Anda di halaman 1dari 133

WALIKOTA PRABUMULIH

PERATURAN WALIKOTA PRABUMULIH


NOMOR
TAHUN 2015
TENTANG
URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA
LEMBAGA TEKNIS DAERAH KOTA PRABUMULIH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PRABUMULIH,
Menimbang

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 123


Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008 tentang
Pembentukan
Organisasi
Perangkat
Daerah
Kota
Prabumulih dan untuk memberikan pedoman bagi perangkat
Daerah di lingkungan Lembaga Teknis Pemerintah Kota
Prabumulih maka perlu disusun Tugas Pokok, Fungsi dan
Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Prabumulih;
bahwa berdasarkan pertimbangan Tugas Pokok, Fungsi dan
b. Tata Kerja Lembaga Teknis Dinas Kota Prabumulih
sebagaimana dimaksud huruf a di atas perlu ditetapkan
dengan peraturan Walikota Prabumulih.

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok


Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041),
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor
43 Tahun 2004 tentang Pokok-pokok Kepegawaian
(Lembaran Negara Republik Indonesia 1999, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3890);
2. Undang-undang
Nomor
6
Tahun
2001
tentang
Pembentukkan Kota Prabumulih (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 86, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4113);
3. Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 Nomor 59,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara


Nomor 4438);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4737);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4741);
7. Peraturan Daerah Kota Prabumulih Nomor 2 Tahun 2008
tentang Pembentukan Organisiasi Perangkat Daerah Kota
Prabumulih (Lembaran Daerah Kota Prabumulih Tahun 2008
Nomor 1 Seri D).
MEMUTUSKAN:
Menetapkan

PERATURAN WALIKOTA TENTANG URAIAN TUGAS


POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS
DAERAH KOTA PRABUMULIH.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini, yang dimaksud dengan:


1. Daerah adalah Kota Prabumulih;
2. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Prabumulih;
3. Walikota adalah Walikota Prabumulih;
4.
Wakil Walikota adalah Wakil Walikota Prabumulih;
5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota yang selanjutnya disingkat DPRD Kota
adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Prabumulih;
6. Sekretariat Daerah Kota adalah Sekretariat Daerah Kota Prabumulih merupakan
unsur pembantu pimpinan pemerintahan;
7. Sekretariat Daerah Kota adalah Sekretariat Daerah Kota Prabumulih;
8. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota adalah Sekretariat Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kota Prabumulih merupakan unsur pelayanan DPRD Kota
Prabumulih;
9. Lembaga Teknis Daerah adalah Lembaga Teknis Daerah dilingkungan Pemerintah
Kota Prabumulih yang berbentuk badan dan kantor merupakan unsur pelaksana

10.

11.
12.
13.
14.
15.

tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup oleh Sekretariat Daerah dan Dinas
Daerah;
Inspektorat adalah Inspektorat Kota Prabumulih merupakan salah satu perangkat
daerah yang melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan daerah Kota Prabumulih;
Inspektur adalah kepala inspektorat Kota Prabumulih;
Kepala Badan adalah Kepala Badan dilingkungan Pemerintah Kota Prabumulih;
Kepala Kantor adalah Kepala Kantor dilingkungan Pemerintah Kota Prabumulih;
Unit Pelaksana Teknis Badan atau UPTB adalah UPTB Kota Prabumulih merupakan
unsur pelaksana operasional Lembaga Teknis Daerah;
Unit Pelaksana Teknis Dinas atau UPTD adalah UPTD Kota Prabumulih merupakan
unsur pelaksana tugas Teknis Daerah;

BAB II
URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI
Bagian Pertama
Badan KB, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 2
(1)
(2)

(3)

Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di


pimpin oleh seorang kepala Badan
Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak yang mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam menyelenggarakan
pembinaan di bidang Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian
pelaporan.
Dalam melaksanakan tugas sebagiamana dimaksud ayat (2) diatas Kepala Badan
Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
mempunyai fungsi :
a. Memimpin Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (BKBPPPA) sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku,
b. Menyiapkan program kebijakan operasional sesuai dengan tugas Badan
Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(BKBPPPA),
c. Menetapkan kebijakan pelaksanaan tugas Badan Keluarga Berencana,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBPPPA) yang menjadi
tanggung jawabnya sesuai dengan pelimpahan kewenangan yang diterima
Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak

d. Membina dan melakukan kerjasama dengan instansi lain di Kota Prabumulih


e. Mempunyai fungsi dalam perumusan kebijakan operasional di bidang Badan
Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(BKBPPPA),
f. Mempunyai fungsi dalam pelayanan penunjang penyelenggara pemerintah kota
prabumulih di bidang Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak (BKBPPPA),
g. Melakukan Analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Badan
Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(BKBPPPA)
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 3
(1)
(2)

(3)

(4)

Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris.


Sekretaris mempunyai tugas pokok melaksanakan adminstrasi perkantoran,
perlengkapan, perbekalan, perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta
kepegawaian.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
sekretaris mempunyai fungsi:
a. Koordinasi penyusunan rencana, program ketenagaan dan penyusunan
laporan.
b. Pelaksanaan urusan surat menyurat, rumah tangga, perawatan dan
pemeliharaan, perlengkapan serta perbekalan.
c. Pelaksanaan perencanaan program dan anggaran serta pengelolaan keuangan.
d. Pelaksanaan penyelenggaraan adminstrasi kepegawaian.
Sekretaris membawahi :
a. Subbag Kepegawaian;
b. Subbag Perencanaan dan Keuangan;
c. Subbag Umum dan Perlengkapan Perbekalan.
Pasal 4

(1)
(2)
(3)

Sub bagian kepegawaian dipimpin oleh seorang kepala sub bagian,


Kepala Sub Bagian mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan kepegawaian.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
sub bagian kepegawaian mempunyai fungsi:
a.
Melaksanakan urusan administrasi kepegawaian
b.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
Pasal 5

(1)

Sub bagian perencanaan dan keuangan dipimpin oleh seorang kepala sub bagian.

(2)
(3)

Kepala Sub Bagian mempunyai tugas pokok merencanakan, menyusun, mengelola


dan mengendalikan keuangan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
sub bagian perencanaan dan keuangan mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan anggaran, pengelolaan dan
pengendalian keuangan.
b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 6

(1)
(2)

(3)

Sub bagian umum dan perlengkapan perbekalan dipimpin oleh seorang kepala sub
bagian
Kepala sub bagian umum dan perlengkapan perbekalan mempunyai tugas pokok
melaksanakan urusan perkantoran, pelayanan dan pengelolaan perlengkapan
perbekalan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas kepala
sub bagian umum dan perlengkapan perbekalan mempunyai tugas :
a. Melakukan pelayanan dan pengelolaan urusan perkantoran, pelayanan dan
pengelolaan perlengkapan perbekalan.
b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 3
Bidang Keluarga Berencana
Pasal 7

(1)
(2)

(3)

Bidang keluarga berencana dipimpin oleh seorang kepala bidang


Kepala Bidang Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok melaksanakan dan
mengendalikan penyelenggaraan program keluarga berencana serta kesehatan
reproduksi.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagimana ayat (2) diatas Kepala Bidang
Keluarga Berencana mempunyai tugas :
a. Pelaksanaan program peningkatan partisipasi pria, pembinaan remaja,
perlindungan hak-hak reproduksi, pemberian jaminan dan pelayanan keluarga
berencana,
penanggulangan
masalah
kesehatan
reproduksi
serta
kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak, KIE dan advokasi program KB serta
kesehatan reproduksi.
b. Pengendalian penyelenggaraan program peningkatan partisipasi pria,
pembinaan remaja, perlindungan hak-hak reproduksi, pemberian jaminan dan
pelayanan keluarga berencana, penanggulangan masalah kesehatan
reproduksi serta kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak, KIE dan advokasi
program KB serta kesehatan reproduksi;
c. Pengevaluasian pelaksanaan pengendalian program peningkatan partisipasi
pria, pembinaan remaja, perlindungan hak-hak reproduksi, pemberian jaminan
dan pelayanan keluarga berencana, penanggulangan masalah kesehatan

(4)

reproduksi serta kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak, KIE dan advokasi
program KB serta kesehatan reproduksi.
Bidang Keluarga Berencana membawahi :
a. Subbid Pengaturan Kelahiran dan Hak-Hak Reproduksi;
b. Subbid KIE dan Advokasi.
Pasal 8

(1)
(2)

(3)

Subbid pengaturan kelahiran dan hak-hak reproduksi dipimpin oleh seorang kepala
subbidang;
Kepala Subbid Pengaturan Kelahiran dan Hak-Hak Reproduksi mempunyai tugas
pokok melaksanakan dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan
pengendalian program peningkatan partisipasi pria, program remaja, hak-hak
reproduksi, jaminan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi serta penanggulangan
masalah kespro dalam kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut kepala subbid pengaturan kelahiran dan
hak-hak reproduksi mempunyai fungsi :
a.
Melaksanakan pengendalian program peningkatan partisipasi
pria, program remaja dan perlindungan hak-hak reproduksi melalui jalur
keluarga, sekolah dan tempat kerja.
b.
Melaksanakan jaminan pelayanan keluarga berencana dan
kesehatan reproduksi.
c.
Melaksanakan
penanggulangan
masalah
kesehatan
reproduksi dalam kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak melalui promosi serta
konseling
d.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 9

(1)
(2)
(3)

Subbid KIE dan Advokasi dipimpin oleh seorang kepala subbidang


Kepala Subbid KIE dan Advokas mempunyai tugas pokok memantapkan informasi
program melalui komunikasi informasi dan edukasi.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
subbid KIE dan advokasi mempunyai fungsi :
a. Menyiapkan dan memantapkan informasi program kepada pejabat pengambil
keputusan dan mensosialisasikan program dibidang keluarga berencana dan
kesehatan reproduksi.
b. Melaksanakan promosi dan KIE program KB, kesehatan reproduksi serta KRR
c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 4
Bidang Keluarga Sejahtera
Pasal 10

(1)

Bidang keluarga sejahtera dipimpin oleh seorang kepala bidang

(2)
(3)

(4)

Kepala Bidang keluarga sejahtera mempunyai tugas pokok melaksanakan dan


mengendalikan program ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas kepala
bidang keluarga sejahtera mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan program ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan
keluarga, pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan ketahanan
keluarga, peningkatan kualitas lingkungan keluarga, pengembangan institusi
dan peran serta masyarakat.
b. Pengendalian penyelenggaraan program ketahanan keluarga, peningkatan
kesejahteraan keluarga, pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan
ketahanan keluarga, peningkatan kualitas lingkungan keluarga, pengembangan
institusi dan peran serta masyarakat.
Bidang keluarga sejahtera membawahi:
a. Subbidang ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga
b. Subbidang institusi dan peran masyarakat
Pasal 11

(1)

Subbidang ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga dipimpin


oleh seorang kepala subbidang
(2) Kepala Subbid Ketahanan Keluarga dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga
mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok
catur bina dan keluarga sejahtera.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas kepala
subbid ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga mempunyai
fungsi:
a.Melaksanakan dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan program
ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga, pemberdayaan
ekonomi keluarga, pengembangan ketahanan keluarga dan peningkatan
kualitas lingkungan keluarga
b.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
Pasal 12
(1)
(2)

(3)

Subbidang institusi dan peran masyarakat dipimpin oleh seorang kepala subbidang
Kepala Subbid institusi dan peran masyarakat mempunyai tugas pokok
melaksanakan, mengevaluasi pengendalian program institusi dan peran serta
masyarakat melalui antar lembaga dan institusi lini lapangan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas kepala
subbid institusi dan peran masyarakat mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan
pengendalian program institusi dan peran serta masyarakat melalui kerjasama
antar lembaga dan institusi lini lapangan.
b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 5
Bidang Data, Informasi dan Pengendalian Penduduk
Pasal 13
(1)
(2)

(3)

(4)

Bidang Data Informasi dan Pengendalian Penduduk dipimpin oleh seorang Kepala
Bidang.
Kepala Bidang Data,Informasi dan Pengendalian Penduduk mempunyai tugas
pokok melaksanakan perencanaan, pencatatan, pelaporan, melaksanakan analisis
dan evaluasi program keluarga berencana serta keluarga sejahtera.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas Kepala
Bidang Data dan Informasi mempunyai fungsi :
a. Penerapan kebijakan, pengembangan system data dan informasi program serta
data mikro kependudukan dan keluarga.
b. Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data berbasis teknologi informasi
serta komunikasi.
c. Evaluasi pelaksanaan program dan penyebar luasan informasi berbasis
teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
d. Penerapan kebijakan pembangunan yang berwawasan kependudukan.
e. Pelaksanaan dan perencanaan pengendalian kuantitas penduduk, perumusan
parameter dan proyeksi kependudukan.
f. Menganalisa dampak pertambahan penduduk dan meningkatkan kerjasama
pendidikan kependudukan.
Bidang Data, Informasi Pengendalian Penduduk.
a. Subbidang Data,Informasi dan Pengendalian Penduduk.
b. Subbidang Data, Analisa dan Evaluasi.
Pasal 14

(1)
(2)

(3)

(1)
(2)

Subbid Data,Analisa dan Evaluasi dipimpin oleh seorang Kepala Subbidang.


Kepala Subbid Data, Analisa
dan Evaluasi yang mempunyai tugas pokok
melakukan dan mengevaluasi pelaksanaan
pengolahan data dan informasi
berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas kepala
subbid data,analisa dan evaluasi mempunyai fungsi :
a.
Mengkoordinir dan mengumpulkan pelaporan bulanan program
KB dan KS serta data hasil pendataan program KB dan KS.
b.
Mengevaluasi dan mengolah data berbasis teknologi informasi
serta komunikasi.
c.
Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan.
Pasal 15
Subbidang Pengendalian Kependudukan dan Penyebarluasan Informasi dipimpin
oleh seorang Kepala Subbidang.
Kepala Subbidang Pengendalian Kependudukan dan Penyebarluasan Informasi
mempunyai tugas pokok melakukan kajian dan evaluasi terhadap pengendalian

(3)

kuantitas penduduk, perumusan dan proyeksi penduduk serta menganalisa dampak


pertambahan penduduk dan meningkatkan kerjasama pendidikan kependudukan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas
Subbidang Pengendalian Kependudukan
dan Penyebarluasan Informasi
mempunyai fungsi :
a. Mengevaluasi dan menganalisa kegiatan program pengendalian kuantitas
penduduk, perumusan dan proyeksi penduduk.
b. Menganalisa dampak pertambahan penduduk.
c. Melaksanakan peningkatan kerjasama pendidikan kependudukan.
d. Penyebarluasan data informasi berbasis teknologi informasi serta komunikasi
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 6
Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Pasal 16

(1)

Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dipimpin oleh Kepala


Bidang,
(2) Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mempunyai
tugas pokok melaksanakan, mengendalian serta mengevaluasi Program
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas Kepala
Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mempunyai Fungsi :
a. Pelaksanaan program pemberdayaan perempuan, peningkatan peranan
perempuan dalam pembangunan, kesejahteraan dan perlindungan anak serta
peranan organisasi wanita, perlindungan hak-hak perempuan dan partisipasi
masyarakat.
b. Pengendalian program pemberdayaan perempuan, peningkatan peranan
perempuan dalam pembangunan, kesejahteraan dan perlindungan anak serta
peranan organisasi wanita, perlindungan hak-hak perempuan dan partisipasi
masyarakat.
(4) Bidang pemberdayaan perempuan membawahi :
a. Subbid Pemberdayaan Perempuan
b. Subbid Perlindungan Anak.
Pasal 17
(1)
(2)
(3)

Sub bidang pemberdayaan Perempuan dipimpin oleh seorang Kepala Sub bidang
Kepala Subbid mempunyai tugas pokok melaksanakan program peningkatan
peranan organisasi wanita dalam pembangunan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas kepala
subbid pemberdayaan Perempuan mempunyai fungsi:
a. Melaksanakan, mengendalikan serta mengevaluasi program dan kegiatan
pemberdayaan perempuan, peningkatan peranan perempuan dalam

pembangunan dan koordinasi peningkatan peranan organisasi wanita dalam


pembangunan.
b.
Melaksanankan tugas lain
yang diberikan oleh atasan.
Pasal 18
(1)
(2)

(3)

Sub bidang perlindungan anak dipimpin oleh seorang kepala Sub Bidang
Kepala Subbid Perlindungan Anak mempunyai tugas pokok melaksanakan,
mengendalikan dan mengevaluasi perlindungan hak anak, kesejahteraan dan
perlindungan anak serta partisipasi masyarakat didalam perlindungan terhadap
anak.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut kepala subbid perlindungan anak
mempunyaii fungsi:
a. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi perlindungan hak anak serta
partisipasi masyarakat dalam perlindugan terhadap Anak.
b. Melakukan pendampingan terhadap anak bermasalah yang menjadi korban
kekerasan fisik maupun psikis
c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 7
Kepala Unit Pelaksana Teknis
Pasal 19

(1)
(2)
(3)

Unit Pelaksana Teknis Badan dipimpin oleh seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis
Badan.
Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Badan Kecamatan mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas badan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaiman dimaksud ayat (2) diatas kepala
unit pelaksana teknis badan mempunyai fungsi :
a. Mengusulkan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala dan angka kredit bagi
penyuluh KB
b. Melaksanakan urusan administrasi kepegawaian di kecamatan
c. Menginventarisasi barang-barang milik Daerah/Negara di kecamatan
d. Melaksanakan kegiatan program keluarga berencana, keluarga sejahtera dan
pemberdayaan perempuan di kecamatan.
e. Berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan sector terkait dalam bidang
keluarga berencana, keluarga sejahtera dan pemberdayaan perempuan
f. Melaksanakan program peningkatan partisipasi pria, perlindungan remaja dan
perlindungan hak-hak reproduksi dan kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak
g. Melaksanakan pembinaan kegiatan KIE-KB, kesehatan reproduksi dan kegiatan
catur bina (BKB, BKR, BKL, dan BLK)
h. Melaksanakan kegiatan program pemberdayaan organisasi wanita,
perlindungan hak perempuan dan partisipasi masyarakat

i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.

Menumbuhkembangkan pemberdayaan perempuan, pemberdayaan organisasi


wanita, perlindungan hak perempuan dan partisipasi masyarakat.
Menumbuhkembangkan program organisasi perempuan yang ada di kecamatan
Pengawasan dan pemantauan terhadap penggunaan alat kontrasepsi
Melaksanakan pendataan keluarga dan mutasi data keluarga
Monitoring, evaluasi program dan pelaporan KB/KS
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan
Menyampaikan laporan kepada kepala badan mengenai tugas pekerjaan yang
telah dilaksanakan.
Paragraf 8
Subbagian Tata Usaha UPTB
Pasal 20

(1)
(2)

Sekretaris Unit Pelaksana Teknis Badan dipimpin oleh seorang Kasubbag tata
usaha.
Kasubbag tata Usaha Teknis Badan mempunyai tugas pokok melaksanakan
administrasi perkantoran, perlengkapan serta kepegawaian.
a. Pelaksanaan urusan surat menyurat, rumah tangga, perlengkapan dan
perbekalan.
b. Pelaksanaan penyelenggara administrasi kepegawaian.
Paragraf 9
Jabatan Fungsional
Pasal 21

(1)
(2)
(3)

Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga yang disebut penyuluh
lapangan Keluarga Berencana (PLKB);
Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) mempunyai tugas pokok sebagai
pelaksana, pengelola dan pengerak dalam KB nasional di Desa dan kelurahan.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut penyuluh lapangan Keluarga Berencana
mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan kegiatan program keluarga berencana, keluarga sejahtera dan
pemberdayaan perempuan di desa dan kelurahan.
b. Berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan sector terkait dalam bidang
keluarga berencana, keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan.
c. Melaksanakan program peningkatan partisipasi pria, perlindungan remaja dan
perlindungan hak-hak reproduksi serta kelangsungan hidup ibu, bayi, dan anak.
d. Melaksanakan pembinaan kegiatan KIE-KB, kesehatan reproduksi dan kegiatan
catur bina (BKB, BKR, BKL, dan BLK)
e. Menumbuhkembangkan pemberdayaan keluarga melalui usaha peningkatan
pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) dan kegiatan lainnya yang berkaitan
dengan ekonomi produktif.

f.

Melaksanakan kegiatan program pemberdayaan perempuan, pemberdayaan


organisasi wanita, perlindungan hak perempuan dan partisipasi masyarakat
g. Menumbuhkembangkan program organisasi perempuan yang ada di desa dan
kelurahan.
h. Pengawasan dan pemantauan terhadapat penggunaan alat kontrasepsi
i. Melaksanakan pendataan keluarga dan mutasi data keluarga
j. Monitoring, evaluasi program dan pelaporan KB/KS
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan
Bagian Kedua
Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Kelurahan/Desa
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 22
(1) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan PemerintahanKelurahan/Desa di pimpin oleh
seorang Kepala Badan.
(2) Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan PemerintahanKelurahan/Desa
mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam menyelenggarakan
Pemerintahan
di
bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
dan
PemerintahanKelurahan/Desa.
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan PemerintahanKelurahan/Desa mempunyai fungsi :
a. Perumusan dan penyiapan kebijakan pelaksanaan PemerintahanKelurahan/Desa;
b. Perumusan dan penyiapankebijakan pelaksanaan otonomi Desa dan peningkatan
pendapatan Desa;
c. Perumusan dan penyiapan kebijakan sosial budayamasyarakat;
d. Perumusan dan penyiapan kebijakan pelaksanaan usaha ekonomi masyarakat;
e. Perumusan dan penyiapan kebijakan pelaksanaan pemanfaatan sumber daya
alam;
f. Perumusan dan penyiapan kebijakan pelaksanaan pemanfaatan teknologi tepat
guna;
g. Pengkoordinasian penyusun program dibidang Pemberdayaan Masyarakat dan
PemerintahanKelurahan/Desa;
h. Pengevaluasian
pelaksanaan
program
Pemberdayaan
Masyarakat
PemerintahanKelurahan/Desa;
i. Pelaksanaan administrasi tata usaha.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 23

(1) Bagian sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas
melaksanakan pembinaan administrasi yang meliputi pengelolaan surat menyurat,
kepegawaian, keprotokolan, perlengkapan dan kerumahtanggaan, penyusunan
rencana kerja, pengelolaan dan pengendalian serta penatausahaan dan menyusun
laporan keuangan.
(2) Untuk melaksanakan tugas, Sekretariat mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.
Penyusunan kebijakan teknis dibidang ketatausahaan;
b.
Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan administrasi serta kearsipan;
c.
Pengelolaan urusan keprotokolan;
d.
Pengelolaan urusan administrasi kepegawaian;
e.
Pengelolaan urusan perlengkapan dan kerumahtanggaan;
f.
Pengelolaan urusan program kegiatan,penyusunan rencana kerja;
g.
Pengelolaan urusan keuangan.
(3) Sekretariat membawahi :
a. Subbag Umum dan Kepegawaian;
b. Subbag Keuangan;
c. Subbag Perencanaan dan Perundang-Undangan.
Pasal 24
(1) Sub Bagian Umum dan Pegawaian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian. Kepala Sub
Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan
administrasi surat menyurat, kearsipan, keprotokolan, urusan perlengkapan dan
rumah tangga serta administrasi kepegawaian.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana kerja sub bagian umum dan kepegawaian serta perlengkapan;
b. Mendistribusikan tugas, memberi petunjuk, memantau dan mengawasi
pelaksanaan bawahan/staf;
c. Mengatur pelaksanaan tugas ketatausahaan yang meliputi pengelolaan surat
menyurat, kearsipan dan administrasi;
d. Mengatur pelaksanaan kegiatan pengurusan rumah tangga yang meliputi
pemeliharaan kebersihan, keamanan, ketertiban, pelayanan tamu dan pelayanan
keperluannya;
e. Melaksanakan pengadaan, pemeliharaan dan pendistribusian alat perlengkapan,
alat tulis dan barang - barang inventaris lainnya dilingkungan badan;
f. Mengatur pelaksanaan kegiatan keprotokolan dan pengurus administrasi
perjalanan dinas;
g. Melaksanakan konsultasi kegiatan dengan unit kerja terkait;
h. Menyusun laporan kegiatan sub bagian umum, kepegawaian dan perlengkapan;
i. Memberikan penilaian kepada bawahan setiap akhir tahun dalam daftar penilaian
pelaksanaan (SKP);
j. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada sekretaris;
k. Menyusun usulan kenaikan pangkat, gaji, diklat, pensiun, kesejahteraan pegawai,
DUK, dan SKP;
l. Mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan daftar hadir dan absensi pegawai badan;

m.Mengatur pelaksanaan pengadministrasian urusan kepegawaian;


n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 25
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian. Kepala Sub Bagian
Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakanpengelolaan, pengendalian serta
penatausahaan dan menyusun laporan keuangan baik secara bulanan, triwulan,
semesteran dan tahunan sesuai dengan aturan yang berlaku.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai
fungsi:
a. Menyusun rencana kerja sub bagian keuangan;
b. Mendistribusikan tugas, petunjuk pelaksanaan tugas dilingkungan sub bagian
keuangan;
c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan/staf;
d. Mengendalikan dan memantau penggunaan dan realisasi anggaran rutin dan
pembangunan dilingkungan badan;
e. Mengkoordinasikan pelayanan informasi bidang keuangan kepada aparat
pengawasan fungsional dan menyusun tanggapan terhadap hasil pemeriksaan;
f. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi pejabat pada unit kerja;
g. Memberikan nilai kepada bawahan setiap akhir tahun dalam daftar penilaian
pelaksanaan pekerjaan (SKP);
h. Melakukan pengaturan surat menyurat yang menyangkut pengelolaan keuangan;
i. Menyiapkan bahan dan penyelesaian masalah perbendaharaan dan tuntutan ganti
rugi;
j. Melakukan penyusunan pelaporan realisasi anggaran sesuai dengan peraturan
yang berlaku;
k. Membuat laporan baik secara bulanan, triwulan, semester dan tahunan sesuai
dengan aturan yang berlaku;
l. Melaksanakan tugas - tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 26
(1) Sub Bagian Perencanaan dan Perundang- Undangan dipimpin oleh Kepala Sub
Bagian. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Perundang -Undangan mempunyai
tugas pokok melaksanakan penyusunan rencana kerja, pengelolaan data, informasi
serta menyusun laporan, monitoring dan evaluasi.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi:
a. Menyusun rencana strategis (Renstra) Badan;
b. Mendistribusikan tugas kebawahan/staf;
c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan/staf;
d. Menyusun rencana kerja Badan;
e. Menghimpun dan menyusun program dan perencanaan terhadap kegiatan Badan;
f. Menghimpun dan menyusun rencana kegiatan anggaran Badan;
g. Menghimpun dan menyusun rencana kegiatan perubahan anggaran Badan;

h. Melaksanakan monitoring dan evaluasi hasil program kegiatan Badan;


i. Menghimpun dan menyusun peraturan perundang - undangan beserta petunjuk
pelaksanaan untuk pedoman pelaksanaan tugas;
j. Melaksanakan koordinasi kepada sub bagian lainnya yang berada dibawah
koordinasi Sekretariat Badan;
k. Memberikan petunjuk pembuatan konsep naskah dinas dan surat - surat biasa
yang berhubungan dengan tugas;
l. Memberikan nilai kepada bawahan setiap akhir tahun dalam daftar penilaian
pelaksanaan pekerjaan ( SKP );
m.Memberikan petunjuk pembuatan naskah dinas dan surat - surat biasa yang
berhubungan dengan perencanaan dan produk hukum baik yang mengatur
kedalam maupun keluar Badan;
n. Memberikan saran dan pertimbangan hukum, menyusun, merencanakan dan
melaksanakan kegiatan dilingkungan Badan;
o. Melaksanakan tugas - tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan.
Paragraf 3
Bidang Pemerintahan Kelurahan/Desa
Pasal 27
(1) Bidang Pemerintahan Kelurahan/ Desa mempunyai tugas melaksanakan pembinaan
dan fasilitas penyelenggaraan Kelurahan / Desa, menyusun perencanaan teknis
penguatan kapasitas manajemen Kelurahan / Desa, memfasilitasi pelaksanaan
musyawarah pembangunan Kelurahan / Desa serta melakukan monitoring dan
evaluasi terhadap penggunaan dan pengendalian dana pembangunan Kelurahan /
Desa baik yang berasal dari Pemerintah maupun swasta serta penyelenggarakan
pembentukan, pemekaran, penggabungan dan penghapusan Kelurahan / Desa serta
penyelenggaraan, bimbingan dan pelatihan teknis Kelurahan / Desa.
(2) Untuk melaksanakan tugas, Bidang PemerintahanKelurahan / Desa mempunyai
fungsi sebagai berikut :
a.
Perumusan dan penyusun perencanaan teknis pembinaan dibidang
penyelenggaraan Kelurahan / Desa;
b.
Pembinaan dan fasilitas penyelenggaraan administrasi Kelurahan / Desa;
c. Pembinaan dan fasilitas penguatan kapasitas dan manajemen Kelurahan / Desa;
d.
Pembinaan dan fasilitas pelaksanaan musyawarah pembangunan
Kelurahan / Desa;
e.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan dan
pengendalian dana pembangunan Kelurahan / Desa baik yang berasal dari
Pemerintah maupun swasta;
f.
Pemantauan, pengendalian, pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan
Kelurahan;
g. Penetapan pedoman, pengelolaan keuangan dan aset Kelurahan;
h.
Pelaksanaan,
penyelenggaraan,
pembentukan,
pemekaran,
penggabungan dan penghapusan Kelurahan / Desa;
i.
Penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur Kelurahan / Desa;

j.
k.
l.

Pengkoordinasian & fasilitasi pengolahan data profil Desa/ Kelurahan;


Fasilitasi & monitoring pemilihan kepala Desa;
Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan bidang
pemerintah Desa& menyiapakan bahan dalam penyelesaian masalah;
m.
Memberikan saran & pertimbangan kepada atasan tentang langkah langkah yang perlu diambil dalam pelaksanaan kegiatan;
n.
Merumuskan pedoman pelaksanaan fasilitasi & pembinaan ADD & APBD.
(3) Bidang Pemerintahan Kelurahan/ Desa membawahi :
a. Subbid Aparatur Pemerintahan Kelurahan/Desa
b. Subbid Pendapatan dan Kekayaan Kelurahan/Desa.
Pasal 28
(1)

Sub Bidang Aparatur PemerintahanKelurahan / Desa


dipimpin oleh Kepala Sub Bidang. Kepala Subbid Aparatur PemerintahanKelurahan /
Desa mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, fasilitasi, monitoring dan
evaluasi terhadap pelaksanaan PemerintahanKelurahan / Desa.
(2)
Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Subbid
Aparatur PemerintahanKelurahan / Desa mempunyai fungsi :
a. Melaporkan hasil bidang pemerintah Kelurahan / Desa guna memberikan usul
saran kepada atasan demi kelancaran tugas;
b. Membagi tugas kepada bawahan supaya tugas - tugas bidang
PemerintahanKelurahan / Desa;
c. Menyediakan dan menyusun peraturan perundang - undangan beserta petunjuk
untuk pelaksanaan tugas kasubbid PemerintahanKelurahan / Desa;
d. Merencanakan operasional kegiatan bidang PemerintahanKelurahan / Desa baik
secara bulanan, tahunan maupun insidential;
e. Memberi petunjuk dan bimbingan bawahannya dalam pelaksanaan tugas - tugas
dinas sehari - hari;
f. Mengevaluasi tugas bawahan selanjutnya memberikan nilai kepada bawahan
setiap akhir tahun yang dicantumkan pada SKP;
g. Mengatur tugas - tugas sub bidang PemerintahanKelurahan / Desa dan unit kerja
terkait untuk terciptanya kelancaran tugas;
h. Memberikan petunjuk tentang pembuatan konsep naskah dinas dan surat - surat
biasa yang berhubungan dengan tugas - tugas PemerintahanKelurahan/Desa;
i. Mengevaluasi, meneliti, mempelajari dan menyelesaikan permasalahan yang
berhubungan dengan PemerintahanKelurahan / Desa;
j. Menyampaikan pedoman, petunjuk teknis penyelenggaraan administrasi
PemerintahanKelurahan / Desa;
k. Melaksanakan tugas - tugas yang diberikan oleh atasan.
Pasal 29
(1)

Sub Bidang Pendapatan dan Kekayaan Kelurahan /


Desadipimpin oleh Kepala Sub Bidang. Kepala Sub Bidang Pendapatan dan
Kekayaan Kelurahan / Desa mempunyai tugas pokok meyiapkan bahan penyusunan

kebijakan, pedoman dan juknis di pendapatan belanja Kelurahan / Desa, inventarisasi


potensi dan kekayaan Kelurahan/Desa, pembinaan kekayaan Kelurahan / Desa,
mengkoordinasi pembinaan dan pemantauan terhadap penyusunan anggaran dan
belanja Kelurahan / Desa.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Subbid. Pendapatan dan Kekayaan
Kelurahan / Desa mempunyai fungsi :
a.
Mencari, mengumpul, menghimpun dan
mengelola data serta informasi yang berhubungan dengan bidang pendapatan dan
kekayaan Kelurahan / Desa;
b.
Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan
pedoman dan petunjuk teknis di bidang pendapatan dan kekayaan
Kelurahan/Desa;
c.
Menginventarisasi
permasalahan
permasalahan yang berhubungan dengan bidang pendapatan dan kekayaa Desa
dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah;
d.
Mengumpulkan bahan dan data tentang
kekayaan kelurahn/Desa serta menyiapkan bahan penyuluhan serta petunjuk
teknis pembinaan;
e.
Melaksanakan pembinaan inventaris kekayaan
serta tata cara penggunaan dan perubahan status serta kekayaan Kelurahan /
Desa;
f.
Mengadakan pembinaan dan pemantauan
terhadap penyusunan APBD;
g.
Membuat laporan hasil pekerjaan Kasubbid
pendapatan dan kekayaan Kelurahan / Desa dan selanjutnya memberikan saran
kepada atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
h.
Membagi tugas kepada bawahan supaya tugas
- tugas dapat terlaksana dengan baik, serta merencanakan kegiatan bulanan
maupun tahunan;
i.
Menghimpun
dan
menyusun
peraturan
perundang - undangan beserta petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk pedoman
pelaksanaan tugas sub bidang pendapatan dan kekayaan Kelurahan / Desa;
j.
Melaksanakan koordinasi kepada sub bidang
lain yang terkait untuk kelancaran tugas;
k.
Memberikan nilai kepada bawahan setiap akhir
tahun dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (SKP);
l.
Melaksanakan koordinasi kepada sub bidang
lain yang terkait untuk kelancaran tugas;
m.
Melaksanakan tugas - tugas kedinasan lainnya
yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 4
Bidang Ketahanan dan Sosial Budaya

Pasal 30

(1) Bidang Ketahanan dan Sosial Budaya mempunyai


tugas melaksanakan
pembinaan, fasilitasi,supervisi,monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap
pengembangan sosial budaya masyarakat, swadaya gotong royong masyarakat dan
pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), anak dan remaja.
(2) Untuk melaksanakan tugas Bidang Ketahanan dan Sosial Budaya mempunyai fungsi
sebagai berikut :
a.
Perumusan dan penyusunan rencana teknis pemberdayaan adat dan
pengembangan sosial budaya masyarakat;
b.
Pembinaan dan fasilitas pemberdayaan adat dan pengembangan sosial
budaya masyarakat;
c. Fasilitasi danmotivasi peningkatan swadaya gotong royong masyarakat;
d. Pembinaan,fasilitas, pemantauan dan pengawasanterhadap penyelenggaraan
pemberdayaan kesejahteraan keluarga, anak dan remaja.
(3) Bidang Ketahanan dan Sosial Budaya membawahi :
a. Sub Bidang Kelembagaan Masyarakat dan Adat
b. Sub Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Pasal 31
(1) Sub Bidang Kelembagaan Masyarakat dan Adat dipimpin oleh Kepala Sub Bidang.
Kepala Subbid Kelembagaan Masyarakat dan Adat mempunyai tugas pokok
melaksanakan pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan dan pengembangan lembaga
adat, sosial budaya masyarakat dan memotivasi swadaya gotong royong masyarakat.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Subbid. Kelembagaan Masyarakat dan
Adat mempunyai fungsi :
a. Membantu Kabid. Ketahanan dan Sosial Budaya dalam bidang tugasnya;
b. Pendistribusian tugas kepada bawahan/staf;
c. Pemantauan, pengawasan dan pengevaluasian pelaksanaan tugas bawahan/staf:
d. Menyusun konsep pedoman dan petunjuk teknis tentang pengembangan adat,
budaya dan tradisi masyarakat;
e. Merencanakan dan menyusun tugas - tugas kelembagaan masyarakat dan adat;
f. Menginventarisasi kelembagaan masyarakat dan adat Kelurahan / Desa;
g. Melaksanakan bimbingan dan pembinaan secara continue terhadap kelembagaan
masyarakat dan adat Desa /Kelurahan untuk dijadikan bahan kajian untuk
pemecahan masalah;
h. Melaksanakan penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat Desa/Kelurahan
khususnya dalam usaha kegiatan PKK, LPMD/K, KPM dan lain - lain;
i. Mengadakan pemantauan dan evaluasi terhadap pihak semua kinerja
kelembagaan masyarakat dan adat;
j. Mengadakan koordinasi secara horizontal untuk menyapaikan masalah
peningkatan pemberdayaan kesejahteraan keluarga;
k. Membina menyelenggarakan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM);
l. Melaksanakan tugas - tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 32

(1) Sub Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dipimpin oleh Kepala Sub
Bidang. Kepala Subbid.Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas
pokok melaksanakan pembinaan, pemantauan terhadap peningkatan kesejahteraan
keluarga anak dan remaja serta pemberdayaan masyarakat miskin.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Subbid.mempunyai fungsi :
a. Membantu Kabid. Ketahanan dan Sosial Budaya dalam bidang tugasnya;
b. Menyusun rencana kerja sub bidang pengembangan SDM;
c. Mendistribusikan tugas, memberikan petunjuk, memantau dan mengevaluasi
pelaksaan kegiatan bawahan/staf;
d. Menyusun program pembinaan peningkatan pengetahuan, keterampilan pada
kegiatan pemberdayaan masyarakat, PKK, LPM dan lain - lain;
e. Menyusun konsep pedoman dan petunjuk teknis tentang pemberdayaan
masyarakat;
f. Melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengevaluasi serta menyusun laporan
program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri;
Paragraf 5
Bidang Usaha Ekonomi dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna
Pasal 33
(1) Bidang Usaha Ekonomi dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas
melaksanakan pembinaan dan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat miskin,
peningkatan usaha ekonomi masyarakat serta pemanfaatan dan pemasyarakatan
Teknologi Tepat Guna.
(2) Untuk melaksanakan tugas Bidang Usaha Ekonomi dan Pemanfaatan Teknologi
Tepat Guna mempunyaifungsi sebagai berikut :
a.
Penyusun Rencana Teknis dan fasilitas program peningkatan usaha
ekonomi masyarakat;
b.
Pemberdayaan masyarakat miskin;
c.
Pembina dan fasilitas pengembangan kelompok usaha kecil;
d.
Peningkatan dan fasilitas pengembangan sarana dan prasarana
pendukung usaha ekonomi masyarakat;
e.
Pembina dan fasilitas pemberian bantuan usaha ekonomi masyarakat;
f.
Pemantauan, pengendalian dan pengawasan terhadap penyelenggaraan
peningkatan usaha ekonomi masyarakat;
g.
Pembinaan, fasilitas, supervisi kebutuhan dan pemanfaatan Teknologi
Tepat Guna;
h.
Penyelenggaraan Pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna.
(3) Bidang Usaha Ekonomi dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna membawahi :
a. Sub Bidang Bantuan Pembangunan
b. Sub Bidang Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat.
Pasal 34

(1) Sub Bidang Bantuan Pembangunan dipimpin oleh Kepala Sub Bidang. Kepala
Subbid.Bantuan Pembangunan mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan
masyarakat pembangunan, memfasilitasi peningkatan partisipasi masyarakat dalam
penyediaan, pemeliharaan, pemanfatan sarana dan prasarana. Melaksanakan
monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan dan penyediaan dana
pembangunan Kelurahan / Desa baik dana dari pemerintah maupun swasta. Serta
pelayanan informasi data profil dan proyek masuk Kelurahan / Desa, sebagai modal
dasar pembangunan.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok kepala subbid bantuan pembangunan mempunyai
fungsi :
a. Membantu usaha ekonomi keluarga dan masyarakat dan pemanfaatan Teknologi
Tepat Guna (TTG) dalam bidang tugasnya;
b. Perumusan rencana kerja sub bidang bantuan pembangunan;
c. Pendistribusian tugas kepada bawahan;
d. Pemantauan pengawasan dan pengevaluasian pelaksanaan tugas bawahan/staf;
e. Penyusunan laporan pelaksanaan tugas bidang bantuan pembangunan;
f. Mengadakan pembinaan dan pelatihan pembangunan Kelurahan / Desa;
g. Melaksanakan koordinasi dengan dinas instansi/unit kerja bidang tugas bantuan
pembangunan;
h. Mengembangan
partisipasi
masyarakat
dalam
penyediaan
pemilihan
pembangunan dan akses terhadap kebutuhan pembangunan dalam masyarakat;
i. Menyusun laporan pelaksanaan tugas sub bidang bantuan pembangunan;
j. Melaksanakan tugas dinas yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang
tugas dan fungsinya.
Pasal 35
(1) Sub Bidang Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat dipimpin oleh Kepala Sub
Bidang. Kepala Subbid.Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat mempunyai tugas
pokok melaksanakan pembinaan dan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat
miskin, pengembangan, pemanfaatan dan memasyarakatkan Teknologi Tepat Guna
(TTG).
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Subbid.Usaha Ekonomi Keluarga dan
Masyarakat mempunyai fungsi :
a. Membantu kepala bidang usaha ekonomi dan pemanfaatan TTG dalam bidang
tugasnya;
b. Membuat rencana kerja sub bidang usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
c. Menyusun rencana kerja sub bidang usaha ekonomi keluarga dan masyarakat ;
d. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas bawahan/ staf;
e. Memantau, mengawasi kegiatan bawahan/staf;
f. Mengkoreksi dan menjalankan konsep pedoman dan petunjuk teknis tentang
peningkatan peranan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
g. Menyusun program pembinaan dan peningkatan peran usaha ekonomi keluarga
dan masyarakat;
h. Memeriksa dan menganalisa data permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan
usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;

i. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan pejabat terkait dalam rangka


pembinaan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
j. Mengarahkan dan membina masyarakat Kelurahan / Desa agar berwirausaha;
k. Menginformasikan masalah - masalah dan solusi pemecahannya;
l. Melaksanakan tugas - tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan;
m. Mengadakan pendataan, pembinaan, pelatihan tentang usaha ekonomi keluarga
dan masyarakat Kelurahan / Desa;
n. Monitoring pengendalian pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan
peningkatan ekonomi masyarakat.
Bagian Ketiga
Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 36
(1) Kepala Badan mempunyai tugas membantu Walikota dalam penyelenggaraan
pemerintah kota dibidang kesatuan bangsa dan politik :
a. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Walikota;
b. kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana
Pemerintah Kota Prabumulih dibidang kesatuan bangsa dan politik.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Badan
menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan kebijakan dibidang kesatuan bangsa dan politik;
b. melaksanakan fasilitasi organisasi politik dan organisasi sosial;
c. menyusun norma standar, prosedur dan kriteria dibidang kesatuan bangsa dan
politik;
d. memberikan bimbingan teknis dan evaluasi dibidang kesatuan bangsa dan politik;
e. melaksanakan kegiatan tata usaha, urusan umum, perencanaan, kepegawaian,
keuangan;dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 37
(1) Sekretariat mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan

penyusunan perencanaan dan pelaporan, keuangan, kepegawaian dan memberikan


pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Prabumulih.

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat

menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan perencanaan dan program dibidang kesatuan bangsa dan politik;
b. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran, pengelolaan keuangan;
c. mengelola tata usaha dan administrasi kepegawaian;
d. mengelola urusan rumah tangga, perlengkapan, pemeliharaan dan keamanan
kantor serta perjalanan dinas;
e. melaksanakan urusan administrasi persuratan dan kearsipan;dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Sekretariat Badan terdiri atas :
a. Sub Bagian Perencanaan.
b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
c. Sub Bagian Keuangan.
Pasal 38
(1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan
penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan
laporan kinerja.
(2) Sub bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) menyelenggarakan fungsi :
a. mengumpul, mengolah data dan menghimpun data kegiatan untuk bahan
penyusunan perencanaan program dan pelaporan serta anggaran, penyiapan
informasi;
b. mengevaluasi dan Menyusun laporan kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Kota Prabumulih; dan
c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

Pasal 39
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan tata usaha
pimpinan, persuratan dan arsip, perlengkapan dan rumah tangga serta koordinasi
peraturan Perundang - undangan dan kepegawaian.
(2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud dalan ayat (1) menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan administrasi surat menyurat serta
kearsipan;
b. menyelenggarakan administrasi barang inventaris, urusan perlengkapan dan
rumah tangga kantor;
c. mengelola perlengkapan dan pengadaan barang;
d. melaksanakan urusan sandi, telekomunikasi, humas dan keprotokolan;

e. melaksanakan administrasi kepegawaian dalam bidang formasi pegawai,


pengangkatan status kepegawaian, kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat,
penyesuaian pangkat, pemindahan pegawai, cuti dan tugas/izin belajar;
f. menghimpun dan menyusun data mutasi pegawai untuk validasi dan
kepegawaian;
g. menyiapkan bahan usulan pemberian penghargaan/tanda jasa, hukuman, disiplin,
pemberhentian pegawai dan pensiun;
h. menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan sub bagian kepegawaian; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 40
(1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan,
penatausahaan, akuntansi serta verifikasi dan pembukuan.
(2) Sub bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana anggaran keuangan;
b. melaksanakan urusan administrasi keuangan perjalanan dinas;
c. melaksanakan urusan kas dan gaji pegawai serta perbendaharaan;
d. melaksanakan penyusunan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan
pengelolaan keuangan;
e. menyiapkan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan;
f. melaksanakan verifikasi dan akuntansi;
g. menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan sub bagian keuangan; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

Paragraf 3
Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan
Pasal 41
(1) Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang Bina
Ideologi dan Wawasan Kebangsaan.
(2) Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan fungsi :
a.
menyiapkan kebijakan dan memfasilitasi ketahanan ideologi Negara;
b.
menyiapkan bahan kebijakan, mediasi dan memfasilitasi pengembangan
wawasan kebangsaan;
c.
menyiapkan bahan kebijakan dan memfasilitasi pelaksanaan bela Negara;
d.
menyiapkan bahan kebijakan dan memfasilitasi penghayatan nilai-nilai
sejarah kebangsaan;

e.

menyiapkan bahan kebijakan fasilitasi terhadap ancaman disintegrasi


bangsa;
f.
menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan
kewarganegaraan;
g.
melaksanakan evaluasi dan pelaporan kebijakan bina ideologi dan
wawasan kebangsaan; dan
h.
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
(3) Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan terdiri atas:
a. Sub Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara;
b. Sub Bidang Pembauran dan Kewarganegaraan.

Pasal 42
(1) Sub Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan kebijakan dan memfasilitasi pengembangan dan
sosialisasi wawasan kebangsaan serta pelaksanaan pemantapan bela negara.
(2) Sub Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
penguatan wawasan kebangsaan juga pendidikan bela Negara;
b. memantau, mengumpulkan data dan informasi tenaga kerja asing yang bekerja
dan/atau berkunjung di wilayah Prabumulih;
c. menyiapkan bahan mediasi dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan
kebangsaan serta bela Negara;
d. memfasilitasi, monitoring, evaluasi implementasi terhadap wawasan kebangsaan
dan pemberdayaan bela Negara;
e. menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan Sub Bidang Wawasan
Kebangsaan dan Bela Negara; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 43
(1) Sub Bidang Pembauran dan Kewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan
kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan.
(2) Sub Bidang Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan bahan kebijakan, fasilitasi dan monitoring serta evaluasi pelaksanaan
pembinaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda
penghargaan;
b. menyiapkan bahan mediasi dan fasilitasi serta evaluasi terhadap pelaksanaan
pembauran dan kewarganegaraan;

c. memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan konflik


SARA;
d. menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan Sub Bidang Pembauran dan
Kewarganegaraan; dan
e. melaksanakan tugas lain yng diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 4
Bidang Politik dan Kewaspadaan Nasional
Pasal 44
(1) Bidang Politik dan Kewaspadaan Nasional mempunyai tugas melaksanakan
sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Prabumulih dibidang politik
dalam negeri, dan kewaspadaan nasional dalam rangka menjaga keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
(2) Bidang Politik dan Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan bahan kebijakan, fasilitasi, monitoring dan evaluasi implementasi
kebijakan politik serta ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan
perekonomian;
b. menyiapkan bahan kebijakan, fasilitasi, monitoring dan evaluasi kelembagaan
politik pemerintahan serta ketahanan perdagangan, investasi, fiskal;
c. menyiapkan bahan kebijakan, fasilitasi, monitoring dan evaluasi kelembagaan
partai politik serta perilaku perekonomian masyarakat;
d. menyiapkan bahan kebijakan, fasilitasi, monitoring dan evaluasi pendidikan
budaya politik serta ketahanan lembaga usaha ekonomi.
e. menyiapkan bahan kebijakan, fasilitasi, dan monitoring serta evaluasi pemilihan
umum; dan
f. menyiapkan bahan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini
dan kerjasama Intelijen Keamanan;
g. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat
perbatasan dan tenaga kerja;
h. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan konflik
pemerintahan;
i. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial;
j. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing
dan lembaga asing; dan
k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Bidang Politik dan Kewaspadaan Nasional terdiri atas :
a. Sub Bidang Fasilitasi Kelembagaan Politik, Kewaspadaan Dini dan Kerjasama
Intelijen;
b. Sub Bidang Pendidikan Budaya Politik, Penanganan Konflik dan Pengawasan
Orang Asing.

Pasal 45
(1) Sub Bidang Fasilitasi Kelembagaan Politik, Kewaspadaan Dini dan Kerjasama

Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan, fasilitasi serta


monitoring, evaluasi kelembagaan politik/organisasi politik, kewaspadaan dini dan
kerjasama intelijen.
(2) Sub Bidang Fasilitasi Kelembagaan Politik, Kewaspadaan Dini dan Kerjasama
Intelijen dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan bahan kebijakan, fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
kelembagaan politik di kota dan di daerah;
b. melaksanakan pencatatan, menghimpun dan mengarsipkan data organisasi politik;
c. melaksanakan penyelesaian administrasi, pemberian fasilitasi bantuan dana yang
dibutuhkan organisasi politik;
d. melaksanakan komunikasi, mediasi dan memantau kegiatan organisasi politik
serta menganalisa dan mengevaluasi hasil kegiatan organisasi politik;
e. Menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan;
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 46
(1) Sub Bidang Pendidikan Budaya Politik, Penanganan Konflik dan Pengawasan Orang
Asing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi
serta monitoring, evaluasi penyelenggaraan budaya politik, penanganan konflik dan
pengawasan orang asing.
(2) Sub Bidang Pendidikan Budaya Politik, Penanganan Konflik dan Pengawasan Orang
Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
menyelenggarakan fungsinya :
a. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya
politik;
b. menyiapkan bahan kebijakan, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan
pendidikan budaya politik;
c. menyiapkan bahan kebijakan, mediasi dan fasilitasi pendidikan budaya politik;
d. menyiapkan bahan kebijakan, pengembangan budaya politik dan fasilitasi
pendidikan politik; dan
e. Menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik
pemerintahan dan sosial;
f. Menyiapkan bahan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan
konflik pemerintahan dan sosial; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 5
Bidang Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan

Pasal 47
(1) Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan mempunyai
tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang
Ketahanan Ekonomi dan Ketahanan Seni, budaya, agama dan kemasyarakatan.
(2) Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan
fungsi :
a. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan
evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan
perekonomian;
b. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan
evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter;
c. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring
dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku
masyarakat;
d. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi, serta monitoring
dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi;
e. melaksanakan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan;
f.melaksanakan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan;
g. melaksanakan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya;
h. melaksanakan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan;
i. melaksanakan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan terdiri atas
:
a. Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, dan Agama;
b. Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan.
Pasal 48
(1)

(2)

Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya dan Agama mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan
evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan
kesatuan serta pengembangan nilai - nilai kebudayaan juga kerukunan umat
beragama.
Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, dan Agama dalam melaksanakan
tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan fungsi :

a. menyiapkan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan fasilitasi serta monitoring


dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan
kesenjangan perekonomian;
b. menyiapkan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta
monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter;
c. menyiapkan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta
monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian
dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi dan perilaku masyarakat;
d. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pelestarian kesenian, pengembangan nilai - nilai kebudayaan dan
kerukunan umat beragama;
e. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pengembangan nilai - nilai kebudayaan serta pelestarian nilai-nilai
keagamaan; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

Pasal 49
(1) Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan
dengan organisasi kemasyarakatan.
(2) Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat;
b. menyiapkan bahan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat;
c. melaksanakan pencatatan, menghimpun dan mengarsipkan data organisasi
kemasyarakatan, penyelesaian administrasi serta pemberian bantuan dana yang
dibutuhkan organisasi kemasyarakatan;
d. melaksanakan komunikasi dan mediasi serta memantau kegiatan Organisasi
Kemasyarakatan serta menganalisa dan mengevaluasi hasil kegiatan organisasi
kemasyarakatan; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 6
Bidang Penanggulangan Bencana Kebakaran
Pasal 50
(1) Bidang Penanggulangan Bencana Kebakaran
mempunyai tugas pokok
malaksanakan kebijakan teknis serta evaluasi pelaksanaan penanggulangan,
kesiapsiagaan, pengendalian dan pengerahan pemadam kebakaran.

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Bidang
Penanggulangan Bencana Kebakaran mempunyai fungsi :
a.
Penyusunan rencana teknis dan program penanggulangan bencana.
b.
Fasilitasi operasional penanggulangan bencana.
c.
Pelaksanaan monitoring evaluasi dan fasilitasi pelaksanaan informasi dan
kesiapsiagaan.
d.
Fasilitasi penanggulangan bencana yang meliputi kegiatan pencegahan,
kesiapsiagaan, penyelamatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
e.
Fasilitasi penyiapan sarana prasarana pemadam kebakaran
f.
Perumusan kebijakan penanggulangan bencana.
g.
Fasilitasi pelaksanaan peningkatan sumber daya manusia satuan tenaga
pemadam kebakaran
h.
Pengevaluasian dan pelaporan hasil pelaksanaan pemadam kebakaran
i.
Pengkoordinasian dan kerjasama dengan instansi terkait
j.
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan
(3) Bidang Penanggulangan Bencana Kebakaran terdiri atas :
a. Sub Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan;
b. Sub Bidang Pengendalian dan Pengerahan Pemadam Kebakaran.
Pasal 51
(1) Sub Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas :
a.
Menyusun rencana teknis pencegahan dan kesiapsiagaan.
b.
Melaksanakan teknis pencegahan dan kesiapsiagaan sesuai kondisi
dilapangan
c.
Menyiapkan sarana prasarana penanggulangan bencana
d.
Menyusun laporan dan evaluasi kegiatan
e.
Menetapkan kebijakan dalam rangka mencegah bahaya kebakaran.
f.
Menyiapkan bahan dan petunjuk teknis pencegahan bahaya kebakaran
g.
Menyusun langkah - langkah kegiatan dan pedoman pencegahan bahaya
kebakaran
h.
Melaksanakan pemantauan terhadap program yang telah dilaksanakan
i.
Mengadakan pelatihan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya
kebakaran
j.
Memberikan saran kepada atasan dan langkah - langkah yang akan diambil
k.
Melaksanakan tugas yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya

Bagian Keempat
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 52

(1) Kepala Badan mempunyai tugas membantu Walikota dalam penyelenggaraan


pemerintahan Kota di bidang perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah.
(2) Untuk melaksanakan tugas, Kepala Badan mempunyai fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis dalam lingkup perencanaan pembangunan
daerah;
b. pengkoordinasian, penyinkronisasian, penyusunan Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD);
c. pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan
pembangunan antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ;
d. penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota;
e. penyusunan, pengendalian, pemantauan, pengevaluasian dan pemberian
rekomendasi pemanfaatan Perencanaan Tata Ruang Wilayah (RTRW);
f. pengkoordinasian perencanaan kerja sama pembangunan dengan
Pemerintah, Pemerintah Daerah lainnya dan lembaga lainnya dalam negeri
maupun luar negeri;
g. pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah Kota dan
perencanaan pengembangan kawasan strategis Kota;
h. pelaksanaan pengendalian, pemantauan dan evaluasi pembangunan;
i. penyiapan bahan Laporan hasil pelaksanaan pembangunan;
j. Pengkoodinasian,pelaksanaan penyusunan dan publikasi data statistik
daerah;
k. Pengkoordinasian,pelaksanaan penelitian dan pengembangan inovasi
daerah;
l. Pelaksanaan kegiatan tata usaha Bappeda;
m. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai tugas dan
fungsinya.
Paragraf 2
Sekretariat

(1)
(2)

Pasal 53
Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris.
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi
perencanaan, pembinaan dan pengendalian terhadap program kegiatan serta
pelayanan administrasi dan sumberdaya di lingkungan Bappeda. Untuk
melaksanakan tugas, Sekretariat mempunyai fungsi:
a. penyusunan, pengkoordinasian dan pemantauan pelaksanaan rencana
program / kegiatan / anggaran, pelaksanaan kegiatan administrasi /
penatausahaan keuangan serta sarana dan prasarana kerja Bappeda;
b. penyiapan dan penyusunan Renstra SKPD Bappeda yang memuat visi, misi,
tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan Bappeda;

c. penyusunan Renja SKPD Bappeda dengan berpedoman kepada Renstra


SKPD Bappeda memuat kebijakan, program dan kegiatan yang akan
dilakukan;
d. penyusunan LAKIP dan Evaluasi Renja Bappeda;
e. perencanaan pengelolaan dan pendayagunaan sumberdaya aparatur;
f. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum, rumah tangga dan
keprotokolan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi di
lingkungan Bappeda;
g. penyelenggaraan urusan keuangan Bappeda
h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 54
(1)

Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas:


a. melaksanakan kegiatan penatausahaan surat menyurat perjalanan dinas.
b. melaksanakan urusan rumah tangga Bappeda.
c. melaksanakan kegiatan urusan kehumasan dan keprotokolan.
d. merencanakan dan mengelola kebutuhan perlengkapan kantor dan
perpustakaan.
e. melaksanakan penatausahaan dan pelaporan barang-barang inventaris kantor.
f. menyelenggarakan segala sesuatu yang diperlukan tentang kebutuhan
pengusulan pengangkatan, kenaikan pangkat, manajemen karir, mutasi,
penggajian dan kesejahteraan pegawai.
g. menyelenggarakan administrasi kepegawaian, pengelolaan data dan informasi
yang berkaitan dengan kepegawaian.
h. merencanakan peningkatan dan pengembangan kemampuan dan keterampilan
pegawai.
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 55

(1)

Subbagian Keuangan mempunyai tugas:


a. melaksanakan penyusunan dan penatausahaan keuangan;
b. melaksanakan verifikasi dan pengujian pembayaran
c. melaksanakan pelaporan keuangan;
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 56

(1)

Subbagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas:


a. Melaksanakan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja dengan sub
unit kerja lain dilingkungan badan;
b. Menyusun Renja SKPD dan Renstra SKPD Bappeda;
c. Menyusun Sistem Informasi Badan;

d. Menyusun laporan kegiatan/kinerja dan LAKIP Bappeda;


e. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan bidang tugasnya.
Paragraf 3
Bidang Perekonomian
Pasal 57
(1)
(2)

Bidang Perekonomian dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.


Bidang Perekonomian mempunyai tugas membantu Kepala Bappeda dalam
menyiapkan bahan untuk perumusan kebijakan dan penyusunan rencana program
pembangunan di bidang perekonomian. Untuk melaksanakan tugas, Bidang
Perekonomian mempunyai fungsi :
a. pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan dan
penganggaran bidang perekonomian antar SKPD;
b. penyusunan, perumusan kebijakan dan pengkoordinasian perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan di bidang perekonomian yang meliputi urusan
penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah, ketahanan pangan,
pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan, energi dan sumberdaya mineral,
industri dan perdagangan;
c. pengkoordinasian, penyinkronisasian, penyusunan RPJPD di bidang
perekonomian yang meliputi penyusunan rancangan awal RPJPD, penyiapan
bahan Musrenbang RPJPD, penyusunan rancangan akhir RPJPD;
d. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RPJMD di bidang
perekonomian yang meliputi penyusunan rancangan awal RPJMD,
penyusunan RPJMD dengan menggunakan Renstra SKPD, penyiapan bahan
Musrenbang RPJMD dan penyusunan rancangan akhir RPJMD;
e. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RKPD di bidang
perekonomian yang meliputi penyiapan rancangan awal RKPD,
pengkoordinasian penyusunan rancangan RKPD dengan menggunakan renja
SKPD, penyiapan bahan Musrenbang RKPD dan penyusunan rancangan akhir
RKPD berdasarkan hasil Musrenbang RKPD;
f. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan dokumen perencanaan
penganggaran KUA, PPAS di bidang perekonomian;
g. pengkoordinasian kerjasama pembangunan bidang perekonomian dengan
pemerintah, pemerintah daerah lainnya dan lembaga lainnya dalam negeri
maupun luar negeri;
h. melakukan penelitian, kajian dan pengembangan inovasi daerah dibidang
perekonomian;
i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 58

(1)

Subbidang Usaha Kecil Menengah dan Agribisnis mempunyai tugas :


a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyinkronisasikan perencanaan dan
penganggaran Subbidang Usaha Kecil Menengah dan Agribisnis antar SKPD.

b. menyusun, merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan dan


melaksanakan pembangunan di bidang usaha kecil menengah dan agribisnis
yang meliputi kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, ketahanan
pangan, kelautan dan perikanan, wilayah perbatasan dan bidang usaha kecil
menengah.
c. mengkoordinasikan, menyinkronisasikan penyusunan RPJPD, RPJMD , RKPD
, KUA dan PPAS di bidang usaha kecil menengah dan agribisnis.
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 59
(1)

Subbidang Industri dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas :


a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyinkronisasikan perencanaan dan
penganggaran Subbidang Industri dan Sumber Daya Alam antar SKPD.
b. menyusun, merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan dan
melaksanakan pembangunan di bidang industri dan sumber daya alam yang
meliputi koperasi, industri, perdagangan, penanaman modal, energi dan
sumber daya mineral.
c. mengkoordinasikan, menyinkronisasikan penyusunan RPJPD, RPJMD, RKPD,
KUA dan PPAS di bidang industri dan sumber daya alam.
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 4
Bidang Sosial Budaya

Pasal 60
(1) Bidang Sosial Budaya dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Bidang Sosial Budaya mempunyai tugas membantu Kepala Bappeda dalam
menyiapkan bahan untuk perumusan kebijakan dan penyusunan rencana program
pembangunan di bidang sosial budaya. Untuk melaksanakan tugas, Bidang Sosial
Budaya mempunyai fungsi :
a. pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan dan
penganggaran di bidang sosial budaya antar SKPD;
b. penyusunan, perumusan kebijakan dan pengkoordinasian perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan di bidang sosial budaya yang meliputi urusan
pendidikan, kesehatan, kepemudaan dan olahraga, kebudayaan dan
pariwisata, kependudukan, ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan dan
perlindungan anak, keluarga berencana, kesatuan bangsa dan politik dalam
negeri, otonomi daerah, pemberdayaan masyarakat dan desa, pemerintahan
umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan
persandian,
sosial,
kebudayaan,
kearsipan,
perpustakaan
dan
ketransmigrasian;

c. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RPJPD di bidang sosial


budaya yang meliputi penyusunan rancangan awal RPJPD, penyiapan bahan
Musrenbangda RPJPD, penyusunan rancangan akhir RPJPD;
d. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RPJMD di bidang sosial
budaya yang meliputi penyusunan rancangan awal RPJMD, penyusunan
RPJMD dengan menggunakan Renstra SKPD, penyiapan bahan Musrenbang
RPJMD dan penyusunan rancangan akhir RPJMD;
e. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RKPD bidang sosial budaya
yang meliputi penyiapan rancangan awal RKPD, pengkoordinasian
penyusunan rancangan RKPD dengan menggunakan Renja SKPD, penyiapan
bahan Musrenbang RKPD dan penyusunan rancangan akhir RKPD;
f. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan dokumen perencanaan
penganggaran KUA, PPAS di bidang sosial budaya;
g. pengkoordinasian kerjasama pembangunan bidang sosial budaya dengan
pemerintah, pemerintah daerah lainnya dan lembaga lainnya dalam negeri
maupun luar negeri;
h. melakukan penelitian, kajian dan pengembangan inovasi daerah dibidang
sosial budaya
i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 61
(1)

Subbidang Kependudukan dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas :


a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyinkronisasikan perencanaan dan
penganggaran Subbidang Kependudukan dan Sumber Daya Manusia antar
SKPD.
b. menyusun, merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan dan
melaksanakan pembangunan di bidang kependudukan dan sumber daya
manusia yang meliputi pendidikan, perpustakaan, kepemudaan dan olahraga,
kebudayaan dan pariwisata, kependudukan dan catatan sipil, keluarga
berencana, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
c. mengkoordinasikan, menyinkronisasikan penyusunan RPJPD, RPJMD, RKPD,
KUA dan PPAS di bidang kependudukan dan sumber daya manusia.
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 62

(1)

Subbidang Kesejahteraan Rakyat dan Kebudayaan mempunyai tugas :


a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyinkronisasikan perencanaan dan
penganggaran Subbidang Kesejahteraan Rakyat diantara SKPD.
b. menyusun, merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan dan
melaksanakan pembangunan di bidang kesejahteraan rakyat yang meliputi
kesehatan, sosial, kebudayaan, kesatuan bangsa, politik dalam negeri, otonomi
daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat

daerah, kepegawaian, persandian, kearsipan, pemberdayaan perempuan dan


perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat dan desa.
c. mengkoordinasikan, menyinkronisasikan penyusunan RPJPD, RPJMD, RKPD,
KUA dan PPAS di bidang kesejahteraan rakyat dan kebudayaan.
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 5
Bidang Sarana Prasarana dan Tata Ruang

(1)
(2)

Pasal 63
Bidang Sarana Prasarana dan Tata Ruang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas membantu Kepala Bappeda dalam
menyiapkan bahan untuk perumusan kebijakan dan penyusunan rencana program
pembangunan di bidang sarana dan prasarana. Untuk melaksanakan tugas, Bidang
Sarana dan Prasarana mempunyai fungsi :
a. pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan dan
penganggaran bidang sarana dan prasarana antar SKPD;
b. penyusunan, perumusan kebijakan dan pengkoordinasian perencanaan
pembangunan di bidang sarana dan prasarana yang meliputi urusan
lingkungan
hidup,
pekerjaan
umum,
pengairan,
kebinamargaan,
keciptakaryaan, pengelolaan sumber daya air, perhubungan, komunikasi dan
informatika;
c. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RPJPD di bidang sarana
dan prasarana yang meliputi penyusunan rancangan awal RPJPD, penyiapan
bahan Musrenbang RPJPD, penyusunan rancangan akhir RPJPD;
d. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RPJMD di bidang sarana
dan prasarana yang meliputi penyusunan rancangan awal RPJMD,
penyusunan RPJMD dengan menggunakan Renstra SKPD;
e. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan RKPD di bidang sarana dan
prasarana yang meliputi penyiapan rancangan awal RKPD, pengkoordinasian
penyusunan rancangan RKPD dengan menggunakan renja SKPD;
f. pengkoordinasian, penyinkronisasian penyusunan dokumen perencanaan
penganggaran KUA, PPAS dan RKA di bidang sarana dan prasarana;
g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 64

(1) Subbidang Perhubungan dan Kebinamargaan mempunyai tugas :


a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyinkronisasikan perencanaan dan
penganggaran Subbidang Perhubungan dan Kebinamargaan antar SKPD.
b. menyusun, merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan
pembangunan di bidang perhubungan dan kebinamargaan yang meliputi
pekerjaan umum kebinamargaan, perhubungan, komunikasi dan informatika.

c. mengkoordinasikan, menyinkronisasikan penyusunan RPJPD, RPJMD dan


RKPD di bidang perhubungan dan kebinamargaan.
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 65
(1) Subbidang Tata Ruang dan Keciptakaryaan mempunyai tugas :
a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyinkronisasikan perencanaan dan
penganggaran Subbidang Tata Ruang dan Keciptakaryaan antar SKPD.
b. menyusun, merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan dan
melaksanakan pembangunan di bidang Tata Ruang, keciptakaryaan
lingkungan hidup.
c. mengkoordinasikan, menyinkronisasikan penyusunan RPJPD, RPJMD, RKPD,
KUA dan PPAS di bidang Tata Ruang dan keciptakaryaan.
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 6
Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan
Pasal 66
(1) Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan dipimpin oleh seorang Kepala
Bidang.
(2) Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan mempunyai tugas membantu
Kepala Bappeda dalam merumuskan, mengkoordinasikan, menghimpun,
menganalisa, melaksanakan pengendalian program pembangunan daerah serta
melakukan evaluasi kinerja capaian pelaksanaan perencanaan pembangunan
daerah. Untuk melaksanakan tugas, Bidang Pengendalian dan Evaluasi
Pembangunan mempunyai fungsi :
a. pengkoordinasian, pengintegrasian, dan sinkronisasi perencanaan rencana
pembangunan diantara SKPD.
b. pengendalian terhadap pelaksanaan rencana program pembangunan yang
dilakukan oleh masing-masing SKPD untuk menjamin bahwa pelaksanaan
rencana program pembangunan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan.
c. pemantauan terhadap pelaksanaan rencana pembangunan yang dilakukan oleh
SKPD untuk mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan,
mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul atau akan
timbul guna diambil tindakan sedini mungkin.
d. penghimpunan dan penganalisaan hasil pemantauan pelaksanaan rencana
pembangunan dari masing-masing SKPD/Instansi sesuai tugas dan
kewenangannya.
e. pelaksanaan pengendalian, pemantauan pembangunan dalam rangka
mengevaluasi
keberhasilan
program-program
dan
kegiatan-kegiatan
pembangunan.

f.

g.
h.
i.
j.

k.
l.

peninjauan lapangan bersama SKPD dimana kegiatan tersebut dilaksanakan


dengan tujuan membantu mencari pemecahan masalah yang dihadapi SKPD
dalam pelaksanaan di lapangan.
penyelenggaraan bimbingan teknis serta asistensi tentang pengendalian,
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan.
penyelenggaraan koordinasi seluruh SKPD berdasarkan hasil pengendalian,
pemantauan dan evaluasi.
pengevaluasian kinerja pelaksanaan rencana pembangunan SKPD/Instansi
periode sebelumnya.
penyusunan laporan triwulanan pelaksanaan rencana pembangunan untuk
disampaikan kepada Kepala Bappeda dan diteruskan kepada Walikota melalui
Sekretaris Daerah.
penyiapan dan penyusunan bahan Laporan hasil pelaksanaan pembangunan.
pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi
Pasal 67

(1) Subbidang Pengendalian Pembangunan mempunyai tugas :


a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan menyinkronisasikan perencanaan
rencana pembangunan diantara SKPD.
b. melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana program
pembangunan yang dilakukan oleh masing-masing SKPD untuk menjamin
bahwa pelaksanaan rencana program pembangunan sesuai dengan tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan.
c. melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan rencana pembangunan
yang dilakukan oleh SKPD untuk mengamati perkembangan pelaksanaan
rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan
yang timbul atau akan timbul guna diambil tindakan sedini mungkin.
d. melaksanakan penghimpunan dan penganalisasian hasil pemantauan
pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing SKPD/instansi sesuai
tugas dan kewenangannya.
e. melakukan peninjauan lapangan bersama SKPD bersangkutan dimana
kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan membantu mencari pemecahan
masalah yang dihadapi SKPD dalam pelaksanaan di lapangan.
f. menyelenggarakan bimbingan teknis serta asistensi tentang pengendalian,
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan.
g. menyelenggarakan koordinasi seluruh SKPD berdasarkan hasil pengendalian,
pemantauan dan evaluasi.
h. melakukan
penyusunan
laporan
triwulanan
pelaksanaan
rencana
pembangunan untuk disampaikan kepada Kepala Bappeda dan diteruskan
kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 68

(1) Subbidang Evaluasi Pembangunan mempunyai tugas :


a. mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan menyinkronisasikan perencanaan
rencana pembangunan diantara SKPD.
b. melaksanakan
evaluasi
terhadap
pelaksanaan
rencana
program
pembangunan yang dilakukan oleh masing-masing SKPD untuk menjamin
bahwa pelaksanaan rencana program pembangunan sesuai dengan tujuan
dan sasaran yang telah ditetapkan.
c. melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan rencana pembangunan
yang dilakukan oleh SKPD untuk mengamati perkembangan pelaksanaan
rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan
yang timbul atau akan timbul guna diambil tindakan sedini mungkin.
d. melaksanakan penghimpunan dan penganalisaan serta evaluasi dari hasil
pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing SKPD
sesuai tugas dan kewenangannya.
e. melakukan peninjauan lapangan bersama SKPD bersangkutan dimana
kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan membantu mencari pemecahan
masalah yang dihadapi SKPD dalam pelaksanaan di lapangan.
f. mengembangan sistem pengendalian dan evaluasi, menyelenggarakan
bimbingan teknis serta asistensi tentang pengendalian, pemantauan dan
evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan.
g. melakukan
evaluasi
kinerja
pelaksanaan
rencana
pembangunan
SKPD/instansi periode sebelumnya.
h. penyiapan bahan dan penyusunan Laporan hasil pelaksanaan pembangunan.
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 7
Bidang Program Anggaran Data dan Informasi
Pasal 69
(1) Bidang Program Anggaran Data dan Informasi dipimpin oleh seorang kepala Bidang.
(2) Bidang Program, Data dan Informasi mempunyai tugas mengelola program data dan
informasi serta menyusun, mengkaji, menganalisis program pembangunan dan
menyiapkan penyusunan RKPD untuk dituangkan dalam Rancangan Anggaran dan
Pembangunan Daerah yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Untuk melaksanakan tugas,
Bidang Program, Data dan Informasi mempunyai fungsi :
a. mengkoordinasikan, menghimpun, mengelola dan menyajikan data, informasi
potensi daerah dan statistik hasil-hasil pembangunan daerah;
b. pemberian pelayanan data dan informasi kepada masyarakat dan pihak-pihak
lain yang membutuhkan;
c. menghimpun dan menganalisa saran, masukan dan aspirasi masyarakat
sebagai bahan dalam penyusunan program pembangunan strategis daerah;

d. menghimpun dan memfasilitasi serta mengkoordinasikan dengan bidangbidang tentang bahan RPJPD, RPJMD dan RKPD yang akan dipergunakan
dalam Musrenbang RPJPD, Musrenbang RPJMD dan Musrenbang RKPD;
e. menghimpun dan memfasilitasi serta mengkoordinasikan tentang bahan
dokumen perencanaan penganggaran KUA dan PPAS sebagai bahan RAPBD;
f. mengembangkan sistem informasi perencanaan dan pengangggaran
pembangunan;
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 70
(1) Subbidang Program Anggaran mempunyai tugas :
a. menghimpun dan memfasilitasi serta mengkoordinasikan dengan bidangbidang tentang bahan RPJPD, RPJMD dan RKPD yang akan dipergunakan
dalam Musrenbang RPJPD, Musrenbang RPJMD dan Musrenbang RKPD.
b. mengkoordinasikan pelaksanaan Forum SKPD dan Musrenbang
c. menghimpun dan memfasilitasi serta mengkoordinasikan dengan SKPD dan
bidang-bidang tentang bahan dokumen perencanaan penanggaran KUA dan
PPAS sebagai bahan RAPBD.
d. mengembangkan sistem informasi perencanaan dan penganggaran
pembangunan.
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 71
(1) Subbidang Data dan Informasi mempunyai tugas :
a. menghimpun, mengelola dan menyajikan data, informasi potensi daerah dan
statistik hasil-hasil pembangunan daerah.
b. memberikan pelayanan dan pengembangan sistem data dan informasi kepada
SKPD dan pihak-pihak lain yang membutuhkan.
c. menghimpun dan menganalisasi saran, masukan dan aspirasi masyarakat
sebagai bahan dalam penyusunan program pembangunan strategis daerah.
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan
fungsinya.
Bagian Kelima
Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan
Pangan
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 72

(1)

Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan


Ketahanan Pangan dipimpin oleh seorang Kepala Badan.
(2)
Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan,
Kehutanan dan Ketahanan Pangan mempunyai tugas pokok membantu Walikota
dalam penyelenggaraan Pemerintah Kota Prabumulih di bidang Pelaksana
Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan.
(3)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Badan
Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan
mempunyai fungsi :
a. Penyusunan Kebijakan dan Program Penyuluhan Pertanian, Perikanan,
Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kota yang sejalan dengan kebijakan dari
provinsi dan nasional;
b. Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan
Pangan mengembangkan mekanisme, tata kerja dan metode penyuluhan serta
meningkatkan ketersediaan pangan;
c. Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan, pemasaran, penyebaran materi
penyuluhan dan pembinaan industri rumah tangga;
d. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan kerjasama, kemitraan, pengelolaan
kelembagaan sarana dan prasarana serta pembiayaan penyuluhan;
e. Menumbuhkembangkan dan memfasilitasi kelembagaan dan forumkegiatan bagi
petani dan pelaku usaha;
f. Pelaksana peningkatan kapasitas penyuluh PNS, swadaya, swasta, melalui proses
pembelajaran secara berkelanjutan;
g. Pelaksanaan pengawasan dan penngendalian terhadap pelaksanaan tugas
dibidang penyelenggaraan penyuluhan ketahanan pangan;
h. Pembinaan terhadap Balai Penyuluh dan pembinaan karier terhadap kelompok
Jabatan Fungsional Penyuluh;
i. Pelaksanaan lain yang diberikan Walikota sesuai tugas pokok dan fungsinya.
(4)
Kepala Badan membawahi :
a.
b.
c.
d.
e.

Sekretariat
Bidang Ketenagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan
Bidang Kelembagaan dan Informasi Penyuluhan
Bidang Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan Pangan
Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan

Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 73
(1) Sekretariat dipimpin oleh seseorang Sekretaris
(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan dalam memberikan
pelayanan teknis dan administratif, hubungan kemasyarakatan dan tugas lain di luar

tugas-tugas bidang di Badan PelaksanaPenyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan


dan Ketahanan Pangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, sekretaris mempunyai
fungsi :
a. Pengelolaan urusan rumah tangga badan, perlengkapan, surat menyurat,
kearsipan/dokumentasi, kehumasan dan protokoler;
b. Pengelolaan administrasi keuangan;
c. Pelaksanaan dan perumusan kebijakan perencanaan, program dan koordinasi
serta anggaran;
d. Pelaksanaan evaluasi dan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan serta
urusan kepegawaian;
e. Pengelolaan hukum dan perundang-undangan yang berlaku bagi kepentingan
dinas;
f. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan
pelaksaan program dan kegiatan di bidang penyuluhan dan ketahanan pangan;
g. Pelaksanaan penyusunan dan pengevaluasian Laporan Akuntabilitas dan Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP);
h. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam melaksanakan tugasnya;
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(4) Sekretariat membawahi :
a. Sub bagian umum dan Kepegawaian.
b. Sub Bagian Perencanaan dan Program.
c. Sub Bagian Keuangan
Pasal 74
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub
Bagian Umum dan Kepegawaian.
(2) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok membantu
Sekretaris dalam pengelolaan administrasi umum, perlengkapan, kepegawaian,
hukum, kehumasan, protokoler dan urusan rumah tangga lainnya.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Sub Bagian
Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. melaksanakan urusan surat masuk dan surat keluar, kearsipan, rumah tangga,
perlengkapan, humas dan protokoler, serta penyiapan bahan penyusunan
rencana kebutuhan pegawai, mutasi, gaji berkala, pendidikan dan latihan, cuti,
kesejahteraan pegawai, kehadiran dan administrasi kepegawaian lainnya;
b. melaksanakan pengendalian kearsipan surat-menyurat dan penggandaan;
c. melaksanakan pengendalian administrasi barang inventaris milik/kekayaan
negara dan daerah;
d. melaksanakan administrasi penggunaan dan pemakaian kendaraan dinas, rumah
dinas, dan fasilitas kantor lainnya.
e. Melaksanakan pengaturan tatalaksana organisasi, urusan rumah tangga dan
keamanan kantor dan rumah dinas;

f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.

r.

Merencanakan kebutuhan barang, baik barang inventaris maupun barang pakai


habis dan penghapusan barang inventaris milik/kekayaan negara dan daerah;
Melaksanakan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah yang
berbasis komputer.
Melaksanakan kegiatan informasi dan dokumentasi peraturan perundangundangan;
Mengumpulkan, mengelola, memutakhirkan dan menyimpan data kepegawaian;
Mempersiapkan dan memproses bahan usulan kenaikan pangkat, penghargaan,
penggajian, pelanggaran disiplin, pemberhentian, cuti dan mutasi pegawai;
Mempersiapkan bahan dan data pegawai yang akan mengikuti pendidikan
pelatihan kepegawaian;
Mempersiapkan bahan dan rencana kesejahteraan pegawai;
Merekap dan melaporkan kehadiran pegawai;
Membuat laporan kepegawaian dan Daftar Urutan Kepangkatan (DUK);
Mempersiapkan bahan pembuatan Daftar Penilaian Prestasi Kerja setiap
pegawai;
Membuat rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian;
Melakukan koordinasi dengan bidang-bidang pada Badan Pelaksana Penyuluhan
Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan serta unit kerja terkait
dalam pelaksanaan tugas;
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

Pasal 75
(1) SubBagian Perencanaan dan Program dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
Perencanaan dan Program.
(2) Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Program mempunyai tugas pokok membantu
Sekretaris dalam penyusunan perencanaan program dan anggaran serta
pengevaluasian dan pelaporan di bidang penyuluhan dan ketahanan pangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, ini kepala sub bagian
perencanaan dan program mempunyai fungsi:
a. Melakukan penyusunan rencana program dan anggaran bidang penyuluhan dan
ketahanan pangan serta menyiapakan bahan kebijakan teknis di bidang
perencanaan program dan anggaran;
b. Menyiapkan bahan koordinasi program/kegiatan penyuluhan dan ketahanan
pangan;
c. Mengumpulkan data dan bahan yang berkaitan dengan kebijakan
program/kegiatan penyuluhan dan ketahanan pangan;
d. Menyiapkan dan menyusun usulan program dan kegiatan tahunan bidang
penyuluhanketahanan pangan;
e. Melaksanakan penyusunan anggaran di bidang penyuluhan dan ketahanan
pangan dengan sistem penganggaran yang berbasis komputer;
f. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan
di bidang penyuluhan dan ketahanan pangan;

g. Melaksanakan,
menyusun
dan
mengevaluasi
laporan
pelaksanaan
program/kegiatan bidang ketahanan pangan serta Laporan Akuntabilitas Kinerja
Intansi Pemerintah (LAKIP);
h. Melaksanakan penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) di bidang penyuluhan
dan ketahanan pangan;
i. Melakukan penyimpanan berkas kerja, data dan bahan program/kegiatan
penyuluhan dan ketahanan pangan;
j. Melakukan koordinasi dengan bidang-bidang pada Badan Pelaksana Penyuluhan
Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Panganserta unit kerja terkait
dalam pelaksanaan tugas;
k. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 76
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian Keuangan.
(2) Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam
pelaksanaan tata usaha keuangan dan penyusunan pelaporan keuangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kepala sub bagian
perencanaan dan program mempunyai fungsi:
a. menyelenggarakan pelayanan administrasi keuangan, tata usaha keuangan,
pencatatan akuntansi dan penyusunan pelaporan pertanggungjawaban keuangan
sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku;
b. menyusun program dan rencana keuangan untuk belanja tidak langsung pegawai
berdasarkan ketentuan yang berlaku;
c. mempelajari, menelaah serta mendistribusikan peratuan keuangan;
d. mengkoordinir, merekap dan menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP);
e. mempersiapkan dan mengusulkan pengguna/kuasa pengguna anggaran/barang,
pejabat penguji dan penerbit Surat Perintah Membayar (SPM), bendahara dan
pembantu bendahara pengeluaran dan penerimaan;
f. menyiapkan dan mengusulkan Surat Keputusan Pengguna Anggaran/Pengguna
Barang;
g. menyimpan dan memelihara dokumen keuangan sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku;
h. melaksanakan akuntansi SKPD berupa laporan realisasi anggaran, neraca dan
catatan atas laporan keuangan;
i. melaksanakan penelitian dan penatausahaan gaji dan tunjangan pegawai;
j. melaksanakan verifikasi atas transaksi perjalanan dinas;
k. melakukan verifikasi pertanggungjawaban keuangan dan membuat pengesahan
pertanggungjawaban bendahara;
l. mengusulkan dan membuat revisi Rencana Kerja Anggaran SKPD;
m.Melakukan koordinasi dengan bidang-bidang pada Badan Pelaksana Penyuluhan
Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan serta unit kerja terkait
dalam pelaksanaan tugas;
n. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

Paragraf 3
Bidang Ketenagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan
Pasal 77
(1) Bidang Ketenagaan dan Peyelenggaraan Peyuluhan dipimpin oleh seorang Kepala
Bidang.
(2) Kepala Ketenagaan dan Peyelenggaraan Peyuluhan mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Badan dalam bidang ketenagaan dan penyelenggaraan
penyuluhan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Bidang
Ketenagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan mempunyai fungsi :
a. Menyiapkan bahan koordinasi penyusunan program kerja di bidang ketenagaan
dan penyelenggaraan penyuluhan;
b. Menyiapkan bahan pelaksanaan, koordinasi, dan kerjasama dengan instansi
terkait dan lembaga lainnya di bidangketenagaan dan penyelenggaraan
penyuluhan;
c. Menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis di bidang ketenagaan dan
penyelenggaraan penyuluhan;
d. Menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan di bidang ketenagaan dan
penyelenggaraan penyuluhan;
e. Menyiapkan bahan pelaksanaan pengawasan, evaluasi, dan pelaporan di bidang
ketenagaan dan penyelenggaraan penyuluhan.
f. melaksanakan kajian dan kegiatan lainnya di bidang ketenagaan dan
penyelenggaraan penyuluhan;
g. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya yang diberikan oleh atasan.
(4) Bidang Ketenagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan membawahi :
a. Sub Bidang Ketenagaan Penyuluhan
b. Sub Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan
Pasal 78
(1) Kepala Sub Bidang Ketenagaan Penyuluhan
(2) Kepala Sub Bidang Ketenagaan Peyuluhan mempunyai tugas pokok membantu
Kepala Bidang Ketenagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan dalam di bidang
ketenagaan penyuluhan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kepala sub bidang
Ketenagaan Peyuluhan mempunyai fungsi :
a. Mengumpulkan bahan, mengolah data, dan menyusun rencana kegiatan di sub
bidang ketenagaan penyuluhan;
b. Mengumpulkan bahan pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan instansi
terkait dan lembaga lainnya di sub bidang ketenagaan penyuluhan;
c. Mengumpulkan bahan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis di sub
bidang ketenagaan penyuluhan;
d. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pembinaan di sub bidang ketenagaan
penyuluhan;
e. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pengawasan, evaluasi, dan pelaporan di sub
bidang ketenagaan penyuluhan;
f. Melaksanakan kegiatan kerjasama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan;

g. Melaksanakan fasilitasi kegiatan pelatihan pejabat fungsional penyuluh, pelaku


utama, dan pelaku usaha;
h. Melaksanakan kajian dan kegiatan lainnya di sub bidang ketenagaan penyuluhan;
i. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya yang diberikan oleh atasan.
Pasal 79

(1) Sub Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang
(2) Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan mempunyai tugas pokok
membantu kepala bidang Ketenagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan dalam
penyelenggaraan penyuluhan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kepala sub bidang
penyelenggaraan penyuluh mempunyai fungsi :
a. Mengumpulkan bahan, mengolah data, dan menyusun rencana kegiatan di sub
bidang penyelenggaraan penyuluhan;
b. Mengumpulkan bahan pelaksanaan, koordinasi, dan kerjasama dengan instansi
terkait dan lembaga lainnya di sub bidang penyelenggaraan penyuluhan;
c. Mengumpulkan bahan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis di sub
bidang penyelenggaraan penyuluhan;
d. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pembinaan di sub bidang penyelenggaraan
penyuluhan;
e. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pengawasan, evaluasi, dan pelaporan di sub
bidang penyelenggaraan penyuluhan;
f. Melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi kegiatan sesuai program dinas terkait;
g. Melaksanakan kajian dan kegiatan lainnya di sub bidang penyelenggaraan
penyuluhan;
h. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 4
Bidang Kelembagaan dan Informasi Peyuluh

Pasal 80
(1) Bidang Kelembagaan dan Informasi Penyuluh dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Kelembagaan dan Informasi Penyuluh mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Badan dalam bidang kelembagaan dan informasi penyuluh.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kepala bidang
Kelembagaan dan Informasi Penyuluh mempunyai fungsi :
a. Menyiapkan bahan koordinasi penyusunan program kerja di bidang kelembagaan
dan informasi penyuluhan;
b. Menyiapkan bahan pelaksanaan, koordinasi, dan kerjasama dengan instansi
terkait dan lembaga lainnya di bidang kelembagaan dan informasi penyuluhan;
c. Menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis di bidang kelembagaan dan
informasi penyuluhan;
d. Menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan di bidang kelembagaan dan informasi
penyuluhan;

e. Menyiapkan bahan pelaksanaan pengawasan, evaluasi, dan pelaporan di


bidangkelembagaan dan informasi penyuluhan;
f. Melaksanakan kajian dan kegiatan lainnya di bidang kelembagaan dan informasi
penyuluhan;
g. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya yang diberikan oleh atasan;
(4) Bidang Kelembagaan dan Informasi Penyuluh membawahi :
a. Sub Bidang Kelembagaan
b. Sub Bidang Informasi Penyuluh

Pasal 81
(1) Sub Bidang Kelembagaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang
(2) Kepala Sub Bidang Kelembagaan Penyuluhan mempunyai tugas pokok membantu
Kepala Bidang Kelembagaan dan Informasi Penyuluhan dalam bidang kelembagaan
penyuluhan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Sub Bidang
Kelembagaan Penyuluhan mempunyai fungsi :
a. Mengumpulkan bahan, mengolah data, dan menyusun rencana kegiatan di sub
bidang kelembagaan penyuluhan;
b. Mengumpulkan bahan pelaksanaan, koordinasi, dan kerjasama dengan instansi
terkait dan lembaga lainnya di sub bidang kelembagaan penyuluhan;
c. Mengumpulkan bahan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis di sub
bidang kelembagaan penyuluhan;
d. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pembinaan di sub bidang kelembagaan
penyuluhan;
e. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pengawasan, evaluasi, dan pelaporan di sub
bidang kelembagaan penyuluhan;
f. Melaksanakan bimbingan bina usaha tani/nelayan dan agroforestry pada pelaku
utama dan pelaku usaha;
g. Melaksanakan kajian dan kegiatan lainnya di sub bidang kelembagaan
penyuluhan;
h. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya yang diberikan oleh atasan.
Pasal 82
(1) Sub Bidang Informasi Penyuluhan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang
(2) Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan mempunyai tugas pokok
membantu kepala bidang Ketenagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan dalam
penyelenggaraan penyuluhan
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud kepala sub bidang
penyelenggaraan penyuluh mempunyai fungsi :
a. Mengumpulkan bahan, mengolah data, dan menyusun rencana kegiatan di sub
bidang informasi penyuluhan;
b. Mengumpulkan bahan pelaksanaan, koordinasi, dan kerjasama dengan instansi
terkait dan lembaga lainnya di sub bidang informasi penyuluhan;

c. Mengumpulkan bahan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis di sub


bidang informasi penyuluhan;
d. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pembinaan di sub bidang informasi
penyuluhan;
e. Mengumpulkan bahan pelaksanaan pengawasan, evaluasi, dan pelaporan di sub
bidang informasi penyuluhan;
f. Melaksanakan penyiapan fasilitas penyampaian informasi dan teknologi;
g. Melaksanakan penyiapan bahan publikasi penyuluhan melalui media cetak
maupun elektronik;
h. Melaksanakan kajian dan kegiatan lainnya di sub bidang informasi penyuluhan;
i. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 5
Bidang Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan Pangan
Pasal 83

(1) Bidang Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan Pangan dipimpin oleh


seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan Pangan
mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan dalam menyiapkan bahan
kebijakan tehnis di bidang penganekaragaman dan kerawanan pangan daerah serta
melakukan koordinasi dengan dinas/instansi/unit kerja terkait dalam rangka
mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup, merata dan terjangkau oleh
masyarakat serta antisipasi dan penanggulangan terjadinya kerawanan pangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala bidang
Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan Pangan mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan penyusunan rencana dan pelaksanaan, pengkajian, pemantauan,
evaluasi, pencegahan dan penanggulangan kerawanan pangan dan gizi serta
penyiapan penyusunan kebijakan tehnis pencegahan dan penanggulangan
kerawanan pangan;
b. Melaksanakan koordinasi kerjasama dalam pelaksanaan dan pengembangan
sistem kewaspadaan pangan;
c. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk pelaksanaan tugas;
d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(4) Bidang Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan Pangan membawahi :
a. Sub Bidang Penganekaragaman dan Keamanan Pangan
b. Sub Bidang Penanganan Kerawanan Pangan
Pasal 84

(1) Sub bidang Penganekaragaman dan Keamanan Pangan dipimpin oleh Kepala Sub
Bidang.
(2) Kepala Sub Bidang Penganekaragaman dan Keamanan Pangan mempunyai tugas
pokok membantu Kepala Bidang Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan
Pangan di bidang konsumsi dan penganekaragaman pangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Sub Bidang
Penganekaragaman dan Keamanan Pangan mempunyai fungsi :
a. Melakukan penyusunan rencana dan pelaksanaan, pengkajian promosi
pemantauan, evaluasi dan pemantapan penganekaragaman pangan;
b. Melakukan penyiapan bahan, penyusunan rencana, pelaksanaan pengkajian,
evaluasi konsumsi pangan serta penyusunan kebijakan teknis pola konsumsi
pangan;
c. Melakukan penyusunan rencana, pelaksanaan analisa, pembinaan, penyusunan
kebijakan teknis, pemberdayaan masyarakat pelaku agribisnis pangan, promosi,
sosialisasi di bidang pangan;
d. Melakukan
kerjasama
dengan lembaga pemerintah dan
organisasi
kemasyarakatan dalam upaya percepatan penganekaragaman konsumsi
/diversifikasi pangan;
e. Memantau, mengkaji, mengembangkan dan mensosialisasikan pola konsumsi
pangan masyarakat yang beragam dan seimbang;
f. Menyiapkan bahan dan analisis Pola pangan Harapan (PPH).
g. Melakukan pemantauan dan pengembangan usaha pangan olahan, pangan lokal
dan pangan tradisional dan pangan nusantara;
h. Melakukan gerakan pemberian makanan beragam, bergizi seimbang dan aman
(B2SA) bagi bumil, menyusui, balita dan anak sekolah;
i. Melakukan pengebangan diversifikasi pangan melalui pemanfaatan lahan
pekarangan, kebun sekolah dan kebun PKK;
j. Melaksanakan analisa preperensi pangan masyarakat;
k. Melaksanakan pengumpulan data status gizi masyarakat dalam rangka perbaikan
pola dan menu makan masyarakat;
l. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dan bertanggung jawab kepada kepala
bidang penganekaragaman dan penanganan kerawanan pangan;
m.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 85
(1) Sub Bidang Penanganan Kerawanan Pangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub
Bidang
(2) Kepala Sub Bidang Penanganan Kerawanan Pangan mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Bidang Penganekaragaman dan Penanganan Kerawanan Pangan
di bidang kerawanan pangan dan gizi
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kepala sub bidang
Penanganan Kerawanan Pangan mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan
pengkajian, pemantauan, evaluasi, pencegahan dan penanggulangan kerawanan
pangan, serta penyiapan penyusunan bahan kebijakan teknis pencegahan dan
penanggulangan kerawanan pangan;

b. Mengkaji, mengidentifikasi, menyusun rencana antisipasi dan penanggulangan


kerawanan pangan;
c. Menyiapkan bahan rumusan sistem antisipasi penanganan dan penanggulangan
kerawanan pangan dan gizi;
d. Melakukan evaluasi dan perumusan langkah-langkah kegiatan penanggulangan
kerawanan pangan dan gizi;
e. Melakukan pemberdayaan masyarakat daerah rawan pangan;
f. Menyiapkan bahan kerjasama dalam pelaksanaan dan pengembangan Sistem
Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG);
g. Melakukan investigasi dan intervensi daerah rawan;
h. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dan bertanggung jawab kepada kepala
bidang penganeragaman dan penanganan kerawanan pangan;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atas sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 5
Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan
Pasal 86
(1) Bidang Ketersediaan Distribusi Pangan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Ketersediaan Distribusi Pangan mempunyai tugas pokok membantu
Kepala Badan menyiapkan bahan kebijakan teknis di bidang ketersediaan dan
distribusi pangan daerah serta melakukan koordinasi dengan dinas/instansi/unit kerja
terkait dalam rangka mewujudkan ketersediaan, distribusi dan akses pangan yang
cukup, merata dan terjangkau oleholeh masyarakat serta mewujudkan kemandirian
pangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana di maksud, Kepala Bidang
Ketersediaan dan Distribusi Pangan mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan penyusunan rencana dan pelaksanaan pengkajian, pengembangan,
pemantauan, evaluasi dan pemantapan serta penyiapan kebijakan teknis
pengembangan ketersediaan pangan;
b. Pelaksanaan penyusunan rencana dan pelaksanaan pengkajian, pengembangan,
pemantauan, evaluasi dan pemantapan cadangan;
c. Pelaksanaan intervensi bantuan dalam rangka antisipasi, penanganan dan
penanggulangan kerawanan pangan;
d. Perumusan rencana dan pelaksanaan, pengkajian, pengembangan, pemantauan
dan pemantapan distribusi pangan, harga pangan dan akses pangan;
e. Pelaksanaan koordinasi, pemantauan dan analisis distribusi pangan serta akses
pangan;
f. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka kelancaran distribusi pangan antar wilayah
dan antar waktu;
g. Pelaksanaan koordinasi pengendalian rendahnya akses pangan masyarakat;
h. Pelaksanaan pemantauan dan analisa perkembangan harga pangan;
i. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka pengendalian/stabilitas harga pangan;
j. Pelaksanaan intervensi pemberian bantuan atau subsidi pangan untuk masyarakat
miskin karena gejolak harga;
k. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk melaksanakan tugasnya;

l. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(4) Bidang ketersediaan dan distribusi pangan membawahi :
a. Sub Bidang Ketersediaan dan Cadangan Pangan
b. Sub Bidang Distribusi dan Akses Pangan
Pasal 87
(1) Sub Bidang Ketersediaan dan Cadangan Pangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub
Bidang.
(2) Kepala Sub Bidang Ketersediaan dan Cadangan Pangan mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan di bidang
ketersediaan pangan dan produk olahan bahan pangan serta cadangan pangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Sub Bidang
Ketersediaan dan Cadangan Pangan mempunyai fungsi :
a. Melakukan koordinasi penyusunan rencana pengkajian, pengembangan,
pemantauan, pembinaan dan evaluasi ketersediaan dan kebutuhan pangan serta
penyiapan bahan kebijakan teknis untuk mewujudkan pemantapan ketersediaan
pangan yang cukup baik jumlah, jenis dan mutunya;
b. Melakukan perhitungan ketersediaan dan kebutuhan pangan wilayah;
c. Melakukan pengkajian, monitoring dan pengembangan ketersediaan pangan;
d. Menyiapkan bahan kebijakan teknis di bidang ketersediaan dan cadangan pangan
pemerintah dan masyarakat;
e. Melakukan pemantauan dan evaluasi cadangan pangan pemerintah dan
masyarakat;
f. Mengembangkan dan mengatur cadangan pangan pemerintah dan masyarakat;
g. Menyiapkan bahan kerjasama dan penyediaan pangan;
h. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data neraca bahan makanan (NBM);
i. Melakukan upaya peningkatan mutu beras;
j. Melaksananakan kegiatan-kegiatan lomba yang berhubungan dengan ketahanan
pangan;
k. Menyusun laporan pelaksanaan dan kegiatan dan bertanggung jawab kepada
bidang ketersediaan dan distribusi pangan;
l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya
Pasal 88
(1) Sub Bidang Distribusi dan Akses Pangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang.
(2) Kepala Sub Bidang Distribusi dan Akses Pangan mempunyai tugas pokok membantu
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan di bidang mekanisme distribusi
pangan serta stabilisasi harga pangan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kepala Sub Bidang
Distribusi dan Akses Pangan mempunyai fungsi :
a. Menyiapkan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan pengkajian/analisa
pengembangan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi untuk penyusunan
kebijakan teknis distribusi pangan dan akses pangan;
b. Menyiapkan bahan rumusan rencana pelaksanaan, pembinaan, pengkajian,
monitoring dan evaluasi distribusi dan akses pangan;

c. Menyiapkan bahan koordinasi pengendalian dan kelancaran distribusi pangan


antar wilayah dan antar waktu;
d. Melakukan koordinasi dan rencana pelaksanaan kerjasama dan pengembangan
pasar produk pangan;
e. Melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan pemantauan
dan evaluasi distribusi, akses pangan dan jaringan informasi pasar;
f. Melakukan pemantauan, pembinaan dan evaluasi peran kelembagaan distribusi
pangan;
g. Melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan pengkajian,
pengembangan, pemantauan, evaluasi dan analisis harga pangan;
h. Melakukan penyusunan bahan rencana, rumusan kegiatan dan pelaksanaan
pemantauan, monitoring, pengendalian dan analisa harga pangan;
i. Menyiapkan bahan rencana dan pelaksanaan metodologi pengkajian dan
pemantauan harga pangan;
j. Menyiapkan bahan rencana dan pelaksanaan langkah-langkah upaya
pengendalian/stabilisasi harga pangan;
k. Menyiapkan bahan rumusan kebijakan teknis rencana dan pelaksanaan
pemantauan, pengendalian dan evaluasi harga pangan;
l. Melakukan
koordinasi,
pemantauan
dan
pengendalian
harga
serta
intervensi/subsidi harga pangan untuk masyarakat miskin;
m. Membuat dan bertanggungjawab kepada kepala bidang distribusi dan harga
pangan;
n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Paragraf 5
Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan
Pasal 89
(1) Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan adalah unit yang melakukan kegiatan
penyuluhan yang berada di bawah Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,
Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan.
(2) Setiap Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan dipimpin oleh seorang Kepala Balai.
(3) Kepala Balai Penyuluhan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan
Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan
dalam melaksanakan kegiatan administrasi pada Unit Pelaksana Teknis Balai
Penyuluhan dan mengkoordinir
peyuluh-penyuluh yang berada di bawah
koordinasinya dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan.
(4) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Balai mempunyai
fungsi :
a. Pengelolaan urusan rumah tangga Balai Penyuluhan, perlengkapan, surat
menyurat, kearsipan/dokumentasi;
b. Pengelolaan administrasi keuangan Balai Penyuluhan;
c. Pelaksanaan dan perumusan kebijakan perencanaan, program dan koordinasi
serta anggaran Balai Penyuluhan;

d. Pelaksanaan evaluasi dan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan serta


urusan kepegawaian pada Balai Penyuluhan;
e. Pengelolaan hukum dan perundang-undangan yang berlaku bagi kepentingan
dinas;
f. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan
pelaksaan program dan kegiatan pada Balai Penyuluhan;
g. Pelaksanaan koordinasi dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,
Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan;
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Pasal 90
(1) Penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan mempunyai tugas pokok melakukan
kegiatan persiapan penyuluhan, mengembangkan kegiatan penyuluhan sesuai
dengan kondisi setempat, memonitor, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan
penyelenggaraan penyuluhan di wilayah kerjanya serta pengembangan profesi dan
kegiatan penunjang penyuluhan.
(2) Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan terdiri dari :
a. Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Terampil
b. Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Ahli
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Peyuluh pertanian,
perikanan dan kehutanan mempunyai fungsi :
(a) Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Terampil :
a. Menyusun Identifikasi Potensi wilayah (Menyusun Instrumen Tingkat Desa,
Kecamatan dan Kabupaten (Lanjutan) dan Mengumpulkan Data Tingkat Desa,
Kecamatan dan Kabupaten (Pelaksana);
b. Megikuti pendidikan sekolah yang memperoleh gelar/ijazah. Pendidikan dan
pelatihan kedinasan maupun prajabatan;
c. Memfasilitasi/memandu pelaku utama (petani/kelompok tani) dalam penyusunan
rencana kegiatan/usaha dan kebutuhan petani/kelompok tani (RUK dan RKK
(RDKK) bagi Pemula/II.a, RKD, RKPD/Programa Penyuluhan Desa bagi
Pelaksana/II.b-d);
d. Menyusun Programa Peyuluhan (Tim);
e. Meyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan;
f. Memfasilitasi pelaku utama (petani/kelompok tani) untuk memformulasikan
rencana usaha tani ke dalam bentuk proposal;
g. Melakukan penyusunan materi penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan
(dalam bentuk kartu kilat (Pemula), transparansi dan flipchart/peta singkap
(Pelaksana), seri foto dan poster (Lanjutan));
h. Memfasilitasi proses pembelajaran bagi pelaku utama (petani/kelompok tani) dan
pelaku usaha;
i. Melakukan perencanaan dan penerapan metode penyuluhan pertanian, perikanan
dan kehutanan :
1. Kunjungan tatap muka/anjangsana;

2. Melaksanakan uji coba/pengkajian paket teknologi/metoda (Lanjutan)


3. Melaksanakan demonstrasi cara (Pelaksana);
4. Merencanakan demonstrasi hasil (demonstrasi plot (Pelaksana), farm
(Lanjutan), area (Penyelia) dan memandu pelaksanaan demonstrasi hasil
(demonstrasi plot (Pemula), farm (Pelaksana), area (Lanjutan);
5. Merencanakan (Penyelia) dan memandu sekolah lapang (Pelaksana);
6. Merencanakan (Penyelia) dan melaksanakan temu lapang/ tugas/ teknis/ karya
(Pelaksana);
7. Merencanakan (Penyelia) dan melaksanakan (Lanjutan) forum penyuluhan
pedesaan, magang, widyawisata, karyawisata/widyakaraya
8. Merencanakan dan melaksanakan pameran (sebagai pramuwicara);
9. Mengajar kursus tani (Pelaksana, Lanjutan, Penyelia)
10. Melakukan penilaian perlombaan petani/kelompok tani Tingkat Kabupaten
(Penyelia);
11. Melakukan Penilaian Perlombaan Komoditas Pertanian (Penyelia).
j. Menumbuhkan kelompok tani (Pelaksana) dan gabungan kelompok tani (Lanjutan)
dan mengembangkan kelompok tani (Pemula ke Lanjut (Pelaksana) dan Lanjut ke
Madya (Penyelia));
k. Membangkitkan dan menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan, manajerial
pelaku utama (petani) dan pelaku usaha;
l. Menyebarluaskan informasi pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di
wilayah kerjanya dengan cara menyampaikan visi, misi, tujuan, strategi, dan
prinsip dari pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan;
m.Mengupayakan kemudahan bagi pelaku utama (petani/kelompok tani ) dalam
mengakses teknologi dan sumber informasi, informasi pasar, peluang usaha dan
permodalan;
n. Mengidentifikasi/menganalisis,
memberikan
bimbingan
dan
membantu
memecahkan masalah-masalah serta merespon peluang dan tantangan yang
dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha baik dalam mengelola usaha ataupun
dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha;
o. Mendorong peran serta dan keterlibatan pelaku utama dan pelaku usaha dalam
pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang modern, maju dan
berkelanjutan di wilayahnya;
p. Mendorong semangat dan mengembangkan swadaya dan swakarsa terutama bagi
petani/kelompok tani dan keluarganya;
q. Menumbuhkan kesadaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha terhadap
kelestarian lingkungan;
r. Melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan
serta evaluasi dampak pelaksanaan penyuluhan pertanian, perikanan dan
kehutanan :
1. Menyusun rencana kegiatan evaluasi Tingkat Kecamatan (Penyelia);
2. Mengumpulkan dan mengolah data pelaksanaan Tingkat Kecamatan
(Lanjutan) dan Tingkat Kabupaten (Penyelia);
3. Menganalisis dan merumuskan hasil evaluasi Tingkat Kecamatan (Penyelia);
4. Mengumpulkan dan mengelolah data dampak pelaksanaan
Tingkat
Kecamatan (Penyelia).

s. Mengembangkan
profesi
melalui
kegiatan
karya
ilmiah/tulis,
menerjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan serta ataupun memberikan
konsultasi dibidang pertanian, perikanan dan kehutanann
t. Melakukan kegiatan-kegiatan penunjang penyuluhan pertanian,perikanan dan
kehutanan seperti mengikuti seminar,anggota tim penilai,dan lainnya).
(b) Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Ahli :
a. Menyusun identifikasi potensi wilayah (Menyusun Instrumen Tingkat Provinsi dan
Nasional (Ahli Muda), mengumpulkan data Tingkat Provinsi dan Nasional dan
mengolah, menganalisis dan merumuskan hasil (Ahli Pertama);
b. Megikuti pendidikan sekolah yang memperoleh gelar/ijazah. Pendidikan dan
pelatihan kedinasan maupun prajabatan;
c. Menyusun Programa Peyuluhan (Tim);
d. Meyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan;
e. Memfasilitasi pelaku utama (petani/kelompok tani) untuk memformulasikan
rencana usaha tani ke dalam bentuk proposal;
f. Melakukan penyusunan materi penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan
(dalam bentuk leaflet/ liptan/ selebaran/ folder dan Pameran (Ahli Pertama),
Brosur/ bukleet dan sound slide (Ahli Muda), Naskah radio/ TV/ Seni Budaya/
Pertunjukan dan penyusun dan sinopsis dan skenario Film/Video/CD/DVD (Ahli
Madya) dan Supervisi Produksi Film/Video/CD/DVD dan Bahan Website (Ahli
Utama));
g. Melakukan perencanaan dan penerapan metode penyuluhan pertanian, perikanan
dan kehutanan :
1. Kunjungan tatap muka/anjangsana;
2. Merencanakan uji coba/pengkajian paket teknologi/metoda (Ahli Muda)
3. Mengolah, menganalisa, dan merumuskan hasil kajian paket teknologi/metoda
(Ahli Madya)
4. Menyusun Rancang Bangun (Ahli Madya) dan melakukan rekayasa (Ahli
Muda) usaha pertanian;
5. Merencanakan (Ahli Madya) dan melaksanakan wicara/ teknologi/ usaha (Ahli
Muda);
6. Merencanakan (Ahli Madya) dan melaksanakan (Ahli Muda) penyuluhan media
elektronik (radio, TV, website);
7. Merencanakan (Ahli Madya), membuat display (Ahli Muda) dan melaksanakan
pameran (sebagai pramuwicara);
8. Mengajar kursus tani;
9. Melakukan penilaian perlombaan petani/kelompok tani Tingkat Provinsi
(Madya) dan Tingkat Nasional (Utama);
h. Memfasilitasi proses pembelajaran bagi pelaku utama (petani/kelompok tani) dan
pelaku usaha;
i. Menumbuhkan Koperasi Petani (Ahli Muda) dan Asosiasi Petani (Ahli Madya) dan
mengembangkan kelompok tani (Pemula ke Lanjut (Pelaksana) dan Madya ke
Utama (Penyelia));
j. Membangkitkan dan menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan, manajerial
pelaku utama (petani) dan pelaku usaha;

k. Menyebarluaskan informasi pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di


wilayah kerjanya dengan cara menyampaikan visi, misi, tujuan, strategi, dan
prinsip dari pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan;
l. Mengupayakan kemudahan bagi pelaku utama (petani/kelompok tani ) dalam
mengakses teknologi dan sumber informasi, informasi pasar, peluang usaha dan
permodalan;
m.Mengidentifikasi/menganalisis,
memberikan
bimbingan
dan
membantu
memecahkan masalah-masalah serta merespon peluang dan tantangan yang
dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha baik dalam mengelola usaha ataupun
dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha;
n. Mendorong peran serta dan keterlibatan pelaku utama dan pelaku usaha dalam
pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang modern, maju dan
berkelanjutan di wilayahnya;
o. Mendorong semangat dan mengembangkan swadaya dan swakarsa terutama bagi
petani/kelompok tani dan keluarganya;
p. Menumbuhkan kesadaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha terhadap
kelestarian lingkungan;
q. Melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan
serta evaluasi dampak pelaksanaan penyuluhan pertanian, perikanan dan
kehutanan :
1. Menyusun rencana kegiatan evaluasi Tingkat Kabupaten (Ahli Pertama),
Tingkat Provinsi (Ahli Muda) dan Tingkat Nasional (Ahli Madya);
2. Mengumpulkan dan mengolah data pelaksanaan Tingkat Provinsi (Ahli
Pertama) dan Tingkat Nasional (Ahli Muda);
3. Menganalisis dan merumuskan hasil evaluasi Tingkat Kabupaten (Ahli
Pertama), Tingkat Provinsi (Ahli Muda) dan Tingkat Nasional (Ahli Madya);
4. Menyusun Rencana Kegiatan Evaluasi Dampak Tingkat Kecamatan (Ahli
Pertama),Tingkat Kabupaten (Ahli Muda), Tingkat Provinsi (Ahli Madya) dan
Tingkat Nasional (Ahli Utama);
5. Mengumpulkan dan mengelolah data dampak pelaksanaan
Tingkat
Kabupaten (Ahli Pertama) ), Tingkat Provinsi (Ahli Muda) dan Tingkat Nasional
(Ahli Madya).
6. Menganalisis dan merumuskan data dampak pelaksanaan Tingkat Kecamatan
(Ahli Pertama),Tingkat Kabupaten (Ahli Muda), Tingkat Provinsi (Ahli Madya)
dan Tingkat Nasional (Ahli Utama);
r. Melakukan Pengembangan Kegiatan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan :
1. Menyusun Pedoman/ Juklak/ Juknis Penyuluhan Pertanian Tingkat Kabupaten
(Ahli Muda), Tingkat Provinsi (Ahli Madya) dan Tingkat Nasional (Ahli Utama) ;
2. Menyusun rencana/desain (Ahli Madya), menyiapkan dan mengolah bahan/
data/ nformasi (Ahli Muda) dan menganalisis data/informasi dan merumuskan
hasil (Ahli Utama) kajian arah kebijaksanaan yang sifatnya penyempurnaan;
3. Menyusun rencana/ desain (Ahli Utama), menyiapkan dan mengolah
bahan/data/informasi (Ahli Madya) dan menganalisis data/informasi dan
merumuskan hasil (Ahli Utama)kajian arah kebijaksanaan yang sifatnya
pembaharuan;

4. Menyusun rencana/ desain, menyiapkan dan mengolah bahan/ data/ informasi


(Ahli Madya) dan menganalisis data/ informasi dan merumuskan hasil (Ahli
Utama)pengkajian metode penyuluhan ;
5. Menyusun rencana/desain (Ahli Utama), menyusun konsep baik sebagai
penyaji ataupun pembahas (Ahli Madya) dan sebagai narasumber (Ahli
Utama), melaksanakan uji coba konsep (Ahli Madya) dan merumuskan konsep
(Ahli Utama) pengembangan metode pertanian;
6. Menyusun rencana/ desain (Ahli Utama), menyiapkan dan mengolah bahan/
data / informasi (Ahli Madya), menyusun (Ahli Utama), mendiskusikan baik
sebagai penyaji ataupun pembahas (Ahli Madya) dan sebagai narasumber
(Ahli Utama) dan merumuskan konsep metode baru penyuluhan.
s. Mengembangkan
profesi
melalui
kegiatan
karya
ilmiah/tulis,
menerjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan serta ataupun memberikan
konsultasi dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan;
t. Melakukan kegiatan-kegiatan penunjang penyuluhan pertanian,perikanan dan
kehutanan seperti mengikuti seminar,anggota tim penilai,dan lainnya).

Bagian Keenam
Badan Lingkungan Hidup
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 91
(1) Badan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam rangka
melaksanakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup berdasarkan asas
otonomi dan tugas pembantuan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Badan mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang lingkungan;
b. Perumusan kebijakan operasional tata lingkungan, pengendalian pencemaran dan
kerusakan lingkungan, pemulihan dan penaatan lingkungan serta komunikasi
lingkungan;
c. Pelaksanaan koordinasi penilaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) dan evaluasi pengelolaan lingkungan dan pemberian rekomendasi
UKL/UPL dan SPPL;
d. Pelaksanaan koordinasi dan bimbingan teknis pengendalian pencemaran dan
kerusakan lingkungan, pemulihan kualitas lingkungan dan penaatan lingkungan;
e. Pelaksanaan penegakan hukum lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan
komunikasi di bidang lingkungan hidup.
f. Pengelolaan kesekretariatan meliputi : perencanaan, umum dan keuangan;
g. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

Paragraf 2

Sekretariat
Pasal 92
(1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi perencanaan,
evaluasi dan pelaporan program Badan Lingkungan Hidup serta pengelolaan
keuangan dan umum yang meliputi kegiatan kepegawaian, tata naskah dinas dan
arsip, pengadaan perlengkapan, rumah tangga, humas serta perjalanan dinas.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sekretariat mempunyai fungsi :
a. Penyiapan bahan koordinasi, pengelolaan data dan penyusunan program kerja di
lingkungan Badan;
b. Pelaksanaan penatausahaan keuangan di lingkungan Badan;
c. Pengelolaan administrasi kepegawaian;
d. Pengelolaan perlengkapan, tata naskah dinas dan arsip, rumah tangga,
kehumasan dan perjalanan dinas;
e. Penyiapan bahan penyusunan laporan dan evaluasi pelaksanaan program;
f. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Pasal 93
(1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan
penyusunan program, evaluasi dan pelaporan di lingkungan Badan.
(2) Dalam meyelenggarakan tugas Sub Bagian Perencanaan mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan bahan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Sub
Bagian Perencanaan
b. Pengumpulan bahan dan koordinasi perencanaan kegiatan dan anggaran di
lingkungan Badan;
c. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan di lingkungan Badan;
d. Pelaksanaan administrasi, evaluasi dan pelaporan program di lingkungan Badan;
e. Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD);
f. Penyusunan Laporan Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang
Lingkungan Hidup;
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris.
Pasal 94
(1) Sub Bagian Keuangan
mempunyai tugas melakukan kegiatan penyusunan
anggaran, belanja dan akuntansi keuangan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bagian Keuangan mempunyai fungi :
a. Pengumpulan bahan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Sub
Bagian Keuangan ;
b. Pelakasanaan proses surat permintaan pembayaran dan surat perintah
membayar;
c. Pelaksanaan tugas akuntansi dan pelaporan keuangan;
d. Pelaksanaan pembukuan dan perhitungan anggaran di lingkungan Badan;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.
Pasal 95
(1) Sub Bagian umum mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengelolaan tata
naskah dinas dan kearsipan serta administrasi kepegawaian.

(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bagian Umum mempunyai fungsi :


a. Pengumpulan bahan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Sub
Bagian umum;
b. Pelaksanaan tata naskah dinas, kearsipan, perjalanan dinas humas serta rumah
tangga di lingkungan Badan;
c. Pengumpulan bahan penyusunan rencana kebutuhan, pengadaan, pemeliharaan
dan pelaporan barang inventaris di lingkungan badan;
d. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengumpulan bahan pembinaan
disiplin pegawai di lingkungan Badan;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris.
Paragraf 3
Bidang Tata Lingkungan
Pasal 96
(1) Bidang Tata Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dampak
lingkungan, merencanakan pengelolaan lingkungan dan melaksanakan pengawasan
serta evaluasi penerapan pelaksanaan pengelolaan lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Bidang Tata Lingkungan mempunyai fungsi :
a. Pembentukan Tim Komisi Penilai, Tim Teknis dan Sekretariat AMDAL Kota;
b. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instasi terkait dalam penilaian
AMDAL dan pemberian rekomendasi UKL/UPL;
c. Pelaksanaan pembinaan tata lingkungan;
d. Penyusunan pedoman dan pelaksanaan pengawasan dan evaluasi pengelolaan
lingkungan;
e. Pelaksanaan evaluasi, monitoring, dokumentasi dan pelaporan terhadap hasil
pengkajian dampak lingkungan dan pengawasan pengelolaan lingkungan;
f. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Pasal 97
(1) Sub Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan
koordinasi teknis pengkajian dampak lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan
mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang
Pengkajian Dampak Lingkungan;
b. Pengumpulan bahan dan koordinasi pelaksanaan teknis pengkajian dampak
lingkungan;
c. Pelaksanaan evaluasi, monitoring, dokumentasi dan penyusunan laporan hasil
pengkajian dampak lingkungan serta menyiapkan rekomendasi kelayakan
lingkungan dan Izin Lingkungan;
d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan.
Pasal 98

(1) Sub Bidang Pengawasan dan Evaluasi Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan dan pelaksanaan pengawasan dan evaluasi
pengelolaan lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bidang Pengawasan dan Evaluasi Pengelolaan
Lingkungan mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang
Pengawasan dan Evaluasi Pengelolaan Lingkungan;
b. Pengumpulan bahan dan koordinasi pelaksanaan teknis pengawasan dan evaluasi
pelaksanaan pengelolaan lingkungan;
c. Pelaksanaan evaluasi, monitoring, dokumentasi dan penyusunan laporan hasil
evaluasi pelaksanaan pengelolaan lingkungan;
d. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Tata
Lingkungan.
Paragraf 4
Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah
Pasal 99
(1) Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah mempunyai
tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan,
pemantauan dan pengawasan penaatan, analisis dan evaluasi serta pelaporan di
bidang pengendalian pencemaran lingkungan dan pengelolaan limbah.
(2) Dalam melaksanakan tugas Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan
Pengelolaan Limbah mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang
pengendalian pencemaran lingkungan dan pengelolaan limbah;
b. pemantauan dan pengawasan penaatan, analisis dan evaluasi serta pelaporan di
bidang pengendalian pencemaran lingkungan dan pengelolaan limbah;
c. pembinaan perizinan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
d. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait dalam
pengendalian pencemaran lingkungan dan pengelolaan limbah;
e. Penyiapan bahan penetapan baku mutu pencemaran lingkungan hidup;
f. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

Pasal 100
(1) Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan
pengumpulan dan penyiapan bahan koordinasi, pemantauan dan pengawasan
penaatan, analisis dan evaluasi serta pelaporan di bidang pengendalian pencemaran
lingkungan.
(2) Dalam melaksanakan tugas Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
mempunyai fungsi :

a. pengumpulan, pengolahan data, dan penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang


Pengendalian Pencemaran Lingkungan;
b. pengumpulan bahan dan koordinasi pelaksanaan teknis pengendalian
pencemaran lingkungan serta perizinan di bidang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup;
c. pelaksanaan evaluasi, monitoring, dokumentasi, dan penyusunan laporan hasil
pengendalian pencemaran lingkungan;
d. pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Pengendalian Pencemaran Lingkungandan Pengelolaan Limbah.
Pasal 101
(1) Sub Bidang Pengelolaan Limbah mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan
penyiapan bahan koordinasi, pemantauan dan pengawasan penaatan, analisis dan
evaluasi serta pelaporan di bidang pengelolaan limbah.
(2) Dalam melaksanakan tugas Sub Bidang Pengelolaan Limbah mempunyai fungsi :
a. pengumpulan, pengolahan data, dan penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang
Pengelolaan Limbah;
b. pengumpulan bahan dan koordinasi pelaksanaan teknis pengelolaan limbah;
c. pelaksanaan evaluasi, monitoring, dokumentasi, dan penyusunan laporan hasil
pengelolaan limbah;
d. pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah.
Paragraf 5
Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan
Pasal 102
(1) Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan mempunyai tugas
melaksanakan koordinasi pengendalian kerusakan lingkungan dan pemulihan
lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan
Lingkungan mempunyai fungsi :
a. Penyiapan bahan dan Koordinasi teknis di bidang pengendalian kerusakan dan
pemulihan lingkungan;
b. Pelaksanaan pembinaan bidang pengendalian kerusakan dan pemulihan
lingkungan;
c. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi terkait dalam pengendalian
kerusakan dan pemulihan lingkungan;
d. Penyiapan bahan penetapan kriteria baku kerusakan dan daya dukung lingkungan;
e. Pelaksanaan evaluasi, monitoring, dokumentasi dan pelaporan terhadap hasil
pengendalian kerusakan dan pemulihan lingkungan.
f. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi terkait dalam pengendalian
kerusakan dan pemulihan lingkungan;
g. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

Pasal 103
(1) Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Konservasi SDA mempunyai
tugas melakukan pengumpulan, menganalisa, penyiapan bahan dan koordinasi
pengendalian kerusakan lingkungan dan Konservasi SDA.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan
dan Konservasi SDA mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang
Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Konservasi SDA;
b. Pelaksanaan koordinasi teknis pengendalian kerusakan lingkungan dan
Konservasi SDA;
c. Penyiapan bahan penetapan kriteria baku kerusakan dan daya dukung lingkungan;
d. Penyiapan bahan pengendalian kerusakan lingkungan akibat dampak perubahan
iklim;
e. Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dokumentasi dan penyusunan laporan hasil
pengendalian kerusakan lingkungan dan konservasi SDA;
f. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan.
Pasal 104
(1) Sub Bidang Pemulihan Lingkungan mempunyai tugas melakukan pengawasan
pemulihan lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bidang Pemulihan Lingkungan mempunyai
fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang
Pemulihan Lingkungan;
b. Pengumpulan bahan dan koordinasi pelaksanaan teknis pemulihan lingkungan;
c. Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dokumentasi dan penyusunan laporan hasil
pemulihan lingkungan;
d. Pelaksanaan analisa dan penyusunan pedoman di bidang pengelolaan pengaduan
dan penyelesaian sengketa lingkungan;
e. Pelaksanaan pengelolaan pengaduan masyarakat dan pemantauan tindak lanjut
pengaduan;
f. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan.
Paragraf 6
Bidang Penaatan Lingkungan dan Komunikasi Lingkungan
Pasal 105
(1) Bidang Penaatan Lingkungan dan Komunikasi Lingkungan mempunyai tugas
melaksanakan pembinaan, penaatan dan komunikasi lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Bidang Penaatan dan Komunikasi Lingkungan
mempunyai fungsi :

a. perumusan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang penaatan


dan komunikasi lingkungan;
b. pemantauan dan pengawasan, analisis dan evaluasi serta pelaporan di bidang
penaatan dan komunikasi lingkungan;
c. pembinaan di bidang penaatan dan komunikasi lingkungan;
d. penyiapan bahan penyusunan rancangan produk hukum di bidang penaatan dan
komunikasi lingkungan;
e. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait
bidang penaatan dan komunikasi lingkungan;
f. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Pasal 106
(1) Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan
pengumpulan, penyiapan bahan dan koordinasi dalam bidang penegakan hukum
lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan
mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan bidang
penegakan hukum lingkungan;
b. Pengumpulan bahan dan koordinasi pelaksanaan teknis bidang penegakan
hukum lingkungan;
c. Pengumpulan bahan dan penyusunan rancangan produk hukum
bidang
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
d. Pelaksanaan sosialisasi dan pembinaan pelaksanaan produk hukum lingkungan
hidup;
e. Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dokumentasi dan penyusunan laporan
pelaksanaan kegiatan bidang penegakan hukum lingkungan;
f. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Penaatan dan
Komunikasi Lingkungan.
Pasal 107
(1) Sub Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Komunikasi Lingkungan mempunyai
tugas melaksanakan edukasi pemberdayaan masyarakat dan komunikasi lingkungan
untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas Sub Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan
Komunikasi Lingkungan mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan, pengolahan data dan penyusunan renacana kegiatan bidang
pemberdayaan masyarakat dan komunikasi lingkungan;
b. Pengumpulan bahan dan koordinasi pelaksanaan teknis bidang pemberdayaan
masyarakat, pengembangan edukasi dan komunikasi lingkungan;
c. Penyusunan rencana kerja dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat,
pengembangan edukasidan komunikasi lingkungan dalam pengelolaan dan
pelestarian lingkungan hidup;

d. Pelaksanaan evaluasi, monitoring , dokumentasi dan penyusunan laporan


pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup
melalui komunikasi lingkungan;
e. Pelaksanaan tugas-tugas dinas lain yang diberikan Kepala Bidang Penaatan dan
Komunikasi Lingkungan.
Paragraf 7
Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB)
Pasal 108
(1) UPTB Operasional mempunyai tugas melaksanakan teknis operasional laboratorium
lingkungan yang melayani langsung dunia usaha. Instansi pemerintah dan
masyarakat.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas UPTB Operasional mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan bahan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan Unit
Pelaksana Teknis Badan Operasional Laboratorium Lingkungan
b. Pelaksanaan pengujian yang meliputi pengambilan contoh uji ( sampel ) termasuk
analisa di lapangan, penanganan transfortasi sampel, penyimpanan sampel,
preparasi dan analisa sampel di laboratorium
c. Pelaksanaan pengujian parameter kualitas lingkungan/limbah cair dengan
parameterfisik/kimia/biologi
d. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama pengujian dengan instansi terkait atau
laboratorium lainnya jika terjadi keterbatasan sumber daya dan metode yang
dimiliki
e. Pengolahan data dan pembuatan laporan hasil pengujian
f. Penyelesaian administrasi pelaksanaan pengujian di laboratorium
g. Pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di bidang pengujian laboratorium
h. Pelaksanaan pengawasan, evaluasi dan pelaporan kegiatan pengujian di
laboratorium
i. Pelaksanaan kearsipan, rumah tangga, perlengkapan dan humas serta
administrasi keuangan laboratorium
j. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala Badan Lingkungan Hidup

Bagian Ketujuh
Badan Kepegawaian Daerah
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 109
(1) Kepala Badan Kepegawaian Daerah mempunyai tugas pokok membantu Walikota
dalam penyelengaraan Pemerintah di Bidang Kepegawaian Daerah sesuai peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Badan Kepegawaian Daerah mempunyai fungsi :
a. Penyiapan penyusunan Peraturan Daerah di bidang Kepegawaian sesuai dengan
norma, standar dan prosedur yang ditetapkan Pemerintah;
b. Melaksanakan tata usaha, urusan surat menyurat dan rumah tangga , serta
menganalisa, merencanakan anggaran, keuangan dan menyusun kebutuhan
perlengkapan rumah tangga;
c. Mengkoordinasikan dan Menyelenggarakan Pembinaan dan Pelayanan
administrasi pegawai kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Badan
Kepegawaian Daerah
d. Perencanaan dan penyusunan kebutuhan formasi, pelaksanaan pengadaan dan
pembinaan pegawai perencanaan pengembangan kepegawaian Daerah;
e. Melaksanakan dan Menyiapkan mutasi, pengangkatan dalam jabatan struktural
dan fungsional memproses kenaikan pangkat, gaji berkala serta usul perpanjangan
Batas Usia pensiun (BUP);
f. Melaksanakan pendidikan, pelatihan dan pengembangan aparatur Pemerintah
Kota Prabumulih;
g. Membagi tugas dan petunjuk kepada staf agar melaksanakan tugas sesuai
ketentuan yang berlaku, agar tercapai efektivitas pelaksanaan tugas;
h. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
i. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Walikota sesuai bidangnya.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 110
(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris
(2) Sekretaris melaksanakan sebagian Tugas dan Fungsi Badan Kepegawaian Daerah
dalam mengkoordinasikan dan menyelenggarakan Pembinaan Pelayanan
administrasi pegawai seluruh Unit Organisasi di lingkungan Badan Kepegawaian
Daerah
(3) Untuk melaksnakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini Sekretaris
mempunyai fungsi :
a. Pengelolaan adminsitrasi tata usaha Badan Kepegawaian Daerah;
b. Pengelolaan administrasi Urusan Ketatalaksanaan, Peralatan Perlengkapan dan
kerumah tanggaan;
c. Pengelolaan adminsitrasi keuangan;
d. Pengelolaan adminsitrasi Kepegawaian;
e. Mengusulkan pemegang kas, pembantu pemegang kas rutin dan lain-lain,
pembantu pemegang kas gaji dan pembantu pemegang kas material;
f. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf, agar melaksanakan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
g. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
h. Melaksanakan tugas-tugas lai n yang diberikan oleh atasan.
(4) Sekretariat membawahi :

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian


b. Sub Bagian Keuangan dan Program
Pasal 111

(1) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas, melaksanakan tata
usaha, surat menyurat menganalisa, merencanakan dan menyusun kebutuhan
pegawai
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) Kepala Sub Bagian
Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. Membantu Sekretaris di Bidang tugasnya;
b. Melaksanakan Urusan tata Naskah Dinas;
c. Melaksanakan Urusan Arsip dan Ekspedisi
d. Melaksanakan Distribusi Surat Menyurat dan penggandaaannya;
e. Melaksanakan Urusan Rumah Tangga Kantor dan Penginventarisasian barangbarang;
f. Merencanakan dan Melaksanakan pembelian barang perlengkapan kantor sesuai
kebutuhan;
g. Menghimpun dan Menyiapkan bahan-bahan laporan pertanggungjawaban Kepala
Badan:
h. Melaksanakan tugas yang belum termasuk dan terlaksana oleh bidang-bidang
lain, seperti mengurus dan melayani tamu;
i. Membagi tugas kepada staf dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas sesuai
dengan ketentuan yang berlaku;
i. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.

Pasal 112
(1) Kepala Sub Bagian Keuangan dan Program mempunyai tugas menyusun rencana
anggaran keuangan dan belanja.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) mempunyai fungsi :
a. Membantu Sekretaris dalam bidang tugasnya;
b. Merancang dan menghimpun serta menyiapkan bahan untuk keperluan belanja
Kantor/Badan;
c. Merencanakan plafon kebutuhan anggaran dan mengatur penggunaan,
pelaksanaan anggaran;
d. Mengurus administrasi keuangan, biaya pindah pegawai, surat keputusan
pemberhentian pembayaran (SKPP), biaya perjalanan dinas serta
penyelesaiannya;
e. Mengkoordinir pelaksanaan tugas-tugas bendaharawan rutin, gaji dan
pembangunan;
f. Membuat daftar gaji;

g. Memberikan saran-saran pertimbangan kepada Sekretaris tentang langkahlangkah dan tindakan yang perlu dalam bidang tugasnya;
h. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf agar melaksanakan tugas
sesuai denga ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
i. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.

Paragraf 3
Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai
Pasal 113
(1) Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai mempunyai tugas perencanaan
dan penyusunan kebutuhan Formasi, pelaksanaan pengadaan Pegawai.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) Kepala Bidang
Pengadaan dan Pembinaan Pegawai mempunyai fungsi :
a. Membantu Kepala Badan Kepegawaian di bidang tugasnya;
b. Merencanakan dan menyusun kebutuhan formasi, melaksanakan pegawai,
pengangkatan CPNS menjadi PNS pelantikan dan sumpah PNS;
c. Merencanakan dan melaksanakan pembinaan peningkatan kesejahteraan
pegawai;
d. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf agar pelaksanaan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
e. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan tentang langkah/
tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
f. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
g. Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas;
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan
(4) Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai membawahi :
a. Sub Bidang Pengadaan Pegawai
b. Sub Bidang Pembinaan Pegawai
Pasal 114
(1) Kepala Sub Bagian Pengadaan Pegawai mempunyai tugas menyaipkan bahan dalam
rangka penyusunan kebutuhan formasi dan pengadaan pegawai.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimkasud ayat (1) Kepala Subbid
Pengadaan Pegawai mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Membantu Kepala Bidang di bidang tugasnya;
b. Membuat analisa jabatan untukmenyusun kebutuhan formasi;
c. Menyusun kebutuhan formasi untuk pengadaan pegawai;
d. Menyiapkan administrasi usul pertimbangan dan penetapan formasi;

e. Melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil mulai dari pengumuman


pengadaan, ujian penyaringan, pengusulan Nomor Induk Pegawai,
pengangkatan/penempatan CPNS;
f. Melaksanakan pengurusan penerbitan KARPEG
g. Melaksanakan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai
Negeri Sipil, Pelantikan dan Sumpah PNS;
h. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
i. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang tentang
langkah/tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
j. Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugas;
k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 115
(1) Sub Bidang Pembinaan Pegawai dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang.
(2) Kepala Sub Bidang Pembinaan Pegawai mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam
rangka merencanakan, melaksanakan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan
pegawai.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud ayat (2) Kepala Sub Bidang
Pembinaan Pegawai mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Membantu Kepala di bidang tugasnya;
b. Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan pedoman dan petunjuk
tehnis tentang pembinaan dan kedudukan hukum pegawai, penyelesaian
masalah kepegawaian yang berhubungan dengan pelanggaran disiplin PNS,
Penyuluhan/sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di bidang kepegawaian,
melayani pengurusan pengaduan terhadap pegawai, penelaahan konsep
Keputusan Walikota terhadap pegawai, penelaahan konsep Keputusan Walikota
dalam penyelesaian atas pelanggaran Peraturan disiplin PNS;
c. Menyiapkan Blanko dan melaksanakan proses penetapan DP 3 Pegawai;
d. Menghimpun dan menindaklanjuti daftar hadir dan laporan bulan pegawai;
e. Memproses penjatuhan hukuman disiplin PNS;
f. Memproses izin perkawinan dan perceraian PNS;
g. Memproses Pemberhentian sementara PNS;
h. Menyaipkan bahan dan mengelola Karis dan Karsu;
i. Mengusulkan dan melaksanakan pemberian penghargaan, tanda jasa dan
pembinaan mental pegawai;
j. Melakukan pengurusan BAPERTARUM, TASPEN DAN ASKES pegawai;
k. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf agar pelaksanaan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
l. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
m. Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugas;
n. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 4
Bidang Mutasi dan Kepangkatan

Pasal 116
(1) Bidang Mutasi dan Kepangkatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan dan
menyiapkan, mutasi, pengangkatan dalam jabatan Struktural dan Fungsional,
memproses kenaikan pangkat, gaji berkala serta pengusulan perpanjangan batas
usia pensiun.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) Kepala Bidang Mutasi
dan Kepangkatan mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Membantu Kepala Badan dibidang tugasnya;
b. Menyiapkan Mutasi Pengangkatan dalam jabatan Struktural dan Fungsional;
c. Menyiapkan mutasi Pegawai non jabatan;
d. Penyusunan bahan pembinaan dan petunjuk teknis kenaikan pangkat dan gaji
berkala;
e. Rencanakan pengolahan data kepegawaian;
f. Merencanakan penyiapan bahan-bahan pertimbangan, jabatan, kepangkatan dan
usul perpanjangan BUP;
g. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf agar pelaksanaan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
h. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai, sebagai
bahan peningkatan karier;
i. Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(4) Bidang Mutasi dan Kepangkatan membawahi :
a. Sub Bidang Mutasi dan Data Pegawai
b. Sub Bidang Kepangkatan
Pasal 117
(1) Sub Bidang Mutasi dan Data Pegawai dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang.
(2) Kepala Sub Bidang Mutasi dan Data Pegawai mempunyai tugas menyiapkan
keputusan pengangkatan dalam jabatan Struktural dan Fungsional, pemindahan bagi
PNS, merencanakan dan meneliti jumlah PNS dalam wilayah Pemerintah Kota
Prabumulih.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) Kepala Sub Bidang
Mutasi dan Data Pegawai mempunyai fungsi :
a. Membantu Kepala Bidang dibidang tugasnya;
b. Menyiapkan Mutasi Pengangkatan dalam jabatan Struktural dan Fungsional;
c. Menyiapkan Mutasi pegawai Non Jabatan;
d. Mempersiapkan dan Mengolah bahan-bahan yang berhubungan dengan usul
pengangkatan dari jabatan Struktural dan jabatan Fungsional serta perpanjangan
Batas Usia Pensiun bagi pejabat esselon II untuk dipertimbangkan oelh Badan
Pertimbangan jabatan dan Kepangkatan (BAPERJAKAT) Pemerintah Kota
Prabumulih;
e. Mengelola data informasi dan kepegawaian melalui Simpeg;

f. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf dalam melaksanakan tugas
sesuai; dengan ketentuan yang berlaku, agar tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
g. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
h. Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugas;
i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 118
(1) Sub Bidang Kepangkatan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang
(2) Kepala Sub Bidang Kepangkatan mempunyai tugas, menyiapkan usul, memproses
kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimna dimaksud ayat (2) Kepala Sub Bidang
Kepangkatan mempunyai fungsi :
a. Membantu Kepala Bidang di bidang tugasnya;
b. Menyiapkan dan memproses usul Kenaikan Pangkat;
c. Menyiapkan dan memproses Kenaikan gaji berkala;
d. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf sesuai ketentuan yang
berlaku agar tercapai efektivitas pelaksanaan karier;
e. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai, sebagai
bahan peningkatan karier;
f. Memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala Bidang, tentang langkah yang
perlu diambil dalam bidang tugasnya;
g. Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugas;
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 5
Bidang Diklat
Pasal 119
(1) Bidang Diklat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang
(2) Kepala Bidang Diklat mempunyai tugas melaksanakan pendidikan, pelatihan dan
pengembangan aparatur Pemerintah Kota Prabumulih
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2) Kepala Bidang Diklat
dan Pengembangan mempunyai fungsi :
a. Membantu Kepala Badan dalam bidang tugasnya;
b. Merencanakan Diklat dan Pengembangan yang dianggarkan oleh Pemerintah Kota
Prabumulih;
c. Menyampaikan dan meneliti PNS yang akan mengikuti diklat;
d. Menghimpun data PNS yang telah dan belum mengikuti diklat;
e. Menyiapkan tenaga pengajar, bahan pelajaran, alat bantu pengajaran dan
penyusunan laporan;
f. Melakukan hubungan dengan Lembaga Pemerintah dan non Pemerintah;
g. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf agar pelaksanaan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
h. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil yang telah dicapai;

i. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan, tentang langkah


yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
j. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas;
k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(4) Bidang Diklat membawahi :
a. Sub Bidang Diklat Struktural
b. Sub Bidang Diklat Tehnis Fungsional
Pasal 120
(1) Sub Bidang Diklat Sturktural dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang
(2) Kepala Sub Bidang Diklat Struktural mempunyai tugas perencanaan, pembinaan,
penyelenggaraan pendidikan dan latihan prajabatan, pelaksananaan diklat
kepemimpinan
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagimana dimkasud ayat (2) Kepala Sub Bidang Diklat
Struktural mempunyai fungsi :
a. Membantu Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan;
b. Menyiapkan administrasi pelaksanaan tes diklatpim Tk.IV, Tk.III, Tk.II, Tk.I dan
ujian dinas;
c. Menyiapkan administrasi pelaksanaan kegiatan diklatpim Tk.IV, Tk.III, Tk.II, Tk.I
dan ujian dinas;
d. Menyiapkan, menghimpun dan meneliti usulan peserta diklat struktural;
e. Menghimpun data PNS yang telah mengikuti Diklatpim, prajabatan dan ujian dinas;
f. Membagi tugas dan memberikan petunjuk kepada staf agar pelaksanaan tugas
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar tercapai efektivitas pelaksanaan
tugas;
g. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan, tentang langkah
yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
h. Membuat dan menyampaikan laporan kegiatan setiap selesai pelaksanaan;
i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 121

(1) Sub Bidang Diklat Tehnis Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang.
(2) Kepala Sub Bidang Diklat Tehnis Fungsional mempunyai tugas perencanaan,
melaksanakan diklat fungsional, Bidang pemerintahan, pembangunan, keuangan dan
administrasi serta kursus atau bimtek.
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud ayat (2) Kepala Sub Bidang Diklat
Tehnis Fungsional dan pengembangan mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Membantu Kepala Bidang dalam bidang tugasnya;
b. Menyiapkan administrasi pelaksanaan diklat teknis dan fungsional di bidang
pemerintahan, pembangunan, keuangan dan administrasi serta kursus atau
bimtek;
c. Menghimpun dan meneliti usulan peserta diklat tehnis Fungsional;
d. Menghimpun data PNS yang telah mengikuti diklat Tehnis Fungsional;
e. Menyiapkan administrasi pemberian izin dan tugas belajar PNS;
f. Menyiapkan administrasi penerimaan ikatan Dinas/ STPDN;
g. Menyiapkan administrasi pemberian bantuan biaya tugas belajar/ikatan dinas;

h. Menyiapkan administrasi penyesuaian ijazah;


i. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier;
j. Menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan;
k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Bagian Kedelapan
Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 122
(1) Kepala mempunyai tugas pokok memimpin,mengkoordinasikan dan mengendalikan
pelaksanaan kegiatan BPMPTSP.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Kepala mempunyai fungsi :
a. pengkoordinasian perumusan kebijakan,pelaksanaan, dan pengendalian di bidang
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
b. pembinaan di bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
c. penyelenggaraan perizinan dan nonperizinan;
d. pengkoordinasian dengan SKPD terkait dalam rangka penerbitan perizinan dan
nonperizinan;
e. pengkoordinasian pengolahan data, informasi,serta evaluasi kegiatan Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang
tugasnya.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 123
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan keuangan,
program, umum dan kepegawaian.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Sekretariat mempunyai fungsi :
a. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan;
b. pelaksanaan pengelolaan urusan program;
c. pelaksanaan pengelolaan urusan umum dan kepegawaian;
d. pelaksanaan tugas lain yang dibebankan Kepala sesuai dengan bidang tugasnya.
(3) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang dalam pelaksanaan tugasnya
bertanggung jawab kepada Kepala.
(4) Sekretariat, membawahkan :
a. Subbagian Keuangan;

b. Subbagian Program;
b. Subbagian Umum dan Kepegawaian.
(5) Setiap Subbagian dipimpin oleh seorang kepala subbagian yang dalam melaksanakan
tugasnya bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Pasal 124
(1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan
keuangan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Subbagian Keuangan mempunyai fungsi;
a. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran;
b. pelaksanaan penyiapan laporan berkala pertanggungjawaban pengelolaan
anggaran BPMPTSP;
c. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan BPMPTSP;
d. pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan target penerimaan pendapatan
daerah;
e. penyusunan laporan berkala realisasi penerimaan pendapatan daerah;
f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris sesuai bidang tugasnya;
Pasal 125
(1) Subbagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas pokok melaksanakan
pengelolaan urusan program.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Subbagian Program fungsi;
a. penyiapan penyusunan dokumen perencanaan BPMPTSP;
b. penyiapan penyusunan laporan kegiatan BPMPTSP;
c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris sesuai bidang tugasnya;
Pasal 126
(1) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas urusan
ketatausahaan, ketatalaksanaan,kegawaian, protokol dan urusan rumah
tangga Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu .
(2) Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian :
a. Mengendalikan surat masuk, keluar dan kearsipan;
b. Melaksanakan pengendalian administrasi barang dan perlengkapan badan;
c. Merencanakan kebutuhan barang dan perlengkapan badan;
d. Mempersiapkan bahan pelaksanaan pengadaan, penyaluran, pemakaian,
penggunaan dan penghapusan barang dan perlengkapan;
e. Menyiapkan bahan pelaksanaan administrasi penggunaan dan pemakaian barang
inventaris, kendaraan Badan dan rumah tangga Badan serta penggunaan gedung
kantor;
f. Menyiapkan administrasi pengaturan urusan rumah tangga, keamanan kantor dan
lingkungan serta rumah badan;

g. Mengatur pelaksanaan penggunaan dan pamakaian barang inventaris dan


perlengkapan kantor;
h. Membuat rancangan dan program kerja Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
i. Melaksanakan tugas keprotokolan badan;
j. Menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan yang telah ditetapkan;
k. Menyiapkan bahan pembuatan DP-3 setiap pegawai;
l. Mengumpulkan, mengelola, dan menyiapkan data kepegawaian badan;
m.Mempersiapkan rencana kebutuhan pegawai badan;
n. Mempersiapkan bahan usulan kenaikan pangkat, gaji berkala pegawai;
o. Mempersiapkan bahan mutasi dan pemberhentian, teguran pelanggaran disiplin,
pensiun, dan surat cuti pegawai badan;
p. Mempersiapkan bahan dan data pegawai yang akan mengikuti pendidikan dan
pelatihan pegawai;
q. Melaksanakan bahan rencana kesejahteraan pegawai;
r. Mengkoordinir kehadiran pegawai;
s. Membuat laporan kepegawaian dan Daftar Urut Kepangkatan Kepegawaian
(DUK);
t. Mempertangungjawabkan kegiatan subag yang telah dilaksanakan sesuai
ketentuan berlaku;
u. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
v. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

Paragraf 3
Bidang Penanaman Modal dan Promosi
Pasal 127
(1) Kepala Bidang Penanaman Modal dan Promosi mempunyai tugas mempersiapkan
kebijakan tekhnis dalam pembinaan, penghimpunan, pengelolaan, pemeliharaaan,
penyajiaan dan pendokumentasian dalam rangka peningkatan promosi dan
kerjasama investasi serta perumusan pelaksanaan kegiatan berdasarkan urusan
dan program sesuai ruang lingkup bidang penanaman modal dan promosi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Bidang
Penanaman Moal dan Promosi mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Penyiapan pengkajian program kerja Bidang Penanaman Modal dan Promosi ;
b. Penyiapan pengkajian bahan kebijakan teknis di ruang lingkup bidang penanaman
modal dan promosi;
c. Pengkoordinasian persiapan kebutuhan bidang penanaman modal dan promosi;
d. Penganalisaan program dan urusan yang menjadi kewenangan bidang
penanaman modal dan promosi;
e. Perencanaan kegiatan diruang lingkup bidang penanaman modal dan promosi
berdasarkan skala prioritas;
f. Pengaturan pelaksanaan kegiatan sesuai sasaran yang ditetapkan;
g. Pelaksanaan pengawasan kegiatan sesuai perencanaan;

h. Pelaksanaan fasilitasi dan pengembangan promosi dan kerjasama untuk


kelancaran tugas berdasarkan azas keseimbangan;
i. Pelaksanaan dan penkoordinasian bidang penanaman modal dan promosi
dengan unit kerja terkait; dan
j. Pelaksanaan pertanggung jawaban dan laporan.

Pasal 128
(1) Kepala Sub Bidang Promosi, Pengembangan dan Kerjasama mempunyai tugas
menyiapkan bahan dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup pelaksanaan
promosi penanaman modal daerah sesuai urusan yang menjadi kewenangan sub
bidang promosi dan pengembangan.
(2) Uraian Tugas Kepala Sub Bidang Promosi, Pengembangan dan Kerjasama.
a. Melaksanakan penyusunan program kerja sub bidang promosi, pengembangan
dan kerjasama
b. Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis Sub Bidang Promosi,
pengembangan dan kerjasama
c. Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan di bidang promosi,
pengembangan dan kerjasama
d. Mempersiapkan pelaksanaan pengelolaan data promosi, pengembangan dan
kerjasama
e. Mempersiapkan bahan koordinasi promosi, pengembangan dan kerjasama
f. Mempersiapkan usulan-usulan promosi, pengembangan dan kerjasama
g. Mempersiapkan penyusunan rencana program dan kegiatan tahunan Sub Bidang
Promosi, Pengembangan dan kerjasama dengan mempedomani peraturan
perundang-undangan yang berlaku
h. Melaksanakan penyusunan pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan ruang
lingkup Sub Bidang Promosi, Pengembangan dan kerjasama
i. Melaksanakan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait dalam rangka promosi,
pengembangan dan kerjasama penanaman modal daerah
j. Mempersiapkan dan menyusun bahan kebijakan teknis perencanaan dalam ruang
lingkup sub bidang promosi, pengembangan dan kerjasama;
k. Melaksanakan penyusunan telahaan staf sebagai bahan pertimbangan
pengambilan keputusan.
l. Mempersiapkan penyusunan pelaporan dan evaluasi kegiatan Sub Bidang
Promosi,Pengembangan dan kerjasama;
m.Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya;
n. Melaksanakan dan membantu tugas lain yang diberikan oleh pimpinan

Pasal 129
(1) Kepala Sub Bidang Pengendalaian dan Pelaksanaan Penanaman Modal mempunyai
tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan
kebijakan teknis Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal.

(2) Uraian Tugas Kepala Sub Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman
Modal.
a. Melaksanakan penyusunan program kerja Sub Bidang pengendalian dan
Pelaksanaan Penanaman Modal;
b. Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis pengendalian dan pelaksanaan
penanaman modal;
c. Melaksanakan penyusunan rencana kegiatan tahuna Sub Bidang Pengendalian
dan Pelaksanaan Penanaman Modal sesuai program dan urusan dengan
mempedomani peraturan perundang-undangan serta kebijakan teknis lembaga
pemerintah;
d. Melaksanakan penyusunan pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan;
e. Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan pengendalian dan
pelaksanaan penanaman modal;
f. Melaksanakan pengelolaan data pengendalian dan pelaksanaan penanaman
modal;
g. Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha pengendalian dan pelaksanaan
penanaman modal;
h. Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi pengendalian dan pelaksanaan
penanaman modal;
i. Melaksanakan penyusunan bahan talaahan staf sebagai bahan pertimbangan
pengambilan kebijakan;
j. Melaksanakan Pembuatan Berita Acara Persiapan (BAP) terhadap pembuatan Izin
Usaha Tetap (IUT) dan pencabutan proyek PMA/PMDN;
k. Melaksanakan Task Force penanaman modal tingkat kabupaten berkoordinasi
dengan propinsi;
l. Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Sub Bidang Pengendalian dan
Pelaksanaan Penanaman Modal
m.Melakasanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
n. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan.

Paragraf 4
Bidang Pelayanan Perizinan
Pasal 130
(1) Kepala Bidang Pelayanan Perizinan mempunyai tugas mempersiapkan bahan
kebijakan,
pembinaan
dan
pelaksanaan
dibidang
perizinan
dan Non
Perizinan sesuai urusan yang menjadi kewenangan bidang Perizinan dan Non
Perizinan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Bidang
Pelayanan Perizinan mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di
Bidang perizianan dan Non Perizinan;

b. Pengkoordinasian kegiatan dan tugas penunjang serta tugas yang bersifat rutinitas
dalam ruang lingkup bidang perizinan;
c. Penganalisaan program dan urusan yang menjadi kewenangan bidang;
d. Perencanaan kegiatan diruang lingkup bidang perizinan dan non perizinan
berdasarkan skala prioritas
e. Pengaturan pelaksanaan kegiatan sesuai sasaran yangt bditetapkan
f. Pelaksanaan pengawasan kegiatan sesuai perencanaan
g. Pelaksanaan fasilitasi kelancaran tugas
h. Pelaksanaan koordinasi Tim Teknis yang terdiri dari unsur perangkat daerah yang
memiliki
kewenangan untuk memberikan saran pertimbangan dalam rangka
memberikan rekomendasi mengenai perizinan dan Non Perizinan;
i. Pelaksanaan pertanggungjawaban dan laporan;

(3) Bidang Pelayanan Perizinan terdiri dari :


a. Sub Bidang Pelayanan Perizinan ; dan
b. Sub Bidang Pelayanan Non Perizinan .
Pasal 131
(1) Kepala Sub Bidang Perizinan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan
melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup perizinan yang berkaitan dengan
pelaksanaan kegiatan perizinan serta melaksanakan koordinasi dengan Tim Teknis
Instansi Terkait dalam pemberian Perizinan sesuai urusan yang menjadi Kewenagan
Sub Bidang Perizinan.
(2) Tugas Kepala Sub Bidang Perizinan;
a. Melaksanakan penyusunan program kerja Sub Bidang Perizinan;
b. Melaksanakan Penyusunan bahan kebijakan teknis perizinan;
c. Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan perizinan;
d. Melaksanakan penyusunan rencana kegiatan tahunan Sub Bidang Perizinan
sesuai dengan program dan urusan dengan mempedomani peraturan perundangundangan yang berlaku;
e. Melaksanakan penyusunan pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan
f. Melaksanakan pengolahan data perizinan;
g. Melaksanakan pemberian petunjuk/mekanisme dan persyaratan perizinan;
h. Melaksanakan bimbingan dan pengisian blangko perizinan
i. Melaksanakan pemberian pelayanan perizinan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
j. Melaksanakan penelitian, pengukuran lapangan terkait permohonan perizinan
dengan Tim Teknis sesuai dengan pedoman yang berlaku;
k. Melaksanakan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait dalam rangka
pemberian pelayanan dan penerbitan perizinan;
l. Melaksanakan proses penerbitan Perizinan sesuai ketentuan yang berlaku;
m.Melaksanakan penyusunan telahaan staf sebagai bahan pertimbangan
pengambilan keputusan;
n. Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Sub Bidang Perizinan;

o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan

Pasal 132
(1) Kepala Sub Bidang Non Perizinan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup Sub Bidang Non Perizinan yang
berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Non Perizinan serta melaksanakan
koordinasi dengan Tim Teknis Instansi Terkait dalam pemberian Perizinan sesuai
urusan yang menjadi Kewenagan Sub Bidang Non Perizinan.
(2) Uraian Tugas Kepala Sub Bidang Non Perizinan;
a. Melaksanakan penyusunan program kerja Sub Bidang Non Perizinan;
b. Melaksanakan Penyusunan bahan kebijakan teknis Non perizinan;
c. Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan Non Perizinan;
d. Melaksanakan penyusunan rencana kegiatan tahunan Sub Bidang Non Perizinan
sesuai dengan program dan urusan dengan mempedomani peraturan perundangundangan yang berlaku;
e. Melaksanakan penyusunan pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan;
f. Melaksanakan pengolahan data non perizinan;
g. Melaksanakan pemberian petunjuk/mekanisme dan persyaratan non perizinan;
h. Melaksanakan bimbingan dan pengisian blangko non perizinan;
i. Melaksanakan pemberian pelayanan non perizinan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
j. Melaksanakan penelitian, pengukuran lapangan terkait permohonan perizinan
dengan Tim Teknis sesuai dengan pedoman yang berlaku;
k. Melaksanakan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait dalam rangka
pemberian pelayanan dan penerbitan non perizinan;
l. Melaksanakan proses penerbitan Non Perizinan sesuai ketentuan yang berlaku;
m.Melaksanakan penyusunan telahaan staf sebagai bahan pertimbangan
pengambilan keputusan;
n. Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Sub Bidang Non Perizinan;
o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan;

Paragraf 5
Bidang Data dan Informasi
Pasal 133
(1) Kepala Bidang Data dan Informasi mempunyai tugas mempersiapkan bahan
kebijakan, pembinaan dan pelaksanaan dibidang data dan informasi sesuai urusan
yang menjadi kewenangan bidang data dan informasi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Bidang
Data dan Informasi mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melaksanakan
kebijaksanaan teknis dan penyusunan perencanaan di Data dan informasi meliputi:
pengkoordinasian pelaksanaan sosialisasi atas kebijakan dan perencanaan

pengembangan, kerjasama luar negeri, promosi, pemberian pelayanan perizinan,


pengendalian pelaksanaan, dan sistem informasi penanaman modal yang
terintegrasi dengan sistem informasi penanaman modal pemerintah dan pemerintah
kabupaten/kota, mengumpulkan dan mengolah data kegiatan usaha penanaman
modal dan realisasi proyek penanaman modal skala daerah, memutakhirkan data
dan informasi penanamam modal daerah, mengkaji, merumuskan dan menyusun
pedoman tata cara pembangunan dan pengembangan sistem informasi penanaman
modal skala daerah, menyusun peta investasi daerah dan potensi sumber daya
daerah terdiri dari sumber daya alam, kelembagaan dan sumber daya manusia
termasuk pengusaha mikro, kecil, menengah, koperasi dan besar .
(3) Bidang data dan informasi terdiri dari :
a. Sub Bidang Data ; dan
b. Sub Bidang informasi.
Pasal 134
(1) Subbidang Data mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Melaksanakan penyusunan program kerja Sub Bidang Data;
b. Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis data;
c. Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan data;
d. Melaksanakan penyusunan rencana kegiatan tahunan Sub Bidang Data sesuai
program dan urusan dengan mempedomani peraturan perundang-undangan serta
kebijakan teknis lembaga pemerintah terkait;
e. Melaksanakan penyusunan pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan;
f. Melaksanakan pengelolaan Data;
g. Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha data;
h. Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi data;
i. Melaksanakan penyusunan telahaan staf sebagai bahan pertimbangan
pengambilan kebijakan;
j. Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Sub Bidang Data dan;
k. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
l. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
m.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan;

Pasal 135
(1) Subbidang Informasi mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Melaksanakan penyusunan program kerja Sub Bidang Informasi;
b. Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis informasi;
c. Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan informasi;
d. Melaksanakan penyusunan rencana kegiatan tahunan Sub Bidang Informasi
sesuai program dan urusan dengan mempedomani peraturan perundangundangan serta kebijakan teknis lembaga pemerintah terkait;
e. Melaksanakan penyusunan pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan;
f. Melaksanakan pengelolaan Informasi;

g. Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan informasi;


h. Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi informasi;
i. Melaksanakan penyusunan telahaan staf sebagai bahan pertimbangan
pengambilan kebijakan;
j. Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Sub Bidang Informasi;
k. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
l. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
m.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

Paragraf 6
Bidang Regulasi Pengaduan dan Pengembangan Kinerja
Pasal 136
(1) Kepala Bidang Regulasi dan Pengembangan Kinerja mempunyai tugas
mempersiapkan bahan kebijakan, pembinaan dan pelaksanaan dibidang Regulasi
dan Pengembangan Kinerja sesuai urusan yang menjadi kewenangan bidang
Regulasi dan Pengembangan Kinerja.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Bidang
Regulasi dan Pengembangan Kinerja mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana dan program kerja Bidang Regulasi, Pelayanan Pengaduan
dan Pengembangan Kinerja.
b. Penelahaan dan pengkajian peraturan-peraturan di bidang pelayanan perizinan,
penanaman modal dan pengembangan kinerja.
c. Pelaksanaan analisis, penelitian dan menindaklanjuti pengaduan yang masuk.
d. Penyusunan laporan pertanggungjawaban atas penanganan pengaduan.
e. Penyiapan fasilitas layanan pengaduan, antara lain formulir pengaduan, kotak
pengaduan, melalui SMS atau pun telepon.
f. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait.
g. Penyusunan dan penyampaian laporan pelaksanaan tugas.
h. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi.
(3) Bidang Regulasi dan Pengembangan kinerja terdiri dari :
a. Sub Bidang Regulasi dan Pengaduan; dan
b. Sub Bidang Pengembangan Kinerja
Pasal 137
(1) Subbidang Regulasi dan pengaduan mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan
perundang-undangan dan kebijaksanaan teknis yang berkaitan dengan regulasi
dan pelayanan pengaduan.

b. Menyelenggarakan perencanan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan


pelaporan kegiatan regulasi dan pelayanan pengaduan.
c. Menyelenggarakan upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan urusan
regulasi dan pelayanan pengaduan
d. Menyelenggarakan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis
yang berkaitan dengan regulasi dan pelayan pengaduan.
e. Melaksanakan pengkajian terhadap peraturan-peraturan yang berkaitan dengan
perizinan.
f. Menyiapkan bahan rancangan peraturan tentang perizinan
g. Menerima dan melayani pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap layanan
yang di berikan
h. Menindaklanjuti dan memproses pengaduan perizinan.
i. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Tim Teknis dan atau SKPD teknis
untuk penyelesaian permasalahan lebih lanjut.
j. Membuat berita acara hasil pengaduan perizinan.
k. Membuat laporan pengaduan Perizinan.
l. Melakukan verifikasi dan memberikan edukasi terhadap permasalahan yang terjadi
dalam masalah perizinan.
m.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang.
n. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karir.
o. Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala bidang mengenai langkahlangkah yang perlu diambil sesuai dengan bidang tugasnya.
p. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh kepala bidang
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 138
(1) Subbidang Pengembangan Kinerja mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan ,peraturan
perundang- undangan dan kebijaksanaan teknis yang berkaitan dengan
pengembangan kinerja.
b. Menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi ,dan
pelaporan kegiatan pengembangan kinerja.
c. Menyelenggarakan upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan informasi
dan pengembangan kinerja.
d. Menyelenggarakan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis
yang berkaitan dengan pengembangan kinerja.
e. Menyelenggarakansosialisasi yang berkaitan dangan pelayanan perizinan.
f. Melakukan survey kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perizinan
g. Membuat indeks kepuasan masyarakat melalui kuesener dan diproses dan
melaporkan ke kepala badan.
h. Menyiapkan bahan koordinasi dan petunjuk teknis kebutuhan perumusan system
dan prosedur, tata hubungan kerja, serta permasalahan yang berkaitan dengan
organisasi dan tata laksana.
i. Menyiapkan bahan perbaikan system dan prosedur pelayanan perizinan.
j. Menyelenggarakan analisis dan pengembangan kinerja badan.
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang.

l. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karir.
m.Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala bidang mengenai langkahlangkah yang perlu diambil sesuai dengan bidang tugasnya.
n. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh kepala bidang
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 7
Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 139
(1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian
kegiatan BPMPTSP secara profesional sesuai dengan kebutuhan.
(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam
melaksanakan tugas pokoknya bertanggung jawab kepada Kepala.
(3) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan
fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang
keahliannya.
(4) Setiap Kelompok sebagaimana tersebut pada ayat (3), dipimpin oleh seorang tenaga
fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional yang ada dilingkungan
BPMPTSP.
(5) Jumlah Jabatan fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (3), ditentukan sifat,
jenis, kebutuhan danbeban kerja.
(6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (3), diatur
dengan Peraturan Walikota tersendiri.

Bagian Kesembilan
Satuan Polisi Pamong Praja
Paragraf 1
Kepala Satpol PP
Pasal 140
(1) Kepala Satpol PP mempunyai tugas pokok melaksanakan semua usaha kegiatan
dalam memelihara ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan Perda, Peraturan
Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang undangan lainnya serta
pelaksanaan perlindungan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang digariskan oleh

Walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku dan


petunjuk pelaksanaannya.
(2)
Untuk menyelenggaraan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Kepala Satpol PP mempunyai fungsi :
a. Perumusan dan penetapan kebijakan teknis di bidang penegakan Peraturan Daerah
dan peraturan pelaksanaannya serta pelaksanaan ketertiban umum dan
ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat.
b. Pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat.
c. Pelaksanaan kebijakan perlindungan masyarakat.
d. Pelaksanaan koordinasi penegakan Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota
dan Peraturan Perundang undangan lainnya, penyelenggaraan ketertiban umum
dan ketentraman masyarakat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia,
Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah, dan / atau aparatur lainnya.
e. Pengawasan terhadap masyarakat, aparatur, atau badan hukum agar mematuhi dan
mentaati Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang
undangan lainnya.
f. Pelaksanaan tugas lainya yang diberikan oleh Walikota.
(3)
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
(2),uraian tugas Kepala Satpol PP adalah sebagai berikut :
a. Memimpin, mengatur, membina dan mengendalikan pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi Satpol PP.
b. Menetapkan kebijakan teknis operasional Satpol PP sesuai dengan kebijakan umum
daerah.
c. Merumuskan dan menetapkan visi dan misi dan rencana strategis Satpol PP.
d. Merumuskan program kerja dan kegiatan serta anggaran tahunan Satuan untuk
selanjutnya mengusulkan kepada Walikota.
e. Mengarahkan pelaksanaan program kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
f. Membina, memotivasi dan melaksanakan pengawasan melekat terhadap bawahan
dalam rangka peningkatan kinerja dan produktivitas kerja satuan.
g. Membina tertib administrasi dan pengelolaan ketatausahaan Satpol PP.
h. Mengoreksi dan memerintahan perbaikan naskah dinas yang diajukan oleh para
kepala bidang dan kepala bagaian tatausahaan Satpol PP.
i. Memaraf dan menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya.
j. Memantau dan mengevaluasi realisasi program kerja dan kegiatan serta
penggunaan anggaran Satpol PP.
k. Mengkoordinasikan kegiatan satuan dalam rangka pencapaian sasaran program dan
kegiatan Satpol PP.
l. Mengkaji bahan penetapan peraturan, prosedur dan atau pedoman pedoman yang
mendukung terhadap pelasanaan tugas.
m. Menetapkan petunjuk operasional pelaksanaan kegiatan Satpol PP.
n. Merumuskan, menjabarkan dan melaksanakan kebijakan strategis dan teknis di
bidang ketentraman, ketertiban umum dan Penegakan Perda, Peraturan Walikota,
Keputusan Walikota, dan Peraturan Perundang undangan lainnya.

o. Menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian di bidang ketentraman,


ketertiban umum dan Penegakan Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota
dan Peraturan Perundang undangan lainnya.
p. Menyelengarakan kegiatan perlindungan masyarakat dengan pihak lain baik
Pemerintah maupun Swasta d bidang ketentraman, ketertiban umum dan
penegakan Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan
Perundang undangan lainnya.
q. Menyelenggarakan tertib administrasi dan pengelolaan ketatausahaan Satpol PP.
r. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Walikota di bidang ketertiban
perizinan, penegakan hukum Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan
Peraturan Perundang undangan lainnya serta perlindungan masyarakat

s. Memberikan laporan pelaksanaan tugas kepada Walikota.


Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan Walikota baik lisan
maupun tertulis.
Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 141
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok penyusunan rencana program pembinaan
administrasi yang meliputi pengelolaan surat menyurat, kepegawaian, keuangan,
keprotokolan, perlengkapan dan kerumah tanggaan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Sekretariat mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana program kerja dan kegiatan kesekretariatan.
b. Perumusan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan kesekretariatan.
c. Pelaksanaan kebijakan kesekretariatan.
d. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian kesekretariatan.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi kegiatan kesekretariatan.
g. Pelaksanaan tugas - tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2),
uraian tugas sekretaris adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan serta anggaran tahunan sesuai
lingkup tugasnya untuk diusulkan kepada Kepala Satpol PP.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh Kepala Satpol PP.

d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakuan pengawasan melekat terhadap


staf yang dibawahinya.
e. Memaraf atau menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenagannya.
f. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja yang
diharapkan.
g. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
h. Menyiapkan anggaran rekapitulasi program kerja dan kegiatan serta anggaran
tahunan Satpol PP.
i. Merumuskan dan menyusun kebijakan teknis operasional Satpol PP.
j. Menyelenggarakan kegiatan kegiatan administrasi umum, kearsipan, administrasi
keuangan dan administrasi perlengkapan Satpol PP.
k. Mendistribusikan tugas kepada sub bagian yang dbawahinya sesuai tugas pokok
dan fungsi.
l. Menyelenggarakan urusan kerumah tanggaan satuan dan pelayanan administrasi
terhadap unit unit kerja di lingkungan Satpol PP.
m. Menyelenggarakan pengadaan, pemeliharaan dan perawatan perawatan dan
barang inventaris Satpol PP.
n. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh Kepala Satpol PP.
o. Mengoreksi dan memerintahkan perbaikan konsep naskah dinas yang diajuan oleh
para kepala sub bagian yang dibawahinya.
p. Melakuan pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian.
q. Menyelenggarakan kegiatan kegiatan protokolerdan kehumasan di lingkungan
Satpol PP.
r. Mewakili Kepala Satpol PP apabila Kepala Satpol PP berhalangan dalam
menjalankan tugasnya.
s. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait, untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
t. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan kesekretariatan.
u. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai bahan
peningkatan karir.
v. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Kepala Satpol PP tentang
langkah langkah dan tindakan yang perlu diambil sesuai bidang tugasnya.
w. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
x. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 142
(1) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok
menyelenggaraan urusan administrasi umum, kearsipan, keprotokolan, urusan
perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi kepegawaian.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian
Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana program kerja dan kegiatan bidang umum dan kepegawaian.
b. Perumusan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan sub bagian umum dan
kepegawaian.

c. Pelaksanaan kebijakan sub bagian umum dan kepegawaian.


d. Penyenggaraan pembinaan dan pengendalian sub bagian umum dan kepegawaian.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi kegiatan sub bagian umum dan
kepegawaian .
g. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2),
uraian tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah sebagai berikut :
a. Urusan administrasi surat menyurat meliputi :
1. Memerima dan membukukan serta mengklasifikasi surat surat masuk.
2. Mendistribusikan surat surat masuk serta membuat lembaran disposisi Kepala
Satpol PP atau Sekretaris.
3. Memantau surat surat masuk yang sifatnya perlu penanganan segera.
4. Pembukuan dan pengendalian serta mendistribusikan surat surat keluar sesuai
dengan tujuan.
b. Pengelolaan Arsip meliputi :
1. Menyiapkan tempat penyimpanan arsip.
2. Mengatur, baik arsip yang masih aktif maupun arsip yang non aktif.
3. Menyiapkan pelaksanaan pemusnahan arsip arsip yang sudah melewati jangka
waktu.
4. Melakuan pengetikan dan pengadaan surat surat dan naskah dinas.
5. Melakukan penyimpanan bahan kearsipan.
c. Menyelenggarakan pengadaan dan pemeliharaan perlengkapan kantor dan
kendaraan dinas meliputi :
1. Menyusun rencana kebutuhan barang unit (RKDU).
2. Mengadakan penelitian keperluan gedung kantor.
3. Mengadakan pendataan, pemeliharaan dan pengendalian operasional kendaraan
dinas bekerja sama dengan bidang bidang lainnya.
4. Mengadministrasikan penerimaan, pengeluaran barang milik Negara dan barang
milik daerah.
5. Melakukan pemeliharaan inventaris barang.
6. Melakukan pengusulan penghapusan barang.
d. Melaksanaan urusan perjalanan dinas yang meliputi :
1. Menyiapkan usul surat perintah tugas dan surat perjalanan dinas.
2. Menghimpun pelaporan hasil perjalanan dinas.
3. Mengadakan koordinasi dengan sub bagian keuangan.
e. Urusan kerumahtanggaan meliputi :
1. Membuat undangan, daftar hadir, dokumentasi, akomodasi dan konsumsi
keperluan rapat dan upacara serta keprotokolan.
2. Menyiapkan bahan pemeliharaan kebersihan kantor.
f. Menilai prestasi staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai, sebagai bahan
peningkatan karir.
g. Melakukan pengelolaan urusan kepegawaian meliputi :

1. Menyusun rencana kerja dan program kerja kepegawaian sebagai bahan untuk
melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan sesuai dengan bidang tugasnya.
2. Membagi tugas dan member petunjuk kepada staf, agar melaksanakan tugas
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan sehingga tercapai efektifitas
pelaksanaan tugas.
3. Menyelenggarakan pembinaan disiplin pegawai.
4. Menyiapkan usul mutasi pegawai.
5. Melakukan usul upaya peningkatan kesejahteraan pegawai.
6. Meyelenggarakan administrasi kepegawaian, menyiapkan buku administrasi
kepegawaian, menyiapkan daftar urut kepangkatan dan meyiapkan absensi
pegawai.
h. Memberi saran dan pertimbangan kepada Sekretaris tentang langkah langkah
yang perlu diambil sesuai bidang tugasnya.
i. Meyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
j. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 143
(1) Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan
keuangan Satpol PP.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian
Keuangan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana anggaran kegiatan Satpol PP.
b. Perumusan petunjuk teknis penyelenggaraan administrasi keuangan.
c. Penyelenggaran dan pengelolaan anggaran belanja Satpol PP.
d. Penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian keuangan Satpol PP.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi kegiatan bidang keuangan.
g. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2),
uraian tugas Kepala Sub Bagian Keuangan adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana dan program kerja dan kegiatan bidang keuangan.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh Kepala Satpol PP.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap
staf yang dibawahinya.
e. Memaraf dan menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya.
f. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja yang
diharapkan.
g. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
h. Menyusun rencana anggaran kerja Satpol PP.

i. Menyusun rencana pelaporan kebutuhan anggaran dan penggunaan anggaran.


j. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk
teknis mengenai hasil pemeriksaan / verifikasi terhadap pertanggung jawaban
keuangan.
k. Menyelenggarakan kegiatan pembendaharaan verifikasi dan pembukuan / akutansi.
l. Meneliti dan memriksa surat pertanggung jawaban (SPJ), sesuai dengan buku
pengendalian SPJ.
m. Mengikuti

perkembangan

pelaksanaan

anggaran

rutin

maupun

anggaran

pembangunan.
n. Penyenggaraan administrasi keuangan untuk perjalanan dinas.
o. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
p. Menyenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan bidang keuangan.
q. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai bahan
peningkatan karir.
r. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada kepala bidang tentang langkah
langkah dan tindakan yang perlu diambil sesuai dengan bidang tugasnya.
s. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
t. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang bidang
tugasnya.
Pasal 144
(1) Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas pokok merumuskan
dan meyusun rencana dan program kegiatan, serta pelaporan.
(2) Untuk melasanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian
Bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana program kerja dan kegiatan sub bagian program.
b. Perumusan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan sub bagian program.
c. Pelaksanaan kebijakan sub bagian program.
d. Penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian sub bagian program.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelengaraan monitoring dan evaluasi kegiatan sub bagian program.
g. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2),
uraian tugas Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan adalah sebaga berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan bidang program.

b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh Kepala Satpol PP.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap
staf yang dibawahinya.
e. Memaraf atau menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya.
f. Mengumpulkan data, menginventarisasi pelanggaran Perda , Peraturan Walikota,
Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang undangan lainnya.
g. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agara tercapai tujuan kinerja
yang diharapkan.
h. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
i. Meyusun Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kinerja (Renja) Satpol PP.
j. Mengumpulan, menyusun dan membuat LPPD,LKPJ,dan Lakip Satpol PP.
k. Merekapitulasi hasil pelaksanaan program dan kegiatan Satpol PP.
l. Mengolah dan menyusun hasil penelitian pelaksanaan kegiatan dan program Satpol
PP.
m. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait, untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
n. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan bidang program.
o. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai bahan
peningatan karir.
p. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Kepala Bidang tentang
langkah langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya.
q. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
r. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Paragraf 3
Bidang Pengendalian dan Operasional
Pasal 145
(1) Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional mempunyai tugas pokok menyusun
petunjuk teknis Operasional, melaksanakan penertiban dan keamanan serta
melaksanakan pengawasan dan pengamanan penegakan hokum daerah.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala
Bidang Pengendalian dan Operasional mempunyai fungsi :

a. Pengumpulan serta analisis data untuk perumusan kebijakan dan petunjuk


pelaksanaan Peraturan Daerah dan Peraturan pelaksanaannya.
b. Penyusunan pedoman serta petunjuk operasional penertiban masyarakat dan
keamanan.
c. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan
pengamanan di wilayah maupun di lingkungan kantor serta pengamanan terhadap
Walikota.
d. Pelaksanaan operasi dan penertiban dalam rangka penegakan Peraturan
Perundang Undangan, Peraturan Daerah, dan Peraturan Walikota.
e. Pelaksanaan penertiban masyarakat dan pengamanan serta pengawasan sesuai
dengan program kegiatan pengendalian dan operasional.
f. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pembuatan laporan pelaksanaan program.
g. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh Kepala Satuan dengan tugas
dan fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2),
uraian tugas Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan bidang Pengedalian dan
Operasional.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh Kepala Bidang.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap
staf yang dibawahinya.
e. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja yang
diharapkan.
f. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
g. Pengkoordinasian dan pengendalian operasi serta penertiban di lapangan.
h. Sosilisasi dan pengawasan terhadap masyarakat agar mematuhi dan mentaati
peraturan yang berlaku.
i. Pelaksanaan evaluasi membuat laporan hasil kegiatan (pelaksanaan tugas) secara
berkala.
j. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 146
(1) Kepala Seksi Pembinaan Personil mempunyai tugas pokok melaksanakan
pembinaan,mengendalikan dan menyusun petunjuk pelaksanaan program
pengembangan kapasitas personil.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagimana dimaksud pada ayat (1), Kepala
Seksi Pembinaan Personil , mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan dan analisis data serta pelaksanaan koordinasi dengan instansi di
bidang pembinaan Polisi Pamong Praja dan PPNS.
b. Menyiapkan bahan penyusunan pedoman pelaksanaan kebijakan umum, prosedur
tetap, pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum, penegakan Peraturan
Daerah dan peraturan pelaksanaannya.
c. Penyusunan rencana dan pelaksanaan tugas dan pembinaan personil.
d. Penyusunan rencana kebutuhan personil, pendidikan dan latihan serta peralatan
dan kelengkapan kerja.

e. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan penyuluhan dan bimbingan


dalam rangka pembinaan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum,
Penegakan Peraturan Daerah dan peraturan pelaksanaannya.
f. Peningkatan kualitas sumber daya Polisi Pamong Praja dan PPNS.
g. Pelaksanaan penyuluhan di bidang ketentraman dan ketertiban.
h. Pelaksanaan pemantauan dan pelaporan peningkatan kualitas sumber daya Polisi
Pamong Praja dan PPNS.
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(2), uraian tugas Kepala Seksi Pembinaan Personil adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan pelatihan dasar.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi .
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh kepala bidang.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakuan pengawasan melekat kepada
staf yang dibawahinya.
e. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
f. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pelatihan dasar.
g. Menyelenggarakan pelatihan dasar untuk meningkatkan kapasitas personil.
h. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait untuk menyiapkan
materi pelatihan dasar.
i. Menyelenggarakan bimbingan dan supervise dalam rangka pelaksanaan tugas Sat
Pol PP.
j. Menganalisa kebutuhan personil yang akan mengikuti pelatihan dasar.
k. Menyelenggarakan bimbingan dan pembinaan etika profesi, pengembangan
pengetahuan dan pengalaman di bidang Pamong Praja.
l. Menyelengarakan monitoring dan evaluasi kegiatan pelatihan dasar.
m. Menilai presentasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karir.
n. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Kepala Bidang tentang langkah
langkah dan tindakan yang perlu diambil sesuai dengan bidang tugasnya.
o. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
p. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 147
(1) Kepala Seksi Operasional dan Ketertiban Umum mempunyai tugas pokok
melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bina ketertiban umum
dan ketentraman masyarakat serta manajemen pencegahan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagimana dimaksud pada ayat (1), Kepala
Seksi Operasional dan Ketertiban Umum, mempunyai fungsi :
a. Penyiapan rumusan kebijakan teknis pelaksanaan bina ketentraman dan ketertiban
umum.

b. Pengelolaan urusan pemerintah pelayanan umum di bidang ketentraman dan


ketertiban umum.
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bina ketentraman dan ketertiban umum.
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Atasan sesuai bidang dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) uraian tugas
Kepala Seksi Operasional dana Ketertiban Umum, adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan patrol rutin dan terpadu dalam rangka pengendalian keamanan
ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di seluruh wilayah Kota Prabumulih.
b. Melaksanakan pengamanan dan pengendalian aksi unjuk rasa dan kerusuhan
massa.
c. Mempersiapkan bahan dan melaksanakan penyajian data dan informasi di bidang
pembinaan, pengawasan dan penyuluhan.
d. Memantau, mengendalikan, mengevaluasi dan menilai pelaksanaan tugas bawahan.
e. Menyusun pedoman prosedur operasi dan penertiban dalam rangka menegakkan
Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
f. Melaksanakan operasi dan penertiban dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah
dan Keputusan Kepala Daerah.
g. Mengelola ketetapan kebijakan operasional di bidang pembinaan ketentraman dan
ketertiban umum.
h. Mengarahkan pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan ketentraman dan
ketertiban umum.
i. Mengelola pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan pemerintah di
kecamatan, kelurahan, desa dan masyarakat (bimbingan, supervise dan konsultasi,
perencanaan, pemantauan dan evaluasi) di bidang bina ketentraman dan ketertiban
umum.
j. Mengelola pelaksanaan pengamanan Rumah Dinas, sekitar ruang kerja, lokasi
kunjungan kerja tamu / delegasi, tempat upacara dan acara penting Walikota dan
acara penting Walikota dan Wakil Walikota berdasarkan ketentuan dan prosedur
yang berlaku.
k. Mengelola pelaksanaan pengawalan terhadap Walikota dan Wakil Walikota serta
Tamu tamu penting berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
l. Mengelola pelaksanaan penjagaan gedung dan asset penting milik Pemerintahan
Daerah sesuai ketentuan yang berlaku sehingga menghindari penyalahgunaan.
m. Mengelola pelaksanaan pengamanan penanganan unjuk rasa dan kerusuhan massa
patroli di lapangan berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
n. Meningkatan kapasitas aparatur di bidang bina ketentraman dan ketertiban umum.
o. Melaksanakan kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan
Lembaga lembaga lainnya dalam rangka Penegakan Peraturan Daerah dan
Keputusan Kepala Daerah.
p. Menertibkan dan menindak warga masyarakat atau badan hokum yang mengganggu
ketertiban umum.
Pasal 148

(1) Kepala Seksi Penjagaan Pengawalan Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas pokok
merencanakan, menyusun, meyiapkan, melakukan, mengawasi penjagaan pengawalan
patroli dan pengamanan, membimbing, memberi petunjuk kepada bawahan dan
membuat laporan kegiatan seksi.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala
Seksi Penjagaan Pengawalan Patroli dan Pengamanan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan konsep jadwal dan petugas yang akan melaksanakan tugas di
penjagaan pengawalan patroli dan pengamanan.
b. Penyusunan program dan petunjuk teknis kegiatan di bidang penjagaan pengawalan
Patroli dan Pengamanan.
c. Pengkoordinasian teknis kerjasama dengan antar unsur pengamanan lainnya dan
instansi terkait.
d. Pelaksanaan kebijakan tentang penjagaan pengawalan patroli dan pengamanan
dalam rangka kegiatan Kepala Daerah.
e. Pengawasan dan evaluasi hasil kegiatan penjagaan pengawalan patroli dan
pengamanan.
f. Pelaporan
g. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Atasan.
(3) Berdasaran tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), uraian tugas
Kepala Seksi Penjagaan Pengawalan Patroli dan Pengamanan adalah sebagai berikut :
a. Menyiapkan bahan rumusan penyusunan rencana kegiatan pelaksanaan di bidang
penjagaan pengawalan patroli dan pengamanan.
b. Mengarahkan kegiatan seksi penjagaan pengawalan patroli dan pengamanan
dengan member petunjuk serta arahan kepada bawahan untuk mengoptimalkan
tugas.
c. Melaksanakan koordinasi dengan pihak protokuler berkenaan dengan jenis dan sifat
kegiatan serta susunan acara yang akan dilaksnakan.
d. Mengevaluasi kegiatan dengan menilai dan mengkaji hasil yang dicapai menjadi
tolak ukur pencapaian kinerja.
e. Melaksanakan patrol rutin dan terpadu dalam rangka pengendalian keamanan
ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di seluruh wilayah Kota Prabumulih.
f.
Melaksanakan pengamanan dan pengendalian aksi unjuk rasa dan kerusuhan
massa.
g. Mengelola pelaksanaan pengamanan Rumah Dinas, sekitar ruang kerja, lokasi
kunjungan kerja tamu / delegasi, tempat upacara dan acara penting acara penting
Walikota dan Wakil Walikota berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
h. Mengelola pelaksanaan pengawalan terhadap Walikota dan Wakil Walikota serta
Tamu tamu penting berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
i. Mengelola pelaksanaan penjagaan gedung dan asset penting milik Pemerintahan
Daerah sesuai ketentuan yang berlaku sehingga menghindari penyalahgunaan.
j. Mengelola pelaksanaan pengamanan penanganan unjuk rasa dan kerusuhan massa
patroli di lapangan berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
k. Melaporkan hasil seluruh kegiatan Seksi Penjagaan Pengawalan Patroli dan
Pengamanan.
l. Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan petunjuk serta arahan Pimpinan/Atasan.

Paragraf 4
Bidang Pembinaan dan Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan
Perlindungan Masyarakat
Pasal 149
(1) Kepala Bidang Pembinaan dan Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan
Perlindungan Masyarakat mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan rencana
kerja dan program kegiatan pembinaan, pengendalian, dan pengawasan di bidang
ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala
Bidang Pembinaan dan Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan
Masyarakat mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana program kerja dan kegiatan di Bidang Pembinaan dan
Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat
b. Perumusan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan di Bidang Pembinaan dan
Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat
c. Pelaksanaan kebijakan di Bidang Pembinaan dan Ketertiban Umum Ketentraman
Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat
d. Penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian di Bidang Pembinaan dan
Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi kegiatan di Bidang Pembinaan dan
Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat.
g. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2),
uraian tugas Kepala Bidang Pembinaan dan Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat
dan Perlindungan Masyarakat adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan bidang ketertiban umum dan
ketentraman masyarakat.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh Kepala Satpol PP.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap
staf yang dibawahinya.
e. Memaraf atau menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya.
f. Mengumpulkan data , menginventarisasi pelanggaran Perda, Peraturan Walikota,
Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang undangan lainnya.
g. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja yang
diharapkan.
h. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.

i. Melakukan pembinaan terhadap tertib pemerintahan, tertib lingungan dan tertib


sosial dalam rangka menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
j. Melakukan usaha dan kegiatan untu mencegah timbulnya kriminalitas.
k. Melakukan koordinasi dengan bidang penegakan perundang undangan daerah
dalam rangka menyelesaikan sengketa yang terjadi di masyarakat dan badan
hukum.
l. Melakukan penertiban secara preventif non yustisial.
m. Melakukan koordinasi dengan bidang penegakan perundang undangan daerah
dalam usaha dan kegiatan penyuluhan, bimbingan, pelatihan, pengawasan, dan
pembinaan kepada perorangan maupun kelompok masyarakat yang diperkirakan
menjadi sumber timbulnya gelandangan, pengemis dan tuna susila.
n. Melakukan penertiban / razia terhadap gelandangan, pengemis, orang terlantar,
PSK, dan tuna susila lainnya serta tempat hiburan.
o. Melakuan penertiban aktivitas lingkungan pasar.
p. Melakukan penanggulangan dan pengawasan, rehabilitasi, dan relokasi korban
bencana.
q. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran pelaksaan tugas.
r. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan bidang ketertiban umum dan
ketentraman masyarakat.
s. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai bahan
peningkatan karir.
t. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Kepala Satpol PP tentang
langkah langkah dan tindakan yang perlu diambil sesuai bidang tugasnya.
u. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
v. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 150
(1)

Kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Tribum Tranmas dan Linmas mempunyai
tugas pokok memimpin, merencanakan, membimbing, mengawasi dan memberikan
petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya, serta mengembangkan kemampuan
sumber daya aparatur dalam penyelenggaraan perlindungan masrakat;bertanggung
jawab kepada Kepala Bidang Pembinaan dan Ketertiban Umum Ketentraman
Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat.
(2)
untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Tribum Tranmas dan Linmas mempunyai
fungsi:
a. Penyusunan program pembinaan perlindungan masyarakat dalam pelaksanaan
kegiatan ketentraman, ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
b. Pelaksanaan kebijakan dalam peningkatan kemampuan sumber daya aparatur
linmas dalam penyelenggaraan perlindungan masyarakat.
c. Pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait dalam kegiatan pembinaan
perlindungan masyarakat.
d. Pengawasan terhadap anggota / Satuan Linmas agar selalu taat dan mematuhi
prosedur tetap (Protap) dalam penyenggaraan masyarakat.

(3)

Berdasarkan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan (2),
uraian tugas Kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Tribum Tranmas dan Linmas
adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan satuan linmas.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh kepala bidang.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap
staf yang dibawahinya.
e. Memaraf atau menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya.
f. Mengumpulkan data, menginventarisasi pelanggaran Perda, Peraturan Walikota,
Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang - undangan lainnya.
g. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja yang
diharapkan.
h. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
i. Menyiapkan bahan pembinaan dan bimbingan teknis satuan linmas.
j. Melakukan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
k. Melakukan

upaya

penyelamatan

dan

pertolongan

korban

bencana

dan

pengungsinya.
l. Melakukan upaya pemulihan, rehabilitasi dan rekonsiliasi.
m.Mendorong terciptanya upaya pemulihan keamanan dan ketertiban masyarakat.
n. Membantu penyelenggaraan keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan
pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.
o. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait, untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
p. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan satuan linmas.
q. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai bahan
peningkatan karir.
r. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Kepala Bidang tentang langkah
langkah dan tindakan yang perlu diambil sesuai bidang tugasnya.
s. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
t. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 151

(1)

Kepala seksi Penertiban dan Pengawasan dan perizinan fisik dan non fisik
mempunyai tugas pokok melakukan dan membina hubungan kerjasama dengan
Kepolisian RI dan lembaga-lembaga lainya dalam menegakkan Perda, Peraturan
Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Peraturan Perundang-Undangan
Lainnya,Menjaga Ketertiban umum dan ketentaman Masyarakat serta melakukan
pembinaan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Kepala Seksi Penertiban dan Pengawasan dan perizinan fisik dan non fisik Seksi
Kerjasama mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana program kerja dan kegiatan kerjasama.
b. Perumusan penunjuk teknis pelaksanaan kegiatan kerjasama.
c. Pelaksanaan kebijakan di seksi Penertiban dan Pengawasan dan perizinan fisik
dan non fisik.
d. Penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian di seksi kerjasama.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi kegiatan kerjasama.
g. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), uraian
tugas kepala seksi kerjasama adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan kerjasama.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh kepala bidang.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat
terhadap staf yang dibawahinya.
e. Memaraf atau menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya.
f. Mengumpulkan data, menginventarisasi pelanggaran Perda, Peraturan
walikota,Keputusan Walikota danPeraturan Perundang-undangan lainya.
g. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja
yang diharapkan.
h. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
i. Menyusun petunjuk teknis penyelenggaraan kerjasama.
j. Membina hubungan kerjasama dan koordinasi dengan Kepolisian RI dan lembaga
lainnya.
k. Memberi bantuan operasi pengamanan gangguan ketertiban umum dan
ketentraman masyarakat.
l. Melakukan kerjasama dalam hal kerawanan social.
m.Melakukan kerjasama dalam pendidikan dan realisasi kapasitas personil.
n. Melakukan kerjasama dalam menyelenggarakan lokakarya / seminar maupun
kegiatan sejenisnya.
o. Memfasilitasi bimbingan dan pengawasan untuk membentuk siskamling
dilingkungan masyarakat.
p. Melakukan kerjasama dengan pihak Kepolisian dalam rangka penanganan unjuk
rasa dan kerusuhan Massa.
q. Melakuakan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.

r. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan kerjasama.


s. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai
bahan peningkatan karier.
t. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada kepala bidang tentang
langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil sesuai bidang tugasnya.
u. Menyusun dan menyiapkan laporan pelaksanaan tugas.
v. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 5
Bidang Penegakan Peraturan Daerah
Pasal 152
(1) Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah mempunyai tugas pokok melakukan
pembinaan, pengawasan, pemantauan, pengamatan, perencanaan, penindakan dan
mengevaluasi pelaksanaan penegakan Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota
dan Peraturan Perundang undangan lainnya.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala
Bidang Penegakan Peraturan Daerah mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana program kerja dan kegiatan dibidang penegakan perundang
undangan daerah.
b. Perumusan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan dibidang penegakan perundang
undangan daerah.
c. Pelaksanaan kebijakan di bidang penegakan perundang undangan daerah.
d. Penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian dibidang penegakan perundang
undangan daerah.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi kegiatan di bidang penegakan perundang
undangan daerah.
g. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
(3) Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2),
uraian tugas Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan bidang penegakan perundang
undangan daerah.
b. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh kepala bidang.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap
staf yang dibawahinya.
e. Memaraf dan menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya.
f. Mengumpulkan data, menginventarisasi pelanggaran Perda, Peraturan Walikota,
Keputusan Walikota dan Peraturan perundang undangan lainnya.

g. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja yang
diharapkan.
h. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
i. Mengumpulkan dan mengklasifikasi data dan informasi tentang Perda, Peraturan
Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang Undangan lainnya sesuai
dengan jenisnya.
j. Melakukan pengarahan, pengawasan dan pemeriksaan terhadap masyarakat dan
badan hukum yang melanggar Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan
Peraturan Perundang Undangan lainnya.
k. Melakukan pembinaan dan sosialisasi tentang Perda, Peraturan Walikota,
Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang Undangan lainnya.
l. Melakukan kegiatan non yustisial berupa peringatan dan pemberhentian sementara
terhadap semua kegiatan masyarakat dan badan hukum yang melakukan
pelanggaran Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan
Perundang Undangan lainnya
m. Melakuan koordinasi dengan pengadilan, kejaksaan dan kepolisian.
n. Menerima laporan kejadian pelanggar Perda dari setiap SKPD.
o. Melakukan pendataan pelanggaran Perda.
p. Melakukan penyelidikan ketempat kejadian dan membuat laporannya.
q. Menganalisis jenis dan tingkat pelanggaran.
r. Membuat surat pengadilan yustisi bagi para pelanggar Perda.
s. Memberikan pembinaan kepada pelanggar Perda sebelum diajukan ke pengadilan.
t. Melakuan penindakan yustisial.
u. Melakuan pemeriksaan terhadap pelanggar Perda.
v. Mengajukan pelanggar Perda ke pengadilan dan melaporkan hasil pengadilan.
w. Berkoordinasi dengan seksi pengadilan operasional dalam rangka eksekusi
keputusan pengadilan.
x. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan bidang penegakan perundang
undangan daerah.
y. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai sebagai bahan
peningkatan karir.
z. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada Kepala Satpol PP tentang
langkah langkah dan tindakan yang perlu diambil sesuai bidang tugasnya.
aa. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
bb. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 153
(1) Kepala Seksi Penegakan dan Penindakan mempunyai tugas pokok menyusun rencana
kegiatan dan melakuan pembinaan, pengawasan dan penyuluhan terhadap
pelaksanaan penegakan Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan
Perundang undangan lainnya.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala
Seksi Penegakan dan Penindakan, mempunyai fungsi :

a. Penyusunan rencana program kerja dan kegiatan pembinaan, pengawasan dan


penyuluhan.
b. Perumusan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan pembinaan, pengawasan dan
penyuluhan.
c. Pelaksanaan kebijakan di seksi pembinaan, pengawasan dan penyuluhan.
d. Penyelenggaran pembinaan dan pengendalian di seksi pembinaan, pengawasan
dan penyuluhan.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan lembaga dan instansi lainnya untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
f. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan, pengawasan dan
penyuluhan.
g. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh aatasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
(3) Berdasaran tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), uraian tugas
Kepala Seksi Penegakan dan Penindakan, adalah sebagai berikut:
a. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan Penegakan dan Penindakan.
b. Membagi tugas dan member petunju kepada staf sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi.
c. Mempelajari dan menindaklanjuti petunjuk yang diberikan oleh kepala bidang.
d. Membina, membimbing, memotivasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap
staf yang dibawahinya.
e. Memaraf atau menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewengannya.
f. Mengumpulkan data, menginventarisasi pelanggaran Perda, Peraturan Walikota,
Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang undangan lainnya.
g. Menyelia bawahan sesuai pelaksanaan pekerjaan agar tercapai tujuan kinerja yang
diharapkan.
h. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan sesuai peraturan dan prosedur yang
berlaku agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
i. Melakukan pembinaan kepada masyarakat dan badan hukum dalam penegakan
Perda, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang
undangan lannya.
j. Melakukan kunjungan pengawasan dalam rangka pembinaan pelaksanaan Perda,
Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang undangan
lainnya.
k. Melakuan pemeriksaan terhadap bangunan dan tempat usaha tanpa izin.
l. Memberikan penyuluhan dan sosialisasi terhadap pelaksanaan Perda, Peraturan
Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang undangan lainnya.
m. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penegakan Perda, Peraturan
Walikota, Keputusan Walikota dan Peraturan Perundang undangan lainnya.
n. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait kelancaran pelaksanaan tugas.
o. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan, pengawasan dan
penyuluhan.
p. Menilai prestasi kerja staf berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan
peningkatan karir.
q. Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala bidang tentang langkah
langkah yang perlu diambil sesuai dengan bidang tugasnya.

r. Menyusun dan meyampaikan laporan pelaksanaan tugas.


s. Melaksanakan tugas tugas kedinasan lainnya yang diberikan kepala bidang.
Pasal 154
(1) Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas pokok penyiapan
bahan dan pelaksanaan perumusan kebijakan teknis di bidang PPNS, penyiapan bahan
dan pelaksanaan penyusunan program dan rencana kerja anggaran di bidang PPNS,
menyiapkan bahan pelaksanaan tugas di bidang PPNS, pelaksaan tugas lain yang
diberikan oleh Kepala Bidang Penegakan Paeraturan Daerah sesuai dengan tugasnya.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala
Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai fungsi :
a. Merencanakan kegiatan seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), berdasarkan
kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai
dengan peraturan yang telah ditetapkan.
b. Member petunjuk kepada bawahan di lingkungan seksi Penyidik Pegawai Negeri
Sipil (PPNS) dalam melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dan ketentuan
yang berlaku sehingga tercapa efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas.
c. Membagi tugas atau kegiatan kepada bawahan di lingkungan seksi Penyidik
Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dengan memberi arahan baik secara tertulis maupun
lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing masing.
d. Memeriksa, mengoreksi, dan mengontrol hasil kerja bawahan di lingkungan Seksi
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) guna menyempurnakan lebih lanjut.
e. Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mensistimasikan, mengolah data dan
informasi yang berhubungan dengan tugas seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil
(PPNS).
(3) Berdasarkan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), uraian tugas
Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) adalah sebagai berikut :
a. Mempersiapkan bahan pelaksanaan pemberdayaan dan pengendalian Penyidik
Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam penegakan Peraturan Daerah, Peraturan
Walikota dan eputusan Walikota.
b. Mempersiapkan bahan fasilitasi dan pengkoordinasian Penyidik Pegawai Negeri
Sipil (PPNS) dalam pelaksanaan proses penyelidikan dan penyidikan.
c. Mempersiapkan bahan pelaksanaan penghentian kegiatan dan atau penyegelan
dengan menggunakan garis pembatas Polisi Pamong Praja terhadap pelanggaran
Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, dan Keputusan Walikota.
d. Mempersiapkan bahan administrasi berkas perkara terhadap pelanggaran Peraturan
Daerah, Peraturan Walikota dan Keputusan Walikota.
e. Mempersipakan bahan dan melaksanakan penyajian data dan informasi di bidang
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyidikan.
f. Mempersiapkan bahan dan melaksanakan penyelidikan dan penyidikan di bidang
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyidikan.
g. Mempersiapkan bahan dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan di
bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyidikan.
h. Mempersiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan realisasi anggaran
seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyidikan.

i. Mempersiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan kinerja program


seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyidikan.
j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Penegakan Peraturan
Daerah sesuai denga bidang tugasnya.

Paragraf 6
Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 155
(1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagaian
kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja secara professional sesuai dengan kebutuhan.
(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, dalam
melaksanakan tugas pokoknya bertanggung jawab kepada Kepala Satuan.
(3) Kelompok Jabatan Fungsional sterdiri atas sejumlah tenaga, dalam jenjang jabatan
fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.
(4) Setiap kelompok tersebut dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang ada di
lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja.
(5) Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan sifat, jenis, kebutuhan dan beban kerja.
(6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional tersebut diatur dengan Peraturan Perundang
undangan yang berlaku.

Bagian Kesepuluh
Rumah Sakit Umum Daerah
Paragraf 1
Direktur
Pasal 156
(1) Direktur mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan yang terkait dengan
otonomi kesehatan Sesuai dengan amanat system kesehatan nasional.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini direktur
mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana strategis RSUD kota prabumulih dalam rangka penerapan
rencana strategis Pemerintah Kota dan kebijakan Walikota;
b. Merumusukan kebijakan operasional RSUD kota prabumulih sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

c. Mendistribusikan tugas, sumber daya dan tanggung jawab kepada kepala bagian,
kepala bidang, komite medic dan komite keperawatan serta bawahan lainnya agar
tugas-tugas terbagi habis dan dapat berjalan dengan lancer;
d. Memimpin para kepala bagian, para kepala bidang, komite medic, komite
keperawatan, satuan pengawasan internal dan para bawahan lainnya dalam
menyelenggarakan urusan RSUD kota prabumulih yang menjadi urusan rumah
tangganya, agar dapat berjalan sesuai dengan recana kerja yang telah ditetapkan
dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. Mengkoordinir kepala bagian, para kepala bidang, komitemedik, komite
perawatan, satuan pengawasan internal dan para bawahan lainnya agar dapat
melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja sama tim yang kompak, sinergis dan
harmonis;
f. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis kepada para bawahan agar
pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan;
g. Mengawasi, megendalikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas RSUD kota
prabumulih , agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
h. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam
mengembangkan karier dan kepangkatan;
i. Mengevaluasi hasil kegiatan RSUD kota prabumulih secara keseluruhan dan
berkesinambungan;
j. Membuat laporan kinerja RSUD kota prabumulih sebagai bahan informasi dan
akuntabilitas kepada walikota;
k. Melakukan koordinasi lintas sektoral dalam rangka penerapan kebijakan walikota;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain diberikan oleh walikota.
Paragraf 2
Bagian tata usaha
Pasal 157
(1) Bagian tata usaha dipimpin oleh seseorang kepala bagian.
(2) Kepala bagian tata usaha mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan penyusunan
rencana dan melaksanakan urusan ketatausahaan meliputi urusan umum, hokum dan
hubungan masyarakat (hukmas), kepegawaian, pendidikan dan pelatihan, akreditasi,
rekam medic dan system informasi.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
bagian tata usaha mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinir para kepala sub bagian agar dapat melaksanakan tugasnya dalam
jalinan kerja sam tim yang kompak, terpadu, sinergis dan harmonis;
b. Menyusun rencana kegiatan dalam rangka penerapan rencana strategis dan
kebijakan rumah sakit berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana, prasarana, sumber
daya manusia, peralatan, bahan dan kebutuhan sesuai strategi rumah sakit serta
prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

d. Mendistribusikan tugas dan sumber daya kepada kepala sub bagian, agar tugastugasnya terbagi habis dan dapat berjalan dengan lancer;
e. Memimpin para kepala sub bagian agar dapat menyelenggarakan tugasnya
masing-masing sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan dengan
peraturan perundang-undangan yang telah berlaku;
f. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis kepada para bawahan agar
pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan dan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
g. Mengawasi, mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas di bagian tata
usaha RSUD kota prabumulih agar sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
h. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengembangan karier dan kepangkatan;
i. Mengevaluasi hasil kegitan bagian tata usaha secara keseluruhan;
j. Membuat laporan hasil kegiatan di budang tugasnya, sebagai bahan informasi dan
pertanggungjawaban kepada atasan;
k. Berkoordinasi dengan bidang lain dalam berbagai kegiatan yang memerlukan
koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
(4) Bagian tata usaha membawahi :
a. Subbag umum, hukmas dan perlengkapan;
b. Subbag kepegawaian dan diklat;
c. Subbag rekam medic dan informatika.
Pasal 158
(1) Sub bagian umum, hukmas dan perlengkapan dipimpin oleh kepal sub bagian.
(2) Kepala sub bagian umum, hukmas dan perlengkapan mempunyai tugas pokok
melaksanakan urusan umum, hokum dan humas , kepegawaian dan akreditasi.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagiamana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
sub bagian umum, hukmas dan perlengkapan mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinir bawahan agar dapat melaksanakan tugas nya dalam jalinan kerja
sama tim yang kompak, terpadu, sinergis dan harmonis;
b. Merencanakan langkah-l;angkah sub bagian umum, hukmas dan perlengkapan
agar rencana kerja dapat terlaksana sesuai dengan diharapkan dan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Merencanakan kebutuhan sumber daya berupa saran, prasaran, peralatan, bahan
dan kebutuhan laiinya sesuai dengan strategi rumah sakit serta prosedur dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. Melaksanakan kegiatan administrasi, penomoran, pendistribusian, pengarsipan
dan pengirimaan surat masuk maupun surat-surat keluar;
e. Melaksanakan pengadaan barang dan perlengkapan, penyimpanan/ inventaris dan
pendistribusian serta penghapusan barang;
f. Melaksanakan keguitan protokoler, transformasi, kebersihan, keamanan dan
ketertiban serta urusan rumah tangga lainnya;
g. Memberikan informasi, petunjuk dan penyuluhan kepada pasien, keluarga pasien,
masyarakat dan pihak lainnya yang berkepentingan dengan rumah sakit, secara
lisan atau tertulis, melalui wawancara, diskusi, brosur, leaflet, berita media massa,
film, tape recorder, papan pengumuman, pameran dan media informasi lainnya

h.
i.

j.
k.

l.
m.
n.
o.

tentang hal-hal yang menyangkut visi, misi, jenis layanan, hak dan kewajiban
pasien, informasi kesehatan, manajemen dan prosedur pelayanan rumah sakit
serta informasi lainnya yang bermanfaat untuk membina hubungan kemitraan
dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder);
Melaksanakan sosialisasi, wawancara atau konferensi dengan media massa
berdasarkan materi yang telah disetujui oleh atasan;
Melayani dan membantu menyelesaiakn keluhan-keluhan atau masalah-masalah
yang dihadapi paien/ keluarga/ pengunjng rumah sakit dan masyarakat lainnya
untuk menciptakan keadaan harmonis dan saling pengertiaan;
Melayani tuntutan hokum atau mencari bantuan humkum terhadap tuntutan hukum
terhadap proses pelayanan rumah sakit yang mungkin terjadi;
Mengadakan kerja sama dengan rumah sakit lainnya, instansi, perusahan,
penyelenggaraan asuransi kesehatan, lembaga lainnya atau perorangan dala
mrangka memasarkandan memajukan pelayanan rumah sakit;
Mengkoordinir pelaksanan kegiatan program akreditasi mutu rumah sakit;
Membuat laporan hasil kegiatan sub bagian umum, hukmas dan perlengkapan
sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan;
Memerlukan koordinasi dengan sun bagian yang lain dalam berbagai kegiatan
yang memerlukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

(4) Kepala sub bagian umum, hukmas dan perlengkapan dalam melaksanakan tugasnya
berada dibawah dan bertanggung jawab kepada direktur melalui kepala bagian tata
usaha RSUD kota prabumulih.
Pasal 159
(1) Sub bagian kepegawaian dan diklat dipimpin oleh sseoran sub bagian.
(2) Kepala sub bagian kepegawaian dan diklat mempunyai tugas pokok pengelolaan
kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
sub bagian kepegawaian dan diklat mempunyai fungsi ;
a. Mengkoordinir bawahan agar dapat melaksanakan tugasnyadalam jalinan kerja
sama tim yang kompak, terpadu, sinergis dan harmonis;
b. Melaksanakan administrasi kepegawaian, menyusun dan memlihara data-data
kepegawaian, daftar urut kepangkatan, formasi dan bezeting pegawai, buku induk
pegawai, buku penjagaan dan laporan kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku (kepegawaian);
c. Melaksanakan perencanaan, rekrutmen, seleksi, orientasi, mutasi, promosi dan
penilaian kinerja pegawai RSUD kota prabumulih;
d. Mengurus daftar hadir pegawai, daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS
(DP3) DAN perjalanan dinas pegawai;
e. Menerim a dan memproses angka kredit jabatan fungsional yang sudah dikoreksi
dan di veifikasi oleh tim penilai angka kredit sesuai dengan bidang profesi nya;
f. Mempersiapkan usul-usul pengkatan, kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala,
mutasi, pengangkatan jabatan lain- lain yang berhubungan dengan kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangna yang berlaku;

g. Mempersiapkan usul-usul pemberian hukuman jabatan, bebas tugas,mutasi dan


lain-lain bagi pegawai sesuai dengan peeraturan perundang-undangan yang
berlaku;
h. Merencanakan langkah-langkah kegiatan agar rencana kerja dapat terlaksana
sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
i. Merencanakan kebutuhan sumber daya berupa saran, prasarana, peralatan,
bahan dan kebutuhan lainnya sesuai dengan strategi rumah sakit serta prosedur
dan peraturan perundang- undangan yang berlaku, terkait dengan pendidikan dan
pelatihan;
j. Merencanakan dan mempersiapkan pegawai untuk mengikuti pelatihan, kursuskursus, izin belajar, ugas belajar dan lain- lain yang berhubungan dengan
peningkatan mutu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta
pengembangan karier pegawai rumah sakit;
k. Melaksanakan dan membangun kerja sama dengan institusi pendidikan , institusi
profesi, iinstitusi rumah sakit lain dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya
dalam rangka pengembangan pelayanan peningkatan mutu layanan rumah sakit;
l. Melaksanakan kegiatan ilmiah yang berbentuk seminar, lokarya, symposium,
latihan kerja, kursus, presentasi dan lain-lain;
m. Menyelenggarakan dan memfasilitasi penelitian-penelitian di bidang klinik maupun
non klinik dalam rangka mengembangkandan meningkatan standar mutu
pelayananrumah sakit;

n. Menyelenggarakan, membuatm, memfasilitasi, mengkaji serta mengavaluasi


penyususnan, perumusan dan pengembangan standar-standar atau prosedurprosedur pelayan rumah sakit sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit yang
berlaku secara nasional maupun internasional;
o. Membuat hasil laporan kegiatan sub bagian pendidikan dan pelatihan sebagao
bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan;
p. Berkoordinasi dngan sub bagian yang lain dalam berbagai kegiatan yang
memerlukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
q. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 160
(1) Sub bagian rekam medik dan informatika dipimpin oleh seseorang kepala sub bagian
(2) Kepala sub rekam medic dan informatika mempunyai tugas pokok dalam pengelolaan
rekam medic dan informatika.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagiamana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
sub bagian rekam medic dan informatika mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinir bawahan agar dapat melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja
sama tim yang kompak, terpadu, sinergis dan harmonis;
b. Melakukan kegiatan yang terkait dengan pengelolaan rekam medic da informatika
dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi;
c. Merencanakan, melaksanakan dan mengevalusi kegiatabn system informasi
manajemen rumah sakit (SIM-RS) dan rekam medik (RM) agar rencana kerja

d.

e.

f.
g.
h.

dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundan-undangan yang berlaku;
Memasukkan, menjaga (memelihara) dan mengeluarkan data dan informasi yang
terkait dengan rumah sakit ke dalam system informasi manajemen rumah sakit
(ISIM-RS);
Membangun dan mengembangkan system rekam medic yang baik dan sistem
informasi manajemen rumah sakit yang handal dalam mendukung pelayanan satu
pintu dan electronic hospital yang mudah diakses, mudah digunakan dan
menyenangkan serta mendukung prinsip transparan dan akuntabel;
Mencari dan menyebarkan beragam informasi terkini yang terkait dengan
pengembangan pelayananan rumah sakit;
Berkooordinasi dengan sub bagian dalam berbagai kegiatan yang memerlukan
koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 3
Bidang pelayanan medik dan penunjang
Pasal 161
(1) Bidang pelayanan medic dan penunjang dipimpin oleh seorang kepala bidang.
(2) Kepala bidang pelayana medic dan penunjang mempunyai tugas pokok
melaksanakan pembinaan etika profesi, asuhan medis dan penunjang, standar
pelayanan medis dan penunjang, standar logistic medis dan penunjang.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini kepala
bidang pelayanan medic dan penunjang mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinir para kepala seksi dan staf medis dan penunjang agar dapat
melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja sama tim yang kopak, terpadu, sinegis
dan harmonis;
b. Melakakukan kajian dan pengususlan serta pengaturan kebutuhan sumber daya
manusia (SDM) serta mengkoordinir tenaga medis dan penunjang;
c. Melakukan kajian dan membuat program kerja pembinaan etika profesi, asuhan
medis dan penunjang, standar medis dan penunjang serta logistic medis dan
penunjang;
d. Melaksanakan program pembinaan etika profesi, asuhan medis dan penunjang
standar medis dan penunjang serta logistic medis dan penunjang;
e. Mengevaluasi dan membuat rencana tindak lanjut dalam pembinaan etika profesi,
asuhan medis dan penunjang, standar medis dan penunjang serta logistic medis
dan penunjang;
f. Melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian pembinaan etika profesi,
asuhan medis dan penunjang, standar medis dan penunjang serta logistik medis
dan penunjang;
g. Membagi tugas atau kegiatan dalam rangka pelaksanaan bidang bina pelayanan
medik dan penunjang dengan memberikan arahan sesuai dengan bidang
tugasnya;
h. Memeriksa hasil kerja bawahan di lingkungan bidang bina pelayanan medic dan
penunjang;

i. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam


pengembangan karier dan kepangkatan;
j. Membuat laporan hasil kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan;
k. Berkoordinasi dengan sub bagian yang lain dalam berbagai kegiatan yang
memerlukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan atasan.
(4) Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Membawahi:
a.Seksi Asuhan Medik dan Penunjang Serta Profesi;
b.Seksi Bina Pelayanan Logistik Medik dan Penunjang.
Pasal 162
(1) Seksi Asuhan Medik dan Penunjang Serta Profesi Dipimpin Oleh Seorang Kepala
Seksi
(2) Kepala Seksi Asuhan Medik dan Penunjang Serta Profesi Mempunyai tugas pokok
melaksanakanpembinaan etika profesi, Asuhan Medis dan penunjang standar
pelayanan Medis dan penunjang, Standar logistik medis dan penunjang.
(3) Dalam melaksakan tugas pokok sebagaimana dimaksut ayat (2) pasal ini kepala seksi
asuhan medic dan penunjang serta profesi mempunyai fungsi:
a. Mengkoordinir para kepala seksi dan Staf medis dan penunjang agar dapat
melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja sama tim yang kompak, terpadu,
sinergis dan harmonis;
b. Melakukan kajian dan membuat program kerja pembinaan etika profesi, asuhan
medis dan penunjang, standar medis dan penunjang serta standar medis dan
penunjang;
c. Melakukan Kajian dan pengusulan serta pengaturan kebutuhan Sumber Daya
Manusia (SDM) serta mengkoordinir tenaga medis dan penunjang;
d. Melaksakan Program pembinaan etika profesi, asuhan medis dan penunjang,
standar medis dan penunjang serta standar medis dan penunjang;
e. Mengevaluasi dan membuat rencana tindak lanjut dalam pembinaan etika profesi,
asuhan medis dan penunjang,;
f. Melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian pembinaan etika profesi,
asuhan medis dan penunjang, standar medis dan penunjang serta standar medis
dan penunjang;
g. Membagi tugas atau kegiatan dalam rangka pelaksaan kegiatan seksi bina
pelayanan asuhan medic dan penunjang serta profesi dan penunjang dengan
memberikan arahan sesuai dengan bidang tugasnya;
h. Memeriksa hasil kerja bawahan di lingkungan seksi bina pelayanan asuhan medic
dan penunjang serta profesi dan penunjang;
i. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengembangan karier dan kepangkatan;
j. Membuat laporan hasil kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan;

k. Berkoordinasi dengan sub bagian yang lain dalam berbagai kegiatan yang
memerlukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan atasan.
(4) Kepada seksi asuhan medic dan penunjang serta profesi dalam melaksakan tugasnya
berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur melalui kepala bidang bina
pelayanan asuhan medic dan penunjang serta profesi RSUD Kota Prabumulih.

Pasal 163
(1) Seksi Bina Pelayanan Logistik Medik dan Penunjang Dipimpin Oleh Seorang Kepala
Seksi
(2) Kepala Seksi Bina Pelayanan Logistik Medik dan Penunjang Mempunyai Tugas
Pokok Melaksakan Pelayanan Logistik Medis Dan Penunjang
(3) Dalam Melaksakan Tugas Sebagaimanan Dimaksut Ayat (2) Pasal ini Kepala Seksi
Bina Pelayanan Logistik Medik Dan Penunjang Mempunyai Fungsi :
a. Mengkoordinir para kepala seksi dan Staf medis dan penunjang agar dapat
melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja sama tim yang kompak, terpadu,
sinergis dan harmonis;
b. Membuat program dan melakukan kajian pelayanan logistic medis dan penunjang;
c. Melaksanakan program pelayanan logistic medis dan penunjang;
d. Mengevakuasi dan membuat rencana tindak lanjut dalam pelayanan logistic medis
penunjang;
e. Melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian logistic medis dan penunjang;
f. Membagi tugas atau kegiatan dalam rangka pelaksanaan kegiatan seksi
pelayanan logistic medis dan penunjang dengan memberikan arahan sesuai
dengan bidang tugasnya;
g. memeriksa hasil kerja bawahan di lingkungan seksi pelayanan logistic medis dan
penunjang;
h. Membuat laporan hasil kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan informasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan;
i. Berkoordinasi dengan seksi yang lain dalam berbagai kegiatan yang memerlukan
koordinasi integrasi dan sinkronisasi;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan oleh atasan.
Paragraf 4
Bidang Bina Pelayanan Keperawatan
Pasal 164
(1) Bidang Bina Pelayanan Keperawatan Dipimpin Oleh Seorang Kepala Bidang.
(2) Kepala Bidang Bina Pelayanan Keperawatan Mempunyai Tugas Pokok Melaksanakan
Pembinaan Etika Profesi, Asuhan Keperawatan, Standar Keperawatan dan Logidtik
Keperawatan.
(3) Dalam Melaksanakan Tugas Pokok Sebagaimana Dimaksut Ayat (2) Pasal ini Kepala
Bidang Bina Pelayanan Keperawatan Mempunyai Fungsi :

a. Mengkoordinir para kepala seksi dan staf keperawatan agar dapat melaksanakan
tugasnya dalam jalinan kerja sama tim yang kompak, terpadu, sinergi dan
harmonis;
b. Melakukan Kajian dan pengusulan serta pengaturan kebutuhan Sumber Daya
Manusia (SDM) Keperawatan serta mengkoordinir tenaga keperawatan;
c. Melakukan kajian dan membuat program kerja pembiaan etika profesi, asuhan
keperawatan, standar keperawatan dan logistic keperawatan;
d. Melaksakan Program pembinaan etika profesi, asuhan keperawatan, standar
keperawatan dan logistic keperawatan;
e. Mengevaluasi dan membuat rencana tindak lanjut dalam pembinaan etika profesi,
asuhan keperawatan,standar keperawatan dan logistic keperawatan;
f. Melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian pembinaan etika profesi,
asuhan keperawatan, standar keperawatan dan logistic keperawatan;
g. Membagi tugas atau kegiatan dalam rangka pelaksaan kegiatan bidang bina
pelayanan keperawatan dengan memberikan arahan sesuai dengan bidang
tugasnya;
h. Memeriksa hasil kerja bawahan di lingkungan seksi bina pelayanan keperawatan;
i. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengembangan karier dan kepangkatan;
j. Membuat laporan hasil kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan;
k. Berkoordinasi dengan sub bagian yang lain dalam berbagai kegiatan yang
memerlukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan atasan.
(4) Bidang Bina Pelayanan Keperawatan Membawahi:
a.Seksi Bina Pelayanan Asuhan Keperawatan dan Profesi
b.Seksi Bina pelayanan Logistik Pelayanan.
Pasal 165
(1) Seksi Bina Pelayanan Asuhan Keperawatan Dan Profesi Dipimpin Oleh Seorang
Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Bina Pelayanan Asuhan Keperawatan dan ProfesiMempunyai Tugas
Pokok Melaksakan Pembinaan Etika Profesi, Asuhan Keperawatan dan Standar
Keperawatan.
(3) Dalam Melaksanakan Tugas Pokok Sebagaimana Dimaksut Ayat (2) Pasal ini Kepala
Seksi Bina Pelayanan Asuhan Keperawatan Dan Profesi Mempunyai Fungsi:
a. Mengkoordinir para kepala seksi dan staf keperawatan agar dapat melaksanakan
tugasnya dalam jalinan kerja sama tim yang kompak, terpadu, sinergi dan
harmonis;
b. Melakukan Kajian dan pengusulan serta pengaturan kebutuhan Sumber Daya
Manusia (SDM) Keperawatan serta mengkoordinir tenaga keperawatan;
c. Melakukan kajian dan membuat program kerja pembiaan etika profesi, asuhan
keperawatan, dan standar keperawatan;
d. Melaksakan Program pembinaan etika profesi, asuhan keperawatan, standar
keperawatan dan logistic keperawatan ;
e. Mengevaluasi dan membuat rencana tindak lanjut dalam pembinaan etika profesi,
asuhan keperawatan,dan standar keperawatan ;

f. Melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian pembinaan etika profesi,


asuhan keperawatan, dan standar keperawatan;
g. Membagi tugas atau kegiatan dalam rangka pelaksaan kegiatan seksi bina
pelayanan asuhan keperawatan dan profesi dengan memberikan arahan sesuai
dengan bidang tugasnya;
h. Memeriksa hasil kerja bawahan di lingkungan seksi bina pelayanan asuhan
keperawatan dan profesi;
i. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengembangan karier dan kepangkatan;
j. Membuat laporan hasil kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan;
k. Berkoordinasi dengan sub bagian yang lain dalam berbagai kegiatan yang
memerlukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan atasan.
Pasal 166
(1) Seksi Bina Pelayanan Logistik Keperawatan dipimpin Oleh Seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Bina Pelayanan Logistik Keperawatan Mempunyai Tugas Pokok
Melaksanakan Pelayanan Logistik Keperawatan.
(3) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksut ayat (2) Pasal ini kepala
seksi bina pelayanan logistic keperawatan mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinir bawahan agar dapat melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja
sama tim yang kompak, terpadu, sinergis dan harmonis;
b. Membuat program dan melakukan kajian pelayanan logistic medis dan penunjang;
c. Melaksanakan program pelayanan logistic medis dan penunjang;
d. Mengevakuasi dan membuat rencana tindak lanjut dalam pelayanan logostik
keperawatan ;
e. Melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian pelayanan logistic
keperawatan;
f. Membagi tugas atau kegiatan dalam rangka pelaksanaan kegiatan seksi bina
pelayanan logistic keperawatan dengan memberikan arahan sesuai dengan
bidang tugasnya;
g. Memeriksa hasil kerja bawahan di lingkungan seksi bina pelayanan logistic
keperawatan;
h. Membuat laporan hasil kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan informasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan;
i. Berkoordinasi dengan seksi yang lain dalam berbagai kegiatan yang memerlukan
koordinasi integrasi dan sinkronisasi;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan oleh atasan.

Paragraf 5
Bidang Program Dan Perbendaharaan
Pasal 167
(1) Bidang Program Dan Perbendaharaan Dipimpin Seorang Kepala Bidang.

(2) Kepala Bidang Program Dan Perbendaharaan Mempunyai Tugas Pokok Melakukan
Pengelolaan Program Dan Anggaran Serta Perbendaharaan Dan Akuntansi.
(3) Dalam Melakukan Tugas Pokok Sebagaimana Dimaksut Ayat (2) Pasal Ini Kepala
Bidang Program Dan Perbendaharaan Mempunyai Fungsi:
a. Mengkoordinir kepala seksi agar dapat melaksakan tugasnyadalam jalinan kerja
sama tim yang kompak, terpadu, , sinergis dan harmonis
b. Merencanakan kegiatan bidang program dan perbendaharaan agar rencana kerja
dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan sesuai dengan ketentuan
peratuaran perundangundangan;
c. Merencanakan kebutuhan sumber daya berupa sarana, prasarana,peralatan
bahan dan kebutuhan bidang program dan perbendaharaan lainnya,sesuai dengan
strategi rumah sakit serta prosedur dan peraturan perundang undangan yang
berlaku;
d. Mengumpulkan, mengelola,,menyajikan dan menganalisis data-data keuangan
sehingga menjadi informasi yang akurat untuk perencanaan dan pengambilan
keputusan manajerial;
e. menerima, memverifikasi dan membekukan pendapatan fungsional RSUD Kota
Prabumulih dan melaksanakan penyetoran pendapat anrumah sakit kepada bank,
berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku;
f. Mengeluarkan uang dari sumber anggaran rutin atau anggaran pembangunan
sesuai dengan anggaran ,otorisasi, verifikasi pembekuan dan pertanggung
jawaban keuangan ,berdasarkan ketentuan peratuaran perundang undangan yang
berlaku;
g. Membayar tagihan dari rekanan dan tagihan lainnya berdasarkan ketentuan
peraturan perundang undangan yang berlaku;
h. Memotong dan dan menyetor pajak kepada kantor kas Negara , berdasarkan
ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku;
i. Membayar gajidan insentif pegawai di lingkungan RSUD Kota Prabumulih sesuai
dengan haknya ,berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan yang
berlaku;
j. Mengumpulkan,mengelola, menyajikan dan mganalisis data kegiatan rumah sakit
sehingga menjadi informasi yang akurat untuk perencanaan dan pengambilan
keputusan manajerial;
k. Menyusun kegiatan program sesuai dengan kebijakan (strategi) RSUD Kota
Prabumulih serta kebijaksanaan operasionalnya;
l. Menyusun dan mengelola serta mendiskusikan rencana dan kegiatan anggaran
pendapatan RSUD Kota Prabumulih;
m. Menyusun rencana anggaran belanja rutin maupun pembangunan yang sesuai
dengan kebijaksanaan (strategi) RSUD Kota Prabumulih dan kebijaksanaan
operasionalnya, berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku;
n. Menyusun laporan kinerja bulanan ,triwulan semester dan tahunan RSUD Kota
Prabumulih;
o. Mengeavaluasi hasil kegiatan seksi
program dan anggaran serta seksi
perbendaharaan dan akuntansi secara menyeluruh;
p. Membuat laporan-laporan kegiatan seksi program dan anggaran serta seksi
perbendaharaan dan akuntansi berupa laporan laba rugi ,neraca rumah sakit
,kemajuan sesuai dengan program yang sedang dilaksanakan dan laporan
lainnya,sebagai bahan informasidan pertangung jawaban kepada atasan;

q. Berkoordinasi dengan bidang dan bagian lain dalam berbagai kegiatan yang
memerlukan koordinasi, intergrasi dan sinkronisasi;
r. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan atasan.
(4) Bidang Program Dan Perbendaharaan , Membawahi:
a. Seksi Bina Program Dan Anggaran.
b. Seksi Perbendaharaan Dan Akuntansi
Pasal 168
(1) Seksi Bina Program dan Anggaran dipimpin oleh seorang Kepala seksi.
(2) Kepala Seksi Bina Program dan Anggaran mempunyai tugas pokok mengelola
Program dan Anggaran RSUD Kota Prabumulih.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai mana dimaksud ayat (2) Pasal ini Kepala
Seksi Bina Program dan Anggaran mempunyai fungsi ;
a. Mengkoordinir bawahan agar dapat melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja
sama tim yang kompak, terpadu, sinergis dan harmonis;
b. Merencanakan kegiatan Seksi Bina Program dan anaggaran agar rencana kerja
dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai dengan ketentuan
Peraturan Perundang-Undangan;
c. Merencanakan kebutuhan sumber daya berupa sarana, prasarana, peralatan,
bahan dan kebutuhan Seksi Bina Program dan Anggaran lainya, sesuai dengan
Strategis Rumah sakit serta prosedur dan Peraturan Perundang-Undangan yang
berlaku;
d. Mengumpulkan, mengelolah, menyajikan dan menganalisa data kegiatan rumah
sakit sehingga menjadi informasi yang akurat untuk perencanaan dan
pengambilan keputusan;
e. Menyususn kegiatan program sesuai dengan kebijaksanaan (Strategi) RSUD Kota
Prabumulih serta kebijaksanaan operasional;
f. Menyususn dan mengelolah serta mendiskusikan rencana dan kegiatan anggaran
pendapatan RSUD Kota Prabumulih;
g. Menyususn rencana anggaran belanja rutin maupun pembangunan yang sesuai
dengan kebijaksanaan (Strategi) RSUD Kota Prabumulih dan kebijaksanaan
operasionalnya, berdasarkan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku;
h. Menyususn laporan kinerja bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan RSUD
Kota Prabumulih yang terkait dengan pelaksanaan Bina Program dan Anggaran;
i. Berkoordinasi dengan bidang dan bagian lain dalam berbagai kegiatan yang
memerlukan koordinasi, Intergrasi dan Sinkronisasi;
j. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan,
Pasal 169
(1) Seksi Perbendaharaan dan Akuntansi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
(2) Kepala Seksi Perbendaharan dan Akuntansi mempunyai tugas pokok melakukan
kegiatan Perbendaharaan dan Akuntansi.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayau (2) Pasal ini Kepala
Seksi Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai fungsi :

a. Mengkoordinir bawahan agar dapat melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja


sama tim yang kompak, terpadu, sinergis dan harmonis;
b. Mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menganalisa data-data keuangan
shingga menjadi informasi yang akurat untuk perencanaan dan pengembilan
kputusan manajerial;
c. Menerima, memverifikasi dan membukukan pendafatan RSUD Kota Prabumulih
dan melaksanakan penyetoran pendapatan Rumah Sakit kepada bank,
berdasarkan ketentuan peraturan Perundang-undangan;
d. Mengeluarkan uang sumber dari anggaran rutin atau anggaran pembangunan
sesuai dengan anggaran, otoriasi, verifikasi pembukuan dan pertanggung jawaban
keuangan, berdasarkan ketentuan perundang-Undangan yang berlaku;
e. Membayar tagihan dari rekening dan tagihan lainya berdasarkan ketentuan
Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku;
f. Memotong dan menyetorkan pajak kepada kantor Kas Negara, berdasarkan
ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku;
g. Membayar gaji dan insentif pegawai di lingkungan RSUD Kota Prabumulih sesuai
dengan haknya, berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang
berlaku;
h. Menyususn laporan kinerja bulanan, triwulan, semester dan tahunan RSUD Kota
Prabumulih;
i. Melaksanakan Tugas-tugas yang diberikan oleh atasan.
Pasal 170
(1) Komite Keperawatan Merupakan kelompok profesi perawat dan bidan yang
anggotanya terdiri dari staf Keperawatan fungsional;
(2) Komite Keperawatan berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada
Direktur;
(3) Komite Keperawatan RSUD Kota Prabumulih dipimpin oleh seorang yang ketuanya
dipilih anggotanya ditetapkan dengan Keputusan Direktur;
(4) Komite Keperawatan RSUD Kota Prabumulih mempunyai tugas membantu Direktur
dalam penyususnan standar pelayanan perawatan, pmbinaan asuhan keperawatan,
melaksanakan pembinaan etika profesi keperawatan;
(5) Dalam pelaksanaan teknis kegiatannya, Komite keperawatan berkoordinasi,
berkolaborasi dan bermitra dengan Kepala Bidang Bina Pelayanan Keperawatan.
Paragraf 6
Satuan Pengawasan Internal
Pasal 171
(1) Satuan Pengawasan Internal (SPI) bertugas membantu Direktur dalam melakukan
kegiatan pengawasan Internal, dalam rangka menuju terwujudnya tata kelola rumah
sakit yang baik (Good Hospital Government);
(2) Satuan Pengawasan Internal dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat,
diberhentikan dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur RSUD Kota
Prabumulih;
(3) Dalam pelaksanaan teknis kegiatannya, Satuan Pengawasan Internal berkolaborasi
dan bermitra Staf pengelola Teknis akuntansi Keuangan dan Akuntansi manajemen.

Paragraf 7
Instalasi
Pasal 172
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Instalasi adalah fasilitas penyelenggaraan pelayanan fungsional;


Instalasi dipimpin oleh seorang Kepala Dalam Jabatan fungsional;
Kepala Instalasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur;
Kepala Instalasi diangkat dan diberhentikan oleh Direktur;
Jumlah dan jenis Instalasi serta uraian tugas instalsi ditetapkan dengan keputusan
Direktur berdasarkan kebutuhan dan kemampuan nyata RSUD Kota Prabumulih;
(6) Dalam pelaksanaan kegiatan teknis yang berkaitan dengan Program Akrditasi Mutu
Pelayanan Rumah Sakit, Instalasi berada dibawah bimbingan, pengawasan dan
pengendalian teknis Kepala Bagian serta para Kepala Bidang sesuai dengan
pengaturan kelompok kerja (POKJA) pelayanan.
Bagian Kesebelas
Inspektorat
Paragraf 1
Inspektur
Pasal 173
(1) Inspektorat dipimpin oleh seorang inspektur.
(2) Inspektur mempunyai tugas membantu walikota dalam melakukan Pengawasan
Penyelenggaraan terhadap pelaksanaan urusan Pemerintahan, pelaksanaan
pembinaan atas penyelenggaraan dan pelaksanaan urusan Pemerintahan Desa.
(3) Inspektur dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi :
a. membantu Walikota sesuai dengan bidang tugasnya secara teknis administratif
mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah.
b. memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan
mengawasi kegiatan bawahannya;
c. merencanakan, menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan urusan
Inspektorat;
d. merumuskan konsep sasaran, menyusun kebijakan teknis di bidang pengawasan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. menyusun kebijakan teknis pelaksanaan tugas pokok yang menjadi
tanggungjawabnya sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan
oleh Pemerintah Daerah;
f. membina, melaksanakan kerjasama dan berkoordinasi dengan instansi teknis dan
organisasi perangkat daerah lainnya yang menyangkut bidang tugasnya;
g. mengkoordinasikan, memberikan saran dan masukan kepada Walikota tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang Pengawasan;

h. merumuskan kebijakan kegiatan Sekretariat Inspektorat yang meliputi urusan


umum dan Kepegawaian, Penyusunan Program dan Keuangan dan Evaluasi dan
Pelaporan serta Inspektur Pembantu Wilayah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
i. mengkoordinasikan, merumuskan rencana strategi serta kebijakan operasional di
bidang Pengawasan yang meliputi urusan pengawasan dan pembinaan urusan
pemerintahan Kota dan Pemerintahan Desa, review laporan keuangan dan
evaluasi kinerja, pemeriksaan pengusutan, pengujian dan penilaian terhadap
pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan kabupaten, pemerintah desa,
evaluasi percepatan pemberantasan korupsi dan urusan Sekretariat Inspektorat;
j. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana kerja tahunan
Inpektorat;
k. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan LAKIP dan TAPKIN Inspektorat;
l. merumuskan perencanaan program kerja pengawasan tahunan;
m. merumuskan kebijakan dan fasilitasi pengawasan;
n. monitoring dan evaluasi terhadap rencana strategik serta kebijakan operasional
inspektorat;
o. mengkoordinasikan dan membuat laporan pelaksanaan program, strategis dan
rencana kerja tahunan Inspektorat secara berkala kepada Walikota;dan
p. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Walikota.

Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 174
(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris.
(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok dan fungsi :
a. membantu Inspektur dalam melaksanakan teknis administrasi Inspektorat Daerah;
b. memimpin, membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
c. menyusun rencana kerja Sekretariat Inspektorat Daerah sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
d. merumuskan sasaran yang hendak dicapai berdasarkan skala prioritas dan dana
yang tersedia sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas;
e. memberikan saran dan pertimbangan kepada Inspektur tentang langkah-langkah
yang perlu diambil dalam urusan bidang Sekretariat;
f. mengkonsultasikan setiap kegiatan Sekretariat yang bersifat penting kepada
Inspektur;
g. mengkoordinasikan penyusunan rencana strategi serta kebijakan operasional
Inspektorat Daerah;
h. mengkoordinasikan sasaran penyusunan Renstra Inspektorat Daerah;
i. mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja tahunan serta kegiatan operasional
Inspektorat Daerah;

j. mengkoordinasikan penyusunan TAPKIN dan LAKIP Inspektorat, melaporkan


kepada Bupati secara berkala melalui Sekretaris Daerah ke Bagian Administrasi
Organisasi;
k. mengkoordinasikan dan memfasilitasi pengisian blanko LHKPN dan LP2P di
lingkungan Inspektorat Daerah;
l. menghimpun dan menyampaikan bahan laporan penyusunan LKPJ Bupati dan
LPPD setiap akhir tahun ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;
m. menghimpun dan menyampaikan bahan laporan penyusunan LKPD setiap akhir
tahun ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah;
n. mengkoordinasikan laporan rekapitulasi daftar hadir bulanan pegawai untuk
disampaikan secara berkala ke BKD dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah;
o. mengkoordinasikan, memfasilitasi dan mengusulkan Pejabat Pengadaan dan
Pembentukan Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di lingkungan
Inspektorat Daerah, sepanjang belum diberlakukannya kebijakan ULP;
p. mengkoordinasikan, memfasilitasi dan mengusulkan Pembentukan Panitia/Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di lingkungan
Inspektorat Daerah;
q. mengkoordinasikan Sub-Sub Bagian yang melaksanakan urusan Umum dan
Kepegawaian, Penyusunan Program dan Keuangan dan Evaluasi dan Pelaporan
di lingkungan Inspektorat Daerah;
r. mengkoordinasikan, pengendalian rencana dan program kerja pengawasan;
s. memfasilitasi penghimpunan, pengelolaan dan pendistribusian laporan hasil
pengawasan aparat pengawasan fungsional daerah;
t. mengkoordinasikan inventarisasi dan mempersiapkan urusan penghapusan
barang;
u. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan
Sekretariat serta mencari alternatif pemecahannya;
v. mengkoordinasikan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berkaitan
dengan urusan Sekretariat Inspektorat Daerah;

w. mengkoordinasikan dan membuat laporan pelaksanaan program, strategis dan


rencana kerja tahunan Inspektorat secara berkala kepada Inspektur;dan
x. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Inspektur.
Pasal 175
(1) Sub bagian Administrasi dan Umum dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Sub bagian Adiministrasi dan Umum mempunyai tugas pokok dan fungsi :
a. membantu Sekretaris dalam melaksanakan urusan Sub Bagian Umum dan
kepegawaian;
b. merencanakan kegiatan kerja dan anggaran urusan Umum dan Kepegawaian
sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

c. merencanakan kegiatan berdasarkan skala prioritas yang hendak dicapai


Inspektorat sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
d. membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
e. merencanakan kegiatan dan menyusun renstra urusan Umum dan Kepegawaian;
f. merencanakan kegiatan dan menyusun rencana kerja urusan Umum dan
Kepegawaian;
g. merencanakan kegiatan dan menyusun Lakip dan Tapkin urusan Umum dan
Kepegawaian;
h. merencanakan kegiatan dan mengkonsultasikan kegiatan urusan Umum dan
Kepegawaian yang bersifat urgen kepada Sekretaris Inspektorat;
i. memberikan petunjuk, saran dan masukan kepada Sekretaris Inspektorat tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
j. merencanakan kegiatan dan melaksanakan urusan kerumahtanggaan Inspektorat
meliputi ketertiban, keamanan, kebersihan, kehumasan dan protokol;
k. merencanakan kegiatan dan melaksanakan urusan pengadaan, inventarisasi dan
penghapusan barang;
l. merencanakan kegiatan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas, menginventarisasi
permasalahan di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian serta mencari alternatif
pemecahannya sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan
Sekretaris Inspektorat;
m. merencanakan kegiatan dalam rangka menghimpun, menyiapkan dan mengolah
bahan penyelenggaraan kerjasama pengawasan;
n. merencanakan kegiatan, memfasilitasi dan mengusulkan pejabat pengadaan dan
pembentukan Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di lingkungan
Inspektorat, sepanjang belum diberlakukannya kebijakan ULP;
o. merencanakan kegiatan, memfasilitasi dan mengusulkan Pembentukan
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
serta Bendahara Barang dan Pengurus Barang dilingkungan Inspektorat;
p. merencanakan kegiatan, memfasilitasi dan mengusulkan PPK, KPA, PPTK dan
Staf PPTK di lingkungan Inspektorat;
q. merencanakan kegiatan, menghimpun dan menyerahkan seluruh salinan dokumen
pengadaan barang di lingkungan Inspektorat secara sistematis kepada Inspektur
melalui Sekretaris Inspektorat;
r. merencanakan kegiatan, mengumpul dan mengolah data yang berhubungan
dengan urusan Umum dan Kepegawaian;
s. merencanakan kegiatan, menyiapkan dan menyusun daftar rencana Daftar Urut
Kepangkatan (DUK) dan Analisis Jabatan;
t. merencanakan kegiatan dan menghimpun, mengusulkan kelengkapan administrasi
pembuatan Asuransi Kesehatan PNS, TASPEN, TAPERUM dan KARPEG, Karsu
dan Karis;
u. merencanakan kegiatan, menyusun daftar penjagaan dan mengusulkan kenaikan
pangkat, gaji berkala serta KP.4 pegawai, DP3, Cuti PNS serta mengusulkan
kelengkapan administrasi PNS pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat;
v. merencanakan kegiatan, menyiapkan data dan bahan perlengkapan untuk
pengusulan dan pengangkatan dalam jabatan;

w. merencanakan kegiatan, menyiapkan data dan menyusun jadual untuk


peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di lingkungan Inspektorat;
x. membimbing dan memotivasi bawahan dalam upaya peningkatan produktifitas
kerja dan pengembangan karier;dan
y. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Sekretaris.
Pasal 176
(1) Sub bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Sub bagian Perencanaan mempunyai tugas pokok dan fungsi :
a. membantu Sekretaris Inspektorat melaksanakan proses administrasi Penyusunan
Program dan Keuangan;
b. merencanakan kegiatan kerja dan anggaran urusan Penyusunan Program dan
Keuangan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
c. merencanakan kegiatan yang hendak dicapai pada urusan Penyusunan Program
dan Keuangan berdasarkan skala prioritas sebagai pedoman dalam pelaksanaan
tugas;
d. merencanakan kegiatan, dalam rangka penyiapan bahan penyusunan RENSTRA
pada urusan Penyusunan Program dan Keuangan;
e. merencanakan kegiatan, menyusun rencana dan program kerja tahunan urusan
Penyusunan Program dan Keuangan;
f. merencanakan kegiatan, menyusun, mengusulkan dan menganalisa data dan
dokumen penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan pertanggungjawaban
keuangan Inspektorat;
g. membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
h. merencanakan kegiatan, mengkonsultasikan, merencanakan kegiatan urusan
Penyusunan Program dan Keuangan yang bersifat penting kepada Sekretaris
Inspektorat;
i. memberi petunjuk, saran dan masukan kepada Sekretaris Inspektorat tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
j. merencanakan kegiatan menginventarisir, menyiapkan, mengolah bahan untuk
pengambilan kebijakan dalam hal penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan
pertanggungjawaban Penyusunan Program dan Keuangan;
k. merencanakan, menyiapkan, mengolah bahan untuk sosialisasi petunjuk teknis
dan bahan pembinaan kegiatan penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan
pertanggungjawaban Penyusunan Program dan Keuangan Inspektorat;
l. merencanakan
kegiatan
dan
melaksanakan
verifikasi
terhadap
pertanggungjawaban penggunaan anggaran Inspektorat;
m. merencanakan dan menyiapkan bahan laporan penyusunan LKPJ Kepala Daerah,
LPPD, LKPD dan LAKIP Inspektorat;
n. merencanakan kegiatan penyusunan TAPKIN dan LAKIP Inspektorat, melaporkan
kepada Inspektur melalui Sekretaris;
o. merencanakan kegiatan, menyiapkan bahan laporan penyusunan LKPJ Bupati dan
LPPD setiap akhir tahun ke Kepala Inspektorat melalui Sekretaris;

p. merencanakan kegiatan dan menyiapkan bahan laporan penyusunan LKPD setiap


akhir tahun ke Inspektur melalui Sekretaris;
q. merencanakan kegiatan, menghimpun usulan RKA/DPA dan kebutuhan anggaran
unit kerja internal Inspektorat sesuai dengan data yang ada berdasarkan
ketentuan yang berlaku sebagai bahan usulan rencana kegiatan Penyusunan
Program dan Keuangan Inspektorat;
r. merencanakan kegiatan dan mengkonsultasikan penyusunan rencana kegiatan
dan program kerja di lingkungan Inspektorat;
s. merencanakan, melaksanakan dan membuat laporan kegiatan urusan
Penyusunan Program dan Keuangan;
t. merencanakan mengumpulkan data dan bahan dalam rangka penyusunan
Program Kerja Pengawasan Tahunan Inspektorat;
u. membuat laporan kegiatan pelaksanaan penyusunan Program dan Keuangan
kepada Sekretaris;dan
v. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Sekretaris.
Pasal 177
(1) Sub bagian Evaluasi dan Pelaporan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.
(2) Sub bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok dan fungsi :
a. membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugas Sub Bagian Evaluasi dan
Pelaporan;
b. merencanakan kegiatan kerja dan anggaran urusan Evaluasi dan Pelaporan
sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
c. merencanakan kegiatan berdasarkan skala prioritas yang hendak dicapai Sub
Bagian Evaluasi dan Pelaporan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
d. membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
e. merencanakan kegiatan dalam rangka penyiapan bahan penyusunan RENSTRA
pada urusan Evaluasi dan Pelaporan;
f. merencanakan kegiatan dan menyusun RENJA urusan Evaluasi dan Pelaporan;
g. merencanakan kegiatan dan menyusun TAPKIN dan LAKIP urusan Evaluasi dan
Pelaporan;
h. merencanakan kegiatan dan mengkonsultasikan urusan Evaluasi dan Pelaporan
yang bersifat urgen kepada Sekretaris Inspektorat;
i. memberikan petunjuk, saran dan masukan kepada Sekretaris Inspektorat tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
j. merencanakan kegiatan dan menyiapkan bahan pengambilan kebijakan urusan
Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat;
k. merencanakan kegiatan penghimpunan, pengelolaan,
dan
pendistribusian
laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional;
l. merencanakan kegiatan, menginventarisasikan dan mengkompilasi hasil
pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan;
m. merencanakan kegiatan dan menyusun matrik/tabel hasil pengawasan;
n. melaporkan pelaksanaan tugas, baik secara lisan maupun tertulis sebagai wujud
pertanggungjawaban pelaksanaan pekerjaan;

o. merencanakan kegiatan dan menyiapkan bahan gelar pengawasan daerah secara


berkala atas temuan-temuan hasil pemeriksaan dari Inspektur Pembantu Wilayah
sesuai kebijakan Inspektur;
p. merencanakan kegiatan dan menghimpun, menyiapkan, mengolah, menyusun
laporan hasil evaluasi dan pengawasan;
q. merencanakan kegiatan dan menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi kegiatankegiatan yang berkaitan dengan urusan Evaluasi dan Pelaporan;dan
r. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Sekretaris.
Paragraf 3
Inspektur Pembantu
Pasal 178
(1) Inspektur pembantu wilayah I mempunyai uraian tugas :
a. membantu Inspektur sesuai dengan bidang tugasnya;
b. memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan
mengawasi kegiatan pada Inspektur Pembantu Wilayah I;
c. merencanakan, menyusun dan melaksanakan kebijakan pada Inspektur Pembantu
Wilayah I;
d. merumuskan konsep sasaran, menyusun kebijakan teknis pada Inspektur
Pembantu Wilayah I berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. menyusun kebijakan teknis pelaksanaan tugas pokok yang menjadi
tanggungjawabnya sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan
oleh Pemerintah;
f. membina, melaksanakan kerjasama dan berkoordinasi dengan instansi teknis dan
organisasi perangkat daerah lainnya yang meliputi urusan pembinaan dan
pengawasan, pengawasan review laporan keuangan dan evaluasi kinerja,
pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian, pengawasan dan evaluasi,
percepatan pemberantasan korupsi Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan
Desa;
g. mengkoordinasikan, memberikan saran dan masukan kepada Inspektur tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam urusan pengawasan Pemerintahan
Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
h. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENSTRA Inspektur Pembantu
Wilayah I;
i. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENJA Tahunan Inspektur
Pembantu Wilayah I;
j. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan TAPKIN dan LAKIP Inspektur
Pembantu Wilayah I;
k. mengarahkan, mengevaluasi dan melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan urusan pemerintahan daerah dan kasus pengaduan;
l. mengkoordinasikan, mengusulkan dan melaksanakan program pengawasan dan
pembinaan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;

m. menyusun
konsep
sasaran
pengawasan
dan
pembinaan
terhadap
penyelenggaraan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
n. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta review pekerjaan
bawahan sesuai standar pemeriksaan;
o. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan Pemeriksaan,
Pengusutan, Pengujian dan Penilaian, Pengawasan Pelaksanaan terhadap urusan
Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
p. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta Evaluasi
Percepatan Pemberantasan Korupsi;
q. mengkoordinasikan pelaksanaan Evaluasi Percepatan Pemberantasan Korupsi;
r. melaksanakan pemeriksaan khusus berdasarkan kasus pengaduan masyarakat
atau limpahan dari institusi pengawasan fungsional lain;
s. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan Pemerintahan Desa;
t. melaporkan pelaksanaan kegiatan dilingkup Inspektur pembantu Wilayah I sebagai
bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada Inspektur;
u. monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan Inspektur Pembantu
Wilayah I;
v. mengkoordinasikan dan membuat laporan pelaksanaan program, strategis dan
rencana kerja tahunan Inspektorat secara berkala kepada Inspektur;dan
w. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Inspektur.
(2) Inspektur pembantu wilayah II mempunyai uraian tugas :
a. membantu Inspektur sesuai dengan bidang tugasnya;
b. memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan
mengawasi kegiatan pada Inspektur Pembantu Wilayah II;
c. merencanakan, menyusun dan melaksanakan kebijakan pada Inspektur Pembantu
Wilayah II;
d. merumuskan konsep sasaran, menyusun kebijakan teknis pada Inspektur
Pembantu Wilayah II berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. menyusun kebijakan teknis pelaksanaan tugas pokok yang menjadi
tanggungjawabnya sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan
oleh Pemerintah
f. membina, melaksanakan kerjasama dan berkoordinasi dengan instansi teknis dan
organisasi perangkat daerah lainnya yang meliputi urusan pembinaan dan
pengawasan, pengawasan review laporan keuangan dan evaluasi kinerja,
pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian, pengawasan dan evaluasi,
percepatan pemberantasan korupsi Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan
Desa;
g. mengkoordinasikan, memberikan saran dan masukan kepada Inspektur tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam urusan pengawasan Pemerintahan
Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
h. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENSTRA Inspektur Pembantu
Wilayah II;
i. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENJA Tahunan Inspektur
Pembantu Wilayah II;

j. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan TAPKIN dan LAKIP Inspektur


Pembantu Wilayah II;
k. mengarahkan, mengevaluasi dan melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan urusan Pemerintahan Daerah dan kasus pengaduan;
l. mengkoordinasikan, mengusulkan dan melaksanakan program pengawasan dan
pembinaan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
m. menyusun
konsep
sasaran
pengawasan
dan
pembinaan
terhadap
penyelenggaraan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
n. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta review pekerjaan
bawahan sesuai standar pemeriksaan;
o. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemeriksaan,
pengusutan, pengujian dan penilaian, pengawasan pelaksanaan terhadap urusan
Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
p. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta evaluasi
percepatan pemberantasan korupsi;
q. mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi percepatan pemberantasan korupsi;
r. melaksanakan pemeriksaan khusus berdasarkan kasus pengaduan masyarakat
atau limpahan dari institusi pengawasan fungsional lain;
s. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan Pemerintahan Desa;
t. melaporkan pelaksanaan kegiatan dilingkup Inspektur pembantu Wilayah II
sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada Inspektur;
u. monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan Inspektur Pembantu
Wilayah II;
v. mengkoordinasikan dan membuat laporan pelaksanaan program, strategis dan
rencana kerja tahunan Inspektorat secara berkala kepada Inspektur;dan
w. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Inspektur.
(3) Inspektur pembantu wilayah III mempunyai uraian tugas :
a. membantu Inspektur sesuai dengan bidang tugasnya;
b. memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan
mengawasi kegiatan pada Inspektur Pembantu Wilayah III;
c. merencanakan, menyusun dan melaksanakan kebijakan pada Inspektur Pembantu
Wilayah III;
d. merumuskan konsep sasaran, menyusun kebijakan teknis pada Inspektur
Pembantu Wilayah III berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. menyusun kebijakan teknis pelaksanaan tugas pokok yang menjadi
tanggungjawabnya sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan
oleh Pemerintah;
f. membina, melaksanakan kerjasama dan berkoordinasi dengan instansi teknis dan
organisasi perangkat daerah lainnya yang meliputi urusan pembinaan dan
pengawasan, Pengawasan review Laporan Keuangan dan Evaluasi Kinerja,
Pemeriksaan, Pengusutan, Pengujian dan Penilaian, Pengawasan dan Evaluasi,
Percepatan Pemberantasan Korupsi Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan
Desa;

g. mengkoordinasikan, memberikan saran dan masukan kepada Inspektur tentang


langkah-langkah yang perlu diambil dalam urusan pengawasan Pemerintahan
Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
h. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENSTRA Inspektur Pembantu
Wilayah III;
i. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENJA Tahunan Inspektur
Pembantu Wilayah III;
j. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan TAPKIN dan LAKIP Inspektur
Pembantu Wilayah III;
k. mengarahkan, mengevaluasi dan melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan urusan Pemerintahan Daerah dan kasus pengaduan;
l. mengkoordinasikan, mengusulkan dan melaksanakan program pengawasan dan
pembinaan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
m. menyusun
konsep
sasaran
pengawasan
dan
pembinaan
terhadap
penyelenggaraan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
n. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta review pekerjaan
bawahan sesuai standar pemeriksaan;
o. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemeriksaan,
pengusutan, pengujian dan penilaian, pengawasan pelaksanaan terhadap urusan
Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
p. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta evaluasi
percepatan pemberantasan korupsi;
q. mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi percepatan pemberantasan korupsi;
r. melaksanakan pemeriksaan khusus berdasarkan kasus pengaduan masyarakat
atau limpahan dari institusi pengawasan fungsional lain;
s. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan Pemerintahan Desa;
t. melaporkan pelaksanaan kegiatan di lingkup Inspektur pembantu Wilayah III
sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada Inspektur;
u. monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan Inspektur Pembantu
Wilayah III;
v. mengkoordinasikan dan membuat laporan pelaksanaan program, strategis dan
rencana kerja tahunan Inspektorat secara berkala kepada Inspektur;dan
w. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Inspektur.
(4) Inspektur pembantu wilayah IV mempunyai uraian tugas :
a. membantu Inspektur sesuai dengan bidang tugasnya;
b. memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan
mengawasi kegiatan pada Inspektur Pembantu Wilayah IV;
c. merencanakan, menyusun dan melaksanakan kebijakan pada Inspektur Pembantu
Wilayah IV;
d. merumuskan konsep sasaran, menyusun kebijakan teknis pada Inspektur
Pembantu Wilayah IV berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. menyusun kebijakan teknis pelaksanaan tugas pokok yang menjadi
tanggungjawabnya sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan
oleh Pemerintah;

f. membina, melaksanakan kerjasama dan berkoordinasi dengan instansi teknis dan


organisasi perangkat daerah lainnya yang meliputi urusan pembinaan dan
pengawasan, pengawasan review laporan keuangan dan evaluasi kinerja,
pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian, pengawasan dan evaluasi,
percepatan pemberantasan korupsi Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan
Desa;
g. mengkoordinasikan, memberikan saran dan masukan kepada Inspektur tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam urusan pengawasan Pemerintahan
Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
h. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENSTRA Inspektur Pembantu
Wilayah IV;
i. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan RENJA Tahunan Inspektur
Pembantu Wilayah IV;
j. mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan TAPKIN dan LAKIP Inspektur
Pembantu Wilayah IV;
k. mengarahkan, mengevaluasi dan melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan urusan pemerintahan daerah dan kasus pengaduan;
l. mengkoordinasikan, mengusulkan dan melaksanakan program pengawasan dan
pembinaan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
m. menyusun
konsep
sasaran
pengawasan
dan
pembinaan
terhadap
penyelenggaraan urusan Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
n. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta review pekerjaan
bawahan sesuai standar pemeriksaan;
o. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemeriksaan,
pengusutan, pengujian dan penilaian, pengawasan pelaksanaan terhadap urusan
Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Desa;
p. mengkoordinasikan melaksanakan pengawasan, analisis serta evaluasi
percepatan pemberantasan korupsi;
q. mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi percepatan pemberantasan korupsi;
r. melaksanakan pemeriksaan khusus berdasarkan kasus pengaduan masyarakat
atau limpahan dari institusi pengawasan fungsional lain;
s. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan desa;
t. melaporkan pelaksanaan kegiatan dilingkup Inspektur pembantu Wilayah IV
sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada Inspektur;
u. monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan Inspektur Pembantu
Wilayah IV;
v. mengkoordinasikan dan membuat laporan pelaksanaan program, strategis dan
rencana kerja tahunan Inspektorat secara berkala kepada Inspektur;dan
w. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh
Inspektur.

Bagian Kedua Belas


Sekretariat KORPRI
Paragraf 1

Sekretaris
Pasal 179

(1) Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI dipimpin oleh seorang Sekretaris Dewan
Pengurus yang secara teknis operasional bertanggung jawab kepada Pengurus
KORPRI kota dan secara teknis administratif bertaanggung jawab kepada Walikota
melalui Sekretaris Daerah.
(2) Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI mempunyai tugas pokok sebagai berikut:
a. Memimpin pelaksanaan tugas Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI
b. Menyusun rencana dan program kerja Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI
c. Menyelenggarakan pembinaan olahraga,seni,budaya,mental dan rohani
d. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Sekretaris
Dewan Pengurus Mempunyai Fungsi :
a.Perekat persatuan dan kesatuan bangsa
b.Pelapor peningkatan kesejahteraan dan profesionalitas anggota
c.Pelindung dan pengayom anggota
d.Penyalur kepentingan anggota
e.Pendorong peningkatan taraf hidup sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan
f.Pemitra aktif dalam perumusan kebijakan instansi yang bersangkutan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
g.Melaksanakan tugas lain yang diberikan Walikota dan atau Sekretaris Daerah
Paragraf 2
Sub Bagian Umum dan Kerjasama
Pasal 180

(1) Sub Bagian Umum dan Kerjasama dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang
bertanggung jawab kepada Sekretaris Dewan Pengurus.
(2) Sub Bagian Umum dan Kerjasama mempunyai tugas pokok sebagai berikut:
(3) Melaksanakan penyelenggaraan administrasi umum yang meliputi:
a.Berkoordinasi dan menyusun rencana serta program kerja Sekretariat Dewan
Pengurus;
b.Penyelenggaraan pengelolaan surat menyurat, naskah dinas, dokumentasi,
kerumahtanggaan dan kearsipan Sekretariat Dewan Pengurus;
c.Melaksanakan pembagian tugas kepada staf;
d.Memastikan kesesuaian pelaksanaan tugas Sekretariat Dewan Pengurus dengan
peraturan-peraturan yang ada.
(4)Melaksanakan penyelenggaraan kepegawaian yang meliputi;
a.Membina/membimbing staf dan memberikan masukan/saran;
b.Fasilitas administrasi kepegawaian staf.
(5)Melaksanakan penyelenggaraan keuangan yang meliputi;

a. Melaksanakan penyusunan rencana anggaran keangnan dan belanja kegiatan


Sekretariat Dewan Pengurus.
b. Membuat rancangan keuangan bulanan;
c. Mengumpulkan bahan-bahan yang di perlukan untuk belanja kantor;
d. Melaksanakan SPJ dari belanja kegiatan
e. Pengendalian dan penyusunan laporan pertanggung jawaban serta evaluasi
(6)Melaksanakan penyelenggaraan kerjasama dengan instansi pemerintah maupun pihak
ketiga yang meliputi;
a.Melaksanakan kegiatan kehumasan Sekretariat Dewan Pengurus;
b.Menyusun dan melaksanakan kerjasama dengan pihak terkait dalam rangka
mensejahtarakan anggota KORPRI
(7)Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Sub Bagian Umum
dan Kerjasama mempunyai fungsi:
a.Menyiapkan dokumen rencana APBD KORPRI tahunan.
b.Melakukan verifikasi besaran biaya pengeluaran.
c.Melaksanakan pengadaan barang kebutuhan sekretariat.
d.Menyusun kebutuhan perlangkapan sekretariat.
e.Melaksanakan pemeliharaan barang inventaris sekretariat.
f.Menyusun laporan pertanggung jawaban kegiatan.
g.Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
h.Melaksanakan tugas lain yang diberikan Sekretaris Dewan Pengurus.

Paragraf 3
Sub Bagian Olahraga, Seni, Budaya, Mental dan Rohani
Pasal 181

(1) Sub Olahraga, Seni, Budaya, Mental dan Rohani dipimpin oleh Kepala Sub Bagian
yang bertanggung jawab kepada Sekretaris Dewan Pengurus.
(2) Sub Bagian Olahraga, Seni, Budaya, Mental dan Rohani mempunyai tugas pokok
sebagai berikut:
a. Melaksanakan koordinasi kegiatan olahraga yang meliputi:
1. Mengkoordinasikan dan menyelenggarkan kegiatan pembinaan serta
pengembangan olahraga di lingkungan anggota KORPRI;
2. Mengkoordinasikan perencanaan, penghimpunan dan pelayanan biaya
untuk keperluan kegiatan;
3. Menghimpun dan menyiapkan bahan-bahan laporan.
b. Melaksanakan koordinasi kegiatan seni dan budaya yang meliputi:
1. Mengkoordinasikan dan menyelenggarakan kegiatan pembinaan serta
pengembangan seni dan budaya di lingkungan anggota KORPRI;
2. Melaksanakan kegiatan paduan suara sesuai arahan pimpinan;
3. Menerima laporan hasil kegiatan dari staf;
4. Memeriksa kesiapan sarana prasarana dalam rangka pembinaan serta
pengembangan seni dan budaya di lingkungan anggota KORPRI.

c. Melaksanakan pembinaan mental dan rohani yang meliputi:


1. Mengkoordinasikan dan penyelenggarakan pembinaan mental dan rohani
anggota KORPRI melalui kegiatan-kegiatan keagamaan;
2. Membina anggota KORPRI dan memberikan masukan/saran;
3. Menyusun konsep kegiatan dan laporan hasil kegiatan;
4. Mengumpulkan data bahan laporan.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Sub Bagian
Olahraga, Seni Budaya, Mental dan Rohani mempunyai fungsi:
a. Menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian Olahraga, Seni, Budaya,
Mental dan Rohani;
b. Menyusun rencana pengembangan sumber daya manusia dalam hal anggota
KORPRI yang memasuki masa pensiun.
c. Mengevaluasi pelaksanaan program kegiatan untuk bahan tindak lanjut.
d. Menyusun laporan pertanggung jawaban kegiatan
e. Menyusun laporan tahunan.
f. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Sekretaris Dewan Pengurus.

Paragraf 4
Sub Bagian Usaha, Bantuan Hukum dan Sosial
Pasal 182

(1) Sub Usaha, Bantuan Hukum dan Sosial dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang
bertanggung jawab kepada Sekretaris Dewan Pengurus.
(2) Sub Bagian Usaha, Bantuan Hukum dan Sosial mempunyai tugas pokok sebagai
berikut:
a. Menyusun kebijakan dan program kegiatan usaha yang meliput:
1. Merencanakan program kegiatan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan
anggota KORPRI.
2. Merencanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan
anggota KORPRI yang menjelang pensiun.
3. Memeriksa data-data anggota KORPRI yang menjelang pensiun
4. Memilah tugas-tugas dalam kegiatan yang dilaksanakan.
b. Meningkatkan kesejahteraan anggota yang meliput:
1. Mengupayakan bantuan beasiswa bagi anak anngota KORPRI yang
berperstasi dan tidak mampu.
2. Melaksanakan pemberian bantuan bagi anggota KORPRI yang meninggal
dunia.
3. Memberikan santunan dan membuat data-data ahli musibah.
c. Memberikan bantuan hukum dan sosial yang meliputi:
1. Pemberian bantuan kepada anggota dalam keadaan sakit, kematian,
kebakaran, bencana alam dan musibah lainnya.

2. Pemberian bantuan hukum dan dukungan terhadap permasalahan


kedinasan.
3. Penyusunan laporan dan evaluasi.
4. Mengupayakan pemberian penghargaan bagi anggota KORPRI yang
berprestasi.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Sub Bagian
Usaha, Bantuan Hukum dan Sosial mempunyai fungsi:
a. Menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian Usaha, Bantuan Hukum dan
Sosial.
b. Mengumpulkan data-data anak-anak anggota KORPRI yang berprestasi.
c. Menghimpun dan menyiapkan bahan-bahan laporan.
d. Menyusun laporan pertanggung jawaban.
e. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Sekretaris Dewan Pengurus.

Bagian Ketiga Belas


Kantor Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah
Paragraf 1
Kepala Kantor
Pasal 183
(1) Kantor Pepustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah dipimpin oleh seorang Kepala
Kantor;
(2) Kepala Kantor Pepustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah mempunyai tugas pokok
membantu Walikota dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah/Kota dalam
lingkup Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah;
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaiana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala Kantor
Pepustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah mempunyai fungsi:
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pepustakaan, Dokumentasi dan Arsip
Daerah;
b. Pelayanan penunjang pelaksanaan Pemerintah Daerah/Kota di bidang
Perpustakaan, Dokumentasi dan Kearsipan
c. Pelaksanaan pembinaan di bidang Pepustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah;
d. Pelaksanaan Kerjasama Pepustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah dengan
instansi terkait;
e. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan sistem Pepustakaan, Dokumentasi
dan Arsip Daerah;
f. Penyusunan rencana pengelolaan, penyelenggaraan kegiatan Perpustakaan,
Dokumentasi dan Arsip Daerah;
g. Pengadaan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, pelestarian dan
pemberdayaan bahan Pepustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah;
h. Pembinaan tenaga fungsional pustakawan dan arsiparis;
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuain dengan tugas dan
fungsinya;

Paragraf 2
Sub Bagian Tata Usaha
Pasal 184
(1) Subbag Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian;
(2) Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan
administrasi, kepegawaian, keuangan, program dan perencanaan, evaluasi serta
pelaporan:
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini, Kepala
Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi:
a. Pelaksanaan tata persuratan/pengurusan surat, pengetikan dan penggandaan,
pengolahan arsip intern, ketatausahaan pimpinan serta pengelolaan data intern;
b. Pelaksanaan pengadaan barang inventaris asset kantor, pemeliharaan dan
pengamanan kantor;
c. Pelaksanaan administrasi dan pembinaan serta peningkatan kesejahteraan
pegawai;
d. Penyusunan rencana anggaran, ketatausahaan keuangan administrasi gaji dn
pembayaran serta melakukan pembukuan evaluasi dan pelaporan terhadap
pelaksanaan anggaran;
e. Pelaksaanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya;
Paragraf 3
Seksi Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan
Pasal 185
(1) Seksi Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan mempunyai tugas pokok
melaksanakan layanan bahan pustaka, pembinaan sumber daya manusia,
pembinaan semua jenis perpustakaan, penelitian dan pengembangan perpustakaan;
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan mempunyai fungsi:
a. Pembinaan layanan jasa informasi bahan pustaka;
b. Pelaksanaan penyuluhan dan bimbingan tentang pemanfaatan dan
penggunaan perpustakaan, dokumentasi dan informasi;
c. Pelaksanaan layanan ekstensi;
d. Pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan dan pelatihan serta pembinaan
semua jenis perpustakaan;
e. Pelaksanaan pembinaan semua jenis perpustakaan dan pemasyarakatan
jabatan fungsional pustakawan;
f. Pelaksanaan kerjasana pendidikan dan pelatihan teknis perpustakaan dengan
instansi terkait;
g. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan sistem perpustakaan;
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuain dengan tugas dan
fungsinya;

Paragraf 4
Seksi Deposit dan Pengolahan Bahan Pustaka
Pasal 186
(1) Seksi Deposit dan Pengolahan Bahan Pustaka didipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Kepala Seksi Deposit dan Pengolahan Bahan Pustaka mempunyai tugas pokok
mengadakan dan mengolah bahan pustaka, melestarikan, mencetak, menerbitkan
dan menerima karya cetak dan karya rekam;
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Deposit dan Pengolahan Bahan Pustaka mempunyai fungsi:
a. Pengumpulan, pengadaan, penerimaan, pengolahan, pendayagunaan dan
penyimpanan Bahan Pustaka;
b. Pengolahan karya cetak dan karya rekam sesuain dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
c. Pelaksanaan penyusunan bibliografi subjek, abstrak dan literaturr sekunder
lainnya;
d. Pelayanan penerbitan dan pencetakan bahan pustaka;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuain dengan tugas dan
fungsinya;

Paragraf 5
Seksi Dokumentasi dan Pengolahan Arsip
Pasal 187
(1) Seksi Dokumentasi dan Pengolahan Arsip dipimpin oleh seorang Kepala Seksi;
(2) Seksi Dokumentasi dan Pengolahan Arsip mempunyai tugas pokok mengolah,
menyusun dan melakukan laporan kearsipan, menilai dan menyeleksi arsip serta
melakukan pemasyarakatan kearsipan dan didokumentasikan;
(3) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini Kepala
Seksi Dokumentasi dan Pengolahan Arsip mempunyai fungsi;
a. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan kearsipan melalui pendidikan dan
latihan informasi;
b. Melakukan bimbingan kearsipan untuk para arsiparis yang ada pada SKPD;
c. Pengumpulan dan pengolahan arsip in aktif daerah di lingkungan Pemerintah Kota;
d. Melakukan Penilaian dan penyerahan arsip statis daerah kepada Kantor Arsip
Provinsi Sumatera Selatan dan Atsip Nasional Republik Indonesi (ANRI) sesuai
dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku;
e. Melakukan pendokumentasian seluruh arsip;

f. Pelayanan peminjaman Arsip In Aktif untuk kepentingan lembaga/instansi di


lingkungan Pemerintah Daerah;
g. Pemeliharaan/perawatan Arsip In Aktif di ruang penyimpanan;
h. Pengolahan Arsip statis dan pengolahan informasinya untuk dapat didayagunakan
bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat;
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuain dengan tugas dan
fungsinya;

BAB III
JABATAN FUNGSIONAL
Pasal 188
Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas sesuai
dengan Bidang Keahlian Tenaga Fungsional masing0masing berdasarkan Peraturan
Perundang-Undangan yang berlaku.

BAB IV
TATA KERJA
Bagian Pertama
Umum
Pasal 189
(1) Hal-hal yang menjadi tugas pokok lembaga teknis daerah merupakan satu kesatuan
yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan;
(2) Pelaksanaan fungsi lembaga teknis daerah sebagai unsur staf Pemerintah Daerah,
kegiatan teknis operasional diselenggarakan oleh inspektur pembantu, bidang, seksi
dan jabatan fungsional serta kegiatan ketatausahaan diselenggarakan oleh secretariat
dan sub bagian tata usaha menurut bidang tugas masing-masing;
(3) Kepala Lembaga Teknis baik teknis operasional maupun teknis administratif berada
dibawah dan bertanggung jawab kepada Walitota melalui Sekretaris Daerah dan
dalam menjalankan tugas pokoknya menyelenggarakan hubungan fungsional dengan
instansi lain yang berkaitan dengan fungsinya;
(4) Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkungan Lembaga Teknis Daerah dalam
melaksanakan tugasnya menetapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi;

(5) Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkungan Lembaga Teknis Daerah Wajib
memimpin dan memberikan bimbingan serta petunjuk pelaksanaan tugas kepala
bawahannya.

Bagian Kedua
Pelaporan
Pasal 190
(1) Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkungan Lembaga Teknis Daerah wajib
mngikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing serta memberikan laporan tepat pada waktunya;
(2) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan
dipergunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dan untuk memberikan
petunjuk kepada bawahan;
(3) Pengaturan mengenai jenis laporan dan penyampaian berpedoman kepada peraturan
Perundang-Undangan yang berlaku;

Bagian Ketiga
Hal Mewakili
Pasal 191
(1) Dalam hal kepada Lembaga Teknis Daerah berhalangan, Kepada Lembaga Teknis
Daerah dapat menunjuk Sekretaris;
(2) Dalam hal Sekretaris berhalangan, maka kepada Lembaga Teknis Daerah dapat
menunjuk Kepala Bidang, Inspektur Pembantu dan Kepala Seksi berdasarkan
senioritas dan Kepangkatan.

Ditetapkan di Prabumulih
pada tanggal
2015
WALIKOTAPRABUMULIH,

Ir. H. RIDHO YAHYA, MM


Diundangkan di Prabumulih
pada tanggal
2015
SEKRETARIS DAERAH
KOTA PRABUMULIH,

Drs. H. DJOHARUDDIN AINI, MM