Anda di halaman 1dari 1

Media Regional

Peristiwa

Edisi 97

13 Juli s/d 20 Juli 2015

Halaman

Kemacetan
Lalu Lintas
Makin Parah

Halaman 2 HL, poto macet di Kota

Jambi, MR

Masalah kemacetan lalu lintas di Kota


Jambi semakin mendesak untuk ditangani
secara lebih sungguh-sungguh dan mendasar
sebelum sampai pada situasi yang parah.
Meskipun belum menghabiskan waktu tunggu sampai lebih 15 menit, namun kemacetan
yang mengakibatkan kendaraan harus merayap terjadi di banyak tempat dan hampir
setiap saat. Di hampir semua jalan utama, di
depan pasar modern (Mall) dan depan pasar
tradisional selalu macet. Mejelang lebaran
ini diperkirakan tingkat kemacetan semakin
tinggi dengan masuknya sebagian kendaraan
arus mudik lebaran dari luar daerah.

EMANTAUAN
yang dilakukan
Media Regional
selama satu bulan terakhir,
kemacetan yang cukup parah terjadi di hampir sepanjang Jalan Kolonel Abunjani dan di banyak tempat
di Jalan Hos Cokroaminoto
dan Jalan Sulthan Thaha
(dari depan Pasar Tradisional Angso Duo sampai Depan
Hypermart). Sedangkan
lokasi lain yang mengalami
kemacetan menahun adalah
Jalan Sudirman, Jalan MH

Thamrin dan Jalan Hayam


Wuruk, Jalan Orang Kayo
Pingai (depan pasar tradisional Talang Banjar) dan
Jalan Orang Kayo Hitam.
Belum terlihat adanya penanganan yang mendasar
dan menyeluruh dilakukan
oleh pemerintah.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kota Jambi, Muhammad
Nasir mengungkapkan kepada Media Regional akhir
bulan lalu, saya menyetujui dibangun jalan layang

untuk mengatasi kemacetan


di tempat-tempat tertentu.
Agar bangunan atau ruko
yang terletak di pinggir
jalan layang tersebut tidak
dirugikan, harus dilakukan
rekayasa lalu lintas di tempat itu. Sehingga tetap ada
kendaraan yang melewati
depan rukokata Nasir. Dia
menyebut, di jalan Kolonel
Abunjani, antara Simpang
Tugu Juang hingga STM
layak dibangun jalan layang.
Sementara itu, Ketua
Walhi Jambi Musri Nauli yang dihubungi Selasa
siang (7/7) mengungkapkan,
kemacetan yang banyak
terjadi di Kota Jambi antara
lain disebabkan oleh disain
tata kota yang kurang layak.
Sistem angkutan umum
(angkutan kota) yang tidak
berfungsi. Untuk mengatasinya, tata kota harus diperbaiki. Pasar modern atau
Mall tidak boleh ada dipusat
kota, harus dipindahkan
kepinggir kota atau keluar
kota. Sekarang ini, pasar
modern di pusat kota. Lihat
saja, Pasar Angso Duo,WTC,
Hypermart dan Ramayana
menumpuk di satu lokasi ,

FOTO/DIMAZ

MACET: Selama bulan Ramadhan arus lalu lintas di depan pusat perbelanjaan modern ( Ramayana WTC ) tampak padat merayap.
Minimnya areal parkir di jalur itu menyebabkan kemacetan lalu lintas.
ujar Musri.
Di Jalan Kolonel Abunjani, setiap hari terjadi kemacetan akut antara tugu air
mancur sampai depan Mall
Jamtos dan dari Depan Masjid Nurdin Hasanah sampai
depan Pizza Hut. Sedangkan di depan pasar tradisional Angso Duo, kemacetan
terjadi hampir sepanjang
hari. Penyebabnya adalah,
sebagian badan jalan dipakai untuk menggelar dagangan oleh pedagang kaki
lima dan jadi lokasi parkir.
Situasinya tambah parah
karena di samping Angso
Duo ada Ramayana, WTC
dan Hypermart.
Macet dan macet lagi

Begitu pula dengan di


depan pasar tradisional Talang Banjar di jalan Orang
Kayo Pingai. Kiri kanan
badan jalan digunakan
oleh pedagang kaki lima
menggelar dagangannya.
Bahkan Jalan Paku Buwono
di samping Pasar Talang
Banjar hampir seluruhnya
sudah tertutup oleh lapak
pedagang kecil. Lain lagi
dengan kemacetan di Jalan
MH Thamrin, sejak keluar
dari Terminal Rawa Sari
sampai Jembatan Sungai
Asam. Entah sudah berapa
kali dilakukan rekayasa lalu
lintas di ruas jalan itu, tapi
hingga kini masih macet
dan macet lagi. Pengunjung

atau pengendara kendaraan


bermotor sering bertanya.
Siapa yang bertanggungjawab mengurai kemacetan
di tempat-tempat tersebut?.
Hingga kini belum tampak
adanya solusi cerdas.
Jika pemerintah Kota
Jambi mulai dari sekarang
tidak menempuh kebijakan yang strategis dan menyeluruh dalam menangani kemacetan lalu lintas,
diproyeksikan dalam dua
sampai lima tahun ke depan
kemacetan lalu lintas semakin sulit ditangani. Biaya
yang harus dikeluarkan
pemda semakin banyak
dan kerugian masyarakat
pengguna jalan tambah

besar. Pemerintah diharapkan melakukan sesuatu


yang bermanfaat untuk
masyarakat pengguna jalan
umum agar kemacetan di jalan tidak menjadi kumulasi.
Karena itu, ada saran sehat kepada pengendara, jangan pernah bertanya: Siapa
yang bertanggungjawab terhadap terjadinya kemacetan
di berbagai lokasi ruas jalan
di Kota Jambi?. Pengguna
jalan disarankan untuk
tidak menggerutu. Jadilah
orang yang selalu optimis
dan ajaklah pemakai jalan
yang lain untuk juga optimis. Meskipun kemacetan
dari waktu ke waktu tambah parah. (enteha)

Sungai Batanghari Operasi Ketupat 2015


H-5
dan
H+5
Angkutan
Batubara
Makin Kritis
Ketinggian Air Di Intake Tinggal 180 Cm

dan CPO Dihentikan

Jalur Arus Mudik di Jambi Aman

Jambi, MR

FOTO/ENTEHA

SURUT: Surutnya debit air Sungai Batanghari mengakibatkan pasokan air baku PDAM Tirta Mayang Jambi tersendat. Tampak Inteke PDAM Tirta Mayang Jambi.

Jambi, MR
KESULITAN air
minum/air bersih di beberapa lokasi di Kota
Jambi hingga hari Jumat
(10/7) semakin meluas
seiring dengan bertambah banyaknya pelanggan
PDAM Tirta Mayang yang
tidak bisa mendapatkan
pelayanan air bersih secara normal akibat musim
kemarau yang terus berlanjut. Kawasan yang rawan/kesulitan air bersih
tersebut antara lain kawasan Purnama,Mayang.
Juga di sebagian kawasan
Kebun Kopi dan Pasir
Putih.
Sumur-sumur dangkal milik penduduk yang
airnya biasa digunakan
untuk mencuci dan mandi
kini mulai mengering. Layanan air minum dari Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Tirta Mayang ke
rumah-rumah penduduk
melalui mobil tangki dengan harga Rp150.000 per
tangki sangat menolong .
Di samping PDAM Tirta
Mayang , beberapa mobil
layanan air bersih swasta
juga beroperasi menjual air
ke rumah-rumah warga.
Staf Humas PDAM Tirta
Mayang, Untung Suprapto
menjawab pertanyaan Me-

dia Regional hari Selasa


(7/7) mengatakan, saat ini
PDAM Tirta Mayang memiliki delapan truk tangki
air. Setip tangki secara
normal bisa melayani
delapan pelanggan. Artinya, normalnya setiap
hari PDAM Tirta Mayang
mampu melayani 64 pelanggan air minum. Saat
ini tangki air PDAM Tirta
Mayang hanya melayani
permintaan pelanggan
yang kesulitan air minum
di Kota Jambi, tambah
Untung.
Sementara ketinggian
air di Intake Pancang di
Sungai Batanghari di kawasan Pulau Pandan hari
Selasa (7/7) tinggal 180
cm menyulitkan intake
beroperasi normal. Di pinggir Sungai Batanghari di
kawasan Pulau Pandan,
PDAM memiliki Intake
Benteng dengan kapasitas
220 liter per detik (produksi 180liter per detik). Ada
Intake Broni kapasitas
terpasang 600 liter per detik (produksi 510 liter per
detik). Di lokasi itu juga
ada intake pancang sekitar
20 meter ke tengah sungai.
Kerawanan penyedotan air baku di Intake
biasanya terjadi antara

pukul 15.00 24.00 WIB,


pada pagi harinya kondisi
air di Intake lebih normal. Situasi di intake bisa
menjadi semakin sulit
jika permukaan air Sungai
Batanghari terus turun
seiring dengan berlanjutnya musim kemarau.
BMKG memperkirakan
musim kemarau yang menjadi penyebab terjadinya
kekeringan di Jambi akan
berlangsung hingga September 2015.
Anehnya, meskipun
musim kemarau Sungai
Batanghari surut, namun
air sungai tetap keruh.
Buruknya kualitas air
Sungai Batanghari disebabkan oleh kerusakan
yang terjadi pada kawasan
sebelah hulu, daerah tangkapan hujan dan bantaran
sungai. Di samping itu
masih banyaknya kegiatan
penambangan emas tanpa
izin (PETI) di anak-anak
Sungai Batanghari. PETI
tidak hanya menyebabkan air sungai keruh,
lingkungan rusak berupa
lubang-lubang raksasa akibat penggalian tanah aktivitas penambangan tapi
juga pencemaran limbah
merkuri yang berbahaya
bagi manusia. (enteha)

JALUR arus mudik lebaran Idul Fitri 1436 H/2015


di Provinsi Jambi dijamin
aman dari gangguan kriminalitas. Namun jalur mudik
di Provinsi Jambi masih
mengalami kendala dibidang infrastruktur jalan
dan rambu lalulintas. Sementara Polda Jambi menempatkan satuan khusus
di jalur mudik yang rawan
tindak kriminal.
Hal tersebut dikatakan
Gubernur Jambi H Hasan
Basri Agus (HBA) didampingi Kapolda Jambi Brigjen
Pol Brigjen Pol. Lutfi Lubihanto dan Danrem Gapu
042 Jambi Kol Inf Haryanto
pada Apel Operasi Ketupat
2015 yang dilaksanakan di
lapangan Kantor Gubernur
Jambi, Kamis 9 Juli 2015.
Menurut Gubernur Jambi HBA, jalur arus mudik di
Provinsi Jambi dipastikan
aman dan kondusif. Aparat
kepolisian dan TNI telah
bekerjasama dalam pengamanan jalur H-5 hingga
H+5 mudik Idul Fitri 1436
yang jatuh pada 17 Juli
2016.
Seperti yang tadi saya
bacakan Pidato Bapak
Kalporli yang disampaikan
seluruh aparat kepolisian
dan TNI memberikan rasa
aman, tentram untuk masayarakat. Apa yang disampaikan dalam Pidato Kapolri itu dijelaskan bagaimana
menyiapkan masyarakat
harus aman tenang sampai
juga dari masalah lalulintas

jalan. Termasuk beribadah juga begitu. Itulah


pada dasarnya yang perlu
disadari masing-masing
oleh pelayanan kepada
masyarakat sipil, katanya.
Menurut HBA, pihaknya
telah melakukan evaluasi
dan sedang meminimalkan
jalan-jalan yang berlobang
untuk segera ditutup. Kemudian bagi jalan-jalan
yang di daerah longsoran
sudah dipersiapkan alat
berat seperti di daerah
kearah Kerinci. Itu yang
selama ini sudah dipersiapkan dan mudah-mudah
semua berjalan sesuai yang
dijadwalkan, ujar HBA.
Dishub Provinsi Jambi
juga nanti melarang angkutan batu bara agar
tidak beroperasi selama
mudik lebaran di Provinsi
Jambi. Seperti angkutan
CPO juga dikurangi selama
H-5 hingga H+5 Idul Fitri
1436 H ( 17 Juli 2015).
Kebijakan ini harus
dilakukan sehingga saat
lebaran yang pulang kampung posisinya aman dan
tidak terganggu karena
angkutan-angkutan lainnya yang biasa mengganggu
masyarakat, kata HBA.
Menurut HBA, mengemukakan bahwa operasi
pengamanan Hari Raya
Idul Fitri, baik menjelang,
pada saat, dan pasca Idul
Fitri, yang diistilahkan
dengan Operasi Ketupat merupakan upaya
pemerintah untuk mem-

berikan rasa aman bagi


masyarakat.
Sementara Kapolda
Jambi Brigjen Pol Brigjen
Pol. Lutfi Lubihanto mengatakan, Jajaran Polda
Jambi bersama instansi
lainnya telah mempersiapkan 47 posko Operasi
ketupat 2015. Posko tersebut sebagai sarana pelayanan kepada pemudik.
Sementara Polda Jambi
juga menempatkan satuan
khusus seperti penembak
sniper di daerah rawan
kriminalitas, khususnya
di jalur mudik Provinsi
Jambi.
Menurut Lutfi Lubihanto, sesuai dengan konsep
operasi, dua kekuaan yang
dilibatkan, untuk Polri 23
kekuatan. Jadi kita punya
7.200, 2.300 kita siapkan
untuk pelaksanaan operasi, kemudian tersebar
dalam kegiatan-kegiatan
rutin masyarakat. Keterlibatan instansi terkait
memberikan peranan yang
cukup penting dalam rangka menjamin keamanan
masyarakat, termasuk keamanan dan keselamatan
berlalu lintas, kamseltibcarlantas.
Terkait penilangan lalu
lintas, Lutfi Lubihanto
menjelaskan bahwa dalam
menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran
masyarakat, khususnya di
jalan raya, hal-hal yang
terkait dengan bentuk
hambatan di jalan itu di-

FOTO/ASENK LEE SARAGIH

OPARASI KETUPAT: Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus bersama Kapolda Jambi Brigjen Pol.
Lutfi Lubihanto dan Danrem Gapu 042 Jambi Kol Inf Haryanto saat memeriksa Pasukan Apel Operasi
Ketupat 2015 yang dilaksanakan di lapangan Kantor Gubernur Jambi, Kamis 9 Juli 2015.

minimalkan, menyangkut masalah kebijakan


penindakan.
Menyikapi daerah rawan mudik di jalan raya, kita
sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait,
hal-hal yang terkait dengan
hambatan di jalan, berupa
kemacetan lalu lintas, kecelakaan, termasuk juga
hambatan lain yang terkait
dengan bencana alam, sudah kita antisipasi, ungkap
Lutfi Lubihanto.
Beberapa jalur litas yag
sudah diprediksi oleh Polri
melalui deteksi dini adalah daerah-daerah yang
sepi, kemudian daerah yang
tidak memiliki penerangan
jalan. Tetapi semua sudah
diantisipasi dengan rapat
koordinasi dan melakukan
langkah-langkah untuk
meminimalisir daerah-daerah rawan itu sendiri. Di
Jambi, tidak ada titik yang
sangat mengkuatirkan buat
masyarakat untuk melakukan kegiatan mudik, lanjut
Lutfi Lubihanto.
Sebelumnya, Gubernur
Jambi selaku inspektur
upacara membacakan
amanat tertulis Kapolri,
Drs. Jend. Polisi Badrodin
Haiti. Dalam apel tersebut, Gubernur, Kapolda,
dan Danrem 042/Garuda
Putih memeriksa Pasukan
Pengamanan Hari Raya
Idul Fitri 1436 H Tahun
2015.
Selain itu, Gubernur
Jambi HBA menyematkan pita tanda dimulainya
Operasi Pengamanan Hari
Raya Idul Fitri 1436 H
Tahun 2015. Selesai apel,
dilakukan penyerahan bantuan sarana pencegahan
kecelakaan tahun 2015 untuk operasi ketupat secara
simbolis dari pimpinan Jasa
Raharja Cabang Jambi kepada tim operasi ketupat.
Bantuan itu berupa 200
unit traffic cone, 50 unit
barikade, 450 unit rompi,
50 unit jas hujan, 5 unit
alat test alcohol, 50 unit
senter polisi, 3 unit tenda
kerucut dan 5 unit tenda
payung. (Asenk Lee)

Beri Nilai