Anda di halaman 1dari 23

Oleh

NI MADE OKTAVIA P (09700167)

Merupakan suatu keadaan klinis


yang ditandai oleh adanya tekanan
darah yang tinggi dengan
kemungkinan akan timbulnya atau
telah terjadi kelainan organ
target.
Krisis hipertensi terjadi pada
pasien yang tidak atau lalai
memakan obat antihipertensi

Faktor penyebab hipertensi emergency dan


hipertensi urgency masih belum dipahami.
Peningkatan tekanan darah secara cepat
disertai peningkatan resistensi vaskular
dipercaya menjadi penyebab.
Peningkatan tekanan darah yang mendadak
ini akan menyebabkan jejas endotel dan
nekrosis fibrinoid arterior kemudian
berdampak pada kerusakan vaskular, deposisi
platelet, fibrin dan kerusakan fungsi
autoregulasi.

Hipertensi krisis umumnya adalah


gejala organ target yang terganggu.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
- Tingginya tekanan darah
- Gejala dan tanda keterlibatan
organ target
- Pemeriksaan laboratorium
- Pemeriksaan khusus

Kemampuan membedakan antara HT emergensi


dan urgency harus dapat dilakukan dg cepat dan
segera agar dlm penatalaksanaan tidak
terlambat .
Catatan dan riwayat penyakit harus dilaporkan
untuk mengetahui kegawatan hipertensi.
Obat- obat yang terakhir diminum, baik yang
diresepkan maupun tidak.

Riwayat penyakit yg menyertai dan penyakit


kardiovaskular atau ginjal penting dievaluasi.
Tanda tanda neurologik harus diperiksa
seperti sakit kepala dan kejang.
Pemeriksaann lab harus disertakan pada
pasien hipertensi.

Penatalaksanaan hipertensi secara umum


perlu dipertimbangkan beberapa cepat
dan berapa rendah tekanan harus
diturunkan.
Tujuan terapi :
Memperkecil kerusakan organ target
Menghindari pengaruh buruk
pengobatan.

1.
2.

Turunkan tekanan darah secepatnya


sekitar 25% dalam 1 jam pertama.
Selanjutnya diberikan terapi dengan
target penurunan tekanan darah dalam
waktu 2 sampai 6 jam berikutnya.

Obat yg direkomendasikan :
a. Vasodilators
b. Adrenergic blockers.

1.
2.
3.
4.

Optimalkan penggunaan
medikamentosa sebelumnya.
Gunakan obat dg kerja cepat.
Pasien di follow up dalam 24 48
jam
Untuk hipertensi berat tak
terkontrol, follow up pasien
dalam 1-7 hari.

Obat Hipertensi Oral yang dipakai di Indonesia

Obat

Dosis

Efek

Lama Kerja

NIFEDIPINE (510mg)
Captopril
(12,5 25 mg)
Klonidin 75150 ug
Propanolol
(10-40 mg)

Diulang 15
menit
Diulang jam

5-15 menit

4 6 jam

15- 30menit

6-8 jam

Diulang / jam

30-60 menit

8-16 jam

Diulang jam

15-30 menit

3-6 jam

Perhatian
Khusus
Gangguan
koroner
Steanosis
arteri renalis
Mulut kering,
ngantuk.
Bronkokonstrik
si. Blok
jantung.

Pendarahan intraserebral
Retinopati
Infark serebral
Encelopati