Anda di halaman 1dari 4

Vitamin B1 (Thiamin)

Thiamin berperan dalam metabolisme karbohidrat dan fungsi neural. Thiamin harus
difosforilasi menjadi thiamine triphosphat atau cocarboxylase, yang berfungsi sebagai
coenzym pada metabolisme energi dan sintesis pentosa. 1

Absorbsi,Transport,dan Penyimpanan
-

Thiamin di absorbsi dari usus halus bagian proximal oleh transport active (dalam
dosis rendah) dan difusi pasif (dalam dosis besar > 5m/hari).

Transport aktif yang diinhibisi oleh konsumsi alkohol,yang mana mengganggu


transport dari vitamin dan oleh defisiensi asam folat,yang mengganggu replikasi dari
enterosit.

Ambilan mukosa terhadap thiamin digabungkan pada phosporilasiya menjadi Thiamin


Pyrophosphate (TPP). TPP aktif dibawa ke hati oleh sirkulasi portal.

Kebanyakan sirkulasi thiamin dibawa sebagai TPP oleh eritrosit,meskipun sejumlah


kecil ada dalam bentuk free thiamin dan TMP (thiamin monophosphat) menempel
terutama pada albumin.

Ambilan oleh sel dari jaringan perifer terjadi oleh difusi pasif dan transport aktif
banyak menempel pada protein. 1

Metabolisme
Thiamin di phosphorilasi pada banyak jaringan oleh kinase spesifik menjadi
diphosphat dan triphosphat ester. Tiap ester dapat dikatabolisme oleh phosphorilasi
untuk menghasilkan TMP. Jumlah kecil dari ekskresi metabolisme lain juga
diproduksi dan diekskresi di urin. 1

Fungsi
Bentuk fungsional dari thiamin adalah TPP,yang mana adalah coenzym untuk
beberapa enzym dehidrogenase complex essensial untuk Acetyl Coenzym A (Acetyl coA),
yang mana masuk tricarboxylasi acid (TCA) atau krebs,siklus untuk menghantarkan energi.
Juga membutuhkan konversi dari -ketoglutarat dan 2 ketocarboxylat dari asam amino
methionin,threonin,loucine,isoleucine,dan valine. TPP juga tersedia sebagai coenzym untuk
transketolase yang mana catalysa 2 carbon fragmen reaksi pertukaran di oxidasi dari glukosa
oleh hexose monophosphat.

Referensi Pemasukan
Thiamin dinyatakan secara kuantitatif dalam miligrams. DRI s untuk thiamin
termasuk Ais untuk infant dan yang baru dikenal dengan RDAs. Secara umim,RDAs berdasar
pada level dari pemasukan energi karena peran langsung dari thiamin adalah metabolisme
energi. Dimana Ais untuk infant didasarkan pada level thiamin pada ASI.

Sumber
Sumber paling banyak adalah ragi dan hati. Sereal gandum meliputi sumber
penting,meskipun gandum kaya akan thiamin,tetapi banyak yang hilang alobat dari
penggilingan dan pemurnian. Sayuran dan hewan juga banyak mengandung thiamin.

Rekomendasi Pemasukan Nutrisi untuk Thiamin2

Kelompok

Rekomendasi intake nutrisi (mg/hari)

Infant dan anak


0-6 bulan

0,2

7-12 bulan

0,3

1-3 tahun

0,5

4-6 tahun

0,6

7-9 tahun

0,9

Perempuan 10-18 tahun

1.1

Laki-laki, 10-18 tahun

1.2

Perempuan > 19 tahun

1.1

Laki-laki > 19 tahun

1.2

Remaja

Dewasa

Wanita hamil

1.4

Wanita menyusui

1.5

Thiamin dapat dihancurkan oleh panas,oksidasi,dan radiasi ionisasi,tapi stabil saat beku.

Defisiensi Thiamin
Defisiensi thiamin dikarakteristikan dengan anorexia dan penurunan BB sebagai gejala
cardiac dan nerologis.
Defisiensi thiamin adalah Beri-beri.
Beri-beri diklasifikasikan menjadi
1. Dry (Paralytic)
Bentuk nonedema biasanya diikuti dengan kehilangan energi
2. Wet (Edematous)
Diikuti dengan pemasukan karbohidrat yang tinggi dengan tenaga fisik yang berat. Edema
sering terjadi karena gagal jantung biventrikular dengan kongesti pulmonar.
Gejala berupa kebingungan, edema,kelemahan otot,neuropati perifer,takikardi,dan
kardiomegali. Tanpa TPP,piruvat tidak dapat dikonversi ke acetyl coA dan masuk siklus
TCA,dan kehilangan energi pada otot jantung menimbulkan gagal jantung.
Beri-beri dilaporkan pada infant yang diberi minum formula yang tidak terdapat
suplemen thiamin,dikarakteristikan dengan gagal jantung dan sianosis.1 Beri-beri juga
terdapat pada infant yang minum ASI dan ibunya mengalami defisiensi thiamin.2 Juga terjadi
pada dewasa dengan intake karbohidrat yang banyak dengan antithiamin factor,seperti bakteri
thiaminase. Wernicke Korakoof syndrome biasa diikuti dengan peminum alkohol kronik.2
Kasus defisiensi thiamin diobservasi dengan pasien yang hipermetabolik,pada parenteral
nutrition,dialysis karena renal kronik atau setelah gastrectomy.2
Kadar thiamin dapat diliht dari aktivitas transketolase,mengukur dari serum darah dan
dari urin.

Toxixitas
Supresi pusat pernafasan.
Dosis parenteral menyebabkan kejang,kelemahan otot,aritmia dan reaksi alergi. 1
WHO menyatakan toxixitas tidak terlalu bermasalah karena bersihan ginjal cepat. 2

Daftar Pustaka :
1 Krause

2. FAO/WHO. Vitamin and Mineral Requirements in Human Nutrition. China: FAO/WHO,


2004.