Anda di halaman 1dari 80

PENDAHULUAN

Untuk melengkapi pelajaran kimia, yang pada gilirannya mendukung pelajaran


pengetahuan bahan, kimia juga menyusun petunjuk praktik, dengan percobaanpercobaan laboratorisnya, sehingga harapan kami, para mahasiswa dapat Iebih
memahami bahan-bahan lebih baik.
Keterbatasan waktu dan pelajaran laboratorium memaksa kami untuk memilih
jenis-jenis percobaan yang memungkinkan kami mencapai kompromi yang
optimal.
Percobaan-percobaan yang berhubungan dengan zat-zat berbahaya atau reaksireaksi brisan terpaksa juga dibatasi, dan hanya akan diuraikan secara teoritis.
Dengan harapan mahasiswa akan juga menemukan interest dan perhatian
pada pelajaran ini, kami ucapkan selamat mencoba.

Ilmu Kimia :

Unsur

: Unsur adalah bentuk strukturil dari satu suatu materi, yang


mempunyai ..............................................dan
..................................................................
Pada suatu saat yang sama tidak mungkin terdapat suatu unsur
bersamaan dengan unsur lain.

Senyawa :

1.

Ilmu mengenaidan
................................................................
Hukum kimia menjelaskan terbentuknya senyawa-senyawa dari
beberapa unsur-unsur kimia; hubungan dari pada senyawasenyawa tersebut, juga proses terurainya kembali senyawasenyawa tadi menjadi unsur-unsur asalnya.

Senyawa terjadi bila suatu unsur berada pada saat yang sama
dengan suatu unsur lain.

Proses Alam
Penerapan ilmu teknik menggunakan dua jenis proses alam.
Proses Fisika

Proses Kimia

Membakar unsur Magnesium


Berkaratnya permukaan logam
Menetralisasi gas-gas industri

Menggergaji suatu bahan


Menguapkan suatu cairan
Melarutkan garam dalam air

Sifat-sifat khas unsur


..............................................

Sifat-sifat khas unsur .


.

Perubahan yang terjadi :

Perubahan yang terjadi

Warna, bau
Berat jenis
Kekuatan bahan

Fasa
Ukuran butiran
Bentuk luar

Suatu proses kimia yang berlangsung selalu dibarengi proses fisika dalam pengertian
pemberian atau penerimaan energi. Biasanya pengukuran-pengukuran proses
kimia dilakukan melalui proses fisika yang mengiringinya.

2.

Penggolongan Unsur-unsur
Seluruh alam yang mengelilingi kita terdiri dari unsur-unsur = elemen = zat
= mated yang dapat digolongkan sebagai berikut
Unsur=elemen=zat

Senyawa

Campuran

- Besi
- Tembaga
- Zat Asam
- Belerang

- Air
- Garam Dapur
- Gula
- Perak nitrat

- Udara
- Minyak bumi
- Kayu
- Tanah

Dengan metodik-metodik kimia, unsur tidak dapat diuraikan

Gabungan unsur-unsur membentuk senyawa dan mempunyai sifat khas yang


berbeda dari pada sifat-sifat unsur-unsur pembentuknya.

Campuran gas adalah campuran yang homogen, sedangkan campuran zat


padat atau cair Iebih merupakan campuran yang heterogen.

Suatu campuran disebut homogen atau heterogen ditentukan oleh


beradanya fasa antara unsur-unsur campuran atau bidang-batas.
2.1 Jenis jenis Campuran
Fasa Unsur

Sistim Homogen

Sistim Heterogen

Padat-padat

Paduan
mis:kuningan

Bijih tambang

Padat-cair

Larutan
Mis : Garam dalam air (Ionik)
Gula dalam air (molekuler)

padat dalam cair :


suspensi atau koloidal
Cair dalam padat
air kristal dalam
lempung.

Padat-Gas

mis: gas Hz dalam logam

Padat dalam gas :


debu, asap
Gas dalam padat
pori udara dalam
batu apung.

Cair-cair

Larutan

Emulsi : butiran
lemak dalam air pada
susu.

Cair-Gas

Larutan
mis:minuman bir

Cair dalam gas :


embun
Gas dalam cair :
busa

Gas-Gas

Campuran ini selalu 'larut' dengan sempurna,


campuran homogen selalu terbentuk.

Beberapa cara Pemisahan dan Pemurnian zat


Pemurnian suatu zat dapat dilakukan berdasarkan sifat-sifat fisikanya,
seperti perbedaan kelarutan dalam pelarut digunakan untuk pemurnian
dengan cara kristalisasi, perbedaan titik didih dengan cara destilasi.
Cara-cara pemisahan yang dipilih sangat bergantung kepada sifat- sifat
senyawa yang ada, antara lain ujud zat pada temperatur ruang berupa
padat, cair, gas.
Cara umum yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendistribusikan
komponen-komponen diantara dua fasa, kemudian dilakukan pemisahan
secara mekanik.
Cara-cara Pemisahan
1.
2.
3.
4.

Destilasi
Ekstraksi
Kristalisasi
Sublimasi

2.1.1 Destilasi
Program yang terjadi adalah perubahan fasa cair menjadi fasa uap atau
gas dengan perbedaan titik didih.
Kebanyakan zat cair menunjukkan kecenderungan untuk berubah
menjadi uap atau gas. Kecenderungan ini secara kuantitatif dapat
dinyatakan dengan tekanan uap.
Tekanan uap merupakan suatu sifat fisika dari zat cair yang tergantung
pada suhu. Tekanan uap selalu bertambah jika temperatur bertambah.
Temperatur dimana tekanan uap sama dengan tekanan luar (tekanan
atmosfir) disebut titik didih.

Macam-macam destilasi
1. Destilasi biasa
2. Destilasi bertingkat
3. Destilasi uap
Prinsip dasar dari destilasi : Perbedaan titik didih dari kedua larutan.
Suatu larutan akan mendidih apabila jumlah tekanan parsial
komponen-komponennya sama dengan tekanan yang diterangkan
terhadap larutan tersebut.
X 1 uap

P1
P1 P2

Menurut hukum Reoult :


X 1.P10
X 1 uap
X1 P1o X 2.P 2 o

X 1 uap

X 1.P1O
X 1 ( P1O P1O ) P 2 O

Sehingga titik-titik didih larutan dapat diterangkan

Gambar : Titik didih Benzena-Toulena


2.12

Ekstrasi
Proses pemisahan berdasarkan perbedaan kelarutan dalam
suatu pelarut.
Prinsipnya : Pembagian zat terlarut/solute antara dua cairan tak
saling campur, sehingga dalam perhitungan dikenal dengan
hukum distribusi

A1 tetap
A 2

Penggunaan : Ekstrasi suatu logam sebagai senyawa khelot.

Pemisahan penting untuk ion logam adalah pembentukan senyawa khelot


dengan berbagai reaksi organik.
Contoh : 8-Hidroksikuinolin, sering digunakan untuk mengekstrasi ion Cu
dan akan membentuk suatu molekul yang tidak larut dalam air,
tetapi larut dalam kioroform atau carbon tetraklorida.

2.1.3 __Kristalisasi
Kristal dibentuk oleh ion-ion/atom-atom atau molekul-molekul
yang tersusun secara sistimatik dan bertahap, sehingga
membentuk geometri tertentu.
Bentuk kristal tergantung pada sifat-sifat (gaya elektronik,
besarnya bentuk).
Bila suatu zat mengkristal dari larutan ion, atom atau molekul
yang tidak mempunyai sifat spesifik, cenderung untuk
dikeluarkan dari kristal karena tidak dapat masuk ke dalam
susunan kristal secara bertahap.
Proses kristalisasi ini sering digunakan untuk memisahkan satu zat dari
zat Iainnya. Kristal dapat dibentuk dari larutan dengan cara
1. Menguapkan pelarut
2. Mendinginkan larutan dibawah temperatur dimana tercapai kejenuhan.
3. Menukar pelarutnya
2.1.4

Sublimasi
Peristiwa suatu zat/padatan menguap dan terkondensasi
menjadi kristalnya.
dingin
Contoh : Naftalen....uap Naftalen ..............................Naftalen

2.2

Unsur-unsur Kimia
Dialam maupun teknologi, tidak terdapat unsur kimia yang murni
dalam arti sesungguhnya.
Unsur kimia yang murni dalam arti pengertian kimia selalu
untuk menyatakan zat dengan derajat - kemurnian yang tinggi,
mendekati prosentase 100.
Teknologis dapat diperoleh tembaga dengan kemurnian sampai
99,99% demikian juga dengan unsur aluminium, yang hanya
mengandung unsur-unsur kotoran sebanyak 0,001 %.
Dalam alam ditemukan sebanyak 92 unsur-unsur kimia dimana
sebanyak 11 unsur adalah unsur kimia buatan.
Diantaranya : 69 unsur logam, 7 unsur setengah logam dan 16 unsur
non logam.
Setiap unsur dinyatakan dengan simbol, yang diusulkan oleh
Berzelius ditahun 1813 dan berlaku internasional.
Simbol-simbol ini dapat terdiri-dari satu atau dua huruf, yang
merupakan singkatan dari nama-nama unsur tersebut dalam latin.
Huruf pertama selalu ditulis dengan huruf besar, huruf kedua, bila
ada, selalu ditulis dengan huruf kecil.
Misalnya : Besi
Chrom
Kalium

- Ferrum
- Chromium
-K

- Fe
- Cr

Beberapa konsensus terpaksa ditetapkan untuk beberapa unsur,


karena perkembangan bahasa regional.
Misalnya : zat asam dalam bahasa Indonesia, Sauerstoff dalam
bahasa Jerman atau gas nitro dalam bahasa Indonesia, azote
dalam bahasa Perancis. Ini menuntut penyeragaman sombolik.
Untuk zat asam disetujui simbol O, singkatan dari Oksigenium dan zat
Nitrogen dengan sombol N dari Nitrogenium, kedua-duanya dari
bahasa Yunani.
Beberapa Unsur Kimia
Unsur

Simbol

Besi
Fe
Zat Asam O
Silisium
Si
Magnesium Mg

Angka Urut

Berat
Atom

di Bumi (dim %)

26
8
14
12

55.85
16,00
28,09
24,32

36,9
29,3
14,9
6,73

Alumunium
Kalsium
Nikel
Natrium
Belerang
Titanium
Kalium
Kobalt
Phospor
Mangan
Chrom
Zat air
Zat arang
Chlorida
Barium
Tembaga

Al
Ca
Ni
Na
S
Ti
K
Co
p
Mn
Cr
H
c
Cl
Ba
Cu

13
20
28
11
16
22
19
27
15
25
24
1
6
17
56
29

26,98
40,08
58,69
22,991
32,066
47,90
39,10
58,94
30,927
54,94
52,01
1,008
12,011 0,060
35,457
137,36
63,54

3,01
3,00
2,94
0,90
0,73
0,58
0,25
0,18
0,15
0,14
0,11
0,084

0,022
0,013
0,011
99.97
20 Unsur kimia tersebut turut menyusun alam dan atmosfir bumi,
masih terdapat sebanyak 72 unsur-unsur lainnya yang prosentasinya
0,03 %.
2.2.1

Unsur Logam
Sifat Utama
1. Mempunyai kilap (kila logam)
2. Meneruskan panas dan arus listrik
3. Pada temperatur kamar berfasa padat kecuali air raksa
4. Dapat dibentuk, bersifat plastis
Contoh : Besi (Fe)
Tembaga (Cu)
Aluminium (Al)
Nikel (Ni)
Timah (Pb)
Mangan (Mn)

2.2.2

Magnesium
Chrom (Cr)
Wolfram (W)
Seng (Zn)
Uranium (U)
Timah putih (Sn)

Unsur Setengah Logam


Sifat Utama
1. Meneruskan arus listrik dengan persayaratan tertentu
2. Dapat bersifat macam-macam
Contoh :

Silisium (Si)
Tellurium (Te)
Borium (B)
Polonium (Po)
Germanium (Ge) Astatium (At)
Arsenikum (As)

2.2.3

Unsur Non-Logam
Sifat Utama
1.

2.
3.

Pada temperatur kamar terdapat


11 unsur gas
1 unsur cair (Br)
4 unsur pada (C; S ; P ; 1)
Tidak atau hampir tidak meneruskan arus listrik kecuali C
sebagai grafit.
Sebagai penghantar panas yang sangat buruk.

Contoh :

2.3

Zat Asam (0)


Helium (He)
Bronium (Br)
Flour (F)
Belerang

Zat air (H)


Argon (Ar)
Jodium (I)
Zat Arang (C)
(S) Phosphor (P)

Sistem Periodik
Ilmu kimia mengenal unsur-unsur, yang membutuhkan semacam sistem
untuk menjelaskan sifat kimiawi secara berurut (periodik). Dasar ilmiah
dari sistem periodik unsur-unsur adalah ....................................
urutan dari atas kebawah disebut kelompok ditulis dengan angka romawi.
Urutan dari kiri ke kanan disebut perioda ditulis dengan angka
arab. Nomor kelompok menyatakan jumlah elektron kulit terluar
(jumlah elektron valensi).
Misalnya
Unsur-unsur kelompok VII A yaitu : zat arang, silisium, germanium,
timah putih, timah hitam masing-masing memiliki 4 elektron Valensi. Unsurunsur kelompok yang sama mempunyai sifat kimia yang
...............................................
Dalam sistem periodik disusun pula beberapa unsur secara
berurut, meskipun umumnya unsur-unsur tadi hanya mempunyai 2
elektron valensi dikulit elektron terluarnya. Unsur-unsur ini
dikelompokkan dalam kelompok unsur samping (B).
Dengan demikian terdapat unsur-unsur kelompok utama (A)
dan unsur-unsur kelompok samping (B).
Kelompok I A
Kelompok II A
Kelompok III A
Kelompok IV A
Kelompok V A
Kelompok VI A
Kelompok VII A
Kelompok VIII A

= Kelompok Logam Alkali


= Kelompok Beryllium = Logam Alkali Tanah
= Kelompok Borium
= Kelompok Karbonium
= Kelompok Nitrogenium
= Kelompok Oksigenium
= Kelompok Halogen
= Kelompok Gas Mulia

Unsur-unsur Sampinq
Kelompok I B
Kelompok II B
Kelompok III B
Kelompok IV B
Kelompok V B
Kelompok VI B
Kelompok VII B

= Kelompok Tembaga
= Kelompok Seng
= Kelompok Skandium
= Kelompok Titanium
= Kelompok Vanadium
= Kelompok Chrom
= Kelompok Mangan

Nomor perioda jumlah kulit elektron yang membungkus inti.


Dalam perioda yang sama, unsur-unsur mempunyai kulit elektron yang
sama.
Unsur-unsur perioda 3 : Na, Mg, Al, Si, P, S, CI, Ar masing- masing
mempunyai 3 kulit-elektron yang mengelilingi inti atomnya.
Unsur Xenon (gas) pada kelompok VIII A; perioda 5
mempunyai ...............................................dikulitnya yang terluar
dan 5 kulit-elektron yang membungkus intinya.
Unsur Kalsium (padat) pada kelompok II A; perioda 4 mempunyai
2 elektron
valensi
d i k u l i t n ya ya n g
terluar
dan
................................................................yang membungkus intinya.
Menjadi jelas bahwa unsur-unsur yang mempunyai susunan atom yang
serupa akan mempunyai sifat-sifat yang serupa secara kimiawi
dan mengisi sistem periodik unsur-unsur secara teratur.
Contoh : Unsur-unsur kelompok VII A:
Unsur

No. Atom

Helium
Neon
Argon
Krypton
Xenon
Radon

2
10
18
36
54
86

Kulit Elektron
K L
M N O P
2
2 8
2 8
8
2 8 18 8
2 8 18 18 8
2 8 18 32 18` 8

Unsur-unsur ini semuanya unsur Gas dan sama sekali tidak reaktif.
3.

Struktur Unsur
Pada saat ini dikenal sejumlah 104 unsur elementer, yang berarti juga
terdapa t
104
jeni s
a tom
ya n g
.....................................................................................................................
...............................................

3.1

Atom
Saat ini bayangan mengenai bangun atom dapat digambarkan sebagai
berikut :
Sebuah inti dari sebuah atom yang bermuatan positif dikelilingi oleh
awan elektron, dengan elektron-elektron bermuatan negatif,
sehingga keseluruhan atom itu bersikap netral.
Awan elektron tadi terdiri-dari orbit-orbit elektron, sehingga merupakan
kulit-elektron, yang mengeliiingi perbandingan inti.
Perbandingan jari-jari inti atom terhadap kulitnya adalah : 1:10.000
diantaranya terdapat ruang kosong materi.
Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur, yang menentukan sifat
dan sikap unsur tadi.
CONTOH ATOM SILISIUM

Sampai saat ini masih tidak terdapat kemungkinan mendapatkan


gambar dari sebuah atom, karena itu pengertian atom seluruhnya
berdasarkan pada sebuah
.........................

3.1.1

Inti Atom
Inti atom yang bermuatan positip terdiri dari materi materi berat
........................................................................................clan
keduanya disebut juga n u k I e o n.
Ikatan energi keduanya sangat besar,proses pemisahan proton
dari netron disebut ....................................................................
Seperti pada contoh sebelumnya (atom Si) terdapat 14 elektron pada
kulit-elektronnya, maka dalam inti atomnya terdapat 14 proton; 14
ne tron ya n g bera rti 28 ............................
muatan listrik positip ini sebanding dengan muatan negatip kulitelektron. Netron sendiri mengambil posisi sebagai mated antara untuk
proton-proton, sehingga terjadi keseimbangan muatan atau listrik antara
proton-proton yang positip itu

3.1.2.

Kulit Atom
Kulit atom yang terbentuk dari lintasan-lintasan elektron dan
bermuatan negatip, terdiri paling banyak 7 kulit elektron.
Kulit elektron pertama dapat menampung paling banyak 2 elektron.
Kulit elektron kedua dan ketiga dapat menampung sebanyak 8 elektron.
Kulit elektron keempat dan kelima dapat menampung sebanyak
18 elektron.
Kulit elektron keenam dan ketujuh dapat menampung sebanyak
32 elektron.
Hanya kulit elektron terluar saja yang dapat terisi sebagian dari jumlah
maksimum elektron.
Kulit-kulit elektron didalamnya harus terisi penuh dengan elektron.
Jumlah elektron selalu sama dengan jumlah proton sebuah atom.

3.2.

Ion-ion
Ion positip terbentuk bila atom membebaskan salah satu atau beberapa
elektron-elektronnya, demikian juga ion negatip terbentuk bila atom
menerima elektron.
Dengan demikian, ion adalah partikei bermuatan listrik, positip atau
negatip tergantung dari penerimaan atau pembebasan elektron
elektron sebuah atom.

Bergabungnya dua buah ion menjadi suatu senyawa ionik disebabkan oleh
ikatan-ion, yang menjadi ikatan khas untuk senyawa- senyawa ....
Beberapa cara penulisan ion :
Na+
Ca++
Al...
CIS3.3.
3.4.

Na+
Cat+
A13+
CIS2-

Na.
Ca..
Al...
CI'
S' '

Isotop
Iso to p
adalah
jenis
atom,
yang
mempunyai
..
Dalam alam, unsur chor dapat mempunyai dua jenis atom yaitu: yang satu
memiliki 18 netron, yang lain 20 netron didalam inti- atomnya.
Dengan demikian, isotop suatu unsur dibedakan dari jumlah netronnya,
yang berarti juga jumiah nukleonnya.
Contoh dengan Chlorida tadi :
Isotop Chlorida terdiri dari :
17 proton + 18 netcon = 35 nukleon
17 proton + 20 netron = 37 nukleon
Seluruh isotop sebuah unsur selalu mempunyai sifat
dan sikap kimiawi yang sama

3.4.

MoIekul
Molekul adalah bagian yang terkecil dari suatu senyawa. Setiap atom
mempunyai kecenderungan untuk mengisi k u l i t elektron
sepenuh-penuhnya dengan elektron atau untuk menguranginya sebanyak
mungkin (kecenderungan mencapai konfigurasi gas-mulia).
Dengan danelektron
pada unsur- unsur yang terlibat dalam reaksi, terbentuklah molekul.

Penyegaran
Unsur atau Zat
Kristal
Proses Fisika
Proses Kimia
Campuran

= Be n tu k stru ktu ril d a ri su a tu m a te ri , se la l u


menempati ruang dan mempunyai massa.
= Benda padat yang mempunyai bentuk teratur yang
tertentu, yang dibentuk dari bentuk-bentuk teratur
dari susunan atom atau ion atau molekul.
= Proses dimana zat zat atau unsur-unsur : yang
terlibat tidak terubah sifat-sifatnya.
= Proses dimana zat zat atau unsur-unsur yang
terlibat terubah sifat-sifatnya
= Terdiri dari dua jenis unsur atau Iebih.
Sifat-sifat zat yang tercampur tidak mengalami
perubahan.

Campuran
Homogen

= Campuran dimana bagian-bagian yang terlibat tidak


da pat la gi te rlih at ole h ma ta ataupu n ol eh
mikroskop. termasuk campuran homogen adalah
campuran gas, paduan-paduan dan larutan
sempurna, Campuran jenis ini hanya mempunyai
satu fasa.

Campuran
Heterogen
Massa Atom

Bilangan
Muatan Inti

= Campuran yang terdiri dari beberapa fasa


= Massa yang hampir seluruhnya dipunyai oleh inti
atom.
Misalnya: Pada atom zat air massa intinya
1,673.10_28 gr sedangkan elektronnya hanya
9.109.10 gr. massa elektron zat air jadinya
1/1837 masa intinya.
= Bilangan urut = Jumlah Proton = Jumlah Elektron

Jumlah dari Proton dan Netron = Jumlah nukleon = Bilangan


Massa = Massa Atom Bilangan
Bilangan
Urut

16
S

Simbol Kimia

32,064
Massa Atom Relatif

4.

Analisa
Analisa adalah .suatu
senyawa kimia menjadi unsur-unsur elementernya.
Contoh reaksi
2 HgO
Senyawa

5.

2 Hg
Unsur

O2
Unsur

Sintesa
Sintesa adalah unsur-unsur menjadi senyawa kimia.
Controh reaksi
2 H2
+
Senyawa

O2
Unsur

2H2O
Unsur

Analisa dan sintesa adalah suatu proses kimia yang tidak terlepas
satu dengan yang Iainnya dan berlangsung bolak-balik.
Analisa
Senyawa

Unsur + Unsur
Sintesa

Contoh reaksi
(selesaikan koeffisien reaksi-reaksi ini)
a)...........C

+ ...........O2

= CO 2

kalori

b)...........C

+ ............O2

= CO

Kalori

c)...........H2

+ ............O2

= H2O

Kalori

d)..........SO 2

= ............S

+ O2

Kalori

e)..........CO

= ............CO 2

+C

+ Kalori

Reaksi-reaksi a; b; c; adalah reaksi ..........................................


sedangkan reaksi-reaksi d dan e adalah ............................................
Dengan Iengkapnya koefisien reaksi dari contoh-contoh diatas,
maka aturan stochiometri terpenuhi.

Catatan :

Koefisien adalah bagian dari suatu persamaan kimia, yang


menyederhanakan penulisan suatu persamaan kimia.

Contoh reaksi
N2 + H2 + H2 + H2 = NH3 + NH3
Ditulis menjadi : N2
+
3H2

= 2 NH3

Dengan mengambil contoh reaksi pembentukan gas amoniak NH3 tadi,


jelas bahwa ...................................................................terpenuhi.
Jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang terlihat dalam reaksi diruas kiri
sama dengan jumlah atom-atom dalam senyawa yang terbentuk diruas
kanan.
Jumlah atom atau ion dari unsur yang terlibat dalam reaksi dinyatakan
oleh multiplikator atom atau indeks.

Contoh Reaksi : (pada tanur tinggi)


a)...........CaCO3

= ...........CaO + ............CO 2

b)............Fe203

+ ...........C = .................Fe + .......CO

c)............Fe203

+ ...........CO = ..............Fe + ........OO2

d)............CaO

+ ............SiO = ............Ca2SiO4

Setiap atom mempunyai kecenderungan tertentu untuk memenuhi


kulit-elektronnya yang terluar atau mengosongkannya.
Kemampuan senyawa membentuk senyawa kimia tadi disebut valensi.
Tidak seluruh unsur tadi mempunyai satu elektron atau satu tempat
kosong dikulit terluarnya.
Sebagian unsur bisa menerima sampai tiga elektron atau
membebaskan enam elektron.

Unsur-unsur yang mempunyai


Valensi Positif

6.

Valensi Negatif

Zat cair
Perak
Kalium
Natrium
Tembaga
Magnesium
Mangan
Besi
Aluminium

H
Ag
K
Na
Cu
mg
Mn
Fe
Al

+1
+1
+1
+1
+1/+2
+2
+2
+2/+3
+3

Chloroda
Jodium
Zat Asam
Belerang
Nitrogen

Sisa Asam
Nitrat
N03
karbonat
C03

-1
-2

Zat Arang
Silium
Belerang

+4
+4
+4/+6

Sulfit
Sulfida
Phosphat

-2
-2
-2

Si
S

C1
J
0
S
N

S03
S04
P05

-1
-1
-2
-2
-3

Senyawa Kimia
Senyawa kimia terbentuk dari sintesa unsur-unsur kimia.
Sifat senyawa yang terbentuk lain dari pada sifat unsurunsur pembentuknya.
Misalnya senyawa air, H2O terdiri dari unsur zat air clan zat asam, dengan
dua atom zat air yang bersenyawa dengan satu atom zat asam
menjadi partikel yang lebih besar - molekul - yang merupakan bagian
yang terkecil dari senyawa itu.
Pada garam, bagian terkecilnya adalah ................
Melalui analisa, senyawa dapat diuraikan kembali ke unsur-unsur asalnya.
Contoh reaksi
a).............H

+ ..........CO 3

= ........H2CO3

b).............H

+ ..........SO 4

= ........H2SO4

c).............Ag

+ ..........O2

= ........Ag 2 O

7.

d).............H 2 O

+ ..........SO 2

=.........H2SO4

d).............Al

+ ..........O

= .......A12O3

Fasa Mated
Setiap materi dapat berada pada salah satu fasa..:
.......................................................................................................
Contohnya pada air: Pada temperatur kamar dengan tekanan normal (760
Torr) air berada pada fasa cair, menjadi gas (Uap) pada 100 0 C clan
padat pada 00 C.
Fasa suatu materi tergantung dari temperatur dan tekanan
Setiap materi terdiri dari molekul-molekul , yang diikat satu dengan
yang lainnya oleh gaya intermolekuler.
Pada benda padat, gaya intermolekuler mengikat molekul-molekul
dalam suatu keteraturan tertentu.
Energi kinetis dalam bentuk getaran-getaran hanya terjadi dititik pusat
molekul.
Dengan meningkatkan temperatur, getaran-getaran ini menjadi
lebih intens, sedemikian rupa sehingga gaya-gaya intermolekular dapat
diatasi: benda mulai mencair, keadaan strukturil dari susunan
molekul menjadi lebih tidak taratur.
Peningkatan temperatur yang Iebih tinggi akan meninggikan energi kinetis
molekul sedemikian rupa sehingga terjadi penguapan pada
permukaan cairan benda merubah fasa cairnya menjadi gas, molekulmolekul dialam sistim materi gas berkeliaran bebas dalam
ruangan tanpa aturan strukturil.
Perhatikan gambar di halaman berikut.

Keterangan gambar
Temperatur dapat menyebabkan perubahan keseimbangan energi kinetis
materi, dengan demikian juga keadaan fasanya.
Pada zat gas, partikel-partikel bergerak bebas tanpa suatu ikatan atau
struktur tertentu. Keseimbangan energinya hanya ditentukan oieh massa
molekul dan kecepatan molekuler rata-ratanya.
Pada pendinginan, gas ini akan menjadi cairan pada titik kondensasinya
dengan membebaskan panas-uapnya L1. Pendinginan lebih lanjut pada
sistim ini akan membekukan materi ini pada titik bekunya, sambil
membebaskan panas latennya: Cairan menjadi padat.
Kehilangan energi Q akan menyertai proses pendinginan pada titik
bekunya materi itu.
Molekul-molekul akan diikat pada cairan dan membentuk struktur teratur
pada benda padat.
Proses membekunya benda bisa mengalami keadaan instabil.
7.1.

Materi Gas
Energi kinetis pada molekul-molekul benda yang peka terhadap
temperatur dan tekanan, adalah kenyataan ilmiah yang menjadi dasar teori
kinetis materi gas.
Model teori ini menyatakan adanya gerakan-gerakan termis sebagai hasil
simpanan energi kinetis molekular pada materi gas, yang melawan
gaya-gaya ikatan molekular, sehingga menimbulkan tekanan, yang
Selanjutnya disebut tekanan-uap atau tekanan-gas.
Tekanan uap atau gas ini naik atau turun proposional
terhadap selisih temperatur.
Dengan memperbesar volume ruangan, kemungkinan statistik
molekul-molekul untuk menumbuk sesamanya dan dinding ruangan
menjadi Iebih kecil, yang berarti tekanan uap atau tekanan gas menurun.

Pengukuran-pengukuran kuantitatif pada zat gas, lebih bersifat volumetrik


dari pada gravitatif mengingat bahwa :
Pada temperatur dan tekanan tertentu, volume dan
massa gas berbanding lurus.
Pada tahun 1811, Avogadro menyatakan hipotesanya
Semua jenis materi gas, pada temperatur dan tekanan
yang sama, memiliki jumlah molekul yang sama

Avogadro pula yang mengusulkan istilah molekul (latin : molecula =


massa yang kecil) untuk menyebut partikel gas.

Loschmidt memperinci jumlah ini : 2,687.119 molekul untuk setiap 1 cm 3


gas pada keadaan normal (0 C dan 760 Torr). Selanjutnya angka ini
disebut bilangan Loschmidt.
pengertian ini kemudian dapat dijabarkan untuk setiap raksi kimia :
Setiap gram atom, gram molekul (disingkat:Mol) atau gram ion zat gas, selalu
mengandung jumlah atom, molekul atau ion yang sama.Angka ini yang
selanjutnya disebut bilangan Avogadro, yang besarnya adalah :
6,02295.1023.
Contohnya :
1 gram-atom zat clhor (gas) dengan berat 35,5 gr mengandung
6,02295.1023 atom-atom Cl.
1 gram-molekul (Mol asam chlorida (cair) dengan berat 36,5 gr juga
mengandung 6,02295.1023 molekul HCL.
1 gram-ion zat air dengan berat 1 gr juga mengandung 6,02295.1023 ionion H+.
Atom-atom, molekul-molekul atau ion-ion tadi, bila memenuhi jumlah
6,02295.1023 tentunya menempati ruang tertentu dengan volume yang
sama untuk setiap jenis gas yang beratnya sama pada keadaan T dan P
yang sama.
Jadi :

Volume yang diisi oleh 1 gram-molekul zat gas dalam


keadaan normal (OC dan 760 Torr) adalah sebesar 22,4129
liter. Hubungan rumusan Avogadro, Loschmidt dan Volume
Mol dengan demikian adalah adalah sebagai berikut
6,02295.10 23 molekul / Mol
2,24.10 4 cm 3 / Mol
molekul
3
2,687.10
/ cm

Perhitungan materi-materi gas yang diuraikan : diatas dibuat atas


dasar pengertian "gas-ideal", dimana partikel gas (= molekul gas) dianggap
titik, yang tidak mengisi ruangan dan tidak mengandung energi kinetis.
Sebenarnya, ruang-gerak partik-partikel gas sekali dihambat oleh
adanya energi simpanan setiap partikel (Ingat: kecepatan rata- rata
molekular dari zat gas) dan penempatan ruangan-oleh setiap partikel gas
.
Gas-nyata makin mendekati keadaan "gas-ideal" bila berada lebih
jauh dari itik kondensasinya.
Pada temperatur kamar, keadaan gas-gas H2 (Tk:-253OC)
N2(Tk:- 196 OC)dan O2 (Tk:-183 OC) lebih mendekati keadaan
ideal dibandingkan dengan keadaan-keadaan gas S02 (Tk:-10 OC)
dan NH3 (Tk:-33OC).
Pada temperatur lebih tinggi , misainya 500OC, gas-gas SO 2 dan
NH 3 lebih mendekati keadaan ideal.
7.2.

Materi Cairan
Cairan selalu mempunyai volume yang tetap, yang menjelaskan
adanya gaya-gaya molekuler. Bahwasanya cairan selalu mengisi
ruangan yang tersedia secara penuh, menerangkan adanya
keluwesan ikatan pada molekul-molekul zat cair tadi.
Dikawasan mikro, menurut penelitian ilmiah mutakhir, terdapat struktur
teratur, seperti halnya pada materi padat.
Struktur hexagonal pada benda padat mempunyai 12 atom-atom yang
bertetangga sedangkan pada cairan dikawasan mikro, jumlah atomatom bertetangga ini bergerak antara 4 s/d 11 atom.
Jarak antar-atom rata-rata pada cairan lebih besar dari pada
jarak tersebut pada benda padat, yang menjelaskan volume yang
lebih besar bola suatu benda padat mencair.
Meskipun Jarak antar-atom rata-rata tadi besar,
terdapat kemungkinan teknis untuk memperkecil jarak ini.

tidak

7.3.

Materi Padat
Materi padat ditandai dengan keteraturan strukturil. Saat ini dikebal
tujuh struktur kristal yang setiap sudutnya ditempati oleh sebuah atom, ion
atau molekul. Struktur elementer ini adalah: kubus; tetragonal;
hexagonal; trigonal; rhombik; triklin dan monoklin.
Suatu unsur ssring kali dapat dikenal melalui bentuk elementernya
atau dari kecenderungan membentuk kristal tertentu atau modifikasinya.
Misalnya: Belerang (Sulfur) dapat tampil dalam sistim kristal rhombik,
tapi juga monoklin.
Arang (Carbon) dapat tampil dalam struktur intan atau graphit.
Pada garam dapur, NaCl (Natrium Chlorida), dengan sistim kubus,
terdapat ion-ion Na* dan Cl- yang berurut menempati sudut dan sisi
kubus NaCl.
Keterangan gambar

A. Sistim kubus dengan sumbu al ; a2 dan a3 yang sama panjang


dan tegak lurus.
B. Sistim tetragonal dengan salah satu sumbunya (c) lebih panjang atau
Iebih pendek dari kedua sumbunya yang lain (al dan a2 ).
C. dan D. Sistim hexagonal dan trigonal. Ketiga sumbu-sumbunya a1; a2

dan a3 berpotongan dengan besar sudut 120 0 deligan sumbu c


yang tegak lurus terhadap bidang (a1 a2 , a3)

E.

Sistim rhombik dengan sumbu-sumbu yang saling tegak lurus


dengan panjang masing-masing yang tidak sama.

F.

Sistim triklin dengan sumbu-sumbunya dan sudut-sudutnya yang


tidak sama satu dengan yang Iainnya.

G. Sistim monoklin dengan salah satu besar sudutnya yang 900.

7.4.

Kelarutan
Larutan dapat mempunyai kepekakan (=konsentasri) yang berbeda.
Kebanyakan larutan dapat bercampur satu dengan yang lainnya tanpa batas,
misalnya ethanol air.
Beberapa jenis cairan menunjukkan batas kelarutan tertentu.
Pada larutan yang terdiri dari zat-zat padat atau zat gas dalam pelarut cair, selalu
terdapat batas
Kelarutan.
Selanjutnya batas-kelarutan akan disebut kelarutan
Konsentrasi (=kepekatan) larutan jenuh ini disebut kelarutan atau
batas-kelarutan suatu zat terhadap zat pelarutnya.
Setiap zat didalam zat-pelarutnya mempunyai batas kelarutan yang tergantung
dari tenperatus dan tekanan.
Umumnya :
Kelarutan dari zat padat dalam pelarut-cairnya turun dengan naiknya tenperatur
sedangkan :
Kelarutan zat gas dalam pelarut-cairnya turun dengan naiknya temperatur .
Kelarutan zat gas naik dengan naiknya tekanan .
Contoh soal :
Dalam 100 gram air, larut pada temperature 200 C sebanyak 87 gram
Natriumnitrat.
Berarti kelarutan Natriumnitrat (pada 200 C) ; 87 gr dalam 100 gram air.
Larutan jenuh yang dihasilkan adalah 187 gr larutan NAtriumnitrat dalam 100 gr
larutan ini terkandung :
87 gr.100 gr
46,5 grNatriumnitrat
187 gr

Dengan demikian :
Kelarutan Natriumnitrat (200C) : 46,5 gr Natriumnitrat dalam 100 gr larutan
jenuh, berarti 46,5%

Sebelum larutan menjadi jenuh, sejumlah zat akan larut dalam


pelarutnya,keadaan belum jenuh yang terus berlangsung dengan kuantitas zat
terlarut yang makin lama makin keil sampai mendekati nol pada titik batas
kelarutannya. Melampaui titik ini , zat-zat terlarut tidak lagi larut, melainkan turun
kedasar.
bejana reaksi atau mengambang dalam zat pelarutnya, dalam bentuk aslinya
(= bentuk tidak terlarut)
Derajat kejenuhan dari;larutan dapat digambarkan dalam hubungannya
dengan kelarutan ;
Larutan187 gr belum jenuh
Larutan jenuh
kelarutan.

: Konsentrasi lebih kecil dari kelarutan


:
Konsentrasi
sama
dengan

Konsentrasi (=kepekatan) dapat dinyatakan dalam:

Prosen Massa

: Gram zat terlarut dalam 100 gr larutan.


m i s a l n ya : Larutan garam dapur dari 25%
mengandung 25 gr NaCl dan 75 gr air dalam 100
gr larutannya.

Prosen Volume

: Kubik sentimeter dari zat terlarut dalam 100 Kubik


sentimeter larutan.
misalnya : Dalam 100 cm3 minuman keras dari 40%
mengandung 40 cm3 ethanol.

Molaritas
(= Mol per liter)

Normalitas
(= Val per liter):

: Jumlah mol dalam satu liter larutan. misalnya : 1 M


HCI mengandung dalam 1 liternya 1 Mol (36,5 gr)
asam Chlorida
: Jumlah gram ekuivalen (Val) dalam satu liter larutan.
Misalnya : 1 N H2SO4 mengandung dalam 1
liternya 1 gram ekuivalen (= 49 gr) asam belerang. 2
N H2SO4 mengandung dalam 1 Iiternya 2 gram
ekuivalen (= 98 gr) asam belerang.

Antara Molaritas dan Normalitas terdapat hubungan melalui valensi yaitu


Normalitas = Molaritas
Valensi

Misalnya

8.

: Sisa-asam dari asam belerang bervalensi 2, jadi


2 gram-ekuivalen H 2 SO 4 sama dengan satu
mol H2SO4.

Kristalin dan Amorph


Bentuk strukturil yang dapat dipunyai benda padat adalah kristalin
atau amorph.
Bila benda padat tadi mempunyai keteraturan strukturil pada saat
mengkristal dalam keadaan normal. maka ia bersikap ..
Sebaliknya, bila mated padat tadi tidak mempunyai struktur definitif pada
saat is terbentuk, maka is menunjukkan sikap
Sikap kristalin atau amorph adalah sikap spesifik setiap zat
Contoh Zat :

Bentuk Kristalin

Aluminium Karbida
Aluminium Oksida
Kalsium Sulfat
Karbon (intan)
Karbon (grafit)
Tembaga (I)Sulfit
Tembaga(II)Sulfit
hexagonal
Besi Karbida
Basi Hidrokaida

Al 4C3.
Al 2.03
CaSO4
C
C
Cu2S
CuS

hexagonal
hexagonal
rhombis
kubisi Berat Jenis:3,51
hexagonal ; B J :2,25
rhombis
monoklin atau

Fe3C
Fe(OH)2

kubis
hexagonal

Zat-zat yang Amorph


Gelas
Zat arang
Besi
Karat besi
9.

c
Hidroksida Fe(OH)2
Fe203 x H2O

Berat Jenis : 1,8 - 2,1

Udara
Udara atmosfir adalah campuran gas yang terdiridari :
Nitrogen
Oksigen
Argon

78,09% volume ; 75,51 % berat


20,95% volume ; 23,15 % berat
0,93 % volume; 1,28 % berat

Karbondioksida

0,03 %

volume ; 0,046 % berat

Selanjutnya kandungan air sebanyak maksimum 4% volume dan gas-gas


lainnya seperti neon; helium; CH4; Krypton; Xenon; NO x dan lain-lain.

10.

Berat Jenis udara pada 0 OC 760 Torr = 1,293 gr/Itr. Dengan naiknya
temperatur dari 35 s.d 1000 C, Berat Jenis udara menurun dari 1,146 gr/Itr
s/d 0,946 gr/Itr pada tekanan konstan.
Air
Rumus kimia air adalah H2O, dengan ikatan molekul melalui
jembatan' zat air (= hidrogen).
Sudut yang dibentuk oleh dua atom H, deragan atom 0 pada titik
sudutnya adalah 105,05.
Air-Murni: Tidak berbau atau berwarna, dan pada kedalaman Iebih dari
5 meter berwarna biru taut.
Mendidih pada temperatur 1000
Dengan pemuaian 1/11 dari volumenya, pada temperatur
0OC, air membeku menjadi es.
Anomali air terjadi pada temperatur dimana air yang terbesar terjadi.
Air-Alam : Selalu mengandung elemen-elemen kotoran, debu, oksigen
terlarut, nitrogen terlarut, karbondioksida, aluminium-nitrat
dan lain sebagainya.
Air sumur atau air tanah mengandung zat-zat terlarut sampai
0,01% s/d 0,02% seperti Ca,K, Mg yang mempengaruhi
kesalahan.
Air laut mengandung kira-kira 0,5 % garam terlarut.
Berat Jenis air pada 00 C adalah 0,999840 gr/cm3
sedangkan
pada 4 C adalah 0,999972 gr/cm3
Dengan naiknya temperatur, diatas 4 OC sampai 100OC, Berat Jenis air
turun dengan kontinyu dengan BJ (100O C) = 0,95835 gr/Cm3

11.

Oksidasi
Proses oksidasi, demikian juga proges reduksi, merupakan jenis reaksi
kimia yang sangat penting.
Saat ini, kedua proses dikenal sebagai penerimaan atau pembebasan
elektron.

11.1. Oksidasi sebagai persenyawaan sebuah unsur dengan Zat asam


Ditahun 1774 sampai tahun 1777 melalui beberapa karya ilmiah
ditemukan unsur zat asam, yang menjelaskan fenomena proses
pembakaran oleh A.L.Lavoisier ditahun 1780.

Proses pembakaran adalah proses persenyawaan dengan zat asam.


Selanjutnya, sesuai dengan bahasa Perancis oxygen untuk zat asam,
maka proses ini disebut oksidasi.

Proses persenyawaan suatu unsur dengan zat asam adalah juga


oksidasi.
Contoh reaksi :
Mg
S
3 Fe
C2H2
C2H2
02

+ 1/20 2
+
02
+ 20 2
+
0
+
50
+ 2H2

= m90
= S0 2
= Fe30 4
= C + H2O
= 2 C02 + H2O
= 2 H2O

Juga senyawa-senyawa yang mudah melepaskan zat asamnya dapat


menyebabkan terjadinya oksidasi.
Unsur-unsur demikian disebut peng-oksidasi (moksidator).
Contoh peng-oksidasi :
Perosida zat air
Kalium chiorat
Kaliumpermangat
Tembaga (II) Oksida
11.2.

K202
KCIO3
KMn04
CuO

Oksidasi sebagai proses pembebasan electron


Dalam proses ini terjadi perubahan pada kulit elektron dimana
oksidasi adalah pelepasan pemberian electron
Contoh :

Proses oksidasi dari Magnesium, dimana setiap atom


magnesium memberikan kedua elektron valensinya pada
sebuah atom zat asam.
Mg + 0 Mg 2+ + [ 0 ]2

Magnesium dalam contoh tadi ter-oksidasi dan terhadap zat asam


berfungsi sebagai pe-reduksi (reduktor)
Zat asam tereduksi dan terhadap magnesium berfungsi sebagai
peng-oksidator (oksidator)

Definisi : Oksidator adalah unsur yang menerima elektron, dengan


demikian akan tereduksi.

Kebanyakan unsur-unsur kelompok VII (Halogen) adalah oksidator


yang kuat, karena hanya membutuhkan sedikit elektron untuk kulit
terluarnya untuk mencapai konfigurasi gas-mulia.
11.3.

Oksigen : Zat Asam


Simbol kimianya adalah 0 dari Oxygenium (=pembentuk asam)
dengan valensi -2 dan stabil dalam bentuk diatomik 02 atau 0 = 0.
Zat asam dijumpai terbanyak dikulit bumi dengan 46,6 % massa.
Dalam bentuk bebas banyak terdapat di udara dan air laut, dan
dalam bentuk terikat pada air, silikat, kwarsa dan organisme hidup.
Zat asam mempunyai dua modifikasi
a) Dalam bentuk 02 yang terdapat secara umum dan
b) Dalam bentuk 03 dengan struktur 0-0
0
Zat asam dapat diperoleh dari udara melalui proses pencairan atau
juga penguapan. Zat asam di air dapat diperoleh melalui
elektrolisa dan melalui metoda-metoda kimiawi dari senyawasenyawanya.
Zat asam adalah gas yang tidak berbau, tidak mempunyai rasa dan
Iebih berat dari udara (1 liter =1,43 gr)
Gas ini tidak dapat terbakar tetapi selalu harus ada pada
proses pembakaran.
Dalam teknik, zat asam digunakan untuk pengelasan, pemotongan logam,
proses metalurgi, ruang angkasa dan lain-lain. Organisme hidup juga
membutuhkan zat asam.

11.4.

Oksida Logam
Logam yang bereaksi dengan zat asam selalu bersifat eksoterm,
berarti terjadi panas reaksi yang menyebabkan logam
kehilangan sifat kelogamannya.
Dalam dunia teknik proses oksidasi digunakan secara luas

karena menghasilkan energi.

Panas yang dihasilkan oleh beberapa unsur logam teroksidasi :


Logam
S
Mn
Ti
Al
Mg
Ca

OksidasiPanas
SiO2
MnO
TiO2
Al 2 03
MgO
CaO

Pembakaran J/kg/zat
30,6,106
7,0,106
19,7,106
31,0.106
248106
11,3,106

Contoh Oksida logam dalam bentuk fisiknya


Bahan tambang : Mangandioksida
Timah Putih
Wolframit

MnO 2
SnO2
W03

Lapisan Permukaan : Besi oksida


Timah Hitam
Tembaga Oksida

Fe3O4
PbO2
Cu20

Tepung :

Fe2O3
A12O3
MgO

Besi oksida
Korundum
Magnesia

11.5. Pembakaran
Persenyawaan kim ia dengan zat asam berlangsung
.....................................................................
Proses kimiawi ini, disebut oxidasi, dapat berlangsung
atau..
Oksidasi yang lambat adalah prosesbahan ferrous,
proses.....................................pada bahan makanan, pada bahanbahan organis, proses menua (altering) pada karet, memadatnya cat
minyak dan sebagainya.
Proses oksidasi yang berlangsung cepat, dibarengi dengan

...................................disebut Pembakaran atau kombusi.


Dengan menggunakan zat asam murni, nyala pembakaran akan lebih
interis dari pada di udara. Zat asam sendiri tetapi selalu
ada pada proses pembakaran
Melalui
oxidasi
terbentuk
dari
unsur-unsur, persenyawaanpersenyawaan oxida misalnya
S
+
O
SO 2
2H2S

3O 2

2H 2 O

2SO2

Pembakaran dapat berlangsung .....................................bila zat asam dan


seluruh u n su r ya n g te rl i b a t p e m b a ka r a n t e r u b a h d a l a m p ro se s
t a n p a meninggalkan sisa-sisa senyawa yang masih dapat terbakar dalam
asap buangan
Sebaliknya pembakaran menghasilkan terutama gas karbonmonoxida
dan zat air yang masih dapat terbakar.
Kesempurnaan suatu proses kombusi dengan demikian dipengaruhi oleh
kuantitas unsur-unsur yang terlibat, terutama kwantitas zat asam per
satuan waktu.
11.6 Ledakan
Seluruh jenis gas yang dapat terbakar, jenis-jenis uap dan debu yang
mampu barsama udara atau zat asam membentuk senyawa - ledak pada
saat didetonasi, adalah unsur-unsur yang teroxidasi sedemikian cepat,
menimbulkan ...............................................................................pada saat
yang sangat singkat membutuhkan .........................................
Ledakan yang akan timbul selalu mempunyai daerah kemungkinanterjadi ledakan tertentu, pada campuran gas yang definitif dengan jumlah
zat asam atau udara yang optimal.
Tabel dibawah menunjukkan daerah-kemungkinan-terjadi ledakan untuk
gas-gas teknis dengan udara.
Zat air
Gas methan
Karbonmoxida

:
:
:

4 .... 75%
5 ....15%
12 ....74%

Uap bensin
Acetilen
Gas Bumi

: 1,2 ....6%
: 1 , 5 .... 82%
: 2 .... 9%

Maka menjadi jelas bahwa kandungan gas-gas yang brisan untuk ledakan
dalam jumlah sedikit saja sudah berbahaya.
Pengamanan kemungkinan terjadinya ledakan
Dua syarat yang harus dipenuhi sehingga terjadi ledakan

1...........................................................................................................
2..........................................................................................................
Bila saja salah satu syarat tadi tidak terpenuhi, ledakan tidak akan terjadi
12. Reduksi
12.1 Proses reduksi adalah proses kabalikan dari proses ................
.dimana sutau oksida, zat asam
Untuk .............................................zat asam, proses ini membutuhkan unsur
yang mengikat zat azam .atau
Unsur-unsur reduktor yang sering dipergunakan adalah ;
Zat arang C; Karbonmonoksida Co ; Zat cair H; juga logam-logam
..seperti : Natium, Magnesium, aluminium.
Contoh reaksi :
Fe203 + ..C

Fe +.. CO
Proses Tanur

.Fe203 +..CO

Fe +.CO

Fe203 +CI

A1203 + ....Fe

Reaksi Aluminatrik

Dengan demikian pada reduksi suatu zat, akan berbarengan terjadi..........................


.

Proses reduksi -oksidasi ini selanjutnya akan disebut proses


Sepertihalnya pada oksidasi, dimana terjadi pelepasan/perubahan elektron,
reduksi akan ...............................................elektron

12.2

Hidrogen : Zat air


Simbol kimianya adalah dari hydrogenium (= pembentuk air) dengan
valensi + 1 dan kadang kala -1.
Bentuk isotopnya :

H :Protium (zat air ringan = 99,984 %)

H Deuterium (zat air berat = 0,016 % )

H :Tritium (terdapat di bumi dengan berat


keseluruhan 1,8 kg )
Kemungkinan unsur yang paling banyak terdapat di universum, di
bumi dijumpai hanya dalam ..............................secara kimiawi Misalnya
di air, organisme hidup, minyak bumi, batu bara dan lain sebagainya.
Bentuk tidak terikat terdapat dilapisan strastosper sebagai ion.
Hidrogen elementar ditulis sebagai H2 dengan struktur H - H atau H : H
yang diperoleh dari logam atau dari larutan asam, juga logam amphoter.
H2 dengan struktur reaksi kimia dengan dari basa dan logam
Secara teknis zat air ini diperoleh dari reduksi uap air dengan kokas atau
batu bara pada temperatur diatas 1000 OC, misalnya didalam generator
Winkler.
Zat air tidak mempunyai bau, rasa atau warna dan lebih sekitar 14
kali dari udara, BJ : 0,09 g/l pada tekanan 1 atm dan 0OC.
Dapat terbakar hanya dengan udara dan gas chlor.
Dalam teknik hidrogen digunakan untuk sintesa dan hidrasi dari amoniak,
bensin, parafin dan lain sebagainya
13.

Karbon
Unsur karbon mempunyai dua modifikasi : Intan dan graphit . Dengan
simbol C.
Graphit dalam bentuknya yang sangat halus dan sering disebut
karbon amorph adalah bahan-bahan seperti karbon aktif, jelaga
dan lain sebagainya.

Karbon dalam segala bentuknya tidak mempunyai bau maupun rasa,


hanya larut dalam cairan metal dan pada temperatur normal sangat
........................................................

Dengan zat asam bereaksi menjadi C02 atau CO Pada temperatur


temperatur tinggi.
Membentuk karbida pada temperatur tinggi dengan logam dan non logam
dan mereduksi logam oksida menjadi Iogamnya pada pemanasan.
13.1 Komponen-komponen zat carbon
1. Karbonmonoksida
Merupakan hasil pembakaran dari karbon dan senyawa-senyawanya
seperti bensin, batubara, dan lain sebagainya bila temperatur diatas
1000OC, atau pada reaksi dimana zat asam tidak mencukupi.
2C + O2

2 CO

Dalam proses tanur tinggi dapat berlangsung juga reaksi


CO2 + C

2 CO

Gas karbonmonoksida tidak berbau atau berwarna,larut sangat terbatas di air,


mempunyai massa hampir seperti udara dan sangat beracun untuk manusia.
Digunakan secara teknis untuk gas pemanas, sintesa amoniak, bensin,
parafin, methanol.
2.

Karbondioksida
Terdapat diudara sampai dengan 0,03 % , di air laut, gas vulkanis,
gas-gas hasil proses pembakaran.
Diperoleh dari pambakaran sempurna dari kokas
C + O2

CO2

Juga sebagai hasil samping dari pembakaran kapur


CaCO3 + O2

CO2

Dalam jumlah yang lebih sedikit, gas ini diperoleh dari proses peragian

alcohol :
C6H1206

- 2 C2H5OH

+ 2 C02

Gas ini tidak berwarna, berbau sedikit keasam-asaman, lebih berat 1,5
kali dari udara dan tidak dapat terbakar.
Pada tekanan 50 atmosfir, temperatur kamar, gas ini dapat dicairkan. Pada
saat cairan ini diuapkan, terjadi pendinginan yang intens, sehingga
sebagian dari cairan akan membeku - es kering - sublimasi akan terjadi
pada temperatur -78C.
Dengan memanfaatkan es kering, makanan dan lain sebagainya dapat
diawetkan. Selain itu, gas ini digunakan untuk pemadam api, pencampur
minuman segar dan air.
14. Basa, Asam dan Garam
Basa
Seperti telah diungkapkan pada Sistim periodik, bahwa :
Oksida-oksida dari non logam membentuk asam
Oksida-oksida dari logam membentuk basa
Basa adalah senyawa-senyawa kimia yang dengan asam akan
membentuk garam.
Dari sifat inilah, nama basa dijabarkan : Basa adalah dasar (basis) untuk
asam untuk membentuk garam.
Seluruh logam dapat membentuk basa (= metal-hidroksida) Larutan basa
terjadi dari oksida-Iogam dan air
Oksida logam

+ Air

Metal Hidroksida (basa)

+ H2O
air

Ca(OH)2
Kalsiumhidtoksida

Misalnya :
CaO
Nalsium oksida

Basa-basa yang di kenal


Natrium-hidroksida
Kalium-hidroksida
Kalsaum-hidroksida

NaOH
KOH
Ca(OH)2

Dengan menggunakan kertas lakmus sebagai indikator, larutan basa


menunjukkan ..........................................................................
Asam
Oksida-oksida non logam yang dilarutkan dalam air akan membentuk asam.

Misalnya
S02
belerang oksida

H20
air

H2SO4
asam belerang

Ada juga senyawa-senyawa asam yang tidak terdiri dari oksida, tetapi dari
unsur-unsur halogen dengan zat cair.
Misalnya :

Asam chlorida
Asam fluorida

HCI
HF

Kertas Iakmus sebagai indikator akan menunjukkan


.................................................................. untuk asam
Sebagai petunjuk karakteristik dari pada basa atau asam diuraikan sebagai
berikut :
Pada basa terdapat gugus-hidroksida OH- yang dapat teroksidasi secara
stochiometris, valensi gugus ini adalah 1.
MeOH

Me+

OH -

Na+
Ca 2+

+
+

OH
20H

Misalnya :
NaOH
Ca(OH)2

Pada asam terdapat zatair H* yang positip dan sisa asam yang negatif,
bila terionisasi.
Molekul asam
Misalnya

Ion zat air

Ion sisa asam

HNO3

H+

NO3

H2SO4

2H+

so42

Garam
Apabila larutan basa dan asam dicampur dalam perbandingan yang
proposional, maka larutan yang terjadi tidak lagi bersifat asam atau basa,
melainkan ..............................................................
Reaksi yang demikian disebut :...
Hasil reaksi netralisasi adalah garam dan air.

14.1. Netralisasi
Reaksi netralisasi berdasarkan pada persenyawaan ion-ion zat air dan
ion-ion gugus-hidroksida menjadi .................................................................
Rumus umum dari raaksi netralisasi, atau disebut juga persamaan- ion
reaksi-netralisasi
H+

OH-

H2O

Contoh reaksi netralisasi :


Ca(OH)2

2HNO 3

Ca(NO3)2+ H2O

Persamaan ionnya
Ca

2+

+ 2OH- + 2NO3 - + 2H +

Ca

2+

+ 2N03 - + 2H 2 0

Dengan demikian, sifat-sifat 'menggigit' dari basa dan asam, melalui


netralisasi dapat dihilangkan akibat terpakainya ion-ion hidroksida (khas
untuk basa ) dan ion-ion zat air (khas untuk asam ) untuk
membentuk ........................................................
Bilangan pH
Dalam suatu larutan (cair) selalu terdapat hubungan antara konsentrasi
ion-ion zat air dengan gugus hidroksida.
Dalam 1 liter air pada temp. 22OC terdapat
10 -7 Mol H+

dan

10-7 Mol OH_

Multiplikasi dari pada konsentasi ion-ion H+ dan OH- didalam larutan (cair)
pada temperatur yang konstan selalu tetap.
cH+

cOH-

= Tetap

Pada contoh air tadi:


10-7 ' Mol/1 . 10 -7 Mol/1 = 10-14 Mol2/l2 = Produk ion-air
Nilai Produk-ion air ini tidak hanya berlaku untuk air murni saja, tetapi juga untuk
seluruh larutan (cair), termasuk larutan basa, asam dan garam.

Untuk larutan asam cH+ > 10-7 Mol/1 berarti cOH- < 10 -7 Mol/1
Untuk larutan basa cH+ > 10-7 MoI/1 berarti cOH- > 10 -7 Mol/1
Untuk menggantikan pengertian konsentrasi ion-ion H + d a n O H -,
digunakan sekarang pengertian bilangan pH
pH = -log cH+
Dengan demikian bilangan pH dari air-murni adalah 7
Contoh lain pada larutan asam dengan cH = 10-4 Mol/1
Maka bilangan pHnya : 4
Dengan demikian, derajat keasaman (atau kebasaan) suatu Iarutan(cair)
dapat dinyatakan dengan bilangan pH
1.....................................7.................................14
N etral
Asam

Basa

14.2. Hidrolisa
Proses kebalikan dari adalah hidrolisa.
Dimana garam diuraikan menjadi asam dan basa dengan bantuan air.
Asam

basa

garam

+ air

Hidrolisa berlangsung hanya pada asam atau basa.


Garam yang terbentuk dari reaksi asam dan basa kuat bersikap
..................................dalam larutan, jadi tidak termasuk hitungan proses
hidrolisa.
Larutan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat bersikap
basis.
Misalnya : Na2CO3 + H2O

2 NaOH + H2CO3

Natrimumhidroksida yang terbentuk adalah elektrolit yang kuat


NaOH

Na +

Dimana hampir seluruhnya terurai dalam bentuk ion.

OH_

Asam karbonat sebaliknya adalah elektrolit yang lemah


2H+

H2CO3

C03

Karena hanya sebagian saja yang terurai.


Reaksi ini banyak menghasilkan gugus OH- dan hanya sedikit ion- ion zat air,
karena itu reaksi ini barsikap basis.
Pengertian dari uraian diatas berlaku sebaliknya untuk larutan dari garam yang
terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, yang bersikap .
..................................................
Misalnya : Aluminium chlorida AICI3
AICI3

+ 3 H2O ____________________________________ AI(OH)3

3HCI

Dimana dalam reaksi terjadi banyak ion-ion zat air dibandingkan dengan
gugus hidroksil.
Secara umum berlaku rumusan untuk proses hidrolisa.
Bila asamnya lebih kuat, sikap larutan ini asam. Bila basanya lebih kuat, sikap
larutan ini basis.
15. Elektrolit dan non elektrolit
Setiap zat yang dapat terurai (= terdissossiasi) dan selanjutnya dalam
suatu larutan dapat meneruskan ..disebut elektrolit.
Tergolong elektrolit adalah garam, asam dan basa.
Dimana antara elektrolit murni dan elektrolit potensial dibedakan sebagai berikut
Elektrolit murni : Adalah zat yang sudah berada dalam .
Elektrolit potensial : Adalah elektrolit yang terbentuk bila .
Misalnya pada garam NaCl, yang dalam keadaan padat berbentuk kristal dengan
ion-ion pada setiap sudutnya. NaCl adalah elektrolit murni.

Zat-zat yang didalam struktur molekulnya terdapat ikatan-ikatan atomar


dengan .............................................................dan kemudian dilarutkan
dalam pengaruh molekul dipol air disabut elektrolit potensial.
Contoh elektrolit potensial adalah asam chiorida yang ikatan atomnya
terpolarisasi dengan kuat.
Bila HCI dilarutkan dalam air, akan terbentuk sebuah ion zat cair dan
sebuah ion chiorida.
S e b al i kn ya za t- za t ya n g ti da k me ne ru ska n
...................dalam larutan disebut nonelektrolit.
Termasuk disini senyawa-senyawa organik seperti ether, bensol,
tetrachiormethan, gula tebu dan lain sebagainya.
15.1. Elektrolisa
Arus listrik yang dipindahkan dalam suatu larutan oleh elektrolit selalu
berkaitan dengan ............................................................................
Sedangkan logam, sebagai penerus arus listrik, tidak mengalami
perubahan apa-apa.
Contoh :
Pada larutan garam NaCl dipasang tegangan listrik arus
....................................................dengan kutub negatif pada
katoda dan kutub positip pada anoda.
Maka akan terjadi migrasi-ion dalam larutan
Katoda : 2Na+
+ 2e- 2 Na (Reduksi)
anoda
: 2C1-2CI + 2e(Oksidasi)
Penguraian ini disebut elektrolisa, terjadi
Perdefinisi
Elektrolisa adalah proses pemindahan muatan listrik melalui
ion- ion pada suatu senyawa kimia dengan pengaruh listrik
Pada katoda, elektron akan..
jadi proses reduksi.
Sedangkan pada anoda elektron akan ..jadi proses
oksidasi.
Dengan demikian elektrolisa adalah proses redox
Supaya dibedakan :
Sel galvani .listrik
Kutub negatip = Anoda dan kutub Positip = Katoda
Sel elektrolisa ................................................listrik

Kutub negatip = Katoda, kutub positip = Anoda


Kecenderungan untuk membentuk ion-ion positip menurun dari kiri
kekanan.
Misalnya
Pada reaksi

CuSO4 + Zn --------------------------- ZnSO4 + Cu


(ionis)
(elementar)

Pelat Zn yang ditaruh dalam larutan CuSO4 akan menyebabkan


terurainya unsur Cu, yang melapis pelat Zn, bersamaan waktu dangan
Iarutnya Zn kedalam larutan CuSO4.
Unsur Zn yang kurang mulia terurai.dalam bentuk ion kedalam larutan,
sedangkan unsur Cu yang Iebih mulia dan telah dalam bentuk ion, terurai
menjadi unsur elementernya (atomar).
Sebaliknya bila logam yang lebih mulia (dalam contoh ini adalah Cu)
dicelupkan kedalam larutan seng-sulfat, tidak akan terjadi apa-apa.
Potensial-Normal
Kecenderungan unsur-unsur logam untuk membentuk ion-ionnya dalam
larutan dapat diukur melalui Potensial Normalnya. Perbedaan potensial ini
terjadi akibat adanya perbedaan muatan listrik, akibat perpindahan elektronalektron antara logam dan larutan.
Dua hal dapat terjadi
1. Elektron-elektron bergerak dari logam kedalam larutan sehingga logam tadi
kekurangan elektron, maka logam menjadi bermuatan positip, atau
2. Larutan menimbun elektron-elektron pada logam sehingga pada logam
terdapat kelebihan elektron, maka logam menjadi bermuatan negatip.
Pada garis batas logam dan larutan terjadi perbedaan potensial berupa
tegangan.
Besarnya tegangan tergantung dari jenis logam dan konsentrasi larutan.
Pengukuran beda potensial pada garis batas logam/larutan tidak mungkin
dilakukan.
Dengan menggunakan elektroda zat air, sebagai patokan PotensialNormal = 0) Pengukuran tegangan untuk unsur-unsur logam dapat
dilakukan.

16.

Elektro-Kimia
Air, H2O yang ditambahkan pada senyawa asam, basa atau garam
akan menguraikan molekul-molekul netral tadi manjadi ion-ion yang
bermuatan listrik.
misalnya :
HCI (netral) akan diuraikan menjadi ion-ion
H+ (positip) dan CI- (negatip)
Atom-atom yang bervalensi lebih dari satu akan diuraikan menjadi ionion dengan muatan yang lebih dari satu.
misalnya :
ion-ion C2+ , S042 -, A13+
Rumusan yang berlaku
Unsur-unsur logam dan zat air membentuk ion-ion positip. Sedangkan
unsur-unsur non logam, sisa asam dan gugus OH membentuk ion-ion
negatip.
Kecenderungan ion-ion logam untuk membentuk ion-ion
positip dinyatakan oleh Deret-Tegangan (Volta) unsur-unsur logam.
Unsur logam yang mudah teroksidasi disebut unsur tidak
mulia, sedangkan logam lebih mulia, lebih sulit teroksidasi.
Deret Volta

Pada gambar Deret Volta, jelas terukur beda potensial masing-masing


logam terhadap zat air.
17. Korosi
Korosi adalah hasil reaksi antara bahan-bahan logam
dengan Iingkungannya yang akan menyebabkan ...yang terukur
dan ...............................................pada bahan logam.
Proses ini dapat berupa korosi kimia, elektro-kimia atau fisika-logam
yang merugikan umur bahan-bahan logam.
1 Korosi Kimia

Reaksi antara logam dengan medium


gas yang membentuk lapiaan okaida tipis
pada permukaan logam. Lapisan ini bisa
mempunyai ketebalan tetap seperti pada
lapisan A12O3 pada permukaan aluminium
atau ketebalan berbeda-beda seperti
pada karat besi pada permukaan
bahan-bahan besi/baja.

2. Korosielektrokimia

Terjadi pada bidang-kontak dua jenis logam


yang berbeda potensialnya, dengan
larutan elektrolit diantaranya. (terjadi:
hubungan
pendek
pada
elemengalvanis pada bidang kontak kedua jenis
logam itu ) Logam yang lebih tidak mulia
(pd Deret Volta) akan lebih dahulu rusak.

Contoh reaksi korosi elektrokimia:


Pada bidang kontak besi clan tembaga dengan elektrolit air
Fe.........................................Fa++ + 2 e
21-120 .................................2 H++ + 2 0H
2H+ + 2e...............................2H
2H+ + 0,5 02........................H20
................................................................................
Fe + H2O + 05 02 ....................................Fe++ + 2 OH
Pada reaksi terjadi Fe (II)-hidroksida yang dengan udara mewujudkan
karat.

3.

Korosi selektive
Korosi yang mengakibatkan hancurnya bagian tertentu (butiran) dari sebuah
material. Jenis korosi ini di bagi dalam dua bagian, yaitu
a.

b.

4.

Interkristal korosi atau Intergranulare korosi


Korosi yang terjadi pada batas butiran dalam struktur metal, karena
tidak homogennya struktur yang terjadi dalam metal tersebut. Contoh :
Proyektor
Pencarnya kristal
Korosi yang terjadi secara lambat laun oleh pangaruh kimia karena tidak
teraturnya kristal di dalam struktur logam.

Transkristal korosi
Korosi yang terjadi karena pecahnya (retaknya) kristal butiran, sehingga
kandungan pada butiran struktur yang tidak sama antara bagian dalam
clan luarnya karena proses pendinginan, atau mengakibatkan terjadinya
tegangan.

5.

Korosi karena temperatur tinggi


Korosi yang timbul karena pengaruh panas.

6.

Korosi regangan
Korosi yang terjadi karena beban mekanis, khususnya retak-retak akibat
regangan mekanik yang secara otomatis menimbulkan tegangan.

7.

Korosi di bawah aliran listrik luar (asing)


Korosi yang ditimbulkan karena aliran listrik (tegangan ) asing. Contoh
Kabel penghantar listrik yang ditanam di tanah, karena di daerah sekitar
tersebut lembab/basah, maka timbul loncatan-elektron (aliran listrik) ke
tanah, yang menimbulkan terjadinya korosi pada bagian tersebut.

Bentuk
1. Bentuk muka beraturan
Permukaan benda kerja yang terkena korosi akan berkurang ketebalannya
dengan bentuk permukaan yang beraturan.
2. Bentuk erosi
Korosi karena reaksi kimia yang mempunyai agresifitas berlainan dari setiap
bagian sehingga berkurangnya ketebalan dari benda kerja tidak
beraturan/tidak merata.
3. Bentuk berlubang
Permukaan benda kerja yag terkena korosi, terjadi labang-lubang kecil.
Korosi ini sangat berbahaya.
Proses korosi dalam teknik merupakan beban ekonomis yang sangat berarti,
karena itu harus dicegah sedini mungkin.
Aplikasi lapisan pelindung pada bahan yang mudah dipengaruhi medium korosif
sering dilakukan orang, yang berarti meningkatkan potensial adalah satu
elektroda sel galvanis' itu.
Passivasi suatu tindakan teknis juga yang berarti mengubah tingkat
kemuliaan salah satu bahan terhadap yang lain, mengakibatkan
beda-potensial bahan-bahan pada bidang kontaknya kecil untuk
mencegah terjadinya korosi.
18. Zat-zat racun
Zat-zat yang mengandung racun dan berbahaya bagi manusia, binatang, organisme
hidup Iainnya dan Iingkungan, saat ini dan juga dimasa-masa yang akan datang
masih akan dipakai untuk kepentingan industri, pertanian dan lain
sebagainya.
Untuk kelamatan hidup dan kesehatan , penggunaan racun harus diatur
oleh
.
Badan pengawasan pemakaian zat-zat beracun mempunyai
...........................................................yang digolongkan dalam :

1. Jenis-jenis racun ...........................................seperti asam belerang.


2. Jenis-jenis racun untuk .....................................
seperti
produkproduk farmasi
3. Racun-racun .................................seperti pestisida.
Dengan cermat daftar ini mencatat nama dagang, zat-zat aktif racun,
kelas racun, pembuat atau importir, pemakaian, tindakan- tindakan
pengamanan pemakaian, label-label peringatan, dan lain sebagainya.
Derajat bahaya racun diatur oleh DL 50 (di negara-negara Eropa). DL = Dosis
letal (lethal-dosis) 50
Artinya = Dosis yang pada percobaan dengan binatang, misalnya tikus yang diberikan
selama 24 jam, akan menyebabkan kematian 5 dari jumlah binatang-binatang
percobaan tadi dalam waktu 5 hari.
Kelas racun (dosis diukur dari berat tubuh )

Contoh untuk racun kelas 1


Untuk manusia dengan berat tubuh 70 kg, dosis setinggi 70 x 5 mg akan
menimbulkan kemungkinan kematian 50 % dalam 5 hari.
Kemasan-kemasan jenis-jenis racun diatur dengan kemasan asli dari
pembuat dengan pengaturan sebagai berikut
Label hitam

Label kuning
Label merah

:
:

Untuk kelas racun 1 dan 2 dengan tulisan = racun


dan gambar tengkorak.
Untuk kelas racun 3
Untuk kelas racun 4 dan 5

Disamping itu, dicantumkan pada kemasan : jenis racun, pertolongan


pertama untuk kasus keracunan jenis ini, pembuat atau importir yang
dilengkapi dengan alamat pengedar.
Beberapa jenis racun dan kelasnya

Sementara ada beberapa jenis racun yang sama sekali


dilarang, misalnya :

Senyawa-senyawa timah yang digunakan untuk bahan-bahan cat bangunan.

air raksa, yang biasanya digunakan untuk pembasmi

Pangamanan racun

Bed untuk kemasan-kemasan racun yang tertutup dapat dalam kemasan


aslinya.
Menyimpan racun.......................................dari botol atau wadah-wadah yang
Iainnya, dalam lemari yang terkunci dengan ketinggian dari Iantai sekitar
1,6 m
Zat-zat..beracun
tanpa sebelumnya dinetralkan dengan pelarut-pelarutnya, atau menanyakan
pada ahli racun tentang tindakan tindakan pengamanannya.
Larutan-larutan yang beracun bekas ........................sebelum dibuang atau
diserahkan pada dinas kebersihan.
Misalnya larutan-larutan berikut :

larutan-larutan pencuci foto


pelarut yang bisa terbakar
Pelarut chiorida
asam
basa

DAFTAR ISI
Pendahuluan

1.

Proses Alam ..............................................................................................2

2.

Penggolongan Unsur ................................................................................3


2.1. Jenis Campuran ................................................................................3
2.2. Unsur-Unsur Kimia ...........................................................................7
2.3. Sistim Periodik ..................................................................................9

3. Struktur Unsur .............................................................................................11


3.1. Atom

....................................................................................12

3.2. Ion-Ion

....................................................................................13

3.3. Isotop

....................................................................................14

3.4. Molekul

....................................................................................14

4.

Analisa .....................................................................................................16

5.

Sintesa .....................................................................................................16

6.

Senyawa Kimia ........................................................................................18

7.

Fasa Mated ..............................................................................................19


7.1.

Materi Gas ...................................................................................21

7.2.

Materi Cairan ................................................................................23

7.3.

Materi Padat .................................................................................24

7.4.

Kelarutan

...................................................................................26

8.

Kristalisasi dan Amorph ........................................................................28

9.

Udara ....................................................................................................28

10. Air ..........................................................................................................29


11. Oksidasi ................................................................................................29
11.1. Oksidasi Sebagai Persenyawaan 29
11.2. Oksidasi Sebagai Proses Pembebasan..................... 30
Elektron
11.3. Oksigen; Zat Asam ......................................................................31
11.4. Oksidasi Logam ...........................................................................31
11.5. Pembakaran ................................................................................32
11.6. Ledakan .......................................................................................33
12. Reduksi .................................................................................................34
12.1. Proses Reduksi ...........................................................................34
12.2. Hidrogen ; Zat Air ........................................................................35
13. Karbon ..................................................................................................35
13.1. Komponen Zat Karbon ................................................................36
13.2. Karbon Dioksida ..........................................................................36
14. Basa, Asam dan Garam .......................................................................37
14.1. Netralisasi ....................................................................................40
14.2. Hidrolisa .......................................................................................41
15. Elektrolit danm Non Elektrolit .............................................................42
15.1. Elektrolisa ....................................................................................43

16. Elektro Kimia ........................................................................................45


17. Korosi ....................................................................................................46
18. Zat-zat Racun .......................................................................................58

KIMIA
DASAR

POLITEKNIK MANUFAKTUR
TIMAH
( POLMAN - TIMAH )
Jalan Jendral Sudirman 51, Pangkalpinang 33121, Bangka, Indonesia
Teip. (0711) 312067, 312278, Fax. (0711) 311053, TIx. 27700 TIMAHIA