Anda di halaman 1dari 14

Kegawat daruratan

Cedera Kepala dan Tulang


Belakang
Kelompok 1

Insiden Cedera Kepala


Kematian sebagai akibat dari cedera
kepala yang dari tahun ke tahun semakin
bertambah, pertambahan angka
kematian ini antara lain karena jumlah
penderita cedera kepala yang bertambah
dan penanganan yang kurang tepat atau
sesuai dengan harapan (Smeltzer, 2009)
angka kejadian cedera kepala (58%) lakilaki lebih banyak dibandingkan
perempuan.

Pengertian Cedera Kepala


Cedera kepala adalah trauma mekanik
pada kepala yang terjadi baik
secaralangsung atau tidak langsung
yang kemudian dapat berakibat
kepada gangguan fungsineurologis,
fungsi fisik, kognitif, psikososial,
bersifat temporer atau permanent
(Irwana,2009).

Glasgow Coma Scale (GCS)


No

RESPON

NILAI

Membuka Mata :

-Spontan

-Terhadap rangsangan suara

-Terhadap nyeri

-Tidak ada

Verbal :

-Orientasi baik

-Orientasi terganggu

-Kata-kata tidak jelas

-Suara tidak jelas

-Tidak ada respon

Motorik :

- Mampu bergerak

-Melokalisasi nyeri

-Fleksi menarik

-Fleksi abnormal

-Ekstensi

-Tidak ada respon

Total

3-15

Klasifikasi Cedera Kepala


Cedera Kepala Ringan
Nilai GCS: 13-15, kehilangan kesadaran
kurang dari 30 menit.
Cedera Kepala Sedang
Nilai GCS: 9-12, kehilangan kesadaran
antara 30 menit sampai 24 jam
Cedera Kepala Berat
Nilai GCS: 3-8, hilang kesadaran lebih dari
24 jam

Penatalaksanaan
Pengkajian
1.Riwayat Kesehatan
2.Pemeriksaan Fisik: sistem respirasi,
kardiovaskuler, sistem saraf (GCS),
kemampuan bergerak, kemampuan
komunikasi
Diagnosa Keperawatan

Penanganan Cedera Otak


Berat
Posisi terlentang kepala miring kekiri dengan
diberi bantal tipis
Beri masker oksigen 6 8 liter/menit
Pada penderita dengan GCS < 9 atau
diperkirakan akan memerlukan perawatan yang
lebih lama
Sedini mungkin penderita dilakukan mobilisasi
untuk menghindari terjadinya statik pneumonia
atau dekubitus dengan cara melakukan miring
kekiri dan kanan setiap 2 jam
Pada penderita yang gelisah harus dicari dulu
penyebabnya

Definisi Cedera Tulang


Belakang
Cidera tulang belakang adalah cidera
mengenai cervicalis, vertebralis dan
lumbalis akibat trauma; jatuh dari
ketinggian, kecelakakan lalu lintas,
kecelakakan olah raga dsb yang dapat
menyebabkan fraktur atau pergeseran
satu atau lebih tulang vertebra
sehingga mengakibatkan defisit
neurologi (Sjamsuhidayat, 2011).

Anatomi Fisiologi Tulang


Belakang
Tulang Belakang
(vertebrae) adalah tulang
yang memanjang dari
leher sampai ke
selangkangan. Tulang
vertebrae terdri dari 33
tulang: 7 buah tulang
servikal, 12 buah tulang
torakal, 5 buah tulang
lumbal, 5 buah tulang
sacral
(al buat anfis fungsinya
jelasin aja atau bawa
kertas kecil aja nanti,
soalnya kepanjangan kalau
di slide)

Penanganan Cedera Tulang


Belakang
Pengkajian
1.Riwayat penyakit sebelumnya
2.Pemeriksaan fisik

Penatalaksanaan Pra Rumah


Sakit
Memindahkan pasien ke ambulans
Mempersiapkan pasien untuk
transportasi
Perawatan selama perjalanan
Memindahkan pasien ke unit gawat
darurat
(al ini di baca yah, abisan panjang kalau
di masukin ke slide)

Simpulan
Cedera tulang belakang adalah cidera mengenai
cervicalis, vertebralis dan lumbalis akibat trauma;
jatuh dari ketinggian, kecelakakan lalu lintas,
kecelakakan olah raga dsb yang dapat menyebabkan
fraktur atau pergeseran satu atau lebih tulang
vertebra sehingga mengakibatkan defisit neurologi
(Sjamsuhidayat, 2011). Untuk penanganan prioritas
evaluasi penderita dengan cedera otak berat semua
penderita cedera otak dengan koma harus segera
diresusitasi (ABCDE) setibanya di unit gawat darurat,
segera setelah tekanan darah normal, pemeriksaan
neurologis dilakukan (GCS dan refleks pupil), dan bila
tekanan darah tidak bisa mencapai normal,
pemeriksaan neurologis tetap dilakukan dan dicatat
adanya hipotensi

Daftar Pustaka
Al Fauzi A. (2002). Penanganan Cedera Kepala Di Puskesmas.
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/073002/pus-1htm. Di
Unduh 3 Juni 2014
Corwin, Elizabeth J. (2000). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC
Hanif G Tobing (2011). Sinopsis Ilmu Bedah Saraf. Departemen
Bedah Saraf FKUI-RSCM. Jakarta : Sagung Seto.
Mansjoer, Arif, et al. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III.
Jakarta: Media Aesculapius
Muttaqin, Arif. (2008). Pengantar Asuhan Keperawatan Klien
Dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta : Salemba Medika
Potter, Patricia A. and Perry, Anne G. (2009). Buku ajar
fundamental keperawatan, konsep, proses, dan praktik. Jakarta:
EGC
Smeltzer & Bare. (2009). Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8
volume 1. Jakarta: EGC
Sjamsuhidayat. (2011). Ajar Ilmu Bedah. Jakarta. EGC

Terimakasih