Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

KUNJUNGAN DI INDUSTRI PT. SANBE FARMA


12 JUNI 2013

DI SUSUN OLEH :
ABDUL RAHIM

(312110001)

INDRA PRASETYA

(312110017)

MAZZIYA MUTMAINNAH NOOR

(312110026)

MEGA AULIANA DEWI

(312110027)

SUCI NOVA TWO P.

(312110048)

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Tahun 2013

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas setelah melaksanakan kunjungan
di industri PT.Industri Sanbe Farma

Laporan Ini Disahkan Pada :


Hari :
Tanggal :

Kepala program studi farmasi


Fakultas kedokteran UNISSULA

Naniek Widyaningrum, M.sc.,Apt

Koordinator
Modul Industri Exposure

Dra.EdijantiGunarwo,Apt

HALAMAN PERSEMBAHAN

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat serta
hidayah-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kunjungan industi di PT.phapros
Tbk., sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Semoga dengan laporan ini akan membantu
mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa saat ini.
Kami berharap Laporan ini merupakan hasil yang dapat bermanfaat serta berguna untuk
menambah ilmu pengetahuan. Kami menyadari Laporan ini banyak kekurangan, walaupun kami
berusaha semaksimal mungkin, karena terbatasnya kemampuan serta pengalaman pribadi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:
1.
2.
3.
4.

Ibu naniek widyaningrum, M.Sc., Apt selaku Ketua kaprodi Farmasi


Bapak Willi Timur, S.farm., Apt Selaku
Bapak Abdur Rasyid, S.farm., Apt selaku
Rekan-rekan Kerja di Industri PT.Phapros yang sudah mendapingi seiring berjalannya
kegiatan berlangsung

Kemudian atas kekurangan dan kesalahan.

DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan
Motto dan Halaman Persembahan
Daftar isi...
Kata Pengantar.
BAB I PENDAHULUAN .
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang..
Dasar Penulisan.
Tujuan Kunjungan Industri
Manfaat Kegiatan Kunjungan Industri..

BAB II GAMBARAN UMUM..


A. Sejarah...
B. Visi/Misi/Motto Perusahaan..
C. Susunan Organisasi...
BAB III LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN INDUSTRI.
A. Pelaksanaan Kegiatan.
B. Hasil Kegiatan
BAB IV PENUTUP.
A. Kesimpulan.
B. Saran
C. Lampiran.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
B. Dasar Penulisan
Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, tapi tidak
didukung oleh jumlah lapangan pekerjaan yang mengakibatkan banyaknya pengganguran di era
globalisasi ini. Karena itu,perlu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
menghadapinya. Pendidikan di sekolah dan diluar sekolah berperan sebagai penunjang
pembangunan sumber daya manusia ,harus secara jelas ikut membantu dan membentuk
mahasiswa menjadi aset bangsa. Sebagai asset bangsa mahasiswa diharapkan menjadi manusia
produktif yang berpenghasilan ,juga menjadi manusia yang mampu menciptakan produk-produk
unggulan.
Pendidikan tenaga kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dalam mewujudkan
perkembangan di bidang kesehatan yang diarahkan untuk mendukung upaya dalam pencapaian
derajat kesehatan yang optimal. Dalam hal ini tenaga kesehatan, pendidikan kesehatan
diselenggarakan untuk memperoleh tenaga yang mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan
perubahan, pertumbuhan dan pembaharuan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan
kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Salah satu institusi yang menjadi tenaga kesehatan adalah Program Studi Farmasi
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung yang bertugas untuk menghasilkan tenaga
Farmasi tingkat Strata yang mampu bekerja dalam sistem pelayanan kesehatan khususnya dalam
bidang Farmasi. OIeh karena itu tenaga Farmasi harus terampil, terlatih dalam mengembangkan
diri sebagai tenaga kesehatan yang profesional.
Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas maka perlu adanya peningkatkan
proses belajar mengajar, baik kualitas maupun kuantitasnya. Salah satu yang dapat dilakukan
yaitu dengan memberikan pengalaman kepada peserta didik melalui kunjungan di Industriindustri obat yang dikenal dengan kegiatan Exposure industry.
Kegiatan edxposure Industri merupakan sarana informasi terhadap dunia pendidikan
dibidang kesehatan agar peserta didik dalam mengikuti pendidikan kesehatan dapat
mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu agar dapat melihat,
mengetahui, menerima dan menyerap teknologi kesehatan dalam pembuatan obat dan merupakan
masa orientasi bagi peserta didik sebelum langsung bekerja di masyarakat khususnya industri.

BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Perusahaan

PT. Sanbe Farma secara resmi didirikan pada tanggal 28 Juni 1974 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt.,
seorang farmasis yang lulus dengan predikat cum laude dari ITB. Pada tahun 1975 pabrik
pertama di Jl. Kejaksaan no.35 Bandung mulai melakukan produksi sebagai industri rumah
tangga (home industry) dengan jumlah karyawan hanya 4 orang termasuk Bapak Jahja Santoso.
Produk pertama yang diproduksi adalah Kapsul Colsancetine.
Pada tahun 1980, PT. Sanbe Farma berpindah lokasi ke Jl. Industri 1 no.9 Cimahi dengan luas
bangunan 8000 m2 dan luas lahan 10.000 m2. Hal ini disebakan karena adanya larangan Pemda
tentang lokasi industri di pusat kota dan di tengah pemukiman penduduk. Bangunan ini dikenal
dengan PT. Sanbe Farma Unit I dan mulai memproduksi produk non penisilin, non sefalosporin,
hormon, dan obat hewan (veterinary) pada tahun 1982.
PT. Sanbe Farma mulai berkembang dengan memproduksi produk OTC (Over The
Counter) pada tahun 1992. Salah satu produk OTC yang memenangkan grand price The Most
Popular Brand di Indonesia tahun 1997 dan 1999 adalah Sanaflu, non- drowsy cold and flu.
Selain itu, pada tahun 2000 PT. Sanbe Farma memproduksi Poldan Mig, obat migrain non
resep pertama di Indonesia.
Divisi veterinary telah memasarkan sekitar 64 produk kesehatan hewan unggas dan peternakan
termasuk vaksin pada tahun 1985. Pada tahun 2005 veterinary mulai memproduksi beberapa
obat hewan untuk ikan dan udang (aquaculture). Divisi ini telah memperoleh sertifikat GMP
(Good Manufacturing Practices) untuk 7 jenis produk. Aktivitas di unit I terus berkembang
sampai saat ini.
Pada tahun 1996 bangunan PT. Sanbe Farma unit II didirikan untuk memenuhi tuntutan produksi
yang semakin besar dan sesuai dengan CPOB, dimana bangunan untuk produk penisilin dan
sefalosporin harus diproduksi di bangunan terpisah. Luas bangunan unit II adalah 5.600 m2 (5
lantai) dan luas lahan 4.900 m2. Unit II memproduksi khusus produk beta laktam dan
sefalosporin dengan berbagai macam bentuk sediaan. San-Qlin-Eq juga terdapat di unit II,

Sanbe Farma Sterile Preparation Plant

PT Sanbe Farma Sterile Preparation Plant (Unit III) yang berlokasi di Jl. Industri
Cimareme No.8 Padalarang merupakan unit Sanbe Farma yang menempati lahan seluas 2,9
hektar ini menggunakan teknologi terbaru yang dikhususkan untuk produksi dan pengemasan
sediaan steril. Pembangunan unit III dimulai tahun 2000 dan selesai pada Desember 2004.
Peluncuran produk baru unit III dilaksanakan pada bulan Oktober 2005, dan peresmian unit III
dilakukan pada 4 November 2006 oleh Menteri KesehatanRI. Produk yang diproduksi oleh unit
III digolongkan menjadi dua yaitu produk Small Volume Parenteral (SVP) meliputi ampul, infus
botol, tetes mata, salep mata, dan dry injection dan produk Large Volume Parenteral (LVP)
meliputi sediaan infus dalam kemasan soft bag dan larutan hemodialisa. Produksinya dilakukan
melalui proses aseptis dan terminal sterilization. Produk digunakan untuk mencukupi kebutuhan
pasar dalam negeri dan ekspor.
Sanbe Farma telah disertifikasi oleh Badan POM dan Badan Internasional (Sertifikat dari
HSA, Singapura). Sertifikat CPOB dan Badan POM untuk sediaan infus antibiotik, infus non
antibiotik, sediaan injection, sediaan dry injection, sediaan sterile eye drops, sediaan sterile eye
ointment antibiotic, sediaan sterile eye ointment non antibiotic.
PT. Sanbe Farma mempunyai beberapa tempat untuk melakukan aktivitas produksi yaitu:
a. PT. Sanbe Farma unit I di Jl. Industri 1 no.9 Cimahi memproduksi produk non beta laktam ,
non sefalosporin , dan obat hewan (veterinary)
b. PT. Sanbe Farma unit II di Jl. Leuwigajah no.162 Cimahi memproduksi produk betalaktam
(lantai 2) dan sefalosporin (lantai 4)
c. PT. Sanbe Farma unit III Jl. Industri Cimareme no.8 Padalarang memproduksi SVP (Small
Volume Parenteral = injeksi volume kecil), LVP (Large Volume Parenteral = injeksi volume
besar), tetes mata, sediaan steril semisolid, sediaan serbuk injeksi steril.
d. Gudang bahan baku (GBB) berada di masing-masing unit, gudang bahan pengemas berada di
Jl. Leuwigajah no.174 Cimahi, dan Gudang obat jadi (GOJ) di Jl. Leuwigajah no.184 Cimahi.
Jadi, Total luas bangunan PT. Sanbe Farma (unit I,II, dan III, GBB, GOJ, dan Caprifarmindo)
52.360 m2 dan luas lahan 241.880 m2.
B. Visi/Misi/Motto Perusahaan

Visi : Menjadi penyedia produk generik dan OTC yang dikenali di seluruh dunia.

Misi :
1. Integrity
Sebagai penyedia produk dan pelayanan yang berkualitas
2. Highest Regard for People
Orang merupakan pondasi kesuksesan Sanbe, dan Sanbe mengkaji, memotivasi,
dan memakai orang dengan kemampuan dan kompetensi yang baik.
3. Kepuasan Konsumen

Sanbe akan bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen tepat waktu
dengan kemampuan terbaik Sanbe.
4. Komunitas
Sanbe akan mengirim produknya yang berkualitas untuk meningkatkan pelayanan
kesehatan.
5. Inovasi
Sanbe akan selalu melakukan inovasi
6. Team Work
Saling bekerja sama dalam satu team dan saling percaya.
7. Performance
Sanbe selalu menetapkan standar yang tinggi dan mencapai sukses hari demi hari
melebihi standar yang ditetapkan dengan rasa tidak ketidak puasan untuk
mendapatkan kemenangan
8. Leadership
Sanbe akan memimpin apapun yang kami lakukan dengan cara kami yang unik
dan memotivasi tidak hanya anggota Sanbe saja tetapi juga di dalam industri.
C. Susunan Organisasi
Dewan
komisaris

Presiden

Direktur Teknik
Departemen Produksi
Departemen

PD

Wakil Presiden

Direktur

QA

Penjualan
Departemen Administrasi
Departemen Pemasaran
PPe
P

SY

PPIC

BAB III
LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN

A. PELAKSANAAN KEGIATAN
No
1.

Hari / Tanggal
Rabu 12/6/13

Waktu
05.00
07.30
09.00 12.00
12.00 16.00
16.00

Kegiatan
Sarapan
Perjalanan ke Sanbe Farma Unit III
Visitasi ke Sanbe Farma Unit III
Optional
Perjalanan ke Penginapan daerah Jakarta

B. HASIL KEGIATAN
Industri Farmasi yang kami kunjungi PT Sanbe Farma dan terakhir PT Kalbe Farma.
Kunjungan diawali dengan perjalanan dari Semarang pada tanggal 11 Juni 2013 dan berakhir
kembali ke Ssemarang tanggal 13 Juni 2013. Dengan 35 mahasiswa dan 3 Dosen beserta 1
admin
berarmada
1
bis.
Adapun hasil kunjungan kami antara lain:
Untuk Pembuatan Sediaan Di PT.Sanbe Farma Terbagi atas beberap set divisi antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.

Set Penicillin,sefalosporin
Set Steril ( Infus,dan sediaaan sterildengan volume large lainnya)
Set Onkologi plant
Set biological plant
Sanbe vision (salep mata,tetes mata tetes telinga)

Untuk Setiap pengamatan mahasiswa diantaranya:

1.

Gudang Bahan baku

Dalam penyimpanan bahan baku terbagi atas 2 gudang diantaranya


a. gudang yang menyimpan berbagai bahan baku dengan perlakuan khusus yang
memperhatikan suhu dan kelembaban yakni Sesuai standarnya.

b. Gudang yang menyimpan bahan tambahan saja dengan perlakuan disimpan pada suhu
AC

a)
b)
a)
b)
c)
a)
d)
a)
b)
c)
d)
e)

Untuk menghasilkan hasil produksi yang baik ada tantangan yang harus dihadapi yaitu
standarisasi bahan baku yang bisa menyebabkan kualitas dan mutu setiap kali produksi bisa
berbeda berdasarkan bahan yang diambil. Upaya yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
tersebut adalah:
Memperketat seleksi bahan baku yang dilakukan oleh tim QC untuk memutuskan bahan baku
tersebut boleh masuk atau tidak.
Standar mutu yang dijadikan acuan sesuai dengan jenis masing-masing.
Gudang pun mempunyai persyaratan tersendiri terhadap bahan baku ya diterima secara umum
berupa:
Bahan baku harus benar. Memastikan tiap karung bahwa label yang tertera sesuai dengan isi
didalamnya dan harus lulus dari tim QC. Hasil analisis tim QC terbagi menjadi 3 kriteria yaitu
lolos, ditolak dan diterima dengan catatan.
Harus bersih dari bakteri pathogen.
Dalam bentuk kering dengan kadar air maksimal 10%
Tata laksana gudang selama masa simpan mutu sehingga gudang dikontrol dengan cara :
Menjaga kebersihan. Setiap hari gudang dibersihkan dari kotoran baik itu debu maupun
runtuhan simplisia yang jatuh dari karung bahan untuk mencegah datangnya hama agar tidak
merusak Menjaga kelembapan
Labeling yang baik (First In First Out atau FIFO)
Pada saat simplisia akan digunakan, simplisia diangkut dari gudang dan melalui beberapa proses
yaitu :
Sortasi. Simplisia dipilih dan dipisahkan dari kotoran yang masih menempel
Pencucian.
Pengeringan. Pengeringan dilakukan denan menggunakan mesin pengering berupa oven yang
suhunya disesuaikan
Sortasi kering.
Packaging.
2. Packaging

Packaging terbagi dua yaitu


a) Packaging primer
: Pengemasan untuk mengemas produk pertama kali kedalam
kemasan dengan menggunakan mesin (monoline)
b) Packaging sekunder
: pengemasan yang disesuaikan dengan segmentasi pasar dan
kemampuan beli konsumen yang dibagi menjadi 2 yakni :

Manual
: menggunakan tenaga manusia dengan tujuan menyerap tenaga kerja dari
sekitar wilayah pabrik.
Mesin
: menggunakan mesin pengemasan

3. Laboratorium

a)

b)
c)

d)
e)
f)

Laboratorium R & D. terdiri dari :


Laboratorium formulasi. Laboratorium ini bertujuan: untuk inovasi produk baru, inovasi
bentuk sediaan baru serta inovasi penampilan.
Laboratorium mikrobiologi. Disini tim QC bertanggung jawab dalam pengendalian mutu
dengan tujuan agar produk, peralatan dan pekerja bebas dari cemaran mikrobiologi
Laboratorium terpadu. Terdiri dari :
Laboratorium farmakognosi. Untuk test organoleptis bahan baku.
Laboratorium kimia
. Untuk memeriksa kandungan bahan
Laboratorium instrument dengan alat-alatnya antara lain: TLC, HPLC, dan AAS. Serta
dilakukan juga uji pestisida dengan kromatografi gas.
Laboratorium uji stabilitas. Menggunakan alat climatic chamber untuk menentukan expired date
(data yang diperoleh rata-rata 1,5-2 tahun)
Laboratorium toksikologi dan farmakologi. Biasanya dilakukan uji preklinis
Perpustakaan. Ruangannya tidak terlalu besar karena hanya menyimpan buku-buku atau
catatan-catatan yang diperlukan di pabrik saja. Yang disimpan dalam perpustakaan tersebut
antara lain jurnal-jurnal, laporan, penelitian mahasiswa untuk referensi agar lebih aplikatif dan
sejumlah buku-buku literatur standar
PT. Sanbe Farma dibangun dikawasan industri yang jauh dari pemukiman penduduk dan dari
tempat pembuangan sampah. Sumber cemaran yang tidak dapat dihindari adalah pencemaran
udara oleh kendaraan karena dibangun di dekat jalan raya yang cukup padat frekuensi lalu
lintasnya. Untuk mengatasi polusi udara ini, ruangan dilengkapi dengan sistem pengolahan udara
(Air Handling Unit System) dengan memasang filter udara, antara lain:
a) HEPA filter dengan efisiensi 99,997% untuk ruangan steril dan 95% untuk ruangan non-steril.
b) Medium Filter dengan efisiensi 60-70%
c) Pre-filter dengan efisiensi 30-40%
Konstruksi bangunan unit II dibuat cukup tinggi dari permukaan tanah dan dilengkapi dengan
saluran pembuangan air yang baik, untuk mencegah resiko banjir dan rembesan air tanah.
Dinding luar bangunan diberi cat yang tahan terhadap pengaruh cuaca dan air. Permukaan bagian
dalam (dinding, lantai dan langit-langit) licin dan bebas dari retak dan sambungan terbuka dan
mudah dibersihkan serta didesinfeksi. Lantai dan dinding kedap air. Sudut-sudut antara dinding,
langit-langit dan lantai berbentuk lengkungan sehingga tidak menahan kotoran. Didalam ruang
produksi tidak ada pipa-pipa yang menempel didinding kecuali pipa untuk mengalirkan air untuk
produksi steril yang terbuat dari stainless steel. Untuk mencegah bersarangnya binatang-binatang
seperti binatang pengerat dan
hama dilakukan pest control secara rutin.
PT. Sanbe Farma menyediakan tempat-tempat khusus untuk kegiatan seperti :
a. Penerimaan bahan baku dilantai 1
b. Gudang bahan baku untuk produksi beta-laktam (lantai 2) dan sefalosporin
(lantai 4).
c. Ruang penimbangan dan ruang penyimpanan hasil penimbangan.
d. Ruang pengolahan sesuai sediaan seperti ruang pencampuran, ruang pencetakan dan
penyalutan kaplet, ruang pengisian kapsul, ruang pengisian sirup kering, ruang pencucian dan
sterilisasi alat serta pakaian, ruang pengisian injeksi kering steril, ruang penyetripan, dan ruang
karantina untuk

menuju tahap produksi selanjutnya, dan ruang pengawasan dalam proses (In Process Control).
e. Ruang pengemasan sekunder untuk beta-laktam dilantai 1 dan sefalosporin dilantai 4.
f. Laboratorium PT. Sanbe Farma terdiri atas bagian pengawasan mutu dan bagian penelitian dan
pengembangan.
Untuk mencegah ruangan mencemari produk maka dilakukan pembersihan dan perawatan
bangunan dengan metode khusus sesuai protap secara rutin dan teratur. Instalasi listrik di unit II
sudah cukup memadai untuk membantu kelancaran produksi. Pintu darurat selalu terutup rapat
untuk mencegah terjadinya kontaminasi dan hanya dibuka jika terjadi kebakaran. Ruangan
pengolahan produk steril dirancang dan dibangun secara khusus dan terpisah dari daerah
produksi lain. Pemisahan ruangan dilakukan untuk kegiatan- kegiatan sebagai berikut:
a) Pembuka kemasan komponen bahan baku steril melalui Pass through
b) Kegiatan pencucian peralatan dan wadah untuk produksi steril dilakukan diruangan terpisah
dengan kegiatan pencucian pakaian.
c) Terdapat ruang pengisian injeksi kering yang dilakukan dibawah LAF (Laminar Air Flow),
sedangkan untuk proses sealing vial menggunakan alucap dilakukan di ruangan capping.
d) Terdapat ruang penyangga udara (ruang antara) yang menghubungkan ruang ganti pakaian
dengan ruang pengisian produk steril. Untuk mengganti pakaian non steril dengan pakaian steril
disediakan ruang ganti pakaian 1 dan 2 yang dipisahkan oleh ruang antara. Ruang ganti pakaian
1 dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan dan alat pengering tangan dengan sistem udara kering.
4. Mesin-Mesin dan Peralatan
Peralatan yang digunakan di PT. Sanbe Farma dalam pembuatan obat telah memiliki rancang
bangun, konstruksi dan ukuran yang tepat sehingga mutu yang dirancang untuk tiap produk obat
terjamin secara seragam dari batch ke batch serta memudahkan dalam perawatan pembersihan.
Sebelum digunakan dalam pembuatan obat, peralatan divalidasi terlebih dahulu.
PT. Sanbe Farma menggunakan peralatan dengan bahan yang inert yang digunakan
untuk bagian yang bersentuhan dengan bahan baku, produk antara atau produk
ruahan antara lain :
Stainless steel AISI (American Iron and Steel Institute) 304 sebagai bagian
luar peralatan yang tidak bersentuhan langsung dengan produk (non contact
part).
Stainless steel AISI (American Iron and Steel Institute) 316 yang digunakan
untuk bagian mesin yang kontak dengan produk.
Setiap ruangan produksi hanya terdapat satu peralatan yang digunakan dalam
proses pengolahan untuk melakukan satu tahapan produksi. Semua ban terbuka dan
kerekan telah dilengkapi dengan pengaman untuk menahan alat pada lantai sehingga
tidak bergerak.
Saluran pipa, air dan udara mudah dijangkau dan telah dilengkapi dengan penandaan yang jelas
untuk mencegah kekeliruan pemakaian. Penandaan berupa label berisi keterangan nama bahan
yang terdapat dalam saluran pipa, tanda panah yang menunjukkan arah aliran bahan yang
terdapat didalamnya. Pipa udara diberi keterangan mengenai temperatur dan tekanannya.

Semua peralatan utama, telah diberi penomoran yang jelas untuk menunjukkan identitas :
penempatan alat, peralatan untuk sediaan steril atau non steril, kegunaan dan nomor urut
berdasarkan waktu kedatangan alat. Semua pipa, tangki, selubung pipa uap atau pipa pendingin
telah dilapisi dengan glass wool untuk mencegah kecacatan dan kehilangan energi. Saluran pipa
ke alat yang bertekanan (seperti autoklaf) telah dilengkapi dengan perangkap uap dan saluran
pembuangan yang berfungsi dengan baik.

BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan Hasil kunjungan kami dapat disimpulkan antara lain:

Produk yang diproduksi oleh unit III digolongkan menjadi dua yaitu produk
Small Volume Parenteral (SVP) meliputi ampul, infus botol, tetes mata, salep
mata, dan dry injection dan produk Large Volume Parenteral (LVP) meliputi
sediaan infus dalam kemasan soft bag dan larutan hemodialisa. Produksinya
dilakukan melalui proses aseptis dan terminal sterilization. Produk digunakan
untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor.

Sanbe Farma telah disertifikasi oleh Badan POM dan Badan Internasional
(Sertifikat dari HSA, Singapura). Sertifikat CPOB dan Badan POM untuk sediaan
infus antibiotik, infus non antibiotik, sediaan injection, sediaan dry injection,
sediaan sterile eye drops, sediaan sterile eye ointment antibiotic, sediaan sterile
eye ointment non antibiotic

B. SARAN
1. Lebih memperkuat jaringan dan struktur bisnis, Perusahaan mempererat kerja
sama dengan perusahaan lainnya, sebagai distributor, terus memperluas jaringan
distribusi dan melakukan upaya integrasi ke hilir guna memperluas outlet.
2. Meningkatkan dan lebih Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab
sosial dan ramah lingkungan.

LAMPIRAN