Anda di halaman 1dari 4

Kabupaten Takalar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kabupaten Takalar adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi


Selatan, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Pattallassang. Kab. Takalar
terdiri dari delapan kecamatan, yaitu Pattallassang, Polombangkeng
Selatan, Polombangkeng Utara, Galesong, Galesong Selatan, Galesong
Utara, Mappakasunggu dan Manggarabombang. Kabupaten ini
memiliki luas wilayah 566,51 km dan berpenduduk sebanyak
250.000 jiwa.

Kabupaten Takalar

Daftar isi
1 Sejarah
2 Geografi
3 Potensi Wisata
3.1 Objek Wisata Perburuan Rusa
3.2 Objek Wisata Sejarah Lapris
3.3 Objek Wisata Topejawa
3.4 Objek Wisata Pulau Sanrobengi
3.5 Objek Wisata Terumbu Karang Pulau Tanakeke
3.6 Objek Wisata Benteng Sanrobone
4 Media
4.1 Televisi
4.2 Radio
5 Referensi
6 Pranala luar

Sejarah
Kabupaten Takalar yang hari jadinya pada tanggal 10 Pebruari 1960.
Sebelumnya, Takalar sebagai Onder afdeling yang tergabung dalam
daerah Swatantra MAKASSAR bersama-sama dengan Onder afdeling
Makassar, Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan dan Jeneponto.
Onder afdeling Takalar, membawahi beberapa district (adat gemen
chap) yaitu: District Polombangkeng, District Galesong, District
Topejawa, District Takalar, District Laikang, District Sanrobone.
Setiap District diperintah oleh seorang Kepala Pemerintahan yang
bergelar Karaeng, kecuali District Topejawa diperintah oleh Kepala
Pemerintahan yang bergelar Lomo.

Lambang Kabupaten Takalar


Moto: Takalar Kota "MENYALA" (Menarik, Nyaman dan
Asri)

Peta lokasi Kabupaten Takalar


Koordinat: -

Provinsi

Sulawesi Selatan

Dasar
hukum

Tanggal

Ibu kota

Pattallassang

Pemerintahan
- Bupati

H. Burhanuddin Baharuddin

- APBD

- DAU

Rp479.073.701.000.-(2013)

Luas

566,51 km2

[1]

Populasi
- Total

250.000 jiwa

- Kepadatan

441,3 jiwa/km2

Demografi

- Kode area
Setelah terbentuknya Kabupaten Takalar, maka Districk
telepon
Polombangkeng dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan
Polombangkeng Selatan dan Polombangkeng Utara, Districk Galesong
Pembagian administratif
dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Galesong Selatan dan
- Kecamatan
9
Kecamatan Galesong Utara, Districk Topejawa, Districk Takalar,
Districk Laikang dan Districk Sanrobone menjadi Kecamatan
- Kelurahan
82
TOTALLASA (Singkatan dari Topejawa, Takalar, Laikang dan
- Situs web
www.takalarkab.go.id
Sanrobone) yang selanjutnya berubah menjadi Kecamatan
(http://www.takalarkab.go.id)
Mangarabombang dan Kecamatan Mappakasunggu. Perkembangan
selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2001
terbentuk lagi sebuah Kecamatan yaitu Kecamatan Pattallassang (Kecamatan Ibukota) dan terakhir dengan Perda Nomor

3 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007 dan Perda Nomor 5 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007, dua kecamatan baru
terbentuk lagi yaitu Kecamatan Sanrobone (Pemekaran dari Kecamatan Mappakasunggu) dan Kecamatan Galesong
(Pemekaran dari Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara). Sehingga dengan demikian sampai
sekarang Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) buah Kecamatan, sebagaimana telah disebutkan terdahulu.
Kesembilan kecamatan ini membawahi sejumlah 82 Desa/Kelurahan, dengan jumlah penduduk + 252,275 jiwa. [2]

Geografi
Keadaan Geografi wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari pantai, daratan dan perbukitan. Di bagian barat adalah daerah
pantai dan dataran rendah dengan kemiringan 0-3 derajat sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0-25 m, dengan
batuan penyusun geomorfologi dataran didominasi endapan alluvial, endapan rawa pantai, batu gamping, terumbu dan
tufa serta beberapa tempat batuan lelehan basal. Sebagian dari wilayah Kabupaten Takalar merupakan daerah pesisir
pantai, yaitu sepanjang 74 Km meliputi Kecamatan Mangarabombang, Kecamatan Mappakasunggu, Kecamatan
SandraBone, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Galesong Kota dan Kecamatan Galesong Utara. Kabupaten
Takalar dilewati oleh 4 buah sungai,yaitu Sungai Jeneberang, Sungai Jenetallasa, Sungai Pamakkulu dan Sungai
Jenemarrung. Pada keempat sungai tersebut telah dibuat bendungan untuk irigasi sawah seluas 13.183 Ha.
Kabupaten Takalar terletak antara 5031 sampai 50381 Lintang Selatan dan antara 1990221 sampai 1990391 Bujur Timur
dengan luas wilayah 566,51 Km2, yang terdiri dari kawasan hutan seluas 8.254. Ha (14,57%), sawah seluas 16.436, 22
Ha (29,01%), perkebunan tebu PT. XXXII seluas 5.333,45 Ha (9,41%), tambak seluas 4.233,20 Ha (7,47%), tegalan
seluas 3.639,90 Ha (6,47%), kebun campuran seluas 8.932,11 Ha (15,77%), pekarangan seluas 1,929,90 Ha (3,41%) dan
lain-lain seluas 7.892,22 Ha (13,93%). Dengan batas wilayah Kabupaten Takalar sebagai berikut :
Sebelah Utara dengan kota Makasar dan Kabupaten Gowa
Sebelah Selatan dengan Laut Flores
Sebelah Barat dengan Selat Makassar
Sebelah Timur dengan Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa
Wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) Kecamatan masing-masing :
Kecamatan Manggarabombang
Kecamatan Mappakasunggu
Kecamatan Polombangkeng Selatan
Kecamatan Polombangkeng Utara
Kecamatan Galesong Selatan
Kecamatan Galesong Utara
Kecamatan Pattalassang
Kecamatan Galesong
Kecamatan Sanrobone

Potensi Wisata
Objek Wisata Perburuan Rusa
Kegiatan perburuan rusa merupakan kegiatan langka di sulawesi selatan. Sejak dulu kegiatan berburu rusa di desa
Barugaya dan Ko'mara sudah sering dilakukan oleh para Bangsawan (Karaeng) pada hutan yang luasnya sekitar 2.000
Hektar. Setiap melakukan perburuan rusa, para Karaeng berkumpul di Baruga (Rumah Panggung) dan mempersiapkan
perlengkapan berburu seperti pasukan berkuda, kentongan, dll. Dengan melihat kondisi alam yang masih alami seperti
pegunungan, danau, dan hutan, maka selain berburu rusa para pengunjung dalat menikmati pemandangan alam,
melakukan kegiatan memancing, memanjat tebing, dan berbagai kegiatan lainnya. [3]

Objek Wisata Sejarah Lapris


Pada tanggal 17 juli 1946 Ranggong Daeng Romo diangkat sebagai Pucuk Pimpinan Laskar Pemberontak Rakyat
Sulawesi (lapris) yang beranggotakan 19 organisasi kelaskaran diseluruh Sulawesi Selatan dan Tenggara. Dalam
kedudukannya sebagai Panglima Lapris di desa Bulukunyi yang sekarang dijadikan sebagai Monumen Lapris. Monumen

Lapris yang dibangun di sebuah bukit didesa Bulukunyi sangat cocok dikunjungi oleh peneliti sejarah perjuangan bangsa
dan para wisatawan karena pesona alam disekitar lokasi mendatangkan kesejukan tersendiri bagi pengunjung. Disamping
itu, sekitar lokasi terdapat mata air yang dijadikan sebagai tempat permandian yang dikenal permandian alam saluka.

Objek Wisata Topejawa


Panjang Garis Pantai di Kabupaten Takalar sekitar 74 Km. Dari panjang garis pantai tersebut, terdapat 3 (tiga) Obyek
wisata Pesisir dikabupaten Takalar (Pantai Topejawa, Pantai Galumbaya dan Pantai Ujungkassi) Permandian Alam
Topejawa yang panjangnya sekitar 800 meter banyak dikunjungi karena suasana berenang di laut yang menyenangkan,
selain itu panorama alamnya yang memukau.
Selain pemanfaatan sarana wisata pada lokasi permandian alam seperti balai-balai, baruga (rumah panggung), pelelangan
ikan sertai berbagai fasilitas lainnya. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas pantai seperti berenang, berjemur,
olahraga pantai, membakar ikan segar, berlayar dengan perahu tradisional (balolang), dan aktivitas pantai lainnya.

Objek Wisata Pulau Sanrobengi


Sanrobengi adalah pulau kecil yang memiliki potensi sebagai pusat kunjungan karena selain berpasi putih juga dapat
dilakukan kegiatan-kegiatan laut seperti berenang, menyelam, berjemur, memancing, membakar ikan segar, dan berbagai
kegiatan laut lainnya. Selain kegiatan laut, pulau Sanrobengi ditunjang oleh sarana pendukung TPI Di Desa Boddia, dan
dermaga lainnya.

Objek Wisata Terumbu Karang Pulau Tanakeke


Kepulauan Tanakeke terdiri atas Pulau Tanakeke, Bauluang, Satanga, dan Dayang-dayangan menyimpan perpaduan objek
wisata alam yaitu agrowisata, berburu/atraksi menangkap ikan, pantai dan penyelam. Pulau-pulau tersebut menyimpan
keanekaragaman hayati yang unik, yaitu ikan Baronang, Biawasa, Kepiting Dato, dengan ukuran cangkangnya mencapai
25 cm, hutan bakau, padang lamun yang tumbuh di pasir putih, cocok untuk permandian alam jemur di pasir putih sambil
menikmati hidangan khas bakar ikan laut, dan terumbu karangnya yang asri, cocok untuk penyelam.

Objek Wisata Benteng Sanrobone


Pembuatan tembok dan dinding benteng Sanrobone dilakukan oleh Dampang Panca Belong (Raja I Kerajaan Sanrobone)
atas perintah Raja Gowa dan dikerjakan oleh rakyat secara gotong royong sekitar abad XVI. Benteng Sanrobone terbuat
dari batu bata dan terbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km. Benteng tersebut mempunyai 7 pintu benteng yaitu 4
pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Beberapa bukit sejarah diantaranya, Meriam dengan berat sekitar
150 kg, keris pusaka, dan makam Raja Sanrobone (kabbanga) Benteng ini menarik dikunjungi karena bernilai sejarah
masa lalu mengenai keberadaan dan perjuangan Kerajaan Sanrobone di Sulawesi Selatan.

Media
Televisi
Takalar memiliki rencana membangun stasiun televisi, di antaranya:
Tarumanegara TV lagu penutup Bagimu Negeri 21 UHF (masih rencana)
Nusantara TV jaringan MTV (masih rencana)
Khatulistiwa TV jaringan Sinko TV (masih rencana)

Radio
Radio Harmoni FM - 97,0 MHz

Referensi

1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013" (http://www.djpk.depkeu.go.id/regulation/27/tahun/2013/bulan/02/tanggal/04/id/873/).


2013-02-04. Diakses 2013-02-15.
2. ^ "Sejarah Kab. Takalar" (http://www.takalarkab.go.id/?pilih=hal&id=10). 23 Juli 2012.
3. ^ "Potensi wisata Kab Takalar" (http://cintaiwisata.blogspot.com/2012/04/potensi-objek-wisata-sulawesi-selatan.html). 23 Juli
2012.

Pranala luar
(Indonesia) Situs web resmi Kabupaten Takalar (http://www.takalarkab.go.id/)

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kabupaten_Takalar&oldid=8356126"


Kategori: Geografi Indonesia Kabupaten di Sulawesi Selatan Kabupaten di Indonesia Kabupaten Takalar
Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku.
Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.