Anda di halaman 1dari 36

PENINGGALAN

MEGALITIK

Kabupaten
Purworejo
Sebaran Megalitik Pegunungan Menoreh :
(Wilayah Kab. Purworejo)

• Pegunungan Menoreh merupakan bekas permukiman masa


prasejarah dengan bukti sebaran situs-situs megalitik
• Pegunungan Menoreh juga merupakan bekas permukiman masa
klasik dengan bukti temuan prasasti, candi, dan lingga-yoni
• Pegunungan Menoreh merupakan bagian dari daerah Kedu
sebagai pusat Kerajaan Mataram Kuna dan Kabupaten
Purworejo sebagai daerah asal Rakai Watukura Dyah Balitung,
salah satu raja Mataram Kuna
• Perkembangan Budaya megalitik di Kab. Purworejo
dipengaruhi oleh munculnya Budaya Hindu-Budha
Megalitik
Budaya yang lahir dari konsep kepercayaan
terhadap kekuatan supranatural, yaitu kekuatan
yang dimiliki oleh roh leluhur. Sistem organisasi
masyarakat megalitik dipimpin oleh seorang ketua
suku atau tokoh masyarakat yang dipilih oleh
seluruh anggota masyarakat. Masyarakat megalitik
percaya bahwa dengan kemampuan dan
kesaktiannya, tokoh-tokoh tersebut dapat
memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi
masyarakatnya. Kebudayaan megalitik dilatari oleh
konsep kehidupan di alam arwah atau kehidupan
kembali setelah kematian.
Masalah penelitian:

1. Bagaimana potensi arkeologis di Kabupaten


Purworejo
• Berapa jumlah situs-situs megalitik?
• Bagaimana bentuk dan jenisnya?

2. Bagaimana pengaruh budaya Hindu/Budha


pada situs-situs megalitik?
• Hubungan antara bangunan megalitik dan bangunan Hindu/Budha
• Adakah pemanfaatan bangunan megalitik untuk kepentingan budaya
Hindu/Budha
Tujuan

1. Mengetahui potensi tinggalan


megalitik di Kabupaten Purworejo
2. Mengetahui pengaruh Budaya
Hindu/Budha terhadap Budaya
Megalitik
Metode Penelitian:
Penelitian ini menggunakan alur penalaran
induktif. Tipe penelitian yang dipilih adalah
eksploratif dan deskriptif. Teknik pengumpulan
data dengan teknik ekskavasi dan survei augering.
Ekskavasi dimaksudkan untuk memperoleh data
tentang seberapa jauh pemanfaatan bangunan
punden berundak untuk kepentingan budaya
Hindu-Budha, sedangkan survei augering untuk
panduan menentukan denah bangunan punden
berundak
HASIL SURVEI TAHUN 2005

• Kawasan Pegunungan Menoreh di wilayah Kabupaten


Purworejo terdapat sebaran 54 situs megalitik (lihat tabel)
• Tipologi tinggalan megalitik terdiri dari menhir, batu
lumpang, batu dakon, jambangan batu, punden berundak,
dan batu bergores
• Situs-situs megalitik di kawasan ini seringkali bercampur
dengan tinggalan masa klasik, misalnya: batu umpak,
stambha, lingga dan yoni
• Ada indikasi pemanfaatan ulang situs-situs masa prasejarah
oleh budaya klasik (Hindu/Budha)
Daftar Situs-situs Megalitik di Kab. Purworejo
No. Kecamatan Jumlah
1. Purworejo 13 situs
2. Bayan 1 situs
3. Loano 3 situs
4. Bener 3 situs
5. Banyuurip 10 situs
6. Bagelen 19 situs
7. Kaligesing 5 situs

Jumlah 54 situs
EKSKAVASI SITUS SITINGGIL Juni 2006

 SITUS SITINGGIL TERLETAK DI DUKUH KRAJAN, DESA


KEDUNG PUCANG,
KECAMATAN BENER, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA
HASIL EKSKAVASI DAN SURVEI AUGERING
DI SITUS SITINGGIL TAHUN 2006
• Pada kedalaman rata-rata 60 cm di bawah level
batu umpak ditemukan struktur batu andesit
• Berdasarkan 3 buah sudut yang telah ditemukan,
diduga denah bangunan berbentuk persegi panjang
• Berdasarkan perbedaan ukuran tinggi struktur
batu, antara 60 dan 100 cm, diduga merupakan
bangunan punden berundak
• Pada kaki struktur batu ditemukan lantai dari
bahan terakota (berarti struktur batu berfungsi
sebagai pagar)
• Survei augering menemukan struktur batu andesit
dari komponen bangunan punden lainnya (berarti
lebih dari satu bangunan)
Denah bangunan

Situs
Sitinggil
Tampak atas
Denah bangunan Situs
Sitinggil
Tampak samping

umpak umpak

Struktur batu andesit


Lantai terakota
Kesimpulan:
• Berdasarkan ciri-ciri bangunan (jenis bahan, perbedaan tinggi pagar (60-
100 cm, sudut-sudut, dan orientasi bangunan) diduga merupakan
bangunan berdenah persegi panjang berukuran 13 x 22 m, dengan ciri
bangunan punden berundak

• Di Situs Sitinggil terdapat tiga jenis bangunan, yaitu bangunan punden


berundak, bangunan bertiang dengan umpak segi delapan, dan bangunan
candi batu bata kuna

• Ada dua budaya yang berkembang di Situs Sitinggil, yaitu Budaya


Megalitik dengan ciri bangunan punden berundak dan Budaya
Hindu/Budha dengan ciri bangunan berumpak dan bangunan candi batu
bata kuna

• Konteks antar bangunan menunjukkan adanya pemanfaatan ulang


terhadap bangunan punden berundak, terbukti dengan adanya
penambahan lantai terakota dan pendirian bangunan berumpak yang
berada di atas bangunan punden. Lantai terakota dan umpak segi
delapan merupakan data di luar konteks bangunan megalitik
Potensi
Kepemilikan tanah
situs
Situs Sitinggil
merupakan Tanah Kas
Desa Kedungpucang
Sungai sebagai salah satu potensi lingkungan Situs Sitinggil
Menhir berasal dari bahasa Breton yaitu “men”, yang berarti batu dan “hir”, berarti berdiri .
Menhir berarti batu tegak atau batu berdiri. Batasan selanjutnya menhir ialah batu panjang
yang didirikan secara tegak, berfungsi sebagai batu peringatan dalam hubungannya dengan
pemujaan arwah nenek moyang atau arwah leluhur.

Lumpang batu ialah merupakan wadah yang digunakan untuk menumbuk atau menghaluskan
biji-bijian,dibuat dari bongkahan batuan andesit dan memiliki sebuah lubang pada bagian atas
dengan diameter dan kedalaman tertentu. Dari hasil penelitian akhli-akhli megalit, lumpang
batu memiliki fungsi :
1.Berhubungan erat dengan magis religus, terutama untuk keperluan yang ada hubungannya
dengan kematian.
2.Berhubungan erat dengan kebutuhan sehari-hari seperti pertanian, yaitu menumbuk biji-
bijian.

Dolmen atau meja batu merupakan susunan batu yang terdiri dari sebuah batu lebar yang
ditopang oleh beberapa buah batu lain, sehingga menyerupai meja.
Istilah dolmen berasal dari bahasa breton, yaitu “dol” yang berarti meja dan “men” berarti
batu.
Fungsi dolmen awalnya sebagai pertanda adanya penguburan dan pada masa kemudian
Mengalami perkembangan fungsi, yaitu sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan dalam
hubungannya dengan pemujaan arwah leluhur.
batu lumpang
batu lumpang
menhir
menhir
menhir
menhir
Jambangan

Batu bergores
DOKUMENTASI
KEGIATAN PENELITIAN TAHUN 2006
Situs
Sitinggil

Umpak segi delapan

Situasi Situs
Lumpang batu
Kondisi kotak LU 1 Kondisi kotak LU 8

Kondisi kotak LU 11 Kondisi kotak LU 9


JENIS-JENIS TEMUAN BATU BATA DI SITUS SITINGGIL
PUNDEN DENGAN LANTAI TERAKOTA
PUNDEN SITUS PERIGI (Banyuurip)
Dokumentasi kegiatan ekskavasi
KUNJUNGAN BAPAK
BUPATI PURWOREJO
Koleksi Museum
Masa Megalithikum

Menhir

Menhir

Watu Lumpang
Koleksi Museum Masa
Megalithikum

MENHIR

Watu Lumpang

Watu Lumpang

MENHIR
Terima Kasih