Anda di halaman 1dari 3

ANATOMI FISIOLOGI

A. Anatomi Pembuluh Darah Vena Ekstremitas bawah


Vena adalah saluran yang mengembalikan darah sedikit oksigen dari kapiler menuju
jantung (kecuali pada vena pulmoner). Vena secara umum dibagi menjadi 3 yaitu :
1) Venule
Vena vena yang kecil dan membawa darah dari kapiler, membentuk jaringan vena
yang lebih besar (venous plexus).
2) Vena berukuran sedang (medium vein)
Berasal dari jaringan vena dan biasanya berjalan bersama arteri berukuran sedang.
Ciri khas dari vena ini merupakan katup vena, katup pasif yang mencegah adanya
aliran balik darah.
3) Vena besar
Memiliki ciri khas khusus yaitu terdiri dari otot polos dan memiliki tunika adventitia
yang tampak.
Vena utama pada ekstremitas bawah antara lain :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
1.

Vena iliaka eksternal


Vena iliaka internal
Vena safena magna
Vena femoralis
Vena tibialis anterior
Vena safena parva
Vena metatarsal dorsal
Vena Superfisialis Ekstremitas Bawah
Sistem vena pada tungkai terdiri dari komponen vena superfisialis, profunda dan
vena komunikan (Irianto, 2012). Walaupun vena menyerupai arteri tetapi dindingnya
lebih tipis, lapisan otot bagian tengah lebih lemah, jaringan elastis lebih sedikit serta
terdapat katup semilunar. Katup vena merupakan struktur penting dari sistem aliran
vena, karena berfungsi mencegah refluks aliran darah vena tungkai, bersama
kontraksi otot betis akan mengalirkan darah dari sistem superfisialis ke profunda
menuju jantung dengan melawan gaya grafitasi. Pompa otot betis secara normal
membawa 85-90% dari aliran vena tungkai, sedangkan komponen superfisialis
membawa 10-15% darah.
Sistem superfisialis terdiri dari vena safena magna dan vena safena parva.
Keduanya memiliki arti klinis yang sangat penting karena memiliki predisposisi
terjadinya varises yang membutuhkan pembedahan.

Vena safena magna adalah gabungan antara vena dorsalis dari digiti I dan vena
arkus dorsalis dari kaki. Ciri utama vena safena magna:
1) Naik secara anterior menuju malleolus medialis
2) Melewati bagian posterior ke arah medial condyle femur
3) Berhubungan dengan vena safena parva
4) Melintang di bukaan safena pada fascia lata
5) Mengalirkan darah menuju vena femoralis
Vena safena magna memiliki 10-12 katup. Katup-katup tersebut umumnya
berlokasi pada inferior vena perforator. Vena perforator juga memiliki katup. Katup
vena tersusun atas lapisan endotel yang membentuk mangkok. Saat bagian atas katup
terisi penuh, maka akan terjadi bendungan sehingga tidak terjadi aliran balik. Vena
safena magna akan naik ke bagian atas kaki dan menerima aliran dari percabangan
kecil dan berhubungan dengan vena safena parva. Darah dari vena safena magna
akan bermuara pada vena femoralis (Faiz dan Moffat, 2004).
Vena safena magna berhubungan dengan sistem vena profunda di beberapa
tempat melalui vena perforantes. Hubungan ini biasanya terjadi di atas dan di bawah
maleolus medialis, di area gaiter, di regio pertengahan betis, di bawah lutut, dan satu
hubungan panjang pada paha bawah. Katup-katup pada perforator mengarah ke
dalam sehingga darah mengalir dari sistem superfisialis ke sistem profunda dari
mana kemudian darah dipompa keatas dibantu oleh kontraksi otot betis. Akibatnya
sistem profunda memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada superfisialis, sehingga
bila katup perforator mengalami kerusakan, tekanan yang meningkat diteruskan ke
sistem superfisialis sehingga terjadi varises pada sistem ini (Irianto, 2012).
Vena safena parva berasal dari sisi lateral kaki, vena ini merupakan gabungan dari
vena dorsal pada digiti V dan arkus vena dorsalis. Vena safena parva:
1) Naik ke arah posterior lateral maleolus sebagai lanjutan dari vena marjinal
lateral
2) Lewat sepanjang sisi lateral dari tendon kalkanea
3) Naik ke tengah dari fibula dan penetrasi ke fascia dalam
4) Naik diantara otot gastroknemius
5) Bermuara pada vena popliteal di fosa popliteal
Vena perforator masuk ke fascia dalam yang dekat dengan permulaan dari vena
superfisial. Dan terdapat katup di dalamnya yang menghasilkan aliran darah yang
searah dari vena superfisial menuju vena dalam. Vena perforator melewati fascia
dalam pada sudut yang miring sehingga saat otot berkontraksi dan tekanan pada
fascia dalam meningkat, vena perforator akan tertekan. Tekanan pada vena ini juga

mencegah aliran balik. Pola aliran vena dari superfisial menuju vena dalam
merupakan hal yang penting untuk menjaga venous return dari ekstremitas bawah,
karena membutuhkan kontraksi otot untuk mencukupi jumlah darah yang kembali ke
jantung dan untuk melawan gravitasi (Faiz dan Moffat, 2004).
2. Vena Profunda Ekstremitas Bawah
Vena-vena profunda pada betis adalah vena komitans dari arteri tibialis anterior
dan posterior yang melanjutkan sebagai vena poplitea dan vena femoralis. Vena
profunda ini membentuk jaringan luas dalam kompartemen posterior betis pleksus
soleal dimana darah dibantu mengalir ke atas melawan gaya gravitasi oleh otot saat
olahraga (Irianto, 2012).