Anda di halaman 1dari 34

KASUS 8

KELOMPOK PBL KOMUNITAS 6


ANGGOTA :
RATIH SEKAR (1308062271)
LIS INDRAWATI (1308062273)
FINA KUSUMA WATI (1308062274)
HENI KRISTIANENGSIH (13080622)
LINA HANIFA (13080622)
RATIH IRMA (13080622)
DEWI ARMI ALWI (13080622)
NUR MAHDI (1308062286)
DERY ALUL AZMI (1308062289)

PENGERTIAN ARITMIA
Aritmia atau disritmia adalah perubahan pada
frekuensi dan irama jantung yang disebabkan
oleh konduksi elektrolit abnormal atau
otomatis (Doenges, 1999). Aritmia timbul
akibat
perubahan
elektrofisiologi
sel-sel
miokardium. Perubahan elektrofisiologi ini
bermanifestasi sebagai perubahan bentuk
potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas
listrik sel (Price, 1994). Gangguan irama
jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas
denyut jantung tapi juga termasuk gangguan
kecepatan denyut dan konduksi (Hanafi, 1996).

Gangguan irama jantung dapat di bagi


dua:
Gangguan irama fibrilasi(tidak
kuncup)pada serambi beresiko stroke
Gangguan irama fibrilasi (tidak
kuncup) pada bilik jantung berakibat
langsung
fatal.dapat menimbulkan kelainan
Berbagai
keadaan
pada sistem listrik jantung. Pada umumnya
gangguan
sistem
listrik
jantung
akan
menimbulkan perubahan irama jantung menjadi
terlalu lambat (Bradiaritmia, jantung berdenyut
kurang dari 60 kali permenit) atau terlalu cepat
(Takiaritmia, jantung berdenyut lebih dari 100
kali permenit)

POTENSIAL AKSI

PATOFISIOLOGI ARITMIA
I.

Aritmia Karena Gangguan


Pembentukan Impuls
a.Automatisitas Normal Berubah
bisa terjadi pada SA, AV dan His
Purkinye
b.Pembentukan Impuls Abnormal yang
dpt dibagi 2 :
1. Automatisitas abnormal
terjadinya depolarisasi diastolik
spontan pada nilai Vm yang lebih

2. Aktivitas terpicu ( Triggered


Activity )
pembentukan impuls pada fase
repolarisasi yang sudah mencapai
ambang.
II. Aritmia yang disebabkan oleh
karena kelainan konduksi impuls :
Aritmia
arus
arhytmia)

balik

(Re-entrant

ETIOLOGI

Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan


miokard (miokarditis karena infeksi)
Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme
arteri koroner), misalnya iskemia miokard, infark miokard.
Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis, quinidin dan
obat-obat anti aritmia lainnya
Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia)
Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang
mempengaruhi kerja dan irama jantung
Ganggguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat.
Gangguan metabolik (asidosis, alkalosis)
Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme)
Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor
jantung
Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis
sistem konduksi jantung)

FAKTOR RESIKO

Penyakit Arteri Koroner


Tekanan Darah Tinggi
Penyakit Jantung Bawaan
Masalah pada Tiroid
Obat dan Suplemen
Obesitas
Diabetes
Obstructive Sleep Apnea
Ketidakseimbangan Elektrolit
Terlalu Banyak Minum Alkohol
Konsumsi Kafein atau Nikotin

ADA BEBERAPA TIPE-TIPE ARITMIA

Premature atrial contractions


Premature venticular contractions (PVCs)
Atrial fibrilasi (AF)
Atrial flutter
Paroxysmal supraventricular tachycardia (PSVT
Accessory pathway tachicardia
AV nodal reentrant tachycardia
Ventricular tachycardia (V-tach)
Ventricular fibrilasi
Long QT syndrome
Bradiaritmia
Sinus node dysfunction
Blok jantung

PEMERIKSAAN GANGGUAN IRAMA JANTUNG

EKG : menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi.


Menyatakan tipe/sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan
elektrolit dan obat jantung.

Monitor Holter : Gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk


menentukan dimana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila
pasien aktif (di rumah/kerja). Juga dapat digunakan untuk
mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia.

Foto dada : Dapat menunjukkan pembesaran bayangan jantung


sehubungan dengan disfungsi ventrikel atau katup

Skan
pencitraan
miokardia :
dapat
menunjukkan
aea
iskemik/kerusakan miokard yang dapat mempengaruhi konduksi
normal atau mengganggu gerakan dinding dan kemampuan pompa.

Tes stres latihan : dapat dilakukan utnnuk mendemonstrasikan


latihan yang menyebabkan disritmia.

Elektrolit : Peningkatan atau penurunan kalium, kalsium dan


magnesium dapat mnenyebabkan disritmia

ANTIDISRITMIA

Diklasifikasikan menjadi 4 kategori :

(berdasarkan the vaughan williams classification )

1. Penghambat saluran (natrium) cepat IA dan IB


MK : Penyekat kanal Na+ dan juga mempunyai
efek anestetik lokal.
2. Penghambat beta (ll)
3. Obat-obat yg memperpanjang repolarisasi (lll)
4. penghambat saluran kalsium (lV)

TABEL KLASIFIKASI ANTIDISRITMIA


OBAT

DOSIS

PEMAKAIAN DAN PERTIMBANGAN

IA: Penghambat Rantai (Natrium) Cepat I


Quinidin Sulfat
(Cin-Quin)

D: PO: 200-400 mg, t.i.d.


A: PO: 30 mg/kg atau 900 mg/m
dlm dosis terbagi5

Untuk disritmia atrium, ventrikel, dan supraventrikel.


Kategori kehamilan C. Kadar terapeutik serum: 2-6
g/mL. Interaksi obat: meningkatkan kerja digoksin; t1/2:
8 jam.

Prokainamid
(Pronestyl,
Procan)

D: O: 250-500 mg. setiap 4-6 jam


SR: 250 mg-1 g, setiap 6 jam atau
50 mg/kg dlm dosis terbagi 4

Untuk disritmia atrium, ventrikel. Mempunyai efek


hipotensi yg lbh ringan daripada quinidin. Pengikatan pd
protein sebanyak 20%; t1/2: 3,5 jam. Kadar terapeutik
serum: 4-8 g/mL.

Disopiramid
(Norpace)

D: PO: 100-200 mg setiap 6jam.


A (4-12 thn): PO: 10-15 mg/kg dlm
dosis terbagi

Untuk disritmia ventrikel. Kategori kehamilan C. Dapat


menyebabkan gejala-gejala antikolinergik; t1/2: 8 jam.
Kadar terapeutik serum: 3-8 g/mL.

IB: Penghambat Rantai (Natrium) Cepat II


Lidokain
(Xylocaine)

D: IV: dosis bervariasi

Untuk disritmia ventrikel pada keadaan gawat. Kategori


kehamilan B; t1/2: 1,5 jam. Batas terapeutik serum: 1,56 g/mL.

Fenitoin
(Dilantin)

D: IV: 100 mg, setiap 5-10 menit


sampai disritma berhenti; dosis
max adlh 1000 mg

Untuk disritmia ventrikel akibat digitalis. Tidak disetujui


oleh FDA sebagai obat disritma. Kadar serum < 20
mikrogram/mL.

Tokainid
(Tonocard)

D: PO: 400 mg, setiap 8 jam

Untuk disritmia ventrikel, terutama (KVP) kontraksi


ventrikel prematur. Serupa dengan lidokain kecuali dlm
bentuk oral. Kadar serum terapeutik: 4 g/mL.

Meksiletin
(Mexitil)

D: PO: 200-400 mg, setiap 8 jam

Untuk disritmia ventrikel, tetapi dpt menimbulkan


disritmia ventrikel baru. Kategori kehamilan B. Disetujui
oleh FDA pd keadaan yg mengancam nyawa.

OBAT
Enkandin
(Enkaid)

DOSIS
D: PO: 2 mg, setiap 8 jam;
dapat ditingkatkan sampai 5075 mg setiap 8 jam

PEMAKAIAN DAN
PERTIMBANGAN
Untuk disritmia ventrikel, tapi dapat menyebabkan
disritmia ventikular baru. Kategori kehamilan B.
Disetujui FDA untuk situasi yg mengancam jiwa.

II: Penghambat Beta


Propranolol
(Inderal)

D: PO: 10-30 mg, t.i.d., q.i.d


(setiap 6-8 jam)
Bolus IV: 0,5-3 mg pd 1
mg.menit

Untuk disrtimia ventrikel, takikardia atrial


paroksismal, denyut ektopik atrium dan ventrikel

Asebutolol
(Sectral)

D: PO: 200 mg, b.i.d., dosis dpt


dinaikkan secara bertahap.

Terutama untuk kontraksi ventrikel prematur.


Penghamabat beta yg baru yg mempengaruhi
reseptor beta1 pd jantung. Kategori kehamilan B.
Dpt menyebabkan bradikardia dan menurunkan
curah jantung.

Metoprolol (selektif)

Dewasa; PO: 25mg, 50mg 100


mg tiap 12 jam

Untuk acut takikardi, atrial fibrasi, dan


supraventricular takikardi

Dewasa: 5-20mg slow iv setiap


2 menit.
PO : 100mg; 200mg; 300mg
tiap 12 jam pemakaian 2-3
kali sehari

Labetalol menurunkan tekanan darah pada


hipertensi krisis ,menurunkan hipetensi tanpa
refleks takikardi dan resistensi perifer total
menurun tanpa perubahan signifikan dalam
output jantung.

Labetalol (non seletif


dan alfa reseptor
blokers)

III: Obat-obat yg memperpanjang Repolarisasi


Bretilium
(Bretylol)

D: IM: 5-10 mg/kg, setiap 6-8


jam
IV: 5-10 mg/kg, ulangi dlm 15
menit, tetes IV atau Bolus IV

Amiodaron
(Cordarone)

D: PO: DP: 400-1600 mg/hari


dlm dosis terbagi
R: 200-600 mg/hari

Untuk takikardia dan fibrilasi ventrikel (untuk


mengubah menjadi ritme sinus yg normal).
Dipakai jika lidokain dan prokainamid tidak efektif
Untuk distrimia ventrikel yg mengancam nyawa.
Mula2 dosis lbh besar dan kmudian diturunkan.
Kadar serum: 1-2,5 g/mL.

KASUS 8
(ARITMIA + HIPERTENSI + DISLIPIDEMIA)
Mr. GD (50yo) have had irregular heart beat
and pain on his chest. The doctor gave him
amiodarone 800mg/day for amont. Next,
the dosage will be reduced into 400mg/day
atovastatin tab 20mg for night time, and
labetalol 2x/day 100mg

DATA KLINIS
DATA SUBJEKTIF
Irama jantung yang
tidak beraturan
Nyeri dada

DATA OBJEKTIF
TD = 140/95 mmhg
BB = 80 kg; TB = 170
cm
LDL = 80
Trigliserida = 310
GD = 210
Suhu tubuh = 37,2 C
EKG = premature
ventricular compleks

ANALISIS TERAPI
no

Nama obat

Dosis

Efek terapi

ADR

1.

Amiodaron

800mg/hari
selama 1 bulan
pertama
kemudian
diturunkan
400mg/hari untuk
1 bulan
selanjutnya

Sebagai antiaritmia
golongan III

Tidak ada

2.

Labetalol

100mg/hari

Gol. Beta blocker non


selektive dan alfa
reseptor bloker yang
berfungsi sebagai
penurun tekanan darah,
nenurunkan beban kerja
jantung dan kekuatan
kontraksi otot jantung

Tidak ada

3.

atorvastatin

20mg/ hari

Golongan statin yg
berfungsi sebagai
antikolesterol

Kurang efektif untuk


orang yang memilik kadar
trigliserid terlalu tinggi
dan dapat menyebabkan
kadar LDL semakin turun

REKOMENDASI

Untuk amidarone dikombinasikan dengan beta blocker sudah sesuai


karena dengan mengkombinasikan kedua obat tersebut lebih efektif
dan dapat memperbaiki fungsi mortalitas dan mobilitas ventrikel
jantung. beta blocker bekerja dengan mengurangi beban kerja
jantung,
mengurangi
permintaan
oksigen
oleh
jantung
dan
mengurangi resiko kerusakan pada otot jantung, penggunakan beta
blocker yang lama dapat meningkatkan kelangsungan hidup yang lama
dan mengurangi resiko serangan jantung
masa depan, dan
mengurangi resiko terjadinya irama-irama jantung abnormal yang bisa
mengancam nyawa.

Labetalol berbeda dengan beta blocker yang lain, labetalol tidak


mempengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida darah atau urat (obatobat penting, ed 6 2007) sehingga sesuai untuk pasien dalam kasus ini.

Untuk obat atorvastatin diturunkan dosisnya dan dikombinasikan


dengan antikolesterol golongan fibrat penofibrat agar lebih efektif
dalam menurunkan kadar trigliserida yang tinggi.

ventricular and supraventricular arrhythmias, among them ventricular


tachycardia (VT) was 19.2%, ventricular fibrillation 2.2%, and PVCs
47.4%. Incidence of mortality increases in hypertensive patients
especially if they are affected with silent ischemia and/or ventricular
arrhythmias.21,22 While global mortality of LVH increases if there is
complex or frequent ventricular extra systole, and increase left
ventricular mass index even in asymptomatic patients.23,24 Betablockers and amiodarone are considered as the drugs of choice in
ventricular arrhythmia although calcium-channel blockers,
angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitors and angiotensin
receptor blockers (ARBs) appear to have a specific effect for
hypertensive patients with LVH have been shown to be effective
against arrhythmias by virtue of their action against LVH.
Cardiac Arrhythmias And Left Ventricular Hypertrophy In
Systemic Hypertension
Karachi Institute Of Heart Diseases, Karachi, Pakistan
J Ayub Med Coll Abbottabad 2010;22(4)

week
maintenance
period
followed
during
which
hydrochlorothiazide
hydrochlorothiazide could
could be
be added.
added. At
At the
the end
end of
of the
the maintenance
maintenance
phase,
phase, the
the doses
doses of
of labetalol
labetalol and
and metoprolol
metoprolol were
were tapered
tapered over
over a
a
two
two to
to four
four day
day period
period after
after which
which patients
patients received
received a
a placebo
placebo for
for
one
one week.
week. Blood
Blood pressure
pressure in
in the
the supine
supine and
and standing
standing position
position was
was
measured
measured at
at each
each visit.
visit. Labetalol
Labetalol and
and metoprolol
metoprolol both
both significantly
significantly
(p
(p less
less than
than 0.01)
0.01) lowered
lowered the
the supine
supine and
and standing
standing blood
blood pressure
pressure
from
from baseline
baseline with
with no
no significant
significant difference
difference found
found between
between the
the two
two
treatment
treatment groups.
groups. Both
Both drugs
drugs lowered
lowered the
the heart
heart rate;
rate; however,
however, the
the
rate-lowering
rate-lowering effect
effect was
was significantly
significantly greater
greater with
with metoprolol
metoprolol (p
(p
less
less than
than 0.01).
0.01). There
There were
were no
no significant
significant effects
effects of
of either
either drug
drug on
on
plasma
plasma lipids
lipids or
or lipoprotein
lipoprotein fractions.
fractions. Fatigue
Fatigue was
was the
the most
most
frequently
frequently reported
reported complaint
complaint with
with both
both drugs.
drugs. Dizziness,
Dizziness,
dyspepsia,
dyspepsia, and
and nausea
nausea were
were more
more common
common with
with labetalol;
labetalol;
bradycardia
bradycardia was
was more
more common
common with
with metoprolol.
metoprolol. There
There was
was no
no blood
blood
pressure
pressure "overshoot"
"overshoot" after
after withdrawing
withdrawing drug
drug treatment;
treatment; however,
however, a
a
heart
heart rate
rate "overshoot"
"overshoot" was
was seen
seen after
after metoprolol
metoprolol was
was tapered
tapered off
off
and
and stopped.
stopped. Labetalol
Labetalol is
is as
as safe
safe and
and effective
effective as
as metoprolol
metoprolol in
in the
the
treatment
treatment of
of patients
patients with
with mild
mild to
to moderate
moderate hypertension.
hypertension.
Multiclinic comparison of labetalol to metoprolol in
treatment of mild to moderate systemic hypertension.
Frishman WH, Michelson EL, Johnson BF, Poland MP. Am J Med.1983
Oct 17;75(4A):54-67.

AMIODARONE

LABETALOL

TERIMA