Anda di halaman 1dari 7

Format T1

TUGAS Struktur Baja-2 Semester Genap 2014-2015

Kelompok : III ( TIGA )

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG

Halaman: _ dari _ halaman

E. DESAIN IKATAN ANGIN

Gambar E.1 Model Ikatan Angin


5.1. Data
1. Panjang :
122+12.52 =17.33 m=17330mm
2. Komponen Ikatan angin pada atap adalah komponen aksial tarik.
3. Untuk penyetelan pengencangan ikatan angin, di kedua ujung dipasang jarum keras.
4. Sudut kemiringan atap 25o
5.2. Profil Usulan
Profil usulan 1
Profil usulan adalah = 10 mm dengan data dimensional profil dalam Tabel 5-1.
Tabel 5-1. Data Dimensional Penampang Profil Ikatan Angin Usulan 1

= 10 mm

(mm)
10

kekuatan material : fy = 360 Mpa

A
(mm2)
78.50

5.3. Pembebanan Ikatan Angin


Ikatan angin merupakan komponen aksial tarik pada struktur yang mendapat beban berupa beban
angin yang bekerja pada bangunan. Beban angin yang berasal dari tiupan angin didepan bangunan
yang akan digunakan dalam mendesain ikatan angin pada gedung pabrik / perakitan mobil Suzuki
Ertiga yang didesain ini.

Format T1
TUGAS Struktur Baja-2 Semester Genap 2014-2015

Kelompok : III ( TIGA )

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG

Halaman: _ dari _ halaman

=25

Sumber : PMI70,hal.22( Tabel III)


Gambar E.2 Koefisien Angin
Pada ikatan angin, beban yang bekerja merupakan beban yang ditransfer dari komponen penerima
pertama yaitu gird vertikal dan kolom portal pada dinding melintang depan bangunan.
Gedung yang dirancang ini terletak di lokasi TDM yang dimana terletak kurang dari 5 km
sehingga beban angin yang digunakan ialah 40 kg.m2 (PMI 70 butir 4.2.(2)). Maka beban angin
yang membebani dinding depan bangunan ialah:
=

( 40 0.9 )=36 kg / m2

Beban angin membebani dinding melintang sebagai beban merata areal, beban angin ini akan
ditransfer kepada gird vertikal menurut area tributaris. Berikut ditampilkan model pembebanan
menurut area tibutaris pada dinding melintang.

Format T1
TUGAS Struktur Baja-2 Semester Genap 2014-2015

Kelompok : III ( TIGA )

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG

Halaman: _ dari _ halaman

Gird
Vertikal 2

Gird
Vertikal 1

Gird
Vertikal 4

Gird
Vertikal 3

Gird
Vertikal 5
Gird
Vertikal 6

Kolom B

Kolom C
582.88 cm

Kolom A

350.00 cm
350.00 cm
250.00 cm

625.00 cm

750.00 cm

625.00 cm 500.00 cm 625.00 cm

750.00 cm

625.00 cm

250.00 cm

Gambar E.3 Model Pembebanan Menurut Area Tributaris Pada Dinding Melintang
Gird
Vertikal

Gird
Vertikal

1282.88 cm
816.58 cm

1108.02 cm

1108.02 cm

816.58cm

700.00 cm

(a)

250.00 cm

625.00 cm
(b)

(c)

375.00 cm

Gambar E.4 Model Pembebanan Menurut Area Tributaris Pada Gird Vertikal dan Kolom
Maka dapat kita hitung besar beban yang membebani kolom dan gird vertical sesuai besar area
tributaries yang dimilikinya.
Kolom A, B, dan Kolom C ( Area Tributaris a )
1
Q1= ( 8.17+7 ) 2.5 36=682.65 kg
2
Gird Vertikal 1, 3, 4, dan 6 ( Area Tributaris b )
1
Q2= ( 8.17+11.08 ) 6.25 36=2165.62kg
2
Gird Vertikal 2 dan Gird Vertikal 5 ( Area Tributaris c )
1
Q3= ( 11.08+12.83 ) 3.75 236=3227.85 kg
2

Format T1
TUGAS Struktur Baja-2 Semester Genap 2014-2015

Kelompok : III ( TIGA )

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG

Halaman: _ dari _ halaman

Dengan asumsi yang dianut sebelumnya yaitu gird vertikal berperletakan sendi dan kolom portal
berperletakan jepit maka reaksi perletakan yang tidak lain adalah beban yang akan membebani
ikatan angin dapat kita hitung sebagai berikut :
Kolom A, B, dan C
1
1
P1= Q 1= 682.65=314.32 kg=3.41 kN
2
2
Gird Vertikal 1, 3, 4 dan 6
1
1
P2= Q 2= 2165.63=1082.813 kg=10.82kN
2
2
Gird Vertikal 2 dan Gird Vertikal 5
1
1
P3= Q 3= 3227.85=1613.92 kg=16.13 kN
2
2
Berikut ditampilkan secara berurutan letak dan arah beban-beban mulai dari tampak depan
bangunan dan tampak atas bangunan.

Gird
Vertikal 1

Gird
Vertikal 2

Gird
Vertikal 3

Gird
Vertikal 5

Gird
Vertikal 4

Gird
Vertikal 6
P3

P3

Kolom B
P2

Kolom A

Kolom C

P2
P1

P1

582.88 cm

P2

P2

P1

350.00 cm
350.00 cm
250.00 cm

625.00 cm

750.00 cm

625.00 cm 500.00 cm 625.00 cm

750.00 cm

625.00 cm

Gambar E.5 Letak dan Arah Beban Pada Tampak Depan Bangunan

250.00 cm

Format T1
TUGAS Struktur Baja-2 Semester Genap 2014-2015

Kelompok : III ( TIGA )

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG

Halaman: _ dari _ halaman

2500.00 cm

P3

P2

P1

2500.00 cm

P2

P3

P2

P1

P2

P1

Bagian Depan
Struktur Gabel
Rangka Gabel

1
400.00 cm

1200.00 cm

Sagrod

400.00 cm

400.00 cm

100.00

100.00

Gambar E.6 Letak dan Arah Beban Pada Tampak Atas Bangunan
Ikatan angin dapat diidealisasikan sebagai rangka batang beserta dengan beban-beban sebagai
berikut :
B

2500.00 cm

P1

P2

P3

2500.00 cm

P2

P1

P3

P2

P2

P1

Ikatan Angin
Bagian Belakang

1200.00 cm

1 2

3 4

5 6

7 8
Ikatan Angin
Bagian Depan

Gambar E.7 Idealisasi dan Pembebanan Ikatan Angin


Dengan beban-beban yang dikerjakan kepada ikatan angin , yang telah diidealisasi sebagai rangka
batang maka ikatan angin dapat dianalisa mengunakan bantuan analisa struktur SAP 2000 (v.14)
untuk mengetahui komponen-komponen ikatan angin yang mengalami gaya aksial tarik.
Berdasarkan hasil analisa , diperoleh bahwa komponen yang bernomor 1, 4, 5, dan 8
(Lampiran 10) yang mengalami gaya aksial tarik jika angin bertiup dari depan gedung.

Format T1
TUGAS Struktur Baja-2 Semester Genap 2014-2015

Kelompok : III ( TIGA )

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG

Halaman: _ dari _ halaman

2500.00 cm

P1

P2

P3

2500.00 cm

P2

P1

P3

P2

P2

P1

1
Ikatan Angin
bagian depan
1200.00 cm

Ikatan Angin
bagian Belakang

Gambar E.8 Idealisasi dan Pembebanan Ikatan Angin Untuk Komponen Yang Mengalami Tarik
Maka dengan mengidealisasi ulang struktur ikatan angin khusus yang mengalami gaya aksial tarik
dan diberi beban-beban yang sama , maka dapat kita peroleh bahwa gaya aksial maksimum yang
terjadi pada komponen ikatan angin ialah 18.87 kN = 18870 N ( Lampiran 10 ). Gaya aksial
maksimum ini yang akan digunakan dalam menguji keterpenuhan terhadap limit state komponen
aksial tarik.
5.5 Analisa Terhadap Limit State
Hasil analisa struktur di atas menyatakan bahwa ikatan angin adalah komponen aksial tarik. Profil
usulan,dengan demikian, akan dianalisa terhadap limit state kuat penampang, dan kelangsingan.
Terhadap limit state kuat penampang :
Analisa untuk memperoleh beban rencana Tu
Analisa untuk memperoleh beban rencana mengunakan program SAP (v.14). Sehingga

diperoleh beban aksial terbesar yang bekerja pada ikatan angin yaitu.
Tu = 18.87 kN = 18870 N ( Lampiran 10 )
Analisa untuk memperoleh tahanan rencana T n
=0.9
T n=A g f y =78.5 ( 360 )=28260.00 N
T n=0.9 ( 28260.00 ) =25434.00 N
Analisa keterpenuhan limit-state kuat penampang
18870 N < 25434.00 N T u < T n

Maka Profil usulan 1 memenuhi limit-state kuat penampang, dengan rasio keterpenuhan
18870
100 =74.19
25434

Format T1
TUGAS Struktur Baja-2 Semester Genap 2014-2015

Kelompok : III ( TIGA )

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG

Halaman: _ dari _ halaman

Terhadap limit state kelangsingan u <n


Untuk komponen tarik dengan profil batang bundar, limit-state ini tidak perlu ditinjau
[SNI-2002, butir 7.6.4].

5.6 Hasil Desain


Profil usulan: batang bundar 10 mm memenuhi semua limit-state yang ditinjau sehingga cukup
kuat untuk dipakai sebagai ikatan angin, rasio keterpenuhan limit-state profil usulan ini adalah
74.19 % .Yang lebih besar dari pada batas bawah rasio optimum yaitu 60 %. Profil usulan dapat
digunakan sebagai profil ikatan angin.