Anda di halaman 1dari 1

38

BAB III
KESIMPULAN
Leukemia adalah suatu penyakit keganasan sel darah putih yang berasal dari
sumsum tulang yang ditandai dengan akumulasi proliferasi leukosit dan sel abnormal
dalam sumsum tulang dan darah. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti namun
faktor resiko seperti genetic, lingkungan, radiasi, infeksi dan keadaan imunosupresi
memiliki hubungan dengan angka kesakitan leukemia.
Leukemia pada anak 97% adalah akut dimana 85% ialah LLA dan 17% LMA,
sementara leukemia kronik hanya 2% pada anak. Faktor tersebut akan mencetuskan
modifikasi nucleus DNA sehingga terbentuk klon yang abnormal dan terjadi kelainan
proliferasi, sitogenetik, morfologi dan diferensiasi.
Manifestasi klinis yang timbul berupa akibat dari kegagalan sumsum tulang
dan infiltrasi leukosit ke organ sehingga dapat ditemukan organomegali.Gejala sering
tidak spesifik dan hanya berupa demam. Untuk membantu menegakkan diagnosis
perlu beberapa pemeriksaan penunjang dengan peningkatan jumlah leukosit, tampak
sel leukemia pada darah tepi, sumsum tulang dan LCS, dan pemeriksaan sitogenetik.
Diagnosis pasti leukemia ditegakkan melalui aspirasi sumsum tulang yang akan
memperlihatkan keadaan yang hiperseluler dengan sel blas leukemik lebih dari 30%.
Leukemia perlu dibedakan dengan reaksi leukemoid dimana hanya terjadi
peningkatan leukosit tanpa ada perubahan morfologi. Perlu juga disingkirkan
penyebab demam dan kegagalan sumsum tulang.
Pengobatan dengan kemoterapi bertujuan mengeradikasi sel blas dari darah
dan sumsum tulang untuk mencapai remisi, juga melakukan profilasis terhadap relaps
di SSP yang dilanjutkan kemoterapi rumatan selama 2 tahun. Transplantasi sumsum
tulang bisa dilakukan bila relaps gagal dengan terapi konvensional. Komplikasi yang
timbul dapat akibat dari penyakitnya atau terapinya. Prognosis dari pasien leukemia
tergantung dari respon terapi awal, jumlah leukosit awal, usia dan jenis kelamin.

Anda mungkin juga menyukai