Anda di halaman 1dari 7

DRAINASE:

Tujuan Utama :

memelihara agar setiap bagian jalan dalam kondisi drainase


yang baik

Klasifikasi

drainase permukaan:
drainase dari air permukaan diatas jalan dan daerah
diluar ROW.
drainase bawah permukaan:
drainase untuk mengurangi tinggi muka air tanah
drainase yang memotong dan menyalurkan air yang
masuk dari daerah sekitar jalan atau naik dari sub
grade (tanah dasar)
saluran tepi:
mengumpulkan dan mengalirkan/membuang air dari
permukaan.

Saluran Penangkap
Pengendali Arus

Saluran Alam
Saluran Pembuang

Gorong-gorong
Saluran Samping

Bahu
Lajur Lalu Lintas

drainase jalan

Perencanaan Dimensi Saluran Samping


Dalam merencanakan dimensi saluran samping perlu diketahui besarnya debit
aliran yang mengalir dalam saluran samping tersebut.
Penentuan besar aliran maksimum untuk mendapatkan debit rencana dari suatu
fasilitas drainase tergantung pada beberapa parameter berikut:

selang waktu dan intensitas hujan

frekuensi dari hujan lebat

bentuk, ukuran, kemiringan, dan permeabilitas tanah


dari daerah pengalihan

perubahan karakteristik aliran sehubungan dengan


perubahan daerah pengaliran akibat penggunaan tanah.
Dengan adanya faktor ketergantungan terhadap parameter- parameter di atas
maka hubungan antara curah hujan dan aliran maksimum menimbulkan
problema yang rumit terutama untuk mendapatkan besaran langsung dari aliran
maksimum.
Pemecahan yang dapat dilakukan terbatas pada harga-harga pendekatan yang
muncul dalam berbagai bentuk rumus empiris. Satu diantara bentuk rumus
empiris tersebut adalah Metode Rasional yang sejak dahulu sudah sering
dipakai.
Rumus matematisnya adalah: Q = C I A
Dimana: Q = debit aliran maksimum, m3/det (cfs)
C = koefisien aliran, (Tabel 1)
I = intensitas curah hujan, mm/jam (in/hr)
untuk waktu konsentrsi, tc (menit)
A = luas daerah pengaliran, ha (acres)

drainase jalan

Tabel 1. Koefisien Aliran


No
Kondisi Permukaan Tanah
1
Jalan beton dan jalan aspal
2
Jalan kerikil dan jalan tanah
3
Bahu jalan:
- Tanah berbutir halus
- Tanah berbutir kasar
- Batuan masif keras
- Batuan masif lunak
4
Daerah perkotaan
5
Daerah pinggiran kota
6
Daerah industri
7
Pemukiman padat
8
Pemukiman tidak padat
9
Taman dan kebun
10 Persawahan
11 Perbukitan
12 Pegunungan

Koef. Pengaliran (C)


0,70 0,95
0,40 0,70
0,40 0,65
0,10 0,20
0,70 0,85
0,60 0,75
0,70 0,95
0,60 0,70
0,60 0,90
0,40 0,60
0,40 0,60
0,20 0,40
0,45 0,60
0,70 0,80
0,75 0,90

Bila daerah pengaliran terdiri dari beberapa tipe kondisi permukaan yang
mempunyai nilai C yang berbeda, maka harga C rata-rata ditentukan dengan
rumus:
C

C1xA 1 C 2 xA 2
A1 A 2

Rumus Rasional menganggap bahwa waktu konsentrasi adalah konstan untuk


setiap daerah pengaliran dan laju aliran maksimum (peak-rate run off) adalah
berbanding langsung dengan curah hujan rata-rata selama waktu konsentrasi.
Dalam waktu singkat sesudah hujan turun, pengaruh hujan ini akan terasa pada
suatu titik yang kita amati sesaat sesudah aliran yang dating dari daerah
pengaliran yang terdekat mencapai titik tersebut. Kuantitas aliran air akan terus
bertambah sampai aliran dari seluruh penjuru daerah pengaliran mencapai titik
pengamatan. Selang waktu untuk terjadinya kejadian ini disebut waktu
konsentrasi.
Jadi waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan aliran permukaan
sesaat sesudah turun hujan untuk mencapai titik pengamatan dari seluruh
bagian daerah pengaliran yang paling jauh.

drainase jalan

Sesudah batas waktu dari waktu konsentrasi habis, kuantitas aliran tidak
akan bertambah lagi. Dengan demikian waktu inilah yang dipakai dalam
perencanaan untuk menentukan intensitas hujan yang akan menghasilkan
aliran maksimum.

Waktu konsentrasi (Time of concentration) terdiri dari 2


(dua) bagian yaitu:
1. inlet time (= t1):

waktu yang diperlukan oleh titik air yang jatuh untuk


mencapai fasilitas drainase (saluran samping) dari
titik/daerah terjauh pada daerah pengaliran (menit)

n
2
t 1 x3,28xLx d
S
3

dimana:

L
nd
S

0,167

= jarak dari titik air yang jatuh terjauh ke fasilitas saluran


samping, m
= koefisien hambatan (retardasi permukaan) Tabel 2
= kemiringan daerah pengaliran

Tabel 2. Koefisien Hambatan


No
Kondisi Lapis Permukaan
1 Lapis semen dan aspal beton
2 Permukaan licin dan kedap air
3 Permukaan licin dan kokoh
Tanah dengan rumput tipis dan gundul dengan
4
permukaan sedikit kasar
5 Padang rumput dan rerumputan
6 Hutan gundul
Hutan rimbun dan hutan gundul rapat dengan
7
hamparan rumput jarang sampai rapat

drainase jalan

nd
0,013
0,020
0,100
0,200
0,400
0,600
0,800

2. time of flow (t2):

waktu pengaliran aliran maksimum dari saluran


drainase ke titik pengamatan, (waktu yang diperlukan
air untuk mengalir dalam saluran sampai mencapai
titik pengamatan/saluran pembuang), menit.
t2

dimana:

L
V

L
V

= panjang saluran samping, m


= kecepatan aliran rata-rata dalam saluran, m/det
dihitung dengan rumus Manning:

V n1 R 2/3 S 1/2
R

dimana:

drainase jalan

n
R
A
P
S

=
=
=
=
=

A
P

koefisien kekasaran manning


jari-jari hidrolis, m
luas penampang basah saluran, m2
keliling basah saluran, m
kemiringan memanjang saluran,%

METODE PERHITUNGAN
A. Perhitungan Debit Aliran (Q)
Hitung debit aliran dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Cari data curah hujan di Lembaga Meteorologi dan Geofisika
2. Tentukan periode ulang rencana untuk saluran samping yaitu 5 tahun
3. Tentukan lamanya waktu hujan terkonsentrasi selama 4 jam dengan hujan
efektif sebesar 90% dari jumlah hujan selama 24 jam
4. Hitung intensitas curah hujan dengan rumus:
XT X

Sx
YT Yn (mm)
sn

90% X T
(mm/jam)
4
Buat garis lengkung intensitas hujan rencana dengan cara memplotkan
harga intensitas hujan (mm/jam) pada waktu konsentrasi 240 menit dan
kemudian tarik garis lengkung yang searah dengan lengkung basis
Tentukan panjang daerah pengaliran , L 1, L2 dan L3, kemudian tentukan
kondisi permukaan berikut koefisien hambatan n d (tabel)
Tentukan kecepatan aliran (v) dan panjang saluran (L)
Hitung waktu konsentrasi (Tc) dengan rumus:
I

5.
6.
7.
8.

n
2
t 1 x3,28xLx d
S
3

t2

0,167

L
V

Tc = t1 + t2
9. Tentukan intensitas hujan rencana (I) dengan cara memplotkan harga T c
pada waktu konsentrasi di kurva basis kemudian tarik garis tegak lurus ke
atas sampai memotong garis lengkung intensitas hujan rencana, dan tarik
garis lurus kesamping sampai memotong garis intensitas hujan (mm/jam)
10. Tentukan panjang daerah pengaliran
11. Identifikasi jenis bahan permukaan daerah aliran
12. Tentukan luas daerah pengaliran
13. Tentukan koefisien aliran (C) sesuai dengan kondisi permukaan
14. Hitung koefisien aliran rata-rata dengan rumus:
C

C1xA 1 C 2 xA 2
A1 A 2

drainase jalan

15. Hitung debit air (Q) dengan rumus:


Q

1
CIA (m 3 /det)
3,6

drainase jalan