo21 BulanPerempuan
Cengeng. Tidak bisa berbahasa Inggris, hanya bisa sangat sedikit berbahasa
Hongaria. Sangat kesakitan. Lesu, murung, tidak bisa berjalan.
Julie13 TahunPerempuan
Selalu kesakitan, terutama di bagian kaki. Takut pada laki-laki dan darah. Tidak
bisa bernapas di dekat orang yang merokok. Tidak bisa berjalan.
Si PemarahUsia Tidak DiketahuiLaki-laki?
Membenci semua orang. Menoreh, menghantam, menikam. Benci karena berada di
dalam tubuh wanita. Menyakiti Karen 3 saat dia memakai rias wajah atau mengenakan
pakai an yang bagus. Si Penghukum. Menghukum Karen 3 jika dia mengatakan tentang
ritual penganiayaan.
Sidney5 TahunLaki-laki
Suka bersenang-senang. Suka mencuri. Suka menipu orang lain. Berbohong.
Cengeng. Suka menjerumuskan Karen 2 atau Karen 3 ke dalam masalah dengan suami.
Teraniaya.
Sandy18 TahunPerempuan
Pemakan kompu/sif. Penggemar makanan cepat saji. Berpandangan kabur. Suka
menerawang ke luar jendela. Sepertinya selalu syok. Kecenderungan melakukan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
bunuh diri. Menghabiskan uang yang bukan miliknya. Menjerumuskan Karen 3 ke
dalam masa/ah. Pendiam. Pemurung.
Karen 110 TahunPerempuan
Sangat sensitif. Pemalu. Belajar di Sekolah Katolik St. Christopher. Teraniaya.
Ingin tetap kecil. Menderita sakit ke pala parah. Membenci ayah. Membenci ibu.
Kesepian. Takut pada keributan. Membenci badut, motif po/ka dot, dan ke/apa.
Selalu menyembunyikan dadanya.
Karen 221 TahunPerempuan
Kuliah. Bekerja sebagai sekretaris. Menikah dengan Josh. Memiliki dua anak:
James dan Sara. Tidak merasa sakit, tidak merasa pusing. Bahagia. Suka bergaul. Istri,
ibu.
Karen 330 tahunPerempuan
Menjalani terapi bersama Dr. Baer. Depresi. Kecenderungan melakukan bunuh diri.
Sakit kepala. Pasif sebelum ke lahiran Sara.
Jadi, yang selama ini menemuiku adalah Karen 3! Begitu banyak yang bisa
dijelaskan dengan dokumen kecil ini. Sekarang aku tahu bahwa terdapat setidaknya
sebelas kepribadian yang berbeda, atau yang sering disebut sebagai "sosok lain", di
dalam diri Karen! Mereka memiliki nama, umur, sifat yang unik dan berlainan, serta
sejarah pribadi yang berbeda.
Selain itu, sejak mengetahui surat Claire, Karen menjadi lebih menyadari dan
mengakrabi sistem internalnya yang terbelah-belah, dan aku dapat membicarakan hal
ini dengannya. Selama empat tahun terakhir, bahkan sepanjang kehidupan Karen,
semua ini terjadi di luar kesadarannya, dan oleh karena itu, juga di luar kesadaranku.
Aku tahu bahwa dia kehilangan waktu, dan aku tahu bahwa fenomena itu mungkin
disebabkan oleh MPD, namun kami kekurangan akses menuju detail-detail yang
sekarang kami miliki. Dia telah menyadari keberadaan sosok-sosok yang berbeda di
dalam dirinya. Meskipun ini sangat menarik, penting bagiku untuk tidak menunjukkan
sikap yang berbeda, supaya dia tidak cemas atau berpikir harus berbuat lebih banyak
untuk menyenangkanku. Aku harus tetap siaga, sigap, dan menerima apa pun yang
diceritakannya kepadaku. Tetapi,
ini sungguh-sungguh sebuah petualangan psikiatri.
Ketika itu Desember 1993, dan Karen mengatakan bahwa dia mulai lebih banyak
memerhatikan kepribadian-kepribadiannya yang lain. Dia mulai menceritakan apa
yang sedang terjadi di dalam dirinya.
"Maksudmu, kamu bisa melihat mereka?" tanyaku.
"Semacam itu." Karen menunjuk ke depan. "Saya tidak bisa melihat mereka, tapi
saya bisa melihat apa yang sedang mereka lakukan dan mendengar apa yang sedang
mereka katakan."
"Apakah hasil pengamatanmu?"
"Yah, 'Claire' sudah menangis selama beberapa hari," kata Karen. "Sosok yang lain,
'Holdon', menenangkan dia. Saat sibuk mengurus Claire, dia tak bisa mengemudi, dan
sosok yang kurang mampu mengambil alih, lalu kami pun tak bisa pergi ke manamana." Dia berpikir sejenak, melirik ke kiri. "Kami beralih terus-menerus sepanjang
Senin kemarin, dan kami tidak bisa berfungsi sama sekali. Saya bertemu dengan
seorang wanita yang tidak saya kenal, tapi dia berbicara dengan santai kepada saya,
dan rupanya dia telah mengenal saya selama bertahuntahun. Saya hanya bisa

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
menduga bahwa dia berteman dengan kepribadian saya yang lain. Kami memasuki
sebuah toko, dan 'Sidney' mencuri hiasan Natal; 'Katherine' yang kemudian
membayarnya. Ini melelahkan." Aku memerhatikan bahwa Karen sering menggunakan
kata ganti 'kami', seolah-olah dia sekarang melihat dirinya sebagai sosok yang jamak.
"Semua anak-anak di dalam diri saya mendambakan kasih sayang dan perhatian
mereka menginginkan sentuhan dan pelukan yang tulus."
Aku mendengar pernyataan terakhirnya ini sebagai permintaan kepadaku untuk
"menyentuh dan memeluk"
dia, namun aku tidak bisa membiarkan dia memancingku melakukannya.
"Bagaimana jika kamu menyalurkan keinginan mereka ini dengan menyentuh dan
memeluk anak-anakmu?" tanyaku.
"Claire tidak merasakan apa-apa saat saya memeluk anakanak saya," kata Karen.
Dia tidak akan membiarkanku menghindar begitu saja, sepertinya.
"Apakah yang kamu rasakan saat kamu berdekatan secara fsik dengan suamimu?"
"Saya merasa suami saya menikah dengan kepribadian saya yang lain. Kami tidak
pernah berdekatan secara fsik selama bertahun-tahun."
Kupikir kami harus meninggalkan topik pelukan ini sekarang juga, tapi aku ingin
menyemangatinya untuk terus memerhatikan kegiatan sosok-sosoknya yang lain.
"Saya rasa akan sangat membantu jika kamu lebih mengenal kepribadiankepribadianmu yang lain dan memerhatikan mereka saat mereka muncul," ujarku.
"Saya tidak tahu banyak tentang mereka," katanya, "tapi saya merasa beberapa
sosok cukup akrab dengan semua sosok yang lain. Mungkin saya bukan sosok yang
semestinya Anda ajak bicara. Kadang-kadang, saya merasa seperti penumpang dalam
kehidupan saya sendiri."
Meskipun dia merasa bahwa ada sosok lain dalam dirinya yang lebih layak
berbicara denganku, aku menganggap Karen 3 sebagai orang yang kuajak berbicara
dan kurawat. Tetapi, aku sama sekali tidak memiliki dasar untuk menganggapnya
sebagai sosok yang lebih dominan atau primer dibandingkan sosok-sosok lain dalam
tubuhnya. Karen 3 hanyalah sosok yang kukenal.
SELAMA SESI terakhir kami pada 1993, sebelum aku pergi berlibur, Karen
memberiku surat dari Holdon. Tulisan tangannya bulat-bulat, tegak, dan naik-turun.
Karena ingat bahwa Holdon kidal, aku menduga Karen menulis surat ini dengan tangan
kirinya.
Yang terhormat Dr. Baer,
Tolonglah bantu saya mengurus anak-anak. Meskipun Anda mungkin tidak
menyadarinya, sejak Anda menembus sistem kami, anak-anak sepertinya
membutuhkan Anda jauh daripada mereka membutuhkan saya. Bisakah Anda
menjelaskan kepada mereka tentang apa yang Anda lakukan selama liburan? Keadaan
di dalam kacau balau. Claire menangis terus. Sid semakin sering mengutil, Karen 2
menulis cek meskipun tidak ada uang di rekening, Julie dan Karen ingin melakukan
bunuh diri. Si Pemarah berusaha meyakinkan Karen 3 untuk membunuh kami semua.
Si bayi sedang tidur. Katherine dan Karen 2 berusaha muncul dan memegang kendali.
Karen 2 memasang seluruh hiasan Natal dan membungkus hadiah-hadiah yang dibeli
oleh Karen 1 dan Karen 3. Saya muncul untuk mengambil beberapa keputusan,
mengemudi, dan berusaha menjauhkan kami semua dari masalah. Bisakah Anda
menolong?

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Holdon
Aku tidak yakin bagaimana harus menanggapinya. Apakah yang bisa kulakukan?
Bagaimanakah aku akan menyampaikan jawabanku? Bagaimanakah aku bisa
membantu?
Aku masih tidak memiliki akses secara langsung untuk menjangkau berbagai
kepribadian di dalam diri Karen, dan sepertinya aku membutuhkannya untuk
memberikan pertolongan yang diminta oleh Holdon. Aku membaca ulang beberapa
buku dan artikel mengenai sindrom kepribadian majemuk, semuanya menegaskan
perlunya menghubungi dan melakukan penanganan langsung terhadap sosok-sosok lain
dalam diri Karen. Aku tidak yakin bagaimana akan melakukannya. Secara teori, aku
tahu cara melakukannya, tapi teori berbeda dengan praktik.
Aku terkesan dengan apa yang telah kami ungkap, dan satu-satunya tugasku
sepertinya adalah mencari cara untuk mengungkap lebih banyak dan berbicara dengan
Holdon.
PADA AWAL Januari 1994, Karen menghadiri sesi dengan penampilan lesu dan acakacakan. Dia gemetar akibat udara yang dingin dan cepat-cepat berjalan ke kursinya.
Mantelnya tipis, dan dia tidak dapat mengancingkan bagian depannya. Aku
menatapnya, dan dia mengerti bahwa aku mengisyaratkan kepadanya untuk segera
mulai bercerita.
"Saya kehilangan banyak waktu," katanya. "Saya bisa muncul bersama beberapa
sosok lain, terutama Katherine, Sandy, dan Holdon. Ketika saudara-saudara saya
datang saat Natal, saya menyaksikan Katherine mengurus segalanya. Malamnya, saya
memimpikan
peristiwa-peristiwa yang terjadi pada siang hari saat saya kehilangan waktu."
Ini mungkin adalah sebuah kemajuan, pikirku, tapi aku
menunjuk luka di lengannya.
"Saya tidak ingat bagaimana saya mendapatkannya," Karen memberitahuku. "Si
Pemarah ingin semua orang telah mati saat Malam Tahun Baru tiba. Saya rasa luka ini
ada hubungannya dengan hal itu."
Pada suatu hari, Karen menunjukkan catatan kesehatan ayahnya kepadaku.
Meskipun ayahnya telah diputuskan bersalah akibat melecehkan keponakan Karen, aku
ingat bahwa hukumannya ditunda karena penyakitnya. Catatan itu menjelaskan
tentang perawatan untuk penyakit kanker hati yang dideritanya, bukan kanker usus,
dan tidak menunjukkan prognosis yang bagus. Kesimpulan dari catatan tersebut
adalah dia akan meninggal akibat penyakit tumornya, dan tidak akan lama lagi. Karen
masih berharap ayahnya akan meminta maaf atas segala hal yang diperbuatnya.
Sementara itu, sejak Martin sakit, ibu Karen mencari temanteman lamanya, yang
beberapa di antaranya turut berpartisipasi dalam penganiayaan terhadap Karen, dan
Karen berkali-kali mendapatkan telepon aneh. Dia takut mereka akan memburunya
karena dia bercerita kepadaku.
"Seseorang menelepon saya tadi malam dan menanyakan nama gadis saya,
tertawa, lalu menutup telepon. Saya juga mendapatkan telepon lain. Itu membuat
saya ketakutan. Seseorang mengancam akan menyakiti saya jika saya tetap menemui
Anda. Saya ketakutan. Saya khawatir mereka akan menganiaya anak-anak saya." Karen
bergerak-gerak canggung di kursinya. Aku memikirkan apakah orang-orang yang

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
pernah menganiaya Karen masih berkeliaran. Kukira sebagian besar dari mereka telah
meninggal.
"Kamu sebaiknya membicarakan telepon yang
mengganggu ini dengan Detektif Flaherty," aku menyarankan. "Baiklah."
Aku menggeleng saat dia meninggalkan kantorku. Itulah yang kami butuhkan
alasan baru baginya untuk takut menemuiku.
PADA 20 April 1994, aku menjalani hari pertamaku sebagai staf direktur medis
untuk Program Medicare. Ini adalah sebuah langkah besar bagiku. Aku telah selama
beberapa tahun berpikir untuk beralih ke bidang kedokteran administratif. Aku
bercita-cita menjadi kepala bagian psikiatri di sebuah rumah sakit, namun berkat
jabatanku sebagai ketua Illinois Psychiatric Society, aku bertemu dengan direktur
medis Medicare, seorang dokter berusia sekitar sepuluh tahun lebih tua dariku dan
telah bekerja di bidang administrasi sepanjang kariernya, dan dia memintaku untuk
melamar sebagai stafnya. Bagiku, ini seperti kembali ke sekolah kedokteran;
pekerjaan ini tidak di bidang psikiatri, tapi mencakup semua ilmu kedokteran.
Ketika direktur medis itu pertama kali menyarankan kepadaku untuk melamar, aku
menolaknya. Aku membenci Medicare; yang kutahu tentang perusahaan ini hanyalah
bahwa mereka membayar para dokter dengan angka yang rendah. Tetapi, kami
mengobrol dengan baik. Setelah memikirkannya semalaman, aku menyadari bahwa ini
adalah jabatan yang lebih baik daripada kepala bagian, sehingga aku pun melamar.
Dalam jabatanku di Medicare, alih-alih merawat pasien secara individual, aku
mengurus sistem tunjangan kesehatan. Jumlah pasien yang berada di bawah
perawatanku melonjak dari sekitar seratus menjadi 2,3 juta. Aku tidak pernah
melihat seorang pun dari 2,3 juta pasien tersebut, tapi semua yang kulakukan
memengaruhi mereka. Alih-alih memberikan perawatan, aku mengembangkan tata
tertib untuk penyelenggaraan perawatan kesehatan. Ini akan menjadi fase berikutnya
dalam perjalanan karierku.
Sembari bekerja di Medicare, aku dapat terus menemui pasien-pasienku selama
setengah hari dalam seminggu, dan Karen tentunya menjadi salah seorang pasien yang
tetap kupertahankan. Meskipun berat, aku harus merujuk pasien-pasienku yang lain ke
psikiater lain. Beberapa di antara mereka telah kutemui selama bertahun-tahun, dan
rasanya sungguh tidak adil untuk menghancurkan hubungan kami, meskipun aku telah
lama memperingatkan mereka untuk bersiap-siap. Kami semua merasa sedih.
Aku akan merindukan para pasienku. Satu atau dua kali sehari di ruang praktikku
akan terasa adanya hubungan yang kuat dan menggerakkan dengan seorang pasien
yang menyentuh kami secara mendalam. Biasanya, hal ini melibatkan pemahaman
pada perjuangan sensitif, perasaan atau tindakan maladaptif, yang ternyata telah
diajarkan kepada mereka sejak lama, diketahui karena keharusan, dan akhirnya
dipahami dan dimaklumi. Sebaliknya, kompensasiku karena mengikuti program
Medicare adalah pembelajaran yang tak ada habisnya. Aku harus mengetahui semua
teknologi pengobatan terbaru untuk memutuskan apakah yang akan ditanggung oleh
Medicare, dan aku harus mempelajari kasus-kasus dari semua tipe praktik kedokteran.
Aku berharap posisi baruku ini akan terus membuatku bersemangat.
KAREN TERUS-MENERUS kehilangan waktu pada saat yang tidak dapat diperkirakan,
meskipun sepertinya kejadian ini tidak berdampak buruk baginya. Karena dia merasa
tertekan akibat hilangnya waktu dalam kehidupannya, aku ingin mencari cara untuk

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
berkomunikasi dengan sosok-sosok lain dari dirinya yang masih tersembunyi. Teknik
standar untuk melakukan hal ini adalah menggunakan hipnosis dan berkomunikasi
dengan kepribadian-kepribadian lainnya, sementara si pasien berada dalam kondisi
terhipnosis.
Sulit untuk merumuskan secara pasti apa yang terjadi dalam proses hipnosis.
Meskipun hilangnya kesadaran akibat hipnotis telah dijelaskan selama berabad-abad
dan dipelajari di bidang kedokteran selama lebih dari seratus tahun, tidak ada cara
untuk mengukurnya, tidak ada tes diagnosis yang dapat dengan tepat mengatakan, ya,
dia telah berada dalam keadaan trance.
Pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron-Emission Tomography
(PET) hanya menunjukkan sedikit perbedaan antara hipnosis dan berimajinasi dengan
mata terpejam. Tetapi, riset menunjukkan bahwa orang-orang yang berada di bawah
hipnosis memang bertindak dengan cara berbeda. Meskipun kata "hypnosis", yang
pertama kali digunakan pada 1820 oleh seorang dokter dari Prancis, berasal dari
bahasa Yunani yang berarti "tidur", hipnosis berbeda dan sama sekali tidak terkait
dengan tidur. Kajian eiectroencephaiogram menunjukkan bahwa setiap individu yang
berada dalam kondisi trance sesungguhnya masih sadar, dan mereka mengalami
kesadaran yang relaks. Perhatian mereka mungkin terfokus pada kata-kata si
penghipnosis sehingga mereka mengabaikan
segala sesuatu yang lain, atau perhatian mereka mungkin terfokus secara internal,
jauh ke dalam diri mereka sendiri, menuju alam bawah sadar yang secara wajar tidak
dapat mereka tembus.
Kemampuan seseorang untuk dihipnosis dapat digolongkan dalam sejumlah tolok
ukur psikologi, dan pasien penderita MPD secara umum dapat dan mudah dihipnosis.
Tetapi, aku masih tidak yakin akan melakukannya dengan Karen karena ketakutanku
akan apa yang tidak kuketahui. Dan, mungkin aku juga takut diriku tidak cukup ahli
dalam melakukan hal ini. Bagi pasien, hipnosis adalah bakat; bagi ahli terapi, ini
adalah seni.
Hipnosis juga memutar balik posisi yang selama ini kuusahakan untuk kuterapkan
bersama Karen. Aku selalu berusaha membiarkan Karen mengendalikan sesi kami
dengan tidak turut mencampuri apa yang muncul secara spontan dari dalam dirinya.
Tetapi, dalam proses hipnosis, aku akan memimpin dan membimbingnya melewati
pengalaman trance, mengendalikan perhatiannya pada apa yang kukatakan atau
kusuruh. Aku bisa berusaha menekan suruhanku seminimal-minimalnya, namun tetap
saja ini adalah sebuah perubahan signifkan dari tindakan kami selama ini.
Setelah memikirkan hal ini, kurasa telah tiba saat bagiku untuk mencobanya. Aku
tahu bahwa Karen sudah siap; aku lebih mengkhawatirkan diriku. Apakah aku siap?
Aku menyarankan kepada Karen untuk memulai latihan relaksasi supaya dia
terbiasa dengan proses mengendurkan ketegangan dan mengundurkan diri, yaitu
secara lebih dalam memasuki dirinya dan lebih banyak bersentuhan dengan alam
bawah sadarnya. Sebuah teknik
untuk
mencapai
trance
hipnotis
yang
kadang-kadang digunakan adalah menyuruh pasien membayangkan sebuah tempat
yang memiliki asosiasi aman dan nyaman, lalu menempatkan dirinya di sana. Karen
memilih sebuah tempat yang diingatnya dari masa kecilnya: sebuah ruangan sempit di
balik dinding di belakang lemari ruang tamu yang bisa dimasuki dengan cara
merangkak. Kakeknya membuka area di bawah tangga saat memperbaiki pipa. Tidak

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
seorang pun pernah menemukannya saat dia bersembunyi di sana. Dia memenuhi
tempat itu dengan boneka dan mainan yang disukainya. Ini adalah tempat yang
kuminta dibayangkannya saat aku akan menghipnosis dirinya.
"Kamu akan baik-baik saja," ujarku pada 21 April 1994, saat kami memulai proses
itu. "Jangan khawatir; kita mungkin akan mencoba beberapa kali sebelum ini
berhasil." Karena mengetahui bahwa pasien MPD diyakini dapat dihipnosis, aku tidak
meragukan bahwa aku akan dapat menghipnosis Karen. Aku hanya tidak yakin
mengenai apa yang akan terjadi jika aku berhasil melakukannya.
"Carilah tempat yang nyaman di kursimu," aku memulai, "dan pejamkan matamu."
Karen mencari posisi yang nyaman dan mulai tampak rileks. Aku tidak yakin siapakah
di antara kami yang lebih gugup; kurasa aku.
"Tarik napas dalam-dalam dan perlahan-lahan ... rasakanlah ketegangan keluar
dari tangan dan kakimu ... sekarang tungkai dan lenganmu ... seluruh keteganganmu
mengalir keluar melalui jemari tangan dan kakimu ... bahu dan lehermu terasa lemas,
dan tubuhmu terasa ringan." Aku memerhatikan bahasa tubuh Karen untuk
memastikan
dia
mendengarkanku,
dan
aku
berusaha
tidak
memaksakan kemampuannya untuk merilekskan diri
berdasarkan pengarahanku. Saat mengulangi instruksi tersebut kepadanya dengan
lembut dan perlahan, aku melihat tubuhnya seakan-akan melumer di kursi.
"Rasakanlah dirimu terjatuh begitu dalam memasuki tubuhmu ... lebih dalam,
lebih dalam ... lebih rileks, jauh lebih rileks ... dan kamu berada di ruangan mungilmu
yang aman ... semua benda di dalam ruangan itu tampak nyata ... kamu bisa melihat
warna dan teksturnya, dan mereka mendatangkan kenyamanan bagimu. Tidak ada
yang bisa menyakitimu di tempatmu yang aman." Aku diam selama beberapa saat.
"Apakah kamu ada di sana?"
Karen mengangguk perlahan. "Saya ada di sini," ujarnya, menyeret kata-katanya,
bergumam, seolah-olah berbicara dalam tidur.
"Apakah yang kamu lihat?" tanyaku.
"Saya melihat dua buah boneka saya, Raggedy Ann dan Raggedy Andy
"Apa lagi?" tanyaku.
"Selimut dan buku-buku saya." Aku membiarkannya beristirahat sejenak di sana.
"Kamu mungkin tidak memerhatikannya sebelumnya," ujarku, membangun sebuah
struktur yang akan menunjang keberhasilan wawancara hipnosis kami, "tapi ada
sebuah pintu lain menuju tempat amanmu itu. Melalui pintu ini, kita bisa menemui
beberapa sosok yang ada di dalam dirimu. Apakah kamu melihat pintu itu?"
"Ya," Karen berujar perlahan.
"Bisakah kamu menggambarkannya untuk saya?" tanyaku.
"Pintu itu kecil, dan punya banyak lubang kunci," katanya. Lubang kunciini
menarik.
"Apakah menurutmu kamu bisa membuka kunci itu
jika kamu mau?"
Karen terdiam; wajahnya menampakkan ekspresi ragu-ragu. "Sepertinya bisa,"
katanya, akhirnya.
"Jika kamu merasa cukup nyaman, maju dan bukalah kunci itu, lalu longokkanlah
kepalamu ke dalam. Ceritakanlah kepada saya apa yang kamu lihat." Aku menentukan
apa yang akan kulakukan seiring perjalanan kami, namun aku ingin Karen memiliki

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mekanisme untuk menemui kepribadian-kepribadiannya yang lain. Aku bersandar di
kursiku dan menanti Karen melakukan apa pun yang harus dilakukannya untuk
mengerjakan tugas ini, jika dia mau melakukannya. Jantungku berdegup lebih
kencang saat aku menunggunya membuka pintu, namun aku harus menjaga supaya
suaraku tetap terdengar tenang dan berkesan positif. Rasanya aku menunggu sangat
lama.
"Saya sedang melongok," kata Karen, lalu dia terdiam.
"Apa yang kamu lihat?" "Saya melihat sosok-sosok orang." "Bisakah kamu
menggambarkan penampilan mereka?" "Berbeda ... ukurannya berbeda ... ada yang
jangkung, ada yang pendek ... anak-anak?" "Berapa jumlah mereka?"
Karen terdiam. Apakah dia sedang menghitung? "Sebelas," katanya. "Apa lagi?"
"Beberapa orang menyebutkan namanya kepada saya. Ada seorang pria, yang
jangkung, katanya namanya Holdon. Ada juga si kecil Claire dan Katherine. Katherine
kurus dan lebih besar. Ada seorang remaja laki-laki bernama si Pemarah, dan seorang
anak perempuan yang
memakai baju laki-laki. Holdon membungkam mulut si Pemarah."
Aku terpana mendengar apa yang diungkapkan oleh Karen, tapi aku melihatnya
sedikit bergerak-gerak di kursinya, seolaholah dia mulai merasa tidak nyaman dan
kelelahan.
"Apakah kamu ingin kembali ke ruangan mungilmu sekarang?" tanyaku.
Karen mengangguk.
"Bagaimana kalau kamu melambai kepada mereka, dan memberi tahu mereka
bahwa kamu akan segera menjumpai mereka lagi?"
Aku dapat melihat di wajah Karen saat dia mengerjakan instruksi ini dalam
keadaan trance.
"Bagaimana kalau kamu maju dan menutup pintu, lalu menguncinya, dan kembali
bersantai di ruangan kecilmu." Karen tampak lemas di kursinya. Aku memberinya
waktu sejenak. "Kamu akan kembali ke kantor ini bersama saya saat saya menghitung
mundur dari lima ke satu. Lima ... empat ... tiga ... dua ... satu." Karen perlahanlahan membuka matanya, seolah-olah dia baru saja tidur selama berjam-jam. Dia
tampak bingung dan memicingkan mata untuk membiasakan diri dengan cahaya di
kantorku. Dia juga tampak malu. Aku tersenyum kepadanya.
"Apa yang terjadi?" tanyanya malu-malu.
"Apa ada yang kamu ingat?" tanyaku.
"Saya tidak yakin. Saya ingat melihat sesuatu, tapi saya tidak ingat apa itu."
"Saya rasa ini berjalan dengan sangat baik," ujarku. "Kamu bisa melihat beberapa
sosok di dalam dirimu, dan kamu memberi tahu saya tentang mereka. Lagi pula,
mereka sepertinya cukup ramah."
Aku sangat senang, betul-betul lega, mendapati semua ini berjalan dengan baik,
dan bahwa Holdon bisa mengendalikan si Pemarah. Karen tersenyum lemah.
Keseluruhan proses hipnosis ini hanya berlangsung selama lima belas menit, namun
sepertinya jauh lebih lama.
"Saya rasa kita membuat awal yang bagus," kataku.
Beberapa menit kemudian, Karen keluar dari kantorku, masih merasa sedikit
bingung. Aku menenangkan diri di kursiku, juga merasa bingung.[]
10

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Perkenalan-pcrkenalan
PADA SESI berikutnya, kami mencoba hipnosis lagi, namun tidak berhasil. Karen
bergerak-gerak tidak nyaman di kursinya. Keningnya dipenuhi kerutan cemas. Saat
mengalami trance, dia tidak dapat tenggelam terlalu dalam; mungkin garagara aku
memburu-burunya. Dia bilang Claire ingin berbicara, tapi tidak mau keluar. Kupikir
mungkin akulah yang gugup, dan dia merasakannya. Aku meyakinkannya bahwa Claire
bisa keluar kapan pun dia suka, dan jika hari ini dia takut, masih akan ada banyak
kesempatan baginya untuk berbicara kepadaku. Kami mengakhiri sesi hipnosis itu
setelah hanya beberapa menit. Aku perlu memastikan bahwa diriku telah memberinya
lingkungan yang aman, tenang, dan dapat diandalkan sebagai tempatnya mengalami
trance hipnotik. Aku berjanji akan melakukannya secara lebih baik pada waktu yang
akan datang.
Pada sesi selanjutnya, Karen terlambat sepuluh menit dan muncul dengan mata
basah. Dia terburu-buru duduk di kursinya, tampak seolah-olah meragukan keadaan di
sekelilingnya, dan mengatakan bahwa dia tidak dapat menemukan kantorku. Dia
sangat cemas namun tidak
dapat mengatakan alasannya. Aku mengatakan bahwa kami mungkin akan
menemukan apa yang membuatnya gelisah jika kami bisa berbicara dengan sosoksosok lain di dalam dirinya. Dia setuju, lega karena akan dialihkan dari keadaan yang
membuatnya tertekan saat ini. Aku menggunakan prosedur relaksasi yang sama
dengan sebelumnya, memintanya sedalam mungkin memasuki dirinya. Setelah dia
sepenuhnya berada dalam kondisi trance hipnotik, ekspresi wajahnya berubah-ubah
dengan cepat, dan sepertinya beberapa suara bergiliran berbicara.
"Sakit!"
"Kita harus mati jika dia mati." "Yang lain muncul dan lahir."
"Rasa sakit ini hanya akan hilang jika kau mati." "Katanya, Tuhan memerintahnya."
"Seumur hidupnya, dia berharap ayahnya mati; karena itu/ah dia harus
bunuh diri terlebih dahulu."
Karen sedang berbicara dengan dirinya sendiri, atau ada kepribadiankepribadiannya yang berbicara secara serentak kepadaku. Dia berkali-kali memekik,
menggerutu, memperingatkan, dan meramalkan.
Semua ini membuatku ngeri. Aku mengatakan kepada Karen, yang masih berada di
bawah hipnosis, dan kepada siapa pun sosok lain yang mendengarkan, bahwa dia tidak
harus mati. Aku menekankan bahwa dia bisa saja membiarkan ayahnya meninggal dan
melanjutkan kehidupan tanpanya. Karen tidak menanggapi, tapi aku dapat melihatnya
semakin rileks, dan ketika aku membangunkannya, seluruh kecemasannya telah
menghilang.
Aku
tidak
yakin
sosok
mana
yang
menghadiri
sesi itu. Aku ingin melanjutkan menggunakan terapi
hipnosis, namun peristiwa lain menghentikan kami. Ayah Karen meninggal
seminggu berikutnya.
Setelah kematian ayahnya, Karen mulai menulis surat untukku. Aku mengatakan
Karen, namun aku curiga surat itu ditulis sebagai usaha bersama. Surat pertama yang
diberikannya kepadaku dibuat dengan tulisan tangan orang dewasa yang berbentuk
bulat bersambung, tertanggal 14 Mei 1994.
Yang terhormat Dr. Baer,

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Pada hari pemakaman ayah saya, saya bangun kesiangan dan merasa bingung. Saya
kehilangan waktu saat tidur dan sesudah terjaga; sebagian dari kami tidak tidur. Di
gereja, saya merasa lemas dan tidak bisa berkonsentrasi pada upaca ra. Setelah itu,
saya mengemudi sendiri ke kuburan, dan saya kehilangan waktu saat mengikuti
upacara pemakaman. Selama waktu ini, kami semua muncul bergantian, berkomentar
dan memerhatikan keadaan. Saya menjauhkan diri dan menyaksi kan semua ini
terjadi. Upacara itu berlangsung selama sekitar lima belas menit, dan ini/ah yang
saya dengar dikatakan oleh yang lain.
Karen Boo, "Szeretlek!" [Aku sayang kamu!]
Claire (kepada Holdon), "Apa kamu yakin dia ada di sana? Apa ini permainannya
lagi? Di dalam situ pasti gelap. Apa kamu yakin kita tidak akan disakiti? Aku masih
takut."
Holdon, "Dia tidak bisa menyakiti kita lagi. Dia sudah meninggal, pergi selamanya.
Ingat apa yang dikatakan Dr. Baer, 'tidak ada yang namanya hantu'."
Si Pemarah, "Kuharap dia membusuk di neraka. Ayo buka petinya untuk
memastikan dia ada di sana."
Sidney, "Bolehkah aku mengambil salib itu? Apakah air suci itu melindunginya?"
Karen 1, "Aku tahu bahwa dia masih bisa menyakitiku. Dia tidak pernah minta
maaf. Bagaimana bisa dia tidak minta maaf? Mungkin Tuhan tidak
memerintahkan padanya agar melakukan semua itu. Mungkin aku salah.
"Sandy, "Ini sangat menyedihkan. Sedih, sedih, sedih: aku merasa depresi. Dia
selalu menyayangiku. Aku tidak bisa hidup tanpa dirinya."
Julie, "Aku masih kesakitan. Aku tidak bisa merasakan kakiku. Aku tidak bisa
bernapas. Aku ingin mati."
Karen 2, "Meninggal ada/ah bagian dari kehidupan. Kita harus melanjutkan
kehidupan. Kita bisa memiliki masa depan hebat jika mau berusaha."
Katherine, "Menyedihkan seka/i melihatnya meninggal seperti ini. Tidak mau
mengakui kesalahannya kepada dirinya sendiri ataupun orang lain. Dia selalu
menyangkal. Kurasa ti dak ada seorang pun yang sungguh-sungguh mencintainya. Aku
tidak akan merindukannya. Aku harus menangani detai/detai/nya. Tidak punya
banyak waktu. Harus pergi. Harus memerhatikan."
Karen 3, "Kenapa aku tidak merasakan apa pun? Kenapa mereka menangis?
Tidakkah mereka lega? Ada kurang dari dua puluh orang di sini. Tidak ada yang benarbenar peduli."
Surat ini sepertinya merupakan rangkuman dari reaksi Karen, tepatnya reaksi
seluruh dirinya, atas kematian ayahnya. Aku sangat tertarik untuk memerhatikan
bahwa sosok-sosok yang berbeda dari diri Karen sepertinya beroperasi sendiri-sendiri,
namun kekhawatiran mereka mencerminkan perkataan Karen kepadaku pada berbagai
kesempatan yang berbeda.
Karen mengirimkan kartu ucapan kepadaku dua hari kemudian untuk berterima
kasih atas dukunganku saat dia menghadapi kematian ayahnya. Dia menutup kartu itu
dengan ucapan, "Saya merasa seolah-olah beban yang berat telah terangkat dari bahu
saya, tapi pada saat yang sama, saya juga ketakutan. Saya benar-benar tidak
tahu bagaimana cara menjalani kehidupan. Saya mohon, jangan pernah tinggalkan
saya."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
KAREN YANG datang menemuiku adalah kepribadian yang mencari pertolongan.
Sebuah surat lain dikirim dengan cap pos bertanggal dua hari setelah surat
sebelumnya.
Dokter Baer yang baik.
Kata Miles, aku tidak boleh bicara denganmu karena kamu akan menyakiti kami,
katanya kamu akan menawakanku. Aku mau bilang soal diriku padamu. Aku lahir pada
29 Oktober 1967 saat hari komuni Karen. Karen disakiti. Karen mati hari itu dan aku
lahir.
Sara akan disakiti hari itu juga karena kata Tuhan ini harus dilakukan kalau kamu
mau masuk surga. Bisakah kamu menghentikan orang itu.
Claire
Miles? Siapakah Miles? Claire masih terpaku pada masa lalu saat pria-pria yang akan
menyakitinya bisa datang kapan saja.
SEBAGAI KONSEKUENSI atas kematian ayahnya, beberapa sosok dalam diri Karen
mulai terungkap. Karen mulai mengalami gejala-gejala yang tidak dapat dijelaskan.
Dia mendapatkan ruam-ruam yang berkali-kali hilang dan timbul di tubuhnya, lesu,
pembengkakan dan rasa nyeri di kakinya yang ternyata diderita oleh Julie datang dan
pergi dalam hitungan menit. Dia menderita sakit kepala yang tak kunjung reda, dan
dokternya memerintahkannya menjalani scan untuk melihat penyebabnya. Kata
Sandy, dia menderita "pembengkakan otak".
Terdapat sosok-sosok dalam diri Karen, terutama Julie dan Sandy, yang memiliki
hubungan sangat dekat dengan orangtuanya, dan merasa sangat sedih akibat ayah
mereka meninggal dan ibu mereka berlibur ke Hongaria. Reaksi mereka adalah
dorongan untuk menciptakan kembali rasa sakit dan rasa malu yang selama ini
mengikatkan mereka dengan orangtua mereka. Akibat hal ini, Karen melaporkan
bahwa dia telah secara sengaja mengusik suaminya supaya dia dibentak dan dipukuli.
Orangtuanya selalu mengatakan kepadanya bahwa dia harus menderita, katanya.
Itulah caranya untuk mendekatkan diri kepada ayah dan ibunya: melalui
penderitaannya. Sekarang, setelah kedua orangtuanya pergi, ayahnya meninggal dan
ibunya berlibur ke Hongaria, sebagian dari dirinya berusaha lebih menderita sebagai
simbolisasi untuk menyatukan mereka kembali.
Aku menerima sebuah surat lain pada 14 Juni, kali ini dari Katherine. Tulisan
tangannya lagi-lagi berbeda. Ini adalah tulisan tangan wanita, dengan lengkunganlengkungan mungil di awal sebagian besar huruf kapital, yang bergaya kuno dan
berbeda dengan tulisan Karen.
11 Juni if 94
Yang terhonnat Dr. Baer,
Nama soya Katherine. Saya adalah bagian doti sistem. Saya bertanggung jawab
atas semaa anak-anak dalam sistem ini. Hal-hal menyakitkan telah menimpa saya, dan
saya menanganinya sebaik kemampuan saya. Begitu banyak rintangan menghalangi
langkah saya, dan saya tidak mengetahui penyebabnya. Masalah-masalah ini
bukanlah sekadar ketidakadilan nasib. Saya terpilih untuk menanggungnya. Saya lahir
ketika Karen berusia salu tahun. Sayalah yang menyuruhnya kabur dari rumah
orangtuanya saat dia berusia tujuh belas tahun. Sayalah yang bekerja sebagai
sekretaris Kejadiannya pada 1997. Sistem kami memiliki beberapa orang anak-anak
(Claire, 7 tahun; Miles, 8 tahun; Sidney, S tahun; Karen Poo, 2 tahun; Julie, 13 tahun;

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
dan Karen 1). Saya dan Holdon menjaga supaya anak-anak ini bersikap baik. Masingmasing dari mereka telah mengalami trauma yang parah. Saya ingin menjelaskan
dengan sebaik-baiknya tentang pengetahuan saya mengenai alasan keberadaan
mereka
Claire7 tahunMeskipun baru berusia tujuh tahun, Claire tidak pernah bertambah
tua Claire lahir pada Hari Komuni Karen, saat ayah Karen memasukkan sebuah salib ke
dalam vaginanya sambil berdoa kepada Tuhan dan memercikkan air suci ke seluruh
tubuhnya untuk mengusir iblb yang berada di dalam dirinya. Karen tidak mampu
menahan rasa sakitnya, sehingga Claire pun tercipta. Claire membutuhkan kasih
sayang dan kehangatan
Miles8 tahunMiles tidak bisa memercayai siapa pun, namun telah
mengembangkan perasaan terhadap Anda, Or. Baer Miles tercipta untuk menahan
amarah Dia tidak ingin seorang pun mengetahui tentang sistem kami. Dia selalu
kesakitan. Miles sangat ingin membunuh kami semua. Miles lahir pada 1967; dia
berusia enam tahun saat lahir, bertambah besar hingga 1969, dan pertumbuhannya
berhenti pada usia delapan tahun ketika ritual penganiayaan dimulai. Miles terlahir
dengan jenis kelamin laki-laki dan tidak suka berada di dalam tubuh perempuan Jika
mendapat kesempatan, dia akan menyakiti Anda, terutama jika Anda menyakitinya
terlebih dahulu.
SidneyS tahan-' Sidney kaos perhatian. Dia mencari untuk membahagiakan orang
lain. Dia berbohong untuk melindungi Korea. Sidney pintar mengelabui orang lain. Dia
suka bersenang-senang saat tidak seorang pun melihatnya. Sidney lahir peda 1962
ketika Karen berumur tiga tahun. Ayah Karen menakut-nakutinya, dan dia berak di
celana. Ayahnya mengambil beraknya dan menyuruhnya memakannya. Sidney lahir
untuk mewakili Karen dan berpura-pura ayahnya tidak melakukan apa pun kepadanya.
Karen Boo2 tahunlahir pada 19d0; dia berusia dua tahun saat lahir. Karen Boo
tidak memahami bahasa Inggris, hanya bahasa Hongaria. Karen Boo menderita rasa
sakit yang parah di kepala dan kakinya. Dia mengambil alih rasa sakit itu dori Karen
selama operasi tumor, saat dia mendengar orangtua Karen akan menyerahkan Karen
untuk diadopsi oleh orang lain. Karen berpura-pura tidak memahami bahasa
Inggris, dan Karen Boo pun lahir. Karen Boo mengambil alih rasa sakit ketika ayah
Karen mencekik dan mengikat kaki, tangan, dan mulut Karen dengan lakbon untuk
membunuhnya. Karen Boo jugalah yang diempaskan ke dinding setelah menjalani
operasi. Karen Boo buruk rupa, menderita tumor, tidak seorang pun
menyayanginya, dan semua orang mengolok-oloknya. Tidak seorang pun mau
memeluk dia
Julie13 tahunJulie lahir pada usia tiga belas tahun pada 1970, ketika ayah
Karen meminjamkan Karen kepada temannya untuk seks. Keren berumur sebelas
tahun ketika itu. Julie tidak bisa menggerakkan kakinya karena beban semua pria
yang menindihnya. Julie takut pada pria, takut pada kegelapan, dan muat saat
melihat darah Julie menderita asma dan tidak bisa bernapas dengan lancar. Julie
tidak bisa berjalan. Alasan keberadaan Julie adalah untuk menghapuskan ingataningatan ini dori diri Karen. Kasa sakit yang diderita
Julie terlampau parah, sehingga dia kini sekaret.
Karen 110 tahunKaren 1 lahir pada 19d0, saat Karen berumur sepuluh tahun.
Keren diperkosa dan secara sadis disiksa oleh seudara laki-laki neneknye, Constentine.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Keren 1 mengambil alih be bon ini. Keren 1 sengat sensitif den pemalu; dia ingin tetap
menjadi enak-enak dan tidak mau tumbuh. Dia menderite sakit kepela yang parah Dia
sangat kesepian, dan dia merasa tidak seorang pun menyukeinyo, termasuk Anda. Dia
mengikat erat-erat dado Karen dengen perban, menyebabkan payudaranya yang ban/
tumbuh teraso nyeri. Dia sangat takut pada kebisingen den cukup sering terkejut. Dia
membenci ayah dan kakeknya. Kakeknya menggunekon topeng badut untuk menokutnokutinyo dan menganiaya Karen. Keren 1 membenci badut dan motif polkadot.
Soya harap informasi ini berguna bagi Anda dalam merawat Karen. Meskipun saya
sepenuhnya memehomi den memercayai Anda dalam menggunekon informasi ini, saya
resa Keren belum siap mendengernye. Entah dengen cere ope, suetu hari nanti, saya
berherop kita dapat berbicara. Meskipun saya mendenger apa pun yang dikatakan
kepeda Karen, dia tidak mengetehui sedikit pun tenteng pikiran ataupun tindoken
soye.
Dengen hormat, Katherine
Aku menuruti nasihat Katherine dengan tidak menunjukkan suratnya kepada Karen
kali ini. Surat itu berisi informasi yang selama ini tidak ingin diketahui oleh Karen, dan
aku tidak yakin apakah dia akan mampu mendengarnya. Informasi mengenai Miles
membuatku resah. Dia sepertinya berbahaya dan tindakannya tidak
dapat diperkirakan. Dan, terdapat pula beberapa sosok, terutama Julie dan Karen
Boo, yang sepertinya bertindak sebagai penanggung rasa sakit. Apakah yang akan
terjadi jika aku mengenal mereka? Informasi tentang Karen yang baru saja kudengar
sungguh menarik sekaligus mengerikan.
KETIKA ITU Juli 1994, dan Karen beralih berkali-kali sepanjang hari. Mungkin dia
selalu begitu, namun dia lebih menyadarinya sekarang. Dia kesulitan mengendalikan
diri, nyaris seolah-olah dirinya terkoyak-koyak akibat peralihan dan kebingungan yang
terjadi di dalam dirinya. Pada akhir Juli, dia mengakhiri sebuah sesi dengan tangisan
yang tak bisa ditahan lagi; dia kesakitan, menderita sakit kepala parah, frustrasi serta
kelelahan akibat semua yang dilaluinya. Sebuah surat dengan tulisan tangan Katherine
tiba dua hari kemudian.
yang terhormat Dr. Baer,
Seye sangat menyesel karena tidak menaik sarat ini lebih eepet, topi saya cakap
sibuk. Anda tahu, ada banyak masalah di dalam sistem, den saya berherap Anda dapat
meneleng memeeehkennye. Keren teramat sangat membutuhken pertolongen, den
saya bersyukur kepedo Tuhan karena Anda meneleng kami dori luar. Pekcrjoen di teko
obat tidak cocok untuknya. Saya memutusken untuk tidok membontunye, sehingge
Miles den Sidney beker/e di sono. Mereke tidok mampu menengeni pekerjean
semecam ini; Mies tidok bisa menata barang-barang, dan Sidney suka mencuri. Ini
harus dihentiken.
Itulah yeng terjedi seleme ini. AAiles cukup ektif ekhir-ekhir ini; die muncul lebih
sering deripede biesenye. Die berusehe senget keras untuk membetesi terapi Ande
berseme Keren. Mles menyodori behwe dia tidak mampu berseing, den untuk
perteme kulinya dia diam se/o. Saya yakin dia mulai menyukei Ande. Teruskenleh
prestesi bogus Ande ini.
Seye den Holdon beruseho menjeleni semua kegieten den memenuhi janji temu,
nemun kemi menghedepi kesulitan yang sangat beser.
Dengen hormet, Ketherine

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Rasanya menyenangkan memiliki Katherine sebagai sekutuku di dalam. Jadi, Miles
menyukaiku. Itu bagus. Dia cukup menakutkan selama ini. Penting bagiku untuk
berteman dengannya agar upaya Karen untuk menyakiti dirinya sendiri berkurang.
Aku mulai menerima surat dari beberapa kepribadian Karen yang lain.
Korespondensi ini menjadi pertolongan besar bagiku. Surat-surat itu lebih sering
diposkan, namun Karen kadang-kadang menyerahkannya sendiri kepadaku tanpa
membukanya terlebih dahulu. Dia biasanya menemukan surat-surat itu diletakkan di
dekat kunci mobilnya, dan dia tahu bahwa dia harus menyerahkannya kepadaku.
Sebuah surat yang meresahkan datang dari Claire, menjelaskan tentang Karen yang
terburu-buru pergi seusai sesi sebelumnya.
Dokter Baer yang baik.
Maaf karena aku menangis dan lari keluar dari kantormu. Aku tidak tahu bahwa
aku harus membayar untuk bicara denganmu. Aku sedih. Kupikir kamu tidak mau
bicara denganku. Kurasa aku ingin mati sekarang. Orang-orang lain itu membayar
untuk menyakitiku. Apa kamu juga mau menyakitiku?
Claire
Dua hari kemudian, sebuah surat lain tiba. Alamat Karen terdapat pada
amplopnya, ditulis dengan huruf kecil, rapi, dan rata menggunakan pensil. Aku harus
mengakui, aku menunggu datangnya setiap surat dengan khawatir sekaligus
penasaran. Surat ini berbunyi sebagai berikut:
Dr. Baer yangbaik.
Namaku Miles, aku berumur 8 tahun. Rambutku hitam dan mataku biru. Aku galak.
Aku bisa mengatakan hal yang bisa kamu bayangkan. Aku keras, dingin, dan gelap.
Satusatunya saat kamu bisa mendengarku adalah saat kita membicarakan soal sekte.
Seringnya, suarasuara lain berbicara untukku, terutama Holdon dan Sidney. Kata
Holdon, secara sosial aku tidak layak bicara. Aku harus diam supaya orang lain
menyukai kami. Aku kesakitan terus. Kata mereka aku nakal dan seharusnya tinggal
bersama orangorang jahat. Kata mereka jika aku mengatakan kepada orang lain,
mereka akan kembali serta membunuhku dan orang-orang yang kusayangi. Aku
menjalani ritual agar Karen tidak merasa sakit. Aku terbuat dari tiga sosok yang
berbeda. Aku dan Elise, dia memisahkan hafoal yang berkaitan atau tidak berkaitan
dengan sekte dariku. Kari menangani tugas seharihari. Sekarang aku lelah.
Miles
Aku membaca kembali surat Karen yang menjelaskan kesebelas kepribadiannya.
Miles menjadikannya dua belas, sekarang Kari dan Elise menjadikannya empat belas.
Aku memikirkan apakah ada lebih banyak kepribadian lagi, dan berapakah jumlah
keseluruhannya. Sepertinya untuk saat ini, kepribadian-kepribadian lainnya berangsur
menampakkan diri, dan cara terbaik mereka untuk berkomunikasi adalah melalui
surat-surat ini. Mereka semua sepertinya
berusaha menolongkubahkan Miles. Keuntungan utama dalam berpegang teguh
pada teknik psikoterapeutik standaryang artinya tidak mengarahkan, menekan, atau
menyentuh Karenadalah aku mengembangkan sebuah hubungan yang bisa dipercaya
dengan semua sosok di dalam dirinya secara individual, selama mereka memerhatikan
perawatanku terhadap Karen.
Beberapa hari kemudian, aku menerima sebuah amplop dengan dua buah surat di
dalamnya: yang pertama dari Katherine, dan yang kedua dari Holdon. Dua-duanya

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
berusaha memberitahuku tentang arsitektur di dalam diri Karen, tempat mereka
menjadi bagian darinya. Aku mulai bisa mengenali perbedaan tulisan tangan mereka.
Surat Katherine berbunyi sebagai berikut:
yang terhormat Dr. Beer,
Seye berherep Ande toleh menerime informasi yang toleh seye kirim untuk Anda.
Saya berherap informesi tersebut berguna. Seperti yeng teteh saya jenjiken, seye
eken menjelaskan kepede Anda tenteng beberapa sosek lain yang ada di dalam
Jufionn berumur IS tahun, dia anggota terbe/v dalem keluerga kami. Dia memiliki
energi yeng beser dan diperluken untuk membentu anak-anak di dalam. Satu-satunya
meseleh edeleh Julien tidek terlelu rapi....
... Miles lembet leun terbiasa dengen Anda. Kari berumur Iff tehun dan berbieere
kepede Keren fl di delem. Elise berumur 8 tehun den sengot pemelu. Dia sangat gugup
saat mengetehui bahwa Miles meneeriteken tenteng dirinye kepede Ande. Dia ingin
ditinggalkan sendirien.
Surat Holdon berbunyi sebagai berikut
Yang terhormat Dr. Baer,
Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa semua sosok hadir pada sesi terakhir,
termasuk Ann, yang tidak pernah muncul selama 19 tahun.
Pertemuan itu memberi kami harapan. Saya khawatir Anda tidak akan memahami
sistem kami. Saya akan memberitahukan kabar terbaru kepada Anda.
Claire paling membutuhkan perhatian karena dialah yang mengingat tentang
penganiayaan. Dia merasa bersalah karena harus menyerahkan rasa sakitnya kepada
Miles. Miles menyukai rasa sakit
... Sosok-sosok berikut masih ada (nama dan umur): ClaireT, Karen 221, Miles
B, Karl10, EliseB, Sidney5, Juliann15, Karen Boo2, Karen 110, Katherine34,
Karen 330, Holdon (saya sendi r i)34, Ann16.
Saya masih memastikan Karen tetap pergi ke kantor Anda. Menolongnya supaya
membaik tidak mudah, dan kami semua senang karena Anda berada di sini untuk
kami.
Holdon
Apakah Holdon menyebutkan semuanya? Setelah membaca surat itu, aku
menghitungada tiga belas kepribadian yang berbeda, atau sosok, sejauh ini. Aku
mencermati kembali catatan yang diberikan oleh Karen beberapa bulan sebelumnya,
dan terdapat sebelas sosok, termasuk yang bernama Si Pemarah, Julie, dan Sandy,
yang tidak disebutkan oleh Holdon. Ini berarti Karen memiliki enam belas kepribadian.
Apakah lebih banyak sosok lagi terbentuk, bergabung kembali, atau baru terungkap?
Pada tahap ini, aku memiliki dua tugas utama: merawat Karen yang datang
menemuiku, sosok yang mana pun itu, dan mempelajari tentang dunia di dalam
dirinya dari para penghuninya. Surat itu sangat berguna;
sosok-sosok di dalam diri Karen sepertinya bersemangat untuk membiarkanku
mengetahui tentang mereka.
Ketika itu 17 Agustus 1994, dan kami sekali lagi menerapkan hipnosis dalam sesi
terapi kami. Setelah Karen hanyut dalam trance, aku menanyakan apakah ada sosok
yang ingin keluar dan berbicara denganku.
Bahu Karen terangkat, dan dia menekuk kakinya dan memandangku dari sudut
matanya; dia menunjukkan postur gadis kecil. Katanya, namanya Claire. Dia mulai

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
bercerita kepadaku tentang apa yang terjadi padanya di rumah duka. Dia dibawa ke
sana dan diikat di salah satu meja baja. Dia ketakutan. Ada tiga orang pria di sana,
dan mereka memegang tongkat logam. Lalu, Claire kehilangan waktu .... Dia
memintaku untuk mengusir para pria jahat itu darinya.
Dua hari kemudian, aku menerima surat berikut dari Miles, yang melanjutkan
cerita Claire.
Or. Beer yeng b oik.
Ini eku legi, den koma mungkin tidek meu mendenger duriku. Aku ingin
memberitehumu seel cerita yeng tidek dkeleseiken etek Cleire. Setelah Claire diiket
di meja, 3 pria dkeleseiken oleh Cleire. Seteleh Cleire diiket di meja, 3 pria
memesukken tongkol Iktrik mereke ke delam vaginanya. Dia menyuruh mereke
berhenti den mereka menyetrumnya. Aku merah den muncul lantas menjeritjerit lalu
mereke membungkem mulutku dengen lekben ebu ebu. Mereke terus mengeteken eku
menyukeinye. Keleu eku menggeleng untuk bileng tidak, mereke melek menyetrumku,
den keleu eku mengengguk untuk bileng ye rasanya memeng enek, mereke cume
mendiemkenku seleme semenit. Seteleh mereke menyetrum kemi. Keri muncul. Para
pria itu memesukken Keri ke delem peti meti den mengurungnya di sono. Aku tidak
tahu
berapa lama kami ada di sono, tapi setelak beberepe rvektu ada
erang bicara dan oka mancel entak mendengerkennye. Orengoreng menceri
kami Aku rickard Saermemukul 17_mukul tutup peti. Si ibu membuke peti den eku membierken Keren muncul. Si
ibu, yeng terkejut, bileng, "Kamu masih hidup, kamu tcrlehir legi. Aku seneng
melihetmu, kenepe kemu sembunyi di delem peti meti. Kemu seherusnye membentu
Kekek mengecat rueng temu."
Apakah kemu membenci kemi karena ini?
Miles
Pada akhir salah satu sesi, Karen menyerahkan tiga buah surat kepadaku. Salah
satunya dari Miles. Setelah Karen pergi, aku membukanya. Dia menceritakan sebuah
upacara yang dinamakan Komuni Tengah Malam.
Or. Beer yeng beik, .
Semefem kemi seherusnye pergi ke Kemuni Tengeh Melem, seat seorang gadis
dipotong secuil putingnya atau telingenye atau vaginanya. Holdon tidek mau
membetre kami ke sono; kotanya, orangorang itu tidak ada lagi. Aku tidak percaya
pada Holdon, karena mereke masih ada di pabrik Mereke memenggil kami. Aku
mendenger suara mereke. yeng loin tidek bisa mendenger mereke. Begoimena aku
bisa menghentiken mereke, mereke ekon memburuku dan membunuk kemi. Aku bisa
mefewen, tepi bagaimana dengen yeng iein? Apa menurutmu mereke akan datang dan
menengkopku? Aku takut, tapi jangan bitangbitang pada yang lain karena mereke
mengira aku tidak takut pada apa pun. Kalau aku takut, tidak akan ada yang
menyukeiku legi. Miles
Apakah yang bisa kulakukan dengan informasi ini? Dia menyebutkan sesuatu yang
mengerikan, tapi apakah yang bisa kulakukan? Apakah ini nyata? Apakah ini khayalan?
Miles meyakininya, maka ini harus ditangani. Aku memutuskan untuk tidak
menanyakan hal ini, lalu menunggu dan melihat apakah topik ini akan muncul selama
sesi terapi.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Ketika bertemu dengan Karen, aku menyebutkan surat itu dan menyarankan
hipnosis untuk melihat jika ada informasi lain yang ingin disampaikan oleh sosoksosoknya yang lain. Sosok pertama yang berbicara adalah Sidney. Karen memejamkan
mata dan ekspresi wajahnya menghilang sejenak. Kemudian, dia membuka mata dan
duduk di kursinya, menelengkan kepala ke satu sudut dan memandangku penuh
keraguan. Lalu, dia cepat-cepat memandang ke sekeliling ruangan, seolah-olah baru
melihatnya untuk pertama kalinya.
"Aku suka pekerjaan kami di toko obat," katanya. Karen, sebagai Sidney, berbicara
dengan cepat, dan tatapannya tertuju ke seluruh ruangan. "Aku mencuri benda-benda
yang belum pernah kupunyaimainan dan pernak-pernik, meskipun Katherine
biasanya mengembalikannya lagi. Aku mencuri Superballs. Aku memasukkannya ke tas
Karen. James dan Sara sangat menyukainya. Aku tahu aku tidak boleh mencuri, tapi si
ayah menyuruh kami melakukannya. Setelah aku mencuri, aku harus dihukum, jadi
kadang-kadang aku juga mengambil sesuatu yang bisa dipakai melukai diriku, misalnya
kikir kuku. Toko obat memang hebat."
Saat mendengarkan Sidney, aku mendapatkan kesan seorang bocah laki-laki yang
bertindak sesuka hati dan tidak punya pengendalian diri. Karena tidak ingin
berkomentar terlalu banyak, aku hanya mengatakan, "Setelah mencuri, kamu
harus dihukum dengan cara dilukai?" Dia mengiyakannya, namun aku telah
menanamkan benih keraguan di benaknya, karena pertanyaanku, meskipun tidak
mencelanya, menunjukkan kepadanya bahwa aku tidak menganggap tindakannya
perlu dan masuk akal. Ini akan membuatnya berpikir. Aku berterima kasih kepada
Sidney karena telah muncul untuk berbicara dan memintanya mundur supaya kami
dapat melihat apakah ada sosok lain yang ingin berbicara. Karen memejamkan mata,
dan Sidney lenyap dari ekspresinya. Menakjubkan sekali menyaksikan Karen dengan
jelas bertransformasi saat sosok yang berbeda muncul. Dia sepenuhnya menjadi sosok
itu. Tidak ada kesamaan watak dari setiap sosoknya. Yang muncul selanjutnya adalah
Miles. Karen duduk sedikit lebih tegak; matanya tetap terpejam, alisnya bertaut, dan
suaranya parau.
"Aku juga suka bekerja," kata Miles. "Di tempat kerja, aku menjadi bos."
"Kamu yang memegang kendali," aku memastikan.
"Yeah, aku suka bicara dengan orang lain, dan kalau mereka keluar batas, aku
memperingatkan."
Jelas terlihat bahwa Miles senang mendapatkan kesempatan untuk merasa penting.
Ini adalah sesuatu yang perlu kuingat. Aku ingin membangun pertemanan dengan
setiap sosok Karen, dan Miles sosok yang sangat penting, karena dia, bersama Sidney
yang tidak terlalu dominan, sepertinya sosok yang bertanggung jawab karena
membahayakan Karen. Jika mereka bisa memandangku sebagai seseorang yang kuat
dan dapat dipercaya, aku mungkin akan dapat memengaruhi tindakan mereka dalam
merusak diri sendiri.
Setelah kami berbicara selama beberapa menit, aku berterima kasih kepada Miles
dan memintanya mundur. Kemudian, aku menanyakan jika ada sosok lain yang ingin
berbicara kepadaku. Karen sedikit lebih rileks, memejamkan mata, dan ekspresinya
kosong lagi selama sejenak. Kemudian, sekonyong-konyong, dia terkulai, badannya
mengerut bagaikan anak-anak. Claire tersenyum kepadaku dan matanya berbinarbinar. Katanya, dia suka melihat kartu ucapan, parfum, dan perhiasan. Claire

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
memiliki sisi feminin! Ini adalah kabar baik. Karen nyaris tidak pernah membiarkan
dirinya menunjukkan minat feminin. Pakaiannya polos; dia jarang menata rambut
atau memakai rias wajah. Aku khawatir perkembangan Karen secara keseluruhan
dibatasi oleh ketidakmampuannya mengekspresikan sisi femininnya, namun Claire
ternyata memiliki kualitas ini. Itu berarti, pada satu titik, mereka akan berguna bagi
Karen.
Yang terakhir berbicara kepadaku adalah Juliann. Karen memejamkan mata,
ekspresinya hampa, lalu duduk lebih tegak, kedua lengannya tegang di samping
tubuhnya, seolah-olah mencengkeram sesuatu. Sambil membelalakkan mata lebarlebar, dia mengatakan bahwa dia ingin menyampaikan kabar buruk kepadaku. Dia
tahu bahwa dia tidak semestinya membicarakan hal ini, tapi karena ayahnya telah
meninggal, mungkin dia tidak akan disakiti jika mengatakannya. Aku meyakinkannya
bahwa dia tidak akan disakiti, dan bahwa aku akan menjaga keamanannya. Dia
sepertinya teryakinkan. Dia menceritakan kepadaku upacara Komuni Tengah Malam.
Dia mengikutinya sekitar sepuluh kali. Keadaannya mirip ritual sihir. Mereka akan
mengikatnya dan menoreh secuil dagingnya. Banyak orang terlibat di sana. Pertama
kalinya
Karen ambil bagian, umurnya masih empat tahun. Mereka menoreh lengan, wajah,
atau telinganya, lalu mengelupas sedikit kulitnya untuk mendapatkan beberapa tetes
darah. Awalnya, mereka mengambil rambut, bulu mata, atau alis, namun saat Karen
lebih besar, mereka melukai payudaranya, mengelupas kulit puting atau vaginanya.
Ketika hal ini terjadi, sosok-sosok anak lelaki akan muncul, dan mereka tidak akan
bisa merasakan saat bagian kewanitaan Karen disakiti. Kemudian, orangtua Karen
akan menyalahkannya karena ini, dan mengatakan kepadanya bahwa dia melakukan
hal ini sendiri di dalam tidurnya.
Aku mengatakan kepada Karen pada akhir sesi hipnosis, sebelum aku
menyadarkannya dari keadaan trance, bahwa dia tidak akan mengingat isi
pembicaraan kami. Ini adalah topik yang dijauhkan dari sosok-sosok lainnya selama
bertahun-tahun ini. Aku tidak yakin apakah dia dapat menangani kenangan seburuk ini
tanpa menyakiti dirinya sendiri. Maka, dalam ketidakpastian, aku memutuskan untuk
menunggu.
Seminggu kemudian, saat aku menimbang-nimbang apa yang akan kukatakan
kepada Karen tentang Komuni Tengah Malam, dia memasuki kantorku, tampak
sungkan dan malu.
"Saya menyakiti diri saya lagi," katanya, memalingkan wajah, malu. Jelas bahwa
dia menyakiti dirinya sendiri, tapi karena apa?
"Tepatnya, bagaimana kamu menyakiti dirimu sendiri?" tanyaku. "Saya perlu
mengetahui bagaimana caranya." Aku menunggu. Alis Karen terangkat, dan dia mulai
menangis. "Saya tidak terlalu ingatsaya tidak sedang memegang kendali
tapi saya rasa, saya
mengambil gantungan baju dan memasukkan ujungnya yang lancip ke tubuh saya."
Dia tampak seolah-olah akan muntah.
"Apakah kamu berdarah?"
"Ya."
"Apakah sekarang lukamu masih mengeluarkan darah?"
"Tidak."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah kamu kesakitan?" aku melanjutkan. "Ya."
"Apakah kamu masih kesakitan?" "Sedikit. Tidak seperti sebelumnya." "Kalau
kamu menekan perutmu, apakah rasanya sakit?" tanyaku.
"Tidak, tidak juga."
Dengan pertanyaan-pertanyaan itu, aku berusaha mencari tahu apakah jaringan
vaginanya rusak, dan jika memang begitu, apakah terdapat lubang di peritoneum atau
dinding vaginanya, yang dapat menyebabkan infeksi perut. Aku tidak yakin, tapi
kejadian ini kedengarannya tidak terlalu buruk, setidaknya secara fsik. Sekarang, aku
perlu mencari tahu apa yang menimpanya secara mental. Hipnosis adalah satusatunya cara yang memadai karena Karen tidak bisa memberikan cukup informasi.
Di bawah pengaruh hipnosis, Karen duduk tegak dengan mata terpejam di
kursinya.
"Aku mau memotong alat perempuan itu," katanya, wajahnya tegang ketakutan.
Itu adalah Miles; dialah yang bertanggung jawab, pikirku. "Si ibu terus-menerus bicara
soal si ayah, dan aku takut dia bakal pulang untuk menyakiti kami. Aku mau
memotong alat perempuan Karen agar dia tidak bisa disakiti lagi. Dan, kalau Holdon
tidak
menghentikanku, aku pasti sudah berhasil." Miles duduk bersandar di kursi,
matanya masih terpejam dan rahangnya terkatup. "Sekarang, aku cuma ingin kami
semua mati."
Pada saat itu, Miles telah mengenalku; kami telah berbicara beberapa kali. Dia
juga tahu tentang kepercayaan yang diberikan oleh sosok-sosok lainnya kepadaku, dan
itu memberiku wewenang yang kuharap bisa kumanfaatkan.
"Miles," ujarku dengan lembut namun tegas, "si ayah sudah meninggal. Dia tidak
bisa menyakitimu lagi. Kamu tidak perlu takut lagi kepadanya. Kamu tidak perlu
berusaha melarikan diri darinya lagi."
Miles terdiam dan memikirkan hal ini. Dia sedang mencernanya. Dia memejamkan
matanya erat-erat.
"Apa kamu yakin?" tanyanya.
"Aku sepenuhnya yakin, Miles."
"Oke, oke," katanya. Dia masih berusaha mencerna semua ini. Aku dapat melihat
perjuangannya di ekspresi wajahnya. Lalu, dia mulai tampak santai. Aku bisa melihat
kelegaan menerpanya.
"Dia tak bisa menyakiti kami lagi?"
"Tidak." Aku diam sejenak untuk melihat apakah Miles dapat sepenuhnya menerima
hal ini. Dia memandangku. "Jadi, tidak ada perlunya melukai Karen lagi. Oke, Miles?"
"Oke."[]
II
Hadiah Natal
KAREN TIBA dengan lengan dibalut dan digendong. Alisnya terangkat dan matanya
menunjukkan ekspresi ketakutan. Dia menatapku sekilas, lalu menunduk.
"Ada apa?" tanyaku, waspada. "Apakah suamimu menyakitimu?"
"Tidak," katanya, air matanya mengalir dan tubuhnya gemetar, "toko obat tempat
saya bekerja dirampok. Sayalah satusatunya orang yang ada di sana."
"Tapi, bagaimana kamu bisa luka?"
Karen memandang lantai dan menggeleng. "Saya tidak ingat."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah sosok lain yang muncul?" tanyaku "Sepertinya begitu. Saya mengatakan
kepada polisi bahwa si perampok yang melukai saya, tapi sesungguhnya saya tidak
tahu. Saya memergoki seorang wanita sedang mencuri obat. Dia membawa pisau. Saya
tidak tahu apa yang terjadi setelah itu."
"Mungkin kita bisa mencari tahu dengan hipnosis." Sekarang Karen telah terbiasa
dengan rutinitas hipnosis, sehingga dia langsung mengambil posisi nyaman di kursinya
dan
memejamkan
mata.
Aku
mulai
mengucapkan
katakata yang sekarang telah diakrabinya untuk
membuatnya rileks dan memasuki dirinya, semakin dalam dan dalam, hingga dia
mendapati dirinya berada di dalam ruangan mungilnya yang aman. Saat dia telah siap,
aku memintanya keluar dari ruangan mungil itu untuk melihat jika ada sosok lain yang
dapat menceritakan bagaimana dia bisa terluka.
Sejenak kemudian, Karen menegakkan punggung, matanya terpejam rapat, alisnya
bertaut, dan suaranya menjadi lebih rendah dan garang.
"Aku yang melakukannya," katanya.
"Miles?"
"Ya."
"Apa yang kamu lakukan?"
"Aku memukul dia."
"Kamu memukul si perampok?"
"Ya, dia mengacungkan pisau dan mencoba menikam kami. Karen ketakutan dan
mundur, jadi aku keluar. Aku tidak takut. Aku tidak takut terluka."
"Jadi, apakah yang kamu lakukan?"
"Aku menonjok mukanya. Dia terhuyung-huyung mundur, lalu menerjangku dengan
pisau. Aku mengangkat tanganku; karena itulah aku terluka. Lalu, aku menonjoknya
lagi dan mengumpat-umpat dia. Dia lari keluar dari toko. Biar tahu rasa dia." Miles
menyunggingkan senyum puas. Semua ini membuatku terpana.
"Itu cerita yang seru," ujarku. "Kamu berani sekali." "Ah, aku cuma tidak suka orang
itu mencuri dari toko, ti-dak selama aku yang jaga." "Aku lega kamu tidak terluka
lebih parah."
"Ini tidak ada apa-apanya."
"Tetap saja, jika dia membunuhmu, bagaimana
dengan kalian?"
"Kami akan mati, tepat seperti yang kuinginkan." "Oh, begitu."
Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Miles, aku mengakhiri sesi hipnosis
dengan mengembalikan Karen ke ruangan mungilnya, lalu ke kantorku. Dia
memandang ke sekelilingnya dan memicingkan mata untuk menahan silau.
"Sepertinya salah satu sosokmu melawan si perampok," ujarku.
"Saya pikir juga begitu," kata Karen.
"Saya tidak yakin apakah aman bagimu untuk meneruskan pekerjaanmu di toko
obat," kataku. "Yang terjadi tadi malam bisa saja terjadi lagi, dan keadaannya
mungkin lebih buruk, dan kamu tidak bisa mencegahnya."
Karen memikirkan hal ini dan perlahan-lahan mengangguk. Sebelum pergi, seolaholah baru teringat, dia menyerahkan tiga buah surat kepadaku. Surat-surat itu dari
Miles, Katherine, dan Claire. Aku membukanya segera setelah Karen menutup pintu.
Claire menulis:

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Dokter Baer yang baik.
Bolehkah aku tinggal denganmu? Aku tidak akan nakal. Semua orang sedih. Aku
ingin tidur terus dan Sydney juga. Kami kiah sekali. Katherine mencoba mengajarkan
tentang keimanan kepadaku. Apa kamu beriman? Bisakah kamu memberiku sedikit
iman? Karen Boo menangis terus. Dia takut Miles akan menyakiti kami. Bisakah kamu
menasihati M i les agar bersikap manis?
Miles menulis:
Dr. Baer yang baik.
Tolonglah bicara dengan si ibu. Suruh dia pergi. Dia membuatku sangat marah,
sampai aku ingin membunuh kami semua. Dia tidak tahu sebesar apa rasa sakit yang
disebabkannya. Kadang 'kadang, aku sangat marah sampai aku ingin memberitahunya
soal kami, tapi Katherine dan Holdon menghentikanku. Aku tidak tahan lagi. Dia
berpurapura bahwa kami punya masa kecil yang sempurna dan bahwa Karen selaki
bahagia. Ini bohong. Kami sedih dan takut kamu akan pergi. Kalau aku keluar dari
kantormu, apa kamu akan marah? Aku punya banyak hal untuk diceritakan tapi tidak
bisa. Karen mulai mendapatkan pikiranku, tapi dia tak bisa bertindak sepertiku. Miles
Katherine menulis:
yang terhormat Dr. Baer,
Kami menderita. Kami membutuhkan bantuan Anda. Apakah Anda tahu apa yang
terjadi pada kami? Kami semakin lemah; sebagian besar dari kami merasa ingin bunuh
diri. Terdapat kerusakan dalam cara berkomunikasi kami: terlalu banyak gangguan.
Kami berusaha keras menanganinya namun kami tidak bisa berfungsi dengan baik jika
Karen telah kehilangan kemauan untuk hidup. Dia punya sangat banyak kekhawatiran
dan perlu membicarakannya hanya saja dia merasa tidak berdaya dan tidak ingin
bicara. Saya rasa dia harus berhenti bertahan dan membiarkan kami terbuka kepada
Anda. Karen juga tidak memakan obat yang Anda resepkan kepadanya. Kami semua
khawatir dan berharap kelemahan ini hanya sementara.
Dengan hormat, Katherine
Dari ketiga surat tersebut jelas bagiku bahwa semua sosok di dalam diri Karen
memiliki masalah sendiri-sendiri, dan keadaan di sana kacau balau, namun sepertinya
beberapa sosok mencariku untuk meminta pertolongan
dan ingin bercerita lebih banyak.
Ketika itu akhir November 1994, dan musim dingin mulai terasa mengancam.
Ketika memasuki kantorku, Karen tampak ragu-ragu layaknya seorang bocah yang
hendak mengakui sesuatu. Dia mengatakan kepadaku di telepon dua hari sebelumnya
bahwa perutnya berkali-kali terasa mulas dan kembung, dan dia tidak tahu
penyebabnya. Dia tampak seolah-olah masih merasa sakit. Dia duduk di kursinya,
tampak kesakitan, lalu memalingkan wajah dariku dengan malu.
"Saya bisa melihat bahwa kamu tertekan," ujarku. "Bisakah kamu menceritakan
masalahmu kepada saya?" Aku bersandar untuk mengisyaratkan kepada Karen bahwa
aku akan menunggu. Karen tenggelam dalam pikirannya selama beberapa waktu.
Kemudian, tanpa memandangku, dia perlahan-lahan mengangkat blusnya. Saat dia
mengangkatnya semakin tinggi, tampaklah belasan goresan horizontal di permukaan
kulitnya. Dia menggigit bibirnya dan mulai menangis.
"Baiklah," ujarku dengan lembut. "Apa yang bisa kamu ceritakan tentang hal ini?"

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Karen hanya mengangkat bahu. Jelas terlihat bahwa dia tidak tahu bagaimana
luka-luka itu bisa ada di perutnya. Dia menurunkan blusnya kembali.
"Inikah penyebab kram perutmu?"
Karen sekali lagi mengangkat bahu, namun kali ini dilanjutkan dengan
menggeleng, masih tidak mau menatapku. Sepertinya jawaban yang kucari tidak akan
diberikan oleh Karen yang sedang berbicara denganku.
"Ada sejumlah hal penting yang terjadi," ujarku, "dan saya rasa sebagian sosok di
dalam dirimu mungkin punya informasi yang bisa membantu. Apakah sebaiknya kita
melihat apa yang bisa kita ketahui?"
Karen mengangguk dan memejamkan mata, dan kami pun memulai sesi hipnosis
"Hai."
"Hai, siapa di sana?" tanyaku.
"Ini aku."
"Miles?"
"Ya."
"Apakah yang bisa kamu ceritakan tentang masalah Karen?"
"Bukan aku yang melakukannya." "Bukan kamu yang melakukannya?" "Aku tidak
melukai dia." "Oh!" aku terkejut.
Miles terdiam. "Kamu kira aku yang melakukannya?"
"Apakah yang bisa kamu ceritakan kepada saya?" tanyaku, mengabaikan
pertanyaannya. Aku tidak ingin bertanya secara langsung kepadanya tentang siapa
pelaku yang sesungguhnya, namun aku penasaran ingin mendengar apa yang akan
diceritakannya kepadaku. Miles memandangku lekat-lekat.
"Jensen yang melakukannya. Tujuh belas goresan satu untuk setiap diri kami. Dia
memang brengsek. Dia selalu menjerumuskan kami ke dalam masalah. Akulah yang
disalahkan untuk semuanya." Wajah Miles tampak gusar.
Aku bisa melihat bahwa Miles tidak berhubungan baik dengan Jensen, yang tidak
kuingat pernah disebut-sebut sebelumnya, dan yang menyebutkan tentang adanya
tujuh belas sosok. Hitunganku yang terakhir adalah enam belas, termasuk Si Pemarah.
Aku penasaran terhadap sosok itu, karena hanya dialah yang tidak memiliki nama.
Jensen adalah sosok yang ketujuh belas.
"Sepertinya saya harus mengetahui lebih banyak soal Jensen. Saya tidak mau
mengira kamu melakukan sesuatu yang tidak kamu lakukan." Aku berusaha berbaikan
dengan Miles karena dia kesal melihat keterkejutanku, dan dia tampak sedikit santai.
"Yeah, dia lumayan lucu, baik juga."
"Bagaimana dengan perut Karen yang mulas dan kembung?" tanyaku.
"Oh, itu Sandy. Dia mengira dirinya hamit," ujar Miles sambil menyeringai.
"Mungkinkah dia memang hamil?"
"Tidak, aku tahu cara kerjanya. Aku memastikan tidak seorang pun menyentuh
kami di bawah sana." "Jadi, dia cuma berpura-pura?" "Kurasa begitu."
"Yah, Miles, seperti biasanya, kamu sangat menolong saya. Saya akan terkejut
kalau kamu sampai menyakiti Karen, karena kamu bilang kamu tidak akan
melakukannya. Saya memikirkan apakah ada sosok lain yang ingin menceritakan
sesuatu? Mungkin kamu bisa mundur, dan kita bisa melihat apakah yang lain ingin
berbicara kepada saya. Sampai bertemu lagi di lain waktu."
"Oke, dan."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Dan."
Aku menunggu sejenak saat wajah Karen kembali normal, setidaknya yang
kuanggap normal, lalu melembut menjadi lebih feminin dan pemalu. Aku menunggu
lagi.
"Halo?" sapaku.
"Di sini gelap sekali," sebuah suara kecil terdengar. "Di manakah kamu?" tanyaku.
"Di dalam lemari. Aku dan Thea."
"Kamukah itu, Claire?" "Ya."
"Apa yang sedang kamu lakukan di dalam lemari?"
"Sembunyi."
"Sembunyi dari apa?"
"Dari pria-pria itu. Kalau mereka menemukanku, mereka akan menyakitiku."
"Dan Thea?" Aku baru mendengar tentang Thea yang kedelapan belas? Menurut
Jensen ada tujuh belas sosok.
"Dia menemaniku," lanjut Claire, "saat aku ketakutan."
Aku menyadari bahwa Claire masih mengira para pria dari masa lalunya masih
berkeliaran untuk menyakitinya. Mungkin aku dapat menolongnya dalam hal ini. Jika
ingatanku benar, Claire berumur sekitar tujuh tahun; dia mungkin akan bisa
memahami perubahan waktu.
"Tahun berapakah sekarang, Claire?"
"Tahun berapa sekarang?"
"Ya, apa kamu bisa memberitahuku?"
"Sekarang 1967."
"Saat itukah terakhir kalinya kamu disakiti, 1967?" "Ya, kenapa?"
"Saya ingin kamu mendengarkan saya baik-baik, Claire. Yang akan saya katakan ini
mungkin mengejutkanmu, tapi ini juga mungkin akan menolongmu."
"Oke."
"Sekarang sudah bukan 1967. Sekarang 1994, akhir November. Dua puluh tujuh
tahun telah berlalu. Si ayah yang menyakitimu telah meninggal, dan semua pria lain
itu sudah tidak ada. Tidak ada yang akan menyakitimu lagi." Aku menunggu selama dia
mencerna informasi ini.
"Aku tidak percaya padamu.
"Tanyakanlah kepada Katherine dan Holdon tahun berapa sekarang."
"Oke, tunggu sebentar."
Claire menghilang sejenak. Karen duduk bergeming, wajahnya tidak menunjukkan
ekspresi apa pun, hingga Claire kembali.
"Kamu benar!" Wajahnya berseri-seri. "Maksudmu, si
ayah
dan para pria itu tidak akan menyakitiku lagi, selamanya?"
"Tidak, tidak akan pernah lagi. Kamu tidak perlu bersembunyi di dalam lemari
kalau kamu memang tidak mau. Bahkan, kamu bisa melihat saat sosok yang lain
muncul, kalau kamu mau. Aku mengizinkanmu melakukannya."
"Terima kasih, Dr. Baer."
"Sama-sama, Claire. Kuharap kamu akan lebih bahagia sekarang dan tidak ingin
mati lagi. Mungkin kamu bisa mundur, dan kita akan melihat jika yang lain ingin
berbicara kepadaku."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Dan."
Karen bersandar kembali di kursinya dan kecemasan tampak di wajahnya. Dia
mengangkat tangan kanannya dan mengelus-elus perutnya, seperti seorang wanita
hamil yang merasakan rahimnya membesar. Dia berbicara dengan susah payah.
"Dr. Baer."
"Ya."
"Ini Sandy."
"Bagaimanakah perasaanmu?" "Saya mengalami kontraksi." "Ah-hah." '
"Sepertinya saya akan melahirkan. Kata Dr. Loeschen, ini adalah ... apa namanya?
Herniakatanya, kami harus dioperasi. Saya tidak apa-apa."
"Tidak apa-apa jika harus dioperasi?" Sandy sepertinya gila, sehingga aku berusaha
membuatnya terus berbicara untuk mengetahui seberapa gila dirinya.
"Saya suka operasi."
"Apakah yang kamu sukai dari operasi?"
"Rasa sakitnya."
"Apakah yang kamu sukai dari rasa sakit?"
"Itu membuat saya merasa nyata."
"Nyata ... membuatmu merasa hidup."
"Ya, hidup. Itulah satu-satunya cara supaya saya bisa merasakan. Saya menyukai
rasa sakit akibat operasi. Saya bisa membodohi dokternya."
"Membodohi dokter?"
"Ya. Saya bisa sakit hanya dengan memikirkannya." "Sandy, sepertinya akan sangat
bagus kalau kamu membagi
waktumu dengan yang lain. Apakah kamu tahu sosok-sosok lain dalam diri Karen?"
"Tentu saja; jangan konyol. Kami semua berjumlah tujuh belas sekarang. Bisa saja
lebih, tapi ada tujuh belas yang berfungsi sekarang ini."
"Apakah ada yang berhubungan baik denganmu?"
"Ya, saya menyukai Juliann." Pilihan yang bagus, menurutku. Sosok itu sepertinya
cukup normal.
"Bagaimana kalau kamu berusaha memerhatikan saat dia muncul. Mungkin kamu
bisa berbagi perasaan dengannya dan merasa nyata dengan cara itu. Sakit perut
membuat yang lain tidak senang."
"Oh, benarkah? Yah, sepertinya saya bisa mencobanya."
"Kita akan segera berbicara lagi." Sandy agak ketakutan. Kurasa dia bertanggung
jawab untuk kram perut yang diderita Karen. Rupanya, mereka bisa cukup
menyusahkan. Aku harus menunggu dan melihat apakah ucapanku berpengaruh
padanya.
NATAL SEGERA tiba. Kami berada dalam sesi terakhir sebelum aku berlibur, dan
Karen datang membawa sebuah hadiah dan selembar kartu ucapan. Dia menunjukkan
lebih banyak energi daripada biasanya. Aku tahu bahwa kami tidak akan bisa
membicarakan topik lainnya selama dia memegang hadiah yang hendak diberikannya
kepadaku, sehingga aku memandangnya, memandang hadiah itu, lalu mengangkat
alis.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya punya sesuatu untuk Anda. Selamat Natal, Dr. Baer." Dia menyerahkan
sebuah kotak ramping dengan kartu ucapan tersemat di atasnya kepadaku. Dia
menatapku lekatlekat untuk melihat apa yang akan kulakukan dengan hadiahnya.
"Bolehkah saya membukanya?" tanyaku.
"Oh, ya!" katanya. "Setelah itu, bacalah kartunya."
Aku membuka pembungkus kado itu dan menemukan sehelai dasi merah. Dasi itu
bergambar anak-anak yang berdiri saling memanggul, empat orang anak di bagian
bawah, lalu di atasnya terdapat tiga, dua, dan satu anak. Mereka membentuk sebuah
piramida atau pohon Natal. Di bagian belakangnya, terdapat label bertuliskan "Save
the Children" dan sebuah kutipan: "Anak-anak hari ini adalah pilar masa depan".
Betapa tepatnya kutipan ini menggambarkan diri Karen.
"Ini bagus sekali," kataku, "Saya sangat menyukainya." Aku memang menyukainya. Sungguh menyenangkan rasanya tidak harus
berpura-purayang kadang-kadang sulit kutunjukkan di depan para pasien yang
perasa. Aku membuka kartu ucapan dan membacanya. Sebuah kisah indah tertera di
sana.
Desember X994
yen e terhormet Or. Beer,
Kemi ingin mengueepkon Selemet Neto! kepede Ande den keluerga Ande, den
antuk menunjukken pengkormeten kemi, kemi ingin memberiken kedieh
pengkormeten kemi, kemi ingin memberiken kedieh istimewa ini untuk Anda. Kami
Juga ingin memberi tahu Anda tenteng betapa istimewenyo hedieh ini den bagaimana
kemi menemukennye. Peda suatu hari, saat kami muneuf dan Karen tidur, Hefdon
membeca suret keber, den Cleire sedang menggenti-genti saluran di TV saat sebueh
teyengen men erik perhetiennya; itu adalah bagian dari acara amal "Save the
Children". Cleire senget menyukai dasi ini dan menginginkannya untuk Anda sehingge
die memenggil yeng lein agar melihetnya. Sekonyong-konyong, seat menonton, saya
melihet dan mendenger pikiran semue sosok loinnye, dan inilah pen depot mereke.
Menurut Ketherine, ini ide yeng bogus, den dasi itu edoleh hodieh sempurne untuk
Anda. Keren Beo menenyoken opekoh koinnye lembut, dan apakah dia boleh
menyentuhnye. Miles berkota, 'Ape Or. Beer bener-bener mau memekei dasi itu? Oio
pasti sudah punya sejuta dasif Tetepi, Mites juga menyukeinyo. Koto Thee, kami tidek
takut lagi poda dasi, dan bisakah kita men dop e Ikonnya untuk Or. Baer. Menurut
Sidney, enek-enek yeng ode di dasi mirip dengen kami. Lalu,
Claire menyebut-nyebut tenteng seorang gadis bernemo Tracy yang membuet dasi
itu. Holdon menyela don mengetoken 'merancang" dasi itu. Holdon menyukei dasi itu,
tepi dia melewatkan informasi pemeseaennye. Sandy sangat bersemengot den
meneworken diri untuk menelepon stasiun TV. Kate Jensen, dasi itu rapi. Koto Ann,
dia menyukei dasi itu, dan uang yang disumbangkan dari pembelien dasi ekon
diguneken untuk menolong enok-enek. Keren 2 berkota, "Or. Baer sengat berarti bagi
kita semua, dan eku Juga ingin menghediohken dasi itu untuknya. " Koto Julie, 'tiket,
enak-enak di dasi itu keliheton seperti piramid." Julionn mengetaken, "Dasi itu
sepertinye menyimbotken kita yeng tumbuh bersama " Keren 3 berkota, 'Bukankah
momong seperti itulah kita? Hadiah ini adalah gagasan yang hebat." Menurut Keri, Or.
Beer adalah erang baik yang layak menerime hedieh yeng Jeuh lebih bogus daripada
sebuah dasi Lalu, Katherine mengetaken, "Kari, ini bukan sekeder desi, ini pertama

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kalinya kita semue bersepeket." Elise menenyoken epokoh Anda anggota keluerge
kemi. Koto Holdon, 'Bisa dibilang begitu. " Lalu, Elise menenyoken epokoh dia boleh
membungkus desi itu. Katherine mengiyekonnye. Koto Miles, "Apekoh Or. Beer ekon
marah karena kita membeliken dia hodieh?" Keren 2 menjewab, "Kuharap tidak Aku
menyukeinya, dan dia setelu menolong kita. Legi pula, dasi ini bagus, dan sekerang
Natal
"Kemudien, Sandy menelepon begien informasi, Holdon melekukon pemesenen,
Ketherine menulis cek, den kami membierkon Cleire mengirimkennya.
Inilah pertama kalinya kami semua mengembif sebueh keputusen bersomo-seme,
dan menurut kemi, ini edoleh sebueh kemejuen. Kemi seneng kerene dapat
memberiken hodieh ini untuk Anda, karena kami sungguh-sungguh menghergoi semue
yeng Anda lakukan untuk kami. Kami harap dasi ini akan mengingetkon Anda kepede
kemi, dan mungkin bisa membuet
Anda tersenyum. Sefemet Note f xl 7
Dasi itu adalah hadiah Natal terindah yang pernah kudapat. []
12
Saluran-saluran yang Berlainan
TEKANAN YANG dirasakan oleh sosok-sosok berbeda dalam diri Karen yang saling
menyadari keberadaan satu sama lain membuatnya merasakan sakit kepala.
Sosoksosok itu tidak selalu sependapat. Sebagian di antara mereka mulai membuat
jurnal, tempat mereka semua menulis untuk ditunjukkan kepadaku, tapi salah seorang
dari mereka membakarnya. Sekarang, setelah beberapa sosok memperlihatkan diri
kepadaku, aku mengundang mereka untuk muncul selama sesi hipnosis. Mereka
menutup-nutupi apa yang terjadi, tidak tahu apakah mereka boleh berbicara. Tidak
terpikir olehku mereka perlu izin. Karen meminta waktu tambahan selama beberapa
sesi selanjutnya supaya sebagian sosoknya mendapatkan lebih banyak waktu untuk
berbicara. Dia berharap akan dapat membebaskan diri dari tekanan suara-suara yang
bersaing untuk didengar di dalam kepalanya, tapi mereka baru memulai. Karen, aku
khawatir, hanya akan menjadi semakin parah sebelum keadaannya membaik.
Saat Karen tiba berikutnya, kami tidak membuang-buang waktu untuk berbasabasi. Ada begitu banyak yang harus diketahui tentang semua sosok berlainan di
dalam dirinya, dan kami ingin melanjutkan usaha kami. Karen dapat dengan
mudah memasuki keadaan trance hipnotik sekarang. Aku mungkin hanya perlu
mengatakan tidurlah, dan dia akan tidur, tapi aku tetap menggunakan rutinitas
pengantar trance kami untuk memberikan struktur yang dapat dipegang olehnya dan
sosok-sosok lainnya.
"Kalau kamu sudah siap," ujarku setelah dia berada dalam keadaan trance, "kamu
bisa keluar dari ruangan mungilmu yang aman, dan kita akan melihat apakah ada yang
ingin berbicara dengan kita."
"Halo ... ini Ann." Karen duduk tegak, dengan postur yang menunjukkan
keseriusan, perhatian, dan kepercayaan diri. Suaranya terdengar mendayu dan
tenang, wajahnya menunjukkan kebaikan hati. Yang menarik, sikapnya membuatku
santai.
"Halo, Ann, aku Dr. Baer."
"Ya, saya tahu," katanya. "Bagaimana kabar Dokter? Inilah pertama kalinya saya
melakukan ini, dan saya agak takut."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Kuharap ini bisa menjadi kesempatan bagiku untuk mengenalmu," ujarku, "dan
sosok-sosok lain di dalam diri Karen, agar aku bisa lebih baik dalam memberikan
pertolongan."
"Itulah yang dikatakan Katherine; karena itulah saya setuju untuk muncul dan
berbicara dengan Dokter."
"Apakah yang hendak kamu ceritakan tentang dirimu?"
"Saya lahir saat Karen tidak tahan terhadap
gerejauntuk
menjaga
keimanannya."
"Karen
tidak
tahan
terhadap
gereja?"
"Beberapa pria yang menyakitinya adalah aktivis
gereja. Mereka menggunakan kata-kata dari peribadatan di gereja saat
menyakitinya. Dia tidak tahan berada di dalam gereja, karena itulah saya lahir."
"Berapakah umurmu?"
"Saya enam belas tahun. Saya lahir saat Karen berumur sepuluh tahun, dan saya
berumur sebelas tahun saat itu. Saya tahu ini agak membingungkan."
"Sepertinya kamu dilahirkan untuk tujuan tertentu."
"Ya, tentu saja." Sepertinya semua sosok yang pernah kutemui dilahirkan untuk
berurusan dengan bagian-bagian tertentu dari pengalaman emosional traumatis
Karen.
"Begitu, ya. Apa lagi yang bisa kamu ceritakan kepadaku?"
"Saya tidak tahu; ada begitu banyak. Saya selalu menjadi orang baik. Saya selalu
sangat religius. Para biarawati menyukai saya. Saya adalah kesayangan mereka di
sekolah. Saya suka menolong para guru dan pastor. Saya bertindak seolah-olah tidak
ada yang salah. Saya ingin menjadi biarawati, tapi tidak bisa karena ... karena apa
yang telah terjadi pada kami. Saya kotor. Tapi, saya bekerja di Saint Jerome's, rumah
sakit untuk anak-anak yang terluka dan cacat, meskipun si ayah memukuli saya jika
saya pergi ke sana. Dia selalu mengatakan amal dimulai di rumah."
Ann terdiam. Dia sedang memikirkan sesuatu.
"Ada apa?" tanyaku.
"Saya ingin mengakui sesuatu."
"Oh?"
"Sayalah yang membakar jurnal itu." "Benarkah? Mengapa?" Aku terkejut saat
mendengar bahwa dialah pelakunya.
"Saya marah karena Dokter tidak membalas tulisan kami. Saya pikir Dokter
membacanya setiap hari. Saya pikir Dokter tidak mendengarkan kami."
"Jurnal itu semestinya adalah cara supaya sosok-sosok yang lain dapat
menceritakan tentang pikiran dan kekhawatiran mereka. Karen bertugas
mengumpulkan dan menyerahkannya kepadaku. Sayangnya, aku tidak bisa menemui
kalian setiap hari."
"Ya ampun, saya malu sekali!" kata Ann, menutup mulutnya dengan tangan. "Saya
tidak mengerti. Saya pikir Dokter tidak peduli."
"Sayang sekali jurnal itu terbakar," ujarku. "Mungkin kamu bisa membantu yang
lain mengingat kembali apa yang telah mereka tulis, dan semuanya akan baik-baik
saja."
"Saya akan mencoba," Ann terdiam; matanya melirik ke samping, memandang
entah pada apa. "Ada sesuatu yang mungkin tidak Dokter ketahui," lanjutnya. "Sayalah
yang pingsan saat hari pernikahan Karen. Yah, bukan hanya saya. Sosoksosok yang

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
berbeda silih berganti muncul saat Karen berada di altar. Saya muncul dan pingsan
lagi. Saya tidak bisa memercayai apa yang terjadi. Hanya Karen 1 yang ingin menikah.
Dia baru berumur sepuluh tahun, tapi dia ingin menjadi ibu dan punya anak. Saat
kami menyadari apa yang terjadi, terlambat sudah. Saya bahkan tidak tahu dengan
siapa kami akan menikah. Semua itu sangat mengagetkan."
Ann terdiam, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Aku terpana mendengar
informasi yang baru saja diberikannya. Sepertinya, secara kolektif, sosok-sosok di
dalam diri Karen mengetahui segalanya. Karena Karen bermasalah dengan ibunya, aku
memikirkan apakah Ann
dapat membantu dalam hal ini.
"Apakah kamu berhubungan dengan ibu Karen?"
"Syukurlah, tidak. Sandy atau Sidney yang berurusan dengannya. Sidney muncul
saat si ibu menggosok wajah Karen dengan sisir kawat karena dia memakai rias wajah.
Karen berumur empat belas tahun saat itu. Saya tidak suka memikirkannya."
"Aku sangat berterima kasih kepadamu karena telah menceritakan semua ini
kepadaku," ucapku. "Kamu sangat membantuku. Aku berharap dapat berbicara
denganmu lagi. Jika kamu siap, mungkin kamu bisa mundur dan melihat apakah yang
lain ingin menyampaikan sesuatu."
"Terima kasih, Dr. Baer. Senang sekali bisa berbicara dengan Dokter."
Wajah Karen tampak hampa selama sesaat, lalu selintas posturnya berubah, dan
dia mulai berbicara secara lebih formal, tapi kesan anggun dan percaya dirinya
berkurang.
"Halo, Dr. Baer, senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan Anda." "Katherine?"
"Ya, maaf karena saya tidak memperkenalkan diri. Saya lupa bahwa Anda tidak
tahu dengan siapa Anda sedang bicara."
Aku mengenali cara bicaramu," ujarku. "Aku juga senang karena bisa berbicara
denganmu. Aku ingin lebih mengenalmu. Kupikir kamu sebaiknya bercerita sedikit
tentang latar belakangmu. Kapan kamu lahir?"
"Saya sudah ada di sini sejak awal. Saya lahir ketika Karen berumur satu atau dua
tahun. Tugas saya adalah merawat Karen. Holdon lahir tak lama kemudian. Karen
sudah dianiaya dan ditelantarkan sejak awal. Holdon
memiliki kekuatan untuk melindungi, dan saya memiliki kepandaian untuk
mengurus segalanya."
"Kapankah kamu muncul?" tanyaku.
"Saat ada yang perlu diselesaikan. Saya sering membersihkan rumah dan memasak.
Saat Karen bekerja sebagai sekretarissayalah yang bekerja. Ada jangka waktu
panjang saat Karen sama sekali tidak muncul." Meskipun memikirkan Karen mana yang
dimaksudnya, aku diam saja.
"Berapa lama? Apakah maksudmu berminggu-minggu?"
"Oh, tidak, Karen, yang pergi menemui Anda, pernah menghilang selama bertahuntahun dalam sekali waktu. Dia sama sekali tidak muncul selama SMA. Kami terusmenerus dihajar dan dilecehkan secara seksual selama SMA. Karen tidak muncul
ketika itu. Karen 2 dan para laki-lakilah yang lebih sering muncul."
"Bagaimana kamu memutuskan untuk menemuiku?" tanyaku. "Kuanggap kamulah
yang membuat keputusan itu."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Anda benar tentang hal ini. Sayalah yang membawa Karen ke kantor Anda pada
hari pertama itu." "Mengapa kamu memilihku?"
"Saya berbicara dengan pasien-pasien Anda yang lain, dan mereka mengatakan
bahwa Anda memahami mereka. Tapi, saat pertama kali Anda menemui kami, saya
tidak terlalu yakin; saya mencari tahu tentang Anda. Saya ingin mengetahui apakah
Anda memedulikan kami. Saya memerhatikan ijazah-ijazah Anda. Saya menelepon
perkumpulan dokter untuk mencari tahu apakah Anda pernah terlibat masalah."
"Apakah kamu menemukan sesuatu yang membuatmu khawatir?"
"Tidak, saya rasa saya telah membuat pilihan yang bagus. Saya rasa kita berada di
jalur yang tepat."
"Apakah kamu tahu bagaimana terapi ini akan berjalan?" tanyaku, berharap akan
mendapatkan pertolongan.
"Tidak, saya pikir Anda mengetahui apa yang Anda lakukan. Saya hanya bisa
mengatakan bahwa sebaiknya kita tidak terburu-buru." Katherine mengingatkanku
pada sosok seorang guru. Dia bersikap sabar kepadaku dan menyemangatiku untuk
melakukan yang terbaik.
Waktu kami telah habis. Alih-alih mendapatkan pertolongan, aku justru disuruh
bersabar. Mungkin itu adalah pertolongan yang kubutuhkan. Katherine memberitahuku
apa yang akan diberitahukan oleh atasanku. "Duduklah, dan biarkanlah masalahnya
terungkap sendiri. Tugasmu adalah memahami, dan saat kau telah paham, tolonglah
pasienmu untuk memahaminya." Godaan untuk maju berdasarkan agenda si ahli
terapi, alih-alih pasien, selalu kuat, dan selalu salah.
PADA PERTENGAHAN Januari 1995, Karen tiba di kantorku, tampak ragu-ragu di
ambang pintu, lalu melihat ke sekeliling ruangan, ke balik perabot, dan ke bawah
meja. Akhirnya dia duduk di kursinya. Dia memegang gulungan kertas. Saat duduk
tegang di kursinya, dia memandang curiga ke kanan dan ke kiri. Dia mengangkat
gulungan kertas yang dibawanya ke matanya, lalu memandangku melalui lubangnya,
bagaikan seorang bajak laut yang memegang teropong. Perasaanku mengatakan
bahwa yang berada di depanku bukanlah Karen, sehingga aku memutuskan untuk
menunggu dan melihat apa yang terjadi.
Setelah yakin bahwa hanya ada kami berdua di
ruanganku, sosok di depanku memandangku sangat lama, membuatku merasa tidak
nyaman. "Karen tidak bisa datang."
"Oh, begitu. Jadi, siapa yang menggantikan Karen?" "Sidney."
"Ah, Sidney. Aku memang berharap dapat bertemu denganmu lagi."
"Holdon menyuruhku datang. Dia menyuruhku membawa ini." Sekali lagi, Sidney
mendekatkan gulungan kertasnya ke mata. "Ini namanya kaleidoskop." Sidney
menyodorkan gulungan kertas itu kepadaku sambil tersenyum malu. Aku
menerimanya; surat dari Holdon tertulis di kertas itu. Aku menyimpannya dan
berkonsentrasi pada Sidney.
"Aku senang kamu datang." Sidney memandangiku sejenak, lalu sedikit
melemaskan bahunya.
"Karen sedang sakit," katanya. "Holdon ingin memberikan kertas-kertas itu
untukmu. Sekarang aku muncul dengan Holdon dan anak-anak laki-laki yang lain."
Sidney menatap ke luar jendela, melongok untuk melihat tanah di bawah.
"Saat kamu menyerahkan kertas itu, sepertinya lenganmu sakit."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Lenganku memang sakit terus. Ayah menyuruhku mencuri, dan kalau aku tidak
melakukannya dengan benar, dia memuntir lenganku atau menonjokku. Aku tidak bisa
merasakan jariku; Ayah sering memukulinya dengan tongkat karena aku mencuri."
"Bukankah katamu dia yang menyuruhmu mencuri?" "Ya, memang, lalu dia
memukulku karenanya." "Apa kamu tahu bahwa ayah Karen sudah meninggal?"
Sidney memandangku dengan mata terbelalak lebar, terkejut. Sekali lagi, dia
tampak ragu-ragu, mendongakkan kepala dan memandangku dengan penuh tanda
tanya.
"Betul," kataku. "Dia meninggal karena kanker sekitar setahun yang lalu. Dia tidak
bisa menyakitimu lagi. Aku sedang berusaha menolong Karen dan Holdon untuk
membuat kalian semua merasa lebih baik."
"Kamu pasti berbohong padaku."
"Tanyakan saja pada Holdon." Sejenak, tatapan Sidney tampak kosong, lalu
dia memandangku lagi. "Aku sungguh tidak tahu."
"Sepertinya kamu tidak suka dengan si ayah. Penderitaanmu telah memberimu
banyak kekuatan dan keberanian, tapi juga banyak rasa sakit. Kurasa, kamu dan yang
lain akan sangat terbantu kalau kamu bisa membagi sebagian pengalamanmu, dan
juga sebagian kekuatanmu." Aku berusaha membangun landasan bagi tujuan akhir
kami, yaitu integrasi seluruh sosok.
Setelah Sidney pergi, aku memeriksa kertas-kertas yang dibawanya. Sepucuk surat
dengan tulisan tangan Holdon tertera di sana.
Januari 95
Yang terhormat Dr. Baer,
Saya ingin mencoba memulai rekonstruksi jurnal yang terbakar. Untuk memulainya
kami harus menceritakan tentang keberadaan kami. Di bawah ini adalah daftar yang
berisi penjelasan tentang kami semua dan siapa saja yang sering muncul akhir-akhir
ini. Saat ini kami bertujuh belas. Saya akan mencoba sedikit menjelaskan satu per
satu diri kami.
Holdon (saya sendiri), 34 tahun. Saya berusaha keras untuk melindungi kami
semua. Saya memiliki pengetahuan sejak kelahiran
Karen. Sayalah yang mengambil sebagian besar kepulasan mengenai siapa yang
sebaiknya muncul. Sayalah yang paling sering mengemudi. Saya memiliki kepandaian
mekanis; saya membual dan memperbaiki barang-barang, mengecat memasang kertas
dinding, dan lain-lain. Saya sangat bercita-cita menjadi paramedis. Kadang-kadang
saya menenangkan anak-anak yang ada di dalam. Saya tercipta untuk menjadi anak
laki-laki sempurna yang bisa membantu pekerjaan ayah dan kakek Karen. Saya bisa
melakukan nyaris segala macam hal. Saya tidak merasakan sakit.
Katherine juga berusia 34 tahun. Dia tahu tentang semua sosok. Dia membuat janji
temu dan memastikan semuanya terpenuhi. Katherine lahir sesudah saya saat Karen
berumur kurang dari satu tahun. Kami tumbuh bersamanya. Katherine suka membaca
dan bertanggung jawab membawa kami ke terapi. Katherine juga tidak merasakan
sakit.
Claire berumur tujuh tahun dan sangat tidak percaya diri. Saat ini dia sedang sedih
karena merasa diabaikan oleh Anda. Saya berusaha membujuknya untuk muncul dan
berbicara tapi dia sedang sangat kesakitan. Dia mengidap sakit kepala parah.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Sidney berumur lima tahun dan kesakitan. Dia ingin bersenang-senang dan suka
menjerumuskan kami semua ke dalam masalah. Dia menempatkan kami dalam situasi
yang aneh dan pergi begitu saja. Dia masih ingin mencuri pemak-pemik untuk
diberikan kepada orang lain. Tangan dan jarinya mati rasa. Dialah yang menerima
sebagian siksaan terberat.
Sandy berumur 18 tahun dan menjadi duri dalam daging di antara kami. Rasanya
nyaman saat Sandy tenang dan menatap ke luar jendela. Tapi, entah bagaimana dia
terbangun. Dia punya banyak rencana bunuh diri. Dia gemar menyantap makanan
sampah dalam jumlah besar. Dia murung dan depresi, dan selalu ingin mengambil
alih. Dia bersesumbar dapat membuat Anda marah kepada kami, sehingga Anda akan
menyerah. Sepertinya dia semakin parah setelah ayah Karen meninggal.
Julie berumur 13 tahun dan sangat kesakitan sehingga saat dia muncul, kami
berpikir kami semua akan mati. Dia tidak bisa bernapas
dengan baik. Rambutnya hitam dan matanya hijau. Dia tidak bisa berjalan.
Karen Boo berumur 21 bulan. Dia tidak terlalu bisa berbahasa Inggris. Dia mengerti
sedikit bahasa Hongaria. Dia tidak bisa melihat karena menderita tumor di matanya.
Di sering menjeritkan "Awl", serta merasakan nyeri di kaki dan vaginanya. Dia butuh
ditenangkan oleh suara Anda.
Miles berumur delapan tahun dan sepertinya sudah tenang. Dia sudah tidak
membenci semua orang karena dia menyukai Anda. Dia tidak menyakiti kami lagi
karena ingin Anda menyukainya. Dia masih membenci keberadaannya di dalam tubuh
perempuan. Miles masih merasakan sakitnya penyiksaan. Miles mendatangi segala
macam acara olahraga bersama James dan Sara
Kari berumur sepuluh tahun dan kecewa karena terbakarnya jurnal; dia menulis
banyak detail tentang penganiayaan dan berharap tidak akan pernah
membicarakannya lagi karena selama dia menulis, sakit Karen sedang parah-parahnya.
Kari merasakan sakit yang paling parah dan berharap kami akan mengakhirinya. Saat
Miles tidak dapat lagi menanggung rasa sakit. Kari mengambil alih.
Elise berumur delapan tahun dan dialah yang menjalani kehidupan normal Miles
dan Kari, terpisah dari penganiayaan. Elise menulis puisi dalam bahasa Hongaria dan
tidak seorang pun dari kami mengetahui artinya. Dia merasa Tuhan akan mengampuni
kami karena telah dilahirkan di dunia ini. Dia selalu tahu bahwa penganiayaan adalah
kesalahan.
Thea berumur enam tahun dan lahir pada 1965, saat Karen menderita aneurisme
dan mendengar orangtuanya mengatakan bahwa mereka berharap dia akan meninggal.
Saat Karen tidak meninggal seperti yang diharapkan, Thea mengambil tempatnya
selama total 1,5 tahun. Selama masa ini, Karen tidak ada' dia tidur. Thea yang
menyimpan ingatan selama masa itu.
Karen 1 berumur sepuluh tahun dan lahir pada 1969, berumur delapan tahun
ketika lahir dan tumbuh hingga dua tahun kemudian, lalu berhenti tumbuh pada usia
sepuluh tahun. Karen 1 sangat sensitif dan pemalu. Dia kesepian pada 1979, saat dia
bertemu dengan Josh, dan
keluguannya membuai pria itu tertarik. Dia mengidamkan pernikahan dan
mendapatkannya. Dia takut pada keributan, motifpokadoi, badut, bau kelapa dan
kohnye Brut. Dia menderita sakit kepala serta membenci ayah dan ibunya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Juiiann berumur sebelas tahun dan lahir pada 1971 saat Karen berumur 12 tahun.
Jensen muncul dan melawan saat Karen diperkosa menggunakan sebuah gantungan
baju oleh saudara laki-laki neneknya Constantine. Jensen membalut bekas gigitan dan
meratakan dada Karen supaya dia menjadi laki-laki. Jensen ingin menyakiti semua
orang yang telah menyakiti kami. Jensen sangat membenci pria yang lebih tua.
Menurutnya jika mendapatkan kesempatan, mereka akan menyakiti kami.
Ann berumur 16 tahun, dan meskipun biasanya religius, dia telah kehilangan
keimanannya. Dia tidak bisa memahami mengapa ada begitu banyak kesedihan di
dunia ini. Ann lahir pada akhir '60-an atau awal '70-an. Dia belajar di sekolah Katolik
untuk Karen serta menjadi murid kesayangan guru dan kepala sekolahnya. Dia bekerja
di kantor, dan pergi ke gereja setiap hari. Kami semua selalu membuatnya maki,
sehingga dia sering mengakui dan menebus dosa. Dia selalu merasa kami harus
disalahkan karena keberadaan kami, dan hanya Tuhanlah yang dapat mengampuni
kami.
Karen 2 berumur 21 tahun dan lahir pada 1969saat Karen berumur sepuluh tahun.
Karen 2 bersekolah, bekerja sebagai sekretaris bersama Katherine, dan melahirkan
anak laki-lakinya James. Dia tidak merasakan nyeri ataupun sakit kepala dan suka
bergaul dengan orang lain. Dia merasa beruntung dengan kehidupannya. Ketika dia
memulai proses persalinan anak perempuannya Sara Claire muncul dengan histeris,
dan dimulailah kekacauan total kami. Karen 2 tidur sejak 1985.
Karen 3 berumur 30 tahun dan lahir empat hari setelah kelahiran Sara pada 1985.
Dia adalah kelahiran terakhir kami. Dia terpilih untuk memulai terapi. Kamilah yang
memberinya semua ingatan yang disampaikannya kepada Anda. Dia depresi dan ingin
melakukan bunuh diri. Dia dapat merasakan sebagian dari kami, namun tidak
semuanya.
Karen 3 adalah sosok yang paling sering Anda temui.
Aku meletakkan kertas-kertas itu dan memikirkan betapa anehnya seorang
manusia dapat bekerja dengan cara seperti ini. Ini adalah cara berbeda untuk berpikir
dan berfungsi, tapi menggunakan perangkat mental yang sama, otak yang sama,
seperti yang dimiliki oleh kita semua. Jika kita semua tumbuh dalam situasi seperti
yang digambarkan di surat itu, mungkin kita pun akan beroperasi dengan cara seperti
Karen. Aku memikirkan hubungan berjalinan rumit yang akan kita miliki jika
masingmasing dari diri kita mengetahui tentang irisan-irisan berbeda dari diri kita.
Jatuh cinta akan menjadi seperti terapi ini, ketika kita perlahan-lahan berkenalan
dengan semua bagian dan berusaha melibatkan mereka ke dalam sebuah hubungan.
Aku memerhatikan bahwa Holdon mengatakan dirinya dilahirkan sebelum
Katherine. Katherine mengatakan yang sebaliknya. Mungkin terdapat sedikit
persaingan di antara setiap sosok. Aku memerhatikan bahwa detail-detail kecil yang
disampaikan oleh sosok-sosok yang berbeda sedikit tidak konsisten; bukan
berkebalikan, melainkan terdapat sedikit perbedaan di antara detail-detail itu. Aku
tidak perlu berpegang teguh pada satu versi saja pada titik ini; mungkin tidak masuk
akal untuk mengharapkan setiap sosok memiliki ingatan yang sempurna akan setiap
detail yang ada setelah beberapa dekade berlalu. Bahkan, aku terkesan melihat
betapa sistem Karen konsisten secara internal.
Selama masa ini, struktur sesi terapi berubah. Sekarang aku hanya menghabiskan
waktu singkat, pada awal terapi, bersama Karen (Karen 3), kemudian sesi

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
dilanjutkan dengan hipnosis supaya aku dapat berbicara dengan sosok lainnya.
"Saya merana sekali," kata Sandy, "tidak ada yang beres. Semua orang takut pada
orang-orang yang datang pada malam hari ... Mereka tidak nyata; mereka cuma
mimpi. Julie, Thea, dan Jensen ingin mati. Juiiann takut si ayah akan datang dan
menyakiti mereka."
"Apakah kamu bisa memberi tahu mereka bahwa itu hanya mimpi?"
"Mereka tidak mau mendengarkan saya. Ini membuat saya jengkel. Saya tidak mau
hidup di masa lalu. Semuanya mengingatkan saya pada masa itu; perkakas, kabel
listrik, peralatan makan perak, semuanya. Ingatan itu masih ada, bahkan bagi saya."
"Ini tentunya beban yang sangat berat bagimu," ujarku, "semua kenangan masa lalu
itu, saat kamu ingin terus maju."
"Yah, tapi Julie yang paling kesakitan. Dia tidak bisa bicara ataupun berjalan.
Bobot para pria itu masih menindih kakinya."
"Mungkin aku bisa bicara dengannya
"Tunggu sebentar," kata Sandy, dan dia segera mundur.
Karen terkulai di kursinya dan menjulurkan kedua kakinya, menyanggakan
tumitnya ke lantai. Matanya terpejam, dan entah bagaimana, wajahnya tampak lebih
tembam, seolah-olah dia sekonyong-konyong menggembung di depan mataku.
"Bagaimana perasaanmu, Julie?" tanyaku.
"Saya kesakitan; sakitnya sampai ke perut saya," kata Julie, "rasanya seperti ada
penis di tenggorokan saya."
"Bisakah kamu menggerakkan kakimu?" "Sedikit." Julie bersusah payah
menggerakkan kakinya ke samping, seolah-olah ada sesuatu yang menindihnya.
"Seperti apakah rasanya?"
"Mereka menindih saya. Saya tak bisa bergerak. Saya tak bisa bernapas."
"Julie, kamu hanya bermimpi, teringat pada sebuah kenangan dari masa lalu. Para
pria itu tidak menyakitimu lagi sekarang."
"Tapi rasanya begitu!" Julie meronta-ronta dengan susah payah.
"Semua pria yang menyakitimu sudah meninggal," ujarku. "Perasaan yang kamu
dapatkan dari para pria masa lalu itu akan memudar." Aku berusaha memberikan
sedikit saran hipnotik. "Kamu akan merasakan bobot mereka sedikit demi sedikit
terangkat dari kakimu. Sekarang bahkan kamu sudah merasakan beban mereka
terangkat dari kakimu. Perlahan-lahan, kendali kakimu kembali pada dirimu. Para pria
itu telah pergi. Kamu tidak perlu takut terhadap mereka lagi."
"Saya merasa sedikit lebih baik, tapi bagaimana saya bisa percaya pada Dokter
bahwa mereka sudah pergi?"
"Tanyakanlah pada yang lebih tua darimu, terutama Katherine dan Holdon. Kamu
akan merasa lebih baik mulai saat ini."
"Entahlah ...."
22-1-95
yang terhormat Dr. Baer,
Keadaan kami sedang tidak begitu baik. Saya rasa kami sakit. Saya membawa kami
ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter kandungan. Kami merasakan kram perut
yang parah sejak Jensen memasukkan cairan antibeku ke dalam vagina kami. Julie
paling

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kesakitan. Saya mengkhawatirkan adanya keracunan. Karen juga mendapatkan
banyak masalah di rumah. Anak-anaknya sepertinya tidak lagi menghormatinya. Saya
yakin ini diakibatkan oleh Josh yang selaki menjelek-jelekkannya. Kami semua
menjadi kebingungan dan terdisorientasi. Kami mulai membagi ingatan kami, dan itu
menyebabkan rasa tertekan yang teramat sangat.
Katherine
"Bagaimana perasaanmu, Katherine? Aku sudah mendapatkan pesanmu."
"Tidak begitu baik. Jensen mencoba membersihkan dirinya dengan cairan antibeku
yang disemprotkan. Dia berharap organnya akan terbakar. Julie kesulitan bernapas
dan berjalan, dan dia sangat kelelahan. Dia merasa sakitnya paling parah saat Anda
pergi."
"Bagaimana Jensen bisa muncul dan melakukan ini kepada kalian?" aku bertanya.
"Siapakah yang memutuskan siapa saja yang boleh muncul?"
"Alasannya berbeda-beda," kata Katherine, "tapi biasanya yang memiliki perasaan
terkuatlah yang bisa melakukannya."
"Sepertinya perasaan Jensen cukup kuat," ujarku. "Mungkin saya bisa berbicara
dengannya dan mungkin saya bisa menolong dia."
"Kami akan sangat menghargai usaha Anda, Dr. Baer."
"Mungkin kamu bisa mundur dan kita akan melihat apakah Jensen mau muncul dan
berbicara kepada saya."
"Baiklah." Karen memejamkan mata, dan tubuhnya tampak sedikit lebih kaku.
Entah bagaimana, dia kelihatan lebih kecil dan tegang. Dia nyaris berjongkok di
kursinya, bersiap melompat. Suaranya juga menjadi lebih nyaring,
dengan lebih banyak energi, namun pada saat yang sama juga lebih kecil.
"Aku ingin membunuh kami semua."
"Jensen?"
"Yeah." Jensen terus-menerus menghindarkan pandangannya dariku.
"Mengapa kamu ingin membunuh kalian semua?"
"Karena badan ini sakit sekali. Dia menyakitiku dengan gantungan baju, dan aku
ingin membersihkan diri. Logamnya masih tertinggal di dalam vaginaku. Aku harus
membakarnya untuk mengeluarkannya, lalu menjahitnya supaya aku tidak jadi
perempuan lagi."
Nah, yang satu ini cukup mengerikan, pikirku. Apa yang dapat kulakukan untuk
mencegah Jensen melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri? Kurasa langkah
pertamanya adalah berusaha membangun sebuah hubungan.
"Kamu disakiti menggunakan gantungan baju?" aku bertanya dengan lembut.
"Apakah yang kamu rasakan?" "Tidak seorang pun percaya saat aku membicarakan
tentang perasaanku. Kami harus menyendiri sepanjang waktu. Tidak ada yang
mengerti kami."214richard Baer "Pernahkan ada seorang laki-laki yang mengerti
kamu?" tanyaku, berusaha memancingnya.
"Tidak, tidak pernah ada. Semua laki-laki gemar menyakiti."
"Aku tahu ini hal baru bagimu dan aku tidak berharap kamu akan langsung
menerimanya begitu saja. Tetapi, aku sangat ingin memahamimu. Ini bagian
terpenting dari pekerjaanku, berusaha memahami, dan kurasa kamu bisa sangat
menolongku."
"Aku bisa menolong kamu?" Jensen yang terkejut

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kehilangan sedikit ketegangannya.
"Ya, kamu bisa menolongku," ujarku. Aku berhasil membuatnya tertarik.
"Sepertinya kamulah yang paling menderita akibat apa yang menimpa Karen. Aku
telah berusaha memahami semuanya dari cerita-cerita yang bisa disampaikan oleh
sosok-sosok lainnya kepadaku, tapi sepertinya kamu mengetahui bagian-bagian yang
sangat penting." Aku tahu aku lancang, tapi aku berusaha membangun
kepercayaannya supaya dia tidak menganggapku sebagai orang yang akan
menyakitinya, tetapi sebagai sumber kenyamanan emosional. Tindakanku ini bisa
dikatakan sebagai godaan secara langsung, namun kadangkadang ini perlu dilakukan.
"Kamu ingin tahu tentang apa?" tanya Jensen.
"Yah, ceritakanlah tentang ingatan pertamamu."
"Oh, itu gampang. Karen ditusuk vaginanya oleh Constantine, adik neneknya.
Kurasa lelaki itu idiot. Dia tua dan buruk rupa. Saat itu, Karen sedang bertugas
mengawasinya karena harus ada orang yang menemaninya. Dia menjejalkan lidahnya
ke mulut Karen. Aku melawan. Aku menendangnya sampai dia kesakitan. Vagina Karen
berdarah dan ada bekas gigitan di dadanya. Aku membalutkan perban di dadanya agar
dia tidak kelihatan seperti anak perempuan."
"Kamu berusaha melindungi Karen agar tidak disakiti?" Aku harus mengatakan
sesuatu untuk menyingkirkan keraguan bahwa tidak seorang pria pun akan mengerti
dirinya. Hal-hal kecil seperti ini semestinya bisa membantu.
"Ya. Itu tidak gampang, dan aku tidak selalu di sana sepanjang waktu."
"Dan kalau kamu bisa menghilangkan vagina Karen, mungkin dia tidak akan disakiti
oleh pria."
"Ya! Hanya perempuan yang bisa disakiti. Kalau kamu bukan perempuan, mereka
tidak akan mengganggumu."
"Sudah lama berlalu sejak para pria menyakiti vagina Karen. Sebenarnya mereka
semua sudah mati sekarang. Tidak ada lagi yang masih bisa menyakiti Karen seperti
itu, jadi kamu tidak perlu melindunginya dengan merusak vaginanya. Tindakanmu
justru membuatnya kesakitan seperti yang dilakukan para pria itu."
"Oh! Bukan itu maksudku! Aku hanya berusaha membantu."
"Tentu saja, Jensen. Kamu berusaha menyelamatkan Karen." "Ya!"
Aku memang sedikit agresif, tapi aku tidak sabar ingin menghentikan Jensen
menyakiti tubuh Karen. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku berharap dapat
berbicara lagi dengannya, dan sepertinya dia bersedia.
PADA AWAL Februari, aku menerima surat yang sepertinya ditulis sebagai usaha
bersama, dengan sosok-sosok yang secara bergiliran menulis untukku.
Dokter Baer yang baik.
Aku mimpi buruk. Aku tidak mau kamu pergi. Maukah kamu datang ke rumahku
dan mengusir monster jahat itu, dia datang waktu malam dan aku melihatnya. Maukah
kamu memegangi tanganku dan menemaniku agar dia pergi. Terima kasih. Salam
Claire.
Dr. Baer,
Ingatkah Dokter saat kami bertanya tentang eutanasia? Bagaimana pendapat
Dokter. Rasa sakit ini tidak tertahankan lagi.
Sandy

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Aku menulis untuk Sidney, dia ingin kamu tahu bahwa dia ingin bermain denganmu
di dapurmu. Kata Sidney, kalau kamu mau bermain kartu dengannya dia mau
bercerita sedikit.
Miles
Dr. Baer,
Apakah penyatuan kembali akan menolong kami?
Sandy
Bagaimana dengan masalah kesehatan kami. Apakah kami sakit diabetes atau apa?
Saat saya muncul saya sakit. Saya pusing sepanjang waktu.
Julie
Hai Dr. Baer,
Kami baik-baik saja sebagian dari kami saling berbagi ingatan, kadang-kadang ini
menimbulkan kebingungan, tapi saya rasa ini menarik. Kami semua berusaha berbagi
tempat di tubuh Karen. Kadang-kadang kami sakit kepala berkepanjangan, aromaaroma tertentu membuat kami mual (seperti kohnye Brut) tapi kami mampu
menahannya. Berkali-kali kami nyaris berbuat dosa namun Tuhan masih mengawasi
kami. Kami juga berusaha memutuskan apakah kami mau atau tidak mau dikremasi
jika kami meninggal. Saya merasa kami akan meninggal dalam waktu dekat ini, dan
kami akhirnya akan menemukan kedamaian. Kami gelisah sejak kematian Nenek pada
1985.
Ann
Jelas bahwa setiap sosok bersemangat dalam berkomunikasi denganku dan mereka
menemukan cara termudah untuk melakukannya, yaitu menulis. Yang membuatku
heran adalah betapa berbedanya setiap sosok tersebut. Masing-masing memiliki
pendapat dan kekhawatiran sendiri. Kecuali Katherine dan Holdon, yang
turut menua bersama Karen, sosok-sosok lainnya berhenti tumbuh. Pada saat yang
berbeda bagi setiap sosok, waktu berhenti, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi
ketika itu, seperti pada Claire saat dia berusia tujuh tahun, masih terjadi. Seolah-olah
setiap sosok terkurung selamanya di dalam sebuah siksaan tanpa ujung.
Kedengarannya seperti di neraka.
Aku telah lama memikirkan apakah Karen dapat me-manfaatkanku sebagai seorang
ahli terapi. Bagaimana dia tahu bahwa dia dapat menemukan seseorang untuk
dipercaya dan dimintai pertolongan? Bagaimana dia dapat meyakini bahwa hubungan
semacam itu memang ada? Biasanya, seseorang membutuhkan pengalaman menjalani
hubungan yang baik sebelum mereka sungguh-sungguh meyakini dirinya mampu
melakoninya. Karen tidak mengalami hal itu bersama orangtuanya. Aku tahu bahwa
Karen takut kehilangan diriku; dia takut aku akan mati, atau aku akan kehilangan
ketertarikan, atau dia akan membaik dan aku berhenti menemuinya, atau ceritanya
akan menjadi terlalu mengerikan dan aku akan mengangkat tangansemacam itulah.
Perasaan Karen terhadap hubungan kami begitu rapuh, namun aku terkesan karena
dia mampu bertahan hingga sejauh ini. Sebuah pesan dari Karen menolongku dalam
memahami bagaimana hal ini terjadi.
Saya ingat pernah menghabiskan banyak waktu pada malam hari untuk duduk dan
mengobrol dengan nenek saya. Kami membicarakan tentang dengan nenek saya. Kami
membicarakan banyak hal termasuk sosok-sosok lain di dalam diri saya. Nenek saya
bisa berbicara dengan Ann, Julie, Sidney, Claire, dan Holdon. Kenangan ini mulai

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kembali ke ingatan saya. Nenek saya tidak bisa melaporkan penganiayaan yang saya
alami, tapi beliau memahami bahwa
sosok-sosok lain saya merasa sakit; beliau mengerti bahwa saya harus menjadi
orang lain untuk bisa bertahan. Saat saya menginap di tempatnya, beliau akan dengan
lembut membawa saya kembali ke ranjang jika saya berjalan dalam tidur atau
kehilangan waktu. Saya cukup sering menghabiskan waktu bersama nenek saya. Beliau
bagaikan ibu kedua bagi saya. Saya belajar untuk bersikap santai di hadapannya saat
saya kehilangan waktu. Beliau membuat saya merasa penting dan saya pun berpikir
bahwa mungkin pada suatu hari nanti saya akan menemukan seseorang yang bisa
memahami saya seperti beliau. Saya menyadari bahwa seseorang itu adalah Anda dan
saya takut karena mengetahui bahwa suatu hari nanti. Anda akan berhenti merawat
saya. Saya takut kehilangan Anda.
Aku tidak yakin bahwa pengalaman Karen bersama neneknya secara khusus
mempersiapkannya untuk menemukan diriku, namun aku memang berpikir bahwa
hubungan itu memberinya fondasi untuk memercayai, yang memang dibutuhkannya.
Setelah hubungan terapeutik-ku dengan Karen semakin kokoh, aku meminta
beberapa sosok untuk memerhatikan saat sosok-sosok yang lain memegang kendali.
Salah satu saran yang kuberikan kepada mereka adalah mengunjungi makam si kakek
untuk menunjukkan kepada semua sosok bahwa pria itu telah meninggal. Banyak di
antara mereka masih meragukan kebenaran hal ini.
Aku terutama mendorong Karen (yang secara teratur datang menemuiku) untuk
menyaksikan saat Katherine muncul. Dia melakukan hal ini untuk pertama kalinya
pada awal Maret 1995.
"Apakah yang kamu lihat?" tanyaku.
"Saya tahu bahwa kami ada di supermarket, tapi saya tidak bisa merasakan tubuh
saya," kata Karen.
"Saya melayang, seperti perasaan yang Anda dapatkan saat lift mulai turun. Saya
juga kebingungan, seolah-olah pikiran saya berada di dua tempat berbeda dalam satu
waktu. Saya tidak takut pada apa pun."
"Apakah yang kalian semua lakukan?"
"Tidak banyak. Membeli persediaan makanan dan produk pembersih. Pekerjaan itu
sangat efsien. Kami punya sebuah daftar dan kami tahu tempat segala macam
belanjaan di toko itu."
"Kedengarannya sangat menarik. Saya harap kamu bisa lebih sering berbagi waktu
dengan Katherine." Dalam sesi hipnosis, aku berkesempatan mendengarkan cerita
versi Katherine dari pengalaman yang sama tersebut.
"Bagaimanakah perasaanmu, Katherine?"
"Saya tidak yakin apakah Karen ingin menyaksikan saya. Rasanya aneh; saya bisa
merasakan perasaannya. Saya tidak pernah melakukan ini dengannya sebelumnya."
"Kamu pernah melakukannya dengan yang lain?"
"Yah, saya dan Holdon sudah sering muncul bersama. Kami berdampingan, seperti
bayangan cermin masing-masingmitra. Masing-masing dari kami melakukan
pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh yang lain."
"Apakah yang lain juga berbagi waktu denganmu?" Aku tertarik untuk mengetahui
seberapa feksibelnya sistem Karen menyangkut pembagian waktu. Seberapa kokohkah
batasan dari setiap sosok?

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Kadang-kadang saya bisa sedikit bersantai dan membiarkan yang lain muncul."
"Kapankah kamu melakukan ini?"
"Oh, katakanlah saat salah satu anak-anak itu harus ditenangkan, dan mereka ingin
menonton flm atau apa,
saya bisa membiarkan mereka."
"Bisakah kamu muncul kapan pun kamu mau?"
"Seringnya begitu. Saya tidak muncul saat kami sedang bersama si ibu. Sandy yang
biasanya berurusan dengan si ibu. Sandy tidak mau berbagi waktu."
"Akan sangat membantu jika kamu bisa lebih banyak berbagi waktu dengan Karen.
Saya rasa ini baik untuknya."
"Baiklah. Akan saya coba."
Kupikir jika aku menyarankan Karen dan Katherine berbagi waktu, penghalang di
antara mereka akan berangsur-angsur memudar, hingga akhirnya menghilang.
Kemudian, kami dapat melakukan ini dengan yang lain, satu per satu. Teknik ini
dijelaskan di dalam beberapa buku atau artikel yang telah kuteliti.
Pada sesi berikutnya, Karen datang dengan mengempit sehelai amplop manila
besar berisi benda menggembung. Dia duduk memangku amplop tersebut, menunduk,
dan sikapnya menunjukkan perpaduan antara keakraban dan ketakutan. Aku
mengangguk ke arahnya, menunjukkan bahwa aku tertarik. Dia mengulurkan
amplopnya kepadaku, lalu menyandarkan diri dengan lega, seolah-olah senang karena
berhasil menyingkirkan benda itu.
"Bolehkah aku melihatnya?" aku bertanya. Karen mengangguk, menggigit bibir. Aku
mengintip ke dalam amplop tersebut dan mulai mengeluarkan isinya. Pertama, ada
kotak kecil yang terbuat dari kayu cedar, bergambar sebuah keluarga Indian dengan
seorang pria yang duduk mengisap pipa, seorang wanita, dan seorang bocah yang
duduk di tanah. Bocah itu telanjang, dan tempat kemaluannya berada tertutup oleh
coretan pensil tebal. Terdapat beberapa goresan melingkar di atas dan
sekeliling pria itu. Ada tanda "+" kecil di tengah setiap goresan. Dugaanku, goresan
itu dibuat dengan cara menusukkan obeng secara berulang-ulang. Terdapat tulisan
"Knott's Berry Farm" di tepinya. Aku menunjukkan kotak itu kepada Karen.
"Apakah ini?" tanyaku.
"Ini kotak kesakitan. Ini pemberian nenek saya. Kata beliau, saya bisa memasukkan
rasa sakit ke dalamnya dan menutupnya lagi. Katanya, beliau juga punya kotak seperti
ini saat beliau masih kecil." Penganiayaan multigenerasi, pikirku.
"Dan ini?" aku menunjukkan sebuah pembuka kacang berwarna emas yang dibuat
secara asal-asalan, berbentuk tubuh wanita dari pinggang ke bawah, dengan engsel di
bagian pinggulnya, sehingga kedua kakinya dapat dipisahkan dan kacang dapat dibuka
dengan cara memasukkannya ke sela-sela pahanya.
"Itu dipakai untuk menjepit saya, puting susu dan jari saya." Karen tampak muak
dan berusaha tidak menatapku secara langsung saat aku memeriksa isi amplop yang
dibawanya. Aku mengeluarkan beberapa benda lagi, semuanya berwujud perkakas,
beberapa obeng tua bergagang kayu, sebuah palu kecil murahan, dan tang pemotong
kabel yang berat.
"Alat-alat itu digunakan untuk menyakiti saya. Sebagian dipakai untuk menjepit
saya; sebagian lagi dimasukkan ke tubuh saya." Dia terdiam dan menatap ke luar
jendela dengan ekspresi kesakitan di wajahnya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Sepertinya saya ingin muntah. Bolehkah saya menggunakan kamar mandi Anda?"
Karen cepat-cepat bangkit dari kursinya dan menghambur ke kamar mandi, yang
terletak beberapa meter dari tempat kami duduk.
Dia menghabiskan waktu sekitar dua menit di dalam. Tidak ada suara yang
terdengar, sehingga aku menduga dia hanya menenangkan diri.
"Maafkan saya," katanya, "benda-benda itu menghadirkan lagi bayangan yang
membuat saya mual."
"Aku juga minta maaf. Mungkin sebaiknya kita tak perlu memeriksa sisanya?"
"Tidak, silakan saja, Anda boleh melanjutkan."
Sekali lagi, aku melihat isi amplop dan mengeluarkan seutas kabel telepon tua,
kabel elastis, sebuah buku (Born to Win), sebuah potongan kolom Ann Landers, sebuah
patung kuningan kecil berbentuk tangan yang menadah dalam pose berdoa, dan
beberapa foto keluarga. Aku menyingkirkan kabel-kabel itu; aku tidak memerlukan
penjelasan lebih lanjut tentangnya. Lalu, aku membaca kolom Ann Landers.
"Begitulah perasaan saya, kadang-kadang," kata Karen.
Kolom itu menceritakan narasi fktif seorang remaja yang terbunuh dalam sebuah
kecelakaan mobil, yang menyaksikan peristiwa pemakamannya sendiri.
"Kamu membayangkan bagaimana orang-orang akan bereaksi terhadap
kematianmu?"
"Sepanjang waktu."
"Bisakah kamu menceritakan foto-foto ini?" Aku mengacungkannya satu per satu.
"Itu foto keluarga kamisaya, Josh, James, dan Sara. Itu saya dan Josh saat kami
baru menikah. Itu kakek dan nenek saya."
Tidak ada yang istimewa dengan foto-foto ini. Aku berusaha melihat sirat jahat di
wajah kakeknya. Kalaupun ada, ekspresi itu hanya terlihat samar-samar, dan wajah
neneknya tampak hampa, tanpa ekspresi.
"Haruskah kita mencari tahu pendapat sosok-sosok yang lain tentang barang-barang
ini?" Karen bersandar dan memejamkan mata, menantiku mengatakan kata-kata yang
bersifat menghipnosis. Setelah dia berada dalam kondisi trance, aku menanyakan
apakah ada yang ingin berbicara dengan kami.
"Ada juga yang lain."
"Miles?" Miles mengangguk. "Apakah maksudmu, yang lain?"
"Lakban, jarum suntik, gergaji. Mereka bilang akan memotong leherku. Si ayah
mengambil gergaji dan menggores tenggorokanku dari kuping ke kuping. Lalu, mereka
semua tertawa terbahak-bahak. Mereka pikir itu sangat lucu. Aku harus bilang aku
menyukainya, atau mereka akan benar-benar melakukannya padaku!"
Segera setelah aku berhasil menenangkan Miles, Claire muncul.
"Bisakah kamu menyuruh mimpi buruk itu pergi?"
"Ya," jawabku, mengenali suara Claire, "saya harap begitu. Karen membawakan
alat-alat itu supaya saya bisa menghancurkannya, supaya mereka tidak akan pernah
menyakitimu lagi. Apa yang kamu lihat saat mendapatkan mimpi buruk?
"Aku tidak mau membicarakannya."
"Kadang-kadang, jika kamu mau membicarakan pikiran yang mengganggumu,
mereka tidak akan kembali untuk menakut-nakutimu di dalam mimpimu." Claire
meronta-ronta dan mulai menangis.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Orang-orang itu mencubit dan menjepitku di sini," katanya, menangkupkan
tangannya ke payudaranya, "dan di sini" tangannya menunjuk perutnya-"dan di sini."
Dia menggeserkan
tangannya
ke
selangkangannya,
mengernyit kesakitan, dan terisak-isak nyaring. Aku duduk diam selama beberapa
menit saat Claire mengingat kembali rasa sakitnya.
"Aku tahu kamu masih merasakannya, Claire," ujarku, "tapi itu sudah lama berlalu.
Orang-orang itu sudah pergi, alatalat ini tidak akan menyakitimu lagi dan tubuhmu
sudah sembuh dan terbebas dari sakit. Kamu sebaiknya membagi ingatan ini dengan
Karen, sehingga kamu tidak harus menanggungnya sendirian. Maukah kamu
membaginya dengan Karen?"
"Oke, aku akan mencobanya." Dia terus bersedekap dan menggosok-gosok
tempatnya disakiti.
"Apakah ada hal lain yang kamu ingat, Claire?"
"Satu lagi."
"Ya?"
"Tangan yang berdoa itu "Ya?"
"Mereka memakainya untuk menampar wajahku berkali-kali."
KETIKA ITU awal April 1995, dan Jensen menyampaikan sebuah kabar untukku.
"Aku membeli burung kakatua," kata Jensen.
"Ceritakanlah tentang burung itu."
"Si pemilik toko hewan peliharaan, Gary, adalah temankukarena itulah aku
muncul. Dia memperbolehkanku melihat semua binatang di tokonya. Gary sendirilah
yang menyarankan agar aku membeli burung kakatua."
"Apa kamu menyukai burung?"
"Ya! Nenek Karen selalu menyukai burung."
"Apa yang membuatmu menginginkan binatang
peliharaan sekarang?"
"Tidak seorang pun pernah bicara denganku. Yah, Miles kadang-kadang mau, juga
Katherine dan Holdon, tentu saja. Jadi, aku lebih sering sendirian, tapi sekarang aku
punya burung."
"Mungkin burung itu bisa menolong kita."
"Bagaimana caranya?"
"Kamu bilang, semua sosok menyukai burung. Mungkin kalian semua bisa
merawatnya bersama-sama? Dengan cara itu, kamu akan bisa berbicara dengan semua
orang."
Sebelum menghadiri sesi itu, Jensen membuat gambar seekor burung untukku. Dia
menamainya Link karena burung itu adalah saluran yang menghubungkan dan
mendekatkan seluruh sosok di dalam diri Karen.
Di sepanjang sesi hipnosis ini, dan dalam banyak surat yang kuterima pada
pertengahan 1995, kenangan tentang penganiayaan di rumah duka dan pabrik
disampaikan berulangulang oleh sosok-sosok yang berbeda, yang masing-masing
mengalami siksaan berlainan. Setiap sosok menambahkan detail baru nama-nama,
perkakas-perkakas yang digunakan, panggilan telepon, bermacam-macam cara Karen
disakiti. Cerita tentang kejadiannya sendiri tidak pernah berubah, namun ceritacerita itu terdengar lebih nyata dan jelas saat detail-detailnya semakin lengkap,

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
bagaikan lukisan yang berubah dari hitamputih menjadi berwarna, dengan setiap
langkah pewarnaan dilakukan oleh tangan yang berbeda. []
13
Pohon Silsilah
KAREN TERPINCANG-PINCANG memasuki kantorku, menumpukan tubuh pada salah
satu kakinya, dan tersembunyi di balik tepi lengan kiri bajunya terdapat semburat
memar berukuran besar. Memar juga terdapat di bagian luar tungkai kirinya. Dia
menjatuhkan diri ke kursinya dan air mata seketika membanjiri wajahnya. Aku duduk
dan menanti. Karen beberapa kali berusaha berbicara, tapi dia gagal dan kembali
terisak-isak. Setelah beberapa menit seperti ini, dia cukup tenang untuk bisa
berbicara.
"Josh bersikap seolah-olah ini tidak pernah terjadi!" Dia kembali menangis.
"Apakah kamu sudah menelepon polisi?"
"Saya tidak ingat apa tepatnya yang terjadi. Saya kehilangan waktu, tapi muncul
kembali tepat setelah Josh memukul kaki saya dengan penyerut kayu. Dia sedang
mabuk. Dia membentak-bentak saya, menyuruh saya menutup telepon dan
mengambilkan bir dan rokok untuknya. Saya sedang menelepon, dan ibu saya
membentak-bentak saya. Lalu, saya tidak ingat lagi, tapi saya rasa kami bertengkar;
saya kehilangan waktu. Pagi ini Josh bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja,
seolah-olah tidak ada yang terjadi."
"Kamu seharusnya tidak membiarkan hal seperti ini terjadi," aku mendesaknya.
"Aku tahu ini berat bagimu, tapi jika Josh memukulmu, kamu harus menelepon polisi,
bahkan jika kamu harus keluar dan menggunakan ponselmu. Jelas dia berpikir dia
boleh memukulmu, dan kamu akan melupakannya. Dia berharap entah bagaimana
kamu akan kehilangan waktu. Tapi, kamu semakin jarang kehilangan waktu, dan kamu
harus menghentikan pemukulan ini, bukan hanya bersembunyi darinya di dalam
kepalamu." Karen mulai terisak-isak lagi.
"Lebih mudah bagi saya untuk kehilangan waktu. Saya kehilangan waktu saat pergi
kemari. Saya kehilangan waktu sepanjang hari."
"Jika kamu menghadapi semua ini dengan kehilangan waktu, pemukulan itu akan
terus berlanjut. Kamu akan berhasil bersembunyi, tapi tidak akan bisa
menghentikannya."
"Tidakkah itu cukup baik?"
"Apakah ini cukup baik?" Aku mengangguk ke arah kakinya. Dia menunduk
memandang memar di kakinya dan berpikir cukup lama.
"Tidak," dia mengakui, lalu kembali terisak-isak. Aku membiarkannya merenungi
perjuangan yang telah dilewatinya. "Saya belum tidur sejak lima hari yang lalu,"
katanya. "Saya beralih terus-menerus. Kadang-kadang saya tidak bisa menangani apa
pun dan bersembunyi. Kadang-kadang saya bersembunyi selama seminggu atau
sebulan, atau bahkan setahun."
"Ke mana kamu pergi saat bersembunyi?"
"Saya masuk ke kamar saya."
"Kamarmu?" "Ya, di rumah."
"Di rumah?" "Ya, di dalam." "Oh.
"Aku tidak terlalu memahami penjelasan Karen, dan waktu kami telah
habis. Pada minggu itu juga, aku menerima sebuah amplop. Di dalamnya terdapat

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sebuah buku tulis. Buku itu diisi dari 31 Maret 1995 hingga 4 Mei 1995, diawali oleh
surat Katherine untukku.
Gambar pertama yang terdapat di dalam buku itu adalah sebuah diagram yang
menunjukkan pembagian kepribadian Karen ke dalam sosok-sosoknya. Tanda panah
menunjukkan garis komunikasi.
Aku tidak yakin harus berbuat apa terhadap si Jahat. Sosok ini tidak pernah
menunjukkan diri, karena setiap kali Karen menyakiti dirinya sendiri, ternyata salah
satu sosok yang sudah pernah berbicara dengankulah yang bertanggung jawab.
Di samping diagram ini terdapat beberapa surat: salah satunya menjelaskan
tentang pembelian Link; dua di antaranya ditulis oleh Miles, yang mengeluh dirinya
ketakutan dan sering mendapatkan mimpi buruk karena tidak bisa melupakan
kenangannya. Terdapat pula sebuah surat sedih yang ditulis oleh Claire, sebuah
permohonan perpanjangan sesi dari Holdon, dan beberapa potongan ingatan yang
menceritakan berbagai peristiwa selama tahun-tahun awal kehidupan Karen. Sebuah
lema berjudul "Suatu Hari dalam Kehidupan Kami" berbunyi sebagai berikut:
31 Mo/el f 995
2)1 halaman i&tikdd UU kami oMau Ms**x&l$a
mmu/dl ceuia ifanq. ituutcui di dalam inaalaakami. Kami menudadkoK- kakaia tict-tq- testltaiJer
r mUhA M&udU- adalaA Sxliatui, kami altanr
J'
dia akan tneMittii-uta. Kami iuqa akatt IseiadaMa
t
'r m&uh&Ukat'i- ia^uiak mlfismadi tmlattaSafest

r
r
w ietak&fia cenila UU kepada,
Attda. $aua tidak, r'
r
toko. ajiaJzaA Uii mmakm djlakideaji-, fejti kami
maUi
meaoUiia
Anda
dalam
msiioloaa
kawi.
't
w
Helaan hsnmat,
r
/KallteAUte
Hari ini Katherine terbangun pada pukul 7.15, dan membangunkan Sara dan James
untuk bersiap-siap ke sekolah, membuat sarapan, membuat bekal makan siang, dan
mengantarkan mereka ke sekolah. Setelah anak-anak pergi, Katherine tidur untuk
beristirahat, dan Sandy muncul untuk sarapan bersama temannya, Peg, pada pukul
8.30. Sandy lelah dan masuk, dan Karen 2
tr'
7- A

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk

>kx*jrtM 'b
muncul dan berbelanja pada pukul 10.30. Karen 2 ti dak bisa membawa belanjaan,
sehingga dia masuk dan Holdon membawa belanjaan ke rumah. Katherine kembali
muncul un tuk memilah-milah belanjaan. Setelah itu, Katherine masuk kembali, dan
Karen terbangun (14.00). Karen tidur sepanjang siang hingga dia mengantarkan Sara
ke kelas se/uncur es (17.20-18.06). Karen membawa Sara pulang dan Ann muncul
untuk mengambil tugasnya dari gereja. Ann pulang, Holdon membawa bawaannya,
dan Karen mengantarkan kembali Sara ke kelas se/uncur es /ainnya dari pukul 19.1520.00. Setelah kelas se/uncur berakhir, Claire ingin minum milk shake cokelat,
sehingga Holdon mengantarkan kami dengan mobil ke Jean's Ice Cream untuk membeli
mi/k shake untuk kami dan sundae untuk Sara. Karen muncul untuk mengemudi
pulang dan menyiapkan anak-anak tidur.
Menurut Karen, ini adalah hari yang bisa dikatakan
datardatar saja karena mereka tidak bertemu dengan ibunya, dan tidak seorang
pun merasa marah. Lema tersebut menyebutnyebut "Karen". Aku memikirkan apakah
itu berarti Karen 3. Terdapat pula potongan tulisan pendek yang berbunyi sebagai
berikut:
Hari yang melelahkan! Karen mendapat mimpi buruk, dan kami membiarkannya
tidur seharian. Miles muncul untuk me nonton pertandingan basket bersama James,
Katherine me war nai telur untuk Paskah, Sandy menghias keranjang anak-anak, Ann
membawa keranjang-keranjang itu ke gereja untuk diber kati, Juiiann membersihkan
rumah, dan Holdon mengambil pesanan daging.
Beginilah cara Karen berfungsi sepanjang hari, setiap hari, dalam menjalani
rutinitas dan menghadapi krisis. Ini adalah sebuah strategi kehidupan yang
menakjubkan dan rumit, namun strategi ini tidak menyisakan ruangan untuk
pertumbuhan. Meskipun begitu, stabilitas sistem ini masih membuatku takjub.
Akhirnya, terdapat sebuah diagram di buku catatan itu: arsitektur dunia internal
sistem tersebut.
Beginilah Karen selalu menjaga supaya setiap sosoknya tetap terpisah. Dia
menciptakan sebuah rumah mental, yang didasarkan pada rumah masa kecilnya,
dengan sebuah tempat bagi setiap sosok: di sebuah ruangan terpisah atau di bagian
tersendiri dalam sebuah ruangan yang digunakan bersamasama. Menariknya, dia
menempatkan "ruangan aman" tempatnya bersembunyi di dalam rumah internalnya.
Saat malam telah larut, mereka semua dapat berkumpul di ruang pertemuan dan
duduk di meja oval. Karen tidak pernah menghadiri pertemuan ini.
Pertemuan ini dipimpin oleh Holdon, dan mereka mendiskusikan tentang hari itu
dan hari berikutnya. Setelah diskusi itu, Katherine dan Holdon akan mengambil
keputusan terakhir tentang apa yang sebaiknya mereka lakukan. Jika sosok-sosok itu
tidak sependapat, hari berikutnya tidak akan berjalan sesuai rencana.
Di buku catatan itu, Holdon menulis pesan singkat untuk memohon perpanjangan
sesi terapi, supaya dia mendapatkan cukup waktu untuk menceritakan
kekhawatirannya. Aku mengatur hal tersebut, dan kami mendapatkan tambahan
setengah jam untuk sesi berikutnya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Karen duduk di kursinya dan memandang diagram yang menunjukkan semua
ruangan. Dia belum pernah melihat gambar itu. Dia memandangnya cukup lama.
"Apakah yang sedang kamu pikirkan?" tanyaku.
"Nama-nama ini, ruangan-ruangan ini, semuanya saya kenal dengan baik, seolaholah saya mengingatnya dari sebuah mimpi. Saya tidak benar-benar mengerti."
"Kurasa diagram ini dibuat supaya saya bisa lebih memahami dirimu. Menurutku,
kamu akan memahaminya seiring waktu."
"Begitu juga tidak apa-apa, saya rasa."
"Holdon menyebutkan bahwa dia ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk
berbicara denganku. Mungkin kita bisa memulai sesi hipnosis kita?"
"Baiklah." Karen bersandar di kursinya, dan aku memulai rutinitas relaksasi dan
induksi. Saat Karen berada dalam kondisi trance, aku membimbingnya memasuki
tempat amannya, lalu ke ruang pertemuan, tempat, ternyata, semua sosok dapat
menampilkan dirinya kepadaku melalui Karen. Aku tidak pernah mengetahui sosok
mana saja yang paling layak diajak bicara, sehingga aku selalu membiarkan mereka
memilih sendiri. Karen bergeser di kursinya dan menunjukkan postur yang kukenal
sebagai ciri khas Miles, namun kali ini dia membuka mata, memicingkannya karena
silau, dan memandang ke sekelilingnya.
"Terang sekali!" Dia memandang ke luar jendela dan mundur saat melihat jarak
empat puluh lantai di bawahnya. Dia kembali memandangku.
"Miles?"
"Ya."
"Kamu membuka mata."
"Ya, kata Holdon aku bisa melakukannya." "Kamu tidak tahu?"
"Tidak, kamu tidak pernah bilang aku bisa." "Oh, maaf, aku tidak tahu
"Bicara di dalam kegelapan membuatku merasa seperti berada di dalam shandy. Si
ayah menyebutnya begitu."
"Seperti apakah keadaan di shandy?"
"Itu gudang tempat menyimpan perkakas. Saat kami nakal, kami dikurung di
shandy. Di sana dingin dan gelap. Lantainya semen abu-abu. Lantai itu terasa dingin
jika kami tidak memakai baju. Di sana juga ada tangga. Kadang-kadang, kami diikat
ke tangga itu. Sekali waktu, si ayah pernah melemparkan kucing ke sana saat kami
diikat ke tangga. Kucing itu juga sangat ketakutan. Kupikir ia akan mencakarku, tapi
ternyata ia sangat tenang dan tidak berbuat apa-apa. Aku masih sering tinggal di
sana, atau di garasi."
"Ke mana lagikah kamu bisa pergi?"
"Yah, aku bisa masuk ke ruang dingin atau ruang pertemuan, setelah hari gelap,
saat ruangan-ruangan itu gelap, saat Karen menutup mata."
"Apakah ada yang terjadi di benakmu sekarang ini?"
"Aku sedang bertengkar dengan Sandy. Dia ingin pergi ke kuburan si ayah bersama
si ibu, tapi aku tidak mau. Aku takut dia akan muncul dari dalam tanah dan
menangkap kami."
"Dia telah meninggal sekitar setahun yang lalu," aku mengingatkannya.
"Ya, kata mereka sekarang peringatan setahun dia meninggal."
"Apakah yang terjadi?"
"Aku ingin melukai diriku. Kupikir jika aku melakukan-

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
nya, tidak akan ada yang bisa pergi ke kuburan."
"Bagaimana hal itu bisa mencegah yang lain pergi ke kuburan?"
"Jika kami pergi ke sana, kami akan mengingat dia dan siksaannya kepada kami,
jadi aku akan menyakiti kami untuk menyingkirkan rasa sakit yang kami ingat."
"Aku tidak mengerti."
"Rasa sakit selalu berhasil."
"Benarkah, bagaimanakah cara kerjanya?"
"Rasa sakit di luar menjadikan rasa sakit di dalam berkurang."
"Maksudmu, kalau kamu melukai bagian luar dirimu, rasa sakit di dalam hatimu
akan berkurang?" "Ya."
"Dari manakah kamu mengetahui hal ini?"
"Mana aku tahu. Jensen juga begitu."
"Aku ingin mencoba menolongmu menemukan cara lain untuk membuat
rasa sakit di hatimu berkurang. Bisakah kita melakukannya?" "Oke, tentu."
Setelah Miles mundur, Karen duduk setegak-tegaknya di kursinya serta berbicara
secara langsung dan jelas kepadaku.
"Dr. Baer, ini Holdon. Saya tidak bisa lagi mempertahankan benteng. Sistem ini
mulai hancur!"
"Holdon, kamu sepertinya sangat cemas. Apa sebenarnya masalahnya?"
"Ingatan-ingatan kami dibagi oleh semua sosok. Sosoksosok itu menjadi kurang
menonjol, dan ini mengakibatkan kebingungan. Saya biasanya memutuskan kapan dan
sosok mana yang sebaiknya muncul. Sekarang, mereka muncul semau mereka!"
"Mengapa itu kamu anggap sebagai masalah?"
"Karena mereka mulai merasakan hal-hal yang tidak pernah mereka rasakan
sebelumnya. Ini juga memengaruhi saya. Saya menjadi sering gemetar, tangan saya
gemetar saat saya menulis dan mengemudi; lengan saya mati rasa!"
"Apakah kamu khawatir sebagian sosok akan sakit atau melakukan sesuatu yang
bersifat merusak?"
"Ya, Dr. Baer." Holdon sedikit mengangkat bahu dan mengangguk ke arahku. "Anda
harus mengenal mereka seperti saya mengenal mereka."
"Bagaimana kalau kita memulainya? Apakah yang sebaiknya saya ketahui?"
"Dari mana saya bisa memulai? Berbagai hal memengaruhi kami secara berbeda."
"Berbagai hal, berbagai hal apa?"
"Yah, seperti alkohol, misalnya; alkohol memengaruhi kami secara berbeda; itu
berbahaya." Holdon berbicara dengan cepat, seolah-olah dia ingin menyampaikan
banyak informasi dalam waktu singkat. "Alkohol tidak memengaruhi saya, tapi
minuman itu menjadikan Sidney urakan, menjadikan Miles lebih galak, dan
menyebabkan Claire mengalami koma. Ini terlalu sulit untuk dikendalikan. Kami tidak
akan bisa meninggalkan si suami hingga kami semua bisa bersikap dengan baik. Kami
tidak akan bisa bertahan."
"Karen menyebutkan kepadaku bahwa tidak semua sosok membutuhkan kacamata
seperti dirinya."
"Betul, kami semua berbeda. Kami lahir pada waktu yang berbeda dan untuk
alasan yang berbeda. Katherine memiliki kepintaran, saya menjaga supaya semua hal
tetap terkendali, dan Karen Boo tetap menjadi bayi yang

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mengesalkan orangtuanya. Julie dan Juiiann terbelah dari Katherine saat dia
merasa sakit. Juiiann lahir untuk menulis tentang rasa sakit itu. Kari merasakan
kepedihan dan kejahatan. Ann merasakan kebaikan; dia berusaha tetap menjaga iman
Kristen-nya dan menjauh dari orang-orang yang memiliki kecenderungan menganiaya.
Lainnya adalah kepingan-kepingan ingatan kecil. Mereka tidak memiliki nama, hanya
satu kenangan untuk setiap sosok, dan terisolasi dari yang lain. Kari dan Elise terbelah
dari Miles. Mereka adalah alterego dari Miles. Karl menanggung rasa sakit yang
ekstrem. Elise menjaga supaya mereka tidak merasa sakit pada hari-hari biasa. Miles
dan Jensenmereka merasakan hal yang sama, mereka berdampingan dalam merasa
sakit. Mereka menanggung seluruh rasa sakit dan membebaskan yang lain darinya."
Aku telah mendengar sebagian besar hal ini sebelumnya, namun setiap penjelasan,
selalu memberikan detail tambahan.
"Mengapa kamu dan Katherine bisa terpisah pada awalnya?" aku bertanya.
"Tumor besar di kening Karen menyebabkan orangtuanya ingin menyerahkannya
untuk diadopsi oleh orang lain. Mereka memukulinya karena kekurangannya ini. Saya
dan Katherine lahir, dan Karen Boo menanggung rasa sakit pertama itu. Saat Karen
berumur dua setengah tahun, Thea lahir dan tumbuh hingga berumur enam tahun. Si
ibu tidak pernah memperbolehkan Karen mengedot. Thea muncul saat Karen
menemukan dot di taman bermain, lalu dia menyimpan benda itu di saku mantelnya.
Si ibu marah, dan dia mematahkan lengan Karen. Dia mengatakan kepada dokter
bahwa Karen terjepit pintu mobil. Katherine
mengambil alih kendali di kelas satu dan mulai belajar. Sandy lahir setelah Thea;
perannya adalah untuk menjalin hubungan yang baik dengan kedua orangtua Karen.
Dia juga lahir saat Karen berumur sebelas tahun, namun dia berhenti tumbuh pada
usia delapan belas tahun, saat Karen keluar dari rumah orangtuanya. Sosok-sosok itu
berhenti tumbuh saat siksaan tertentu berhenti, dan mereka terus berada di usia itu
selamanya. Saya dan Katherine masih dibutuhkan, sehingga kami masih terus tumbuh.
Kami sering berdiskusi untuk menjaga supaya segala sesuatunya tetap berjalan
lancar."
Waktu kami telah habis, sehingga aku berterima kasih kepada Holdon dan
memintanya untuk secepatnya berbicara lagi denganku.
Pada sesi berikutnya, Karen membawa sebuah foto dirinya saat berumur delapan
belas bulan. Foto hitam-putih tua itu menunjukkan dirinya sebagai bayi. Foto itu
diambil di studio, dan Karen mengenakan gaun berwarna cerah; terdapat tumor
berwarna gelap seukuran bola golf di antara mata kanan dan pangkal hidungnya. Jadi,
inilah dia, pikirku. Karen pernah membicarakan tumor itu, dan bekas operasinya
masih tampak hingga sekarang, namun melihatnya di foto bayi ini masih membuatku
prihatin. Aku menjadi lebih memahami mengapa ayahnya yang berkondisi emosi
primitif gemar menyiksanya; tumor itu tampak mengerikan.
Di bawah hipnosis, Claire dan Miles menceritakan kepadaku tentang sebuah
episode penganiayaan yang pernah dijelaskan dalam salah satu surat mereka, namun
mereka menambahkan beberapa detail lagi.
"Katherine
membawa
kami
ke
sebuah
upacara
pemakaman minggu lalu," kata Claire, tersenyum
kepadaku dan meringkuk malu di kursi. "Aku biasanya tidak muncul saat
pemakaman. Aku takut. Tapi, aku keluar sebentar."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah yang membuatmu takut?"
"Aku jadi teringat pada rumah dukayang terjadi di sana."
"Apa yang bisa kamu ceritakan tentang itu?" Claire memiringkan tubuh dan
meringkuk, seolah-olah berusaha bersembunyi di dalam kursi.
"Awalnya gara-gara susu cokelat," katanya. "Aku suka susu cokelat, tapi Ayah
menaruh sesuatu di Bosco. Itu membuatku mengantuk dan merasa melayang. Mereka
membawaku ke gereja, ke ... pengakuan dosa." Claire bersusah payah mengucapkan
kata itu. Dia sangat marah. "Si pendeta bilang padaku bahwa aku nakal dan pantas
diberikan kepada setan. Mereka terus-menerus bilang aku nakal dan aku juga harus
mengatakannya sendiri. Aku takut." Claire mengernyitkan wajah kesakitan. "Lalu,
mereka membawaku ke rumah duka." Claire semakin meringkuk di sofa dan mulai
menangis.
"Apakah kamu yakin ingin menceritakan semua ini kepadaku?" tanyaku. Tangisan
Claire mereda menjadi isakan lirih.
"Kata Holdon, aku sebaiknya bercerita." Dia menyeka ingus. "Katanya, kalau aku
bilang padamu, mimpi burukku akan pergi. Benarkah itu?"
"Itu mungkin saja; sering kali itulah yang terjadi," ujarku, berusaha membujuknya
tanpa menjanjikan apa-apa. "Bagaimana kalau kamu melanjutkan ceritamu sejelasjelasnya."
"Mereka mengurung kami di dalam peti mati!"
"Kami?"
"Aku dan Miles." "Oh."
"Aku tidak bisa bernapas ataupun melihat. Aku bisa merasakan lapisan sutra di
pinggiran peti. Kata mereka kami akan mati di sana karena kami nakal."
"Siapa yang mengatakan itu?"
"Para pria itu. Aku tidak tahu, mereka berlima, kalau tidak salah. Mereka semua
tertawa terbahak-bahak." Claire mulai gemetar dan mendekap tubuhnya sendiri.
"Sebelumnya mereka memasukkanku ke air es." Claire mulai menangis lagi, mendekap
tubuhnya sendiri, bergoyang-goyang ke depan dan belakang. Lalu, dia tampak lebih
tenang dan berguling di kursi; ketakutannya tampak berkurang, namun dia lebih
marah.
"Aku akan menceritakan sisanya."
"Miles?"
"Ya," katanya, layaknya seorang pria tangguh. "Mereka memasukkan kami ke dalam
air es yang dicampur darah mayat. Setelah itu, mereka mengangkat kami dan
memasukkan kami ke dalam peti mati. Katanya, kami harus mati agar bisa terlahir
kembali. Tapi, mereka tertawa-tawa; mereka pikir ini lelucon dahsyat. Claire
ketakutan, dan dia mulai menjerit-jerit waktu mereka menutup peti. Mereka berkalikali membuka peti lalu menutupnya lagi, sedikit lebih lama setiap kalinya, dan setiap
kali Claire menjerit-jerit, setiap kali pula mereka tertawa terbahak-bahak. Jadi, aku
muncul dan aku tidak menjerit-jerit. Mereka membuka peti, dan aku hanya
memandang mereka, sehingga mereka membanting tutup peti itu dan mendiamkannya
untuk waktu yang lama. Aku memejamkan mata dan menunggu kematianku. Aku tidak
bisa bernapas. Aku ingin menendang-nendang dan
menjerit-jerit; aku tidak tahan lagi. Lalu, aku tidak ingat apa-apa lagi."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Kedengarannya sangat mengerikan," ujarku. Cerita itu membuatku sangat
ketakutan, pikirku. "Kamu menceritakan sangat banyak hal kepadaku, Miles. Kurasa
kita membutuhkan lebih banyak lagi waktu bersama. Bagaimana menurutmu?"
"Tidak masalah buatku. Kalau kamu siap."
PADA SESI selanjutnya, Karen membawa sebuah amplop. Aku terpana. Di dalamnya
terdapat gambar tujuh belas wajah. Aku terkesan melihat kualitas gambar itu. Aku
mengasumsikannya sebagai gambar sosok-sosok yang ada di dalam diri Karen, namun
aku tidak yakin siapa sokok-sosok tersebut. Aku bisa mengenali Holdon, dan Jensen,
karena dia berkulit hitam, dan dia memegang kuas. Aku hanya bisa menebak-nebak
siapa saja sosok yang lain. Aku menunjukkan gambar itu kepada Karen. Dia
mengangkat bahu dan wajahnya memerah, namun tersenyum tipis.
"Saya tidak tahu harus mengatakan apa," kata Karen, menjauhkan gambar itu
karena merasa tidak nyaman. "Saya rasa, tentu saya yang membuatnya." Dia belum
membuka amplop itu, dan tidak pernah melihat gambar itu.
"Apakah kamu tahu soal gambar ini? Bisakah kamu mengatakan siapa saja wajahwajah ini?" Karen menggeleng. Dia memandang ke luar jendela. Sepertinya Karen
merasa tersisih karena aku menghabiskan lebih banyak waktu bersama sosoksosoknya.
Aku tahu bahwa dia mengerti pentingnya mengetahui sosok-sosok lainnya, namun aku
tidak yakin apakah dia merasa tersisih.
"Dengan semua informasi baru yang kita dapatkan
mengenai sosok-sosok lain di dalam dirimu, aku memikirkan apakah kamu merasa
dilupakan?" Karen mengangkat bahu dengan cara yang mengungkapkan kepadaku
bahwa dia mengiyakanku namun terlalu malu untuk mengakuinya. "Aku menghargai
kesabaranmu selama periode ini dan aku akan memastikan kita mendapatkan waktu di
awal setiap sesi untuk berbicara."
Karen tersenyum dan mencari posisi yang nyaman di sofa, memberi tanda bahwa
dia telah siap memulai sesi hipnosis untuk hari itu .... "Hai, ini Jensen."
"Hai! Gambarmu bagus sekali!" Jensen tersenyum bangga. "Katakanlah kepadaku
siapa saja yang ada di gambar itu. Tebakanku, ini gambar semua sosok yang ada di
dalam diri Karen. Apakah ini Holdon?" aku menunjuk sosok seorang pria dewasa di
bagian pojok kanan bawah. "Betul, itu Holdon. Dia sedang menggendong Karen
Boo."
17 Wajah Karen
Claire, gadis kecil 7 tahun
Karl, bocah lelaki 10 tahun yang menyerap rasa sakit
1, Elise, gadis kecil 8 tahun yang muncul di sekolah
2, Julie, gadis pendiam berumur 13 tahun
3, Karen 1, Karen versi umur 10 tahun
4, Karen 2, sosok ibu berumur 21 tahun bagi anak-anak
5, Karen
6, Karen 3, sosok Karen 30 tahun yang punya kecenderungan bunuh
diri
7, Juiiann, gadis 15 tahun yang rajin menulis catatan harian
g,
Sandy, gadis 18 tahun yang tertekan
Katherine, sosok seorang ibu berumur 34 tahun
9, Ann, gadis 16 tahun yang religius

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
10, Miles, bocah lelaki 8 tahun yang pemarah
11, Thea, gadis kecil berusia 6 tahun
12, Holdon, sosok ayah berumur 34 tahun
13, Karen Boo, bocah perempuan berumur 2 tahun yang
14, mengalami kekerasan
15, Jensen, anak lelaki 11 tahun yang senang menggambar
16, Sidney, bocah 5 tahun yang suka mencuri
17, "Itu aku, yang di bawah, memegang kuas. Aku berkulit hitam. Ayah Karen tidak
suka orang berkulit hitam. Yang di dekatku itu Sidney. Claire ada di atasnya, lalu
Miles dan Thea ada di samping Claire. Yang berwajah marah itu Kari, dan Elise ada di
sebelahnya. Julie membawa kruk karena dia tidak bisa berjalan, dan Katherine
membawa gitar. Dia kadang-kadang memainkan gitar untuk kami. Ann sedang berdoa,
dan Sandy ada di atasnya. Dia gemuk. Yang di dekat Sandy itu adalah Karen 1, 2, dan
3, dan Juiiann di tempat teratas."
"Wow. Yang manakah si Pemarah?" "Oh, menurutku tidak ada yang namanya si
Pemarah. Itu hanyalah Kari yang sedang marah." "Kari?"
"Ya, kami punya banyak pikiran buruk minggu ini.
Kami pikir itu gara-gara Karl, tapi katanya itu bukan dia. Katanya, itu ulah si
Jahat, tapi aku tidak percaya padanya." Ini adalah jawaban dari pertanyaan mengenai
sosok kedelapan belas yang masih misterius, pikirku. Jumlah keseluruhan sosok di
dalam diri Karen adalah tujuh belas.
"Kamu memang berbakat menggambar. Mungkin kamu akan punya gambar-gambar
lain untuk ditunjukkan kepadaku. Apakah menurutmu aku bisa berbicara dengan Kari?"
aku perlu sebisa mungkin membentuk semacam persekutuan dengan Kari untuk
mencoba menghentikan kerusakan yang disebabkan olehnya. "Coba kulihat dulu."
Karen memejamkan mata, dan wajahnya tampak hampa selama beberapa saat. Dia
mendongakkan kepala beberapa senti ke belakang. Dia menyeringai dan
menggertakkan giginya. Dia melakukannya selama beberapa detik, hingga aku
memecah keheningan.
"Kari?"
"Ya," jawabnya melalui giginya yang terkatup.
"Aku senang karena bisa bertemu denganmu, dan aku juga senang karena kamu
mau berbicara denganku."
"Aku tidak yakin apakah aku mau bicara denganmu." Dia tetap berbicara dengan
rahang terkatup rapat.
"Mengapa begitu?"
"Kamu hanya akan menyakitiku."
"Aku tahu kamu sudah sering disakiti."
"Aku menanggung rasa sakit yang tidak bisa ditanggung oleh yang lain. Itulah
keahlianku."
"Kedengarannya tugas yang kamu emban untuk yang lain sangat penting. Aku
sangat ingin tahu lebih banyak tentangmu. Di manakah kamu lahir, Kari?"
"Aku lahir di dalam peti mati."
"Peti mati yang diceritakan oleh Claire dan Miles?"
"Ya. Claire dan Miles bergiliran muncul di dalam air es. Aku lahir di dalam peti
mati saat Miles tak bisa bernapas. Dia menangis mencari pertolongan. Aku lahir untuk

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
menanggung beban yang tidak bisa ditanggung oleh yang lain. Aku tidak takut.
Kubilang justru aku menyukainya."
"Apakah kamu punya keinginan, Kari, yang mungkin akan menolongmu?"
"Aku ingin menyentuh seseorang." "Siapa?"
"Aku tidak pernah menyentuh siapa pun. Aku selalu sendirian. Aku ingin menyentuh
seseorang, menyakiti seseorang seperti aku disakiti. Aku ingin tumbuh seperti Sara
dan James yang tumbuh terus."
"Aku juga ingin melihatmu tumbuh, dan aku bisa menolongmu. Tapi, bagian dari
dirimu yang tumbuh tertahan oleh keinginanmu untuk menyakiti seseorang. Mungkin
kita bisa menyatukan keduanya. Apakah kamu punya keinginan untuk menyakiti
sekarang ini?"
"Ya."
"Apa?"
"Aku ingin memotong payudara Karen."
"Untuk apa?" aku bertanya, berpura-pura tidak ingin berlari ke luar ruangan sambil
menjerit-jerit ketakutan.
"Kalau dia tidak punya payudara, dia akan menjadi laki-laki. Aku benci badan ini."
"Aku mengerti harapanmu memiliki tubuh laki-laki. Sayangnya, memotong
payudara Karen tidak akan memberimu tubuh laki-laki. Kamu masih akan berada di
dalam tubuh Karen, tapi dengan payudara yang telah
terpotong. Sebenarnya ini tidak banyak membantu. Apakah kamu pikir kamu bisa
menahan diri dari melakukan sesuatu yang menyakiti tubuh Karen hingga kita selesai
membicarakan seluruh masalahmu?"
"Yah, oke." "Baiklah. Omong-omong, bisakah kamu ceritakan kepadaku mengapa
kamu mengatupkan gigimu begitu?" "Karena rahangku patah."[]
M
Saat Bercerita
"SAYA BERBARING pada malam hari, tapi tidak bisa tidur," kata Karen, tampak letih
dan lesu. "Saya terbangun dan merasa kelelahan, tapi setidaknya rumah saya bersih.
Saya tidak tahu siapa yang mengerjakannya." Dia menghela napas dan menggeleng.
"Apakah ada yang keluar saat kamu tidur?"
"Tentunya begitu."
"Apakah suamimu, Josh, tahu bahwa kamu terjaga semalaman? Apakah itu
menimbulkan masalah?"
"Tidak, dia biasanya mabuk dan tidur."
"Apakah dia tahu bahwa kamu mengalami peralihan waktu."
"Tidak juga, tapi dia bisa membuat saya beralih jika dia mau."
"Apa maksudmu?"
"Jika dia sedang kesal kepada saya, dia akan mendekati saya dan menjerit
senyaring-nyaringnya, dan saya akan kehilangan waktu. Saya akan kembali lagi, dan
semuanya telah kembali normal."
"Jadi, dia tidak tahu kamu beralih, tapi dia tahu kamu bisa tiba-tiba
mematuhinya."
"Sepertinya begitu."
"Haruskah kita melihat apakah sosok yang lain ingin berbicara denganku?"
"Baiklah."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Aku menolong Karen memasuki trance hipnotiknya, dan membiarkan sosok mana
pun yang diinginkannya muncul. Secara bergantian dengan cepat, Claire dan Miles
muncul, keduanya menyampaikan keluhan yang telah sering kudengar. Miles
mengatakan sesuatu yang kucatat. Dia berkomentar tentang Josh:
"Jika dia menyakiti kami, aku menendangnya hingga dia jatuh dari ranjang dan
menonjoknya saat dia sedang tidur." Mungkin karena itulah Karen mengatakan bahwa
suaminya membangunkannya pada malam hari dengan menonjoknya. Mungkin Josh
membalas tonjokannya.
Selanjutnya, Sandy muncul untuk menyangkal komentar Miles mengenai "semua
orang", yang berarti keseluruhan sistem, yang semakin gemuk.
"Makan membuat saya merasa lebih baik," kata Sandy. Dia menyunggingkan senyum
lugu dan duduk terkulai di kursinya.
"Jadi, kamu sering merasa tak nyaman?" tanyaku. Memusingkan juga harus
melakukan terapi secara bergantian dengan sosok-sosok yang berbeda, mengingat
siapa mereka, masalah utama mereka, dan apa saja yang perlu diperbaiki. Aku
berusaha memerhatikan semuanya.
"Waktu saya memberi uang kepada Ibu, saya merasa buruk."
"Mengapa kamu memberinya uang?" "Saya ingin dia menyukai saya."
"Apakah dia menyukaimu jika kamu memberinya uang?" "Sebentar saja, tapi
sesudahnya dia kembali galak, dan saya merasa tidak nyaman."
"Ketika itukah kamu makan?" "Ya."
"Dan kamu merasa lebih baik?" "Ya."
"Mungkin jika tidak memberi ibumu uang, kamu tidak akan merasa buruk."
"Tapi, ibu saya meminta uang. Jika saya tidak memberinya, dia akan memarahi
saya, dan saya akan merasa buruk."
"Mungkin jika nanti dia meminta uang lagi, kamu menolaknya saja."
"Saya tidak bisa."
"Mengapa tidak?"
"Karena jika begitu, dia tidak akan menyukai saya."
PADA JULI 1995 Karen membawa sebuah hadiah untukku, berupa penggaruk
punggung berbentuk Taz, tokoh flm kartun bernama Tazmanian Devil. Karen
memberikannya dengan malu-malu. Di bawah hipnosis, dia bercerita lebih banyak.
"Hadiah itu dariku."
"Siapakah ini?"
"Sidney, dan aku tidak mencurinya." "Mencurinya?"
"Tidak! Holdon memberiku uang untuk membelikannya untukmu. Aku bilang ini
mungkin akan berguna buatmu, dan Taz akan mengingatkanmu kepadaku."
"Hadiah ini bagus sekali, dan aku sangat menyukainya." Aku menggaruk punggungku
menggunakan benda itu sejenak, dan Sidney tertawa. "Apakah kamu takut aku
mengira kamu mencurinya?" aku bertanya.
"Ya, Ayah selalu menyuruhku mencuri pernak-pernik
semacam itu. Kalau aku tidak mau melakukannya, dia akan menjewerku,
memukulku, atau mencubitku. Dia bahkan mengancam akan menarik kuku-kukuku
hingga tanggal, tapi dia tidak melakukannya."
"Sepertinya kamu bangga karena membeli hadiah ini, dan tidak mencurinya."
"Ya! Aku ingin memberikannya kepadamu, jadi aku tidak mau mencurinya."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Terima kasih. Itu juga membuatku merasa lebih baik."
"Semua orang di dalam mulai tahu cerita-cerita yang lain."
"Apa maksudmu?"
"Aku bisa lebih mengingat apa yang terjadi pada Miles dan Claire."
"Apa pendapatmu?"
"Aku tidak suka." Sidney kembali masuk, dan Karen duduk tegak.
"Kami berusaha lebih banyak membagi pengalaman kami, terutama kepada yang
lebih muda," kata Katherine. "Oh, dan omong-omong, saya sudah mengatur supaya
Anda bisa mendapatkan cek asuransi. Saya minta maaf karena Karen kesulitan
mengurus hal ini. Dia tidak merasa nyaman saat berurusan dengan uang, yang tidak
saya rasakan, tentu saja, namun bagi Karen, para pria membayar ayahnya untuk
menganiayanya, dan ibunya selalu meminta uang, dan Sandy beranggapan dia harus
memberi uang agar ibunya menyukainya. Karen tidak ingin harus membayar Anda
supaya Anda menyukainya."
"Aku bisa memahami konfik batinnya."
"Saya berusaha mengurus rumah bersama Holdon. Karen betul-betul telah tersesat;
dialah yang paling membutuhkan pertolongan."
"Siapakah yang kamu maksud saat kamu mengatakan 'Karen'?"
"Maaf, maksud saya Karen 3, yang menemui Anda secara teratur dan yang paling
sering Anda lihat."
"Aku selalu penasaran, mengapa Karen 3 yang datang menemuiku, mengapa bukan
kamu?"
"Karen 3 membawa kami semua. Dialah yang paling mampu membangun hubungan
dengan Anda."
"Dia membawamu, jadi dialah sosok yang utama?"
"Tidak, bukan yang utamasulit menjelaskannya, sesungguhnya. Ini hanyalah
pekerjaannya."
"Oh, begitu." Aku tidak yakin apakah aku betul-betul memahaminya. "Bisakah kamu
menceritakan lebih banyak tentang hubunganmu dengan Karen?"
"Yah, pada malam hari, saya dan Holdon akan membicarakan dirinya, dan kami
akan membiarkan sebagian ingatan menyelusup ke dalam alam bawah sadar Karen
saat dia sedang tidur. Dengan cara itu, dia mengetahui apa yang terjadi selama
seharian."
"Bagaimana dia memutuskan kapan dia akan muncul?"
"Saya dan Holdon yang memutuskan siapa yang muncul. Pada sebagian besar
waktu, kami berfungsi bersama-sama. Kami melindungi Karen dari seluruh kehidupan
kami. Saat Karen muncul, kami biasanya tidak menyelanya hingga dia ingin masuk
kembali. Kemudian, saya atau Holdon, biasanya Holdon, akan mengirim seseorang
keluar. Kadang-kadang, kami berada di dalam untuk menjaga anak-anak dan tidak
bisa muncul, dan Sandy atau seseorang yang lain akan muncul. Saat mengirim salah
satu dari anak-anak itu keluar, kami mengawasi mereka dengan cara berbicara dengan
mereka sehingga mereka tidak akan salah langkah."
"SAYA TIDAK bisa tidur," Karen mengeluh, "terlalu banyak yang berbicara di kepala
saya setiap malam! Ada begitu banyak yang harus diurus ... begitu terus."
"Apa isi pembicaraan itu?"

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Oh, siapa yang akan melakukan apa untuk keesokan harinya. Semalam saya
terbangun pada pukul dua dini hari, dan mendapati diri saya sedang menelepon untuk
memesan sesuatu dari katalog. Saya kira saya sedang tidur, tapi ternyata tidak."
"Apakah yang dikatakan oleh suara-suara itu pada malam hari?"
"Mereka semua saling lapor: telepon yang diterima, janji temu yang dibuat dan
telah dipenuhi, tugas-tugas yang harus dilakukan."
"Apakah kamu bisa ambil bagian saat yang lain muncul?"
"Tidak, tapi saya bisa menyaksikan. Seperti menonton flm saja; saya duduk di
bangku belakang dan tidak bisa ikut bicara."
"SAYA DAN Miles minum margaritaMiles ingin meminumnya," kata Karen di bawah
pengaruh hipnosis, "tapi dia tidak tahan. Alkohol memberikan pengaruh yang berbedabeda kepada kami. Jika saya yang muncul, saya akan bertindak dengan cara yang
berbeda. Alkohol tidak benar-benar memengaruhi saya, tapi Miles jadi mual dan
mengantuk." Karen tampak bersemangat dan berbicara dengan cepat.
"Apakah aku pernah berbicara denganmu sebelum ini?" aku bertanya. Sosok ini
sepertinya akrab denganku.
"Ya, tapi Anda tidak tahu. Saya pernah muncul di sini
tanpa pemberitahuan, tapi Anda tidak menyadarinya. Saya bersikap jauh lebih
positif daripada Karen."
Kurasa itu menjelaskan beberapa kesempatan saat aku mengira depresi Karen
telah jauh membaik, hanya untuk mendapati bahwa seminggu kemudian dia kembali
menderita depresi parah. Bagaimana mungkin aku bisa memberikan antidepresan
untuk pasien seperti itu?
"Saya sudah keluar sepanjang akhir pekan," katanya sambil menolehkan kepala. Dia
mengamati jam dinding di belakangnya, yang selama beberapa saat menarik
perhatiannya. Dia sosok yang ceria.
"Siapakah kamu?" tanyaku.
"Holdon menyebut saya Karen 2."
"Oh, ya. Ada apakah akhir pekan ini?" tanyaku.
"Awalnya sejak pertunjukan es. Nomor kursi di tiket kami sama persis dengan
nomor kursi keluarga lain. Manajer tempat itu sangat kasar Karen menceritakan
insiden itu secara mendetail, dari berbagai sudut pandang. Sebelum dia menghabiskan
terlalu banyak waktu dengan ceritanya, aku memutuskan untuk menyela.
"Sepertinya kamu sangat bersemangat."
"Oh, tidak ada yang salah dengan saya." Dia sedikit menelengkan kepala.
"Ceritakanlah kepadaku tentang dirimu. Kapankah kamu lahir?"
"Saya lahir saat Karen berumur empat atau lima tahun. Saya ada untuk bersenangsenang dan berbahagia. Saya berhenti menua pada umur dua puluh satu. Itulah umur
saya sekarang. Sayalah yang pergi dari rumah orangtua Karen karena mereka sangat
kejam. Saya tidak akan menerima perlakuan mereka."
"Apakah yang terjadi kemudian?"
"Saya mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris, dan saya membagi pekerjaan ini
dengan Katherine dan Ann. Saya bagus di bidang matematika, Katherine bisa
mengetik, dan Ann bertugas untuk berbicara dengan atasan kami. Sayalah yang
bertemu dan berkencan, lalu menikah dengan Josh. Hubungan saya dengannya cukup

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
baik; dia tidak sejahat itu." Aku ingat bahwa Karen 1 menginginkan pernikahan,
namun di sini, Karen 2 merasa bahwa ini adalah gagasannya.
"Bagaimanakah Josh menyikapi kalian semua yang selalu beralih?" aku
menggunakan kesempatan berbicara dengan sosok yang belum pernah kuajak
berbicara sebelumnya ini untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi.
"Kadang-kadang ini membuatnya marah, karena dia tidak tahu apa yang akan
dilakukan oleh Karen selanjutnya, tapi kadang-kadang dia menyukainya karena saya
dan Sandy akan melayaninya, dan kadang-kadang, saat dia marah kepada kami, kami
sepertinya melupakannya." Ini menarikfakta yang sama, tapi disampaikan dari
perspektif yang berbeda.
Aku senang karena Karen 2 begitu ceria dan cerewet, sehingga aku terus
memberinya pertanyaan.
"Apakah pendapatmu tentang pertukaran informasi yang terjadi pada malam hari?"
"Yah, menurut saya, pembicaraan itu semakin berisi!" Nadanya terdengar empatik,
dan dia berbicara dengan cepat. "Holdon menyebutnya 'Waktu Bercerita1. Saya bisa
keluar untuk waktu yang lamahingga setahun kalau saya mau. Saya tidak suka
membagi waktu dengan yang lain."
"Kapankah kamu kembali masuk?" Aku harus
mengucapkan pertanyaanku saat dia menarik napas.
"Jika saya merasa lelah atau lemah, atau jika saya tidak punya pekerjaan dan
merasa bosan, yang lain akan muncul. Saat menikah dengan Josh, waktu berjalan
menuju altar, saya ragu-ragu: Apakah saya melakukan hal yang tepat? Saya
memikirkannya, dan yang lain menentang saya juga. Di altar, beberapa sosok lain
muncul; karena itulah saya pingsan tiga kali. Tapi, saya memutuskan untuk maju terus
dan tetap memegang kendali. Saya rasa keputusan saya tepat; Josh tidak seburuk itu."
"Bagaimana dengan saat dia memukulimu?" aku bertanya.
"Apa maksud Anda?" tanyanya, tampak terkejut. "Jangan konyol."
"Maafkan aku, lupakan saja. Senang sekali bisa berbicara denganmu." Kurasa dia
benar-benar terlindung dari rasa sakit.
KAREN TERBURU-BURU memasuki kantorku dan duduk di kursinya. Dia tidak
biasanya bersikap seperti ini. Aku tidak mengatakan apa-apa, hanya menunggu. Karen
memandangku selama beberapa waktu.
"Ini Holdon, Dr. Baer. Karen tidak muncul. Dia mendapatkan sangat banyak
tekanan. Kami semua berusaha bertindak benar saat Karen tidak mampu
melakukannya, tapi ini sungguh berat. Kami tidak tidur; sosok yang berbeda-benda
bergantian muncul setiap waktu; kami gemetar dan mual akibat kurang tidur.
Beberapa di antara kami menderita sakit kepala. Kami makan aspirin, tapi efeknya
tidak sama pada kami semua."
Holdon sangat sibuk. Kemajuan sulit didapatkan
karena pekerjaan kami selalu disela oleh krisis. Aku menghabiskan berjam-jam di
telepon bersama Karen setiap minggu untuk mendengarkan hal-hal buruk yang terjadi
pada hari-hari tertentu, dan ini juga membuatku merasa tertekan. Aku berusaha
menerima teleponnya setelah anak-anakku tidur, namun kemudian aku melihat istriku
menegangkan punggung saat dia bertanya tentang siapa yang sedang berbicara
denganku, dan jawabanku selalu sama.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Meskipun berat, sudahkah sebagian dari kalian saling berbagi waktu saat berada di
luar?" aku bertanya. "Karen 2 membiarkan beberapa sosok muncul bersamanya.
Namun, dia tidak selalu melakukannya. Katherine kadang-kadang juga melakukannya,
tapi kami sangat sibuk."
"Aku paham," ujarku, tidak ingin mendorong, tapi ingin menyemangati dia,
mereka, siapa pun.
"Kami membagi waktu saat merawat Link."
"Ya, burung itu. Bagaimana keadaannya? Ceritakanlah kepadaku."
"Yah, Karen mendekati burung itu, lalu entah bagaimana,
dia mundur, seperti yang dia lakukan di kantor Anda, lalu setiap sosok akan
muncul selama beberapa menit. Seolah-olah mereka membagi-bagi tugas, hanya
dengan sedikit jeda untuk terjadinya transisi."
"Apakah mereka saling berbagi waktu selama ini?"
"Sedikit. Karen menyaksikan semua itu terjadi. Saya dan Katherine menolong
beberapa anak yang lebih muda."
"Apakah ini pernah terjadi sebelumnya, saat semua orang saling berbagi dalam
mengerjakan sebuah tugas?" "Tidak, ini baru pertama kali terjadi."
"Apakah yang menyebabkan hari-hari ini begitu penuh tekanan bagi Karen?"
"Oh," kata Holdon, "hari-hari ini hanyalah kebohongan besar bagi Karen. Dia selalu
berpura-pura mengetahui apa yang sedang terjadi. Orang-orang akan mendatanginya
dan mengajaknya bicara. Dia tidak tahu siapa mereka, tapi mereka jelas tahu banyak
tentangnya. Dia harus berpura-pura paham hingga sosok yang mengenal mereka
muncul."
"Adakah jeda sebelum sosok yang tepat muncul?"
"Ya, jika kami terkejut. Saya dan Katherine mungkin sedang sibuk dengan anakanak dan tidak melihat bahwa seseorang harus segera dimunculkan."
"Kamu sepertinya sering sekali mengawasi Karen akhirakhir ini."
"Dia dilindungi sepanjang waktu," kata Holdon, "sebaik yang kami mampu. Karena
itulah kami ada. Dia bahkan terlindung saat sedang tidur. Mimpi-mimpi buruknya akan
secara otomatis diberikan kepada sosok yang lain. Jika tersandung dan ibu jarinya
terluka, dia hanya akan merasa sakit sebentar, lalu sosok yang lain akan mengambil
alih rasa sakitnya. Tapi, saya tidak mampu terus-menerus mengendalikan siapa saja
yang muncul. Saat Sandy atau Sidney muncul, mereka menimbulkan paling banyak
masalah. Sandy tidak bisa diduga. Dia makan terus sepanjang waktu."
"Diakah yang membuat Karen gemuk?" aku bertanya.
"Ya, dia merasa sebagai gadis gemuk. Berat bagi sebagian dari kami untuk berada
di dalam tubuh wanita ini." '
"Apakah kamu juga merasa keberatan?"
"Yah, saya bisa mengatakan kepada Anda, rasanya
sangat kikuk. Miles membenci riasan wajah, dan saya tidak bisa berjalan dengan
sepatu hak tinggi, meskipun Karen 2 sepertinya tidak menganggapnya sebagai
masalah."
"Apakah yang bisa kamu ceritakan kepadaku tentang Karen Boo?" tanyaku.
"Boo terlahir dalam kesakitan yang teramat sangat dialah yang merasa paling
kesakitan. Dia hanyalah seorang bayi. Ayahnya sering membungkam mulutnya dengan
lakban supaya dia tidak menjerit-jerit, lalu menusukkan paku payung ke badannya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Lubang tusukan paku payung itu akan menghilang. Tidak ada seorang pun yang tahu.
Sekali waktu, si ayah pernah menusukkan paku payung ke tumor Karen, dan darah
yang keluar sangat banyak, sehingga dia tidak melakukannya lagi." Holden
menelengkan kepala dan menghela napas, bukan akibat kengerian cerita ini,
melainkan murni karena keletihan.
Semenit kemudian, Sandy muncul, duduk terkulai dengan perut menonjol, dan
entah bagaimana, tampak sepenuhnya tidak peduli.
"Aku tahu, banyak yang merisaukan soal makanan dan pemborosan uang," ujarku.
Ini bukanlah cara untuk membuat Sandy menyukaiku, aku tahu, melainkan
kekhawatiranku terhadap masalah Karen, peran Sandy di dalamnya, khayalan besarku
akan keberhasilan memperbaiki segalanya, dan kelelahan, membuatku melakukan
kesalahan dengan melontarkan tuduhan ini.
"Saya berusaha menjaga sikap," kata Sandy, mengangkat kedua tangannya, "tapi
saat saya melihat sesuatu yang saya inginkan, saya harus memilikinya." Dia
menghindari tatapanku. "Lagi pula, saya tidak peduli."
"Yang lain tidak ingin menjadi gemuk," ujarku, menambah kesalahanku dengan
memihak sosok-sosok lainnya. Seharusnya aku diam saja dan mencari tahu lebih
banyak tentang Sandy.
"Kadang-kadang saya tidak percaya bahwa yang lain itu ada." Sandy tampak gusar.
"Gagasan itu saja menyakiti hati saya. Saat saya muncul, tidak ada yang bisa
menyuruh saya masuk kembali. Saya ingin menjadi satu-satunya. Mungkin saya akan
muncul dan tidak pernah masuk lagi!"
"Adakah yang bisa kubantu?" tanyaku, berusaha memperbaiki keadaan, membangun
persekutuan dengannya, dan membuatnya menyukaiku.
"Yah, saya ingin menjadi orang dewasa. Umur saya delapan belas, dan saya ingin
terus tumbuh dewasa."
"Beberapa sosok yang lain mengharapkan hal yang sama. Aku sudah memberi tahu
mereka bahwa saya akan menolong; mungkin aku juga bisa menolongmu. Apakah
sebaiknya kita bekerja sama dalam hal ini?" Kadang-kadang aku melupakan rasa malu
untuk memancing pasienku, tapi yang sedang kulakukan kali ini adalah berusaha
memperbaiki keadaan.
Setelah mendapatkan persetujuan Sandy dan melakukan percakapan singkat
dengan Sidney, yang seperti biasanya menunjukkan sikap anak sekolah yang
mengibakan, aku mendapati diriku berbicara dengan Karen 1.
"Karen ngeri melihat payudara Sara mulai membesar," katanya. "Itu
mengingatkannya pada saat payudaranya sendiri membesar, dan para pria
menyakitinya. Dadaku rata; aku tak mau punya payudara." Karen 1 yang berumur
sepuluh tahun memandangku, tampak terluka,
geram, dan menantangku untuk berusaha menolong mereka. "Sara bertanya
kepada Karen tentang menstruasi, jadi aku menghentikan menstruasi Karen. Aku bisa
menghentikannya kalau aku mau."
"Bagaimana caranya?" tanyaku.
"Pokoknya aku bisa."
"Apa lagi yang bisa kamu lakukan?"
"Saat diberi tahu bahwa kami akan punya bayi, aku ingin menghentikannya juga.
Jadi, aku menonjok perutku untuk menghentikannya."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Berhasil?"
"Tidak. Sekarang Sara juga akan disakiti." "Siapa yang akan menyakiti Sara?" "Tentu
saja si ayah. Dia pernah mencobanya. Si kakek juga."
"Mereka semua sudah meninggal," aku menyela. "Si ayah,
si kakek, para pria yang menyakitimu." "Kamu bohong."
"Aku tidak bohong. Sara tidak akan disakiti. Para pria itu sudah meninggal. Kamu
tidak perlu mengkhawatirkan payudara dan menstruasimu."
"Bagaimana aku bisa memercayaimu?"
"Tanyakan saja pada Katherine. Dia akan membenarkannya." Aku menggunakan
trikku yang paling ampuh. Semua anak-anak itu memercayai dan memegang kata-kata
Katherine dan Holdon. Pertanyaan terpentingnya adalah apakah penyembuhan akan
terjadi setelah sebagian besar atau seluruh sosok tidak lagi melihat adanya ancaman.
KETIKA ITU awal Agustus 1995, dan kami telah
memasuki musim panas keenam bersama-sama. Karen mengatakan bahwa dia
telah kehilangan banyak waktu. "Tidak ada gunanya bagi saya," dia mengeluh, "saya
hanya menjalani sebagian dari kehidupan saya."
Karena hal ini, aku ragu untuk menghipnosisnya lagi hari itu. Kami menghabiskan
semakin sedikit waktu bersama "Karen". Dia, pada saat ini, sekadar seorang
penumpang di dalam kehidupannya sendiri. Aku meminta maaf kepadanya karena
tidak menghabiskan banyak waktu bersamanya seperti dahulu, tapi aku merasa semua
yang kami lakukan dengan sosok-sosok lainnya, meskipun bersifat sementara, penting
dilakukan untuk saat ini. Dia mengatakan bahwa dia memahami hal ini, dan kami pun
melanjutkan sesi terapi seperti biasanya.
Juiiann muncul dan menjelaskan apa yang terjadi pada "pertemuan" malam
sebelumnya.
"Kami mengadakan pertemuan untuk memberi tahu semua orang, terutama Karen,
tentang apa yang terjadi hari itu. Saya menuliskan catatan untuk Anda tentang apa
yang terjadi kemarin. Pada dasarnya, yang terjadi adalah sebagai berikut. Pada pagi
hari, Josh menonjok Karen. Miles muncul dan membalas tonjokan Josh. Setelah Josh
pergi bekerja, mereka semua pergi bersama-sama ke toko binatang peliharaan.
Mereka semua membutuhkan waktu lima belas menit untuk melihat-lihat burung.
Hanya dua atau tiga sosok dapat melihat dalam waktu bersamaan. Kami bisa melihatlihat sesuatu bersama-sama, tapi kami hanya bisa menyentuh sesuatu secara
bergantian. Saat kami merawat Link, kami harus bergiliran. Lalu setelah Josh pulang,
Karen 3 muncul saat Josh menonjok Ann karena dia secara tidak sengaja menginjak
celana jinsnya. Ketika itulah Karen 3 menelepon
Anda."
Aku berusaha mencerna rentetan kejadian aneh hari itu, juga berusaha
menghitung berapa kali Josh menonjok Karen dan mencari tahu sosok mana yang
menerima kekerasan itu.
"Saya memberi tahu Karen soal ini pada malam harinya," Juiiann melanjutkan,
"saat dia sedang tidur, sehingga dia tahu apa yang terjadi." Dia terdiam dan
memandangku, lalu mendongakkan kepala. "Dr. Baer, jika kami semua bisa bersatu,
apakah saya akan mati?" Aku tersentak mendengar pertanyaan ini. Aku tidak pernah
sungguh-sungguh memikirkannya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Tidak," jawabku, "aku yakin tidak ada sosok yang akan hilang atau mati. Tapi,
kamu tidak akan menjadi hanya dirimu," aku menambahkan, "dirimu yang berdiri
sendiri."
Dia memikirkan hal ini sejenak. Aku tidak yakin apakah gagasan ini memuaskan
bagi dirinya, atau bagi diriku.
PADA AWAL September, aku menerima telepon dari beberapa sosok. Aku menerima
pesan di mesin penjawab dari "Nyonya Holdon" yang mengatakan bahwa semua orang
teramat sangat tertekan. Lengan Sara patah, dan Josh menyalahkan Karen. Keesokan
harinya, Jensen menelepon. Dia ketakutan karena Miles pingsan. Josh mencekiknya
karena Miles menentang perkataannya. Ann muncul selama beberapa hari berikutnya
untuk membantu meredakan suasana. Saat dia muncul, Josh lebih banyak
mendiamkan mereka.
Miles menelepon dan mengatakan bahwa tenggorokannya sakit, dan dia ingin
membunuh Josh. Dia teringat pada para pria penganiayanya yang mencekiknya
jika dia menjerit-jerit. Dia tidak berani melapor ke polisi karena Josh bersesumbar
sebagai teman polisi, dan mereka akan membunuhnya. Aku mengatakan kepada Miles
bahwa Josh adalah seorang pembohong besar; dia tidak memiliki hubungan khusus
dengan polisi. Sudah seharusnya Karen menelepon polisi. Miles tampak lega dan
senang.
Claire melihat mayat bayi di dalam peti mati dalam sebuah upacara pemakaman
yang mereka hadiri. Katanya, para pria memakaikan gaun putih kepadanya dan
memasukkannya ke dalam peti. Dia menanyakan kepadaku apakah pria-pria itulah
yang membunuh bayi itu. Aku mendiskusikan dengannya makna "meninggal dalam
kandungan".
Aku menerima telepon sekitar pukul 1.00 dini hari dari "Elise Overhill" yang
mengatakan bahwa dia ingin melakukan bunuh diri. Dia lama tidak muncul, dan
sekarang dia tidak tahu di mana dirinya berada. Sepertinya dia ketakutan.
Aku mengatakan bahwa aku dapat menolongnya, dan karena dia tahu bahwa aku
telah menolong sosok-sosok lainnya, dia membiarkanku menghipnosisnya; aku
meminta Katherine keluar. Katherine meminta maaf dan kesal karena Elise muncul,
mengatakan bahwa Elise belum siap dan masih perlu dilindungi. Setelah aku menutup
telepon, istriku membalikkan badan dan memukul bantalnya beberapa kali, seolaholah bantalnya menyebabkannya sulit tidur. Aku terbaring diam, memandang langitlangit, merasakan beban tak tertanggungkan dari Karen dan seluruh sosoknya.
Akhir-akhir ini, pernikahanku sarat masalah rumit, dan Karen merupakan salah
satu di antaranya. Masalah
rumah tanggaku akan sedikit mereda jika aku berusaha lebih menjaga jarak
dengan Karen, namun aku mengkhawatirkan efek hal ini bagi dirinyadan, setelah
semua orang dalam kehidupannya mengecewakannya, aku tidak bisa membiarkan
diriku melakukan hal yang sama.
PADA AWAL Oktober 1995, aku bertemu untuk pertama kalinya dengan Thea. Dia
menggenggam tangannya di depan wajahnya dengan sikap defensif, seolah-olah
seseorang hendak memukulnya.
"Kukira kami semua akan mati," kata Thea.
"Apakah kamu sedang melindungi dirimu sendiri?" aku bertanya, mengacu pada
tangannya, bukan pada pernyataannya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Aku takut kamu akan memukulku."
"Takut aku akan memukulmu?"
"Semua orang memukuliku. Tapi, kata Claire kamu baik. Aku tidak suka dokter."
"Apa yang dilakukan dokter kepadamu?"
"Dr. Walsh membenciku. Dia membiarkan mereka menyakitiku. Dia memasukkanku
ke rumah sakit dan mereka juga menjahatiku, dengan jarum dan benda-benda." Thea
tetap menggenggam kedua tangannya di depan wajahnya.
"Apakah kamu masih takut aku akan memukulmu?"
"Tidak."
"Tapi kamu masih melindungi dirimu."
"Aku tidak mau kamu melihat benjolan jelek di wajahku
ini."
"Maksudmu, tumormu?"
"Ya. Anak-anak lain mengejekku. Ibu memberi tahu semua orang bahwa aku akan
mati."
"Kamu mungkin tidak tahu, tapi beberapa orang dokter
yang baik sudah mengangkat tumormu dan menjadikan wajahmu mulus. Kamu
tidak perlu bersembunyi lagi."
"Aku tidak percaya padamu."
"Lihat saja sendiri. Coba sentuhlah wajahmu."
Thea menyentuh keningnya, mencari tumornya. "Tidak ada lagi," katanya,
terkejut.
"Memang sudah tidak ada." Aku terdiam dan membiarkan Thea menyadari bahwa
tumornya telah menghilang.
"Thea, bisakah kamu memberitahuku kapan kamu lahir?"
Aku menggunakan pertanyaan itu untuk mengalihkan Thea dari pikiran tentang
tumor.
"Aku lahir pada 1965. Umurku enam tahun." "Kelas berapakah kamu?"
"Taman kanak-kanak. Waktu itulah aku masuk rumah sakit; untuk itulah aku ada.
Aku harus pergi sekarang." Wajah Karen tampak hampa, dan Thea pun pergi.
"IBU SAYA menyuruh saya berhenti menemui Anda," kata Karen.
"Mengapa begitu?"
Karen membuang muka, wajahnya memerah lantaran malu. "Katanya, yang Anda
inginkan hanyalah tidur ... berhubungan seks dengan saya. Katanya, kita sudah sering
melakukannya. Katanya, saya memang selalu begitu." Dia tampak merana dan tak
berdaya, seolah-olah hal terpenting baginya, harapannya untuk dapat tertolong,
terempas dan hancur.
"Apakah yang dimaksud olehnya bahwa kamu selalu begitu?"
"Entahlah. Saya tidak ingat. Saya tidak ada untuk
itu."
"Mungkin kita bisa mencari tahu lebih banyak tentang hal itu dengan hipnosis."
Karen mengatur posisi, dan sekali lagi kami menjalani rutinitas induksi.
"Saya rasa Anda ingin berbicara dengan saya."
"Siapakah yang kamu maksud dengan 'saya1?"
"Sandy, tentu saja."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Sandy! Apakah yang bisa kamu ceritakan kepadaku tentang masalah-masalah
Karen?" Aku bersandar dan menantikan penjelasan Sandy.
"Kata Ibu, Karen melakukan hubungan seks dengan Anda. Katanya, dia memberikan
seks oral kepada Anda dan segala hal lainnya. Katanya, Karen tidak berbeda dengan
pelacur, dan Anda sebaiknya membayar dia." Sandy mengatakannya dengan gaya asaiasa/an , seolah-olah tidak peduli dengan kabar cukup mengagetkan yang dibawanya.
"Dari mana dia mendapatkan gagasan seperti itu?"
"Oh, saya rasa dia cuma cemburu. Tapi, ini memang selalu kami lakukan. Saat saya
SMA, si ayah akan dengan diam-diam mencarikan teman kencan untuk saya. Para pria
itu memberi dia uang, dan saya akan berhubungan seks dengan mereka." Dia
menatapku dengan mata terbuka lebar, tidak sedikit pun menunjukkan emosi. "Itulah
fungsi perempuan, untuk digunakan, untuk membuat pria merasa nikmat." Dia
memandang ke sekeliling kantor; aku tetap diam. "Kami sudah dilatih sejak usia dini,
dimulai saat kami berumur sekitar sebelas tahun, untuk melakukan aksi-aksi seks
tertentu. Jika saya tidak cukup bagus dalam memberikan seks oral, Ayah akan
membentak dan memukul kepala saya. Dia ingin saya berhubungan seks dengan anakanak laki-laki berumur
dua belas atau tiga belas tahun." Dia menatapku. "Jika kami tidak menuruti
keinginannya, dia tentu sudah sejak lama membunuh kami."
Sandy memandang ke luar jendela. Aku tertarik saat melihat bahwa topik yang
begitu membuat Karen merana dapat dibicarakan oleh Sandy dengan nada biasa,
seolah-olah dia sedang menjelaskan pemanggangan kue. Aku tetap diam; aku tidak
ingin menyela atau mengarahkan apa pun yang hendak dikatakannya.
"Mereka mengambil banyak foto. Karena itulah saya gendutsupaya mereka tidak
bisa menggunakan saya lagi." Dia memandangku sekali lagi, masih tetap dengan
ekspresi kosong. "Kata si ibu, Anda hanya ingin berhubungan seks dengan Karen. Saya,
Karen, dan Ann mendengar perkataannya itu. Saya tidak tahu apakah itu benar; saya
tidak di sana. Tapi, kemarin saya makan sangat banyak, hanya untuk melindungi diri
saya sendiri. Ann berdoa semalamanitu membuat saya gila."
"Hmm, Sandy, perkataan ibumu tentangku itu tidak benar." Aku berusaha tetap
tenang, tegas, dan tidak terlihat membela diri terlalu berlebihan. "Kusarankan, alihalih makan untuk melindungi dirimu sendiri, kamu sebaiknya masuk saat ibumu
mengatakan omongan sampah semacam ini."
"Mungkin saya harus mulai melatih Sara. Ayah selalu berkata, 'Kau harus melatih
mereka sejak kecil.' Apakah menurut Anda saya sebaiknya melakukannya? Setidaknya
saat saya berpikir tentang berhubungan seks dengan Anda, rasanya menyenangkan,
tidak menyakitkan. Tapi, mungkin sebaiknya saya tidak memikirkan hal itu."
"Penting
bagi
Sara
dan
kamu
untuk
terlindung
dari
segala macam bahaya atau pelecehan seksual.
Bagaimana kalau kamu menghabiskan lebih banyak waktu bersama Katherine dan
Miles; mereka akan membantumu memahami lebih banyak tentang ibumu. Apakah
menurutmu kamu dapat melakukan itu?"
"Tentu, itu mungkin akan menyenangkan." Sandy adalah salah satu serpihan
kepribadian yang rusak.[]
15
Foto-Foto Mosum

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
SEKEMBALINYA DARI liburan Natal, aku menelepon Karen untuk memastikan
pertemuan kami berikutnya dan mengatakan bahwa tagihanku telah menumpuk. Dia
berjanji akan berusaha membayar, tapi sepertinya terpukul dan menjaga jarak
setelah aku menyebut soal itu, seolah-olah aku telah melukai perasaannya. Aku
mencoba bersikap sewajar dan seblak-blakan yang aku bisa untuk masalah keuangan.
Sehari setelah Tahun Baru 1996, aku mendapatkan telepon dari Karen. Ann yang
berbicara, dia mengatakan bahwa dia tidak bisa lagi melanjutkan terapi. Mereka
semua telah sepakat; sekaranglah saat untuk berhenti.
"Ada apa?" tanyaku. "Ini mengejutkan bagiku. Apa yang terjadi sejak kita terakhir
kali berbicara?"
"Tidak ada," kata Ann. "Ini ada hubungannya dengan perkataan Anda."
Aku mengais-ngais isi kepalaku, berusaha mengingat-ingat perkataanku yang bisa
menimbulkan reaksi sedrastis ini.
"Maafkan aku, Ann, aku lupa," ujarku, berusaha menutupi kekesalanku karena
telah membuat kesalahan tanpa disadari. "Aku tidak tahu perkataanku yang mana
yang telah membuat kalian marah. Bisakah kamu memberitahuku?"
"Ini berhubungan dengan masalah keuangan."
"Maksudmu, gara-gara aku meminta Karen membayar tagihan?"
"Anda tidak sedang berbicara dengan Karen ketika itu. Anda berbicara dengan
Katherine. Miles mendengarnya dan memberi tahu semuanya." Jadi, saranku supaya
para sosok itu membagi waktu telah menjadi senjata makan tuan bagiku.
"Maafkan aku, Ann, aku masih belum mengerti. Mengapa permintaanku supaya
kalian membayar tagihan membuat kalian marah?"
"Tidak ada yang tahu bahwa Karen membayar Anda, kecuali Katherine dan Holdon
hingga Anda memberi tahu mereka." Ann terdiam. Dia sepertinya sedang berusaha
menolongku. Dia melanjutkan.
"Para pria itu membayar untuk melakukan hubungan seks dengan Karen. Sekarang,
Karen membayar Anda. Kari ingin menyakiti kami." Aku berusaha memikirkan apa yang
harus kulakukan untuk meredam bahaya yang kutimbulkan ini.
"Mungkin aku sebaiknya bicara dengan Karl. Ann, apakah kamu keberatan?"
"Sama sekali tidak."
Terdapat jeda sejenak di ujung sambungan, lalu keheningan itu tiba-tiba terasa
mencekam. "Kari?"
"Kenapa kamu harus dibayar?" Suara Kari terdengar getir dan gusar.
"Karena
aku
seorang
dokter,
Kari.
Menolong
Karen
adalah bagian dari pekerjaanku. Aku mendapatkan
penghasilan dari menolong orang."
"Kami sekadar bagian dari pekerjaan bagimu." "Itu benar, tapi kalian jauh lebih
berarti." Aku tahu Kari sangat ingin memercayaiku, tapi dia merasa dikhianati.
"Mungkin sulit dipahami, tapi pekerjaanku dengan Karen, kamu, dan yang lain adalah
hubungan kerja sekaligus pertolongan. Masuk akalkah bagimu bahwa hal itu bisa
dilakukan secara bersamaan?"
"Tidak ... aku tidak tahu," kata Kari.
"Bisakah kamu memberitahuku apa yang membuat membayar sebagai sesuatu yang
menyakitkan? Apa arti hal ini bagimu?"
"Para pria itu membayar si ayah agar Karen melakukan apa pun yang mereka mau."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Bagaimanakah cara kerjanya?"
"Mereka memberikan uang kepada Karen, dan dia memberikannya kepada ayahnya.
Si ayah akan memberi tahu Karen tarifnya. Misalnya, berapa tarif seks oral." Kari
tampak berapiapi, penuh kemarahan. Aku perlu meredakan kemarahannya melalui
empati, dan menambahkan sedikit pencernaan kenyataan.
"Aku mengerti sekarang. Kamu menyamakan permintaanku untuk dibayar karena
menemui Karen dengan si ayah yang meminta uang, dan itu akan membuat hubungan
kita memburuk."
"Ya!"
"Dan itu merenggut seluruh kepercayaanmu kepadaku."
"Ya!"
"Kari, aku adalah dokter untuk perasaan manusia, dan seperti semua dokter,
orang-orang membayarku untuk menolong mereka. Itulah situasi antara Karen dan
aku.
Hanya karena ada pembayaran, bukan berarti ada yang akan dilukai."
Setelah keheningan sesaat, Kari berkata, "Kamu yakin?"
"Aku
jamin,
Kari.
Kamu
boleh
meminta
Katherine
dan
Holdon
membantumu memahami hal ini. Mereka tidak keberatan dengan aturan ini."
"Oke." Kari tampak lebih tenang, tapi masih curiga. "Kita lihat nanti."
SUNGGUH IRONIS bahwa kemarahan Karen gara-gara aku menemui pasien untuk
mendapatkan uang muncul pada saat aku harus melepaskan pekerjaan setengah hari
selama semingguku sebagai psikiater akibat perampingan perusahaan. Karena baik aku
maupun dia tidak ingin mengganggu proses terapeutik yang telah kami jalani begitu
lama, kami harus mencari tempat pertemuan yang berbeda. Sayangnya, aku dan
istriku baru saja berpisah, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan
apartemenku. Aku tidak mampu membayar sewa kantor paruh waktu hanya demi
seorang pasien. Setelah sedikit kekacauan pada awalnya, Karen berhasil beradaptasi
pada perubahan tempat ini, dan kami pun melanjutkan pekerjaan kami.
PADA AWAL Februari, Karen terlambat beberapa menitbukan hal wajar baginya.
Katanya, dia sakit kepala saat bermain bowling pada malam sebelumnya, dan
selanjutnya, dia terbangun dan mendapati dirinya berada di Prudential Building, yang
berada di dekat kantorku. Aku selalu terheranheran saat mendengar bagaimana Karen
menjalani hari-harinya. Dia
harus menanyakan arah menuju kantorku karena sosoknya yang lainlah yang
biasanya membawanya ke gedungku. Dia pernah kehilangan waktu saat bermain
bowling sebelumnya sosoknya yang lainlah yang biasa bermain bowlingtetapi dia
selalu kembali sebelum meninggalkan arena bowling. Aku mengatakan kepadanya
bahwa aku tidak tahu mengapa kali ini berbeda, namun tapi sosok-sosoknya yang lain
dapat menjelaskan.
"Karen sakit saat bermain bowling," kata Holdon dengan suara serak. "Dadanya
sakit. Saya bermain dua games untuknya. Rata-rata nilai Karen biasanya sekitar 1DD.
Rata-rata saya 2D8 sehingga teman-temannya terkejut." Holdon memandang ke luar
jendela, ke gedung pencakar langit di dekat kantorku. "Saya suka memarkir mobil di
Prudential Building," lanjutnya. "Saya berjalan ke sini, lalu membiarkan Karen muncul
kembali." Holdon terbatuk beberapa kali.
"Kamu tidak apa-apa?" tanyaku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya batukkira-kira setengah dari kami begitu. Saya tidak yakin mengapa
sebagian dari kami tidak sakit. Saya lebih rentan daripada yang lain."
"Kuharap kamu segera sembuh," ucapku. "Mungkin yang lain ingin berbicara
denganku."
Holdon memahami isyaratku, mengangguk dan mengucapkan selamat tinggal, lalu
memejamkan mata. Ketika mata Karen terbuka, dia menampilkan sikap sok garang
Miles yang sudah kukenal baik.
"Aku juga sakit," kata Miles dengan jengkel. "Sosok yang sakit lebih banyak. Kami
semua tidak pernah sakit bersamaan sebelumnya."
Kami telah mengusahakan supaya lebih banyak sosok membagi pengalaman mereka
satu sama lain. Aku
meminta Ann untuk menghabiskan waktu bersama Miles dan Katherine untuk
membantu meredakan kemarahan Miles. Sekarang, sepertinya gejala-gejala fsik yang
biasanya memisahkan mereka juga turut terbagi. Aku menanti untuk melihat apa lagi
yang hendak dikatakan oleh Miles.
"Ann melakukan berbagai hal bersamaku dan Katherine. Dia pendengar yang baik;
aku berbicara banyak padanya, kamu tahu, yang terjadi padaku." Dia duduk lebih
tegak. "Namun, aku tidak bisa melakukan keinginanku gara-gara mereka menyertaiku
sepanjang waktu."
"Aku bisa memahami mengapa itu membuatmu frustrasi. Aku bisa membayangkan
bahwa mereka tidak terus-menerus menolongmu sepanjang waktu." Untuk menerima
empatiku, Miles harus menerima bahwa mereka sesungguhnya menolongnya dalam
sebagian besar waktu.
Semenit kemudian, Ann muncul dan mengatakan kepadaku bahwa Miles
membuatnya khawatir. Dia tidak mau mendengarkan, katanya, dan Ann
mempertanyakan mengapa dirinya harus keluar bersama Miles. Karena dia
membutuhkanmu, Ann, ujarku. Ann tidak bisa menerimanya. Dia tidak mau kehilangan
dirinya, dan dia takut tidak akan bisa berdiri sendiri lagi. Aku memberitahunya bahwa
aku memahami ketakutannya, namun aku harus memikirkan apa yang terbaik untuk
semua sosok. Dia memahami pandanganku, namun masih gusar. Saat dia hendak
buang air kecil, katanya, Miles akan panik dan menahan-nahannya. Miles harus
mundur terlebih dahulu sebelum Ann bisa melakukannya.
"Proses integrasi ini sepertinya memang sarat tantangan, Ann," ujarku dengan nada
meminta maaf. Dia
terkekeh, tapi tidak tampak senang.
"Miles membagi kepada saya ingatan tentang dikurung di dalam peti mati di rumah
duka," kata Ann. "Saya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka."
KAREN MEMANDANGKU dengan geli, senyuman tersungging di bibirnya.
"Saya bukanlah yang Anda kira," katanya.
"Oh!" Dia membuatku terkejut. "Apakah aku mengenalmu?"
"Tentu saja. Saya Karen 2." Dia bersandar, bersikap sangat santai, dan menatap
mataku.
"Apakah yang membawamu menemuiku hari ini?" aku bertanya. Sekali lagi, aku
terkesan karena dia menunjukkan sikap santai, ceria, dan percaya diri. Sikap-sikap
yang tidak dimiliki oleh sosok-sosok lainnya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya melihat ada perubahan dalam sistem kami," kata Karen 2. "Saya tidak terlalu
sering muncul, dan saya tidak suka terhadap apa yang terjadi pada kami. Tubuh kami,
misalnya. Saya merasa depresi saat melihat ke cermin."
"Kamu bisa mengamati saat yang lain muncul?"
"Tentu saja, dan saya bisa muncul kapan pun saya mau. Karen 3 tidak menyadari
keberadaan saya, tapi saya bisa memasukkan gagasan ke dalam kepalanya. Saya tidak
terpengaruh oleh hal-hal yang memengaruhi sosok-sosok lainnya. Saya tidak ikut
mengidap penyakit bronkitis yang diderita Karen. Saya rasa mereka semua sebaiknya
menghilang saja dan membiarkan saya mengambil alih."
Dia memandangku dengan sorot mata jahil yang mendekati kesungguhan. Aku
memikirkan, jika dia dapat
muncul kapan pun dia mau, mengapa dia tidak muncul dan tetap bertahan di luar,
jika memang begitulah keinginannya. Aku tidak menanyakannya karena aku tidak mau
dia menganggap pertanyaanku sebagai saran.
"Jika kamu ingin lebih sering muncul, mengapa kamu tidak membagi waktu
bersama Karen 3 dan membagi lebih banyak lagi pengetahuanmu kepadanya?" Kupikir
Karen 3 dapat memanfaatkan sedikit keceriaan den kepercayaan diri.
"Yah, kadang-kadang saya bisa melakukannya, tapi saat dia sakit, saya pergi."
"Kapan dia mulai sakit?"
"Saya tidak menderita diabetes dan batuk seperti dia. Jadi, saat dia sakit, saya
langsung masuk." Sekali lagi, dia memandangku sambil tersenyum jahil. "Pikiran
adalah sesuatu yang sangat kuat, tidakkah Anda sependapat?" Aku merasa seolaholah
dia sedang menertawakanku.
"Haruskah aku berbicara dengan Karen 3 dan memberitahunya apa saja yang telah
kita bicarakan?"
"Terserah Anda. Selamat tinggal." Karen memejamkan mata, dan aku
membangunkannya dari kondisi trance. Setelah membuka mata, dia memandang ke
sekeliling ruangan lalu menatapku, matanya membelalak ketakutan.
"Sosok yang lain datang menemuiku," ujarku. Dia baru menyadarinya. "Ada satu
sosok lainKaren 2. Katanya, kamu adalah Karen 3yang akan menghabiskan lebih
banyak waktu bersamamu. Ini akan sedikit menambah kepercayaan dirimu." Karen
mengangguk, dan aku meminta maaf kepadanya karena waktu kami telah habis,
meskipun "dia" baru saja tiba. Dia kembali mengangguk dan, saat dia berbalik sebelum
meninggalkanku, aku dapat melihat
bahwa matanya basah.
Dia
berjalan
terhuyung-huyung keluar.
BEBERAPA BULAN kemudian berlalu, dan aku menghabiskan sebagian besar sesi
terapi kami untuk berbicara dengan Juiiann. Aku terkesan oleh sikapnya. Dia memiliki
pesona dan keanggunan yang mencolok namun feminin. Dia duduk dengan
memiringkan tungkai, mencondongkan tubuh ke arahku, dan menelengkan kepala
dengan lembut saat berbicara. Matanya teduh dan memancarkan kebaikan. Meskipun
aku pernah berbicara secara singkat dengannya, aku mendapatkan banyak
pengetahuan mengenai dirinya hari ini. Dia dapat mendengarkan dengan penuh
perhatian; dia mempertimbangkan perkataanku, lalu menggunakan informasi yang
baru saja didengarnya untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan cerdas.
Aku menyadari bahwa inilah pertama kalinya aku mendapati Karen sebagai
seseorang yang menarik dalam segi personal, seolah-olah kami bisa mengobrol sambil

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
minum kopi, dan dia akan menanggapiku dengan tenang namun menawan. Aku
memikirkan apakah dia menunjukkan sikap yang tenang dan kalem itu sebagai cermin
sikapku; dengan kata lain, jika aku mendapati dirinya menarik karena dia secara
empatik mencocokkan dirinya denganku. Aku mendapatkan frasat yang mengusik
bahwa dia lebih ahli melakukan hal ini daripada aku. Dan aku pintar dalam hal ini.
"Saya merasa sangat nyaman saat berbicara denganmu, Juiiann. Kamu orang yang
sangat menarik."
"Saya suka mempelajari hal-hal baru," katanya, tersenyum tanpa menunjukkan
sedikit pun jejak rasa gelisah atau malu. "Saya memang tipe orang yang tenang
dan independen."
"Peran apakah yang kamu mainkan untuk Karen; bagaimana kamu terlahir?"
"Saya lahir untuk berbicara kepada pria-pria yang datang untuk Karen. Kami akan
mengobrol panjang lebar. Saya harus mengenal dan memikat mereka."
"Apa yang akan terjadi setelah itu?"
"Sosok yang lain akan muncul untuk berhubungan seks dengan mereka."
"Mengapa kamu mau berurusan dengan mereka?"
"Jika mereka sedikit saja mengenal kami, mereka tidak akan terlalu ingin
menyakiti kami," katanya. Sangat bijaksana, menurutku.
"JENSEN, APA yang merisaukanmu?" Karen, sebagai Jensen, menggeleng dan
memandangku dengan mata melotot yang membuatku gentar.
"Aku marah!" katanya. Menarik sekali melihat Karen, yang kebanyakan
menampilkan sikap sangat tenang, pasif, depresif, dan kekanak-kanakan,
menunjukkan kekesalan seperti itu. Dia marah besar dan siap meledak. Aku harus
bersikap layaknya pria dewasa untuk menghadapi sikap urakan khas remaja laki-laki
yang ditunjukkan Jensen supaya dapat tetap mengendalikannya. Yang kumaksud
dengan hal ini, secara tepatnya, adalah bahwa ada sikap serapansebagian kupelajari
dari ayahku, lalu kusempurnakan dan kupoles untuk menghadapi anak laki-lakiku
yang mencerminkan wewenang orangtua dan ketegasan untuk meredakan kemarahan
seorang anak laki-laki. Aku tahu bahwa sebesar pun amarah anak laki-lakiku, aku akan
selalu mengunggulinya. Putraku juga mengetahui hal itu. Dia
membutuhkannya.
"Aku tahu kamu marah," ujarku, dengan tenang menyambut pelototannya.
"Bagaimana kalau kamu menceritakan duduk persoalannya kepadaku?"
"Aku sudah menghancurkan tembok di dalam, dan sekarang aku ingin
membangunnya lagi, tapi aku tidak bisa!"
"Kamu ingin membangunnya lagi?"
"Ya, aku tidak mau berada di luar sana. Aku ingin membunuh mereka semua! Aku
bahkan tidak pernah mau keluar!"
"Kamukah yang membangun tembok itu?" tanyaku, tidak terpengaruh oleh
kemarahannya.
"Ya," katanya, selama sejenak mengalihkan perhatian. "Aku menghabiskan
bertahun-tahun untuk membangun tembok itu. Setiap kali sesuatu terjadi, aku
membangun sepotong tembok dari perasaan, dari kenangan."
"Aku pernah mendengar kamu telah meruntuhkan sebagian tembok itu."
"Ya, aku membangun tembok batu yang besardi sekelilingku."
"Tembok batu besar untuk melindungimu agar tidak disakiti?" tanyaku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Jensen menatapku dengan terkejut, seolah-olah dia tertangkap basah. Aku
menatapnya seolah-olah aku tahu jawabannya. Dia menunduk, kemarahannya
menguap.
"Aku sudah membangun tembok selama bertahun-tahun untuk menjaga agar kami
tetap aman, dan sekarang tembok itu runtuh," katanya, sedih.
"Sekarang aku paham itu bisa jadi sangat menakutkan untukmu jika kamu berpikir
yang lain berada dalam bahaya
dan kamu tidak bisa menolong mereka seperti sebelumnya."
"Ya! Kami tidak akan mampu bertahan lagi jika tidak punya tembok."
"Tapi, kamu tidak lagi berada dalam bahaya seperti dahulu, Jensen. Kamu harus
memercayai saya. Karen tidak lagi disakiti seperti dahulu. Yang lain ingin keluar dari
balik tembok. Keadaan akan baik-baik saja."
Jensen tampak kebingungan, sakit hati, dan sedih. Tetapi, aku juga melihat
sekelumit kelegaan. Aku tidak menyadari betapa drastisnya perubahan ini bagi dirinya
tidak mengerti bahwa dia memandang dirinya berperan sebagai penjaga yang
mengisolasi berbagai pengalaman. Aku merasa dia akan butuh waktu cukup lama
untuk sepenuhnya mendukung gagasan melakukan integrasi, alih-alih pemisahan.
Meskipun belum mendapatkan keyakinan, Jensen kembali mundur.
"AKU KANGEN padamu," kata Claire. Dia sangat pemalu; dia menunduk dan
berbicara sangat lirih sehingga aku kesulitan mendengarnya. "Aku takut, Dr. Baer."
"Apa yang membuatmu takut, Claire?"
"Kami menonton flm horor semalam. Aku juga ikut me nonton."
"Film apa?"
"Sepertinya judulnya Primal Fear. Film itu mengingatkanku padapada si
pendeta."
"Apakah kamu mau menceritakan apa yang kamu ingat itu kepadaku?"
Secara terputus-putus, Claire menuturkan ceritanya:
Claire melihat jam: tiga puluh menit lagi sebelum
sekolah berakhir. Bapa Moravec memasuki kelas, melihat Karen, membi sikkan
sesuatu kepada guru, dan berjalan menghampirinya. Karen beralih, dan Claire
mendapati Bapa Moravec berdiri di depannya, berbisik menyuruh Claire menemuinya
di kantor nya setelah jam sekolah usai. Claire mengangguk dan duduk, memandang ke
depan, tidak mendengarkan gurunya. Menitmenit berjalan, dan bel pun berbunyi.
Saat beberapa siswa terakhir menghambur melewati pintu, Claire berjalan ke
kantor Bapa Moravec di ujung koridor. Ayahnya dan seorang opsir polisi, Bert, telah
berada di sana. "Duduklah, Karen," kata Bapa Moravec. "Kita akan me nunggu hingga
Scott datang." Scott adalah keponakan Bert. Claire memandang ayahnya, yang
menyunggingkan senyuman mengancam.
Claire duduk di salah satu bangku kayu yang biasa didu duki oleh para siswa yang
sedang menantikan hukuman. Dia pernah duduk di sana sebelumnya, namun bukan
akibat dia berbuat nakal.
Beberapa menit kemudian, dia dapat mende ngar Scott berjalan perlahan-lahan di
koridor. Setelah Scott tiba di kantor, Bapa Moravec membawa mereka ke gereja yang
tersambung dengan sekolah dan turun ke ruang bawah tanah. Bert membawa sebuah
koper yang tidak diperhatikan oleh Claire sebelumnya. Gereja itu sunyi, dan satu-

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
satunya suara yang dapat didengarnya adalah ketukan sepatu mereka yang menggema
di lantai batu.
Mereka melewati sebuah ruangan yang penuh berisi meja dan kursi kecil
dengan gambar domba
tertempel di dinding. Mereka berbelok di sudut dan menyusuri sebuah lorong yang
lebih gelap. Bapa Moravec mengeluarkan kuncinya dan mem buka pintu
salah satu ruangan, lalu menunggu hingga semua orang masuk sebelum kembali
menutup dan menguncinya. Hanya ada sedikit perabot di ruangan
itu. Di dekat dinding terdapat sebuah sofa abu-abu. Lima kursi lipat tersusun di sisi
lain ruangan, menghadap ke sofa. Bert membuka kopornya dan mengeluarkan sebuah
kamera 3 5-mm dan kamera flm 8-mm. Dia juga membawa lampu bertiang dengan
layar kecil yang memungkinkannya mengarahkan cahaya. Dia menata alat-alat itu
dengan cepat.
"Kalian akan menjadi model terkenal," kata si pendeta dengan suara membuai.
"Kami akan mengirimkan beberapa foto kalian ke majalah." Bert menyerahkan
kameranya ke ayah Karen, menyalakan lampu, dan menyorotkan kamera flm. Dia
mengangguk ke arah si pendeta.
"Duduklah di sofa itu," kata si pendeta dengan nada ma nis. "Dan Scott, bukalah
baju Karen." Scott menatap Claire; mereka pernah melakukan hal ini sebelumnya, dan
mereka berteman, namun keduanya ketakutan. Scott telah mengatakan
kepada Claire bahwa setelah dewasa nanti, mereka berdua akan menikah. Claire
menyukai Scott, tapi dia tidak menyukai bagian ini.
Scott membantu Claire membuka kancing blusnya, lalu mengangkat pakaian
dalamnya. Claire memalingkan wajahnya dari Scott.
"Nah, sekarang bukalah baju Scott, Karen."
Claire melakukan hal yang sama kepada Scott, dan si pendeta mengarahkan
mereka untuk membuka rok Claire dan celana Scott, lalu celana dalam mereka. Saat
kedua anak itu saling membantu membuka baju, ayah Karen mengambil be berapa
foto, sementara Bert menyorotkan kamera flm. Setelah keduanya telanjang, Bert
mematikan kameranya dan mengam bil alih kamera yang dipegang ayah Karen.
Sementara si pen deta mengarahkan kedua anak itu untuk melakukan berma cammacam pose yang tidak senonoh, Bert mengambil banyak foto. Air mata mengumpul di
pelupuk mata Claire.
Ketika flm di kameranya habis, Bert memasang rol baru dan menyerahkan kamera
itu kembali ke tangan ayah Karen. Bert mengangguk kepada si pendeta
sambil menyalakan kame ra flm.
"Sekarang, berlututlah di depan Scott, lalu pegang dan ci umlah tititnya," kata
Bapa Moravec. Claire mematuhinya, na mun dia merasa mual. Belum lama berselang,
dia menolak melakukan hal yang sama, dan ayahnya membawanya ke ru angan lain
untuk memukulinya. Dia dapat merasakan Scott gemetar; dia tahu bahwa Scott juga
ketakutan, sehingga dia memastikan supaya dirinya tetap bersikap lembut.
"Untuk inilah Tuhan menciptakan kalian," kata Bapa Moravec, "supaya kalian
saling mencintai."
Si polisi memberikan isyarat kepada si pendeta, yang me nyuruh Claire berdiri.
Satu lagi rol dipasang di kamera flm, dan si pendeta berkata kepada
Claire, "Berbaringlah di sofa, Karen, dan bukalah

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kakimu." Dia berpaling ke arah Scott. "Berlututlah di dekat kakinya."
Scott tahu bahwa dia akan disuruh mencium kemaluan Karen, padahal dia tidak
ingin melakukannya. Dia bergeming.
"Lakukan perintahku!" kata Bapa Moravec, lebih nya ring. "Apa kalian tidak tahu
bahwa Gereja memiliki kalian dan kami berhak melakukan apa pun yang kami inginkan
ke pada kalian. Iblis akan mencelakakan kalian jika kalian tidak menuruti" Scott tetap
diam. Bert meletakkan kameranya dan menyambar lengan Scott. Si pendeta membuka
pintu, dan si opsir polisi menyeret Scott di belakangnya, dan Claire, yang ditinggalkan
bersama ayahnya, mendengar mereka memasuki ruangan terdekat.
Claire pernah berada di dalam ruangan itu. Tempat itu kosong, dan terdapat
sebuah pintu di salah satu sisinya. Bapa Moravec membuka pintu, memperlihatkan
sebuah lemari sem pit dan gelap, dengan pipa-pipa basah terpasang di salah satu sisi
dindingnya.
"Kamu terlahir sebagai pendosa dan akan selamanya men jadi pendosa.
Renungkanlah dosa-dosamu di sana!" bentak Bapa Moravec. Scott diempaskan ke
dalam, dan si pendeta membanting pintu lemari itu. Bapa Moravec
mengeluarkan kuncinya dan mengunci pintu lemari.
Mereka
berjalan
keluar
dari
ruangan
itu
dan
membanting
pintunya
agar
Scott
dapat
mendengarnya,
lalu
kembali
meng
hampiri
Claire.
Merasa ketakutan akibat apa yang didengar nya,
Claire berpose sendirian, dan para pria itu memujinya se bagai seorang model yang
baik, dan dia merasa sedikit lebih cantik. Setelah kira-kira dua puluh menit berlalu,
mereka men dengar Scott mulai menjerit-jerit.
Claire mengatakan bahwa dia tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah itu.
"Kata Scott, kamu harus merahasiakannya," kata Claire, "atau kami akan masuk
neraka dan dipenjara." Claire menampakkan ekspresi penuh kesedihan dan kerapuhan
seorang gadis kecil. "Kadang-kadang, Bapa Moravec memanggil kami setelah jam
sekolah dan menyuruh kami menonton flm-flm yang kami mainkan, sementara dia
memegang-megang tititnya hingga keluar lendir berwarna putih. Miles dan Kari akan
muncul saat aku sangat ketakutan."
"Film yang kamu tonton mengingatkanmu pada kejadian itu?"
"Ya, kupikir aku sama persis dengan anak laki-laki di flm itu, tapi ternyata dia
cuma berpura-pura."
Aku mengingat-ingat jalan cerita Primal Fear. "Dia berbohong kepada temannya, si
pengacara itu, bukan?"
"Ya. Apa kamu juga mengira aku berbohong kepadamu?"
"Itu tidak pernah terpikir olehku, Claire. Kenapa kamu harus berbohong?" "Aku
tidak mau berbohong, tapi mereka selalu mengatakan tidak ada yang akan
memercayaiku. Aku tidak mau kamu menganggap kami seperti anak laki-laki yang di
flm itu."
"Kamulah sosok yang menginginkan pertolongan. Kamulah yang pertama kali
menulis surat untukku." "Ya, aku tahu. Aku ingin kamu menolong kami."
"Aku akan melakukan semua yang bisa saya lakukan, Claire." Dia mundur, dan
tubuh Karen tersentak ke depan.
"Menurutku flm itu hebat; ada darah di mana-mana!" kata Miles.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Ada apa dengan darah?" tanyaku.
"Aku ingin melihat si pendeta dicincang. Aku selalu ingin melakukan hal-hal
semacam itu pada si pendeta Moravec. Namun, aku tidak membiarkan Claire melihat
yang berdarah-darah."
"Apakah kamu membantu Claire selama masa-masa dengan si pendeta?"
"Ya, aku tak pernah membiarkan dia melihat darah. Si pendeta pernah
menamparnya hingga bibirnya terluka. Lalu, aku muncul dan mereka menyuruhku
mencium Scott, lantas mereka mengambil fotonya, karena dia kelihatan seperti habis
menggigitku, soalnya di bibirnya juga ada darah." Perhatianku terusik sejenak akibat
memikirkan adegan itu.
"Bagaimana pendapatmu tentang semua itu, Miles? Apa yang dicari para pria itu?"
"Mana aku tahu. Mereka mesum. Kupikir mereka melakukannya untuk mencari
uang."
"Mereka mengambil foto kalian untuk uang?"
"Ya. Itu membuatku sangat marah!"[]
16
Solusi Holdon
"SAKIT KEPALA kami semakin parah saja, Dr. Baer," kata Holdon dengan suara
Karen yang lebih dalam. Karen berusaha duduk tegak; pembawaannya formal dan
serius, tapi nada mendesak terdengar dalam suaranya. "Ada terlalu banyak sosok yang
muncul pada waktu bersamaan; ini terlalu berlebihan! Perbedaan antara Miles,
Katherine, dan Ann sudah memudar. Claire dan Thea juga membaur. Tapi, ini
menyebabkan mereka sakit!"
Ini adalah masalah besar. Aku berharap pembagian waktu dan integrasi yang lebih
sering dilakukan antara sosok-sosok yang berbeda akan meleburkan penghalang yang
memisahkan mereka. Tetapi, sekarang Holdon memberitahuku bahwa Karen tidak
tahan menghadapi proses ini.
"Aku tidak yakin harus melakukan apa mengenai hal ini, Holdon," ujarku. "Di satu
sisi, aku ingin menyemangati sosoksosok yang berbeda untuk berbagi waktu dan
berintegrasi, tapi aku tidak mau ini membuat kalian semua merasa tertekan dan sakit.
Bisakah kamu memikirkan apa pun yang mungkin kita lakukan?"
"Saya akan memikirkannya, Dr. Baer."
SELAMA JUNI dan Juli 1996, Karen mendapatkan semakin banyak curahan pikiran
dan ingatan dari sosoksosoknya, tapi dia tidak tahan dengan meningkatnya waktu dia
yang hilang. Setiap hari memberinya kejutan baru. Dia pergi ke sebuah acara
pernikahan dan hanya mengenal beberapa orang di sana, tapi lebih banyak orang
mengenalnya dan memanggilnya dengan nama-nama berbeda. Dia tetap kehilangan
waktu agar dapat menghadapi siapa pun yang dijumpainya. Dia meninggalkan rumah
untuk pergi ke supermarket, namun terbangun dan mendapati dirinya di toko itu dua
jam kemudian, tidak mampu mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Malam harinya,
dalam "pertemuan" sistem, dia diberi tahu bahwa salah satu sosoknya memiliki
rencana janji makan siang yang tidak diketahuinya.
Dia mendapatkan sebuah penyeranta di tasnya, meskipun dia tidak ingat pernah
membelinya. Dia terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah toko swalayan, di
depan seorang kasir yang menantinya membayar baju yang telah dipilih oleh salah
satu sosoknya beberapa menit sebelumnya. Orang-orang marah padanya karena dia

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
tidak menepati janji saat sosok-sosok lainnya memiliki rencana dengan waktu
berbenturan. Dia bersikap angin-anginan dalam mendisiplinkan anak-anaknya.
Meskipun dia merasa lebih baik secara fsik dan sedang menja lani pengobatan untuk
gula darahnya yang tinggi, saat mengukur kadar glukosanya, dia menyatakan bahwa
hasilnya bergantung pada sosok yang sedang muncul.
AKU MENGINFORMASIKAN kepada Karen bahwa aku akan berlibur selama hampir
dua minggu. Sebelum aku pergi, di tengah-tengah kekhawatiran yang sudah terduga
dari Karen mengenai keadaanku dan keadaannya, aku menerima surat berikut, atau
lebih tepat jika kusebut memo, dari Holdon.
Kepada- ur. Baer bar h Ha/dan
Perihal' Panduan Saya untuk Integrasi
Setelah berpikir cukup lama, saya mendapatkan rencana untuk memulai proses
integrasi kami. Karena mengetahui cara kerja kami, saya merasa ini adalah
satusatunya kemungkinan yang ada. Saya tidak boleh berbicara keras-keras tentang
hal ini hingga Anda mendapatkan kesempatan untuk membaca gagasan saya. Yang lain
dapat mendengar apa yang saya katakan, namun mereka tidak bisa mengetahui
pikiran saya atau membaca surat saya. Jika Anda menyetujui panduan berikut, kita
dapat membicarakannya setelah Anda pulang. J. Setelah menghipnosis Karen, Anda
harus meminta izin kepadanya untuk memasuki tempat amannya. Saya yakin dia akan
mengizinkan Anda masuk.
2. Anda harus menjelaskan kepadanya bahwa Anda akan menolongnya dalam
menggabungkan setiap sasak dengannya, satu per satu.
3. Pilihlah salah satu sasak dari luar ruangan. (Satu per satu.) Saya merasa sasaksasak berikut ini telah siap
untuk berintegrasi' Thea, 6 tahun; Kari, 10 tahun; Elise, 8 tahun; Sandy, IS tahun;
Karen Boo, 2 tahun; Julie, 13 tahun; Karen 1, 10 tahun; dan Claire, 7 tahun
4. Sembilan sasak lainnya belum siap berintegrasi untuk saat ini.
5. Or. Baer memanggil si sasak masuk dan menjelaskan kepada Karen siapa sasak
ini dan peranan si sasak dalam kehidupan Karen
6. Or Baer menjelaskan kepada Karen bahwa si sasak tidak perlu menjadi bagian
terpisah lagi.
7. Or Baer meminta si sasak untuk memasuki raga Karen Integrasi selesai.
Ha/dan
Aku membaca surat itu hingga beberapa kali. Holdon telah memberiku langkahlangkah untuk prosedur integrasi Karen. Aku betul-betul terkesan. Bisakah ini
berhasil? Prosedur ini mirip dengan ritual peleburan yang dijelaskan Putnam dalam
buku Diagnosis and Treatment of Multiple Personality Disorder. Aku tidak benar-benar
memahami apa yang dikatakannya ketika itu; penjelasan itu agak kabur, juga sedikit
menakutkan. Kami telah secara perlahan-lahan meleburkan perbedaan di antara
sosoksosok yang ada, namun ini adalah integrasi menyeluruh dalam sekali waktu. Aku
tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi. Untungnya, rencana ini
semestinya tidak akan terlalu sulit untuk dijelaskan kepada para sosok lainnya karena
berasal
dari
Holdon.
Aku
berterima
kasih
kepada
Holdon
dan
mengatakan kepadanya bahwa kami dapat memulai
proses ini sekembalinya aku dari liburan.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
KETIKA AKU PULANG, Karen berada dalam kondisi genting. Ibunya tak henti
menuntutnya. Karen mendapati bahwa jika dirinya ragu-ragu dalam menghadapi
ibunya, dia akan kehilangan waktu. Sandy muncul, menyerah, dan menuruti ibunya.
Ann merasa bersalah dan mendambakan hukuman. Miles ingin mencekik dan
membunuh orang-orang. Dia kembali memisahkan diri dari Katherine dan Ann, tidak
lagi berbagi waktu bersama mereka, namun sekarang merasa aneh dan sendirian.
Katherine gagal mengatur segala sesuatu untuk mereka; sosok-sosok dalam diri Karen
terombang-ambing di antara satu krisis ke krisis lainnya. Dia mengeluhkan sosoksosoknya yang muncul pada waktu-waktu yang tidak terduga. Holdon mengatakan
bahwa dia menjadi mirip mayat hidup lantaran terlalu sering mengemudi. Aku
memutuskan bahwa kami harus secepatnya mulai mengintegrasikan sistem Karen
untuk mencegahnya hancur berantakan. Aku membicarakan dengan Holdon mengenai
siapa yang sebaiknya kami integrasikan untuk pertama kalinya. Holdon menyarankan
Julie; dia paling tertekan, dan gejala-gejalanya memengaruhi semua sosok lainnya.
KETIKA ITU 1 Agustus 1996, dan aku memegang surat Holdon sembari menunggu
Karen datang. Aku ingin menyarankan kepada Karen agar kami mencoba usul Holdon,
namun aku juga khawatir ini tidak akan berhasil dan kami harus memulai kembali dari
awal. Aku masih bergelut dengan pikiranku saat Karen muncul, tepat waktu seperti
biasanya, tidak menduga apa yang akan
terjadi padanya hari itu.
"Holdon mengusulkan sebuah prosedur untuk mengintegrasikan sosok-sosokmu ke
dalam dirimu," aku memulai. Aku menjelaskan langkah-langkah yang disebutkan
dalam surat Holdon. "Kuharap kita dapat mencoba untuk pertama kalinya hari ini.
Bagaimana pendapatmu?"
Karen mengangguk-angguk saat aku berbicara, lalu bertanya, "Bagaimana mereka
bisa memasuki saya?"
Inilah yang kucemaskan. "Aku tidak tahu bagaimana tepatnya," ujarku. Aku tidak
ingin menunjukkan bahwa aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya, dan aku
tidak tahu apakah ini akan berhasil. Penting bagi pasien untuk memiliki keyakinan
kepada dokter mereka; keyakinan dapat menyembuhkan. "Kupikir ini akan kita
jalankan melalui perwujudan bayangan dalam sesi hipnosis. Kamu akan melihat dirimu
dan sosokmu yang lain bergabung secara fsik. Kita akan melihat apa yang akan kita
lakukan setelah tiba di sana." Kurasa ucapanku tidak sungguh-sungguh meyakinkan,
namun aku melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan. Kami semua memercayai
kebijaksanaan Holdon. "Apakah kamu takut?" tanyaku.
"Tidak, saya bersedia mencobanya," kata Karen, "tapi saya mengkhawatirkan halhal yang tidak kita ketahui. Apa yang akan terjadi sesudahnya?"
"Kurasa kamu akan tetap sama, tapi kamu akan tumbuh dengan berbagai perasaan
dan ingatan baru. Setiap sosokmu adalah bagian kecil dari dirimu. Ingatan dan
perasaan milik sosok-sosok itu, yang selalu menjadi bagian dari dirimu, akan bisa
kamu miliki. Kamu tidak akan banyak berubah." Aku hanya menduga-duga, tentu saja.
"Julie akan menjadi sosok pertama yang kita integrasikan. Kupikir sakit di kepala
dan kakimu akan berkurang setelah dia berintegrasi. Apakah kamu sudah siap?"
"Siap." Karen mencari posisi yang nyaman di kursinya, wajahnya menunjukkan
sekelumit ketakutan, tapi dia telah siap melakukan relaksasi dan memejamkan mata.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Aku membutuhkan waktu lebih lama untuk menghipnosis Karen, ingin memastikan
trance-nya betul-betul dalam. Jantungku berdebar-debar: aku berusaha tidak
menunjukkan keteganganku dalam suaraku. Meskipun merasa sangat aneh, aku harus
bersikap positif terhadap proses ini dan memercayai apa yang diusulkan oleh Karen
sendiri, melalui Holdon, yaitu mengintegrasikan kembali sosok-sosok yang
berhamburan di dalam dirinya. Jadi, kami pun melakukannya.
"Kamu mendapati dirimu berada di dalam ruang amanmu," ujarku. Aku turut
memejamkan mata sejenak, berusaha lebih merasakan relaksasi Karen dan prosesnya
tenggelam dalam dirinya sendiri. "Kamu berada di dalam ruangan mungilmu,
tempatmu menyimpan segala macam benda yang membuatmu nyaman. Tengoklah ke
sekelilingmu dan lihatlah benda-benda itu dengan jelas, warna dan teksturnya. Saat
kamu telah merasa nyaman, anggukkanlah kepalamu."
Setelah beberapa detik, Karen perlahan-lahan mengangguk. Dia tampak seolaholah sedang tenggelam dalam pikirannya.
"Bisakah kamu mundur dan membiarkan Julie berbicara denganku?"
"Oke," ujar Karen pelan, lalu wajahnya berubah menampilkan ekspresi kesakitan.
Dia mulai terbatuk-batuk.
"Julie?"
"Ya, ini aku."
"Sudahkah Holdon berbicara denganmu dan apakah kamu siap diintegrasikan ke
dalam tubuh Karen?"
"Ya, kukira begitu, tapi aku takut."
"Aku mengerti. Menurutku, kamu akan merasa lebih baik setelah kamu bergabung
dengan Karen. Kamu sudah terlalu menderita sekarang." Dia mengangguk dan tampak
seperti hendak menangis.
"Kamu ingin aku bilang apa saat memperkenalkan kamu?"
"Yah, aku tiga belas tahun," katanya sambil terbatuk-batuk. "Aku lahir pada 1970."
Alisnya bertaut, dan dia mencondongkan tubuh ke depan di kursinya. "Kalau aku tidak
bisa berjalan, apakah Karen juga tidak akan bisa berjalan? Aku tidak bisa berjalan
waktu muncul kemarin."
"Karen mungkin ikut merasakan kakimu yang sakit, tapi dia akan bisa berjalan."
Itulah harapanku. "Apa lagi yang bisa kukatakan tentangmu?"
"Aku lahir waktu kakek Karen melecehkan dia. Aku muncul agar hubungan Karen
dengan kakeknya tidak memburuk. Kadang-kadang aku juga muncul saat orang lain
menyakiti kami. Akulah yang selalu masuk rumah sakit, sejak Karen berumur sebelas
tahun, saat dia pertama kali terkena penyakit pneumonia gara-gara ayahnya
mencekiknya. Aku mengambil alih semua rasa sakit di kaki kami saat kami dicambuki
dengan kabel. Kadang-kadang, aku memberikan rasa sakit ini kepada Karen agar aku
bisa beristirahat. Aku membuat kami jadi tuli di rumah sakit selama dua minggu agar
kami tidak mendengar hal-hal yang buruk. Mereka mengira kami koma, tapi kami
cuma mematikan sistem. Aku membantu saat Constantine menyakiti kami
"Ketika itukah kamu terluka?"
"Yah, Jensen juga membantu. Sebenarnya, kami berempat membantu waktu itu.
Miles mengambil alih rasa sakit gara-gara gantungan baju
"Peran apakah yang kamu jalankan sekarang?" tanyaku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Aku paling sering muncul saat Karen sakit Suaranya melirih, dan dia duduk diam di
kursinya.
"Aku akan memberitahukan hal-hal ini kepada Karen saat saya memperkenalkan
kalian sebelum integrasi, oke?" Dia mengangguk. "Baiklah, kalau begitu, bagaimana
jika kamu mundur dan membiarkan Karen muncul kembali. Jangan menjauh; aku akan
segera memanggilmu lagi."
"Oke." Sejenak, ekspresi Karen tampak hampa saat Julie mundur dan
mengembalikan tempatnya kepada Karen.
"Aku sudah berbicara dengan Julie, dan dia siap berintegrasi. Haruskah kita
melanjutkannya?"
"Saya siap," kata Karen pelan. Dia seolah-olah berbicara dari tempat yang jauh. Dia
berbicara perlahan-lahan, nyaris bergumam, kepalanya terangguk-angguk samar,
seolah-olah dia sedang berusaha menjangkauku dari kedalaman dirinya. Aku diam
sejenak hingga dia tampak rileks di kursinya.
"Bolehkah aku masuk ke ruangan mungilmu bersamamu?" tanyaku. "Aku bisa
melewati pintu masuk yang sama denganmu. Apakah itu tidak apa-apa?"
Sekali lagi, Karen mengangguk perlahan.
"Kalau begitu, lihatlah aku memasuki ruangan mungilmu dan berdiri di sisinya." Aku
terdiam sembari membaca wajah Karen dan menyaksikan benaknya menciptakan
gerakan ini. "Apakah aku berada di sana bersamamu?" Karen mengangguk.
"Aku ingin kamu mengundang Julie masuk dan bergabung bersama kita di tempat
istimewamu ini ... Karen, ceritakan kepadaku apa yang kamu lihat."
"Saya melihat seorang gadis muda; Anda mengulurkan tangan kepadanya. Dia
berambut hitam. Dia masuk perlahan-lahan. Dia pincang dan menggunakan kruk."
"Karen, ini Julie," aku memulai. Sesungguhnya, aku masih meraba-raba. Aku
memegang surat Holdon, sehingga aku dapat mengikuti langkah-langkahnya dengan
tepat. Tetapi, mengenai apa yang harus kukatakan, aku mengarangnya sambil jalan.
"Dia berumur tiga belas tahun," lanjutku, "dan lahir supaya kamu tidak disakiti oleh
kakekmu." Aku memaparkan detail-detail yang baru saja diberitahukan oleh Julie.
Saat berbicara, aku berusaha mewujudkan gambaran ruangan mungil Karen di
benakku, sehingga aku dapat melihat proses ini bersama dirinya. Setelah selesai
menjelaskan, aku diam sejenak, membiarkan semuanya mengendap.
"Apakah kamu sudah siap?" tanyaku. Karen mengangguk dan berkata, "Siap." "Julie
juga?" tanyaku. "Dia mengangguk," kata Karen.
Baiklah, apa lagi sekarang? Aku tidak tahu bagaimana aku bisa menyatukan
mereka, tapi kurasa mereka harus melakukannya dalam kondisi trance di dalam
ruangan mungil itu. Holdon mengatakan bahwa sosok lainnya harus melangkah
memasuki tubuh Karen.
"Julie, bisakah kamu berjalan mendekati Karen?" Aku menunggu sejenak sementara
Karen bekerja.
"Julie tidak bisa berjalan," kata Karen. "Saya akan berbaring supaya dia lebih
mudah melakukannya."
"Kalau begitu, aku akan membantu agar Julie berbaring di sampingmu," ujarku.
"Dia masih memegang kruk," kata Karen, menunggu, sepertinya, supaya aku
melakukan sesuatu untuk mengatasi hal ini.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Julie bisa menyingkirkan kruknya, dan dia bisa menyingkirkan seluruh rasa
sakitnya bersama kruknya. Semua itu adalah kenangan masa lalu." Sedikit
pembicaraan lagi sepertinya tidak apa-apa, kupikir. "Apakah Julie ada di dekatmu?
"Ya, aku ada di sini," kata Julie.
"Aku akan menyingkir," ujarku. "Julie, kamu sebaiknya bergeser mendekat dan
bergerak memasuki tubuh Karen. Bisakah kamu melakukannya?" Setelah keheningan
sesaat, suara Julie terdengar lembut dan bergetar.
"Kami bersentuhan. Rasanya aneh. Saya merasakan perubahan. Semuanya saling
bertaut." Karen bergerak-gerak di kursinya; dia sedang mengalami sesuatu yang
sangat penting aku hanya bisa menduga-duga apa yang terjadi.
"Ada ledakan-ledakan kecil," kata Julie. "Aku merasa seperti sedang di-rontgen."
Julie meronta-ronta. Wajah Karen menunjukkan ketegangan dan tubuhnya tegang.
"Kamu tidak akan bicara denganku lagi," kata Julie, lemah.
"Kamu akan selalu bersamaku sebagai bagian dari Karen," aku meyakinkannya.
"Karen kesakitan," kata Julie, suaranya terdengar semakin jauh.
"Dia sedang menerima kenangan masa lalumu." Aku ingin memberitahunya bahwa
aku masih bersama dirinya. Karen tampak tegang di kursinya, kedua tangannya
terkepal, alisnya bertaut, tenggelam dalam pikirannya.
"Apakah kamu baik-baik saja?"
"Rasanya seperti di pesawat ruang angkasa," kata Julie dari jauh, "menembus
bintang-bintang. Aku merasa seperti sedang sekaratsemakin lemah. Apakah kamu
akan mengingatku?"
"Ya," aku menjawab dengan kelembutan dan kasih sayang yang tulus, "dan aku
akan tetap mengenalimu di dalam diri Karen."
"Kalau begitu, aku akan pergi. Selamat tinggal." Aku mengucapkan selamat jalan
dan menyaksikannya memudar dari ekspresi wajah Karen.
Karen tampak terguncang, masih tenggelam dalam dirinya sendiri. Aku tidak ingin
memburu-burunya, tapi aku ingin tahu apakah dia baik-baik saja. Aku menunggu
selama beberapa menit hingga melihat proses integrasi memudar dari wajahnya.
"Karen?" aku bertanya. Dia sedikit menggerakkan tubuhnya. "Bagaimanakah
perasaanmu?"
"Aneh," dia berhasil menjawab, seolah-olah dia harus berjuang keras untuk dapat
berbicara karena batinnya sedang sibuk bekerja. "Tangan saya mati rasa. Darah saya
terasa berbeda. Jantung saya berdetak dengan cara berbeda." Dia sedikit
mendongakkan kepala. "Julie tidak menjawab lagi."
"Beristirahatlah dahulu," aku menyarankan.
"Saya melihat banyak hal saat dia masuk. Anggota-anggota keluarga yang saya
percayai menyakiti saya. Rasanya seperti menonton flm. Mereka mengejek sayasaya
terhina. Kenangan tentang ibu saya. Saya merasa sekujur tubuh saya luka-luka." Dia
menghela napas dan terkulai di kursinya. "Saya merasa lemah ... letih ...."
"Beristirahatlah," ujarku, "aku akan meninggalkanmu sekarang. Kamu bisa
melihatku meninggalkan ruangan mungilmu dan kembali ke kantorku." Aku
membiarkan Karen selama beberapa menit. Sebelum dia kembali, aku menyarankan
kepadanya untuk mengingat segalanya yang terjadi hari ini. Aku menggunakan
prosedur yang biasa kami gunakan untuk membangunkannya dari trance dan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mengembalikannya ke kantorku. Saat terbangun, dia meringkuk, seolah-olah tidak
tahan menerima sorotan cahaya.
"Apakah kamu baik-baik saja?"
"Entahlah. Semuanya begitu terang. Saya bisa mendengar segalanya: detak jantung
saya sendiri." Dia tampak kebingungan dan kehilangan arah.
"Apakah kamu ingat yang baru saja terjadi?" tanyaku.
"Ya, saya mengingat semuanya." Dia berusaha menenangkan diri, dan aku duduk
bersamanya selama beberapa menit berikutnya, namun akhir sesi telah hampir tiba.
"Setelah kamu pulang nanti, teleponlah aku jika ada yang kamu khawatirkan. Dan,
bagaimana jika kamu menuliskan perasaanmu tentang pengalaman ini?"
"Baiklah." Setelah merasa siap, Karen bangkit, masih gemetar, dan berjalan
tersendat-sendat keluar dari kantorku.
Aku memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. Akankah hal ini menyakiti atau
menolongnya? Aku merasa seperti berada di ujung tanduk. Aku tidak memiliki
panduan dalam melakukan hal ini, kecuali panduan Holdon. Aku hanya bisa berharap
Karen akan baik-baik saja. Aku sendiri juga merasa letih.
MESKIPUN AKU memeriksa keadaan Karen beberapa kali melalui telepon, baru dua
minggu kemudian aku bisa bertemu dengan Karen dan mendapatkan cerita
selengkapnya mengenai kelangsungan hidupnya setelah melakukan integrasi dengan
Julie. Dia mengatakan kepadaku bahwa perasaan aneh yang didapatkannya setelah
integrasi telah lenyap. Dia tidak lagi gemetar dan kebingungan, rasa nyeri di kaki
beserta penglihatannya yang kabur telah menghilang. Pengalaman berintegrasi
sungguh berat baginyamendapatkan berbagai perasaan baru yang sebelumnya
dimiliki Julie.
"Awalnya, saya tidak percaya," katanya, penuh semangat, menggerak-gerakkan
tangannya sembari berbicara, "tapi kenangan-kenangan baru itu bersinggungan
dengan potongan-potongan ingatan saya sendiri. Misalnya, saya ingat pernah berenang
saat udara di luar bersuhu sepuluh derajat Celcius. Saya tidak mengerti mengapa saya
melakukannya. Tapi, saya tahu Julie menggunakan air dingin untuk meredakan nyeri
di kakinya. Saya mengingat semuanya kecuali bagian itu."
"Apa lagi?"
"Yah, selama beberapa hari pertama, saat bercermin, saya harus melihat dua kali.
Sepertinya saya tidak sedang melihat diri saya sendiri; selama sesaat, rambut saya
tampak berwarna hitam. Tangan saya sepertinya bengkok, tapi ternyata tidak. Saya
merasa kikuk: saya harus sengaja memikirkan kaki yang mana yang akan saya gunakan
untuk berjalan. Semua itu membaik seiring berjalannya hari."
Ini membuatku terkesan. Yang mengherankanku, yang benar-benar tidak pernah
kuduga, adalah bukan hanya mendapatkan kenangan dari Julie, Karen juga
mendapatkan cara Julie merasakan tubuhnya, yang ternyata sangat berbeda dari
cara Karen merasakan tubuhnya sendiri, serta butuh waktu lama untuk mengatasi dan
membiasakan diri pada perbedaan ini. Karen memberiku sebuah surat tentang
integrasi pertamanya.
24 Agustus t$$6
Kepada Dr. Baer Penyatuan Julie
Tiga setengah minggu yang lalu, saya berintegrasi dengan sosok pertama dari
begitu banyak kepribadian saya. Meskipun awalnya ragu-ragu, saya segera diyakinkan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
oleh sosok-sosok lain di dalam diri saya, yang mengatakan bahwa inilah saat yang
tepat untuk mulai bergabung dengan masing-masing dari mereka. Saya gugup
memikirkan bagaimana hal ini akan me mengaruhi saya. Saya tidak tahu apakah saya
ingin mendapat kan kembali kenangan yang direnggut dari saya untuk tujuan
melindungi saya. Saya ingin melarikan diri dan bersembunyi, tapi pada waktu yang
sama, saya merasakan kebutuhan untuk dipandu menjalani proses ini.
Karen menghabiskan beberapa alinea berikutnya untuk menjelaskan tentang
pengalamannya memasuki ruangan mungilnya dan menjalani proses integrasi. Surat
tersebut berlanjut sebagai berikut:
Setelah saya dan Julie berintegrasi, saya langsung merasa sangat peka terhadap
semua suara di sekeliling saya. Saya dapat mendengar bunyi tarikan napas Anda dan
bunyi goresan pena Anda di atas kertas; keributan lalu lintas di bawah, dengungan
pendingin udara di! Saat Anda berbicara kedengarannya se olah-olah Anda sedang
berteriak kepada saya meskipun Anda sesungguhnya berbicara dengan nada biasa.
Saat membuka mata saya merasa silau oleh terangnya kantor Anda. Mata saya
terasa pedih dan saya berharap kerai jendela ditutup. Saya merasa peka terhadap
segala sesuatu di sekeliling saya. Saya merasa gemetar dan kebingungan. Saya tidak
mengira akan merasa seperti ini, dan saya takut akan selamanya begini. Saya
memikirkan apakah ada yang salah, dan kami tidak semestinya berintegrasi.
Alinea berikutnya menjelaskan saat Karen memasuki mobil dan mengemudi pulang
dengan rasa nyeri yang menyiksa di kakinya, kemudian ....
Integrasi ini terasa bagaikan operasi besar, dan saya ragu-ragu apakah saya mau
melakukannya lagi. Saya menutup semua tirai dan mematikan semua lampu di kamar
saya. Saat berba ring dalam kegelapan yang pekat, pikiran saya berpacu seolaholah
saya sedang menonton flm dengan adegan yang dipercepat. Saat kenangan-kenangan
itu tercurah ke dalam diri saya saya merasakan setiap kepedihan yang berhubungan
dengannya dan meskipun kepedihan itu hanya bertahan sepanjang mun cuhya
kenangan itu (beberapa detik), saya merasa letih, dan yang saya inginkan hanyalah
agar semua itu berhenti. Kadangkadang, saat malam telah larut, saya menelepon
Anda ketika arus kenangan yang muncul telah mereda. Kepekaan terhadap cahaya dan
suara lenyap setelah hari keempat. Selama minggu berikutnya saya mendapatkan
semua kenangan Julie, tidak lagi merasa sakit, dan perlahan-lahan mulai dapat
berfungsi seperti sedia kala. Koordinasi saya kembali pada akhir minggu kedua dan
saya kembali bisa memegang pena dan berjalan lurus. Saya lega karena semua ini
telah berakhir dan efeknya tidak melekat untuk selamanya. Saya bersyukur karena
Anda ada untuk menolong saya. Saya tidak akan pernah berhasil melewati semua ini
tanpa Anda.
Aku hanya bisa membayangkan betapa menderitanya Karen karena sekonyongkonyong mendapatkan semua pengalaman Julie. Memiliki Julie selalu menjadi
sebentuk perlindungan baginya, dan sekarang dia harus berurusan dengan berbagai
kenangan buruk yang menyusahkannya. Tidak ada pula jalan bagiku untuk mengetahui
apakah dia telah menerima seluruh diri Julie. Apakah Julie benar-benar telah
berintegrasi sepenuhnya dengan Karen? Apakah hal ini akan bertahan? Sepertinya
begitu sulit untuk memercayainya. Apakah panduan Holdon berhasil?
Aku juga teringat pada betapa aku harus sangat meningkatkan kehati-hatianku
seiring kemajuan kami. Karen telah mengalami begitu banyak hal yang tidak

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kuperkirakan sebelumnya setelah berintegrasi dengan Julie. Aku harus lebih
memikirkan setiap langkahku. Mengintegrasikan Julie merupakan sebuah terobosan
luar biasa, namun ini baru awalnya. Kami masih memiliki enam belas kepribadian lagi,
dan aku khawatir jalan kami tidak akan mulus.[]
17
Menyatukan Claire
PADA SESI kami selanjutnya, aku mendiskusikan tentang integrasi dengan sosok
lainnya, dan Karen setuju, namun sosok yang mana? Aku menghipnosisnya dan, seperti
biasanya, menanyakan apakah ada yang mau berbicara denganku. Karen bersikap
manis di kursinya. "Claire?"
"Dr. Baer, bisakah aku bergabung dengan Karen?" Claire menarik-narik rambut,
meneleng-nelengkan kepala, dan menatapku malu-malu. Claire sepertinya pilihan
yang bagus, tapi aku merasakan getaran di hatiku; aku akan merindukannya.
"Kurasa tidak akan apa-apa kalau kamu berintegrasi, Claire," ujarku. "Mari kita
rencanakan ini untuk minggu depan. Saat aku memperkenalkanmu kepada Karen, apa
yang harus kukatakan tentangmu?"
"Yah, kamu boleh bilang kalau aku lahir pada komuni pertama," katanya dengan
suara kecilnya yang merdu, "waktu Karen disakiti saat dia memakai gaun komuni
putihnya. Lalu, aku muncul kapan pun mereka memakaikan gaun putih itu kepadanya.
Itulah sinyalnya
"Kapan pun mereka memakaikan gaun putih itu?"
"Iya, katanya aku akan dikawinkan dengan iblis. Kata mereka, Tuhan ingin aku
disakiti. Mereka menjadikanku kelinci percobaanmemasukkan benda-benda ke dalam
badanku. Lalu, mereka tertawa-tawa. Aku akan keluar saat mereka mengikat Karen di
meja logam di rumah duka. Saat mereka mulai menyakitiku, Miles akan muncul.
Waktu Karen menikah, dia memakai gaun putih, dan aku pun muncul. Aku takut pada
semua orang, jadi aku langsung masuk. Karen pingsan ketika itu." Aku tidak pernah
mendengar cerita ini dari sisi Claire sebelumnya sehingga kekosongan yang ada pun
terisi.
Sidney muncul setelah Claire mundur dan mengatakan bahwa dia khawatir jika
dirinya bergabung dengan Karen maka Karen akan mulai mencuri. Sandy juga ingin
berintegrasi. Dia tidak bahagia; dia tidak bisa berhenti melakukan bermacammacam
hal untuk si ibu. Sandy menyaksikan Julie berintegrasi dan dia menganggap itu tidak
terlalu buruk. Aku lega; akan lebih mudah bagiku jika para sosok itu menawarkan diri.
Selama minggu ketiga Agustus 1996, Karen siap berintegrasi dengan Claire. Dia
membawa sebuah surat. Huruf-huruf besar dengan kesalahan ejaan tertulis
menggunakan pensil. Claire menulis sebagai berikut:
Dokter Baer yang baik.
Aku ingin bercerita kepadamu sebelum kami bersatu. Aku melakukan semuanya
sebisaku agar Karen tidak ingat banyak hal dan kupikir dia akan ketakutan. Aku tahu
kamu tidak akan meninggalkannya. Apa aku sudah cerita soal permainan yang tidak
memperbolehkanku merasa sakit? Saat kami menyatu, apakah kami akan melupakan
cara agar tidak merasa sakit? Selama kami
kesakitan, aku 302richard Baerberpura-pura tidak merasakan apa-apa tapi
sebenarnya aku merasakannya dan tidak bisa bilang apa-apa karena mereka akan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
memecut pergelangan kakiku dengan kabel. Bisakah kamu menjawab pertanyaanku ini
sebelum kami bersatu?
Apakah yang akan terjadi saat aku dibutuhkan?
Siapakah yang akan merawat Karen Boo?
Siapakah yang akan merawat Thea dan memintanya untuk keluar kapan-kapan
karena dia cuma mau keluar kalau kusuruh dan aku takut dia akan di lupakan.
Dokter Baer, ada sesuatu yang lain yang menggangguku tapi aku malu
mengatakannya karena Karen akan marah padaku dan tidak mau bergabung denganku.
Aku tahu bahwa aku tidak benar-benar akan mati, tapi ada perasaan yang harus
kurasakan sebelum aku pergi. Kamu tahu kalau aku selalu berharap bahwa kamu
adalah ayahku dan mau memelukku, kadang-kadang aku berpura-pura kamu
memelukku saat aku ketakutan. Tapi, aku tahu bahwa kamu tidak bisa memelukku
dan itu membuatku sedih. Saat kamu menemuiku di dalam, bolehkah aku berpurapura memelukmu sebelum berpisah. Kalau aku bergabung dengan Karen apa yang
akan dirasakannya tentangmu? Apakah kamu akan marah padanya kalau dia
mendapatkan perasaanku. Kamu membuatku menyukai diriku sendiri dan aku merasa
semua hal buruk yang telah menimpaku bukan salahku dan aku merasa senang
karenanya tapi aku agak takut memikirkan apa yang akan dipikirkan Karen.
Dokter Baer, terima kasih karena telah menjadi teman dan ayahku. Aku tahu
bahwa kamu baik hati dan aku senang karena kamu menjadi bagian dari kehidupan
kami. Aku senang bahwa aku adalah yang pertama memberitahumu dan menunjukkan
pada yang lain bahwa mereka bisa memercayai mu. Aku akan merindukanmu dan aku
berharap entah bagaimana aku masih akan bisa bersamamu lagi. Mungkin kamu tidak
akan melupakanku. Itu harapanku. Kamu bisa menulis sebuah cerita. Kamu menolong
menyingkirkan luka di hatiku. Aku merasa sekarang adalah saat bagiku untuk tumbuh.
Aku menyayangimu. Selalu sayangilah anak-anakmu dan perhatikanlah
mereka agar tidak ada yang menyakiti mereka. C\a\ re
Ya Tuhan, aku akan merindukan si kecil Claire. Aku menunjukkan halaman
pertama surat yang kudapatkan dari Claire itu kepada Karen. Aku merasa akan sangat
membantu jika Karen mengetahui tentang keikhlasan dan juga kekhawatiran Claire.
Aku tidak menunjukkan bagian akhir suratnya untuk mengantisipasi topik pelukan.
Karen membaca dan mengangguk-angguk. Dia membolak-balik dan menjauhkan surat
itu dari dirinya, memandang keseluruhan halamannya.
"Ini seperti tulisan anak kecil," kata Karen.
"Memang betul; dia baru berumur tujuh tahun. Kurasa dia sangat pintar. Kamu
ingat tentang rumah duka?"
"Saya hanya ingat sedikit. Tangki-tangki baja, sengatan listrik jika saya
mengekspresikan rasa sakit, dimasukkan ke dalam genangan air dangkalhanya
sepotong-sepotong."
Kami berdua sama-sama terdiam; kurasa Karen menungguku melakukan sesuatu,
sehingga aku bertindak. Aku memulai proses hipnosis dan memberikan banyak waktu
untuk Karen untuk masuk sedalam-dalamnya ke kondisi trance-nya. Dia telah sangat
terbiasa melakukan hal ini sehingga kurasa dia hanya menungguku untuk melanjutkan,
namun aku ingin memastikan segalanya berjalan dengan lancar. Aku meminta supaya
Claire muncul.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Ingatlah waktu Karen bermimpi," kata Claire, memainkan ujung blusnya, "waktu
seorang gadis kecil menghampiri dan duduk di dekatmu? Itu bukan mimpi; itu
adalah pikiranku yang kuberikan kepada Karen." Claire terdiam dan menggigiti
bibir bawahnya. "Bolehkah aku duduk di pangkuanmu sebelum aku berintegrasi?" dia
bertanya.
"Sekarang?"
"Tidak, tidak sekarang," katanya dengan sedikit nada menyesal. "Aku tahu kamu
tidak bisa melakukan itu. Di dalam ruang aman Karen."
"Tentu saja bisa, saya rasa itu tidak apa-apa." Senyum Claire mengembang.
"Aku siap," katanya, masih sambil tersenyum. Aku berterima kasih untuk suratnya,
dan meminta izin menggunakan sebagian ceritanya sebagai bahan perkenalan untuk
Karen. Claire mengiyakan.
"Baiklah, kalau begitu, bagaimana jika kamu mundur dan membiarkanku berbicara
dengan Karen." Aku bisa melihat Claire meninggalkan tubuh Karen, seolah-olah dia
menguap begitu saja. "Karen?"
"Ya."
"Claire sudah siap. Apakah kita bisa memulai proses
ini?"
"Baiklah."
"Aku berada di luar ruangan istimewamu," ujarku. "Jika kamu membuka pintu, aku
akan masuk dan duduk." Aku ingin memberi instruksi kepada Karen supaya dia dapat
membayangkan, tapi aku membiarkannya memutuskan di mana aku akan duduk.
"Bisakah kita mengundang Claire masuk?"
"Oke, saya akan membuka pintunya."
"Apakah Claire ada di dalam?"
"Tidak, dia sedang berdiri di ambang pintu."
"Aku akan membawanya masuk," ujarku. "Dia boleh
duduk di pangkuanku sementara kita berbicara." Aku terdiam sejenak untuk
membiarkan Karen membayangkan tindakan ini.
"Apakah kita sudah berkumpul?" aku bertanya.
"Ya, dia melingkarkan lengannya ke leher Anda. Dia kelihatan sangat bahagia."
"Bagus. Aku akan bercerita sedikit tentang Claire kepadamu." Aku memaparkan
sebagian fakta yang diungkapkan oleh Claire di dalam suratnya kepadaku. "Claire,
apakah kamu sudah siap?"
"Dia memeluk Anda lebih erat dan menyembunyikan wajahnya," kata Karen.
"Mari kita biarkan dia duduk di sini sejenak," ujarku. Aku diam dan menunggu
selama sekitar dua puluh detik. "Claire, sekaranglah saat bagimu untuk pindah ke
pangkuan Karen." Aku menyaksikan wajah Karen untuk melihat apakah gerakan itu
telah terjadi.
"Dia sedang berbicara kepada saya."
"Ya?"
"Dia berpesan agar saya menyayangi Anda dan selimut kesukaannya." Karen
terdiam, dan wajahnya tampak keruh. "Dia ketakutan."
"Jangan khawatir, Claire," ujarku. "Saya akan selalu menyertaimu dan Karen. Kamu
bisa masuk sekarang."
Wajah Karen menunjukkan konsentrasi, seolah-olah dia sedang bekerja keras.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Dia sedang merangkak ke dalam."
Aku tetap diam selama beberapa menit, membiarkan proses ini terjadi. Wajah
Karen berkerut-merut menandakan konsentrasi. "Aku akan meninggalkan ruanganmu
sekarang,"
ujarku,
dan
aku
menyaksikan
gerakangerakan tersamar di wajah Karen yang
menandakan bahwa proses integrasi sedang terjadi.
Wajah Karen menunjukkan kesedihan; air mata mengalir deras dari kedua
matanya. "Saya bisa membayangkan semua perkakas di rumah duka itu. Saya bisa
melihat meja-mejanya, ember-ember di ujung meja dengan selang yang terjulur,
peralatan operasi, gergaji, palu, lemariapakah isinya? Stoples-stoples berisi cairan.
Di luar ruangan itu terdapat peti-peti mati, ada yang berkilauan dan mulus, ada yang
terbuat dari kayu polos biasa. Semuanya abu-abu, dinding dan lantainya."
"Bagaimana perasaanmu?"
"Saya sudah tidak gemetar lagi; kegugupan saya sudah berkurang." Karen
tersenyum samar. Indra pendengarannya kembali menajam. Setelah mengatakan
kepadanya bahwa dia akan mengingat segalanya yang telah terjadi, aku
membangunkannya dari trance hipnotiknya. Dia memicingkan mata untuk menghalau
cahaya yang menyilaukan.
"Rasanya tidak seburuk sebelumnya," katanya sebelum terdiam, larut dalam
pikirannya sendiri. Dia memandangku sambil sedikit menelengkan kepala.
"Sebelumnya, rumah duka itu terasa seperti kisah orang lain. Saya mengetahui
sebagian peristiwa dan bayangan kejadian yang terjadi di sana, tapi saya tidak
merasakannya. Sekarang, saya mulai merasa semua itu menimpa saya." Dia berbicara
lebih banyak tentang adegan-adegan baru dari rumah duka yang baru diingatnya, dan
pabrik bahan kimia tempat kakeknya bekerja.
Integrasi ini sepertinya tidak terlalu memengaruhinya seperti sebelumnya, dan aku
lega karena kami tidak tergesa-gesa seperti saat mengintegrasikan Julie. Ketika
kami bertemu selanjutnya, Karen mengatakan bahwa dia telah menyerap
kenangan Claire, dan dia memberikan kepadaku tulisannya tentang integrasi dengan
Claire.
25 Agustus 1996
Kepada Dr. Baer
Penyatuan Claire
Pada 22 Agustus 1996, Claire berintegrasi dengan saya. Pengalaman ini cukup
berbeda dari penyatuan dengan Julie, dan saya mendapati diri saya merasa puas.
Berikut ini adalah apa yang kami alami.
Pada hari-hari menjelang sesi kita yang telah dijadwakan, Claire mulai
mencurahkan sebagian kenangannya kepada saya. Menurut perasaannya ini akan
menjadikan penyatuan berjalan lebih lancar. Saya juga merasakan ketakutan Claire
dan pada malam hari, saya takut seseorang akan duduk di ranjang saya. Saya menjadi
agak gugup memikirkan apa yang akan terjadi saat saya menjumpai Anda karena
Claire memiliki perasaan yang kuat terhadap Anda. Setelah tiba di kantor Anda saya
memberikan surat Claire kepada Anda dan Anda membaca nya. Saya memikirkan apa
yang ditulisnya tapi saya menghormati privasinya dan menyadari bahwa saya akan
segera tahu.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Setelah menjelaskan tentang proses integrasi dengan urutan yang sama seperti
yang kualami, Karen melanjutkan dengan mendeskripsikan sebagian kenangan barunya
dan perubahan yang terjadi di dalam dirinya ....
Claire bahagia saat berada di dekat Anda. Saya merasa sedikit cemburu. Saya
menyaksikan dia meletakkan kepalanya di bahu Anda dan Anda mengalungkan lengan
Anda ke tubuh nya. Dia tampak sangat senang. Claire meragukan keinginan nya untuk
menyatukan diri. Saya rasa dia takut akan kehi /angan Anda Dr. Baer. Claire memeluk
Anda dan bergeser ke pangkuan saya
lalu mulai menangis. Saya mengatakan kepa danya bahwa dia telah sangat banyak
menolong saua sehing ga saya sangat bersyukur karena telah memilikinya sepanjang
waktu ini. Perkataan saya sepertinya berhasil menenangkan nya dan dia pun
merangkak memasuki tubuh saya. untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun kami
bersama-sama dalam menjalani terapi, saya merasa disayangi dan dipedulikan oleh
Anda. Claire tentu sangat menyayangi dan memercayai Anda karena saya
merasakannya.
uhtuk pertama kalinya dalam 23 tahun, saya mandi berendam alih-alih
menggunakan pancuran. Saya bahkan memakai sabun wangi.
Saya mendapatkan kesenangan saat bermain dengan anak-anak saya.
Saya memerhatikan pemak-pemik yang cantik. Saya merasa lebih feminin. Saya
memakai body htion.
Saya membeli bra baru dengan celana dalam senada (sangat perempuansaya
tidak pernah membeli benda-benda cantik sebelumnya).
Saya menangis saat menonton kisah cinta.
Saya mendambakan susu cokelat.
Saya menyisir rambut dan mengecat kuku putri saya.
Saya merasa lebih muda.
Saya bisa terus-menerus membicarakan perasaan saya yang membaik, namun
terdapat keburukan yang menyertai setiap kebaikan, dan saya harus menceritakan
hal-hal berikut kepada Anda.
Claire lahir pada 29 Oktober 1967, pada komuni pertama saya. Mereka menghina
saya mempermalukan saya menyen tuh saya mengatakan hal-hal mesum kepada saya
menyum pah-nyumpahisaya tidak tahan lagi. Clair lahir untuk meno hng, agar saya
tetap cantik, dan menjadi anak perempuan dan cucu yang sempurna. Jangan
melawan,
kata
mereka.
Kamu
di
sini untuk mematuhi kami. Jangan pernah bilang tidak!
Patuhilah perintah Tuhan. Saun putih. Sefaks gaun putih. Tidak ada warna di
ruangan itu, hanya abu-abu. Rumah Duka. Selak tawa. Pria-pria jahat. Pendeta jahat.
Tidak seorang pun bisa menolong. Telepon berdering: pukul satu dini hari. Jawablah.
Pergilah bersama mereka. Perintah Tuhan. Peralatan telah disiapkan. Berbaringlah.
Kumohon, jangan lakukan ini. Jangan bergerak. Jarum di puting payudara. Rasa sakit
dimulai. Claire memanggil Miles.
Dr. Baer, saya tidak mampu memaparkan detail-detail kenangan itu. Saya harap
kata-kata membantu Anda dalam memahaminya. Saya tidak ingin memikirkannya.
Mengapa mereka memilih saya? Bagaimana para pria itu bisa saling bertemu?
Bagaimana mungkin Claire bisa tetap memercayai mereka setelah diperlakukan
seperti itu? Bagaimana Claire bisa tetap bersikap manis? Saya tidak mengerti.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Claire menyimpan banyak perasaan untuk Anda, Dr. Baer." Karen duduk di
hadapanku dan tampak lebih lembut. Itu terlihat dalam posturnya, juga dalam
caranya sedikit menelengkan kepala. Setelah melakukan integrasi untuk kedua
kalinya, Karen menjadi manusia yang lebih utuh, tapi kali ini aku bisa benar-benar
melihatnya. Aku juga menyimpan perasaan untuk Claire dan ini membuatku
memikirkan bagaimana aku selalu berusaha membiasakan diri dengan jadwal
kunjunganku dengan anak-anakku sendiri, dan tentang anak perempuanku yang
sebaya dengan Claire dan merasa tertekan akibat aku tidak lagi tinggal serumah
dengannya.
"Apa lagi yang kamu perhatikan?" tanyaku.
"Saya mencoba bermain dengan anak-anak saya. Saya harus memilah-milah dan
memilih kenangan Claire agar bisa bermain. Claire sering dipermainkan. Saat
bermain dengan Ayah, dia selalu dikenai hukuman fsik. Saat Ayah bermain kartu
bersama teman-temannya, pemenangnya boleh melecehkan Claire. Saat kami bermain
Monopoli dan dia tiba di petak tertentu, dia akan ditusuk menggunakan jarum."
"Kamu masih membicarakan hal-hal yang menimpa Claire."
"Saya memiliki kenangan itu sekarang, tapi saya tidak merasa pernah mengalami
semua itu."
"Mungkin kamu akan merasakannya seiring waktu," ujarku, memikirkan apakah hal
itu perlu dikhawatirkan. "Apa lagi?"
"Keinginan untuk menyakiti diri sendiri kembali muncul sedikit, namun rasanya itu
tidak berasal dari Claire. Ada sosok lain yang marah akibat apa yang saya tuliskan."
"Mungkin kita bisa mencari tahu tentang hal itu," ujarku, dan aku melanjutkan sesi
itu dengan menghipnosis Karen untuk melihat apakah ada sosok lain yang bisa
memberi tahu kami soal keinginan untuk menyakiti diri sendiri ini. Karen duduk di
kursinya, tampak santai dan luwes. Aku menanyakan apakah ada yang ingin berbicara
kepadaku tentang keinginan Karen untuk menyakiti dirinya sendiri, dan dia
menegakkan badan, lalu memandangku dengan mata yang memancarkan ketakutan
dan kemarahan.
"Aku tidak suka jika semua orang bersatu!" Karen membentak.
"Siapakah ini?" aku bertanya. "Kari."
"Kari!" ujarku. Siapa lagi Kari ini? Aku berusaha mengingat-ingat. Secara samarsamar, aku ingat bahwa Kari dikaitkan dengan hal-hal terburuk yang terjadi pada
Karen, dan bahwa dia adalah "si Jahat". "Kekhawatiran apakah yang kamu miliki
jika seluruh sosok bersatu?" tanyaku, setulus-tulusnya.
"Apa lagi pekerjaanku sekarang? Semua orang mempelajari segalanya!" Karen,
sebagai Kari, gemetar dan menantangku dengan tatapan matanya.
"Pekerjaanmu?"
Kari memandangku, tampak putus asa, seolah-olah aku adalah seorang idiot.
"Ya, pekerjaanku!" tukasnya. "Soal sekte itu. Kami seharusnya merahasiakannya.
Aku dan Elise. Hanya kami yang tahu soal itu!" Kari memelototkan mata, menyorotkan
pandangan ke seluruh ruangan.
Aku harus menenangkannya; dia ketakutan dan marah. Aku akan berusaha
mengalihkan perhatiannya.
"Ceritakanlah kepadaku, Kari, kapankah kamu lahir? Apakah yang terjadi ketika
itu?"

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Aku lahir di tengah ritual," kata Kari, pertanyaanku membuatnya jengah. "Aku
tahu tentang semua detailnyaterburuk dari yang paling buruk. Mereka menggunakan
bahasa yang berbeda-beda. Aku menandatangani dengan darahku bahwa aku milik
iblis Suaranya kembali terdengar nyaring dan penuh emosi.
"Berapakah umurmu, Kari?" aku bertanya, menyelanya dan secara sengaja
memperlambat kecepatan berbicaraku.
"Sepuluh."
"Dan kamu lahir untuk menyimpan rahasia?" "Ya."
"Dan, bagaimana tepatnya kamu lahir?" Aku maju secara perlahan-lahan sekarang,
berbicara dengan lembut. Pertanyaan yang kulontarkan tersebut tidak ada
artinya,
selama
Kari tidak
harus
berusaha
mempertahankan diri dengan menyampaikan jawaban faktual yang tidak
terbantahkan. Sesungguhnya aku hanya tertarik untuk memaksa Kari mengadopsi laju
mentalku, sehingga dia dapat menanggalkan kebiasaan histerisnya.
"Merekalah yang menyebabkan kami terpecah belah. Miles muncul sendiri serta
menciptakan aku dan Elise. Miles menanggung rasa sakit; aku menanggung kata-kata
mereka. Saat Miles tidak tahan lagi, aku juga akan muncul." Kari tampak lebih
tenang.
"Kamu menyerap kata-kata dan merahasiakannya?" tanyaku dengan kecepatan
rendah yang selalu terjaga.
"Ya. Aku juga menghancurkan banyak surat untukmu."
"Surat untuk saya?" aku terkejut.
"Ya," katanya tanpa sedikit pun ketertarikan. "Yang lain ingin menceritakan banyak
hal kepadamu, tapi aku menghentikan mereka. Aku menghancurkan surat-surat itu
sebelum terlambat."
"Terlambat?" tanyaku. "Mengapa kamu tidak ingin mereka bercerita kepadaku?"
"Mereka akan membunuhmu." Kari memandangku, dan aku melihat campuran
antara ketakutan dan kasih sayang di matanya.
Karena Kari baru berumur sepuluh tahun, dan aku menduga bahwa dia tahu sosoksosok lainnya memercayaiku, terutama Holdon, Katherine, dan Miles, kurasa aku bisa
mengunggulinya hanya dengan memanfaatkan kata-kata. Dia bersedia digiring oleh
nada bicaraku sehingga aku mungkin dapat menggunakan wewenangku untuk melawan
sebagian keyakinan salah yang dipegangnya dengan teguh. Aku telah mengatakan
hal ini kepada sosok-sosok yang lain, tapi sepertinya masing-masing dari mereka
perlu mendengarnya sendiri. Aku juga ingat bahwa aku harus berbicara sejenak
dengan Thea sebelum kami mengakhiri sesi hari ini.
"Kari, aku akan mengatakan beberapa hal penting kepadamu, jadi dengarlah baikbaik." Suaraku tidak mencerminkan kebengisan ataupun kegalakan, tapi ketertarikan,
ketulusan, dan ketegasan. Namun, aku tidak memberikan ruangan untuk bantahan.
"Orang-orang dari ritual itu; mereka sekarang telah tiada. Mereka tidak bisa
menyakitiku dan mereka juga tidak bisa menyakitimu. Kejadian itu berlangsung
bertahun-tahun lalu. Mereka semua sudah tiada." Kari tampak kaget, tapi sikapnya
mencair. "Penting bagiku memahami sebanyak-banyaknya tentang dirimu, supaya
kamu tidak perlu menyimpan rahasia lagi dariku. Tidak akan berbahaya jika kamu
bercerita kepadaku. Apakah kamu mengerti?" Aku menatap langsung ke arahnya,

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mengetahui bahwa, pada usia sepuluh tahun, dia tidak cukup kuat untuk
membantahku.
Kari mengangguk, ragu-ragu.
"Jika kamu khawatir, berbicaralah kepada Holdon, tapi kita berdua akan segera
berbicara lagi. Obrolan kita ini sangat menyenangkan. Bisakah kamu mundur dan
membiarkan aku berbicara dengan Thea?"
"Oke." Aku tahu bahwa dia mematuhiku. Penting bagiku untuk bisa mengendalikan
dia dan pikiran-pikiran kerasnya. Melalui sikap tangguh dan kebapakanku, dia akan
merasa aman, seperti layaknya bocah berumur sepuluh tahun.
Sikap urakan Kari digantikan oleh sikap lembut seorang gadis kecil.
"Apakah aku melakukan kesalahan?" tanya Thea, yang menatapku, lalu
memalingkan wajah.
"Claire memintaku memeriksa apakah kamu baik-baik saja." Sekarang aku
menggunakan nada lembut, seperti seorang ibu.
"Aku bersama bayi."
"Karen Boo?"
"Ya. Kalau aku memasuki Karen, aku akan membawa si bayi bersamaku."
"Gagasan yang bagus." Aku memikirkan bagaimana kami akan menyatukan bayi itu.
"Kita punya cukup banyak waktu; bisakah kamu menceritakan kepadaku bagaimana
kamu lahir?"
"Aku enam tahun. Aku kelas satu. Aku harus menjaga agar semuanya baik-baik saja
di depan para guru karena Karen sakit. Aku harus pergi ke sekolah selama beberapa
waktu. Karen berada di dalamku selama sekitar setahun. Para guru menyukaiku, tapi
anak-anak yang lain suka mengejekku; mereka memanggilku Frankenstein"aku
memandangnya dengan tatapan yang menandakan bahwa aku tidak mengerti-"karena
bekas luka di keningku."
"Kapankah kamu lahir?"
"Waktu Karen meninggalyah, dia hanya meninggal semenit, lalu mereka
menghidupkannya lagi. Tempatnya di Children's Memorial Hospital. Akulah yang
menjalani berbagai tes dan perawatan saat Karen masih bayi. Kami berlima saat aku
lahir. Katherine, Holdon, Karen Boo, lalu aku. Kami sakit tumor dan aneurisme [dia
tersendat-sendat saat menyebutkan kata ini] dan aku menjalani operasi, radiasi, serta
harus minum obat. Rambutku rontok semua. Aku lahir agar Karen tidak mati."
"Begitu, ya. Terima kasih. Kuharap kita bisa segera
berbicara lagi, Thea."
Aku menyuruhnya mundur dan meminta Karen kembali ke ruang amannya,
mengatakan kepadanya supaya mengingat semuanya, dan membawanya kembali ke
kantorku. Dia pergi, dan kami berdua sedikit terguncang akibat semua yang baru saja
terjadi.[]
18
Sandy dan Milos
"KAREN TIDAK tidur," kata Ann. Ann menelepon pada pukul 23.00, dan aku sedang
bersiap-siap tidur. Aku menerima telepon dari Karen hampir setiap malam, namun kali
ini lebih larut daripada biasanya. "Saat satu sosok tidur, sosok yang lain mengambil
alih; dia kewalahan dan tidak bisa terus bangun!" kata Ann. Aku juga, pikirku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Terima kasih, Ann. Aku akan mencoba menolong. Itu saja?" Aku betul-betul
kelelahan.
"Tunggu sebentar." Suara di ujung sambungan berubah menjadi lebih parau dan
agresif.
"Kamu mau memberi tahu mereka, kan?"
"Kari?"
"Ya. Kalau kamu memberi tahu mereka, mereka akan membunuh kami."
"Kari, tahun berapakah sekarang?" "Sembilan belas enam lima."
"Kari, sekarang 1996. September. Tidak ada lagi yang bisa diberi tahu. Lagi pula,
aku tidak akan memberitahukan apa yang kamu katakan kepada siapa pun."
"Sembilan belas sembilan enam? Apa kamu yakin?"
"Lihatlah di koran, periksalah bersama Holdon, lalu kita akan membicarakan hal ini
bersama besok." Aku sudah mengatakan semua ini kepada Kari sebelumnya. Aku
memikirkan apa yang akan bisa membuatnya mengingatnya. Aku meminta Kari
mundur.
"Oke," katanya. Karena menginginkan adanya peralihan, aku memperlakukan Karen
seolah-olah dia sedang dihipnosis dan diam sejenak untuk melihat apakah mereka
memiliki kekhawatiran lain. Sebuah suara lain terdengar.
"Aku kembali bersama Katherine dan Ann."
"Halo, Miles, aku senang mendengarnya. Bagaimana keadaanmu?" "Keadaan kami
tidak terlalu baik. Sandy mencari-cari masalah. Kata Katherine, sebaiknya dialah yang
disatukan dengan Karen berikutnya."
"Baiklah, jika itu bisa menolong semua sosok yang lain," ujarku. Aku terkejut
karena mereka membuat keputusan mengenai Sandy, tapi aku akan melakukannya.
Aku harus tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.40. Aku menyuruh Miles mundur
dan meminta untuk berbicara dengan Karen, mengatakan kepadanya bahwa semua
sosoknya akan tidur malam ini. Saat aku membangunkannya, dia terkejut karena
mendapati dirinya sedang berbicara denganku di telepon. Aku menyuruhnya
beristirahat.
LARUT MALAM) berikutnya, Karen kembali meneleponkuketika itu pukul
23.30.
"Karen ingin pergi ke pusat kota untuk menonton Oprah," kata suara Kari di
telepon, "tapi aku menghentikannya. Bagai-sanDy Dan mILes317mana kalau ada yang
melihat kami? Mereka akan datang dan membunuh kami."
"Kamu tidak akan disakiti lagi oleh orang-orang itu," ujarku dengan nada paling
meyakinkan. "Apakah kamu sudah berbicara dengan Holdon?"
"Ya. Sekarang memang 1996. Kenapa kamu tidak bohong padaku seperti semua
orang lain?" Kari berbicara dengan lirih dan tergesa-gesa. "Kudengar Sandy akan
disatukan. Apakah dia akan kesakitan?"
"Tidak akan sakit, Kari. Bagaimana jika kamu menyaksikan penyatuan Sandy?
Bisakah kamu melakukan itu?"
"Kurasa bisa."
"Bagus, kalau begitu, kamu bisa melihatnya sendiri." Terdapat jeda di ujung
sambungan, lalu terdengarlah suara baru.
"Dr. Baer, ini Ann," katanya dengan suara jernih dan merdu. "Saya khawatir jika
Sandy menyatu, kebiasaan makannya akan diturunkan kepada Karen."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Kebiasaan Sandy akan menjadi bagian dari Karen," ujarku, "sama seperti sekarang,
sebenarnya. Saat dia menyatu, kebiasaannya akan menjadi encer, dan tidak lagi
muncul dalam bentuk murni seperti ketika dia muncul sebagai dirinya sendiri."
"Oh, begitu; itu masuk akal. Terima kasih."
Semua itu masih berkelebatan di dalam kepalaku saat aku berusaha tidur. Waktu
sudah menunjukkan lewat tengah malam.
KAREN MENYERAHKAN beberapa foto yang belum pernah kulihat. Foto pertama
menunjukkan Rumah Duka Pankartz & Sons, sebuah bangunan bata kecil berwarna
suram,
tempatnya
menjalani
penganiayaan
di
ruang bawah tanah. Beberapa foto berikutnya
menunjukkan rumah tempatnya dibesarkan, halaman rumahnya, pintu akordeon
menuju kamarnya, yang tidak bisa menahan suara-suara saat orangtuanya
mengadakan pesta-pesta seks, dan akhirnya foto ayahnya, ibunya, kakeknya, dan
pamannya. Aku menatap lekat-lekat foto-foto hitam-putih berukuran kecil tersebut
untuk melihat apakah aku dapat mengintip jiwa orang-orang itu. Aku tidak bisa
melakukannya. Dalam foto-foto ini, ibunya tampil sebagai seorang wanita penuh gaya
yang menyukai kamera; ayahnya adalah seorang pria bertubuh besar dan kekar
dengan mata menunjukkan kebengisan dan kesombongan; kakeknya, yang fotonya
pernah kulihat sebelumnya, adalah seorang pria botak berpenampilan sederhana
berwajah garang. Pamannya membuang muka dari kamera. Entah bagaimana, setelah
semua yang diceritakan oleh Karen kepadaku, aku berharap sosok-sosok dari masa
lalunya ini tampak buruk rupa di atas kertas foto tua. Sulit untuk membayangkan
kekejaman sadis dilakukan oleh orang-orang berpenampilan biasa seperti itu. Hanya
ibunya yang masih hidup. Aku mengatakan kepada Karen bahwa aku senang karena dia
membawa foto-foto itu, sehingga aku bisa membayangkan ceritanya secara lebih baik.
Hari ini, kami akan mengintegrasikan Sandy. Aku tahu bahwa beberapa sosok lain
masih memiliki masalah yang mendesak, sehingga setelah menghipnosis Karen, aku
menanyakan apakah ada yang ingin berbicara denganku.
"Dr. Baer, ini Thea."
"Apa yang merisaukanmu, Thea?"
"Aku tidak mau Sandy menghilang!"
"Apa masalahnya?"
"Tidak ada orang lain yang akan merawat si bayi. Ini
membuatku sedih. Aku tidak mau dia pergi." "Aku mengerti bahwa kamu akan
merasa berat selama beberapa waktu, tapi mengintegrasikan Sandy saat ini adalah
pilihan terbaik bagi semua orang. Jika mungkin, kamu dan si bayi akan segera
diintegrasikan juga, jadi kamu tidak akan merasa kesepian, untuk selamanya."
"Baiklah, aku tahu bahwa inilah yang mereka semua inginkan ... tapi ... oke ...
terima kasih."
"Aku akan segera berbicara denganmu lagi, Thea. Bisakah kamu mundur sekarang?"
Sejenak, wajah Karen tampak hampa. Lalu, dia mengerjap-ngerjapkan mata.
"Aku mendengarkan sosok-sosok yang lain
"Kari?"
"Ya ... aku lebih paham. Aku tidak akan mengganggu penyatuan Sandy hari ini, tapi
dia sedang sakit; kurasa dia gugup."
"Terima kasih ... ada lagikah yang mengganggu pikiranmu?"

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Pikiran-pikiranku mulai berubah," katanya, "sejak aku tahu tahun berapa
sekarang. Aku mencari-cari orang-orang yang menyakiti kami, di jalanan, ke mana pun
kami pergi, tapi mereka tidak ada. Sebelumnya, aku hanya muncul di rumah duka,
atau di ruang bawah tanah gereja, atau di mana pun Karen disakiti. Kupikir seluruh
dunia berada di dalam satu ruangan."
"Ini perkembangan yang menakjubkan bagimu, Kari," ujarku, sepenuhnya terkesan.
"Beri tahu aku jika kamu membutuhkan pertolongan atau memiliki pertanyaan tentang
apa yang sedang kamu pelajari. Saya ingin menolongmu. Bisakah kamu mundur dan
kita akan melihat siapa lagi yang ingin berbicara?" Sejenak, wajah Karen kembali
tampak hampa.
"Semalam saya sakit karena Ibu ada di rumah," kata Sandy. Aku mengenali sikap
tak berdaya dan putus asanya, serta caranya duduk terkulai di kursi.
"Apa yang membuatmu sakit?"
"Ibu membentak-bentak saya, katanya saya tidak menghormatinya, katanya saya
tidak tahu membersihkan rumah, lalu dia menyuruh saya mengulangi pekerjaan saya."
"Aku mengerti kamu telah menanggung penderitaan akibat segala kekerasan itu
sendirian. Tapi, kamu tidak harus menanggungnya sendiri lagi setelah kamu menyatu
dengan Karen." Sandy mengangguk; bagaimana mungkin dia akan menolaknya? Dia
tidak bisa mengatakan tidak kepada siapa pun.
"Bagaimana aku harus memperkenalkanmu kepada Karen? Apa yang sebaiknya
kukatakan kepadanya?"
Sandy bergerak-gerak canggung, tersipu-sipu malu. Dia menenangkan diri dan
memulai ceritanya.
"Saya lahir saat Karen berumur sebelas atau dua belas tahun. Saya lahir untuk
menggantikan tempat Claire. Saya harus selalu setuju, dan saya akan melakukan apa
pun yang diperintahkan oleh orang lain kepada saya. Saya harus mendengarkan semua
kritik dan hinaan, terutama dari Ibu, Ayah, dan Josh. Tapi, di depan semua orang lain,
saya berpura-pura bahwa segalanya baik-baik saja. Saya depresi, dan makanan
membuat saya merasa lebih baik. Saya tahu bahwa tubuh kami kegemukan, tapi
kapan pun saya keluar, saya harus makan. Katakanlah kepada Karen bahwa saya
menyesal Sandy terdiam dan tenggelam semakin dalam di kursinya, mengisyaratkan
bahwa dia telah mengatakan semua yang ingin disampaikannya.
"Sandy, maukah kamu menunggu di luar pintu kamar Karen?" dia mengangguk dan
menghilang. Aku kembali memanggil Karen dan meminta izinnya untuk memasuki
ruangan mungilnya. Dia mengizinkanku. Aku menyuruh Sandy masuk dan bergabung
bersama kami.
"Dia sangat, sangat berat," kata Karen.
Aku memperkenalkan Sandy kepada Karen dengan informasi yang baru saja
diberikan oleh Sandy kepadaku, lalu meminta Karen menceritakan apa yang sedang
terjadi padanya.
"Katanya, dia menyesali segala ketidakpatutan dan semua makanan itu. Dia juga
menyesal karena meminta Ibu datang ke rumah hari ini, tapi dia ingin Ibu melihatnya
sebagai Sandy untuk terakhir kalinya." Karen terdiam, menangani sesuatu bersama
Sandy di dalam dirinya.
"Sandy sudah siap," katanya. "Dia berharap, dengan ingatan-ingatannya, saya akan
mampu menghadapi masalah-masalah saya."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Kalian akan menghadapinya bersama-sama," ujarku. Keheningan menyusul,
sehingga aku merasa kelangsungan proses ini bergantung kepadaku. "Apakah kalian
siap disatukan sekarang?"
"Saya memegang tangannya," kata Karen, lalu dia menautkan alis dan sedikit
bergeser. "Dia terlalu cepat!" kata Karen. "Dia lebih lambat daripada Sandy; dia ingin
cepat-cepat menyelesaikannya." Dia terdiam, dan wajahnya memerah, seolah-olah dia
sedang menahan beban yang berat. "Dia sudah masuk."
Aku menunggu selama beberapa saat, membiarkan Karen menyelami proses apa
pun yang sedang dilaluinya. Aku tidak berpura-pura memahami semuanyabagaimana
proses penyatuan ini meruntuhkan tembok tinggi yang
membatasi wilayahwilayah ingatannya, yang telah begitu lama dijaganya supaya
tetap terpisah, atau mengapa dia hipersensitif terhadap cahaya dan suara pada akhir
proses, tapi sepertinya semua itu melengkapi apa yang kami usahakan dengan susah
payah. Karena setiap sosok terlahir utuh, yaitu satu sosok pada satu waktu, kurasa
masuk akal jika mereka juga dapat berintegrasi secara utuh.
"Bagaimanakah
perasaanmu?"
aku
bertanya.
"Sangat berisik." Karen mengernyitkan wajah dan tampak pucat. "Badan saya
terasa bengkak, sakit kepala saya makin parah, dan saya juga mual."
"Itu akan segera berlalu."
"Saya tidak mengerti mengapa dia melakukan semuanya untuk semua orang.
Kenangan membanjiri saya." Karen bergidik. "Saya tidak menyukai perasaan ingin
menemui Ibu, atau ingin berziarah di kuburan." Karen terkulai lemas di kursinya. "Dia
sama sekali tidak pernah merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Dia merasa lebih
buruk daripada saya." Aku berharap integrasi ini tidak membuat Karen tertekan
sehingga dia bisa membahayakan dirinya sendiri. Dia tentu pernah teramat sangat
dipermalukan.
"Mata saya sakitcahaya di sini menyilaukan sekali, bahkan meskipun saya sudah
memejamkan mata."
"Indramu menjadi lebih peka selama beberapa saat setiap kali kita selesai
melakukan integrasi." Ujarku untuk mengingatkannya bahwa keadaan ini hanyalah
sementara.
"Lalu lintas di luar sangat berisik!"
Sudahsaatnya aku membangunkannya dari hipnosis, sehingga aku mengatakan
sesuatu yang bernada positif untuk mengakhiri proses ini.
"Kurasa integrasi ini akan menolong kalian berdua. Sandy akan mendapatkan
manfaat dari penilaianmu yang lebih bagus, dan kamu akan mendapatkan rasa kasih
sayang dan kesukaannya menolong." Aku mengatakan kepada Karen bahwa dia akan
mengingat semua yang terjadi hari ini, lalu menyadarkannya dari trance-nya dan
mengembalikannya ke kantorku.
16 September 1996
Kepada: Dr. Baer Penyatuan Sandy
Pada Kamis, 12 September 1996, Sandy menyatu ke dalam diri saya. Saat Anda
memperkenalkannya saya merasa ti dok nyaman dan tidak terlalu menyukainya. Dia
menghambur memasuki tubuh saya sebelum saya siap dan mampu meng ubah pikiran
saya. Setelah kami bersatu, saya merasa sangat sensitif dan sedih. Saya jijik terhadap
kelemahannya dalam menghadapi orang-orang. Bagaimana dia bisa menjadi senaif itu?

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Bagaimana mungkin dia membiarkan semua orang meng ambil keuntungan darinya?
Saya merasa gemuk dan buruk rupa. Saya merasa seolah-olah berat badan saya
bertambah 50 kg dalam semenit.
Selama beberapa hari berikutnya banyak hal berubah dalam cara saya berfungsi.
Saya tidak lagi bisa kehilangan waktu saat berhadapan dengan ibu, suami, dan temanteman saya Hanna dan Rose. Ini membuat saya marah karena saya tidak mau
berurusan dengan mereka. Saya merasa seperti sedang di hukum. Hanna terusmenerus menelepon saya dan mengata kan betapa saya telah banyak berubah
menjadi lebih buruk, menurut dia. Hanna selalu memanfaatkan saya. Rose selalu
mencuri barang-barang dari rumah kami. Saya berusaha me mahami peranan penting
yang dimainkan oleh Sandy dalam kehidupan saya tapi akibat perasaan saya ini, saya
tidak bisa melihatnya. Saya yakin bahwa seiring semakin banyaknya ke nangan dan
perasaan yang tercurah pada diri saya bermacammacam hal akan tampak berbeda
Tetapi, hingga saat itu tiba saya merasa kacau.
Aku menyadari bahwa berintegrasi dengan Sandy bukanlah hal yang menyenangkan
bagi Karen. Tidak ada yang bisa disyukuri dari bawaan Sandy: pada dasarnya begitu
banyak kepedihan, rasa malu, dan ketidakberdayaan. Memutuskan urutan integrasi
adalah pekerjaan yang sulit. Aku ingin menyerahkan pilihannya pada sistem Karen;
kurasa mereka akan lebih bijak dalam hal ini, dan memilih akan menjadikan mereka
lebih termotivasi untuk menanggung konsekuensi integrasi.
Karen kembali menemuiku beberapa hari kemudian, tampak letih dan depresi;
membungkukkan punggung dan menundukkan kepala. Dia bergerak lamban dan
menjatuhkan diri ke kursinya dengan ogah-ogahan.
"Sulit sekali untuk mencapai tempat ini," katanya, "karena koordinasi saya kacau.
Saya gugup saat mengemudi." Air mata membasahi pelupuk matanya. Aku menunggu.
"Sandy tentu banyak bercerita untuk mencari simpati, untuk menyenangkan orang
lain. Dia sering berbohong supaya tidak dipersalahkan. Dia akan pura-pura sakit untuk
menarik simpati Ibu; karena itulah Ibu baik padanya." Dia kembali terdiam. Sekali
lagi, aku menunggu. "Saya menyantap makanan yang tidak saya sukai. Saya harus
berhenti dan menyadari bahwa saya tidak menyukainya, lalu berhenti makan." Dia
menggeleng. "Josh menghina saya setiap hari. Saya tidak pernah mendengar hinaan
semacam itu sebelumnya. Saya tentu mengalihkan waktu pada Sandy saat Josh mulai
mengata-ngatai saya." Karena itulah aku tak pernah mendengar banyak
mengenai hal ini, pikirku.
"Tidak ada yang mau menolong saya," lanjutnya. "Tidak ada yang peduli." Karen
membenamkan wajahnya ke tangan, dan air matanya mulai mengalir.
"Mengintegrasikan Sandy adalah beban yang berat," ujarku, "karena dia
menanggung banyak penderitaan. Mungkin kita dapat menemukan cara terbaik untuk
menolongmu dengan mendiskusikan hal ini bersama beberapa sosok yang lain." Karen
mengenali ucapanku sebagai pertanda akan dimulainya bagian hipnosis dalam sesi
kami; dia mengangguk, dan kami pun menjalani proses induksi seperti biasanya.
"Karen menjadi cengeng," kata Miles dengan gaya meremehkan.
"Karena pengaruh Sandy?" tanyaku. Aku menyukai Miles. Dia secara konsisten
menunjukkan keberanian.
"Kurasa begitu. Dia butuh pertolongan."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah kamu mau menolongnya?" Miles menatapku dengan ekspresi terkejut dan
kebanggaan tersamar.
Kami membicarakan apakah yang akan terjadi padanya jika dia menyatu dengan
Karen, bagaimana dia dapat meminjamkan kekuatan dan menjadi tulang punggung
mereka. Miles mundur.
"Keadaan berangsur-angsur membaik, meskipun sepertinya kacau," kata Holdon.
"Saya mengkhawatirkan keinginan bunuh diri Sandy. Saya tidak bisa melihatnya lagi;
yang ada hanyalah bayangan samar-samar dari sosok-sosok yang telah terintegrasi."
"Seperti bayangan?"
"Ya, yang menaungi Karen." Dia terdiam selama satu atau dua detik. "Saya rasa
menyatukan Miles adalah gagasan
yang bagus. Saya bisa
mengatasi
bermacam-macam hal yang berhubungan dengan anak-anak di dalam."
"Baiklah, kalau begitu, kita akan merencanakan integrasi dengannya pada
kesempatan berikutnya."
KETIKA ITU pukul satu siang, dan Karen memiliki janji temu pukul dua. Telepon
berdering. Karen berbicara dengan suara kecil dan terguncang. Katanya, dia berada di
planetarium, menghadap ke danau. Dia berpikir untuk melompat ke danau, dia
kehilangan waktu, dan sekarang mendapati dirinya berada di sana. Aku bersyukur
diriku tidak sedang berada dalam sesi bersama pasien lain ketika itu. Katanya, dia
berusaha keras untuk tidak kehilangan waktu; dia takut dirinya akan melakukan
sesuatu yang buruk. Karen jelas tidak bisa menguasai dirinya sendiri, dan aku
membutuhkan seseorang yang bisa menolongnya. Melalui telepon, aku cepat-cepat
menghipnosisnya dan meminta kehadiran Holdon, yang ternyata tidak sedang
mengawasi situasi Karen. Aku memintanya untuk mengambil alih dan membawa Karen
memenuhi janji temunya. Dia meyakinkanku bahwa dia akan melakukannya.
Meskipun baru saja menghadapi kekacauan, Karen tidak terlambat menghadiri
janji temunya. Setelah dihipnosis, Kari yang pertama kali berbicara.
"Aku tidak akan membiarkanmu mengintegrasikan Miles," kata Kari, lebih
ketakutan alih-alih marah. Aku menelengkan kepala dan menanyakan alasannya. "Aku,
Miles, dan Elisekamilah yang berurusan dengan iblis. Iblis dalam diriku sangat kuat."
Aku harus melakukan terapi bersama Kari sebelum kami dapat mengintegrasikan
Miles.
"Apakah kamu pernah melihat iblis itu?" tanyaku.
"Tidak, tapi aku tahu dia ingin aku melakukan apa."
"Bagaimana kamu mendapatkan pesan dari iblis itu?"
"Selama upacara, mereka menyuruh kami menonton flm dan menunjukkan tandatanda kepada kami. Aku melihat iblis di flm. Dia bermata merah, bertanduk,
berjenggot, dan berdagu lancip. Jika aku dan Miles berintegrasi, kami akan
menjadikan Karen sangat kejam."
"Miles tidak menganggap dirinya kejam lagi," ujarku. Kari terdiam, tampak
frustrasi.
"Aku sudah mencoba membuat yang lain memikirkan tentang kematian."
Planetarium, pikirku. "Aku berniat membawa pisau; aku hendak melakukan sesuatu ...
aku ingin mencekikmu. Aku tidak tahu alasannya." Kari jelas sedang kebingungan. Dia
sedang berusaha keras untuk mencapai sesuatu.
"Apakah kamu takut kepadaku?"

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Aku takut pada apa yang kamu lakukan. Aku tidak bisa mengambil alih ingatan
Sandy, Claire, ataupun Julie sejak mereka disatukan. Setelah mereka menyatu, aku
tak bisa lagi menghentikan mereka membagi ingatan dengan Karen. Aku tidak bisa
menjalankan pekerjaanku!"
"Perasaan Miles tentang pembagian ingatan telah berubah. Dia menyadari bahwa
masa melindungi Karen dari mengetahui masa lalunya sendiri telah berakhir. Kamu
juga bisa mengubah caramu berpikir tentang hal ini. Aku bisa menolongmu."
"Entahlah ... aku tidak menyukainya .... Aku akan memikirkannya dahulu."
"Aku ingin kamu bisa menerima hal ini, Kari. Kamu memegang peranan penting
bagi semua sosok lainnya. Kamu selalu menjadi perhentian terakhir mereka.Kita tidak
akan bisa melakukan ini tanpamu." Aku tahu bahwa aku telah mengerahkan segalanya
untuk membujuknya. "Benarkah?"
"Benar. Miles ingin melakukan integrasi hari ini. Tidak apa-apakah kamu jika kami
melakukannya?"
"Yah, baiklah, aku tidak akan mengganggu."
"Terima kasih." Sejenak, aku terdiam dengan gaya dramatis. "Mungkin kamu
mundur sekarang, Kari. Aku harus berbicara dengan Miles."
Karl mundur, dan Karen bergerak-gerak dengan ekspresi kosong di kursinya.
"Aku menimbulkan banyak masalah, ya?" kata Miles sambil tersenyum lebar.
"Kari takut ingatan tentang iblis akan muncul dan dia tidak akan bisa melakukan
apa pun untuk menahannya."
"Ya, waktu aku tidak tahan lagi mendengar pembicaraan tentang Setanmantramantra dan bahasa aneh ituKari akan mengambil alih."
"Baiklah. Aku akan mencoba menolongnya menghadapi semua itu. Tapi, apakah
yang sebaiknya kukatakan kepada Karen saat aku memperkenalkanmu kepadanya
sebelum menyatukan kalian?"
"Yah, umurku delapan tahun. Aku lahir pada umur enam tahun, tapi aku hanya
tumbuh hingga umur delapan tahun. Mereka membutuhkan anak laki-laki untuk
dimunculkan saat Karen disakiti." Ekspresi wajah Miles menjadi serius, dan dia
mencondongkan tubuhnya ke depan, berbisik-bisik, seolah-olah hanya kami berdua
yang boleh mendengar perkataannya. "Aku tak bisa merasa sakit jika mereka
memasukkan benda-benda ke dalam vagina." Miles kembali ceria. "Dia juga
membutuhkan seseorang untuk menyingkirkan orang lain.
Hanya aku seoranglah yang bisa melawan. Mereka memang akan lebih ganas
memukuliku, tapi itu mengurangi kesakitan dan membuatku bisa melampiaskan
sebagian kemarahanku. Karen ingin menjadi anak laki-laki karena anak laki-laki tidak
disakiti. Aku muncul sekitar sebulan jika Karen disakiti dengan parah." Miles duduk
tegak di kursinya. "Thea pernah muncul lebih dari setahun saat Karen masih kecil.
Waktu aku muncul, ayah Karen mengatakan bahwa aku pemarah dan 'dekil" Miles
terdiam, menyandarkan punggungnya, dan menatap ke sekeliling ruangan.
"Bagaimanakah perasaanmu mengenai integrasi?"
"Oh, aku ingin melakukannya. Aku suka bersama Katherine dan Ann, jadi aku
mungkin tahu bagaimana rasanya, karena aku bersama mereka."
Aku mengucapkan selamat tinggal kepada Miles dan mengatakan kepadanya bahwa
aku akan merindukannya. Aku memang akan merindukannya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Setelah dihipnosis, Karen mengizinkanku memasuki ruangan mungilnya dan
mengunci pintunya. Katanya, kunci pintu itu lebih banyak daripada sebelumnya. Dia
mendapatkan pikiran Kari tentang kematian sehari sebelumnya, dan dia sedang
berusaha mengurung pikiran Kari dengan kunci-kunci itu. Aku menanyakan kepada
Karen apakah dia telah siap bersatu dengan Miles; dia mengiyakan dan mengundang
Miles masuk. Aku memperkenalkan Miles kepadanya dan menceritakan kisahnya.
"Bisakah kamu melihatnya?" tanyaku.
"Ya," kata Karen. "Dia menyeringai." Itulah Miles, pikirku. "Katanya, dia akan
menolong saya berurusan dengan si ibu, dan dia tidak akan menyakiti siapa pun. Dia
ingin berbicara dengan Anda, Dr. Baer." "Baiklah."
"Saya ingin bersalaman denganmu sebelum pergi." Ada ketangguhan sekaligus
keinginan untuk menyenangkan orang lain dalam sikap Miles yang mengingatkanku
kepada putraku.
"Semoga kamu beruntung, Miles," ujarku sambil bangkit dan mencondongkan
tubuh, menjabat tangan Karen dengan hangat.
"Tidak apa-apakah kalau aku masuk? Apakah aku harus duduk di pangkuannya?
Melakukannya begitu saja? Bagaimana caranya?"
"Sesukamu saja," ujarku.
"Dia duduk di pangkuan saya," kata Karen. "Dia menjulurkan lidah dan tersenyum
kepada saya." Karen tampak kesakitan. "Oh! Ini aneh sekali! Rasanya setiap sel di
dalam tubuh saya meledak. Saya merasakan tekanan yang sangat besar, sakit."
"Teruskan saja, kamu akan baik-baik saja." Aku berusaha bersikap positif.
"Dia sedang masuk ... saya bisa melihat sebagian dari dunianya. Berbeda dari dunia
nyata."
"Apa maksudmu?"
"Begitu dingin ... ruangan abu-abu ... lilin-lilin."
"Miles membawa kekuatan," ujarku, "tapi dia juga menanggung beban kenangankenangan menyakitkan."
"Saya merasakan kekuatannya. Dia punya pendirian tidak seorang pun akan bisa
mempermainkannya. Saya merasa lemah sebelum ini Karen tampak seperti
sedang mendengarkan batinnya berkata. "Saya masih bisa mendengar dia, secara
terpisah,
tapi
dia
sudah
ada
di
dalam saya. Katanya, kami akan melakukannya
perlahan-lahan supaya saya tidak ketakutan. Saya rasa saya tidak akan apa-apa
kepala saya sakit sekali." Dia mengangkat kedua tangannya ke samping kepala,
menutupi kedua telinganya. "Berisik?"
"Ya ... sepertinya saya akan bisa menerima kenangan Miles." Suaranya masih
terdengar lambat dan jauh. "... tidak ada kenangan hingga saya tiba dengan aman di
rumah ... dia sudah ada di dalam, tapi tetap sadar dan terpisah dari saya ... saat kami
pulang nanti, dia akan terintegrasi sepenuhnya."
"Kamu akan mendapatkan banyak hal dari Miles." Aku membangunkan Karen dari
kondisi trance-nya, sekali lagi mengatakan bahwa dia akan mengingat semua yang
terjadi. Dia meninggalkan kantorku, berjalan terhuyung-huyung. Aku berharap Miles
akan memastikan dia selamat sampai di rumah.
KAREN DEPRESI selama beberapa hari pertama setelah penyatuan Miles; dia bahkan
tidak mampu menuliskan seluruh detail ingatannya. Terdapat begitu banyak

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
penyimpangan dari kenyataan yang diyakininya. Miles senang membicarakan Setan,
tapi sesungguhnya semua itu hanya berpusar pada kebohongan, pornograf anak-anak,
dan pencurian.
"Semua orang mengatakan saya bertingkah seperti perempuan jalang," kata Karen.
"Aku bisa melihat sikap Miles di dalam dirimu." "Cara saya berbicara juga menjadi
lebih agresif bahkan sebelum saya sempat memikirkannya."
Selama
bertahun-tahun
ini,
Karen
menjelaskan
bahwa
orangorang tertentu
yang dikenalnya
tiba-tiba
mendiamkannya. Sekarang dia mengetahui bahwa Miles menyuruh mereka
menyingkir. Dia dapat mengingat setiap insiden tersebut. Miles menyuruh mereka
menyingkir dan Kari akan menyimpan kenangan akan orang-orang tersebut. Miles
selalu ingin melakukan hal ini pada si ibu.
"Kupikir itu tidak apa-apa," kata Kari, setelah Karen berada dalam kondisi trance.
"Aku menyembunyikan sebagian kenangan dari Karen agar dia tidak bisa
menuliskannya untukmu."
"Apakah yang kamu tidak ingin saya tahu?"
"Miles bukan homo!" sembur Kari.
"Apa maksudmu?" tanyaku. Karen dan sosok-sosoknya tak henti-hentinya
mengejutkanku.
"Miles ingin melakukan hubungan seks dengan perempuan, tapi satu-satunya cara
dia bisa melakukannya adalah jika Karen melakukan hubungan seks dengan
perempuan lain. Kamu tahu, homoseksual."
"Kurasa aku mengerti. Miles akan melakukan hubungan seks laki-laki/perempuan
bersama perempuan, meskipun kelihatannya seperti hubungan antara dua orang
perempuan."
"Ya, tapi itu tidak pernah terjadi." Kari terdiam sejenak, lalu dia kembali
menyembur, "Dia ingin kamu menyakitinya."
"Mengapa begitu?" tanyaku, kembali terkejut.
"Agar dia merasa disayangi."
Aku tidak tahu harus mengatakan apa, sehingga aku membiarkan Kari terus
berbicara. Sebagai seseorang yang bertugas menyimpan rahasia, dia tentunya perlu
berbicara.
"Tangannya akan terasa jauh lebih baik. Empat ruas jari Miles patah. Mereka
memalu tangannya jika dia mengulurkannya untuk melindungi dirinya. Lalu, mereka
mengikat pergelangan tangan dan kakinya Kari
sepertinya sedang membayangkan kejadian itu, dan dia terdiam kembali.
"Bagaimana kabar integrasi dengan Miles?" tanyaku.
"Kemarin sudah berakhir. Miles sudah tidak ada lagi."
Aku berusaha bersikap positif dalam menghadapi hal ini, mengatakan bahwa Miles
sekarang telah menjadi bagian dari Karen, dan masih bersama mereka semua. Kari
tampak kesepian.
Aku bercakap-cakap sejenak dengan Ann, yang mengatakan bahwa dia merasa
bersalah akibat masa lalunya, tapi dia tidak menjelaskan hal ini dengan baik. Aku
menanyakan apakah dia telah mempertimbangkan penyatuan dirinya dengan Karen.
Katanya, dia akan memikirkannya. Kata Holdon, keadaan secara keseluruhan berjalan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
dengan baik; dia tidak turut campur. Aku menanyakan apakah Ann adalah pilihan yang
baik untuk penyatuan berikutnya; Holdon sependapat denganku.
28 September 1996
Penyatuan M i les
Pada malam sebelum penyatuan Miles, saya pirnya banyak keraguan. Saya tahu
bahwa Miles tercipta untuk menangani sebagian besar penganiayaan yang parah, dan
saya tidak tahu apakah saya akan siap menerima semua kenangan itu rianya ada satu
sosok yang tidak setu/u. Sosok itu, Kari, selama se harian mencekoki saya dengan
masalah. Saat saya sedang mencoba tidur pada malam sebelumnya, Kari berusaha
membujuk yang lain agar tidak mau berintegrasi. Saya tidak tahu berapa lama kami
tidur, tapi saat saya terbangun, saya merasa sangat buruk. Saat mengemudi ke kantor
Anda, saya kehikmg an waktu lagi, dan mendapati diri saya memarkir mobil di
planetarium, menghadap ke danau, dengan dorongan begitu
kuat untuk melompat. Perasaan ini begitu kuai, sehingga saya seakan-akan mati
rasa dan bersedia menuruti siapa pun yang memberikan dorongan ini.
Karen melanjutkan suratnya dengan menjabarkan prosesnya pergi ke kantorku dan
lanjutan integrasinya dengan Miles. Dia menghabiskan sebagian waktu kami untuk
membicarakan apa saja yang diterimanya dari Miles
Saat kami menyatu, saya merasakan kekuatan Miles, dan saya mendapatkan
sebagian kenangan indahnya. Setelah tersadar dari hipnotis, dan kembali ke kantor
Anoa, pergelangan ta ngan dan kaki saya sakit. Tangan saya terus-menerus menge pai
erat selama beberapa hari berikutnya. Saat mengemudi pulang, saya tak hentihentinya mendapatkan dorongan untuk menyuruh orang-orang menyingkir.
Setelah akhirnya saya tiba di rumah, integrasi itu menerpa saya bagaikan satu ton
batu bata. Ketika ingatan Miles mem banjiri benak saya saya memikirkan bagaimana
mungkin hafoal itu bisa menimpa saya. Saya marah. Saya ingin memukul seseorang.
Seberapa banyak lagikah yang bisa ditanggung oleh pikiran saya?
Terdapat perasaan menyangkut pandangan seksual Miles yang tidak bisa saya
jabarkan. Saya berusaha menjelaskan hal ini semampu saya jadi beginilah. Ketika saya
berusia 17 ta hun, pada 1977, saya tinggal bersama seorang wanita bema ma Jane,
yang berumur 34 tahun. Jane adalah seorang lesbian, dan saya tidak menyadari hal ini
ketika itu. Tetapi, Miles senang bersama wanita dan dia menghabiskan banyak waktu
bersama Jane, memikatnya hingga Jane percaya bahwa saya juga lesbian. Jane
berkomentar tentang memulai hubungan dengan saya dan saya menolaknya sementara
Miles meneri manya. Ini mengakibatkan perasaan yang sangat tidak enak antara Jane
dan saya. Apakah ini berarti saya mungkin lesbian? Sekarang, saat mengingat
kembali hal ini, saya menyadari mengapa dia sangat marah kepada saya. Miles
menggodanya. Setelah menyatu dengan Miles, saya mendapati diri saya melihat
wanita dari sudut pandangnya. Dia menyebabkan kekacauan orientasi seksual saya!
Saya menyimpan ingatan terburuk untuk diceritakan paling akhir karena saya
sangat takut menuliskannya. Saya me rasakan kebutuhan untuk memperingatkan Anda
karena ini sangat mengecewakan. Sejauh yang saya ingin ceritakan kepa da Anda saya
merasa bahwa kita harus melindungi Anda dan berbicara dengan seorang pendeta atau
pastor. Maka saya akan menuliskan beberapa kenangan tanpa menyebutkan banyak
detail. Saya berharap tidak harus menulis tentang hal ini. Saya tidak bisa percaya
bahwa ada orang-orang yang mampu berbuat seperti ini.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Terdapat tingkatan yang berbeda dalam keyakinan terha dap Setan. Tingkat
pertama mencengangkan saya karena saya penasaran dan terkesan oleh apa yang
mereka katakan. Saya ingin tahu lebih banyak; setidaknya itulah yang dipikirkan oleh
Miles. Setelah ini, mereka membawa saya ke tingkat ber ikutnya yaitu berdoa kepada
Setan dan memberinya kendali atas jiwa kami. Laki yang ketiga saya diperintahkan
untuk merahasiakan semua itu. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, mereka
mengatakan bahwa saya akan berkuasa.
Jika kami tidak mematuhi para pemimpin, mereka akan membunuh kami. Saya
teringat pada kain putih yang basah oleh darah. Banyak sekali darah. Darah siapa
saya tidak tahu. Tapi, saya ingat bahwa mereka membunuh binatang un tuk
dikorbankan.
Saya terdorong untuk beralih/ ini akan menjaga agar rahasia mereka tetap aman.
Saya sangat kebingungan: saya ber terima kasih kepada sosok mana pun yang
kemudian muncul. Mereka yang terlibat dalam ritual ini adalah orang-orang
terpandang di lingkungan kami. Mereka mengenakan jubah dan topeng. Miles
disiksa habis-habisan. Kami tidak diizinkan mem bicarakan ritual-ritual itu; jika
kami melanggar, mereka akan membunuh kami. Tahukah Anda apa yang betul-betul
paling mengganggu sayakejahatan. Kami masih menderita akibat dampak dorongan
untuk merasakan kejahatan, dan saya rasa kami tidak akan pernah melupakan apa
yang telah terjadi.
Tidak ada anak-anak yang bisa menanggung kepedihan dan penderitaan sebesar
ini. Saya memikirkan apakah anakanak lainnya mengalami hal yang sama. Para
penganiaya kami sangat hebat dalam menutup-nutupi perbuatan mereka. Saya
memikirkan di mana mereka menyimpan semua flm yang me reka buat. Saya ingat
mantra yang mereka ucapkan berukmgulang, "Bayi yesus telah mati". Saya rasa saya
tidak akan bisa memulihkan diri dengan cepat dari kenangan-kenangan ini. Saya
mengkhawatirkan Anda Dr. Baer; saya tidak ingin Anda ketakutan karena kami. Karen
Overhill
19
Ann dan Sidney
PADA 10 Oktober 1996, Karen tampak kelelahan. Katanya, dia kehilangan waktu
dalam perjalanan menuju kantorku, terbangun di tempat parkir, dan tersesat. Tanpa
adanya kenangan baru dari Miles, dia tentu telah mendapatkan semuanya. Kenangan
yang terburuk, katanya, adalah yang menyangkut ritual. Tubuhnya telah teramat
sangat disakiti. Dalam mengambil alih rasa sakit itu, Miles ingin mengoyak-ngoyak
tubuhnya dari dalam, karena dia merasa dirinya adalah iblis. Dia juga ingin menyakiti
tubuh Karen. Kata Karen, mereka butuh bertahun-tahun untuk meyakini bahwa aku
tidak akan menyakiti mereka.
Ingatan-ingatan dari Miles tidak memiliki kerangka waktu atau kronologi. Karen
membenci sebagian besar kenangan saat mereka menyuruhnya mengatakan dirinya
ingin disakiti, lalu mereka menyakitinya, atau saat mereka membuatnya meyakini
bahwa dia hanya dapat diselamatkan jika mereka menyakitinya, lalu mereka betulbetul menyakitinya. Karen menceritakan kembali kepadaku salah satu kenangan Miles
tentang pendeta yang berpartisipasi dalam penganiayaannya. Pendeta itu
memercikkan air suci kepadanya untuk melihat apakah dia

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
akan terbakar, untuk mendemonstrasikan bahwa iblis menyertainya. Karen ingat
pernah melihat bekas merah di tempat air mengenainya, dan dia memikirkan apakah
air itu benar-benar suci. Dia memikirkan apakah dia sendiri yang memunculkan bekas
merah itu.
Aku mendengarkan Karen menceritakan secara singkat kepadaku tentang integrasi
Miles, dan aku memikirkan tulisannya: bahwa aku harus memberitahunya jika ingin
mengetahui detaildetail "ritual" penganiayaan Miles. Aku mempertimbangkan hal ini.
Aku sangat penasaran, dengan ketertarikan yang mendesak, seperti orang-orang yang
mengantre untuk menyaksikan seseorang dihukum cambuk di depan umum. Kadangkadang aku yakin, atau khawatir, bahwa sebagian alasanku untuk mempelajari
psikiatri adalah karena aku memiliki ketertarikan terhadap kejanggalan. Tetapi, aku
harus berhati-hati. Aku tidak ingin menanyakan tentang insiden-insiden ini hanya
untuk memuaskan keingintahuanku.
Aku tidak betul-betul yakin apakah Karen akan mendapatkan manfaat dengan
membagi kepadaku semua detail penyiksaan yang memuakkan, mengaduk-aduk perut,
dan membuatnya ingin muntah itu. Hingga dapat melihat adanya kebutuhan
terapeutik dalam hal ini, aku tidak akan mengungkit-ungkitnya. Aku hanya
mengatakan kepada Karen bahwa dia tidak perlu khawatir aku akan terganggu karena
ingatannya itu, bahwa dia bisa menceritakan apa pun yang ingin diceritakannya, dan
bahwa aku tidak perlu mendengar tentang kenangan-kenangan tertentu. Kami
meninggalkan topik ini. Kemudian, aku menghipnosisnya, dan Ann muncul.
"Saya mendengar Anda mengatakan sayalah yang akan diintegrasikan selanjutnya."
Ann duduk tegak di
kursi, dan berbicara dengan nada menyenangkan dan ramahsangat berkelas
yang selalu kukenali. "Saya tertarik, tapi pertama-tama, saya ingin mengetahui lebih
banyak tentang hal ini."
"Tentu, bagaimana saya dapat membantumu?"
"Pengetahuan agama Karen yang salah kaprah harus diluruskan." Ann tampak letih.
"Tuhan seharusnya mencintai semua orang, dan gara-gara mereka pandangan kami
hancur berantakan."
"Maksudmu, gara-gara perkataan mereka selama upacara berlangsung?"
"Betul."
"Hanya beberapa sosok yang berpikiran begitu," ujarku.
"Mungkin kamu dapat membawa keseimbangan yang lebih baik bagi keyakinan yang
salah itu."
"Entahlah. Kami merasa sangat hina di mata Tuhan." Ann menatap langsung ke
arahku. "Tahukah Anda, saat menjalankan upacara, ada paduan suara yang
menyanyikan lagu rohani? Setiap kali mendengar lagu seperti itu, ingatan buruk itu
serta merta menerpa kami."
"Ada begitu banyak kerusakan dalam pandangan keagamaan Karen," ujarku untuk
mendukung pernyataan Ann.
"Itu mengerikan."
BUTUH WAKTU beberapa minggu hingga proses integrasi Miles selesai sepenuhnya.
Proses perceraianku merenggut tenagaku, tapi aku berusaha menekan emosiku selama
sesi bersama Karen. Dia tidak menanyakan hal ini. Aku mendiskusikan lebih jauh
tentang integrasi bersana Anna dan mendapatkan persetujuannya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Meskipun begitu, sebelum kami memulai, Sidney muncul. Dia mendukung integrasi
dan berharap dapat melakukannya. Meskipun kadang-kadang merasa lebih baik saat
melakukan berbagai hal tanpa Karen, katanya, dia merasa sedih dan kesepian karena
sendirian. Miles biasanya menemaninya, dan juga Claire. Dia tidak punya teman
bermain. Keadaan di dalam begitu sepi. Dia bertanya kepadaku apakah integrasi itu
menyakitkan? Aku mengatakan bahwa rasanya seperti berpelukan. Dia meminta izin
untuk menyaksikan integrasi Ann.
"Sidney boleh melihat," kata Ann, duduk dengan anggun. Dia menatap langsung ke
arahku dan berbicara dengan tenang dan jelas.
"Kurasa itu akan menolong Sidney dan beberapa sosok lainnya dalam mengatasi
ketakutan mereka," ujarku.
"Saya juga berharap begitu. Sejak pertama kali kita mendiskusikan tentang
integrasi, pikiran saya terombang-ambing antara Karen dan diri saya tanpa integrasi.
Saya tidak pernah dianiaya. Sulit bagi saya untuk memercayai apa yang terjadi pada
yang lain. Saat melihat kenangan Miles, saya merasa sangat sedih, menyadari bahwa
semua itu sungguh-sungguh terjadi."
"Apakah yang sebaiknya kukatakan kepada Karen saat aku memperkenalkan
kalian?"
"Sebentar ... saya berumur enam belas tahun; saya lahir pada umur sebelas tahun.
Saya lahir untuk pergi ke gereja setiap hari, dan melakukan pengakuan dosa setiap
Sabtu. Saya bekerja untuk pendeta; saya akan mundur saat pendeta itu menyakiti
kami. Saya lahir untuk menjadi gadis yang sempurna. Saya memastikan James dan
Sara
dibaptis
serta
mengikuti
Komuni.
Saya
berusaha
memberikan pengetahuan agama kepada mereka dan
pandangan positif selama pertumbuhan mereka. Sayalah yang menenangkan anakanak setelah Karen disiksa oleh suaminya. Saya berusaha mengajarkan kebaikan dan
keburukan kepada mereka."
Ann terdiam dan bergeser sedikit di kursinya. Aku menjabarkan langkah-langkah
prosedur integrasi kepadanya dan menanyakan apakah dia telah siap; dia mengiyakan.
Setelah meminta Ann untuk mundur sejenak, aku membawa Karen memasuki ruangan
mungilnya. Aku menghampirinya di sana dan memintanya untuk mengizinkan Ann dan
Sidney bergabung bersama kami. Sidney hadir untuk menyaksikan proses ini.
"Ceritakanlah kepadaku tentang apa yang kamu lihat," ujarku kepada Karen.
"Ann dan Sidney ada bersama kita," kata Karen, menggambarkan adegan ini.
"Sidney adalah seorang bocah laki-laki kecil berambut pirang. Caranya tersenyum
membuatnya tampak seperti anak berandalan. Ann berpenampilan sederhana,
berambut pendek; sepertinya dia sangat tenang. Tidak ada perasaan takut ataupun
gugup yang terpancar dari dirinya
Aku memanfaatkan jeda yang mengikuti untuk memperkenalkan Ann, dan
mengatakan bahwa jika telah siap, mereka dapat mulai menyatukan diri.
"Dia memeluk saya, menyibakkan rambut saya yang menutupi wajah. Katanya,
semuanya akan baik-baik saja. Katanya, jika saya balas memeluknya, dia akan
langsung masuklebih cepat lebih baik. Saya agak gugup." Karen terdiam dan
memasang telinga. "Ann sedang berbicara kepada Sidney. Katanya, integrasi adalah
hal yang baik dan menyenangkan." Karen kembali terdiam, ekspresinya berubah, dan
suara Ann terdengar.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya ingin berterima kasih kepada Anda atas segalanya, Dr. Baer. Sungguh sebuah
kehormatan bagi saya untuk dapat bekerja sama dengan Anda; saya harap saya tidak
mengecewakan Anda." Aku berterima kasih kepadanya karena telah menemani Miles
dan Katherine, dan karena telah memberikan contoh baik dalam proses penyatuan
untuk sosok-sosok lainnya.
"Ann mulai masuk," kata Karen. "Saya merasa gelisah ... dia sudah sepenuhnya
masuk ... Sidney tidak bisa melihatnya lagi ... ketenangan Ann ... mendapatkan
sebagian pikirannya ... saya bisa merasakan bahwa dia menanti-nanti pembaptisan
keponakannya." Karen terdiam, dan selama beberapa waktu, 340richard Baeraku
membiarkannya memproses keberadaan Ann. Lalu sekonyong-konyong, dia duduk
tegak.
"Begitu saja?" tanya Sidney.
"Gampang sekali! Kupikir mereka akan tersedot ke dalam penyedot debu atau
apa."
"Apakah yang kamu lihat?" tanyaku.
"Ann tampak nyata, lalu semuanya memudar, seperti hantu, lalu puf! Hilang."
"Bagaimana menurutmu?"
"Bagaimana kalau aku ingin bicara dengannya? Bagaimana caranya? Kami biasanya
pergi dari satu kamar ke kamar lain di dalam untuk saling berbicara. Sekarang,
beberapa ruangan telah kosong. Bagaimana aku bisa memanggil dia?"
"Ann menjadi bagian dari Karen sekarang; dia masih ada, tapi kita tidak bisa
melihatnya lagi," ujarku, berusaha menjelaskan yang tak mungkin dijelaskan. "Kamu
akan selalu bisa berbicara dengan Karen. Ann akan ada di sana. Bagaimana jika kamu
menceritakan apa yang telah
kamu saksikan ini kepada Kari?"
Sidney mundur, dan Karen mengatakan bahwa dia merasa tenang, tapi
pendengaran dan penglihatannya tetap peka. Dia meninggalkan kantorku, berjalan
lebih tegak daripada yang biasa dilakukannya setelah melakukan integrasi-integrasi
sebelumnya.
20 Oktober 1996
Penyatuan Ann
Pada 17 Oktober 1996, Arm menyatu ke dalam tubuh saya. Mengintegrasikan Ann
bukanlah sebuah pengalaman yang mengecewakan, melainkan rasanya sangat
berkesan. Kenangankenangan Ann akan memengaruhi keseluruhan diri saya.
Dalam perjalanan menuju kantor Anda, saya ragu-ragu apakah saya akan bisa
menyatu dengan Ann. Saya takut karena dengan Miles, saya mendapatkan kenangan
tentang Setan dan kejahatan. Saya kembali merasa dirundung masalah. Tetapi, segera
setelah Ann menyatu, saya menyadari bahwa kenangan-kenangannya adalah kebalikan
dari yang lain. Ann tidak pernah berhadapan dengan situasi yang penuh tekanan,
penganiayaan, ataupun fungsi fsik saya yang lain (misalnya berjalan, mencari sesuatu,
atau pergi ke suatu tempat, dan lain-lain).
Benak saya berpacu dengan berbagai kenangan, pikiran, dan pandangan mengenai
kehidupan; mungkin saya akan bisa menjelaskannya pada waktu yang lain.
* Orang-orang menyayangi Ann. Dia pintar, sensitif, dan ringan tangan. Dia
menganggap pertemuan kami dengan Anda sebagai sebuah mukjizat, Dr. Baer, dan
Anda memer cayai kami.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
* Ann merasa bahwa kami berbakat. Tuhan memberikan bakat beralih waktu
kepada kami untuk menolong kami me nanggung apa yang tidak bisa dihentikan-Nya.
* Ann merasa bahwa kami tidak memilih untuk dianiaya.
dan dia selaki mendoakan kami.
Ann akan dengan senang hati menceritakan kisah kami ke seluruh dunia,
berharap kami akan bisa menolong orang lain.
Ann menyembunyikan bukti-bukti penganiayaan. Tidak seorang
pun akan memercayai kami, dan kami tidak akan bisa mengumumkan identitas
para penganiaya kami.
Ann bertugas melakukan pekerjaan darurat. Jika sesuatu yang dramatis terjadi,
Ann akan menidurkan Karen dan memutuskan sosok lain yang sebaiknya mengambil
alih.
Ann yakin bahwa setelah kami menyatu dan mengabdi kembali kepada Tuhan,
kami akan bebas.
PADA HALLOWEEN 1996 Karen datang ke kantorku dengan tubuh gemetar dan mata
basah. Kenangan yang baru saja didapatkannya melibatkan seorang opsir polisi, Bert,
yang telah meninggal akibat bunuh diri. Bert adalah salah seorang pria yang secara
teratur menganiaya dirinya. Karen ingat Bert pernah meminta maaf kepadanya,
mengatakan bahwa dia tidak pernah menyangka tindakan mereka akan sejauh itu, dan
bahwa dia tidak bisa hidup seperti itu. Katanya, dia tahu bahwa dirinya akan terbakar
di neraka, dan dia menyesal karenanya. Bert berdiri di depan perapian dan
menembakkan pistol ke pelipisnya sendiri. Karen masih mengingat tangan Bert yang
menyisakan noda darah di cermin. Permohonan maaf pria itu terngiang-ngiang di
dalam kepala Karen.
Di bawah hipnosis, Kari muncul, dan dengan teguh bersikeras bahwa tidak ada
alasan bagi Karen untuk mengingat kenangan itu. Dia telah mengalami kesulitan
menahan perasaan tidak nyaman dari Karen. Kenangan-kenangan seperti itu, katanya,
adalah racun,
jahatKaren tidak boleh mengetahuinya! Kari mendesakku. Holdon menahan Kari
karena dia tidak ingin Kari menyakiti siapa pun dan dia merasa Kari tidak perlu
muncul di depan umum. Holdon ingin mengintegrasikan Kari, namun kemarahan Kari
terlalu meledak-ledak. Dia harus terlebih dahulu ditenangkan, seperti Miles. Aku
memberi tahu Holdon bahwa aku akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama
Kari.
Aku dapat mendeteksi kesedihan yang nyata di dalam diri Kari. Ini entah berasal
dari dirinya atau diriku karena perceraianku baru diputuskan sehari sebelumnya, tapi
aku berasumsi setidaknya sebagian dari diri Kari berperan dalam hal ini sehingga aku
mengabaikan ceracau Kari dan memerhatikan kesedihannya. Jika aku benar, dia akan
menanggapi empatiku dengan memperkuat persekutuannya denganku. Sama seperti
yang terjadi pada Miles, itu akan membantu Kari.
"Apakah yang membuatmu bersedih, Kari?" Dia menatapku dengan ekspresi
terkejut, tapi masih tetap waspada.
"Aku tidak suka pekerjaanku diacak-acak." Dia masih gusar, namun pertahanan
dirinya telah sedikit goyah.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Aku setuju bahwa pekerjaanmu memang penting, dan bahwa kamu boleh marah
akibat perubahan yang terjadi di dalam. Mungkin kamu masih bisa melakukan
pekerjaanmu jika kami sedikit mengubahnya."
"Apa maksudmu?" Dia masih waspada, tapi tampak tertarik.
"Karen perlu mendapatkan kenangan-kenangan baru ini dalam dosis yang lebih
kecil, tidak sekaligus. Dia merasa kewalahan selama menjalani integrasi. Mungkin jika
kamu menceritakan kenangan-kenangan itu kepadaku
terlebih dahulu, memberikan dosis pertamanya kepadaku, kita bisa memutuskan
bersama-sama apa yang sebaiknya diketahui oleh Karen."
"Hmm ... yah, baiklah." Dia masih curiga, tapi sebagian dari dirinya ingin bekerja
sama dan meringankan beban yang dipikulnya sendirian.
"Di manakah kita sebaiknya memulai?" tanyaku, memberikan kuasa dan kendali
untuk menjalankan permainan ini kepada Kari.
"Para pria bertopeng," kata Kari, muram dan sendu.
"Ceritakanlah."
Ketika itu Halloween. Karen berumur tiga belas tahun. Ibunya sedang bekerja. Dia
baru saja pulang dari sekolah, dan ayah nya pulang bersama empat atau lima orang
kawannya. Mereka minum-minum, dan semuanya mengenakan topeng Halloween.
Mereka pernah ke rumah Karen sebelumnya. Ayahnya me nyambar Karen dan
menyeretnya ke kamarnya, laki melem parkannya ke tempat tidurnya. Yang lain
mengikuti. Karen mengenali Bert, seorang opsir polisi, yang mengenakan topeng Al
Capone. Para pria lainnya mengenakan topeng badut. Di kaki ranjang, ayahnya
mengatakan bahwa tubuh Karen sekarang adalah milik Setan. Halloween adalah hari
Setan. Inilah malam yang tepat baginya.
Karen terakhir kali mengingat ketika dirinya didorong ke ranjang dan mulutnya
dibekap dengan lakban. Kari muncul dan menolak membuka bajunya. Salah satu badut
menonjok mulut Karen. Bert menempekan moncong pistohya ke kepala Karen. Karl
menanggakan baju. Para pria itu tertawa dan mengolok-olok Karen dari balik topeng
mereka menyebutnya pengisap burung, pelacur, jalang.
Bel berdering dan ayahnya membuka pintu. Suara anakanak yang sedang
melakukan permainan trick-or-treat terdengar dari kamar. Ayah Karen memberi
mereka permen dari mangkuk di
dekat pintu, mengucapkan selamat Halloween, dan kembali menghampiri Karen.
"Buka kakimu!" kata seseorang. Kari membuka kakinya dan merasakan mereka
menusuknya menggunakan sesuatu yang tajam dan keras. Ayah Karen tertawa laki
berbicara.
"Ambillah jiwanya hari ini. Setan," kata ayah Karen, men dongak, laki menunjuk ke
arah Karen. "Mulai sekarang kamu adalah milik Setan. Tidak ada yang bisa mengubah
hal itu di dunia ini. Serukanlah kecintaanmu kepada Setan." Karen men jerit. "Lebih
nyaringi Lebih nyaringi" Para pria itu tertawa dan mendekatkan wajah-wajah
bertopeng mereka pada Karen, menjulurkan lidah mereka melalui lubang di mulut
topeng dan menjejaikannya ke dalam mulut dan telinga Karen, laki me nampar
wajahnya. Tiga orang di antara mereka memerkosanya. Akhirnya mereka menebarkan
permen Halloween dan menumpahkan bir ke sekujur tubuh Karen.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Selama berminggu-minggu setelah peristiwa itu, Karen me nonjoki perutnya sendiri
dan memasukkan gantungan baju ke dalam vaginanya karena dia takut akan hamil
gara-gara ma lam itu.
"Ada apakah dengan kenangan ini, Kari, yang membuatmu memilihnya dari semua
penganiayaan yang pernah terjadi pada Karen? Apakah kamu punya masalah khusus
dengannya?" Aku ingin lebih memahami tentang "mengapa" kenangan ini dipilih, alihalih "apa".
"Kejadian itu tidak terduga," kata Kari. "Kejadian itu mengacaukan aturan siapa
yang akan menanggung rasa sakit. Kamu semua masuk dan keluar begitu cepat." Untuk
pertama kalinya, Kari tampak kebingungan dan benar-benar ketakutan. "Aku berusaha
menanggung semua kenangan ini, tapi aku tidak bisa. Ingatan itu bocor. Itulah satusatunya waktu ketika kami bertujuh belas mengambil bagian dalam sehari. Ini bukan
kenangan
yang terburuk, tapi inilah yang paling memuakkan kami.
"Karena kejadiannya seketika dan tidak terduga?"
"Ya. Yang lainnya lebih ... rutin; kami tahu bahwa kami akan mengalaminya. Karen
berkali-kali terjaga akibat mimpi buruk berada di ranjang dengan moncong pistol
ditodongkan ke arahnya. Begitulah."
"Pekerjaanmu sungguh berat, Kari," ujarku, berharap dapat mengikatnya lebih erat
dengan diriku. "Karena Karen mendapatkan ingatan dari sosok-sosok yang lain,
bagaimana jika kamu melakukan apa yang telah dilakukan oleh Milesmencurahkan
sedikit demi sedikit ingatan kepadanya, agar dia tidak harus mengingat semua
kejadian itu dalam sekali waktu?"
"Aku tidak pernah melakukan itu sebelumnya." Kari terdiam, menantiku
mengucapkan sesuatu, tapi aku diam saja. "Baiklah, aku akan mencobanya."
"DI
MANAKAH
aku?"
tanya
Thea.
Dia
menempelkan tangannya ke wajah, menghadapkan telapak
tangannya
ke
arahku, tampak terkejut sekaligus heran. "Di kantorku," ujarku.
"Aku baru saja berada di rumah sakit dengan banyak sekali cahaya yang terang.
Aku sudah sering di sanaChildren's Memorial, St. Anthony's, Mercy, Holy
Cross
Thea tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Apa yang terjadi padamu di rumah sakit?"
"Oh, aku ingat pernah berbaring di meja dengan ratusan dokter melihat flm
tentang sesuatu di kepalaku. Ayah juga biasanya memeriksaku dengan senter yang
terang, di bawah sana," katanya, memandang pangkuannya. "Dia memasukkan bendabenda ke dalamku untuk melihat seberapa jauh aku bisa meregang."
"Apakah colonoscopy' yang baru saja dilakukan Karen mengingatkanmu akan hal
itu?"
"Ya, hanya saja dokternya tidak tertawa. Aku takut, tentu bagian bawahku sudah
rusak parah. Para dokter itu tentu tahu. Aku selalu mengira mereka akan menemukan
palu atau benda lain yang tertinggal di sana."
"Kedengarannya kamu sangat menderita," ujarku, terpana mendengar cerita
singkat ini.
"Oh, aku tidak merasakan sakit, tapi akulah yang selalu tinggal di rumah sakit. Aku
lahir untuk menjalani bermacammacam tes."
"Jadi, kamu sudah menemui banyak dokter?"

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Ya. Dokter-dokter itu kejam. Salah seorang dokter menyuntikku setiap Sabtu pagi.
Itu membuatku letih dan lesu. Aku pergi menemuinya setelah kami disakiti pada
Jumat malam. Dokter itu akan memeriksaku dan memberiku suntikan untuk menahan
rasa sakit." Thea terdiam dan memandang ke luar jendela. "Aku kesepian. Tidak ada
lagi yang tersisa di dalam."
"Apakah kamu mau bersatu dengan Karen dan bergabung dengan yang lain?"
tanyaku, memperkenalkannya pada gagasan ini.
"Aku masih harus merawat si bayi." Thea sepertinya tahu banyak, sehingga aku
berpikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan jawaban dari
beberapa pertanyaan yang mengganggu benakku.
"Oh, berapakah umur si bayi?" tanyaku.
"Belum ada dua tahun; dia belum lancar berbicara."
"Untuk apakah dia lahir?"
"Dia lahir pada waktu yang sama saat Katherine dan Holdon lahir. Mereka
membelah dari satu menjadi tiga
*Hemasukkan alat pemeriksa ke dalam tubuh
bagian. Saat Karen menangis, orangtuanya akan
mengguncangguncangnya, dan muncullah Karen Boo. Tidak ada Karen yang 'asli1.11 "Tidak ada?"
"Tidak, tidak ada satu bagian utama dari diri Karen."
"Jika kalian semua menyatu, kalian akan menjadi satu orang utama," ujarku.
"Bagaimana caramu menghabiskan waktu?"
"Di dalam, aku melayang dari satu ruangan ke ruangan lainnya, masuk dan keluar
rumah sakit. Aku tidak tidur."
Aku berharap dapat menghabiskan lebih banyak waktu hanya untuk bercakapcakap dengan Thea, namun waktu kami hari itu telah habis. Aku memintanya mundur
dan menanyakan jika ada sosok lain yang ingin berbicara kepadaku. Karen seketika
berubah.
"Kalau aku bergabung, apakah Karen akan mencuri?" tanya Sidney.
"Kurasa tidak, Sidney; akan ada banyak faktor lain dalam diri Karen yang tidak
menginginkannya mencuri, untuk menyeimbangkan perasaanmu." Itu hanya dugaanku,
tentu saja. "Apa yang membuatmu khawatir, Sidney?"
"Firasatku tidak terlalu bagus. Aku takut akan menyakiti yang lain kalau aku
bersatu."
"Kalau kamu tidak bersatu, Sidney, yang lain tidak akan mendapatkan sisi baikmu
selera humormu." Dia tersenyum, dan kami setuju untuk mengintegrasikan dirinya
pada kesempatan berikutnya.
Holdon muncul secara singkat untuk menceritakan kepadaku tentang Kari yang
berusaha mengganggu Karen saat dia menulis tentang kenangan Ann. Karen
sekonyong-konyong berubah kembali.
"Bagaimana Holdon bisa tahu bahwa akulah pelakunya?" Kari menuntut penjelasan.
Kari marah, dan kami mendiskusikan kembali apa yang dirasakannya karena tidak
mampu mengendalikan ingatan semua sosok lagi. Aku mendengarkan dan
menyampaikan simpatiku kepadanya sebelum mempersilakan Karen pulang.
KETIKA ITU awal Desember 1996, cuaca dingin dan berangin. Dari jendelaku, langit
tampak kelabu, dengan sinar matahari mengintip jauh di pesisir Indiana dari Danau
Michigan. Karen masih menunggak tagihan sebesar 5.000 dolar. Dia tidak mampu

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
membayar sesi kami dan tidak memiliki harapan untuk dapat melunasi utangnya. Aku
menyampaikan hal ini kepadanya, dan seperti biasanya saat kami membicarakan
uang, dia putus asa. Aku memberitahunya bahwa dia memiliki satu solusi: aku tidak
akan menagihnya lagi dan menjumpainya secara cuma-cuma.
Aku tahu bahwa sebagai seorang psikiater, aku tidak seharusnya melakukan hal ini,
bahwa segala macam parameter akan memasuki terapi jika aku merawat seseorang
secara cumacuma. Ini menimbulkan fantasi bahwa seorang pasien memiliki hubungan
eksklusif yang istimewa dengan ahli terapinya, yang dalam kasus Karen, harus kuakui,
memang benar. Tetapi, aku tidak tahu apa lagi yang bisa kulakukan. Kami telah
bekerja sama selama delapan tahun, dan sebagian besar waktu itu kami habiskan
untuk membangun kepercayaan. Bagaimana mungkin aku akan menyingkirkannya
sekarang? Aku mengatakan kepadanya bahwa jika tiba waktunya dia dapat membayar
tagihan itu, dia boleh membayarnya,
tapi untuk sementara ini, kami akan melupakan hal ini dan bersama-sama
melanjutkan pekerjaan kami. Dia berterima kasih kepadaku, dan kupikir kami berdua
senang karena beban mengkhawatirkan pembayaran telah terangkat.
Kami kembali mengalihkan perhatian pada proses integrasi. Giliran Sidney telah
tiba.
"Waktu lahir aku berumur empat tahun dan Karen tiga tahun," kata Sidney.
"Sekarang umurku lima tahun. Aku lahir karena Ayah ingin anak laki-laki. Aku suka halhal yang Ayah ingin aku suka. Bisbol, bermain dengan anjing, mengejar-ngejar ayam
di peternakanaku tidak keberatan jika harus berkotorkotor meskipun Karen
membencinya. Aku menyembunyikan barang-barang yang dicuri Ayah: sebuah pemutar
kaset, sebuah arloji, benda-benda semacam itu. Kata Ayah, aku pandai dalam hal ini,
dan itu membuatku senang. Ayah selalu mencuri peralatan makan perak di restoran.
Katanya, kami membayarnya dengan tip. Jika Ayah mengatakan dia menyukai sesuatu,
aku harus mencurinyaatau dia akan menyakiti kami. Tapi, dia juga menyakitiku
karena aku mencuri, meskipun hukumannya tidak sekeras jika aku tidak menurutinya."
Sidney bercerita sedikit mengenai perbedaan metode hukuman si ayah.
"Aku suka menipu orang-orang. Kadang-kadang aku melakukannya pada Josh."
"Suami Karen?"
"Ya. Ayah juga suka mengerjai orang, tapi dia kejam." "Apakah kamu siap bersatu
dengan Karen?" tanyaku. "Ya, mari kita melakukannya!"
Aku
menghipnosis
Karen,
mengarahkan
kami
melalui
langkahlangkah
menuju
ruangan
mungilnya,
lalu
memperkenalkan Sidney.
"Sidney sepertinya lucu," kata Karen. "Dia ingin melakukan ini; dia ingin melompat
ke atas saya!" Senyuman Karen menunjukkan kesenangan sekaligus sedikit ketakutan.
Dia bersandar di kursinya. "Dia berdiri di hadapan saya, menatap saya dengan ekspresi
seperti, 'Apa yang akan kita lakukan sekarang?'"
"Memeluknya?" saranku.
"Dia mengatakan kepada saya tempat berbagai benda berada. Klarinet yang saya
kira dicuri oleh pembersih rumah kami: Sidney menyembunyikannya agar saya
memecat wanita itu. Benda itu ada di bawah perlengkapan berkemah." Karen
terdiam.
"Tidak apa-apa," ujarku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Dia sedang bersiap-siap berlari ... dia mulai berlari ... uuff ... dia sudah berada di
dalam saya!" Karen melompat di kursinya saat Sidney mendarat di tubuhnya. "Saya
bisa merasakannya bergerak-gerak di dalam .... Ya ampun! Saya mendengar semua
suara tubuh saya, detak jantung saya, aliran darah saya, tekanan di kepala saya, ini
menyakitkan, terang sekali!" Dia terdiam untuk mengatur napas. "Tapi, saya tidak
merasa mual ataupun tertekan. Saya bisa membayangkan berbagai adegan seperti di
flm: bermobil, berbicara dengan Ayah." Karen sedikit tenang. "Saya rasa saya akan
baik-baik saja."
"Kamu akan mendapatkan ingatan tentang ayahmu yang bisa kita bicarakan."
"Ya, semuanya kekanak-kanakan, seperti saat saya masih kanak-kanak. Sidney
melucu di depan tetangga; dia tidak menyadari konsekuensinya ... dia hidup di dunia
anak laki-laki."
Aku membawa Karen kembali ke kantorku. Tepat ketika itu, sebuah mobil pemadam kebakaran lewat, dan Karen menutup kedua
telinganya dengan tangan, tampak kesakitan. Aku membiarkan Karen beristirahat
sejenak hingga dia cukup tenang untuk memasuki lift menuju kafe di bawah,
tempatnya dapat menunggu hingga dirinya siap mengemudi pulang.
10 Desember 1996
Menyatukan Sidney
Pada Kamis, 5 besembep 1996, Sidney menyatu dengan saya. Saat tiba di kantor
Anda saya sudah dapat mendengar gagasan Sidney mengenai bagaimana dia ingin
berintegrasi.
Inilah yang saya ingat. Saya mendapati diri saya berada di tempat khusus saya
lebih cepat daripada biasanya. Saya juga melihat Sidney sedang berjalan masuk, tepat
di belakang Anda. Saya terkejut karena pintu masuk telah terbuka. Biasanya pintu itu
diamankan oleh banyak kunci.
Sidney
siap
menyatu, dan dia
memandang
Anda untuk
meminta
persetujuan. Setelah itu, dia bergerak mundur ke pintu dan mulai berlari ke arah
saya dan dengan satu lompat an akhir, kami pun menyatu.
Saya tidak ingat kenangan mana yang datang terlebih da hulu, tetapi saya dapat
menjabarkannya sebagai berikut:
Setelah meninggalkan kantor Anda saya mulai meng inginkan pemak-pemik yang
tidak pernah saya perhatikan sebelumnya seperti mainan dan hiasan Natal. Dorongan
un tuk mencuri terasa begitu kuat, namun saya mampu mengen daiikannya.
Sidney harus memihak Ayah saat Ayah dan Ibu berteng kar. Saat Ayah memukuli
Ibu, Sidney selaki menonton. Ayah selaki mencari pembenaran atas tindakannya
sehingga Sidney percaya bahwa Ibu memang layak dihajar.
Saat Ayah butuh uang, Sidney harus meminta uang kepa da Nenek, dan jika Nenek
menolak, Sidney akan mencuri uang
dari dompetnya.
Sidney menyembunyikan rapor pertamanya setiap tahun dan mengatakan bahwa
buku itu hilang. Laki, dia menuliskan nilai A dan B untuk semester selanjutnya. Ini
dilakukannya untuk menghindari pencambukan: satu cambukan untuk B, dua untuk C,
tiga untuk D, dan sepuluh untuk F.
Ada lebih banyak kenangan lagi, tapi saya kesulitan me nuiisnya karena tangan
saya sakit. Saya akan mencoba menu lis lagi nanti.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
SEMAKIN MENDEKATI Natal, efek integrasi Sidney mulai memudar. Proses ini
berlangsung dengan cepat. Karen tidak lagi bisa mendengar suaranya. Kata Karen, dia
memiliki kebiasaan buruk baru. Dia minum menggunakan gelas orang lain dan tidak
mencuci tangan setelah buang air. Saat berada di toko, bermacam-macam barang
membuatnya terpesona. Dia mendapatkan dorongan untuk mencuri hiasan Natal. Dia
ingin sekali menyantap Sloppy Joes.
Aku menanyakan rencananya untuk Natal. Dia memeriksa buku agendanya. Aku
memintanya untuk memeriksanya; semua lema di dalam buku itu ditulis oleh tangan
yang sama (tangan Katherine?). Karen mengatakan bahwa dia memeriksa buku itu
setiap pagi untuk melihat apa yang harus dilakukannya. Katanya, ibunya
mengundangnya merayakan Natal. Aku memperingatkannya akan konsekuensi yang
mungkin terjadi: Karen mengiyakanku, tapi dia ingin menemui kedua adiknya.
Aku berbicara dengan Holdon. Katanya, sejak Julie dan Sandy melakukan integrasi,
kadar gula darah mereka menjadi normal. Dia ingin meminta pendapat bagaimana dia
sebaiknya menjelaskan hal ini kepada Dr. Loeshen.
Aku menyarankan agar Karen menjalani pemeriksaan ulang dan membiarkan Dr.
Loeshen menjelaskannya sendiri.
Aku menanyakan kepada Holdon tentang siapa yang selanjutnya akan kami
integrasikan. Katanya, akan lebih baik jika kami mengintegrasikan yang muda terlebih
dahulu. Dia dan Katherine akan menjadi yang terakhir. Thea adalah pilihan yang
bagus untuk kesempatan selanjutnya, katanya. Dia akan membawa si bayi
bersamanya. Jensen juga telah menunjukkan ketertarikan. Mereka semua sedang
menunggu giliran. Kari masih ragu-ragu.
Aku menanyakan kepada Kari mengenai keadaan pergelangan tangannya; Karen
mengeluhkan rasa nyeri di tempat itu.
"Rasa sakit menyakitiku," kata Kari, mengatupkan bibirnya erat-erat, "tapi aku
tidak merasa terganggu karenanya seperti yang lain."
"Jika kamu menyatu dengan Karen," ujarku, "dia akan mendapatkan
kemampuanmu menahan sakit."
"Jika aku menyatu dengan Karen, aku akan mati," katanya dengan nada muram.
"Kamu tidak akan mati," ujarku. "Kamu tidak akan pergi ke mana-mana; kamu akan
menyatu bersama yang lain." Aku harus membujuk Kari supaya mau melakukannya;
dialah sosok yang paling menunjukkan penolakan. "Seluruh dirimu, seluruh
kekuatanmu, akan menjadi bagian dari diri Karen."
"Aku tidak bisa menyingkirkan rasa sakit saat Sara lahir," Kari memprotes. "Aku
tidak merasa tangguh lagi; aku cemas." Kari tampak kebingungan, dan kekanakkanakan. Sikapnya telah berubah, melunak. "Untuk pertama kalinya, aku memahami
kehebatan bakat
kami. Aku lebih sering keluar bersama Karen. Aku bahkan mengirim kartu Natal
untukmu, Dr. Baer."
"Kamu sudah berubah, Kari, semakin dewasa. Kamu akan menjadi sebuah
pertolongan besar bagi Karen jika kamu mau bersatu dengannya. Selamat merayakan
Natal."
"Terima kasih."[] "
20
Thoa dan Karon Boo

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"APAKAH YANG apaKah yang sebaiknya saya katakan kepada teman-teman dari
sosok-sosok yang sudah tidak ada lagi?" tanya Karen. Ketika itu awal Januari, dan
Chicago masih beku berselimut salju. Karen telah menyerap dampak-dampak seluruh
integrasi yang sudah dijalaninya sejauh ini. Bagaimanakah sebaiknya aku menasihati
dia?
"Saat bertemu dengan orang-orang itu, saya masih punya ingatan tentang mereka,
tapi tidak ada perasaan apa pun," lanjut Karen. "Mereka membuat saya tidak nyaman.
Saya tidak tahu bagaimana saya bisa menjaga hubungan sebanyak itu."
"Karena kamu tidak pernah tidur," ujarku.
"Anda benar. Saya biasanya tidur dua hingga empat jam semalam; akhir-akhir ini
saya tidur empat hingga enam jam."
"Sekarang, kamu akan bisa membentuk pendapatmu sendiri mengenai temantemanmu."
"Saya sudah kehilangan banyak waktu beberapa minggu terakhir ini. Saya sedang
mengecat kamar putri saya saat kehilangan waktu. Sebenarnya, hasilnya tidak
buruk
Karen memijat keningnya dan tersenyum.
"SAYA BENAR-BENAR lelah menghadapi semua orang di dalam. Tidak ada
persatuan, tidak ada keakraban." Katherine berbicara seperti seorang guru yang
sedang memarahi muridnya. "Sosok-sosok yang sudah berintegrasi baik-baik saja
justru mereka yang masih tersisalah yang berpikir dapat memegang kendali. Jensen
tidak pernah bersikap tidak terduga sebelumnya; kemarin dia tiba-tiba memutuskan
untuk mengecat kamar! Kari marah-marah. Holdon hanya duduk-duduk di rumah dan
tidak berbuat apa pun! Thea dan si bayi terus-menerus rewel; merekalah yang harus
diintegrasikan selanjutnya."
"Siapakah yang paling menimbulkan masalah?" tanyaku.
"Jensen, Karl, Karen 2, dan Elise." Katherine kembali masuk, dan Karen
menunjukkan postur mencolok yang sudah kukenal baik.
"Haruskah aku memberikan sebagian ingatan kepada Karen?" tanya Kari. "Dia sakit
kepala; aku akan menanggung rasa sakitnya. Aku bisa memberinya ingatan, tapi aku
tidak akan melakukannya sekaligus. Aku akan memberinya sepotong demi sepotong,
lalu melihat apa yang akan terjadi."
"Lakukanlah," aku mendorongnya.
Kari kembali masuk, dan Karen membuang muka, menundukkan pandangan, dan
menurunkan salah satu bahunya.
"Aku ingin mengecat," kata Jensen. "Aku suka mendekorasi." Aku harus berusaha
memberikan kanvas yang lebih kecil sebagai tempat Jensen berkreasi.
"Aku tahu kamu mengecat kamar Sara dengan baik, tapi bagaimana jika kamu
menggambar untukku saja?"
Saat menyadarkan Karen dari hipnosis, aku mengatakan kepadanya bahwa sakit
kepalanya telah jauh membaik, dan saat terbangun, dia mengatakan hal yang sama
kepadaku. Aku ataukah Kari yang melakukannya?
"AKU TIDAK bisa membiarkan kami pergi ke pengadilan karena mereka akan
menjebloskan kami ke penjara!" seru Kari. "Penjara?"
"Mereka akan memberi kami banyak pertanyaan, menyebabkan kami kehilangan
waktu." Keputusasaan terdengar dalam suara Kari. "Kami tidak bisa melakukan ini."
Karen mendapatkan panggilan untuk bertugas menjadi juri di pengadilan.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah kamu menganggap kalian pernah melakukan kejahatan?"
"Aku tidak percaya pada polisi. Mereka akan menganggap kami bersalah atas suatu
kejahatan. Aku takut kami akan berakhir di penjara suatu hari nanti."
"Karena kamu nakal?" tanyaku, menafsirkan sikap Kari yang begitu paranoid, bahwa
dia merasa layak dihukum karena dia menganggap dirinya jahat.
"Ya," katanya, menundukkan pandangan. "Mereka tahu itu."
"Kari, aku tidak mengerti mengapa kamu memandang dirimu sendiri sebagai anak
nakal, padahal kamu selalu mengorbankan diri untuk kebaikan yang lain." Aku
berusaha memberikan argumen yang mampu mengusik kelembutan sisi emosionalnya.
"Mereka selalu bilang kami nakal."
"Aku tahu itu. Orang-orang jahat itu berkata begitu karena mereka ingin
menjadikan kalian seperti mereka.
Tapi kalian tidak seperti mereka." Kari mencerna perkataanku.
Aku tertarik melakukan psikoterapi dengan salah satu sosok dari sebuah
kepribadian. Berbagai masalah yang dihadapi oleh sosok betul-betul bersifat dua
dimensi; sosok tidak memiliki lapisan-lapisan kompleksitas yang dimiliki oleh
kepribadian yang terintegrasi secara utuh, dan sepertinya sosok memiliki
ketergantungan serta kesiapan untuk bekerja sama dan meringankan pekerjaanku.
Aku terkejut melihat betapa cepatnya sosok-sosok itu, terutama para bocah laki-laki,
menerima perkataanku dan mengejawantahkannya ke dalam pandangan mereka
sendiri.
"Aku akan menulis surat kepada dokter Karen untuk membebaskannya dari
kewajiban ini."
"Kamu bisa melakukan itu?" Kari terkesan melihatku dapat dengan begitu
mudahnya melindunginya dari sesuatu yang ditakutinya. Kari mengatakan bahwa dia
telah membocorkan sedikit demi sedikit ingatannya kepada Karen, tapi dia khawatir
karena dialah yang selalu menanggung rasa sakit. Dia menanyakan kepadaku apakah
aku berpikir dia akan menyakiti seseorang. Aku mengatakan tidak, aku tidak berpikir
begitu, karena dia selalu berniat untuk melindungi, dan dia seharusnya bangga akan
hal itu. Kami telah membangun hubungan yang kokoh.
Thea muncul setelah itu. Dia telah berbagi waktu bersama Karen, meskipun Karen
tidak mengetahuinya.
"Apakah peranmu bagi Karen?" tanyaku, sebagai bagian dari rutinitas standarku
untuk membantu para sosok itu merasa rileks. "Untuk apakah kamu lahir?"
"Saat Karen berumur enam bulan, dia selalu sakit
parah," kata Thea, yang centil, terbuka, jujur, dan menggemaskan. Dia itu gadis
cilik yang sangat menyenangkan. "Ada tumor di kepalanya. Karen Boo, si bayi,
muncul, tapi dia tidak tahan dengan obat dan dokter, maka aku pun lahir. Saat Karen
berumur lima tahun, dia menjalani operasi dan perawatan radiasi lagi. Akulah yang
selalu tinggal di rumah sakit." Thea tersenyum dan menoleh, memandangku dari sudut
matanya. "Sebenarnya, lebih enak saat aku bersama para dokter dan perawat." Dia
terdiam sejenak. "Ada tidak enaknya juga, misalnya suntikan dan alat-alat. Kadangkadang, saat masalah di rumah semakin parah, aku berharap agar kami sakit."
"Berharap agar kalian sakit?"
"Ya, aku bisa memunculkan ruam-ruam atau membuat kami demam."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Bagaimanakah kamu melakukan itu?" Aku pernah mendengar hal ini, tapi tidak
pernah melihatnya sendiri.
"Aku cuma perlu berpikir aku harus demam. Kalau aku sangat marah, aku hanya
perlu berdiri di sana, lalu suhu badanku akan terus naik. Sekali waktu, suhuku pernah
sampai empat puluh derajat. Itu terlalu tinggi. Mereka mengompres kami dengan air
es."
"Kamu bisa melakukan ini kapan pun kamu mau?"
"Hanya saat aku marah." Thea tersenyum centil, seolah-olah dia malu sekaligus
senang. "Aku pernah membuat kami koma selama sebulan. Kami hanya berhenti
menjalani kehidupan sebentar. Ayah akan datang dan duduk di dekat ranjang rumah
sakit kami, lalu mengganti-ganti saluran TV. Kami bertingkah seolah-olah kami tidak
bisa
mendengar.
Lalu,
mereka
ingin
mengoperasi kami, jadi aku memutuskan untuk bisa
mendengar lagi." Thea menyampaikan kisah ini dengan ceria, seolah-olah dia
sedang bercerita tentang kecelakaan kecil saat jam istirahat. Aku tidak yakin apakah
aku memercayai ceritanya, tapi dalam pikiran kekanak-kanakan Thea, inilah yang
terjadi.
"Aku muncul waktu kamu memasukkan kami ke rumah sakit," kata Thea, suaranya
meninggi dan punggungnya tampak kaku, "dan aku marah padamu. Mereka memberi
kami obat; efek obat itu tidak sama untuk kami semua. Aku dan Claire tahu bahwa
kamu harus tahu tentang kami, tapi kukira kamu tidak akan memercayainya. Claire
mengkhianati kami dengan mengirim surat untukmu."
"Dia menggapai keluar."
"Ya, tapi aku takut. Tidak ada yang pernah berurusan dengan kami tanpa
menyakiti kami sebelum ini."
"Bisakah kamu menceritakan kepadaku tentang Karen Boo?"
"Dia bayi mungil sempurna yang bisa disayangi si ibu; dia mengerti sedikit bahasa
Hongaria. Tapi, Karen selalu kesakitan, dan dia berkali-kali membelah. Karen Boo
adalah belahannya yang pertama, lalu Holdon dan Katherinekami membutuhkan
mereka untuk menjadi orangtua di dalam. Kami tidak pernah benar-benar punya ayah
dan ibu di luar."
"Bagaimana Holdon dan Katherine mengetahui bagaimana mereka sebaiknya
bertindak?"
"Ada orang-orang baik yang kami sukai. Kami membaca buku-buku cerita. Mereka
selalu berubah seiring waktu. Kami melihat seorang ibu memperlakukan anaknya
dengan cara tertentu, lalu Katherine dan Holdon akan menirunya."
"Mereka bisa melakukannya secepat itu? Menjadikan
suatu sikap sebagai bagian dari diri mereka?"
"Oh,
ya,
kami
mendapat
ide
dari
mana-mana.
Dari
TV.
Dick
Van
Dyke, Father
Knows
Best,
The
Partridge Family. Kami
ingin Holdon mengerti."
Aku terpana mendengar kemampuan yang dipaparkan oleh Thea. Katanya, sosoksosok di dalam diri Karen memiliki kemampuan identifkasi dalam waktu nyaris
seketika. Ini menjelaskan tentang betapa cepatnya mereka dapat mengadopsi saran
dan interpretasi yang kuberikan. Mereka sepertinya mulai menjadikanku sebagai
bagian dari diri mereka sesaat setelah kami mulai berinteraksi. Jika para pasien

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
lainnya membutuhkan waktu berbulan-bulan, sosok-sosok dalam kepribadian Karen
hanya membutuhkan waktu beberapa hari. Mungkin ini berhubungan dengan
bagaimana dia dapat membelah dan menyatukan sosok-sosoknya kembali. Sepertinya
integrasi akan membutuhkan kelenturan yang begitu besar dalam kemampuan Karen
untuk membentuk kembali gambaran dirinya, dan dia memang sepertinya memiliki
kelenturan semacam itu dalam kadar berlebihan.
Beberapa minggu kemudian, aku menanyakan kepada Thea mengenai kesiapannya
dan Karen Boo untuk berintegrasi, dan dia mengiyakanku. Aku memulainya dengan
rutinitas kami. Thea dan Karen Boo memasuki ruangan mungil Karen. Aku
memaparkan peran mereka berdasarkan cerita Thea kepadaku, dan Thea bersama si
bayi duduk di pangkuan Karen.
"Rambut Thea dikepang dan wajahnya berbintik-bintik," ujar Karen. "Si bayi
tampak sangat mungil di dekat Thea; umurnya sekitar delapan belas bulan, dan dia
bayi yang kurus. Dia memeluk leher Thea dengan sangat erat. Thea sangat
bahagia; dia tidak akan kesepian lagi.
Apakah kita sebaiknya langsung menyatu sekaligus atau satu per satu?"
"Satu per satu atau sekaligus. Kamulah yang tahu cara terbaik untuk
melakukannya." Bagaimana mungkin aku tahu bagaimana mereka harus
melakukannya?
"Saya merasa aneh; seolah-olah ada tarikan ..." Karen terdiam, bergerak-gerak,
ekspresi wajahnya berubah-ubah; dia sepertinya sangat tenggelam dalam proses ini.
"Thea ingin mereka berdua bersandar ke bahu saya dan membaurkan diri dengan saya
apakah ini bisa berhasil?"
"Tentu saja," ujarku dengan penuh keyakinan, mengharapkan yang terbaik.
Karen terdiam selama sekitar tiga puluh detik. Dia berkonsentrasi penuh.
"Mereka sudah masuk, sepertinya."
"Biarkanlah prosesnya selesai sepenuhnya," ujarku. Aku tidak ingin memburuburunya. Kami tidak pernah melakukan dua integrasi sekaligus sebelumnya.
"Saya mendapatkan ingatan Karen Boo. Nagymama [nenek] menulis puisi dalam
bahasa Hongaria; dia ingin mendengarnya. Banyak sekali cahaya, sebuah kamar
rumah sakit. Seorang pria berjenggot
Setelah beberapa menit berlalu, aku membawa Karen kembali ke kantorku. Dia
merasa cahaya di ruangan ini terlalu menyilaukan, dan kepalanya sakit.
"Seolah-olah ada flm yang sedang diputar di dalam kepala saya," katanya saat
meninggalkan kantorku. Kami setuju untuk berbicara di telepon keesokan harinya.
26 Januari 1997
Penyatuan Thea dan Karen Boo
Pada Rabu, 22 Januari 1997, Thea dan Karen Boo menyatu dengan saya. Penyatuan
ini sangat menguras energi ka rena sungguh sulit memisahkan kenangan mana dengan
pemi tiknya. Karen Boo sangat mungil, mirip boneka dan dia berambut pirang. Saya
ingat Thea memangku Karen Boo, dan mereka berpelukan erat. Laki, kami menyatu.
Saat mereka menyatu di dalam diri saya saya langsung merasa peka terha dap cahaya
dan suara dan saya mendengar lagu Hongaria di nyanyikan, sepertinya itu lagu anakanak. Setelah itu, saya merasakan dan mendengar bunyi-bunyian rumah sakit. Saya
merasa melayang dan kehilangan keseimbangan saat meninggalkan kantor Anda.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Tetapi, entah bagaimana saya tahu bah wa saya akan baik-baik saja hingga tiba di
rumah.
Saya berusaha menggunakan kata ganti "saya" yang berarti "saya", yaitu Karen.
Sungguh sulit untuk melakukan ini karena saya ingin menulis dan mengatakan 'kami".
Pada hari pertama setelah integrasi, saya teringat kembali pada seluruh kenangan
saya saat tinggal di rumah sakit. Thea menghabiskan sebagian besar waktunya untuk
berteman dengan para dokter, perawat, dan pasien lain. Thea menghabiskan
berjamjam waktunya untuk membaca buku-buku kedokteran, dan dia mampu
menghadirkan gejala-gejala penyakit hanya dengan memikirkannya. Thea mengira
dirinya mampu mengubah sistem kekebalannya dan meyakini bahwa hal ini seharusnya
diajarkan kepada orang lain agar mereka dapat menyembuhkan diri mereka sendiri.
Selama beberapa hari berikutnya saya mendapatkan kembali lebih banyak
kenangan saat berada di rumah sakit, juga kata-kata dan ucapan Karen Boo. Karen
Boo punya kebiasaan menggigiti kulit jarinya. Saya mendapati diri saya melakukan
kebiasaan ini selama sekitar seminggu setelah integrasi.
Butuh waktu sekitar dua minggu bagi proses integrasi ini untuk selesai sepenuhnya
dan saya merasa mendapatkan lebih
banyak pengetahuan setiap hari.
Aku tidak benar-benar memercayai bagian tentang Thea yang mampu "mengubah
sistem kekebalan" berdasarkan kemauannya, tapi hal ini akan menarik untuk
dipelajari. Meskipun begitu, ini bukanlah bagian dari terapi Karen, sehingga aku
membiarkannya begitu saja.
Kari telah memutuskan untuk menghentikan curahan ingatannya kepada Karen
hingga Thea dan Karen Boo sepenuhnya terintegrasi. Aku menanyakan kepadanya
tentang kesiapannya berintegrasi, dan dia mengatakan bahwa dia masih marah. Aku
mengatakan bahwa perasaan itu tidak akan hilang, tetapi akan memudar saat dia
bergabung dengan sosok-sosok lainnya. Dia melihat perasaan Miles dan pembawaan
Ann dalam diri Karen. Jika dia berintegrasi dan Karen mendapatkan seluruh
ingatannya, katanya, efeknya adalah yang terburuk dari yang paling buruk. Dia
menanggung semua kepedihan dan kesedihan. Dia sudah lelah; dia tidak tahu rasanya
merasa senang.
Aku menanyakan kepadanya apakah dia pernah mendapatkan dorongan untuk
menyakiti dirinya sendiri akhir-akhir ini. Kadang-kadang, dia merasa dirinya harus
bertindak berani dan mengakhiri kehidupannya agar yang lain tidak akan pernah
merasakan kesakitannya. Namun, dia menyadari bahwa jika dia membunuh dirinya
sendiri, dia juga akan membunuh sosok-sosok yang lain karena mereka berbagi tubuh
yang sama. Dahulu, dia tidak tahu soal ini. f j
21
Kari
KAREN DATAN membawa sepucuk amplop manila yang tampak menggembung dan
beberapa lembar kertas. Amplop itu langsung menimbulkan rasa penasaranku.
"Ini adalah benda-benda yang ditinggalkan untuk Anda oleh sosok-sosok yang telah
berintegrasi." Karen mengulurkan selembar kertas bertuliskan "Isi Amplop untuk Dr.
Baer" kepadaku. Di kertas itu tercantum daftar barang-barang yang tersimpan di
dalam amplop, namun aku lebih mencurahkan perhatian pada barang-barang itu

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sendiri. Aku menumpahkan isi amplop ke samping kursiku dan memilah-milah
tumpukan barang itu.
Terdapat sebuah tang berat dan sebuah pengelupas cat usang berukuran empat
senti. Catatan yang diberikan Karen menyebutkan bahwa ini adalah benda-benda yang
digunakan Kakek untuk menyakiti "kami". Miles mengirimkannya kepadaku dan
memintaku untuk membuangnya. Miles juga mengirimiku sebatang lilin, dengan
panjang sekitar 25 senti, yang secara janggal membengkok membentuk sudut siku-siku
di bagian tengahnya. Menurut Miles, ini adalah jenis lilin yang digunakan selama
upacara. Betapa mengejutkan melihat
benda-benda yang sangat umum ini. Tang dan pengelupas cat itu tampak begitu
wajarseperti perkakas yang biasa tersimpan di dasar kotak perkakas seorang pria
uzur.
Terdapat pula sebatang salib plastik, sebuah liontin emas mungil berbentuk salib,
dan sebuah hiasan dinding bertuliskan: Mintalah kepada Tuhan untuk memberkati
pekerjaanmu, tapi jangan meminta-Nya untuk mengerjakannya. Tulisan itu dikelilingi
oleh rangkaian bunga. Benda ini adalah pemberian Ann. Sandy memberiku buku rapor
dari kelas satu hingga kelas empat, yang menunjukkan bahwa Karen adalah seorang
siswa berkemampuan rata-rata, meskipun dia beberapa kali membolos dan
menimbulkan keributan.
Julie meninggalkan sehelai saputangan katun dengan sulaman di pinggirannya,
yang sudah dibawanya selama lebih dari dua puluh tahun dan foto seorang guru yang
kata Karen pernah mencoba menyerangnya secara seksual. Foto itu menunjukkan
seorang pria setengah baya bertubuh gemuk yang mengenakan kacamata berbingkai
hitam dan tampak terkejut saat fotonya diambil.
Terdapat sebuah jimat kecil dari pemberat kail yang dicat warna-warni dan sebuah
gelang kulit berkait dengan ukiran nama Karen. Gelang itu milik Thea, dan nama
Karen diukir oleh Miles. Terdapat pula sebuah peniti popok dari Karen Boo, sebutir
kelereng besar dari Sidney, sebuah kancing baju, sebuah pending berbentuk lambang
zodiak, dan pernak-pernik lain khas kerajinan musim panas. Aku menatap bendabenda itu, dan semuanya tampak sangat umumseperti sampah yang teronggok di
sudut lemari sebelum kita sempat membersihkannya. Tetapi, bagi Karen dan sosoksosoknya yang telah terintegrasi,
benda-benda itu sangat penting dan bermakna. Aku memasukkannya kembali
secara hati-hati ke dalam amplop dan memandang Karen.
"Saya mengerti benda-benda ini sangat bermakna bagi sosok-sosok yang telah
berintegrasi, dan saya akan menyimpannya bersama benda-benda lainnya yang telah
saya dapatkan darimu." Aku menatap Karen untuk mencari tahu apakah caraku
menerima benda-benda itu senada dengan keinginannya. Aku melihat sedikit perasaan
puas pada dirinya.
"Selasa depan, kita berencana untuk mengintegrasikan Kari," aku mengingatkan.
Karen mengangguk, tapi wajahnya menunjukkan kengerian. Saat menyerahkan kertas
yang dibawanya, dia menatapku dengan murung.
Tulisan di kertas itu berjudul "Kenangan-Kenangan Karl". Karen menuliskan
kenangan-kenangan yang telah dibocorkan Kari selama beberapa minggu terakhir.
Katanya, isinya penjelasan tentang penganiayaan yang telah diceritakannya kepadaku.
Berikut ini potongan dari lima halaman penjelasan yang ditulisnya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Saya dimasukkan ke dalam peti mati di rumah duka. Saya tidak bisa bernapas.
Awalnya Claire, lalu Miles mengambil alih kendali untuk saya. Saat mereka tidak bisa
lagi bertahan. Kari muncul hingga kami dibebaskan, lalu dihina dan dilecehkan.
Kari mengambil alih rasa sakit dari perawatan radiasi dan operasi yang kami jalani
saat masih kanak-kanak. Rasa sakit ini tidak bisa ditahan lagi oleh Julie dan Thea. Kari
pulalah yang menanggung rasa sakit selama operasi Caesar untuk me lahirkan Sara.
Saya diberi bius lokal, namun Thea muncul, lalu Julie. Julie menggerakkan kaki kami
saat kami bisa merasakan para dokter membedah perut kami. Saya terbius, tapi Julie
tidak. Kari juga menanggung rasa sakit akibat operasi
paru-paru.
Karl menanggung rasa sakit selama upacara, saat mereka menusuk payudara dan
kemaluan kami menggunakan jarum pentut panjang. Kemudian, dia juga menanggung
rasa sakit saat ayah kami memukul tangan kami dengan paki gara-gara kami berusaha
melindungi payudara kami.
Kari menanggung rasa sakit dari Miles dan Julie akibat dicambuki menggunakan
kabel, disetrum, ditonjok, dan dite tesi lilin di kemaluan kami. Dia menanggung rasa
sakit akibat diperkosa secara bergilir oleh ayah kami dan teman-temannya setelah
mereka menonton flm-flm porno.
Aku meletakkan kertas itu. Ada jauh lebih banyak penjelasan, semuanya terlalu
mengerikan untuk dipaparkan, dan aku memercayainya. Aku memikirkan Karen yang
dicurahi kenangan-kenangan ini selama beberapa minggu terakhir, menjalani
kehidupan sehari-harinya dengan bayangan dan perasaan ini. Aku memahami tatapan
murungnya, juga kepanikan Kari saat dia mengetahui bahwa dirinya harus membagi
kenangan-kenangan itu setelah bertahun-tahun berusaha mati-matian untuk
menyembunyikannya dari semua sosok yang lain.
"APAKAH MENURUT Anda mengintegrasikan Kari adalah tindakan bijaksana?" tanya
Karen dengan enggan.
"Kalau kamu tidak siap, kita selalu bisa menundanya," jawabku. "Kita akan
menggunakan waktumu." Karen takut pada Kari dan penderitaannya. Aku tidak
menyalahkan Karen. Tetapi, karena aku mengembalikan keputusan kepadanya dan
tidak
menolongnya
dalam
menghadapi
ketakutannya sendiri, dia sendirilah yang harus
memutuskan apakah dia akan maju atau beringsut mundur. Dia tidak pernah
mundur.
"Semua ini sungguh berat dijalani," katanya, tampak letih. "Saya merasa berbeda
sejak Thea dan Karen Boo menyatu. Saya merasakan kenangan-kenangan masa lalu
untuk pertama kalinya, dan kadang-kadang hanya perasaan masa lalu. Bersama setiap
integrasi, saya semakin merasa diri saya tidak pernah ada 3_8richard Baersebelumnya,
seolah-olah saya memulai dari awal kembali." Karen terdiam dan memandang karpet
di bawahnya. Aku menanti.
"Ketika satu sosok berintegrasi, rasanya seolah-olah saya mendapatkan masa lalu
yang baru"dia memandangku, kebingungan dan terluka-"kehidupan orang lain.
Siapakah saya?" Dia terdiam dan memandang ke luar jendela. "Tidak mudah bagi saya
untuk belajar menjadi ... 'saya1." Dia sedikit tersenyum mendengar gurauannya
sendiri, namun dia tidak sedang bergurau. Hanya sosok-sosok yang telah menyatulah
yang memberikan identitas individual mereka, namun Karen, sebagai sosok yang

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
menemuiku, juga menganggap setiap integrasi sebagai serangan terhadap
kemanusiaannya. Keseluruhan dirinya berbeda dengan gabungan dari semua sosoknya.
Aku membiarkannya merenung sejenak.
"Aku mengerti betapa sulitnya kamu menjalani semua ini." Aku terdiam. "Apakah
kamu siap berintegrasi dengan Kari?" tanyaku.
Dia menunduk dan mengangguk. Dia tidak mengatakan apa-apa. Aku memintanya
bersandar dan bersikap santai di kursinya, seperti yang biasa kami lakukan sebelum
dia memasuki trance hipnotis. Dia menenangkan diri dan memejamkan mata.
Karl muncul. Karen memandangku, membelalakkan mata, bernapas lebih kencang.
"Karen khawatir," kata Kari. "Dia mengira akan merasa sakit. Dia tidak akan
memercayai ingatanku yang lain." Entah mengapa, tatapan Kari membuatku berpikir
bahwa tugas di hadapan kami dapat terlaksana, dapat berhasil, namun aku tidak yakin
seberapa banyak pertolongan yang mungkin kuberikan.
"Kenangan-kenangan itu akan lebih dapat dipercaya jika kamu juga mencurahkan
perasaanmu untuk menyertainya," aku menyarankan.
"Bagaimana mungkin aku bisa memberinya rasa sakit?" Kari menatapku dengan
ekspresi putus asa. Dia sedang menghadapi sebuah dilema besar. Tujuan utama
keberadaannya adalah untuk menjauhkan rasa sakit dari Karen dan membuatnya
melupakan. Sekarang, dia dihadapkan pada tugas membeberkan semua itu sekaligus.
"Bagaimana mungkin aku bisa memberinya perasaan itu?" Aku tidak menjawab,
berharap Kari akan menemukan sendiri jawaban untuk pertanyaannya itu.
"Apakah aku harus membiarkan dia tahu bahwa mereka pernah memasukkan kail
ke dalam tubuh kami, menancapkannya ke dadanya? Mereka menariknya dan tertawatawa, lalu mengatakan akan mengulitinya. Akhirnya, mereka memotong ujung kail itu,
lalu mencabutnya dan menumpahkan alkohol ke lukanya. Aku selalu muncul saat
penyiksaan mereka semakin parah."
Yang disampaikan oleh Kari ini penting, menurutku. Bagaimana mungkin kami bisa
meminimalkan trauma yang akan dihadapi Karen jika ingatan-ingatan ini menjadi
bagian dari dirinya? Atau, dapatkah kami melakukannya? Ini akan benar-benar
mengubah "masa lalunya". Saat
menceritakan berbagai peristiwa itu kepadaku, Kari bertindak seolah-olah dialah
yang mengalaminya. Tetapi, menurutku Karen tidak perlu mendapatkan pengalaman
ini dalam kenyataan dan warna-warni mendetail.
"Aku bisa memikirkan dua hal yang mungkin membantu," ujarku pada Kari.
"Pertama, apakah menurutmu, saat kamu berintegrasi, kamu dapat mencurahkan
ingatanmu kepada Karen selama dua hingga tiga minggu berikutnya, alih-alih hanya
dalam beberapa hari?" Ini mungkin akan menolong Karen agar dapat lebih perlahanlahan menyerap perasaan Kari, sehingga dia akan terhindar dari penderitaan yang
tidak tertahankan.
"Aku bisa mencobanya," kata Kari, kepanikannya sedikit berkurang.
"Kedua, saat memberikan rasa sakitmu kepada Karen, bisakah kamu juga
memberikan kepadanya kekuatanmu dalam menanggung rasa sakit?" Kari memikirkan
hal ini sedikit lebih lama. Sepertinya tidak terpikir olehnya untuk mengintegrasikan
bagian dari dirinya ini.
"Aku juga akan melakukan itu."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Aku meminta Kari mundur sejenak, sementara aku berbicara dengan Holdon.
Holdon telah mengetahui bahwa Karen mungkin akan mengalami saat yang berat, dan
dia berjanji untuk tetap waspada dalam menghadapi ketertekanan Karen. Dia
mengingatkanku bahwa terdapat tujuh sosok yang dapat menolong di dalam. Menurut
Holdon, Karen akan lebih tangguh dalam menghadapi integrasi Kari. Tetapi, dia juga
memohon agar aku mudah dihubungi melalui telepon hingga beberapa hari ke depan,
hanya untuk berjaga-jaga. Katanya, Kari akan menunggu hingga Karen tiba di rumah
sebelum mulai mencurahkan pikirannya. Aku memanggil Kari kembali dan memintanya
untuk menunggu di luar ruangan mungil Karen.
Karen membuka pintu dan mengatakan, "Kari sedang masuk."
"Bisakah kamu menggambarkan dirinya?"
"Ekspresi wajahnya kesakitan," Karen mengernyitkan kening. "Rambutnya berwarna
gelap, lehernya berkalung. Dia menjabat tangan saya, memperkenalkan dirinya.
Katanya, semuanya akan baik-baik saja."
Kuharap dia benar, batinku berkata. Aku harus melakukan sedikit perkenalan,
meskipun Karen telah mengetahui peran Kari.
"Peran Kari adalah menanggung rasa sakit yang sudah tidak bisa ditahan oleh
sosok-sosok lainnya. Dia menanggung rasa sakit dari kenangan, tapi dia juga memiliki
kekuatan untuk menahannya."
"Dia kikuk," kata Karen, yang sedang memandang Kari di dalam benaknya. "Dia
tidak suka bergaul. Dia memiliki banyak bekas luka, di lengannya dan di tangannya;
dia sering disakiti." Karen bergerak-gerak di kursinya. "Dia mulai menghampiri saya ...
kami tidak bersentuhan. Dia ingin berterima kasih kepada Anda karena Anda telah
mendengarkannya ... dia mendekati saya, dia hendak memasuki saya, dia memudar,
bagaikan arwah, berjalan memasuki saya ... dia sudah masuk." Karen mengernyitkan
kening dan sekali lagi mengatakan kepadaku bahwa suara yang didengarnya sangat
nyaring dan cahaya yang dilihatnya sangat terang. Selain itu, kali ini dia juga merasa
kedinginan. "Dia sudah masuk, tapi saya tidak mendapatkan pikiran apa pun,"
katanya.
"Kamu mungkin tidak akan mendapatkan pikirannya hingga kamu tiba di rumah,"
ujarku. Aku menyadarkan Karen dari trance-nya, dan aku mengobrol sejenak
dengannya, hanya untuk memastikan bahwa dia sudah cukup tenang untuk dapat
melakukan perjalanan pulang. Kami berdua cemas memikirkan apa yang akan terjadi
selama beberapa minggu berikutnya.
12 Februari 1997
Penyatuan Kari
Pada Selasa, 11 Februari 1997, Kari menyatu dengan saya. Belum ada 24 jam yang
faks sejak saya dan Kari berintegrasi, namun telah terdapat begitu banyak hal yang
harus saya se rap, sehingga saya mulai menulis lebih awal daripada biasa nya.
Pertama-tama saya akan memulai dengan apa yang saya ingat dari kantor Anda.
Meskipun Kari telah mencurahkan kenangannya kepada saya selama bermingguminggu, saya merasa teramat sangat gugup saat memikirkan integrasi dengannya. Di
dalam hati, saya tahu bahwa ini adalah satu langkah lagi yang harus saya ambil untuk
menuju keutuhan, dan saya tahu bahwa Anda akan ada untuk saya. Saya pernah
mendengar sosok-sosok yang lain berbicara dan sosok bernama Kari itu sepertinya
yang terburuk. Saya rasa sebagian dari diri saya mengagumi kekuatan dan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
keberaniannya. Bagaimana mungkin dia bisa menjalani mimpi buruk ini? Saya harap
saya bisa mendapatkan kemampuannya menahan sakit.
Saya ingat saat saya berada di ruangan aman saya dan membukakan pintu untuk
Kari Dia langsung menghampiri saya. Dia tidak tampak ketakutan, tapi dia sepertinya
marah dan
kesakitan. Saya bisa melihat banyak memar di lengan dan wajahnya. Dia
mengucapkan selamat tinggal kepada Anda dan melangkah memasuki tubuh saya. Dia
tidak menggapai. Saya rasa dia tidak ingin bersentuhan sebelum menyatu. Saya tahu
bahwa baginya sentuhan tidak pernah bermakna baik, dan saya merasa sedih
untuknya. Saya tidak merasakan apa pun saat
Kari melangkah memasuki saya. Saya hanya merasa hampa dan
kesepian.
Akhirnya saya tiba di rumah dan tertidur. Saat saya ter bangun, proses integrasi ini
menghantam saya. Yang pertama saya dapatkan adalah perasaan sedingin es, seolaholah saya berada di sebuah tempat yang gelap, tembap, dan dingin. Sekujur tubuh
saya terasa sakit. Saya tidak bisa menekuk k ngan ataupun kaki saya. Saya tidak
pernah merasa sesakit ini sebelumnya.
Dua hari setelah integrasi, saya terbangun akibat bunyi alarm, namun saya tidak
bisa bergerak. Saya merasa nyeri dari ujung kepala hingga ujung kaki. Saya tidak bisa
bergerak cu kup cepat untuk mematikan alarm. Kelambanan saya menye babkan
suami saya memukul saya dan menyebut saya si gem brot pemalas. Semakin keras
saya berusaha semakin lumpuh tubuh saya. Sepanjang hari, saya kesakitan dan
teringat pada peristiwa-peristiwa yang menyebabkannya. Saya mengira saya tidak
akan bisa bertahan menjalani semua ini. Saya masih me rasa kedinginan dan gemetar,
dan saya yakin perasaan ini ber asal dari kejadian saat kami dikurung di shandy dan
loteng yang gelap dan dingin. Mulut saya sepertinya berubah bentuk, dan saya tidak
bisa berbicara dengan lancar. Berikut ini adalah kenangan yang saya dapatkan hari ini.
Meskipun tidak menyenangkan, saya dapat menerimanya dan menanggungnya. Saya
berdoa agar tidak ada orang lain yang harus menerima penganiayaan seperti ini dari
orang-orang yang sama.
Saya teringat pada siksaan yang diberikan oleh para pria itu kepada saya. Saya
dapat merasakan jarum dan kail me nembus daging saya. Saya mendengar gelak tawa
dan hinaan mereka. Saya merasakan kejahatan.
Saya ingat pernah diikat di meja dengan tali yang mena han di bawah dagu saya
dan ditarik ke atas kepala saya. Rahang saya sakit sekali. Saya tahu bahwa rahang
saya pernah patah pada suatu ketika tapi saya tidak yakin apakah ke jadiannya pada
saat itu. Saya ingat mereka menggoreskan pinggiran kertas ke wilayah-wilayah sensitif
di tubuh saya dan
menuangkan alkohol ke luka-luka yang timbul. Sakitnya sa ngat menyengat, tapi
saya tidak sedikit pun mengedipkan mata.
Tiga hari setelah berintegrasi, saya masih merasa sakit, terutama di bagian
persendian. Rasa nyeri di rahang saya telah hilang dan bicara saya kembali normal.
Rasa sakit akibat ja rum dan kail juga telah hilang, tapi rasa sakit dan ingatan baru
mulai mendatangi saya. Bagian samping dan bawah pe rut saya kram parah. Rasa sakit
ini muncul dari ingatan saya tentang alat-alat yang dimasukkan ke dalam tubuh saya.
Saya menghabiskan waktu sehari penuh untuk mengingat kembali berbagai

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kesempatan yang berbeda saat bermacam-macam benda mengerikan itu dimasukkan
ke dalam tubuh saya. Saya merasa sangat jijik pada diri saya sendiri sehingga mengira
ti dok akan bisa berhubungan seks lagi. Saya tidak percaya saya bisa memiliki dua
orang anak. Saya merasa seolah-olah semua orang yang melihat saya mengetahui apa
yang pernah terjadi pada saya.
Empat hari setelah berintegrasi dengan Kari, saya terbangun dan masih merasa
sakit di daerah persendian, namun kram perut saya telah lenyap. Pendengaran saya
tidak lagi peka dan penglihatan saya kembali normal. Saat berbaring di samping suami
saya di ranjang, saya teringat pada penghina annya kepada
saya. Kari menerima kata-kata dan penolakan yang menyakitkan itu. Saya ingat
bahwa setiap kali saya tanpa sengaja menyentuhnya dalam tidur, dia akan menendang
dan menonjok saya. Saya menyadari bahwa dia tidak pernah menyentuh saya dengan
baik selama sepuluh tahun terakhir. Bagaimana saya bisa tahan tidur di sampingnya
saya tidak akan pernah tahu!
Untunglah kami memiliki ranjang berukur an besar. Entah bagaimana saat melihat
suami saya pagi ini, saya menyadari bahwa dia hanyalah perpanjangan dari peng
aniayaan masa kecil saya. Saya memikirkan bagaimanakah rasanya disayangi. Saya
merasakan kemarahan Kari sebagai ke marahan saya sendiri.
Saya teringat kembali pada setiap ritual pemujaan setan, setiap detailnya. Ini
membuat saya muak. Saya tidak ingin
menerima kenangan ini, dan saya tidak ingin menuliskannya. Saya merasakan
ketakutan Kari bahwa kami akan dibunuh jika membocorkan informasi ini. Saya
mendengar pikirannya yang menyebutkan bahwa kami jahat, dan para anggota sekte
itu adalah keluarga kami. Saya menyadari bahwa Kari baru berusia sepuluh tahun, dan
bahwa cara berpikirnya mungkin saja salah. Saya tahu bahwa para anggota "sekte" itu
adalah keluarga dan teman di dalam sekte buatan bodoh itu, dengan kakek saya
sebagai pemimpin mereka. Saya terus-menerus men dapatkan kenangan baru tentang
hal ini. Saya merasa lumpuh. Saya merasakan kebencian Kari terhadap hari-hari raya,
ter utama yang dirayakan di gereja.
Saya mendapatkan bayangan-bayangan mengerikan ten tang penganiayaan yang
terjadi di rumah duka dan shandy Saya mendengar dan merasakan kepedihan Kari
dalam usahanya untuk selalu menyembunyikan ingatan ini dari saya. Satusatunya
masalah adalah saya tidak bisa melupakan lagi. Saya yakin kami hidup di dalam
neraka dunia.
SEMINGGU SETELAH berintegrasi dengan Karl, Karen berjalan perlahan memasuki
kantorku, nyaris tersuruksuruk, dan wajahnya berkerut. Ekspresi wajahku
menunjukkan keibaan. Dia bergerak ke kursinya dan duduk sambil menyeringai.
"Sebagian besar rasa sakitnya telah lenyap," katanya sambil menghela napas, "tapi
persendian saya masih sakit dan pegal."
"Bagaimanakah perasaanmu tentang apa yang kamu ingat?" tanyaku.
"Sangat buruk. Saya merasa, saat melihat saya, orang-orang akan tahu apa yang
telah menimpa saya, dan mereka akan membenci saya."
"Apakah kamu membenci dirimu sendiri?"
"Ya," jawabnya, dan dia mulai menangis. "Saya melihat setiap detail dari
segalanya! Saya tidak bisa menuliskannya. Saya merasa bahwa saya seharusnya bisa
menghentikannya, bahwa semua itu adalah salah saya, bahwa entah bagaimana saya

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
memilih Karen terdiam dan berpikir sejenak; sebagian kesedihan menguap dari
wajahnya. Dia melanjutkan.
"Mendapatkan semua kenangan itu membuat saya menyadari bahwa saya bahkan
tidak menjalani setengah pun dari kehidupan saya; sosok-sosok sayalah yang
melakukannya. Jadi, siapakah sesungguhnya saya ini? Akan menjadi seperti apakah
saya jika kami semua berintegrasi?" Kesedihan kembali menyergapnya. "Saya berharap
kenangan-kenangan ini hanyalah sekadar cerita yang saya karang sendiri. Saya pikir
para pria itu hanya berpura-pura melakukan ritual; mereka bahkan bukan anggota
sekte yang sesungguhnya. Mereka mungkin hanya berdelapan. Saya tidak pernah
membaca apa pun tentang sekte, tapi saya kira mereka seharusnya memiliki lebih
banyak anggota."
"Kelompok ini dipimpin oleh kakek dan ayahmu?"
"Ya. Sebagian besar pria itu adalah bawahan ayah atau kakek saya." Dia berpikir
sejenak. "Mereka menjadikan segalanya abu-abu, sehingga saya tidak bisa
berkonsentrasi pada yang lain. Saya ingat pernah dikurung di dalam sebuah bilik kecil,
ditusuk dengan jarum dan dilukai, ditertawakan dan dipermalukan. Suami saya sendiri
menghina dan memukuli saya ... sakit sekali." Dia menghela napas dan tampak sedikit
lebih lega. "Tempat-tempat tertutup masih mengganggu saya; di mobil, saya harus
mengemudi dengan jendela terbuka, padahal sekarang Februari, cuaca buruk!"
"Kamu sudah mengalami begitu banyak hal," ujarku, "tapi seperti yang kamu
katakan, inilah yang terburuk dari yang paling buruk, dan kamu telah melewati
sebagian besar di antaranya. Saya tahu kamu akan mampu menjalani sisanya. Mari
kita melihat keadaan sosok-sosok lainnya."
Di bawah hipnosis, Holdon muncul, merogoh tas Karen, dan mengulurkan sepucuk
amplop kepadaku. Sebelum membuka amplop itu, aku menanyakan kepadanya
tentang bagaimana Karen menjalani hari-harinya. Kata Holdon, semuanya berjalan
lancar; mereka tidak perlu keluar untuk memberikan pertolongan. Masalahnya, Karen
tidak ingin memercayai apa yang diingatnya, sehingga dia juga harus mendapatkan
perasaan yang menyertai ingatan tersebut agar semuanya terasa nyata baginya. Aku
membaca surat Holdon dan kami mendiskusikannya. Holdon mengatakan bahwa ini
adalah pendapatnya, namun aku bisa melakukan apa yang kuanggap sebagai pilihan
terbaik.
13 Februari 1997
Dr. Baer,
Kita telah melewati setengah jalan kita, dan saya merasa segalanya baik-baik saja.
Saya yakin bahwa Juliann adalah sosok yang sebaiknya kita integrasikan selanjutnya,
namun Anda perlu segera berbicara dengan Katherine. Keadaannya tidak baik; saya
tidak pernah melihatnya semuram itu. Saya mohon, tunggulah hingga Kari lebih
terintegrasi.
Sosok-sosok yang paling bermasalah sekarang telah terintegrasi. Kami yang tersisa,
kecuali Elise, menjalankan fungsi bagi Karen. Bolehkah saya menyarankan urutan
untuk mengintegrasikan kami? 1 Julianndia akan sangat membantu dalam menulis
jurnal. Dia
memiliki bakat menulis yang besar, dan saya merasa dia akan
bermanfaat bagi sosok-sosok lainnya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
2. Elisedia akan melengkapi seluruh ingatan dari ritual penganiayaan. Dia banyak
membantu dalam usaha kami mencoba menjadi manusia normal.
3. Jensendia akan memberikan pandangan baru mengenai cara kami
menempatkan diri.
4. Karen 2dia akan membantu kami menikmati kehidupan.
5. Karen ldia membutuhkan lebih banyak konseling sebelum diintegrasikan.
6. Karen 3dia membutuhkan kepercayaan diri yang lebih besar sebelum
diintegrasikan.
7. Katherinedia membutuhkan lebih banyak terapi. Dia harus dikembalikan pada
tujuan aslinya.
8. Saya, Holdonsaya akan diintegrasikan terakhir sebagai penutup.
Holdon
Aku bersyukur karena mendapatkan pertolongan dari sosok ini, Holdon, yang
memanduku dalam menyusun struktur proses penyatuan kembali Karen. Apakah yang
akan kulakukan tanpa dirinya? Aku senang karena tidak harus memikirkan
langkahlangkah ini sendirian. Aku belum pernah membaca literatur apa pun tentang
penyakit ini, yang membahas mengenai proses integrasi dengan salah satu sosok
mengarahkan prosedurnya. Karen benar-benar telah berusaha menyembuhkan dirinya
sendiri, dan ini sepertinya berhasil. Aku berniat mengikuti urutan yang dirumuskan
dalam petunjuk Holdon dan berusaha menangani setiap masalah individual yang
dihadapi oleh setiap sosok untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi giliran.
Sebelum membangunkan Karen dari hipnosis, aku
meminta untuk berbicara dengan Katherine. Dia merasa depresi karena merasa
tidak dibutuhkan lagi setelah anak-anak pergi. Tidak ada seorang pun yang
mendengarkannya, membutuhkannya, dan
menghormatinya. Aku berusaha mendukungnya dengan mengatakan betapa
kekuatannya telah menolong Karen dan mengingatkannya bahwa saat dia berintegrasi,
keseluruhan dirinya akan dibutuhkan lagi. Dia merasa sedikit lebih baik.[]
22
Eliso clan Karon l
KARENA AKU pergi berlibur, telah ber-minggu-minggu berlalu sejak terakhir kali
aku bertemu Karen. Seperti biasanya, dia datang lebih awal, dan tampak berubah saat
memasuki kantorkubukan dalam penampilan luarnya, melainkan dalam gerakan dan
posturnya.
"Bagaimana kabarmu?" tanyaku.
"Sosok-sosok yang lain masih mengatur jadwal untuk saya. Kemarin, saya
terbangun dan mendapati diri saya sedang menjalani terapi fsik .... Sepertinya sudah
setahun berlalu sejak terakhir kalinya saya bertemu dengan Anda."
"Aku tahu, perpisahan selalu berat."
"Untuk pertama kalinya, saya mendapatkan semua perasaan sosok-sosok lainnya
mengenai Anda yang pergi berlibur. Perasaan Claire ... meskipun mereka telah
berintegrasi, saya masih bisa mengetahui pemiliknya." Dia terdiam. "Saya mengetahui
berbagai informasi tanpa menyadari bahwa saya mengetahuinya. Saya tidak
menyadarinya hingga ada yang bertanya kepada saya, lalu meluncurlah informasi itu.
Anak laki-laki saya bertanya, Kapan Wrigley Field dibuka, dan seberapa tinggikah tiga
gedung tertinggi di Chicago, dan saya tahu

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
jawabannya! Saya tidak menyadarinya sebelumnya betapa besar hasil yang telah
diberikan oleh integrasi kepada saya."
"Dalam hal apa lagikah kamu berubah?"
"Saya tidak pernah punya selera pribadi sebelumnya. Saya hanya ada. Sekarang,
saya harus memikirkan, manusia macam apakah saya. Apakah yang saya sukai? Apakah
yang akan saya lakukan untuk menghadapi pernikahan saya yang penuh kekerasan?"
"Kamu betul-betul telah berintegrasi dengan sosok-sosokmu. Kamu tidak pernah
menanyakan hal semacam itu sebelumnya."
"Ya. Sekonyong-konyong, saya mendapati diri saya memiliki begitu banyak
pengetahuan kedokteran, terutama tentang penyakit anak-anak. Saya suka menonton
acara kesehatan di Learning Channel; saya tidak pernah peduli sebelumnya. Saya
tertarik pada manusia dan peristiwa. Sekarang, saat kehilangan waktu, saya kecewa
karena saya berpikir telah melewatkan sesuatu. Alih-alih ingin mati, saya berharap
tidak akan mati."
Saat memandang Karen dan mendengarkan perubahan-perubahan ini, aku
mendapati diriku sedang berhadapan dengan seorang manusia yang lebih utuh.
Terdapat nuansa baru dalam perasaan dan kedalaman pikirannya. Aku terkesan;
semua ini sepertinya berhasil. Ini mengingatkanku pada masa ketika aku menjadi
mahasiswa kedokteran dan untuk pertama kalinya membantu persalinan. Si ibu
bergantung kepadaku sebagai penolongnya, namun sesungguhnya dia sendirilah
mukjizatnya, dan dialah yang bekerja keras; aku hanya ada di sana untuk menangkap
bayinya.
"SAYA HARUS mengakui sesuatu, Dr. Baer," kata Katherine, menarik-narik ujung
roknya. "Sayalah yang menyebabkan sakit kepala."
"Oh, ya?" "Ya, saya lebih sering muncul.
Saya khawatir saya menjadi tamak terhadap waktu. Sekarang, setelah anak-anak
pergi, saya tidak punya pekerjaan lagi. Setelah tagihan-tagihan dibayar dan rumah
dibersihkan, saya kebingungan." Katherine menatapku seolah-olah aku harus
memahami kesusahannya. Dia berbicara dengan nada datar dan teratur, tanpa emosi,
serta duduk dengan sopan.
"Sepertinya kamu juga harus diintegrasikan dengan yang lain," ujarku.
"Kata Holdon, saya harus menunggu"dia menegakkan badan-"dan Karen 2 ingin
berintegrasi."
"Apa yang bisa kamu ceritakan soal itu?"
"Yah, dia ingin mengubah banyak hal. Dia ingin kami membentuk tubuh. Dia tidak
senang dengan berat badan Karen." Katherine mencondongkan tubuhnya ke samping,
seolah-olah ingin terlihat lebih ramping dan ringan. Lalu, dia mencondongkan tubuh
ke depan dan berbisik. "Dia jugalah yang tertarik pada pria."
"Bagaimanakah perasaanmu tentang hal itu?"
"Saya tidak suka; itu membuat saya takut."
"Membuatmu takut?"
"Berdekatan dengan orang lain membuat saya takut." Aku tahu bahwa dia memiliki
seribu alasan untuk hal ini, sehingga aku tidak mencecarnya kali ini.
"Apakah kamu tahu siapa yang kira-kira siap untuk diintegrasikan berikutnya?"
tanyaku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Elise dan Karen 1." Katherine tampak lebih bersemangat setelah dia mendapatkan
kesempatan untuk
berkontribusi. "Mereka berdua berumur sepuluh tahun. Peran Elise adalah
382richard Baermelupakan penyiksaan agar dapat pergi ke sekolah dan bersikap
normal. Karen 1 bermain dengan anak-anak tetangga dengan cara normal. Setelah
kita mengintegrasikan mereka berdua, saya bisa menyusul." Dia memandangku untuk
mencari persetujuan. Aku ragu-ragu, tidak yakin harus mengikuti agenda siapa.
Katherine melihat keraguanku dan melanjutkan penjelasannya.
"Karen 2 tidak terlalu membutuhkan saya, dan saya hampir tidak pernah berurusan
dengan Jensen. Elise sudah siap berintegrasi."
"Penjelasanmu ini sangat masuk akal, dan aku akan berusaha mengikutinya, tapi
ada sesuatu yang membimbangkanku. Holdon pernah berbicara tentang
mengintegrasikan Karen 1, 2, dan 3. Jadi, siapakah sesungguhnya yang datang
menemuiku?"
"Kami semua datang menemui Anda pada suatu waktu, tapi Karen 3 adalah sosok
yang terdekat dengan gambaran Anda mengenai siapa yang datang menemui Anda.
Dialah sosok yang dituju oleh sosok-sosok lainnya saat berintegrasi. Dengan perubahan
pada dirinya, dan karena dia jauh lebih menikmati banyak hal, saya mengalami
kesulitan untuk muncul saat dibutuhkan, meskipun saya tidak terlalu dibutuhkan
sekarang. Ini membuat saya cemburu."
"Jadi, terdapat tiga Karen, Holdon dan Katherine, Elise dan Jensen, serta Juliann
untuk diintegrasikan?" Aku merangkum posisi kami saat ini, lebih untuk memberikan
penjelasan kepada diriku sendiri.
"Betul," kata Katherine. Aku masih bingung memikirkan bagaimana kami akan
mengintegrasikan Karen 3 ke dalam
dirinya sendiri, tapi aku membiarkannya untuk saat ini.
"ELISE SUDAH siap," kata Juliann. "Dia tidak takut. Saya juga sudah siap; saya bisa
berintegrasi kapan pun. Sesudah itu, saya akan mulai menulis jurnal lagi."eLIse
"Terima kasih," ucapku. "Bisakah kamu mundur dan membiarkan Elise berbicara
kepadaku?" Ekspresi wajah Karen tampak hampa, lalu dia bergerak dan
mempermainkan jemarinya.
"Di sekolah Katolik," Elise mulai bercerita, "saat kami melakukan sesuatu yang
buruk, para suster akan mengatakan bahwa iblis ada di dalam diri kami. Kalau aku
nakal, Suster Francis menjambak rambut kami dan memercikkan air suci kepada kami,
tapi aku tidak pernah menangis atau menunjukkan perasaan apa pun, dan itu akan
membuatnya ketakutan." Elise hendak melanjutkan ceritanya, namun dia terdiam dan
menunduk, mencabut sesuatu yang tidak terlihat olehku di celananya.
"Untuk apakah kamu lahir, Elise?" tanyaku. "Apakah peranmu?" Aku tahu bahwa
tentu dia memiliki peran lebih banyak daripada sekadar sosok yang pergi ke sekolah.
"Yah," dia memulai, lalu terdiam, "aku lahir untuk mengisi kekosongan pada waktu
pagi." Aku mengisyaratkan dengan tanganku agar dia melanjutkan. "Saat kami disakiti
pada malam hari, setelah itu, maksudku, mereka memasukkan kami ke dalam kamar
yang gelap. Saat itulah aku muncul." Elise terdiam. Kupikir dia tidak pernah berbicara
seperti ini kepada orang lain sebelumnya.
"Apa lagi?" aku bertanya. Elise bergeser di kursinya, kesulitan mencari posisi yang
nyaman.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Tidak ada banyak waktu sebelum kami pergi ke sekolah. Aku akan mandi atau
berendam dan memakai seragam, lalu mengikuti misa. Aku berpura-pura tidak ada
yang terjadi. Ann akan muncul di gereja."
"Kapankah ini terjadi? Berapakah umurmu ketika itu?"
"Karen berumur sepuluh tahun, tapi saya baru delapan tahun. Saya memang harus
terlihat lebih muda. Ketika itulah Karen paling sering disiksa, waktu dia berumur
sepuluh sampai dua belas tahun." Elise terkulai di kursinya dan menatapku untuk
pertama kalinya. "Apa menurutmu aku jahat?"
"Aku tak berpendapat begitu, Elise. Kari menceritakan hal yang sama kepada saya
bahwa kalian disebut jahat, dan mereka membuat kalian meyakininya, sehingga
kalian berpikir diri kalian layak disakiti. Tetapi, semua itu tidak benar." Elise
mengangguk dan menggigiti bibir bawahnya.
"Ann juga bilang begitu. Kami menghabiskan banyak waktu bersama-sama, tapi
sekarang dia sudah pergi."
"Kurasa sekarang adalah saat yang tepat bagimu untuk menyusul Ann, Karen, dan
yang lain," ujarku. "Apakah kamu sudah siap?" Dia mengangguk tiga kali, dengan
cepat. Elise yang malang sepertinya sangat sedih.
Di bawah hipnosis, aku memperkenalkan Elise kepada Karen dan menyampaikan
perannya secara singkat. Elise menghampiri Karen dan mengatakan bahwa dia ingin
menyusul yang lain. Aku meminta Karen menggambarkan sosok Elise.
"Dia bertubuh mungil, berambut hitam, dan bermata biru," kata Karen. Matanya
terpejam, tapi dia tampak seolah-olah sedang memandang Elise. "Sepertinya dia
berumur
sekitar
delapan
atau
sembilan
tahun.
Wajahnya
bulat, menggemaskan, dan alisnya hitam .... Elise
ragu-ragu, tapi saya menggandengnya dan mendudukkannya di pangkuan saya."
Karen terdiam; aku bisa melihat usahanya. "Saya sedang memasukkan Elise ke dalam
diri saya. Saya kedinginan."
Aku membawa Karen kembali ke kantorku. Dia merasa pusing, seolah-olah akan
pingsan, dan mual; seperti biasanya, penglihatan dan pendengarannya semakin peka.
Aku membiarkannya beristirahat sejenak sebelum mempersilakannya pulang.
27 Maret 1997
Penyatuan Elise
Pada Senin, 24 Maret, Elise menyatu dengan saya. Integrasi ini berlangsung cepat,
dan jauh lebih lancar daripada yang lain. Saya merasa pusing, sensitif terhadap suara,
dan kehilangan keseimbangan, tapi ini adalah dampak yang wajar dalam proses
integrasi. Malamnya, saya menderita sakit kepala parah dan kelelahan.
Dari Elise, saya ingat bahwa saya disakiti, lalu bertindak seolah-olah tidak ada
yang terjadi hanya dalam hitungan de tik. Saya selalu tampil layaknya anak-anak
normal di lingkungan rumah dan sekolah saya.
Saya ingat pernah mendengar cerita-cerita yang berten tangan, dan saya akan
menyesuaikan diri dengan semuanya. Saya harus memihak semua orang tanpa
memedulikan apa yang saya yakini. Saya harus menjadi penjaga kebohongan mereka
yang tidak bersalah. Saya harus mengatakan bahwa saya baik-baik saja, bahagia, dan
tidak mengetahui apa yang terjadi. Saya melakukan segalanya semampu saya untuk
menutup-nutupi kebenaran tentang para pria yang terlibat.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Aku menemui Karen seminggu kemudian. Dia mengatakan kepadaku bahwa
penyatuan Elise berjalan lancardia mengira kejadiannya akan lebih buruk. Di
bawah hipnosis, Katherine memberitahuku bahwa Karen 1 telah menimbulkan
masalah dengan berusaha menguasai segalanya. Dia tahu bahwa gilirannya untuk
berintegrasi telah tiba. Katherine bersedih karena anak-anak telah pergi: terutama
Miles, Elise, Thea, dan Kari. Dia merasa tersesat dan hampa.
"Apakah kamu menantikan integrasimu sendiri?" aku bertanya kepada Katherine.
"Oh! Yah, jawabannya ya dan tidak. Saya akan senang jika dapat tetap tinggal dan
menjaga agar semuanya tetap terkendali. Saya dan Holdon paling lama ada. Saya
mengambil banyak keputusan dan memastikan segalanya lancar."
"Sulit bagimu menjalankan pekerjaanmu sekarang."
"Ya. Saya mendengar pikiran Karen, dan saya tidak terlalu menyukai dia sekarang."
"Mengapa begitu?" aku terkejut mendengar pernyataan ini.
"Saya tidak suka dia punya pendapat sendiri dan menjadi lebih kuat."
"Apakah kamu khawatir akan kehilangan peran lamamu?"
"Saya sudah kehilangan sebagian besar peran saya." Katherine bersandar di
kursinya. "Karen telah menjadi orang yang berbeda."
Aku mengangguk dan menyampaikan simpatiku, dan kami mengobrol sebentar. Aku
meminta untuk berbicara dengan Karen 1. Katherine mundur, dan Karen seolah-olah
melumer. Punggungnya yang kaku melembut, dan sorot kebingungan muncul di
matanya.
"Apakah kamu sudah siap?" aku bertanya kepada Karen 1.
"Aku takut." Dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, dan akhirnya
menatapku. "Aku mengerti," ujarku. "Bagaimana jika kamu menceritakan tentang
dirimu kepadaku, bagaimana kamu lahir?" "Aku lahir untuk menolong, untuk memulai.
Aku berumur dua tahun saat lahir; sekarang umurku sepuluh tahun, dan aku tidak
ingin tumbuh lagi, jadi aku berhenti tumbuh. Aku mengerjakan tugas-tugas sekolah
dan membantu menjaga adikadikku. Akulah yang belajar berjalan untuk kami."
"Kamu pemberani," ujarku.
Karen 1 tersenyum, lalu cepat-cepat menambahkan, "Tapi aku pendiam, dan aku
tidak ingin tumbuh menjadi gadis besar. Gadis besar sering disakiti. Akulah yang
memasang perban ke dada kami agar para pria itu tidak tahu bahwa kami
perempuan."
Aku menjelaskan prosedur integrasi kepada Karen 1, dan di bawah hipnosis, kami
memasuki ruangan mungil Karen.
Saat aku baru mulai memperkenalkan Karen 1 kepada Karen sebagai sosok yang
memiliki inisiatif dan keberanian, Karen 1 telah menyatu dengan Karen.
"Dia melingkarkan lengannya ke pinggang saya," kata Karen, "dan menyandarkan
kepalanya ke bahu saya."
"Apakah dia sedang memasukimu?"
"Ya. Saya merasa aneh, gemetar."
"Ada kenangan baru?"
"Saya sedang duduk di lapangan futbol, menonton kelompok marching band
berlatih. Sepertinya saya pernah melihat pemimpin kelompok itu
Setelah itu, Karen diterpa oleh cahaya dan suara, dan dia mengeluhkan kepalanya
yang sakit.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
2 April 1997
Penyatuan Karen 1
Pada Selasa, 1 April 1997, Karen 1 menyatu dengan saya. Karen 1 berumur sepuluh
tahun, berambut pirang, dan berma ta cokelat. Awalnya, saya mengira dia anak
terbelakang, namun tak lama kemudian saya menyadari bahwa dia adalah anak yang
sangat sensitif dan pemalu. Meskipun pemalu, dia adalah pendorong kami; dia
memiliki keberanian untuk me mulai hal-hal baru. Karen 1 ingin tetap menjadi anakanak; dia tidak ingin tumbuh menjadi wanita.
Meskipun penyatuan ini sepertinya berjalan lancar, saya tidak menyadari efek yang
masih tersisa dari integrasi Elise. Entah bagaimana, saya tiba di kantor Anda dan
mendapati diri saya menunggu di kursi di lobi. Saya tidak terlalu meme dulikan
bagaimana saya bisa tiba di sana tapi saya senang karena tidak terlambat. Tiba-tiba
'muncul" di suatu tempat adalah hal yang biasa bagi saya. Saat Anda muncul di lobi
dan membuka pintu untuk mempersilakan kami masuk, salah satu kenangan Elise
menerpa saya. Saat memasuki lift bersama Anda saya teringat pada lift di pabrik
bahan kimia. Perjalanan mengendarai lift itu berubah menjadi rute yang saya jalani,
atau yang dijalani oleh Elise, menuju ruangan tempat ritual berlangsung.
Saya ingat saat saya memandang Anda dan berharap Anda tidak bisa membaca
pikiran saya. Keheningan di dalam lift mengingatkan saya pada diamnya para penyiksa
saya. Saya berusaha tidak memperlihatkan ketakutan saya kepada Anda. Elise sangat
pintar berpura-pura segalanya baik-baik saja. Saat kita keluar dari lift, saya harus
mengerahkan segenap tenaga untuk mengikuti Anda ke pintu, untunglah Anda
meminta saya menunggu sejenak di ruang tunggu. Ini memberi saya cu kup waktu
untuk mengendapkan kenangan itu.
Saya tidak ingat pada apa yang Anda bicarakan dengan Karen 1 sebelum kami
menyatu,
tapi
saya
masih
ingat
pada
cahaya dan suara segalanya tampak menyilaukan, dan
suarasuara yang ada terdengar berisik.
Terdapat sebuah perbedaan dalam penyatuan ini. Karen 1 mulai terserap oleh saya
segera setelah dia mendekati saya kami menyatu dengan cepat. Hal pertama yang
saya ingat adalah turun dari bus sekolah saat saya duduk di SMA, sete /ah malam
penganiayaan. Kami keluar dari bus di depan se buah rumah duka di seberang sekolah,
dan yang pertama kali muncul di benak Karen adalah "tepat seperti yang kami bu
tuhkan, sebuah rumah duka lain." Setelah itu, Karen 1 men dengar musik band, lalu
berjalan ke lapangan dan duduk di sana. Saya mendapatkan banyak ingatan dari Karen
1, dan saya tahu bahwa dia memegang peran penting dalam memulai hal-hal baru
untuk saya. Dia jugalah yang menginginkan kami memulai terapi bersama Anda.
Ada seorang anak perempuan yang tinggal satu bhk dari rumah kamiSail Jones.
Saya berteman dengan adik lak i-'a kinya. Sail Jones selaki meledek dan
mempermalukan saya. Sail berusia sekitar lima tahun lebih tua daripada kami, dan dia
tahu betul cara mengganggu kami. Pada suatu hari, dia menyombongkan diri bahwa
dia bisa mengendarai sepeda be roda dua dan Karen 1 mengatakan bahwa dia juga
bisa me ngendarai sepeda meskipun dia tiak pernah punya sepeda. Karen 1 menaiki
sepeda dan mengendarainya seolah-olah dia telah melakukannya seribu kali. Sejak
saat itulah kami mulai mengendarai sepeda beroda dua.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Saya terus-menerus mendapatkan kenangan baru selama seminggu berikutnya.
Seluruh kenangan Karen 1 memperkaya kenangan Elise. Setiap kati Elise membawa
kami ke suatu tempat, Karen 1 akan muncul untuk memulai sesuatu, dan yang lain
akan mengambil alih dari sana.
"Sebagian besar kenangan Karen 1 serupa dengan kenangan Elise dan Miles," kata
Karen saat aku bertemu dengannya minggu itu. "Mereka mengisi banyak
kekosongan."
"Jadi, bagaimanakah perasaanmu sekarang?" Karen menatap ke luar jendela,
bertopang dagu.
"Yang terakhir ini berbeda. Proses sebelumnya tidak pernah secepat ini. Saya
merasa agak depresi, tapi saya merasa lebih manusiawi. Karen 1 mirip dengan saya."
"Mungkin karena itulah dia bernama 'Karen'?" Terdapat perbedaan dalam diri Karen
yang kutemui. Sebagai manusia, dia tampak lebih utuh. Dia memikirkan dengan baik
setiap ucapannya, seolah-olah dia memiliki lebih banyak pikiran dan informasi yang
harus dipilah-pilah sebelum dia berbicara atau menjawab. Kepribadiannya lebih dalam
dan kaya, seolah-olah jiwanya bertambah.
"Saya mengingat kembali banyak kenangan dari masa kanak-kanak sayatemanteman, permainan yang kami sukai; sebelumnya saya tidak mengingat hal itu. Karen 1
memiliki kesukaan dan ketidaksukaan. Dia belum selesai berintegrasi."
"Kita tidak akan mengintegrasikan siapa-siapa hari ini," ujarku, memberinya waktu
untuk menyelesaikan integrasi sebelumnya. "Aku akan menghipnosis kamu dan melihat
apakah ada sosok lain yang ingin berbicara denganku." Untuk pertama kalinya, Karen
berpikir sejenak sebelum menganggukkan persetujuan, alih-alih mematuhiku begitu
saja.
"Sayalah yang depresi," kata Katherine.
"Itu tak seperti dirimu," ujarku.
"Saya tidak dibutuhkan lagi. Saya merasa kesepian tanpa anak-anak."
"Aku mengerti. Karen sepertinya mendapatkan manfaat dari integrasi."
"Anda tidak mengerti. Saya telah menjadi ibu bagi
Karen dan bagi semua anak-anak di dalam. Dia
menciptakan
ibu dan ayahnya sendiri. Jika saya berintegrasi, siapakah yang
akan menjadi ibunya?"
"Bagaimanakah orang dewasa bersikap jika mereka kehilangan ibu mereka?"
tanyaku. Katherine hanya memandangku. "Mereka menyimpan ibu mereka di dalam
diri mereka sebagai bagian dari diri mereka," ujarku.
"Anda tidak melihat semua perubahan Karen. Saya masih mengendalikan dia. Karen
ingin memainkan tipuan April Mop untuk Anda, tapi saya mencegahnya. Dia menjadi
lebih ceria, dia mengembangkan selera humornya, dan dia lebih terlibat dengan
kehidupannya. Di manakah tempat saya? Saya tidak menyukai perubahan-perubahan
ini. Saya berharap semuanya kembali seperti sedia kala. Saya tahu harapan saya
buruk, tapi saya tidak tahu harus melakukan apa."
"Kita harus mengintegrasikanmu," ujarku sembari menatapnya dengan lembut.
"Ada begitu banyak hal yang harus saya lakukan terlebih dahulu," katanya. "Saya
harus mengatur semuanya."
"Itu pekerjaan jangka panjang," ujarku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Kami mendiskusikan apa yang bisa atau tidak bisa dilakukannya. Dia tidak ingin
meninggalkan pekerjaannya terbengkalai begitu saja, dan dia merasa tidak berarti
jika tidak bekerja. Akhirnya, aku mengatakan bahwa kesukaannya bekerja dan
mengatur segala sesuatu akan tetap tertinggal di diri Karen. Kami sepakat untuk
mengintegrasikan dirinya pada minggu berikutnya.[]
23
Katherine
"SAYA AGAK gugup," kata Katherine, duduk tegak dan mencondongkan tubuh ke
arahku saat berbicara. "Saya tidak sekali pun menyela Karen sepanjang minggu ini. Dia
tidak benar-benar membutuhkan saya. Sebenarnya saya ingin menyelesaikan beberapa
hal, tapi saya membiarkannya saja. Saya gelisah memikirkan tentang kepergian saya.
Rasanya seperti sekarat ... tapi tidak tepat seperti itu, saya rasa ... saya khawatir
Karen tidak akan mampu menghadapi perubahan yang menyertai integrasi saya."
"Kamu akan bergabung dengannya, bukan meninggalkannya," ujarku.
"Saya ingin merasa seperti itu. Awalnya, saya ingin semua sosok berintegrasi
dengan saya, bukan saya yang berintegrasi dengan sosok yang lain. Saya ingin menjadi
sosok yang terakhir kali berintegrasi, Anda tahu, untuk melihat bagaimana hasilnya.
Tapi, Karen akan lebih mendapatkan manfaat saat ini, bukan nanti. Dia betul-betul
harus lebih teratur."
"Kamu akan memberikan sifat itu kepadanya. Bisakah kamu menceritakan apa saja
dari sistem Karen yang belum kuketahui sekarang?"
"Anda tahu, Dr. Baer, Karen tidak muncul nyaris dalam sebagian besar
kehidupannya. Kami mulai membelah saat Karen masih bayi. Penganiayaan telah
dimulai bahkan sebelum dia lahir, selama ibunya hamil. Saya tahu ayahnya sering
menonjok perut ibunya waktu wanita itu hamil. Para sosok lain membangun
kehidupan untuk Karen. Sebagian besar sosok Karen lahir untuk alasan khusus. Mereka
akan muncul saat peran mereka dibutuhkan. Biasanya, saya atau Holdon akan
memutuskan siapa yang sebaiknya muncul."
"Mengapa Karen 3 dipilih untuk menjadi sosok yang dituju oleh sosok-sosok lainnya
dalam proses penyatuan? Apakah dia sosok inti kalian?"
"Dialah yang paling patuh; dia tidak punya pendapat sendiri. Dialah yang paling
mudah menerima."
"Ah, aku mengerti, dia adalah kapal terbaik bagi kalian." Aku ingat bahwa Karen 3
adalah sosok yang "mengangkut" sosok-sosok lainnya.
"Ya, begitulah. Karen 3 adalah sosok yang paling sering Anda temui. Karen 1 dan
Karen 3 hampir bisa dikatakan sebagai sosok yang sama. Mereka bagaikan pinang
dibelah dua, meskipun usia mereka berbeda; sulit untuk menjelaskan hal ini ... tapi
tidak ada sosok inti. Ada bagian kekanak-kanakan dalam diri Karen 3 yang perlu
diintegrasikan. Karen selalu, seperti yang dikatakannya, menjadi penumpang dalam
kehidupannya sendiri."
"Bagaimanakah keadaan yang memicu kelahiranmu, Katherine?"
"Saya lahir untuk menjadi ibu Karen. Ketika itu dia baru berumur satu tahun, tapi
saya terlahir beberapa tahun lebih tua darinya. Pekerjaan saya adalah memasukkan
informasi dan menjaganya agar tetap teratur
dan utuh. Selama masa pertumbuhan kami, saya membaca ensiklopedia, kamus,
dan Alkitab dari awal hingga akhir. Saya terus-menerus memperbarui pengetahuan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
saya. Saya menyelesaikan tugas yang ditinggalkan oleh Karen atau sosok-sosok
lainnya. Saya menjadi ibu bagi mereka semua; saya tahu cara terbaik dalam mengurus
masalah dan siapa yang sebaiknya dimunculkan untuk menangani tugas tertentu.
Setelah lulus SMA, saya mengerjakan sebagian besar tugas sekretariat bagi Karen di
tempat kerjanya. Saat Sara lahir, sistem kami menjadi kacau. Kami kesulitan menjaga
segalanya tetap terkendali. Ketika itulah Karen 1 memutuskan bahwa kami
membutuhkan pertolongan." Katherine terdiam dan memandangku sambil
menelengkan kepala.
"Bisakah kita melanjutkan?" tanyaku. "Ya, silakan." "Silakan mundur, dan aku akan
mempersiapkan Karen." Aku tidak yakin apakah mungkin kepribadian seorang bayi
berumur empat bulan terbelah, karena pada usia itu, seorang bayi belum membentuk
kepribadian kohesif, tetapi inilah yang dikatakan oleh Katherine.
Aku mengikuti prosedur rutin kami dan menempatkan diriku di dalam kamar
mungil Karen, lalu menjabarkan peran Katherine baginya. Karen membuka pintu
untuk mempersilakan Katherine masuk. Karen menggambarkan penampilan Katherine.
Dia adalah wanita yang jangkung, ramping, dan pucat. Senyumnya lembutkeibuan
dan dia menggenggam tangan Karen sembari memandangnya.
"Kalian dapat bersatu dengan cara yang kalian sukai," ujarku.
"Saya tidak akan menangis," kata Katherine.
"Dia ingin memeluk saya dengan cepat," gumam
Karen, "di ambang pintu ini, dan memasuki saya. Dia ingin mengatakan sesuatu
kepada Anda terlebih dahulu ... katanya, dia akan merindukan percakapan kalian, dan
dia ingin berterima kasih atas kesabaran Anda dalam menghadapinya."
"Saya juga akan merindukannya, tapi saya akan menjumpainya dalam bentuk yang
baru."
"Saya sedang berpelukan dengannya, dia menangis, saya sudah dapat
merasakannya. Dia sedang masuk ... sekarang pendengaran saya mulai peka. Saya
merasa sedikit gelisah, dada saya sakit. Saya dapat merasakan kegugupannya. Dia
sudah masuk. Saya merasa aneh. Leher saya kaku. Tidak banyak yang saya ingat
sekarang; mungkin dia masih menunggu."
"Bagaimana jika kamu menjauh dari pintu dan menutupnya," ujarku.
"Saya lupa menyebutkan," kata Karen, "bahwa ada beberapa orang di pintu,
menyaksikan proses ini."
"Aku akan meninggalkan ruanganmu sekarang."
"Jangan pergi, jangan tinggalkan saya sekarang; saya gugup." "Baiklah, aku
akan menemanimu." "Sebentar saja ... dia biasa merawat saya ..." Karen terdiam; aku
tidak tahu untuk apa. Aku menunggu. "Saya baik-baik saja sekarang."
Aku membangunkan Karen dari kondisi trance-nya. Dia gemetar dan mengatakan
bahwa dia merasa seolah-olah kepalanya sedang dibor. Dia sensitif terhadap cahaya
dan suara. Kali ini mungkin berbeda, aku memberitahunya, karena Katherine adalah
sosok yang berperan besar.
"Penglihatan saya berubah, segalanya tampak kabur .... Oh, saya lupa!" Dia
merogoh tasnya dan menyerahkan
sepucuk surat untukku.
"Apakah kamu mengemudi sendiri?" tanyaku.
"Teman saya menunggu di bawah. Katherine sudah mengaturnya untuk saya."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
15 April 1997 Karen tersayang.
Sekarang pukul 16.00, dan hari ini kita berintegrasi. Ada begitu banyak hai yang
ingin kusampaikan kepadamu, namun karena keterbatasan waktu, aku berharap kamu
akan menerima pengetahuanku. Berikut ini adalah hal terpenting yang harus
kuberitahukan kepadamu sebelum integrasi. Aku akan mendaftarnya agar kamu lebih
mudah memahaminya.
1. Menyangkut Dr. Baer: aku selaki menganggap beliau sebagai seseorang yang
jujur dan penolong sejati. Beliau memahami keseluruhan sistem kita dan menerima
kita semua setiap sosok kita. Aku berharap perasaanmu bahwa beliau akan
mengabaikan kita berkurang setelah kita berintegrasi. Jika perasaanmu tidak
berubah, kumohon, berilah beliau kesempatan. Beliau sangat baik kepadaku. Bisakah
kamu membayangkan kesulitan yang kita berikan kepada beliau? Aku berharap,
bersama-sama kita dapat melanjutkan penghargaan kita kepada beliau atas segala hal
yang beliau lakukan untuk kita.
2. Menyangkut Pastor Jeremy: kita menemui beliau setiap dua minggu sekali untuk
mendapatkan dukungan keagamaan. Ini kita lakukan bukan karena kita kurang
memercayai Dr. Baer, melainkan karena kita perlu tahu lebih banyak tentang diri kita
di mata Tuhan. Keimanan kita terhadap Tuhan sedang diuji, dan Jeremy menolong
kita.
3. Jangan pernah meminjamkan uang kepada orang-orang berikut: Harriet, Ibu,
kedua adikmu, keluargamu, dan teman-temanmu. Mereka tidak akan membayar
utang. Aku telah meninggakan sebuah berkas untukmu. Aku meletakkannya di laci
teratas meja riasmu. Kuharap kamu akan membaca isinya dengan baik.
4. Aku telah meninggakan daftar berisi benda-benda yang ingin kubeli. Tujuanku
adalah membeli satu benda setiap bulan. Aku tahu bahwa kamu akan menyukai
benda-benda itu, jadi, jika mungkin, simpanlah daftar itu.
Kumohon, lupakanlah masa lalumu dan mulailah kehidupanmu dengan awal baru.
Jagalah keimananmu, dan ingatlah orang-orang yang benar-benar menyayangimu.
Kamu harus melanjutkan kehidupanmu tanpa aku. Ingatlah selalu bahwa aku ada di
dalam hatimu. Aku senang pernah menjadi bagian dari dirimu.
Aku mencintaimu, Katherine
Terlampir bersama surat tersebut adalah sebuah daftar benda-benda yang
ditinggalkan oleh Katherine untuk Karen, telah dinamai dan diatur rapi. Isi bungkusan
yang ditinggalkan oleh Katherine adalah akta kelahiran, surat Baptis, surat Komuni,
surat Konfrmasi, dan akta Pernikahan untuk Karen; sweter SMA serta sertifkat dari
klub drama dan musik; ijazah SMA dan buku tahunan; akta kelahiran Josh; surat
kematian kakek, nenek, dan ayah Karen; catatan kelahiran, baptis, komuni anakanak
Karen, dan lain-lain. Daftar itu begitu panjang dan diakhiri dengan daftar lengkap
berisi semua tanggal sesi terapi Karen bersamaku.
"SAYA TIDAK tahan dengan semua pikiran baru saya! Cara berpikir saya telah
berubah!" Aku tidak menanggapi.
"Saya memandang segala hal dengan cara berbeda. Saya mengetahui bermacammacam hal yang tidak saya ketahui sebelumnya. Tapi, saya belum menerima seluruh
kenangan saya. Misalnya, saya hendak membeli salah
satu barang yang disebutkan dalam daftar Katherine, dan saya tahu pasti tempat
untuk mencarinya di toko, tapi saya tidak tahu seperti apa bentuk benda itu. Di

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
lemari, saya menemukan baju di dalam kantong plastik berlabel 'Katherine1.
Biasanya, saya tidak pernah berdandan pada pagi hari. Saya tidak tahan melihat
bayangan saya di cermin. Saya tidak terlihat seperti diri saya yang seharusnya.
Katherine bertubuh ramping. Sekarang saya merasa kegemukan. Katherine juga telah
menyusun tagihan, seolah-olah dia akan meninggal."
"Dia mengatur segalanya agar mudah dikerjakan."
"Ya. Anda tahu, saya agak depresi memikirkan integrasi dengan yang lain."
"Mengapa begitu?"
"Karena saya menghilang. Bersama setiap integrasi, diri saya semakin memudar.
Saya betul-betul merasakannya kal ini."
"Aku memahami maksudmu. Kamu menjadi lebih baik, namun berbeda. Bukan
dirimu sendiri."
"Ya. Ini sangat aneh."3_8richard Baer
"SAYA TIDAK terlalu sering muncul akhir-akhir ini," kata Holdon.
"Apa yang kamu lakukan saat kamu ada di dalam?"
"Saya memastikan segalanya berjalan lancar, saya berbicara dengan sosok-sosok
lainnya, memastikan mereka baik-baik saja. Jensen tidak yakin apakah dia ingin
berintegrasi; dia ingin menjadi dirinya sendiri. Jensen ingin membuat karya seni untuk
Anda, tapi dia tidak sempat melakukannya karena energi kami terkuras saat Katherine
berintegrasi. Sejak integrasi Katherine, terdapat perubahan besar di dalam. Karen
tertekanini adalah
integrasi terlama sejauh ini. Tapi, Karen menghadapinya dengan cukup baik. Untuk
kesempatan selanjutnya, sebaiknya kita mengintegrasikan Juliann, jika penyatuan
Katherine sudah selesai. Kepercayaan diri Karen meningkat sejak Katherine
berintegrasi."
"Aku senang mendengarnya," ujarku. "Saat Jensen telah mendapatkan waktu untuk
mulai menggambar dan integrasi Katherine telah selesai, kita sebaiknya segera
mengintegrasikan Juliann."
"Sepertinya bagus," kata Holdon.
KETIKA ITU awal Mei 1997. Taman kembali menghijau, dan udara musim semi yang
berembus dari seberang danau terasa sejuk dan segar. Karen datang menenteng
sehelai jaket tipis dan duduk dengan punggung tegak, mencondongkan tubuhnya ke
depan dan sedikit memiringkannya: seperti postur Katherine.
"Saya tidak yakin apakah Katherine menganggap saya sebagai sosok yang pintar,"
kata Karen. "Saya khawatir tidak dapat memenuhi harapannya."
"Ceritakanlah masalahmu kepadaku." "Ada sangat banyak alamat di buku
teleponnya! Apakah yang sebaiknya saya lakukan, menelepon setiap nomor itu dan
mengatakan, Halo! Bagaimanakah saya bisa mengenal Anda? Saya menemui teman
Katherine, Christina. Katherine membantu Christina merawat ibunya yang sedang
sekarat. Saya tahu jalan menuju rumahnya, saya masuk dan mengenali wanita yang
sedang sekarat itu, tapi saya tidak bisa mengingat sedikit pun pembicaraan yang
pernah kami lakukan. Saya menemui Pastor Jeremy berdasarkan janji temu yang
dibuat oleh Katherine. Ini sungguh aneh. Saya mengenal beliau, tapi
hubungan saya dengannya jauh berbeda. Saya mengenali wajah teman-teman
Katherine, tapi saya tidak tahu nama mereka maupun interaksi atau percakapan yang
pernah kami lakukan. Saya mendapatkan ingatan emosional dan visualnya, tapi kata-

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kata yang menyertainya baru mulai mendatangi saya. Minggu ini, saya menggunakan
kata 'sejujurnya1; itu adalah kata yang sering digunakan Katherine. Saya tidak pernah
memakainya sebelumnya. Saya mendengar kata-kata di dalam kepala saya, tapi saya
belum bisa menggunakannya dengan nyaman."
"Kamu belum cukup mencerna siapa Katherine yang sesungguhnya."
"Tidak, justru kebalikannya."
"Sepertinya kamu masih akan berurusan dengan proses ini hingga beberapa minggu
lagi."
DALAM KEADAAN terhipnosis, Juliann, yang berbicara dengan lemah lembut dan
centil, muncul untuk memberitahuku bahwa dia kesal kepada Karen yang tidak mau
lagi menulis tentang integrasi Katherine. Dia merogoh tas Karen dan mengeluarkan
beberapa lembar kertas bertulisan tangan, lalu menyerahkannya kepadaku. Dia juga
mengatakan, dia harus memberitahuku bahwa Jensen sudah mendapatkan peralatan
menggambar.
Penyatuan Katherine
Pada Selasa, 15 April 1997, Katherine menyatu dengan saya. Sejauh ini, integrasi
ini paling melelahkan. Masalah dimulai setelah saya tiba di rumah. Saya menemukan
jadwal, catatan, dan instruksi di mana-mana. Saat melihat semua itu, saya mulai
depresi, mungkin karena saya merasa tidak akan mampu menjalani peran Katherine.
Hari
pertama
ini
betul-be
tut
melelahkan saya dan saya tinggal di rumah pada hari
berikutnya karena Katherine secara bijaksana telah mengosongkan jadwal untuk
hari itu Hari itu, saya menyerap lebih banyak lagi pengetahuan Katherine; dia
terobsesi pada kerapi an.
Saya sendiri berusaha selaki tepat waktu dan merencana kan segala sesuatu,
namun dahulu, saya selalu kehilangan waktu saat sedang tergesa-gesa.
Katherine telah merencanakan integrasinya. Dia menyiap kan setumpuk dokumen
dan benda-benda lainnya dengan rapi, laki membungkusnya dengan plastik. Selain
semua dokumen itu, saya mendapati diri saya cukup kesulitan dalam bergaul dengan
"teman-teman" baru saya. Mereka adalah teman Katherine, dan saya merasa tidak
nyaman berhubungan de ngan mereka. Saya merasa seolah-olah sedang membuka
jalan menuju kehidupan orang lain, laki mengkhianati mereka ka rena saya
sebenarnya tidak mengenal mereka. Di manakah saya selama ini? Kapankah
pertemanan ini dibangun? Selama proses integrasi ini terjadi, saya masih berpegang
pada jadwal yang telah dibuat oleh Katherine. Dia telah menyusun jadwal hingga
empat bulan ke depan. Saya akan berusaha keras menjaga komitmen ini. Saya
mendapati bahwa sebagian teman dan kegiatannya memang menyenangkan.
"HALO! SAYA sudah lama tidak berbicara dengan Anda!" Siapa pun sosok ini,
sepertinya mood Karen sedang membaik. Dia bergerak-gerak di kursinya,
berbicara dengan cepat, dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
"Wah," ujarku, menunda-nunda, "bagaimana kabarmu?" Aku bersikap seperti Karen
saat bertemu dengan seseorang yang mengenalnya, namun dia tidak mengenal orang
itu.
"Saya baik-baik saja! Saya tidak punya masalah. Tapi, saya harus mengatakan
bahwa saya kecewa dengan anggota kelompok ini. Mereka semua sangat murung.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Saya sendiri tidak pernah sedih. Pernah terjadi kebakaran di bandara. Semua
orang panik, tapi saya bilang, 'Memangnya kenapa harus ribut? Mereka akan baik-baik
saja, dan kalaupun tidak, itu tidak ada hubungannya dengan kita!' Mereka semua
sangat sendu, dan sayalah satu-satunya orang yang bisa bersenang-senang dengan
Sara."
"Jiwamu sungguh ceria dan menyenangkan," ujarku untuk sedikit membuatnya
tersanjung. "Sifat seperti ini akan sangat berguna dan menolong kepribadianmu yang
utuh setelah kamu berintegrasi."
"Yah, yang jelas saya bisa menolong Karen dalam berurusan dengan pria. Saat saya
menikah dengan Josh, hubungan kami baik-baik saja." Ah, ini adalah Karen 2, pikirku.
"Saya mencintainya selama beberapa waktu. Tapi, dia tidak bisa membiasakan diri
pada sistem kami. Sebenarnya saya tidak bisa menyalahkan dia. Jika saya
berintegrasi, saya bisa menolong Karen mendapatkan hubungan percintaan yang
sehat."
"Apakah kamu masih ragu-ragu untuk berintegrasi?" tanyaku.
"Apa Anda bercanda? Lucu sekali! Tetap saja, tidak ada lagi sosok yang bisa saya
ajak bicara. Saya meyakinkan Anda bahwa ada satu hal yang jelas membaik, yaitu
Karen tidak lagi ingin mati. Sekarang, dia berharap tidak akan mati. Itu adalah seratus
persen kemajuan!"
"AKU MULAI bekerja beberapa hari yang lalu," kata Jensen, "tapi aku baru akan
menyelesaikannya dalam beberapa minggu. Aku ingin menunjukkan kepadamu seperti
apa kamar kami. Tembok bata sudah roboh.
Akulah yang merobohkannya. Kami biasanya tidur di kamar terpisah, tapi sekarang
kami semua berada di dalam sebuah ruangan yang luas, meskipun masing-masing dari
kami berdiam di sudut yang berbeda. Aku sudah memikirkan soal integrasi."
"Itu bagus sekali, Jensen. Aku ingin tahu lebih banyak tentang dirimu. Berapakah
umurmu?"
"Aku sebelas tahun, tapi aku merasa lebih besar. Tidak ada yang menganggapku
sebagai anak-anak. Katherine tidak memperlakukanku seperti anak-anak lainnya.
Mungkin karena aku berkulit hitam. Kadang-kadang, kukira yang lain berprasangka
buruk padaku. Aku merindukan anak-anak yang lain."
"Aku tidak sabar ingin melihat gambar-gambarmu."
"INI TULISAN lain tentang Katherine," kata Karen, menyerahkan empat lembar
kertas kepadaku. "Menakjubkan sekali melihat betapa banyak yang telah dikerjakan
oleh Katherine; saya tak henti-hentinya menemukan sesuatu yang baru." Dia
menyerahkan sebuah kartu nama kepadaku. Nama tengah Karen tertulis di sana. Itu
adalah sentuhan Katherine. Kartu itu memuat alamat dan nomor teleponnyasesuatu
yang biasa diberikan kepada teman atau kenalan baru agar mereka dapat dengan
mudah menghubunginya.
"Saya menemukan pakaian yang dibelinya untuk acara wisuda anak laki-laki saya;
saya tidak ingat pernah membeli baju itu."
"Apa lagi yang terjadi?"
"Kata orang-orang, saya sekarang menjengkelkan." "Selamat!" aku langsung
menanggapi. Karen tersenyum tipis, namun menggeleng.
"Apakah ini bagus?" tanyanya. "Kakak ipar saya suka memerintah-merintah di
telepon; ambilkan ini atau itu, bahkan tanpa mengucapkan halo. Sekarang, saya tidak

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
mau lagi menerima telepon semacam ini. Saya memarahi adik saya saat dia ingin
berkunjung tapi bersikap seenaknya saat menelepon. Keluarga saya memang kacau.
Saya tidak tahu bagaimana sosok-sosok saya yang lain bisa tahan. Bagaimana mereka
bisa menerima semua ini?"
"Pada sebagian besar waktu, mereka tidak bisa menerimanya," ujarku. "Mereka
hanya bertoleransi." Aku melihat bahwa Karen sekarang berpikir secara lebih terbuka.
"Sandy selalu membiarkan ibumu menang," lanjutku, "tapi dia muak, sakit hati, dan
makan sepanjang waktu. Sebagian sosokmu ingin menyakitimu karena mereka marah
dan frustrasi akibat terus-menerus teraniaya. Sekarang, setelah kalian menyatu, kamu
bisa menggunakan pengalaman dan kekuatan sosok-sosok lainnya untuk mulai
membuat perubahan dalam caramu menanggapi semua kekacauan yang ditimbulkan
oleh orang-orang di sekelilingmu. Keluargamu akan menolak perubahan ini karena
mereka lebih menyukaimu saat kamu menuruti apa pun perintah mereka, tanpa
memedulikan betapa hal itu menyakitimu. Setelah sosok-sosokmu berintegrasi, kamu
akan semakin kuat. Kamu sudah jauh melangkah."
"Saya memang semakin kuat. Saya bahkan berani menolak saat suami saya
menyuruh saya membelikan rokok untuknya. Saya tidak lagi merasa bersalah saat
harus menolak."
"Ini menarik. Meskipun Katherine adalah sosok terakhir yang berintegrasi
denganmu, aku melihat banyak
sifat Miles di dalam dirimu."
"Setelah Katherine berintegrasi, saya merasakan sosok-sosok lain juga semakin
kuat. Saya tidak tahu mengapa begini."f J
24
Juliann dan Karon 3
11 SAYA MUNCUL sepanjang hari Minggu, tapi jangan beri tahu Karen; bisa-bisa dia
mati!" Sekarang aku bisa mengenali Karen 2 dari pembawaannya. "Saya pergi ke acara
pameran seksperalatan seks, vibrator, dan video. Menyenangkan sekali! Kapankapan, saya akan mempraktikkannya. Beberapa teman SMA saya mengadakan pesta.
Kami mengundang penari telanjang yang berperan menjadi polisi. Kami juga
mengundang seseorang dari salah satu toko seks itu untuk memamerkan semua
peralatannya kepada 'ibu-ibu' ini. Kami tak henti-hentinya tertawa! Saya juga
menonton pertandingan basket Chicago Bulls. Polisi pasti akan sangat mengganggu
Karen, tapi saya tidak mengerti juga karena saya tidak pernah disiksa. Sesudah
berintegrasi nanti, saya akan memberikan sebagian kenangan saya kepada Karen, tapi
saya tidak tahu caranya. Yah, yang jelas Karen tidak akan semembosankan ini setelah
saya menyatu dengannya!"
Setidaknya sekarang dia mengatakan setelah, bukan seandainya, pikirku.
"SAYA SIAP berintegrasi," kata Juliann
dengan suara lembutnya. "Saya cukup tenang, dan saya pikir Karen dapat
memanfaatkan sifat ini. Karen sangat gugup saat memikirkan jadwalnya, sampaisampai dia tidak bisa mencurahkan perasaannya dalam kata-kata. Saya akan bisa
menolongnya dalam hal ini. Sayalah yang selalu menulis jurnal."
"SAYA RINDU beralih," kata Karen, mengerutkan kening, bertopang dagu.
"Terkadang, saya berharap bisa lebih sering kehilangan waktu. Selalu muncul
membuat saya lelah."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Apakah kamu masih kehilangan waktu?" tanyaku.
"Biasanya pada malam hari; saya menerimanya saja. Saya sedang menonton TV
pada pukul 23.00, dan saat tersadar, waktu sudah menunjukkan pukul 5.00. Kertaskertas berserakan, TV masih menyala .... Lalu, saya memulai hari saya."
"Hari ini jadwal kita mengintegrasikan Juliann."
"Saya tahu; saya siap." Karen tidak terlihat bersemangat. Aku tidak bisa
membayangkan beban pribadi yang dipikulnya akibat seluruh perubahan di dalam
dirinya ini, tapi aku tidak tahu harus melakukan apa lagi selain meneruskan usaha
kami. Aku menghipnosis Karen. Setelah Karen larut dalam trance-nya, Jensen adalah
sosok yang pertama muncul.
"Aku sudah mulai menggambar. Semua gambar kami adalah buatanku." Aku
teringat kembali pada gambar rumah yang pernah kudapatkan. "Apakah Karen masih
akan bisa menggambar jika aku sudah berintegrasi?"
"Kurasa begitu, tapi mungkin gayanya akan berubah, karena bukan hanya kamu
yang akan menggambar. Gambarnya tidak akan bergantung pada keahlianmu saja,
tapi dia akan mengumpulkan gagasan dari semua sosoknya."
"Aku ingin menyelesaikan beberapa gambar lagi sebelum itu terjadi."
"Aku mengerti. Lanjutkanlah gambarmu. Apakah Juliann ada?"
Jensen mundur, dan Juliann muncul.
"Juliann, apakah yang sebaiknya kukatakan kepada Karen tentang dirimu dan
peranmu?"
"Yah, saya lahir pada 1970, dan saya berumur tiga belas tahun. Karen baru sebelas
tahun; dia membutuhkan seseorang yang sedikit lebih besar darinya. Saya tumbuh
sampai berumur lima belas tahun, yaitu umur saya sekarang. Umur saya tidak
bertambah lagi. Karen mulai menulis tentang penganiayaannya saat dia berumur
sebelas tahun; saya lahir untuk menjadi jurnalis dalam kelompok kami. Saya menulis
sangat banyak tentang apa yang dilakukan si ayah. Nenek punya sebuah bufet tua, dan
saya menyembunyikan tumpukan kertas catatan saya di sana. Beberapa tahun yang
lalu, si ibu menemukannya dan membuang semuanya."
"Oh, sayang sekali. Apakah kamu punya kekhawatiran mengenai proses integrasi
ini?"
"Satu-satunya hal yang mengganggu saya adalah saya belum benar-benar
memenuhi apa yang ingin saya lakukan. Saya ingin menulis banyak hal agar dapat
membuktikan bahwa semua peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi."
"Mungkin setelah kamu berintegrasi dan kenangan-kenanganmu tercurah kepada
Karen,
kamu
akan
mampu
menyusun
kembali
tulisanmu.
Bagaimana
kalau kamu mundur sebentar dan menunggu di luar
ruangan mungil Karen. Kami akan memanggilmu sebentar lagi."
"Baiklah."
Karen menggambarkan Juliann sebagai seorang gadis berambut panjang berwarna
cokelat bersemburat merah dan bermata hijau tajam. Dia tampak muda dan
memancarkan keceriaan seorang remaja. Aku memberi tahu Karen tentang Juliann
dan harapannya untuk menuliskan kisahnya.
"Juliann duduk di sebelah kanan saya, dan matanya berkaca-kaca," kata Karen.
"Dia menggenggam tangan saya. Dia ragu-ragu. Saya merasakan keberadaannya

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sangat kuat. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia mengingat segalanya tentang apa
yang menimpa mereka." Karen terdiam. "Dia tidak tahu harus melakukan apa."
"Mungkin kamu bisa menolong dia."
"Saya memeluk dia. Dia mencium pipi saya ... balas memeluk saya. Dia
mengucapkan selamat tinggal kepada Anda, berterima kasih kepada Anda; katanya,
Anda akan bisa merasakan keberadaannya; dia tidak akan pergi jauh."
"Saya merasakan seluruh tubuhnya, hatinya," Karen melanjutkan. "Saya mendengar
Anda menulis di buku Anda; bunyinya sangat nyaring. Cahaya di sini sangat terang. Dia
sudah masuk; dia tidak lagi berada di ruangan saya. Saya merasakannya di dalam
tubuh saya."
Aku membawa Karen kembali ke kantorku. Tubuhnya gemetar dan penglihatannya
kabur. Dia sepertinya terkejut mendapati betapa integrasi Juliann memengaruhinya.
"Mungkin kamu sebaiknya menulis tentang hal ini," aku menyarankan.
J J Juli 1997
Penyatuan Juliann
Pada 17 Juni 1997, Juliann menyatu dengan saya. Integrasi ini sepertinya paling
rumit di antara yang lainnya. Dampak integrasi Juliann begitu besar, sehingga saya
baru bisa mulai menulis hampir sebulan kemudian. Setelah Juliann menyatu, saya
mulai merasa utuh; saya akhirnya menerima sosok-sosok lainnya yang telah terlebih
dahulu terintegrasi.
Pada hari pertama setelah Juliann berintegrasi, saya mulai mengingat isi satu per
satu halaman jurnal saya. Saya menulis kannya secepat saya bisa mengingatnya.
Tetapi, tidak mungkin saya dapat menulis kembali seluruh isi jurnal yang telah ber
umur tahunan, sehingga saya menulis sebagian saja. Saat me null's kembali jurnal
tersebut, kenyataan menghantam saya. Saya tahu bahwa yang saya tulis tentang
kehidupan saya bu kanlah kebohongan. Meskipun Juliann baru berumur lima be las
tahun, dan peran utamanya dalam sistem saya adalah un tuk menulis jurnal di dalam
diri saya, dia berhasil menyimpan semua kenangan kami hingga saya siap mengisi
kekosongan dalam pengalaman sosok-sosok lainnya. Betapa melegakan rasanya saat
saya bisa menyatukan semua kepingan teka-teki kehidupan saya.
Beberapa minggu terakhir ini, saya menyesali hilangnya masa kecil saya. Setelah
seluruh kenangan masa laki saya ter kumpul, saya tidak lagi menganggap sosok-sosok
saya sebagai individu yang berbedasetidaknya mereka yang telah berin tegrasi. Saya
merasa buruk akibat hai ini karena mereka telah sangat menolong saya, dan masingmasing dari mereka layak diingat. Entah bagaimana, setelah Juliann berintegrasi dan
saya mulai mengingat tulisan di jurnalnya, peran sosok-sosok lainnya mulai memudar.
Saya menjadi sangat sedih; saya mu iai berharap tidak pernah berintegrasi dengan
mereka. Saya mengingat semua yang telah mereka lalui; hanya saja, saya ti dok bisa
mengingat sosok mana yang melakukan apa. Bagaimana mungkin saya bisa melupakan
penolong yang telah ada selama 38
tahun dalam d/'p/ saya sendiri?
Perasaan kehilangan ini begitu menyesakkan. Saya berjuang untuk mencari tahu
siapa diri saya. Setelah saya sepenuh nya terintegrasi, saya mungkin akan bisa mulai
menjadi diri saya yang sesungguhnya, untuk sementara ini, saya berusaha keras untuk
tidak mengubah penampilan saya, meskipun bagian dalam saya tidak lagi sama. Saya
rasa, setelah saya sepe nuhnya terintegrasi, saya akan dalam seketika berubah

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
menjadi manusia yang berbeda. Mengapa saya tidak membiarkan terjadinya
perubahan setelah setiap integrasi untuk membentuk diri saya menjadi "saya"?
Siapakah saya sesungguhnya?
Integrasi Juliann meninggalkan ratusan pertanyaan pada saya. Saya merasa perlu
membuktikan segalanya agar dapat menerima apa yang menimpa saya. Tetapi, dalam
kenyataan nya, mungkin saya tidak akan mendapatkan barang bukti ka rena semua itu
telah terjadi lama berselang. Saya tahu bahwa Juliann tidak mungkin menuliskan
kebohongan, tapi saya benar-benar perlu melepaskan dorongan untuk mencari para
pelaku dan tempat kejadian semua peristiwa itu.
Karen menyerahkan beberapa lembar kertas bertulisan tangan yang merupakan
rekonstruksi dari catatan harian berdasarkan ingatan Juliann. Katanya, dia memiliki
berjilid-jilid buku harian semacam ini, tapi semuanya telah hancur. Aku memeriksa
yang pertama.
Tengah malam: Tidur di rumah
Nenek. 1. 05: Telepon berdering, menyampaikan kabar bahwa ada masalah. Karen
tidak tidur malam itu; kakeknya membangun kannya. Si kakek bertanya "Apa kamu
mau berjalan-jalan?" Karen menurut karena tidak punya pilihan lain. Para pelin dung
muncul (Elise, Miles, dan Kari).
1.40: Tiba di pabrik bahan kimia. Naik lift ke atas, berhenti. Para penganiaya telah
menanti.
1.55: Ritual dimulai. Claire muncul.
2.16: Claire masuk. Miles muncul. 3.20: Miles masuk. Kari muncul. 3.50: Kari
masuk. Kari menghapus ingatan.
3.55: Elise muncul dan membersihkan kamar gelap. Bersiap-siap untuk pulang.
4.15: Elise masuk, Karen muncul. 4.20: Karen pulang. 4.35: Karen tidur.
6.45: Karen terjaga Elise muncul, menyantap sarapan. 7.15: Elise masuk, Sidney
muncul, menonton flm kartun pagi. P. 00: Sidney masuk, Karen muncul
13.00: Karen menderita sakit kepala parah, Katherine mendatangkan pertolongan.
Claire mengajukan diri dan menanggung sakit kepala Karen.
14.20: Claire masuk, ibu Karen pergi bekerja.
14.30: Katherine muncul dan membersihkan rumah, menjaga kedua adik Karen,
serta memasak makan malam.
16.30: Ayah pulang. Katherine menyajikan makan malam dan
membersihkan sisanya.
18.00: Katherine masuk, Holdon muncul untuk membaca surat kabar, menonton
berita dan memeriksa sistem.
18.55: Pemeriksaan Holdon telah selesai. Holdon masuk, Sandy muncul.
19.00: Sandy menonton TV bersama Ayah, membiarkan Ayah mengganti-ganti
saluran.
20.00: Ayah tertidur di lantai ruang duduk. Sandy masuk, Karen muncul untuk
berkunjung ke rumah tetangga Henry dan Edith, duduk-duduk di teras depan.
20.50: Karen masuk, Karen 1 muncul untuk mandi, dan Miles muncul sebentar
untuk mengganjal pintu kamar mandi dengan gagang sapu agar Ayah tidak bisa
membukanya.
21.30: Karen 1 masuk, Karen tidur.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Terdapat lema serupa untuk beberapa hari lainnya. Masingmasing melibatkan
enam hingga sepuluh sosok berbeda.
"KAREN SUDAH tidak punya sosok yang bisa menolongnya di dalam dirinya," kata
Holdon. "Dia ingin mempertahankan salah satu sosok, hanya untuk berjaga-jaga
"Hanya untuk berjaga-jaga jika dia ingin melarikan diri dan bersembunyi lagi,"
ujarku, menyelesaikan kalimat Holdon.
"Ya," Holdon melanjutkan. "Karen 3 baru saja menunjukkan sikap 'malangnya
diriku'. Dia bersikap seperti
seorang korban dan menjadi sosok yang paling depresi. Karen 2 semakin sering
muncul; dia membawa kesenangan bagi kami. Hanya untuk mengingatkan Anda, masih
ada Jensen, Karen 2, Karen 3, dan tentu saja saya sendiri untuk diintegrasikan."
"APAKAH KAMU sudah lebih banyak memikirkan integrasi?" aku bertanya kepada
Karen 2. "Ya, saya sudah sering memikirkannya. Saya tidak yakin apakah saya ingin
bergabung dengan kelompok menyedihkan itu. Saya tidak ingin menanggung rasa sakit
mereka ... dan kehilangan kesenangan saya."
"Kupikir kamu bisa membagi kesenanganmu dengan yang lain. Kamu lahir untuk
tujuan tertentu. Bisakah kamu menceritakan lebih banyak tentang peranmu, saat
kamu lahir?"
"Saya lahir pada 1969. Kami duduk di bangku SMA, banyak bergaul dengan laki-laki
dan berkencan. Itulah yang saya lakukan; itu cukup normal bagi saya. Saya biasanya
berkencan dengan laki-laki yang lebih tua. Saat saya masuk, Karen 3 akan muncul dan
itu biasanya akan menjadi akhir bagi hubungan percintaan kami. Dia frigid, dan saya,
yah, lebih berpengalaman."
"SUAMI KAREN" suami Karen sangat kejam," kata Karen 3 muda dalam keadaan
terhipnosis. "Kemarin, Karen 2 membentaknya, lalu masuk. Saat saya muncul, dia
sedang melayangkan tinju ke wajah saya." "Itu tentu sangat menakutkan."
"Menakutkan, ya, aneh, tidak." Aku dapat merasakan Karen 3 mematikan
semangatku. Seolah-olah cahaya kematian terpancar dari dirinya dan memadamkan
kobaran
semangat orang lain. Inilah yang kurasakan darinya saat dia pertama kalinya
datang menemuiku. Ini adalah belahan sosok kanak-kanak Karen 3 yang masih harus
diintegrasikan menuju keutuhan. "Saya tidak punya siapa-siapa yang bisa diajak
bicara," katanya. "Saya biasanya mengobrol dengan Katherine dan Ann, tapi mereka
sudah pergi. Saya marah kepada Karen 2. Dia membentak saya dan mengatakan agar
saya tidak muncul dan "menyia-nyiakan segalanya". Saat Josh memarahinya, dia
masuk, dan sayalah yang menjadi korban. Saya merasa seolah-olah terkurung di dalam
cermin, dan bayangan saya tampak murung dan buruk."
"Kedengarannya kamu sangat menderita. Satu-satunya solusi yang dapat kupikirkan
bagimu adalah membagi bebanmu dengan yang lain dan berintegrasi."
"Saya tidak mau menjadikan semua orang merana; menanggung depresi memang
sudah menjadi tugas saya."
"Aku paham, tapi menurutku, kamu bukannya tidak memiliki peran lain. Depresi
itu sesungguhnya dapat ditanggung oleh kalian semua."
"Yah, baiklah, jika itu pendapat Anda." "Kurasa inilah yang terbaik. Kita akan
mengintegrasikan dirimu dalam kesempatan berikutnya."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"BAIKLAH, TAPI kadang-kadang saya berharap bisa mendapatkan sosok-sosok saya
kembali," kata Karen, putus asa. "Mereka selalu ada untuk saya. Saya merasa
seolaholah saya kehilangan mereka; saya lupa bahwa mereka ada di dalam diri saya.
Saya ingin mengetahui segalanya tentang sosok-sosok saya; saya tahu bahwa
pengetahuan itu ada di dalam diri saya, tapi sehari tidak cukup untuk mengingat
segalanya. Saya tahu bahwa
sayalah yang merawat kedua adik saya selama bertahun-tahun, tapi saya tidak
ingat pernah benar-benar melakukannya. Saya tidak pernah memasak, mencuci piring,
mencuci baju, mengelap debuKatherine yang mengerjakan semuanya. Sekarang,
saya mengerjakannya sendiri. Ini tidak terlalu buruk; mengapa saya tidak pernah
melakukannya sebelumnya? Saya merasa tersesat, hampa. Saya tidak bisa benar-benar
mengingat sosok-sosok saya secara individual lagi sejak Juliann berintegrasi. Meskipun
begitu, kadang-kadang ada pula kejadian lucu. Saya makan sesuatu, lalu putri saya
mengatakan, 'Bukannya Ibu benci asparagus?' Lalu, saya mengatakan sesuatu seperti
'Aku lupa' atau 'Hari ini rasanya lumayan,' karena sekarang saya menyukai asparagus."
"INI MENAKUTKAN, tapi Karen bisa berpikir sendiri," kata Holdon. "Dia memahami
peran semua sosok. Sosok-sosok yang sudah berintegrasi dan membaur. Sekarang,
kami tidak bisa membedakan sosok mana yang bertanggung jawab dalam melakukan
sesuatu. Saya menyesal karena Karen harus mendengar segala macam hinaan dari
suaminya. Saya bahkan pernah berpikir untuk membunuh Josh, dan itu tidak seperti
diri saya. Karen tidak mengerti mengapa dia bisa tahan menikah selama bertahuntahun dengan suaminya." Aku berterima kasih kepada Holdon dan memintanya
mundur.
"Jika Anda akan mengintegrasikan Karen 3, berarti Anda sedang menyongsong
bencana," kata Karen 2. "Karen akan depresi! Bagaimana jika dia ingin bunuh diri?
Saya akan harus sering muncul untuk bersenang-senang." Dia mengedipkan mata
kepadaku.
"Karen 3 berintegrasi untuk menjadi sosok yang lebih utuh," ujarku. "Mungkin
keadaannya akan sulit selama beberapa waktu, tapi kurasa ini akan berhasil."
"Setelah saya berintegrasi nanti, saya berharap akan bisa mendominasi Karen
untuk waktu yang lama."
AKU MASIH terheran-heran karena, entah bagaimana, Karen 3 ternyata berbeda
dari "Karen" yang dituju oleh sosok-sosok lainnya saat berintegrasi. Mungkin aku
seharusnya tidak berpikir secara kaku. Karen 3, bagian kanak-kanaknya, memiliki
peran dalam sistem, yaitu menanggung depresi, dan mungkin dia harus dilepaskan ke
dalam Karen yang seutuhnya. Aku berusaha membayangkan apa yang terjadi di dalam
kepala Karen. Kami seolah-olah sedang menuangkan berbagai kepribadian ke dalam
sebuah ember. Tetapi, sesungguhnya, serpihan-serpihan informasi atau struktur
mental yang terbelah dari kesadaran Karen sedang dibentuk atau disusun ulang. Tentu
saja, Karen 3 mungkin memiliki perasaan depresi yang harus disembuhkan sehingga
dia bisa bermanfaat bagi dirinya yang seutuhnya.
"SEKARANG, SAAT saya kehilangan waktu," kata Karen, "saya merasa tidak wajar.
Dahulu, saya tidak pernah keberatan. Saya kehilangan waktu sepanjang hari kemarin,
dan setengah hari kemarin lusa. Ada sangat banyak pekerjaan yang harus saya
selesaikan; sekarang, saat saya kehilangan waktu, pekerjaan saya terbengkalai."
"Apakah kamu sudah siap berintegrasi dengan Karen 3 muda?" tanyaku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya rasa sudah. Dia adalah sosok yang depresi, bukan?" Karen tidak
mengatakannya sebagai pertanyaan.
Dia telah mengetahui jawabannya dan bertanya untuk membagi ketakutannya
denganku.
"Kamu mungkin akan sedikit depresi," ujarku, "tapi kurasa, seperti yang terjadi
setelah integrasi-integrasi lainnya, pera-juLIann Dan Karen 341_saan ini akan
memudar dan menjadi bagian integral dari dirimu."
"Sayang sekali kita tidak bisa membiarkan sosok ini tetap di dalam."
"Jika Karen 3 tetap di dalam, saya mengkhawatirkan depresi yang tidak akan bisa
kamu kendalikan. Depresi dapat muncul tanpa diduga, dan ini mungkin akan
melandasi caramu bertindak. Jika kita mengintegrasikan depresi denganmu, kita
mungkin akan dapat merawatnya jika perlu." Jawabanku sepertinya memuaskan
Karen. "Bagaimana jika kamu mencari posisi yang nyaman," ujarku untuk memulai sesi
hipnosis dan penyatuan Karen 3.
"Saya takut akan memberikan depresi kepada yang lain," kata Karen 3.
"Kamu menanggung semuanya sendiri selama bertahun-tahun ini?" tanyaku.
"Ya," jawabnya. "Saya menanggung semua kepedihan emosional dan rasa percaya
diri yang rendah. Saya menanggung rasa sakit akibat hinaan si suami. Karen hanya
mendengar katakatanya. Sayalah yang menanggung perasaannya."
"Bagaimanakah kamu lahir?" tanyaku.
"Tidak lama setelah kelahiran Karen, Katherine, Holdon, dan Karen 3 terbentuk.
Kemudian, Karen 1 muncul untuk bersikap seperti anak perempuan. Karen 2 lahir
untuk menjadi tidak peduli. Saya lahir waktu Karen berumur dua atau tiga tahun. Saya
berada di dalam untuk waktu lama, tapi saya muncul kembali setelah Sara lahir.
Kami bertiga sesungguhnya lahir pada waktu yang hampir bersamaan, tapi kami
memiliki fungsi yang berbeda. Karena itulah nama kami semua berbeda.
"Saat Karen sedih, sayalah yang akan menanggung kesedihannya. Saat Ayah
menyebutnya pelacur atau jalang, saya akan mengambil perasaan yang muncul akibat
penghinaan itu dari Karen. Saat Ayah mempermalukannya, seperti saat Karen berumur
tiga belas tahun dan ayahnya membawanya membeli gaun tidur transparan,
mengatakan kepada si penjual bahwa Karen adalah adiknya, sayalah yang menanggung
perasaan Karen." Karen terdengar letih dan murung saat menceritakan perannya.
"Karen tidak bisa benar-benar menangis; sayalah yang menangis untuknya. Kadangkadang, saat Karen menangis di depan Anda, sayalah yang sesungguhnya muncul. Saya
harap saya tidak membuat Anda kebingungan." Aku selalu kebingungan, pikirku.
"Apakah kamu sudah siap?" tanyaku.
"Ya."
"Kalau begitu, tunggulah di luar pintu ruangan mungil Karen, dan kami akan
memanggilmu sebentar lagi." Aku dan Karen menjalani langkah-langkah rutin kami.
Aku menjelaskan tentang peran Karen 3 dan bagaimana dia lahir. Karen mengizinkan
Karen 2 masuk. Karen menggambarkan sosok Karen 3 yang gemetar dan meneteskan
air mata; Karen 3 adalah versi lebih muda dari dirinya dan dia bisa mendengar
pikiran-pikirannya. Mereka berdua saling menenangkan.
Karen 3 bergeming, sehingga Karen menghampirinya.
"Dia
berdiri
di
dekat
saya
sekarang
dan
dengan
cepat
bergerak memasuki saya." Karen terdiam; aku bisa

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
melihatnya sedang bekerja.
"Saya bisa merasakan dia. Semuanya terasa nyaring dan menyilaukan ... dia sedang
masuk. Saya tidak bisa melihatnya lagi."
"Aku akan meninggalkan ruanganmu sekarang," ujarku. "Kamu akan mendapatkan
banyak perasaan darinya, tapi kamu tidak akan kewalahan."
Aku membangunkan Karen dari transnya dan mengembalikannya ke kantorku. Dia
menutupi matanya untuk menghalau cahaya.
"Apakah yang kamu ingat?" tanyaku.
"Gambar seorang pemuda berkulit hitam yang pernah saya lihat. Saya berada di
mobil, dan saya mendengar Ayah mengatakan, 'Orang negro yang baik hanyalah yang
sudah mati.'"
21 Juli 1997
Penyatuan Karen 3
Pada Kamis, 17 Juli, Karen 3 menyatu dengan saya. Sebelum mengintegrasikan
Karen 3, saya sedikit ragu-ragu. Saya hanya tahu sedikit tentang sosok yang satu ini.
Saya tahu bahwa dia sering depresi dan murung, sehingga saya khawatir ini akan
menyakiti saya. Kenangan pertama yang saya ingat dari Karen 3 adalah saat ayah saya
lewat di depan sekolah Lincoln. Dia mengemudi memasuki halaman sekolah melewati
lubang di pagar besi, mendekati beberapa remaja berkulit hitam yang sedang bermain
bola basket dan berusaha menerjang mereka. Saya duduk di bangku belakang saat
ayah saya me nge/uarkan sebuah lencana polisi yang dicurinya dari Bert dan
mengancam para remaja itu, menyuruh mereka untuk mening galkan lingkungan kami
dan tidak pernah kembali lagi. Dia tertawa terbahak-bahak saat mereka berlarian.
Laki, dia meno leh ke arah saya dan mengatakan, "Orang negro yang baik hanyalah
yang sudah mati." Pernyataan ini menyakiti saya karena dia selalu menyebut saya
negro, bibir negro atau hi dung negro.
Saat mengemudi pulang, saya mulai menyadari siapa se sungguhnya Karen 3. Saya
tahu bahwa dia berumur tiga pu /uh tahun, dan lahir tidak lama setelah kelahiran
saya (saat saya berumur sekitar dua tahun). Dialah yang memulai terapi bersama
Anda. Dia selalu ingin bunuh diri dan menderita sakit kepala parah. Saat sedang
muncul, dia tidak bisa tidur nyenyak.
Karen 3, saya rasa, memainkan peran yang penting dalam sistem kami, dan saat
mengingat segala yang telah dilakukan nya, saya merasa teramat sangat beruntung
karena memiliki nya di sisi saya. Selama beberapa hari terakhir, saya mengeta hui
bahwa dialah yang menanggung sebagian besar penganiayaan 418richard Baerverbal
dari suami saya. Saya tahu bahwa Josh sering menghina dan mencela saya tapi saya
tidak pernah mengetahuinya ataupun merasakannya hingga sekarang.
Saya tidak yakin harus melakukan apa untuk menghadapi suami saya. Ada kalanya
saya bisa memahami kemarahannya kepada saya. Bagaimana mungkin dia bisa tahan
menghadapi semua perubahan saya sejak integrasi saya dimulai, sementara dia tidak
tahu mengapa saya berubah? Saya bisa tahan bersa manya karena saya tidak tahu
sosok mana yang disukainya. Sejujurnya saya menganggapnya sebagai seorang asing
yang tinggal bersama saya selama 17 tahun terakhir. Saya dapat melihat kebenciannya
terhadap saya setiap kali saya meman dangnya. Sekarang, setelah Karen 3
berintegrasi, saya dapat merasakan kemarahan saya terhadap Josh. Saya
membencinya karena dia memperlakukan kami dengan sangat kejam. Saya mendapati

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
diri saya mengharapkan dia pergi, atau bahkan yang lebih menyedihkan,
mengharapkan dia mati.
Karen 3 merasa tidak memiliki alasan untuk hidup dan menginginkan kematian.
Saya merasakan integrasi ini telah berakhir, dan saya lega. Saya belum siap untuk
melakukan in tegrasi lagi dalam waktu dekat ini. Saya akan menghabiskan
sebulan ke depan
untuk membiasakan
diri dengan
perubahanperubahan yang ada. Memandang dunia dari sudut pandang sosok-sosok
yang lain adalah pengalaman yang sepenuhnya baru bagi saya dan saya ingin
mengambil jeda sejenak untuk menghargai semua yang telah mereka lakukan. Saya
tidak ingin melupakan merekafJ
25
Karon 2 dan Jensen
"APA INI?" aku bertanya. Karen menggeleng, seolah-olah tidak mau menjawab
pertanyaanku. "Saya hanya merasa putus asa setelah bertahun-tahun selalu
mendapatkan kritik pedas." Tidak banyak yang bisa kulakukan mengenai hal ini,
pikirku. Seiring waktu, semua itu akan mengendap dan menjadi bagian dari diri Karen.
Merasa dipermalukan dalam dosis sebesar itu dan dalam waktu seketika tentunya
sangat berat.
Di bawah hipnosis, Jensen mengatakan bahwa dia tidak berani membawakanku
gambar-gambar yang sedang dibuatnya; dia tidak tahu alasannya. Aku menanyainya,
dan dia mengakui bahwa dia tahu jika dia membawa gambar-gambar itu, akan tibalah
waktu baginya untuk diintegrasikan. Aku berusaha meyakinkannya bahwa kami akan
memisahkan pengamatan kami terhadap gambar-gambar itu dengan kesiapannya
untuk diintegrasikan, namun kami berdua sama-sama tahu bahwa aku sedikit
berbohong. Kurasa dia merasa lebih baik hanya dengan mengetahui bahwa aku
memahami kegelisahannya.
"Kata Karen 2, akulah yang akan diintegrasikan berikutnya, tak peduli apakah aku
suka atau tidak!" Dia
memiliki kelembutan dan keteguhan seorang bocah laki-laki kecil, sebuah sifat
yang tidak dimiliki oleh Karen. "Dia sok pintar di depanku. Aku muncul untuk
menggambar, tapi dia mendorongku mundur agar dapat menonton TV." Aku
mengatakan kepada Jensen bahwa aku akan berbicara dengan Karen 2 dan
memastikan Jensen mendapatkan jatah waktunya.
"Saya mendengar omongan tupai kecil itu!" Ah, Karen 2, pikirku.
"Sepertinya kamu agak menyusahkan dia," ujarku dengan nada manis, berusaha
menyembunyikan kejengkelanku.
"Dia sangat lamban!" katanya, tidak memedulikanku dan nada bicaraku. "Dia
menghabiskan waktu dengan gambar-gambar tololnya itu."
"Mungkin kamu bisa memberinya waktu minggu ini agar dia bisa menyelesaikan
gambar-gambarnya. Dia tidak akan bisa diintegrasikan sebelum tugasnya itu selesai."
"Hmm ... yah, baiklah. Saya sendiri tidak pernah muncul selama itu. Saya tidak
ikut campur waktu Karen 3 berintegrasi. Tapi, sulit bagi saya untuk menahan diri.
Saya membenci ibu Karen. Saya ingin menyuruhnya diam. Holdon berusaha
menenangkan saya."
"Bukankah dia ibumu juga?" tanyaku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya tidak pernah menganggap orangtua Karen sebagai ayah dan ibu saya. Saya
membentuk bayangan di dalam diri saya tentang ayah dan ibu yang sempurna dengan
mencomot berbagai sifat dari banyak orang."
"Dari manakah kamu mencomot sifat-sifat itu?"
"Dari potongan acara TV, flm, apa pun. Orangtua saya tidak payah ataupun gemar
menyiksa, tapi mereka juga tidak nyata. Sosok-sosok yang lain menganggap
Katherine dan Holdon sebagai orangtua mereka. Sandy menganggap dirinya anak
adopsi dan orangtua asli yang menyayanginya ada entah di mana."
"Bagaimanakah caramu menghabiskan waktu saat kamu muncul?" tanyaku.
"Saya suka bergaul; saya suka menghabiskan waktu bersama Sara dan berusaha
membangun kepercayaan dirinya. Saya tidak mau kehilangan kemampuan saya.
Seandainya saja sosoksosok itu berintegrasi pada saya."
"Apakah akan berbeda?" tanyaku. "Kamu berintegrasi pada mereka, mereka
berintegrasi padamu: Kalian semua berenang di dalam ember yang sama. Sepertinya,
bagaimanapun caranya, hasilnya akan sama saja."
Karen 2 memikirkan perkataanku. Rupanya aku berhasil mengejutkannya. Kupikir
dia mengasumsikan bahwa siapa pun yang dituju oleh sosok-sosok lainnya untuk
berintegrasi akan memegang kendali dan mendapatkan kekuasaan. Ternyata tidak
begitu; setiap kali selesai berintegrasi, Karen berubah dengan cara yang tak bisa
dikendalikannya.
"Saya takut jika saya berintegrasi, saya hanya akan menjadi bagian yang sangat
kecil dari Karen yang utuh."
"Tidak sekecil itu!" ujarku sambil tertawa.
"Tidak, mungkin tidak," dia tersenyum. "Saya sangat kuat.
Holdon tidak bisa memaksa saya masuk jika saya tidak mau." Sekarang mungkin
adalah kesempatanku untuk mengetahui tentang perasaannya saat beralih.
"Bagaimanakah rasanya saat kamu harus mundur, padahal kamu sedang berada di
luar?"
"Saat saya berada di luar dan akan mundur," kata Karen 2, seolah-olah sedang
menjelaskan kepada seorang
bocah, "telinga saya terasa tuli dan pandangan saya kabur; lalu saya tersedot
mundur. Jika saya tidak sedang aktif atau berkonsentrasi pada sesuatu, ketika itulah
Holdon menarik saya. Saat saya sudah mundur, saya tidak cukup kuat untuk melawan
Holdon. Katherine juga kadang-kadang menarik saya, tapi dia menipu saya dengan
mengatakan ada seseorang di dalam yang membutuhkan saya."
"Kepercayaan dirimu memang sangat tinggi," pujiku. "Karen akan mendapatkan
manfaat besar dari sifat yang kamu bawa untuknya ini."
"Mungkin kita bisa menyisakan dua sosok, Karen dan saya!" Dia sangat ceria dan
antusias, seolah-olah baru saja berpikir untuk membeli baju baru. "Anda bisa tetap
mengintegrasikan Jensen dan Holdon. Saya suka menjadi terpisah; saya merasa
seperti seorang manusia yang utuh. Saya memiliki pikiran sendiri. Tidak pernah ada
hal buruk yang menimpa saya. Jika saya berintegrasi, saya juga akan pernah dianiaya.
Saya menyukai diri saya!"
"Kapankah menurutmu kamu akan siap?" tanyaku. Aku mendengar permohonannya,
tapi kami berdua tahu bahwa itu tidak akan terjadi.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Saya tahu bahwa yang terbaik bagi Karen adalah jika saya berintegrasi
dengannya." Semangatnya melayang. "Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang saya
kenal, teman-teman saya? Saya biasanya menyelinap keluar pada malam hari saat
Karen tidur untuk menemui mereka."
Aku hanya memandang Karen 2.
"Saya tahu bahwa waktu saya telah tiba," kata Karen 2, merasa kalah.
"Kapankah kamu mau melakukannya?" aku mendesaknya.
"Tahun 2000?" katanya, lebih ceria. "Haruskah saya menetapkan tanggalnya?"
"Kita bisa membicarakannya lain kali," ujarku. "Sekarang, mundurlah agar aku bisa
membawa Karen kembali ke sini."
"Haruskah? Saya ingin tetap di luar agar bisa melakukan sesuatu."
MINGGU BERIKUTNYA, 9 September 1997, di bawah hipnosis, Karen 2 muncul dan
berbicara dengan penuh semangat tentang foto-foto yang diambilnya dari pesta
Tupperware dan ditempelkannya di seluruh rumah. Dia menceritakan tentang sepatu
yang dibelinya untuk Sara dan detail-detail acaranya dengan teman-temannya. Dia
melompat-lompat dari satu topik ke topik lainnya hingga aku menyelanya
"Apakah kamu telah memikirkan integrasi?" aku bertanya.
Karen 2 sekonyong-konyong terdiam, dan keceriaannya berubah menjadi
kecemasan. "Ya, sudah. Saya tidak seratus persen mendukung gagasan itu," katanya
sambil memelototiku, "tapi saya tahu bahwa itu akan menolong Karen. Saya sudah
membaca-baca tentang penganiayaan anak-anak, untuk membiasakan diri saya."
"Kurasa akan bagus bagi Karen jika dia mampu membayangkan dunia ini sebagai
tempat yang aman dan menyenangkan untuk ditinggali," ujarku, berusaha
memberikan gagasan akan apa yang bisa dilakukannya untuk Karen.
"Saya rasa saya akan menjadi masalah bagi Anda," katanya, "karena Anda takut
saya akan mengambil alih
Karen dan mengendalikan segalanya. Sekarang, saya
takut
saya
akan
menghilang selama-lamanya." "Kapankah kamu mau melakukannya?"
"Saya rasa minggu depan." Dia terdiam dan memandang ke luar jendela, tenggelam
dalam pikirannya. "Saya menikmati setiap waktu yang saya habiskan di luar, tapi
mungkin saya masih akan bisa menikmatinya dengan cara yang berbeda. Saya
mengawasi Karen; saya melihat berbagai aspek dari sosok-sosok lamanya di dalam
dirinya sekarang. Setidaknya, hubungannya dengan Josh akan membaik. Tapi, saya
tidak mau berintegrasi ke dalam tubuhnya. Ah!"
"Mungkin kamu bisa memberinya motivasi untuk merawat tubuh."
"Saya harap begitu."
"Jadi, kita akan merencanakannya untuk minggu depan."
"Baiklah."
SAAT KAREN menemuiku minggu berikutnya, dia merogoh tasnya dan memberiku
sebuah amplop yang ditujukan kepada "Dok Baer". Di dalamnya terdapat daftar pro
dan kontra integrasi yang dibuat oleh Karen 2. Berikut adalah bagian atasnya.
Daftar itu menghabiskan satu halaman dan mencakup dua puluh pernyataan pro
dan kontra. Menariknya, semua pendapat pro berpusat pada manfaat yang akan
didapatkan oleh Karen dari integrasi, yaitu bahwa Karen 2 dapat berkontribusi bagi
Karen yang seutuhnya, sementara pendapat kontra berfokus pada hal-hal yang akan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
ditinggalkan oleh Karen 2 sebagai dirinya sendiri. Di bawah daftar tersebut terdapat
tanda tangan bertuliskan:
ATAU e&SimW*
m mm m ww maism want VK M lift ffflCttWW as
t&kw naw-f
dia w mm. ms&im-^mtic
m M'JK WKTMO ft!TJti
oleh Karen II, seorang wanita unik.
"Karen 2 muncul dengan segenap dayanya beberapa hari terakhir ini," kata Holdon,
"bepergian ke sana-kemari, menyelesaikan bermacam-macam halterutama
menghadiri perkumpulan sosial dan mengurus acara-acara yang akan dilangsungkan di
sekolah. Dia telah mencurahkan sebagian perasaannya kepada Karen. Kemarin, Karen
menghadiri pertemuan orangtua murid di SMA, dan dia merasa percaya diri saat
berbicara kepada para guru."
"Dia merasa jauh lebih baik saat mendapatkan perasaan saya kemarin," kata Karen
2 dengan sedikit sombong. "Saya rasa akan bagus baginya jika saya memegang
kendali."
"Bagaimana kamu ingin aku memperkenalkanmu?" tanyaku. Aku masih agak
mencemaskan daftar "kontra" yang dibuatnya akan menang, dan dia berubah pikiran.
Aku tidak ingin mendesaknya, tapi aku juga tidak mau
menyebabkan kebimbangan. Aku ingin dia merasa larut secara perlahan-lahan oleh
mekanisme prosedur integrasi.
"Saya lahir untuk menjadi sosok yang normal; tidak ada kejadian buruk yang
pernah menimpa saya. Sejujurnya, saya tidak benar-benar memahaminya. Pada
sebagian besar waktu, saya tidur. Saya muncul saat kami bertemu dengan seseorang
yang penting dan harus bersikap seperti anak-anak yang sehat dan normal. Saat SMA,
saya menginginkan identitas saya sendiri dan melakukan banyak hal yang saya sukai.
Saya bergabung dengan banyak klubdebat, drama, dan band. Pada tahun terakhir
saya di SMA, saya merasa tidak membutuhkan nilai untuk lulus, sehingga saya
menghabiskan waktu saya untuk kesenian dan teater.
"Omong-omong, sejak itu, saya selalu muncul untuk bersenang-senang bersama
anak-anak; kami bermain, menghadiri acara-acara di sekolah, dan mengikuti acaraacara sosial." Karen 2 terdiam, dan kupikir dia telah selesai bercerita.
"Silakan mundur dan menunggu di luar ruangan mungil Karen. Aku akan
mendatanginya dan kami akan mempersilakanmu masuk." Aku melihat wajah Karen
semakin rileks dan binar-binar meninggalkan matanya. Aku memanggil Karen untuk
muncul dan meminta izinnya untuk memasuki ruangannya. Karen membuka pintu dan
mengundang Karen 2 masuk.
"Saya merasa gugup," kata Karen. "Saya merasa agak terancam olehnya. Entah
bagaimana, dia tampak berbeda. Dia ramping dan berambut pirang. Dia tampak ceria
dan penuh semangat." Secara singkat, aku menjelaskan tentang sejarah dan peran
Karen 2, serta meminta Karen untuk menggambarkan apa yang sedang
terjadi. "Dia duduk di dekat saya, tersenyum, dan menepuk-nepuk tangan saya.
Katanya, 'Apa kau siap menerimaku?' Bagaimana dia akan bereaksi jika mengetahui
bahwa kami pernah disakiti?"
"Itulah tujuan integrasi ini," ujarku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Dia membelai rambut saya dan mengatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja.
Katanya, dia tidak akan memberikan kenangan yang menyakitkan ataupun
memalukan. Dia ingin tahu apa yang sebaiknya kami lakukan sekarang."
"Kalian bisa mendekat, saling memandang, dan berpelukan," ujarku, seolah-olah
aku tahu pasti apa yang harus kami lakukan.
"Saya merasa aneh," katanya sambil menggerakkan tubuh. "Dia adalah sosok yang
tidak pernah saya sadari keberadaannya. Dia meminta saya mengatakan kepada Anda,
'Terima kasih untuk segalanya, dan dia akan selalu berada di sisi Anda.' Dia bertanya
apakah saya sudah siap. Saya akan memeluknya, dan kami akan saling membaur.
Katanya, 'Dan ...'. Dia memeluk saya; kepalanya berdekatan dengan kepala saya ....
Saya merasa telah siap. Saya bisa mendengar semua suara di dalam diri saya, jantung
saya, napas saya. Saya merasa mual."
"Hiruplah napas dalam-dalam; mari kita masuk," aku mendesak. Karen
mengernyitkan wajah dan menyeringai, seolaholah Karen 2 menyulitkannya.
"Dia sedang masuk. Saya tidak bisa melihatnya lagi."
"Kalian berhasil." Aku menyadarkannya dari trance-nya dan mengembalikannya ke
kantorku.
"Saya gemetar; cahaya di sini begitu terang, dan suara Karen mengernyitkan
wajah. Aku mematikan lampu di dekat kursiku dan membiarkannya menenangkan
diri. Setelah beberapa menit, dia menegakkan badan.
"Sakit kepala saya telah hilang," katanya, seolah-olah dia sekonyong-konyong
sembuh. "Saya merasa lebih baik." Dia menatap ke depan sejenak, memfokuskan
pandangan.
"Ada apa?" tanyaku. Dia menggeleng. Aku bertanya kembali.
"Tidak ada apa-apa," katanya. "Saya hanya ingat pernah pergi ke restoran
Dominick's untuk mengambil pesanan makan siang."
"Aku sangat penasaran ingin mendengar tentang perubahanmu setelah integrasi ini.
Integrasi kali ini berbeda dengan yang lain." Karen tersenyum lemah kepadaku, tapi
dia bangkit dengan sigap dari kursinya dan pergi dengan langkah mantap.
Penyatuan Karen 2
Pada Rabu, 17 September 1997, Karen 2 menyatu dengan saya. Saya cemas
menghadapi integrasi ini karena saya sefaks merasa terancam oleh sosok ini.
Pengetahuan saya tentang dia sangat sedikit, tapi pada saat yang sama dia
memainkan pe ran yang besar dalam kehidupan saya. Ketika kami mulai ber integrasi,
saya ingat bahwa dia memeluk saya. Laki, saya me rasa seperti sedang berada di
dalam terowongan, dan telinga saya meletup. Sekali lagi, saya sensitif terhadap
cahaya dan suara. Setelah kembali ke kantor Anda kenangan pertama yang saya
dapatkan adalah saat saya mengambil pesanan hi dongan pembuka dari Dominick 's.
Sungguh sebuah kenangan pertama yang aneh.
Berikut ini adalah sebagian kenangan yang telah saya dapatkan:
Saya ingat tentang SMA dan berbagai aktivitas yang saya ikuti. Saya bisa
mengingat wajah semua teman saya.
* Saya ingat bahwa saya pernah berpacaran dengan beberapa pria lain sebelum
saya menikah.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
* Saya ingat bahwa saya pernah mencintai suami saya. * Saya bisa mengingat hari
pernikahan saya. * Saya ingat bahwa saya pernah menjadi sekretaris dan mendapatkan
promosi sebelum Sara lahir. Saya bekerja dengan baik dan disukai oleh banyak orang.
* Saya ingat bahwa saya pernah hamil dan melahirkan anakanak saya. Saya
mencintai anak-anak saya dan saya ingat pernah membeli berbagai barang kebutuhan
bayi dan men dekorasi kamar mereka.
* Saya sangat senang bergaul dengan orang lain.
Seiring berjalannya waktu, saya mengingat hal-hal yang tidak saya sukai dari Karen
2. Misahya saya tahu bahwa dia mengacaukan keuangan saya dengan menghabiskan
uang un tuk dirinya sendiri alih-alih memberikan yang terbaik untuk keluarga saya. Dia
lebih suka menghabiskan $30 untuk pergi ke bioskop daripada untuk membayar
tagihan listrik. Dia sa ngat pintar dalam menutupi perbuatannya. Saya harus memin ta
salinan semua tagihan saya untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang telah
dia timbulkan. Ini betul-betul membuat saya marah karena saya mengira semua sosok
yang suka menghabiskan uang telah diintegrasikan dan Katherine telah meluruskan
semuanya. Saya merasa seperti orang bodoh. Saya rasa Karen 2 sama sekali tidak
sempurna.
Saya melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga hari ini. Saya menelepon
sekolah putri saya dan mengatakan kepa da gurunya bahwa saya harus menjemput
Sara untuk suatu keperluan. Saat saya menjemputnya Sara tampak kebingungan dan
terus-menerus bertanya. Saat kami telah keluar dan saya mengatakan kepadanya
bahwa kami akan menonton flm Excess Baggage, dia melompat-lompat senang dan
mengatakan bahwa dia mencintai saya. Sara tidak percaya bahwa saya betubetul
menjemputnya lebih awal dari sekolah untuk menonton
f Int. Tapi, kami bersenang-senang! Selelah itu, saat memikirkannya kembali,
perasaan saya campur aduk. Saya menyadari bahwa akhirnya saya bisa merengkuh
putri saya seorang anak yang tidak pernah saya rasakan sebagai milik saya dan dia
mencintai saya saya juga bisa merasakannya.
SELAMA BEBERAPA minggu menjelang integrasi Karen 2, sejak pertengahan musim
panas hingga awal musim gugur 1997, integrasi-integrasi sebelumnya semakin matang.
Berbagai kenangan dan emosi milik sosok-sosok yang telah terintegrasi semakin
mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari Karen. Sekarang, saat pergi ke toko,
dia akan muncul sepanjang waktu, membuat keputusan sendiri mengenai apa yang
akan dibelinya, dan tidak akan ada benda-benda mengejutkan di tas belanjaannya
setibanya dia di rumah. Dia juga mengambil keputusan sendiri mengenai janji temu
yang akan dipenuhinya, pakaian yang akan dipakainya, dan teman yang akan
ditemuinya.
Awalnya, dia merasa asing dengan kemampuan baru ini. Dia merasa palsu dan
menganggap dirinya tidak seharusnya "bertindak seperti itu". Tetapi, berangsurangsur, bagian-bagian baru dalam dirinya menjadi dirinya, dan dia berubah menjadi
amalgamasi yang nyata dan terintegrasi dari seluruh sosok-sosoknya yang berbeda.
Bagiku, dia menjadi seorang manusia yang utuh, bukan hanya sebuah cangkang
depresiseorang manusia dengan kekayaan sifat yang rumit dan menarik. Aku
menduga sintesis sosok-sosoknya ini merupakan proses yang akan berjalan hingga
beberapa bulan ke depan, atau bahkan bertahun-tahun.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Jensen terus menunda membawa gambar-gambarnya. Selain karena dia ingin
menunda integrasinya sendiri,
Holdon mengatakan bahwa Jensen mungkin enggan menunjukkan emosi yang
terlihat dalam gambar-gambar itu. Kari mengatakan kepada Jensen bahwa pikiran dan
perasaan mereka jahat, dan itu mungkin membuat Jensen ketakutan. Saat aku
berbicara kepada Jensen, dia menguatkan hal ini. Dia tahu bahwa aku mempelajari
cara "membaca bermacam-macam hal" di sekolah. Katanya, gambar-gambarnya "tidak
normal"; dia akan "dihakimi"; dan mereka akan "dipenjara atau apa". Saat mereka
dirawat di bangsal psikiatri, Jensen menggambar, namun dia hanya menggambar
rumput dan pepohonan, dan dia tidak membiarkanku melihat apa yang sedang terjadi
di dalam dirinya
"Adakah yang lain?" aku bertanya kepadanya.
"Apa maksudmu?" tanya Jensen.
"Kamu merasa karena kamu menggambar kejahatan ... itu membuatmu jahat? Apakah kamu merasa seperti seorang penjahat
yang terkurung di dalam diri Karen?"
Jensen menunduk dan mengangguk. Dia menangis.
Aku mendorong Jensen untuk menggambar juga hal-hal yang baik. Kurasa dia sama
seperti kita semua, dan dia memiliki sisi baik dan sisi buruk. Dia tampak lega. Aku
memintanya untuk bercerita sedikit tentang dirinya.
"Aku sebelas tahun, berkulit hitam, dan bisa menggambar," katanya. Lagaknya
seperti seorang remaja. Keluguan seorang bocah masih terpancar dari dirinya, namun
dia bersikap sok tangguh. "Aku lahir sekitar waktu Presiden Kennedy ditembak,"
lanjutnya. "Karen selalu ingin menggambar; dia bisa menjiplak dan membuat sketsa,
tapi Karen tidak benar-benar melakukannya. Dia kosong. Sosok-sosok lainnya selalu
bekerja untuknya. Aku lahir
untuk memegang bakat ini.
Aku mengangguk agar Jensen meneruskan ceritanya. "Di sekolah, kadang-kadang,
aku membuat corat-coret yang anehiblis bersayap malaikat, lilin yang menyalakan
darah, hal-hal semacam itu. Di sekolah Katolik, yang semacam itu dianggap buruk.
Ayah membakar gambar-gambar anehku. Aku takut pada api. Pada suatu hari, di
sekolah, aku menggambar Yesus sedang menangis, menggendong mayat anak-anak di
kedua tangannya."
"Mungkin jika ada seseorang yang memahami gambar itu, kamu bisa mendapatkan
pertolongan.
"Menurutmu, apa arti gambar itu?" tanya Jensen.
"Anak-anak adalah bagian dari Karen. Yesus bersedih karena anak-anak itu
disakiti."
"Itulah yang ingin kugambarkan." Mata Jensen basah, dia memandang ke kanan dan
ke kiri, lalu meremas-remas tangannya. "Seorang biarawati menuangkan air suci ke
gambar itu dan memukul tanganku dengan tongkat. Sakitnya terasa sampai seminggu.
Aku tidak mau disakiti!"
"Apakah kamu khawatir aku akan menyakitimu jika aku menganggap gambarmu
buruk?" tanyaku. Aku berusaha mengungapkan ketakutan tersembunyi yang
mencegahnya menunjukkan gambar-gambarnya kepadaku.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Aku tidak tahu," katanya. "Aku merasa tertekan. Aku takut akan membuat
kesalahan. Saat si ayah membakar gambargambarku, aku merasa sepertinya diriku
juga sedang dibakar."
"Sepertinya gambar-gambar itu adalah bagian dari dirimu," ujarku, berempati
terhadap perasaannya. Jensen kembali mengangguk, tampak lebih lega.
"Apakah kamu sering muncul?"
"Tidak, jarang. Aku jarang keluar setahun belakangan ini, sejak Karen berintegrasi.
Terakhir kalinya aku mucul adalah saat kami pergi ke museum sejarah alam. Keren
sekali! Aku tidak muncul sepanjang waktu; Miles muncul waktu kami melihat binatang
yang mengerikan dan Sidney muncul waktu kami melihat dinosaurus. Aku melihat
semua lukisan, mumi, ukiran, dan relik. Hanya akulah yang memerhatikan semua
detailnya: ukiran di meja, bentuk tembikar. Karen ada di sana selama berjam-jam,
tapi hanya sedikit yang diingatnyaitu membuatnya depresi. Kalau kamu bersama
kami selama dua puluh empat jam, kamu akan kelelahan. Kami terus beralih,
bergantigantian sepanjang hari. Tapi, aku tidak penah muncul dalam waktu lama; aku
selalu berharap menjadi Miles atau Sidney; mereka sering muncul. Aku biasanya duduk
di dalam ruangan tanpa jendela, hanya ada meja dan lampu agar aku bisa
menggambar."
Jensen memandang ke sekelilingnya. Aku melihat bahwa tubuhnya terus-menerus
bergerak. Dia tidak pernah diam. Berbicara denganku tentu merupakan wilayah yang
sangat berbeda baginya. Mungkin, berada di luar pikiran Karen adalah sesuatu yang
tidak biasa baginya.
"Aku ingin sekali melihat gambar-gambarmu," ujarku. "Potret diri sosok-sosok
Karen yang kamu buat dahulu sangat bagus. Kamu mungkin adalah sosok terbaik untuk
yang bisa menunjukkan emosi sosok-sosok lainnya melalui gambar-gambarmu.
Sekarang, setelah Karen 2 berintegrasi, kamu seharusnya punya lebih banyak waktu
untuk menggambar." Aku berusaha melambungkan kepercayaan diri Jensen agar dia
dapat memamerkan karyanya kepadaku tanpa takut dihakimi.
"Aku ingin membawakanmu sebuah lukisan besar yang memuat semua emosiku,
tapi aku tidak bisa."
"Yang itu mungkin terlalu besar," ujarku. "Mungkin kita sebaiknya membahas
gambar-gambar yang lebih kecil saja dahulu."
"Ya." Aku mengangguk kepada Jensen untuk mempersilakannya mundur.
"Saya dan Jensen sekarang tinggal di sudut yang terpisah di ruang tamu," kata
Holdon. "Ruangan lain di rumah kami telah ditutup. Sekarang kami dapat saling
melihat. Dahulu, Jensen tinggal di ruangan tanpa jendela. Sekarang jendelanya
terbuka, dan dia melihat lebih banyak kehidupan. Saya rasa, itulah sebagian alasan
yang membuatnya enggan berintegrasi. Menarik sekali melihat bagian dalam rumah
kami berubah. Bersama integrasi setiap sosok, sebuah ruangan ditutup. Sebelum
pergi, mereka telah mengucapkan selamat tinggal dan menutup ruangan tempat
tinggal mereka."
"AKU TAKUT kamu tidak akan menyukainya," kata Jensen. "Yang terlihat di
kepalaku berbeda dengan gambar ini." Aku memandang map kuning tempat Jensen
menyimpan gambar-gambarnya. "Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa menggambar
sebagus dahulu. Gambarku lebih bagus waktu aku sendirian di ruanganku. Sekarang
aku tahu bagaimana rasanya berada di luar."

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Mungkin kamu sudah sedikit berintegrasi."
"Mungkinrasanya aneh."
Aku memperlihatkan kepada Jensen sebuah gambar lingkaran batu bata biru.
"Ini ruanganku," katanya. "Tidak ada jendela. Yang lain harus mengulurkan tangan
untuk mendapatkan perhatianku, tapi aku jarang keluar. Ada beberapa bongkah batu
dan sebuah meja; di situlah aku duduk dan menggambar. Tidak banyak cahaya di
sana. Aku tidur di lantai tanah. Aku sepertinya berada di dasar sumur yang besar. Ada
cahaya jauh di atas, tapi di bawah, di tempatku berada, keadaannya gelap, dingin,
dan lembap. Tapi, aku punya lilin; kamu tidak bisa melihatnya. Lilin itu dipegang oleh
sesosok malaikat."
Aku memegang gambar sosok-sosok yang berdiri di depan sebuah mata.
"Beginilah cara kami melihat saat sosok yang lain muncul. Kami melihatnya seolaholah menembus sebuah mata."
"Sepertinya yang ini sudah kumal," ujarku.
"Karena aku marah," kata Jensen, cemberut. Aku mengisyaratkan kepadanya untuk
menjelaskan. "Kamu mengatakan di telepon bahwa aku berusaha menunda-nunda
integrasiku. Aku ingin berintegrasi. Aku kesepian; aku tidak menyadari betapa
kesepiannya aku hingga aku mulai bicara kepadamu. Dan kupikir kamu tidak akan
menyukai gambar-gambarku karena aku bukan penggambar yang bagus."
"Maafkan aku. Aku salah paham." Jalinan persekutuanku dengan Jensen memang
rapuh, dan kurasa aku membuat kesalahan dengan interpretasiku mengenai mengapa
dia baru sekarang menunjukkan gambar-gambarnya kepadaku. Aku harus lebih
berhati-hati. "Aku senang karena kamu memutuskan membawa gambar-gambarmu,"
ujarku sambil mengeluarkan gambar-gambarnya yang lain dari dalam
map. "Kamu tidak akan kesepian lagi setelah berintegrasi. Bisakah kamu
menceritakan kepadaku tentang yang ini?"
Jensen sedikit menegakkan badannya. Sepertinya dia yakin akan ketertarikanku
dan bangga karena dapat membicarakan karyanya.
"Kepala di atas kepala: begitulah rasanya memiliki sosok lain di dalam." Semua
gambar itu dibuat menggunakan krayon abu-abu. Menurut Jensen, seluruh dunia Karen
berwarna abu-abu sebelum dia mewarnainya.
Aku menunjukkan gambar berikutnya kepadanya.
"Itu adalah ruangan abu-abu di rumah duka. Karen diikat di sana. Yang ada di atas
meja adalah alat-alat yang digunakan untuk menyakiti Karen: sebatang lilin, sebilah
pisau, jarum pentul, dan sebuah palu."
"Itu gambar Miles," kata Jensen, menunjuk gambar berikutnya yang kuperlihatkan
kepadanya. "Saat dia terluka, aku menutup luka-lukanya dengan plester atau alat rias.
Dia tidak terlalu senang."
"Yang ini sangat dramatis," kataku, menunjukkan gambar seseorang yang sedang
menjerit.
"Itu Kari. Dia sedang berusaha menahan agar kejahatan tetap berada di luar, tapi
dia tidak mampu melakukannya."
"Sepertinya banyak yang terjadi di sini," ujarku, memperlihatkan gambar Yesus
yang sedang duduk sambil mengulurkan tangan, disertai sesosok malaikat yang sedang
menebarkan bintang-bintang.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Jensen tersenyum dan berbicara dengan cepat. "Yesus mengulurkan tangan dari
surga, memanggil para malaikat. Ada tujuh belas malaikat yang terbang ke bumi,
mendatangi tubuh Karen. Mereka ada untuk melindungi Karen; satu bintang untuk
satu sosok." Ini adalah pandangan Jensen mengenai Penciptaan. Ini tentunya
pernyataan yang mencerminkan harapan, pikirku.
*i f i roit- (AWT i
(T Nff +
-r "-=. 'J *
.... ....
,... '/-Ml
Yesus memerintahkan sejumlah malaikat untuk mengisi Kati da n jiwa Karen serta
mengambil alih sementara sampai Karen menjadi seutuhnya kembali. Tiap bintang
adalah pengganti dan di bawah adalah apa yang nap bintang berikan dan lakukan
kepada Karen.
Holdon Sandy
Kart Thfifl Elise Karen 1 Karen 2 Karen 3 Karen Boo : masa kecil
: Inde ra biasa : anak yang sempurna menjadi ttdak waras : mengontrol rata sakit i
pengetahuan medis : seksi bepergian : anak normal : dewasa normal -: depresi
Katherine : organisasi
Miles
: kekuatan dan amarah
Claire Sidney Jensen Ann !_ ianJuile
feminin humor apresiasi seni Agama - Iman J urai Isme
masalah kesehatan
Aku mengamati gambar berikutnya selama beberapa waktu sebelum
menunjukkannya kepada Jensen. Gambar itu menunjukkan lebih banyak detail dan
keahlian. Sesosok iblis besar tampak mengancam, dan Karen berada di latar belakang,
menggapai ke arah cahaya namun terbelenggu di neraka.
"Aku ingin menempatkan si iblis di atas sebuah roket dengan tulisan Ke Neraka
atau Hancur Lebur, dan mengirimnya ke tempatnya berasal. Kami tidak jahat; aku tidak takut lagi pada iblis.
Miles dan Kari sering mengaku sebagai iblis."
"Karena itulah yang dikatakan kepada mereka, terus-menerus," ujarku kepada
Jensen. "Satu-satunya cara untuk berkompromi dengan para penyiksa adalah dengan
memegang peran mereka. Tapi, semua itu bohong."
"Ya ... menyebalkan."
Selama beberapa minggu kemudian, aku berbicara kepada Jensen,
menyemangatinya untuk terus menggambar dan mempersiapkannya untuk
berintegrasi. Karen masih melanjutkan integrasinya dengan Karen 2 dan sosok-sosok
lainnya. Dia menjabarkan tentang semua perubahan kecil yang terjadi di dalam
dirinya. Biasanya, dia hanya dapat berkonsentrasi saat membaca jika dia membiarkan
TV dan radio menyala. Di tengah keheningan, dia akan dapat mendengar suara-suara
para sosoknya. Sekarang, dia sangat sensitif terhadap apa pun yang bisa mengalihkan
perhatian, dan untuk pertama kalinya, dia bisa benar-benar mendengar kesunyian.
Katanya, dia biasanya hanya tidur dua hingga empat jam setiap malam. Sekarang,
dia bisa tidur sedikitnya empat jam semalam, tapi dia masih kehilangan waktu pada
malam hari. Dia mencatat angka di odometer mobilnya setiap malam sebelum pergi

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
tidur, lalu memeriksanya lagi keesokan paginya. Kadangkadang, terdapat tambahan
seratus enam puluh kilometer di sana. Holdon suka bermobil pada malam hari.
Holdon mengkhawatirkan apa yang akan terjadi saat Karen tidak bisa beralih lagi.
Bagaimana jika dia tertekan? Apakah dia akan menciptakan sosok baru lagi? Apakah
dia
akan "menciptakan kembali" sosok-sosok lamanya dan kembali ke fungsi lamanya?
"Bisakah kami memulai kehidupan lagi?" tanyanya. Aku tidak mengetahui jawaban dari
pertanyaan ini. Aku juga khawatir dia akan membelah lagi, tapi aku memintanya
untuk meyakini apa yang telah kami raih sejauh ini, seperti aku yang meyakini bahwa
Karen akan mampu bertahan dan sembuh.
Karen 2 membawa sebuah tantangan berbeda. Karen mengatakan bahwa ingatan
Karen 2 membuatnya kesal, dan dia tidak menyukai penemuan-penemuannya.
Sebelumnya, dia tidak pernah ingat bahwa dirinya pernah berkencan, berpacaran, dan
berhubungan seks. Aku menanyakan apakah menurutnya pengalaman ini
menyenangkan atau tidak. Pengalaman itu menyenangkan, katanya, tapi dia tidak
merasakannya sebagai perilakunya. Dia tidak menyukai hal-hal yang dilakukannya.
Frustrasi berkepanjangan melingkupi teman-teman Karen 2. Orang-orang yang
tidak dikenal oleh Karen akan menelepon, dan dia merasa berkewajiban berbasa-basi
dengan mereka hingga dia akhirnya mengetahui siapa dan bagaimana dia bisa
mengenal mereka. Aku mengatakan kepadanya bahwa saat seluruh ingatannya telah
mendatanginya, dia akan mengingat siapa orang-orang itu. Katanya, dia secara refeks
memeluk orangorang tertentu saat mereka bertemu, lalu dia harus berhenti dan
memikirkan apakah tindakan itu benar.
Dia tidak menyadari seberapa seringnya dia memeluk anakanaknya. Saat waktu
tidur tiba, Karen 2 muncul dan mengantarkan mereka tidur. Aku mengingatkannya
betapa dia dahulu mencemaskan kemungkinan dirinya akan menganiaya anakanaknya
jika terlalu sering menyentuh
mereka. Ternyata, selama ini Karen telah menunjukkan kasih sayang yang cukup
kepada anak-anaknya. Integrasi ini menyerap sangat banyak energinya, sehingga dia
hanya memiliki sedikit sisa energi untuk melakukan hal-hal lainnya. Ada begitu banyak
yang harus dituliskannya, katanya, tapi waktunya sangat terbatas. Dia menyerahkan
kepadaku tulisan kedua tentang integrasi Karen 2.
Oktober 1997
Penyatuan Karen 2, lanjutan
Selama melanjutkan Integrasi Karen 2, saya mendapati diri saya terheran-heran
menyadari semua yang dilakukannya. Hari-hari saya begitu rumit sekaligus
memuaskan. Saya ter ganggu oleh kenangan-kenangan tentang berbagai hubungan
yang "pernah" saya jalani bersama pria-pria berbeda pada masa lalu saya. Meskipun
kenangan semacam ini wajar dan sehat saya merasa terancam olehnya. Saya tidak
bisa memba yangkan bahwa tubuh saya memiliki perasaan seksual yang normal Saya
merasa bersalah dan maki karena pikiran-pikiran baru saya. Meskipun telah bertahuntahun mendambakan dapat merasa seperti ini, saya kesulitan menerima kenangan-ke
nangan ini sebagai milik saya.
Saya mengingat kembali detail-detail tentang setiap peng alaman seksual saya,
seolah-olah semuanya baru terjadi kema rin. Saya mendapatkan perasaan yang tidak
pernah saya ba yangkan akan saya rasakan. Saya mendapatkan rasa hormat baru untuk

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
tubuh saya. Dorongan untuk mengetahui tentang tubuh saya begitu besar, tapi pikiran
ini membuat saya sangat maki sehingga saya tidak mampu menuliskannya.
Keseluruhan proses ini akan mengambil waktu lama. Saya memikirkan apakah saya
akan pernah merasa seperti seorang wanita.
Integrasi ini lebih berat daripada yang sebelumnya karena saya tidak bisa
menerima begitu saja berbagai pengalaman in
dah itu tanpa merasa bersalah. Saya mendapati diri saya me neteskan air mata
tanpa alasan yang jelas. Tetapi, tetap saja, saya senang karena perasaan positif terusmenerus tercurah ke dalam kehidupan saya. Saya telah berurusan dengan begitu
banyak kepedihan pada masa lalu saya, sehingga sekarang saya ingin mulai menatap
ke depan. Hanya saja, saya tidak tahu bagaimana saya bisa memulainya. Saya harus
membebas kan diri saya dan menikmati kehidupan.
"Biasanya saya depresi karena terus-menerus kehilangan waktu," kata Karen sambil
tersenyum kecut. "Sekarang saya kesal karena tidak bisa kehilangan waktu." Aku
menatap Karen dan bersimpati kepadanya. Ini tentu menakutkan baginya.
"Dan saya mendapatkan dorongan untuk melakukan bermacam-macam hal; saya
ingin menjadi impulsif. Tapi saya menahannya."
"Karen 2 tidak pernah disakiti," aku menjelaskan kepadanya, "tapi dia juga tidak
pernah mendapatkan hukuman yang layak. Dia tidak pernah mengembangkan
kedisiplinan dirinya."
"Ya, saya pikir juga begitu," kata Karen; dia tampak kebingungan. "Saya masih
merasa kikuk saat berhadapan dengan teman-teman Karen 2. Kadang-kadang, saya
merasa ramah dan pintar bergaul, tapi perasaan itu datang dan pergi. Minggu ini, saya
mendapatkan ingatan Karen 2 yang membuat saya merasa seolah-olah telah memakai
topeng sepanjang waktu," lanjutnya. "Semua orang menyukai dia; masa kecilnya
sempurna, berdasarkan pengalamannya, tapi saya tidak tahan berada di dekat para
wanita yang hanya duduk-duduk dan membicarakan tentang kuku mereka. Saya dapat
merasakan baju apa yang akan dipakai oleh Karen 2, tapi
saat memakainya, saya tidak merasa seperti diri saya sendiri."
"Sepertinya Karen 2 adalah topeng yang kamu maksud," ujarku.
"Ya, sepertinya begitu, tapi sekarang semua orang menanyakan apakah ada yang
salah dengan saya."
"Ini memang rumit," ujarku. "Menurutmu Karen 2 sempurna, tapi aku melihat
banyak sekali tingkahnya yang kekanak-kanakan dan mementingkan diri sendiri.
Kupikir dia menyerupai orangtuamu dalam hal ini; mereka sama-sama membentuk
ilusi bahwa semuanya baik-baik saja, lalu bersikap impulsif dan tidak memedulikan
konsekuensi dari perbuatan mereka. Kupikir kamu tidak perlu terlalu banyak
mengikutinya. Kamu hanya perlu mengambil sisi baiknya dan mengendalikan sifat
impulsifnya dengan memanfaatkan kedewasaan dirimu." Karen terkejut mendengar
saranku, namun dia memikirkannya.
SELAMA BEBERAPA minggu berikutnya, proses integrasi mereda, dan Karen semakin
memerhatikan perubahan dalam dirinya. Dia mampu secara lebih mudah memilih apa
yang diinginkannya tanpa merasakan dorongan impulsif. Dia pergi ke gereja untuk
pertama kalinya dalam rangka mendengar putrinya menyanyi. Karen 2 selalu
melakukannya. Untuk pertama kalinya, dia mendengar dan memandang pendeta
sebagai sesama manusia. Dia bahkan dengan berani memutuskan untuk secara teratur

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
melakukan pemeriksaan gineakologi. Dia tidak pernah melakukan pemeriksaan pap
smear selama empat belas tahun terakhir karena kepanikannya akan pikiran tentang
pemeriksaan panggul.
SETAHUN LEBIH telah berlalu sejak kami mulai mengintegrasikan sosok-sosok
Karen. Perubahan yang kulihat bersifat perlahan tetapi pasti. Saat Karen berbicara
kepadaku, aku dapat secara sekilas melihat kecentilan dari Claire, keputusasaan dari
Julie, cara tertawa dari Karen 2, atau empati dari Ann. Karen juga menceritakan
bahwa dirinya melawan suaminya seperti Miles atau menyerah pada ibunya seperti
Sandy. Semua itu sekarang dilakukan oleh Karen sendiri.
Pada 12 November 1997, Jensen dijadwalkan untuk berintegrasi. Dia membawa
harta bendanya yang paling berharga untuk diberikan kepadaku: tiga keping koin emas
palsu, sebuah koin Perang Sipil, sebutir kelereng, piringan hitam penuh goresan
dengan stiker bergambar tengkorak, dua buah mainan binatang mungil dari batu
hitamseekor gajah dan seekor beruangserta sebongkah batu krem berukiran labalaba hitam. Dia membawa patung plastik Michael Jordan setinggi lima belas senti,
"karena dia berkulit hitam, seperti aku"; buku tahunan SMA Karen, yang menunjukkan
partisipasinya dalam Klub Komputer, Klub Drama, Klub Bahasa Jerman, Perwakilan
Siswa, Band Sekolah, Perkumpulan Aktor, dan beberapa organisasi lain yang
singkatannya tidak kukenali; foto komuninya; potongan ujung jarum; dan kliping
seluruh surat cinta suaminya saat mereka masih berpacaran.
Saat melihat surat-surat itu, aku mendapati bahwa meskipun mengejutkan,
hubungan mereka ternyata penuh gairah dan tulus. Di dalam surat-surat itu, Josh
sangat bersyukur karena memiliki Karen yang mencintainya dan dia meminta maaf
setelah mereka bertengkar. Kata Jensen, gambar-gambar yang dijanjikannya akan
diperlihatkan
kepadaku
sejak
berminggu-minggu
sebelumnya ada di dalam lemari di rumah; dia memintaku untuk memberitahukan
tempat penyimpanan ini kepada Karen agar dia bisa membawanya. Jensen malu jika
harus membawanya sendiri.
"Saya sudah siap berintegrasi," kata Jensen, "tapi saya tidak merasa nyaman." Dia
gemetar dan menggigit bibirnya; tangannya terus bergerak-gerak tanpa tujuan. Aku
dapat melihatnya berusaha menunjukkan keberanian.
"Jangan khawatir, Jensen, semuanya akan baik-baik saja. Aku dan Karen telah
berkali-kali melakukan ini sebelumnya." Aku tidak yakin apakah ucapanku berhasil
menenangkannya. Mungkin aku bisa mengalihkan pikirannya dari kecemasan.
"Ceritakanlah lagi padaku tentang kelahiranmu; apakah yang sebaiknya kukatakan
tentang dirimu saat aku memperkenalkanmu kepada Karen?" Jensen berpikir sejenak
dan menyampaikan jawabannya atas pertanyaanku.
"Aku lahir karena Karen suka melihat-lihat, tapi dia tidak diperbolehkan menikmati
apa pun. Ruangan di rumah duka tempat kami disakiti berwarna abu-abu, dan shandy
juga abuabu. Aku lahir untuk membawa warna ke dalam kehidupan kami, untuk
mengajarkan kepada Karen cara menikmati keindahan. Akulah yang mengerjakan
proyek-proyek ketrampilannya, mengikuti lomba, dan mengajar anak-anak dalam
acara pemuda saat musim panas. Aku mendekorasi panggung saat di SMA,
menggambar pemandangan." Jensen terdiam, mencegah dirinya untuk mengatakan
sesuatu.
"Ada apa?" tanyaku. "Apakah ada yang lain?"

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Ya ...." Jensen ragu-ragu.
"Tidak apa-apa."
"Yah, awalnya adalah saat ibu Karen melukainya
dengan besi pengeriting. Ada bekas terbakar di leher Karen, dan ayahnya
mengatakan bahwa itu adalah bekas cupang. Aku tidak tahu apa artinya, tapi si ayah
memukuli Karen karenanya. Jadi, setelah itu, kapan pun Karen memar, aku akan
menutupnya dengan pakaian atau riasan. Kupikir itu akan bisa melindunginya." Jensen
gemetar saat menceritakan hal ini. Dia jelas merasakan ada sesuatu yang salah dalam
hal ini.
"Karena kamu menutupi luka-luka Karen, tidak ada orang yang bisa menolong,
sebab mereka tidak melihatnya," ujarku, membuka pembahasan topik ini.
"Aku baru menyadarinya sekarang." Jensen hampir menangis. "Aku cuma berusaha
menolong!"
"Tentu saja begitu, Jensen. Kupikir itu tidak akan membuat perbedaan. Apa pun
yang terjadi, ayahnya akan tetap menyakitinya. Mudah baginya mencari-cari alasan
untuk memukuli Karen."
"Menurutmu begitu?" aku mengangguk tanpa ragu-ragu, dan dia mendesah lega.
"Aku khawatir sekali akulah yang menyebabkan dia disakiti."
"Kasih sayang dan bakatmu akan sangat bermanfaat bagi Karen jika kalian sudah
berintegrasi."
Jensen berpikir sejenak, lalu bertanya, "Apakah Karen akan keberatan jika tahu
bahwa aku berkulit hitam?"
Aku terkejut mendengar pertanyaan ini, namun aku mengatakan, "Tidak, aku yakin
dia tidak akan keberatan." Lalu, aku berpikir dan bertanya, "Mengapa kamu berkulit
hitam?"
"Ayahnya penuh prasangka; dia tidak menyukai warna cokelat. Seperti yang pernah
kukatakan, aku lahir untuk mengajarkan tentang warna." Tentu saja. Kadang-kadang
aku memang bebal.
Kami melanjutkan sesi ini dengan rutinitas integrasi. Saat memasuki ruangan aman
Karen, Jensen menjulurkan lidah dan menyeringai kepada Karen, hanya untuk
mencairkan ketegangan. Karen menggambarkannya sebagai seorang bocah laki-laki
berkulit hitam dan berambut acak-acakan, dengan tinggi sekitar 132 cm. Jensen lebih
kecil daripada yang diperkirakan oleh Karen. Dia berbicara kepada Karen dan
mengatakan bahwa dia menyesal karena telah menutup-nutupi luka-luka Karen. Dia
meminta Karen mengatakan kepadaku bahwa dia akan merindukanku, tapi aku akan
tahu bahwa dia ada di dekatku. Dan, aku tidak boleh lupa mengatakan kepada Karen
tentang tempatnya menyimpan gambar-gambarnya.
Jensen gemetar, kata Karen, dan menyedekapkan tangan. Dia menanyakan apakah
Karen telah siap. Dia naik ke pangkuan Karen dan siap pergi. Karen terdiam selama
beberapa detik dan, dengan terkejut, mengatakan bahwa proses integrasi ini
berlangsung lebih cepat daripada yang disangkanya. Jensen sudah masuk; Karen dapat
merasakannya. Wajah Karen merah padam. Katanya, dia merasa gelisah, dan dia juga
mengeluhkan tentang suara dan cahaya. Dia merasa sedih.
"Dia sering menyendiri," ujarku, setelah Karen terbangun dari trance-nya. Aku
menceritakan kepadanya tentang gambargambar yang disimpan di lemari.
16 November 1997

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Penyatuan Jensen
Pada Rabu, 12 November 1997, Jensen menyatu dengan saya. Integrasi kali ini
berbeda dari yang sebelumnya, dan saya memikirkan apakah saya sungguh-sungguh
berintegrasi. Saya tidak merasa jauh berbeda segera setelah dia berintegrasi,
faks sekonyong-konyong, malamnya, saya merasa kewalahan
akibat serbuan pikiran dan perasaan.
Saat saya dihukum atau dianiaya di dalam ruangan abuabu, Jensen muncul dan
mengubah warna abu-abu menjadi warna-warni pelangi yang indah agar pikiran saya
tetap beker ja. Sekarang, dua hari setelah penyatuan Jensen, saya melihat warnawarni dari hari yang paling kelabu. Saya sama sekali tidak menyadari kekuatan yang
dimiliki Jensen. Saya tidak tahu secara pasti tentang perannya, kecuali bahwa dia
meng gambar dan menghadirkan seni ke dalam dunia saya. Sekarang, saya menyadari
bahwa makna keberadaan Jensen jauh lebih besar daripada yang pernah saya
bayangkan.
Jensen adalah satu-satunya sosok berkulit hitam yang saya miliki. Dia terlahir
berkulit hitam karena ayah saya berpra sangka sangat buruk kepada orang-orang
berkulit hitam. Jensen lahir dalam diri saya agar saya membentuk rasa hormat kepada
semua jenis manusia. Dia memberi saya perspektif agar saya tidak berprasangka
seperti ayah saya. Jensen membaca tentang rasnya dan menamai dirinya sendiri
dengan nama budak dari tahun 1700-an. Dengan pengetahuan yang diberikan oleh
Jensen kepada saya, saya memahami tentang sejarah dan perjuangan rasnya. Secara
khusus, saya tertarik pada bangsa Mesir dan cara mereka menciptakan karya seni.
Jensen dapat menggambar dengan tangan kanan maupun kiri. Dia juga dapat
menulis dengan kedua tangannya pada waktu yang sama. Jensen juga menghadirkan
seni ke dalam kehidupan anak-anak dengan duduk berjam-jam bersama me reka,
menggunting-gunting, menempel, dan menggambar. Dia membuat proyek baru setiap
hari. Saat anak laki-laki saya berumur kurang dari satu tahun, Jensen menumpahkan
puding cokelat di atas kertas dan memulai karier artistik putra saya itu.
Jensen suka mencoret-coret, dan hal ini sering kali menje rumuskan kami ke dalam
masalah. Salah satu gambar yang dibuatnya selama pelajaran agama membuat saya
ketakutan selama bertahun-tahun. Sekarang dia mereka ulang gambar itu untuk Anda,
dan ini membuat saya merasa sangat terganggu.
Saya tidak bisa memahaminya. Apakah artinya? Saya tidak mengerti mengapa dia
menggambarnya kembali. Saya takut pada kejahatan yang terkandung di sana. Saya
ingin merobek robek dan membuang gambar itu, namun sesuatu mencegah saya.
Saya masih ingat dengan jelas hari ketika gambar yang asli dibuat. Saya duduk di
deret kedua di kelas enam. Suster mengatakan bahwa kami semua adalah pendosa.
Saya tidak bisa melihat diri saya sebagai seorang pendosa, sehingga Jensen muncul
dan mulai menggambar Yesus yang disalib, dengan salah satu tangan terlepas dari
pakunya, dan seorang gadis (anggap saja gadis itu saya) menjilati darahnya yang
menetes, sementara bayangan jahat mengendap-endap di belakang saya, menanti
untuk merengkuh jiwa saya. Sepertinya Jensen sangat larut dalam gambarnya ini,
sehingga dia tidak melihat si suster mendekat. Suster merebut gambar itu dan
menjerit ngeri saat melihatnya. Jensen tidak memahami perbuatannya. Dia sangat
ketakutan, dan Miles muncul untuk menolong. Suster menu angkan air suci ke kepala
kami dan mengguncang-guncang tubuh kami dengan sangat keras sehingga kami pikir

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
kami akan pingsan dan koma. Kami menggenggam erat pensil yang kami gunakan
untuk menggambar, dan anak laki-laki di belakang kami, yang berusaha menarik
perhatian kami, menendang ta ngan kami tanpa mengetahui bahwa ujung pensil itu
menem pel di telapak tangan kami. Ujung pensil menancap ke telapak tangan saya
dan menyebabkan darah mengalir. Saya meminta izin untuk pergi ke kamar kecil
kepada si suster, dan saat dia melihat tangan saya, dia mulai menjerit-jerit, seolaholah saya adalah keturunan Lucifer. Dia menelepon orangtua saya dan saya
mendapatkan hukuman malam itu karena saya telah "sa ngat mempermalukan
keluarga kami".
Semakin hari, saya melihat semakin banyak keindahan yang tidak pernah saya
sadari. Sejak berintegrasi dengan Jensen, saya memerhatikan setiap detail dari setiap
benda. Tetapi, bagian terburuk dari integrasi dengan Jensen adalah
perasaan kesepian. Saya merindukan percakapan sosok-sosok di dalam diri saya.
Meskipun tidak pernah benar-benar men dengar semua yang mereka bicarakan, saya
merasa nyaman karena mengetahui bahwa mereka ada di sana. Saya juga se dih
karena saya tidak bisa beralih lagi. Aneh sekali bagi saya untuk tidak kehilangan
waktu, terutama saat saya benar-benar membutuhkan pertolongan. Sungguh berat
bagi saya untuk menghadapi begitu banyak masalah. Bagaimana mungkin se seorang
bisa hidup tanpa setidaknya memiliki satu sosok lain di dalam dirinya?
Saya tidak tahu apa yang terjadi pada Holdon, tapi se sungguhnya saya tidak
mengenal dia. Saya tidak bisa memahami mengapa saya tidak bisa menyerahkan
waktu kepadanya jika dia memang masih ada. Apakah dia tidak mau menolong saya
lagi?
"APAKAH KAMU sudah siap untuk menyelesaikan proses integrasi?" tanyaku. Jensen
telah berintegrasi, dan Karen sedang membiasakan diri dengan kenangan dan
perasaan yang menyertainya.
"Saya takut," kata Karen. Dia memandangku, mengharapkan pertolongan. "Saya
masih punya satu sosok yang bisa membuat saya kehilangan waktu. Dia adalah jaring
pengaman saya. Sepertinya tidak wajar jika saya tidak kehilangan waktu." Aku tidak
berkata-kata, membiarkannya mencerna pikirannya sendiri.
"Saya tidak mengingat segalanya dari sosok-sosok yang telah kita integrasikan.
Saya masih melihat hal-hal di sekitar rumah yang tidak pernah saya lakukan."
"Meskipun proses integrasi ini telah hampir selesai," ujarku, "tapi untuk mencerna
seluruh kenangan dan perasaan itu, terdapat sebuah proses sintesis yang kurasa akan
berlangsung selama beberapa bulan."
"Tapi, bagaimana jika ada kejadian yang sangat buruk?" tanyanya, menaikkan nada
suaranya. Aku melihat sedikit kepanikannya saat dia menyadari prospek dirinya akn
menjadi utuh. "Meskipun sebagian besar dari diri saya telah terintegrasi," lanjutnya,
"saya masih merindukan sosok-sosok saya. Saya pernah menjadi sekretaris. Saya
mengetik dan membuat steno saya tidak ingat. Ada seluruh keluarga saya di dalam
diri saya; saya tidak membutuhkan orang lain." Dia bersedekap dan tampak muram.
"Holdon tidak pernah muncul lagidia membuat saya harus menangani semuanya
sendirian!" Dia cemberut di kursinya. "Saya tidak benar-benar menyadari hingga
kemarin bahwa dia adalah satu-satunya sosok yang masih tersisa."
"Bolehkah saya berbicara dengannya?" Karen memandangku, kesal, tapi tetap
memejamkan matanya dan memulai proses trance.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Dia tidak pernah berurusan dengan dirinya sendiri sebelumnya," kata Holdon.
"Sayalah yang menjaga agar kelompok ini tetap utuh selama bertahun-tahun." Aku
selalu beranggapan bahwa hal ini berkaitan dengan pilihan namanya.
"Bagaimanakah pendapatmu tentang integrasi?" tanyaku.
"Saya harus berintegrasi, saya tahu, tapi saya rasa, saya masih bertugas
mengawasinya. Saya telah menutup rumah di dalam.
"Apa maksudmu?"
"Semua ruangan telah disegel; tidak ada lagi yang terjadi di sana. Saya tidak
pernah benar-benar menjadi bagian dari rumah itu, karena saya selalu berada di luar,
memberikan perlindungan. Tapi, saya belum menutup
ruangan mungil Karen."
"Apakah kamu membutuhkan ruangan itu untuk berintegrasi?"
"Saya rasa tidak. Saya rasa kita bisa melakukannya di luar rumah. Tapi, saya tetap
harus menutup ruangan itu. "Mengapa begitu?"
"Saya khawatir Karen akan menggunakannya untuk membentuk sosok-sosok baru
lagi."
SETELAH MELEWATI liburan Natal penuh tekanan, yang dihadapi secara jauh lebih
baik oleh Karen, akhirnya dia membawakan gambar terakhir Jensen untukku. Dia
menunda-nunda memberikan gambar ini kepadaku, kupikir, karena ketakutan Jensen
akan hukuman. Gambar itu menunjukkan Yesus disalib, sebuah reka ulang dari gambar
yang mengakibatkan hukuman dari seorang suster bertahun-tahun yang lalu. Tetapi,
bagi Jensen, yang tidak memahami konsep waktu, hukuman itu masih terasa segar
dalam ingatannya.
Karen mengingat versi lebih mengerikan dari gambar itu, dengan bayangan yang
lebih besar dan menggapai-gapai di belakangnya, menariknya dari Yesus. Dalam reka
ulang ini, bayangan itu lebih samar dan jauh. Kurasa itu adalah sebuah kemajuan.
Hadiah Natal dari Karen untukku tahun ini adalah sebuah pemberat kertas yang
bertuliskan kalimat kutipan dari Jonathan Swift, "Penglihatan adalah seni untuk
melihat hal-hal yang tak terlihat."[]
26
Holdon
KETIKA ITU 7 Januari 1998, dan musim dingin kembali mendatangi kami. Aku dapat
mendengar angin menderu di luar jendela dan melihat asap putih tebal membubung
dari atap semua bangunan, menunjukkan sistem pemanas yang bekerja keras untuk
menahan temperatur beku di permukaan danau. Karen menemuiku dan membawa
empat buah surat dari Holdon. Dia mengaku bahwa dia telah menahan surat itu, yang
dibuat sejak 24 November hingga 4 Desember 1997.
"Saya menyadari bahwa saya marah terhadap sosok ini," Karen mengeluh. "Mungkin
saya iri; saya tidak yakin. Hanya saja, sepertinya, setelah Jensen berintegrasi, saya
mengharapkan banyak bantuan dari Holdon, dan saat tidak mendapatkannya, saya
menyalahkan dia." Karen mengkhawatirkan kemungkinan aku dan Holdon memiliki
hubungan khusus, pribadi, dan rahasia, yang lebih erat daripada hubunganku
dengannya. Meskipun dia mengakui bahwa dia tidak betul-betul mengenal Holdon, dia
tahu bahwa Holdon adalah sosok yang menyatukan semua sosok di dalam dirinya.
Sebagian
besar
isi
surat-surat
itu
adalah
kabar
tentang kemajuan proses integrasi. Holdon mengatakan

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
bahwa sosok-sosok yang pertama kali berintegrasi telah "melebur", sehingga Karen
tidak bisa lagi mengatakan dari sosok yang mana pikiran, perasaan, ataupun
kenangannya berasal. Sekarang, yang ada hanyalah dirinya. Pada akhir Desember,
sekitar setengah sosoksosok itu telah melebur. Holdon mengatakan bahwa hal ini
adalah sebuah proses jangka panjang yang masih berlangsung. Dalam surat
terakhirnya, sebagai persiapan untuk integrasinya, dia menuliskan, dalam bentuk
memo, sebuah otobiograf singkat.
4-12-97
Kepada: Dp. Baer Dap/: Holdon Pep/hal: Kisah Saya
Saya, Holdon, lah/'p di dalam d/'p/ anak cantik ini, Kapen, pada 8 Febpuap/' 1961.
Ketika itu, Kapen bepumup 20 bulan. Saya, bepsama Kathep/'ne, bergabung bepsama
Kapen Boo dalam memulai sebuah sistem pertahanan yang pum/'t dan sangat
dibutuhkan. Kapen menangis setiap kali ayahnya mendekat dan tepamat sangat
membutuhkan sosok seopong ayah untuk melindunginya, dan di dalam benaknya, d/'a
menciptakan saya. Saya menjadi pelindung semua sosok. Meskipun Kapen meyakini
bahwa saya tumbuh dan menua bepsama d/'p/'nya, sesungguhnya tidak sepepti itu.
Sayabepumup dua tahun saat lah/'p dan menua dengan cepat. Ketika Kapen berumur
lima tahun, saya berumur dua puluh tahun. Ketika Kapen berumur dua belas, saya
berumur tiga puluh, dan saat memulai tepapi bepsama Anda, dia berumur dua puluh
sembilan tahun, dan saya berumur tiga puluh empat tahun. Sejak saat itu, saya hanya
menua hingga berumur tiga puluh enam, usia saya sekapang ini. Saya menua
berdasarkan kebutuhan dan perubahan di dunia dalam kami. Tidak pernah ada jadwal
yang menetapkan bagaimana atau apakah kami hapus menua.
Saya berperan sebagai pp/'a dalam kehidupan Kapen. Selama awal kehidupan
Kapen (sebelum d/'a berumur lima tahun), kami (saya)
belajar membaca. Kami membaca semua yang bisa kami baca. Orangtua Karen
sering memarahinya karena d/'a selalu membaca. Tentu saja, mereka tidak tahu
bahwa sayalah, Holdon, yang membaca. Saya belajar dengan cepat seiring umur saya,
meskipun kami menjalani penyiksaan tak tertahankan, dan saya tidak bisa mengubah
hai ini. Saya adalah ayah yang selalu didambakan Karen, hanya saja, saya berada di
dalam dirinya. Saat d/'a memulai tepapi bepsama Anda, saya bisa mengarahkan
perhatian saya ke dunia di dalam. Saya menetapkan tujuan untuk mengetahui semua
detail dari setiap sosok sehingga saya dapat mengamati sikap mereka. Sayangnya,
saya tidak bisa turut campur saat mereka muncul. Saya membentuk sebuah ruang
pertemuan (ruang mengobrol yang ada di dalam) dan itu adalah salah satu prestasi
terhebat saya. Hanya pada saat berada di sanalah kami semua dapat berkumpul dan
bekerja sebagai sebuah unit. Pertemuan di sana diadakan setiap malam, dengan
undangan terbuka untuk semua sosok yang ingin menghadirinya. Ketika pembicaraan
dewasa dibutuhkan, sosok-sosok anak-anak diminta pepgi. Selama waktu ini, saya
dapat memantau bagaimana kami, sebagai sebuah unit, bekepja, dan, jika mungkin,
saya juga dapat membuat pepubahan.
Saya bangga terhadap pekepjaan saya. Saya bepusaha keras menjaga agar kami
tetap hidup hingga saat integrasi tiba. Saya harus berintegrasi agar kami dapat
memulai kehidupan baru kami sebagai seorang manusia yang utuh. Pekerjaan saya
telah selesai. Saya siap berintegpasi.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"KITA BIASANYA melakukan integrasi bila sosok yang bersangkutan telah siap,"
ujarku kepada Karen. "Dengan Holdon, kita akan mengintegrasikannya bila kamu telah
siap." Karen tersenyum, lalu mengangkat bahu.
"Saya sudah terbiasa tidak mendapatkan pertolongan," katanya sambil tersenyum
penuh arti, yang mengandung ironi, kepasrahan, dan kekecewaan.
"'Mendapatkan pertolongan' adalah pilihan kata yang
bagus," ujarku. "Mereka memang memberimu pertolongan; mereka menolongmu
agar tetap bertahan. Tapi, kamu tidak membutuhkan pertolongan mereka lagi."
"Tempo hari, saya jatuh dan bahu saya sakit. Karena rasa sakitnya tidak kunjung
reda, saya berkata keras-keras, 'Bisakah kau keluar sekarang?' Tapi tidak ada yang
muncul."
Secara perlahan tapi pasti, Karen berubah. Saat dia memandangku, tidak terdapat
kesan bersalah dalam tatapannya, dan tidak terdapat pula kesan kalah dalam
posturnya. Suaranya lebih beremosi, dan dia lebih memerhatikan pakaian dan
perawatan tubuhnya. Dia memakai riasan mata dan membeli baju baru. Dia
berkembang dengan pesat. Katanya, dia dapat mengambil keputusan secara cepat.
Dia tidak lagi ragu-ragu dalam memilih apa yang diinginkannya atau mengetahui apa
yang dilakukannya. Sekarang, semua itu menjadi lebih otomatis baginya. Tetapi,
suaminya tidak menyukai keterbukaan barunya ini.
"Kamu berpegang pada pendapatmu sendiri?"
"Saya lebih berpendirian," katanya, "dan dapat mempertahankan pendapat saya.
Saya bahkan bisa bercanda. Dari manakah kemampuan itu berasal?"
"Mungkin dari peleburan yang dijelaskan oleh Holdon," ujarku. "Sepertinya Miles
yang suka bercanda."
"Mungkin juga. Saya bisa melontarkan komentar yang membuat suami saya
terdiam."
"Apakah yang kamu ingat?" tanyaku. Karen berpaling ke jendela, bertopang dagu,
memandang keluar dengan mata menerawang.
"Rasanya
seperti
menonton
flm,"
katanya,
dan
aku
dapat menyaksikan dirinya menonton. "Kenangankenangan itu terasa akrab, tapi sekarang semuanya begitu jelas dan mendetail.
Semua percakapan, semua yang ada di sekeliling saya ... semuanya terjadi bertahuntahun yang lalu, tapi ingatan saya begitu segar. Saya mengingat masa SMA saya. Saya
beristirahat makan siang pada jam pelajaran ketujuh dan mengikuti pelajaran aljabar
pada jam keenam. Sekali waktu, salah satu sosok membolos dan pergi bermain boling,
dan saat saya kembali, saya tidak bisa mengingat pelajaran matematika saya. Saya
mengikuti ujian membaca cepat dan mendapatkan nilai tertinggi, tapi sosok itu tidak
pernah berpartisipasi lagi, dan saya mendapat nilai D karena tidak bisa mengikuti
pelajaran. Ini terjadi terus-menerus selama SMA; semuanya bergantung pada sosok
mana yang menyukai pelajaran tertentu. Para guru tentu saja kebingungan."
"Kamu pun tentunya kebingungan," ujarku. "Hal yang sama terjadi pada kehidupan
sosialmu."
"Ini masih terjadi. Saya pergi ke toko, dan sepertinya semua orang mengenal saya,
tapi saya tidak mengenal seorang pun dari mereka. Sungguh sulit berpura-pura
mengetahui apa yang terjadi dan membiarkan mereka berbicara cukup lama hingga
saya bisa menghimpun informasi. Saya harap itu tidak akan terjadi lagi saat saya

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
sudah mendapatkan semua ingatan saya. Tapi saya sudah membaik. Adik saya
berusaha memberi tahu saya bahwa dia telah melakukan sesuatu untuk saya,
bersikeras bahwa saya harus mengingatnya. Tapi, saya memang ingat, dan saya
mengatakan itu padanya. Dia sudah terbiasa dengan saya yang selalu menerima begitu
saja semua perkataannya." Karen terdiam, lalu melanjutkan.
"Baru-baru ini, saya teringat akan betapa seringnya Anda membicarakan sosoksosok saya yang lain. Saya ingat secara mendetail setiap sesi Anda bersama mereka,
tapi saya tidak terlalu sering memikirkannya, dan ingatan-ingatan itu juga tidak
berkelebatan di benak saya lagi."
"Aku memiliki hubungan dengan setiap sosokmu," ujarku, "dan aku memandu satu
per satu dari mereka melewati proses integrasi."
"Saya masih bisa mengingat beberapa hal tentang setiap sosok. Claire suka
menyisir rambut putri saya ... tapi anakanak kebingungan karena sosok-sosok saya
tidak muncul lagi. Anak-anak saya mengeluh karena saya sudah lama tidak membuat
masakan yang enak, yang biasanya dilakukan oleh Katherine, dan karena saya tidak
membawa mereka ke tempat-tempat yang menyenangkan, seperti yang dilakukan
Karen 2. Setidaknya saya tidak perlu menonton sebuah flm hingga sepuluh kali
sebelum bisa mengetahui cerita selengkapnya." Aku dan Karen tertawa mendengar hal
ini, namun benak kami disusupi penyesalan lantaran sosok-sosok yang menghilang dan
kekacauan yang harus dilalui Karen.
"Saya tidak ingin melupakan semua yang saya ingat," lanjutnya. "Saya ingin
menuliskan semuanya, tapi saya tidak bisa karena ingatan saya terus berdatangan.
Saya seolah-olah sedang berhadapan dengan sebuah kran yang tidak bisa ditutup."
Tetapi, Karen tetap menuliskan sebagian perasaannya. Dia memberikan
berhalaman-halaman tulisannya, dan dia membuat dua buah buklet berisi foto-foto
keluarganya untukku. Yang satu menggambarkan pernikahannya; yang
lain menggambarkan kamar tidurnya semasa kanak-kanak, tempat sebagian
penyiksaan terhadap dirinya terjadi. Dia tidak yakin apakah dia ingin menulis tentang
kamarnya. Katanya, dia sesungguhnya tidak ingin berurusan dengan dampak
ingatannya, tetapi dia tidak bisa menghindari ingatan yang membanjiri kepalanya.
Setiap ruangan di rumahnya menyimpan kepedihan yang harus ditanggungnya seumur
hidup.
"APAKAH KAMU sudah mempersiapkan diri?" aku bertanya kepada Holdon. Aku
gugup menghadapi penyatuan sosok terakhir. Aku takut semua yang telah kami
lakukan menjadi sia-sia jika integrasi yang terakhir tidak berjalan lancar.
"Saya akan segera siap," kata Holdon. "Apakah Anda punya pertanyaan untuk saya
sebelum saya berintegrasi? Saya mengetahui banyak hal yang tidak diketahui oleh
sosok-sosok lainnya."
"Benarkah? Aku akan memikirkan beberapa pertanyaan." Nah, ini kesempatan
terakhirku. Tentunya ada beberapa kekosongan yang harus kuiisi. "Siapakah yang
pertama kali datang menemuiku?" tanyaku.
"Yang pertama kali menemui Anda adalah Sandy. Ini gagasan Katherine. Sandy
mengenakan baju merah muda. Dia kesakitan akibat operasi Caesar. Lalu, Sandy mulai
melewatkan janji temu. Katherine mengantarkannya, tapi Sandy tidak mau muncul.
Kemudian, sosok-sosok yang lain muncul kapan pun mereka ingin berbicara. Anda
berbicara dengan salah satu sosok, lalu memasukkan sosok yang lain ke rumah sakit.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Karena itulah mereka marah kepada Anda. Anda ingat bahwa Miles menelepon Anda
dari pos perawat. Lalu, kami diberi obat. Selama di
rumah sakit, Ann dan Juliann paling sering muncul untuk bersosialisasi, dan
Katherine merapikan isi kulkas. Para perawat tidak pernah mengetahui tentang kami."
Kurasa aku bisa memintanya untuk menjelaskan tentang mekanisme segalanya
yang terjadi selama sepuluh tahun terakhir, tapi itu hanya akan memuaskan rasa
penasaranku dan tidak menolong Karen, sehingga aku memutuskan untuk tidak
membebani Holdon dengan banyak pertanyaan. Tetapi, aku punya beberapa
pertanyaan yang betul-betul membutuhkan jawaban.
"Mengapa rumah?" tanyaku. Holdon memandangku sambil menelengkan kepala.
"Mengapa kalian mengorganisasikan dunia internal kalian di dalam sebuah rumah?"
"Oh!" katanya, terkejut mendengar pertanyaan blak-blakanku. "Setiap sosok
membutuhkan tempat sendiri-sendiri. Mereka membutuhkan tembok pemisah agar
dapat menjaga privasi masing-masing. Tidak ada dapur atau kamar mandi. Ada banyak
kamar tidur yang berhubungan dengan sebuah ruang pertemuan. Rumah itu menjadi
lebih berkembang dan mendetail setelah kami mulai berbicara dengan Anda. Kami
menciptakan sebuah ruangan untuk Andaruangan aman Karen, sehingga kami dapat
berbicara kepada Anda tanpa harus meninggalkan rumah. Enam buah lubang kunci
terpasang di bagian dalam pintu, sehingga sosok-sosok Karen mendapatkan privasi
saat mereka berbicara kepada Anda."
"Baiklah, mengapa jumlahnya enam?" aku bertanya.
"Miles dan Sandy bersikeras untuk memasang dua,
tiga,
bahkan empat buah lubang kunci. Claire menginginkan kuncinya sendiri. Akhirnya,
kami memasang enam."
"Bagaimana dengan ruang pertemuan?"
"Tempat itu didirikan saat Karen berusia awal dua puluhan, tepat sebelum dia
menikah. Dia tidak berfungsi secara normal. Inilah cara kami untuk saling memberikan
informasi, sebelum dia tertidur, tepat saat dia mulai kehilangan kesadaran. Saat
terbangun pada pagi harinya, dia akan mengetahui apa yang dilakukannya sehari
sebelumnya. Sistem ini bekerja dengan cukup baik hingga Sara lahir."
"Apakah yang terjadi setelah itu?"
"Keadaan menjadi kacau. Karen 2 yang seharusnya melahirkan, tapi saat diikat dan
merasa nyeri akibat pembedahan, dia panik dan langsung mundur. Keseluruhan sistem
kami menjadi kacau ketika itu. Setiap sosok bereaksi secara berbeda terhadap obat
penahan rasa sakit. Depresi muncul, menyebar, dan semakin parah."
"Ketika itulah kalian mendatangiku."
"Benar, setelah mengatasi berbagai keraguan."
"Aku bisa saja duduk di sini dan memberimu rentetan pertanyaan," ujarku, "tapi
aku hanya akan menanyakan satu hal lagi. Bagaimanakah sosok baru bisa terbentuk?"
"Yah, itu agak sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata." Holdon terdiam dan
berpikir sejenak. "Saat kami mengalami suatu hal baru yang tidak bisa ditanggung oleh
sosok mana pun, sosok baru akan lahir. Setiap sosok memiliki peran dan tujuan
masing-masing."
"Tapi, bagaimana mereka lahir?" tanyaku. Aku memancing Holdon untuk
memberikan jawaban yang lebih spesifk. Aku ingin bisa membayangkannya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
"Yah ... yang terjadi adalah"Holdon berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk
menjelaskan-"kami semua akan berkumpul saat Karen memiliki kebutuhan
yang mendesak. Kebutuhan ini berkembang menjadi harapan, dan harapan
bertransformasi menjadi sosok baru. Saya lahir dari harapan Karen akan sosok seorang
ayah. Claire lahir dari harapan Karen untuk menjadi seorang anak perempuan yang
sempurna, semurnimurninya, yang disukai oleh semua orang. Ayahnya mengatakan
bahwa Komuni adalah hari saat Tuhan menyerahkan Karen kepadanya agar dia dapat
menjalankan perintah Tuhan. Itu berarti agar Karen dapat dianiaya. Sidney lahir
karena Karen ingin menjadi anak laki-laki yang diharapkan ayahnya. Sidney harus
mencuri untuk si ayah tanpa merasa bersalah, dan Karen tidak bisa melakukannya."
"Setiap sosok lahir dari harapan Karen," ujarku, berusaha memahami. Aku berusaha
membayangkannya.
"Karena adanya kebutuhan," Holdon menegaskan. "Saat Karen depresi, dia mulai
menciptakan sosok-sosok baru, namun saya dan Katherine mencegahnya. Karen mulai
menyadari bahwa tidak semua orang kehilangan waktu dan mendengar suarasuara. Dia
takut jika dirinya mengatakan tentang hal ini kepada orang lain, mereka akan
menganggapnya menderita skizofrenia dan mengurungnya."
"Aku mengerti. Aku ingin tahu lebih banyak, tapi waktu kita hari ini telah habis."
"Karena Karen sudah hampir siap untuk integrasi saya, saya akan merekam suara
saya untuk bercerita lebih banyak kepada Anda. Jika Anda telah mendapatkan
rekaman itu, artinya saya telah siap."
KETIKA ITU akhir Februari, dan Karen datang
ke kantorku, bersimbah air mata dan tampak letih. Dia mengeluhkan hari-harinya
yang berat. Dia tidak bisa "berlibur" sepanjang hari. Dia selalu ada. Dia merasakan
tekanan untuk menyelesaikan segalanya. Biasanya dia dapat mengabaikan
masalahnya. Dia berharap dapat melakukan semua yang bisa dilakukannya enam bulan
sebelumnya.
"Saat kamu tidak tidur," aku menambahkan.
"Ya," katanya sambil memandangku, malu. Katanya, dia tertarik untuk berintegrasi
dengan Holdon. Dia menginginkan keahlian Holdon ....
"Saya akan mengirim rekaman itu," kata Holdon setelah Karen dihipnosis. "Karen
penasaran dan mendengarkan sebagian isinya. Dia tidak menyukainya. Saya
mendengar suara saya yang maskulin. Karen juga menganggapnya begitu, tapi suara
saya berbeda dari suaranya, agak lebih dalam. Saya rasa dia kecewa. Dia berharap
lebih banyak." Aku teringat akan suara setiap sosok Karen; semuanya berbeda, namun
karena semuanya berasal dari Karen, perbedaan itu hanyalah variasi.
"Ada perkembangan terbaru?" tanyaku.
"Yah, toleransinya terhadap rasa sakit lebih baik setelah Kari melebur. Dia juga
mendapatkan sebagian kemampuan Kari untuk mengatasi masalah."
"Aku menantikan rekamanmu."
KAREN MELANJUTKAN peleburan sosok-sosoknya yang telah berintegrasi. Dia masih
bingung memikirkan apa yang akan dilakukannya untuk menyelesaikan berbagai
pekerjaannya; tidak semuanya berjalan secara otomatis. Waktu sehari bagaikan
sebulan
baginya, dengan segala macam pikiran melintasi benaknya.

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
Dia hanya kadang-kadang kehilangan waktu, tapi dia menyadarinya. Dia
mengandalkan jam untuk melacak waktu yang dilewatkannya. Holdon muncul sesekali
dalam waktu singkat untuk menyelesaikan beberapa urusan bisnis. Holdon menutup
rumah di dalam diri Karen, termasuk ruangan mungil Karen, dan menyediakan tempat
untuk Karen di depan rumah, di dalam rongga pohon di halaman depan. Ke sanalah
Karen pergi saat dia kehilangan waktu. Menurut Holdon, tempat itu sangat bersih dan
nyaman.
SELAMA TIGA sesi berturut-turut, Karen lupa membawa amplop yang berisi
rekaman Holdon yang ditinggalkannya untukku. Ketika itu akhir Maret 1998, dan aku
merasa Karen menolak langkah yang akan menjadikannya terintegrasi secara utuh.
Katanya, dia teringat pada rekaman itu saat masih di rumah, tapi dia melupakannya
saat berangkat ke kantorku. Ini bukan kebetulan, pikirku. Karen secara tidak sadar
melupakan karena dia takut melepaskan sosok terakhirnya. Dia mengakui bahwa dia
khawatir Holdon akan menyudutkan dia dalam rekamannya, atau mengatakan hal-hal
buruk tentangnya. Dia mengalihkan topik dengan membicarakan kelakuan buruk
suaminya. Katanya, Josh mengancam akan meneleponku dan mengatakan kepadaku
bahwa Karen tidak berguna, dll., dan bahwa aku menyia-nyiakan waktu saja dengan
merawatnya.
"Dia tidak pernah meneleponku," ujarku, "dan saat dia menerima teleponku
untukmu, dia selalu bersikap sangat sopan dan penuh hormat. Kurasa dia takut
kepadaku. Dia hanya menakut-nakuti dan melawan orang yang
dianggapnya lebih lemah."
"Saya rasa, sayalah yang membuat suami saya lebih buruk," katanya.
"Apa maksudmu?" aku terkejut mendengar perkataannya. Apakah dia selama ini
membesar-besarkan cerita tentang penganiayaan yang dilakukan suaminya?
"Hanya saja"Karen tampak sangat sedih saat mengatakannya-"dia harus hidup
bersama saya selama bertahun-tahun. Saya pergi selama berjam-jam dan dia tidak
tahu di mana saya berada, dan setibanya di rumah, saya tidak bisa memberi tahu dia
apa yang telah saya lakukan. Ini bisa membuat siapa pun marah. Saya tiba-tiba
muncul di suatu tempat, berkencan dengan pria lain, dan saya harus berpura-pura
sakit agar bisa pulang. Suami saya tidak pernah paham. Dia tidak pernah membaca
tulisan saya ataupun menggeledah tas saya. Ada bermacam-macam benda di
dalamnyabenda-benda yang dibutuhkan oleh sosok-sosok saya yang lain. Yang bisa
dia lakukan hanyalah memarahi saya."
"Apakah kalian tidak pernah membicarakan masalah kalian?"
"Kami tidak pernah ... saya tidak pernah bisa melakukannya. Saya tidak bisa. Apa
pun yang saya katakan kepadanya, yah, dia selalu menggunakannya untuk melawan
saya di kemudian hari. Tidak seorang pun bisa membayangkan bagaimana rasanya
memiliki suami dan anak-anak namun harus berpurapura sepanjang waktu. Sekarang
saya ingat bahwa saya pernah melakukan hubungan seks dengan suami saya, tapi saya
masih tidak mengetahui rasanya. Saya belum mendapatkan ingatan tentang hal itu.
Siapakah yang bisa menyalahkan suami saya?"
"Bisa dimengerti bahwa dia kebingungan dan marah," ujarku, teringat pada
memar-memar yang ditunjukkan oleh Karen, "tapi untuk menanganinya, dia memiliki
banyak pilihan. Memukulimu bukanlah pilihan yang tepat." Kepercayaan diri Karen

download software full version, ebook, novel, komik, mp3, subtile gratis

www.diduniadownload.blogspot.com
www.ac-zzz.tk
yang rendah menjadikannya ingin membenarkan sikap penyiksanya, pikirku: Siapakah
yang bisa menyalahkan suami saya saya layak diperlakukan seperti ini.
Karen menangis saat mendengar ucapanku. Dia merasa sangat sedih memikirkan
betapa penyakitnya telah mengorbankan kehidupan keluarganya. Tidak banyak yang
bisa kulakukan untuk mengatasi hal ini; aku hanya mengatakan kepadanya bahwa aku
memahami kesedihannya. Sebelum dia pergi, aku memintanya un