Anda di halaman 1dari 134

WALIKOTA PRABUMULIH

PERATURAN WALIKOTA PRABUMULIH


NOMOR
TAHUN 2015
TENTANG
URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA
DINAS DAERAH KOTA PRABUMULIH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PRABUMULIH,

Menimbang

: a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 123


Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kota
Prabumulih dan untuk memberikan pedoman bagi
Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota
Prabumulih maka perlu disusun Tugas Pokok, Fungsi dan
Tata Kerja Dinas Daerah Kota Prabumulih;
b. bahwa penyusunan Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja
Dinas Daerah sebagaimana dimaksud huruf a diatas perlu
ditetapkan dengan Peraturan Walikota Prabumulih.

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang PokokPokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pokok-Pokok
Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia 1999,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);
2. Undang-Undang
Nomor
6
Tahun
2001
tentang
Pembentukan Kota Prabumulih (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2001 Nomor 86, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4113);

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang


Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Nomor 59,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844;
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4438);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4737);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4741);
7. Peraturan Daerah Kota Prabumulih Nomor 2 Tahun 2008
tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kota
Prabumulih (Lembaran Daerah Kota Prabumulih Tahun
2008 Nomor 1 Seri D).

MEMUTUSKAN :
Menetapkan

: PERATURAN WALIKOTA PRABUMULIH TENTANG URAIAN


TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH
KOTA PRABUMULIH.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud :

1.
2.
3.
4.
5.

Daerah adalah Kota Prabumulih;


Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Prabumulih;
Walikota adalah Walikota Prabumulih;
Wakil Walikota adalah Wakil Walikota Prabumulih;
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota selanjutnya disingkat DPRD Kota adalah
Dewan Perwakilan Daerah Rakyat Daerah Kota Prabumulih;
6. Sekretariat Daerah Kota adalah Sekretariat Daerah Kota Prabumulih merupakan
unsur pembantu pimpinan pemerintahan;
7. Sekretaris Daerah Kota adalah Sekretaris Daerah Kota Prabumulih;
8. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota adalah Sekretariat Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kota Prabumulih merupakan unsur pelayanan DPRD Kota
Prabumulih;
9. Dinas Daerah adalah Dinas Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih yang
berbentuk Badan dan Kantor merupakan unsur pelaksana tugas tertentu yang karena
sifatnya tidak tercakup oleh Sekretariat Daerah dan Dinas Daerah;
10. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih;
11. Unit Pelaksana Teknis Dinas selanjutnya disingkat UPTD adalah UPTD unsure
pelaksana tugas Teknis Dinas;
12. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah;
13. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah.

BAB II
URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI
Bagian Pertama
Dinas Sosial
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal 2
(1) Dinas Sosial dipimpin oleh Seseorang Kepala Dinas
(2) Kepala Dinas Sosial mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan
Desentralisasi dan tugas Dekonsentrasi dibidang Kesejahteraan Sosial
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagai mana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala Dinas
Sosial mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan tekhnis dibidang Kesejahteraan Sosial
b. Pelaksanaan urusan pemerintah dibidang Kesejahteraan Sosial
c. Pengelolaan uang dan barang milik negara dan daerah
d. Pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan urusan pemerintah
e. Pelaporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 3

(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris


(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok pemimpin mengkoordinasikan pengelolaan urusan
Keuangan, Kepegawaian Rumah Tangga, Perlengkapan Surat Menyurat dan
Perencanaan Kegiatan Dibidang Kesejahteraan Sosial
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
Sekretaris mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan urusan umum, arsip, organisasi dan tata naskah
b. Melaksanakan pengelolaan urusan keuangan
c. Melaksanakan urusan kepegawaian
d. Melaksanakan urusan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga
e. Melaksanakan urusan perencanaan, seluruh kegiatan kesejahteraan sosial
(4) Sekretariat membawahi :
a. Subbag Umum dan Kepegawaian
b. Subbag Keuangan
c. Subbag Perencanaan
Pasal 4
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
(2) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengelolaan Urusan Umum dan Kepegawaian, Perlengkapan, Tata Usaha dan
Kerasipan, Organisasi dan Tata Naskah
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
a. Melaksanakan pengelolaan urusan umum dan Kepegawaian
b. Melaksanakan urusan Perlengkapan
c. Melaksanakan urusan Tata Usaha dan Kearsipan
d. Melaksnakan urusan Organisasi dan Tata Naskah
Pasal 5
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
(2) Kepala Sub Bagian Keuangan Memepunyai tugas pokok melakasanakaan
pengelolaan urusan Keuangan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan, menyiapkan bahan penyusunan rencana anggaran belanja Dinas
Sosial
b. Melaksanakan, menyiapan pembukuan
c. Melakasanakan, menyiapakan perhitungan anggaran
d. Melaksanakan, menyiapkan verivikasi serta perbendaharaan
e. Melaksanakan, menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban keuangan Dinas
Sosial
Pasal 6
(1) Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Perencaanaan mempunyai tugas pokok
perencanaan kegiatan Dinas Sosial

melaksanakan

(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Perencanaan mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan perencanaan, penyusunan dan pengendalian program
pembangunan
b. Melaksanakan pengumpulan dan pengelolaan data
c. Melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan secara berkala
Paragraf 3
Bidang Pemberdayaan Sosial
Pasal 7
(1) Bidang Peningkatan Kesos dipimpin oleh seseorang Kepala Bidang
(2) Kepala Bidang Peningkatan Kesos mempunyai tugas pokok melaksanakan
peningkatan Kesejahteraan, Rawan Sosial, Kesejahteraan Anak, Keluarga dan Lanjut
Usia
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
Bidang Peningkatan Kesos mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian usaha-usaha Kesejahteraan Sosial
b. Melakukan bimbingan tekhnis peningkatan individu dan kelompok serta sosial
kemasyarakatan Ekonomi Produktif
c. Mengadakan pengembangan potensi dan sumber Kesejahteraan Sosial
(4) Bidang Peningkatan Kesos Membawahi
a. Seksi Wanita Rawan Sosial, Kesejahteraan Anak, Keluarga dan Lajut Usia
b. Seksi Kepahlawanan, Kejuangan, dan Karang Taruna
c. Seksi Pengembangan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial
Pasal 8
(1) Seksi Wanita Rawan Sosial, Kesejahteraan Anak, Keluarga dan Lajut Usia dipimpin
oleh seorang Kepala Seksi
(2) Kepala Seksi Wanita Rawan Sosial, Kesejahteraan Anak, Keluarga dan Lajut Usia
Mempunyai tugas pokok melaksanakan bimbingan Sosial Ekonomi bagi Wanita
Rawan Sosial, Kesejahteraan Anak Keluarga dan Lanjut Usia
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Rawan Sosial, Kesejahteraan Anak, Keluarga dan Lanjut Usia mempunyai
fungsi :
a. Melakukan bimbingan usaha swadaya wanita
b. Melakukan bimbingan pencegahan urbanisasi wanita muda
c. Melakukan bimbngan pengembangan usaha kelompok serta bantuan paket sarana
produktif
d. Mempersiapkan bahan bimbingan dan monitor
e. Memberikan bimbingan tekhnis pengendalian pelayanan usaha kesejahteraan
anak, keluarga dan lanjut usia
Pasal 9
(1) Seksi Pahlawan, Kejuangan dan Karang Taruna dipimpin oleh seorang Kepala Seksi

(2) Kepalan seksi kepehlawanan, kejuangan dan Karang Taruna mempunyai tugas pokok
melaksanakan pembinaan serta monitor usaha pelestariaan Kepahlawanan,
Kejuangan, Kesetiakawanan dan Pengembangan Karang Taruna
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Kepahlawanan, Kejuangan dan Karang Taruna mempunyai fungsi :
a. Mempersiapkan bahan dan pembinaan serta monitor pelestarian nilai
Kepahlawanan
b. Mempersiapkan bahan dan pembinaan serta monitor nilai Kejuangan
c. Mempersiapkan bahan dan pembinaan serta monitor nilai-nilai Kesetiakawanan
d. Mempersiapkan bahan pembinaan serta monitor pengembangan Karang Taruna
Pasal 10
(1) Seksi pengembangan potensi dan sumber Kesejahteraan Sosial dipimpin oleh Kepala
Seksi
(2) Kepala Seksi pengembangan potensi sumber Kesejahteraan Sosial mempunyai
tugas pokok meningkatkan kemampuan para pekerja Sosial masyarakat dan
pendayagunaan potensi sumber Kesejahteraan Sosial
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi pengembangan potensi dan sumber Kesejahteraan Sosial mempunyai fungsi :
a. Meningkatkan kemampuan para Pekerja Sosial Masyarakat ( PSM )
b. Meningkatkan pendayagunaan potensi sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)
Paragraf 4
Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial
Pasal 11
(1) Bidang pelayanan dan Rehabilitasi Sosial dipimpin oleh seorang Kepala Bidang :
(2) Kepala Bidang pelayanan dan Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas pokok
melaksanakan pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Cacat, Pelayanan dan
Rehabilitasi Tuna Sosial serta tindakan kekerasan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial mempunyai Fungsi :
a. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian usaha-usaha pelayanan Rehabilitasi
Penyandang Cacat, Anak Nakal, Korban Narkoba, HAM, Tuna Susila dan
Kekerasan
b. Pembinaan bimbingan tekhnis dan motivasi,rasa percaya diri penyandang
masalah sosial
c. Penciptaan kondisi lingkungan masyarakat yang menunjang rehabilitasi
(4) Bidang pelayanan dan Rehabilitasi sosial membawahi :
a. Seksi pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Cacat
b. Seksi pelayanan dan Rehabilitasi Perlindungan Masyarakat dan HAM
c. Seksi pelayanan dan Rehabilitasi Tuna Susila
Pasal 12
(1) Seksi pelayanan dan Rehabilitasi penyandang cacat dipimpin oleh seorang Kepala
Seksi.

(2) Kepala seksi pelayanan dan Rehabilitasi penyandang cacat mempunyai tugas pokok
melakukan pembinaan dan bimbingan serta pelaksanaan rehabilitasi penyandang
cacat.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Cacat mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan pembinaan dan bimbngan bagi Penyandang Cacat
b. Memberikan motivasi dan rehabilitasi bagi Penyandang Cacat
c. Memberikan keterampilan kepada Penyandang Cacat

Pasal 13
(1) Seksi pelayanan dan Rehabilitasi perlindungan Masyarakat dan HAMdipimpin oleh
seorang kepala seksi
(2) Kepala seksi pelayanan dan rehabilitasi, perlindungan masyarakat dan HAM
mempunyai tugas pokok melakukan pembinaan dan bimbingan serta rehabilitasi serta
perlindungan masyarakat dan HAM
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
seksi pelayanan dan Rehabilitasi perlindungan masyarakat dan HAM mempunyai
fungsi :
a. Melakukan pembinaan, bimbingan terhadap anak nakal
b. Melakukan pembinaan, bimbingan terhadap anak terlantar
c. Melakukan pembinaan, bimbngan dan rehabilitasi terhadap korban narkoba
d. Melakukan perlindungan dan pembinaan terhadap korban tindak kekerasan
e. Melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap anak jalanan
f. Memberikan rekomendasi terhadap pengangkatan anak
Pasal 14
(1) Seksi pelayanan dan Rehabilitasi Tuna Susila dipimpin oleh seorang Kepala Seksi :
(2) Kepala seksi pelayanan dan Rehabilitasi Tuna Susila mempunyai tugas pokok
melekukan pembinanan dan Rehabilitasi terhadap Waria, WTS, Eks Narapidana, Eks
Narkoba, Gelandangan, Pengemis, Pengamen dan Tuna Sosial laiinya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi pelayanan dan Rehabilitasi Tunas Susila mempunyai fungsi :
a. Melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap Waria
b. Melakukan pembinaan, bimbingan dan keterampilan terhadap WTS
c. Melakukan pembinaan, bimbingan dan rehabilitasi terhadap Eks Nara Pidana dan
Eks Narkoba
d. Melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap Gelandangan, Pengemis,
Pengamen dan Tuna Susila
Paragraf 5
Bidang Bantuan Sosial dan Jaminan Sosial
Pasal 15
(1) Bidang Bantuan Sosial dan Jaminan Sosial dipimpin oleh seorang Kepala Bidang

(2) Kepala Bidang Bantuan Sosial dan Jaminan Sosial mempunyai tugas pokok :
Melaksanakan pembinaan, pengaturan bantuan dan pemantauan terhadap
pelaksanaan bimbingan dan pemberdayaan organisasi sosial, pembinaan dana
kemasyarakatan sumbangan dan Jamsos penanggulangan korban bencana, bantuan
kesejahteraan sosial keluarga miskin.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Bantuan Sosial dan Jaminan Sosial mempunyai fungsi :
a. Pembinaan, pengaturan dan pemantauan terhadap pelaksanaan bimbingan
Pemberdayaan Orsos
b. Pembinaan, pengaturan dan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan bantuan
dana kemasyarakatan, sumbangan (Undian) Sosial dan Jaminan Sosial lainnya
c. Pembinaan, pengaturan dan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan bantuan
Korban bencana kemasyarakatan, sumbangan Bencana serta penanggulangan
terhadap bencana
d. Pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pemantauan terhadap pelaksana
pemberian izinan Kegiatan Bantuan Kesejahteraan keluarga miskin
(4) Bidang Batuan Sosial dan Jaminan Sosial membawahi
a. Seksi pemberdayaan organisasi
b. Seksi pembinaan dana kemasyarakatan, sumbangan dan Jaminan Sosial
c. Seksi Penanggulangan Korban Bencana dan Bantuan Sosial
Pasal 16
(1) Seksi Pemberdayaan Organisasi Sosial dipimpin oleh seorang Kepala Seksi :
(2) Kepala Seksi pemberdayaan Organisasi Sosial mempunyai tugas pokok melakukan
pembinaan, pengaturan dan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan
pemberdayaan organisasi
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
a. Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan pemberdayaan Organisasi
Sosial
b. Melakukan pengaturan terhadap pelaksanaan kegiatan pemberdayaan Organisasi
Sosial
c. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pemberdayaan Organisasi Sosial
Pasal 17
(1) Seksi pembinaan Dana Kemasyarakatan, sumbangan dan Jamianan Sosial dipimpin
oleh seorang Kepala Seksi
(2) Kepala Seksi pembinaan Dana Kemasyarakatan, sumbangan dan Jaminan Sosial
mempunyai tugas pokok melakukan pembinaan, pemberian izin, pengaturan,
mengkoordinir, memantau dan pengendalian terhadap kegiatan dan kemasyarakatan
dan pemberian sumbangan dana Jaminan Sosial
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pembinaan dana Kemasyarakatan, Sumbangan dan Jaminan Sosial memfunyai
fungsi :
a. Melakukan pembinaan terhadap kegiatan dana kemasyarakatan dan pemberian
sumbangan Jamsos

b. Pemberian Izin terhadap kegiatan dana kemasyarakatan dan pemberian


sumbangan dana Jamsos
c. Mengatur terhadap kegiatan dana kemasyarakatan dan pemberian sumbangan
dana Jamsos
d. Mengkordinir terhadap kegiatan dana kemasyarakatan dan pemberian sumbangan
dana Jamsos
e. Pemantauan dan pengendalian terhadap kegiatan dana kemasyarakatan dan
pemberian sumbangan dana Jamsos
Pasal 18
(1) Seksi penanggulangan Korban Bencana dan Bantuan Sosial dipimpin oleh seorang
Kepala Seksi
(2) Kepala Seksi Penanggulangan Korban Bencana dan Bantuan sosial mempunyai
tugas pokok melakukan pembinaan pengaturan dan pemantauan terhadap
pelaksanaan kegiatan bantuan korban bencana dan kesejahteraan dan keluarga
miskin
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
seksi penanggulangan korban bencana dan bantuan sosial mempunyai fungsi :
a. Pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan bantuan korban bencana
b. Pengaturan terhadap pelaksanaan kegiatan bantuan korban bencana
c. Pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan bantuan korban bencana
d. Melaksanakan kegiatan pemberi bantuan kesejahteraan keluarga miskin
Paragraf 6
Bidang Penyuluhan dan Hubungan Antar Lembaga
Pasal 19
(1) Bidang Penyuluhan dan hubungan antar lembaga dipimpin oleh seorang Kepala
Bidang.
(2) Kepala Bidang Penyuluhan dan hubungan antar lembaga mempunyai tugas pokok
melaksanakan, penyuluhan Pelatihan Usaha Kesos (UKS) dan Pembinaan
Kedudukan Sosial serta Pelembagaan Kegotong Royongan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Pelatihan dan Penyuluhan mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS)
b. Melaksanakan Penyuluhan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS)
c. Melaksanakan
Pembinaan
Kerukunan
Sosial
dan
Pelembagaan
Kegotongroyongan.
(4) Bidang Penyuluhan dan hubungan antar lembaga membawahi :
a. Seksi Pendidikan dan pelatihan usaha Kesejahteraan Sosial
b. Seksi Penyuluhan UKS
c. Seksi Pembinaan Kerukunan Sosial dan Kelembagaan Kegotongroyongan.
Pasal 20

(1) Seksi Pendidikan dan Pelatihan Usaha Kesejahteraan Sosial dipimpin oleh seorang
Kepala Seksi
(2) Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan Usaha Kesejahteraan Sosial mempunyai
tugas pokok melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan UKS
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pendidikan dan Pelatihan Usaha Kesejahteraan Sosial Mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan pendidikan bidang usaha Kesejahteraan Sosial
b. Melaksanakan pelatihan bidang usaha Kesejahteraan Sosial
Pasal 21
(1) Seksi Penyuluhan UKS dipimpin oleh seorang Kepala Seksi
(2) Kepala Seksi Penyuluhan UKS mempunyai tugas pokok melaksanakan penyuluhan
pembinaan dan bimbingan UKS
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Penyuluhan UKS mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan penyuluhan usaha Kesejahteraan Sosial
b. Melaksanakan pembinaan usaha Kesejahteraan Sosial
c. Melaksanakan Bimbingan usaha Kesejahteraan Sosial
Pasal 22
(1) Seksi Pembinaan Kerukunan Sosial dan Kelembagaan Kegotongroyongan dipimpin
oleh seorang Kepala seksi
(2) Kepala Seksi Pembinaan Kerukunan Sosial dan kelembagaan Kegotongroyongan
mempunyai tugas pokok melakukan pembinaan kerukunan sosial dan pelembagaan
Kegotongroyongan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
seksi pembinaan Kerukunan Sosial dan Kelembagaan Kegotongroyongan memfunyai
fungsi :
a. Melakukan pembinaan Kerukunan Sosial
b. Melakukan Pelembagaan Kegotongroyongan

Bagian Kedua
Dinas Kesehatan
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal 23
(1) Dinas Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas.
(2) Kepala Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam
pelaksanaan urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah dan
menentukan kebijaksanaan dalam Bidang Kesehatan yang menjadi tanggung jawab
meliputi pelayanan kesehatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit,
pembinaan kesehatan masyarakat serta penilaian atas pelaksanaannya.

(3) Untuk melaksanakan tugasnya, Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.
Merumuskan kebijakan teknis di Bidang Kesehatan ;
b.
Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang
kesehatan ;
c.
Melaksanakan koordinasi penyelenggaraan urusan di bidang kesehatan ;
d.
Membina dan melaksanakan tugas di bidang kesehatan ;
e.
Mengelola kesekretariatan meliputi perencanaan, umum dan keuangan ;
f. Melaksanakan pengawasan, evaluasi, pengendalian dan pelaporan di bidang
kesehatan ;
g.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai tugas dan
fungsinya.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 24
(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris.
(2) Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan administrasi umum,
kepegawaian, keuangan dan perlengkapan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut
:
a. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sekretariat ;
b. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur di bidang sekretariat ;
c. Penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerja sama / kemitraan di bidang
sekretariat ;
d. Pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di
bidang sekretariat ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(4) Sekretariat membawahi :
a. Subbag Umum dan Kepegawaian
b. Subbag Keuangan
c. Subbag Perlengkapan
Pasal 25
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok
melaksanakan
pengelolaan
umum
dan
kepegawaian,
kelembagaan,
ketatalaksanaan, perpustakaan dan pendokumentasian Peraturan Perundangundangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Sub Bagian Umum dan
Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan penerimaan, pendistribusian dan pengiriman surat-surat, naskah
dinas dan pengelolaan arsip ;
b. Pelaksanaan hubungan masyarakat ;
c. Pelaksanaan pengurusan keamanan dan ketertiban kantor ;
d. Penyusunan bahan kelembagaan dan ketatalaksanaan ;

e. Melaksanakan pengelolaan perpustakaan dinas dan pendokumentasian


Peraturan Perundang-Undangan ;
f. Pelaksanaan koordinasi di bidang umum dengan unit kerja terkait di lingkungan
Dinas / Puskesmas ;
g. Pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan dan pemeliharaan dokumentasi
kepegawaian ;
h. Penyiapan rencana kebutuhan formasi dan mutasi pegawai ;
i. Pelaksanaan usaha-usaha peningkatan pendidikan / pelatihan struktural, teknis
dan fungsional, ujian dinas serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan
serta pengembangan karier pegawai ;
j. Pembinaan Umum kepegawaian dan disiplin pegawai ;
k. Melaksanakan pelayanan administrasi kepegawaian dan peningkatan
kesejahteraan pegawai ;
l. Penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas ;
m. Pelaksanaan koordinasi di bidang kepegawaian dengan unit kerja terkait di
lingkungan Dinas dan Puskesmas ;
n. Pengelolaan dan penyiapan bahan-bahan pembinaan kearsipan kepada unit
kerja di lingkungan Dinas / Puskesmas ;
o. Penyiapan pengendalian administrasi perjalanan dinas ;
p. Pelaksanaan keprotokolan dan penyelenggaraan rapat-rapat dinas.
Pasal 26
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan
administrasi keuangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai
fungsi :
a. Pengelolaan administrasi keuangan ;
b. Pelaksanaan tata pembukuan penerimaan, pengeluaran dan pembayaran
keuangan dinas ;
c. Pelaksanaan penyusunan dan pembuatan daftar gaji pegawai serta tunjangan ;
d. Pelaksanaan perbendaharaan keuangan anggaran pendapatan dan belanja
daerah dinas ;
e. Pembinaan administrasi keuangan dan penyiapan bahan pembinaan
administrasi pembukuan pendapatan / penerimaan ;
f. Penyiapan bahan pertanggung jawaban anggaran pendapatan dan belanja
daerah dinas ;
g. Penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas.
Pasal 27
(1) Sub Bagian Perlengkapan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Perlengkapan mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas
rumah tangga dan pengelolaan sarana dan prasarana kesehatan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Sub Bagian Perlengkapan
mempunyai fungsi :

a. Perencanaan, Pengadaan dan distribusi peralatan dan Inventaris perlengkapan


kantor ;
b. Pelaksana pengadaan, penyimpan, pendistribusian dan inventaris perlengkapan
dinas ;
c. Pengelolaan inventaris kantor serta pengadaan sarana prasarana kesehatan
baik yang statis (gedung) maupun yang Mobile (bergerak);
d. Pemeliharaan dan perawatan lingkungan kantor, gedung kantor, kendaraan
dinas, perlengkapan kantor dan aset lainnya ;
e. Penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas.
Paragraf 3
Bidang Bina Pelayanan Kesehatan
Pasal 28

(4)

(1) Bidang Bina Pelayanan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang
(2) Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan
penyiapan bahan, merencanakan dan melaksanakan pembinaan dan
pengembangan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, dan tenaga kesehatan
serta pengawasan dan pembinaan upaya pelayanan kesehatan dasar dan rujukan,
perencanaan dan pelaksanaan tugas di bidang kesga, pelaporan, evaluasi dan
kerjasama kemitraan dengan unit kerja instansi / lembaga dan pihak ketiga dalam
rangka kesehatan keluarga, meliputi peningkatan gizi keluarga dan pengamatan
pangan dan gizi, kesehatan reproduksi serta kesehatan anak dan usila.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan
mempunyai fungsi :
a. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan
kesehatan ;
b. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur di bidang pelayanan
kesehatan ;
c. Penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerja sama / kemitraan di bidang
pelayanan kesehatan ;
d. Pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di
bidang pelayanan kesehatan ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan membawahi :
a. Seksi Bina Pelayanan Dasar dan Rujukan
b. Seksi Bina Kesehatan Keluarga dan Reproduksi
c. Seksi Bina Gizi Masyarakat.
Pasal 29
(1) Seksi Bina Pelayanan Dasar dan Rujukan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Bina Pelayanan Dasar dan Rujukan mempunyai tugas pokok
menyiapkan, menyusun dan melaksanakan petujuk tekhnis serta bahan pembinaan,
pelayanan kesehatan dasar dan rujukan di puskesmas upaya pengembangan
pelayanan di puskesmas serta melaksanakan pembinaan kesehatan masyarakat
miskin.

(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Seksi Bina Pelayanan Dasar dan
Rujukan mempunyai fungsi :
a. Perencanaan operasional kegiatan Bina Pelayanan Dasar dan Rujukan;
b. Penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian terhadap pelayanan kesehatan
mata ;
c. Perencanaan, bimbingan dan pengendalian serta evaluasi pada sarana
pelayanan kesehatan baik milik Pemerintah Maupun Swasta ;
d. Penggerakan upaya peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan ;
e. Penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas ;
f. Pengembangan dan pembinaan kesehatan melalui jaminan pelayanan
kesehatan masyarakat serta sistem asuransi kesehatan komersial
(JKN);
g. Pelaksanaan koordinasi peningkatan jaminan pemeliharaan kesehatan
masyarakat ;
h. Pelaksanaan P3K Haji ;
i. Menyiapkan dan menyusun rencana kerja serta pelayanan kesehatan dasar dan
rujukan ;
j. Menyiapkan dan mengkoordinir pembinaan tekhnis program ke puskesmas ;
k. Melaksanakan pembinaan manajemen rujukan ;
l. Menyiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan mengevaluasi data
puskesmas, rujukan serta pelayanan kesehatan masyarakat miskin sebagai
penunjang perencanaan dan pelaksanaan program ;
m. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan upaya pelayanan kesehatan di
puskesmas ;
n. Melaksanakan Bhakti Sosial kesehatan masyarakat ;
o. Melaksanakan pengawasan untuk pelayanan kesehatan di puskesmas;
p. Melaksanakan kooordinasi dalam pelayanan kesehatan dengan RSUD.
Pasal 30
(1) Seksi Bina Kesehatan Keluarga dan Reproduksi dipimpin oleh seorang Kepala
Seksi.
(2) Kepala Seksi Bina Kesehatan Keluarga dan Reproduksi mempunyai tugas pokok
melaksanakan, merencanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas
di bidang Kesehatan Keluarga dan Reproduksi.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Seksi Bina Kesehatan Keluarga dan
Reproduksi mempunyai fungsi :
a. Perencanaan operasional kegiatan Kesehatan Keluarga dan Reproduksi ;
b. Penyelengaraan usaha kesehatan dan pelayanan Kesehatan Ibu dan Keluarga
Berencana ;
c. Pelaksanaan pembinaan bidan desa ;
d. Pelaksanaan penyediaan sarana dan fasilitas kegiatan Kesehatan Ibu dan
Keluarga Berencana ;
e. Pelaksanaan koordinasi Kesehatan Ibu dan Keluarga Berencana dengan Sub
unit Kerja di lingkungan Dinas ;
f. Pelaksanaan koordinasi Kesehatan Keluarga dan Reproduksi kerjasama lintas
sektor dalam pembinaan kesehatan keluarga ;
g. Perencanaan operasional kegiatan kesehatan anak dan lanjut usia ;
h. Pelaksanaan usaha perkembangan kegiatan kesehatan anak dan lanjut usia ;

i. Pengumpulan bahan penyebarluasan informasi mengenai penyelenggaraan


usaha pelaksanaan dan pembinaan kesehatan anak melalui puskesmas
pembantu dan polindes ;
j. Pelaksanaan pengelolaan bahan penyelengaraan usaha-usaha pembinaan
kesehatan ibu, anak, dan pelayanan keluarga ;
k. Pelaksanaan pengumpulan bahan pembuatan laporan pemeriksaan ibu hamil,
anak serta kesejahteraan ibu hamil dan KB ;
l. Pelaksanaan pemantauan dan bimbingan teknis pembinaan kesehatan keluarga
;
m. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

Pasal 31
(1) Seksi Bina Gizi Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Bina Gizi Masyarakat mempunyai tugas pokok melaksanakan,
merencanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas peningkatan gizi
masyarakat.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Seksi Bina Gizi Masyarakat
mempunyai fungsi :
a. Perencanaan operasional kegiatan peningkatan gizi masyarakat ;
b. Pelaksanaan peningkatan perbaikan gizi keluarga yang meliputi pembinaan
upaya penerapan pola peningkatan gizi masyarakat dan integrasi program gizi ;
c. Pengumpulan bahan pembinaan, pengaturan dan monitoring gizi masyarakat
melalui Puskesmas ;
d. Pelaksanaan koordinasi peningkatan gizi keluarga dengan Sub Unit kerja lain di
lingkungan Dinas ;
e. Perencanaan operasional kegiatan pengamatan pangan dan gizi ;
f. Pelaksanaan pengamatan pangan dan gizi serta integrasi program gizi ;
g. Pelaksanaan koordinasi kerjasama lintas sektor dalam pembinaan gizi
masyarakat ;
h. Pengumpulan, pengolahan dan analisa data program perbaikan gizi dan
visualisasi data dalam bentuk laporan ;
i. Pemantauan status gizi dan konsumsi gizi masyarakat ;
j. Pengolahan dan analisa data hasil pemantauan status gizi dan konsumsi gizi
serta visualisasi hasil pemantauan ;
k. Pelaksanaan investigasi lapangan terhadap kejadian luar biasa di bidang gizi
dan penyusunan rencana tindak lanjut upaya penanggulangan ;
l. Pelaksanaan upaya-upaya penaggulangan terhadap kasus kejadian luar biasa
di bidang gizi ;
m. Pelaksanaan upaya pengembangan program gizi sesuai dengan perkembangan
status gizi masyarakat ;
n. Pelaksanaan bimbingan teknis, pengawasan dan evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas di bidang gizi;
o. Penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas.

Paragraf 4
Bidang Bina Farmasi, Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan
Pasal 32
1) Bidang Bina Farmasi, Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan dipimpin oleh
seorang Kepala Bidang.
2) Kepala Bidang Bina Farmasi, Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan
mempunyai tugas pokok melakukan sebagian tugas pelayanan kesehatan dalam
kefarmasian pengawasan obat & makanan serta memimpin, mengkoordinasikan &
mengevaluasi tugas tugas di bidang promosi kesehatan & pemberdayaan
masyarakat yang meliputi persiapan bahan,, perencanaan pembinaan dan
melaksanakan penyuluhan kesehatan masyarakat melalui institusi kesehatan
masyarakat, institusi pendidikan serta melaksanakan promosi kesehatan
masyarakat & penyebarluasan informasi.
3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Bidang Bina Farmasi, Makanan,
Minuman dan Promosi Kesehatan mempunyai fungsi :
a. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Bina Farmasi,
Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan ;
b. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur di bidang Bina Farmasi,
Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan ;
c. Penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerja sama / kemitraan di bidang
Bina Farmasi, Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan ;
d. Pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di
bidang Bina Farmasi, Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
4) Kepala Bidang Bina Farmasi, Makanan, Minuman dan Promosi Kesehatan
membawahi :
a. Seksi Bina Farmasi, Makanan dan Minuman
b. Seksi Bina Promosi Kesehatan
c. Seksi Bina Pemberdayaan Masyarakat.
Pasal 33
1)
2)
3)

Seksi Bina Farmasi, Makanan dan Minuman dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Bina Farmasi, Makanan dan Minuman mempunyai tugas pokok
melaksanakan tugas di Bidang Farmasi, makanan minuman.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi Bina Farmasi, Makanan dan
Minuman mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan perencanaan dan merumuskan program Farmakmin ;
b. Melaksanakan pembinaan terhadap program Farmakmin ;
c. Melakukan pengawasan dan pengendalian kepada fasilitas dan pengelolaan
kefarmasian, makanan dan minuman ;
d. Melaksanakan pendataan, registrasi dan perijinan pada rumah makan / industri,
rumah tangga, PDAM / industri air minum ;
e. Mengkoordinasi program Farmakmin baik lintas program maupun lintas sektor ;

f. Melaksanakan penataan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di bidang


Farmakmin ;
g. Melaksanakan monitoring dan evaluasi program Farmakmin ;
h. Melaksanakan pembinaan makanan jajanan Anak Sekolah ;
i. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan obat tradisional ;.
j. Melaksanakan sertifikasi dan rekomendasi IRTP dan OTRA ;
k. Melaksanakan rekomendasi fasilitas Farmasi, Toko Obat, Apotek, Klinik dengan
instalasi Farmasi.

Pasal 34
1)
2)
3)

Seksi Bina Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Bina Promosi Kesehatan mempunyai tugas pokok merencanakan,
mengevaluasi dan melaporkan pelaksanakan tugas promosi kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi Bina Promosi Kesehatan
mempunyai fungsi :
a. Perencanaan operasional kegiatan promosi kesehatan ;
b. Pelaksanaan promosi kesehatan ;
c. Pembinaan kemitraan dan peran serta dalam promosi kesehatan ;
d. Penyusunan metode, teknologi, dan sarana promosi kesehatan ;
e. Evaluasi dan penyusunan Laporan pelaksanaan promosi keehatan ;
f. Prencanaan strategis dalam penyebarluasan informasi, usaha kesehatan
institusi, peran serta masyarakat ;
g. Pemberian bimbingan dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan penyebarluasan
abinformasi kesehatan melalui penyuluhan langsung, leaflet, brosur, media
elektronik, media cetak, dan pemutaran film ;
h. Pemberian bimbingan dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan kegiatan usaha
kesehatan institusi pendidikan, tempat kerja, institusi kesehatan dan rumah
tangga abdalam rangka peningkatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat);
i. Pemberian bimbingan dan petunjuk teknis terhadap peningkatan kemampuan
ab.petugas kesehatan dalam promosi kesehatan ;
j. Pengumpulan, pengolahan dan Analisa data kegiatan di Seksi Promosi
Kesehatan ;
k. Pelaksanaan Koordinasi Peningkatan promosi kesehatan.

Pasal 35
1)
2)

3)

Seksi Bina Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Bina Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas pokok
melaksanakan, merencanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas
pemberdayaan masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Seksi Bina Pemberdayaan
Masyarakat mempunyai fungsi :
a. Perencanaan operasional kegiatan pemberdayaan masyarakat ;
b. Pemberian bimbingan dan petunjuk teknis terhadap pemberdayaan dan
peningkatan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan ;

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan tugas ;


d. Pelaksanaan koordinasi pemberdayaan masyarakat dengan sub unit kerja lain
di lingkungan dinas kesehatan ;
e. Pemberian bimbingan & petunjuk teknis terhadap pelaksanaan kegiatan Usaha
Kesehatan Kerja ;
f. Pemberian bimbingan & petunjuk teknis terhadap pelaksanaan kegiatan dalam
rangka kegiatan posyandu ;
g. Pemberian bimbingan & petunjuk teknis terhadap pelaksanaan kegiatan
program Yankestradkom ;
h. Pemberian bimbingan & petunjuk teknis terhadap pelaksanaan kegiatan
penjaringan pada anak usia Sekolah dan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS) ;
i. Pemberian bimbingan & petunjuk teknis terhadap pelaksanaan kegiatan
program kesehatan jasmani dan olahraga ;
j. Pengumpulan, pengolahan & Analisa data kegiatan di seksi Pemberdayaan
Masyarakat.
Paragraf 5
Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Pasal 36
1)
2)

3)

4)

Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dipimpin oleh seorang


Kepala Bidang.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai
tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas Kesehatan di bidang
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan mempunyai fungsi :
a. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di Bidang Pengendalian
Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ;
b. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur di Bidang Pengendalian
Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ;
c. Penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerja sama / kemitraan di Bidang
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ;
d. Pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di
Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan membawahi :
a. Seksi Surveilans Epidemiologi, Imunisasi, dan Kesehatan Matra;
b. Seksi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit;
c. Seksi Penyehatan Lingkungan.
Pasal 37

1)

Seksi Surveilans epidemiologi, imunisasi dan kesehatan matra dipimpin oleh


seorang Kepala Seksi.

2)

3)

Kepala Seksi Surveilans epidemiologi, imunisasi dan kesehatan matra mempunyai


tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas Kesehatan di Bidang Surveilans,
Epidemiologi, Imunisasi dan Kesehatan Matra.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi Surveilans epidemiologi,
imunisasi dan kesehatan matra mempunyai fungsi :
a. Perencanaan kegiatan bidang surveilans, epidemiologi, imunisasi dan
kesehatan matra ;
b. Pelaksanaan pengamatan penyakit menular dan tidak menular yang meliputi
pelaksaan kegiatan system kewaspadaan dini kejadian luar biasa (SKD-KLB),
kesehatan haji, transmigrasi, respon KLB, karantina kesehatan;
c. Pelaksanaan, pengawasan vaksinasi di puskesmas dan puskesmas pembantu,
posyandu dan unit kesehatan lainnya ;
d. Pelaksanaan pengawasan tenaga pelaksana vaksinasi ;
e. Pelaksanaan analisa hasil penelitian penyakit ;
f. Penyelenggaraan evaluasi dan monitoring pelaksanaan imunisasi ;
g. Pelaksanaan koordinasi dengan sub unit kerja lain di lingkungan Dinas ;
h. Pelaksaanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
Pasal 37

1)
2)

3)

Seksi Pemberantasan Dan Pengendalian Penyakit dipimpin oleh seorang Kepala


Seksi.
Kepala Seksi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang P2-PL di bidang Pemberantasan dan
Pengendalian Penyakit.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi Pemberantasan dan
Pengendalian Penyakit mempunyai fungsi :
a. Perencanaan dan perumusan Program Pemberantasan dan Pengendalian
Penyakit ;
b. Pelaksanaan Program kegiatan Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit;
c. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan program serta kegiatan
Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit ;
d. Pelaksanaan koordinasi program dan kegiatan secara lintas program maupun
lintas sektor ;
e. Pendataan, pemetaan dan pengadministrasian program ;
f. Penataan dan pemantauan Sistem Informasi Kesehatan di Lingkungan Seksi
Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit ;
g. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi Program ;
h. Pelaksanaan konsultasi dengan Kepala Bidang P2-PL atas pelaksanaan
program Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit.
Pasal 38

1)
2)

Seksi Penyehatan Lingkungan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Penyehatan
Lingkungan (PL) di Bidang Program Penyehatan Lingkungan.

3)

Dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan


mempunyai fungsi :
a. Perencanaan dan perumusan program dan kegiatan Penyehatan Lingkungan ;
b. Pelaksanaan program dan kegiatan Penyehatan Lingkungan ;
c. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan program / kegiatan Penyehatan
Lingkungan ;
d. Pelaksanaan koordinasi program dan kegiatan Penyehatan Lingkungan baik
lintas program maupun lintas sektor ;
e. Pendataan, pemetaan dan registrasi program Penyehatan Lingkungan ;
f. Penataan Sistem Informasi Kesehatan di bidang Penyehatan Lingkungan ;
g. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan kegiatan Penyehatan
Lingkungan ;
h. Pelaksanaan konsultasi dengan Kepala Bidang P2-PL atas pelaksanaan
Program Penyehatan Lingkungan.

Paragraf 6
Bidang Bina Program
Pasal 39
1)
2)

3)

4)

Bidang Bina Program dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.


Kepala Bidang Bina Program mempunyai tugas pokok memimpin,
mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di Bidang Bina Program yang
meliputi perencanaan program kesehatan, data dan informasi, evaluasi dan
pelaporan serta akreditasi, hukum dan perizinan kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Bidang Bina Program mempunyai
fungsi :
a. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Bina Program;
b. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur di bidang Bina Program;
c. Penyiapan pemberian bimbingan teknis serta kerja sama / kemitraan di bidang
Bina Program ;
d. Pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di
bidang Bina Program ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Kepala Bidang Bina Program membawahi :
a. Seksi Penyusunan Program dan Penelitian / Pengembangan
b. Seksi Monitoring, Evaluasi dan Informasi
c. Seksi Akreditasi, Hukum dan Perizinan.

Pasal 40
1)

Seksi Penyusunan Program dan Penelitian / Pengembangan dipimpin oleh seorang


Kepala Seksi.

2)

3)

Kepala Seksi Penyusunan Program dan Penelitian / Pengembangan mempunyai


tugas pokok melaksanakan penyusunan program, kegiatan dan anggaran Dinas
Kesehatan serta melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi Penyusunan Program dan
Penelitian / Pengembangan mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan koordinasi perencanaan program, kegiatan dan anggaran dan
unit-unit kerja di lingkungan Dinas Kesehatan ;
b. Pengelolaan data dalam rangka penyusunan rencana program dan anggaran
kesehatan ;
c. Penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja ;
d. Penyusunan rencana, program dan anggaran Dinas Kesehatan ;
e. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait dalam rangka analisis dan penilaian
pelaksanaan program dan anggaran ;
f. Pelaksanaan umpan balik hasil penyusunan dan penetapan anggaran guna
perencanaan program dan anggaran tahun berikutnya ;
g. Penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas ;
h. Perumusan kebijakan, standarisasi teknis penelitian dan pengembangan di
bidang sistem dan kebijakan kesehatan ;
i. Perumusan program penelitian dan pengembangan di bidang sistem dan
kebijakan kesehatan ;
j. Pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang sistem dan
kebijakan kesehatan ;
k. Koordinasi penelitian dan pengembangan di bidang sistem dan kebijakan
kesehatan ;
l. Pembinaan dan fasilitasi teknis penelitian dan pengembangan di bidang sistem
dan kebijakan kesehatan ;
m. Pengkajian dan penapisan teknologi di bidang kesehatan ;
n. Penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan ;
o. Evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan.
Pasal 41

1)
2)
3)

Seksi Monitoring, Evaluasi dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi dan Informasi mempunyai tugas pokok
melaksanakan monitoring, evaluasi dan penyediaan informasi kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi dan
Informasi mempunyai fungsi :
a. Penyusunan laporan pelaksanaan tugas (Laporan realisasi fisik dan non fisik,
laporan DAK, Laporan LKPJ, Laporan Tugas Pembantuan, laporan RKPD) ;
b. Pelaksanaan koordinasi pengumpulan Laporan Penilaian Kinerja Puskesmas,
Laporan Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) ;
c. Pengumpulan bahan evaluasi pelaksanaan tugas di bidang kesehatan dalam
bentuk LPPD ;
d. Pengumpulan data di bidang kesehatan ;
e. Pengumpulan data, pengolahan dan menampilkannya dalam bentuk profil Dinas
Kesehatan ;

f. Pengelolaan kegiatan pelaporan dan evaluasi kegiatan program dalam bentuk


LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Dinas Kesehatan;
g. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi program kesehatan ;
h. Pelaksanaan koordinasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKD) ;
i. Pelaksanaan koordinasi tindak lanjut temuan BPK ;
j. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait di lingkungan dinas ;
k. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja instansi lembaga atau pihak ketiga ;
l. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 42
1)
2)

3)

Seksi Akreditasi, Hukum dan Perizinan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Akreditasi, Hukum dan Perizinan mempunyai tugas pokok
melaksanakan pemberian pertimbangan teknis / rekomendasi izin usaha
Kefarmasian, Optikal, Praktek Dokter, Bidan, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya
serta sarana kesehatan yang ada di Kota Prabumulih.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi Akreditasi, Hukum dan
Perizinan mempunyai fungsi :
a. Perencanaan dan Pemberian pertimbangan teknis / rekomendasi izin dan
akreditasi upaya pelayanan pada seluruh kegiatan perizinan sarana kesehatan
yang ada di Kota Prabumulih ;
b. Perencanaan dan Pemberian Pertimbangan teknis / rekomendasi izin kerja dan
izin praktek bagi seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kota Prabumulih yang
mengurus perizinan sesuai dengan profesi dan kompetensi yang dimiliki oleh
tenaga kesehatan ;
c. Penyusunan telaahan atas peraturan perUndang-Undangan kesehatan, yang
terkait dengan pelayanan perizinan kesehatan khususnya perizinan tenaga
kesehatan, non kesehatan dan sarana kesehatan, serta turut serta atas
penyusunan dasar hukum pada setiap perencanaan kegiatan rutin tahunan
Dinas Kesehatan Kota Prabumulih ;
d. Pembinaan dan pengawasan atas kegiatan praktek mandiri tenaga kesehatan
dan kegiatan sarana pelayanan kesehatan secara berkala ;
e. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran kegiatan
pelayanan perizinan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan ;
f. Pemberian rekomendasi untuk sanksi yang di setujui oleh Kepala Dinas
Kesehatan Kota Prabumulih berupa teguran secara lisan, tertulis, pencabutan
izin sementara dan pencabutan izin terhadap tenaga kesehatan maupun sarana
kesehatan yang tidak mentaati peraturan atas tata cara serta kewenangan
perizinan yang dimiliki / melaksanakan kegiatan tidak sesuai dengan standar
operasional prosedur ;
g. Penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas.

Bagian Ketiga
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal 43
(1) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh seorang Kepala Dinas.
(2) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas pokok
memimpin, mengatur, merumuskan, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan,
dan mempertanggung jawabkan kebijakan teknis pelaksanaan uraian Pemerintah
Daerah berdasarkan asas Otonomi dan tugas pembantu di bidang Administrasi
Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kepala Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis di Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil ;
b. Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan, Pelayanan Umum di Bidang
Kependudukan dan Catatan Sipil ;
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan Tugas dan
Fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 44
(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris.
(2) Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas pokok
memimpin,mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas dibidang pengelolaan
Pelayanan ke Sekretariatan yang meliputi mengkoordinasikan Penyusunan Program,
Pengelolaan Keuangan serta Pengelolaan Umum dan Kepegawaian.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sekretaris Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Prabumulih menyerengarakan fungsi :
a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan pelayanan
Kesekretariatan ;
b. Penetapan rumusan kebijakan koordinasi, penyusunan program dan
penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu ;
c. Penetapan rumusan kebijakan pelayanan administrasi Dinas ;
d. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi umum kerumah
tanggaan ;
e. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan kelembagaan dan ketatalaksanaan
serta hubungan masyarakat
f. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi kepegawaian.
g. Penetapan rumusan kebijakan administrasi pengelolaan keuangan.
h. Penetapan rumusan kebijakan pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas Dinas.
i. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian publikasi pelaksanaan tugas
Dinas.

j. Penetapan rumusan kebijakan, pengkoordinasian, penyusunan dan penyampaian


pertanggung jawaban pelaksanaan tugas Dinas.
k. Mengevaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan.
l. Melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan.
m. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
n. Melaksanakan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi /
lemaga atau pihak ketiga dibidang pengelolaan pelayanan Kesekretariatan.
(4) Sekretaris membawahi :
a. Kasubbag Umum dan Kepegawaian
b. Kasubbag Penyusunan Program
c. Kasubbag Keuangan
Pasal 45
(1)

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh


seorang Kepala Sub Bagian.

(2)

(3)

Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas


pokok merencanakan, melaksanakan Kepala Sub, mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pelayanan administrasi dan kerumah tanggaan serta administrasi
kepegawaian.

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana


dimaksud Kepala Sub Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :
a.
Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan
administrasi umum dan kerumah tanggaan serta administrasi kepegawaian.
b.
Pelaksanaan penerimaan, pendistribusian dan pengiriman surat-surat
naskah Dinas dan pengelolaan dokumentasi serta kearsipan.
c.
Pelaksanaan pembuatan dan pengadaan naskah Dinas.
d.
Pelaksanaan pengelolaan dan penyiapan bahan pembinaan dokumentasi
dan kearsipan Kepala Sub Unit Kerja dilingkungan Dinas.
e.
Penyusunan dan penyiapan pengelolaan dan pengendalian administrasi
Perjalanan Dinas.
f.
Pelaksanaan pelayanan keprotokolan dan penyelenggaraan rapat-rapat
Dinas.
g.
Pelaksanaan dan pelayanan hubungan masyarakat.
h.
Pelaksanaan pengurusan kerumah tanggaan, keamanan dan ketertiban
kantor.
i.
Pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan serta pengelolaan lingkungan
kantor, gedung kantor dan kendaraan dinas dan asset lainnya.
j.
Penyusunan dan penyiapan rencana kebutuhan sarana dan prasarana
perlengkapan Dinas.
k.
Pelaksanaan pengadaan, penyiapan, pendistribusian dan inventarisasi
perlengkapan Dinas.
l.
Penyusunan bahan penetapan kelembagaan dan ketatalaksanaan
pelaksanaan tugas Dinas.

m.
n.
o.
p.

q.
r.
s.
t.
u.
v.

Pelaksanaan pengelolaan perpustakaan dan pendokumentasian Peraturan


Perundang-Undangan.
Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan, penyiapan dan pemeliharaan
data serta dokumentasi kepegawaian.
Penyusunan dan penyiapan rencana kebutuhan formasi dan mutasi
pegawai.
Penyusunan dan penyiapan bahan administrasi kepegawaian yang meliputi
kenaikan pangkat, gaji berkala, pension, kartu pegawai, karis/karsu, taspen, askes
dan pemberian penghargaan serta peningkatan kesejahteraan pegawai.
Penyusunan dan penyiapan untuk mengikuti pendidikan / pelatihan
structural, teknis dan fungsional serta ujian Dinas.
Fasilitas pembinaan umum kepegawaian dan pengembangan karier serta
disiplin pegawai.
Penyusunan dan penyiapan pengurusan administrasi DP3, DUK,
sumpah/janji pegawai.
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan
fungsinya.
Pelaksanaan koordinasi pelayanan administrasi umum dan kerumah
tanggaan serta administrasi kepegawaian dengan Sub Unit Kerja lain dilingkungan
Dinas.
Pasal 46

(1) Sub Bagian Penyusunan Program dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas pokok merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan dan
pengkoordinasian penyusunan rencana dan program dinas.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Kepala Sub Bagian
Penyusunan Program mempunyai fungsi :
a.
Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan
dan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program kerja dinas.
b.
Pengkoordinasian penyusunan rencana operasional kegiatan dan program
kerja dinas.
c.
Pelaksanaan penyusunan rencana strategis Dinas.
d.
Pelaksanaan penyusunan rencana Peraturan Perundang-Undangan
menunjang pelaksanaan tugas.
e.
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
f.
Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang dan tugas
fungsinya.
g.
Pelaksanaan koordinasian penyusunan rencana dan program kerja denga
Sub Unit Kerja lain dilingkungan Dinas.
Pasal 47

(1)

Sub Bagian Keuangan dipimpin oeleh seorang Kepala


Sub Bagian.

(2)

Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas


pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
tugas pengelolaan administrasi dan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan
Dinas.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Sub Keuangan mempunyai fungsi :
a.
Penyusunan rencana dan program kerja operasioanl kegiatan pengelolaan
administrasi dan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan Dinas.
b.
Pelaksanaan pengumpulan bahan anggaran pendapatan, belanja dan
pembiayaan Dinas.
c.
Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan anggaran pendapatan
dan belanja.
d.
Pelaksanaan penyusunan dan pengkoordinasian pembuatan daftar gaji
serta tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil.Menyelenggarakan inventaris
barang-barang milik daerah di Dinas.
e.
Perencanaan operasional kegiatan penyusunan rencana dan program
administrasi pengelolaan keuangan.
f.
Pelaksanaan penata usahaan pengelolaan anggaran pendapatan dan
belanja Dinas.
g.
Pelaksanaan pembinaan administrasi keuangan dan penyiapan bahan
pembinaan administrasi akuntasi anggaran pendapat, belanja dan pembiayaan
Dinas.
h.
Pelaksanaan pembinaan administrasi keuangan dan penyiapan bahan
pembinaan administrasi akuntasi anggaran pendapat, belanja dan pembiayaan
Dinas.
i.
Pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program kerja
pengelolaan keuangan dengan para Kepala Bidang di lingkungan Dinas.
j.
Pelaksanaan penyusunan rencana penyediaan fasilitas pendukung
pelaksanaan tugas pengelolaan keuangan.
k.
Pelaksanaan koordinasi teknis perumusan penyusunan rencana dan
dukungan anggaran pelaksanaan tugas Dinas.
l.
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
m.
Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan
fungsinya.
n.
Pelaksanaan koordinasi pengelolaan administrasi dan pertanggung
jawaban keuangan Dinas dengan Sub Unit Kerja lain di lingkungan Dinas.
Paragraf 3
Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk
Pasal 48
(1)

Bidang
oleh seorang Kepala Bidang.

Pelayanan Pendaftaran Penduduk dipimpin

(2)

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk


mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugastugas di bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk yang meliputi Pelayanan Identitas,
Pindah Dtang serta Penduduk Rentan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk mempunyai Fungsi :
a.
Penetapan
kebijakan
penyerasian
dan
harmonisasi
kebijakan
kependudukan antar dan dengan Lembaga Pemerintah dan non Pemerintah.
b.
Penetapan kerja sama dengan Organisasi kemasyaraktan dalam rangka
tertib administrasi kependudukan.
c.
Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pelayanan pendaftaran
penduduk.
d.
Penetapan indikator kependudukan, proyeksi penduduk dan analisis
dampak kependudukan.
e.
Penetapan koordinasi dan sosialisasi hasil penyusunan indicator proyeksi
dan analisis dampak kependudukan serta kebijakan kependudukan kepada
khalayak sasaran.
f.
Penetapan penilaian dan pelaporan kinerja pembangunan kependudukan
secara periodik.
g.
Pendayagunaan informasi atas indicator kependudukan dan analisis
dampak kependudukan untuk perencanaan pembangunan berbasis penduduk.
h.
Penetapan koordinasi penyelenggaraan pendaftaran penduduk.
i.
Penetapan fasilitas, sosialisasi, bimbingan teknis advokasi, supervise dan
konsultasi pelaksanaan pendaftaran penduduk.
j.
Penetapan koordinasi penyelenggaraan pendaftaran penduduk.
k.
Penetapan penyelanggaraan pelayanan pendaftaran penduduk dalam
system informasi administrasi kependudukan meliputi pencatatan dan
pemutakhiran biodata penduduk serta penerbitan Nomor Induk Kependudukan
(NIK), pendaftaran perubahan alamat, pendaftaran pindah-datang penduduk dalam
wilayah Republik Indonesia, pendaftaran Warga Negara Indonesia tinggal
sementara.
l.
Penetapan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan.
m.
Penetapan penerbitan dokumen kependudukan hasil pendaftaran
penduduk.
n.
Penetapan penata usahaan pendaftaran penduduk.
o.
Penetapan pemantauan
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan
pendaftran penduduk.
p.
Penetapan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia
pengelola pendaftaran penduduk.
q.
Pelaporan pelaksanaan tugas pelayanan pendaftaran penduduk.
r.
Evaluasi pelaksanaan tugas pelayanan pendaftaran penduduk.
s.
Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan
fungsinya.
t.
Pelaksanaan koordinasi / kerja sama dan kemitraan dengan Unit Kerja /
Instansi / Lembaga atau pihak ketiga bidang pelayanan pendaftaran penduduk.

(4)

Bidang

Pelayanan

Pendaftaran

Penduduk

Membawahi :
a. Seksi Identitas Penduduk
b. Seksi Pindahn Datang
c. Seksi Penduduk Rentang
Pasal 49
Seksi Identitas Penduduk dipimpin oleh seorang

(1)
Kepala Seksi.
(2)

Kepala Seksi Identitas Penduduk mempunyai tugas


pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi,dan melaporkan pelaksanaan
tugas pelayanan penertiban dokumen penduduk.

(3)

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana


dimaksud Kepala Seksi Identitas Penduduk mempunyai fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan identitas
penduduk.
b. Penyusunan bahan rumusan kebijakan pelayanan identitas penduduk.
c. Penyusunan rumusan kebijakan fasilitas, sosialisasi, bimbingan teknis, advokasi,
supervise, dan konsultasi serta pelayanan.
d. Penyusunan rumusan kebijakan koordinasi penyelenggaraan pelayanan identitas
penduduk.
e. Penyusunan rumusan kebijakan penerbitan dokumen kependudukan hasil
pendaftran penduduk.
f. Penyusunan rumusan kebijakan penatausahaan pendaftaran penduduk.
g. Penyusunan rumusan kebijakan perkembangan penduduk skala Kota.
h. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan norma, standar, prosedur dan kriteria
penyelenggaraan pengendalian kuantitas, pengembangan kualitas, pengarahan
mobilitas dan penyebaran penduduk serta perlindungan anak.
i. Pelaksanaan pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk serta penerbitan
Nomor Induk Kependudukan (NIK).
j. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
k. Pelaksanaan koordinasi pelayanan penertiban dokumen penduduk dengan Sub
Unit Kerja lain di lingkungan Dinas.

Pasal 50
(1) Seksi Pindah Datang dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Pindah Datang mempunyai tugas pokok merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan
Administrasi Pindah Datang.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Kepala Seksi Pindah
Datang mempunyai fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan pindah
datang penduduk.
b. Penyusunan rumusan kebijakan penyelenggaraan pelayanan Pindah-Datang
penduduk dalam system administrasi kependudukan.

c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Pelaksanaan pendaftaran perubahan alamat.


Melaksanakan pendaftaran Pindah-Datang penduduk dalam wilayah NKRI
Pelaksanaan pendaftran Warga Negara Indonesia tinggal sementara.
Pelaksanaan pendaftran Pindah-Datang antar Negara.
Pelaksanaan pendaftaran penduduk yang tinggal di perbatasan antar daerah.
Pelaksanaan pendaftran penduduk rentan administrasi kependudukan.
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan funfsinya.
Pelaksanaan koordinasi pelayanan pindah-datang penduduk dengan sub Unit
Kerja lain di Lingkungan Dinas.
Pasal 51
Seksi Penduduk Rentang dipimpin oleh seorang

(1)
Kepala Seksi.
(2)

Kepala Seksi Penduduk Rentang mempunyai tugas


pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
tugas pelayanan penduduk rentan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Seksi Penduduk Rentang mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelaksanaan
pelayanan penduduk rentan.
b. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendaftran
penduduk rentan.
c. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola
pendaftran penduduk rentan.
d. Pelaksanaan koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan pendaftaran
penduduk rentan.
e. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kebijakan pengendalian kuantitas
penduduk, pengembangan kualitas penduduk pengarahan mobilitas/penataan
penyebaran penduduk, perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan
kependudukan.
f. Pelaksanaan koordinasi pengawasan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk,
pengembangan kualitas penduduk, pengarahan mobilitas/penataan penyebaran
penduduk,
perlindungan
penduduk
serta
pembangunan
berwawasan
kependudukan.
g. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan indicator kependudukan,
proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan serta penyerasian
kebijakan penduduk.
h. Pelaksanaan koordinasi pengawasan indicator kependudukan, proyeksi penduduk
dan analisis dampak kependudukan serta penyerasian kebijakan penduduk.
i. Pelaksanaan kerja sama operasi yustisi penerbitan KTP dengan Instansi terkait.
j. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
k. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
l. Pelaksanaan koordinasi penerbitan administrasi kependudukan dengan Sub Unit
Kerja di lingkungan Dinas.

Paragraf 4
Bidang Pelayanan pencatatan Sipil
Pasal 52
Bidang Pelayanan pencatatan Sipil dipimpin oleh

(1)
seorang Kepala Bidang.
(2)

Kepala
Bidang
Pelayanan
pencatatan
Sipil
mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas
tugas dibidang pelayanan pencatatan sipil yang meliputi Pencatatan Kelahiran, dan
kematian, pencatatan perkawinan dan Perceraian, Pengangkatan, pengakuan dan
pengesahan anak serta perubahan kewarganegaraan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Bidang Pelayanan pencatatan Sipil mempunyai fungsi :
a. Penetapan penyusunan rencana dan progran kerja pelayanan pencatatan sipil.
b. Penetapan kebijakan pencatatan sipil.
c. Penetapan fasiliatas , bimbingan teknis , advokasi, supervisi dan konsultasi
pelaksanaan pencatan sipil.
d. Penetapan koordinasi penyelenggaran pencatatan sipil.
e. Penetapan penyelenggaran pelayanan pencatatan sipil dalam sistem informasi
administrasi kependudukan.
f. Penetapan pencatatan kelahiran.
g. Penetapan pencatatan Lahir-mati.
h. Penetapan pencatatan Perkawinan.
i. Penetapan pencatatan Perceraian
j. Penetapan pencatatan Kematian
k. Penetapan pencatatan pengangkatan anak, pengakuan anak dan pengesahan
anak
l. Penetapan pencatatan Perubahan Nama
m. Penetapan pencatatan Perubahan stetus Kewarganegaraan.
n. Penetapan pencatatan peristiwa penting lainya.
o. Penetapan Pencatatan perubahan dan pembatalan akta
p. Penetapan penerbitan dokumen kependudukan hasil Pencatatan Sipil
q. Penetapan Penata Usahaan dokumen Pencatatan Sipil
r. Penetapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan Pencatatan
Sipil
s. Penetapan Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola
Pencatatan Sipil
t. Penetapan pengawasan atas penyelenggaraan Pencatatan sipil
u. Pelaporan pelaksana tugas pelayanan Pencatatan Sipil
v. Evaluasi pelaksanaan tugas pelayanan Pencatatan Sipil
w. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
(4)
Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, membawahi yaitu
;
a. Seksi Pencatatan Kelahiran dan kematian ;
b. Seksi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian ;

c. Seksi Pengangkatan,
Kewarganegaraan.

Pengakuan,

Pengesahan

Anak

serta

Perubahan

Pasal 53
(1)

Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian dipimpin


oleh seorang Kepala Seksi.

(2)

Kepala Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian


mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan
melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan Pencatatan Kelahiran dan Kematian.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan
Pencatatan Kelahiran dan Kematian.
b. Penyusunan rumusan kebijakan penetepan Pencatatan Kelahiran dan Kematian
c. Penyusuna rumusan kebijakan penetapan fasilitas bimbingan teknis dan konsultasi
pelaksanaan Pencatatan Kelahiran dan Kematian
d. Penyusunan rumusan kebijakan koordinasi dan penetapan penyelenggaraan
Pencatatan Kelahiran dan Kematian.
e. Pelaksanaan pencatatan kelahiran.
f. Pelaksanaan pencatatan kematian.
g. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pencatatan pembetulan dan
pembatalan akta.
h. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan kebijakan pembinaan dan
pengembangan sumber daya manusia pengelola Pencatatan Kelahiran dan
Kematian
i. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
j. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
k. Pelaksanaan koordinasi pelayanan kelahiran dan kematian dengan Sub Unit Kerja
di lingkungan Dinas.
Pasal 54
(1)

Seksi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian


dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2)
Kepala Pencatatan Perkawinan dan Perceraian
mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan
melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan Pencatatan Perkawinan dan Perceraian.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Seksi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan
Pencatatan Perkawinan dan Perceraian.
b. Penyusunan rumusan kebijakan penetepan Pencatatan Perkawinan dan
Perceraian.
c. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan fasilitas bimbingan teknis dan
konsultasi pelaksanaan Pencatatan Perkawinan dan Perceraian.

d. Penyusunan rumusan kebijakan koordinasi dan penetapan penyelenggaraan


Pencatatan Perkawinan dan Perceraian.
e. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan penyelenggaraan pelayanan
pencatatan perkawinan dan perceraian dalam system administrasi kependudukan.
f. Pelaksanaan pencatatan perkawinan.
g. Pelaksanaan pencatatan perceraian.
h. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pencatatan pembetulan dan
pembatalan akta.
i. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan kebijakan pembinaan dan
pengembangan sumber daya manusia pengelola Pencatatan Perkawinan dan
perceraian.
j. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
k. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
l. Pelaksanaan koordinasi pelayanan Perkawinan dan perceraian pengangkatan dan
pengesahan anak dengan Sub Unit Kerja di lingkungan Dinas.
Pasal 55
(1)

Seksi Pengangkatan, Pengakuan, Pengesahan, Anak


serta Perubahan Status Kewarganegaraan. dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2)
Kepala
Seksi
Pengangkatan,
Pengakuan,
Pengesahan, Anak serta Perubahan Status Kewarganegaraan mempunyai tugas
pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
tugas pelayanan Pengangkatan, Pengakuan, Pengesahan, Anak serta Perubahan
Status Kewarganegaraan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Seksi Pengangkatan, Pengakuan, Pengesahan, Anak serta
Perubahan Kewarganegaraan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pengelolaan
Pengangkatan, Pengakuan, Pengesahan, Anak serta Perubahan Status
Kewarganegaraan.
b. Penyusunan rumusan kebijakan penetepan Pencatatan perubahan nama.
c. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pencatatan perubahan status
kewarganegaraan.
d. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pencatatan peristiwa penting lainnya.
e. Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pencatatan pengangkatan anak,
pengakuan anak dan pengesahan anak.
f. Pelaksanaan pelayanan legalisasi akta-akta catatan sipil.
g. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
i. Pelaksanaan koordinasi pengelolaan dokumen dan pelayanan legalisasi dengan
Sub Unit Kerja di lingkungan Dinas.

Paragraf 4
Bidang Pengolahan Data dan Dokumen Kependudukan

Pasal 56
(1)

Bidang
Pengolahan
Data
dan
Dokumen
Kependudukan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2)
Kepala Bidang Pengolahan Data dan Dokumen
Kependudukan mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan
mengendalikan tugas tugas dibidang pelayanan pencatatan sipil yang meliputi
Pencatatan Kelahiran, dan kematian, pencatatan perkawinan dan Perceraian,
Pengangkatan,
pengakuan
dan
pengesahan
anak
serta
perubahan
kewarganegaraan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Bidang Pengolahan Data dan Dokumen Kependudukan
mempunyai Fungsi :
a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pelayanan pengelolaan data
dan dokumen kependudukan.
b. Penetapan Kebijakan pengelolaan data dan dokumen kependudukan.
c. Penetapan fasilitas sosialisasi bimbingan teknis, advokasi, supervisi dan konsultasi
pengelolaan data dan dokumentasi kependudukan.
d. Penetapan koordinasi pengelolaan data dan dokumen kependudukan.
e. Penetapan pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data.
f. Penetapan penyediaan perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta jaringan
komunikasi, data sampai dengan tingkat Kecamatan / Kelurahan sebagai tempat
pelayanan dokumen penduduk.
g. Pendayagunaan informasi administrasi kependudukan untuk kepentingan
pelayanan publik dan pembangunan
h. Penetapan pelaksanaan system informasi administrasi kependudukan.
i. Penetapan pembangunan replikasi data kependudukan.
j. Penetapan pembangunan bank data kependudukan
k. Penetapan pembangunan tempat perekaman data kependudukan di kecamatan.
l. Penetapan perekaman data hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan
pencatatan sipil serta pemuktahiran data penduduk menggunakan system
informasi administrasi kependudukan atau database.
m. Penetapan penyajian dan diseminasi informasi penduduk.
n. Penetapan perlindungan data pribadi penduduk pada bank data kependudukan.
o. Penetapan perlindungan data pribadi penduduk dalam proses dan hasil
pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil.
p. Penetapan pemantauan dan evaluasi pengelolaan informasi administrasi
kependudukan
q. Penetapan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola
informasi administrasi.
r. Penetapan pengawasan atas pengelolaan informasi administrasi kependudukan.
s. Melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan informasi administrasi kependudukan.
t. Pelaksanaan tugas pelayanan informasi administrasi kependudukan.
u. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

v. pelaksanaan Koordinasi / kerja sama dan kemitraan dengan unit kerja / Instansi /
Lembur / Lembaga atau pihak ketiga di bidang pelayanan informasi administrasi
kependudukan.
(4)
Bidang
Pengolahan
Data
dan
Dokumen
Kependudukan, membawahi ;
a. Seksi Sistem dan Teknologi Informasi ;
b. Seksi Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi ;
c. Seksi Domuentasi Kependudukan.
Pasal 57
(1)

Seksi Sistem dan Teknologi Informasi dipimpin oleh


seorang Kepala Seksi.

(2)

Kepala Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai


tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pelayanan pembinaan dan pengendalian Sistem dan Teknologi
Informasi.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Seksi Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional kegiatan pembinaan dan
pengendalian sistem dan teknologi informasi.
b. Melaksanakan pengelolaan Sistem dan Teknologi Informasi.
c. Koordinasi pengelolaan Sistem dan Teknologi Informasi.
d. Pelaksanaan pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data.
e. Melaksanakan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK).
f. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi sistem dan teknologi informasi.
g. Melaksanakan pengawasan dan pengelolaan Sistem dan Teknologi Informasi.
h. Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan bank data kependudukan atau
data base.
i. Melaksanakan evaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas.
j. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
k. Pelaksanaan koordinasi pengendalian Sistem dan Teknologi Informasi dengan Sub
Unit Kerja di lingkungan Dinas.
Pasal 58
(1)

Seksi Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi


dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2)
Kepala Seksi Pengolahan Data dan Pelayanan
Informasi mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan
melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan Pengolahan Data dan Pelayanan Data
dan Informasi.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Seksi Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai
fungsi :

a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan


Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi.
b. Pelaksanaan penyediaan perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta jaringan
komunikasi data sampai dengan tingkat kecamatan atau kelurahan sebagai tempat
pelayanan dokumen penduduk.
c. Pelaksanaan sosialisasi penyuluhan penduduk melalui media massa terhadap
kecamatan dan desa/kelurahan.
d. Pelaksanaan pembangunan replikasi dan data kependudukan.
e. Pelaksanaan pembanunan tempat perekaman data kependudukan di kecamatan.
f. Pelaksanaan perekaman data hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan
pencatatan sipil serta pemutakhiran data penduduk menggunakan sistem informasi
administrasi kependudukan.
g. Pembinaan pengembangan sumber daya manusia pengelola informasi
administrasi kependudukan.
h. Melaksanakan evaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas.
i. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
j. Pelaksanaan koordinasi pengelolaan data dan pelaporan dengan Sub Unit Kerja
di lingkungan Dinas.
Pasal 59
(1)

Seksi Dokumentasi Kependudukan dipimpin oleh


seorang Kepala Seksi.

(2)

Kepala
Seksi
Dokumentasi
Kependudukan
mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan
melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan pengelolaan Dokumentasi Kependudukan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud Kepala Seksi Dokumentasi Kependudukan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan
Dokumentasi Kependudukan.
b. Pelaksanaan fasilitas sosialisasi bimbingan teknis, advokasi, supervise dan
konsultasi pengelolaan dokumen kependudukan.
c. Pelaksanaan penyajian dan desiminasi dokumentasi informasi Dokumentasi
Kependudukan.
d. Pelaksanaan perlindungan data pribadi penduduk pada bank data kependudukan.
e. Pelaksanaan perlindungan data pribadi penduduk dalam proses dan hasil
pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil.
f. Melaksanakan evaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas.
g. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
h. Pelaksanaan koordinasi pelayanan sosialisasi kependudukan dengan Sub Unit
Kerja di lingkungan Dinas.

Bagian Keempat
Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan

Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal 60
(1)

Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dipimpin oleh Kepala


Dinas.

(2)

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan mempunyai


tugas pokok melaksanakan urusan rumah tangga dalam bidang Pertanian yang
menjadi tanggung jawab meliputi : Perencanaan, Program, Pelaksanaan Teknis dan
Pengendalian Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal
ini, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan mempunyai fungsi :
a.
Pembinaan pelaksanaan kegiatan Tata Usaha Urusan Umum,
Perlengkapan dan Perencanaan Kepegawaian dan Keuangan;
b.
Pembinaan perumusan kebijakan teknis, pemberian bimbingan
pengelolaan di Bidang Perkebunan dan Kehutanan;
c.
Pelaksanaan pembinaan umum dan teknis di Bidang Pertanian,
Perikanan, Peternakan dan Kehutanan sesuai dengan kebijakan yang tetapkan
oleh Walikota;
d.
Memberikan bahan pertimbangan atau rekomendasi
izin dan
pembinaan sesuai dengan tugas pokok di bidang Pertanian, Perizinan, Perikanan
dan Kehutanan serta pelaksanaan pengawasan dan pembinaan usaha;
e.
Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran
pelaksanaan usaha;
f.
Pelaksanaan pengawasan, bimbingan dan pembinaan terhadap unit-unit
kerja.

(3)

Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 61
(1)
(2)

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris


Sekretaris mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasi administrasi
umum, ketatausahaan, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, hukum dan
hubungan masyarakat.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini,
sekretaris mempunyai fungsi :
a.
Pengelolaan dan pelaksanaan administrasi umum, keuangan dan
kepegawaian;
b.
Pembinaan Organisasi dan pelaksanaan dan pengembangan karir;
c.
Pengelolaan dan penyiapan data informasi, hubungan masyarakat serta
pelaksanaan inventarisasi rumah tangga perkantoran;
d.
Pengelolaan surat menyurat, kearsipan/dokumentasi kehumasan,
perpustakaan dan inventarisasi rumah tangga perkantoran:

e.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan


(4)
Sekretariat membawahi :
a.
Sub Bagian umum
b.
Sub Bagian Keuangan.
Pasal 62
(1)
(2)

Sub bagian Umum dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian


Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan
administrasi umum, ketatausahaan, kepegawaian, hukum dan hubungan masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal
ini kepala sub bagian umum mempunyai fungsi :
a.
Penyusunan rencana pengadaan, memelihara dan menghapus barang
perlengkapan kerja;
b.
Penyusunan rencana dan pelaksanaan kepustakaan;
c.
Penghimpun dan mengelola Peraturan Perundang-Undangan;
d.
Melaksanakan administrasi surat menyurat, kehumasan dan protokol;
e.
Menjalin hubungan kerja antar Sub Bagian dengan bidang-bidang yang lain;
f.
Penyusunan dan melaksanakan administrasi umum dan kerumah tanggaan
kantor;
g.
Monitoring dan evaluasi serta pelaporan administrasi kantor;
h.
Penyusunan pola/sistem peningkatan kedisplinan dan pola pengembangan
karir;
i.
Penyiapan serta mengkoordinir kegiatan hukuman, penghargaan, mutasi,
cuti, kenaikan pangkat, pemberhentian dan pensiun;
j.
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

(3)

Pasal 63

(1)
(2)

Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian


Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengelolaan urusan keuangan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok, sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini,
Kepala Sub bagian Keuangan mempunyai fungsi :
a.
Pelaksanaan urusan administrasi keuangan dan Pembagian Gaji
Pegawai;
b.
Pengaturan dan memantau pelaksanaan rutin urusan keuangan (Rutin,
APBD, APBN, Dekonstrasi);
c.
Penghimpunan dan transaksi, dokumen sumber (SPM) dan informasi
keuangan;
d.
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 3
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura

Pasal 64
(1)
(2)

Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai tugas pokok
membantu sebagian pekerjaan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
dibidang Tanaman Pangan dan Hortikultura.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimasud ayat (2) pasal ini,
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai fungsi :
a.
Menyiapkan bahan, koordinasi, menentukan dengan perumusan kebijakan
teknis pengembangan produksi serta pembinaan, pemantauan dan pengendalian
pada tanaman pangan dan hortikultura;
b.
Menyajikan penerapan teknologi produksi, pengelolaan produksi dan
pengawasan benih tanaman pangan dan hortikultura;
c.
Pembinaan dan pengembangan agrobisnis dan agroindustri tanaman
pangan dan hortikultura;
d.
Pembinaan dan pengembangan lahan tanaman pangan dan hortikultura;
e.
Pembinaan dan pengembangan usaha tani dan pengelolaan serta
pemasaran hasil;
f.
Pembinaan peramalan, pengendalian dan pengawasan organisme
pengganggu tanaman pangan dan hortikultura;
g.
Monitoring dan evaluasi serta pelaporan terhadap perkembangan tanaman
pangan dan hortikultura dan sarana lainnya;
h.
Membantu Kepala Dinas sesuai dengan bidangnya;
i.
Melaksanakan tugas lain atas perintah atasan.
(4)
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura membawahi :
a.
Seksi Bina Pengolahan Lahan dan Perlintan
b.
Seksi Bina Usaha Tani, Produksi dan Pengolahan
Pasal 65
(1)
Seksi Bina Pengolahan Lahan dan Perlintan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi
(2)
Kepala Seksi Bina Pengolahan Lahan dan Perlintan mempunyai tugas pokok
membantu sebagian tugas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di
bidang Pengelolaan Lahan dan Perlindungan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
Kepala Seksi Bina Pengolahan Lahan dan Perlintan mempunyai fungsi :
a.
Melaksanakan pengumpulan, penyusunan bahan pembinaan, bimbingan
pengembangan lahan;
b.
Melakukan
identifikasi
lokasi
lahan
untuk
pengembangan
kawasan/budidaya tanaman pangan dan hortikultura;
c.
Pendayagunaan lahan, perluasan tanam dan penetapan komoditas
unggulan;
d.
Melaksanakan pengembangan pemanfaatan air, rehabilitasi dan konservasi
lahan pertanian;
e.
Melakukan penerapan teknologi produksi spesifik dalam rangka
peningkatan produksi;
f.
Pengembangan dan pengawasan sumber daya hayati;

g.
h.
i.
j.
k.

Melaksanakan pengembangan, pembinaan perlindungan tanaman pangan


dan hortikultura;
Pengawasan terhadap peredaran serta pengendalian organisme
pengganggu tanaman;
Pengawasan terhadap peredaran pestisida, pupuk, benih dan bibit;
Melaksanakan pengembangan alat dan mesin pertanian;
Melaksanakan tugas lain perintah atasan.
Pasal 66

(1)

Seksi Bina Usaha Tani, Produksi dan Pengolahan dipimpin oleh seorang Kepala
Seksi
(2)
Kepala Seksi Bina Usaha Tani, Produksi dan Pengolahan mempunyai tugas pokok
membantu sebagian tugas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di
bidang Bina Usaha Tani, Produksi dan Pengolahan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
Kepala Seksi Bina Usaha Tani, Produksi dan Pengolahan mempunyai fungsi :
a. Menyiapkan dan menyusun bahan petunjuk pengembangan usaha dan
kemitraan;
b. Menyiapkan dan melakukan pembinaan usaha tani dalam rangka
pengembangan dan produksi melalui pola kemitraan;
c. Melakukan pengembangan kawasan serta agrobisnis tanaman pangan dan
hortikultura serta pemanfaatan sumber daya serta pembinaannya;
d.Menumbuh kembangkan kelembagaan kemitraan dan kawasan industri
Pertanian pada sentra-sentra produksi;
e.Memberikan izin usaha pertanian dan menumbuh kembangkan wirausaha
dibidang agrobisnis;
f. Menyiapkan bahan dan petunjuk produksi tanaman pangan dan hortikultura;
g.Menyiapakan bahan pembinaan penggunaan teknologi pengolahan dan
pengawasan hasil tanaman pangan dan hortikultura;
h.Menyiapkan data luas lahan produksi dan produktivitas komoditi potensial tanaman
pangan dan hortikultura;
i. Melakukan pembinaan / bimbingan manajemen produksi dan peningkatan
produktifitas pada berbagi tipologi lahan;
j.
Melakukan perencanaan kebutuhan dan ketersediaan benih/bibit tanaman
pangan dan hortikultura.
Paragraf 4
Bidang Perikanan dan Peternakan
Pasal 67
(1) Bidang Perikanan dan Peternakan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang
(2) Kepala Bidang Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas pokok membangun,
membina dan mengawasi produksi usaha dan sumber daya hayati, kesehatan hewan
dan kesehatan masyarakat.

(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Perikanan dan Peternakan mempunyai fungsi :
a. Pembinaan teknis dan perumusan kebijakan peningkatan dan pengembangan
produksi Perikanan dan Peternakan;
b. Pembinaan teknis dan perumusan kebijakan kesehatan hewan dan kesehatan
masyarakat veteriner;
c. Pembinaan dan perumusan kebijakan pengembangan usaha agrobisnis
Perikanan dan Peternakan;
d. Pembinaan dan perumusan kebijakan dan pemanfaatan sumber daya bidang
Perikanan dan Peternakan
e. Pembinaan dan perumusan kebijakan penerapan teknologi bidang Perikanan dan
Peternakan;
f. Pembinaan dan perumusan kebijakan penyebaran dan pengembangan hasil
Perikanan dan Peternakan;
g. Pembinaan dan perumusan kebijakan perizinan dan pelayanan umum dalam
pengembangan usaha;
h. Pembinaan unit pelaksana bidang Perikanan dan Peternakan;
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan
(4) Bidang Perikanan dan dan Peternakan membawahi :
a. Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner;
b. Seksi Bina Usaha dan Produksi
Pasal 68
(1)

Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner dipimpin oleh seorang Kepala
Seksi
(2)
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner mempunyai tugas
pokok Membangun, membina dan mengawasi Kesehatan hewan dan Kesehatan
Masyarakat Veteriner.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner mempunyai fungsi :
a.
Pembinaan pelaksanaan pengamatan, pencegahan dan pemberantasan
penyakit hewan dan ikan;
b.
Pembinaan dan pengawasan obat hewan dan ikan pelayanan kesehatan
hewan;
c.
Pembinaan terhadap norma dan standar teknis serta sistem dan standar
prosedur pengawasan produk pangan hewani dan hewan non pangan
yang higienes, sanitasi lingkungan usaha Peternakan dan Perikanan serta
pengawasan pemotongan hewan;
d.
Pembinaan kebijakan kesehatan masyarakat veteriner;
e.
Pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan kebijakan kesehatan
masyarakat veteriner;
f.
Pengawasan produk hewan dan pengawasan kesehatan masyarakat veteriner
terhadap produk hewan;
g.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan teknis bidang Perikanan dan
Peternakan;

h.
i.

Pengelolaan unit-unit pelayanan kesehatan hewan;


Pelaksanaan tugas lain yang di berikan atasan.
Pasal 69

(1) Seksi Bina Usaha dan Produksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi
(2) Kepala Seksi bina Usaha dan Produksi mempunyai tugas pokok membangun,
membina dan mengawas produksi usaha dan sumber daya hayati.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini, Kepala
Seksi Bina Usaha dan Produksi mempunyai fungsi :
a.
Melaksanakan bimbingan teknis budidaya peningkatan populasi dan
pengembangan teknologi Perikanan dan Peternakan;
b.
Pengembangan dan pengawasan peredaran pakan serta peningkatan
produksi pakan;
c.
Pengembangan produksi, peningkatan mutu dan pengawasan distribusi
bibit ternak dan ikan;
d.
Melaksanakan bimbingan pemasaran dan distribusi hasil peternakan
dan perikanan serta pembinaan pola-pola kemitraan;
e.
Pengembangan sumber daya (insani, alam, buatan) teknologi, analisa
potensi kawasan sentra;
f.
Bimbingan terhadap akses permodalan, perizinan usaha serta
pengembangan usaha dan kelembagaan;
g.
Pelaksanaan kegiatan perizinan, permodalan dan informasi pasar;
h.
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan
Paragraf 5
Bidang Perkebunan dan Kehutanan
Pasal 67

(1)
(2)

Bidang Perkebunan dan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang


Kepala Bidang Perkebunan dan Kehutanan mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota
Prabumulih di bidang Perkebunan dan Kehutanan;
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini,
Kepala Bidang Perkebunan dan Kehutanan mempunyai fungsi :
a.
Menyiapkan bahan, koordinasi, mengembangkan kebijakan teknis
dan produksi serta pembinaan, evaluasi dan pengendalian tanaman perkebunan
dan kehutanan;
b.
Membagi tugas, memberi petunjuk, mengendalikan, mengembangkan,
mengawasi, menilai seluruh kegiatan seksi-seksi di bidang perkebunan;
c.
Melaporkan kegiatan ke kepada Kepala Dinas;
d.
Bimbingan penerapan teknologi produksi dan pengolahan hasil
pemasaran produksi Perkebunan dan Kehutanan;

e.

Pembinaan dan pengembangan lahan tanaman Perkebunan dan


Kehutanan;

f.
g.

h.
i.
(4)
a.
b.

Menumbuh kembangkan Kelembagaan Petani;


Monitoring, evaluasi dan pelaporan secara
Perkebunan dan
Kehutanan;
Membantu Kepala Dinas sesuai bidangnya;
Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Bidang Perkebunan dan Kehutanan membawahi :
Seksi Perkebunan
Seksi Kehutanan

berkala

bidang

Pasal 68
(1)
(2)
(3)
a.
b.
c.

d.
e.
f.

g.
h.
i.
j.

Seksi Perkebunan dipimpinan oleh seorang Kepala Seksi


Kepala Seksi Perkebunan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas
Kepala Bidang Perkebunan dan Kehutanan pada sektor Perkebunan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana ayat (2) pasal ini Kepala Seksi
Perkebunan mempunyai fungsi :
Penyusunan petunjuk dan melakukan identifikasi kegiatan rehabilitasi,
diversifikasi, perluasan dan peremajaan tanaman perkebunan;
Pembinaan teknis dan operasional dalam rangka diversifikasi,
rehabilitasi, intensifikasi, perluasan dan peremajaan tanaman perkebunan;
Perencanaan, pengadaan dan penetapan sumber benih atau bahanbahan tanaman termasuk kebun induk serta pembinaan dan pengawasan mutu,
sertifikasi dan penangkaran;
Penyusunan petunjuk kultur teknis dan inventarisasi budidaya tanaman
tahunan serta tanaman semusim perkebunan;
Rekayasa dan rancang bangun prototype alat dan mesin perkebunan
serta bimbingan pengawasan penggunaannya;
Pemberian informasi, introduksi dan pengawasan tentang Pengendalian
Hama Terpadu (PHT), Pemakaian pestisida serta peralatan pemberantasan
organisme pengganggu tanaman perkebunan;
Penyusunan petunjuk operasional penyelenggaraan pengendalian
organisme tanaman;
Menyusun dan menyampaikan laporan menyangkut bidang tugas;
Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas;
Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Pasal 69

(1)
(2)

Seksi Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi


Kepala Seksi Kehutanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas
Kepala Bidang Perkebunan dan Kehutanan pada Sektor Kehutanan
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini.
Kepala Seksi Kehutanan mempunyai fungsi :

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Melakukan pembinaan kepada petani masyarakat;


Inventarisasi Data Base Kehutanan;
Melaksanakan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan;
Penyiapan bibit Tanaman Kehutanan;
Pemberian bahan pertimbangan teknis untuk rekomendasi izin usaha
pemanfaatan kayu masyarakat;
Bimbingan dan penyuluhan;
Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang
Melakukan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan
tugas;
Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang.
Paragraf 6
Bidang Perencanaan dan Program
Pasal 70

(1)
(2)

Bidang Perencanaan dan Program dipimpin seorang Kepala Bidang


Kepala Bidang Perencanaan dan Program mempunyai tugas pokok melaksanakan
perencanaan dan pengawasan (monitoring dan pengendalian) program
pembangunan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih
melaksanakan pendataan pelaporan kegiatan dan menyusun laporan Dinas,
menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan pendidikan dan pelatihan staf Dinas
maupun para petani dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
Kepala Bidang Perencanaan dan Program mempunyai fungsi :
a.
Mengkoordinasikan pengelolaan penyusunan program dan anggaran
kemudian penyediaan informasi, data dan pelaporan serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
b.
Menyusun Rencana Strategis pembangunan Dinas Pertanian, Perikanan
dan Kehutanan secara terpadu sesuai potensi dan perkembangan teknologi;
c.
Memberikan saran-saran dan pertimbangan-pertimbangan Kepada Kepala
Dinas tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
d.
Melakukan koordinasi dengan satuan kerja dalam rangka penyusunan
rencana anggaran;
e.
Melakukan koordinasi dalam hal penerimaan dan pengeluaran keuangan;
f.
Memimpin dan memberi tugas serta memberi petunjuk atas perencanaan.
(4)
Bidang Perencanaan dan Program membawahi :
a.
Seksi Perencanaan dan Program
b.
Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Monitoring dan Pelaporan

Pasal 71

(1) Seksi Perencanaan dan Program dipimpin oleh seorang Kepala Seksi

(2) Kepala Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas pokok


mengkoordinasi kegiatan perencanaan dan pelaksanaan program, menyusun
rencana strategis dan skala prioritas pembangunan Dinas Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan, melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan
atasan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini
Kepala Seksi Perencanaan dan Program mempunyai fungsi :
a. Merumuskan kebijakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dalam
bentuk program pembangunan berdasarkan kebutuhan, potensi wilayah dan
skala prioritas;
b. Melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka
penyusunan anggaran;
c. Mengkoordinasi pengelolaan, penyusunan program dan anggaran
pembangunan per tahun;
d. Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan program dan
kegiatan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
Pasal 72

(1) Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Monitoring, Evaluasi dan pelaporan dipimpin
oleh Kepala Seksi
(2) Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
mempunyai tugas pokok melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun
laporan kegiatan Dinas, melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan
penyajian data, melaksanakan koordinasi penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan, melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini,
Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Monitoring Evaluasi dan Pelaporan
mempunyai fungsi :
a.
Pelaksanaan
kebijaksanaan
teknis
pembinaan,
bimbingan dan pengembangan SDM di Dinas Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan;
b.
Melaksanakan
gratifikasi
data
perkembangan
pelaksanaan kegiatan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
c. Menyusun instrumen monitoring, evaluasi dan pengendalian kegiatan di
Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
d. Melaksanakan Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Kegiatan;
e. Menyusun dan memperagakan data hasil monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
f. Menyusun dan membuat laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan
program kegiatan di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta
Laporan Akutabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP);
g. Melaksanakan inventaris dan data base pendidikan dan pelatihan aparat.

Bagian Kelima
Dinas Pekerjaan Umum
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal
(1)
(2)

(3)

Dinas Pekerjaan Umum dipimpin oleh Kepala Dinas


Kepala Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas pokok mengemban visi dan misi
Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih, membantu Walikota Prabumulih dalam
mengendalikan kebijakan teknis dalam melaksanakan kewenangannya dibidang
Pekerjaan Umum, memimpin dan mengarahkan pelaksanaan tugas staf dalam unit
kerjanya, mengendalikan pengadaan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan,
pemeliharaan, baik peralatan maupun kegiatan pembangunan bidang Pekerjaan
Umum, memberi masukan, usul dan saran serta pelaporan dibidang Teknis
Operasional kepada Walikota Prabumulih, menjalin koordinasi dengan
Dinas/Instansi terkait dalam pelaksanaan pembangunan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini, Kepala Dinas
Pekerjaan Umum mempunyai fungsi :
a. Perumusan Kebijaksanaan Teknis Pembangunan, pengelolaan, pemberian
bimbingan dan perizinan bidang Pekerjaan Umum sesuai dengan kebijaksanaan
yang ditetapkan oleh Walikota Prabumulih.
b. Pengawasan dan pengendalian teknis sesuai dengan kebijaksanaan yang
ditetapkan oleh Walikota Prabumulih.
c. Pengelolaan menajemen Dinas Pekerjaan Umum.
d. Mengendalikan pelaksanaan pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan
dibidang Pekerjaan Umum.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal

(1)
(2)
(3)

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris.


Sekretaris mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikanurusan umum,
pembinaan kepegawaian, keuangan, penyusunan laporan serta pengawasan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
Sekretaris mempunyai fungsi :
a. Penyelenggaraan koordinasi kegiatan dengan Kepala-Kepala Bidang Dinas
Pekerjaan Umum dan Kelompok Jabatan Fungsional yang ada dalam
lingkungannya dan bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan tugas
tersebut.
b. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas.
c. Pelaksanaan tugas dan fungsi Kepala Dinas apabila Kepala Dinas berhalangan
atau berada diluar daerah berdasarkan Surat Penunjukkan Mewakili.
d. Penandatanganan naskah dinas yang dilimpahkan oleh Kepala Dinas.

(4)

e. Penandatanganan administrasi dibidang umum, kepegawaian, dan keuangan


sesuai dengan pelimpahan dari Kepala Dinas.
f. Pengawasan ke dalam yang ada dalam lingkungannya sesuai dengan tugas
yang diberikan oleh Walikota.
g. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
h. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kapada staf agar melaksanakan
tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas.
i. Pelaporan pelaksanaan tugas.
j. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
Sekretariat membawahi :
a. Subbag Umum dan Kepegawaian
b. Subbag Keuangan.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok
menginventarisasi Kekayaan Milik Negara (IKMN) pada Dinas Pekerjaan Umum,
membantu pengelolaan administrasi dibidang ketatausahaan, melaksanakan
pengelolaan urusan rumah tangga Dinas Pekerjaan Umum, mengelola suratmenyurat, kearsipan, perjalanan dinas, pengadaan, dan inventarisasi perlengkapan
kantor, melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian serta pelaksanaan
monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan administrasi kepegawaian,
menyiapkan rencana kebutuhan dan pengembangan pegawai serta tata usaha
kepegawaian.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. Memberikan saran dan usul kepada bagian Tata Usaha.
b. Pengarsipan surat-surat yang masuk maupun keluar dibidang ketatausahaan.
c. Pengusulan kenaikan pangkat dan berkala di lingkungan Dinas Pekerjaan
Umum.
d. Pengusulan kursus/pelatihan yang berkaitan dengan kedinasan guna
meningkatkan Sumber Daya Manusia.
e. Pembuatan laporan dibidang administrasi ketatausahaan.
f. Menjalin hubungan dibidang umum dengan sub unit kerja terkait di lingkungan
Dinas.

Pasal
(1)
(2)

Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian


Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok mengendalikan tugas-tugas
dibidang keuangan, menyimpan dan mengeluarkan keuangan atas perintah atasan,

(3)

menyimpan dan mengarsipkan laporan keuangan, melaksanakan monitoring dan


evaluasi pelaporan anggaran dan administrasi keuangan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi :
a. Memberikan saran dan usul kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris Dinas.
b. Membimbing dan mengarahkan staf keuangan untuk melaksanakan tugas-tugas
yang diberikan.
c. Melaksanakan penyusunan anggaran, pengendalian dan pertanggungjawaban
administrasi keuangan.
d. Pembuatan dan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP).
e. Penyusunan, penelitian, dan menandatangani Surat Pertanggungjawaban (SPJ)
atas penerimaan dan pengeluaran kas beserta lampirannya.
f. Pembuatan dan menyampaikan laporan keuangan bulanan.

Paragraf 3
Bidang Bina Marga
Pasal
(1)
(2)

(3)

Bidang Bina Marga dipmpin oleh seorang Kepala Bidang


Kepala Bidang Bina Marga mempunyai tugas pokok melaksanakan pembangunan
dibidang kebinamargaan, mengawasi pelaksanaan pembangunan dibidang
kebinamargaan, mengendalikan pembangunan dibidang kebinamargaan, membuat
laporan dan membuat usul rencana kegiatan dibidang kebinamargaan, melayani
jasa konstruksi dibidang kebinamargaan, pengelolaan alat-alat berat dan
perbekalan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Bina Marga mempunyai fungsi :
a. Penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan pengendalian pembangunan,
pelaksanaan peningkatan dan penggantian jalan dan jembatan.
b. Penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pelaksanaan
pemeliharaan jalan dan jembatan.
c. Pengelolaan pemanfaatan jalan dan jembatan serta penanggulangan akibat
bencana alam.
d. Pengoperasian, penyimpanan, perawatan, pemanfaatan, pemeliharaan,
penyewaan, inventarisasi dan mengurus administrasi alat-alat berat.
e. Perumusan sasaran dalam pelaksanaan tugas pembangunan dibidang
kebinamargaan.
f. Monitor pelaksanaan pembangunan dibidang kebinamargaan.
g. Pembuatan laporan kegiatan pembangunan fisik dan keuangan setiap akhir
bulan.
h. Menjalin koordinasi/kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/lembaga yang
terkait dalam pelaksanaan pembangunan.

(4)

i. Membimbing dan mengarahkan staf dalam sub unit kerja untuk melaksanakan
tugas yang diembannya.
j. Memberikan masukan, usul dan saran kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum
Kota Prabumulih.
Bidang Bina Marga membawahi :
a. Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan.
b. Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.
c. Seksi Tata Tehnis dan Peralatan.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pemantauan, pengawasan, pengendalian terhadap pelaksanaan pembangunan dan
peningkatan jalan dan jembatan, melaksanakan pemantauan dan evaluasi dibidang
kebinamargaan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan evaluasi dan perbandingan terhadap rencana pembangunan jalan
dan jembatan.
b. Pelaksanaan kegiatan pembinaan terhadap pelaksanaan pembangunan jalan
dan jembatan dan melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian dalam
pembangunan jalan dan jembatan.
c. Pemberian informasi tentang pembangunan jalan dan jembatan meliputi masalah
teknis dan non teknis.
d. Perumusan sasaran dalam pelaksanaan tugas pembangunan dan peningkatan
jalan dan jembatan.
e. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan pembangunan dan
peningkatan jalan dan jembatan.
f. Pelaksanaan pengendalian dan pengawasan pembangunan dan peningkatan
jalan dan jembatan.
g. Pelaksanaan pengelolaan, penggunaan dan pemanfaatan pembangunan.
h. Pelaksanaan pengelolaan jasa konstruksi dibidang kebinamargaan.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok
melaksanakan pembinaan, pengawasan, pengendalian terhadap pemeliharaan
rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan, melaksanakan pengelolaan
pengawasan dan pengendalian pemeliharaan jalan dan jembatan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan identifikasi dan observasi terhadap kondisi jalan dan jembatan.


b. Penyelenggaraan kegiatan penanganan perbaikan jalan dan jembatan yang
bersifat mendesak atau segera.
c. Penyusunan jadwal operasional pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan
rehabilitasi jalan dan jembatan.
d. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan
pemanfaatan jalan dan jembatan beserta sarana pendukungnya.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan
tugas.
f. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Bina Marga.
g. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
h. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan
tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas.
i. Penilaian terhadap prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai
sebagai bahan peningkatan karier.
j. Pelaporan pelaksanaan tugas.
k. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Bina Marga.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Tata Tehnis dan Peralatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Tata Tehnis dan Peralatan mempunyai tugas pokok
menyelenggarakan
administrasi
tata
usaha,
penyimpanan,
perawatan,
pemanfaatan, pemeliharaan, penyewaan, inventarisasi, dan mengurus administrasi
alat-alat berat.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Tata Tehnis dan Peralatan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja Seksi Peralatan, Perbekalan, dan
Pembinaan Jasa Konstruksi.
b. Pengoperasian, pemanfaatan, dan perawatan alat-alat berat dan perbekalan.
c. Pelaksanaan inventarisasi alat-alat berat dan perbekalan (exscavator, grader,
peralatan aspal mixing plan dan perangkatnya).
d. Pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian alat-alat berat dan perbekalan.
e. Pengurusan dan pelaksanaan administrasi perjanjian dan atau kontrak sewa
menyewa alat-alat berat dan perbekalan.
f. Pembuatan laporan bulanan dan laporan tahunan penyelenggaraan alat-alat
berat dan perbekalan.
g. Penyelenggaraan pembinaan peningkatan kinerja jasa konstruksi dan
pembinaan pelayanan perizinan.
h. Pembinaan, pemantauan, pengawasan, dan pengendalian terhadap pemakaian,
penyimpanan, penyewaan, dan pemeliharaan alat-alat berat dan perbekalan
serta jasa konstruksi terhadap peralatan, perlengkapan pada si pemohon izin
usaha jasa konstruksi.

i. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka kelancaran


pelaksanaan tugas.
j. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Bina Marga.
k. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
l. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan
tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas
m. Penilaian terhadap prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai
sebagai bahan peningkatan karier.
n. Pelaporan pelaksanaan tugas.
o. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Bina Marga.

Paragraf 4
Bidang Cipta Karya dan Pengairan
Pasal
(1)
(2)

(3)

(4)

Bidang Cipta Karya dan Pengairan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
Kepala Bidang Cipta Karya dan Pengairan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pembangunan, pengelolaan, pengawasan dan pemeliharaan perumahan, gedung,
pengairan, dan prasarana lingkungan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Cipta Karya dan Pengairan mempunyai fungsi :
a. Penyelenggaraan pembinaan pembangunan, perintisan, perbaikan, peremajaan
perumahan, pengairan, dan fasilitas lingkungannya.
b. Penyelenggaraan pembinaan pengelolaan perumahan, gedung dan pengairan.
c. Pemantauan, pengawasan dan pengendalian pembangunan perumahan,
gedung, dan pengairan.
d. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
e. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas dalam rangka
pelaksanaan tugas.
f. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan
tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas.
g. Pelaporan pelaksanaan tugas.
h. Penilaian terhadap prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai
sebagai bahan peningkatan karier.
i. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
Bidang Cipta Karya dan Pengairan membawahi :
a. Seksi Tata Ruang dan Bangunan.
b. Seksi Perumahan dan Pemukiman.
c. Seksi Tata Tehnis dan Peralatan.

Pasal

(1)
(2)

(3)

Seksi Tata Ruang dan Bangunan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Tata Ruang dan Bangunan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pembangunan perumahan dan gedung, bantuan teknis pengawasan, teknis
pembangunan bangunan gedung Negara dan menyiapkan bahan pelaksanaan
pendataan, pengaturan, pemantauan terhadap penghunian dan layak huni rumah
dan perumahan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Tata Ruang dan Bangunan mempunyai fungsi :
a. Penyiapan pelaksanaan dan pembinaan pembangunan rumah sehat.
b. Pelaksanaan sosialisasi pembangunan rumah sehat.
c. Pelaksanaan pengendalian pembangunan rumah dan gedung milik Negara.
d. Penyiapan perencanaan pembangunan rumah dan gedung milik Negara.
e. Penyiapan pelaksanaan pembangunan rumah dan gedung Negara.
f. Penyiapan pengawasan pembangunan rumah dan gedung milik Negara.
g. Pemberian bantuan teknis pelaksanaan dan pengawasan pembangunan rumah
dan gedung.
h. Pemberian bantuan tenaga teknis pelaksanaan dan pengawasan pembangunan
rumah dan gedung untuk instansi, umum, dan masyarakat.
i. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Cipta Karya.
j. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
k. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan
tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas.
l. Penilaian terhadap prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai
sebagai bahan peningkatan karier.
m. Pelaporan pelaksanaan tugas.
n. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Perumahan dan Pemukiman dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman mempunyai tugas pokok menyiapkan
bahan pelaksanaan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian pembangunan
sarana air bersih dan penyehatan lingkungan perumahan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Perumahan dan Pemukiman mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja Seksi Sarana Lingkungan Perumahan.
b. Pengelolaan sarana lingkungan perumahan dan pembinaan lingkungan sehat.
c. Pelaksanaan sosialisasi lingkungan sehat.
d. Pelaksanaan pengendalian pembangunan prasarana lingkungan perumahan dan
penyehatan lingkungan.

e. Penyiapan perencanaan, pembangunan dan pengawasan sarana fisik


lingkungan perumahan dan penyehatan lingkungan seperti jalan dan jembatan
lingkungan, saluran air, MCK, persampahan, dan lain-lain.
f. Penataan sarana fisik lingkungan kumuh.
g. Pemberian bantuan teknis pengelolaan sarana lingkungan perumahan.
h. Pemberian bantuan tenaga teknis perencanaan dan pengawasan prasarana fisik
lingkungan perumahan untuk umum dan masyarakat Kota Prabumulih.
i. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Cipta Karya.
j. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
k. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan
tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas.
l. Penilaian terhadap prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai
sebagai bahan peningkatan karier.
m. Pelaporan pelaksanaan tugas.
n. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Tata Tehnis dan Peralatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Tata Tehnis dan Peralatan mempunyai tugas pokok
menyelenggarakan administrasi ketatausahaan, penyimpanan, perawatan,
pemanfaatan, pemeliharaan, penyewaan, inventarisasi, dan mengurus administrasi
alat-alat berat di bidang Cipta Karya dan Pengairan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Tata Tehnis dan Peralatan mempunyai fungsi :
a. Pengoperasian, pemanfaatan, dan perawatan alat-alat berat dan perbekalan.
b. Pelaksanaan inventarisasi alat-alat berat dan perbekalan (excavator, grader,
peralatan aspal mixing plan dan perangkatnya).
c. Pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian alat-alat berat dan perbekalan.
d. Pengurusan dan pelaksanaan administrasi perjanjian dan atau kontrak sewa
menyewa alat-alat berat dan perbekalan.
e. Pembuatan laporan bulanandan laporan tahunan penyelenggaraan alat-alat
berat dan perbekalan.
f. Penyelenggaraan pembinaan peningkatan kinerja jasa konstruksi dan
pembinaan pelayanan perizinan.
g. Pembinaan, pemantauan, pengawasan, dan pengendalian terhadap pemakaian,,
penyimpanan, penyewaan, dan pemeliharaan alat-alat berat dan perbekalan
serta jasa konstruksi terhadap peralatan, perlengkapan pada si pemohon izin
usaha jasa konstruksi.
h. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka kelancaran
pelaksanaan tugas.
i. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Cipta Karya.
j. Pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

k. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan


tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas.
l. Penilaian terhadap prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai
sebagai bahan peningkatan karier.
m. Pelaporan pelaksanaan tugas.
n. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya.

Paragraf 5
Bidang Program
Pasal
(1)
(2)

(3)

(4)

Bidang Program dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.


Kepala Bidang Program mempunyai tugas pokok menyusun perencanaan teknis
pembangunan, melaksanakan survey dan pendataan, melaksanakan pengujian dan
pengendalian mutu serta melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan
yang dilaksanakan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Program mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja Bidang Pekerjaan Umum.
b. Penyiapan bahan penyusunan rencana kegiatan, perencanaan teknik, dan
survey dibdang Pekerjaan Umum.
c. Penyiapan bahan pengumpulan data, penelitian, study kelayakan dan analisa
mengenai dampak lingkungan.
d. Pelaksanaan survey dan pemetaan serta penyelenggaraan pengujian dan
pengendalian mutu tanah, aspal, beton, air, dan bahan bangunan lainnya.
e. Penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan dibidang Pekerjaan Umum.
f. Penyiapan bahan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dan
pengendalian pelaksanaan kegiatan.
g. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas dalam rangka
pelaksanaan tugas.
h. Pelaksanaan pembagian tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan
tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas.
i. Penilaian terhadap prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai
sebagai bahan peningkatan karier.
j. Pelaporan pelaksanaan tugas.
k. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
Bidang Program membawahi :
a. Seksi Survey dan Pengukuran.
b. Seksi Perencanaan Umum.
c. Seksi Perencanaan Teknis.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Survey dan Pengukuran dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Survey dan Pengukuran mempunyai tugas pokok membantu Kepala
Dinas dalam penyusunan rencana kerja, program dan anggaran kegiatan di Dinas
Pekerjaan Umum.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Survey dan Pengukuran mempunyai fungsi :
a. Perumusan rencana kerja, program dan anggaran kegiatan.
b. Pelaksanaan survey dan pengukuran.
c. Pengumpulan data, pengolahan dan penyajian data dan informasi kegiatan.
d. Perencanaan umum kegiatan.
e. Perencanaan teknis.
f. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.
g. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

Pasal

(1)
(2)

(3)

Seksi Perencanaan Umum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Perencanaan Umum mempunyai tugas pokok membantu Kepala
Bidang dalam penyusunan rencana kerja, program dan anggaran kegiatan, serta
penyediaan data dan informasi.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dmaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Perencanaan Umum mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana, program dan anggaran kegiatan.
b. Pengumpulan bahan pengolahan, dan penyajian data dan informasi, serta
penyiapan pemantauan evaluasi dan analisa pelaksanaan rencana, program dan
anggaran.
c. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.
d. Pelaksanaan tugas dinas lain yang dberikan oleh Kepala Bidang.

Pasal
(1)
2)

(3)

Seksi Perencanaan Tehnis dipimpin oleh seorang Kepala Seksi


Kepala Seksi Perencanaan Tehnis mempunyai tugas pokok membantu Kepala
Bidang dalam penyusunan perencanaan tehnis dan perumusan kebijakan teknis
operasional.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dmaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Perencanaan Tehnis mempunyai fungsi :
a. Penyusunan perencanaan yang bersifat Tehnis/Tehnologi Khusus.
b. Perumusan kebijakan tehnis operasional.
c. Pengolahan data.

d. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.


e. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Program.

Paragraf 6
Bidang Tata Kota
Pasal
(1)
(2)

(3)

(4)

Bidang Tata Kota dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.


Kepala Bidang Tata Kota mempunyai tugas pokok melaksanakan segala usaha dan
kegiatan dibidang Tata Kota dengan kebijaksanaan yang digariskan oleh Kepala
Dinas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan petunjuk
pelaksanaannya.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dmaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Tata Kota mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja bidang Tata Kota.
b. Menyelenggarakan dan memproses permohonan Izin Bangunan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Meneruskan kebijakan operasiona/pembangunan kota dibidang Tata Kota.
d. Melaksanakan usaha-usaha pembinaan terhadap pelaksanaan bantuan baik
yang bersumber dari Pemerintah maupun dari Swasta.
e. Mengadakan komunikasi, konsultasi, dan kerjasama dengan unsur Pemerintah
Kota dan Instansi serta masyarakat dalam usaha pelaksanaan tugas pokok.
f. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Kepala Dinas.
g. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas dalam rangka
pelaksanaan tugas.
Bidang Tata Kota membawahi :
a. Seksi Perizinan.
b. Seksi Konstruksi dan Arsitektur.
c. Seksi Penataan dan Tata Ruang.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Perizinan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Perizinan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan
memproses permohonan izin mendirikan bangunan dan izin pemasangan reklame
baik segi teknis maupun segi administrasi.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dmaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Perizinan mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja Seksi Perizinan sabagai bahan untuk
melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan sesuai dengan bidang tugasnya.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf agar melaksanakan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan
tugas.

c. Memproses permohonan izin mendirikan bangunan baik segi teknis maupun segi
administrasi.
d. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
e. Melaksanakan pembuatan rencana tapak.
f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
g. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Seksi Tata Bangunan tentang
langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
h. Menyiapkan laporan pelaksanaan tugas Seksi Perizinan.

Pasal

(1)
(2)

Seksi Konstruksi dan Arsitektur dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Konstruksi dan Arsitektur mempunyai tugas pokok melakukan
penelitian dan pemeriksaan perhitungan konstruksi bangunan bertingkat dan
bangunan yang berkonstruksi berat (bangunan yang menggunakan konstruksi
rangka baja/rangka kayu).

(3)

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Konstruksi dan Arsitektur mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja Seksi Konstruksi dan Arsitektur sebagai
bahan untuk melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan sesuai dengan
bidang tugasnya.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf agar melaksanakan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan
tugas.
c. Menyelenggarakan
penelitian
dan
memeriksa
konstruksi
bangunan
bertingkat/yang berkonstruksi bangunan yang berkonsumsi berat.
d. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
e. Menyelenggarakan penelitian letak bangunan, bentuk bangunan, ketinggian
bangunan, tata ruang bangunan, dimensi ruang, penampilan bangunan dan
kelengkapan utilitas bangunan agar dapat memenuhi kebutuhan syarat
bangunan dan aspek kesehatan dan keselamatan terhadap pengguna bangunan
dan lingkungan sesuai dengan rencana kota setempat dan peraturan bangunan
yang ditetapkan.
f. melakukan revisi rencana kota pada suatu kawasan dari aspek teknis bangunan
dan kawasan bangunan.
g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
h. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Tata Bangunan dan
Penertiban Bangunan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil
dalam bidang tugasnya.
i. Menyiapkan laporan pelaksanaan tugas Seksi Konstruksi dan Arsitektur.

Pasal
(1)
(2)

(3)

Seksi Penataan dan Tata Ruang dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Penataan dan Tata Ruang mempunyai tugas pokok melaksanakan
kegiatan perencanaan kota meliputi proses dan prosedur penyusunan serta
penetapan rencana kota.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Penataan dan Tata Ruang mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan pembuatan, revisi dan peninjauan kembali rencana detail/teknis
ruang kota.
b. Melakukan penerapan rencana kota pada peta situasi berdasarkan hasil
pengukuran.
c. Melakukan penerapan peruntukkan rencana kota pada peta situasi berdasarkan
penerapan rencana kota setempat.
d. Menyelenggarakan pembuatan rencana tapak (Site Plan) suatu kawasan.
e. Menentukan besaran pemungutan biaya penggunaan lahan di atas luas 5000 M 2.
f. Menentukan pungutan biaya perubahan peruntukkan lahan.
g. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
Bagian Keenam
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal

(1) Kepala Dinas mempunyai tugas melaksanakan kewenangan desentralisasi dan


tugas dekonsentrasi di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1, Kepala Dinas
mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan tugas sebagaimana dimaksud Energi dan Sumber Daya
Mineral;
b. Perencanaan, penyusunan program, pengkoordinasian dan pelaksanaan
kegiatan usaha energy listrik, migas, pertambangan, air tanah, bahan galian, dan
mitigasi bencana alam galian;
c. Pemantauan, pengawasan, penelitian pembinaan dan bimbingan terhadap
kegiatan usaha energy listrik, migas, pertambangan air tanah, bahan galian, dan
mitigasi bencana alam geologi;
d. Penginventarisasian, penyelidikan, analisa dan evaluasi, sumber daya mineral
dan air tanah;
e. Pemberian izin atau brekomdendasi dan pembinaan di bidang usaha
pertambangan dan air tanah, energi listrik dan migas serta pengembangan
wilayah tata ruang;
f. Pemberian rekomendasi dan izin usaha ketenagalistrikan;

g. Penyediaan pelayanan data dan informasi di bidang energy, geologi dan


pertambnagan;
h. Penganalisaan laboratorium kualitas air, bahan galian batubara, mineral, migas,
mekanika tanah;
i. Pelaksanaan kegiatan penelitian, pengembangan potensi air tanah, bahan galian,
energi listrik dan migas;
j. Pemantauan, pencatatan, pengawasn pelaksanaan sarasa dan prasana lokasi
penampuan, penyimpanan, distribusi pengangkutan, pemanfaatan air tanah,
pemasaran bahan galian, energy listrik dan migas;
k. Pelaksanaan konservasi dan pemanfaatan air tanah, bahan galian serta
melaksanakan pengembangan energi dan ,migas;
l. Pengelolaan pajak iuran tetap, royalti dan atau retribusi di bidang
ketenagalistrikan migas, dan pertambnagn,;
m. Penyuluhan usaha energy listrik, migas, pertambnagan, air tanah, bahan galian,
dan mitigasi bencana geologi;
n. Pengelolaan dukungan teknis, administrasi, serta promise dsan inventasi di
bidang energy listrik, migas dan giologi dan pertambanggan ;
o. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal
(1) Sekretaris mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinir dan mengendalikan
tugas tugas dibidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan yang meliputi
pengkoordinasian, perencanaan dan pelaporan, keuangan serta pengelolaan umum
dan kepegawaian.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada ayat (1) ini bagian
Sekretariat mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinasi urusan kesekretariatan, rumah tangga, perlengkapan, hukum,
organisasi dan tata laksana serta hubungan masyarakat.
b. Pelaksanaan urusan kepegawaian, pendidikan dan latihan.
c. Pelaksanaan urusan tata usaha keuangan.
d. Membuat perencanaan dan melaporkan hasil kegiatan.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
Pasal
(1) Subbagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas:
a. Melaksanakan kebijakan teknis dalam lingkup perencanaan Dinas;
b. Membuat perencanaan/ pelaporan kegiatan/ program jangka pendek maupun
jangka panjang dan inventarisasi permasalahan serta merumuskan langkahlangkah pemecahannya.

c. Menghimpun dan mengumpulkan data-data, analisa dan penilaian serta evaluasi


dan monitoring terhadap pelaksanaan proyek-proyek;
d. Mengkoordinasi perencanaan di lingkup Dinas dan satuan kerja dalam lingkup
Pemerintah Kota;
e. Melaksanakan koordinasi dan penelitian untuk kepentingan perencanaan Dinas;
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris / Kepala Dinas.
(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas :
a. Mengurusi gaji dan uang lembur.
b. Mengurusi rencana anggaran rutin maupun pembangunan dan pengelolaannya.
c. Melaksanakan Tata Usaha keuangan Dinas dan menyusun pertanggungjawaban
keuangan.
d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris / Kepala Dinas.
(3) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas :
a. Menerima dan mencatat surat masuk dan keluar, serta menyampaikan kepada
yang berkepentingan.
b. Mengelola kesekretariatan dan kepegawaian.
c. Menyimpan dan memelihara Arsip yang sedang dan sudah selesai
pengurusannya.
d. Melaksanakan urusan hubungan masyarakat dan protokol serta Perjalanan
Dinas.
e. Mengatur Penggunaan, memelihara peralatan Kantor dan Rumah Tangga Dinas.
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris/ Kepala Dinas.
Paragraf 3
Bidang Minyak dan Gas Bumi
Pasal
(1) Bidang
Minyak
dan
Gas
Bumi
mempunyai
tugas
melaksanakan
kebijakan,pemantauan, pengawasan dan pembinaan kegiatan hulu, hilir dan usaha
jasa penunjang minyak dan gas bumi.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal, Bidang Minyak dan
Gas Bumi mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan kebijakan dan peraturan di bidang migas;
b. Pengawasan/pemantauan dan koordinasi terhadap pelaksanaan pengamanan
teknis, kesalamatan kerja dan bina lingkungan kegiatan hulu dan hilir migas;
c. Penginventarisasian data kegiatan hulu, hilir dan usaha jasa penunjang migas;
d. Pengevaluasian dan penelaahan teknis rencana pengembangan eksplorasi,
eksploitasi, produksi dan transportasi pipanisasi minyak mentah, gas bumi, fasilitas
penyimpanan serta pemasaran dan pengangkutan pipanisasi BBM, LPG, BBG dan
pelumas;
e. Pengevaluasian data hasil rapat lifting dan bagi hasil SDA Minyak dan Gas Bumi s
erta prognosa;
f. Pengawasan lifting migas dalam rangka penunjang penerimaan sektor migas;
g. Pengawasan tata niaga, HET, pemasaran dan distribusi BBM, BBG, LPG dan
pelumas;

h. Pembinaan teknis, administrasi dan ketenagakerjaan di sektor migas;


i. Pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan organisasi profesi dan Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) di sector migas;
j. Pengevaluasian dan proses penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) usaha
jasa penunjang migas;
k. Pelayanan data dan informasi kegiatan migas; dan
l. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
Fungsinya.
Pasal
(1) Seksi Hulu Minyak dan Gas mempunyai tugas :
a. Melaksanakan kebijakan dan peraturan di bidang hulu migas;
b. melaksanakan pengawasan/pemantauan dan koordinasi terhadap pelaksanaan
pengamanan teknis, kesalamatan kerja dan bina lingkungan kegiatan hulu migas ;
c. Menginventarisasi data kegiatan hulu migas;
d. Melaksanakan pengawasan lifting migas dalam rangka penunjang penerimaan
sektor migas;
e. Mengevaluasi data hasil rapat lifting dan bagi hasil SDA minyak dan gas bumi serta
prognosa;
f. Mengevaluasi dan telaahan teknis rencana pengembangan eksplorasi, eksploitasi,
pruduksi transportasi minyak mentah, gas bumi serta fasilitas penyimpan dan
pengangkutan/pipanisasi;
g. melakukan kerjsama kemitraan dengan organisasi profesi dan lembaga swadaya
masyarakat yang bergerak di sektor hulu migas; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(2) Seksi Hilir Minyak dan Gas mempunyai tugas:
a. Melaksanakan kebijakan dan peraturan di bidang hilir miga;
b. Mengawasi/memantau dan koordinasi terhadap pelaksanaan pengamanan teknis,
kesalamatan kerja dan bina lingkungan kegiatan hilir migas;
c. Menginventarisasi data kegiatan hilir migas;
d. Mengevaluasi dan telaahan teknis pemasaran, pengangkutan dan fasilitas
penyimpanan BBM, LPG, BBG dan pelumas;
e. Mengawasi tata niaga, HET, pemasaran dan distribusi BBM. LPG, BBG dan
Pelumas;
f. Melakukan kerjsama kemitraan dengan organisasi profesi dan lembaga swadaya
masyarakat yang bergerak di sektor hilir migas; dan
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Seksi Jasa Penunjang Minyak dan Gas mempunyai tugas:
a. Menginventarisasi data kegiatan jasa penunjang migas;
b. Melaksanakan pembinaan teknis, administrasi dan ketenagakerjaan jasa penunjang
migas;
c. Mengevaluasi dan memproses penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) jasa
penunjang migas;

d. Melaksanakan pelayanan data dan informasi kegiatan usaha jasa penunjang migas;
e. Melaksanakan kerja sama kemitraan dengan organisasi profesi dan Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) di sektor usaha jasa penunjang migas; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai denga tugas dan
fungsinya;

Paragraf 4
Bidang Listrik dan Energi Baru
Pasal
(1) Bidang Listrik dan Energi Baru mempunyai tugas pokok mengkoordinir dan
menyelenggarakan kebijakan Pemerintah di Pengembangan Jarinagan Listrik,
Pengawasan & Konservasi Listrik, dan Pengembangan Energi Baru.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok, Kepala Bidang Energi mempunyai fungsi :
a.
Pemantauan pelayanan usaha kelistrikan kepada masyarakat dan dampak
lingkungan ketenagalistrikan serta penyiapan perizinan usaha kelistrikan dan
energi untuk kapasitas tertentu.
b.
Penyiapan perumusan program rencana ketenaga listrikan serta
pengumpulan dan pengolahan data pengembangan sumber energi dan usaha
kelistrikan.
c.
Penyiapan perumusan program-program / rencana pengembangan
jarinagan listrik, pengawasan & konservasi listrik dan energi baru terbarukan.
Pasal
(1)

Seksi Pengembangan Jaringan Listrik mempunyai tugas :


a.
Melaksanakan kebijakan dan peraturan di bidang ketenagalistrikan dan
penyusunana rencana umum ketenagalistrikan Kota Prabumulih;
b.
Menyusun perencanaan teknis pengembangan usaha ketenagalistrikan;
c.
Menyiapkan data ketenagalistrikan Kota Prabumulih;
d.
Melaksanakan pembinaan dan pengawasan/ pemantauan terhadap
kegiatan pengembangan pembangunan jaringan ketenagalistrikan Kota
Prabumulih;
e.
Menyiapkan rekomendasi teknis usaha kelistrikan dan proses perizinannya
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
f.
Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
(2) Seksi Pengawasan dan Konservasi Listrik mempunyai tugas :
a. Melaksanakan kebijakan dan peraturan di bidang ketenagalistrikan perkotaan
Kota Prabumulih;
b. Melaksanakan inventarisasi, pendataan serta evaluasi kelurahan berlistrik dan
yang belum berlistrik;

b.

c. Melaksanakan koordinasi untuk program bantuan ke kelurahan/ perdesaan


berlistrik dan pembinaan terhadap kegiatan pembangunan listrik perkotaan/
perdesaan, PLN dan non PLN;
d. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan K3LL di bidang kelistrikan;
e. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Seksi Pengembangan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas :
a. Melaksanakan penyusunan program, pengumpulan dan pengelolaan data serta
pengembangan sumber-sumber energi.
Menyusun program pengembangan energi baru dan terbarukan.
c. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengelolaan dan pemanfaatan
Sumber Daya Energi.
d. Melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan penggunaan sumber energi baru.
e. Melakukan pendataaan dan penyebarluasan informasi tentang sumber energi baru
dan terbarukan.
f. Melakukan Penelitian dan Pendataan Coal Bed Methane (CBM) sebagai Sumber
Energi.
g. Melakukan Penelitian dan Pendataan Panas Bumi sebagai sumber energi.
h. Melakukan Pembinaan mengenai Pemanfaatan dan Penggunaan Briket Batu
Bara.
i. Melakukan Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja serta Lingkungan pada usaha Pengembangan dan Pemanfaatan
Energi Alternatif.
j. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

Paragraf 5
Bidang Geologi dan Pertambangan
Pasal
(1) Bidang Geologi dan Pertambangan mempunyai tugas pokok mengkoordinir kegiatan
yang dilakukan oleh Kepala Seksi Geologi dan Sumber Daya Mineral, Kepala Seksi
Pengusahaan Pertambangan, Kepala Seksi Konservasi Pertambangan dan Air
Bawah Tanah serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok, Bidang Geologi dan pertambangan Mempunyai
fungsi :
a. Pelaksanaan urusan Geologi dan Sumber Daya Mineral, Pengembangan dan
Pengusahaan Pertambangan dan Konservasi Pertambangan, Air Tanah.
b. Pelaksanaan urusan bimbingan dan pengawasan .
c. Pelaksanaan urusan perizinan pertambangan, Air Tanah.
d. Pelaksanaan survey Geologi dan Sumber Daya Mineral serta Sumber Daya Air
beserta pemanfaatannya .
e. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya

Pasal
(1) Seksi Geologi dan Sumber daya Mineral mempuyai tugas :
a. Menghimpun data Geologi dan Sumber Daya Mineral .
b.
Menghimpun data Potensi Bahan Galian, Air Tanah.
c.
Melaksanakan penyelidikan potensi alternatif pemanfaatan setiap Bahan
Galian dan Mineral.
d.
Melaksanakan penyelidikan umum prospek Pertambangan Umum dalam
rangka pengembangan Sumber Daya Mineral dan pengembangan wilayah pada
setiap lokasi.
e.
Mengelola data hasil survey bidang pertambangan umum.
f.
Melaksanakan penyelidikan dan pemetaan Geologi Teknik, Geologi Tata
Lingkungan dan Hidrologi.
g.
Melaksanakan upaya penanggulangan kerusakan Lingkungan Hidup pada
setiap lokasi akibat bencana alam Geologi.
h.
Meneliti administrasi Wilayah Pertambangan yang diajukan pemohon dan
melaksanakan pengujian peta permohonan.
i.
Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya
(2) Seksi Pengusahaan Pertambangan mempunyai tugas :
a.
Menerima, mencatat dan meneliti persyaratan permohonan izin
pertambangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk diteruskan prosesnya
dan atau dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi atau tidak disetujui.
b.
Membuat dan memproses surat-surat rekomendasi dari pihak yang
berwenang dalam rangka permohonan izin pertambangan.
c.
Menyusun daftar izin pertambangan yang dikeluarkan secara periodik.
d.
Mencatat dan menghitung penerimaan pajak, iuran tetap, dan iuran
produksi dari hasil Pertambangan Umum.
e.
Membuat laporan statistik pengusahaan pertambangan umum.
f.
Melaksanakan pembinaan dalam bidang pengelolaan usaha pertambangan,
laporan kegiatan produksi serta masalah ganti rugi lahan.
g.
Mengusahakan penyelesaian sengketa dibidang pertambangan
h.
Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya
(3) Konservasi Pertambangan dan Air Tanah mempunyai tugas:
a. Menerima, mencatat dan meneliti persyaratan permohonan izin Air Tanah sesuai
dengan ketentuan yang berlaku untuk diteruskan prosesnya dan atau
dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi atau tidak disetujui.
b. Membuat dan memproses surat-surat rekomendasi dari pihak yang berwenang
dalam rangka permohonan izin Air Tanah.
c. Menyusun daftar izin Air Tanah yang dikeluarkan secara periodik.
d. Melaksanakan penyelidikan Sumber Daya Air untuk kebutuhan industri, umum, dll.
e. Menghimpun data potensi Sumber Daya Air.
f. Membuat laporan statistik pengusahaan Air Tanah.
g. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan pengelolaan Air Tanah.
h. Melaksanakan upaya penanggulangan kerusakan Lingkungan Hidup pada setiap
lokasi akibat bencana alam oleh Air Tanah.
i. Memberikan bimbingan teknis/rekomendasi pengeboran Air Tanah.

j. Melaksanakan Konservasi Air Tanah dan Pertambangan.


k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang/ Kepala Dinas.

Bagian Ketujuh
Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal
(1) Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan dipimpin oleh Kepala Dinas.
(2) Kepala Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan mempunyai tugas pokok
menyelenggarakan Urusan Rumah Tangga Daerah dalam bidang Koperasi, Industri,
Perdagangan yang menjadi tanggung jawabnya meliputi pengendalian operasional
dan tugas pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota dibidang Koperasi,
Industri dan Perdagangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala Dinas
Koperasi, Industri dan Perdagangan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program pengembangan Koperasi, Industri dan
Perdagangan atas dasar keterpaduan kebijaksanaan Pemerintah Kota;
b. Pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan Koperasi, Industri dan
Perdagangan;
c. Pelaksanaan kegiatan program sektor Koperasi, Industri dan Perdagangan
dibidang Koperasi, Industri dan Perdagangan;
d. Pelaksanaan Pembinaan dan pengembangan Perkoperasian, Industri dan
Perdagangan;
e. Pelaksanaan pemantauan dan pengawasan, pengadaan serta penyaluran bantuan
Koperasi, Industri dan Perdagangan;
f. Pelaksanaan penyuluhan Koperasi, Industri dan Perdagangan;
g. Pelaksanaan koordinasi, konsultasi dan kerjasama dengan dinas/instansi serta
organisasi/asosiasi, dunia usaha wilayah kota;
h. Pengawasan dan pengendalian mutu serta pemantauan standar sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan;
i. Pemberian bimbingan dalam usaha perbaikan dan peningkatan mutu barang dan
jasa dalam rangka pemasaran;
j. Pengawasan dan pengendalian teknis terhadap kebijaksanaan dan
pengembangan Koperasi, Industri dan Perdagangan;
k. Pengelolaan urusan Kepegawaian, Keuangan, Umum , Hukum, dan
Perpustakaan;
l. Pembinaan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas dan Kelompok Jabatan Fungsional.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).

Paragraf 2
Sekretariat
Pasal
(1) Sekretariat dipimpin oleh Seorang Sekretaris
(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan penyusunan program,
administrasi Keuangan, Kepegawaian, Rumah tangga, Perlengkapan, Hukum,
Organisasi, Tatalaksana, Hubungan masyarakat dan Pendidikann yang dibantu oleh
Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Sub Bagian Perencanaan dan Sub Bagian
Keuangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini
Sekretaris mempunyai fungsi:
a. Memberikan petunjuk kepada Kabid dalam menjalankann tugas sesuai dengan
rencana kegiatan;
b. Membagi tugas tentang penyelenggaraan Administrasi, Umum, Kepegawaian,
Keuangan, serta perlengkapan kantor agar pelaksanaan tugas menjadi lancar;
c. Mengarahkan pelaksanaan tugas para Kasub agar tidak terjadi penyimpangan;
d. Memeriksa, meneliti dan memproses surat, dan naskah dinas yang akan
ditandatangani oleh Kepala Dinas;
e. Pelaksanaan kegiatan kesekretarisan yang meliputi Keuangan, Kepegawaiann,
Perlengkapan dan Umum;
f. Penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan rumah tangga berdasarkan
usulan permintaan dan unit kerja untuk memperlancar tugas rutin;
g. Pengaturan, penataan, kepegawaian yang meliputi usulan promosi mutasi,
pengembangan karier dan kesejahteraan pegawai sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
h. Menghimpun dan menyusun daftar usulan kegiatan/proyek yang diusulkan
masing-masing Bidang dengan mengacu pada pola dasar dan rencana
pembangunan daerah;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
(5) Sekretariat membawahi:
a. Subbag Keuangan
b. Subbag Umum dan Kepegawaian
c. Subbag Perencanaan.
Pasal
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
(2) Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok:
a. Mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan;
b. Mengendalikan tugas tugas di bidang keuangan

c. Menyimpan dan mengeluarkan keuangan atas perintah atasan;


d. Menyimpan dan mengarsipkan laporan keuangan;
e. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaporan anggaran dan administrasi
Keuangan;
f. Menyusun laporan keuangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi:
a. Membimbing dan mengarahkan staf keuangan untuk melaksanakan tugas tugas
yang diberikan;
b. Melaksanakan penyusunan anggaran, pengendalian dan pertanggung jawaban
administrasi keuangan
c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).

Pasal
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
(2) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan
Pelayanan, Administrasi Keuangan, Kepegawaian, Umum, Perlengkapan, Hukum,
Organisasi, Tatalaksana Hubungan masyarakat dan Pendidikan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi:
a. Menerima dan membuka sampul naskah dinas yang ditujukan kepada Kepala
Dinas;
b. Menyortir , memisahkan naskah dinas serta mencatatnya dalam kartu kendali dan
diberi nomor kode klasifikasi sesuai isi surat;
c. Mengarahkan/mendistribusikan naskah dinas ke unit pengelolah;
d. Memberikan nomor surat keluar baik surat biasa maupun surat telex berdasarkan
nomor unit Buku Daftar Pengendali dan Buku Agenda;
e. Membuat surat-surat usulan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, mutasi dan
pengembangan karier personil;
f. Menyusun daftar urut kepangkatan dan daftar nominatif kepegawaian;
g. Melaksanakan pengadaan barang dan pemeliharaan sesuai dengan
ketentuan/kebutuhan Dinas;
h. Memelihara dan mengawasi barang-barang inventarisasi kekayaan milik negara;
i. Merencanakan kegiatan urusan umum berdasarkan kegiatan sekretariat
ketatausahaan;
j. Melaksanakan tugas-tugas administrasi keuangan;
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
Pasal
(1) Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas pokok:
a. Merencanakan
kegiatan
yang
berhubungan
dengan
Kepegawaian,
Ketatausahaan, Perlelngkapan, sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. Memberikan bimbingan dan petunjuk teknis kepada bawahan;
c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
(3) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).

Paragraf 3
Bidang Bina Koperasi
Pasal
(1) Bidang Bina Koperasi di Pimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Bina Koperasi Mempunyai Tugas Pokok menyiapkan Rencana
Bahan Perumusan dan Penjabaran Kebijakan Teknis serta memberikan bimbingan
Koperasi.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Bina Koperasi mempunyai fungsi :
a. Penyiapan rencana program dan perumusan dan penjabaran kebijakan teknis,
pemberian bimbingan serta sarana dan prasarana usaha koperasi;
b. Penyiapan rencana dan proses, bahan perumusan dan penjabaran kebijakan
teknis, pemberian bimbingan serta sarana dan prasarana usaha koperasi;
c. Penyiapan rencana dan program, bahan perumusan dan penjabaran kebijakan
teknis, pemberian bimbingan, fasilitasi permodalan dan simpan pinjam usaha
koperasi;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan
bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta
memberikan penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
(5) Bidang Bina Koperasi membawahi
:
a. Seksi Kelembagaan dan Jaringan Usaha Koperasi;
b. Seksi Sarana, Prasarana dan Permodalan Koperasi;
c. Seksi Usaha Kecil dan Menengah.
Pasal

(1) Seksi Kelembagaan dan Jaringan Usaha Koperasi dipimpin oleh seorang Kepala
Seksi.
(2) Kepala Seksi Kelembagaan dan Jaringan Usaha Koperasi mempunyai tugas pokok
melaksanakan Pembinaan dan Pengembangan Koperasi.
(3) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Seksi Kelembagaan dan Jaringan Usaha Koperasi mempunyai Fungsi
:
a. Menyusun pedoman pengembangan koperasi;
b. Mengkoordinir pengembangan kelembagaan koperasi;
c. Monitoring, mengevaluasi dan melaporkan perkembangan koperasi;
d. Menyusun bahan promosi koperasi skala kota dalam bentuk media elektronik
9cd profile dan multimedia).
e. Menyusun dan mengelola data kegiatan publikasi koperasi;
f. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis penyelenggaraan koperasi;
g. Menyusun pedoman serta mengembangkan system informasi koperasi;
h. Menginventarisir dan memetakan jaringan usaha koperasi;
i. Merencanakan pola pengembangan jaringan usaha koperasi;
j. Memfasilitasi pengembangan jaringan usaha koperasi;
k. Memberikan bimbingan dan teknologi pengembangan jaringan usaha koperasi;
l. Monitoring, Mengevaluasi dan melaporkan perkembangan jaringan usaha
koperasi;
m. Melaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan
bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta
memberikan penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
Pasal
(1) Seksi Sarana, Prasarana dan Permodalan Kopearsi dipimpin oleh seorang Kepala
Seksi.
(2) Seksi Sarana, Prasarana dan Permodalan Koperasi mempunyai tugas pokok
melaksanakan penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan program
pembinaan dan pengembangan koperasi menyelenggarakan penyuluhan dan
pelantikan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Seksi Sarana, Prasarana dan Permodalan Koperasi mempunyai fungsi :
a.
Menginventarisir sarana dan prasarana usaha koperasi;
b.
Merencanakan pola pengembangan sarana dan prasarana usaha koperasi;
c.
Memfasilitasi perawatan sarana dan prasarana usaha koperasi;
d.
Monitoring, mengevaluasi dan melaporkan perkembangan sarana dan
prasarana usaha koperasi;
e.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).

Pasal
(1) Seksi Usaha Kecil dan Menengah dipimpin oleh seorang kepala seksi.
(2) Kepala Seksi Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas pokok melaksanakan
penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan program pembinaan dan
pengembangan usaha kecil dan menengah, permodalan dan menyelenggarakan
penyuluhan dan pelantikan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Seksi Usaha Kecil dan Menengah mempunyai fungsi
:
a. Perumusan Kebijakan teknis Usaha Kecil dan Menengah;
b. Pelaksanaan pemberian bimbingan dan binaan pengusaha kecil dan menengah;
c. Pelaksanaan Koordinasi / kerja sama dan kemitraan dengan unit
kerja/instansi/lembaga atau pihak ketiga dalam rangka pengembangan Usaha
Kecil dan Menengah.
d. Merencanakan, memantau serta mengevaluasi pelaksanaan kebijakan teknis
operasional sesuai dengan rencana dan program pengusaha kecil dan menengah;
e. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas
pengembangan usaha kecil menengah yang berkaitan dengan kelembagaan,
pameran, promosi, teknologi sarana prasarana, fasilitas permodalan dan penjamin;
f. Penyiapan rencana program bahan perumusan dan penjabaran kebijakan teknis,
pembinaan dan pemberian bimbingan kepada usaha kecil dan menengah di
bidang fasilitas permodalan dan penjaminan.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
Paragraf 4
Bidang Industri
Pasal
(1) Kepala Bidang industri mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan pemberian
bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijakan pembinaan serta pengembangan
industri, peningkatan kerjasama, pemantauan, pendataan dan evaluasi pelaksanaan
kebijaksanaan industri.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok kepala bidang industri mempunyai fungsi :
a. Perencanaan pelaksaaan kegiatan bidang industri sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan sebagai acuan tugas para kepala seksi;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas organisasi dan tata laksana berdasarkan
ketentuan yang berlaku dan melaksanakan kebijaksanaan daerah yang berkaitan
dengan industri;
c. Menyusun petunjuk teknis pembinaan dan pengembangan kegiatan industri;
d. Pelaksanaan analisis pengembangan industri dan peningkatan kerjasama serta
standarisasi;
e. Pemberian pelayanan rekomendasi perijinan industri;
f. Penyelenggaraan pembinaan industri dan produk yang berkaitan terhadap
keamanan, keselamatan, kesehatan masyarakat dan lingkungan;

g. Penyusunan rencana kebijakan pembinaan dan pengembangan industri


berdasarkan potensi daerah (sumberdaya alam, sumberdaya manusia) yang
tersedia;
h. Menyusun rencana program, bahan perumusan dan penjabaran kebijaksanaan
teknis, pembinaan dan bimbingan kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM) di
bidang kelembagaan, asosiasi, pemasaran, promosi, teknologi sarana dan
prasarana usaha, fasilitasi permodalan dan penjaminan;
i. Pemberian arahan/bimbingan kepada masyarakat industri di dalam peningkatan
mutu dan jumlah produksi sesuai dengan potensi pasar;
j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
(3) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
(4) Bidang Industri membawahi :
a. Seksi Sarana Industri;
b. Seksi Industri Dasar dan Aneka;
c. Seksi Industri Kecil dan Kerajinan.
Pasal
(1) Kepala Seksi Sarana Industri mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang
Industri dalam menyiapkan kebijakan pembinaan dan pengembangan sarana dan
usaha industri.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok kepala seksi sarana dan usaha industri
mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana kegiatan seksi sarana dan usaha industri sebagai acuan
pelaksanaan tugas;
b. Memproses penetapan bidang usaha industri prioritas daerah;
c. Menyiapkan rekomendasi sebagai bahan penerbitan perijinan industri;
d. Mendorong dan memfasilitasi usaha dalam rangka pengembangan industri kecil
dan menengah;
e. Mendorong dan memfasilitasi kemitraan, kerjasama dalam pengembangan industri
antara industri kecil, menengah, besar dan sektor ekonomi lainnya;
f. Memfasilitasi pelatihan teknis manajemen dan keterampilan untuk pengusaha
industri kecil dan menengah;
g. Memfasilitasi akses permodalan bagi industri dalam pengembangan usaha melalui
bank dan lembaga keuangan bukan bank;
h. Menyelenggarakan sistem jaringan komunikasi dan informasi bidang industri;
i. Menyusun bahan arahan dan petunjuk teknis tentang penerapan teknologi dan
disain dalam rangka peningkatan mutu, diversifikasi serta efisiensi produksi;
j. Menyusun bahan informasi kepada investor tentang klasifikasi mutu, bahan baku
standar dan proses produksi dalam rangka peningkatan efisiensi dan umum
produksi;
k. Menyusun bahan promosi berdasarkan jenis produksi, spesifikasi teknis,
kemampuan produksi, mutu bahan baku penolong yang digunakan masing-masing

jenis industri dalam rangka peningkatan pemasaran produksi industri melalui


pameran;
l. Memberikan motivasi kepada para pengusaha untuk ikut serta dalam
mempromosikan hasil industrinya;
m. Melaksanakan pendataan dan pengolahan data industri
n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
(3) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
Pasal
(1) Kepala seksi industri dasar dan aneka mempunyai tugas pokok membantu Kepala
Bidang Industri dalam pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan sarana,
usaha, produksi, peningkatan kerjasama, pemantauan dan evaluasi di bidang industri
dasar dan aneka.
(2) Untuk melaksanakan tugasnya kepala seksi industri dasar dan aneka mempunyai
fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja seksi industri dasar dan aneka sebagai
acuan pelaksanaan tugas;
b. Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis pembinaan dan produksi di bidang
industri dasar dan aneka;
c. Penyusunan petunjuk teknis pembinaan dan penyiapan perijinan dan pedoman
kegiatan di bidang industri dasar dan aneka;
d. Penyiapan bahan pembinaan, pengembangan, pengendalian, pemantauan dan
pengawasan di bidang industri dasar dan aneka;
e. Analisis iklim usaha dan peningkatan kerjasama dengan dunia usaha di bidang
industri dasar dan aneka;
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
(3) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).

Pasal
(1) Kepala seksi industri kecil dan kerajinan mempunyai tugas pokok membantu Kepala
bidang industri dalam pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan sarana,
usaha, produksi, peningkatan kerjasama, pemantauan dan evaluasi di bidang industri
kecil dan kerajinan.
(2) Untuk melaksanakan tugasnya kepala seksi industri kecil dan kerajinan mempunyai
fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja seksi industri kecil dan kerajinan;
b. Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan
sarana, usaha dan produksi di bidang industri kecil dan kerajinan;
c. Penyusunan petunjuk teknis pembinaan dan penyiapan perijinan dan pedoman
kegiatan di bidang industri kecil dan kerajinan;

d. Penyiapan bahan pembinaan, pengembangan, pengendalian, pemantauan dan


pengawasan di bidang industri kecil dan kerajinan;
e. Analisis iklim usaha dan peningkatan kerjasama dengan dunia usaha di bidang
industri kecil dan kerajinan;
f. Melaksanakan tugas lain dari atasan.
(3) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
Paragraf 5
Bidang Perdagangan
Pasal

(1) Bidang Perdagangan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.


(2) Kepala Bidang Perdagangan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan
bahan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan kebijakan pembinaan dan
pengembangan sarana, usaha, peningkatan kerjasama, pemantauan dan evaluasi
dibidang perdagangan adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan dibidang perdagangan;
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan staf yang
dibawahnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi;
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh Kepala Dinas;
d. Membina, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat kepada Kepala Seksi
dan staf yang dibawahnya;
e. Mengoreksi dan memerintahkan perubahan konsep naskah dinas yang diajukan
oleh para Kepala seksi yang dibawahnya;
f. Memaraf dan menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya;
g. Melakukan penyiapan dan pelaksanaan bimbingan teknis pembinaan dan
pengembangan sarana usaha produksi dibidang perdagangan;
h. Melaksanakan penyusunan laporan dan pengawasan serta evaluasi dibidang
pembinaan perdagangan;
i. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian persaingan usaha untuk
perdagangan;
j. Menyelenggarakan pemberian rekomendasi dan pengendalian izin usaha dibidang
perdagangan;
k. Melakukan koordinasi dan menertibkan izin usaha penyimpanan, penimbunan dan
pendistribusian komoditi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
l. Meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha dibidang perdagangan ;
m. Melakukan bimbingan teknis kegiatan perlindungan konsumen;
n. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait, untuk kelancaran pelaksanaan
tugas;
o. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karir;
p. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Kepala Dinas;
q. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas;
r. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.

(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Bidang Perdagangan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja dibidang pembinaan perdagangan;
b. Perumusan petunjuk teknis pembinaan dibidang perdagangan;
c. Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan
sarana dan usaha, pengadaan dan penyaluran perlindungan konsumen,
pendaftaran perusahaan dan promosi;
d. Penyelenggaraan pemberian rekomendasi dan perizinan dibidang perdagangan;
e. Penyiapan bahan pembinaan, pengembangan, pengendalian, pemantauan dan
pengawasan dibidang pembinaan perdagangan;
f. Analisis iklim usaha dan peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dibidang
perdagangan;
g. Penyiapan pemberian bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan eksporimpor dan pengawasan mutu barang;
h. Penyebaran informasi, promosi dan kerjasama dengan dunia usaha dibidang
perdagangan;
i. Evaluasi dan pelaporan.
(4) Memantau mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan serta memberikan
penilaian kerja melalui DP3 (SKP).
(5) Bidang Perdagangan membawahi :
a. Seksi Perlindungan Konsumen;
b. Seksi Usaha Perdagangan, Promosi dan Pengembangan;
c. Seksi Pengawasan Perdagangan.

Paragraf 6
Bidang Program
Pasal
(1) Bidang Program dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Program mempunyai tugas pokok melaksanakan Pembinaan,
Koordinasi, Monitoring Evaluasi Program.
(3) Uraian Tugas Pokok dan Fungsi :
a. Menyusun rencana kegiatan sub bagian program sebagai pedoman dalam
pelaksanaan tugas
b. Mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas
kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan dengan lancar;
c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan
bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan beum dilaksanakan serta
memberikan penilaian kerja melalui DP3 (SKP)
d. Membuat konsep, mengoreksi dan memarag naskah dinas untuk menghindari
kesalahan.
e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang dan tugasnya
f. Mengkoordinasi, menyiapkan bahan dan melakukan penyusunan perencanaan
program dan anggaran

g. Menyiapkan bahan dan mensosialisasikan peraturan perundang-undangan,


petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang penyusunan program
h. Menyiapkan bahan, mengkoordinasi dan menyusun rancangan rencana strategi
i. Menyiapkan bahan dan menyusun dokumen pelaksanaan kegiatan dan anggaran
j. Menghimpun dan menyajikan data dan informasi program dan kegiatan dinas
k. Mengelolah dan melakukan pengembangan sistem penyajian data berbasis
teknologi informasi
l. Mengumpulkan bahan dan menyususn laporan kinerja dinas
m. Menyiapkan bahan dan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kinerja
n. Mengumpulkan bahan dan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
kinerja
o. Mengumpulkan bahan dan menyusun laporan kegiatan tahunan
p. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas sub bagian program dan memberikan
saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan
q. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang
tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

Bagian Kedelapan
Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal
(1) Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Prabumulih
mempunyai tugas pokok dan fungsi memimpin mengoordinasikan dan melaksanakan
sebagian urusan Pemerintah Daerah di Bidang Kepemudaan dan Olahraga
Kebudayaan dan Pariwisata, sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang
berlaku dan kebijakan yang diberikan oleh Walikota
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal
(1) Sekretariat mempuyai tugas melaksanakan sebagai tugas Dinas di Bidang
kesekretariatan;
(2) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang dalam melaksanakan tugasnya
bertanggungjawab kepada Dinas;
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini Sekretaris
mempunyai tugas :
a. Pengelolaan urusan penyusunan program, monitoring dan evaluasi;
b. Pengelolaan pengurusan administrasi umum dan kepegawaian;
c. Pengelolaan urusan keuangan;

(4) Dalam menyelenggaraakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan (3) pasal ini Sekretariat dibantu oleh :
a. Sub Bagian penyusunan program, monotoring dan evaluasi
b. Sub Bagian umum dan kepegawaian
c. Sub Bagian Keuangan
(5) Masing masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang yang
dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Sekretaris.
Pasal
(1) Sub Bagian Program, Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas :
a. Menghimpun dan menyusun Program Kegiatan;
b. Melaksanakan monitoring Kegiatan;
c. Menghimpun dan menyusun Pelaporan dan Kegiatan;
d. Melaksanakan Tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
(2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas :
a. Melakukan Pengelolaan administrasi umum yang meliputi pengelolaan naskah
Dinas, penataan kerasipan dinas, melaksanakan urusan rumah tangga,
Pelelolaan sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, urusan umum,
menyiapkan rapat dinas;
b. Melakukan Pengelolaan dan Pelaporan administrasi kepegawaian yang meliputi
Kegiatan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai, mutasi,
disiplin, pengembangan pegawai dan kesejahteraan pegawai;
c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(3) Sub Bagian Keuangan :
a. Melakukan pelelolaan urusan administrasi keuangan yang meliputi urusan
penyusunan anggaran Dinas, Administrasi gaji, Administrasi Perjalanan Dinas ;
b. Menyusun Pembukuan, Pertanggung Jawaban keuangan dan pelaporannya;
c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 3
Bidang Pemuda
Pasal
(1) Bidang Pemuda mempunyai tugas melaksanakan sebagaian tugas Dinas dibidang
pemuda meliputi Pemberdayaan pemuda, Fasilitasi dan koordinasi dibidang
Kepemudaan, Kemitraan dan Kewirausahaan;
(2) Bidang Pemuda dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan
tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas;
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat(1) Pasal ini, Bidang
pemuda mempunyai fungsi :
a. Penyusunan Program, Penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemuda;
b. Pelaksanaan pembinaan terhadap organisasi dan kegiatan pemuda;
c. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dibidang pemuda;
d. Pengembangan kemitraan dan kewirausahaan dibidang pemuda;

e. Pengoordinasian dengan lembaga lain dalam rangka pelaksanaan program


pembinaan, pengawasan, pengembangan pemuda;
f. Pelaksanaan fasilitas pemberian penganugerahan prestasi pemuda;
g. Pelaksanaan pencegahan dan perlindungan bahaya distruktif dilingkungan
pemuda;
h. Pelaksanaan fasilitasi dan dukungan terhadap aktivitas pemuda;
i. Pemantauan evaluasi dan pelaporan kegiatan dibidang pemuda;
j. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
(4) Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan ayat (3) pasal ini Bidang pemuda dibantu oleh:
a. Seksi Pemberdayaan Pemuda;
b. Seksi Organissasi dan Pelaporan Pemuda.
(5) Masing masing Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam
melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.
Pasal
(1) Seksi Pemberdayaan Pemuda mempunyai tugas :
a. Menyusun rencana dan program tahunan seksi;
b. Mempersiapkan pedoman dan petunjuk pelaksanaan pembinaan pengembangan
dan kreativitas kepemudaan;
c. Melaksanakan, mengendalikan, membina dan memberdayakan lembaga
kepemudaan;
d. Menyiapkan program/kegiatan dalan rangka memberdayakan lembaga pemuda;
e. Menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan pemberdayaan lembaga
kepemudaan;
f. Mengadakan pelatihan serta pemagangan dalam rangka memberdayakan
lembaga kepemudaan;
g. Melasanakan kerja sama dengan instansi terkait dalam rangka pemberdayakan
lembaga pemuda;
h. Menginventarisasi
pelaksanaan
dan
permasalahan
dalam
kegiatan
memberdayakan lembaga kepemudaan;
i. Mengevaluasi hasil program/kegiatan pemberdayaan lembaga kepemudaan;
j. Menyusun bahan kebijakan dibidang kemitraan dan kewirausahaan;
k. Melaksanakan pengembangan kemitraan dan kewirausahaan dibidang
kepemudaan;
l. Menyiapkan bahan dalam rangka memfasilitasi pendidikan dan pelatihan
dibidang kepemudaan;
m. Menyiapkan bahan koordinasi dengan lembaga lain dalam kemitraan dam
kewirausahaan;
n. Menyiapkan bahan dalam rangka pengembangan manajeme, wawasan dan
kreativitas;
o. Melaksanakan pengembangan pengembangan kepemimpinan pemuda
( Paskibra dan Pramuka );
p. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal
(1) Seksi Organisasi dan Pelaporan Pemuda mempunyai tugas :
a. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan tehadap organisasi dan kegiatan
pemuda;
b. Mengembangkan Profesionalisme, Kepemimpinan dilingkungan pemuda;
c. Menyiapkan bahan dalam rangka mempasilitasi pembangunan pusat
pemberdayaan pemuda;
d. Mempersiapkan pedoman dan petunjuk pelaksanaan pembinaan pengembangan
dan kreativitas kepemudaan;
e. Melaksanakan, mengendalikan, membina dan mengembangkan kepeloporan
pemuda;
f. Menyiapkan program/kegiatan dalam rangka mengembangkan kepeloporan
pemuda;
g. Menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan kepeloporan pemuda;
h. Mengadakan pelatihan serta pemagangan dalam rangka mengembangkan
kepeloporan pemuda;
i. Melaksanakan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka mengembangkan
kepeloporan pemuda;
j. Menginventarisasi
pelaksanaan
dan
permasalahan
dalam
kegiatan
mengembangkan kepeloporan pemuda;
k. Mengevaluasi hasil program/kegiatan mengembangan kepeloporan pemuda;
l. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 4
Bidang Olahraga
Pasal
(1) Membantu Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata untuk
menyiapkan perumusandan koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang olahraga
meliputi olahraga prestasi, sarana dan prasaranan olahraga dan olahraga non
prestasi dan rekreasi
(2) Bidang Olahraga dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang dalam pelaksanakan
tugas nya bertanggungjawab kepada kepala dinas;
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, bidang
olahraga mempunyai fungsi :
a. Menyiapkan, menyusun kebijakan dibidang olahraga, meliputi olaharaga
prestasi, sarana dan prasarana keolahragaan dan olahraga non prestasi dan
rekreasi;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan kebijakan dibidang olahraga;
c. Pemantauan analisis, evaluasi dan pelaporan tentang masalah dan kegiatan
dibidang olahraga;

d. Pelaksanaan hubungan kerja dibidang teknis dengan Dinas Pemuda Olahraga


Kabupaten/Kota lainnya, Dinas Pemuda Olahraga Provinsi, Dinas, Badan dan,
Kantor, Biro dan lembaga lainnya yang terkait;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya
(4) Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan (3) pasal ini Bidang Olahraga dibantu oleh :
a. Seksi Olahraga Prestasi dan Sarana Prasarana;
b. Seksi Olahraga Non Prestasi dan Rekreasi.
(5) Masing masing Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam
melaksanakan tugas bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.
Pasal
(1) Seksi Olahraga Prestasi dan Sarana Prasarana menpunyai Tugas :
a. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi dan penyusunan laporan dibidang prestasi keolahragaan;
b. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi dan penyusunan laporan dibidang sarana dan prasarana
keolahragaan;
c. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi dan penyusunan laporan dibidang standarisasi akreditasi dan
sertifikasi keolahragaan;
d. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi dan penyusunan laporan dibidang Pengembangan Pelatiha,
wasit, Juri, ketenagaan pendukung dan pembina Keolahragaan;
e. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi daqn penyusunan laporan dibidang Pembibitan Olahraga,
Pemanduan Bakat, pemberdayaan Olahragawan Berbakat dan Peningkatan
Mutu Olahragawan Berbakat;
f. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi dan penyusunan laporan dibidang Prestasi tingkat daerah,
Regional, Nasional dan Internasional;
g. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi dan penyusunan laporan dibidang Pengkajian, Pengembangan,
dan penerapan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Olahraga;
h. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanan kebijakan, serta pemantauan
analisis, evaluasi dan penyusunan laporan dibidang Penyelenggaraan even
even keolahragaan tingkat daerah, regional, nasional dan internasional;
i. Menbina organisasi keolahrgaan daerah;
j. Mengembangkan kerjasama dan informasi keolahrgaan:
k. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana olahraga;
l. Menyusun dan melaksanakan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan
pemanfaatan dan pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga;
m. Mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga;

n. Menyelenggarakan pemeliharaan atau perawatan ringan, sedang dan berat


terhadap Sarana dan Prasarana Olahraga;
o. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan.

Pasal
(1) Seksi Olahraga Non Prestasi dan Rekreasi mempunyai Tugas:
a. Menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta pemantauan analisis,
evaluasi dan penyusunan laporan dibidang Olahraga Non Prestasi dan Rekreasi;
b. Membina dan mengembangkan olahraga non prestasi/rekreasi
c. Kerjasama olahragawan berbakat dengan lembaga/instansi lainnya;
d. Menyelenggarakan kompetisi olahraga antar SKPD:
e. Pembinaan olahraga yang berhubungan dengan masyarakat;
f. Menyelesaikan permasalahan olahraga non prestasi dan rekreasi;
g. Melaksanakan olahraga bersama dengan Kota/Kabupaten, Provinsi lain;
h. Melaksanakan olahraga bersama dengan Kelurahan atau Desa di Wilayah Kota;
i. Melaksanakan Kegiatan peningkatan kesegaran jasmani dan rekreasi pegawai;
j. Memberikan bantuan sarana olahraga bagi masyarakat;
k. Menyelenggarakan pemeliharaan atau perawatan ringan, sedang dan berat
terhadap sarana olahraga masyarakat;
l. Menyelengarakan kompetisi olahraga di masyarakat;
m. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
Paragraf 5
Bidang Kebudayaan dan Pariwisata
Pasal
(1) Bidang Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas :
a. Melaksanakan sebagaian tugas Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Prabumulih meliputi pembinaan dan pegembangan Kebudayaan
dan Objek wisata, Pemberdayaan Kesenian rakyat, promosi dan pembinaan usaha
pariwisata serta kesejahteraan dan kepurbakalaan.
b. Melaksanakan penyusunan, pendataan, perencanaan dan pelaksanaan
pengembangan kebudayaan, kesenian rakyat, kesejarahan kepurbakalaan dan
pariwisata
c. Melaksanakan pembinaan ketahanan budaya daerah dan nasional
d. Melaksankan pemberian rekomendasi/ pertiumbangan penberian ijin di bidang
kesenian rakyat dan pariwisata
e. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang pengembangan dan
pelestarian seni dan budaya, pariwisata serta sejarah kepurbakalaan;
f. Pembinaan dan Pengembangan seni, budaya, pariwisata, pemeliharaan,
pengembangan dan pemanfaatan peninggalan sejarah kepurbakalaan

g. Melaksanakan pembinaan, pemeliharaan dan pengamanan peninggalan sejarah


kepurbakalaan
h. Melaksanakan pembinaan, pemeliharaan dan pengamanan peninggalan sejarah
kepurbakalaan;
i. Melaksanakan pembinaan dan mengembangkan kebudayaan masyarakat yang
bersifat tradisional maupun kontenporer;
j. Melaksanakan hubungan keja di bidang teknis peningkatan apresiasi seni dan
budaya, pemeliharaan serta pengembangan dan pemanfaatan peninggalan
sejarah serta peninggalan kepurbakalaan dengan instansi terkait dan organisasi di
bidang kebudayaan, pariwisata, sejarah dan kepurbakalaan;
k. Melaksanakan tugas tugas lainnya yang dibelikan oleh atasan.

Pasal
(1) Seksi Kesenian Daerah dan Pengembangan Budaya mempunyai tugas :
a. Menyusun dan mengelolan data dan informasi seksi yang berkaitan dengan seksi
kesenian daerah dan pengembangan budaya;
b. Menyiapkan konsep Penyusunan Program Kerja dengan mengumpulkan dan
menganalisis kesenian daerah dan pengembangan budaya;
c. Memberikan bimbingan, arahan, petunjuk, kinerja kepada staf agar dapat
melaksanakan tugas dan meningkatkan keterampilan dan kualisan kerja;
d. Melakukan pembagian tugas untuk staf;
e. Menyampaikan format pengumpulan data yang berkenaan dengan kesenian
daerah dan pengembangan budaya;
f. Merencanakan melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi dan melaporkan
kegiatan seksi kesenian daerah dan pengembangan budaya;
g. Menilai hasil kerja staf berdasarkan prestasi kerja;
h. Melaksanakan analisis dan pengembangan tugas dan fungsi seksi kesenian
daerah dan pengembangan budaya;
i. Melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Seksi Atraksi Budaya dan Pagelaran mempunyai tugas :
a. Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis bidang
kesenian;
b. Menyampaikan bahan perumusan, perencanaan dan pelaksana program
dibidang kesenian
c. Menyusun petunjuk teknis pentas dan atraksi seni daerah;
d. Pempersiapakan pelaksanaan promosi seni budaya daerah;
e. Menyelenggarakan atraksi seni dan budaya;
f. Melaksanakan fasilitasi pementasan atraksi seni daerah;
g. Melaksanakan bimbingan teknis penyelenggaraan atraksi seni daerah;

h. Menyiapkan bahan pemberian penghargaan kepada seniman dan pemerhati


seni;
i. Menyiapkan penyelenggaraan pelatihan dan pagelaran kesenian;
j. Melaksanakan perawatan dan pengamanan benda/ karya kesenian;
k. Mempasilitasi pelaksanaan lomba/ festival dan peningkatan apresiasi seni
tradisional dan non tradisional;
l. Mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;
m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang kebudayan dan
pariwisata;
n. Melaksanakan tugas tugas yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Seksi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai Tugas :
a. Menyusun serta melaksanakan rencana dan program kerja seksi pariwisata;
b. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan mempublikasi data pariwisata;
c. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan usaha objek dan daya tarik wisat,
sarana dan prasarana Pariwisata dan Jasa Pariwisata;
d. Menyiapkan dan memberikan bahan pertimbangan rekomendasi pemberian
perizinan pariwisata;
e. Menyusun usulan prioritas pengembangan Pariwisata;
f. Menyiapkan bahan promosi dan pemasaran pariwisata;
g. Menginventarisasikan dan mengindentifikasi peluang usaha dibidang pariwisata;
h. Melaksanakan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan pariwisata;
i. Melaksanakan uraian kelembagaan/ organisasi pariwisata;
j. Melaksanakan tugas-tugas pembinaan, pengembangan, promosi dan pemasaran
pariwisata;
k. Memonitor dan mengevaluasi kegiatan kepariwistaaan;
l. Melakukan koordinasi dengan unit kerja yang lain demi kelancaran pelaksanaan
tugas;
m. Melaksanakan tugas tugas yang diberikan oleh atasan.

Bagian Kesembilan
Dinas Pendidikan
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal
(1) Dinas Pendidikan dipimpin oleh seorang Kepal Dinas.
(2) Kepala Dinas Pendidikan mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur,
merumuskan, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggung
jawabkan kebijakan teknis pelakasana urusan Pemerintahan Daerah berdasarkan
asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang pendidikan.

(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Dinas mempunyai fungsi :
a. Membantu Walikota dalam Pembinaan dan Pengurusan Sekolah, Pendidikan
Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Luar Sekolah, Pembinaan OSIS,
PAUD, Program dan Data;
b. Menyusun rencana dan program kerja Dinas Pendidikan sebagai pedoman
pelaksana tugas;
c. Membagi tugas Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala UPTD, Pendidikan,
Kecamatan, Pengawasan sesuai dengan bidangnya;
d. Pembinaan dan memberi arahan Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala UPTD
Pendidikan Kecamatan, Pengawas untuk kelancaran tugas dan meningkatkan
kemampuan dan displin pegawai, serta dalam melaksanakan tugas terjalin kerja
sama dengan baik;
e. Menilai, mengevaluasi serta menilai prestasi kerja Sekretaris, Kepala Bidang,
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan, Pengawas dan Staf;
f. Menetapkan kebijakan teknis di bidang ketatausahaan, Pendidikan Prasekolah,
Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Luar Sekolah, Pembina OSIS,
PAUD, Program dan Data, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan
dan Pengawas;
g. Menelaah Peraturan perundang-Undangan di bidang ketatausahaan, Pendidikan,
Prasekolah, Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Luar Sekolah,
Pembina OSIS, PAUD, Program dan Data;
h. Menyusun saran alternatif di bidang Ketatausahaan, Pendidikan Prasekolah,
Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Luar Sekolah, Pembina OSIS,
PAUD, Program dan Data, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan
dan Pengawas;
i. Memantau kegiatan dibidang Ketatausahaan, Pendidikan Prasekolah, Pendidikan
Dasar dan Menengah, Pendidikan Luar Sekolah, Pembina OSIS, PAUD, Program
dan Data, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan dan Pengawas;
j. Memberi pelayanan teknis di bidang Ketatausahaan, Pendidikan Prasekolah,
Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Luar Sekolah, Pembina OSIS,
PAUD, Program dan Data, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan
dan Pengawas;
k. Menetapkan peraturan libur semester dan kegiatan bulan Ramadhan, Pendidikan
Prasekolah, Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Luar Sekolah;
l. Menetapkan bentuk bantuan dan peran serta masyarakat dalam menunjang
kegiatan Pendidikan;
m. Menyusun laporan Dinas Pendidikan sesuai dengan hasil yang telah dicapai
sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Walikota.

Paragraf 2
Sekretariat
Pasal

(1) Sekretariat dipimpin seorang sekretaris


(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok mengkoordinir penyusunan program dan
perencanaan serta melaksanakan kegiatan Administrasi Kepegawaian , Keuangan,
Perlengkapan, Rumah Tangga,Kehumasan dan Pelaporan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini
Sekretaris mempunyai fungsi;
a. Membantu Kepala DinasPendidikan di bidang Ketatausahaan;
b. Menyusun rencana dan program kerja bagian sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
c. Membagi tugas dan member petunjuk kepada Kepala Sub Bagian untuk
kelancaran pelaksanaan tugas;
d. Mengkoordinasikan Kepala Sub Bagian dalam melaksanakan tugas agar terjalin
kerja sama dengan baik;
e. Menilai pelaksanaan tugas Sub Bagian agar hasil yang telah dicapai sesuai
dengan sasaran yang ditetapakn;
f. Menilai prestasi kerja Kepala Sub Bagian di lingkungan Sekretariat dan Kepala
UPTD Pendidikan Kecamatan sebagai bahan pembinaan karir
g. Menelaah Peraturan Perundang-Undangan di bidang Ketatausahaan,
Kepegawaian, Perlengkapan dan Keuangan;
h. Menyusu saran alternative dibidang ketatausahaan, Kepegawaian, Perlengkapan
dan Keuangan;
i. Mengkoordinasikan kegiatan persuratan dilingkungan Dinas Pendidikan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
j. Memantau pemeliharaan dan penghapusan arsip dilingkkungan Dinas
Pendidikan;
k. Memantau rencana pengadaan alat tulis kantor, Pemeliharaan gedung dan
Perlengkapan Kantor Dinas Pendidikan;
l. Mengkoordinasikan kegiatan kerumah tanggaan di lingkungan Dinas Pendidikan
untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
m. Menganalisi data perencanaan Pendidikan sebagai bahan masukan atasan;
n. Menyusun formasi, menyusun rencana pengadaan, penempatan serta mutasi
Pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan;
o. Mengkoordinasiakan pelaksanaan penerimaan pegawai baru di lingkungan Dinas
Pendidikan;
p. Meneliti dan mengusulkan mutasi kepegawaian di lingkungan Dinas Pendidikan;
q. Merekomendasikan pemberian izin belajar, Pendidikan dan latihan dan tugas
belajar Pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan;
r. Mengkoordinasikan Pelaksanaan Pendidikan dan latihan Prajabatan Pegawai di
lingkungan Dinas Pendidikan;
s. Menelaah usul perbantuan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan;
t. Meneliti usul cuti, Pemberhentian dan Pensiun di lingkungan Dinas Perndidikan;
u. Membantu pengatura arsip dan member pelayanan teknis di bidang
kepegawaian;
v. Menetapkan pemberian Penghargaan/Tanda Jasa dan Kesejahteraan Tenaga
Kependidikan;

w. Menetapkan / mengusulkan pemberian Pensiun pegawai di lingkungan Dinas


Pendidikan;
x. Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Rutin dan Pembangunan sesuai
dengan kebijakan;
y. Menyusun usul penyesuaian Anggaran Rutin dan Pembangunan sesuai dengan
rencana dan program kerja;
z. Melaksanakan bimbingan dan pembinaan bendaharawan sesuaimdengan
ketentuan yang berlaku;
aa. Mengkoordinasiakan pelaksanaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan/ ganti
rugi (TP/GR) sesuai dengan ketentuan yang belaku;
ab. Menyusun laporan pelaksanaan Anggaran Rutin dan Pembangunan, serta
Subsidi berdasarkan data dan informasi sebagai pertanggungjawaban;
ac. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan di lingkungan Pendidikan
berdasarka usulan dari Unit Kerja terkait;
ad. Menyusun dan mengkoordinasikan usul pengadaan barang penyimpanan dan
perawatan barang perlengkapan kantor sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
ae. Menyusun laporan inventaris barang milik Negara di kantor UPTD Pendidikan
Kecamatan dan Dinas Pendidikan Kota;
af. Menyusun usul penghapusan barang perlengkapan dan mengkoordinasikan
pelaksanaan penghapusan barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
ag. Memantau pelaksanaan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, penggunaan,
perawatan, inventaris dan penghapusan barang perlengkapan untuk mengetahui
kebenaran dan keuangan;
ah. Memberikan layanan bagian bagian teknis bidangTata Usaha, perlengkapan,
kepegawaian dan keuangan;
ai. Menetapkan Juklak Kendali (Supervisi, Pelaporan, Evaluasi dan monitoring) di
bidang Tata Usaha perlengkapan, kepegawaian dan keuangan;
aj. Mengusulkan Dana Alokasi Khusus pengelolaan Pendidikan yang bersumber dari
APBN;
ak. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
(4) Sekretariat membawahi:
a. Subbag umum;
b. Subbag keuangan;
c. Subbag kepegawaian.
Pasal
(1) Sub bagian umum dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok pelaksanaan pengelolaan
administrasi urusan umum, perlengkapan Tatalaksana Rumah Tangga dan
Kehumasan.
(3) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Sub Bagian Umum mempunyai fungsi :
a. Membantu tugas Sekretaris;
b. Menyusun rencana dan program kerja Sekretaris dan perlengkapan;

c. Menilai pelaksanaan tugas di Sub Bagian Umum agar hasil yang telah dicapai
sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan;
d. Menilai prestasi kerja pegawai dilingkungan subbag Umum dan Perlengkapan
sebagai bahan pembinaan dan pengembangan karir;
e. Menelaah Peraturan Perundang-undangan di bidang ketatausahaan dan
Perlengkapan;
f. Menyusun saran alternative di bidang Umum dan Perlengkapan;
g. Melaksanakan kegiatan untuk perlengkapan dan rumah tangga di lungkungan
Dinas Pendidikan;
h. Membantu pemeliharaan dan penghapusan arsip serta menyusun usul
pengadaan, penyimpanan dan perawatan barang perlengkapan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku;
i. Menyusun rencana pengadaan alat tulis kantor, pemeliharaan gedung dan
perlengkapan kantor sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
j. Mengkoordinasikan kegiatan penerima tamu, rapat dinas, dan upacara resmi
dilingkungan kantor sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
k. Melaksanakan kegiatan rumah tangga dilingkungan kantor;
l. Menyusun rencana keputusan Kepala Dinas berdasarkan data dan informasi
serta ketentuan yang berlaku;
m. Menyusun usul penghapusan barang perlengkapan di lingkungan Dinas
Pendidikan berdasarkan ketentuan yang berlaku;
n. Menyusun laporan barang inventaris milik Negara dilingkungan DInas
Pendidikan;
o. Melaksanakan penhapusan barang perlengkapan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
p. Memberikan layanan informasi dan membantu pelaksanaan, pengadaan,
penyimpanan, pendistribusian, penggunaan, perawatan inventaris dan
penghapusan untuk mengetahui kebenaran dan kesesuaiannya;
q. Menyusun laporan Sub Bagian Umum sesuai dengan hasil yang telah dicapai
sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
r. Memberikan layanan data Pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
s. Menyusun bahan rencana dan program kerja Pendidikan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku;
t. Mengatur pelaksanaan pengumpulan rencana dan program-program sektoral
tahunan bagian Sub Dinas dan UPTD Pendidikan Kecamatan;
u. Melaksakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok pelaksanaan pengelolaan
administrasi keuangan, melaksanakan penyiapan bahan penyusunan anggaran,
pengelolaan pembukuan, melaksanakan perhitungan dan verifikasi serta mebgurus
perbendaharaan, melaksankan Tatalaksana Rumah Tangga.

(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas sekretaris;
b. Menyusun rencana dan program kerja Sub, Bagian Keuangan untuk kelancaran
pelaksanaan tugas;
c. Membagi tugas kepada Sub Bagian Keuangan sesuai dengan tugasnya;
d. Memberi petunjuk kepada Pegawai Sub Bagian Keuangan untuk Pelaksanaan
tugas;
e. Mengkoordinasi Pegawai Sub Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas agar
terjalin kerja sama yang baik;
f. Menilai pelaksanaan tugas Pegawai Sub Bagian Keuangan agar hasil yang telah
dicapai sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan;
g. Menilai prestasi kerja Pegawai Sub Bagian Keuangan dilingkungan bagian
Keuangan;
h. Menelaah peraturan Perundang-undangan di bidang keuangan;
i. Menyusun Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) dan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Rutin dan Pembangunan sesuai dengan rencana dan program kerja
Dinas Pendidikan sebagai masukan atasan;
j. Mengkoordinasikan usul pengunaan konsep Pra Daftar Isian Kegiatan (Pra-DIK),
Pra Daftar Isian Proyek (Pra-DIP), Usul Petunjuk Operasional (PO) dan
pelaksanaan penerimaan penyimpanan, pengeluaran, pertanggungjawaban dan
pembukuan Keuangan Dinas Pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
k. Mengevaluasi pelaksanaan Anggaran Rutin, Pembangunan dan Anggaran
Subsidi serta memantau pelaksanaannya berdasarkan data dan informasi untuk
mengetahui kesesuaiannya;
l. Menyusun usul penyesuaian Anggaran rutin dan Pembangunan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dan melaksanakan bimbingan dan pembinaan kepada
bendaharawan;
m. Mengkoordinasikan pelaksanaan penyesuaian Tuntutan Perbendaharaan / Ganti
Rugi (TP/GR) dan menyusun bahan penyelesaiannya berdasarkan ketentuan
yang berlaku;
n. Menyusun laporan pelaksanaan Anggaran Rutin, Pembangunan dan Subsidi
sebagai pertanggungjawaban;
o. Memberi layanan teknis dibidang keuangan;
p. Mengelola data Anggaran Rutin dan Pembangunan sebagai bahan penyusunan
Rencana Anggaran;
q. Menyusun data pendukung pembahasan anggaran dengan Unit kerja terkait
sebagai bahan masukan atasan;
r. Mengatur penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran anggaran dan memeriksa
dokumen dan tanda bukti penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran anggaran
dari UPTD Pendidikan;
s. Mengusulkan calon bendaharawan dan Juru Bayar berdasarkan data dan
informasi dengan ketentuan berlaku ;
t. Menyusun rencana dan program kerja serta melaporkan pelaksanaan Anggaran
Rutin dan Pembangunan, Penerimaan dan penggunaan subsidi serta laporan
pajak;
u. Mengatur pelakasanaan pembuatan dan penyebarluasan DIK sesuai dengan
ketentuan yang berlaku;

v. Menyusun laporan Sub Bagian sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
w. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Pasal
(1) Sub Bagian Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian mempunyai tugas pokok pelaksanaan pengelolaan administrasi
Kepegawaian, Tata Usaha, Surat menyurat, Kearsiapan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Sub Bagian Kepegawaian mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas sekretaris;
b. Menyusun rencana dan program kerja sub kepegawaian untuk kelancaran
pelaksanaan tugas;
c. Menilai pelaksanaan tugas di Sub Bagian Kepegawaian agar hasil yang telah
dicapai sesuai dengan hasil yang ditetapkan;
d. Menilai prestasi kerja pegawai dilingkungan Subbag Kepegawaian sebagai bahan
pembinaan dan perkembangan karir;
e. Menelaah Peraturan Perundang-Undangan di bidang kepegawaian;
f. Menyusun saran alternatif di bidang Kepegawaian;
g. Melaksanakan kegiatan untuk kebutuhan kepegawaian dilingkungan Dinas
Pendidikan;
h. Membantu pemeliharaan dan penghapusan arsip serta usul pengadaan,
penyinpanan dan perawatan barang perlengkapan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku;
i. Membantu menyusun rencana keputusan Kepala Dinas di bidang kepegawaian
berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku;
j. Memberikan layanan informasi dan membantu pelaksanaan di bidang
Kepegawaian;
k. Menyusun laporan Sub Bagian Kepegawaian sesuai dengan hasilyang telah
dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas;
l. Pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan dan pemeliharaan dokumentasi
kepegawaian;
m. Penyiapan rencana kebutuhan formasi dan mutasi pegawai;
n. Penyiapan bahan kenaikan pangkat, gaji berkala, pensiun, dan pemberian
penghargaan serta peningkatan kesejahteraan pegawai;
o. Pelaksanaan usaha-usaha peningkata Pendidikan / Pelatihan Struktur, teknis dan
Fungsional, Ujian Dinas serta peningkatan kesejahteraan pegawai;
p. Pembinaan umum kepegawaian dan disiplin kepegawaian;
q. Pelaksanaan pelayanan administrasi kepegawaian;
r. Pengaturan tata terib dan disiplin pegawai;
s. Pelaksanaan koordinasi di bidang kepegawaian dengan unit kerja terkait
dilingkkungan Dinas;
t. Pelaksanaan peerhitungan angka kredit jabatan fungsional;
u. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

Paragraf 3
Bidang TK, SD

Pasal
(1) Kepala Bidang TK,SD dipimpin oleh Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang TK,SD mempunyai tugas pokok mengelola, mengendalikan dan
mengevaluasi pendidikan di tingkat TK/RS/SD/MI dan SDLB
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana di maksud ayat (2) Pasal ini
mempunyai fungsi:
a. Membantu Kepala Dinas Pendidikan;
b. Menyusun rencana dan program kerja bidang TK,SD;
c. Membagi tugas dan memberi petunjuk Kepala Seksi sesuai dengan bidangnya
untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
d. Mengkoordinasikan kepada Kepala Seksi dalam melaksanakan tugas agar
terjalin kerja sama yang baik dan menilai tugas agar hasil yang dicapai sesuai
dengan sasaran yang ditetapkan;
e. Menilai prestasi kerja Kepala Seksi di lingkungan Bidang TK,SD;
f. Menelaah peraturan Perundang-Undangan di bidang TK,SD;
g. Menyusun saran alternatif di Bidang TK,SD;
h. Menyusun Petunjuk Penerimaan siswa Baru, pelaksaan kurikulum, evaluasi
belajar dan usaha kesehatan sekolah;
i. Memberikan rekomendasi Tes Calon Kepala TK,SD;
j. Menyusun rencana kebutuhan guru, peningkatan guru dan tenaga kependidikan
lainya serta sarana pendidikan berdasarkan data dan informasi serta ketentuan
yang berlaku;
k. Memperoses usul Guru pembantu sementara (GBS) dan guru tetap (GT) / guru
tidak tetap (GTT);
l. Merekomendasikan izin Pendirian, mengusulkan beasiswa: Izin belajar, Cuti guru
dan mengusulkan calon guru teladan TK/RA/SD/MI/SDLB;
m. Menyusun, memproses dan melaksanakan kegiatan KKG TK/RA/SD/MI/SDLB/
tingkat kota;
n. Mengevaluasi pelaksanaan kurikulum, pemerataan guru dan tenaga
kependidikan TK/RA/SD/MI/SDLB;
o. Menyusun formasi penambahan, penempatan dan pelantikan guru baru
TK/RA/SD/MI/SDLB;
p. Menempatkan, mengusulkan pemberitahuan pensiun guru TK/RA/SD/MI/SDLB;
q. Mengkoordinasikan pengelolaan perpustakaan TK/RA/SD/MI/SDLB;
r. Memberi layanan teknis di bidang TK/RA/SD/MI/SDLB;
s. Menyusun laporan bidang TK/RA/SD/MI/SDLB sesuai dengan hasil yang telah
dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas;
t. Melaksanakan tugas lain yang di berikan atasan.
(4) Bidang TK, SD membawahi :
a. Seksi Teknis Kurikulum ;
b. Seksi sarana dan prasarana ;
c. Seksi Tenaga Teknis ;
Pasal
(1) Seksi Teknis Kurikulum TK,SD dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.

(2) Kepala Seksi Teknis Kurikulum TK,SD mempunyai tugas pokok menyusun dan
menetapkan Juklak Pengelolaan Kurikulum pada Sekolah TK/RA/SD/MI/SDLB,
melaksanakan kurikulum secara Nasional. Melaksanakan monitoring, mengendalikan
serta melaksanakan evaluasi pelaksanaan Proses belajar mengajar dan manajemen
pembelajaran sekolah.
(3) Dalam melaksanakan tugas kepala seksi teknis kurikulum TK,SD mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas Kepala Bidang TK,SD;
b. Menyusun rencana program seksi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
c. Menetapkan Juklak kalender pendidikan TK/RA/SD/MI/SDLB;
d. Menyusun petunjuk penerimaan siswa baru;
e. Menyusun rencana program seksi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
f. Menyusun Juklak sistem perumusan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
pada TK/RA/SD/MI/SDLB sesuai dengan standar Isi yang di tetapkan secara
nasional;
g. Menyusun program Workshop bimbingan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan
pendidikan (KTSP) dan muatan lokal;
h. Melaksanakan Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum tingkat
satuan pendidikan (KTSP) di TK/RA/SD/MI/SDLB;
i. Melaksanakan revisi dan penyempurnaan terhadap rumusan kurikulum tingkat
satuan pendidikan (KTSP) pada TK/RA/SD/MI/SDLB;
j. Menyusun program peningkatan prestasi siswa dan mutu sekolah, sesuai dengan
standar Nasional Pendidikan;
k. Mengembangkan sistem penilaian hasil belajar dengan standar isi, standar
kompetensi lulusan dan standar penilaian pada TK/RA/SD/MI/SDLB;
l. Merumuskan spesifikasi dan naskah soal ujian ahir sekolah ( UAS) dan ujian
akhir sekolah (UASBN) sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang di
tetapkan oleh badan standar Nasional pendidikan (BSNP);
m. Menyusun program pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian akhir
sekolah (UASBN) pada TK/RA/RA/MI/SDLB;
n. Mengkoordinasikan pelaksanaan UAS/ UASBN pada TK/RA/SD/MI/SDLB;
o. Meneliti memperoses dan melaksanakan Validasi terhadap mutasi siswa
TK/RA/SD/MI/SDLB;
p. Melaksanakan program bimbingan dan pembinaan dalam peningkatan prestasi
siswa dan mutu sekolah untuk diikut sertakan dalam lomba prestasi;
q. Melaksanakan seleksi untuk mengikut sertakan siswa dalam berbagai lomba
untuk mengaktualisasikan prestasi siswa mutu sekolah;
r. Menyusun laporan seksi sesuai dengan hasil yang telah dicapai;
s. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Pasal
(1) Seksi sarana dan Prasarana dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas pokok melaksanakan
program perencanaan pengadaan sarana pendidikan sebagai penunjang kegiatan
proses
belajar
mengajar,
membina
pengelolaan
sekolah
di
tingkat
TK/RA/SD/MI/SDLB, mengembangkan petunjuk pelaksanaan pengelolaan sarana
pendidikan dan melaksanakan pengawasan pembelajaran jarak jauh.

(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai fungsi;
a. Membantu tugas Kepala Bidang TK/SD;
b. Menyusun rencana dan program kerja seksi sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
c. Menyusun rencana dan melaksanakan pendistribusian, pendayagunaan sarana
TK/RA/SD/MI/SDLB;
d. Menyusun rencana dan melaksanakan pendistribusian buku pelajaran dan
buku lain yang diperlukan TK/RA/SD/MI/SDLB;
e. Mengembangkan Juklak pengelolaan sarana pendidikan;
f. Membantu dan mengevaluasi penggunaan sarana TK/RA/SD/MI/SDLB;
g. Mengusulkan pengadaan blanko STTB dan Danem TK/RA/SD/MI/SDLB ke
Dinas Pendidikan Provinsin Sumatera Selatan;
h. Menyusun konsep izin penyelenggaraan Akreditasi dan melaksanakan
monitoring dan evaluasi kinerja TK/RA/SD/MI/SDLB;
i. Membina pengelolaan TK/RA/SD/MI/SDLB terrmasuk sekolah terpencil,
Sekolah Terbuka, Sekolah Rintisan/Unggulan dan Sekolah yang terkena
musibah/bencana alam;
j. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan, evaluasi, penyelenggaraan
belajar jarak jauh;
k. Melaksanakan pembinaan, menetapkan kebijakan, memantau dan
menevaluasi penerimaan siswa baru TK/RA/SD/MI/SDLB;
l. Menyusun laporan seksi sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai
pertanggungjawaban kepada atasan;
m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Pasal
(1) Seksi Tenaga Teknis dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Tenaga Teknis mempunyai tugas pokok menyusun dan menetapkan
Juklak Ketenagaan TK/RA/SD/MI/SDLB, berdasarkan Standar Tenaga Pendidik dan
Kependidikan yang ditetapkan secara Nasional. Melaksanakan monitoring,
mengendalikan serta melaksanakan evaluasi kinerja dan manajemen Tenaga
Pendidik dan Kependidikan di Sekolah.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Seksi Tenaga Teknis mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas Kepala Bidang TK/SD;
b. Menyusun rencana dan program seksi sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya;
c. Melaksanakan pendataan terhadap jumlah, kondisi dan kebutuhan tenaga
pendidik dan kependidikan pada TK/RA/SD/MI/SDLB;
d. Melaksanakan program peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru
pada TK/RA/SD/MI/SDLB;
e. Menyusun program peningkatan rencana workshop, pembinaan dan
pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan profesionalisme
guru TK/RA/SD/MI/SDLB;
f. Menyusun program penilaian terhadap kinerja, kualifikasi, kompetensi dan
profesionalisme TK/RA/SD/MI/SDLB;

g. Mengusulkan sertifikasi guru sesuai dengan hasil penilaian kinerja, kualifikasi,


kompetensi dan TK/RA/SD/MI/SDLB;
h. Merekomendasikan usul mutasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
pada TK/RA/SD/MI/SDLB;
i. Merekomendasikan usul pengangkatan Kepala Sekolah sesuai dengan syaratsyarat dan hasil penilaian yang ditetapkan;
j. Menyusun laporan seksi sesuai dengan hasil yang telah dicapai;
k. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan karir Tenaga Pendidik dan
mengusulkan
Calon Kinerja Guru Teladan, kualifikasi, kompetensi dan
profesionalisme TK/RA/SD/MI/SDLB Tingkat Kota;
l. Menyusun formasi penambahab, penempatan, mutasi tenaga pendidik, tingkat
kinerja, kualifikasi, kompetensi dan profesionalisme TK/RA/SD/MI/SDLB.
Paragraf 4
Bidang Sekolah Menengah
Pasal
(1) Bidan Sekolah Menengah dipimpin oleh serang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Sekolah Menengah mempunyai tugas pokok mengelola,
mengendalikan dan menevaluasi pendidikan di tingkat SLTP dan SMA dan yang
sederajat.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Bidang Sekolah Menengah mempunyai fungsi:
a. Membantu Kepala Dinas Pendidikan;
b. Menyusun rencana dan program kerja Kepala Bidang Sekolah Menengah;
c. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi sesuai dengan
bidangnya, mengkoordinasikan Kepala Seksi dalam melaksanakan tugas agar
terjalin kerjasama yang baik;
d. Menilai pelaksanaan tugas Kepala Seksi agar hasil yang dicapai sesuai
dengan sasaran yang telah ditetapkan;
e. Menilai prestasi kerja Kepala Seksi Bidang Sekolah Menengah sebagai bahan
pembinaan dan pengembangan karir;
f. Menelaah Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Sekolah Menengah;
g. Menyusun petunjuk Penerimaan Siswa Baru, Pelaksanaan Kurikulum,
Evaluasi Belajar dan Usaha Kesehatan Sekolah;
h. Memberikan Rekomendasi Tes Calon Kepala SLTP/MTs/SMA/MA/SMK;
i. Menyusun saran alternatif di Bidang Sekolah Menengah;
j. Melaksanakan program kerja sama Luar Negeri di Bidang Sekolah Menengah
sesuai dengan pedoman yang ditetapkan Pemerintah;
k. Pembinaan pengelolaan Sekolah Unggulan dan Sekolah yang terkena
musibah/bencana alam;
l. Mendayagunakan program Teknologi, Komunikasi untuk pengelolaan
Pendidikan;
m. Menyusun rencana kebutuhan guru dan tenaga kependidikan lainya sesuai
dengan ketentuan yang berlaku;
n. Merekomendasikan Izin Pembukuan, Penegerian, Akreditasi, Sertifikasi, Izin
Belajar guru SLTP/MTs/SMA/SMK;
o. Memproses Usul Guru Perbantuan Sementara (GBS) dan GT/GTT;

p. Menyusun, memproses dan melaksanakan kegiatan MGMP dan membina


kegiatan MKKS;
q. Mengusulkan Calon Guru Teladan SLTP/MTs/SMA/SMK Tingkat Kota;
r. Mengusulkan pemberitahuan Pensiun Guru SLTP/MTs/SMA/SMK;
s. Menyusun formasi penambahan, penempatan dan pelantikan Guru Baru
SLTP/MTs/SMA/SMK;
t. Menyusun, memproses dan mengusulkan Beasiswa SLTP/MTs/SMA/SMK;
u. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengadaan dan pendistribusian sarana
pendidikan;
v. Memantau pelaksanaan kurikulum, pemerataan Guru dan Tenaga
Kependidikan lainnya serta pendayagunaan sarana dan prasarana
SLTP/MTs/SMA/SMK;
w. Memberi layanan teknis di Bidang Sekolah Menengah;
x. Mengendalikan tugas Pengawas SLTP/SMU/SMK;
y. Menetapkan bentuk bantuan dan peran serta masyarakat dalam menunjang
kegiatan pendidikan;
z. Menyusun laporan Bidang Sekolah Menengah sesuai dengan hasil yang
dicapai sebagai bahan pertangggung jawaban pelaksanaan tugas;
aa. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
(4) Bidang Sekolah Menengah membawahi:
a. Seksi Kurikulum;
b. Seksi Sarana dan Prasarana;
c. Seksi Tenaga Teknis.
Pasal
(1) Seksi Teknis/Kurikulum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Kurikulum mempunyai tugas pokok menyusun dan menetapkan Juklak
pengelolaan Kurikulum pada Sekolah SLTP/MTs/SMA/MA/SMK, melaksanakan
Kurikulum secara Nasional, memantau, mengendalikan serta menilai pelaksanaan
Proses Belajar Mengajar dan Manajemen Sekolah.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Seksi Kurikulum mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas-tugas Kepala Bidang Sekolah Menengah;
b. Menyusun rencana dan program kerja seksi sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
c. Membagi tugas dan memeri petunjuk kepada pegawai untuk kelancaran tugas
sesuai dengan bidangnya;
d. Menilai prestasi kerja pegawai sebagai bahan pembinaan dan pengembangan
karir;
e. Menyusun konsep petunjuk Penerimaan Siswa Baru, Wajib Belajar, Kurikulum,
Kalender Pendidikan, Evaluasi Belajar dan Usaha Kesehatan Sekolah sesuai
dengan ketentuan yang berlaku;
f. Memberikan bimbingan penyusunan kurikulum;
g. Menyebarluaskan petunjuk penyususnan dan pelaksanaan kurikulum;
h. Menyebarluaskan petunjuk evaluasi belajar;
i. Menyusun dan memproses pelaksanaan UN/US dan Ulangan Umum lainnya;
j. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan UN dan US;

k. Menyusun, memproses dan melaksanakan kegiatan MGMP dan membina


kegiatan MKKS;
l. Menyusun dan memproses Beasiswa;
m. Membantu pengelolaan Sekolah Terbuka, Sekolah Unggulan, SSN/SKM dan
SBI/SNBI dan Sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan pengembangan
sesuai dengan RPS;
n. Mendayagunakan program teknologi, informasi dan komunikasi untuk
pengelolaan Pendidikan;
o. Menyusun konsep tugas penataran, workshop dan pertemuan ilmiah utamanya
yang berkaitan dengan kurrikulum;
p. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan setiap kegiatan seksi sesuai dengan
hasil yang dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas;
q. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

Pasal
(1) Seksi Sarana dan Prasarana dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas pokok melaksanakan
program perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan sebagai
penunjang kegiatan proses belajar mengajar, pembinaan, pengawasan,
pengembangan,
peningkatan
dan
pengelolaan
sekolah
di
tingkat
SLTP/MTs/SMA/MA/SMK, mengembangkan petunjuk pelaksanaan pengelolaan
sarana pendidikan dan melaksanakan pengawasan pembelajaran jarak jauh.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas Kepala Bidang Sekolah Menengah;
b. Menyusun konsep dan rencana program kerja bidang sebagai bahan masukan
atasan;
c. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada pegawai sesuai dengan
bidangnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
d. Menilai prestasi kerja pegawai sebagai bahan pembinaan dan pengembangan
karir;
e. Menyusun konsep rencana kebutuhan dan mengatur pelaksanaan
pendistribusian sarana pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
f. Memberikan bimbingan teknis, mengatur pelaksanaan inventaris, membantu
penggunaan dan pemeliharaan sarana pendidikan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku;
g. Mengadakan blanko STTB dan Balanko Nilai UN;
h. Menetapkan dan membantu kebutuhan sarana dan prasarana belajar jarak
jauh;
i. Mengusulkan pembiayaan pendidikan dan mempersiapkan alokasi biaya
pendidikan agar dapat prioritas;
j. Menyusun konsep laporan bidang sebagai bahan masukan kepada atasan;
k. Menyusun konsep bahan pertimbangan rekomendasi pemberian izin
penyelenggaraan sekolah swasta sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

l. Menyusun konsep usul Akreditasi Sekolah Swasta sesuai dengan ketentuan


yang berlaku;
m. Menyusun konsep pemberian bantuan Guru dan Tenaga Kependidikan lainnya,
sarana pendidikan dan dana kepada sekolah swasta sesuai dengan ketentuan
yang berlaku;
n. Memberikan layanan data dan informasi sekolah-sekolah;
o. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan setiap kegiatan seksi sesuai dengan
hasil yang dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas;
p. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk pelaksanaan tugas;
q. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Pasal
(1)
Seksi Tenaga Teknis dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2)
Kepala Seksi Tenaga Teknis mempunyai tugas pokok memanfaatkan dan
menyusun kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Seksi Tenaga Teknis mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas Kepala Bidang Sekolah Menengah;
b. Menyusun, memproses dan melaksanakan kegiatan MGMP dan membina
kegiatan MKKS
c. Menyusun petujuk dan melaksanakan pembinaan kesiswaan
d. Menyusun konsep rencana kebutuhan guru dan tenaga Kependidikan lain nya
e. Menyusun konsep usul penempatan,pemerataan dan mutasi guru serta tenaga
kependidikan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
f. Menyusun konsep rencana peningkatan kemampuan Guru dan Tenaga
Kependidikan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
g. Menyususn konsep usul pelatihan,Izin belajar,Tugas belajar bagi guru dan
Tenaga Kependidikan lainnya sebagai bahan masukan bagi atasan.
h. Melaksanaakan pembinaan dan pengembangan karir guru
i. Memberikan rekomendasi Test calon kepala Sekolah.
j. Mengusulkan calon Guru Berprestasi Tingkat Kota.
k. Memproses Cuti Guru.
l. Menyusun Formasi penambahan,Penempatan dan Pelantikan guru Baru.
m. Menetapkan/mengusulkan Pemberitahuan Pensiun Guru.
n. Memproases usul Guru Perbantuan sementara (GPS) dan GT/GTT.
o. Melaksanakan Evaluasi dan Pelaporan setiap kegiatan seksi sesuai dengan
hasil yang di capai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
p. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 5
Bidang PLS (Pendidikan Luar Sekolah)
Pasal
(1)
(2)

Bidang PLS dipimpin oleh seorang Kepala Bidang


Kepala Bidang PLS mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan,
pembinaan, pengembangan, pemantauan dan mengevaluasi pelaksanaan

(3)

program pendidikan luar sekolah, PAUD, Pendidikan Jasmani dan Ekstrakurikuler


serta mengendalikan kegiatan administrasi dalam rangka menunjang pelaksanaan
program.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini
Kepala Bidang PLS mempunyai fungsi;
a. Membantu tugas kepala Dinas Pendidikan di Bidang Pendidikan Luar Sekolah;
b. Menyusun rencana dan program kerja bidang pendidikan luar sekolahsebagai
pedoman pelaksanaan tugas;
c. Membagi petunjuk Kepada Kepala Seksi untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
d. Mengkoordinasikan Kepala Seksi dalam melaksanakan tugas;
e. Memantau dan menilai prestasi yang pelaksanaan tugas Kepala Seksi sebagai
bahan pembinaan dan pengembangan karir;
f. Menelaah dan menjabarkan Peraturan Perundang-undangan di bidang
pendidikan luar sekolah, PAUD, Pendidikan Jasmani dan Ekstrakurikuler;
g. Menghimpun issu masalah dan menyusun saran alternatif pemecahannya di
bidang pendidikan luar sekolah, PAUD, pendidikan Jasmani dan ekstrakurikuler;
h. Mengadakan pengkajian, pengujian, pengembangan di bidang pendidikan luar
sekolah , PAUD, Pendidikan Jasmani dan Eksrakurikuler;
i. Menyusun rencana pembinaan dan pengembangan meliputi asfek ketenagaan
sarana dan prasarana, kurikulum, biaya administrasi supervise, partisipasi
masyarakat dan evaluasi lingkup pendidikan luar sekolah, PAUD, pendidikan
jasmani dan ekstrakurikuler;
j. Menatapkan standar kompetensi minimal (SPM) lulusan warga belajar dan
pengaturan kurikulum Nasional, penilaian hasil belajar seta pedoman
pelaksanaanya;
k. Menenapkan persyaratan / kriteria, pedoman / petunjuk, penerimaan dan
sertifikasi;
l. Memantau, menghendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan teknis kegiatan
Pendidikan Luar Sekolah, PAUD, Pendidikan Jasmani dan ekstrakurikuler;
m. Menyediakan bantuan pengadaan buku modul dan sarana belajar lainnya untuk
Pendidikan Luar Sekolah, termasuk mengupayakan PAUD, Pendidikan Jasmani
dan ekstrakurikuler;
n. Menyusun statistik berdasarkan data/informasi terakhir tentang keadaan hasil
kegiatan pembinaan Pendidikan Luar Sekolah, PAUD, Pendidikan Jasmani dan
ekstrakurikuler;
o. Menetapkan kelayakan dan kualitas darana / buku bahan belajar bagi dunia
Pendidikan Luar Sekolah, PAUD, Pendidikan jasmani dan ekstrakurikuler;
p. Melaksanakan kerjasama dengan instansi dan organisasi terkait yang
mengdakan kegiatan Pendidikan Luar Sekolah, PAUD, Pendidikan Jasmani dan
ektrakurikuler;
q. Merekomendasikan usul pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat dan
organisasi uang melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat / luar
Pendidikan Luar Sekolah, PAUD, Pendidikan Jasmani dan ekstrakurikuler;
r. Memberi layanan teknis dan administrasi di bidang Pendidikan Luar Sekolah,
PAUD, Pendidikan Jasmani dan ekstrakurikuler;
s. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas kepala bidang Pembianan
Pendidikan Luar Sekolah, PAUD Pendidikan Jasmani dan Ekstrakurikuler;
t. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan;

(4)

Kepala Bidang PLS (Pendidikan Luar Sekolah), Membawahi:


a. Seksi Dikmas;
b. Seksi PAUD;
c. Seksi Pembinaan OSIS.
Pasal

(1)
(2)

(3)

Seksi Dikmas dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.


Kepala Seksi Dikmas mempunyai tuguas pokok mempersiapkan bahan, program
pembinaan dan peengembangan, pemnyusunan serta menyebarluaskan pedoman
/ petunjuk teknis pelaksanaan pembinaan Pendidikan Luar Sekolah dan
Kesetaraan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Seksi Dikmas mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah;
b. Menyusun rencana dan program kerja seksi sebagai pedoman pelaksanaan
teknis;
c. Memberi tugas kepada bawahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
d. Memantau dan menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pembinaan dan
pengembangan karir;
e. Menyiapkan bahan penetapan persyaratan dan prosedur tentang penerimaan
dan sertifikasi bagi warga PLS dan Kesetaraan;
f. Menyiapkan dan menyebarluaskan pedoman/ petunjuk tentang standar
Kompetensi Minimal (SKM) lulusan warga belajar PLS dan Kesetaran;
g. Menyusun dan menyebarluaskan kalender pendidikan dan jumlah jam belajar
efektif setiap tahun bagi PLS dan Kesetaraan;
h. Mengkaji dan menyusun serta menyebarkanluaskan pedoman/petunjuk
pelaksanaan program/kurikulum Nasional PLS dan Kesetaraan;
i. Mengkaji dan menyusun serta menyebarluaskan petunjuk pelaksanaan
penilaian hasil belajar PLS sesuai dengan kurikulum Nasional;
j. Memantau, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program / kurikulum
Nasional;
k. Meneliti, mengkaji dan mengembangkan soal-soal ujian/penilaian hasil belajar
PLS sesuai program/kurikulum nasional
l. Menyiapkan usul, saran dan pertimbangan penyempurnaan program kurikulum
PLS dan kesetaraan;
m. Menyusu dan mengembangkan Standarisasi dan Akreditasi kursus-kursus PLS
dan Kesetraan;
n. Mengkaji dan mengembangkan model program kursus-kursus
o. Mengembangkan tes sampling sebagai upaya pengendalian mutu Pendidikan
Luar Sekolah dan Kesetaraan;
p. Mengembangkan inovasi dan program teknologi komunikasi pengelolaan PLS
dan kesetaraan;
q. Memantau,Mengendalikan,mengevaluasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan
program kejar usaha warga masyarakat, progaram pemberdayaan ekonomi
masyarakat pedesaan dan program lain yang dipandang perlu sesuai dengan
perkembangan terakhir;

r. Memantau,mengendalikan, mengevaluasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan


program Keaksaraan Fungsional Program Paket A stara SD, Program Paket B
setara SMP dan program Paket C setara SMA;
s. Menghimpun laporan hasil pelaksanaan tugas seksi pembinaan Pendidikan
Luar Sekolah.
Pasal
(1) Seksi Paud dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Paud mempunyai tugas pokok penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan evalyasi di bidang Pendidikan Anak
Usia Dini.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Seksi Paud mempunyai fungsi :
a. Menyiapkan secara umum program sosialisasi PAUD;
b. Menyiapkan pelatihan Tenaga Pendidikan PAUD dan pengelola PAUD;
c. Menginventaris tenaga pelatih dan pendidik PAUD baik di tingkat Kabupaten
maupun Propinsi Sumatera Selatan;
d. Menganalisis data/informasi kebutuhan sasaran PAUD;
e. Menyusun menyebarluaskan pedoman/petunjuk pelaksanaan program PAUD;
f. Melaksanakan pemantauan terhadap program PAUD;
g. Melaksanakan koordinasi Instansi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat
dalam upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan PAUD;
h. Mengadakan bantuan bagi lembaga PAUD;
i. Mengkoordinasikan dan melayani masyarakat;
j. Menyiapkan dan merekapitulasi daftar hadir;
k. Menyusun makalah Dinas/ Instansi terkait;
l. Menyusun laporan hasil kegiatan.;
Pasal
(1)

Seksi Pembinaan OSIS dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.

(2)

Kepala Seksi Pembinaan OSIS mempunyai tugas pokok mempersiapkan bahan,


program pembinaan dan pengmbangan menyusun serta menyebarluaskan
pedoman/ petunjuk teknis pelaksanaan pembinaan pendidikan Jasmani dan
Ekstrakulikuler.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Seksi Pembinaan OSIS mempunyai fungsi:
a. Membantu tugas Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah;
b. Menyususn rencana dan program kerja seksi sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
c. Memberi tugas kepada bawahan untuk kelancaran pelkasanaan tugas;
d. Memantau dan menilai prestasi bawahan sebagai bahan pembinaan dan
pengembangan karir;
e. Menyusun rencana dan program pembinaan pendidikan jasmani dan olahraga;
f. Menyusun dan menyebarluaskan pedoman / petunjuk pelaksanaan pembinaan
dan pendidikan jasmani dan ekstrakulikuler;
g. Memantau pelaksanaan pendidikan jasmani dan ekstrakulikuler;

(3)

h. Mempersiapkan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan dan ekstrakulikuler;


i. Melaksankan koordinasi dengan instansi pemerintah dan organisasi
mensyarakat yang bergerak dalam keolahrgaan;
j. Mengusahakan bantuan bagi kegiatan pembinaan jasmani dan ektrakulkuler;
k. Melaksanakan pembinaan tenaga pelatih kegiatan pendidikan jasmani dan
ekstrakulikuler;
l. Menghimpun, mengelola dan menyajikan data kegiatan pembinaan jasmani
dan ekstrakulikuler;
m. Memberikan layanan teknis tentang kegiatan pembinaan pendidikan jasmani
dan ektrakulikuler;
n. Menyusun laporan hasil kegiatan;
o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.
Paragraf 6
Bidang Perencanaan dan Data
Pasal
(1) Bidang Perencanaan dan Data dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Perencanaan dan Data mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengumpulan data, penglolaan, pengkajian dan pelaporan, mempersiapkan dan
menyusun pola perencanaan pendidikan, mengasakan evaluasi laporan tentang
bidang tugasnya serta memberikan saran-saran dan pertimbangan kepada Kepala
Dinas tentang langkah-langkah yang perlu dimbil dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Bidang perencanaan dan Data mempunyai fungsi:
a. Menyusun rencana dan program kerja Dinas Bidang Perencanaan Sevagai
pedoman pelaksanaan tugas;
b. Menyusun konsep rencana dan program kerja Dinas sebagai bahan masukan
atasa;
c. Membagi tugas Kepala Sekso sesuai dengan bidangnya;
d. Memberi petunjuk kepada kepala Seksi untuk kelancaran tugasnya;
e. Mengkoordinasikan Kepala seksi dalam melaksakan tugas agar terjalin kerja
sama yang baik;
f. Menyelesaikan pelaksanaan tugas agar hasil yang dicapai sesuai dengan
sasaran yang telah ditetapkan;
g. Menilai prestasi kerja Kepala Sub Bidang di Lingkungan Bidang Perencanaan
sebagai bahan pembinaan dan pengmebangan karir;
h. Menelaah Peraturan Perundang-Undangan di Bidang perencanaan;
i. Menganalisis data perencanaan Pendidikan di Lingkungan Dinas sebagai
masaukan atasan;
j. Mengkoordinasikan pengelolaan data pendidikan dalam sekolah pendidikan
luar sekolah, pembinaan kesiswaan, keolahragaan, kebudayaan serta
informasi demografi, ekonomi, social yang berhubungan dengan perencanaan
pendidikan;
k. Menyusun proyeksi perkembangan pendidikan dan kebudayaan di lingkungan
Dinas sebagai bahan penyusunan kebijaksanaan;
l. Menyusun rencana sektoral dan lintas sektoral di lingkungan Dinas Pendidikan
sesuai ketekntuan yang berlaku;

m. Menyusun usul Pra daftar dan usul kegiatan maupun pembangunan di


lingkungan Dinas Pendidikan bekerja sama dengan bidang dan Sub bidang
sebagai bahan masukan atasan;
n. Memantau perkembangan pelaksanaan kegiatan rutin dan pembangunan
pendidikan;
o. Memberi layanan teknis di bidang perencanaan;
p. Menyusun laporan bidang perencanaan sesuai dengan hasil yang telahdicapai
sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas;
q. Menyusun konsep laporan Dinas sebagai bahan masukan atasan;
r. Melaksankan tugas yang lain yang diberikan oleh kepala dinas.
(4) Kepala Bidang Perencanaan dan Data membawahi;
a. Seksi Penyusunan rencana dan program;
b. Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data;
c. Seksi Monitoring dan Evaluasi.
Pasal
(1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program dipimpin olesh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Bidang dalam menyusun Program Kerja Tahunan, Jangka
Menenah dan jangka Panjang di lingkungan Dinas Pendidikan yang bersifat
Sektoral dan Lintas Sektoral dan menyusun konsep Proyeksi Perkembangan
Pendidikan berdasarkan data dan informasi pendidikan dalam sekolah dan luar
sekolah;
(3) Dalam melaksakan tugas pokok sebagimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini
Kepala Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai fungsi;
a. Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan pelaporan;
b. Persiapan dan penyusunan pola perencanaan pendidikan;
c. Pengadaan evaluasi laporan tentang bidang tugasnya;
d. Pemberian saran-saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
e. Melaksakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perencanaan dan
Data.
Pasal
(1) Seksi Pengumpulan dan Pengelolaan Data dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas pokok
menyusun instrument, pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data
kependidikan sekolah dan luar sekolah sebagai bahan perencanaan dan informasi
pendidikan dan memberikan layanan Kependidikan Sekolah dan Luar Sekolah
sesuai dengan kebutuhan.
(3) Dalam melaksakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini
Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai fungsi;
a. Menyusun program kerja Sub Bidang sesuai pedoman pelaksanaan tugas;
b. Membagi tugas kepada bawahan yang sesuai dengan bidangnya;
c. Memberi petunjuk kepada bawahan untuk kelancaran tugasnya;
d. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dan
pengembangan karir;

e. Menyusun instrument pengumpulan dan pengelolaan data kependidikan


sekolah dan luar sekolah;
f. Mengelolah dan menganalisis data kependidikan sekolah dan luar sekolah
sebagai bahan perencanaan pendidikan dan bahan informasi;
g. Menyajikan data kependidikan sekolah dan luar sekolah sebagai bahan
informasi;
h. Mengatur pengelolaan kamar data kependidikan sekolah dan luar sekolah;
i. Memberikan layanan kependidikan sekolah dan luar sekolah sesuai dengan
kebutuhan;
j. Melaksanakan tugas lain yang di berikan kepada Bidang perencanaan.
Pasal
(1) Seksi Monitoring dan Evaluasi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas pokok memantau,
mengendalikan, pelaporan, pengelolaan program rutin dan pembangunan dan
mengkordinasikan kegiatan pemeriksaan oleh aparat pemeriksa internal dan
eksternal terhadap kegiatan di lingkungan pendidikan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini
Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai pungsi:
a. Menyusun instrument monitoring dan pengendalian pelaksanaan rencana
program rutin dan pembangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
b. Memantau perkembangan pelaksanaan rutin dan pembangunan pendidikan
dalam sekolah dan pendidikan anak di usia dini (PAUD), untuk mengetahui
kesesuaian dengan perencana semula;
c. Memantau singkronisasi penggunaan dan pembangunan dari sumber ( Pusat,
Propinsi, Kabupaten/Kota dan masyarakat) sehingga tidak terjadi tumpang
tindi anggaran;
d. Menyusun instrument dan pelaporan pelaksaann dan program sesuai dengan
ketentuan yang berlaku;
e. Menganalisis data perkembangan pelaksanaan kegiatan pendidikan sebagai
bahan masukan atasan;
f. Menyusun konsep dan menyiapkan laporan bulanan, Triwulan dan tahunan
sesuai ketentuan yang berlaku;
g. Mempersiapkan dan mengkordinasikan kegiatan pemeriksaan yang di lakukan
oleh aparat pemeriksa internal dan eksternal terhadap kegiatan di lingkungan
Dinas;
h. Menyusun laporan seksi sesuai dengan hasil yang telah di capai sebagai
pertanggung jawaban pelaksaan tugas;
i. Melaksanakan tugas lain yang di berikan Kepala Bidang Perencanaan;
j. Memantau perkembangan pelaksanaan kegiatan baik rutin maupun
pembangunan baik anggaran APBD maupun APBN (Dekonstrasi) menyiapkan
instrument monitoring dan pengendalian pelaksanaan program pembangunan;
k. Menyiapkan harga satuan pokok kegiatan (HSPK) di lingkungan Dinas
Pendidikan Kota Prabumulih ke Pemerintah Kota Prabumulih.

Bagian Kesepuluh

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi


Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal
(1) Kepala Dinas Tenaga Kerja mempunyai togas pokok melaksanakan urusan
pemerintahan dibidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian berdasarkan asas
ekonomi dan pembantuan.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja mempunyai
fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis lingkup pelatihan dan produktivitas kerja,
penempatan kerja dan
pengembangan wilayah transmigrasi, pembinaan
hubungan industrial dan jaminan sosial ketenaga kerjaan, serta pengawasan
ketenagakerjaan;
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang pelatihan
dan produktifitas kerja, peempatan kerja da pegembagan wilayah transmigrasi,
pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta
pegawasan keteagakerjaan ;
c. Pembinaan dan pelaksanaan dibidang
pelatihan dan produktivitas kerja,
peempatan kerja dan pengembangan wilayah transmigrasi, pembinaan hubungan
industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta pengawasan
ketenagakerjaan ;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota Prabumulih sesuai dengan tugas
dan fungsinya ; dan
e. Pembinaan, monitoring dan evaluasi dan laporan penyelenggaraan kegiatan
Dinas Tenaga Kerja.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal
(1) Sekretaris mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas
Tenaga Kerja lingkup sekretariatan, untuk melaksanakan tugas pokok tersebut,
Sekretaris mempunyai fungsi :
a. Perencanaan penyusunan rencana kegiatan kesekretariatan ;
b. Pelaksanaan pelayanan administrasi kesekretariatan Dinas yang meliputi
administrasi umum dan kepegawaian, keuangan dan program ;
c. Pelaksanaan pengkoordinasian penyelenggaraan tugas-tugas bidang ;
d. Pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan perencanaan, evaluasi dan
pelaporan kegiatan Dinas ;
e. Pengkoordinasian penyelenggaraan tugas-tugas bidang ;
f. Pembinaan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan kesekretariatan;
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberiikan oleh atasan.

(2) Sekretaris membawahi Kepala Sub bagian Umum dan Kepegawaian, Sub bagian
Program dan pelaporan dan Sub bagian Keuangan dengan rincian tugas pokok dan
fungsinya sebagai berikut :
Pasal
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Sekretaris lingkup administrasi umum dan kepegawaian.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sub bagian Umum dan Kepegawaian
mempunyai fungsi :
a. Penyusunan bahan rencana dan program pengelolaan lingkup administrasi
umum dan kepegawaian ;
b. Pengelolaan administrasi umum yang meliputi pengelolaan naskah dinas,
penataan kearsipan Dinas, penyelenggaraan kerumahtanggaan Dinas,
pengelolaan perlengkapan dan administrasi perjalanan dinas ;
c. Pelaksanaan administrasi kepegawaian yang meliputi kegiatan penyusunan
rencana penyusunan bahan, pemrosesan, pengusulan dan pengelolaan data
mutasi, cuti, disiplin, pengembangan pegawai dan kesejahteraan pegawai ;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan ; dan
e. Evaluasi dan pelaporan lingkup administrasi umum dan kepegawaian.
Pasal
(1) Sub Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Sekretaris lingkup program dan pelaporan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sub Bagian Program dan Pelaporan
mempunyai fungsi :
a. Penyusunan bahan rencana dan program pengelolaan lingkup administrasi
program dan pelaporan ;
b. Pengelolaan administrasi program yang meliputi kegiatan penyusunan rencana,
penyusunan bahan, pemrosesan, pengusulan dan pengelolaan program,
koordinasi dan menyusun laporan kegiatan Dinas;
c. Pelaksanaan pengendalian program yang meliputi kegiatan penyusunan bahan
dan koordinasi penyusunan rencana dan program kegiatan Dinas ;
d. Pelaporan pelaksanaan lingkup pengelolaan administrasi program Dinas;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan .
Pasal
(1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas
Sekretaris lingkup Keuangan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sub Bagian keuangan mempunyai
fungsi :
a. Penyusunan bahan rencana dan program pengelolaan lingkup administrasi
keuangan ;

b. Pengelolaan administrasi keuangan yang meliputi kegiatan penyusunan dan


pengelolaan data anggaran, koordinasi pengelola dan pengendalian keuangan
dan menyusun laporan keuangan Dinas ;
c. Pelaksanaan verifikasi dan pengurusan pembendaharaan ;
d. Pelaporan pelaksanaan lingkup pengelolaan administrasi keuangan Dinas;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 3
Bidang Penempatan, Perluasan Kerja, Pelatihan Produktivitas Tenaga Kerja dan
Pengembangan Transmigrasi
Pasal
(1) Bidang Penempatan Perluasan Kerja, Pelatihan Produktivitas Tenaga Kerja dan
Pengembangan Transmigrasi mempunyai tugas pokok melaksanaakan sebagian
tugas Kepala Dinas lingkup Penempatan, perluasan kerja, pelatihan produktivitas
tenaga kerja dan pengembangan transmigrasi.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Bidang Penempatan perluasan kerja,
pelatihan produktivitas tenaga kerja dan pengembangan transmigrasi mempunyai
fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program lingkup penempatan, perluasan
kerja,
pelatihan kerja dan pengembangan transmigrasi ;
b. Penyusunan petunjuk teknis lingkup penempatan, perluasaan kerja, pelatihan
produktivitas tenaga kerja dan pengembangan transmigrasi ;
c. Pelaksanaan lingkup penempatan, perluasan kerja, pelatihan produktivitas
tenaga kerja dan pengembangan transmigrasi ;
d. Pengkajian rekomendasi, pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan
penempatan tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan transmigrasi ;
e. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup penyelenggaraan kegiatan
penempatan dan pelatihan produktivitas tenaga kerja dan pengembangan
transmigrasi.
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan ;
Pasal
(1) Seksi Informasi Pasar Kerja dan Perluasan Kerja mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas Bidang Penempatan, Perluasan Kerja Pelatihan
Produktivitas Tenaga Kerja dan Pengembangan Transmigrasi lingkup Informasi pasar
kerja, penempatan tenaga kerja dan perluasan kerja.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Seksi Informasi Pasar
Kerja dan Perluasan Kerja mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan dan penganalisaan data lingkup Informasi pasar kerja dan
perluasan kerja;
b. Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup Informasi pasar kerja dan perluasan
kerja ;

c. Pelaksanaan lingkup Informasi pasar kerja dan perluasan kerja yang meliputi
pendaftaran pencari kerja, penyediaan informasi lowongan kerja/bursa kerja ;
d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup informasi
pasar kerja dan
perluasan kerja ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Seksi Pembinaan Lembaga Latihan Kerja, Pelatihan dan produktivitas Kerja
mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Penempatan Tenaga
Kerja, Pelatihan dan Produktivitas kerja dan pengembangan Transmigrasi, lingkup
Pembinaan Lembaga Latihan kerja, Pelatihan dan produktivitas Kerja.
(2) Untuk melaksankan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Pembinaan
Lembaga Latihan Kerja, Pelatihan dan produktivitas Kerja mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan dan penganalisaan data lingkup pembinaan lembaga latihan kerja,
pelatihan dan produktivitas kerja ;
b. Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pembinaan Lembaga Latihan Kerja,
pelatihan dan produktivitas kerja ;
c. Pelaksanaan lingkup pembinaan lembaga latihan kerja. Pelatihan dan
produktivitas kerja yang meliputi inventarisasi lembaga latihan kerja, pelatihan
dan produktivitas kerja, pembinaan peningkatan kualitas lembaga latihan kerja &
pelatihan kerja, pembinaan peningkatan produktivitas kerja dan fasilitasi
pemagangan kerja didalam negeri dan luar negeri ;
d. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan lembaga
pelatihan ;
e. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup penyelenggaraan kegiatan
pembinaan lembaga latihan kerja, pelatihan dan produktivitas kerja ;
f. Pelaksanaan tugas yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Transmigrasi mempunyai
tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Penempatan Tenaga Kerja,
Pelatihan dan Produktivitas Kerja dan pengembangan Transmigrasi, lingkup
Penempatan tenaga kerja dan Pengembangan Transmigrasi.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Penempatan dan
Pengembangan Transmigrasi mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan dan penganalisaan data lingkup penempatan tenaga kerja dan
pengembangan transmigrasi ;
b. Penyusunan bahan perencanaan dan petunjuk teknis lingkup penempatan dan
pengembangan transmigrasi ;
c. Pelaksanaan lingkup penempatan tenaga kerja dan pengembangan transmigrasi
yang meliputi inventarisasi penempatan tenaga kerja dan potensi transmigrasi,
penyuluhan dan motivasi serta monitoring kondisi masyarakat eks transmigrasi ;
d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup penempatan tenaga kerja dan
pengembangan transmigrasi ;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.


Paragraf 4
Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pasal
(1) Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas lingkup
pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bidang Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program lingkup pembinaan dan pengembangan
hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan serta penyelesaian
perselisihan hubungan industrial ;
b. Penyusunan petunjuk teknis lingkup Pembinaan dan pengembangan hubungan
industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan serta penyelesaian perselisihan
hubungan industrial ;
c. Pelaksanaan lingkup pembinaan dan pengembangan hubungan industrial dan
jaminan sosial ketenagakerjaan serta penyelesaian perselisihan hubungan
industrial ;
d. Pengkajian rekomendasi, pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan
hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja ;
e. Pembinaan, monitoring evaluasi dan pelaporan lingkup pembinaan dan
pengembangan hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan serta
penyelesaian perselisihan hubungan industrial ;
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal
(1) Seksi pembinaan dan pengembangan hubungan industrial dan jaminan sosial
ketenagakerjaan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang
Pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Pembinaan dan
pengembangan hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan mempunyai
fungsi :
a. Pengumpulan dan penganalisaan data lingkup pembinaan dan pengembangan
hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan;
b. Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pembinaan dan pengembangan
hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan;
c. Pelaksanaan lingkup pembinaan dan pengembangan hubungan industrial dan
jaminan soaial ketengakerjaan yang meliputi fasilitasi penyusunan dan
pengesahan peraturan perusahaan, pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
dan Perjanjian Pekerjaan, Pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT),
pencatatan organisasi pekerja dan pengusaha dan verifikasi keanggotaan Serikat

Pekerja pembinaan kepesertaan jaminan sosial serta penyusunan usulan


penetapan upah minimum kota;
d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup pembinaan dan pengembangan
hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas Bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan
sosial ketenagakerjaan lingkup penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi penyelesaian
perselisihan hubungan industrial mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan dan penganalisaan data lingkup penyelesaian perselisihan
hubungan industrial ;
b. Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup penyelesaian perselisihan hubungan
industrial ;
c. Pelaksanaan lingkup penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang meliputi
pembinaan, pencegahan dan fasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan
industrial, mogok kerja dan penutupan perusahaan, pembinaan sumber daya
manusia dan lembaga penyelesaian perselisihan di luar pengadilan, penyusunan,
pengusulan formasi dan pembinaan mediator ;
d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup penyelesaian perselisihan
hubungan industrial ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Kepala Dinas lingkup pengawasan norma kerja serta pengawasan
kesehatan dan keselamatan kerja.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Bidang pengawasan
ketenagakerjaan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program lingkup pengawasan norma kerja serta
pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja ;
b. Penyusunan petunjuk teknis lingkup pengawasan norma kerja serta pengawasan
kesehatan dan keselamatan kerja ;
c. Pelaksanaan lingkup pengawasan norma kerja serta pengawasan kesehatan dan
keselamatan kerja ;
d. Pembinaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan lingkup pengawasan norma kerja
serta pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal

(1) Seksi Pengawasan norma kerja mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian
tugas bidang pengawasan ketenagakerjaan lingkup pengawasan norma kerja.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Seksi pengawasan norma
kerja mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan dan penganalisaan data lingkup pengawasan norma kerja ;
b. Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pengawasan norma kerja ;
c. Pelaksanaan lingkup pengawasan norma kerja yang meliputi penyuluhan,
pembinaan dan pengawasan pelaksanaan norma ketenagakerjaan , menerima
pengaduan, melakukan pengecekan ke lapangan dan menugaskan Penyidik
Pegawai Negeri Sipil dan melaksanakan koordinasi dengan instansi yang
berwenang dalam rangka penyelidikan, pemeriksaan, penindakan dan
penyelesaian sebagai tindak lanjut atas pelanggaran peraturan daerah dan
peraturan Walikota dibidang ketenagakerjaan ;
d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup pengawasan norma kerja ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal
(1) Seksi Pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas bidang pengawasan ketenagakerjaan lingkup
pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud seksi pengawasan kesehatan dan
keselamatan kerja mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan dan penganalisaan data lingkup Pengawasan Kesehatan dan
Keselamatan kerja ;
b. Penyusunan petunjuk teknis lingkup Pengawasan kesehatan dan keselamatan
kerja ;
c. Pelaksanaan lingkup Pengawasan Kesehatan dan Keselamatan kerja yang
meliputi pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan kesehatan dan
keselamatan kerja, pemeriksaan penggunaan instalasi/pesawat/mesin produksi
serta peralatan keselamatan kerja, pemeriksaan dan pengujian kondisi
lingkungan kerja di perusahaan serta penanganan kasus kecelakaan kerja ;
d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan lingkup pengawasan kesehatan dan
keselamatan kerja ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 4
UPTD
Pasal
(1) UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian
tugas Kepala Dinas dibidang latihan kerja. Untuk melaksanakan tugas pokok
dimaksud UPTD BLK mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana dan teknis operasional pelaksanaan latihan kerja ;

b. Pelaksanaan operasional Balai Latihan Kerja yang meliputi inventarisasi jenisjenis pekerjaan dan perusahaan, penyusunan kurikulum dan silabus pelatihan
tingkat mahir dan profesional ;
c. Pelaksanaan pelatihan tingkat mahir dan profesional ;
d. Pelaksanaan ketatausahaan UPTD BLK ;
e. Pelaksanaan pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan Balai
Latihan Kerja ;
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(2) Sub Bagian Tata Usaha UPTD BLK mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian
tugas Kepala UPTD BLK lingkup ketatausahaan, untuk melaksanakan tugas pokok
tersebut Sub Bagian Tata Usaha UPTD BLK mempunyai fungsi :
a. Perencanaan penyusunan rencana kegiatan ketatausahaan UPTD BLK ;
b. Pelaksanaan pelayanan administrasi ketatausahaan UPTD BLK yang meliputi
administrasi umum ;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan koordinasi dan pelaporan ;
d. Pelaksanaan urusan administrasi penyelenggaraan pelatihan ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Bagian Kesebelas
Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal

Bagian Kedua Belas


Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
Paragraf 1
Kepala Dinas

Pasal

KEPALA DINAS
(1) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh Kepala Dinas;
(2) Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas pokok
Membantu Walikota melaksanakan kewenangan otonomi daerah dalam rangka
pelaksanaan tugas desentralisasi di bidang Perhubungan Komunikasi dan
Informatika.
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala Dinas
Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mempunyai fungsi :
a. Perumusan Kebijakan teknis di bidang Perhubungan Komunikasi dan
Informatika.
b. Pelaksanaan pembinaan operasional di bidang Perhubungan Komunikasi dan
Informatika.
c. Pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Perhubungan Komunikasi dan
Informatika berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Walikota
berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
d. Pengendalian dan pengawasan teknis di bidang Perhubungan Komunikasi dan
Informatika.
e. Pelaksanaan pelayanan umum di bidang Perhubungan Komunikasi dan
Informatika sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Walikota
berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
f. Pengendalian dan pembinaan UPTD dalam lingkup tugasnya.
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsi Dinas.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal
(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris;
(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan, melaksanakan
penyusunan program dan perencanaan kepegawaian, keuangan, perlengkapan,
rumah tangga, kehumasan naskah dinas dan pelaporan.dan memberikan saran dan
pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang langkah-langkah dan kegiatan yang
perlu diambil dalam bidang tugasnya
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
sekretaris mempunyai fungsi :
a.
Penyiapan bahan dan koordinasi pelaksanaan penyusunan rencana
program kerja dan pelaporan.
b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian.
c. Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.
d. Pelaksanaan pengelolaan administrasi umum dan program.

e. Pelaksanaan urusan umum, rumah tangga, perlengkapan, naskah dinas,


kearsipan, kehumasan dan perjalanan dinas
(4) Sekretariat membawahi :
a. Subbag Kepegawaian;
b. Subbag Keuangan ;
c. Subbag Umum dan Program.
Pasal
(1) Sub Bagian Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian;
(2) Kepala Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas pokok Membantu sekretaris
dalam bidang tugasnya, memberikan saran dan pertimbangan kepada sekretaris
tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya
dan melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh sekretaris yang berkaitan
dengan tugas di bidangnya.;
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Kepegawaian mempunyai fungsi :
a.
Menerima dan mencatat surat-surat masuk di bidang kepegawaian
dan menyampaikannya kepada yang berkepentingan.
b.
Memperbanyak surat-surat kepegawaian menurut kebutuhan.
c.
Mengurus pengiriman surat-surat di bidang kepegawaian.
d.
Mengurus kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun pegawai
e.
Menyelenggarakan segala sesuatu yang diperlukan tentang urusan
kepegawaian.
f.
Menyimpan dan memelihara arsip yang berkaitan dengan
kepegawaian yang sedang dan yang sudah selesai pengurusannya.
Pasal
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian;
(2) Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok
Membantu sekretaris dalam bidang tugasnya, melaksanakan penyiapan bahan
penyusunan anggaran, pengelolaan administrasi keuangan, pembukuan. dan
melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh sekretaris dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana anggaran belanja rutin maupun pembangunan baik yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara maupun dari sumber lainnya.
b. Menyiapkan bahan dan menyusun verifikasi pemantauan pelaksanaan
anggaran.
c. Mengurus gaji dan dan honorarium pegawai
d. Menyelenggarakan tata usaha keuangan dan menyusun pertanggung
jawabannya dan pengamanan dokumen keuangan.
e. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh sekretaris.

Pasal
(1) Sub Bagian Umum dan Program dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian;
(2) Kepala Sub Bagian Umum dan Program mempunyai tugas pokok, membantu
Sekretaris dalam bidang tugasnya, menyelenggarakan segala sesuatu yang
diperlukan
tentang
urusan
kepegawaian,
umum
dan
program
dinas,menyelenggarakan administrasi persuratan, mengatur dan memelihara
kebersihan dan kenyamanan ruang kerja, menerima, menyimpan dan
mendistribusikan barang inventaris/habis pakai.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Umum dan Program mempunyai fungsi :
a. Menerima dan mencatat surat-surat masuk dan menyampaikannya kepada
bidang, subbag dan seksi yang berkepentingan.
b. Memperbanyak surat-surat menurut kebutuhan.
c. Membuat Surat Keputusan Kepala Dinas tentang kepanitiaan dan kepegawaian di
dinas
d. Melaksanakan pengarsipan dan pengiriman surat-surat
e. Menyelenggarakan inventaris barang-barang milik daerah di Dinas.
f. Menyimpan dan memelihara arsip yang sedang dan yang sudah selesai
pengurusannya.
g. Menyelenggarakan segala sesuatu yang diperlukan tentang urusan kepegawaian.
h. Menyelenggarakan penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian barangbarang inventaris/habis pakai.
i. Mengatur dan memelihara kebersihan ruang kantor.
j. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh sekretaris

Paragraf 3
Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal
(1) Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang;
(2) Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas pokok : Membantu
Kepala Dinas dalam bidang tugasnya, memberikan saran dan pertimbangan kepada
Kepala Dinas tentang langkah-langkah dan pertimbangan yang perlu diambil dalam
bidang tugasnya dan menyiapkan petunjuk teknis/kebijakan dibidang lalu lintas dan
angkutan Jalan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai Fungsi :
a. Menyiapkan perumusan kebijakan di bidang Lalu Lintas dan Keselamtan Jalan
b. Menyusun standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dibidang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan.
c. Penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis dibidang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
d. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

a.
b.
c.

e. Membuat surat rekomendasi permintaan izin usaha angkutan dan trayek serta izin
angkutan kepada Kepada Kepala Dinas.
f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
g. Melaksanakan tugas lain yang diberi oleh atasan.
(4) Bidang Lalu Lintas Angkutan membawahi:
Seksi Lalu Lintas;
Seksi Angkutan
Seksi Keselamatan Lalu Lintas;
Pasal
(1) Seksi Lalu Lintas dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Lalu Lintas mempunyai tugas pokok : membantu Kepala Bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan dalam bidang tugasnya, menyiapkan petunjuk
teknis/kebijakan di bidang lalu lintas, memberikan laporan, saran, dan pertimbangan
kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tentang langkah-langkah dan
tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Lalu Lintas mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data, penyusunan rencana, program dan pelaksanaan
kebijakan dan kewenangan dibidang lalu lintas angkutan jalan.
b. Penyusunan dan merumuskan pedoman standar, norma, kriteria dan prosedur di
bidang lalu lintas angkutan jalan.
c. Penyusunan dan penetapan rencana jaringan lalu lintas angkutan jalan.
d. Penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan jalan kota.
e. Penyelenggaraan menajemen dan rekayasa lalu lintas angkutan jalan dalam kota.
f. Penyusunan dan penyelenggaraan analisa dampak lalu lintas angkutan jalan
dalam kota.
g. Penentuan dan perizinan lokasi fasilitas jalan dalam kota.
h. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang lalu lintas angkutan jalan.
i. Memberikan saran dan pertimbangan terhadap dampak lalu lintas angkutan jalan
akibat perubahan tata guna lahan.
Pasal
(1) Seksi Angkutan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Angkutan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan dalam bidang tugasnya, membantu kepala bidang dalam
pelaksanaan tugas dibidang angkutan; merumusakan dan menyiapkan bahan dan
petunjuk teknis/kebijakan mengenai angkutan di jalan; memberikan laporan, saran,
dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dibidang
angkutan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Angkutan mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data, penyusunan program dan pelaksanaan kebijakan
dan kewenangan dibidang angkutan.

b. Penyusunan dan perumusan pedoman, standar, norma, kriteria dan prosedur


dibidang angkutan.
c. Penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan angkutan umum
yang wilayah pelayananannya dalam kota.
d. Penyusunan dan penetapan jaringan lalu lintas angkutan barang pada jaringan
jalan kota.
e. Penetapan wilayah operasi dan kebutuhan angkutan orang dan barang yang
pelayanannya dalam wilayah kota.
f. Pemberian rekomendasi, perizinan dan penataan terhadap angkutan orang dalam
trayek tetap dan tidak tetap serta angkutan barang dalam wilayah kota.
g. Penyusunan dan pengusulan penetapan tariff angkutan umum dalam kota.
h. Melaksanakan pengawasan dan bimbingan terhadap pelaksanaan kinerja
angkutan orang dan barang.
i. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang angkutan.
Pasal
(1) Seksi Keselamatan Jalan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Keselamatan Jalan mempunyai tugaspokok: Membantu Kepala Bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam bidang tugasnya, menyiapkan bahan dan
petunjuk teknis/kebijakan mengenai keselamatan di jalan; Merumuskan laporan,
saran, dan pertimbangan kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan jalan
tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Keselamatan Jalan mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data, penyusunan rencana dan program dan
pelaksanaan kebijakan dan kewenangan dibidang keselamatan jalan.
b. Penyusunan dan perumusan pedoman, standar, norma, kriteria dan prosedur
dibidang keselamatan jalan.
c. Penyelenggaraan pencegahan kecelakaan lalu lintas di jalan dalam wilayah kota.
d. Penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan dalam wilayah kota.
e. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data kecelakaan lalu lintas di wilayah kota.
f. Memberikan bimbingan dan penyuluhan keselamatan lalu lintas.
g. Pelaksanaan evaluasi, monitoring dan pelaporan dibidang keselamatan jalan.

Paragraf 4
Bidang Teknik Sarana dan Prasarana
Pasal
(1) Bidang
(2) Kepala
Kepala
Kepala

Teknik Sarana dan Prasarana dipimpin oleh seorang Kepala Bidang;


Bidang Teknik Sarana dan Prasarana mempunyai tugas pokok : Membantu
Dinas dalam bidang tugasnya, memberikan saran dan pertimbangan kepada
Dinas tentang langkah-langkah dan pertimbangan yang perlu diambil dalam

bidang tugasnya dan menyiapkan petunjuk teknis/kebijakan di bidang manajemen


rekayasa, sarana prasarana lalu lintas dan perkereta apian
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Bidang Teknik Sarana dan Prasarana mempunyai fungsi :
a. Merekayasa kebutuhan sarana dan prasarana Perhubungan.
b. Penyusunan rencana pembangunan sarana prasarana transportasi.
c. Menentukan titik lokasi penempatan prasarana perhubungan.
d. Memberikan pelayanan izin pengguna jalan (disfungsi) dan rekomendasi bidang
prasarana perhubungan.
(4) Bidang Teknik Sarana dan Prasarana membawahi:
a. Seksi Manajemen Rekayasa;
b. Seksi Sarana dan Prasarana;
c. Seksi Dampak Lalu Lintas.
Pasal
(1) Seksi Manajemen Rekayasa dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Manajemen Rekayasa mempunyai tugaspokok :Membantu Kepala
Bidang Teknik Sarana dan Prasarana, memberikan saran dan pertimbangan tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya dan menyiapkan bahan
dan petunjuk teknis/kebijakan mengenai manajemen dan rekayasa lalu lintas.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Manajemen Rekayasa mempunyai fungsi :
a. Merekayasa kebutuhan sarana dan prasarana lalu lintas.
b. Mengumpulkan, mengolah data, menyusunan rencana dan program di bidang
manajemen rekayasa lalu lintas
c. Memantau dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang
manajemen rekayasa lalu lintas.
d. Menyiapkan rekomendasi perizinan kepada Walikota terhadap pembuatan halte,
areal parkir, pembuatan jembatan penyeberangan, trotoar jalan dan analisis
dampak lau linta.
e. Membuat surat dispensasi kelas jalan dan penggunaan jalan diluar kepentingan
lalu lintas umum
Pasal
(1) Seksi Sarana dan Prasarana dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas pokok : Membantu Kepala
Bidang Teknik Sarana dan Prasarana, memberikan saran dan pertimbangan tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya dan menyiapkan bahan
dan petunjuk teknis/kebijakan mengenai sarana dan prasarana.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan inventarisasi secara berkala terhadap sarana prasarana jalan

b. Melaksanakan dan menyiapkan pengadaan, pemasangan,


pengawasan dan penghapusan perlengkapan jalan.

pemeliharaan,

Pasal
(1) Seksi Dampak Lalu Lintas dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Dampak Lalu Lintas mempunyai tugas pokok : Membantu Kepala
Bidang Teknik Sarana dan Prasarana, memberikan saran dan pbertimbangan kepada
Kepala Bidang tentang langkah-langkah dan pertimbangan yang perlu diambil dalam
bidang tugasnya dan menyiapkan bahan dan petunjuk teknis/kebijakan di bidang
perkeretaapian.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Dampak Lalu Lintas mempunyai fungsi :
a. Mengumpulakn dan mengolah data, menyusun rencana dan program di bidang
dampak lalu lintas.
b. Memberikan bahan pertimbangan atas pemberian izin perlintasan, pemotongan
dan persimpangan dengan jalan kereta api.
c. Pengkoordinasian, penertiban, dan penataan perlintasan sebidang.
d. Merekomendasikan setiap pembangunan, pemasangan papan reklame.
e. Menata dan menentukan titik nol pemasangan papan reklame.
f. Menyusun rencana kebutuhan pembangunan underpass, pelebaran pintu
perlintasan sebidang.

Paragraf 5
Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional
Pasal
(1) Bidang Pengawasan, Operasional dan Keselamatan dipimpin oleh seorang Kepala
Bidang;
(2) Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional mempunyai tugas pokok
:Membantu Kepala Dinas dalam bidang tugasnya, merencanakan, melaksanakan
pengendalian, pengawasan, penertiban, pembinaan, pendataan, inventarisasi
terhadap pelanggaran lalu lintas angkutan jalan, dan memberikan saran dan
pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang langkah-langkah yang perlu di ambil
dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Bidang Pengawasan, Operasional dan Keselamatan mempunyai Fungsi :
a. Pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan rencana dan program sektor
perhubungan darat di bidang operasional, pengawasan, dan keselamatan.
b. Pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan serta evaluasi pelaksanaan
tugas di bidang operasional.
c. Pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan serta evaluasi pelaksanaan
tugas di bidang pengawasan.

d. Pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan serta evaluasi pelaksanaan


tugas di bidang keselamatan
e. Merencanakan manajemen keselamatan lalu lintas
(4)

Bidang Pengawasan, Operasional dan Keselamatan membawahi:


a. Seksi Pengawasan dan Pengendalian;
b. Seksi Penyidikan dan Penindakan;
c. Seksi Patroli dan Pengawalan.
Pasal
(1) Seksi Pengawasan dan Pengendalian dipimpin oleh Seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas pokok : Membantu
Bidang Pengawasan dan Pengendalian dalam bidang tugasnya, memberikan saran
dan pertimbangan kepada Kepala Bidang tentang langkah-langkah dan pertimbangan
yang perlu diambil dalam bidang tugasnya, serta menyiapkan bahan dan petunjuk
teknis/kebijakan di bidang pengawasan dan pengendalian.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pengawasan dan Pengendalian mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data, penyusunan rencana dan program di bidang
pengawasan lalu lintas.
b. Melaksanakan pengawasan terhadap kondisi arus lalu lintas secara intensif.
c. Melaksanakan pengawasan terhadap perizinan angkutan orang/barang.
d. Melakukan pengaturan lalulintas secara intensif
Pasal

e.

(1) Seksi Penyidikan dan Penindakan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan l mempunyai tugas pokok : Membantu
Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional dalam bidang tugasnya,
memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang tentang langkah-langkah
dan pertimbangan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya dan menyiapkan bahan
dan petunjuk teknis/kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Penyidikan dan Penindakan mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data, penyusunan program di bidang angkutan jalan.
b. Melaksanakan pengendalian dan penindakan terhadap kendaraan umum dan
barang yang tidak memenuhi unsur keamanan, ketertiban, kelancaran lalu lintas.
c. Melaksanakan penyuluhan pada pengemudi angkutan orang dan barang di bidang
aturan yang berlaku yang berhubungan dengan lalu lintas angkutan jalan
d. Penyelenggaraan penanggulangan kecelakaan lalu lintas di jalan dalam wilayah
kota Prabumulih.
Melakukan inventarisasi pelanggaran Lalu Lintas Angkutan Jalan
f. Membuat surat rekomendasi perizinan kursus mengemudi.
Pasal

(1) Seksi Pengawalan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;


(2) Kepala Seksi Pengawalan mempunyai tugas pokok : Membantu Kepala Bidang
Pengawasan, Pengendalian dan Operasional dalam bidang tugasnya, memberikan
saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang tentang langkah-langkah dan
pertimbangan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya dan menyiapkan bahan dan
petunjuk teknis/kebijakan di bidang keselamatan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pengawalan mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data, penyusunan rencana dan program di bidang
pengawalan.
b. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait mengenai kegiatan pimpinan
daerah.
c. Melaksanakan pengawalan pimpinan daerah.
d. Membantu masyarakat yang memerlukan pengawalan secara intensif.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

Paragraf 6
Bidang Komunikasi dan Informatika
Pasal
(1) Bidang Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala Bidang;
(2) Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas pokok : Membantu
Kepala Dinas dalam bidang tugasnya, merencanakan, melaksanakan pengendalian,
pengawasan, pembinaan, pendataan, inventarisasi terhadap sarana komunikasi dan
informatika dan memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang
langkah-langkah yang perlu di ambil dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Bidang Komunikasi dan Informatika mempunyai Fungsi :
a. Standarisasi, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pembangunan
Informasi.
b. Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur jaringan.
c. Pengawasan pelaksanaan di Bidang Pos Telekomunikasi.
d. Perencanaan pengembangan sistem Informasi dan komunikasi.
e. Pengelolaan pendapat umum.
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(4) Bidang Komunikasi dan Informatika membawahi:
a. Seksi Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika;
b. Seksi Aplikasi dan Informatika;
c. Seksi Informasi , Komunikasi Publik
Pasal
(1) Seksi Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala
Seksi;

(2) Kepala Seksi Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika mempunyai tugas pokok :
Membantu Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika di bidang sumber daya
perangkat pos dan Informatika dan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan
standarisasi teknis di bidang sumber daya perangkat pos dan informatika.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan di bidang sumber daya, perangkat pos dan informatika;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya, perangkat pos dan informatika;
c. penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang sumber daya,
perangkat pos dan informatika;
d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sumber daya, perangkat pos
dan informatika;
e. pelaksanaan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi
Pasal
(1) Seksi Aplikasi dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Aplikasi dan Informatika mempunyai tugas pokok membantu Kepala
Bidang Komunikasi dan Informatika di bidang Aplikasi dan Informatika dan
merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang Aplikasi
dan Informatika.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Aplikasi dan Informatika mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan di bidang Aplikasi dan Informatika;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang Aplikasi dan Informatika;
c. penyusunan norma, standard an kriteria di bidang Aplikasi dan Informatika;
d. pemberian bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang Aplikasi dan Informatika;.
e. Pelaksanaan adminsitrasi sesuai dengan tugas dan fungsi.
Pasal
(1) Seksi Informasi , Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Informasi , Komunikasi Publik mempunyai tugas pokok membantu
Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika di bidang informasi , komunikasi publik;
dan merumuskan, melaksanakan kebijakan serta standarisasi teknis di bidang
Informasi , Komunikasi Publik dan hubungan masyarakat pemerintah.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Informasi , Komunikasi Publik mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan informasi , komunikasi publik dan hubungan masyarakat
pemerintah;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang informasi , komunikasi publik dan hiubungan
masyarakat pemerintah;
c. Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang Informasi ,
Komunikasi Publik dan hubungan masyarakat pemerintah;
d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang Informasi , Komunikasi Publik
dan hubungan masyarakat pemerintah.

e. pelaksanaan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi.

Paragraf 7
Unit Pelaksana Teknis Dinas
Pasal

a.
b.
c.

(1) Unit Pelaksana Teknis Dinas merupakan unsur pelaksana di bidang Informasi ,
Komunikasi Publik dan tehnis operasional.
(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, terdiri dari :
UPTD Terminal
UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor
UPTD Parkir
Pasal
(1) UPTD Terminal dipimpin oleh seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas .
(2) Kepala UPTD terminal mempunyai tugas pokok : membantu Kepala Dinas dalam
bidang tugasnya, menyiapkan bahan dan petunjuk teknis/kebijakan di bidang
terminal, memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang
langkah- langkah dan pertimbangan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
UPTD Terminal mempunyai fungsi :
a. Menyelenggarakan tata usaha keuangan dan menyiapkan pertanggung
jawabannya dan pengamanan dokumen keuangan.
b. Melakukan pengaturan terhadap kendaraan yang masuk ke dalam terminal.
c. Melakukan pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum yang ada di
terminal.
d. Menyelenggarakan inventarisasi barang-barang / perlengkapan yang ada di
terminal.
e. Mengatur pelaksanaan pemungutan retribusi setiap angkutan umum yang masuk
ke dalam terminal.
f. Mengatur kebersihan ruang kantor terminal
(4) Kepala UPTD Terminal membawahi Sub Bagian Tata Usaha Terminal
(5) Sub Bagian Tata Usaha UPTD Terminal dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha
(6) Tugas pokok Sub Bagian Tata Usaha UPTD Terminal : Membantu Kepala UPTD
terminal dalam bidang tugasnya dan memberikan saran dan pertimbangan kepada
Kepala UPTD terminal tentang langkah-langkah dan pertimbangan yang perlu diambil
dalam bidang tugasnya.
(7) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (6) pasal ini Kasubag
Tata Usaha UPTD Terminal mempunyai fungsi :
a. Membantu Kepala UPTD terminal dalam menyelenggarakan tata usaha keuangan
dan
b. Menyusun pertanggung jawabannya serta pengamanan dokumen keuangan.
c. Menerima dan mencatat surat masuk

d. Mengurus pengiriman surat


e. Menyelenggarakan inventarisasi barang-barang/perlengkapan yang ada di unit
terminal.
f. Menyimpan dan memelihara arsip yang sedang dan yang sudah selesai
pengurusannya.
g. Mengatur dan memelihara kebersihan ruang kantor terminal.
Pasal
(1) UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor dipimpin oleh seorang Kepala Unit Pelaksana
Teknis Dinas .
(2) Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas pokok : membantu
Kepala Dinas dalam bidang tugasnya;
menyiapkan bahan dan petunjuk
teknis/kebijakan di bidang pengujian kendaraan bermotor; memberikan saran dan
pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang langkah- langkah dan pertimbangan
yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan pengujian terhadap kendaraan bermotor dan menetapkan
kendaraan bermotor laik jalan.
b. Melaksanakan pengelolaan administrasi kendaraan bermotor laik jalan.
c. Menginventarisir barang-barang / perlengkapan yang ada di terminal.
a. Melaksanakan administrasi kendaraan bermotor laik jalan, administrasi
keuangan, pembukuan dan pelaporan sesuai dengan bidang tugasnya.
d. Melaksanakan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor di jalan bersama
dengan unsur terkait.
(4) Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor membawahi sub bagian tata usaha
UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor.
(5) Sub Bagian Tata Usaha Pengujian Kendaraan Bermotor dipimpin oleh Kepala
Subbagian tata Usaha.
(6) Subagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok: membantu Kepala UPTD PKB dalam
bidang tugasnya, membantu Kepala UPTD PKB dalam menyiapkan bahan dan
petunjuk teknis/kebijakan di bidang Pengujian Kendaraan Bermotor dan memberikan
saran dan pertimbangan kepada Kepala UPTD PKB tentang langkah-langkah dan
pertimbangan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya
(7) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (6) pasal ini
Kasubag Tata Usaha UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai fungsi:
a. Menyelenggarakan tata usaha keuangan dan menyusun pertanggung
jawabannya serta pengamanan dokumen keuangan.
b. Menerima dan mencatat surat-surat masuk dan menyampaikannya kepada
Kepala UPTD PKB.
c. Mengurus pengiriman surat-surat.
d. Menginventarisir barang-barang / perlengkapan yang ada di unit PKB.
e. Menyimpan dan memelihara arsip yang sedang dan yang sudah selesai
pengurusannya.
f. Mengatur dan memelihara kebersihan ruang kantor PKB.

Pasal
(1) UPTD Parkir dipimpin oleh seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas .
(2) Kepala UPTD Parkir mempunyai tugas pokok : membantu Kepala Dinas dalam
bidang tugasnya; menyiapkan bahan dan petunjuk teknis/kebijakan di bidang parkir;
memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang langkahlangkah dan pertimbangan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
UPTD Parkir mempunyai fungsi :
a. Menyelenggarakan tata usaha keuangan dan menyiapkan pertanggung
jawabannya dan pengamanan dokumen keuangan di bidang parkir.
b. Melakukan pengaturan terhadap parkir kendaraan bermotor di tempat-tempat
yang telah ditentukan.
c. Melakukan pengawasan terhadap parkir kendaraan di tempat-tempat yang telah
ditentukan.
d. Menyelenggarakan inventaris barang-barang/perlengkapan yang berkaitan dengan
parkir
(4) Kepala UPTD Parkir membawahi sub bagian tata usaha UPTD Parkir.
(5) Sub Bagian Tata Usaha UPTD Parkir dipimpin oleh Kepala Subbagian tata Usaha.
(6) Subagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok: membantu Kepala UPTD Parkir
dalam bidang tugasnya, membantu Kepala UPTD Parkir dalam menyiapkan bahan
dan petunjuk teknis/kebijakan di bidang Perpakiran dan memberikan saran dan
pertimbangan kepada Kepala UPTD Parkir tentang langkah-langkah dan
pertimbangan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya
(7) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (6) pasal ini
Kasubag Tata Usaha UPTD Parkir mempunyai fungsi:
a. Membantu Kepala UPTD parkir dalam menyelenggarakan tata usaha keuangan dan
menyusun pertanggung jawabannya serta pengamanan dokumen keuangan.
b. Menerima dan mencatat surat-surat masuk dan menyampaikannya kepada
Kepala UPTD parkir.
c. Mengurus pengiriman surat-surat.
d. Menyelenggarakan inventarisasi barang-barang/perlengkapan yang ada di unit
parkir
e. Menyimpan dan memelihara arsip yang sedang dan yang sudah selesai
pengurusannya

Bagian Ketiga Belas


Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman
Paragraf 1
Kepala Dinas
Pasal

(1) Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman dipimpin oleh seorang Kepala
Dinas.
(2) Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman mempunyai tugas pokok
memimpin, membina, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan Dinas dan
mengkoordinasikan penyusunan perencanaan serta merumuskan kebijakan teknis
dibidang kebersihan, pertamanan dan pemakaman.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Dinas mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan teknis dalam penyelenggaraan pemerintahan dibidang
kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang
kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dibidang
kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
d. membantu Walikota dalam pembinaan dan pengelolaan kebersihan, pertamanan
dan pemakaman;
e. merumuskan rencana program dan kegiatan dibidang kebersihan, pertamanan
dan pemakaman;
f. melaksanakan program dan kegiatan dibidang kebersihan, pertamanan dan
pemakaman;
g. mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan dibidang kebersihan,
pertamanan dan pemakaman;
h. melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan program dan kegiatan
dibidang kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
i. memberikan pertimbangan teknis atas izin reklame;
j. mengendalikan retribusi daerah dibidang kebersihan, pertamanan dan
pemakaman;
k. melaksanakan pembinaan pegawai dilingkungan Dinas;
l. melaksanakan pembinaan teknis dan administratif pada Unit Pelaksana Teknis
Dinas dan Pejabat Fungsional dilingkungan Dinas;
m. memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar sasaran dapat
dicapai sesuai dengan program kerja dan ketentuan yang berlaku;
n. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya;
p. menyampaikan laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan dibidang tugas
dan fungsinya kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal
(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris.

(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan rencana dan melaksanakan


urusan kesekretariatan meliputi surat menyurat, kepegawaian, rumah tangga dan
mengolah urusan keuangan serta pengumpulan data dan pelaporan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
Sekretaris mempunyai fungsi :
a. menyiapkan bahan perumusan rencana program dan kegiatan dibidang
kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
b. mengkoordinasikan urusan kesekretariatan, rumah tangga, perlengkapan,
hukum, organisasi dan tatalaksana serta hubungan masyarakat;
c. mengkoordinir pelaksanaan program dan kegiatan dilingkungan Dinas;
d. melaksanakan pengelolaan dan pelayanan administrasi umum untuk mendukung
kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas;
e. menyiapkan bahan pengendalian retribusi daerah dibidang kebersihan,
pertamanan dan pemakaman;
f. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
g. melaksanakan penyiapan perumusan rencana program dan kegiatan dibidang
kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
h. melaksanakan penyiapan koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan
dilingkungan Dinas;
i. menyelenggarakan administrasi umum, kepegawaian, keuangan dan
perlengkapan;
j. melaksanakan penyiapan bahan untuk pertimbangan teknis izin reklame;
k. melaksanakan penyiapan bahan untuk pengendalian retribusi daerah dibidang
kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
l. memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar sasaran dapat
dicapai sesuai dengan program kerja dan ketentuan yang berlaku;
m. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
n. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
o. melaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya;
p. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.

Pasal
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan
urusan umum, perlengkapan, hukum, organisasi dan tatalaksana, pelaksanaan
hubungan masyarakat, kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi:
a. melaksanakan urusan tata usaha, surat-menyurat, kearsipan, kepegawaian dan
pelengkapan;
b. melaksanakan kegiatan keprotokolan dan mengurus perjalanan Dinas serta
menyelenggarakan urusan keamanan dan kebersihan kantor;
c. menghimpun
dan mengelola data perlengkapan serta menyelenggarakan
analisis kebutuhan perlengkapan;

d. menyelenggarakan tata usaha, penyimpanan dan distribusi barang-barang


inventaris dan peralatan lainnya;
e. mengkoordinir penarikan retribusi daerah atas pelayanan jasa umum dibidang
kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
f. melaksanakan urusan rumah tangga, pemeliharaan perlengkapan, peralatan,
kebersihan dan ketertiban kantor;
g. menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
h. melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan
fungsinya.

Pasal
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Kepal Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok merencanakan,
malaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan
administrasi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Dinas.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi:
a. melaksanakan penatausahaan keuangan;
b. menyusun rencana anggaran rumah tangga Dinas dan mengelola administrasi
keuangan serta pertanggungjawaban keuangan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. menyiapkan bahan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran pendapatan,
belanja dan pembiayaan Dinas;
d. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Dinas ke pihak terkait;
e. melaksanakan koordinasi pengelolaan administrasi dan pertanggunjawaban
keuangan Dinas dengan sub unit kerja lain dilingkungan Dinas;
f. melaksanakan pengurusan gaji dan tunjangan serta tambahan penghasilan bagi
PNS dan Non PNS sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
g. menyiapkan bahan surat perintah membayar;
h. melaksanakan pengurusan keuangan dan melaksanakan control keuangan
secara periodik;
i. meneliti
dan
memverifikasi
kelengkapan
dokumen
pendukung
pertanggungjawaban keuangan;
j. menyiapkan dan menyusun laporan realisasi fisik dan keuangan pelaksanaan
program dan kegiatan Dinas secara berkala;
k. menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
l. melakukan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program kerja
pengelolaan keuangan dengan kepala bidang dilingkungan Dinas;
m. melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan
fungsinya.

Pasal

(1) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan dipimpin oleh seorang kepala Sub Bagian.
(2) Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas pokok
merencanakan, malaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas
pelayanan dan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program kerja Dinas.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai fungsi:
a. merumuskan kebijakan teknis dalam lingkup perencanaan Dinas;
b. menghimpun dan menyiapkan bahan untuk perumusan rencana strategis
dibidang kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
c. melaksanakan koordinasi perencanaan program dan kegiatan Dinas;
d. menghimpun data dan informasi sebagai bahan untuk
perumusan dan
penyusunan rencana program dan kegiatan tahunan, renjana kerja dan anggaran
dan perencanaan lainnya dibidang kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
e. menyusun rencana program dan kegiatan jangka menengah dan jangka panjang
dan inventarisasi permasalahan serta merumuskan langkah-langkah
pemecahannya;
f. menyusun laporan pelaksanaan program dan kegiatan Dinas;
g. mengumpulkan dan menghimpun data-data, hasil analisa dan penilaian yang
berkaitan dengan pengelolaan kebersihan, pertaman dan pemakaman serta
melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan
Dinas;
h. melakukan penyiapan data dan bahan untuk menyusun rencana kerja tahunan
(RKT) dan Renja serta Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan bahan perencanaan
lainnya;
i. melakukan penyiapan bahan dan penyusunan SAKIP, LPPD, LKPJ Walikota dan
laporan lainnya;
j. menggali dan mengembangkan program kerja yang aktual;
k. melaksanakan pembangunan, pengelolaan dan pengembangan data base
bidang kebersihan, pertamanan dan pemakaman;
l. menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
m. melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan
fungsinya.

Paragraf 3
Bidang Kebersihan
Pasal
(1) Bidang Kebersihan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Kebersihan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas
Dinas dibidang kebersihan.
(3) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Bidang
Kebersihan mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dibidang penyapuan,
pengangkutan sampah, pengolahan dan pemanfaatan sampah dan limbah serta
sarana prasarana kebersihan / persampahan;

b. Melaksanakan penyiapan bahan penyusunan perencanaan teknis dan


pengendalian penanganan kebersihan/persampahan;
c. Melakukan bimbingan dan mengkoordinir penyapuan, pengangkutan sampah dan
pemanfaatan sampah;
d. Menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana penanganan kebersihan dan
pengelolaan persampahan;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
f. memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar sasaran dapat
dicapai sesuai dengan program kerja dan ketentuan yang berlaku;
g. menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
h. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
i. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.

Pasal
(1) Seksi Kebersihan dan Pengawasan dipimpin oleh seorang kepala seksi.
(2) Kepala Seksi Kebersihan dan Pengawasan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pemantauan, pengawasan, pengedalian terhadap pengelolaan kebersihan,
menyusun rencana kegiatan Seksi Kebersihan dan Pengawasan dan melaksanakan
monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengelolaan kebersihan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Kebersihan dan Pengawasan mempunyai fungsi:
a. mengawasi pekerjaan kegiatan pembersihan semua sampah di kiri dan kanan
jalan, pasar, terminal, taman kota dan tempat tempat umum lainnya;
b. menetapkan rute dan jadwal penyapuan;
c. menyusun program peningkatan kwalitas kebersihan lingkungan;
d. mengkoordinir petugas kebersihan sapu jagad;
e. melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian pengolahan dan
pemanfaatan sampah baik oleh pemerintah maupun swasta/masyarakat;
f. melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk penanganan persampahan
dan melakukan sosialisasi/penyuluhan kebersihan;
g. menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
h. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
i. memberikan saran-saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang tentang
langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam seksi tugasnya;
j. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Pasal
(1) Seksi Pengangkutan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Pengangkutan Sampah mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengangkutan sampah, mengkoordinir pengangkutan sampah ke tempat

pembuangan akhir, menyusun rencana kegiatan Seksi Pengangkutan, melakukan


pengawasan dan pemantauan pengangkutan sampah dan melakukan monitoring dan
evaluasi pelaksanaan pengangkutan sampah.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pengangkutan mempunyai fungsi:
a. mengkoordinir pengangkutan sampah dari TPS ke TPA;
b. menetapkan rute dan jadwal pengangkutan sampah;
c. mengecek / mengawasi secara berkala tempat penampungan sementara sampah
(TPS);
d. menentukan titik-titik lokasi penempatan TPS dan sarana penampungan
sementara sampah lainnya;
e. menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
f. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
g. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
Pasal
(1) Seksi Sarana Prasarana Kebersihan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Sarana Prasarana Kebersihan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengelolaan sarana dan prasarana kebersihan, menyusun rencana kegiatan
pengadaan sarana dan prasarana kegiatan, melaksanakan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pengadaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kebersihan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Sarana Prasarana Kebersihan mempunyai fungsi:
a. menginventarisir, menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana
kebersihan seperti alat angkutan, kontiner, tong sampah, lahan TPS dan TPA dan
alat berat;
b. menyusun program seksi sarana dan prasarana kebersihan;
c. melaksanakan proses pengadaan sarana pendukung bidang kebersihan;
d. melaksanakan perawatan rutin, ringan dan berat sarana pendukung bidang
kebersihan;
e. melakukan pengawasan dan koordinasi dengan instansi yang terkait yang
berhubungan dengan prasarana dan sarana kebersihan;
f. memberikan saran-saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang tentang
langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam seksi tugasnya;
g. menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
h. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
i. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
Paragraf 4
Bidang Pertamanan
Pasal

(1) Bidang Pertamanan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.


(2) Kepala Bidang Pertamanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas
Dinas dibidang Pertamanan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Pertamanan mempunyai fungsi:
a. menyusun rencana Bidang Pertamanan sesuai dengan rencana kerja Dinas
b. melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan perencanaan
teknis pembangunan, peningkatan sarana dan prasarana pertamanan
c. melaksanakan pembinaan pengelolaan administrasi teknis pelaksanaan
pembangunan, peningkatan, sarana dan prasarana pertamanan
d. melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dibidang pertamanan,
penghijauan kota dan lampu hias serta sarana prasarana pertamananan;
e. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan perencanaan teknis dan pengendalian
pertamanan, keindahan dan kesejukan kota;
f. melaksanakan pembinaan dan mengkoordinir petugas-petugas bidang pengelolaan
pertamanan;
g. menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana pengelolaan pertamanan,
penghijauan kota dan lampu hias;
h. memberikan saran pertimbangan pada atasan dalam hal pertimbangan teknis izin
reklame;
i. mengkoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling
mendukung;
j. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pembangunan dan peningkatan sarana dan
prasarana pertamanan;
k. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
l. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya;
m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan kepada atasan.
Pasal
(1) Seksi Pertamanan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Pertamanan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan,
pembinaan dan pengawasan pertamanan, menyusun rencana program dan kegiatan
Seksi Pertamanan, melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan
pertamanan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pertamanan mempunyai fungsi:
a. menyusun rencana Seksi pertamanan sesuai dengan rencana kerja Dinas
b. menyusun pedoman teknis, pengawasan dan pengendalian mutu pada pekerjaan
konstruksi pertamanan
c. menyusun pedoman teknis pelaksanaan pembangunan peningkatan dan rehabilitasi
sarana pertamanan
d. melakukan inventarisasi kondisi, jumlah dan luas titik-titik taman dalam kota;
e. menyusun rencana pelaksanaan pemeliharaan taman,
f. melakukan perawatan rutin dan berkala pada titik-titik taman kota;
g. melakukan penataan dan pemotongan rumput-rumput dibahu jalan;

h. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan


karier;
i. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
j. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya;
Pasal
(1) Seksi Penghijauan dan Lampu Hias dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Penghijauan dan Lampu Hias mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengelolaan, pembinaan dan pengawasan penghijauan dan pemasangan lampu hias,
menyusun rencana program dan kegiatan Seksi Penghijauan dan Lampu Hias,
melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan penghijauan dan
pemasangan lampu hias.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Penghijauan dan Lampu Hias mempunyai fungsi:
a. melakukan survey dan pendataan titik-titik potensial dan layak untuk
pengembangan penghijauan kota dan pemasangan lampu hias untuk keindahan
kota;
b. menyusun dan melaksanakan rencana jalur penghjauan kota dan titik-titik yang
potensial pemasangan lampu hias;
c. melakukan inventarisir jumlah jalur dan jenis-jenis tanaman yang diperlukan
untuk penghijauan kota dan melakukan inventarisir jalur pemasangan lampu hias;
d. melaksanakan pembibitan tanaman hias dan penghijauan;
e. melakukan penanaman pohon penghijauan dan pemasangan lampu hias pada
titik-titik yang telah ditetapkan;
f. melakukan pengawasan terhadap penataan dan pemangkasan dahan pohon
penghijauan untuk tetap menjaga keasrian lingkungan;
g. melakukan peremajaan terhadap pohon penghijauan;
h. melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal penghijauan kota dan
lampu hias;
i. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
j. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
k. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
Pasal
(1) Seksi Sarana Prasarana Pertamanan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Sarana Prasarana Pertamanan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengelolaan sarana dan prasarana pertamanan, menyusun rencana kegiatan
pengadaan sarana dan prasarana pertamanan, melaksanakan monitoring dan
evaluasi pelaksanaan pengadaan dan pengelolaan sarana dan prasarana
pertamanan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi sarana Prasarana Pertamanan mempunyai fungsi:

a. melakukan pendataan sarana dan prasarana pertamanan yang sesuai kebutuhan


untuk mengetahui jumlahnya;
b. menginventarisir sarana dan prasarana pertamanan;
c. menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana bidang pertamanan seperti
mesin potong rumput, chainsaw, cangkul, parang, gunting kembang dan sarana
lainnya;
d. melaksanakan proses pengadaan sarana pendukung bidang pertamanan;
e. melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkala untuk
kelestariannya di bidang pertamanan;
f. Melakukan perbaikan terhadap mesin rumput, chainsaw, mesin pompa air, mesin
pompa air mancur dan alat-alat penunjang pertamanan lainnya yang masih laik
pakai;
g. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
h. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;

Bagian Kelima
Bidang Pemakaman
Pasal
(1) Bidang Pemakaman dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Bidang Pemakaman mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas
dibidang Pemakaman.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Bidang Pemakaman mempunyai fungsi :
a. melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dibidang penataan,
pembangunan, pemeliharaan dan perawatan TPU serta sarana prasarana
pemakaman;
b. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan perencanaan teknis dan
pengendalian dalam hal penataan, pembangunan, pemeliharaan dan perawatan
TPU serta sarana prasarana pemakaman;
c. melakukan bimbingan dalam hal pengelolaan dan penataan Tempat Pemakaman
Umum;
d. menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana dalam hal pengelolaan dan
penataan Tempat Pemakaman Umum;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
f. memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar sasaran dapat
dicapai sesuai dengan program kerja dan ketentuan yang berlaku;
g. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
h. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
i. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.

Pasal
(1) Seksi Penataan dan Pembangunan TPU dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Penataan dan Pembangunan TPU mempunyai tugas pokok
melaksanakan pembangunan, pengelolaan, pengawasan dan penataan tempat
pemakaman umum, menyusun rencana program dan kegiatan penataan dan
pembangunan tempat pemakaman umum, melaksanakan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan penataan dan pembangunan tempat pemakaman umum.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Penataan dan Pembangunan TPU mempunyai fungsi:
a. menyusun rencana program dan kegiatan tahunan pengelolaan, penataan dan
pembangunan tempat pemakaman umum;
b. merencanakan dan membangun tempat pemakaman umum yang dikelola
Pemerintah Daerah;
c. merencanakan penataan TPU baik yang dikelola Pemerintah Daerah maupun
TPU yang dikelola masyarakat;
d. menyusun pedoman teknis, pengawasan dan pengendalian pengelolaan tempat
pemakaman umum;
e. melakukan inventarisasi kondisi, jumlah dan luas lahan tempat pemakaman
umum;
f. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
g. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
Pasal
(1) Seksi Pemeliharaan dan Perawatan TPU dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Pemeliharaan dan Perawatan TPU mempunyai tugas pokok
melaksanakan pengelolaan, pengawasan dalam pemeliharaan dan perawatan tempat
pemakaman umum, menyusun rencana program dan kegiatan pemeliharaan dan
perawatan tempat pemakaman umum, melaksanakan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan pepemeliharaan dan perawatan tempat pemakaman umum.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pemeliharaan dan Perawatan TPU mempunyai fungsi:
a. menginventarisir jumlah, kondisi dan luas TPU yang ada;
b. menghimpun data data TPU yang ada;
c. merencanakan pemeliharaan dan perawatan TPU baik yang dikelola Pemerintah
Daerah maupun TPU yang dikelola masyarakat;
d. melaksanakan pemeliharaan dan perawatan TPU baik yang dikelola Pemerintah
Daerah maupun TPU yang dikelola masyarakat;
e. melaksanakan Pemeliharaan Sarana Penerangan / Lampu TPU;
f. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
g. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
h. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;

Pasal
(1) Seksi Sarana dan Prasarana Pemakaman dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pemakaman mempunyai tugas pokok
melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana pemakaman, menyusun rencana
kegiatan pengadaan sarana dan prasarana pemakaman, melaksanakan monitoring
dan evaluasi pelaksanaan pengadaan dan pengelolaan sarana dan prasarana
pemakaman.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi sarana Prasarana Pemakaman mempunyai fungsi:
a. menginventarisir, menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana bidang
pemakaman seperti mobil ambulan, keranda dan sarana pemakaman lainnya;
b. melaksanakan proses pengadaan sarana pendukung bidang pemakaman;
c. melaksanakan perawatan rutin, ringan dan berat sarana pendukung bidang
pemakaman;
d. melakukan pendataan sarana dan prasarana pemakaman yang dibutuhkan dan
yang telah tersedia;
e. melakukan pemeliharaan rutin dan berkala terhadap sarana dan prasarana
pemakaman;
f. menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan
karier;
g. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
h. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;
i. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
j. melaksanakan tugas kedianasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya;

BAB III
JABATAN FUNGSIONAL
Pasal
Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas sesuai
dengan Bidang Keahlian Tenaga Fungsional masing0masing berdasarkan Peraturan
Perundang-Undangan yang berlaku.

BAB IV
TATA KERJA
Bagian Pertama

Umum
Pasal
(1) Hal-hal yang menjadi tugas pokok Dinas daerah merupakan satu kesatuan yang satu
sama lain tidak dapat dipisahkan;
(2) Pelaksanaan fungsi Dinas sebagai unsur staf Pemerintah Daerah, kegiatan teknis
operasional diselenggarakan oleh bidang, seksi dan jabatan fungsional serta kegiatan
ketatausahaan diselenggarakan oleh secretariat dan sub bagian tata usaha menurut
bidang tugas masing-masing;
(3) Kepala Dinas baik teknis operasional maupun teknis administratif berada dibawah dan
bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dan dalam
menjalankan tugas pokoknya menyelenggarakan hubungan fungsional dengan
instansi lain yang berkaitan dengan fungsinya;
(4) Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkungan Dinas Daerah dalam melaksanakan
tugasnya menetapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
(5) Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkungan Dinas Daerah Wajib memimpin dan
memberikan bimbingan serta petunjuk pelaksanaan tugas kepala bawahannya.

Bagian Kedua
Pelaporan
Pasal
(1) Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkungan Dinas Daerah wajib mengikuti dan
mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masing-masing serta
memberikan laporan tepat pada waktunya;
(2) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan
dipergunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dan untuk memberikan
petunjuk kepada bawahan;
(3) Pengaturan mengenai jenis laporan dan penyampaian berpedoman kepada peraturan
Perundang-Undangan yang berlaku;

Bagian Ketiga
Hal Mewakili
Pasal
(1) Dalam hal kepala Dinas Daerah berhalangan, Kepala Dinas Daerah dapat menunjuk
Sekretaris;
(2) Dalam hal Sekretaris berhalangan, maka kepala Dinas Daerah dapat menunjuk
Kepala Bidang berdasarkan senioritas dan Kepangkatan.

Ditetapkan di Prabumulih
pada tanggal
2015
WALIKOTAPRABUMULIH,

Ir. H. RIDHO YAHYA, MM


Diundangkan di Prabumulih
pada tanggal
2015
SEKRETARIS DAERAH
KOTA PRABUMULIH,

Drs. H. DJOHARUDDIN AINI, MM