Anda di halaman 1dari 5

Quiz Perkulihan Ke-3 (ONLINE)

Perilaku Organisasi PKK Kampus Cibubur

1.
2.
3.

Jelaskan perbedaan antara Sikap dan Persepsi dalam teori perilaku organisasi ?
Ada 5 (lima) dimensi kepribadian dasar sebutkan dan jelaskan masing-masing ?
Bagaimanakah hubungan antara Sikap, Perilaku seseorang dalam bekerja di suatu
perusahaan ?
4.
Berikan sebuah contoh perilaku karyawan di perusahaan yang dapat mengganggu aktivitas di
departemennya ?
5.
Mengapa Persepsi ada hubungannya dengan tingkat pendidikan seorang karyawan di
perusahaan ?

1. Persepsi adalah proses dimana seseorang melakukan pemilihan penerimaan, pengorganisasian,


dan penginterpretasian atas informasi yang diterimanya dari lingkungan. Merupakan suatu proses
kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya. Faktor
yang mempengaruhi persepsi :

Karakter yang mempersepsikan : dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti sikap, motif,
interst, pengalaman masa lalu, dan harapan.

Karakter yang dipersepsikan : karakter dalam target persepsi yg sedang diobservasi


memperngaruhi segala hal yang dipersepsikan seperti appearance dan perilaku.

Karakter situasi : elemen-elemen dalam lingkungan sekitar yg dpt mempengaruhi persepsi


seseorang. Dipengaruhi oleh : Pengaruh psikologi (Ilusi), pengaruh budaya dan sosial (Norma),
serta Pengaruh organisasi (kekuasaan)

Sikap adalah kesiapsiagaan mental yang dikendalikan melalui pengalaman, yang mempunyai
pengaruh kepada respons seseorang terhadap sesuatu. Sikap dalam pekerjaan dipengaruhi oleh :

Kepuasaan kerja : mengacu pada sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya.

Keterlibatan kerja : tingkat sejuah mana seseorang berkecimpung dalam pekerjaannya dan
berpartisipasi di dalamnya.

Komitemen organisasi : indicator kepada dan keberpihakan terhadap organisasi.

2. Ada 5 (lima) dimensi kepribadian dasar yang mendasari semua dimensi lainnya :

1. Keekstrovertan : kepribadian dasar dari keesktrovertan adalah suka bergaul, banyak


bicara, asertif
2. Keramah-tamahan : kepribadian dasar dari keramah tamahan adalah baik hati,
kooperatif, dan dapat dipercaya
3. Kehati-hatian : kepribadian dasar dari kehati-hatian adalah bertanggung-jawab, dapat
diandalkan, tekun, dan berorientasi pada prestasi
4. Kestabilan emosional : kepribadian dasar dari kestabilan emosional adalah tenang,
antusias, dan sanggup (positif) menghadapai keteganggan, kegelisahan, kemurungan
dan ketidaknyamanan (negatif)
5. Keterbukaan terhadap pengalaman : kepribadian dasar dari ketebukaan terhadap
pengalaman adaah imajinatif, sensitif secara artistik dan cerdas.
3. Menurut saya, hubungan antara Sikap, Perilaku seseorang dalam bekerja di suatu perusahaan
adalah sikap perilaku seseorang mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu dalam
pekerjaannya. Sikap dalam pekerjaaan, menghasilkan :

Kepuasaan kerja : mengacu pada sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya.

Variable
kepuasan kerja itu sendiri adalah tantangan, peghargaan, kondisi kerja serta rekan kerja.
Contoh : pekerja akan merasakan kepuasan kerja jika dalam pekerjaannya ia
mendapatkan tantangan berupa hal baru yang akan meningkatkan kemampuan dan
pengalamannya. Selain itu pemberian penghargaan, baik itu berupa pujian atas
pencapaiannya maupun penghargaan secara materi (bonus atau jasa produktifitas) dapat
menciptakan kepuasan kerja sehingga pekerja dapat bekerja lebih baik lagi kedepannya.

Keterlibatan kerja : tingkat sejuah mana seseorang berkecimpung dalam pekerjaannya dan
berpartisipasi di dalamnya.
Contoh : pekerja akan merasa lebih dihargai saat ia dilibatkan dalam suatu pekerjaan, dimana
partisipasinya baik itu tenaga maupun pikiran dibutuhkan. Rasa dihargai akan medorong pekerja
mencapai kepuasan kerja.

Komitemen organisasi : indicator kepada dan keberpihakan terhadap organisasi.


Contoh : antara pekerja dengan organisasi diciptakan suatu komitmen untuk mendorong pekerja
termotivasi dalam bekerja dan mencapai kepuasan kerja. Contoh : Perjanjian kerja bersama
antara karyawan dan manajemen saling menguntungkan kedua belah pihak.
4. Contoh perilaku karyawan yang dapat mengganggu aktivitas di perusahaan adalah bersikap
stereotip yaitu menggeneralisasi persepsi atas dasar informasi umum, tidak memiliki sumber
yang jelas bahkan hanya mengada-ada.

Hal ini terjadi di perusahaan saya : dimana satu kelompok bersikap stereotip terhadap direksi.
Sekelompok orang tersebut menyebarkan isu yang tidak berdasar dan menggeneralisasikan
persepsi atas dasar kelompoknya saja. Hal ini terjadi karena kelompok tersebut sakit hati atas
keputusan direksi yang menurunkan jabatan beberapa orang dalam kelompok tersebut atas
kesalahan mereka sendiri.
5. Persepsi adalah proses dimana seseorang melakukan pemilihan penerimaan, pengorganisasian,
dan penginterpretasian atas informasi yang diterimanya dari lingkungan. Merupakan suatu proses
kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya. Faktor
yang mempengaruhi persepsi :

Karakter yang mempersepsikan : dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti sikap, motif,
interst, pengalaman masa lalu, dan harapan.

Karakter yang dipersepsikan : karakter dalam target persepsi yg sedang diobservasi


memperngaruhi segala hal yang dipersepsikan seperti appearance dan perilaku.

Karakter situasi : elemen-elemen dalam lingkungan sekitar yg dpt mempengaruhi persepsi


seseorang. Dipengaruhi oleh : Pengaruh psikologi (Ilusi), pengaruh budaya dan sosial (Norma),
serta Pengaruh organisasi (kekuasaan).
Salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi adalah pengalaman (dalam karakter yg
mempersepsikan). Menurut saya, pengalaman didasarkan tidak hanya pengalaman dalam
pekerjaan melainkan pengalaman dalam hal pendidikan. Karyawan yang memiliki tingkat
pendidikan lebih tinggi akan memiliki kematangan secara emosional dan kemampuan intelektual
yang lebih baik dibanding karyawan yang memiliki lebih rendah. Karyawan yang memiliki tingkat
pendidikan lebih tinggi akan bertindak lebih terarah karena memiliki kemampuan koseptual yang
lebih baik. Hal ini akan mempengaruhi persepsi seseorang.

Forum :
Menurut saya, empat ciri utama individu yang harus diperhatikan karena akan mempengaruhi
efektivitas organisasi,yaitu persepsi (perception), sikap(attitude), kepribadian (personality)
dan pembelajaran (learning). Dalam sebuah organisasi, sikap dan perilaku karyawan telah terbentuk
jauh sebelum ia bekerja. Akan menjadi tugas Manager bagaimana sikap dan perilaku karyawan
bersinergi dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu seorang manager harus sukses dalam
memimpin organisasi. Menurut pendapat saya, manajer dikatakan baik, ideal, dan sukses dalam
memimpin organisasi adalah :
1. Mampu mengkondisikan lingkungan kerja terbaik. Mengapa? Karena persepsi karyawan terhadap
lingkungan kerjanya mampu meningkatkan motivasi karyawan. Manajer harus mampu membuat

lingkungan kerja senyaman mngkin bagi karyawan baik itu antar karyawan maupun karyawan dengan
pekerjaannya sendiri. Manager harus concern terhadap pembebanan pekerjaan terhadap karyawan.
Apakah karyawan dirasa mampu? Apa yang karyawan dapatkan jika bekerja lebih giat dibanding
karyawan lain? Manager harus mampu memberikan penilaian yang ibyektif sehingga tidak
menimbulkan kesenjangan sosial yang akhirnya menimbulkan demotivasi. Memberikan penghargaan
atas tercapainya target, sangat ampuh dalam meningkatkan motivasi karyawan. Memberikan
challenge kepada karyawan, juga memberikan dorongan positive hingga akhirnya tercapainya
kepuasan kerja karena karyawan berhasil memberikan suatu improve dalam pekerjaannya.
Pembelajaran seperti training kepada karyawan juga mampu memberikan motivasi kepada
pekerjaannya.
2. Mampu berkomunikasi dengan baik kepada karyawannya sehingga apa yg disampaikan dapat
diterima dengan baik.
3. Mampu meberikan attitude yang baik bagi karyawan.
4. Tanggung jawab serta memiliki kemampuan mengambil keputusan yang baik.
Contoh kasus :
PT.Kalbe Farma, Tbk mampu menjadi perusahaan farmasi 3 besar di Indonesia. PT. Kalbe Farma
juga memiliki beberapa anak perusahaan dibidang manufacture seperti PT.Dankos Farma dan PT.
Hexpharm. Pemimpin PT.Kalbe Farma mampu memimpin perusahaan dengan baik hingga saat ini,
dapat dilihat dari laba yang didapat tiap tahun, perluasan pasar hingga ke luar negeri juga perluasan
produk yang semakin beragam.Manager PT.Kalbe Farma juga mampu memanage karyawannya
dengan baik. Seperti yang saya tahu, budaya kerja PT.Kalbe Farma meyadur pola kerja perusahaan
Jepang. Tepat waktu, efektif efisien, begitu pula dalam memberikan reward/punishment terhadap
karyawannya sehingga memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.
Demikian pendapat saya, terima kasih.

Selamat malam, Pak Agus.


Berikut tanggapan saya atas forum modul- 3 mengenai "Kriteria manager yg baik ideal dan
sukses dalam memimpin suatu organisasi berserta contoh kasus"
Menurut saya, empat ciri utama individu yang harus diperhatikan karena akan
mempengaruhi
efektivitas
organisasi,yaitu persepsi (perception), sikap(attitude), kepribadian (personality)
dan pembelajaran (learning). Dalam sebuah organisasi, sikap dan perilaku karyawan telah

terbentuk jauh sebelum ia bekerja. Akan menjadi tugas Manager bagaimana sikap dan
perilaku karyawan bersinergi dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu seorang manager
harus sukses dalam memimpin organisasi. Menurut pendapat saya, manajer dikatakan baik,
ideal, dan sukses dalam memimpin organisasi adalah :
1. Mampu mengkondisikan lingkungan kerja terbaik. Mengapa? Karena persepsi karyawan
terhadap lingkungan kerjanya mampu meningkatkan motivasi karyawan. Manajer harus
mampu membuat lingkungan kerja senyaman mngkin bagi karyawan baik itu antar karyawan
maupun karyawan dengan pekerjaannya sendiri. Manager harus concern terhadap
pembebanan pekerjaan terhadap karyawan. Apakah karyawan dirasa mampu? Apa yang
karyawan dapatkan jika bekerja lebih giat dibanding karyawan lain? Manager harus mampu
memberikan penilaian yang ibyektif sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial yang
akhirnya menimbulkan demotivasi. Memberikan penghargaan atas tercapainya target,
sangat ampuh dalam meningkatkan motivasi karyawan. Memberikan challenge kepada
karyawan, juga memberikan dorongan positive hingga akhirnya tercapainya kepuasan kerja
karena karyawan berhasil memberikan suatu improve dalam pekerjaannya. Pembelajaran
seperti training kepada karyawan juga mampu memberikan motivasi kepada pekerjaannya.
2. Mampu berkomunikasi dengan baik kepada karyawannya sehingga apa yg disampaikan
dapat diterima dengan baik.
3. Mampu meberikan attitude yang baik bagi karyawan.
4. Tanggung jawab serta memiliki kemampuan mengambil keputusan yang baik.
Contoh kasus :
PT.Kalbe Farma, Tbk mampu menjadi perusahaan farmasi 3 besar di Indonesia. PT. Kalbe
Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan dibidang manufacture seperti PT.Dankos
Farma dan PT. Hexpharm. Pemimpin PT.Kalbe Farma mampu memimpin perusahaan
dengan baik hingga saat ini, dapat dilihat dari laba yang didapat tiap tahun, perluasan pasar
hingga ke luar negeri juga perluasan produk yang semakin beragam.Manager PT.Kalbe
Farma juga mampu memanage karyawannya dengan baik. Seperti yang saya tahu, budaya
kerja PT.Kalbe Farma meyadur pola kerja perusahaan Jepang. Tepat waktu, efektif efisien,
begitu pula dalam memberikan reward/punishment terhadap karyawannya sehingga
memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.