Anda di halaman 1dari 16

Fenomena Longsoran (gerakan Tanah) di Lapangan

Lereng
Variasi

Gejala lain (creep)

Material

Batuan/tana - Penyebaran
h
bentuk
- Penyebaran
luasan
Struktur
Geologi
- Bib.
Perlapisan
- Bid. Retakan
- Bid. patahan

Besar sudut
%

Panjang
lereng

Pohon pohonan
Tiang listrik
Seretan
alur

Curah
hujan

Jenis
batuan/tanah
- lempung
- pasir
- bahan rombakan
- Dan sebagainya

Bentuk :
- cembun
g
- cekung
- rata

SEKEMA PENYELIDIKAN GEOLOGI/GEOLOGI


TEKNIK
Hasil
1. Peta
2. Peta
3. Peta
4. Peta
5. Peta
6. Peta

Secara langsung :
dasar peta
topograf

geomorfologi
geologi
geologi teknik
kerentanan gerakan tanah
hidro geologi
geologi tata lingkungan

Dipermuka
an tanah
Secara tidak langsung :
dasar
Penyelidika
n geologi/
geologi
teknik

Dibawah
dipermuka
an tanah

- Geomorfolof
- Geologi
- Hidrologi dsb

Poto udara

Citra landsat
Pendugaan
- Geolistrik
geofsisika
- Geoseismik
(secara
- Geomagnetic
tidak
- Georadar
langsung)
Secara
langsung

Dangkal
- Sumur uji
- Parit uji
- Terowongan uji

Interprasi : Geologi
bawah
permukaan
Geologi bawah
Permukan
dangkal
Uji lab/ sempel

Dalam

Pembora
n
inti/tekni
Pembora
n air
tanah

- Penampang geologi : contoh


inti bor
- Pengujian SPT
- Pengujian permeabilitas
Logging
geofsika
Cuttingb
or

Uji
pompa

Splog,resistivitylog
,gamma ray
Penampang
peologi
Permeabilitas
transmisivita
storativitas
contoh air
tanah

Sifat Sifat Tanah


Tanah terdiri dari bagian padat (solid) dan pori pori
(void) jadi jelasnya tidak baja atau besi maupun
beton
Bahagian yg padat terdiri dari berbagai partikelpartikel dan bahagian yg pori-pori terdapat udara
dan air (apabila tanah tersebut tidak jenuh air)
Permasalahan pada tanah adalah:
1. Stabilitas maka diperlukan data
1.1 muatan/beban
1.2 besaran distribusi tekanan yg di akibatkan
oleh beban
1.3 dengan adanya beban maka akan ada reaksi
perlawanan
dari tanah
Untuk mengetahui beberapa besar perlawanan,
maka kita memerlukan data jenis tanah tersebut
guna mengetahui karakter atau sifat dari tanah.
(diperoleh dari hasil laboratorium) apabila mau d
anggap Isotropic ,tekanan dapat di hitung.
2. Deformasi Elastic atau Plastis untuk ini kita perlu
antara lain:
2.1 Beban yang bekerja
2.2 Penurunan yang terjadi
3

2.3 Pengaruh tekanan


Sifat sifat tanah maupun fsiknya yang penting
diketahui antara lain :
1.Permeabilitas
berguna
untuk
menentukan
berapa besar kemampuannya air melalui pori
porinya (terutama pada
pekerjaan air)
2.Konsolidasi ini adalah angka isi pori akibat
karena beban. Jadi kita dapat mengetahui
penurunan (settlement)
3.Tegangan geser agar kita dapat mengetahui
daya tahan tanah tersebut. (untuk stabilitasi
tanah timbun, pondasi)
4.Atterberg limit
5.Kadar air
6.Kadar pori
7.Kepadatan relative
8.Dan lain lain
Kita ambil contoh tanah dengan volumenya V, maka
pada awalnya tanah tersebut berisikan tanah,air dan
udara seperti tergambar dibawah ini :

udara
Air
Tanah Padat

Batas batas konsisten atau ketentuan :


1.Batas cair (Lignid Limit) L.L
Kadar air tanah pada batas antara cair ke
keadaan Plastis
2.Batas Plastis (Plastis Limit) = P.L
Kadar air minum dan tanahnya masih plastis.
3.Batas susut (Shrinkage Limit) = S.L
Kadar air tanah hilang dan volume tanah tidak
akan
menyusut lagi.

L.L
keadaa
n
cair

keadaa
n
Plastis

P.L
keadaan
Semi
Plastis

S.L
keadaa
n
Padat

Contoh proses tanah yang telah nelewati batas susut


6

Air
Air

v
W

W
s

Air
Ws

Tanah Padat

Tanah
Padat

____ Asli _____


sudah Kering

vI

Tanah
Padat

___ B. Susut ___

___

Persamaan - Persamaan Dasar


1) Void Radio ()
e=
Vv
=
Va
+
(1)
Vs

Vw

Vs

e=
n
(2)
I-n
e=
G.m
(3)
S

Berat jenis tanah padat G =

Ws
Vs.

N = Porositas; G =

Ws
Vs.w

w = Berat volume air = 1


m = Kadar air
S = Derajat kejenuhan (Sr)
2) Porositas (n)
n = Va + Vw
= Vv

Va+Vw+Vs

(4)

Vt

n
=

e
(5)

e+1
3) Derajat kejenuhan (s)
S = Vw

Va+Vw

Vw
(6)

Vv

Tanah jenuh air S = 1


4)
Kadar
air
(m)

Ww
(7)

Ws
5) Berat vol tanah ()
8


=
W

(8)

v
G.
w.
1

(9)

1+e

=
G.w
+
e

w
(10)

1+e
6) Berat Vol. tanah kering (d)
d
=

G.w
(11)

1+e
d =

(12)

1+m
d

Ws
(13)

V
7) Berat vol. tanah terendam air ( sub)

sub
=
sat

sub
=
w

w
(14)

1
(15)

1+e
9

8) Berat vol. tanah jenuh air ( sat)

sat
=
w.G
+

(16)

1+e
9) Shrinkage limit (SL)
SL
=

Ww

(17)

Ws
SL =
(W
W)

w(V-V)
(18)

W
PL = Plastic limit : LL = Liquid Limit
PI

= Plasticity Index

Ww = Berat air dalam masa tanah yang jenuh air


(gr)
Ws = W Berat tanah kering (gr)
W = Berat jenuh air (gr)
V = Volume tanah jenuh air (cm)
V = Volume tanah kering (cm)
10) Liquidity Limit (LI)
LI

PI
10

m-PL
(19)

11) Plasticity Index (PI)


PI
=
L.L

PL
(20)

m
(21)

12) Relative Consistency (RC)


Rc
=

LL

PI
13) Kadar Air Optimum (OMC)
SL.B/A
+

(22)

14) Standard kerapatan proctor


100,125.k

(23)

SL (B/A-1)+ 100
SR
SR = Shrinkage Ratio
K
=
104

0,67

PI
(24)

100
K
=
0,33
PI

11

4
(25)

A = Persentase butir yang melewati saringan No. 4


( 4,76mm)
B = Persentase butir yang melewati saringan No. 40
(0,42mm)
e
=
G.w

1
(26)

d
e
=

G.

w
(27)

1 + G.m
S
Persentase pori-pori udara =
15 ) 1
Sd
1

Sw

G.m
(28)

16
)
Q
=
k

17
)
k
=

A
(29)
L
(30)

h.A.t

18
)
k
=
2,3.
a.
L

A.t

h
12

log

h
(31)

Q=
C.d. w . e

i . A
(32)

1+ e

Q
= banyaknya aliran air
yang melalui pori-pori tanah
(cm/det )
k = koefsien permeability tanah (cm/det)
i = hyraulic gradient = h (cm)
L
A = Luas penampang melintang tanah (cm)
C = konstante
d = uliran butir tanah
= viscosity air

nilai c.d. w . e

k . (hukum darcy)

1+e

untuk aliran sejajar/parallel terhadap bidang


datar,koefpermeabilitynya
dihitung
dengan
pers :

13

19 )
kh
= kh + kh

kh

+
(33)

h
h

20 ) Untuk aliran normal terhadap bidang datar


koefsien permeability dihitung dengan pers.
K =

h
(34)

+ h + h

Jika unconfned aquifer,permukaan air terletak di


dalam lapisannya sendiri maka di jumlah pers.
r
21)
k
=
2,3.
Q

(h h)
14

log

r
(35)

Jika unconfned
dekat dengan

aquifer,lapisan

tanah

terletak

lapisan tidak tembus air (impervious stratum ) dan


permukaan
air terletak diatas lapisan perubahan di dalam
lapisan tidak tembus air atau di dalam lapisan
lainnya masih lebih tinggi kita gunakan pers :
22) k = 2,3.log r
r
(36)

2 H (h - h)
23) Beban titik/terpusat
q = 3Q

2 .Z 1 + (x)
(37)
Z

24) Disederhanakan
q
=
Q

(38)

Z
dimana K = 3
2

1
1 + ( x )

Z
25)
q
=
q

dimana K =

1
15

k
(39)

1+ R
Z
26) q = q . k

16