Anda di halaman 1dari 4

STIKES KARYA HUSADA SEMARANG

ANALISA SINTESA PEMASANGAN KATETER URETRA


Disusun oleh :

Joko Septian Wahyogo

Agus Prasetyo

Ahmad Fiqih Sayekti

Choirul Iman

Dian Karya Marhardika

Daya Arif Wibawa

Heri Sugiyanto

Anik Istikomatun

Wahyu Novia Ilmiati

Riwinda Adya Saras

Lolita Devi Permatasari

Solikin

Umi Hanik

Triani

Maya Lusiana

Trisnawati

Julia

Winarni

Adnan

Trio Cahyanto

Novita

Ahmad Zam-zami
PROGRAM PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA


SEMARANG
2013

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN


PEMASANGAN KATETER
Inisial Klien
Diagnosa Medis
No Register

: Tn. K
: CRF
: 111043

1. Diagnosa Keperawatan dan Dasar Pemikiran


Kelebihan volume cairan berhubungan dengan disfungsi ginjal dan retensi
natrium.
Data Hasil Pengkajian :
DS : Keluarga klien mengatakan klien tidak BAK selama 2 hari yang lalu
Keluarga klien mengatakan nafas klien cepat
DO :
produksi urin negative,
TD : 90/60mmHg
HR : 60x/menit
S : 370C
Creatinin 200 mikromol/L
Natrium 150 mmol/L
Kalium 5,31 meq/I
Dasar pemikiran :
Akut renal feilur dapat didefinisikan sebagai sindrom klinis akibat kerusakan
metabolik atau patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi
yang nyata dan cepat serta terjadinya azotemia (Davidson, 1984). Biasanya
penyakit ini disertai oliguria (pengeluaran kemih < 400 ml/ hari). Karena pada
CRF terjadi penurunan sirkulasi ginjal mengakibatkan peningkatan tonusitas
medular yang selanjutnya memperbesar reabsorbsi dari cairan tubular distal.
Oleh karenanya perubahan urine tipikal pada keadaan perfusi rendah. Volume
urine menurun sampai kurang dari 400 ml/ hari.
2. Tindakan Keperawatan yang Dilakukan

Memasang kateter uretra.


3. Prinsip Tindakan
a. Gentle
b. Sterilitas
c. Adekuat lubrication
d. Gunakan kateter sesuai ukuran
4. Analisa Tindakan
Pemasangan kateter uretra dimaksudkan untuk pemantauan haluaran urin
(output) pada klien karena produksi urin klien negatif akibat dari penurunan
sirkulasi ginjal yang mengakibatkan peningkatan tonusitas medular yang
selanjutnya memperbesar reabsorbsi dari cairan tubular distal.
5. Bahaya dan Pencegahan
Bahaya :
a. Infeksi
b. Striktur uretra
c. Ruptur uretra
d. Perforasi buli-buli
e. Pendarahan
f. Balon pecah atau tidak bisa dikempeskan
Pencegahan : lakukan pemasangan kateter uretra sesuai dengan prosedur
tindakan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan prinsip tindakan, seperti
pengecekan balon kateter sebelum pemasangan, memperhatikan teknik steril,
pemasangan secara gentle, pemberian lubrikasi, dan mengunakan kateter yang
sesuai.
6. Hasil yang Didapatkan dan Maknanya
S : Pasien mengatakan perut tidak terasa penuh
O : terdapat haluaran urin pada klien meskipun sedikit, HR : 60x/menit, S : 37 0C,
Creatinin 180 mikromol/L Natrium 145 mmol/L, Kalium 5,25 meq/I
A : Masalah belum teratasi ditandai dengan haluaran urin yang sedikit, kadar
creatinin, natrium, dan kalium mengalami penurunan namun belum sampai
pada rentang normal
P : Pertahankan intervensi :
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian antidiuretik sesuai kebutuhan

Pertahankan keakuratan catatan asupan dan haluaran

7. Tindakan Keperawatan lain


Monitor TTV
Monitor BUN
Berikan diuretik sesuai kebutuhan
8. Evaluasi Diri
Dapat melakukan pemasangan kateter tanpa bantuan

Pembimbing

Mahasiswa

(TT dan nama terang)

(TT dan nama terang)