Anda di halaman 1dari 33

DEATH - NOTE ANOTHER NOTE : PAGE 1 (BAHASA

INDONESIA)
Posted by : Liu Sun Yu Senin, 15 Juli 2013

Death Note: Another Note The Los Angeles BB murder files


(Data Kasus Pembunuhan BB di Los Angeles)
Translated by Shia Zen
Sumber : Intan Chan
Walaupun sekarang kasus itu disebut-sebut sebagai Kasus Pembunuhan BB Los Angeles
judul yang cukup menariktapi ketika hal itu benar-benar terjadi, tepat ketika kasus itu
terjadi, kasus itu tidak pernah dinamai sedekimian menarik. Media menyebutnya
Pembunuhan Wara Ningyo, atau Pembunuhan Beruntun di Ruangan Terkunci L. A, atau
nama-nama mengerikan lainnya. Faktanya hal itu tidak perlu diragukan lagi telah membuat
Beyond Birthdaypembunuh di balik kasus inisangat tersinggung. Tapi anehnya, kupikir
nama-nama itu lebih masuk akal untuk menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Kemudian, sehari setelah Beyond Birthday melancarkan pembunuhannya yang ketiga, 14
Agustus, 2002, jam 8:15 pagi, waktu lokal, agen FBI Naomi Misora terbaring di kasur
apartemennya, baru saja terbangun. Ia mengenakan celana panjang kulit dan sebuah jaket
kulit yang sangat cocok, tapi jangan sangka bahwa ia sengaja tidur dengan pakaian itu. Ia
telah menghabiskan berjam-jam mengendarai sepeda motornya tadi malam, dengan tujuan
menghilangkan stres, dan akhirnya ketika ia pulang, tanpa memikirkan untuk mandi ataupun
mengganti pakaiannya ia tertidur. Seperti nama kasus itu, sekarang Misora dikenali
masyarakat sebagai seseorang yang telah membongkar Kasus Pembunuhan BB Los Angeles,
tapi kenyataannya saat peristiwa itu terjadi, ia telah diberhenti tugaskan sementara sebagai
agen FBI. Menurut laporan resmi ia hanya pergi tanpa izin, tapi ini sebenarnya karena ia tidak
kuat lagi menghadapi tekanan yang diberikan atasannya. Mengundurkan diri, pergi, liburan

musim panas. Kupikir alasannya diberhenti tugaskan tidaklah penting. Yang terpenting adalah
ini Amerika, sedangkan ia orang Jepang, wanita, sangat baik dalam bekerja, dan FBI adalah
organisasi yang sangat besaryang seharusnya mempunyai informasi yang cukup banyak.
Yang jelas, ia mempunyai rekan sepekerjaan yang berpikiran tinggi tentang dirinya, yang
membuatnya tetap bertahan untuk bekerja di organisasi itu sejauh ini, tapi satu bulan
sebelumnya, tepat sebelum pembunuhan BB di Los Angeles, Misora melakukan kesalahan
besar, kesalahan yang bahkan tidak ia percayaiyang menuntunnya tepat ke situasi
sebelumnya. Ini bukanlah sejenis masalah yang bisa dihilangkan dengan cara bersepeda
motor di tengah malam. Misora memutuskan untuk berhenti dari FBI, mengistirahatkan
seluruh hidupnya, dan pulang ke Jepang. Tentu saja, sebagian dari dirinya marah atas ketidak
masukakalan yang datang dari pekerjaannya, tapi ia lebih menyesal karena kesalahannya
sendiri, yang membuat lengannya terasa kaku. Bahkan jika tidak ada tekanan di sekitarnya
bukan saja kemungkinanMisora akan mengundurkan diri dengan sendirinya.
Atau bahkan dipecat.
Perlahan Misora bangkit dari kasur, hendak mandi guna menghilangkan keringat dari tadi
malam, tapi ia melihat laptopnya di meja, yang karena suatu alasan, menyala. Ia tidak ingat
kalau ia menyalakannyalagi pula, ia baru bangun tidur. Apa ia memencet tombolnya saat
dalam kondisi tidak sadar? Kemudian tertidur tanpa mematikannya lagi? Ia tidak ingat telah
melakukan itu, tapi sejak screen saver-nya menyala, sepertinya tidak ada alasan lain. Ia
berpikir kalau ia mempunyai cukup energi malam itu untuk menyalakan komputer, ia pasti
juga mempunyai cukup energi untuk mengganti pakaiannya.
Misora melepas jaket dan celananya, dan setelah merasa badannya sudah cukup ringan,
bangkit dari kasur, menghampiri meja, dan menggerakanmousen-ya. Itu sudah cukup untuk
menghilangkan screen savernya, tapi saat ini Misora justru menjadi lebih bingung lagi.
Program e-mail menyala dan menampilkan dialog pesan baru. Masih masuk akal kalau ia
menyalakan komputer sebelum tidur, tapi tidak sadar telah memeriksa e-mail?
Ketika ia masih bingung memikirkan hal itu, ia meng-klik pesan masuknya. Ada sebuah
pesan baru, dari Raye Penber. Itu adalah nama pacar Misora, yang juga agen FBI.
Raye adalah salah satu agen yang berpikiran tinggi tentang Misora (ini tidak membuatnya
berhenti untuk menyarankan Misora agar pindah ke departemen yang tidak berbahaya setiap
kali terjadi sesuatu). Karena masalah menghilangnya Misora akan segera berakhir, ini
mungkin persoalan yang mudah, jadi Misora membuka pesan itu
Nona Naomi Misora
Saya meminta maaf karena telah menghubungimu dengan cara seperti ini.
Saya ingin meminta bantuan anda untuk menyelesaikan kasus tertentu.
Jika anda bersedia untuk membantu, tolong bukalah server Funny Dish di menu ketiga dari
bagian ketiga. Salurannya akan terbuka dalam lima menit (tolong matikan firewall anda
terlebih dahulu).
L
PS: Untuk menghubungi anda, saya menggunakan alamat email teman anda. Ini adalah cara
termudah dan teraman untuk menghubungi anda, jadi maaf. Meskipun anda bersedia
membantu saya atau tidak, anda harus menghancurkan komputer ini dua puluh empat jam
setelah membaca pesan ini.
Ketika ia selesai membaca, Misora membaca pesan itu lagi dan memeriksa pengirimnya
L.
Ia mungkin diberhenti tugaskan sementara, tapi ia masih agen FBI, dan jelas mengenali nama
itutidak akan termaafkan lagi kalau ia sampai tidak mengenalinya. Ia mengira Raye
Penber, atau orang lain, mempermainkannya, tapi ia berpikir sangatlah tidak masuk akal ada
orang yang mengaku dirinya L. L sendiri tidak pernah menampakan dirinya baik secara
terbuka maupun pribadi, tapi Misora pernah mendengar rumor menyeramkan tentang apa

yang terjadi pada detektif yang mengaku dirinya L. Bisa dibilang tidak ada satupun yang
berani menggunakan namanya untuk lelucon.
Jadi
Aw, dang, ia memprotes, dan memilih mandi, menghilangkan rasa lelah dari tadi malam. Ia
mengeringkan diri dan meminum secangkir kopi panas. Tapi ia hanya bersikap seolah-olah
mempertimbangkannyaia sebenarnya tidak punya pilihan. Tidak ada agen FBI, terutama
dengan tingkatan rendah, boleh menolak permintaan L. Tapi saat ini Misora tidak memiliki
pikiran positif terhadap sang detektif terhebat L, jadi ia seolah-olah sedang ragu, hanya untuk
menghibur dirinya sendiri. Apabila kau mengenal kepribadian Misora, alasannya bersikap
seperti ini sudah jelas. Jelas apabila alasan laptopnya menyala karena dihack oleh L, dan ia
tidak tega untuk menghancurkan komputernya yang baru saja dia beli sebulan yang lalu.
Aku rela Maksudku, aku benar-benar rela, tapi
Ia tidak punya pilihan.
Pukul 8:50, Misora duduk di depan laptopnya, yang hanya berumur kurang dari tiga jam, dan
mulai mengikuti instruksi-instruksi L. Ia bukanlah hacker yang hebat, namun ia tahu basisnya
dalam pelatihan FBI. Tepat ketika ia berhasil tersambung ke server, seluruh layarnya berubah
menjadi putih. Sejenak Misora khawatir, namun selanjutnya ia dapat melihat huruf kaligrafi
raksasa bertuliskan L di tengah layar, dan bernafas lega.
Naomi Misora, muncul sebuah suara dari speaker laptop, setelah sunyi sejenak. Jelas
bahwa itu adalah suara palsu. Tapi juga merupakan suara yang selalu dipakai L pada setiap
penyelidikannya di dunia. Misora sudah pernah mendengarnya beberapa kali sebelumnya
namun ini pertamakalinya ia mendengar secara perorangan. Aneh rasanya, seperti mendengar
namanya disebutkan di TVbukan berarti dia tidak pernah mengalami hal itu, tapi
setidaknya ia akan berpikiran seperti itu.
Ini L.
Hai, Misora mulai berbicara, tapi segera menyadari bahwa hal itu tidak berguna. Laptopnya
tidak memiliki instalasi mikrofon, dan itu berarti tidak mungkin L bisa mendengar suaranya.
Akhirnya, ia mengetik, Ini Naomi Misora. Sebuah kehormatan bagiku bisa berbicara
denganmu, L. jika yang menghubungkannya dengan L adalah suara, L tentu bisa mendengar
perkataannya.
Naomi Misora, apakah anda tidak asing tentang investigasi pembunuhan di Los Angeles
seperti yang akan kita bicarakan? L langsung ke permasalahan, tanpa memperdulikan katakata yang diucapkan Misora. Mungkin ini karena komunikasinya dengan Misora harus
terputus pada pukul 9:05, namun sifat dan kelakuannya telah sepenuhnya membuat Misora
berpikir negatif. Bisa dikatakan bahwa sudah pasti jika ia akan membantu Lyang tentu saja
benar, tapi ia bersikap seolah-olah tidak menghormati L. Misora menghantam keyboardnya
dengan sedikit keras
Saya tidak begitu ahli untuk melacak semua kasus pembunuhan yang terjadi di Los
Angeles.
Oh? Begitu?
L tidak memperdulikan sindirannya.
L melanjutkan, Saya menyelidiki pembunuhan berantai tersebutkorban ke tiga ditemuka
kemarin. Saya pikir akan muncul lebih banyak korban. HNN news menyebutnya sebagai
Pembunuhan Wara Ningyo.
Pembunuhan Wara Ningyo?
Ia tidak pernah mendengar tentang hal ini. Ia sedang pergi dan sebenarnya juga menghindari
berita semacam itu. Misora tinggal di Jepang hingga lulus dan sangat mengenal kata-kata itu,
tapi mendengarnya disebutkan di Inggris adalah hal yang asing.
Saya ingin memecahkan kasus ini, kata L. Yang saya butuhkan adalah menangkap
pembunuhnya. Tapi bantuan anda sangatlah penting, Naomi Misora.

Kenapa aku? ia mengetik. Hal ini juga bisa diterjemahkan menjadi Kenapa kau butuh
bantuanku? atau Kenapa aku harus membantumu? tapi L mengambil makna pertama tanpa
berpikir sejenak. Sindiran tidak berpengaruh untuknya.
Sebenarnya, karena anda penyelidik yang ahli, Naomi Misora.
Aku sedang tidak bekerja
Saya tahu. Bukankah itu bagus?
Tiga korban, katanya. Jelas, ini tergantung korbannya, tapi dari apa yang diberitahukan L
kasus ini belum memasuki tingkat kondisi yang menyebabkkan FBI harus turun tangan.
Normalnya ia akan berpikir inilah alasannya mengapa L meminta bantuannya, dibanding
meminta bantuan dari FBI, namun ini terlalu mendadak. Dan ia tidak punya banyak waktu
untuk memikirkan hal ini. Namun ia sempat berpikir mengapa L menyelidiki kasus yang
terlalu kecil untuk diselidiki FBI. Lagi pula, ia tidak membayangkan bahwa jawabannya akan
terbeberkan melalui komputernya. Ia melihat jam dindingnya. Ia masih punya satu menit lagi.
Baiklah. Aku akan membantu semampuku, ketik Misora.
L langsung menjawab, Terimakasih. Saya tahu kalau anda akan setuju.
Ia tidak terdengar layaknya orang berterimakasih. Tapi mungkin kita bisa menyalahkan alat
pengolah suara palsunya.
Izinkan saya menjelaskan bagaimana anda menghubungi saya untuk kedepannya. Kita tidak
punya waktu lagi, jadi saya langsung saja. Pertama.
Pertama, ia harus tahu detail dasar tentang Kasis Pembunuhan BB Los Angeles. Pada tanggal
31 Juli, 2002, di dalam kamar sebuah rumah kecil di Insist Street, Hollywood, seorang pria
bernama Believe Bridesmaid terbunuh. Ia tinggal sendiri, bekerja sebagai penulis paruh
waktu. Ia telah menulis artikel untuk lusinan majalah dan dikenal baik di tempat kerjayang
tidak berarti apa-apa, tapi di kasus ini terlihat cukup akurat. Ia dicekik, pertama-tama ia
dibuat tidak sadarkan diri dengan obat-obatan kemudian dicekik dari belakang menggunakan
sejenis senar. Tidak ada tanda-tanda perlawanansemua jelas, sebuah pembunuhan yang
teratur. Pembunuhan yang kedua terjadi empat hari berikutnya, pada tanggal 4 Agustus, 2002.
Kali ini di Downtown, di sebuah apartemen di Third Avenue, dan korbannya adalah seorang
gadis bernama Quarter Queen. Kali ini korban dipukuli hingga tewas, tengkoraknya dihantam
oleh benda yang tumpul dan keras. Sekali lagi, korban sepertinya telah diberi obat-obatan
terlebih dahulu dan tidak sadarkan diri sampai kematiannya. Hal itu menunjukan bahwa
pelaku kedua pembunuhan adalah orang yang sama semua orang yang melihat perkara
kriminal ini pasti akan sadar hubungan antara keduannya. Ada boneka-boneka voodoo
tertancap di dinding kedua tempat. Boneka ini juga dikenal sebagai Wara Ningyo.
Empat dari boneka-boneka itu ada di Insist Street
Tiga di Third Avenue.
Tertancap di dinding.
Boneka Wara Nongyo telah menjadi berita utama, jadi ada kemungkinan tentang kriminal
tiruan, tapi beberapa rincian lain juga cocok, sehingga meyakinkan para polisi bahwa ini
adalah kasus pembunuhan berantai. Namun jika itu kasusnya, maka akan meninggalkan
sebuah pertanyaan besartidak ada hal sama sekali yang dapat menghubungkan Believe
Bridesmaid dan Quarter Queen. Tidak satu pun dari mereka memiliki nomor telepon yang
lain, tidak satu pun dari mereka memiliki kartu nama yang lain, dan di samping itu, Quarter
Queen tidak memiliki telepon genggam maupun kartu namadia gadis berumur tiga belas
tahun. Apa kemungkinan hubungan yang ia miliki dengan seorang penulis professional
berumur empat puluh empat tahun? Jika ada hubungan diantara keduanya, itu mungkin sang
ibu, yang sedang keluar kota saat pembunuhan terjadi, namun dilihat dari perbedaan tempat
tinggal dan situasi mereka berdua, masih sulit rasanya untuk melihat hubungan yang jelas.
Sepeti istilah pada novel detektif kuno, ada bagian yang hilangmereka tidak bisa
menemukan hubungan dari kedua korban. Penyelidikan tentu terfokus pada hal ini, tapi

sembilan hari kemudian (ketika media mulai menyebutnya Pembunuhan Wara Ningyo) pada
13 Agustus, 2002, pembunuhan ketiga terjadi. Ada dua Wara Nongyo di dinding. Berarti
berkurang satu boneka di setiap pembunuhan.
Pembunuhan ketiga terjadi di L.A bagian barat, di sebuah rumah dekat Stasiun Metrorail
Glass, dan nama korban adalah Backyard Bottomslash. Kali ini korbanya perempuan lagi
berumur dua puluh enam, di antara umur korban pertama dan keduadan ia adalah pegawai
bank. Sekali lagi, ia tidak punya hubungan dengan Believe Bridesmaid atau Quarter Queen
sama sekali. Ini tidak seperti misalnya mereka, secara tidak sengaja, saling bertemu di jalan.
Ia tewas karena kehilangan banyak darahpendarahan parah. Membuatnya dalam keadaan
terjepit, memukulnya hingga tidak berdaya, kemudian akhirnya menikamnyamasingmasing korban dibunuh dengan cara yang berbeda, memberikan kesan berbeda bahwa ia
mencoba hal yang baru dalam setiap pembunuhan. Dan ia tidak meninggalkan petunjuk yang
berguna di setiap tempat kejadian perkara. Satu-satunya hal yang bisa di selidiki adalah
hubungan di anatara mereka, tapi tidak ada yang dapat ditemukanyang mana sangat aneh
untuk pembunuhan seperti inipembunuhan ketiga ini benar-benar mempecundangi polisi.
Pembunuhnya jauh lebih hebat dari para polisi.
Aku tidak berniat memuji Beyond Birthday, tapi dalam kasus ini aku akan memberinya
pujian yang pantas.
Oh, yatambahan untuk Wara Ningyo, hanya ada satu persamaan menonjol diantara seluruh
perkarasemuanya merupakan ruangan terkunci. Persis seperti novel kuno. Para detektif
menyelidiki kasus tidak memandang semuanya dari sudut pandang yang berbeda.. tapi ketika
Naomi Misora menerima data kasus dari L, hal-hal ini yang pertama kali menarik
perhatiannya.
Ketika Misora mulai menyelidiki kasus inibukan sebagai agen FBI, melainkan seseorang
yang bekerja di bawah perintah Lyaitu satu hari setelah ia menerima permintaan tolong L,
tanggal 15 Agustus. Ia tidak dalam masa bekerja, jadi lencana dan pistolnya diambil,
meninggalkannya dalam kondisi tanpa hak bersenjata lebih dari masyarakat biasa. Tapi ia
tidak berpikiran santaiMisora tidak pernah menjadi agen yang membuang wewenangnya
sewaktu-waktu. Ia sedikit stress, dan mentalnya sedikit tidak beraturan, jadi ia tidak sedang
dalam kondisi terbaik untuk memecahkan kasus, tapi itu berarti ia memiliki emosi yang sama
dengan L. Dengan kata lain, ia bukanlah orang yang baik dalam pekerjaan perkelompok, dan
kemampuannya terlihat cerah ketika ia kabur dari belenggu organisasi dan bekerja sendirian
yang mungkin juga menjelaskan mengapa ia jengkel pada L.
Tapi pada tanggal 15 Agustus, tengah hari, Naomi Misora ada di Insist Street Hollywood,
tempat kejadian pembunuhan pertama. Melihat bangunannya, yang sepertinya terlalu besar
untuk seorang pria yang tinggal sendirian, Misora merogoh tasnya, mengeluarkan telepon
genggamnya, dan menelpon ke nomor yang telah diberikan. Ia telah diberitahu bahwa nomor
itu telah diacak menjadi lima bagian dan aman sepenuhnya. Bukan hanya aman untuk L, tapi
juga aman untuk Misora yang sedang tidak bertugas.
L, aku sudah di tempat kejadian.
Bagus, kata suara sintetis, seolah ia telah menunggunya.
Misora dengan berani menebak-nebak keberadaan L, dan seperti apa lingkungan sekitar
penyelidikannya, tapi dengan segera ia sadar bahwa hal itu tidak berpengaruh sama sekali.
Apa yang harus kulakukan?
Naomi Misora, anda ada di dalam atau di luar bangunan?
Di luar. Aku akan ke lokasi kejadian tapi belum memasuki halamannya.
Kalau begitu masuklah. Seharusnya tidak terkunci.. Saya sudah mengaturnya agar begitu.
Trims.
Sudah disiapkan dengan baik. Ia menggertakan giginya, menahan desakan untuk
mengucapkann hal-hal yang menyindir. Normalnya ia sudah mempersiapkan untuk

menunjukan rasa hormat, tapi ia sulit menerima bahwa seseorang telah mempersiapkan
segalanya dengan begitu sempurna. Ia membuka pintu dan masuk ke rumah. Korban dibunuh
di kamar tidur, dan Misora cukup banyak terlibat dalam penyelidikan di FBI sehingga dapat
menebak dengan cukup baik di mana kira-kira kamar tidur berada meski dilihat dari luar.
Rumah seperti ini biasanya memiliki kamar di lantai pertama, jadi ia bergerak penuh
perhitungan. Sudah dua minggu sejak pembunuhan berlangsung, tapi jelas bahwa mereka
menjaga agar ruangan tetap bersih. Tidak ada debu sama sekali.
Tapi L
Apa?
Berdasarkan data yang kuterima kemarinbukannya mengatakan sudah jelas, tapi polisi
sudah menyelidiki tempat kejadian.
Ya.
Sungguh tidak membantu.
Jadi tidak ada gunanya aku di sini?
Tidak, kata L. Saya mengharapkan anda bisa mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan
polisi.
Hmm dimengerti.
Atau mungkin, dimengerti bahwa itu sama sekali tidak berguna.
Hal itu tidak menjelaskan apa pun.
Mereka seharusnya sudah mengamati tempat kejadian beratus-ratus kali, jadi pergi ke sini
jelas tidak berguna. Tapi waktunya sudah lama, jadi mungkin sesuatu sudah mulai terlihat.
Naomi Misora, hal pertama yang harus kita pikirkan tentang kasus ini adalah hubungan dari
masing-masing korban. Apa hubungan antara Believe Bridesmaid, Quarter Queen, dan
korban baru, Backyar Bottomlash? Atau jika memang tidak ada hubungan diantara mereka,
pasti ada logika mengapa pembunuhnya memilih mereka sebagai korban. Yang saya minta
dari anda, Naomi Misora, adalah untuk menemukan hubungan yang hilang ini.
Oh, begitu
Ia tidak bersungguh-sungguh, tapi ia tahu berdebat dengan L tidak akan membuatnya berhenti
menghindar atau memberitahunya apa yang ia ingin tahu, jadi ia memutuskan untuk tidak
menanyakan banyak hal. Lagipula, ia sudah menemukan kamar tidur itu. Pintunya membuka
ke dalam dan mempunyai pengunci sidik jari.
Ruangan terkunci.
Tempat kejadian pembunuhan kedua dan ketiga juga mempunyai pengunci sidik jari apa
ini hubungannya? Tidak, informasi itu sudah ada di data. Polisi sudah sadar akan hal ini. L
ingin sesuatu yang lebih.
Ruangannya cukup besar, tapi tidak banyak perabot yang ada, jadi hal itu tidak akan
menghambat. Ada sebuah kasur besar di tengah ruangan, tapi satu-satunya perabot tambahan
di situ hanyalah beberapa rak buku. Rak buku itu kebanyakan berisi buku panduan untuk
mengisi waktu santai dan komik-komik terkenal Jepang, yang mana itu berarti Believe
Bridesmaid menggunakan ruang ini kusus untuk bersantai. Ia sepertinya tipe orang yang
berhati-hati dalam pekerjaan terpisah atau dalam waktu khususbukan tipe yang biasanya
ditemukan pada penulis paruh waktu. Mungkin ada sesuatu di lantai kedua, pikir Misora,
sambil mengamati langit-langit. Ia harus memeriksanya nanti.
Ngomong-ngomong, Naomi Misora. Apa pendapat anda tentang penjahat di balik
pembunuhan ini? Saya ingin mendengar pendapat anda tentang ini.
Kupikir pendapatku tidak akan berguna untukmu, L
Semua pendapat itu berguna.
Oh?
Misora berpikir sejenak.
Ia abnormal, jawabnya, tidak berpikir untuk memilah kata-katanya, hanya mengucapkan

apa yang ada di pikirannya. Ini adalah kesan pertama yang ia dapatkan sehari sebelumnya,
ketika membaca datanya. Bukan hanya karena ia telah membunuh tiga orang, tapi setiap
tindakan yang ia lakukan menimbulkan kesan itu. Dan ia bahkan tidak berusaha
menyembunyikannya.
Contohnya?
Contohnya sidik jari. Mereka tidak menemukan satu pun sidik jari di setiap lokasi I
kejadian. Semuanya telah dihapus sepenuhnya.
Benar tapi Naomi Misora, tidak meninggalkan sidik jari adalah hal paling dasar dalam
tehknik kriminal.
Tapi tidak serapi ini, kata Misora, merasa tergangguia tahu L mengerti apa yang ia
pikirkan dan yakin ia sedang mengetes kemampuannya, tidak peduli apa yang ia katakan.
Mengetes apakah ia mampu melayaninya sebagai tangan kanannya. Jika kau tidak ingin
meninggalkan sidik jari, kebanyakan orang akan menggunakan sarung tangan. Tapi orang
ini sepertinya ia menghapus semua sidik jadi di seluruh rumah. Di ketiga lokasi. Awalnya
aku berpikir ia telah ke rumah korban berjali-kali jadi ia tidak berpikir apa yang harus ia
sentuh dan apa yang tidak ia sentuh, tapi ketika kubaca ia mencopot lampunya dan
menghancurkan stop kontaknya, ceritanya lain. Kau panggil apa lagi kalau bukan abnormal?
Saya setuju.
Benarkah, untuk sekarang?
Jadi, L, kembali pada yang kukatakan sebelumnya, jika ia mengambil tindakan pencegahan
seperti itu, maka kurasa aku tidak akan mendapatkan sesuatu yang baru di sini. Kalaupun ada
hal itu sangat meragukan. Seseorang seperti ini tidak akan melakukan kesalahan.
Kesalahan.
Seperti yang ia lakukan bulan kemarin.
Umumnya penyelidikan seperti ini dimulai dengan mencari kesalahan si kriminal, kemudian
merangkai puzzlenya dari situ, tapi pada kasus ini, kurasa kita tidak akan menemukan sesuatu
yang seperti itu.
Tidak, aku tidak berpikir kita akan menemukannya, kata L. Tapi bagaimana kalu tidak ada
kesalahan?
Tidak ada kesalahan?
Ya. Ia meninggalkan sesuatu dengan sengaja. Dan jika detektif polisi gagal menyadarinya
kita mungkin bisa.
Meninggalkan petunjuk dengan sengaja? Apakah hal itu pernah terjadi? Bukanlah hal yang
normal, tidakmengapa seseorang akan meninggalkan sesuatu yang bisa digunakan
melawan mereka? Atau tunggu. Sekarang ia sudah menyebutkannya, mereka sudah tahu dua
contoh yang menunjukan hal itu. Yang pertama adalah Wara Ningyo yang tertancap di
dinding, dan satunya lagi adalah pengunci sidik cari, yang menciptakan ruangan terkunci. Ini
bukanlah kesalahan, tapi jelas bahwa hal itu ditinggalkan si pembunuh. Terutama surat.
Tepatnya hal-hal yang menarik perhatian Misoraruangan terkunci selalu dibuat apabila si
pembunuh ingin membuatnya seolah merupakan bunuh diri. Tapi korban pertama dicekik dari
belakang, yang kedua dibunuh dengan senjata yang tidak ditemukan di lokasi kejadian, dan
yang ketiga ditikam dengan senjata, yang lagi-lagi, tidak ditemukan di lokasi kejadian
tidak ada yang dapat dikatakan sebagai upaya bunuh diri. Yang berarti tidak ada gunanya
membuat ruangan terkunci seperti itu. Ini bukan sebuah kesalahan, tapi juga tidak biasanya
dilakukan.
Juga untuk Wara Ningyo.
Ia tidak tahu apa maksud dari keduanya.
Sejak Wara Nongyo dikatakan sebagai simbol kutukan di Jepang, mungkin orang-orang akan
beranggapan bahwa pembunuhnya adalah orang Jepang, atau seseorang dengan dendam yang
mendalam pada orang-orang Jepang, tapi terutama saat ini, Wara Ningyo dapat dengan

mudah dijumpai di toko mainan dan dijual dengan harga yang cukup murah (kira-kira
berharga tiga dolar) jadi tidak ada satupun teori yang benar. Misora menutup pintu di
belakangnya, dan karena kunci sidik jarinya hanya setinggi pinggul, ia segera
menghidupkannya dan mengunci diri di dalam.
Kemudian ia memeriksa tiap-tiap lokasi dimana boneka-boneka itu ditancapkan. Tentu,
semuanya telah diambil dan diamankan polisi sebagai barang bukti, dan tidak ada lagi di sini.
Namun cukup jelas untuk mengetahui dimana mereka seharusnya berada, bila melihat ada
lubang di dinding. Misora mengeluarkan enam gambar dari tasnya. Satu merupakan gambar
keempat boneka. Satu memperlihatkan korbannya, Believe Bridesmaid, terbaring di atas
kasur, cukuo jelas juga tanda bekas tali di sekitar lehernya.
Dan gambar terakhir. Ini tidak dari lokasi kejadian, tapi merupakan sebuah foto close up dada
Believe Bridesmaid, yang diambil ketika otopsi. Ada sebuah nomor dari lukanya, yang
kelihatannya telah sengaja dibentuk di dagingnya menggunakan pisau. Lukanya tidak dalam,
namun ada di berbagai daerah. Menurut laporan, luka-luka itulah yang menyebabkan korban
meninggal.
Secara umum, ketika si pembunuh melakukan sejenis kerusakan pada mayat seperti ini,
mungkin ia memiliki dendam pada korban untuk seorang penulis paruh waktu yang
mengambil pekerjaan apa pun, aku tidak akan terkejut jika ia memiliki banyak musuh. Ia juga
membuat gosip di tulisannya
Tapi Naomi Misora, hal ini tidak memperlihatkan hubungannya dengan korban kedua
maupun ketiga. Kedua tubuh mereka juga terluka parah yang tidak menunjukan bahwa
mereka mati karena itubahkan, jumlah lukanya semakin meningkat di setiap pembunuhan.
Mungkin saja Bridesmaid adalah tujuan utama pembunuh, sedang dua lainnya sebagai
pengacau. Atau mungkin bukan Bridesmaid, tapi salah satu dari dua lainnya atau dua dari
ketiganya, dan yang ketiga sebagai kamuflase. Luka-luka itu menjadi semakin parah mungkin
karena itu adalah bagian dari penyamaran korban sebenarnya, atau
Kau yakin bahwa si pembunuh memilih korban tanpa pertimbangan?
Tidak. Ini hanyalah satu diantara sekian banyak kemungkinan. Teori ini tidak menjelaskan
Wara Nongyo. Maksudku, mungkin ia dengan sengaja meninggalkan boneka-boneka itu di
sana hanya untuk memperlihatkan bahwa mereka dibunuh oleh orang yang samadan
ruangan terkunci mungkin dibuat untuk alasan yang sama.
Yang mana itu berarti ketika kasus beralih meninggalkan Hollywood ke bagian barat kota
maka akan membingungkan penyelidikan. Semakin banyak orang di kasus yang
berhubungan, maka akan makin rumit pula penyelidikan nantinya, dan memilih gadis kecil
sebagai korban kedua telah memberinya kesan bahwa ia seseorang yang psiko.
Melihat dari sudut pandang orang yang abnormal hmm, mungkin pemikiran untuk
melakukan hal itu cukup abnormal, kata L. Misora terkejut mendengar ia
mengungkapkannya dengan emosi yang begitu terasa. Perasaan yang ia rasakan sangat
mendekati jika harus dikatakan sebagai perasaan kagum, dan ia segera melanjutkan topik
pembicaraanuntuk menutupi reaksinya, atau paling tidak menyembunyikannya.
Jadi, L, konyol rasanya mencari hubungan diantara kedua korban. Kurasa polisi telah
melakukan tugas itu dengan baik, dan Terus terang saja, memeriksa orang-orang yang
mengenal masing-masing korban pasti lebih berguna. Maksudku, korban ketiga, Backyard
Bottomslash ia mungkin terkait dengan segala bisnis yang melibatkan bank.
Tapi Naomi Misora, potong L. Ini bukan waktunya mencari tahu hal itu. Saya percaya
akan ada pembunuhan ke empat kedepannya.
Ia mengatakan hal yang mirip kemarin. Bahwa ada kemungkinan korban akan bertambah.
Tapi berdasarkan apa? Dengan pembunuh yang masih bebas berkeliaran, benar-benar
kemungkinan yang masuk akal, tapi sepertinya pembunuhan akan berakhir di korban ke tiga.
Itu semua bergantung pada keinginan si pembunuhsebagai seorang peneliti, ia tahu sulit

rasanya mengatakan kemungkinan ganjil itu lebih dari lima puluh-lima puluh.
Jumlah Wara Ningyo, kata L. Empat ditempat anda sekarang, tiga pada korban kedua, dan
dua pada lokasi ketiga. Di L.A bagian Baratberkurang satu di setiap lokasi.
Ya, jadi?
Jumlah bonekanya masih bisa berkurang satu.
Ia seharusnya tahu. Bahkan, masuk akal jika menghitung mundur dari empat sampai dua
kemudian berhenti. Namun jika teori Misora benar, dan dia membunuh secara acak hanya
untuk menjadikannya sebagai kamuflase korban sebenarnya, maka akan lebih efektif jika
memakan lebih banyak korban. Tentu tiap pembunuhan menambah resiko, tapi hasilnya
mungkin memuaskan. Terang saja, tidak mungkin kita dapat mengatakan bahwa si pembunuh
bahkan memikirkan tentang resiko itumemang ada pembunuh tertentu yang
memperhatikan sungguh-sungguh tentang pembunuhan yang mereka lakukan. Dan lagi,
cukup abnormal jika berpikir sebagai orang abnormal
Jadi, L kau pikir akan ada pembunuhan lagi?
Lebih dari sembilan puluh persen kemungkinan., katanya. Saya ingin mengatakan seratus
persen, tapi ada kemungkinan kecil jika sesuatu terjadi pada pihak pembunuh, yang
membuatnya tidak bisa membunuh lagi. Jadi mungkin sembilan puluh dua persen. Namun
Misora, jika sesuatu terjadi, tidak akan ada duahanya satu. Hanya ada tiga puluh persen
kemungkinan untuk pembunuhan kelima.
Tiga puluh persen?
Perbedaan yang cukup signifikan.
Kenapa? Hanya ada dua Wara Ningyo lagi dan apabila ia menggunakannya untuk
menunjukan jumlah korbannya
Tapi jika begitu kasusnya, ia tidak akan bisa membawa Wara Ningyo di pembunuhan
kelima. Boneka itu memperlihatkan bahwa ini adalah pekerjaan seorang pembunuh yang
kejam, tapi
Oh! Begitu, kata Misora, malu akan kebodohannya sendiri. Yang jelas apa pun motif si
pembunuh, meninggalkan Wara Nongyo adalah bagian dari rencananya. Ia akan kesusahan
membunuh korban kelima jika jumlah Wara Ningyonya sudah mencapai nol.
Ada kemungkinan tiga puluh persen jika si pembunuh tidak berpikir sejauh itu, tapi hal itu
sangat meragukan. Lagipula, ia juga membongkar stop kontak lampu
Jadi totalnya hanya ada empat korban. Akan ada satu orang lagi.
Tidak. Yang ketiga adalah yang terakhir, kata L datar. Bahkan dengan suara palsu. Tidak
akan ada lagi korban. Tidak dengan saya didalamnya.
Percaya diri?
Atau sombong?
Misora tidak mengklaim salah satu dari kedua opini tersebut, tidak untuk sekarang. Kejadian
beberapa minggu terakhir menyadarkannya.
Seperti apa kepercayaan diri itu?
Seperti apa kesombongan itu?
Misora tidak lagi tahu.
Tapi saya membutuhkan bantuanmu, Naomi Misora. Saya berharap banyak dari
penyelidikan anda.
Oh ya?
Ya. Dan tetap berpikir dengan hati membeku selagi anda bekerja. Dalam pengalaman saya,
kasus seperti ini sangat membutuhkan pemikiran yang tidak mudah goyah akan apapun.
Anggap saja anda sedang bermain catur dalam es.

Bukankah itu namanya mempersulit diri sendiri?


L, apakah kau tahu jika aku tidak sedang bekerja?

Ya. Itulah mengapa saya meminta bantuan anda. Dalam kasus ini, saya membutuhkan
seseorang yang dapat bekerja secara individual.
Jadi kau tahu alasan mengapa aku tidak bekerja?
Tidak, katanya, membuat Misora terkejut. Saya tidak tahu hal itu.
Kau tidak memeriksanya?
Saya tidak tertarik. Anda berpengalaman, dan sedang longgar, dan hanya itu yang penting
kecuali jika ada sesuatu yang harus saya ketahui? Kalau begitu, saya dapat mencaritahu
kurang dari semenit.
Tidak. Ia berkata, sedikit panik.
Ia telah berpikir seluruh dunia tahu tentang kesalahan besarnya, namun bahkan sang detektif
terhebat di dunia tidak mengetahuinya. Dan ia telah menerjemahkan hilangnya Misora
sebagai waktu longgar. Ia tidak pernah pernah berpikir untuk mengira-ngira, tapi sepertinya
L tidak punya selera humor.
Baik, L, jika kita akan menghentikan pembunuhan ke empat, mari kita mulai. Sekarang apa
yang harus kulakukan?
Apa yang bisa anda lakukan?
Aku bisa melakukan apa pun yang kubisa, kata Misora. Aku tahu aku terlalu banyak
bertanya, tapi jika aku harus memeriksa tempat kejadian ini lagi dan lagi, mencari sesuatu
yang si kriminal tinggalkan selain Wara Ningyo apa, tepatnya, yang harus kucari?
Segala jenis pesan.
Pesan?
Ya. Ini tidak ada di data yang saya berikan pada anda, tetapi sembilan hari sebelum tanggal
32 Juli, sebelum pembunuhan pertama, LAPD mendapat sebuah surat.
Surat?
Kemana arah kasus ini? LAPD?
Apa surat itu berhubungan dengan kasus ini?
Saat ini, tidak ada satu pun detektif yang menyadari hubungannya. Saya tidak begitu yakin
jika memang ada, tapi saya berpikir ada.
Berapa persen?
Delapan puluh persen.
Respon yang cepat.
Pengirimnya tidak diketahuiia menggunakan jasa antar, jadi tidak mungkin kita bisa
mencari tau siapa pengirimnya. Di dalam amplop terdapat secarik kertas yang ditulisi
crossword puzzle.
Crossword puzzle? Huh
Jangan meremehkannya. Puzzle itu benar-benar sulit, dan tidak ada seorang pun yang bisa
memecahkannya. Tentu, kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada yang serius
menanggapinya, tapi sepertinya masuk akal jika kita memperkirakan bahwa beberapa polisi
yang mencoba puzzle itu telah gagal memecahkannya.
Begitu ya. Lalu?
Akhirnya mereka memutuskan kalau puzzle itu hanya ulah iseng seseorang, dan
membuangnya namun pencari informasi dari pihak saya berhasil mendapatkan salinan
puzzle tersebut kemarin.
Kemarin
Jadi itu alasan mengapa hal itu tidak dicantumkan di data. Bahkan ketika Misora bersiap
untuk memulai penyelidikan, L telah memeriksa segala hal dari sudut yang berbeda.
Saya memecahkannya. Kata L.
Sepertinya perkiraan tentang betapa sulitnya puzzle itu sekaligus menjadi ajang
menyombongkan diri. Ia pasti banyak mengerutkan dahinya, pikir Misora. Meskipun ia tidak
akan mengatakannya.

Jika saya tidak salah, maka jawaban puzzle itu adalah dimana anda berada sekarang
Alamat pembunuhan pertama.
221 Insist Street, Hollywood? Tempatku sekarang? Tapi itu berarti
Tepat. Si pembunuh memberitahu mereka dimana ia akan melakukan pembunuhan. Tapi
karena puzzle-nya sangat sulit sehingga tidak ada yang mampu memecahkan, maka tidak ada
yang mengetahu tujuan surat itu
Apakah LAPD menerima surat seperti itu lagi? Yang mengindikasikan bahwa akan ada
pembunuhan kedua dan ketiga?
Tidak. Saya telah memeriksa seluruh Kalifornia, untuk memastikan. Saya menemukan
bahwa tidak ada surat atau e-mail seperti itu. Sebenarnya saya ingin terus mencarinya,
namun
Jadi itu hanya kebetulan? Tidak, itu tidak mungkin. Jika di dalamnya benar-benar terdapat
alamat, maka jadi kenapa sembilan hari sebelumnya?
Jarak antara pembunuhan kedua dan ketiga juga Sembilan hari. Dari 4 Agustus sampai 13
Agustus. Ada kemungkinan si pembunuh menyukai angka sembilan.
Tapi hanya ada empat hari antara pembunuhan pertama dan kedua tebakan beruntung?
Masuk akal. Tapi sepertinya akan menguntungkan jika kita mengingat jeda Sembilan hari
ini. Sembilan hari, empat hari, Sembilan hari, pembunuh ini memamerkan hasil kerjanya
pada polisi. Bahkan jika ia hanya berpura-pura menjadi tipe pembunuh yang seperti itu, ada
kemungkinan bahwa ada pesan di ruangan itu, selain Wara Ningyo.
Sesuatu yang disengaja.
Sebuah pesan yang lebih susah dimengerti dibanding Wara Ningyo sesuatu yang sama
menantangnya seperi crossword puzzle. Misora kini seakan mengerti mengapa L butuh
bantuannya. Tidak mungkin detektif sepeti dirinya datang ke lokasi kejadian sendiri. Kau
harus melihat lokasi kejadian dengan mata kepalamu sendiri, harus bisa meraih dan
menyentuh barang-barangnya dan hal seperti ini lebih membutuhkan kualitas dibanding
kuantitas. Seseorang yang bisa melihat di lokasi kejadian dari prespektifnya sendiri, cara
berpikirnya sendiri
Tapi pemikiran itu juga menaruh banyak kerepotan untuknya. Jika ia juga harus menjadi kaki
mata L maka ini terlalu banyak untuk agen biasa sepertinya tangani.
Ada yang salah, Naomi Misora?
Tidak lupakan.
Baik. Untuk saat ini, mari kita selesaikan percakapan ini. Saya memiliki banyak acara.
Tentu.
Ini adalah L, jadi tak perlu diragukan lagi ia sedang menyelidiki beberapa kasus dalam satu
kurun waktu. Kasus di seluruh dunia. Untuknya, kasus ini hanyalah cabang investigasi lain.
Siapa lagi yang dapat memepertahankan reputasinya sebagai detektif terhebat di dunia kalau
bukan dia?
Detektif terhebat sepanjang masa, .
Detektif yang tidak memiliki klien.
Saya akan menunggu kabar baik dari anda. Untuk meneleponku lagi gunakan nomor di baris
kelima, Naomi Misora, kata L, lalu mematikan telepon.
Misora mematikan teleponnya juga dan memasukannya ke dalam tas. Lalu ia berjalan ke rak
buku untuk memulai penyelidikan. Tidak ada apa-apa di ruangan itu selain kasur dan rak
buku, jadi ini tidak akan ada banyak yang harus diselidiki.
Tidak separang si pembunuh, tapi sepertinya Believe Bridesmaid sendiri juga cukup
obsesif
Buku-buku itu ditata rapi di rak tanpa meninggalkan celah kecil. Misora menghitung cepat
jumlahnyalima puluh tujuh volume. Ia mencoba menarik salah satu buku keluar, namun itu
cukup sulit untuk dilakukan. Menggunakan jari telunjuk saja tidak cukup, dan ia harus

menggunakan ibu jari dan kelingking untuk menariknya keluar. Ia membolak balik halamanhalamannya, cukup tahu bahwa hal ini tidak berguna. Ia hanya menjaga agar tangannya tetap
sibuk semantara ia memikirkan harus melakukan apa. Semuanya akan menyenangkan dan
sederhana kalau saja pesannya tersembunyi di antara halaman-halaman itu, namun ia tidak
berharap bayak akan hal itu. Berdasarkan data, seperti saklar lampu, setiap halaman dari buku
telah dibersihkan, menghilangkan semua sidik jarimemberitahu bahwa bukan hanya si
pembunuh yang terlalu berhati-hati, namun polisi yang juga sudah memeriksa setiap buku. Ia
bisa saja berasumsi bahwa tidak ada pesan sama sekali. Atau pesan itu ditaruh di tempat yang
polisi tidak akan tahu sesuatu yang mungkin hanya seperti penanda buku biasa, tapi
sebenarnya ada kode yang tersembunyi di dalamnya Tapi setelah membolak-balik beberapa
buku lainnya, ia menggugurkan teori itu juga. Buku-buku di sini tidak meiliki penanda.
Believe Bridesmaid sepertinya bukan orang yang suka menandai buku. Banyak pembaca
rewel yang benci lipatan pada halaman di buku mereka. Yang mana itu berarti bahwa
pembunuh yang kritis ini tidak memilih untuk melakukan apa-apa terhadap bukunya. Misora
berjalan meninggalkan rak tadi. Kini ia melihat ke arah kasur, tapi hanya sedikit yang bisa
diselidiki di situ. Tak ada apa-apa juga di bawah karpet di balik wallpaper tidak, tidak,
mengapa ia harus menyembunyikan pesannya? Ia ingin pesan itu ditemukan. Bukan pesan
namanya jika tidak dapat ditemukan. Ia mengirim crossword puzzle ke polisi sangat egois.
Ia membuat puzzle itu sangat susah untuk membuktikan jika mereka bodoh.
Ia tidak bermaksud mengecoh mereka.
Ia ingin menghina mereka.
Kau ada di bawahku, kau tidak akan bisa mengalahkanku,itulah isi pesannya. Itu berarti
ia tidak ingin membuat segalanya berjalan lancar dan menghindar agar tidak tertangkap, ia
menginginkan sesatu yang lebih besar atau mempermainkan kami adalah tujuan utamanya?
Siapa itu kami? Polisi? LAPD? Masyarakat? Dunia? Tidak skalanya terlalu kecil Ini
lebih ke hal pribadi. Jadi ini adalah pesan atau sesuatu yang seperti pesan Pasti ada
sesuatu yang ada di ruangan ini atau, tunggu
Pasti ada yang salah.
Mungkin tidak ada di ruangan ini.
Sesuatu yang seharusnya di sini, tapi tidak di sinisesuatu yang hilang, dan seharusnya ada
di sini..Wara Ningyo? Tidak, mereka adalah simbol dari korban, bukan pesan dan kamar
oh, benar! Penghuninya! Penghuni kamarnya tidak di sini.
Sesuatu telah menghilang, sesuatu tidak lagi di sini.
Seperti pemilik ruangan, Believe Bridesmaid.
Misora mengambil foto-fotonya lagi dan melihatnya seksama kedua foto mayat dari
Bridesmaid, dan satu lagi diambil setelah otopsi. Jika si pembunuh telah meninggalkan pesan
pada tubuh korban, maka jelas itu bukanlah luka dari senar pengikatnya, namun sayatan di
dadanya. Seperti yang Misora telah katakan pada L, normalnya luka-luka ini disebabkan
dendam pribadi, namun jika ia memikirkannya lagi sekarang, luka-luka itu tidaklah alami. Di
foto yang diambil dari tempat kejadian, tubuhnya tengkurap, memakai kaos yang memiliki
noda darah di atasnya tapi kaos itu sama sekali tidak rusak. Yang mana itu berarti si
pembunuh telah membunuhnya, melepas kaosnya, menyayat tubuhnya, lalu memakaikan
kaosnya kembali. Jika ini dendam yang sederhana, ia pasti langsung menyayat kaos itu.
Apakah ada alasan mengapa ia tidak ingin merusak kaosnya? Tapi sepertinya ia juga tidak
peduli jika kos itu terkena noda darah dan kaos itu tak perlu diragukan lagi milik korban.
Itu adalah yang selalu ia pakai untuk tidur
Jika kau melihatnya dengan seksama luka ini tampak seperti huruf seperti
Kau harus memutar-mutar fotonya berkali-kali.
V C I? No, M lalu V X? D dan apakah tiga baris I di situ L? Itu tampak
seperti L hmm, sepertinya aku terlalu memaksakannya

Ini hanya akan berhasil jika kau mencarinya. Huruf itu tidak terlihat seperti Kanji maupun
Hangulhuruf alfabet itu lebih sederhana dan hanya berupa garis-garis, dan bekas luka gores
asal-asalan mana pun, baik menggunakan pensil atau pisau, akan membentuk suatu
gambaran.
Sebenarnya aku ingin tahu apa yang dipikirkan para detektif yang bertugas dalam kasus ini,
orang-orang yang terlibat dalam kasus tapi aku tidak punya lencana sekarang, jadi itu tidak
mungkin. Tentu saja, mungkin L telah mengatasi bagian itu untukku.
Misora mulai menghargai betapa sulitnya bekerja sendirian, tanpa dukungan dari organisasi.
Ia selalu ditempatkan di FBI, tapi sekarang ia merasakan betapa banyakanya ia
memanfaatkan fasilitas yang disediakan di sana.
Mungkin aku akan memeriksa ruangan yang lain kelihatannya percuma. Tapi jika ia
menghapus semua sidik jari di rumah Ia menggumam, dan berbalik untuk meninggalkan
ruangan.
Tapi kemudian ia ingat ada satu tempat yang belum ia periksa. Di bawah kasur. Cukup mudah
untuk dilihat dan lebih besar kemungkinnannya daripada di balik karpet atau wallpaper
seperinya tidak mungkin jika polisi melupakan area seperti itu, tapi sepertinya akan berguna
untuk memeriksa ke bawah, hanya untuk memastikan. Di sana mungkin ada sesuatu yang
bisa ia temukan.
Misora menunduk di samping kasur
Dan sebuah tangan keluar dari bawahnya.
?!
Misora langsung terlonjak ke belakang, menahan segala emosi yang muncul karena kejadian
tiba-tiba ini, dan mengepalkan tangannya ke depan. Ia tidak memiliki pistol dengannya
bukan karena ia diberhenti tugaskan, tapi sederhananya ia hanya tidak pernah membawa
senjata ke mana-mana. Tanpa pistol, ia tidak memiliki pelatuk untuk ditekan.
Apa tidak, siapa kau? raung Misora, mencoba untuk terdengar mengintimidasi. Tapi
tangan itu segera diikuti tangan kedua, seolah suaranya hanyalah angin lewat, dan sebuah
tubuh pun muncul. Seorang pria, merangkak keluar dari bawah kasur.
Sudah berapa lama ia di situ?
Apa ia di sana dari tadi?
Apakah ia mendengar percakapannya dengan L?
Segala jenis pertanyaan membanjiri pikiran Misora.
Jawab aku! Siapa kau?
Ia memasukan salah satu tangannya ke dalam jaket, berpura-pura seolah ia memiliki pistol.
Pria itu mendongak.
Dan perlahan berdiri.
Warna rambutnya hitam.
Sebuah kaos polos, jeans kusam.
Ia adalah seorang pemuda, dengan warna hitam tebal di kantong matanya, mata yang lebar.
Kurus, dan sepertinya sangat tinggi, tapi punggungnya bungkuk, membuat pandangannya dua
jengkal lebih rendah dari Misora sehingga pria itu harus mendongak untuk melihatnya.
Senang bertemu denganmu, ucapnya,tidak ragu-ragu sama sekali. Ia membungkukan
badannya bahkan lebih rendah lagi. Anda bisa memanggilku Ryuzaki.

Page 2 : Ryuzaki
L telah dimusuhi oleh para detektif lain, dan beberapa yang iri padanya memanggilnya detektif
pertapa, atau detektif komputer, namun tak satupun akurat untuk menggambarkan kenyataannya.

Naomi Misora juga telah cenderung untuk berpikir bahwa L adalah detektif yang selalu duduk di
kursi, namun nyatanya, L adalah kebalikannya, seorang individu yang aktif dan agresif. Meskipun ia
sama sekali tidak tertarik pada pergaulan sosial, yang pasti ia juga bukan jenis detektif yang
mengunci dirinya sendiri di ruangan gelap berbayang-bayang dan menolak untuk keluar. Sudah
menjadi rahasia umum bahwa sebenarnya perang detektif hebat, L, Eraldo Coil, dan Danueve
sebenarnya adalah orang yang sama. Bisa dipastikan, siapapun yang membaca catatan ini hampir
pasti tahu meskipun mereka mungkin tidak tahu bahwa L mengalami perang dengan Eraldo Coil
asli dan Danueve asli, dan membuktikan kemenangan, (mengklaim kode detektif mereka. Detail
dari perang detektif ini akan kusimpan untuk saat yang lain, tapi termasuk tiga nama itu, L
memiliki banyak kode detektif lainnya. Aku tidak tahu berapa banyak, tetapi paling tidak ada
sekitar tiga digit. Dan banyak dari mereka adalah detektif terkenal misalnya, seperti siapapun
yang membaca catatan ini pasti tahu, ia muncul di hadapan Kira, memanggil dirinya sendiri
Ryuzaki atau Ryuga Hideki.) Tentu saja, Naomi Misora tidak akan mungkin tahu mengenai ini,
namun menurut pendapatku, nama L adalah, untuknya, hanya satu dari sekian banyak nama lain.
Ia tidak pernah memiliki satu pun hubungan langsung pada identitas itu. Ia tidak pernah berpikir
dirinya sendiri sebagai L, itu hanyalah nama yang paling terkenal dan berkuasa dari banyak kode
detektif yang telah ia gunakan seumur hidupnya. Nama itu memiliki kegunaannya, namun kurang
misterius. L memiliki sebuah nama asli yang tidak seorang pun mengetahuinya, dan tidak akan
pernah, tapi sebuah nama yang ia tahu tidak pernah mendefinisikannya. Aku terkadang ingin tahu
jika L sendiri pernah mengetahui tepatnya nama yang mana yang telah ditulis dalam Death Note,
yang mana yang telah membunuhnya.
Aku ingin tahu.
Tapi kembali ke kasus pembunuhan BB Los Angeles.
Ryuzaki ucap Naomi Misora, melihat kartu nama hitam yang telah diberikan padanya tanpa
repot-repot menyembunyikan kecurigaannya. Rue Ryuzaki, benar, kan?
Ya. Rue Ryuzaki, jawab pria itu, dalam nada tak terganggu yang sama. Matanya yang lebar
menatap menembus lingkaran hitam di sekelilingnya, dan ia menghisap ibu jarinya.
Mereka telah keluar dari kamar tidur ke dalam ruang tamu rumah Believe Bridesmaid. Mereka
duduk berhadapan pada sofa yang mahal. Ryuzaki duduk dengan lutut ditarik ke atas dan lengan
yang mendekapnya. Misora pikir ini terlihat sedikit kekanak-kanakan, namun karena Ryuzaki jelasjelas bukan anak kecil, ini terlihat sedikit mengerikan. Fakta bahwa ia tidak bisa memberi komentar
kepada Ryuzaki, itu semua karena ia sudah terlalu dewasa. Untuk mencairkan suasana diam yang
canggung, Misora menunduk pada kartu itu lagiRue Ryuzaki: Detektif.
Menurut kartu ini, kau adalah seorang detektif?
Ya, benar,
Maksudmu seorang detektif pribadi?
Tidak, istilah itu tidak begitu tepat. Saya merasa kata pribadi membawa egoisme berlebihan
anda bisa menyebut saya seorang detektif non-pribadidetektif tanpa ego.

Begitu, ya
Dengan kata lain, ia tidak memiliki lisensi.
Jika ia membawa pulpen, ia pasti sudah menuliskan idiot pada kartunya, tapi sayangnya, tidak
ada alat tulis yang bisa diraih, jadi ia memutuskan untuk meletakkannya di meja sejauh mungkin
darinya, seolah itu benda yang menjijikkan.
Jadi, Ryuzaki kalau boleh kutanya lagi, apa yang sedang kau lakukan di bawah sana?
Sama dengan anda. Menyelidiki, jawab Ryuzaki, tanpa perubahan ekspresi sedikit pun.
Mata bertepi-hitamnya tidak pernah berkedip. Lebih seperti tidak tenang.
Saya disewa oleh orangtua pemilik rumah inioleh orang tua Tuan Bridesmaid, dan saat ini saya
sedang melakukan penyelidikan pembunuhan. Sepertinya anda ada di sini untuk alasan yang
sama, Misora.
Pada titik ini Misora tidak peduli lagi siapa Ryuzaki inidetektif pribadi atau non-pribadi, yang jelas
ia tidak ingin terlibat dengannya. Satu-satunya yang menjadi masalah adalah berapa banyak
percakapannya yang telah didengar dari kolong tempat tidur yang dalam skenario terburuk
dapat mempengaruhi karir masa depannya. Jika informasi apapun mengenai L yang misterius
dipublikasikan karenanya, ia akan harus melakukan lebih dari sekedar mengundurkan diri. Ia telah
memulai topik ini dengan baik, dan ia telah menganggap tempat tidur telah menyamarkan
suaranya sehingga Ryuzaki tidak bisa menangkap apa yang ia katakan dengan jelas, namun ini
bukanlah sesuatu yang dapat ia percayai dengan mudah,
Ya Aku juga seorang detektif, kata Misora, merasakan bahwa ia tidak punya pilihan lain. Jika ia
tidak sedang cuti, pasti ia sudah mengaku sebagai agen FBI, namun karena sedang cuti, ia tidak
mau membahayakan diri jika ada yang ingin melihat lencananya. Tampaknya lebih aman untuk
berbohonglagipula, ada kemungkinan bahwa Ryuzaki juga sedang berbohong. Ia tidak perlu
merasa bersalah sama sekali.
Aku tidak bisa mengatakan padamu kepada siapa aku bekerja, tapi aku sudah diminta untuk
menyelidiki secara diam-diam. Untuk menemukan siapa yang telah membunuh Believe
Bridesmaid, Quarter Queen, dan Backyard Bottomslash
Benarkah? Kalau begitu kita bisa saling membantu! katanya segera.
Kegelisahannya pada saat ini secara aneh menjadi lega.
Jadi, Ryuzaki. Apakah kau menemukan sesuatu di bawah kasur yang mungkin berguna dalam
menyelesaikan kasus ini? Kukira kau tadi sedang mencari apapun yang mungkin ditinggalkan sang
pembunuh, tapi
Bukan, bukan begitu. Saya mendengar seseorang memasuki rumah, jadi saya memutuskan untuk
sembunyi dan mengamati situasi. Setelah beberapa saat tampak jelas bahwa anda bukan orang
yang berbahaya, jadi saya keluar.

Orang yang berbahaya?


Ya. Contohnya, pembunuh itu sendiri, kembali untuk mengambil sesuatu yang ia lupakan. Jika
memang benar begitu, maka sungguh kesempatan bagus! Tapi sepertinya harapan saya sia-sia.
Pembohong.
Ia bisa mencium kebohongan itu.
Misora sekarang hampir teryakinkan bahwa ia telah bersembunyi di bawah sana untuk
mendengarkan percakapannya dengan L. Di situasi yang lain, ini mungkin hanya paranoia belaka,
tapi orang bernama Ryuzaki ini bukanlah orang biasa.
Tidak ada bagian dari dirinya yang tidak mencurigakan.
Bagaimanapun, saya bertemu dengan anda sebagai gantinya, jadi itu tidak benar-benar
mengecewakan. Ini bukan novel atau komik, jadi tidak ada alasan untuk sesama rekan detektif
memandang rendah satu sama lain. Bagaimana menurutmu, Misora? Setuju untuk bertukar
informasi?
Tidak. Terimakasih atas usulnya, tapi aku harus menolak. Aku memiliki tugas untuk menjaganya
tetap rahasia, balas Misora. L telah memberikan padanya semua tentang kasus yang bisa
didapatkan siapa sajatampaknya ia tidak akan mendapat informasi apapun dari seorang detektif
pribadi tidak berpengalaman. Dan tentu saja, ia tidak berniat memberikan apapun padanya. Aku
yakin kau juga memiliki rahasiamu sendiri.
Tidak.
Tentu saja kau punya. Kau seorang detektif.
Oh? Kalau begitu aku punya.
Fleksibel.
Keduanya tampak baik-baik saja untuknya.
Tapi menurutku menyelesaikan kasus harus diprioritaskan Baiklah, Misora. Bagaimana kalau
begini: saya akan menyediakan segala informasi yang saya punya padamu tanpa imbalan.
Eh? Uh, aku tidak mungkin
Tolong. Sebenarnya, tidak penting apakah saya atau anda yang memecahkan kasusnya. Harapan
klienku adalah untuk melihat kasusnya terpecahkan. Jika anda memiliki pikiran yang lebih tajam
dariku, maka memberitahumu segalanya akan jadi lebih efektif.
Semua itu terdengar manis, tapi ia tidak mungkin bersungguh-sungguh, jadi kewaspadaan Misora
akan Ryuzaki tumbuh lebih tajam. Apa yang diinginkannya? Beberapa menit yang lalu ia telah
mengarang sebuah kebohongan, mengaku bahwa ia berpikir dirinya mungkin adalah pembunuh
yang kembali ke tempat kejadian, tapi teori itu tampak jauh lebih cocok untuk pria yang
bersembunyi di bawah kasur daripada ia.

Anda boleh memutuskan untuk memberiku informasimu atau tidak sesudahnya. Jadi, pertama,
ini, kata Ryuzaki, menarik lipatan kertas dari saku jeans-nya. Ia memberikannya pada Misora,
tanpa repot membukanya dulu. Misora mengambilnya, dan membukanya dengan ragu. . itu adalah
teka-teki silang. Sebuah rangkaian kotak-kotak, dan petunjuk dalam huruf-huruf kecil. Misora
memiliki firasat tentang benda apa ini.
Ini adalah
Oh? Kau tahu tentang itu?
Tidak tidak secara langsung. ia tergagap, tidak yakin harus bagaimana harus bereaksi. Terlihat
jelas bahwa ini adalah teka-teki silang yang sama dengan yang telah dikirim ke Kepolisian LA
tanggal 22 Juli, tapi L mengatakan bahwa teka-teki yang asli sudah dibuang, jadi apakah ini
salinan? Bagaimana pria ini bagaimana Ryuzaki dapat berjalan-jalan dengan benda ini terlipat di
kantongnya? Ketika ia berpikir dengan marah, Ryuzaki memandangnya dengan tatapan penuh
penilaian. Seakan ia sedang menguji kemampuannya berdasarkan reaksinya
Biarkan saya menjelaskan. Bulan lalu, pada dua puluh dua Juli, teka-teki silang ini dikirimkan pada
Kepolisian LA oleh pengirim yang tidak diketahui. Rupanya, tidak ada yang bisa memecahkannya,
tapi jika anda bisa memecahkannya, teka-teki itu menunjukan alamat dari rumah ini. Dapat diduga
bahwa ini adalah semacam peringatan dari pembunuh pada polisi dan masyarakat pada umumnya.
Sebuah pernyataan perang, boleh dibilang.
Begitu rupanya. Tapi tetap saja
Disamping apa yang sudah dikatakan L, sebagian dari dirinya sudah mengabaikan hal itu layaknya
seperti teka-teki silang biasa, tapi sekarang ketika ia bisa melihat petunjuknya dengan mata kepala
sendiri, teka-teki silang itu tampak sangat amat sulit. Petunjuknya tampak sangat melelahkan
sehingga kebanyakan orang akan menyerah bahkan sebelum mencoba untuk memecahkan salah
satunya. Tapi pria di seberangnya telah memecahkannya sendirian?
Kau yakin jawabannya menunjukkan alamat ini?
Ya. Coba saja simpan dan pecahkan sendiri kalau anda ragu. Bagaimanapun, pembunuh yang
mengirim peringatan biasanya mencari perhatian, kalau mereka tidak punya beberapa alasan lain
yang lebih besar. Dan aspek Wara Ningyo dan ruang tertutup dari kasus cocok dengan kepribadian
itu. Jadi kelihatannya banyak kemungkinan adanya pesan-pesan lain atau sesuatu seperti pesan,
ditinggalkan di tempat kejadian. Benar, kan, Misora?
Kesimpulan yang sama dengan L.
Siapa pria ini?
Jika ia hanya menyatakan sesuatu seperti L, Misora dapat menyimpulkan bahwa ia mengatakannya
berdasarkan percakapan yang ia dengar dari bawah kasur, tapi untuk benar-benar memiliki salinan
dari teka-teki silang itu, sebuah teka-teki yang seharusnya hanya orang seperti L yang bisa
dapatkan Pertanyaan akan identitas Ryuzaki sekali lagi telah menjadi sangat penting untuknya.
Permisi, kata Ryuzaki, meletakkan kedua kakinya di tanah dan menuju, masih membungkuk, ke
dapurseperti meluncur keluar ruangan untuk memberi Misora waktu untuk menenangkan diri. Ia

membuka kulkas dengan gerakan terlatih, seakan ini adalah rumahnya sendiri, memasukkan
tangannya ke dalam, dan mengeluarkan sebuah toplesdan kemudian meringkuk kembali ke sofa,
meninggalkan pintu kulkas terbuka. Benda itu tampaknya setoples selai stroberi.
Ada apa dengan selai itu?
Oh, ini milikku. Saya membawanya dan meletakkannya di sana untuk menjaganya agar tetap
dingin. Sudah waktunya makan siang sekarang.
Makan siang?
Masuk akal bahwa tidak akan ada makanan di kulkas orang yang sudah mati dua minggu yang lalu,
tapi makan siang? Misora sendiri menyukai selai, tapi ia tidak melihat roti sama sekalidan tidak
juga terlintas di pikirannya ketika Ryuzaki membuka tutupnya, memasukkan tangannya ke dalam,
menyendok selai, dan mulai menjilatinya dari jarinya.
Naomi Misora menganga padanya.
Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Mmm? Ada masalah, Misora?
K-kau memiliki kebiasaan makan yang aneh.
Benarkah? Menurutku tidak.
Ryuzaki menyendok segenggam lagi selai ke mulutnya.
Saat saya mulai berpikir, saya mulai membutuhkan manisan. Jika saya ingin bekerja dengan baik,
selai itu diperlukan. Gula bagus untuk otak.
Hunh
Misora berpendapat bahwa otaknya perlu perhatian medis khusus lebih dari gula, tapi saat itu, ia
tidak memiliki keberanian untuk berkata begitu. Bahasa tubuhnya mengingatkannya pada Pooh
Bear, tapi Ryuzaki tidak kuning ataupun menggemaskan, dan tidak mirip beruang sama sekali,
melainkan seorang pria tinggi dengan punggung bungkuk. Saat ia sudah memakan empat
genggam penuh selai, ia meletakkan bibirnya langsung ke tepi toples seakan itu adalah secangkir
teh dan menyeruput isinya dengan berisik. Dalam beberapa saat ia sudah menghabiskan seluruh
toples.
Maaf untuk penundaannya.
Oh tidak apa-apa.
Saya punya selai lagi di kulkas, anda mau?
T-tidak terimakasih
Makanan itu seperti siksaan. Ia bahkan akan menolaknya kalau pun ia sudah kelaparan sampai
mati. Setiap serat di tubuhnya menolak Ryuzaki. Sepenuhnya. Misora tidak pernah memiliki

kepercayaan diri untuk memalsukan senyuman, tapi satu yang ia tujukan padanya saat ini tampak
sangat meyakinkan.
Orang dapat tersenyum bahkan saat ketakutan.
Oke, kata Ryuzaki, menjilati selai dari jari-jarinya, tidak menunjukkan tanda bagaimana Misora
memandang reaksinya. Jadi, Misora, ayo pergi.
Pergi? Pergi ke mana? tanya Misora, dengan sia-sia mencoba untuk menemukan cara menolak
berjabat tangan dengannya.
Jelas, kata Ryuzaki, Untuk melanjutkan penyelidikan kita pada tempat kejadian, Misora.
Pada saat ini, Misora seharusnya masih mampu untuk (dengan egois) memilih jalannya pada apa
yang akan datang. Ia dapat secara fisik melempar Ryuzaki keluar dari rumah Believe Bridesmaid,
dan kita bahkan dapat mengatakan, bahwa melakukan itu adalah reaksi yang paling bijaksana
akan keberadaannya, tapi disamping menjadi sangat, sangat tertarik untuk mengambil langkah
bijaksana, Misora meyakinkan dirinya untuk membiarkan Ryuzaki tinggal. Lebih dari apapun,
kemungkinan bahwa ia telah menguping percakapannya dengan L membuat Ryuzaki berbahaya,
dan bahkan mengabaikan bahwa ia mencurigakan, mengerikan, dan memiliki salinan teka-teki
silang itu, yang telah menutup kesepakatan. Ia perlu menjaganya dalam pengamatan sampai ia
memiliki ide lebih baik tentang siapa Ryuzaki. Pastinya, siapapun yang tahu lebih banyak tentang
situasinya, siapapun seperti aku, bisa mengatakan bahwa ini tepatnya yang Ryuzaki harapkan,
tepatnya yang ingin ia raih, tapi akan jadi terlalu berlebihan jika mengharapkan Naomi Misora
untuk menyadarinya sedini ini. Lagipula, beberapa tahun setelah Kasus Pembunuhan Los Angeles
BB, ketika ia dibunuh oleh Kira, Misora tetap yakin bahwa ia belum pernah bertemu dengan L
secara langsung, bahwa ia hanya mematuhi perintah suara-sintesisnya dari layar komputernya.
Tergantung bagaimana kau melihatnya, ini mungkin saja hal yang bagus untuk dunia bahkan si
pembunuh Kira, yang jika ia tahu sedikit saja seberapa dalam hubungan Misora dengan L, tidak
akan membunuhnya begitu cepat. Hidup L hanya bertambah beberapa tahun lebih, tapi bahkan itu
bisa juga berkat Misora nah, tidak penting untuk menduga-duga.
Kembali ke titik ini.
Siapapun yang telah membaca Sherlock Holmes akan mengingat deskripsi gamblang dari seorang
detektif yang berkeliling ruangan, mengamati lekat-lekat segala sesuatu melalui kaca pembesar.
Sebuah kesan khas yang bekerjasama dengan novel detektif tua yang mana orang tidak pernah
melihat detektif bertindak seperti itu lagi. Untuk hal itu, istilah novel detektif hampir tidak pernah
digunakanmereka dipanggil novel misteri, atau novel mengerikan. Tidak ada yang menginginkan
detektif yang benar-benar menduga segalanyajauh lebih menarik jika mereka hanya mengatakan
kebenarannya. Sama seperti komik untuk anak lelaki di Jepang, populer di seluruh dunia. Semua
buku yang paling populer memiliki pahlawan dengan pengecualian kekuatan.
Jadi ketika mereka memasuki kamar tidur dan Ryuzaki tiba-tiba turun dan mengambil posisi
merangkak, persis seperti saat ia keluar dari bawah kasur, dan mulai merangkak ke seluruh
ruangan (sekalipun tanpa kaca pembesar) Misora benar-benar terkejut. Kelihatannya, berada di
bawah tempat tidur bukan satu-satunya alasan untuk sikapnya ini. Ia tampak begitu terbiasa
mengahbiskan waktu merangkak-rangkak sampai ia terlihat akan memanjat dinding dan melintasi
langit-langit.

Apa yang kau tunggu, Misora? Bergabunglah denganku!


Misora menggelengkan kepala cepat sekali hingga membuat pandangannya kabur.
Itu menghina kehormatannya sebagai wanita. Bukan, sebagai manusiabergabung dengannya
akan selamanya memisahkannya dari sesuatu yang sungguh-sungguh penting.
Oh? Sayang sekali, kata Ryuzaki, rupanya tidak pernah memiliki sesuatu yang penting itu dari
awal. Ia menggelengkan kepalanya dengan sedih dan melanjutkan menyelidiki ruangan.
T-tapi Ryuzaki menurutku tidak ada lagi yang tertinggal disini untuk ditemukan. Maksudku, polisi
sudah mencarinya dengan sangat teliti
Tapi polisi melewatkan teka-teki silangnya. Sama sekali tidak mengejutkan bagiku jika mereka
melewatkan sesuatu yang lain di sini.
Jika kau menganggapnya seperti itu tapi hanya ada sangat sedikit hal yang diketahui. Aku harap
aku memiliki petunjuk untuk apa yang harusnya kucariruangannya terlalu kosong untuk hanya
asal memeriksanya secara acak. Dan rumah ini terlalu luas.
Sebuah petunjuk? kata Ryuzaki, berhenti di tengah gerakan setengah-merangkak. Lalu
perlahan ia menggigit jempolnya dengan hati-hati sampai tampak seperti sedang berfikir sangat
keras, namun arti gerakan itu terlalu kekanak-kanakan yang membuatnya terlihat sangat bodoh
juga. Misora tidak bisa memutuskan mana yang keluar jadi pemenang. Bagaimana, Misora? Ketika
anda masuk, apakah anda memikirkan sesuatu? Apapun yang bisa membantu menyempitkannya?
Emm ya, tapi
Ada satu hal tentang potongan di dada korban. Ia sepenuhnya tidak yakin ia harus mengatakan
semua itu pada Ryuzaki. Tapi, di sisi lain memang benar bahwa ia tidak bergerak kemana-mana
baik dengan kasusnya, atau dengan Ryuzaki. Mungkin ia harus menguji Ryuzaki, seperti halnya ia
telah mengamati reaksi Misora saat ia mengulurkan padanya teka-teki silang itu. Jika Misora bisa
memainkan kartunya dengan benar, ia mungkin bisa mengetahui apakah Ryuzaki telah mendengar
teleponnya dari bawah kasur.
Baik Ryuzaki, sebagai ucapan terimakasih atas sebelulmnya, daripada sebuah pertukaran
informasi yang lengkap lihatlah foto ini.
Foto? kata Ryuzaki, dengan reaksi yang sangat dibesar-besarkan hingga orang akan mengira ia
tidak pernah mendengar kata itu sebelumnya. Ryuzaki mendekat padanya masih dengan
merangkak, dan tidak repot-repot membalik badan. Ia benar-benar merangkak mundur kearahnya,
sebuah gerakan yang pasti sudah membuat anak kecil menangis.
Sebuah gambar korban. kata Misora, menyerahkan foto otopsi padanya.
Ryuzaki mengambilnya, mengangguk pentingatau membuat seolah sedang mengangguk
penting. Cukup dengan pengujiannya dari reaksi tak terbayangkan Ryuzaki, ia benar-benar tidak
dapat menyimpulkan apapun.
Bagus, Misora!

Ya?
Berita tidak menyebutkan bahwa tubuhnya dipotong seperti ini, yang berarti foto ini berasal dari
dokumen kepolisian. Saya kagum bahwa anda bisa mendapatkannya. Anda jelas bukan detektif
biasa.
Jadi bagaimana kau mendapatkan teka-teki silang itu, Ryuzaki?
Itu akan tetap menjadi rahasiaku.
Serangan baliknya dipatahkan dengan sangat mudah. Ia terlambat berharap bahwa ia telah
membolehkan Ryuzaki untuk menolak bahwa ia memiliki rahasia, bahwa ia tidak pernah
mengajarinya konsep itu sejak awal. Ia juga sangat yakin itu tidak masuk akal secara gramatikal.
Saya juga tidak bertanya bagaimana kau mendapatkan foto ini, Misora. Tapi bagaimana ini bisa
berhubungan dengan idemu?
Ya, baiklah Kupikir jika pesannya mungkin berada pada sesuatu yang sudah tidak ada di
ruangan lagi, tapi ada di ruangan pada saat itu. Dan yang hal yang paling jelas yang seharusnya
ada disini, tetapi tidak ada
Adalah pemilik ruangan, Belive Bridesmaid. Pintar.
Dan jika kau melihat gambar itu dari sudut yang benar apakah bekas luka itu terlihat seperti
huruf bagimu? Kupikir mungkin itu adalah semacam pesan
Oh? kata Ryuzaki, menahan gambarnya tetap diam sempurna ketika ia menggerakkan kepalanya
dengan tersentak-sentak. Apakah tidak ada tulang yang padat di lehernya? Ia bergerak seperti
manusia karet. Misora melawan keinginannya untuk berpaling. Bukan, bukan huruf.
Bukan? Kukira terbaca seperti itu
Bukan, bukan, Misora, saya tidak menyangkal seluruh idenya, hanya sebagian. Ini bukan huruf,
tapi angka Romawi.
Oh.
Benar, angka Romawi, hal yang sama yang ia lihat pada jam dan rak dinding setiap hariV dan I,
jelas, dan C, M, D, X, dan L ia harusnya sudah menduganya ketika ia melihat tiga I saling
berdekatanitu bukan tiga I, tapi III. Tapi ada L juga setelahnya, dan ia telah menghubungkannya
dengan nama detektif itu dan teralih sendiri.
I adalah satu, II adalah dua, III adalah tiga, IV adalah empat, V adalah lima, VI adalah enam, VII
adalah tujuh, VIII adalah delapan, IX adalah sembilan, X adalah sepuluh, L adalah lima puluh, C
adalah seratus, D adalah lima ratus, M adalah seribu. Jadi luka ini bisa dibaca sebagai 16, 59, 1423,
159, 13, 7, 582, 724, 1001, 40, 51, dan 31, kata Ryuzaki, membaca angka-angka yang rumit
tanpa sedetikpun jeda. Apakah ia ahli dalam angka Romawi, atau apakah pikirannya benar-benar
bekerja secepat itu?
Ini cuma foto, jadi mungkin saya tidak membacanya dengan benar, tapi ada delapan puluh persen
kemungkinan saya benar.

Persen?
Bagaimanapun, saya takut itu tidak mengubah situasi. Kecuali kita bisa menemukan apa
seharusnya arti angka-angka itu, akan sangan berbahaya menduga bahwa mereka adalah pesan
dari si pembunuh. Mungkin mereka pengalih perhatian.
Permisi, Ryuzaki, kata Misora, mengambil satu langkah ke belakang.
Untuk apa?
Aku harus membenahi riasanku.
Tanpa menunggu respon, Misora meninggalkan kamar tidur dan menaiki tangga, menuju toilet di
lantai dua (bukan di lantai satu). Ia mengunci pintunya dari dalam dan mengeluarkan telepon
genggamnya. Ia ragu-ragu sesaat, lalu menelepon L. Di saluran nomor lima. Beberapa bunyi bip
singkat, dan akhirnya terhubung.
Ada apa, Naomi Misora?
Suara sintetis itu.
Merendahkan suaranya dan menyembunyikan mulutnya di balik tangannya, Misora berkata,
Sesuatu yang harus kulaporkan.
Kemajuan dalam kasus? Kerja yang sangat cepat.
Bukan yah, sedikit. Aku mungkin telah menemukan sebuah pesan dari si pembunuh.
Mengagumkan.
Tapi bukan aku yang menyadarinya. Bagaimana mengatakannya semacam detektif pribadi yang
misterius
Seorang detektif pribadi misterius.
Kalimat itu hampir membuatnya tertawa.
baru saja muncul.
Begitu, suara sintetis itu berkata, lalu terdiam.
Itu adalah kesunyian yang sama sekali tidak nyaman untuk Misora, ia telah memutuskan untuk
menunjukkan gambar itu pada Ryuzaki dan bermaksud mengujinya. Ketika L tidak mengatakan
apa-apa, Misora melanjutkan dengan menjelaskan apa yang Ryuzaki katakan tentang foto otopsi
itu. Dan bahwa ia memiliki salinan dari teka-teki silang itu. Sepotong informasi ini akhirnya
menghasilkan reaksi dari L, tapi karena itu hanyalah suara sintetis, ia tidak bisa membaca emosi di
baliknya.
Apa yang harus kulakukan? Sebetulnya, kupikir berbahaya untuk melepaskan pandanganku
darinya.
Apakah ia keren?

Hunh?
Pertanyaan L benar-benar keluar dari pembicaraan, dan ia memaksa untuk menanyakannya untuk
kedua kalinya sebelum Misora menjawab, masih tidak bisa mengerti dengan arah pembicaraan.
Tidak, sepenuhnya tidak, katanya jujur, Menyeramkan dan menyedihkan, dan sangat
mencurigakan hingga jika aku tidak sedang cuti, aku akan langsung menahannya ketika aku
melihatnya. Jika kita membagi semua orang di dunia menjadi yang lebih baik mati atau tidak, tak
ada keraguan di benakku bahwa ia akan jadi yang pertama. Benar-benar orang aneh yang
membuatku kagum bahwa ia belum membunuh dirinya sendiri.

Tidak ada jawaban.


Tentang apa ini sebenarnya?
Naomi Misora, instruksi anda.
Ya?
Saya membayangkan bahwa anda berfikir hal yang kurang lebih sama dengan saya, tapi biarkan
detektif pribadi ini melakukan apa yang disukainya untuk sementara. Sebagian karena itu
berbahaya membiarkannya lepas dari pengawasan anda, tapi lebih penting lagi karena sangat
penting untuk mengamati gerakannya. Saya percaya pujian untuk dugaan foto autopsi lebih
menjadi milik anda daripada miliknya, tapi ia jelas bukan orang biasa.
Aku setuju.
Apakah ia ada di dekat sini?
Tidak, aku sendirian. Aku menelepon dari kamar mandi, di lantai atas dan di belakang rumah, jauh
dari kamar tidur.
Segera kembalilah ke sisinya. Saya akan menyelidikinya, dan mencoba untuk menemukan apakah
seorang detektif bernama Ryuzaki benar-benar telah disewa oleh orangtua Believe Bridesmaid.
Baik.
Anda bisa menggunakan saluran yang sama lain kali menelepon. Dan ia menutup telepon.
Misora menutup teleponnya.
Ia harus kembali secepatnya, sehingga tidak akan tampak mencurigakan, tapi ia telah
meninggalkannya dengan waktu yang kurang tepat, pergi ke kamar mandi.
Ryuzaki sedang berdiri tepat di depan pintu. Eek!
Misora. Anda ada di atas sini?
Ia tidak sedang merangkak, tapi meskipun begitu, Misora menelan ludah. Sudah berapa lama ia
ada di sana?

Setelah anda keluar dari ruangan, saya menemukan sesuatu yang menarik dan tidak bisa
menunggu. Jadi saya menyusul. Apakah anda sudah selesai?
Y-ya
Kemarilah.
Ia berderap keluar, masih membungkuk, menuju tangga. Masih terguncang, Misora mengikutinya.
Apakah ia telah mendengarkan semuanya dari balik pintu? Pertanyaan ini menyiksanya. Ia
menemukan sesuatu yang menarik? Itu mungkin saja hanya beberapa kalimat ia telah menjaga
suaranya sangat pelan sehingga tidak mungkin ia bisa mendengar, tapi bagaimanapun ia telah
hampir pasti mencoba untuk menguping. Yang berarti
Oh, Misora, kata Ryuzaki, tanpa berbalik.
Y-ya?
Kenapa saya tidak mendengar suara siraman toilet sebelum anda keluar ruangan?
Sepertinya terdengar kasar untuk menanyakan hal seperti itu pada seorang gadis, Ryuzaki, ucap
Misora akhirnya, agak canggung karena kesalahannya. Ryuzaki tidak tampak terpengaruh.
Benarkah? Bagaimanapun belum terlambat kalau anda belum menyiramnya. Anda masih bisa
kembali. Gender dianggap sama saja kalau berhubungan dengan kebersihan.
Cara yang benar-benar menyeramkan untuk menyimpulkannya.
Dalam setiap katanya.
Aku tadi sedang menelepon. Laporan teratur untuk klien-ku. Tapi aku tidak ingin kau
mendengarnya.
Oh? Tapi tetap saja, mulai sekarang, lebih baik anda menyiramnya. Untuk kamuflase juga bagus.
Sepertinya begitu.
Mereka sampai di kamar tidur. Ryuzaki langsung merangkak setelah melewati ambang pintu.
Terlihat lebih seperti kegiatan religius pembawa sial daripada penyelidikan Sherlock Holmes.
Di sebelah sini. Ryuzaki meraih dirinya sendiri melewati karpet ke arah rak buku.
Rak buku milik Believe Braidsmaid, dengan lima-puluh-tujuh buku yang tertata rapi. Itu adalah
tempat pertama yang diselidikinya setelah berbicara dengan L.
Kau bilang kau menemukan sesuatu yang baru?
Ya. Sesuatu yang barutidak, lebih tepatnya begini. Saya sudah menemukan fakta penting.
Usaha Ryuzaki untuk terlihat keren mengganggunya. Ia mengabaikannya.
Jadi, maksudmu, kau menemukan semacam petunjuk, begitu?

Lihat, kata Ryuzaki, menunjuk sisi kanan rak kedua dari bawah. Ada sebelas seri dari komik
Jepang terkenal bernama Akazukin Chacha.
Lalu?
Saya suka komik ini.
Benarkah?
Ya.
Bagaimana ia harus merespon? Berlawanan dengan harapannya, ia merasakan ekspresinya
melembut, namun tidak berusaha untuk memeriksa penolakan dalam dirinya, saat Ryuzaki
melanjutkan.
Kau Nikkei, bukan?
Nikkei? Kedua orangtuaku berasal dari Jepang. Pasporku sekarang memang Amerika, tapi aku
tinggal di Jepang hingga setelah SMA
Jadi anda pasti tahu komik ini. Ciptaan legendaris Min Ayahana. Saya membaca semua serinya.
Shiine benar-benar mengagumkan! Saya suka anime-nya juga. Cinta dan keberanian dan harapan
Holy Up!
Ryuzaki, kau mau seperti ini dulu beberapa saat? Kalau begitu, aku akan menunggu di ruangan
lain
Kenapa anda melakukannya saat saya bicara denganmu?
Er, um maksudku, aku juga menyukai Akazukin Chacha. Aku menonton anime-nya. Aku juga
mengalami cinta, keberanian, harapan dan Holy Up.
Ia benar-benar ingin memberitahu Ryuzaki tepatnya betapa sedikit kepeduliannya pada hobi
Ryuzaki, namun diragukan apakah detektif pribadi ini bisa mengerti pendapat yang ditujukan
padanya masuk akal. Meragukan seperti Ryuzaki sendiri.
Atau apakah itu terlalu membesar-besarkan?
Bagus. Kita harus membicarakan detil kesenangan yang diberika anime di lain waktu, tapi untuk
sekarang, lihat di sini.
Hunh ucap Misora, melihat serial Akazukin Chacha di rak buku dengan patuh.
Menyadari sesuatu?
Tidak juga
Itu hanyalah setumpuk komik. Pada dasarnya mereka dapat menyimpulkan Believe Braidsmaid
pintar berbahasa Jepang, dan menyukai komik tapi banyak orang seperti itu di Amerika.
Membaca versi Jepang asli dan bukan terjemahannya juga bukan hal yang benar-benar aneh.
Dengan adanya jual beli Internet, sangat mudah untuk mendapatkannya.

Mata bertepi-gelap Ryuzaki menatap lurus padanya. Merasa tidak nyaman, Misora menghindari
tatapannya, memeriksa setiap seri. Namun bahkan setelah ia selesai memeriksa semuanya, ia
tidak menemukan fakta yang menarik atau apapun yang bisa dijadikan petunjuk.
Aku tidak melihat apa-apa ada sesuatu tentang satu dari komik-komik ini?
Tidak.
Hah? Ada lebih dari nada marah dari suaranya. Ia tidak suka dipermainkan. Tidak? Apa
maksudmu?
Bukan salah satu, kata Ryuzaki. Sesuatu yang seharusnya ada di sini, tetapi tidak ada. Misora,
anda lah yang menemukannyapesan apapun dari sang pembunuh menunjukkan apapun yang
seharusnya ada menjadi tidak ada. Anda lah yang menemukan bahwa ini berarti tubuh Believe
Braidsmaid. Saya tidak berpikir saya harus menjelaskan ini padamulihat baik-baik, Misora. Tidak
semua ada di sini. Seri keempat dan kesembilan hilang.
Eh?
Akazukin Chacha ada tiga belas seri. Bukan sebelas.
Misora melihat buku-buku itu lagi, dan nomornya berurutan dari satu, dua, dan tiga ke lima, enam,
tujuh, dan delapan ke sepuluh. Jika Ryuzaki benar, dan ada tiga belas seri, jadi dua seri menghilang
seri empat dan sembilan.
Hmm benar. Tapi Ryuzaki, lalu kenapa? Maksudmu pembunuhnya mengambul dua seri itu
bersamanya? Itu memang mungkin, tapi sepertinya mereka memang menghilang dari awal.
Mungkin ia bermaksud mengambilnya nanti. Tidak semua orang membaca komik berurutan, kau
tahu. Maksudku, mungkin ia berhenti di tengah-tengah bagian Dickwood, di sini
Mustahil, kata Ryuzaki, yakin Tidak ada yang akan melewati dua seri di tengah-tengah Akazukin
Chacha. Say benar-benar yakin fakta ini dapat diterima di pengadilan.
Pria ini pernah ada di pengadilan?
Atau paling tidak, jika anggota jaksa tahu banyak tentang komik Jepang.
Jaksa yang buruk.
Pembunuhnya jelas-jelas membawa buku-buku itu bersamanya, kata Ryuzaki, terang-terangan
mengacuhkannya. Misora tidak akan membiarkan ini. Kakinya tertanam di tanah yang lebih
realistis.
Tapi kau tidak punya bukti sama sekali, Ryuzaki. Sama mungkinnya jika ia hanya
meminjamkannya pada seorang teman.
Akazukin Chacha?! Anda bahkan tidak akan meminjamkannya pada orangtuamu! Anda akan
menyuruh mereka membelinya sendiri! Satu-satunya penjelasan yang mungkin adalah pembunuh
itu mengambilnya! Ryuzaki bersikeras, cukup memaksa.
Ia tidak berhenti di sana.

Lagipula, tidak ada seorangpun yang hanya ingin membaca seri keempat dan kesembilansaya
berani mempertaruhkan selaiku!
Jika maksudmu selai yang tadi kau makan, setoples hanya berharga sekitar lima dolar.
Min Ayahana pasti akan menjadi sangat kecewa.
Jadi itu cocok, Misora, bahwa saat pembunuh itu memindahkan dua seri dari ruangan, ia
menggantinya dengan benda lain, untuk alasan yang sama sekali tak ada hubungannya.
Karena dua buku itu memang menghilang, mengabaikan logika dan kemungkinan untuk saat ini
dan mengikuti hipotesis ini Tetap saja aneh, kan? Maksudku, Ryuzaki, rak buku ini
Terisi penuh. Sangat rapat sehingga akan sulit untuk memindahkan sebuah buku. Jika ia benarbenar memindahkan dua seri, maka seharusnya akan ada celah atau
Ryuzaki. Apa kau tahu berapa banyak halaman dari buku keempat dan kesembilan Akazukin
Chacha?
Ya. 192 halaman dan 184 halaman.
Ia tidak mengharapkan Ryuzaki untuk tahu jawabannnya tetapi 192 ditambah 184 adalah 376
halaman. Misora memandang sekilas sepanjang rak, mencari dari lima-puluh-tujuh buku untuk
sebuah buku setebal 376 halaman. Tidak butuh waktu lama. Hanya ada satu buku setebal itu di rak
ini
Insufficient Relaxation oleh Permit Winter.
Ketika ia mengambilnya dari rak, memang, buku itu benar-benar 376 halaman.
Misora membuka-buka halamannya dengan penuh harap, tapi ia tidak menemukan hal yang
terlihat menarik.
Ada apa, Misora?
Oh aku berpikir jika pembunuhnya menaruh pengganti di rak untuk menggantikan dua buku
yang diambilnya dan jika pengganti itu adalah pesan yang sebenarnya.
Dengan asumsi memang Believe Bridesmaid yang telah menyusun bukunya dengan hati-hati
sehingga mengisi rak dengan tepat. Mungkin saja itu terjadi terburu-buru, dan sang pembunuh
mengisi dengan buku dari ruangan lain sekenanyadan dengan pikiran itu, tidak ada yang tahu
apakah Akazukin Chacha memang milik Belive Bridesmaid. Dengan kurangnya pembatas buku,
mungkin saja itu bagian dari pesan pembunuhtapi lalu apa? Jika memang begitu, hanya akan
membuatnya lebih jelas bahwa ada pesan yang tertinggal. Tapi jika tidak ada yang aneh pada rak
buku itu sendiri, maka seluruh teori runtuh. Tidak lebih dari sekedar khayalan.
Tidak buruk. Bukan, malah sangat bagusselain itu tak akan masuk akal, kata Ryuzaki, meraih
ke arah Misora.
Sesaat ia mengira Ryuzaki ingin berjabat tangan, dan panik, tapi kemudian ia menyadari Ryuzaki
hanya menginginkan Insufficient Relaxation. Ia menyerahkannya pada Ryuzaki. Ryuzaki

mengambilnya dengan telunjuk dan ibu jarinya, dan mulai membaca. Membaca cepatia melewati
376 halaman dengan kecepatan luar biasa.
Kurang dari lima menit untuk membaca seluruh buku.
Misora hampir ingin membuatnya membaca Natsuhiko Kyogoku[1].
Saya tahu!
Eh? Kau menemukan sesuatu?
Tidak. Tidak ada apapun di sini. Jangan melihatku seperti itu. Saya bersumpah, saya tidak
bercanda. Ini hanya novel hiburan, bukan pesan, atau bahkan metafora seperti Wara Ningyo. Dan
tentu saja, tidak ada huruf apapun yang tersembunyi di antara halaman, atau tersisip di garis
tepi.
Garis tepi?
Ya, tidak ada apapun di garis tepi kecuali nomor halaman.
Nomor halaman? gaung Misora. Nomor halaman angka? Angka, seperti angka Romawi?
Ryuzaki, jika potongan di dada korban adalah angka Romawi, apa yang dikatakannya
16, 59, 1423, 159, 13, 7, 582, 724, 1001, 40, 51, dan 31.
Ingatan yang bagus. Bahkan tanpa melihat kembali fotonya. Hampir seperti ingatan fotografis
pertama halaman buku, dan sekarang ini.
Kenapa dengan itu?
Mungkin saja mereka menunjukkan halaman dalam buku ini, tapi dua dari angka-angka itu
empat digit. Buku itu hanya setebal 376 halaman. Tidak cocok.
Ya tidak, Misora, bagaimana jika itu berputar balik? Contohnya, 476 bisa dilihat sebagai 376
ditambah seratus, dan menunjukkan halaman 100.
yang maksudnya?
Aku tidak tahu. Coba saja 16 mudah, halaman 16. 59, 1423, 159, 13, 7, 582, 724, 1001, 40, 51,
31
Ryuzaki menyipitkan mata bertepi-gelap-nya.
Bahkan tidak melihat buku. Benarkah? Bahkan dalam kecepatan membaca seperti itu, ia
mengingat seluruh isinya dengan sempurna? Apakah itu mungkin? Apakah ia benar-benar bisa
melakukannya? Apapun itu, Misora hanya bisa berdiri dan menunggu.
aku tahu.
Bahwa tidak ada apapun di sana?

Tidak ada sesuatu di sana. Sesuatu yang sangat spesifik, Misora. Ryuzaki
menyerahkan Insufficient Relaxation kembali ke Misora. Buka halaman 16, ucapnya.
Baik.
Apa kata pertama halaman itu?
Quadratic.
Selanjutnya halaman 59. Kata pertamanya?
Ukulele.
Selanjutnya halaman 295. 1423 berputar tiga kali, dan mencapai 295 di putaran keempat. Kata
pertama?
Tenacious.
Mereka melanjutkan. 159 adalah halaman 159, 13 adalah 13, 7 adalah 7, 582 adalah 206, 752
adalah 348, 1001 adalah 249, 40 adalah 40, 51 adalah 51, dan 31 adalah 31, dan di setiap
halaman, Misora membacakan kata pertamanya. Secara berurutan: rabble, table, egg,
arbiter, equable, thud, effect,elsewhere, dan name.
Jadi.
Jadi apa?
Ambil huruf pertama dari setiap kata.
Huruf pertama? Um
Misora kembali ke masing-masing halaman lagi. Ia tidak memiliki ingatan yang buruk, tetapi tidak
bisa mengingat dua puluh kata sekaligus. Paling tidak, tidak tanpa diperingatkan bahwa ia harus
melakukannya.
Q-U-T-R-T-E-A-E-T-E-E-N qutr te a teen? Apa?
Sangat mirip dengan nama korban kedua, benar?
Mungkin
Korban kedua. Gadis berumur tiga-belas tahun. Quarter Queen.
Ada kemiripan yang samar Quarter Queen hanya ada empat huruf berbeda.
Ya. Bagaimanapun, kata Ryuzaki, enggan. Empat huruf dari dua belas terlalu banyak. Sepertiga
dari mereka salah. Bahkan jika satu huruf saja berbeda, seluruh teorinya runtuh. Kecuali itu sesuai
dengan sempurna, tidak bisa dibilang pesan. Kukira akan ada sesuatu, tapi mungkin saja hanya
kebetulan
Tapi untuk sebuah kebetulan
Terlalu jelas.

Bagaimana bisa?
Itu pasti disengaja.
Disengaja atau abnormal.
Tetap saja, Misora tidak cocok tetap tidak cocok. Kita tadi sangat dekat, tapi
Tidak, Ryuzaki. Coba pikir. Empat nomor yang salah adalah nomor di atas 376. mereka semua
angka yang harus diputar balik.
Ia membalik melintasi halaman, memeriksanya lagi. Halaman 295, kata pertama: tenacious, huruf
pertama: T, huruf kedua E, huruf ketiga N, huruf keempat.. A.
Tiga kali putaran, dan di putaran keempat kita tidak menggunakan huruf pertama, melainkan
huruf keempat. Bukan T, tetapi A. Dan dengan 582, dan arbiter, sekali memutar dan di putaran
kedua menghasilkan R bukannya A. Itu mengubah Qutrtea menjadi Quarter.
Dengan logika yang sama, equable adalah 724, jadi sekali memutar, pada putaran kedua, huruf
kedua: Q.
Dan dengan 1001 dan thudbukan T, tetapi U. Itu membuat Eteen menjadi Queen. Quarter
Queen. L memang benar.
Pembunuhnya meninggalkan pesan.
Potongan di tubuh, dua buku yang hilangpembunuhnya telah meninggalkan pesan. Sama seperti
teka-teki silang yang dikirim pada polisi, sebuah pesan menjelaskan korban berikutnya
Kerja bagus, Misora, kata Ryuzaki, tenang. Analisis yang sangat bagus. Tak pernah terlintas di
pikiranku.
Habiss....

Death Note: Another Note The Los Angeles BB murder files


(Data Kasus Pembunuhan BB di Los Angeles)
Sumber : Intan Chan
Ketika Beyond Birthday menjalankan pembunuhan ketiganya, dia melakukan percobaan.
Sepertinya, untuk melihat adakah kemungkinan seseorang mati karena pendarahan di bagian
dalam tanpa merusak organ apapun.
Lebih tepatnya, dia meracuni korban sehingga tidak sadarkan diri; melepas pakaiannya, dan mulai
memotong tangan kirinya perlahan agar tidak merusak kulit. Ia berharap agar membuat
pendarahan sehingga korban mati karena kehabisan darah, tapi sayang sekali, percobaan ini gagal.
Darah menyebar ke tangan dan membuat kulit berwarna keunguan, tapi korban tidak mati. Refleks
si korban terkejut, kejang-kejang, dan masih hidup. Ia terlanjur percaya diri beranggapan bahwa
kehilangan banyak darah sudah cukup untuk membunuh seseorang, dan sepertinya dia sudah
meremehkan segala sesuatunya. Sejauh yang Beyond Birthday pikirkan, cara membunuh
sebenarnya tidak terlalu menghiburnya, dan tidak pernah lebih dari sekedar percobaan. Sukses
atau tidaknya merupakan hal yang tidak penting baginya.
Beyond Birthday mengangkat bahunya, dan mengeluarkan sebuah pisau
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Tidak dengan gaya ini, tidak dengan suara naratif seperti ini- Aku tidak pernah bisa menjaga nada
seperti itu saat bercerita. Semakin aku mencoba, semakin bosan aku menulis. Untuk
memasukannya di ungkapan Holen Caulfield (salah satu sejarah yang paling terkenal tentang

pembual) yang mungkin digunakan, menjelaskan apa yang dilakukan dan dipikirkan oleh Beyond
Birthday bukanlah tujuanku (meskipun sepertinya, di posisiku, aku sangat simpati kepadanya).
Menjelaskan seluruh pembunuhannya secara perlahan dengan ungkapan yang bagus tidak akan
menambah nilai dalam catatan ini. Ini bukanlah laporan, maupun novel. Meskipun jika ini menjadi
salah satunya, aku tidak akan senang. Aku benci menggunakan kalimat kuno, tapi aku pikir saat
ada orang yang membaca kata-kata ini aku sudah tidak ada di dunia ini lagi.
Aku harus mengingatkan pembaca tentang perang antara detektif terhebat di dunia, L, dan
seorang pembunuh sinting, Kira. Alat yang digunakan untuk membunuh lebih hebat dari
pemenggal kepala (sebagai contoh), tapi semua yang Kira lakukan adalah memunculkan teror dan
cara pemikiran yang menyedihkan. Lihatlah kembali, aku hanya bisa mengira bahwa dewa
kemenangan tersenyum kepada Kira hanya untuk kesenangannya sendiri. Mungkin dewa-dewa itu
sebenarnya hanya menginginkan dunia penuh darah dari para penghianat dan dakwaan yang
salah.
Mungkin seluruh episode itu ada untuk mengajari kita tentang perbedaan antara Yang Mahakuasa
dengan shinigami. Siapa tahu? Aku, pribadi, tidak ingin membuang waktu lagi untuk memikirkan
kejadian yang paling buruk ini.
Tidak untuk si Kira keparat.
Yang terpenting untukku adalah L.
L.
Detektif terhebat di dunia. Di cahaya kemampuan mentalnya yang menggemparkan, L mati secara
tidak adil dan di waktu yang tidak tepat. Di dalam laporan publik ia sudah memecahkan lebih dari
3,500 kasus yang sulit sendirian, dan mengirim seorang kriminal sampai tiga kali ke penjara. Ia
mempunyai kekuatan yang menakjubkan, dan dapat mengerahkan setiap tim penyelidik di seluruh
dunia, dan mendapat banyak sekali pujian atas apa yang telah dilakukannya. Dan saat itu, ia tidak
pernah menunjukan wajahnya. Aku ingin merekam setiap kata-katanya seakurat mungkin. Dan aku
ingin meninggalkan ini agar ditemukan sesorang. Sebagai seseorang yang telah diberi kesempatan
untuk mengikuti jejaknya. Yah, aku mungkin tidak berhasil menggantikannya, tapi aku ingin
meninggalkan ini.
Jadi apa yang kau baca ini adalah catatanku tentang L. Ini adalah surat kematian, tidak dariku, dan
tidak untuk seluruh dunia. Orang yang kemungkinan besar akan membaca ini pertama kali
mungkin pengejek besar kepala Near.
Tapi jika itu kasusnya, aku tidak akan menyuruhnya untuk membakar catatan ini. Apabila itu
membuat dia sakit hati karena aku tahu sesuatu tentang L sedangkan dia tidak, itu lebih baik. Juga
ada kemungkinan Kira akan membaca ini dan kuharap iya. Apabila catatan ini mengatakan
pembunuhnya, yang hanya mendapatkan bantuan dari buku catatan pemunuh supernatural dan
shinigami bodoh, yang dia, di bawah persoalan lain, bahkan sama sekali tidak berarti dibandingan
kotoran di kaos kaki L, kalau begitu mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Aku adalah salah satu dari beberapa orang yang bertemu dengan L sebagai L. Kapan dan
bagaimana aku bertemu dengannya itu adalah satu-satunya ingatan yang paling berarti yang

pernah kumiliki, yang tidak akan kutulis di sini, tapi dalam kesempatan itu L terkait denganku
dalam tiga cerita tentang hal hebat yang telah diperbuatnya, dan episode itu melibatkan Beyond
Birthday. Apabila aku mengatakannya dengan menyebutkan bahwa sederhanannya ini adalah
Kasus Pembunuhan BB Los Angeles, aku pikir banyak dari kalian yang pernah mendengarnya. Yang
jelas, tidak pernah tertera bahwa L dan yang lebih penting, Wammys House, yang
membesarkanku hingga lima belas tahun- sangat terkait pada segalanya, tapi faktanya, memang
benar begitu.
L, berpendirian kuat, tidak akan terlibat dalam kasus sampai muncul lebih dari sepuluh korban atau
jutaan dolar kerugian, dan inilah alasan sebenarnya mengapa ia lambat, tapi secara agresif,
melibatkan dirinya dalam sebuah kasus kecil ini, yang hanya mempunyai tiga korban. Aku akan
menjelaskan lebih jauh dikedepannya nanti, tapi dengan alasan ini, kasus Pembunuhan BB di Los
Angeles adalah kejadian yang berarti untuk L, untukku, dan bahkan untuk Kira. Hal itu adalah
kejadian bersejarah bagi kami semua.
Kenapa?
Karena dalam kasus ini pertamakalinya L mengenalkan dirinya sebagai Ryuzaki.
Jadi mari kita lewati bagian penjelasan tentang apa yang dipikirkan Beyond Birthday, tentang apa
yang ia ingin lakukan kepada korban ketiga, meskipun sebenarnya aku tertarik, dan ketika kita
sampai disitu, mari lewati korban kedua dan pertama, dan berpikiran untuk tidak lagi melihat ke
pembunuhan sebelumnya, kita atur jarum jam menunjukan pagi hari di hari berikutnya, saat-saat
gemilang ketika detektif terhebat di dunia, L, pertama kali menyelidiki kasus itu. Oh, aku hampir
lupa. Disaat seseorang selain si kepala besar Near atau si pembunuh sinting membaca catatan ini,
maka setidaknya aku harus melakukan pengenalan diriku sendiri, di sini- di akhir pembukaan. Aku
adalah naratormu, penuntunmu, dan pendongengmu.
Untuk orang lain selain dua orang itu, identitasku mungkin tidak menarik, tapi dulu aku adalah
seorang juara tingkat dunia, pemakai pakaian terbaik yang mati seperti anjing, Mihael Keehl.
Kadang aku menyebut diriku sendiri Mello dan terobsesi dengan nama itu, tapi itu dulu sekali.
Memori indah dan mimpi buruk.