Anda di halaman 1dari 59

FOOD

PT. QRS INTERNATIONAL


No. Dok.
SAFETY - QUALITY MANUAL Revisi
Tanggal
HALAMAN JUDUL
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
1 dari 47

FOOD SAFETY-QUALITY
MANUAL
PT. QRS INTERNATIONAL

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

LEMBAR PENGESAHAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
2 dari 47

LEMBAR PENGESAHAN

FOOD SAFETY QUALITY MANUAL

PT. QRS INTERNATIONAL

Copy
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Distribusi(Jabatan/Lokasi)
Direktur
General Manager
FSTL
Koordinator Audit Internal
Manager Purchasing

Dibuat Oleh :

Copy
No.
6.
7.
8.
9.
10.

Distribusi
(Jabatan/Lokasi)
Manager Produksi
Manager Marketing
QA/QC
HRD Grup Head
General Affair

Diperiksa oleh :

Disetujui oleh :

Nama :

Jabatan :
Tanggal :
Informasi yang terdapat di dalam dokumen ini adalah sepenuhnya milik PT. QRS
INTERNATIONAL.
Bab
Daftar Isi
Halaman
Cover
1
Lembar Pengesahan
2
Daftar Isi
3
Istilah dan Definisi
5
1
Komitmen Manajemen
8
1.1
Komitmen Manajemen dan Pengembangan yang
8
berkesinambungan
1.2
Struktur organisasi, tanggung jawab dan wewenang
10
manajemen
2
Rencana Keamanan Pangan
11
2.1
Tim Keamanan Pangan HACCP Codex Alimentarius step 1
11
2.2
Program Persyaratan Dasar
11
2.3
Deskripsi produk Codex Alimentarius step 2
11
2.4
Identifikasi Rencana Pengguna Codex Alimentarius step 3
12
2.5
Pembuatan Diagram ALir Codex Alimentarius step 4
12
2.6
Verifikasi Diagram Alir Codex Alimentarius step Codex
12
Alimentarius step 5
2.7
Daftar semua potensi bahaya yang berhubungan dengan
12
setiap tahapan proses,melakukan analisa bahaya dan
mempertimbangkan parameter untuk mengontrol bahaya
yang di identifikasi Codex Alimentarius step 6, Prinsip 1
2.8
Penentuan Critical Control Point (CCP)
13
Codex Alimentarius step 7, Prinsip 2
2.9
Penetapan Batas Kritis untuk setiap CCP
14
Codex Alimentarius step 8, Prinsip 3
2.10
Penetapan Sistem Monitoring untuk setiap CCP Codex
14
Alimentarius Step 9, Prinsip 4
2.11
Penetapan Tindakan Koreksi Codex Alimentarius Step 10,
14
Prinsip 5
2.12
Penetapan Prosedur Verifikasi Codex Alimentarius Step 11,
14
Prinsip 6
2.13
Dokumentasi HACCP dan Pemeliharaan Rekaman Codex
14
Alimentarius Step 12, Prinsip 7
2.14
Review Rencana HACCP
14
3
Sistem Manajemen Keamanan Pangan
15
3.1
Manual mutu dan keamanan pangan
15
3.2
Pengendalian dokumen
15
3.3
Penyelesaian dan pemeliharaan dokumen
16
3.4
Audit Internal
17
3.5
Persetujuan Supplier dan bahan baku dan Pelaksanaan
18
Monitoring
3.6
Spesifikasi
20
3.7
Tindakan Koreksi
20
3.8
Pengendalian Produk yang tidak sesuai
21
3.9
Identifikasi dan Mampu Telusur
21
3.10
Penanganan Komplain
21
3.11
Pengendalian Insiden (Tanggap darurat), Withdrawal dan
22
Penarikan Produk
4
Standar Bangunan
23
4.1
Standar Bangunan Luar
23
4.2
Security
23
4.3
Layout, Alur Proses, dan Pemisahan Area
24

4.4
4.5
4.6
4.7
4.8
4.9
4.10
4.11
4.12
4.13
4.14
4.15
5
5.1
5.2
5.3
5.4
5.5
5.6
6
6.1
6.2
6.3
7
7.1
7.2
7.3
7.4
A.
B.
C.
D.

Bangunan Pabrik
Bahan Pembantu air, es
Peralatan
Pemeliharaan
Fasilitas Staf
Pengendalian kontaminasi kimia dan fisik terhadap produk
Peralatan untuk mendeteksi dan menghilangkan benda
asing
Kebersihan dan higienitas
Limbah dan Pembuangan Limbah
Pest Control
Fasilitas Penyimpanan
Pengiriman dan Transportasi
Kontrol Produk
Desain Produk
Manajemen Allergen
Sumber, status, jaminan, dan klaim identitas bahan
pengawet
Pengemasan Produk
Pemeriksaan Produk dan Pengujian Laboratorium
Produk Release
Pengendalian Proses
Pengendalian Operasional
Kuantitas berat, volume dan pengendalian nomor
Kalibrasi dan pengendalian pengukuran dan alat monitoring
Personil
Pelatihan
Kesehatan personal
Medical screening
Pakaian Kerja
Surat Penunjukan
Tim Keamanan Pangan
Tim Audit Internal
Tim Tanggap Darurat
Tim Penarikan Kembali
Tabel Komunikasi

24
25
25
25
26
27
28
30
30
31
32
32
33
33
33
34
34
35
36
36
36
37
37
38
38
38
39
39
40
40
41
42
43
45

Catatan: pastikan anda membaca seluruh isi contoh manual ini, menyesuaikan
halaman pada daftar isi dengan isi dari pedoman/ manual ini dan juga disesuaikan
nama-nama, fungsi, departemen dan jabatan serta kata-kata yang relevan dengan
kondisi perusahaan anda.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

ISTILAH DAN DEFINISI

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
5 dari 47

Istilah dan Definisi


Istilah dan definisi yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Mutu dan
Keamanan Pangan yang digunakan di dalam Pedoman Keamanan Pangan ini, sesuai
dengan istilah dan definisi yang digunakan di dalam BRC Issue 6
Istilah Keamanan Pangan
Keamanan Pangan
: konsep bahwa makanan tidak akan menyebabkan
bahaya
kepada
konsumen
bila
disiapkan
dan/atau
dikonsumsi
berdasarkan
sasaran
pengunannya
Rantai Makanan

: rangkaian tahapan dan pelaksanaan yang terlibat dalam


produksi,
pengolahan,
distribusi,
penyimpanan,
dan
penanganan makanan dan ingridient-nya, dari produksi awal
hingga tahapan konsumsi

Bahaya Keamanan Pangan: senyawa biologi, kimia, atau fisik dalam makanan, atau
kondisi makanan, dengan potensi yang menyebabkan dampak
kesehatan yang merugikan
Resiko

: kombinasi dari kemungkinan kejadian yang merugikan dan


tingkat keparahan dari kerugian tersebut.

Kebijakan Keamanan Pangan: keseluruhan niat dan arah suatu organisasi yang
berhubungan dengan keamanan pangan yang secara formal
dinyatakan oleh manajemen puncak

Produk Akhir

: Produk yang tidak akan mengalami pengolahan lebih lanjut


atau perubahan bentuk oleh organisasi tersebut

Diagram Alir

: Tampilan skematis (Dalam bentuk bagan) dan sistematis


dari rangkaian dan interaksi tahapan demi tahapan

Tindakan Pengendalian
: Tindakan atau aktifitas yang dapat digunakan untuk
mencegah atau menghilangkan suatu bahaya keamanan
pangan atau menguranginya hingga ke batas yang dapat
diterima
PRP

: Prerequisite programme atau Program Persyaratan dasar


kondisi dasar dan aktiftas yang diperlukan untuk memelihara
lingkungan yang higienis sepanjang rantai makanan yang
sesuai untuk proses produksi, penanganan dan ketetapan
produk akhir yang aman dan makanan yang aman untuk
konsumsi manusia

Operational PRP

: Operational Prerequisite programme yang diedentiikasi


dengan analisa bahaya sebagai hal yang penting dalam
rangka
mengendalikan
kemungkinan
adanya
bahaya
keamanan pangan pada dan/atau kontaminasi atau
perkembangbiakan bahaya keamanan pangan dalam produk
atau di lingkungan pengolahan

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

ISTILAH DAN DEFINISI

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
6 dari 47

CCP

Critical Control Point, tahapan dimana pengendalian dapat


diterapkan dan penting untuk mencegah atau menghilangkan
suatu bahaya keamanan pangan atau menguranginya hingga
ke batas yang dapat diterima
Kriteria yang memisahkan mana yang dapat diterima dari
yang tidak dapat diterima

Batas Kritis

Pemantauan

Pelaksanaan suatu rangkaian observasi atau pengukuran yang


direncanakan untuk menilai apakah tindakan pengendalian
berjalan sesuai rencana

Koreksi

Tindakan untuk menghilangkan suatu ketidaksesuaian yang


terdeteksi

Tindakan Korektif :

Tindakan
untuk
menghilangkan
penyebab
suatu
ketidaksesuaian yang terdeteksi atau situasi yang tidak
diharapkan

Validasi

mendapati bukti bahwa tindakan pengendalian yang dikelola


dalam dokumentasi HACCP dan dengan operasianl PRP benarbenar efektif

Verifikasi

Konfirmasi, melalui penyediaan bukti sasaran,


persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi

Pembaharuan

Aktivitas yang segera dan/atau


memastikan aplikasi informasi terbaru

direncanakan

bahwa
untuk

Istilah Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan


Sistem Manajemen Mutu : Jaringan dari proses-proses mutu yang berhubungan.
Tiap proses menggunakan sumber daya untuk merubah input
menjadi outputnya. Output dari salah satu proses akan
menjadi input bagi proses lain. Jalinan tersebut terhubung
bersama dan membentuk sebuah sistem.
Organisasi

: Organisasi yang dimaksud dalam pedoman


keamanan pangan ini adalah PT QRS INTERNATIONAL

Prosedur

: Alur kerja yang menjabarkan aktivitas yang dilakukan oleh


dua atau lebih bagian untuk mencapai kesesuaian. Prosedur
juga menjelaskan wewenang serta tanggung jawab masingmasing pelaksana proses.

Dokumen Pendukung

: Dapat berupa Instruksi Kerja, Formulir, Standar, serta


dokumen lain yang mendukung kegiatan Sistem Manajemen
Mutu dan Keamanan Pangan di PT. QRS INTERNATIONAL

Dokumen Eksternal

: Surat Edaran, Keputusan Menteri, Peraturan, dan UndangUndang yang mendukung kinerja proses serta merupakan
prasyarat yang harus dipenuhi.

Catatan Mutu

: Bukti pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan


Pangan yang efektif. Catatan mutu merupakan bukti objektif
yang memperlihatkan kinerja sistem dan hasilnya.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

No. Dok.
Revisi

FSQM.FSTL.01

00

ISTILAH DAN DEFINISI


Pelanggan
Produk

Tanggal
Halaman

20-06-2014
7 dari 47

:
Semua orang yang menerima layanan/produk dari PT.
QRS INTERNATIONAL
:

Produk yang di hasilkan oleh PT. QRS INTERNATIONAL

Supplier/Rekanan

:
Pihak eksternal yang memberikan pasokan barang/ jasa
kepada PT. QRS INTERNATIONAL termasuk diantaranya bahan
baku, bahan bahan pembantu, dan bahan kemasan.

Badan Sertifikasi:

Badan independen yang memenuhi kriteria badan akreditasi


dari Negara tertentu untuk melaksanakan audit dalam
mencapai kesesuaian dengan BRC Issue 6.

Badan Akreditasi:

Badan independen yang mengeluarkan sertifikat dan


menjamin kualitas sistem perusahaan sudah memenuhi aturan
BRC yang diterapkan dalam organisasi tersebut..

Wakil Manajemen/FSTL
: Personal yang ditugaskan mengkoordinir Tim Mutu
dan Keamanan Pangan untuk mengelola Sistem Manajemen
Mutu dan Keamanan Pangan di PT. QRS INTERNATIONAL secara
efektif.
Tim Mutu dan Keamanan Pangan : Tim fungsional yang dibentuk oleh Manajemen
PT. QRS INTERNATIONAL untuk menangani segala sesuatu
yang terkait dengan Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan
Pangan.
Document Controller :
Salah satu anggota dalam Tim Mutu yang bertanggung
jawab sebagai Document Controller mengidentifikasi sampai
dengan mendistribusikan dokumen dalam lingkup Sistem
Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan PT.
QRS
INTERNATIONAL
Pelaksana proses

:
Orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan
proses dalam lingkup operasional
PT. QRS
INTERNATIONAL

Kepuasan Pelanggan :
Persepsi pelanggan tentang derajat telah dipenuhinya
persyaratan pelanggan.
Perbaikan berlanjut :
Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan
memenuhi persyaratan.
Pengendalian Mutu :
Usaha atau kegiatan yang berkesinambungan untuk
mendeteksi terjadinya ketidaksesuaian dan mencegah
berulangnya ketidaksesuaian tersebut.
Mampu telusur

Verifikasi

Tinjauan Ulang

:
Kondisi dimana setiap identifikasi yang diberikan pada
produk atau layanan dapat membuktikan keterkaitannya
terhadap proses sebelumnya.
:

Kegiatan yang dilakukan untuk membandingkan persyaratan


dengan hasil proses, dimana persetujuan harus diberikan oleh
penanggung jawab proses.
:
Kegiatan yang dihadiri oleh dua pihak atau lebih untuk
menyamakan persepsi terhadap kemampuan pemenuhan
persyaratan produk atau layanan.

Audit Internal

Pemeriksaan
yang
dilakukan
secara
sistematis
dan
independen untuk menemukan bukti yang cukup bahwa
Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan dilaksanakan
dengan efektif dan memenuhi standar yang berlaku.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

KOMITMEN MANAJEMEN

1.1

No. Dok.

FSQM.FSTL.01

Revisi

00

Tanggal

20-06-2014

Halaman

8 dari 47

1. Komitmen Manajemen
Komitmen Manajemen dan Pengembangan yang berkesinambungan

Manajemen mempunyai komitmen dalam penerapan persyaratan Global


Standard for Food Safety dan memfasilitasi pengembangan Sistem
Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan yang berkesinambungan
1.1.1

Direktur PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan Kebijakan Mutu dan


Keamanan Pangan, Visi dan Misi yang menyatakan bahwa PT. QRS
INTERNATIONAL bertekad untuk memenuhi persyaratan dalam
menghasilkan produk yang legal dan aman dan memenuhi persyaratan
pelanggan. Kebijakan Mutu dan Keamanan Pangan di tandatangani oleh
Direktur dan di komunikasikan dan memastikan bahwa Kebijakan Mutu
dan Keamanan Pangan, Visi dan Misi sudah di pahami oleh seluruh
karyawan

KEBIJAKAN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN


PT. QRS menetapkan kebijakan keamanan pangan yaitu

QRS
Q = Quality

Berkomitmen menciptakan produk yang bermutu tinggi.

R = Reliablitiy

Menjamin proses produksi pangan yang higienis mulai


dari penerimaan bahan sampai distribusi

S = Safety

Berkomitmen menciptakan produk yang aman untuk


dikonsumsi.

Direktur Utama bertanggung jawab atas komunikasi dan pemahaman Kebijakan


Mutu dan Keamanan Pangan dan memastikan bahwa Kebijakan dipahami pada
semua tingkatan di dalam perusahaan.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

KOMITMEN MANAJEMEN

No. Dok.

FSQM.FSTL.01

Revisi

00

Tanggal

20-06-2014

Halaman

9 dari 47

1.1.2

Manajemen menetapkan sasaran mutu untuk


memeliharadan
mengembangkan produk
yang legal dan aman dan memenuhi
persyaratan pelanggan, sesuai dengan Kebijakan Mutu dan Global
Standard for Food Safety.
Sasaran Mutu di dokumentasikan dan pencapaiannya dapat diukur
dengan jelas. Personal in charge masing-masing departemen harus
mengajukan Sasaran Mutu yang disetujui oleh Direktur, di monitor dan di
laporkan kepada Direksi setiap 3 bulan sekali

1.1.3

Personal in charge masing-masing departemen harus memberikan laporan


kepada direksi atau General Manajer melalui rapat Tinjauan Manajemen
yang diadakan sedikitnya 1 tahun sekali. Rapat Tinjauan Manajemen
bertujuan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Mutu dan

10

a.

c.
d.
e.

Keamanan Pangan sesuai dengan Global Standard for Food Safety dan
Sasara Mutu yang ditetapkan. Rapat Tinjauan Manajemen meliputi
evaluasi terhadap :
- Tindak lanjut dari Tinjauan Manajemen sebelumnya
Hasil audit internal, audit pihak kedua/ketiga
Komplain Pelanggan dan hasil review pelanggan
Situasi darurat, tindakan koreksi, hasil yang tidak sesuai spesifikasi
dan produk yang tidak sesuai
Review Penerapan PRP dan Rencana HACCP
Sumber-sumber persyaratan.
Keluaran dari tinjauan manajemen harus memasukkan keputusan dan
tindakan untuk :
Jaminan Mutu, Legalitas dan Keamanan Pangan
b. Peningkatan Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan
dan proses yang berkaitan.
Peningkatan produk sesuai dengan keinginan Pelanggan.
Kebutuhan sumber daya.
Revisi kebijakan dan sasaran Mutu dan Keamanan Pangan
Keputusan dan tindakan yang di sepakati dikomunikasikan kepada Person
In Charge dan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang di sepakati.
Document Controller bertanggung jawab untuk menyimpan hasil tinjauan
manajemen.

1.1.4

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai Program Rapat setiap satu bulan


sekali yang membahas masalah isu food safety, kualitas, dan legalitas
dan mempertimbangkan resolusi isu-isu yang menuntut tindakan yang
harus segera di lakukan.

1.1.5

Manajemen menyediakan sumber daya manusia dan finansial yang


dipersyaratkan untuk memproduksi produk yang aman yang sesuai
dengan persyaratkan Globar Standard for Food Safety Issue 6 dan untuk
penerapan Rencana HACCP berdasarkan Keamanan Pangan.

1.1.6

Manajemen
mempunyai system yang memastikan bahwa PT. QRS
INTERNATIONAL
memelihara
informasi
ilmu
pengetahuan
dan
perkembangan teknologi, semua yang berhubungan dengan peraturan
yang berlaku di negara produk akan di jual.

1.1.7

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai


Issue 6 yang asli.

1.1.8

PT. QRS INTERNATIONAL setelah disertifikasi Global Standard for Food


Safety Issue 6, memastikan bahwa pemberitahuan untuk sertifikat ulang
dilakukan sebelum masa berlaku yang ada di sertifikat berakhir.

1.1.9

Direktur atau General Manager mengikuti jalannya proses Audit terutama


saat pembukaan dan penutupan Audit Global Standard for Food Safety
Issue 6. Manager dan Kepala Bagian yang terkait beserta deputinya

Global Standard for Food Safety

11

mengikuti proses Audit Global Standard for Food Safety Issue 6 mulai dari
pembukaan sampai penutupan Audit.
1.1.10

Manajemen memastikan bahwa akar masalah dari temuan


ketidaksesuaian pada audit sebelumnya telah dilakukan tindakan koreksi
secara efektif berdasarkan Global Standard for Food Safety Issue 6 untuk
mencegah pengulangan temuan ketidak sesuaian.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

KOMITMEN MANAJEMEN
1.2

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
10 dari 47

Struktur Organisasi, Tanggung jawab dan Wewenang Manajemen

PT. QRS INTERNATIONAL


mempunyai struktur organisasi dan jalur
komunikasi antarbagian yang jelas dalam menjalankan Sistem Manajemen
Mutu, Legalitas dan Pangan secara efektif
1.2.1

1.2.2

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai tabel Struktur Organisasi yang


menggambarkan struktur manajemen perusahaan. tanggung jawab dan
wewenang dalam menjalankan Sistem Manajemen Mutu, Legalitas, dan
Keamanan Pangan telah di komunikasikan dan di mengerti oleh Person In
Charge pada masing- masing departemen. PT. QRS INTERNATIONAL juga
menetapkan deputi untuk masing-masing departemen yang akan
mewakili jika manajer/kepala bagian tidak bisa mengikuti audit. Tugas dan
wewenang di dokumentasikan oleh departemen HRD.
Manajemen memastikan bahwa semua karyawan mengerti dan
menjalankan tugas dan wewenang yang diberikan. Dokumen instruksi
kerja
tersedia
pada
bagian
dimana
aktifitas
berjalan,
diidentifikasi,dimengerti dan bisa di akses oleh karyawan
Untuk karyawan yang memiliki posisi struktural dengan pekerjaan inti
yang dapat diuraikan langsung pekerjaannya dalam Instruksi Kerja, maka
tidak diperlukan Job Description (Intruksi Kerja harus mudah diidentifikasi
dan di akses)

Direktur menetapkan FSTL untuk Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan


Pangan dan memiliki wewenang serta tanggung jawab untuk tugas sebagai
berikut:
a. Mengelola tim mutu dan keamanan pangan dan mengatur pekerjaannya
b. Memastikan pendidikan dan pelatihan yang relevan dari anggota tim
mutu dan keamanan pangan
c. Menyusun, menetapkan, menerapkan dan memelihara proses yang
dibutuhkan untuk Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan
serta melakukan pembaharuan jika diperlukan,
d. Melaporkan ke Direktur atas unjuk kerja dan efektifitas Sistem
Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan serta kebutuhan untuk
peningkatan.
e. Mempromosikan kebutuhan Pelanggan kepada seluruh jajaran di
perusahaan.

12

f.

Menjadi penghubung dengan pihak luar perusahaan yang berkaitan


dengan Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

RENCANA KEAMANAN
PANGAN - HACCP
2

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

11 dari 47

00
20-06-2014

HACCP (HACCP Plan)

PT. QRS INTERNATIONAL menerapkan Rencana HACCP secara menyeluruh


dan efektif berdasarkan Prinsip HACCP Codex Alimentarius
2.1. Tim Keamanan Pangan
PT. QRS INTERNATIONAL membentuk :
- Tim Keamanan Pangan yang berlatar belakang dari berbagai macam disiplin
ilmu yang bertanggung jawab di bagian quality control, produksi, teknisi,
dan departemen yang terkait
- Ketua Tim Keamanan Pangan memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait
dengan HACCP
- Semua anggota Tim Keamanan Pangan mengetahui proses produksi di PT.
QRS INTERNATIONAL
- Ketua dan Tim Keamanan Pangan pernah mendapat Pelatihan terkait dengan
HACCP
2.2. Program Persyaratan Dasar ( PRP)
Program PRP ditetapkan, diterapkan dan dipelihara di seluruh sistem untuk
membantu pengendalian kemungkinan munculnya bahaya keamanan pangan
pada produk melalui lingkungan kerja, kontaminasi biologi, kimia dan fisik pada
produk, termasuk kontaminasi silang antar produk dan mengendalikan tingkat
bahaya keamanan pangan pada produk dan lingkungan proses produksi.
Program PRP yang ada disesuaikan dengan persyaratan Global Standard for
Food Safeety Issue 6, kebutuhan dan ukuran organisasi yaitu

13

Cleaning dan sanitasi


Pest Control
Program Perawatan Mesin dan Bangunan
Kebersihan Personil
Training Karyawan
Pembelian
Pengiriman
Pencegahan Kontaminasi silang
Kontrol Allergen
Verifikasi terhadap efektifitas penerapan PRP ini direncanakan, ditinjau
kesesuaian dan pelaksanaannya serta dimodifikasi sesuai kebutuhan. Program
PRP dipiih, ditetapkan dan disahkan oleh Tim Keamanan Pangan dalam bentuk
Dokumentasi PRP.
2.3 Deskripsi Produk

PT. QRS INTERNATIONAL menentukan Deskripsi Produk berdasarkan Proses


Produksi yaitu
- Komposisi seperti bahan baku, bahan tambahan, bahan kemas dan lain-lain
Asal bahan
Karakteristik bahan secara kimia, fisika, biologi
Gambaran proses secara garis besar
Cara Pengemasan
Penyimpanan dan Pengiriman
Umur simpan, informasi pada label
Semua informasi yang dibutuhkan untuk menentukan Analisa Bahaya harus
disimpan, di pelihara, dan selalu di perbaharui, seperti Literatur, Pengalaman
yang spesifik pada Produk, Aturan FDA, Aturan Codex Alimentarius, Legalisasi
Negara Pelanggan dan Persyaratan Pelanggan.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

RENCANA KEAMANAN
PANGAN - HACCP

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

12 dari 47

00
20-06-2014

2.4 Identifikasi Rencana Pengguna


PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan identifikasi Rencana Pengguna, misalnya
adalah target pengguna, saran penyimpanan, petunjuk penggunaan (contoh.
bayi, orang tua, penderita alergi)
2.5 Pembuatan Diagram Alir

Dalam membuat Diagram Alir, PT. QRS INTERNATIONAL berdasarkan pada


Kategori Proses, mulai dari penerimaan bahan baku, proses, penyimpanan dan
pengiriman seperti
Lay Out bangunan dan peralatan
Bahan baku dan utilitas
Urutan dan interaksi proses
Proses yang di kerjakan oleh pihak luar

14

Parameter proses
Potensi proses yang mengalami penundaan
Pengerjaan ulang
Pemisahan area (resiko rendah, sedang, tinggi)
Semi proses produksi dan limbah
2.6 Verifikasi Diagram Alir
Tim Keamanan Pangan harus melakukan verifikasi Diagram Alir minimal 1 tahun
sekali dengan cara melihat di Area Produksi, apabila ada kegiatan harian dan
musiman yang berbeda harus tetap dilakukan Verifikasi Diagram Alirnya. Bukti
Verifikasi harus di simpan/di pelihara.
2.7 Daftar semua potensi bahaya yang berhubungan dengan
setiap
tahapan proses,melakukan analisa bahaya dan mempertimbangkan
parameter untuk mengontrol bahaya yang di identifikasi
2.7.1 Tim Keamanan Pangan mengidentifikasi dan merekam semua potensi
bahaya yang di duga terjadi pada setiap tahapan proses yang
berhubungan dengan produk, proses dan fasilitas termasuk bahaya pada
bahan baku, yang muncul selama proses atau tahapan proses, dan resiko
allergen. Hal ini juga memperhitungkan tahapan sebelum dan selanjutnya
dalam rantai proses.
2.7.2 Tim Keamanan Pangan melakukan analisa bahaya untuk mengidentifikasi
bahaya yang dapat di cegah, di kurangi sampai pada level yang bisa
diterima dengan mempertimbangkan:
- kemungkinan kejadian
- tingkat keparahan jika di konsumsi
- sensitifitas
- ketahanan dan multiplikasi mikroorganisme pada produk
- Adanya atau produksi toxin, bahan kimia, atau benda asing
- kontaminasi bahan baku, semi proses, atau produk akhir
Jika pemusnahan bahaya tidak dilaksanakan, penjelasan level yang bisa
diterima pada bahaya ditentukan dan di dokumentasi/di simpan.
2.7.3 Tim Keamanan Pangan mempertimbangkan tindakan pengendalian untuk
mencegah atau mengurangi bahaya keamanan pangan sampai pas alevel
yang bisa di terima. Jika kontrol di capai melalui PRP, harus dinyatakan
dan ketercukupan program untuk mengontrol bahaya di validasi.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

RENCANA KEAMANAN PANGAN


- HACCP

No. Dok.

FSQM.FSTL.01

Revisi

00

Tanggal

20-06-2014

Halaman

13 dari 47

2.8 Penentuan Critical Control Point

15

Di PT. QRS INTERNATIONAL, dalam menetapkan titik kendali kritis melalui Pohon
Keputusan, Codex Alimentarius dan Persyaratan Legal yang berlaku di Negara
Pelanggan. Proses CCP ini digunakan untuk mencegah dan mengurangi bahaya
sampai batas yang dapat di terima.
Titik kritis yang di tetapkan alah pada tahap :
- Penerimaan Bahan Baku
- Metal detecting
- Pengepakan
Operasional PRP ditetapkan dan didokumentasikan untuk bahaya keamanan
pangan yang dinilai signifikan namun tidak menjadi CCP (Critical Control Point).
Adapun dalam pelaksanaanya OPRP meliputi informasi:
- Bahaya keamanan pangan yang dikendalikan oleh operasional PRPs
- Tindakan pengendalian yang ditetapkan
- Prosedur pemantauan yang menunjukkan implementasi OPRPs
- Koreksi dan tindakan korektif yang dilakukan jika OPRP tidak terkendali
- Tanggung jawab dan wewenang personil yang menangani OPRPs, serta
- Catatan hasil pemantauannya.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014

16

RENCANA KEAMANAN
PANGAN - HACCP

Halaman

14 dari 47

2.9 Penetapan Batas Kritis untuk setiap CCP


Dalam menetapkan batas kritis semua CCP harus dapat di ukur, seperti suhu,
waktu. Tim Keamanan Pangan harus memastikan bahwa setiap CCP harus
tervalidasi, dokumen hasil validasi harus dipelihara untuk membuktikan bahwa
tindakan pengendalian dan batas kritis dapat mengurangi bahaya sampai batas
yang bisa di terima. Validasi di lakukan setiap 1 tahun sekali
2.10 Penetapan Sistem Monitoring untuk setiap CCP
2.10.1 PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan prosedur monitoring untuk setiap
CCP, untuk memastikan kesesuaiannya dengan batas kritis. Sistem
monitoring
berupa
Apa,
Dimana,
Kapan,
Siapa,
dan
Bagaimana.Monitoring dilakukan secara online, offline, berkelanjutan.
2.10.2 Rekaman yang berhubungan dengan monitoring setiap CCP meliputi
tanggal, waktu, hasil pemantauan dan ditandatangani oleh karyawan
yang bertanggung jawab melakukan monitoring, rekaman di cek dan di
verifikasi oleh FSTL.
2.11 Penetapan Tindakan Koreksi
2.11.1 Tim Keamanan Pangan harus membuat dokumen terkait dengan
Tindakan Pengendalian saat ada indikasi Batas Kritis terlampaui ataupun
pada saat produk bermasalah pada waktu proses termasuk menentukan
karyawan yang akan melakukan tindakan koreksi pada produk yang
telah di produksi selama proses.
2.12 Penetapan Prosedur Verifikasi
2.12.1 PT. QRS INTERNATIONAL melakukan verifikasi untuk menegaskan bahwa
Rencana HACCP, termasuk PRP(s) di terapkan secara efektif,
memastikan tingkat bahaya selalu terkendali dalam tingkat penerimaan
yang telah ditetapkan serta prosedur lain yang relevan dan diperlukan
juga diterapkan secara efektif. Hasil
verifikasi di simpan dan
dikomunikasikan pada Tim HACCP Keamanan Pangan
2.13 Dokumentasi HACCP dan Pemeliharaan Rekaman
2.13.1 PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan bahwa semua dokumentasi terkait
Rencana HACCP dan PRP selalu dipelihara
2.14 Review Rencana HACCP
2.14.1 Tim Keamanan Pangan harus mereview Rencana HACCP dan Pedoman
PRP minimal 1 tahun sekali, misalnya apabila ada pergantian bahan
baku, bahan tambahan, perubahan proses, perubahan peralatan,
perubahan kemasan, perubahan penyimpanan, perubahan kondisi
pengiriman, perubahan rencana pengguna, munculnya resiko bahaya
baru dan apabila ada perkembangan ilmu pengetahuan secara ilmiah
yang berkaitan dengan bahan baku dan proses produksi. Rencana
HACCP dan Pedoman Keamanan Pangan wajib untuk di dokumentasikan
dan di validasi ulang.

17

PPT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

15 dari 47

00
20-06-2014

3. Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan


3.1

Manual Mutu dan Keamanan Pangan


Proses dan prosedur yang memenuhi persyaratan Global Standar for
Food Safety Issue 6 harus didokumentasikan untuk menunjukkan
aplikasi yang konsisten, fasilitas pelatihan, dukungan penelitian dalam
memproduksi produk yang aman
3.1.1

PT. QRS INTERNATIONAL menyusun Prosedur terdokumentasi , metode


kerja, dan penerapannya dalam bentuk form dan di cetak atau di simpan
dalam USB
3.1.2 Manual Mutu dan Keamanan Pangan di terapkan secara menyeluruh dan
tersedia pada karyawan - karyawan yang terkait
3.1.3 Semua prosedur dan instruksi kerja dapat dibaca, jelas, dalam bahasa
yang dimengerti dan cukup detail untuk penerapan yang tepat oleh
karyawan yang tepat. Termasuk penggunaan foto, diagram atau instruksi
yang bergambar di mana catatan saja tidak cukup.
3.2 Pengendalian Dokumen
PT. QRS INTERNATIONAL menjalankan Sistem Pengendalian dokumen yang
efektif untuk memastikan penggunaan versi dokumen termasuk form yang
tepat.
3.2.1 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur yang mengatur dokumen
yang
merupakan bagian dari Sistem Mutu dan Keamanan pangan
meliputi :
- Daftar semua dokumen yang dikendalikan versi terbaru
- Metode untuk mengidentifikasi dan mengesahkan dokumen yang
dikendalikan
- Rekaman alasan perubahan atau amandemen dokumen
- Sistem untuk penggantian dokumen yang ada pada saat di update

18

Food Safety-Quality Manual, Pernyataan Kebijakan Keamanan Pangan dan kebijakan lainnya yang relevan

Prosedur terdokumentasi (Standard Operation Procedure)

Dokumen pendukung yang lebih teknis untuk melengkapi agar prosedur berjalan efektif (Instruksi Kerja, Jadwa

Rekaman hasil kerja/hasil aktifitas verifikasi operasional

A. Gambar Struktur Dokumentasi PT. QRS INTERNATIONAL

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

16 dari 47

00
20-06-2014

FSTL menyusun dan memelihara Pedoman Mutu dan Keamanan Pangan, yang
akan ditinjau ulang secara periodik oleh Tim Mutu dan Keamanan Pangan dan
disetujui oleh Direktur .Pedoman Mutu dan Keamanan Pangan tersebut berisi :
a. Ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan, termasuk
detail dan kekecualian penerapan.
b. Referensi prosedur yang dibuat untuk menunjang Sistem Manajemen
Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Lihat Bagian 10/Matriks
Prosedur vs. BRC Issue 6).
c. Penjelasan interaksi antara proses dari Sistem Manajemen Mutu dan
Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Lihat Lampiran 1./Model Proses
PT.QRS).
Prosedur terdokumentasi (Standard Operating Procedures) menggambarkan
penjelasan mengenai proses yang harus dilakukan untuk menghasilkan output
atau memberi nilai tambah pada produk.
Penjelasan proses berkenaan dengan siapa yang
melaksanakan dan apa kegiatan yang harus dilaksanakan.

bertugas

untuk

Dokumen pendukung merupakan dokumen-dokumen yang menjelaskan dengan


lebih terperinci, bagaimana suatu kegiatan harus dilaksanakan. Dokumen
pendukung dapat berupa Instruksi Kerja, Standard, Checklist, maupun

19

Form.Prosedur Pengendalian Dokumen dibuat untuk mengendalikan dokumen


internal dan eksternal (seperti dokumen milik Pelanggan, dokumen dari
perusahaan lain dll).
3.3 Penyelesaian dan Pemeliharaan dokumen
PT. QRS INTERNATIONAL memelihara rekaman asli untuk menunjukkan
pengendalian dokumen yang efektif dari keamanan, legalitas, dan mutu
produk
3.3.1 Rekaman harus di sahkan, di pertahankan dalam kondisi yang baik dan
bisa di dapatkan kembali. Jika ada perubahan pada rekaman harus di
sahkan dan penjelasan harus direkam. Jika rekaman berupa bentuk
elektronik harus di sediakan data back up untuk mencegah kehilangan
data
3.3.2 Rekaman harus di pertahankan untuk waktu yang jelas dengan
pertimbangan yang diberikan bagi persyaratan legal atau konsumen
dan sesuai dengan umur simpan produk. Hal ini di perhitungkan jika di
spefikasikan pada label, kemungkinan di perluas oleh konsumen.
Minimal, rekaman harus di pertahankan sesuai dengan umur simpan
produk plus 12 bulan.
Setelah mendapatkan persetujuan, Document Controller mendistribusikan
dokumen yang baru dan menarik dokumen yang lama untuk dimusnahkan.
Dokumen yang kadaluarsa yang masih disimpan untuk dipergunakan untuk
tujuan lain diberi tanda yang jelas.
Semua penerima dokumen menjaga agar dokumen tidak diperbanyak tanpa
seizin Document Controller, dokumen tersedia pada tempat yang mana
dokumen tersebut dibutuhkan dan dokumen yang lama ditarik dari peredaran
untuk diserahkan pada Document Controller.
Personal in charge masing-masing departemen akan secara periodik mengecek
status dokumen untuk memastikan pengguna dokumen menggunakan versi
yang terakhir. Apabila menerima
dokumen baru yang relevan atau perubahan dari dokumen yang lama, maka
Personal in charge masing-masing departemen harus menginformasikan
kepada pihak yang bersangkutan di bagian masing-masing atau bagian lain
yang memerlukan.
Setiap Personal in charge masing-masing departemen bertanggung jawab
untuk mengumpulkan catatan Mutu dan Keamanan Pangan, memisahkannya
berdasarkan indeks dan menyimpannya sedemikian rupa sehingga mudah
diambil bila diperlukan. Waktu kadaluarsa untuk setiap catatan Keamanan
Pangan ditetapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing catatan
Keamanan Pangan.Catatan Mutu dan Keamanan Pangan disimpan di dalam
lemari sehingga terhindar dari kerusakan dan kehilangan namun tetap mudah
dicari bila diperlukan.
Apabila catatan sudah melewati masa simpan maka akan dimusnahkan dengan
crusher disertai berita acaranya, sehingga semua hal yang dilakukan memiliki
sistem dokumentasi dan catatan yang baik

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

17 dari 47

00
20-06-2014

20

3.4Audit Internal
PT. QRS INTERNATIONAL dapat menunjukkan bahwa Audit Internal
memverifikasi penerapan Rencana Keamanan Pangan secara efektif dan
penerapan persyaratan Global Standard for Food Safety
3.4.1

3.4.2

3.4.3

3.4.4

PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan audit internal harus dilaksanakan


paling sedikit setiap 6 bulan sekali, sebagai upaya untuk memastikan
efektifitas system manajemen keamanan masih sesuai dengan
persyaratan. Audit dilakukan berdasarkan kepentingan dan status dari
aktifitas Keamanan Pangan.
Audit Internal di laksanakan oleh Auditor yang telah mendapatkan
pelatihan. Koordinator Audit Internal menyusun rencana audit Keamanan
Pangan Internal.Koordinator Audit Internal menentukan personal
pelaksana audit internal (auditor) dari personal internal perusahaan
yang mempunyai kemampuan dan harus mandiri dari tanggung jawab
bagian yang diaudit.
Auditor Internal harus membuat Laporan Audit terhadap kesesuaian dan
ketidaksesuaian yang berhasil diidentifikasi pada saat audit dan
meminta tindakan perbaikan setelah mendapat persetujuan FSTL dan
Personal in charge masing-masing departemen. Sejauh diperlukan,
auditor membuat rekomendasi untuk perbaikan atas ketidaksesuaian
yang teridentifikasi.Personal in charge masing-masing departemen harus
menjelaskan secara rinci tindakan perbaikan dan tanggal penyelesaian
pada Laporan Audit.
Sesuai dengan instruksi FSTL, auditor harus melaksanakan audit tindak
lanjut dan memverifikasi status dan efektifitas tindakan perbaikan yang
dilakukan oleh Bagian yang bersangkutan dalam Laporan Audit.
Koordinator Audit harus membuat Laporan Audit Internal sesuai dengan
keadaan sebenarnya dan diberikan kepada Direktur yang selanjutnya
dimanfaatkan sebagai bahan tinjauan sistem manajemen Keamanan
Pangan.
Setiap 1 bulan sekali di PT. QRS INTERNATIONAL harus ada inspeksi
terkait dengan kebersihan dan kerapihan yaitu pada bangunan dan
peralatan, inspeksi untuk mengidentifikasi resiko terhadap produk dari
gedung dan peralatan di mana dilakukan berdasarkan resiko yang ada
tetapi tidak lebih dari 1 bulan pada area proses. Hasil inspeksi harus di
simpan dan dipelihara.

21

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

18 dari 47

00
20-06-2014

3.5 Persetujuan Supplier dan bahan baku dan Pelaksanaan Monitoring


PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai Sistem Persetujuan Supplier dan
Pelaksanaan Monitoring untuk memastikan bahwa pengendalian potensi
resiko terhadap keamanan, legalitas, kualitas produk akhir dari bahan
baku ( termasuk bahan Pengemas) di mengerti
3.5.1. Pembelian Bahan Baku dan Bahan Pengemas
3.5.1.1 PT. QRS INTERNATIONAL melakukan dokumentasi penilaian resiko
dari setiap bahan baku untuk mengidentifikasikan potensi resiko
terhadap keamanan, legalitas, kualitas produk akhirdengan
memperhitungkan :
- Kontaminasi allergen
- Resiko benda asing
- Kontaminasi mikrobiologi
- Kontaminasi bahan kimia
- Kondisi bahan baku bagi kualitas produk akhir
Penilaian resiko berdasarkan prosedur penerimaan dan seleksi
supplier dan proses persetujuan dan monitoring supplier
3.5.1.2 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai Dokumen Persetujuan
Supplier
dan
prosedur
monitoring
berkelanjutan
untuk
memastikan suuplier menangani produk dalam keadaan yang
bersih, menangani resiko pada keamanan dan kualitas bahan
baku dan proses mampu telusur secara efektif. Prosedur
Persetujuan dan Monitoring dilaksanakan dengan cara:
- Audit supplier
- Audit pihak ketiga atau sertifikasi
- Kuisioner
Jika Persetujuan dilaksanakan dengan cara kuisioner, akan di
tinjau kembali minimal 3 tahun untuk mengetahui adanya
perubahan yang signifikan .
Produk yang dibeli oleh perusahaan harus berpatokan pada
Approved Vendor List/AVL sehingga produk yang dibeli terjamin
ketersediaannya baik dari segi fisik maupun mutu.Bila Pemasok
yang ada dalam AVL karena suatu hal tidak dapat memasok
produk, maka Bagian Pembelian menyeleksi Pemasok (supplier)
baru yang terbaik dari beberapa Pemasok (supplier) yang
ada.Pemasok (supplier) baru yang mampu menunjukkan
kemampuan dapat masuk ke dalam AVL, dan Pemasok yang
adadalam AVL harus selalu dievaluasi kemampuannya untuk

22

menyediakan produk yang dipesan perusahaan setiap 1 tahun


sekali.
Informasi produk yang dibeli dituangkan dalam Permintaan
Pembelian, informasi tersebut berupa jenis, ukuran, jumlah,
spesifikasi dan keamanan Pemasok untuk memenuhi persyaratan
Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan. Informasi ini
berguna untuk menyeleksi dan mengevaluasi kemampuan
Pemasok.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

19 dari 47

00
20-06-2014

3.5.2 Penerimaan dan Monitoring Bahan Baku dan Bahan Pengemas


yang Dibeli
Pengendalian terhadap penerimaan bahan baku dilakukan untuk
memastikan bahwa bahan baku tidak berkompromi dengan kemananan,
legalitas, dan kualitas produk
3.5.2.1 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi
untuk penerimaan bahan baku dan bahan pengemas pada saat
penerimaan berdasarkan penilaian resiko(3.5.1). Penerimaan
bahan baku dan persetujuan penggunaannya berdasarkan:
- Inspeksi visual pada saat penerimaan
- Sertifikat kesesuaian untuk setiap pengiriman
- Sertifikat analisa (COA)
- Sampling dan pengujian produk
Daftar bahan baku dan persyaratan penerimaan tersedia,
parameter penerimaan dan frekwensi pengujian jelas
3.5.2.2 Rekaman Inspeksi Penerimaan harus selalu terpelihara dan di
bedakan setiap batch bahan baku. Bila telah memenuhi syarat,
maka produk dapat diterima dan dipergunakan untuk proses
produksi. Jika diperlukan, proses audit atau verifikasi di tempat
supplier
akan
dilaksanakan
dengan
pengaturan
atau
pemberitahuan sebelumnya kepada supplier.
3.5.3 Pengendalian terhadap Penyedia Jasa
PT. QRS INTERNATIONAL dapat menunjukkan bahwa pelayanan Penyedia
jasa yang dilakukan Pihak Ketiga tepat dan resikonya terhadap

23

kemananan pangan telah di evaluasi untuk memastikan pengendaliannya


efektif.
3.5.3.1 PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan dan memelihara prosedur
terdokumentasi terkait pengendalian terhadap Penyedia Jasa,
setelah melalui Persetujuan dan Monitoring. Jasa yang di
kendalikan adalah :
- Pest Control
- Kalibrasi Alat Ukur
- Transportasi
- Catering
- Laboratorium Pengujian
- Pengendalian Limbah
- Percetakan
3.5.3.2 Kontrak atau bukti legalitas untuk semua penyedia jasa yang
berkaitan dengan Resiko Keamanan
Pangan harus di
identifikasi.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

20 dari 47

00
20-06-2014

3.5.4 Pengendalian Proses kepada Pihak Ketiga


3.5.4.1 PT. QRS INTERNATIONAL memastikan bahwa proses yang
dikerjakan oleh Pihak Ketiga harus memiliki Pernyataan dan
Persetujuan dari Pemilik Perusahaan
3.5.4.2 PT. QRS INTERNATIONAL memastikan bahwa apabila kegiatan
yang dikerjakan oleh Pihak Ketiga berhubungan dengan
Keamanan Pangan mendapat persetujuan dan monitoring dari
audit pihak ketiga yang mengacu pada Global Standard and Food
Safety atau dari Pihak Badan Sertifikasi yang lain.
3.5.4.3 Kontrak Perjanjian harus di buat untuk mengidentifikasi
Persyaratan Proses dan Spesifikasi Produk, catatan mampu
telusur pada saat produksi oleh Pihak Ketiga harus di kendalikan
dan dipelihara.

24

3.5.4.4 PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan Prosedur Inspeksi terhadap


Produk yang di hasilkan oleh Pihak Ketiga baik secara visual,
kimia, ataupun mikrobiologi.
3.6 Spesifikasi
Spesifikasi tersedia untuk bahan baku termasuk bahan pengemas, produk
akhir dan beberapa produk atau penyedia jasa yang dapat mempengaruhi
integritas produk akhir
3.6.1
PT. QRS INTERNATIONAL membuat spesifikasi yang akurat terkait
dengan bahan baku dan bahan pengemas berdasarkan persyaratan
legalitas dan keamanan pangan yang relevan. Dalam membuat
spesifikasi, PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan batasan yang relevan
dari bahan baku dan bahan pengemas itu sendiri ataupun produk jadi
(misal standar kimia, mikrobiologi, fisika),
3.6.2 Instruksi pengolahan dan spesifikasi proses sesuai dengan kriteria mutu
yang terdapat dalam spesifikasi pelanggan
3.6.3 Spesifikasi tersedia untuk semua produk akhir dalam format yang telah
disepakati oleh pelanggan atau brand pelanggan serta harus ada
pernyataan tertulis yang memenuhi persyaratan legalitas dan
membantu pelanggan dalam mengkonsumsi produk yang aman
3.6.4 PT. QRS INTERNATIONAL juga mengacu pada persetujuan resmi yang
berhubungan dengan bagian yang terkait dengan spesifikasi.
3.6.5
Review spesifikasi dilakukan minimal 3 tahun sekali atau apabila ada
perubahan bahan baku ataupun proses produksi, hasil review dan
persetujuan spesifikasi harus dikendalikan dan di pelihara.
3.7 Tindakan Koreksi
PT. QRS INTERNATIONAL
dapat menunjukkan penggunaan informasi
identifikasi ketidaksesuaian dalam sistem mutu dan keamanan pangan
untuk melakukan tindakan koreksi dan mencegah pengulangannya
3.7.1
-

PT. QRS INTERNATIONAL harus membuat prosedur terdokumentasi


terkait tindakan koreksi, spesifikasinya sebagai berikut :
- Dokumentasi ketidaksesuaian
Identifikasi akar masalah ketidaksesuaian
Tanggung jawab dan wewenang
Tindakan koreksi
Batas waktu tindakan koreksi
Pelaksanaan tindakan koreksi
Verifikasi tindakan koreksi

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

21 dari 47

00
20-06-2014

25

3.8 Pengendalian Produk yang tidak sesuai


PT. QRS INTERNATIONAL memastikan bahwa produk yang tidak sesuai di
tangani dnegan baik untuk mencegah pengiriman produk
3.8.1
3.9

PT. QRS INTERNATIONAL harus membuat prosedur terdokumentasi


terkait pengendalian produk yang tidak sesuai, spesifikasinya sebagai
berikut :
Identifikasi dan laporan potensial produk yang tidak sesuai
Penyimpanan yang aman
Pemberitahuan kepada pemilik
Tanggung jawab dan ketentuan tindak lanjut
Catatan keputusan pembuangan
Catatan pemusnahan

Identifikasi dan Mampu Telusur

PT. QRS INTERNATIONAL mampu telusuri semua lot bahan baku (termasuk
bahan pengemas) dari supplier melalui semua tahapan proses dan
pengiriman produk ke pelanggan
3.9.1

3.9.2

3.9.3
3.10

Identifikasi dan mampu telusur pada bahan baku, bahan pengemas,


proses, proses tunda dan produk akhir harus teridentifikasi, identifikasi
dan mampu telusur harus bisa memastikan bahwa bahan baku sampai
dengan produk akhir di buktikan keakuratan termasuk pengecekan
jumlah.
PT. QRS INTERNATIONAL melakukan Simulasi identifikasi dan mampu
telusur minimal dilakukan 1 tahun sekali, identifikasi dan mampu telusur
harus bisa diselesaikan dalam waktu 4 jam untuk memastikan
ketelusuran dapat dilakukan dari bahan baku sampai produk akhir
termasuk pengecekan jumlah /mass balance.
Dokumentasi identifikasi dan mampu telusur harus dikendalikan dan
dipelihara.

Penanganan Keluhan

Komplain pelanggan di tangani secara efektif


gunakan untuk mencegah pengulangan komplain

dan informasinya di

3.10.1 Semua keluhan yang masuk di PT. QRS INTERNATIONALharus di catat,


dilakukan investigasi, ditentukan akar masalah dan dilaporkan hasilnya.
Harus ada staf yang relevan dan pernah mengikuti Pelatihan terkait
identifikasi masalah dan penyelesaiannya.
3.10.2 Data keluhan pelanggan yang masuk harus di buatkan trend analisa
data yang berfungsi untuk meningkatkan keamanan produk, legalitas,
dan mutu agar tidak terulang kembali.

26

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

SISTEM MANAJEMEN MUTU


DAN KEAMANAN PANGAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal

FSQM.FSTL.01

Halaman

22 dari 47

00
20-06-2014

3.11 Pengendalian Insiden (Tanggapdarurat), Withdrawal dan Penarikan


Produk
PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai rencana dan sistem untuk menangani
insiden dan dapat melakukan witdrawal dan recall secara efektif
3.11.1

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi untuk


melaporkan dan menangani potensi insiden dan situasi darurat secara
efektif yang mempengaruhi kemanan pangan, legalitas dan kualitas
yang meliputi pertimbangan terhadap rencana darurat
untuk
memelihara kesinambungan bisnis. Insiden meliputi :
- gangguan terhadap pelayanan yang penting seperti air, energi,
transportasi, proses refrigrasi, kemampuan staf dan komunikasi
- kebakaran, banjir/bencana alam
- sabotase
Jika produk telah diloloskan dari lokasi insiden, pertimbangan recall
terhadap produk dapat di lakukan.
3.11.2
PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi
mengenai recall dan withdrawal yang meliputi :
identifikasi personel kunci yang merupakan tim recall dengan
tanggung jawab yang jelas
adanya panduan untuk memutuskan apakah
produk di
recall/withdrawal, rekaman dikendalikan dan dipelihara
daftar nomor telpon penting seperti : tim recall, penyedia jasa
darurat, supplier, pelanggan, badan sertifikasi, pemerintah
rencana komunikasi termasuk ketetapan informasi dari pelanggan,
konsumen dan pemerintah
- rincian usulan dan dukungan penting dari laboratorium, pemerintah,
dan konsultan
- rencana untuk menangani logistik ketelusuran, pembuangan produk
Prosedur tedia dan dapat di laksanakan setiap saat
3.11.3 Untuk Prosedur recall dan withdrawal terhadap produk dilakukan
simulasi minimal 1 tahun sekali untuk memastikan pengoperasian yang
efektif. Hasil uji termasuk waktu pelaksanaan di simpan. Hasil simulasi
tersebut di gunakan untuk mereview prosedur dan perkembangan
penerapannya.
3.11.4 Jika terjadi recall, harus ada pemberitahuan kepada Badan Sertifikasi
menurut Global Standard for Food Safety Issue 6 dalam waktu 3 hari
kerja sejak recall diputuskan.

27

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
23 dari 47

4. Standar Bangunan
4.1 Standar bangunan luar
Ruangan produksi mempunyai ukuran , lokasi, konstruksi dan desain yang
sesuai untuk mengurangi resiko kontaminasi dan fasilitas untuk
menghasilkan produk akhir yang aman dan legal
4.1.1

4.1.2

4.1.3

Pertimbangan di berikan terhadap aktifitas perusahaan dan lingkungan


yang mempunyai pengaruh yang merugikan produk akhir dan tindakan
dapat di ambil untuk mencegah kontaminasi. Jika ukuran yang sesuai
dilaksanakan dapat untuk melindungi bangunan ( dari potensi
kontaminasi, banjir), dan direview jika terjadi perubahan.
Area luar di pelihara dalam keadaan yang baik. Bangunan yang di
kelilingi oleh rumput/tanaman di pelihara secara teratur dengan baik.
Jalanan luar dalam lokasi pabrik mempunyai permukaan yang sesuai dan
dipelihara untuk mencegah kontaminasi terhadap produk.
Bangunan pabrik dipelihara untuk mengurangi potensi kontaminasi
produk (pengurangan tempat bersarangnya burung, celah, celah di
sekitar pipa untuk mencegah masuknya hama, kontaminan lain

4.2 Security
Sistem security memastikan bahwa produk yang dilindungi dari pencurian
atau kejahatan selalu di kendalikan
4.2.1

4.2.2

PT. QRS INTERNATIONAL melaksanakan penilaian dokumen pengaturan


security dan potensi resiko terhadap produk dari
kemungkinankontaminasi atau kerusakan. Penilaian area berdasarkan
resiko; sensitif atau area terlarang harus teridentifikasi dengan jelas, di
beri tanda, di monitor dan dikendalikan.
PT. QRS INTERNATIONAL memastikan bahwa hanya personel yang
berwenang yang boleh masuk ke area produksi dan penyimpanan dan ke
tempat karyawan, kontraktor dan tamu harus dikendalikan. Sistem

28

4.2.3

Penerimaan Tamu selalu berada di tempatnya. Staff yang berwenang


mendapatkan pelatihan dalam prosedur keamanan dan dapat
melaporkan keberadaan tamu yang tidak di kenal.
Sesuai dengan persyaratan legalitas, bangunan pabrik mempunyai ijin
dari pemerintah

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
24 dari 47

4.3 Layout, Alur Proses dan Pemisahan Area


Layout pabrik, alur proses dan pergerakan aktifitas karyawan dapat
mencegah resiko kontaminasi produk sesuai dengan peraturan yang
berlaku
4.3.1
4.3.2

4.3.3

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai rancangan bangunan yang


membedakan area berdasarkan resiko kontaminasi yaitu high care area
Bangunan pabrik dapat menentukan :
- area khusus karyawan dan petunjuk area pabrik
- fasilitas staf dan petunjuk ke fasilitas ruangan produksi
- alur proses produksi
- jalur pembuangan limbah
Bangunan pabrik juga menentukan jalur pejalan kaki ke ruang produksi
untuk memastikan perbedaan jalur dengan material. Semua fasilitas di
desain dan di posisikan sehingga memudahkan pergerakan karyawan.
Jalur pembuangan limbah tidak membahayakan keamanan produk
Untuk kontraktor dan tamu termasuk sopir di jelaskan soal prosedur dan
persyaratan untuk masuk ke area pabrik pada saat berkunjung
berkenaan dengan potensi bahaya dan kontaminasi produk. Kontraktor

29

4.3.4
4.3.5

4.3.6

yang sedang melakukan perbaikan selalu di dampingi oleh salah satu


personel yang di tunjuk.
Pada area dengan resiko rendah, alur proses dan prosedur kerja yang
efektif tersedia untuk mengurangi resiko kontaminasi bahan baku, semi
proses, bahan pengemas dan produk akhir.
PT. QRS INTERNATIONAL mengidentifikasikan area produksi sebagai
high care area karena proses produksi mulai dari penerimaan bahan
baku sampai pengriman produk akhir mempersyaratkan suhu chilling
dan suhu beku (pada produk akhir)dan berpotensi pada perkembangan
bakteri pathogen. Untuk itu tidak di lakukan pemisahan mulai dari alur
produk, sifat alami bahan, peralatan, personil, limbah, sirkulasi udara,
kualitas udara dan letak peralatan
PT. QRS INTERNATIONAL tidak mempunyai high risk area

4.4 Bangunan Pabrik


Area penanganan bahan baku, persiapan, pengolahan, pengemasan dan
penyimpanan
Pembuatan area, gedung dan fasilitas sesuai dengan tujuan
penggunaannya
4.4.1

Dinding di bangun, dipelihara untuk mencegah akumulasi kotoran,


mengurangi kondensasi dan pertumbuhan jamur, dan mudah
dibersihkan
4.4.2 Lantai terbuat dari material bahan yang keras sehingga tahan terhadap
proses yang dilakukan, metode dan bahan pembersih. Lantai kedap air
dan mudah dibersihkan
4.4.3 Area drainase di tetapkan, didesain, di pelihara untuk mengurangi resiko
kontaminasi produk dan tidak membahayakan keamanan pangan. Mesin
dan pipa-pipa di atur sedemikian rupa
sehingga limbah cair mengalir langsung ke saluran pembuangan (got)
dan kemiringan lantai cukup untuk aliran air.
4.4.5 Langit-langit di rancang, di bangun dan dipelihara untuk mencegah
kontaminasi produk
4.4.6 Jika ada lubang pada atap, harus ditutup penuh sehingga menutup
akses masuknya pest ke bangunan pabrik.
4.4.7 Jendela PT. QRS INTERNATIONAL tidak di desain secara terbuka sebagai
ventilasi udara.
4.4.8 Jendela kaca di beri pelindung untuk mengurangi resiko terhadap
produk jika pecah
4.4.9 Pintu di pelihara dalam kondisi yang baik. Pintu luar harus benar benar
tertutup dan kedap air. Pintu luar yang berhubungan dengan area luar
tidak boleh di buka selama produksi kecuali dalam kondisi darurat, jika
tidak harus ada tindakan pengendalian untuk mencegah masuknya
hama.
4.4.10 Penerangan yang cukup dan sesuai tersedia untuk pelaksanaan proses
yang benar, inspeksi produk dan pembersihan yang efektif
4.4.11 Semua lampu, termasuk insect killer di beri pelindung dan dilakukan
monitoring untuk mencegah resiko pada produk

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
25 dari 47

30

4.4.12 Ventilasi tidak tersedia pada ruangan proses dan tempat penyimpanan
tetapi menggunakan exhaust fan untuk sirkulasi udara dan mencegah
kondensasi
4.4.13 PT. QRS INTERNATIONAL tidak mempunyai high risk area
4.5. Bahan Pembantu air, es
Penggunaan bahan pembantu dalam area produksi dan penyimpanan di
monitor secara efektif untuk mengendalikan resiko kontaminasi produk
4.5.1

Semua air yang digunakan dalam area produksi tersedia dalam jumlah
yang cukup, layak di gunakan, tidak menyebabkan kontaminasi produk
sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pengujian mikrobiologi dilakukan
3 bulan sekali dan pengujian kimia dilakukan 1 tahun sekali.
4.5.2 Tersedia rencana sistem terbaru penanganan air termasuk tanki
penyimpanan, water treatment. Rencana tersebut digunakan sebagai
dasar pengambilan sample air untuk pengendalian kualitas air.
4.5.3 Air yang di gunakan memenuhi persyaratan peraturan yang berlaku
4.5.4 Gas yang digunakan yang kontak langsung dengan produk di monitor
untuk memastikan tidak adanya resiko kontaminasi produk.
4.6 Peralatan
Semua peralatan proses makanan sesuai dengan tujuan penggunaannya
dan digunakan untukmengurangi resiko kontaminasi produk
4.6.1
4.6.2

Semua peralatan di buat dengan bahan yang tepat. Desain dan


penempatan peralatan memudahkan pembersihan dan pemeliharaan
peralatan tersebut.
Peralatan yang kontak langsung dengan produk sesuai dengan
persyaratan legalitas yang berlaku

4.7 Pemeliharaan
Program pemeliharaan yang efektif dilaksanakan untuk pabrik untuk
mencegah kontaminasi dan mengurangi potensi kerusakan
4.7.1 PT. QRS INTERNATIONALmempunyai jadwal pemeliharaan yang
terdokumentasi atau sistem monitoring kondisi peralatan yang
mencakup semua peralatan proses dan pabrik. Persyaratan
pemeliharaan di tetapkan pada saat persiapan pemakaian peralatan
baru.
4.7.2 Program perencanaan pemeliharaan juga menetapkan pengecekan
terhadap peralatan yang mengalami kerusakan yang mempunyai resiko
kontaminasi benda asing dan tindakan perbaikan yang diambil secara
tepat.
4.7.3 Tindakan pengendalian terhadap perbaikan sementara pada peralatan
dilakukan untuk memastikan bahwa perbaikan sementara tersebut tidak
membahayakan keamanan dan legalitas produk. Setelah perbaikan
sementara dilakukan, peralatan segera di perbaiki secara permanen
secepatnya atau dalam batas waktu yang ditentukan
4.7.4 PT. QRS INTERNATIONAL memastikan bahwa selama pelaksanaan
pemeliharaan dan pembersihan peralatan berlangsung, tidak
membahayakankeamanan dan legalitas produk. Pemeliharaan di
laksanakan sesuai dengan prosedur pembersihan yang jelas dan
terdokumentasi dengan rekaman yang menerangkan bahwa bahaya

31

4.7.5
4.7.6

yang dapat menimbulkan kontaminasi telah di hilangkan dari mesin atau


peralatan.
Bahan yang digunakan untuk peralatan dan mesin yang kontak
langsung atau tidak dengan bahan baku, produk akhir seperti minyak
pelumas harus food grade
Bengkel mesin di jaga kebersihan dan kerapiannya dan pengendalian
dilakukan untuk mencegah resiko kontaminasi pada produk

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
26 dari 47

4.8 Fasilitas Staf


PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai fasilitas staf yang cukup sesuai
dengan jumlah personel, di desain dan beroperasi untuk mengurangi
resiko kontaminasi produk, di pelihara dalam keadaan yang bersih dan
baik.
4.8.1

Fasilitas ruang ganti tersedia untuk semua karyawan, baik tamu, atau
kontraktor yang di desain untuk memudahkan akses ke area produksi,
pengemas atau penyimpanan tanpa berhubungan dengan area luar.
4.8.2
Fasilitas penyimpanan (loker)dengan ukuran yang cukup untuk
menyimpan barang karyawan untuk semua karyawan yang bekerja pada
area penanganan bahan baku, proses, pengemasan dan penyimpanan.
4.8.3
Pakaian dan barang karyawan dari luar di simpan terpisah dengan
pakaian kerja dalam fasilitas ruang ganti untuk memisahkan pakaian
yang bersih dan kotor.
4.8.6
Fasilitas cuci tangan tersedia di pintu yang sesuai dan cukup tersedia
dipintu masuk ruang produksi dan di tempat-tempat tertentu dalam area
produksi. Fasilitas cuci tangan terdiri atas :
- Kuantitas air dengan suhu yang sesuai
- Sabun cair
- Tissue dan pengering tangan
- Tidak di operasikan dengan tangan
- Peringatan untuk mencuci tangan
4.8.7 Toilet terpisah dan tidak berhubungan langsung dengan area produksi,
pengemasan dan penyimpanan. Toilet di lengkapi dengan fasilitas cuci
tangan yang terdiri dari:
- sabun dan air dengan suhu yang sesuai
- fasilitas pengering tangan
- Peringatan untuk mencuci tangan
4.8.8
PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai peraturan di larang merokok di
dalam area pabrik.
4.8.9
Semua makanan yang di bawa oleh staff di simpan dalam tempat yang
bersih. Tidak boleh membawa makanan ke dalam area produksi.
4.8.10 PT. QRS INTERNATIONAL memakai jasa pihak ketiga untuk Catering dan
mengendalikannya untuk mencegah kontaminasi pada produk.

32

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
27 dari 47

4.9 Pengendalian kontaminasi bahan kimia dan fisik terhadap produk


PT. QRS INTERNATIONAL menyediakan fasilitas dan prosedur untuk
mengendalikan resiko kontaminasi bahan kimia dan fisik terhadap produk
4.9.1

4.9.2

Pengendalian bahan kimia


4.9.1.1 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai kegiatan proses yang
mengatur penggunaan, penyimpanan, dan penanganan bahan
kimia nonfood untuk mencegah kontaminasi dari bahan kimia
tersebut, meliputi :
- daftar bahan kimia yang telah disetujui untuk pembelian
- adanya MSDS dan spesifikasi bahan kimia
- konfirmasi kesesuaian penggunaan dalam lingkungan
pengolahan makanan
- adanya pencegahan bau yang menyengat pada produk
- adanya label atau identifikasi pada wadah bahan kimia setiap
saat
- pemisahan dan penyimpanan bahan kimia yang aman dan
hanya bisa di akses oleh personel yang di tunjuk
- di tangani oleh personel yang telah mendapatkan pelatihan
4.9.1.2 Prosedur penanganan bahan kimia tersedia untuk mencegah
resiko kontaminasi produk akibat penggunaan bahan kimia di
pabrik berupa bau atau noda.
Pengendalian metal
4.9.2.1 PT. QRS INTERNATIONAL kebijakan terdokumentasi untuk
mengendalikan penggunaan metal seperti pisau, jarum atau
kabel termasuk laporan inspeksi untuk kerusakan dan
investigasi keberadaaan benda metal yang hilang.
4.9.2.2 PT. QRS INTERNATIONAL tidak melakukan pembelian bahan
pengemas yang menggunakan staples dan bahaya benda asing
sebagai bagian dari bahan pengemas. Staples dan penjepit

33

kertas tidak digunakan dalam area produksi yang terbuka,


hanya di gunakan di ruang administrasi produksi dan gudang
bahan pengemas (plastic vakum) sesuai dengan prosedur yang
di tetapkan untuk mengurangi resiko kontaminasi produk.
4.9.3 Peralatan gelas
4.9.3.1Peralatan gelasdi area produksi dimana produk di olah harus di
beri pelindung untuk melindungi produk dari resiko kontaminasi
jika pecah
4.9.3.2 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi
yang menjelaskan tindakan yang di ambil dalam penanganan
peralatan gelas dan di terapkan untuk memastikan tindakan
pencegahan yang di ambil, yang meliputi :
- daftar peralatan gelas beserta lokasi, nomor, tipe dan
kondisi alat
- laporan pengecekan kondisi alat dan frekwensi pengecekan
dilakukan 1 kali dalam 1 bulan
- cara pembersihan dan penggantian alat untuk mengurangi
potensi kontaminasi produk
4.9.3.3 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi
yang menjelaskan tindakan yang diambil jika peralatan gelas
tersebut pecah di laksanakan yang meliputi :
- karantina produk dan area produksi yang berpotensi terkena
pecahan gelas
- pembersihan area produksi
- inspeksi area produksi dan ijin untuk melanjutkan produksi
- penggantian baju kerja dan pemeriksaan alas kaki
- penunjukan personel khusus yang menangani prosedur ini
- laporan/ berita acara kejadian
4.9.3.4 Pengemasan produk dalam wadah gelas
PT. QRS INTERNATIONAL tidak melakukan pengemasan dalam wadah
gelas.
4.9.4

Kayu
PT. QRS INTERNATIONAL tidak menggunakan kayu dalam area produksi

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
28 dari 47

4.10 Peralatan untuk mendeteksi dan menghilangkan benda asing


Resiko kontaminasi produk di kurangi atau dihilangkan dengan
penggunaan peralatan yang dipakai untuk menghilangkan atau
mendeteksi benda asing
4.10.1 Peralatan untuk mendeteksi dan menghilangkan benda asing
4.10.1.1 Penilaian yang terdokumentasi yang berhubungan dengan
studi HACCP dilakukan untuk setiap proses produksi untuk
mengidentifikasi potensi penggunaan peralatan untuk
mendeteksi atau menghilangkan kontaminasi benda asing,
dalam hal ini PT. QRS INTERNATIONALmemilki peralatan metal
detector.

34

4.10.1.2 Tipe, lokasi dan sensitifitas dari metode pendeteksi harus


spesifik sebagai bagian dari sistem terdokumentasi perusahaan.
Penerapan praktek sesuai dengan sifat alami bahan produk/
produk akhir. Lokasi peralatan yang mempengaruhi sensitifitas
alat di validasi dan di benarkan
4.10.1.3 PT. QRS INTERNATIONAL memastikan frekwensi pengujian
benda asing ( metal detector) dilakukan setiap pengemasan
produk akhir dengan mempertimbangkan persyaratan
spesifikasi pelanggan dan kemampuan perusahaan untuk
mengidentifikasi, menahan, dan mencegah lolosnya benda
asing, kegagalan alat dalam mendeteksi
4.10.1.4 Apabila benda asing terdeteksi atau di hilangkan oleh
peralatan, dilakukan penelusuran sumber dari benda asing
yang tidak diinginkan. Informasi produk yang di tolak di
gunakan untuk mengidentifikasi tren dan melakukan
pencegahan untuk mengurangi kontaminasi benda asing
4.10.2 Filter and sieves
PT. QRS INTERNATIONAL tidak mengaplikasikan filter dan sieves dalam
proses produksi
4.10.3 Metal detector
4.10.3.1 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai peralatan metal detector,
jika tidak di gunakan di dokumentasikan.
4.10.3.2 Penggunaan peralatan metal detector di tempatkan pada alur
proses setelah produk di bekukan sebelum di kemas.
4.10.3.3 Peralatan metal detector harus bisa :
- menolak produk yang terkontaminasi secara otomatis dalam
sistem yang berlangsung terus menerus yang selanjutnya di
pisahkan dari alur proses dan disimpan dalam tempat yang di
akses oleh personel yang di tunjuk
- sistem ban berjalan yang berhenti secara otomatis dan
lampunya akan menyala jika dilewati oleh produk yang
terkontaminasi
4.10.3.4 PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan dan menerapkan
prosedur terdokumentasi untuk pengoperasian dan pengujian
mesin petal detector, yang meliputi :
- pengujian mesin metal detector yang dapat di pertanggung
jawabkan
- pengoperasian yang efektif dan sentifitas mesin metal
detector
- metode dan frekwensi pengecekan metal detector
- laporan hasil pengecekan

PT. QRS INTERNATIONAL

35

FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
29 dari 47

4.10.3.5 Prosedure pengecekan metal detector di buat berdasarkan


praktek yang terbaik, minimal meliputi :
- penggunaan test pieces / metal dengan diameter tertentu
yang diketahui dan diberi tanda ukuran dan tipe material
metal yang terkandung
- test dilakukan secara terpisah masing - masing menggunakan
test pieces yang mengandung besi (Fe), stainless steel (Sus)
dan non Fe.
- mekanisme pengujian untuk mendeteksi dan menolak produk
yang terkontaminasi bekerja secara efektif pada kondisi kerja
normal
- pengecekan dilakukan untuk menguji memory/ fungsi mesin
metal detector dengan melewatkan test piece pada mesin
metal detektor
Mesin metal detector yang ada di PT. QRS
INTERNATIONALmerupakan mesin yang dilengkapi dengan
conveyor dimana test piece dilewatkan sedekat mungkin
dengan pusat focus deteksi dari mesin metal detector dan
pengecekan dilakukan juga dengan menyelipkan test pieces
pada bagian bawah, samping kiri dan kanan di antara produk
yang jelas identifikasinya selama pengecekan dilakukan
Test pieces di simpan dekat dengan mesin metal detector
4.10.3.6 PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan dan menerapkan
prosedur tindakan koreksi dan laporan pada saat pengecekan
yang dilakukan gagal mengidentifikasi adanya benda asing.
Tindakan koreksi termasuk pemisahan , karantina dan
pengecekan ulang semua produk yang di produksi sejak
pengecekan terakhir berhasil mendeteksi adanya benda asing
4.10.4 Magnet
4.10.4.1 PT. QRS INTERNATIONAL tidak mengaplikasikan magnet dalam
proses produksi
4.10.5 Peralatan sortir optik
4.10.5.1 PT. QRS INTERNATIONAL tidak mengaplikasikan peralatan sortir
optik dalam proses produksi
4.10.6 Kebersihan wadah/container wadah dari kaca, kaleng, bahan kaku
lainnya
4.10.6.1 Berdasarkan penilaian resiko, prosedur ditetapkan untuk
mengurangi kontaminasi benda asing yang bersal dari wadah
tersebut.
Di PT. QRS INTERNATIONALwadah dari kaca hanya berada di
ruang laboratorium, tidak menggunakan wadah dari kaleng.
Wadah yang di gunakan terbuat dari plastik
Benda asing dapat dikeluarkan pada saat pembilasan dengan
air.
4.10.6.2 Keefektifan kebersihan peralatan atau wadah di periksa dan di
rekam selama proses produksi dan menolak penggunaan wadah
yang tidak bersih/ kotor

36

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
30 dari 47

4.11 Kebersihan dan higienitas


PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai Sistem kebersihan dan higienitas
untuk memastikan standar kebersihan di pelihara dengan tepat di setiap
waktu dan mengurangi resiko kontaminasi terhadap produk
4.11.1 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur kebersihan yang
terdokumentasi dan dipelihara untuk bangunan, lingkungan pabrik dan
semua peralatan, minimal meliputi :
- tanggung jawab kebersihan
- area yang dibersihkan
- frekwensi kebersihan
- metode pembersihan, termasuk alat yang di pakai untuk kebersihan
- konsentrasi bahan pembersih
- bahan pembersih yang di gunakan
- laporan pembersihan dan tanggung jawab untuk verifikasi
Frekwensi dan metode pembersihan ditetapkan berdasarkan resiko.
Prosedur di terapkan untuk memastikan pelaksanaan standar
kebersihan dengan tepat.
4.11.2 Batasan yang dapat di terima dan tidak dapat ditetapkan berdasarkan
potensi bahaya (misal kontaminasi mikrobiologi, allergen dan benda
asing). Level yang di terima digambarkan secara visual dan pengujian
mikrobiologi ( Swab test). Prosedur dan frekwensi pembersihan dan
desinfeksi di validasi dan laporannya di pelihara.
4.11.3 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai jadwal, sarana dan personel
dalam melakukan pembersihan termasuk membuka peralatan untuk
tujuan pembersihan alat tersebut. Personel harus cukup terlatih dalam
melakukan pembersihan, penggunaan mesin dilakukan dalam
memudahkan pembersihan
4.11.4 Peralatan kebersihan di cek sebelum di loloskan untuk penggunaan
dalam ruang produksi. Hasil pengecekan kebersihan, termasuk secara
visual, pengujian mikrobiologi, di rekam dan di gunakan untuk
identifikasi trend kebersihan dan kegiatan pengembangan kebersihan

37

4.11.5 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai peralatan kebersihan :


- sesuai dengan tujuan penggunaannya
- yang teridentifikasi berdasarkan warna
- yang bersih dan di tempatkan dalam keadaan bersih untuk mencegah
kontaminasi
4.11.6 Cleaning In Place (CIP)
PT. QRS INTERNATIONAL tidak menggunakan sistem Cleaning in Place
(CIP)
4.12 Limbah dan Pembuangan Limbah
Pembuangan limbah di atur sesuai dengan persyaratan yang legaldan
untuk mencegah akumulasi, resiko kontaminasi dan masuknya hama
4.12.1 PT. QRS INTERNATIONAL tidak memerlukan ijin pembuangan limbah
karena berada dalam kawasan industry.
4.12.2 Produk makanan yang ditujukan untuk pakan ternak harus dipisahkan
dari limbah dan dikelola berdasarkan persyaratan perundang-undangan
yang berlaku
4.12.3 Wadah untuk mengumpulkan limbah di bagian luar area produksi di
buat untuk meminimalkan resiko dan harus :
- teridentifikasi dengan jelas
- di desain untuk memudahkan penggunaan dan pembersihannya
- dipelihara dengan baik kebersihannya
- dikosongkan dengan frekwensi tertentu
- tertutup, pintu limbah harus selalu tertutup dengan baik
4.12.4 Untuk produk yang tidak aman atau tidak sesuai dengan standar yang
akan dijual ke pihak ketiga, maka pihak ketiga tersebut merupakan ahli
dalam menangani produk atau
pembuangan limbah dan mempunyai laporan jumlah limbah yang
dikumpulkan untuk di musnahkan

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
31 dari 47

4.13 Pest Control


Semua lokasi mempunyai program pencegahan pest control yang efektif
untuk meminimalkan resiko pengerumunan pest dan adanya sumberdaya
untuk merespon dengan cepat isu-isu yang terjadi untuk mecegah resiko
pada produk
4.13.1 PT. QRS INTERNATIONAL menggunakan jasa PT Rentokil sebagai pihak
ketiga untuk melakukan inspeksi regular atau perawatan di lingkungan
pabrik untuk menghalangi dan membasmi hama. Frekwensi inspeksi
dilakukan 1 kali dalam 1 minggu dan di dokumentasikan. Kegiatan ini
dilakukan berdasarkan kontrak antara PT. QRS INTERNATIONAL dan PT.
Rentokil yang menjelaskan pelayanan yang dilakukan dan
menggambarkan aktifitas pengendalian hama di PT. QRS
INTERNATIONAL.
4.13.2 PT. QRS INTERNATIONAL tidak mempunyai personel khusus dalam
menangani pest control.
4.13.3 Dokumentasi dan rekaman Pest Control di pelihara, minimal :

38

4.13.4

4.13.5
4.13.6
4.13.7

4.13.8
4.13.9

- rencana terbaru yang mengidentifikasikan lokasi letak alat pest


control yang di beri nomor
- identifikasi bait station dan monitoring alat tersebut
- tanggung jawab yang jelas antara PT. QRS INTERNATIONALdan PT
Rentokil
- Rincian penggunaan bahan kimia pest control termasuk cara
penggunaan yang efektif dan tindakan yang di ambil dalam keadaan
darurat
- observasi aktivitas hama
- rincian treatment yang dilakukan
Bait station harus kuat, memiliki kontruksi tahan di gali, aman dan
ditempatkan untuk mencegah resiko kontaminasi pada produk. Bait
station yang hilang harus di rekam, di review dan di investigasi. Bait
station yang mengandung racun tidak digunakan dalam area produksi
dan penyimpanan.
Alat pembunuh serangga (insect killer) di tempatkan di lokasi yang
tepat dan beroperasi dengan benar dan tidak memantulkan serangga
yang dapat mengkontaminasi produk.
Apabila terjadi gangguan pest, tindakan yang cepat dilakukan untuk
menghilangkan bahaya. Prosedur produk yang tidak sesuai menjadikan
produk yang telah terkontaminasi pest sebagai salah satu subyeknya.
Rekaman inspeksi pest control, bukti rekomendasi kebersihan dan
tindakan yang diambil harus dipelihara dan menjadi tanggung jawab PT.
QRS INTERNATIONAL untuk memastikan semua yang berhubungan
dengan rekomendasi yang di buat oleh PT. Rentokil di laksanakan sesuai
dengan batas waktu yang di tetapkan.
Frekwensi survey terhadap pest dilakukan berdasarkan resiko,
dilakukan oleh seorang ahli di bidang pest control untuk mereview
pelaksanaan pest control.
Hasil inspeksi pest control di nilai dan di analisa untuk trend pada
waktu tertentu, minimal:
- pada saat terjadinya gangguan
- 1 tahun sekali
Termasuk analisa jumlah pest yang di tangkap oleh alat untuk
mengidentifikasi area yang bermasalah. Analisa ini di gunakan untuk
pengembangan prosedur pest control.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
32 dari 47

39

4.14 Fasilitas Penyimpanan


Semua fasilititas di gunakan untuk menyimpan produk setengah jadi,
produk akhir sesuai dengan tujuan penggunaannya.
4.14.1 PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi untuk
memelihara kualitas dan keamanan pangan selama penyimpanan
dikembangkan berdasarkan penilaian resiko, di mengerti oleh personel
yang terkait dan di terapkan, meliputi :
- pengaturan pemindahan produk segar dan beku antara area dengan
suhu yang di kendalikan
- pemisahan produk untuk mencegah kontaminasi silang (fisik,
mikrobiologi, allergen)
- penyimpanan bahan yang tidak menyentuh lantai dan jauh dari
dinding
- penanganan yang khusus atau penyusunan produk untuk mencegah
kerusakan
4.14.2 Area penyimpanan mampu menjaga suhu produk dan dioperasikan
untuk menjamin suhu tetap terjaga. Alat perekam suhu disesuaikan
dengan fasilitas penyimpanan, dan rekaman pengecekan suhu secara
manual setiap dua jam sekali di mana produk masih bisa di intervensi
sebelum suhu produk melampaui batas keamanan, legalitas, dan
kualitas produk.
4.14.3 Kondisi penyimpanan di kendalikan secara efektif dan laporannya di
pelihara.
4.14.4 Area penyimpanan di PT. QRS INTERNATIONAL berada di dalam area
produksi.
4.14.5 Dokumen berupa nota atau catatan produksi atau identifikasi produk
mempermudah perubahan stok bahan baku dan produk akhir dan
memastikan bahan baku di gunakan dengan tepat sesuai dengan
tanggal produksinya dan menunjukkan umur simpan produk.
4.15 Pengiriman dan Transportasi
PT. QRS INTERNATIONALmempunyai prosedur yang mengatur pengiriman
dan kendaraan dan container yang di gunakan sebagai sarana
transportasi produk dari pabrik yang tidak menimbulkan resiko pada
keamanan dan kualitas produk
4.15.1 Prosedur terdokumentasi untuk menjaga keamanan dan kualitas produk
selama pemuatan dan transportasi dikembangkan dan diterapkan, yang
meliputi :
- pengendalian suhu di area muat barang
- penggunaan jendela penutup pada saat muat dan bongkar barang
- inspeksi barang sebelum di kirim
4.15.2 Traceability harus terjamin selama transportasi, harus ada rekaman
yang jelas tentang pengiriman barang yang menunjukkan bahwa telah
dilakukan pengecekan yang cukup selama pemindahan barang
berlangsung
4.15.3 Semua kendaraan atau container yang di gunakan untuk pengiriman di
inspeksi sebelum pemuatan untuk memastikan container tersebut dapat
digunakan sesuai tujuannya dan juga memastikan bahwa :
- kendaraan dalam kondisi bersih
- bebas dari bau menyengat yang menyebabkan kontaminasi produk
- kendaraan terpelihara dengan baik untuk mencegah kerusakan
produkselama transit
- terdapat alat untuk mengendalikan suhu yang ditetapkan

40

Laporan hasil inspeksi dipelihara.


4.15.4 Kendaraan dapat memelihara suhu yang ditetapkan baik pemuatan
minimal maupun maksimal. PT. QRS INTERNATIONALtidak menggunakan
data logger untuk merekam suhu selama transportasi.
4.15.5 Sistem pemeliharaan dan prosedur kebersihan yang terdokumentasi
terpelihara untuk semua kendaraan dan peralatan untuk pemuatan
barang. Tersedia rekaman untuk setiap tindakan yang di ambil
4.15.6 PT. QRS INTERNATIONAL mempunya prosedur terdokumentasi untuk
transportasi produk yang meliputi
- larangan penggunaan muatan campuran
- persyaratan keamanan produk selama transit, pada saat kendaraan di
parkir atau dalam keadaan tidak di awasi
- instruksi kerja yang jelas apabila kendaraan rusak, mengalami
kecelakaan atau rusaknya sistem refrigrasi yang memastikan
keamanan produk dan rekaman yang dipelihara

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

STANDAR BANGUNAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
33 dari 47

4.15.7 PT. QRS INTERNATIONAL bekerja sama dengan pihak ketiga, semua
persyaratan di sebutkan dan dijelaskan di dalam kontrak dan di
verifikasi atau memiliki Global standard for storage and distribution.
Atau standar internasional lainnya.
5. Pengendalian Produk
5.1 Desain Produk/ Pengembangan produk
Prosedur desain dan pengembangan produk tersedia untuk produk baru
atau baru dan perubahan produk, pengemasan untuk memastikan
keamanan dan legalitas produk
5.1.1

5.1.2

5.1.3
5.1.4

PT. QRS INTERNATIONAL memiliki petunjuk yang jelas mengenai segala


batasan terhadap produk baru yang di kembangkan untuk
mengendalikan adanya bahaya yang tidak di terima oleh pelanggan
(misal: allergen, resiko mikrobiologi).
Semua produk baru dan pergantian bahan kemas, metode proses
secara resmi di tandatangani oleh Ketua Tim HACCP atau anggota Tim
HACCP yang berwenang. Hal ini untuk memastikan bahwa telah
dilakukan penilaian dan control yang tepat terhadap bahaya
dan telah diidentifikasi melalui sistem HACCP dan telah diterapkan.
Persetujuan tersebut dilakukan sebelum produk di kenalkan di
lingkungan pabrik
Pengujian dengan menggunakan peralatan produksi dilakukan untuk
validasi produk dan prosesnya sesuai untuk menghasilkan produk yang
aman dan memenuhi persyaratan mutu.
Pengujian umur simpan dilakukan sesuai dengan prosedur
terdokumentasi yang menggambarkan kondisi selama penyimpanan dan
penanganan. Hasil direkam dan disimpan dan sesuai dengan standar
mikrobiologi, kimia dan organoleptik. Apabila percobaan umur simpan
tidak dilakukan , maka penjelasan secara ilmiah harus di buat sesuai
dengan umur simpannya

41

5.1.5

5.1.6

Semua produk di beli label untuk memenuhi persyaratan resmi negara


pelanggan dan meliputi informasi penanganan produk yang aman,
pameran, penyimpanan, persiapan da penggunaan produk dalam rantai
supply pelanggan.
Apabila produk di rancang untuk memungkinkan klaim dilakukan untuk
memuaskan pelanggan ( seperti klaim nutrisi), PT. QRS
INTERNATIONALmemastikan formulasi produk dan proses produksi telah
di validasi untuk memenuhi klaim tersebut.

5.2 Manajemen Allergen


PT. QRS INTERNATIONAL memiliki sistem manajemen yang dikembangkan
untuk bahan yang berpotensi menyebabkan allergi yang meminimalkan
resiko kontaminasi allergen pada produk dan memenuhi persyaratan
resmi label
5.2.1

PT. QRS INTERNATIONAL melakukan penilaian terhadap bahan baku


untuk membuat kemungkinan terdapatnya kontaminasi allergen.
Meliputi rewiew spesifikasi bahan baku, infromasi supplier, sebagai
controh dengan menggunakan kuisioner untuk mengetahui status
allergen dalam bahan baku.
5.2.2 PT. QRS INTERNATIONAL mengidentifikasi dan membuat daftar bahan
yang mengandung allergen serta cara penanganannya meliputi bahan
baku, proses, produk akhir.
5.2.3 Penilaian resiko yang terdokumentasi di gunakan untuk identifikasi jalur
kontaminasi dan menetapkan kebijakan terdokumentasi dan prosedur
penanganan bahan baku dan produk akhir untuk memastikan
pencegahan kontaminasi silang, meliputi :
- pertimbangandari pernyataan fisik mengenai bahan allergen
- identifikasi potensi titik dalam alur proses yang berpotensi terjadinya
kontaminasi silang
- penilaian resiko kontaminasi silang pada setiap tahapan proses
- identifikasi pengendalian yang sesuai untuk mengurangi atau
menghilangkan resiko kontaminasi silang

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

PENGENDALIAN PRODUK
5.2.4

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
34 dari 47

PT. QRS INTERNATIONAL menetapkan prosedur terdokumentasi untuk


memastikan pengelolaan bahan allergen yang efektif untuk mencegah
kontaminasi silang pada produk yang tidak mengandung allergen,
meliputi :
- pemisahan fisik atau waktu pemisahan pada saat bahan yang
mengandung allergen di simpan, diproses maupun di kemas.
- penggunaan pemisah dan pakaian pelindung tambahan saat
menangani bahan yang mengandung allergen
- penggunaan alat yang sesuai dan dapat di bedakan saat proses
pengolahan
- penjadwalan terhadap produksi untuk mengurangi perubahan antara
produk yang mengandung allergen dan produk yang tidak
mengandung allergen

42

- adanya sistem yang membatasi ruang gerak udara yang mengandung


bahan allergen
- penanganan limbah dan control alirannya
- larangan kepada staf, tamu, kontraktor untuk membawa makanan ke
dalam area produksi
5.2.5 Apabila pengerjaan ulang dilakukan, prosedur benar-benar di terapkan
untuk memastikan bahan yang mengandung allergen tidak di gunakan
untuk produk yang tidak mengandung allergen
5.2.6 Jika secar alami proses produksi mengalami kontaminasi allergen dan
tidak bisa dihindari, peringatan harus tercantum di dalam label.
5.2.7 Jika klaim di buat berdasarkan penderita alergi makanan, PT. QRS
INTERNATIONAL memastikan bahwa produk benar-benar divalidasi agar
sesuai dengan klaim yang di ajukan dan terdokumentasi
5.2.8
Prosedur pembersihan peralatan ataupun area di desain untuk
mengurangi atau menghilangkan bahaya potensial yang disebabkan
oleh allergen sampai ambang batas yang di perbolehkan. Metode
pembersihannya harus di validasi untuk menjamin efektifitas kerja dan
keefektifan prosedur di verifikasi secara rutin.Peralatan yang digunakan
untuk membersihkan bahan yang mengandung allergen mudah di
bedakan dan di khususkan tersendiri, atau langsung dicuci setelah di
pakai.
5.2.9
Semua personel terkait termasuk teknisi, staf, kontraktor mendapat
training mengenai allergen dan terlatih dalam melaksanakan prosedur
penanganan bahan yang mengandung allergen
5.2.10 sistem pengecekan yang efektif dan terdokumentasi harus ada pada
permulaan produksi, pergantian produk dan pada pengemasan untuk
memastikan bahwa label telah sesuai
5.3

Sumber, status jaminan, dan klaim Identitas bahan pengawet


PT. QRS INTERNATIONAL tidak menggunakan bahan pengawet dalam proses
produksi.
5.4 Pengemasan Produk
Pengemasan produk sesuai dengan petunjuk penggunaan dan di simpan
dalam keadaan yang memperkecil kontaminasi dan pembusukan
5.4.1

5.4.2

5.4.3

Pada saat melakukan pembelian dan penetapan spesifikasi bahan


pengemas, supplier harus memperhatikan karakteristik produk yang
mempengaruhi kesesuaian bahan pengemas. Sertifikat kesesuaian atau
bukti lain harus tersedia untuk bahan pengemas produk untuk
memastikan kesesuaiannya terhadap peraturan keamanan produk yang
berlaku dan sesuai dengan tujuan penggunaannya
Bahan pengemas di simpan terpisah dari bahan baku dan produk akhir.
Bahan pengemas yang digunakan dilindungi dari kontaminasi dan
mempunyai identitas yang jelas sebelum di simpan dalam gudang
bahan pengemas. Bahan pengemas yang tidak di gunakan lagi di
simpan pada tempat yang terpisah dan sistem yang ada dapat
mencegah penggunaan kembali bahan pengemas tersebut.
Wadah yang di gunakan untuk bahan baku atau WIP berwarna dan kuat,
tidak mudah pecah untuk mencegah kontaminasi.

43

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

PENGENDALIAN PRODUK

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
35 dari 47

5.5 Pemeriksaan Produk dan Pengujian Laboratorium


PT. QRS INTERNATIONAL melakukan pengujian sendiri dan menganalisa
titik kritis yang sesuai dengan keamanan, legalitas, kualitas produk
dengan menggunakan prosedur, fasilitas dan standar
5.5.1 Pemeriksaan dan Pengujian Produk
5.5.1.1 PT. QRS INTERNATIONALmempunyai Program untuk menguji
produk dan lingkungan produksi yang meliputi pengujian
mikrobiologi, kimia, dan organoleptik sesuai dengan resikonya.
Metode, frekwensi dan batas kritisnya harus terdokumentasi
5.5.1.2 Hasil pengujian dan pemeriksaan di rekam dan di rewiew 1 kali
seminggu untuk mengidentifikasi trend. Tindakan yang tepat di
terapkan untuk melacak kecenderungan hasil yang tidak sesuai
5.5.1.3 PT. QRS INTERNATIONAL memastikan adanya sistem penilaian
umur simpan yang berdasarkan resiko dan termasuk analisa
mikrobiologi dan organoleptik. Rekaman dan hasil pengujian
umur simpan memvalidasi periode umur simpan produk yang
terindikasi
5.5.2 Pengujian Laboratorium
5.5.2.1 Pengujian bakteri pathogen dilakukan oleh PT. QRS INTERNATIONAL
dan laboratoriumnya terpisah dari area produksi dan mempunyai
prosedur pengujian untuk mencegah resiko kontaminasi produk
5.5.2.2 PT. QRS INTERNATIONALmelaksanakan pengujian yang rutin
untuk menghilangkan resiko keamanan produk. Pengendaliannya
di dokumentasikan, di terapkan dan meliputi :
- akses dan keamanan fasilitas pengujian
- pergerakan personel laboratorium
- Pemakaian pakaian khusus laboratorium
- proses dan cara pengumpulan sample
- pembuangan limbah yang berasal dari laboratorium
5.5.2.3 PT. QRS INTERNATIONAL melakukan analisa subkontrak yang
kritis terhadap keamanan dan legalitas produk pada
laboratorium yang sudah terakreditasi dan beroperasi sesuai
dengan persyaratan dan prinsip ISO 17025. Penjelasan
terdokumentasi tersedia apabila metode tidak dilaksanakan
5.5.2.4 Harus terdapat prosedur untuk memastikan keakuratan hasil
laboratorium, lain halnya dengan hal kritis yang berhubungan
dengan keamanan dan legalitas dalam 5.5.2.3, yang meliputi :
- penggunaan metode yang di akui
- prosedur pengujian yang terdokumentasi
- jaminan staf yang memenuhi kualifikasi dan atau di latih dan
kompeten untuk melakukan analisa yang dipersyaratkan
- penggunaan sistem untuk memverifikasi hasil pengujian, misal
uji profisiensi
- kalibrasi yang tepat dan pemeliharaan peralatan.

44

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

PENGENDALIAN PRODUK
5.6

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
36 dari 47

Product Release

PT. QRS INTERNATIONAL memastikan bahwa produk akhir tidak akan di


rilis kecuali seluruh prosedur terkait telah dilaksanakan
5.6.1

PT. QRS INTERNATIONAL memiliki prosedur untuk memastikan bahwa


produk tidak akan di rilis sampai semua criteria telah lengkap dan
benar/sah untuk di rilis

6. Pengendalian Proses
6.1 PengendalianOperasional
PT. QRS INTERNATIONAL menjalankan prosedur terdokumentasi dan atau
instruksi kerja untuk memastikan produksi produk aman dan legal secara
konsisten dengan karakterisitik mutu, yang benar-benar sesuai dengan
Program keamanan pangan HACCP
6.1.1

Spesifikasi proses yang terdokumentasi dan instruksi kerja tersedia bagi


proses kunci dalam memproduksi produk untuk memastikan keamanan,
legalitas dan kualitas produk, meliputi :
- identifikasi allergen
- instruksi waktu, kecepatan
- waktu pembekuan, suhu
- instruksi pelabelan
- pengkodean dan penandaan umur simpan
- CCP yang teridentifikasi dalam Rencana HACCP
6.1.2 Monitoring proses, seperti suhu, waktu diterapkan, dikendalikan secara
cukup dan terekam untuk memastikan produk diproduksi sesuai dengan
spesifikasi proses yang di persyaratkan
6.1.3 Dalam keadaan dimana parameter proses terkontrol oleh alat
monitoring, maka harus dihubungkan pada suatu sistem peringatan
kegagalan yang secara rutin di periksa
6.1.4 Jika terjadi perbedaan kondisi pengolahan dalam peralatan terhadap
keamanan atau kualitas produk, maka karakteristik pengolahannya

45

6.1.5

6.1.6

6.1.7

harus di validasi dengan frekwensi yang berdasarkan resiko terjadinya


serta performa peralatan ( suhu freezer dan cold storage)
Jika terjadi kerusakan alat pada saat proses atau adanya penyimpangan
proses dari spesifikasi, PT. QRS INTERNATIONALmempunyai prosedur
untuk memastikan keamanan dan
kualitas produk untuk menentukan tindakan yang di ambil.
Pengecekan terdokumentasi di line produksi dilakukan sebelum di
mulainya produksi dan setiap ada pergantian produk. Pengecekan di
lakukan untuk memastikan bahwa line produksi telah di bersihkan dan
siap untuk pelaksanaan produksi. Pengecekan yang dilakukan pada saat
pergantian produk untuk memastikan semua produk dan bahan
pengemas telah di keluarkan dari line produksi sebelum pergantian ke
produksi selanjutnya
PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi untuk
menjamin produk di kemas sesuai dengan label dan kemasannya
termasuk pengecekan pada saat awal packing, selama packing
berlangsung dan pergantian bahan pengemas dan pergantian lot bahan
pengemas untuk memastikan penggunaan bahan pengemas yang benar.
Prosedur juga meliputi verifikasi beberapa kode informasi yang ada pada
bahan pengemas.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

PENGENDALIAN PROSES

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2016
37 dari 47

6.2 Kuantitas berat, volume dan pengendalian nomor


PT. QRS INTERNATIONAL menjalankan sistem pengendalian kuantitas
untuk memenuhi persyaratan legalitas negara pelanggan dan persyaratan
spesifikasi pelanggan
6.2.1
6.2.2

Frekwensi dan metodologi dari pengecekan kuantitas sesuai dengan


persyaratan peraturan pemerintah tentang verifikasi kuantitas , dan
rekaman pengecekan dipelihara
Apabila kuantitas produk tidak di persyaratkan oleh peraturan
pemerintah, maka produk sesuai dengan persyaratan pelanggan dan
rekaman di pelihara

6.3 Kalibrasi dan pengendalian pengukuran dan alat monitoring


PT. QRS INTERNATIONAL dapat menunjukkan bahwa pengukuran dan
peralatan monitoring akurat dan bisa di percaya hasil pengukurannya
6.3.1

PT. QRS INTERNATIONAL dapat mengidentifikasi dan mengendalikan


peralatan ukur di gunakan untuk memonitor CCP. Keamanan dan
legalitas produk, meliputi :
- dokumentasi daftar peralatan dan lokasinya
- identitas kode dan tanggal kalibrasi

46

berwenang
6.3.2

6.3.3
6.3.4

- pencegahan dari perubahan yang dilakukan oleh staf yang tidak


- perlindungan dari kerusakan, salah pemakaian
Semua peralatan yang diidentifikasi termasuk peralatan baru di cek dan
apabila perlu di sesuaikan :
- frekwensi yang ditetapkan sebelumnya berdasarkan penilaian resiko
- untuk menjelaskan metode penelusuran sesuai standar nasional
ataupun internasional yang diakui
Hasilnya di dokumentasi. Peralatan harus mudah di bacadan memiliki
keakuratan yang sesuai pada saat dilakukan pengukuran
Peralatan ukur di kalibrasi dan mudah di telusuri oleh Standar nasional
atau standar internasional yang di akui dan rekamannya dipelihara
PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur untuk merekam
tindakan yang diambil pada saat melakukan pengukuran dan memantau
peralatan yang bekerja tidak sesuai dengan imit ketentuannya. Jika
keamanan dan legalitas produk berdasarkan ketidak akuratan alat, maka
dilakukan tindakan untuk menjamin bahwa produk tersebut tidak layak
jual.

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

PERSONIL

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
38 dari 47

7. Personil
7.1 Pelatihan
Penanganan bahan baku, persiapan, proses, packing dan area
penyimpanan
PT. QRS INTERNATIONAL memastikan semua karyawan yang melakukan
pekerjaan yang mempengaruhi keamanan, legalitas, kualitas produk
memiliki kompeten dalam melakukan kegiatannya, melalui pelatihan,
pengalaman kerja, atau kualifikasi

47

7.1.1
7.1.2
7.1.3

7.1.4

7.1.5

Semua karyawan yang terkait termasuk kontraktor di berikan pelatihan


yang sesuai sebelum memulai pekerjaan dan telah cukup mendapatkan
pengawasan selama masa kerjanya
Untuk karyawan yang menangani bagian yang berkaitan dengan CCP di
berikan pelatihan dan di lakukan penilaian kompetensi
PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai program terdokumentasi yang
meliputi kebutuhan training bagi karyawan terkait. Minimal meliputi :
- identifikasi kompetensi kompetensi untuk bagian tertentu
- adanya pelatihan
- review efektivitas pelatihan
- penyampaian pelatihan menggunakan bahasa yang mudah di
mengerti oleh karyawan
Semua laporan training tersedia, minimal meliputi :
- nama peserta dan daftar hadir
- tanggal dan durasi pelatihan
- judul dan isi pelatihan
- penyelenggara pelatihan
Apabila pelatihan dilakukan oleh pihak luar, laporan pelatihan harus
tersedia
PT. QRS INTERNATIONAL secara rutin mengkaji kompetensi
karyawan/stafnya. Antara lain dilakukan pelatihan penyegaran kembali.

7.2 Personal Hygiene


Penanganan bahan baku, persiapan, proses, packing dan area
penyimpanan
Standar personal hygiene PT. QRS INTERNATIONAL sesuai dengan produk
yang diproduksi, terdokumentasi, dan di mengerti oleh semua karyawan,
termasuk staf, kontraktor, tamu yang akan ke fasilitas produksi
7.2.1

7.2.2
7.2.3
7.2.4
7.2.5

Persyaratan untuk personal hygiene di dokumentasi dan di


komunikasikan kepada semua karyawan, minimal meliputi :
- tidak boleh memakai jam tangan
- tidak boleh memakai perhiasan
- tidak boleh memakai perhiasan baik di telinga, hidung, lidah dan alis
- kuku harus pendek, bersih dan tidak berkuteks, kuku yang panjang
tidak di perbolehkan
- tidak boleh menggunakan parfum yang berlebihan
Kesesuaian persyaratan di cek secara rutin
Tersedia tempat cuci tangan di pintu masuk area produksi dan pada
frekwensi tertentu untuk memperkecil resiko kontaminasi produk
Semua luka yang terbuka dilindungi oleh plester warna yang berbeda
dengan warna produk (sebaiknya biru) dan mengandung kepingan yang
dapat dideteksi oleh metal detector dan di monitor.
Sample dari plester di lewatkan pada mesin metal detector dan
rekamannya di pelihara
Tersedia proses dan instruksi penulisan untuk staf untuk mengontrol
penggunaan dan penyimpanan obat-obatan untuk memperkecil
kontaminasi pada produk

PT. QRS INTERNATIONAL


No. Dok.

FSQM.FSTL.01

48

FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

PERSONIL
7.3

Revisi
Tanggal
Halaman

00
20-06-2014
39 dari 47

Pemeriksaan Kesehatan

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur yang memastikan bahwa


karyawan, staf, kontraktor, tamu bukan merupakan sumber pindahnya
penyakit pada produk
7.3.1
7.3.2

7.3.3

7.4

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur peringatan pada


karyawan yang terkena infeksi, penyakit atau kondisi di mana mereka
telah kontak atau telah menjadi penderita
Tamu dan kontraktor di persyaratkan untuk mengisi kuisioner kesehatan
yang menerangkan bahwa mereka dalam keadaan sehat atau tidak
menderita penyakit yang dapat beresiko bagi keamanan produk sebelum
masuk ke area bahan baku, proses, packing, penyimpanan.
PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai prosedur terdokumentasi untuk
karyawan, kontraktor, tamu yang berhubungan dengan tindakan yang di
ambil jika ada karyawan, kontraktor, tamu yang telah berkontak dengan
penyakit atau menjadi penderita.Saran dari ahli kesehatan harus di
laksanakan.

Pakaian kerja

Karyawan atau tamu yang akan ke area produksi


Karyawan, kontraktor, tamu baik yang akan bekerja atau akan memasuki
area produksi harus memakai pakaian kerja yang sesuai
7.4.1

7.4.2

7.4.3
7.4.4
7.4.5
7.4.6

PT. QRS INTERNATIONAL mempunyai dokumen dan di komunikasikan ke


semua karyawan, kontraktor, tamu peraturan-peraturan dalam
menggunakan pakaian kerja termasuk peraturan tidak boleh di pakainya
pakaian kerja di toilet, kantin dan di area merokok
Pakaian kerja harus :
- tersedia dalam jumlah yang cukup dengan karyawan
- memiliki desain yang tepat untuk mencegah kontaminasi terhadap
produk (tidak memiliki kantong luar dan tidak berkancing)
- menutupi seluruh rambut untuk mencegah kontaminasi
- masker penutup mulut dan hidung untuk mencegah kontaminasi
produk
Pencucian baju di lakukan oleh perusahaan sendiri dengan
menggunakan kriteria yang jelas dan diakui untuk dapat di validasi
efektifitas proses pencuciannya.
PT. QRS INTERNATIONALtidak memakai jasa laundry dalam mencuci
pakaian kerja karyawan
Untuk pemakaian sarung tangan diganti secara teratur, sekali pakai,
food grade, memiliki warna yang berbeda dengan warna produk
(sebaiknya biru), utuh dan tidak berserat.
Pakaian kerja seperti apron, sarung tangan harus di bersihkan dan di
sanitasi pada frekwensi tertentu berdasarkan resiko

49

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL
SURAT PENUNJUKKAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
40 dari 47

Surat Penunjukan Tim Mutu dan Keamanan Pangan


SURAT PENUNJUKAN
Nomor :
Kami bertindak selaku manajemen dari PT. QRS INTERNATIONAL :
Nama
:
Jabatan
:
Berkedudukan di
:
Mengingat
Persyaratan BRC Issue 6 yang mensyaratkan adanya Tim Keamanan Pangan
(BRC), Tim Tanggap Darurat (ERT), Koordinator Audit Internal, Tim Penarikan
Kembali (RPT)
Menimbang
Perlunya koordinasi, perencanaan dan pengawasan implementasi BRC Issue 6
Memutuskan
Menunjuk pejabat fungsional terkait :
A. Tim Keamanan Pangan (BRC)
Tim Keamanan
Pangan
Ketua
Wakil
Anggota

Nama

Jabatan

Skill

Pengalaman

50

Tim Keamanan Pangan memiliki tugas dan tanggung jawab :


a. Mengelola tim mutu dan keamanan pangan dan mengatur pekerjaannya
b. Memastikan pendidikan dan pelatihan yang relevan dari anggota team
keamanan pangan,
c. Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa system manajemen keamanan
pangan ditetapkan, diimplementasikan, dipelihara dan diperbaharui,

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL
SURAT PENUNJUKKAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
41 dari 47

d. Melaporkan pada Direktur dan General Manajer PT. QRS INTERNATIONAL


tentang efektifitas dan kesesuaian system manajemen keamanan pangan.
e. Melakukan sosialisasi dan memastikan peningkatan kesadaran mengenai
pentingnya memenuhi kebutuhan pelanggan kepada seluruh organisasi
f. Memotivasi anggota tim khususnya & seluruh karyawan agar sistem manajemen
mutu dan keamanan pangan dapat diterapkan dengan baik.
g. Menyetujui / mengesahkan dokumen sistem keamanan pangan dan dokumen
penunjang lainnya
h. Mengkoordinir persiapan pembuatan dokumentasi sistem keamanan pangan.
i. Menentukan jadwal verifikasi sistem.
B. Tim Audit Internal
Audit Internal
Koordinator
Tim Auditor

Nama

Jabatan

Skill

Pengalaman

Tim Audit Internal memiliki tugas dan tanggung jawab :

51

a. Koordinator Audit Internal menentukan personal pelaksana audit internal


(auditor) dari personal internal perusahaan yang mempunyai kemampuan
dan harus mandiri dari tanggung jawab bagian yang diaudit.
b. membuat Laporan Audit terhadap kesesuaian dan ketidaksesuaian yang
berhasil diidentifikasi pada saat audit
c. meminta tindakan perbaikan setelah mendapat persetujuan FSTL dan
Personal in charge masing-masing departemen
d. Koordinator Audit Internal harus membuat Laporan Audit Internal sesuai
dengan keadaan sebenarnya dan diberikan kepada Direktur yang
selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan tinjauan sistem manajemen
Keamanan Pangan.
e. Koordinator Audit Internal menentukan personal untuk melakukan inspeksi
terkait dengan kebersihan dan kerapihan yaitu pada bangunan dan
peralatan

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL
SURAT PENUNJUKKAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
42 dari 47

C. Tim Tanggap Darurat


Tim Tanggap Nama
Darurat
Ketua
Wakil
Anggota

Jabatan

Skill

Pengalaman No Telepon

52

Tim Tanggap Darurat memiliki tugas dan tanggung jawab :


a. menangani potensi insiden dan situasi darurat secara efektif
yang
mempengaruhi kemanan
pangan, legalitas dan kualitas yang meliputi
pertimbangan terhadap rencana darurat untuk memelihara kesinambungan
bisnis. Insiden meliputi :
- gangguan terhadap pelayanan yang penting seperti air, energi,
transportasi, proses refrigrasi, kemampuan staf dan komunikasi
- kebakaran, banjir/bencana alam
- sabotase
b.
melakukan segala bentuk komunikasi dengan pihak eksternal yang
berhuungan dengan insiden
c. membuat daftar nomor telpon pihak manajemen, tim tanggap darurat, pihak
eksternal yang terkait dengan insiden
d. melakukan karantina, evakuasi dan membantu pengamanan area insiden
e.
membuat laporan terkait dengan insiden yang terjadi dan melaporkan
kepada Direktur

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL

No. Dok.
Revisi

FSQM.FSTL.01

00

53

SURAT PENUNJUKKAN

Tanggal
Halaman

20-06-2014
43 dari 47

D. Tim Penarikan Kembali


Tim Penarikan Nama
Kembali
Ketua (RPTL)
Anggota ( RPT)

Jabatan

Alamat Email

No Telepon

54

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL
SURAT PENUNJUKKAN

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
20-06-2014
44 dari 47

Demikian penunjukan ini dibuat untuk dipergunakan dengan semestinya. Hal hal
lain yang belum diatur dan atau tidak sesuai dapat dilakukan perubahan pada revisi
berikutnya.

Direktur

55

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL
TABEL KOMUNIKASI
Tabel Komunikasi
A. Tabel Komunikasi Internal (Proyek BRC)
No.
Topik
Pelaksana
1.

2.

Implementasi
Proyek
BRC

Direksi

Kebijakan
Keamanan
Pangan

FSTL

3.

Spv. Dept.
Sasaran
Keamanan
Pangan

4.

Target

Lisan,
Spanduk,
Rapat
Spv Dept

Seluruh
karyawan

Lisan,
Spanduk,
Papan
pengumuma
n

Seluruh
karyawan

FSTL

Seluruh
karyawan

Hasil Audit
Keamanan
Pangan Internal

Koordinator AMI

1. Seluruh
Spv. Dept.
2. Seluruh

FSQM.FSTL.01

00
01-05-2014
45 dari 47

Media

1. Tim
Keamanan
Pangan
2. Seluruh
karyawan

Sosialisasi

6.

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

Waktu

setiap ada
perubahan
Saat rapat
tinjauan
manajemen

Rapat / Spv.
Dept.

Lisan
Papan
pengumuma
n
Laporan
Audit

Rapat Hasil
Audit
Internal

56

karyawan
7.

8.

9.

Hasil Survey
Kepuasan
Pelanggan
Rapat Tinjauan
Manajemen
Perbaikan
berkesinambung
an

Wakil
Manajemen/FST
L
Spv. Sales
& Mkt. Dept
Spv. Dept.

Wakil
Manajemen/FST
L
Kabag

Seluruh
karyawan
Seluruh
karyawan
1. Seluruh
Spv. Dept.
2. Seluruh
karyawan

Lisan
Papan
pengumuma
n
Lisan
Laporan

Setelah
survey
Setelah
rapat
Tinjauan
Manajemen

Lisan

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL
TABEL KOMUNIKASI

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
01-05-2014
46 dari 47

B. Tabel Komunikasi Internal (Sistem Manajemen Keamanan Pangan)


No
.
1

Topik

Pelaksana

Target

Media

Waktu

Produk/ produk
baru

Marketing,
FSTL, Tim
Keamanan
Pangan

Seluruh
karyawan

Rapat

Setiap ada
perubahan
produk

Bahan baku, jasa

Marketing,
FSTL, Tim
Keamanan
Pangan

Seluruh
karyawan

Rapat

Setiap ada
perubahan
produk

Sistem produksi
dan peralatan

Seluruh
karyawan

Pengumuma
n

Setiap ada
perubahan
produk

fasilitas
produksi, lokasi
peralatan,
lingkungan
sekitar

QC, Produksi,
marketing,
FSTL, Tim
Keamanan
Pangan
FSTL,
Produksi, Tim
Keamanan
Pangan

Seluruh
karyawan

Pengumuma
n, meeting,
audit

Setiap ada
perubahan

57

program
pembersihan
dan sanitasi
sistem
pengemasan,
penyimpanan
dan distribusi

FSTL, GA, Tim


Keamanan
Pangan
QC, Produksi,
FSTL, Tim
Keamanan
Pangan

Seluruh
karyawan

Tingkatan
kualifikasi
personil/ job
description

Manajer
departemen

Seluruh
karyawan

Persyaratan
peraturan dan
perundangundangan
Pengetahuan
mengenai
bahaya
keamanan
pangan dan
tindakan
pengendalian
Persyaratan
pelanggan

FSTL, Tim
Keamanan
Pangan

Seluruh
karyawan

Pengumuma
n, meeting,
audit

Setiap ada
perubahan

FSTL, Tim
Keamanan
Pangan

Seluruh
karyawan

Pengumuma
n, meeting,
audit

Setiap ada
perubahan

FSTL, Tim
Keamanan
Pangan
All Manager

Seluruh
karyawan

10

11

Keluhan
pelanggan

12

Situasi darurat

GA, Tim
Tanggap
Darurat

Pengumuma
n, meeting,
audit
Pengumuma
n

Seluruh
karyawan

Setiap ada
perubahan
Setiap ada
perubahan
produk
Setiap ada
perubahan

Pengumuma Setiap ada


n, meeting,
perubahan
audit
Seluruh
Pengumuma
Setiap ada
karyawan
n, meeting,
perubahan
audit
Seluruh
karyawan

Pengumuma
n, meeting,
audit

Setiap ada
situasi
darurat

PT. QRS INTERNATIONAL


FOOD SAFETY - QUALITY MANUAL
TABEL KOMUNIKASI

No. Dok.
Revisi
Tanggal
Halaman

FSQM.FSTL.01

00
01-05-2014
47 dari 47

C. Tabel Komunikasi Eksternal


No
.
1

Topik
Supplier
Spesifikasi Bahan
Baku/ bahan
pendukung
Kontrak kerja

Pelaksa
na

Target

Purchasin
g

Supplie
r

Purchasin
g

Supplie
r

Media

Form Spesifikasi
yang
ditandatangani
supplier
Form kontrak
kerja

Waktu

Setiap akan
melakukan
pembelian

Setiap akan melakukan


perjanjian kerjasama

58

Audit supplier (jika


ada perjanjian)

Purchasin
g

Supplie
r

Persyaratan seleksi
supplier

Purchasin
g

Supplie
r

Evaluasi Supplier

Spesifikasi Peralatan

Peraturan GMP,
Safety, Peraturan
Perusahaan, dll

Purchasin
g
Purchasin
g
Purchasin
g/ Bagian
security/
HRD

Supplie
r
Supplie
r
Supplie
r

Marketing
,
Marketing
,

1
2

Pelanggan/
Customer
Peluncuran produk
baru
informasi produk
(nutrisi, komposisi,
saran penggunaan,
umur simpan)
termasuk harga
Kontrak/
penanganan order
termasuk
perubahannya
Umpan balik
pelanggan termasuk
keluhan pelanggan

Form Spesifikasi
yang
ditandatangani
supplier,
telepon
Form seleksi
supplier,
dilakukan
dengan telepon,
fax, dll
Form evaluasi
supplier
Form spesifikasi
peralatan
Setiap ada
kunjungan tamu

Setiap sebelum dilakuk


audit ke supplier

Pelangg
an
Pelangg
an

Iklan, dll

Setiap peluncuran prod


baru
Setiap saat

Marketing
,

Pelangg
an

Form kontrak
kerja

Sebelum melakukan
kerjasama

Marketing
, FSTL

Pihak
perusah
aan

Telepon, form
keluhan
pelanggan

Setiap mendapatkan
umpan balik dari
pelanggan

Pihak Pemerintah/ yang berwenang


Peraturan terbaru
FSTL
mengenai mutu dan
keamanan pangan

Bagian
packaging dari
finished goods,
CoA

Setiap akan seleksi


supplier baru

Setiap 6 bulan sekali


terhadap supplier regul
Sebelum melakukan
pembelian
Setiap ada kunjungan
tamu

(DKP, BPPMHP, tamu perusahaan dll)


Seluruh
Pengumuman,
Setiap ada perubahan
elemen
meeting,
perusaha
briefing,
an
training

59