Anda di halaman 1dari 5

NAMA MAHASISWA : Widya Agung P

KELOMPOK : IV

NOMOR MAHASISWA PROFESI : 0029-24-34-11-2008

RESTORASI ONLAY PASCA PERAWATAN SALURAN AKAR

I. Deskripsi Kasus

Seorang pasien wanita berusia 20 tahun datang ke RSGMP UMY ingin


menumpatkan gigi geraham bawah kanannya karena berlubang yang besar. Gigi
tersebut sudah dilakukan perawatan saluran akar sekitar 5 bulan yang lalu dan setelah
dirawat saluran akarnya tidak ada keluhan.

Pada pemeriksaan obyektif didapatkan hasil, terdapat kavitas yang luas


melibatkan tonjol gigi di oklusal pada gigi 46. Berdasarkan pemeriksaan obyektif,
perkusi dan palpasinya negatif. Sehingga, diagnosis gigi tersebut adalah gigi non vital
pasca PSA. Rencana perawatan yang akan dilakukan adalah pemasangan onlay jenis
PFM (Porcelin Fused Metal).

Kunjungan pertama yang dilakukan adalah preparasi mahkota. Preparasi awal


pengurangan oklusal sesuai bentuk oklusal gigi 1,5 mm. Selanjutnya preparasi bagian
dalam dinding mahkota berbentuk boks (harus datar dan sejajar). Preparasi akhir,
menghaluskan sudut-sudut yang tajam. Setelah preparasi selesai kavitas dibersihkan
dan dilakukan pencetakan dengan hidrophilic vinyl polysiloxane untuk mencetak
bagian dalam dinding mahkota dan exaflex putty untuk mencetak gigi. Kemudian
dilakukan pembuatan cetakan positif gigi dengan glass stone. Kavitas ditutupi
kembali dengan tumpatan sementara semen seng fosfat serta pembuatan bite record
dengan malam merah. Hasil cetakan positif dan bite record dikirimkan ke
laboratorium untuk dibuatkan onlay jenis PFM.

Kunjungan berikutnya pemasangan onlay menggunakan sementasi SIK tipe I.


II. Pertanyaan Kritis

a. Apakah indikasi dan kontra indikasi perawatan onlay?

b. Apakah kelebihan onlay?

c. Apa perbedaan onlay dengan inlay?

III.Landasan Teori dan Refleksi Kasus

A. Landasan Teori

ONLAY / UPLAY
Uplay merupakan modifikasi dari MOD inlay dimana sebagian/seluruh permukaan dilindungi
dengan restorasi rigid atau logam cor.
KELEBIHAN ONLAY
1. Menuupi seluruh permukaan oklusal sehingga dapa memperbaiki oklusi (anaomis
dari gigi) dan melindungi cups,
2. Tekan kunyah pada onlay diteruskan rata ke jaringan gigi,
3. Tekanan pada onlay lebih menyatu
INDIKASI
1. Abrasi gigi posterior yag luas
2. kerusakan gigi posterior yang besar teapi email dan dentin bagian bukal dan lingual
masih sehat
3. Telah dirawat endodontik
4. Memperbaiki fungsi oklusi
5. Kemungkinan terjadinya frakur cups karena kurang jaringan sehat pendukungnya
6. Lebar ishmus telah melebihi sepertiga jarak antar cups
KONTRA INDIKASI
1. Dinding bukal dan lingual sudah rusak
2. Mahkota klinis pendek

KELEBIHAN UPLAY dibandingkan dengan MOD inlay


Pada uplay:
Ø Menutup seluruh bpermukaan okusal sehingga dapat memperbaiki oklusi (anatomis dan
fungsi)
Ø Dengan adanya logam yang menutupi permukaan oklusal, maka cups akan terlindung
Ø Tekanan kunyah pada uplay dapat diteruskan dengan lebih baik
Ø Tekana pada uplay condong untuk lebih menyatukan cups dibandinglan dengan MOD
inlay.
TAHAP-TAHAP PREPARASI ONLAY
1. Reduksi permukaan oklusal
2. Bevel pada functional cups
3. Bahu pada functional cups bevel
4. Isthmus pada permukaan oklusal
5. Pembuatan boks proksimal
6. Gingiva bevel
7. Bevel
§ cavo-surface angle
§ bahu pada functional cups bevel
§ lingual/bukal
8. Penyalesaian :
§ Dinding-dinding // atau divergen ke oklusal di haluskan
§ Tidak ada undercut
§ Line angle dibuat tajam

INDIRECT RESTORATIONS
Adalah tambalan yang dibuat di laboratorium, di mana sebelumnya gigi dan rahang pasien
sudah dicetak oleh dokter gigi kemudian hasil cetakan tersebut dikirim ke laboratorium.
Umumnya indirect restorations berupa logam tuang yang akan disemenkan pada gigi yang
telah dipreparasi, dan pengerjaannya membutuhkan lebih dari satu kali kunjungan. Material
yang lazim digunakan adalah porcelain, logam paduan emas, atau logam paduan dasar.
Indirect restoration umumnya diindikasikan pada gigi belakang (premolar maupun molar).
Macam dari indirect restorations diantaranya adalah :
* Inlay
* Onlay
* Crown atau mahkota tiruan
Inlay serupa dengan onlay, yaitu tambalan dari logam tuang yang dibuat di dental lab
kemudian dicekatkan ke gigi pasien dengan semen kedokteran gigi. Umumnya gigi yang
dibuatkan inlay atau onlay adalah gigi yang karies dan sudah berlubang besar atau gigi
dengan tambalan yang kondisinya sudah buruk dan harus diganti, bila ditambal secara direct
dengan amalgam ataupun resin komposit dikhawatirkan tambalan tersebut tidak akan
bertahan lama karena patah atau lepas.
Pertama-tama gigi pasien yang mengalami karies dibersihkan, atau tambalan lama dibongkar.
Kemudian gigi diasah/dipreparasi untuk kedudukan inlay/onlay, setelah preparasi selesai gigi
pasien dicetak. Hasil cetakan akan dibawa ke dental lab untuk diproses selanjutnya. Gigi
pasien lalu ditutup dengan tambalan sementara.
Setelah jadi inlay/onlay, pasien datang kembali dan tambalan sementara akan dibongkar.
Kemudian inlay/onlay tersebut dipasangkan kepada pasien. Bila kedudukannya baik maka
inlay/onlay tersebut akan disemenkan sehingga cekat dan tidak dapat dilepas sendiri oleh
pasien.
Permukaan gigi premolar & molar tidak rata melainkan ada tonjol-tonjol (cusps). Inlay
adalah tambalan yang berada di antara cusp, sehingga ukurannya biasanya tidak begitu luas.
Sementara onlay biasanya lebih luas dan menutupi salah satu atau lebih tonjol gigi tersebut.
Dapat dikatakan onlay adalah merekonstruksi kembali gigi yang kerusakannya sudah sangat
luas.
Onlay yang dibuat dari logam paduan emas.
Emas memiliki banyak keunggulan terutama karena bahan ini sangat biokompatibel dan
dapat dikatakan tidak mudah mengalami degradasi bila berada di rongga mulut yang
merupakan lingkungan korosif. Oleh karena itu inlay/onlay emas dapat bertahan dalam
jangka waktu lama, sayangnya biayanya cukup tinggi

• Inlay atau onlay


Inlay / onlay diindikasikan pada gigi yang telah mengalami kehilangan struktur yang luas
(onlay bila telah melibatkan tonjol gigi). Sifatnya material yg digunakan lebih kuat, tahan
lama serta adaptasi dengan gigi lebih baik dibandingkan dengan penambalan biasa. Apabila
struktur gigi yang hilang/rusak lebih besar dibanding struktur gigi yg tersisa, maka tidak
dapat dibuatkan inlay/onlay, u/ keadaan ini mahkota tiruan menjadi pilihan terbaik. Terdapat
beberapa jenis material yang dapat digunakan seperti All-metal, Metal-Porcelain, All-
Porcelain ataupun Resin komposit indirek. Prosedur pembuatan inlay/onlay mirip dengan
penambalan gigi, tetapi dibutuhkan minimal dua kali kunjungan, karena pembuatan tambalan
dilakukan diluar mulut (dilab). Dilakukan pengambilan jaringan karies, kemudian gigi
dipreparasi/ dibentuk sesuai bentuk lubang yg ada. Selanjutnya dilakukan pencetakan dan
pemilihan warna (bila akan dibuatkan sewarna gigi), cetakan tersebut dikirim ke lab u/
dibuatkan inlay/onlay. Sementara inlay/onlay dibuat dilab, gigi tsb dilakukan penambalan
sementara. Pada kunjungan kedua, inlay/onlay dicobakan dan direkatkan ke gigi secara
permanen.
B. Refleksi Kasus
Dari pemeriksaan obyektif dan kondisi klinis gigi, operator memutuskan melakukan
perawatan onlay. Pertimbangan operator menggunakan onlay karena gigi telah mengalami
kehilangan struktur yang luas melibatkan tonjol gigi dan sifat material yg digunakan lebih
kuat, tahan lama serta adaptasi dengan gigi lebih baik dibandingkan dengan penambalan
biasa Sehingga, restorasi yang dibutuhkan kekuatan bahan restorasi dalam menyeimbangkan
kekuatan oklusi dengan gigi.

IV. Kesimpulan
Perawatan restorasi akhir pasca perawatan endodonsi ditentukan berdasarkan kondisi
giginya . Prosedur pembuatan inlay/onlay mirip dengan penambalan gigi, tetapi dibutuhkan
minimal dua kali kunjungan, karena pembuatan tambalan dilakukan diluar mulut (dilab).
Dilakukan pengambilan jaringan karies, kemudian gigi dipreparasi/ dibentuk sesuai bentuk
lubang yg ada. Selanjutnya dilakukan pencetakan dan pemilihan warna (bila akan dibuatkan
sewarna gigi), cetakan tersebut dikirim ke lab u/ dibuatkan inlay/onlay.