Anda di halaman 1dari 31

Appendisitis Akut

Yuda Nabella Prameswari


22010114210014

DEFINISI
Apendisitis akut merupakan penyebab paling
umum untuk bedah abdomen darurat
Definisi
:
Peradangan
pada
apendiks
vermiformis

ANATOMI APPENDIKS
Appendiks merupakan suatu organ limfoid
seperti tonsil, payer patch (analog dengan Bursa
Fabricus) membentuk produk immunoglobulin,
berbentuk tabung, panjangnya 10 cm-15 cm
dengan diameter 0,5-1 cm, dan berpangkal di
sekum. Lumennya sempit di bagian proksimal
dan melebar dibagian distal. Basis appendiks
terletak pada bagian postero medial caecum, di
bawah katup ileocaecal. Ketiga taenia caecum
bertemu pada basis appendiks.

ANATOMI

EPIDEMIOLOGI
Apendisitis dapat ditemukan pada semua umur
namun <1 tahun jarang dilaporkan
Insidens tertinggi pada kelompok umur 20-30
tahun
Insidens laki-laki dan perempuan sebanding.

ETIOLOGI
Fekalit
Infeksi bakteri:
Bacteroides fragilis, bakteri anaerob, gram negatif dan
Escherichia coli, bakteri gram
negatif, facultative anaerob. Sedangkan bakteri lainnya
yaitu: Peptostreptococcus, Pseudomonas, Klebsiela,
dan Klostridium, Lactobacillus, dan B.splanchnicus.
Erosi mukosa apendiks
Benda asing yang tertelan
Diet rendah serat

FAKTOR PREDISPOSISI

Sumbatan lumen apendiks


Asupan serat dalam makanan yang rendah
Hiperplasia jaringan limfoid
Tumor apendiks
Cacing askaris

Klasifikasi
Klasifikasi
Apendisitis

Apendisitis
Akut
Sederhana

Apendisitis
Akut

Apendisitis
Infiltrat

Apendisitis
Akut
Purulenta

Apendisitis
Akut
Gangrenosa

Apendisitis
Perforasi

Apendisitis
Abses

Apendisitis
Kronik

Klasifikasi Apendisitis Akut


Appendicitis Akut Sederhana (Cataral
Appendicitis)
Proses peradangan, awalnya terjadi di mukosa dan
sub mukosa yang disebabkan obstruksi. Sekresi
mukosa menumpuk dalam lumen appendiks dan
terjadi peningkatan tekanan dalam lumen yang
mengganggu aliran limfe, sehingga mukosa appendiks
menjadi menebal, edema, dan kemerahan.
Gejala diawali dengan rasa nyeri di daerah umbilikus,
mual, muntah, anoreksia, malaise, dan demam ringan

Appendicitis Akut Purulenta (Supurative Appendicitis)


Tekanan dalam lumen yang terus bertambah disertai edema
menyebabkan terbendungnya aliran vena pada dinding
appendiks dan menimbulkan trombosis. Keadaan ini
memperberat iskemia dan edema pada apendiks.
Mikroorganisme yang ada di usus besar berinvasi ke dalam
dinding appendiks menimbulkan infeksi serosa sehingga
serosa menjadi suram karena dilapisi eksudat dan fibrin.
Ditandai dengan rangsangan peritoneum lokal seperti nyeri
tekan, nyeri lepas di titik Mc Burney, defans muskuler, dan
nyeri pada gerak aktif dan pasif. Nyeri dan defans muskuler
dapat terjadi pada seluruh perut disertai dengan tanda-tanda
peritonitis umum.

Appendicitis Akut Gangrenosa


Bila tekanan dalam lumen terus bertambah,
aliran darah arteri mulai terganggu sehingga
terjadi infrak dan ganggren. Selain didapatkan
tanda-tanda supuratif, appendiks mengalami
gangren pada bagian tertentu. Dinding
appendiks berwarna ungu, hijau keabuan atau
merah kehitaman. Pada appendicitis akut
gangrenosa
terdapat
mikroperforasi
dan
kenaikan cairan peritoneal yang purulen.

Manifestasi Klinis
Gejala
Nyeri
samar-samar
dan
tumpul di daerah epigastrium
di sekitar umbilikus
Mual muntah
Nafsu makan berkurang
Dalam beberapa jam nyeri
akan berpindah ke titik
Mc.Burney
Konstipasi

Tanda:
Demam
Kembung
Mc. Burney sign
Obturator sign
Rovsing sign
Psoas sign

Gejala bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal :


Nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas
Tidak ada tanda rangsang peritoneal
Nyeri di sisi perut kanan
Nyeri timbul saat berjalan (Psoas sign)
Gejala apendiks pada anak :
Biasanya anak rewel dan tidak mau makan
muntah, lemas, dan lethargi
Sering terdiagnosis setelah terjadi perforasi
Gejala apendisitis yang sulit didiagnosis :
Pada usia lanjut gejalanya samar sehingga sering
terdignosis setelah perforasi.
Pada ibu hamil gejala berupa mual, muntah, dan nyeri
perut lebih ke regio lumbal kanan.

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
tidak ada gambaran spesifik
Kembung (terlihat pada komplikasi perforasi)
penonjolan perut kanan bawah (massa atau abses
apendikuler)
Palpasi
Nyeri regio iliaka kanan, bisa disertai nyeri lepas
Defans muskuler (ada rangsang peritoneum parietal)
Nyeri tekan perut kanan bawah merupakan kunci
diagnosis.
Peristaltis usus normal
Nyeri saat Rectal Toucher (pada apendisitis pelvika)
Pemeriksaan uji psoas dan uji obturator (untuk
mengetahui letak apendiks)

Lokasi nyeri

Dengan palpasi Mc Burney


sign :
Nyeri tekan
Nyeri lepas
Defans muskular lokal.
Defans muscular
menunjukkan adanya
rangsangan peritoneum
parietal

Rovsing sign : perut


kiri bawah ditekan ,
akan terasa nyeri pd
perut kanan bawah

Obturator sign:
fleksi dan endorotasi sendi
panggul

Psoas sign:
Rangsangan m.psoas
penderita dalam
keadaan terlentang,
tungkai kanan ditahan
pemeriksa.
Pasien diminta
hiperekstensi atau
fleksi aktif sendi
panggul kanan.

Rectal toucher

Nyeri abdomen kanan


bawah pada jam 9-12

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Leukositosis

Penunjang lain:
Appendicogram(foto barium usus buntu)
USG
CT scan

Alvarado score

INTERPRETASI ALVARADO SCORE


Skor 1-4: tidak dipertimbangkan mengalami
apendisitis akut
Skor 5-6: dipertimbangkan kemungkinan dx
apendisitis akut tetapi tidak membutuhkan
operasi segera atau dinilai ulang
Skor 7-8: dipertimbangkan dx apendisitis akut
Skor 9-10: hampir definitif mengalami dx
apendisitis akut dan dibutukan tindakan bedah

Diagnosis banding

Gastroenteritis
Demam dengue
Kelainan ovulasi
Infeksi panggul
Kehamilan ektopik
Kista ovarium terpuntir
Endometriosis ovarium
externa
urolitiasis

Divertikulitis Meckel
Perforasi tukak duodenum
Kolesistitis akut
Pankreatitis
Perforasi kolon
Karsinoid
Mucocele apendiks

PENATALAKSANAAN
Open appendectomy
Apabila diagnosis appendisitis sudah tegak.
Gridiron insisi
Rocky-Davis insisi

Antibiotik
- Pada apendisitis gangrenosa/perforata
- Preoperatif, antibiotik broad spectrum intravena
diindikasikan untuk mengurangi infeksi pasca
bedah

Post operatif, diteruskan selama 24 jam tanpa komplikasi,


diteruskan selama 5-7 hari kasus apendisitis ruptur/dengan
abses, diteruskan sampai 7-10 hari kasus apendisitis ruptur
dengan peritonitis difus.
Diagnosis yang belum jelas, diperlukan tindakan observasi
dengan pemeriksaan laboratorium dan USG atau
laparoskopi

Pencegahan
- Diet tinggi serat
- Defekasi yang teratur

Komplikasi Appendisitis
Perforasi
Peritonitis
Masa periependikuler

Prognosis
Apendiktomi yang dilakukan sebelum perforasi
prognosisinya baik.
Setelah operasi masih dapat terinfeksi pada 30%
kasus apendiks perforasi/gangrenosa
Serangan berulang dapat terjadi bila apendiks
tidak diangkat

TERIMA KASIH