Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah.


Kemajuan pembangunan daerah yang terus meningkat harus didukung

dengan sarana dan fasilitas yang memadai disegala bidang. Transportasi darat
merupakan salah satu sarana yang sangat penting untuk meningkatkan pembangunan
suatu daerah. Oleh karena itu, pembangunan jalan sangat penting untuk diperhatikan
baik dari segi perencanaanya maupun perawatan jalan tersebut. Perhitungan tebal lapis
perkerasan merupakan salah satu unsur penting dalam perencanaan jalan yang ikut
menentukan kemampuan jalan dalam pemanfaatannya

untuk mendukung sistem

transportasi darat.
Data skripsi ini diperoleh dari PPK P2JJN Metropolitan Medan dengan
memaparkan proses dari perhitungan tebal lapis perkerasan Pembangunan Jalan Akses
Bandara Kualanamu.
Bandar udara Polonia yang saat ini berada di Kota Medan sudah tidak
mampu lagi menampung kapasitas jumlah penumpang dan lalu lintas udara saat ini.
Sehingga pemerintah menetapkan untuk membangun bandara udara baru di daerah
Kabupaten Deli Serdang.
Untuk mendukung pengoperasian Bandar Udara Kualanamu maka di
rencanakan jalan akses kualanamu dengan panjang jalan 14 + 825 Km dan lebar 26
meter dimana awal proyek berada pada simpang kayu besar arah Tanjung Morawa
Kabupaten Deli Serdang.
Agar fungsi bandar udara ini beroperasi dengan baik dan menghindari
kemacetan maka diperlukan sarana transportasi berupa jalan raya yang memadai.
Adapun sarana jalan yang direncanakan berupa jalan alternatif yakni jalan Akses Bandar
Udara Kualanamu yang menghubungkan ke Jalan Nasional Lubuk pakam. Selain
berfungsi untuk mendukung kelancaran aktifitas bandar udara, pembangunan jalan ini
juga diharapkan dapat mengembangkan aktifitas perekonomian, perdagangan dan
industri di daerah trase jalan yang direncanakan.
Perhitungan perkerasan lentur dengan menggunakan metode perencanaan
tebal lapis perkerasan lentur Standar Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt T-01-2002-B
belum pernah dibahas sebelumnya diperkuliahan. Selain itu, data yang diperlukan
mudah didapatkan serta lokasi proyek tidak terlalu jauh dari tempat tinggal penyusun.
1

Oleh karena itu, penyusun sangat tertarik untuk memilik topik dan lokasi tersebut
sebagai laporan tugas akhir.
1.2.
1.

Tujuan dan Manfaat


I.2.1 Tujuan
Tujuan pembahasan dalam laporan tugas akhir ini adalah:
Untuk mengetahui bagaimana urutan perhitungan tebal lapis perkerasan dengan
menggunakan metode perencanaan tebal lapis perkerasan lentur Standar Nasional

2.

Indonesia (SNI) 2002 Pt T-01-2002-B.


Untuk mengetahui berapa hasil perhitungan tebal lapis perkerasan pada proyek
Jalan Akses Bandara Kualanamu dengan menggunakan metode perencanaan tebal
lapis perkerasan lentur Standar Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt T-01-2002-B.

1.

1.2.2 Manfaat
Laporan tugas akhir ini diharapkan bermanfaat bagi:
Penyusun agar dapat merencanakan dan menghitung tebal lapis perkerasan lentur

2.

Standar Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt T-01-2002-B.


Menambah wawasan dan pengalaman agar dapat melaksanakan kegiatan yang sama

3.

ketika bekerja secara langsung di lapangan.


Mahasiswa yang ingin mengetahui urutan perhitungan tebal lapis perkerasan lentur

4.

Standar Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt T-01-2002-B.


Penyusun dapat mengetahui hasil perhitungan dengan metode lentur Standar
Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt T-01-2002-B dan dapat membandingkan dengan
perhitungan yang dilakukan oleh pihak perencana yaitu Konsultan perencana.

I.3 Permasalahan
Adapun permasalahan yang terdapat pada proyek ini memiliki beragam jenis
diantaranya :
1. Perencanaan tebal lapis perkerasan dengan metode Analisa Standart Nasional
Indonesia (SNI) 2002 Pt-T-01-2002-B;
2. Campuran hotmix pada pekerjaan jalan tersebut;
3. Efisiensi waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut;
4. Analisa biaya pelaksanaan pekerjaan tersebut;
5. Perencanaan sesuai dengan umur rencana jalan.
I.4 Pembatasan Masalah

Sesuai dengan permasalahan diatas, maka pembatasan masalah yang diambil oleh
penyusun adalah evaluasi terhadap tebal lapisan perkerasan yang metode perhitungan
Analisa Standart Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt-T-01-2002-B.
Penyusun tidak membahas mengenai pemilihan material dan menghitung CBR
Untuk menghindari penyimpangan pengolahan data yang terlalu jauh dan agar
pembahasannya tidak terlalu luas serta sesuai dengan kelengkapan perolehan data.

I.5 Metodologi Pembahasan dan Pengumpulan Data


Dalam melakukan evaluasi ini penyusun mengevaluasi tebal lapisan perkerasannya
saja dengan metode Analisa Standart Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt-T-01-2002-B.
Mulai

Data-data yang digunakan dalam perhitungan ini umumnya sama dengan yang
digunakan oleh pihak perencana.
Pengumpulan Data :
Dalam penulisan tugas akhir ini dilakukan beberapa cara untuk dapat
Rekapitulasi Data Lalu lintas, susunan lapisan perkerasan, long
mengumpulkansection,
data cross
yang section
dibutuhkan
untuk
mendukung
agar data
tugas
ini dapat
(potongan
melintang),
data LHR,
CBR.
diselesaikan.
Pengambilan data dari PPK P2JJ Metropolitan Medan dan dari PPK Pembangunan
Analisa
Perhitungan
Perkerasan
Jalan dan Jembatan Metropolitan
Medan
WilayahTebal
II, antara
lain : Rekapitulasi Data
Lalu lintas, susunanmetode
lapisanperencanaan
perkerasan, tebal
Datalapis
CBR,
Typical Cross
perkerasan
lentur Section
Standar dan Long
Nasional
Indonesia
(SNI)
2002
Pt
T-01-2002-B
section. Dan data pendukung lainnya dengan cara mencari bahan bahan masukan dari
buku buku yang berkaitan.
PengolahanBeban
data Gandar
menggunakan
metode
perencanaan
tebal lapis perkerasan lentur
Standar untuk
Lajur
Rencana Pertahun
Standar Nasional
(SNI)
2002
Pt T-01-2002-B.
KondisiIndonesia
W selama
umur
rencana
18

Bagan alir Asumsi


pelaksanaan
perhitungan tebal lapis perkerasan dengan Metode SNI 2002
Perencanaan
adalah sebagai
berikut :Nomogram Solve ( Tebal Lapis Permukaan, Lapis Pondasi
Pembacaan
Atas, Lapis Pondasi Bawah)
Perbandingan Hasil Perhitungan dengan Pihak Perencana
(Konsultan) dengan Perencanaan ( Penyusun)

Kesimpulan

Selesai

Gambar 1.1 Bagan Alir Perhitungan Tebal Lapisan Perkerasan


Metode Analisa Komponen.

I.6 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan yang dibuat oleh penyusun adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Meliputi : Latar belakang, Tujuan dan manfaat, Permasalahan, Pembatasan masalah,
Metode pengumpulan data dan Sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

Meliputi : Perkerasan Jalan,Perencanaan Tebal Lapisan Perkerasan, Parameter


Perencanaan Tebal Lapis Perkerasan, Kondisi Lingkungan, Metode Analisa Standart
Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt-T-01-2002-B.
BAB III TINJAUAN PROYEK
Meliputi : Data umum dan data teknis
BAB IV ANALISA PERENCANAAN
Meliputi : Metode Analisa Standart Nasional Indonesia (SNI) 2002 Pt-T-01-2002B., Perbandingan Hasil Perhitungan Perencana dan Penyusun.
BAB V PENUTUP
Meliputi : Kesimpulan dan Saran