Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

RETARDASI MENTAL

Disusun Oleh :
CANDRA AWANDA
2010.c.02a.0035

RETARDASI MENTAL

1. PENGERTIAN
Retardasi mental adalah kemampuan mental yang tidak mencukupi(WHO)
Retardasi Mental adalah Kelainan fungsi intelektual yang subnormal terjadi
pada masa perkembangan dan berhubungan dengan satu atau lebih gangguan
dari ;
a. Maturasi
b. Proses belajar
c. Penyesuaian diri secara social
2. ETIOLOGI
Kelainan ini dapat digolongkan menjadi :
a. Penyebab Organik
1). Faktor prenatal :
o Penyakit kromosom ( Trisomi 21 ( Sindrom Down)
o Sindrom Fragile X
o Gangguan

Sindrom

distrofi

otot

Duchene,

neurofibromatosis( tipe 1)
o Gangguan metabolisme sejak lahir ( Fenilketonuria )
2). Faktor Perinatal :

Abrupsio plasenta

Diabetes maternal

Kelahiran premature

Kondisi neonatal termasuk meningitis dan perdarahan


intracranial

3). Faktor Pasca natal :

Cedera kepala

Infeksi

Gangguan degeneratif

b. Penyebab non organik

Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis

Sosial cultural

Interaksi anak kurang

Penelantaran anak

c. Penyebab lain : Keturunan,pengaruh lingkungan dan kelainan mental lain


Dalam buku Ilmu kesehatan Anak FKUI Retardasi mental juga
disebabkan oleh Gangguan psikiatris berat dengan deviasi psikososial atau
lingkungan.
3. MANIFESTASI KLINIS

Gangguan kognitif

Lambatnya ketrampilan ekspresi dan resepsi bahasa

Gagal melewati tahap perkembangan yang utama

Lingkar kepala diatas atau dibawah normal

Kemungkinan lambatnya pertumbuhan

Kemungkinan tonus otot abnormal

Kemungkinan ciri-ciri dismorfik

Terlambatnya perkembangan motoris halus dan kasar

4. PATOFISIOLOGI
Retardasi mental merujuk pada keterbatasan nyata fungsi hidup sehari-hari.
Retardasi mental ini termasuk kelemahan atau ketidakmampuanh kognitif
yang muncul pada masa kanak-kanak ( Sebelum usia 18 tahun ) yang ditandai
dengan fungsi kecerdasan di bawah normal ( IQ 70 sampai 75 atau kurang )
dan disertai keterbatasan-keterbatasan lain pada sedikitnya dua area fungsi
adaftif

Berbicara

diri,kerumahtanggaan,

dan

berbahasa

ketrampilan

ketrampilan

social,penggunaan

merawat

sarana-sarana

komunitas, pengarahan diri , kesehatan dan keamanan , akademik fungsional,


bersantai dan bekerja.
Penyebab retardasi mental bisa digolongkan kedalam prenatal, perinatal dan
pasca natal. Diagnosis retardasi mental ditetapkan secara dini pada masa
kanak-kanak.

5. CLINICAL PATHWAY
Prenatal
Retardasi Mental

Perinatal
Pasca natal

Ketidakmampuan kognitif
(IQ <70-75)

Berbicara

berbahasa

ketrampilan merawat

Gangguan pertumbuhan
dan perkembangan

Gangguan komunikasi

Kurang perawatan diri

6. KRITERIA DIAGNOSTIK
- Fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawah rata-rata . IQ kirakira 70 atau kurang( untuk bayi penilaian klinis dari fungsi fungsi intelektual
dibawah rata2 ).
- Kekurangan atau kerusakan fungsi adaptif yang terjadi bersamaan ( mis.
Efektifitas seseorang dalam memenuhi harapan kelompok budayanya
terhadap orang seusianya) dalam sedikitnya dua area berikut : komunikasi,
perawatan diri , kerumahtanggaan, ketrampilan sosial dan interpersonal ,
penggunaan

sarana-sarana

masyarakat

pengarahan

diri,

ketrampilan

akademik fungsional , bekerja, bersantai , kesehatan dan keamanan.


- Awitan terjadi sebelum usia 18 tahun.
Kode dibuat berdasarkan tingkat keparahan yang tercermin dari kerusakan
inteletual :
317

Retardasi mental ringan ( Tingkat IQ 50-55 sampai kira-kira 70 )

318.0. Retardasi mental Sedang

( Tingkat IQ 35-40 sampai 50-55 )

318 .1. Retardasi mental berat ( Tingkat IQ 20-35 sampai 35-45 )


318.2. Retardasi mental yang amat sangat berat (Tingkat IQ dibawah 20-25 )
319

Retardasi mental dengan keperahan yang tidak disebutkan: jika terdapat


dugaan kuat adanya retardasi mental tetapi emintelligence orang tsb tidak
dapat diuji dengan test Standar.

7. KOMPLIKASI

Serebral palcy

Gangguan kejang

Gangguan kejiwaan

Gangguan konsentrasi /hiperaktif

Defisit komunikasi

Konstipasi

8. UJI LABORATORIUM DAN DIAGNOSTIK

Uji intelegensi standar ( stanford binet,weschler, Bayley Scales of


infant development )

Uji perkembangan seperti Denver II

Pengukuran fungsi adaftif ( Vineland

adaftive behaviour scales,

Woodcock-Johnson Scales of independent Behaviour, School edition of


the adaptive behaviour scales ).
9. PENATALAKSANAAN MEDIS
Berikut ini adalah obat-obat yang dapat digunakan :

Obat-obat psikotropika ( tioridazin,Mellaril untuk remaja dengan


perilaku yang membahayakan diri sendiri

Psikostimulan untuk remaja yang menunjukkan tanda-tanda gangguan


konsentrasi/gangguan hyperaktif.

Antidepresan ( imipramin (Tofranil)

Karbamazepin ( tegrevetol) dan propanolol ( Inderal )

Pencegahan :

Meningkatkan perkembangan otak yang sehat dan penyediaan


pengasuhan dan lingkungan yang merangsang pertumbuhan

Harus memfokuskan pada kesehatan biologis dan pengalaman


kehidupan awal anak yang hidup dalam kemiskinan dalam hal ini ;
- perawatan prenatal
- pengawasan kesehatan reguler
- pelayanan dukungan keluarga

ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
Pengkajian terdiri atas evaluasi komprehensif mengenai kekurangan dan
kekuatan yang berhubungan dengan ketrampilan adaptif ; komunikasi, perawatan diri,
interaksi sosial, penggunaan sarana-sarana di masyarakat

pengarahan diri,

pemeliharaan kesehatan dan keamanan, akademik fungsional, pembentukan


ketrampilan rekreasi dan ketenangan dan bekerja.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b.d. kelainan fungsi kognitif

Gangguan komunikasi verbal b.d. kelainan fungsi kognitif

Risiko cedera b.d. perilaku agresif ketidakseimbangan mobilitas fisik

Gangguan interaksi social b.d. kesulitan bicara/ kesulitan adaptasi sosial

Gangguan proses keluarga b.d. memiliki anak retardasi mental

Deficit perawatan diri b.d. perubahan mobilitas fisik /kurangnya


kematangan perkembangan.

C. INTERVENSI

Kaji factor penyebab gangguan perkembangan anak

Indentifikasi dan gunakan sumber pendidikan untuk memfasilitasi


perkembangan anak yang optimal

Berikan perawatan yang konsisten

Tingkatkan komunikasi verbal dan stimualsi taktil

Berikan instruksi berulang dan sederhana

Berikan reinforcement positif atas hasil yang dicapai anak

Dorong anak melakukan perawatan sendiri

Manajemen perilaku anak yang sulit

Dorong anak melakukan sosialisasi dengan kelompok

Ciptakan lingkungan yang aman

D. PENDIDIKAN PADA ORANG TUA

Perkembangan anak untuk tiap tahap usia

Dukung keterlibatan orang tua dalam perawatan anak

Bimbingan antisipasi dan manajemen menghadapi perilaku anak yang


sulit

Informasikan sarana pendidikan yang ada dan kelompok

E. HASIL YANG DIHARAPKAN

Anak berfungsi optimal sesuai tingkatannya

Keluarga dan anak mampu menggunakan koping terhadap tantangan


karena adanya ketidakmampuan

Keluarga mampu mendapatkan sumber-sumber sarana komunitas

DAFTAR PUSTAKA
Betz and Sowden,2002,Buku Saku Keperawatan Pediatri,Penerbit EGC Jakarta
Gordon et.al,2001,Nursing Diagnoses : Definition & Classification 20012002,Philadelpia USA
Nelson,1994,Ilmu Kesehatan Anak Jilid I,EGC Jakarta
Lusmilasari L,2002,Asuhan Keperawatan Klien dengan Retardasi Mental(materi
kuliah tidak di publikasikan),PSIK FK UGM Jogjakarta.